Artikelilmiahs
Menampilkan 45.221-45.240 dari 48.757 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45221 | 48589 | F2C023017 | I Can’t Speak: Analisis Kendala Berbicara Pada Pendengar Program Belajar Bahasa Inggris Di Radio Pesona Fm Wonosobo | Abstrak Diskominfo Wonosobo, LPPL Radio Pesona FM Wonosobo bersama Fakultas bahasa dan Sastra Universitas Sains dan Ilmu Qur’an (FBS UNSIQ) Wonosobo berkolaborasi menciptakan sebuah program siaran radio yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Wonosobo melalui pendekatan yang inovatif dan mudah diakses, yakni “I Can Speak”. Tapi sayangnya, partisipasi dari pendengar terbilang rendah. Menganalisis kendala internal dan eksternal yang dihadapi pendengar dan mengevaluasi bentuk komunikasi pembelajaran yang telah dilakukan, serta yang tepat dibutuhkan pendengar merupakan tujuan dari penelitian ini. Memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivistik, dimana data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan FGD dengan 12 informan. Penelitian ini menghasilkan temuan yakni, meskipun program ini telah menyediakan kanal interaktif seperti line telepon tetapi tetap muncul kendala. Kendala internal pendengar sebagian besar berkaitan dengan psikologis seperti kurang percaya diri, dan keterbatan kosa kata, sedangkan kendala eksternal pendengar berasal dari lingkungan sekitar seperti perkembangan teknologi yang menggeser kebiasaan pendengar dalam berinteraksi dengan penyiar dan program siaran, stigma keminggris di masyarakat dan segala hal yang berkaitan dengan format siaran makin melemahkan minat pendengar untuk berbicara atau berpartisipasi melalui telepon. Selama ini program “I Can Speak” berjalan dengan menerapkan bentuk komunikasi persuasif, informatif, dan motivasional dengan pendekatan bilingual. Sementara itu, bentuk komunikasi yang lebih dibutuhkan yaitu komunikasi partisipatif, transaksional, serta motivasional yang mengakomodasi aspek psikologis pendengar. Melalui teori Encoding/Decoding dari Stuart Hall, menemukan bahwa pesan yang dikodekan dalam siaran “I Can Speak” tidak selalu didekodekan dengan makna yang sesuai oleh pendengar. Beberapa pendengar berada dalam posisi negotiated reading, dimana mereka memahami tujuan edukatif program tetapi masih merasa kurang percaya diri untuk berpartisipasi aktif. Sebagian pendengar mengalami oppositional reading, mereka tidak merasa konten siaran baik tema maupun pemilihan lagi relevan dengan mereka. Penelitian ini merekomendasikan format siaran yang lebih sesuai secara sosial-budaya, penyiar yang inklusif, serta optimalisasi dan integrasi media pendukung untuk menciptakan ruang belajar berbicara bahasa Inggris yang aman, relevan, dan memberdayakan seluruh kalangan pendengar. Kata Kunci: Kendala berbicara, partisipasi pendengar, siaran radio, komunikasi pembelajaran, bahasa inggris. | Abstract Diskominfo Wonosobo, LPPL Radio Pesona FM Wonosobo and the Faculty of Language and Literature of the University of Science and Qur'an (FBS UNSIQ) Wonosobo collaborated to create a radio broadcast program aimed at improving the English language skills of the Wonosobo community through an innovative and accessible approach, namely “I Can Speak”. Unfortunately, participation from listeners was low. Analyzing the internal and external constraints faced by listeners and evaluating the forms of learning communication that have been carried out, as well as the right ones needed by listeners are the objectives of this study. Utilizing a qualitative approach with a post-positivistic paradigm, data was obtained through observation, interviews, and FGDs with 12 informants. This research resulted in the findings that, although this program has provided interactive channels such as telephone lines, obstacles still arise. The internal constraints of listeners are mostly related to psychology such as lack of confidence, and limited vocabulary, while the external constraints of listeners come from the surrounding environment such as technological developments that shift the habits of listeners in interacting with broadcasters and broadcast programs, the stigma of English in society and everything related to the broadcast format further weakens the interest of listeners to speak or participate via telephone. So far, the “I Can Speak” program has been running by applying persuasive, informative, and motivational forms of communication with a bilingual approach. Meanwhile, a more needed form of communication is participatory, transactional, and motivational communication that accommodates the psychological aspects of listeners. Through Stuart Hall's Encoding/Decoding theory, it was found that the messages encoded in the “I Can Speak” broadcast were not always decoded with the appropriate meaning by the listeners. Some listeners are in a negotiated reading position, where they understand the educational purpose of the program but still feel less confident to actively participate. Some listeners experience oppositional reading, where they do not feel that the content of the broadcast, both the theme and the selection, are relevant to them. This research recommends a more socio-culturally appropriate broadcast format, inclusive broadcasters, as well as optimization and integration of supporting media to create a safe, relevant and empowering space for learning to speak English for all audiences. Keywords: Speaking constraints, listener participation, radio broadcasting, learning communication, English. | |
| 45222 | 48591 | H1E021031 | SISTEM KLASIFIKASI PROFIL RISIKO PENDAKI DENGAN IMPLEMENTASI SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) UNTUK KESELAMATAN PENDAKIAN | Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata pendakian, didukung oleh kondisi geografis yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik dengan 629 gunung, di mana 129 di antaranya merupakan gunung aktif. Pada tahun 2020, sektor ini menyumbang pendapatan sebesar Rp2,3 triliun dan diprediksi terus meningkat. Namun, tingginya minat terhadap aktivitas pendakian juga meningkatkan risiko keselamatan seperti hipotermia, kelelahan, dan kecelakaan fatal. Sistem manajemen risiko yang digunakan saat ini umumnya masih bersifat manual dan belum mampu mengidentifikasi risiko secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi profil risiko pendaki menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) yang tervalidasi secara eksternal, dengan dukungan metode fuzzy K-Medoid untuk pengelompokan data. Sistem ini memanfaatkan 14 faktor karakteristik individu pendaki sebagai variabel masukan, seperti usia, pengalaman, kondisi fisik, dan riwayat kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SVM mampu mengklasifikasikan profil risiko pendaki dengan akurasi sebesar 90,35%. Sistem ini diwujudkan dalam bentuk antarmuka web modular yang mempercepat proses identifikasi risiko sekaligus memberikan rekomendasi pendakian yang sesuai dengan kondisi pengguna. | Indonesia holds great potential in the mountain tourism sector, geographically located on the Pacific Ring of Fire with 629 mountains, 129 of which are active. In 2020, this sector contributed IDR 2.3 trillion in revenue and is projected to grow further. However, the increasing interest in hiking activities also raises safety risks such as hypothermia, fatigue, and fatal accidents. Existing risk management systems are still manual and lack the speed and accuracy needed to identify risks effectively. This study aims to develop a climber risk profiling classification system using the Support Vector Machine (SVM) algorithm, externally validated, and supported by the fuzzy K-Medoid method for data clustering. The system uses 14 individual characteristics of climbers, including age, experience, physical condition, and health history. The results show that SVM achieves a classification accuracy of 90.35%. The system is implemented as a modular web-based interface that accelerates the risk identification process and provides climbing recommendations tailored to each user’s condition. | |
