Artikelilmiahs
Menampilkan 45.321-45.340 dari 48.756 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45321 | 48686 | I1A021083 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN HIPERTENSI PADA PELAYANAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS AJIBARANG II KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2024 | Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi sebesar 32,4% pada usia 30–70 tahun. Di Kabupaten Banyumas, tercatat 172.022 penderita hipertensi pada tahun 2023, dan 190 di antaranya tercatat sebagai peserta Prolanis di Puskesmas Ajibarang II pada tahun 2024. Namun, hanya sekitar 150 pasien yang aktif mengikuti program. Studi pendahuluan menunjukkan rendahnya partisipasi dan kepuasan pasien terhadap pelayanan. Masalah ini mencerminkan perlunya evaluasi terhadap mutu layanan Prolanis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pelayanan yang mempengaruhi kepuasan pasien hipertensi dalam program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas Ajibarang II. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, pengambilan data menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel 66 pasien. Analisis data dilakukan dengan uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa puas (77,3%) terhadap pelayanan Prolanis. Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel bukti fisik (p=0,006) dan kehandalan (p=0,014) memiliki hubungan dengan kepuasan pasien. Namun, variabel ketanggapan, perhatian, dan jaminan tidak menunjukkan hubungan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel bukti fisik merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien, dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 5,018.Bukti fisik merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien hipertensi dalam pelayanan Prolanis. Aspek seperti kebersihan fasilitas, ketersediaan alat, dan penampilan petugas menjadi bagian penting dalam membentuk persepsi pasien. Oleh karena itu, kualitas bukti fisik perlu dipertahankan atau bahkan ditingkatkan guna mendukung kenyamanan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan. | Hypertension is still a major health problem in Indonesia, with a prevalence of 32.4% in the 30–70 age group. In Banyumas Regency, there were 172,022 hypertension suffered in 2023, and 190 of them were registered as Prolanis participants at the Ajibarang II Health Center in 2024. However, only around 150 patients actively participated in the program. Preliminary studies showed low patient participation and satisfaction with services. This problem reflects the need for an evaluation of the quality of Prolanis services. This study was conducted to determine the service factors that influence the satisfaction of hypertension patients in the chronic disease management program at the Ajibarang II Health Center. This study was used a quantitative method with a cross-sectional design, data collection using accidental sampling techniques with a sample of 66 patients. Data analysis was performed using univariate, bivariate (Chi-Square), and multivariate (logistic regression) tests.The results showed that the majority of patients (77.3%) were satisfied with the Prolanis services. Bivariate analysis indicated that the variables of tangibility (p=0.006) and reliability (p=0.014) were significantly associated with patient satisfaction. Meanwhile, responsiveness, empathy, and assurance showed no significant association. Multivariate analysis revealed that tangibility was the most influential factor on patient satisfaction, with an Odds Ratio (OR) of 5.018. Physical evidence was the most influential variable on the satisfaction of hypertension patients in Prolanis services. Aspects such as cleanliness of facilities, availability of equipment, and appearance of officers are important parts in shaping patient perceptions. Therefore, the quality of physical evidence needs to be maintained or even improved to support patient comfort and satisfaction on an ongoing basis. | |