| 45223 | 48592 | J0A022093 | Developing The Instagram Account of Purbalingga Dinporapar (@purbalingga_memikat) Using The English Language | Laporan ini disusun berdasarkan praktik kerja yang dilaksanakan di Dinporapar Purbalingga dari 2 September hingga 2 Desember 2024. Tujuan laporan ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan praktik kerja, pengembangan akun Instagram @purbalingga_memikat sebagai media promosi pariwisata, serta kendala dan solusi dalam pembuatan konten promosi berbahasa Inggris untuk menarik audiens internasional. Akun Instagram ini dipilih karena relevansinya dalam mempromosikan berbagai destinasi wisata, kuliner, dan ekonomi kreatif di Purbalingga. Dalam menyusun laporan ini, dua metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Observasi dilakukan selama praktik kerja berlangsung, sementara wawancara dengan staf Dinporapar dilakukan untuk mengidentifikasi efektivitas penggunaan media sosial. Proses pengembangan akun Instagram dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu penentuan jenis konten, penyesuaian konten dengan minat viewers, dan pembuatan konten dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) untuk menjangkau viewers lebih luas. Kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan fasilitas dokumentasi dan akses terbatas pada akun Instagram, diatasi dengan menggunakan perangkat pribadi dan komunikasi yang intens dengan Ibu Afni dan Pak Firman sebagai staf sosial media di bidang pariwisata Dinporapar Purbalingga. Video promosi yang dihasilkan menunjukkan destinasi wisata seperti Tirta Asri dan kuliner khas Purbalingga. Secara umum, akun Instagram @purbalingga_memikat berhasil meningkatkan jumlah pengikut dari 7.988 menjadi 8.331 dalam empat bulan. Video dan konten yang dibuat memberikan dampak positif dalam mempromosikan pariwisata Purbalingga, dengan saran untuk lebih meningkatkan interaksi dan konten kreatif guna menjangkau viewers yang lebih luas. | This report is written based on a job training carried out at Dinporapar Purbalingga from 2 September 2 to December 2, 2024. The purpose of this report is to explain the implementation of job training, the development of the @purbalingga_memikat Instagram account as a medium for tourism promotion, and the obstacles and solutions encountered in creating English-language promotional content to attract international audiences. This Instagram account was chosen because of its relevance in promoting various tourist destinations, culinary offerings, and the creative economy in Purbalingga. In preparing this report, two methods were used: observation and interviews. The observations were conducted during the job training, while interviews with Dinporapar staff were carried out to assess the effectiveness of social media usage. The process of developing the Instagram account was carried out in several stages: determining the type of content, adjusting the content to the interests of the audience, and creating content in both Indonesian and English to reach a wider audience. Some obstacles faced, such as the limited documentation facilities and restricted access to the Instagram account. They were overcome by using personal devices and maintaining intense communication with Mrs. Afni and Mr. Firman as social media staff in the tourism sector of Dinporapar Purbalingga. The resulting promotional videos showcased tourist destinations such as Tirta Asri and Purbalingga's culinary specialties. In general, the @purbalingga_memikat Instagram account increased its number of followers from 7,988 to 8,331 in four months. The videos and content created had a positive impact on promoting Purbalingga tourism, with suggestions to further increase interaction and create more creative content to reach a wider audience. | |
| 45224 | 48594 | J0A022010 | Improving Public Services Through Bilingual Infographics At The Cilacap Class I Immigration Office | Laporan Tugas Akhir ini berjudul “Improving Public Services Through Bilingual Infographics At The Cilacap Class I Immigration Office”. Laporan ini ditulis berdasarkan kegiatan magang yang telah dilaksanakan pada 19 Agustus – 06 Desember 2024 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap. Tujuan khusus dari kegiatan magang ini adalah, pertama, untuk membuat infografis dalam dua bahasa. Kedua, untuk mendukung unit layanan publik dalam meningkatkan kualitas layanan mereka dengan menggunakan infografis. Ketiga, untuk membantu turis dalam mempersiapkan dokumen dan memenuhi persyaratan dengan menyediakan panduan visual yang jelas dan informatif. Prosesnya dimulai dengan mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara dengan staf imigrasi untuk memastikan keakuratan dan relevansi. Setelah mengumpulkan data, langkah selanjutnya adalah mendesain infografis, yang melibatkan pemilihan font, warna, dan tata letak yang tepat untuk membuat informasi menjadi jelas dan menarik secara visual. Langkah yang terakhir adalah menyelesaikan dan mengunggahnya ke Instagram resmi Kantor Imigrasi Cilacap. Proses ini menghadapi berbagai tantangan, seperti menyederhanakan prosedur imigrasi, memastikan terjemahan akurat, dan membuat infografis yang menarik serta mudah dipahami. Berbagai tantangan ini menyoroti pentingnya penyampaian informasi yang efektif dalam pelayanan publik. Terlepas dari kesulitan-kesulitan tersebut, kelima poster infografis ini berhasil dibuat sehingga membantu meningkatkan efisiensi layanan dan pengalaman pemohon di Kantor Imigrasi Cilacap. | This final report is entitled “Improving Public Services Through Bilingual Infographics At The Cilacap Class I Immigration Office”. It was written based on the job training activity conducted on August 19th – December 06th 2024 at Cilacap Class I Immigration Office. The specific purposes of this job training activity are, first, to create bilingual infographics. Second, to support the public services unit in improving their service quality using infographics. Third, to assist foreigners in preparing documents and meeting requirements by providing clear and informative visual guides. The process began with gathering information through observation and interviews with two immigration staff to ensure accuracy and relevance. After collecting data, the next step was designing the infographics, which involved selecting appropriate fonts, colors, and layouts to make the information clear and visually appealing. The last step was to finalize and upload it to the official Instagram of Cilacap Immigration Office. This process faced various challenges, such as simplifying immigration procedures, ensuring accurate translations, and creating attractive and easy-to- understand infographics. These challenges highlighted the importance of effective information delivery in public services. Despite these difficulties, these five infographic posters were successfully created, helping to enhance service efficiency and applicant experience at the Cilacap Immigration Office. | |
| 45225 | 48595 | A1A021065 | Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Organisasi dengan Peran Motivasi Sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus pada CV Hugo Inovasi) | Penelitian ini menganalisis hubungan antara kepuasan kerja, motivasi, dan kinerja organisasi di CV Hugo Inovasi menggunakan metode SEM-PLS. Rumusan masalah berfokus pada tiga aspek: tingkat kepuasan kerja karyawan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya; fungsi motivasi karyawan sebagai variabel mediasi antara kepuasan kerja dan kinerja organisasi; serta pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja organisasi. Penelitian bertujuan mengidentifikasi tingkat kepuasan kerja dan indikator yang mempengaruhinya, menganalisis peran motivasi sebagai mediator, dan mengevaluasi pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja organisasi dengan mempertimbangkan indikator paling relevan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dalam mencari data primer menggunakan kuesioner. Penelitian dilaksanakan di CV Hugo Inovasi yang beralamat di Jl. Raya PUK, RT.01/RW.03, Tumiyang Kidul, Tumiyang, Kecamatan. Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53172, selama periode Februari – April 2025. Objek penelitian adalah kepuasan kerja dengan peran motivasi sebagai variabel mediasi terhadap kinerja organisasi. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode: kuesioner menggunakan Google Form, wawancara langsung dengan seluruh karyawan, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik sensus dengan mengambil seluruh populasi yaitu 60 karyawan yang terdiri dari 30 karyawan bagian produksi (termasuk manajemen, produksi, dan pengiriman) dan 30 karyawan lapangan (ICS, penanggung jawab kelompok, dan sopir). Pengukuran menggunakan skala Likert dengan lima tingkatan. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) dengan software SmartPLS 4.0 untuk menguji hubungan antara variabel eksogen (kepuasan kerja), variabel endogen (kinerja organisasi), dan variabel mediator (motivasi). Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja organisasi (O = 0,175; p = 0,224), namun memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui motivasi sebagai mediator penuh (O = 0,695; p = 0,000). Jalur dari kepuasan kerja ke motivasi signifikan (O = 0,911; p = 0,000), begitu pula motivasi terhadap kinerja organisasi (O = 0,762; p = 0,000). Model penelitian dinilai baik dengan nilai GoF sebesar 0,710 dan Q² sebesar 0,806, serta mampu menjelaskan 54,2% variasi kinerja organisasi dan 57,7% variasi motivasi. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar manajemen CV Hugo Inovasi memprioritaskan peningkatan motivasi karyawan sebagai kunci untuk menguatkan pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja organisasi. | This research analyzes the relationship between job satisfaction, motivation, and organizational performance at CV Hugo Inovasi using the SEM-PLS method. The research problem focuses on three aspects: employee job satisfaction levels and the factors influencing them; the function of employee motivation as a mediating variable between job satisfaction and organizational performance; and the effect of job satisfaction on organizational performance. The research aims to identify the level of job satisfaction and indicators affecting it, analyze the role of motivation as a mediator, and evaluate the influence of job satisfaction on organizational performance by considering the most relevant indicators. This research employs a case study method to collect primary data using questionnaires. The study was conducted at CV Hugo Inovasi located at Jl. Raya PUK, RT.01/RW.03, Tumiyang Kidul, Tumiyang, Kebasen District, Banyumas Regency, Central Java 53172, during the period of February – April 2025. The research object is job satisfaction with the role of motivation as a mediating variable on organizational performance. Data collection was carried out through three methods: questionnaires using Google Form, direct interviews with all employees, and documentation. This research uses a census technique by taking the entire population of 60 employees consisting of 30 production staff (including management, production, and shipping) and 30 field employees (ICS, group supervisors, and drivers). Measurement uses a five-level Likert scale. Data analysis uses Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) with SmartPLS 4.0 software to test the relationship between exogenous variables (job satisfaction), endogenous variables (organizational performance), and mediator variables (motivation). The SEM-PLS analysis results indicate that job satisfaction does not have a direct and significant effect on organizational performance (O = 0.175; p = 0.224), but it has a significant indirect effect through motivation as a full mediator (O = 0.695; p = 0.000). The path from job satisfaction to motivation is significant (O = 0.911; p = 0.000), as is the path from motivation to organizational performance (O = 0.762; p = 0.000). The research model is considered good, with a Goodness of Fit (GoF) value of 0.710 and a predictive relevance (Q²) value of 0.806, and it is able to explain 54.2% of the variance in organizational performance and 57.7% in motivation. Based on these findings, it is recommended that the management of CV Hugo Inovasi prioritize enhancing employee motivation as a key factor in strengthening the influence of job satisfaction on organizational performance | |
| 45226 | 48596 | F2B023004 | Problematika Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah Dalam Praktik Pernikahan Pada Masyarakat Muslim Di Kelurahan Blimbing | Pada saat ini pendaftaran dapat dilaksanakan secara online melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika aplikasi sistem informasi manajemen nikah dalam praktik pernikahan pada masyarakat muslim di Kelurahan Blimbing. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi masyarakat Kelurahan Blimbing ialah terdapat kategori sedikit memahami, memahami, dan sangat memahami mengenai aplikasi SIMKAH. Penerapan aplikasi SIMKAH dalam praktik pernikahan digunakan oleh masyarakat muslim yakni calon pengantin, pengantin yang sudah menikah, keluarga calon pengantin, serta kepala KUA Kecamatan Paciran. Problematika aplikasi SIMKAH adalah sebagian masyarakat muslim kurang memahami aplikasi SIMKAH, masalah tidak sinkronnya data, janda dibawah 19 tahun diminta surat izin dispen dari Pengadilan Agama dan tidak ada menu hapus ketika sudah masuk cetak akta nikah atau setelah selesai pemeriksaan yang batal menikah. Peran pemerintah dalam menangani problematika tersebut adalah memberikan sosialisasi, bimbingan, pendampingan, dan evaluasi secara berkalan. Kesimpulannya adalah problematika aplikasi SIMKAH dalam praktik pernikahan pada masyarakat muslim di Kelurahan Blimbing perlu untuk diatasi disertai bantuan oleh pemerintah agar praktik pernikahan dapat berjalan dengan baik dan lancar. | Currently registration can be done online through the Marriage Management Information System (SIMKAH) application. This study aims to identify problems of the application of marriage management information systems in marriage practices in the muslim community in Blimbing Village. This study uses a descriptive qualitative research method. Data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentatiton. Data analysis tchniques through data collection, data condensation, data presentation, and conclusions. The results of the study indicate that the condition of the Blimbing Village community is that there are categories of understanding a little, understanding, and very understanding of the SIMKAH application. The application of the SIMKAH application in marriage practices is used by the Muslim community, namely prospective brides and grooms, married brides and grooms, families of prospective brides and grooms, and the head of the KUA Paciran District. The problems with the SIMKAH application are that some muslims do not understand the SIMKAH application, the problem of data unsynchronization, widows under 19 years old are asked for a dispen permit from the religious court and there is no delete menu when the marriage certificate has been printed or after the examination is complete which is canceled. The role of the government in dealing with these problems is to provide socialization, guidance, assistance, and periodic evaluation. The conclusion is that the problematic application of SIMKAH in marriage practices in the muslim community in Blimbing Village needs to be resolved with assistance from the government so that marriage practices can run well and smoothly. | |
| 45227 | 48597 | C1C020098 | Pengaruh Belanja Modal dan Tingkat Investasi terhadap Tingkat Kemandirian Daerah melalui Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Intervening (Studi pada Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2022) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Penelitian in bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal dan tingkat investasi terhadap tingkat kemandirian daerah melalui pertumbuhan ekonomi sebagai variabel intervening. Populasi penelitian ini adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah periode 2018-2022. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 kabupaten/kota dengan menggunakan sampling jenuh dan menghasilkan 175 data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap tingkat kemandirian daerah, (2) Belanja modal berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, (3) Tingkat investasi tidak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, (4) Belanja modal berpengaruh positif terhadap tingkat kemandirian daerah, (5) Tingkat investasi tidak berpengaruh negatif terhadap tingkat kemandirian daerah, (6) Belanja modal berpengaruh negatif terhadap tingkat kemandirian daerah melalui pertumbuhan ekonomi sebagai variabel intervening, (7) Tingkat investasi tidak berpengaruh negatif terhadap tingkat kemandirian daerah melalui pertumbuhan ekonomi sebagai variabel intervening. | This research is a quantitative study using secondary data. This study aims to analyze the effect of capital expenditure and investment levels on the level of regional independence through economic growth as an intervening variable. The population of this study were all districts / cities in Central Java Province for the period 2018-2022. The sample in this study was 36 districts / cities using saturated sampling and produced 175 data. Data analysis in this study used SPSS. The results of this study indicate that: (1) Economic growth has a negative effect on the level of regional independence, (2) Capital expenditure has a positive effect on economic growth, (3) Investment level has no positive effect on economic growth, (4) Capital expenditure has a positive effect on the level of regional independence, (5) Investment level has no negative effect on the level of regional independence, (6) Capital expenditure has a negative effect on the level of regional independence through economic growth as an intervening variable, (7) Investment level has no negative effect on the level of regional independence through economic growth as an intervening variable. | |