| 45322 | 48687 | C1C018006 | Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Indonesia dan Malaysia (Periode 2013-2019 | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Malaysia pada tahun 2013-2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel arus kas, leverage, risk profile, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, likuiditas, dan suku bunga terhadap keputusan investasi sebagai variabel independen, serta membandingkan antara keputusan investasi investor perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia dan Malaysia. Pada penelitian ini, pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang kemudian menghasilkan sampel sebanyak 196 perusahaan yang terdiri dari 7 periode penelitian yaitu 2013-2019. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah uji regeri linear berganda dengan menggunakan aplikasi Statistical Package for Social Science (SPSS) Version 25.0 Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel arus kas, leverage, likuiditas dan suku bunga berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan investasi, sedangkan variabel risk profile, pertumbuhan penjualan dan suku bunga berpengaruh positif terhadap keputusan investasi. Implikasi dari penelitian ini, diharapkan dapat menambah wawasan mengenai arus kas, leverage, risk profile, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, likuiditas dan suku bunga dan pengaruhnya terhadap keputusan investasi serta melihat perbandingan antara keputusan investasi sektor perbankan di dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia. | This research is quantitative research conducted on banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange and Malaysia Stock Exchange from 2013-2019. This study intend to determine the effect of cash flow, leverage, risk profile, sales growth, profitability, liquidity, and interest rates on investment decisions as independent variables, as well as to compare the investment decisions of investors in banking companies in Indonesia and Malaysia Stock Exchanges. In this study, the selection of the sample used was purposive sampling which then produced a sample of 196 companies consisting of 7 research periods, namely 2013-2019. The data source used is secondary data obtained from the company's financial reports and annual reports. The data analysis used was multiple linear regression tests using the Statistical Package for Social Science (SPSS) Version 25.0 application. From the research results it is known that the variables of cash flow, leverage, liquidity, and interest rates have a significant negative effect on investment decisions, while the variables of risk profile, sales growth, and interest rates have a positive effect on investment decisions. The implications of this research are expected to add insight into cash flow, leverage, risk profile, sales growth, profitability, liquidity, and interest rates and their impact on investment decisions and see comparisons between investment decisions in the banking sector in two countries, namely Indonesia and Malaysia. | |
| 45323 | 48689 | I1E021076 | EFEKTIVITAS LATIHAN FATIGUE SHOOTING DRILLS TERHADAP KETEPATAN SHOOTING TUJUH METER PADA PEMAIN BOLA TANGAN SMA N 1 PURWOKERTO | Latar Belakang: Bola tangan adalah olahraga yang menonjolkan kecepatan, ketangkasan, dan kerja sama tim. Dari hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa teknik shooting tujuh meter masih dalam kategori kurang dan kelelahan menjadi faktor utama yang menghambat performa. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan program latihan khusus seperti fatigue shooting drills, yaitu bentuk latihan yang dirancang untuk meningkatkan ketepatan tembakan walaupun pemain sudah dalam kondisi lelah. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan shooting tujuh meter walaupun dalam kondisi kelelahan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental Nonequivalent Control Group Design. Penelitian terdapat populasi sebanyak 24 dengan 20 responden yang dibagi dengan teknik ordinal pairing A-B-B-A menjadi dua kelompok: treatment dan control, masing-masing 10 orang. Pembagian dilakukan dengan teknik ordinal pairing. Instrumen penelitian menggunakan tes ketepatan shooting tujuh meter. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok treatment dengan rerata pretest sebesar 23,3 dan posttest sebesar 30,2 (selisih 7), sedangkan kelompok control hanya mengalami sedikit penurunan dari 23 menjadi 22,3 (selisih 0,7). Uji paired t-test menunjukkan signifikansi <0,001 untuk kelompok treatment dan 0,132 untuk kelompok control. Uji independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,004. Kesimpulan: Terdapat efektivitas yang signifikan latihan fatigue shooting drills terhadap ketepatan shooting tujuh meter pada kelompok treatment dan terdapat perbedaan efektivitas latihan yang signifikan antara kelompok treatment dan control. Kata Kunci: Fatigue Shooting Drills, Ketepatan, Shooting Tujuh Meter, Bola Tangan | Background: Handball is a dynamic sport that emphasizes speed, agility, and teamwork. Observations and interviews have revealed that the execution of the seven-meter shooting technique remains suboptimal, with fatigue identified as a primary factor impeding performance. To address this issue, a specialized training program known as fatigue shooting drills has been proposed. This regimen is designed to enhance shooting accuracy even when players are experiencing fatigue. Methodology: This study employed a quasi-experimental design utilizing a nonequivalent control group structure. The population comprised 24 individuals, from which 20 respondents were selected and divided into two groups treatment and control each consisting of 10 participants. The division was executed using an ordinal pairing technique (A-B-B-A). The research instrument involved a seven-meter shooting accuracy test. Data analysis encompassed normality testing, homogeneity testing, and hypothesis testing. Results: The findings indicated a significant improvement in the treatment group, with the mean pretest score at 23.3 and the posttest score at 30.2, reflecting a difference of 7 points. Conversely, the control group exhibited a slight decrease from 23 to 22.3, a difference of 0.7 points. The paired t-test yielded a significance value of p < 0.001 for the treatment group and p = 0.132 for the control group. The independent samples t-test revealed a significance value of p = 0.004. Conclusion: The study concludes that fatigue shooting drills have a significant effect on improving seven-meter shooting accuracy in handball players. Moreover, there is a notable difference in the effectiveness of training between the treatment and control groups. Keywords: Fatigue Shooting Drills, Accuracy, Seven-Meter Shoot, Handball | |
| 45324 | 48690 | H1B018087 | ANALISIS SEBARAN BAHAYA BANJIR BERBASIS MODEL HIDRAULIK 2d DI SUNGAI CITARUM PADA KECAMATAN BALEENDAH | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran bahaya banjir di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, yang merupakan wilayah rawan banjir akibat meluapnya Sungai Citarum. Dengan menggunakan pemodelan hidraulik dua dimensi (2D) berbasis perangkat lunak HEC-RAS dan sistem informasi geografis (SIG), penelitian ini menyajikan pemetaan genangan banjir berdasarkan simulasi untuk berbagai periode ulang. Metodologi mencakup analisis hidrologi menggunakan data hujan dan debit historis, serta pemodelan hidraulik untuk menggambarkan kedalaman, kecepatan, dan luas genangan banjir. Data topografi diperoleh dari DEM Nasional dan hasil survei Balai Besar Wilayah Sungai Citarum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas dan luasan genangan meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya periode ulang, dengan sebaran genangan tertinggi pada wilayah pemukiman padat penduduk. Berdasarkan hasil klasifikasi tingkat bahaya dari BNPB dan FEMA, sebagian besar wilayah Baleendah berada pada kategori bahaya sedang hingga tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan penanggulangan dan mitigasi risiko banjir yang lebih efektif oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. | This study aims to analyze flood hazard distribution in Baleendah Subdistrict, Bandung Regency, an area highly vulnerable to flooding caused by the overflow of the Citarum River. Utilizing a two-dimensional (2D) hydraulic modeling approach through HEC-RAS software and Geographic Information Systems (GIS), the research develops flood inundation maps based on simulations across various return periods. The methodology involves hydrological analysis using historical rainfall and discharge data, followed by hydraulic modeling to determine flood depth, velocity, and extent. Topographic data were sourced from the national DEM and survey results by the Citarum River Basin Authority. The findings indicate that both flood intensity and inundated area significantly increase with longer return periods, with the most severe inundation observed in densely populated residential zones. Based on hazard classification criteria from BNPB and FEMA, most of Baleendah falls under medium to high flood risk categories. These results are expected to serve as a foundation for more effective flood mitigation and disaster management planning by local governments and relevant stakeholders. | |