| 45228 | 48599 | F2B023003 | Program Kelas Mengenal Difabel (KMD) Upaya Komunitas GPAD dalam Mewujudkan Masyarakat Inklusi di Pekalongan | Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya tingkat pemahaman dan inklusi sosial penyandang disabilitas di Pekalongan. Program Kelas Mengenal Disabilitas (KMD) yang dilakukan Komunitas GPAD Pekalongan bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pendidikan inklusif dan interaktif. Program ini berupaya mengubah stigma negatif, mengembangkan empati dan pemahaman mendalam, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung penyandang disabilitas. Metode penelitiannya adalah metode kualitatif. Medote pengumpulan data melalui wawanacara, observasi dan dokumentasi.. Hasil analisis menunjukkan bahwa KMD meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat. KMD menggunakan pendekatan inklusif yang melibatkan metode pembelajaran interaktif dan materi kontekstual yang relevan. | The main problem faced is the low level of understanding and social inclusion of people with disabilities in Pekalongan. The Recognizing Disability Class (KMD) program carried out by the GPAD Pekalongan Community aims to overcome this problem through inclusive and interactive education. This program seeks to change negative stigma, develop empathy and deep understanding, and increase active community participation in supporting people with disabilities. The research method is a qualitative method. The data collection method is through interviews, observation and documentation. The results of the analysis show that KMD increases public awareness and understanding. KMD uses an inclusive approach involving interactive learning methods and relevant contextual materials. | |
| 45229 | 48602 | H1C020053 | Hasil Evaluasi Model Seam Untuk Estimasi Cadangan Batubara Di Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur | Konservasi cadangan batubara merupakan upaya dalam rangka meningkatkan pengelolaan, pemanfaatan, dan pendataan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Konservasi cadangan batubara menjadi upaya yang krusial dalam menyikapi transisi energi, tanpa menyampingkan sisa cadangan batubara Indonesia yang masih melimpah. Tahap Penambangan batubara memerlukan rencana dan rancangan penambangan yang didasari pemahaman geologi yang matang melalui pemodelan dan perhitungan cadangan yang akurat. Lokasi penelitian berada pada kontak dua formasi geologi yang berbeda umur, yaitu Formasi Kampungbaru (Tpkb) sebagai formasi pembawa batubara dan Formasi Alluvial (Qa) yang terendapkan secara tidak selaras. Lokasi penelitian berada pada area yang bergelombang yang dipengaruhi oleh kompresi berarah barat laut-tenggara yang berkaitan dengan pengangkatan terakhir Tinggian Kuching dan keterbentukannya mahakam folding belt. Kondisi tersebut juga menyebabkan terbentuknya sesar naik berorientasi barat daya – timur laut. Release compressional dan pembebanan sedimen memicu terbentuknya sesar turun dan mendatar menganan di lokasi penelitian. Ketiga kondisi tersebut menyebabkan adanya deviasi pada distribusi dan perhitungan cadangan batubara antara in-model dengan kondisi aktual yang dibatasi oleh PIT Shell 2025. Perhitungan cadangan tersebut menggunakan metode poligon diperoleh kondisi in-model mencakup 2 seam, yaitu seam B dan seam A (A1,A2) diperoleh coal tonnes in-model 22.394.819,62 ton dengan total waste 84.153.194,88 BCM sehingga (SR) in-model 1:3,76. Sedangkan, Kondisi aktual menunjukan geometri multiple splitting coal dari seam A (A1, A2, A3) dan seam B diperoleh coal tonnes aktual 25.375.869,47 ton dengan total waste 81.099.209,75 BCM sehingga (SR) aktual 1:3,20. Berdasarkan perhitungan cadangan dari kedua kondisi tersebut, secara umum menunjukan deviasi positif yang menguntungkan bagi penambang. | The conservation of coal reserves is essential in response to the energy transition, without ignoring Indonesia's abundant coal reserves. The coal mining stage requires mining plans based on a comprehensive geological understanding with accurate modeling and reserve calculations. The research location is on the contact of two geological formations, the Kampungbaru Formation (Tpkb) as a coal-bearing formation and the Alluvial Formation (Qa) deposited in unconformity. The research location is in an undulating area that was affected by northwest southeast oriented compressional forces associated with the last uplift of the Kuching High and establishment of the Mahakam folding belt. These conditions also led to the formation of southwest-northeast-oriented reverse faults. Compressional release and overpressure sediment, which led to the formation of normal faults and dextral strike-slip faults at the research location. These condition causes a deviation in distribution and reserve calculation between in model and actual condition bounded by PIT Shell 2025. The reserve calculation using the polygon method shows that there are 2 seams, seam B and seam A (A1, A2), with a total of 22.394.819,62 tonnes of coal and 84.153.194,88 BCM of waste, leading to a (SR) of 1:3.76. The current condition reveals the geometry of multiple coal splits from seam A (A1, A2, A3) and seam B, which yielded an actual coal tonnage of 25.375.869,47 tonnes. The total waste generated is 81.099.209,75 BCM, resulting in an actual (SR) of 1:3,20. The reserve calculations for the two conditions generally indicate a positive deviation in favor of the miner. | |
| 45230 | 48603 | F2D023002 | Implementasi Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Selokerto Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah | ABSTRAK Desa Tangguh Bencana (DESTANA) adalah Desa yang mempunyai kesiap-siagaan dalam mengantisipasi segala sesuatu yang bisa terjadi seperti potensi musibah bencana alam, non alam, dan sosial. Melalui implementasi program Destana di Desa Selokerto Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen seharusnya dapat meminimalisir potensi bencana dan bahaya dari dampak bencana, meningkatkan keselamatan bagi warga terdampak bencana, dan diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam mengorganisir semua lembaga desa, organisasi, dan masyarakat desa untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang penjabarannya secara deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, Teknik keabsahan data dengan cross check hasil analisis kebijakan publik menurut Willian N. Dunn yaitu a. Dasar hukum pembentukan b. Perencanaan c. Sumber dana kegiatan Destana Selokerto. d. Penguatan kapasitas. e. Implementasi kegiatan Destana. Penelitian ini menemukan hasil secara umum kebijakan tentang pembentukan Destana belum berjalan dengan baik karena Destana belum mempunyai Program Kerja masih dalam tahap sebagai pelaksana kegiatan Pemerintah Desa, belum mempunyai jalur petunjuk evakuasi bencana dan posko tetap penanggulangan bencana. Kata Kunci : Desa tangguh bencana, Kebijakan Publik, Implementasi Destana | ABSTRACT Article history: Received Revised Accepted Available online xxx E-ISSN: 0216-9290 Disaster Resilient Village (DESTANA) is a village that has preparedness in anticipating everything that can happen such as the potential for natural, non-natural and social disasters. Through the implementation of the Destana program in Selokerto Village, Sempor Sub-district, Kebumen Regency, it should be able to minimize the potential for disaster and the danger of disaster impacts, increase safety for residents affected by disasters, and is expected to assist the village government in organizing all village institutions, organizations, and village communities to play an active role in disaster management. This research uses a qualitative method that describes descriptively with data collection through observation, interviews and documentation, data validity techniques by cross checking the results of public policy analysis according to Willian N. Dunn, namely a. The legal basis for the formation of Destana Selokerto. b. Planning. c. Source of funds for Destana Selokerto activities. d. Capacity building. e. Implementation of Destana activities. This study found the results in general the policy on the establishment of Destana has not gone well because Destana does not have a Work Program still in the stage of implementing Village Government activities, does not have a disaster evacuation route and a permanent disaster management post. Keyword: Disaster resilient village, Public Policy, Destana implementation | |
| 45231 | 48598 | J0A022038 | Managing Instagram for Employee Engagement as a Social Media Specialist Intern at PT Midi Utama Indonesia Tbk. Boyolali Branch | Laporan praktik kerja yang berjudul “Managing Instagram for Employee Engagement as a Social Media Specialist Intern at PT Midi Utama Indonesia Tbk. Boyolali Branch” didasarkan pada kegiatan yang dilakukan selama masa magang di PT Midi Utama Indonesia Tbk. Cabang Boyolali, yang berlangsung dari tanggal 9 September 2024 hingga 31 Desember 2024. Sebagai Social Media Specialist Intern, tugas utama selama magang ini adalah mengelola akun Instagram untuk employee engagement. Tujuannya adalah untuk menginternalisasi budaya kerja 2i & 3k di kalangan karyawan, di mana 2i merupakan singkatan dari Integritas yang tinggi dan Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik, sedangkan 3k merupakan singkatan dari Kualitas dan produktivitas yang tertinggi, Kerjasama tim, dan Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang terbaik. Selama masa praktik kerja, observation, hands-on practice, dan focus group discussion digunakan dalam pengelolaan akun Instagram untuk employee engagement di Alfamidi Boyolali. Observation membantu dalam mengenali preferensi audiens dan performa konten, sementara Hands-on practice mencakup proses perencanaan, pembuatan, hingga evaluasi konten secara langsung di bawah bimbingan mentor. Focus group discussion bersama pemagang dari berbagai cabang menjadi sarana untuk berbagi progres dan tantangan yang dihadapi. Ketiga metode ini saling melengkapi dan berhasil meningkatkan kualitas konten, memperbesar engagement, serta membentuk fondasi yang kuat dalam pengelolaan akun pada bulan-bulan berikutnya. Proses pengelolaan akun terdiri dari empat tahap, yaitu pengeditan (dibagi menjadi pengeditan foto dan video), penulisan caption, interaksi dengan audiens, dan analisis insight bulanan. Tantangan utama dalam proses ini adalah menyelaraskan ide konten dengan budaya kerja perusahaan. Namun, tantangan tersebut berhasil diatasi dengan mencari referensi tambahan dan menyesuaikannya agar sejalan dengan nilai-nilai yang ada. | The Job Training Report titled “Managing Instagram for Employee Engagement as a Social Media Specialist Intern at PT Midi Utama Indonesia Tbk. Boyolali Branch” is based on activities carried out during the job training period at PT Midi Utama Indonesia Tbk. Boyolali Branch, from September 9, 2024, to December 31, 2024. As a Social Media Specialist intern, the main task during this job training was to manage the Instagram account for employee engagement. The goal was to internalize the 2i & 3k work culture among employees, which the 2i stands for Integritas yang tinggi (High integrity) and Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik (Innovation for better progress), and the 3k stands for Kualitas dan produktivitas yang tertinggi (The highest quality and productivity), Kerjasama tim (Teamwork), and Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang terbaik (Customer satisfaction through the highest service standards). During the job training, observation, hands-on practice, and focus group discussion were used to manage the Instagram account for employee engagement at Alfamidi Boyolali. Observation helped identify audience preferences and content performance, while hands-on practice involved directly planning, creating, and evaluating content under mentor supervision. Focus group discussion with other interns allowed for sharing progress and challenges across branches. Together, these methods improved content quality, increased engagement, and formed a strong foundation for better account management in the following months. The account management process consisted of four stages: editing (divided into photo and video editing), caption writing, audience interaction, and monthly insight analysis. Among these stages, the main challenge encountered was aligning content ideas with the company’s work culture. However, by seeking more references and modifying them to fit these values, the challenge was successfully addressed. | |
| 45232 | 48600 | I1A021035 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELUHAN TINNITUS PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI HOME INDUSTRY KNALPOT DI KELURAHAN PURBALINGGA LOR | ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELUHAN TINNITUS PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI HOME INDUSTRY KNALPOT DI KELURAHAN PURBALINGGA LOR Usamah Takhiyudin, Suryanto, Siti Harwanti Latar Belakang: Tinnitus merupakan keluhan telinga berdenging yang dirasakan individu tanpa adanya rangsangan dari luar. Paparan kebisingan di lingkungan kerja, khususnya di industri rumahan seperti home industry knalpot, dapat memicu keluhan tinnitus pada pekerja. Beberapa faktor risiko tinnitus yaitu usia, jenis kelamin, jam kerja, masa kerja, kebiasaan merokok, penggunaan APT, dan intensitas kebisingan. Tujuan penelitian adalah untuk mngetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keluhan tinnitus pada pekerja bagian produksi home industry knalpot di Kelurahan Purbalingga Lor Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total 73 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Variabel yang berpengaruh terhadap tinnitus pada pekerja produksi home industry knalpot di Kelurahan Purbalingga Lor adalah intensitas kebisingan (p:0,004) dan usia (p:0,003). Variabel yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin (p:0,999), kebiasaan merokok (p:0,453), penggunaan APT (p:0,330), masa kerja (p:0,195), dan jam kerja (0,854) Kesimpulan: Variabel yang berpengaruh terhadap tinnitus pada pekerja produksi home industry knalpot di Kelurahan Purbalingga Lor adalah intensitas kebisingan dan usia. Variabel paling berpengaruh adalah intensitas kebisingan dengan OR 46,230. Pekerja disarankan untuk menggunakan APT secara konsisten selama bekerja, kurangi atau hentikan kebiasaan merokok, dan memeriksa kesehatan telinga jika muncul gejala tinnitus. Kata Kunci: Pekerja, Tinnitus, Intensitas Kebisingan, Usia, Home Industry | ABSTRACT FACTORS AFFECTING TINNITUS COMPLAINTS AMONG EXHAUST PRODUCTION WORKERS IN HOME INDUSTRY PURBALINGGA LOR VILLAGE Usamah Takhiyudin, Suryanto, Siti Harwanti Background: Tinnitus is a complaint of ringing in the ears that individuals feel without any external stimuli. Exposure to noise in the work environment, especially in home industries such as the exhaust home industry, can trigger complaints of tinnitus in workers. The variables include are age, gender, working hours, length of employment, smoking habits, ear protection use, and noise intensity. The purpose of the study was to determine the factors that influence tinnitus complaints in workers in the production section of the exhaust home industry in Purbalingga Lor Village Methods: This study used a cross-sectional design with a total of 73 respondents. Data were collected through questionnaires and noise measurements using a Sound Level Meter. Data were analyzed using carried out univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate (logistic regression). Results: Variables that influence tinnitus among exhaust production workers in home industry Purbalingga Lor Village are noise intensity (p= 0.004) and age (p= 0.003). Variables that do not have an effect are gender (p: 0.999), smoking habits (p= 0.453), ear protection use (p= 0.330), working period (p= 0.195), and working hours (p = 0.854). Conclusion: Noise intensity and age are the variables that influence tinnitus in home industry exhaust production workers in Purbalingga Lor Village. Noise intensity is the most influential variable, with an OR of 46.230. Workers are advised to use ear protection consistently during work, reduce or stop smoking, and check ear health if tinnitus symptoms appear. Keyword: Worker, Tinnitus, Noise Intensity, Age, Home Industry | |