| 45325 | 48691 | H1B018066 | Kajian Upaya dan Pengaruh Mitigasi Terhadap Genangan Banjir Rob di Pesisir Pekalongan | Banjir rob merupakan permasalahan yang signifikan di wilayah pesisir, khususnya Kota dan Kabupaten Pekalongan, disebabkan oleh penurunan muka tanah, pasang surut air laut, dan perubahan iklim. Sehingga diperlukan adanya upaya mitigasi untuk mengurangi dampak dari permasalahan banjir rob yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya mitigasi yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat serta menganalisis pengaruhnya terhadap genangan banjir rob di pesisir Pekalongan. Metode yang digunakan mencakup pemodelan genangan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 2D, observasi lapangan, serta analisis spasial menggunakan data topografi, curah hujan, dan pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa upaya mitigasi berupa pembangunan tanggul laut, kolam retensi, sistem drainase, rumah pompa, serta partisipasi masyarakat dalam membangun tanggul komunal dan menanam mangrove telah memberikan dampak positif dalam mengurangi genangan di beberapa wilayah. Meskipun demikian, efektivitas dari upaya mitigasi belum merata dan masih ditemukan area dengan peningkatan tinggi genangan banjir. Beberapa lokasi yang mengalami penurunan tinggi genangan banjir seperti di Degayu dari 50 cm menjadi 29 cm, Tirto dari 50 cm menjadi 27 cm, Panjang Wetan dari 50 cm menjadi 44 cm. Disamping itu, beberapa lokasi yang mengalami peningkatan tinggi genangan banjir seperti Kauman dari 15 cm menjadi 24 cm, Gamer dari 20 cm menjadi 26 cm, Karangjompo dari 25 cm menjadi 32 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi mitigasi yang ada cukup efektif namun perlu ditingkatkan melalui penambahan dan perbaikan infrastruktur, pemeliharaan berkala, dan peningkatan keterlibatan masyarakat. | Tidal flooding is a significant issue in coastal areas, particularly in the City and Regency of Pekalongan, caused by land subsidence, tidal fluctuations, and climate change. Therefore, mitigation efforts are essential to reduce the impact of this recurring problem. This study aims to evaluate the mitigation measures implemented by the government and local communities and to analyze their influence on tidal flood inundation in the coastal areas of Pekalongan. The methods used include flood inundation modeling with HEC-RAS 2D software, field observations, and spatial analysis using topographic data, rainfall data, and tidal information. The results indicate that several mitigation efforts such as the construction of sea dikes, retention ponds, drainage systems, pump houses, as well as community involvement in building communal dikes and planting mangroves have had a positive effect in reducing inundation in certain areas. However, the effectiveness of these mitigation strategies is not evenly distributed, with some areas still experiencing increased floodwater levels. Some locations that have seen a decrease in floodwater height include Degayu (from 50 cm to 29 cm), Tirto (from 50 cm to 27 cm), and Panjang Wetan (from 50 cm to 44 cm). On the other hand, certain locations have experienced an increase in floodwater height, such as Kauman (from 15 cm to 24 cm), Gamer (from 20 cm to 26 cm), and Karangjompo (from 25 cm to 32 cm). The study concludes that while current mitigation strategies have been relatively effective, further improvements are needed through infrastructure development, routine maintenance, and greater community participation. | |
| 45326 | 48692 | I1A021104 | Analisis Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. | Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang banyak menyerang kelompok lanjut usia (lansia). Proses penuaan secara fisiologis menyebabkan perubahan struktur pembuluh darah yang meningkatkan tekanan darah. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2023, Desa Beji di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng termasuk dalam lima besar jumlah penderita hipertensi tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Desa Beji. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 124 lansia terdiri dari 62 kasus (hipertensi) dan 62 kontrol (non-hipertensi) yang dipilih secara cosecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner terstandar (FFQ, GPAQ, PSS) serta pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan dengan uji bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa riwayat keluarga, pola makan, dan pola konsumsi kafein berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa pola konsumsi kafein berat (OR = 7,443), pola makan tidak sehat (OR = 3,653), dan riwayat keluarga (OR = 2,951) merupakan faktor risiko dominan. Kesimpulan: Pola konsumsi kafein, pola makan, dan riwayat keluarga merupakan faktor risiko yang berpengaruh signifikan terhadap hipertensi pada lansia. Diperlukan upaya promosi kesehatan dan edukasi gizi untuk menekan prevalensi hipertensi lansia di pedesaan. | Background: Hypertension is a major non-communicable disease (NCD) that frequently affects the elderly population. Physiological aging leads to vascular changes that increase blood pressure. Based on data from the Banyumas District Health Office (2023), Beji Village ranks among the top five in hypertension cases in the Kedungbanteng health center area. This study aims to analyze the risk factors influencing the incidence of hypertension among the elderly in Beji Village. Methods: This research employed a case-control design with a quantitative approach. A total of 124 elderly participants were selected, consisting of 62 hypertension cases and 62 non-hypertensive controls, using consecutive sampling. Data were collected through interviews using standardized questionnaires (FFQ, GPAQ, PSS) and blood pressure measurements. Data were analyzed using bivariate (chi-square) and multivariate (logistic regression) tests. Results: Bivariate analysis showed significant associations between family history, dietary patterns, and caffeine consumption with hypertension incidence (p<0.05). Logistic regression revealed that heavy caffeine intake (OR = 7.443), unhealthy diet (OR = 3.653), and family history (OR = 2.951) were dominant risk factors. Conclusion: Caffeine intake, diet pattern, and family history are significant risk factors for hypertension among the elderly. Health promotion and nutrition education are needed to reduce hypertension prevalence in rural elderly populations. | |
| 45327 | 48693 | K1C021018 | Analisis Percepatan Tanah Maksimum dan Tingkat Risiko Seismik Wilayah Sukabumi Berdasarkan Rumus Empiris Boore & Atkinson 2008 | Wilayah Sukabumi merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat bagian selatan yang rawan terjadi gempabumi karena dilalui Sesar Cimandiri. Sesar aktif ini merupakan episenter gempabumi, sehingga diperlukan mitigasi gempabumi untuk mengurangi risiko. Salah satu upaya untuk mitigasi dan tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nilai peak ground acceleration (PGA). Pada penelitian ini, nilai PGA dihitung menggunakan rumus empiris Boore dan Atkinson 2008, kemudian dikonversi ke skala MMI menggunakan persamaan Worden 2012 untuk menentukan tingkat risiko. Parameter yang digunakan yaitu nilai magnitudo, episenter, hiposenter, amplifikasi lapangan dan kecepatan gelombang geser (Vs30). Data gempabumi dengan magnitudo M 4,0 - M 7,0 dan kedalamannya 0-60 km periode 1939 - Juli 2024 dari USGS di wilayah koordinat -6,83 sampai -7,13º dan 106,45 sampai 107,06º digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian, wilayah Sukabumi memiliki rentang nilai PGA 18 - 119 gal dengan tingkat risiko III - VI MMI. Nilai PGA dipetakan dengan Software ArCgis 10.8. | Sukabumi region is one of the areas in southern West Java that is prone to earthquakes because it is traversed by the Cimandiri Fault. This active fault is the epicenter of the earthquake, so earthquake mitigation is needed to reduce the risk. One of the efforts for mitigation and the purpose of this research is to determine the peak ground acceleration (PGA) value. In this study, the PGA value is calculated using the empirical formula of Boore and Atkinson 2008, then converted to the MMI scale using the Worden 2012 equation to determine the risk level. The parameters used are magnitude, epicenter, hypocenter, field amplification and shear wave velocity (Vs30). Earthquake data with magnitude M 4.0 - M 7.0 and depth 0-60 km for the period 1939 - July 2024 from USGS in the coordinates of -6.83 to -7.13º and 106.45 to 107.06º were used in this study. As a result, Sukabumi region has a PGA value range of 18 - 119 gal with a risk level of III - VI MMI. The PGA value was mapped with ArCgis 10.8 software. | |