| 45233 | 48601 | A1C018077 | PENGARUH FREKUENSI IRIGASI TETES DAN PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DI DESA PANICAN KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGA | Sayuran merupakan komoditas hortikultura yang permintaannya terus meningkat. Keberadaan sayuran daun dilahan pekarangan Desa Panican masih jarang dibudidayakan dikarenakan lahan yang kering. Pakcoy merupakan sayuran daun yang mudah dibudidayakan. Salah satu cara meningkatkan produksi yaitu dengan irigasi dan media tanam yang tepat. Sistem irigasi tetes adalah irigasi efektif karena mengalirkan air langsung keareal perakaran. Sementara media tanam yang baik yaitu campuran tanah, kompos dan arang sekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedua faktor pada pertumbuhan pakcoy serta menentukan frekuensi irigasi dan komposisi media tanam terbaik. Penelitian dilaksanakan dilahan pekarangan pada November 2023 sampai Januari 2024. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu frekuensi irigasi tetes terdiri dari F1 (1 hari sekali), F2 (2 hari sekali), F3 (3 hari sekali), serta faktor komposisi media tanam terdiri dari M1 (tanah: kompos:arang sekam=1:1:1), M2 (tanah:kompos:arang sekam=2:2:1), dan M3 (tanah:kompos:arang sekam=2:1:1) dengan variabel pengukuran meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah tajuk, dan bobot basah akar. Analisis data menggunakan metode Anova dilanjutkan uji DMRT 5% jika terjadi beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (7, 14, 21, dan 28 HST), jumlah daun (14 dan 21 HST), panjang akar, bobot basah tajuk, dan bobot basah akar, namun tidak berpengaruh nyata pada jumlah daun (7 dan 28 HST). Sedangkan perlakuan terbaik yaitu pada F2M3 dengan tinggi tanaman (19,37 cm); jumlah daun (17,67 cm); panjang akar (24,80 cm); bobot basah tajuk (93,67 gram) dan bobot basah akar (16,33 gram). | Vegetables are horticultural commodities whose demand continues to increase. The existence of leafy vegetables in the yard of Panican Village is still rarely cultivated due to dry land. Pakcoy is a leafy vegetable that is easy to cultivate. One way to increase production is with irrigation and the right planting media. The drip irrigation system is effective irrigation because it flows water directly to the root area. While a good planting medium is a mixture of soil, compost and rice husk charcoal. This study aims to determine the effect of both factors on the growth of pakcoy and to determine the frequency of irrigation and the best planting media composition. The study was conducted in the yard from November 2023 to January 2024. The design used was a Factorial Completely Randomized Design with two treatment factors, namely the frequency of drip irrigation consisting of F1 (once a day), F2 (once every 2 days), F3 (once every 3 days), and the planting media composition factor consisting of M1 (soil: compost: rice husk charcoal = 1: 1: 1), M2 (soil: compost: rice husk charcoal = 2: 2: 1), and M3 (soil: compost: rice husk charcoal = 2: 1: 1) with measurement variables including plant height, number of leaves, root length, wet weight of the crown, and wet weight of the roots. Data analysis using the Anova method followed by a 5% DMRT test if there is a significant difference. The results showed that both treatments significantly affected plant height (7, 14, 21, and 28 HST), number of leaves (14 and 21 HST), root length, crown wet weight, and root wet weight, but did not significantly affect the number of leaves (7 and 28 HST). While the best treatment was F2M3 with plant height (19.37 cm); number of leaves (17.67 cm); root length (24.80 cm); crown wet weight (93.67 grams) and root wet weight (16.33 grams). | |
| 45234 | 48604 | H1A018056 | ANALISIS KOORDINASI SETTING KERJA ANTARA PMT DAN RECLOSER AKIBAT GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG HUMMER DI PT. PLN (PERSERO) UP3 BEKASI | Gangguan hubung singkat merupakan salah satu permasalahan utama dalam sistem distribusi tenaga listrik yang dapat menurunkan kontinuitas dan keandalan pasokan energi. Frekuensi terjadinya gangguan menjadi indikator penting dalam menilai kinerja sistem distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi sistem proteksi antara Over Current Relay (OCR), Ground Fault Relay (GFR), dan recloser pada penyulang Hummer di Gardu Induk Tambun. Simulasi arus gangguan dilakukan menggunakan perangkat lunak ETAP versi 12.6.0 untuk memperoleh karakteristik sistem saat terjadi gangguan tiga fasa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa arus hubung singkat tertinggi sebesar 12.284,05 A dan terendah sebesar 7.308,23 A. Zona recloser menunjukkan persentase kesalahan terkecil pada gangguan tiga fasa dan dua fasa sebesar 8,34%, sedangkan untuk gangguan satu fasa sebesar 13,36%. Penyesuaian ulang pengaturan waktu kerja (TMS) dilakukan dengan nilai 0,7 detik untuk PMT outgoing dan 0,3 detik untuk recloser. Hasil akhir menunjukkan bahwa perangkat proteksi telah bekerja secara terkoordinasi sesuai urutan waktu operasi, serta menghasilkan sistem proteksi yang lebih selektif dan andal. | Short-circuit faults are among the main issues in electric power distribution systems, as they can disrupt the continuity and reliability of power supply. The frequency of such disturbances serves as a key indicator in evaluating system performance. This study aims to analyze the protection system coordination between the Over Current Relay (OCR), Ground Fault Relay (GFR), and recloser on the Hummer feeder at the Tambun Substation. Fault current simulations were conducted using ETAP software version 12.6.0 to observe system characteristics during three-phase fault conditions. The simulation results show that the highest fault current reached 12,284.05 A, while the lowest was 7,308.23 A. The recloser zone recorded the lowest error percentage for three-phase and two-phase faults at 8.34%, and for single-phase faults at 13.36%. To enhance protection system performance, time dial settings (TMS) were adjusted to 0.7 seconds for the outgoing PMT and 0.3 seconds for the recloser. The final simulation results indicate that the protection devices operated in proper sequence, providing improved coordination and system reliability. | |
| 45235 | 48605 | I1E021064 | PEMANFAATAN OBJEK WISATA KOLAM RENANG KARANG TIRTA SEBAGAI PRASARANA AKTIVITAS LUAR KELAS DI KECAMATAN CILONGOK | Latar Belakang: Objek wisata Kolam Renang Karang Tirta merupakan destinasi berbasis pengalaman aktivitas air yang memiliki potensi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran di luar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat serta penggunaan objek wisata Kolam Renang Karang Tirta sebagai lokasi Prasarana aktivitas luar kelas. Metoelogi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Guru PJOK, Pengelola objek wisata Kolam Renang Karang Tirta, dan Siswa SMP Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukan bahwa objek wisata Kolam Renang Karang Tirta memiliki potensi besar sebagai lokasi pembelajaran luar kelas melalui praktik langsung seperti pembelajaran renang didukung oleh daya tarik, aksesibilitas, keamanannya. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan aktivitas luar kelas, seperti keterbatasan fasilitas, kapasitas tempat. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan sarana dalam mendukung kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa objek wisata Kolam Renang Karang Tirta dapat dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas luar kelas oleh berbagai sekolah di kecamatan cilongok, menawarkan pengalaman belajar berbasis praktik. Faktor pendukungnya mencakup daya tarik alami, fasilitas pendukung dan dukungan pengelola, sedangkan kendalanya meliputi keterbatasan promosi dan aksesibilitas transportasi. Implementasi kegiatan ini melibatkan kerja sama sekolah, pengelola, dan murid untuk mendukungnya kelancaran pembelajaran diluar kelas. Kata Kunci: Pemanfaatan, prasarana, aktivitas luar kelas, objek wisata kolam Renang Karang Tirta | Background: Karang Tirta Swimming Pool tourist attraction is a water-based experiential destination that has the potential to support the implementation of outdoor learning activities. This study aims to identify the supporting and inhibiting factors, as well as to examine the utilization of the Karang Tirta Swimming Pool tourist attraction as a facility for outdoor educational activities. Methods: This study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The informants consist of Physical Education teachers, the management of the Karang Tirta Swimming Pool tourist attraction, and junior high school students. Result: The study shows that the Karang Tirta Swimming Pool tourist attraction holds great potential as a site for outdoor learning through hands-on activities such as swimming lessons, supported by its attractions, accessibility, and safety. However, there are several challenges in conducting outdoor activities, such as limited facilities and site capacity. Therefore, strengthening the infrastructure is necessary to better support experiential learning activities. Conclusion: This study concludes that the Karang Tirta Swimming Pool tourist attraction can be utilized as a site for outdoor activities by various schools in the Cilongok Subdistrict, offering practice-based learning experiences. Supporting factors include natural attractions, supporting facilities, and management support, while challenges involve limited promotion and transportation accessibility. The implementation of these activities involves collaboration among schools, managers, and students to ensure the smooth execution of outdoor learning. Keywords: Utilization, facilities, outdoor activities, Karang Tirta Swimming Pool tourist attraction | |
| 45236 | 48971 | C1L021032 | Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Wordwall Terhadap Keaktifan Dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI Di SMA Negeri 1 Baturraden | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keaktifan dan hasil belajar peserta didik antara yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan media Wordwall dan yang mengikuti pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI di SMA Negeri 1 Baturraden tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 72 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data keaktifan dikumpulkan melalui lembar observasi, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui tes pilihan ganda berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji independent sample t-test dan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada keaktifan dan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan media Wordwall terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar dibandingkan pembelajaran konvensional. | This study aims to determine the differences in learning activeness and learning outcomes between students who received the cooperative learning model of Team Games Tournament (TGT) assisted by Wordwall media and those who experienced conventional learning in Economics subject for Grade XI at SMA Negeri 1 Baturraden in the 2024/2025 academic year. The research employed a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 72 students selected through purposive sampling, divided into an experimental class and a control class. Student activeness data were collected using observation sheets, while learning outcomes were obtained through multiple-choice pretest and posttest. Data were analyzed using the independent sample t-test and N-Gain Score. The results showed that there were significant differences in activeness and learning outcomes between the experimental and control classes. The Team Games Tournament (TGT) learning model assisted by Wordwall media proved to be more effective in improving both students' activeness and learning outcomes compared to conventional learning methods. | |
| 45237 | 48606 | H1A018026 | ANALISIS PERFORMANCE METAVERSE PLATFORM APLIKASI MOZILLA HUBS DENGAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE (QoS) MENGGUNAKAN JARINGAN Wi-Fi | —Saat ini kemajuan jaringan internet untuk komunikasi data sudah sangat pesat, hal ini dibuktikan dengan munculnya beberapa layanan yang lebih kompleks demi memenuhi kebutuhan pengguna. Contohnya adalah layanan video conference yang sudah banyak ditemui. Video conference sendiri memudahkan pengguna untuk dapat membuat dan mengakses pertemuan atau acara dimanapun dan kapanpun menggunakan jaringan internet. Tetapi jika video conference dilakukan terlalu sering dan monoton, pengguna akan cepat merasa bosan dan lelah sehingga produktivitas dapat terganggu. Permasalahan ini bisa diatasi dengan pengembangan baru dari bidang komunikasi data yaitu Metaverse, dengan Mozilla Hubs sebagai salah satu contoh aplikasi pada Metaverse platform. Metode yang digunakan adalah mengamati parameter Quality of Service menggunakan 3 jaringan Wi-Fi yang berbeda. Parameter yang digunakan untuk mengamati adalah delay, jitter, throughput, packet loss dan frame rate yang menggunakan alat bantu software Wireshark. Hasil dari pengujian akan dianalisis dan disimpulkan berdasarkan standar TIPHON. Hasil penelitian ini mendapat kesimpulan bahwa Wi-Fi Biznet unggul dalam kelima parameter dan ruang A yang mendapatkan nilai lebih baik dari ruang B. Berdasarkan provider Wi-Fi, dimana provider Biznet lebih unggul didapatkan nilai throughput sebesar 292,04%, nilai delay sebesar 2,43 ms, nilai jitter sebesar 2,74 ms, nilai packet loss sebesar 8,71%, dan frame rate sebesar 608,89 fps. Sedangkan berdasarkan ruang, dimana ruang A lebih unggul mendapat nilai didapatkan nilai throughput sebesar 208,74%, nilai delay sebesar 4,93 ms, nilai jitter sebesar 6,83 ms, nilai packet loss sebesar 11,05%, dan frame rate sebesar 710,81 fps. Berdasarkan hasil penelitian diatas, diperoleh bahwa jumlah peserta dan objek mempengaruhi nilai Quality of Service. | At present the progress of the internet network for data communication has been very rapid, this is evidenced by the emergence of several more complex services to meet user needs. An example is the video conferencing service that is widely available. Video conferencing itself makes it easy for users to be able to create and access meetings or events anywhere and anytime using an internet network. However, if video conferencing is done too often and monotonously, users will quickly feel bored and tired so productivity can be disrupted. This problem can be overcome by a new development in the field of data communication, namely Metaverse, with Mozilla Hubs as an example of an application on the Metaverse platform. The method used in this research is to observe the Quality of Service parameters using 3 different Wi-Fi networks. The parameters used to observe are delay, jitter, throughput, packet loss, and frame rate using Wireshark software tools. The results of the test will be analyzed and concluded based on TIPHON standards. The results of this study concluded that Biznet Wi-Fi excels in all five parameters and room A gets a better value than room B. Based on the Wi-Fi provider, where the Biznet provider is superior, the throughput value is 292.04%, the delay value is 2.43 ms, the jitter value is 2.74 ms, the packet loss value is 8.71%, and the frame rate is 608.89 fps. Based on the room, where room A is superior, the throughput value is 208.74%, the delay value is 4.93 ms, the jitter value is 6.83 ms, the packet loss value is 11.05%, and the frame rate is 710.81 fps. Based on the results of the study above, it was found that the number of participants and objects affects the Quality of Service value. | |
| 45238 | 48498 | I1E020064 | PENGARUH LATIHAN UPHILL RUNNING & RUBBER BAND RUNNING TERHADAP AKSELERASI SPRINT 30 METER PADA SISWA EKSTRAKULIKULER ATLETIK SMK MUHAMMADIYAH 1 AJIBARANG | Latar Belakang: Akselerasi merupakan faktor penting dalam sprint 30 meter, di mana kecepatan awal sangat menentukan performa seorang sprinter. Latihan yang tepat diperlukan untuk meningkatkan akselerasi, salah satunya melalui Uphill Running dan Rubber Band Running. Namun, belum banyak penelitian yang membandingkan efektivitas kedua metode ini dalam meningkatkan akselerasi sprint. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Uphill Running dan Rubber Band Running terhadap akselerasi sprint 30 meter pada siswa ekstrakurikuler atletik SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain two group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Uphill Running dan Rubber Band Running, masing-masing terdiri dari 10 siswa. Pengukuran akselerasi sprint 30 meter dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan 30m Acceleration Test. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, dan uji paired sample t-test serta independent sample t-test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan akselerasi sprint 30 meter secara signifikan (p < 0,05). Namun, kelompok Uphill Running mengalami peningkatan akselerasi yang lebih tinggi yaitu meningkat sebesar 0.45 dibandingkan kelompok Rubber Band Running yang memperoleh peningkatan sebesar 0.34. Kesimpulan: Latihan Uphill Running dan Rubber Band Running dapat meningkatkan akselerasi sprint 30 meter. Namun, latihan Uphill Running lebih efektif dibandingkan Rubber Band Running. Oleh karena itu, latihan Uphill Running direkomendasikan sebagai metode latihan untuk meningkatkan akselerasi dalam sprint jarak pendek. | Background: Acceleration is an important factor in the 30-meter sprint, where initial speed determines the performance of a sprinter. Proper training is needed to improve acceleration, one of which is through Uphill Running and Rubber Band Running. However, not many studies have compared the effectiveness of these two methods in improving sprint acceleration. Therefore, this study aims to analyze the effect of Uphill Running and Rubber Band Running training on 30 meter sprint acceleration in athletic extracurricular students of SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang. Methodology: This study used an experimental method with a two group pretest-posttest design. The research sample consisted of 20 students divided into two groups, namely the Uphill Running and Rubber Band Running groups, each consisting of 10 students. Measurement of 30-meter sprint acceleration was carried out before and after treatment using the 30m Acceleration Test. Data analysis was carried out with normality, homogeneity, and paired sample t-test and independent sample t-test tests. Research Results: The results showed that both training methods provided a significant increase in 30-meter sprint acceleration (p < 0.05). However, the Uphill Running group experienced a higher increase in acceleration than the Rubber Band Running group. Conclusion: Uphill Running and Rubber Band Running training can improve 30-meter sprint acceleration. However, Uphill Running exercise is more effective than Rubber Band Running. Therefore, Uphill Running training is recommended as a training method to improve acceleration in short distance sprints. | |
| 45239 | 48973 | D1A021178 | PENGARUH PENINGKATAN PENAMBAHAN PROBIOTIK PADA PAKAN AYAM NIAGA PETELUR AFKIR TERHADAP BOBOT TELUR DAN KETEBALAN KERABANG | Latar Belakang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan penambahan probiotik pada pakan ayam niaga petelur afkir terhadap bobot telur dan ketebalan kerabang. Materi dan metode. Materi yang digunakan adalah ayam niaga petelur afkir strain Hy-Line brown umur 96 minggu sebanyak 72 ekor. Kandang yang digunakan adalah kandang baterai. Pakan yang digunakan adalah pakan komersil ayam niaga petelur fase produksi dan diberikan sebanyak 110 gr/ekor/hari. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1 = 4 ml probiotik dalam 20 ml air per kg pakan, P2 = 6 ml probiotik dalam 20 ml air per kg pakan, P3 = 8 ml probiotik dalam 20 ml air per kg pakan. Variabel yang diukur adalah bobot telur dan ketebalan kerabang. Analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil. Rataan bobot telur 67,2 ± 2,48 (P1); 66,33 ± 2,34 (P2); 69,83 ± 3,31 (P3), rataan ketebalan kerabang 0,40 ± 0,02 (P1); 0,36 ± 0,01 (P2); 0,37 ± 0,01 (P3). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa peningkatan penambahan probiotik pada pakan ayam niaga petelur afkir berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap bobot telur dan ketebalan kerabang. Kesimpulan. Peningkatan penambahan probiotik sampai dengan 8 ml/kg pakan pada ayam niaga petelur afkir belum mampu meningkatkan bobot telur dan ketebalan kerabang. | Background. The study aims to determine the effect of increasing the addition of probiotics to the feed of spent commercial laying hens on egg weight and shell thickness. Materials and methods. The materials used were 72 spent commercial laying hens of the Hy-Line brown strain aged 96 weeks. The cage used was a battery cage. The feed used was commercial feed for commercial laying hens in the production phase and was given as much as 110 gr/head/day. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 6 replications. The treatments given were (P1) = 4 ml of probiotics in 20 ml of water per kg of feed, (P2) = 6 ml of probiotics in 20 ml of water per kg of feed, (P3) = 8 ml of probiotics in 20 ml of water per kg of feed. The variables measured were egg weight and shell thickness. Data analysis used analysis of variance (ANOVA). Results. The average egg weight was 67.2 ± 2.48 (P1); 66.33 ± 2.34 (P2); 69.83 ± 3.31 (P3), average shell thickness 0.40 ± 0.02 (P1); 0.36 ± 0.01 (P2); 0.37 ± 0.01 (P3). The results of the analysis of variance showed that the effect of increasing the addition of probiotics to the feed of spent commercial laying hens had no significant effect (P > 0.05) on egg weight and shell thickness. Conclusion. Increasing the addition of probiotics up to 8 ml/kg of feed in spent commercial laying hens has not been able to increase egg weight and shell thickness. | |
| 45240 | 49101 | C1B021014 | The Role of Cyberloafing in Mediating the Effect of Academic Stress and Academic Burnout on Academic Performance | Teori Job Demands-Resources (JD-R) dan Conservation of Resources (COR) menjelaskan bahwa tekanan dan kelelahan akibat tuntutan akademik dapat memengaruhi perilaku dan performa mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi mediasi dengan menggunakan uji Sobel yang didukung oleh IBM SPSS 29. Responden penelitian ini adalah 394 mahasiswa aktif Universitas Jenderal Soedirman yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur empat variabel utama, yaitu stres akademik, kelelahan akademik, cyberloafing, dan kinerja akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Stres akademik berpengaruh positif signifikan terhadap cyberloafing, 2) Kelelahan akademik berpengaruh positif signifikan terhadap cyberloafing, 3) Stres akademik berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja akademik, 4) Kelelahan akademik berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja akademik, 5) Cyberloafing secara signifikan memediasi hubungan antara stres akademik terhadap kinerja akademik, 6) Cyberloafing secara signifikan memediasi hubungan antara kelelahan akademik terhadap kinerja akademik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran institusi pendidikan dalam membantu mahasiswa mengelola stres dan kejenuhan akademik, serta mengurangi perilaku cyberloafing untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi akademik. Diperlukan kebijakan pembelajaran yang mendukung kesejahteraan mental mahasiswa dan mengontrol penggunaan internet secara bijak di lingkungan akademik. | Job Demands-Resources (JD-R) and Conservation of Resources (COR) theories explain that pressure and fatigue due to academic demands can affect student behavior and performance. This study uses a quantitative approach with descriptive methods and mediation regression analysis using the Sobel test supported by IBM SPSS 29. The respondents were 394 active students of Jenderal Soedirman University, selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measured four main variables namely academic stress, academic burnout, cyberloafing, and academic performance. The research showed that: 1) Academic stress has a significant positive effect on cyberloafing, 2) Academic burnout has a significant positive effect on cyberloafing, 3) Academic stress has a significant negative effect on academic performance, 4) Academic burnout has a significant negative effect on academic performance, 5) Cyberloafing significantly mediates the relationship between academic stress on academic performance, 6) cyberloafing significantly mediates the relationship between academic fatigue on academic performance. The implication of this study is the important role of educational institutions in helping students manage stress and academic burnout, and reduce cyberloafing behavior to maintain and improve academic performance. Learning policies that support students' mental well-being and control the wise use of the internet in the academic environment are also needed. |