| 45328 | 48694 | I1A021094 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KELELAHAN KERJA PADA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN BATURRADEN | Kelelahan kerja merupakan kondisi yang umum dialami oleh berbagai profesi, termasuk guru sekolah dasar yang menghadapi beban kerja tinggi serta tanggung jawab yang beragam. Kompleksitas dan tekanan kerja yang berkelanjutan berisiko menyebabkan kelelahan. Beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, status gizi, karakteristik siswa, lama masa kerja, beban kerja mental, dan aspek psikososial diduga berkontribusi terhadap timbulnya kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kelelahan kerja pada guru sekolah dasar di Kecamatan Baturraden. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 209 guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Baturraden. Sebanyak 105 guru dipilih sebagai sampel menggunakan uji hipotesis dengan pendekatan Odds Ratio (OR), melalui teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan regresi logistik berganda. Variabel yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja adalah beban kerja mental (p = 0,046) dan karakteristik siswa (p = 0,043). Sementara itu, variabel usia (p = 0,627), jenis kelamin (p = 0,427), lama masa kerja (p = 0,469), status gizi (p = 0,964), dan faktor psikososial (p = 0,454) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor yang paling berpengaruh adalah beban kerja mental dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,030. Beban kerja mental dan karakteristik siswa merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja pada guru sekolah dasar di Kecamatan Baturraden, dengan beban kerja mental sebagai faktor dominan. Disarankan agar guru meluangkan waktu untuk beristirahat, berekreasi, melakukan aktivitas yang menyenangkan, serta meningkatkan kesabaran dan kreativitas dalam proses mengajar. | Work fatigue is a condition commonly experienced by various professions, including elementary school teachers who face high workloads and diverse responsibilities. The complexity and continuity of job-related pressures pose a risk of work fatigue. Factors such as age, gender, nutritional status, student characteristics, years of service, mental workload, and psychosocial aspects are suspected to contribute to the onset of fatigue. This study aims to identify the factors influencing work fatigue among elementary school teachers in the Baturraden District. Methods: This is a quantitative study with a cross-sectional approach. The population consisted of 209 public elementary school teachers in the Baturraden District. A total of 105 teachers were selected as the sample using hypothesis testing with the Odds Ratio (OR) approach, distributed through proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The variables found to significantly influence work fatigue among public elementary school teachers in Baturraden District were mental workload (p = 0.046) and student characteristics (p = 0.043). Variables that did not have a significant effect included age (p = 0.627), gender (p = 0.427), years of service (p = 0.469), nutritional status (p = 0.964), and psychosocial factors (p = 0.454) The variables that significantly affect work fatigue among public elementary school teachers in Baturraden District are mental workload and student characteristics. Among these, mental workload is the most influential factor, with an Odds Ratio (OR) of 2.030. Teachers are encouraged to take time for rest, recreation, engage in enjoyable activities, and enhance patience and creativity in the teaching process. | |
| 45329 | 48695 | K1C021002 | Analisis Nilai Percepatan Tanah Maksimum Dan Intensitas Untuk Memetakan Tingkat Risiko Gempabumi Di Kabupaten Cianjur Menggunakan Pendekatan Empiris | Telah dilakukan penelitian mengenai perhitungan percepatan tanah maksimum dan intensitas gempabumi di Kabupaten Cianjur. Percepatan tanah maksimum dan intensitas merupakan parameter penting dalam memberikan gambaran mengenai dampak kerusakan di suatu wilayah akibat gempabumi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat risiko gempabumi berdasarkan variasi nilai percepatan tanah maksimum dan intensitas gempabumi di Kabupaten Cianjur. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data gempabumi dari 2008 - 2024 dengan magnitudo ≥ 3. Nilai percepatan tanah maksimum dihitung menggunakan persamaan Fukushima dan Tanaka. Nilai percepatan tanah maksimum dikonversi menjadi intensitas dalam skala MMI menggunakan persamaan Wald et al. Hasil penelitian menunjukkan nilai percepatan tanah maksimum di Kabupaten Cianjur berkisar antara 21,06 - 205,74 gal dengan nilai PGA tertinggi berada di Kecamatan Cugenang. Sedangkan, intensitas gempabumi yang didapatkan berada pada skala III - VII MMI. Berdasarkan variasi nilai intensitas tersebut, Kabupaten Cianjur termasuk ke dalam tingkat risiko rendah hingga sedang terhadap bencana gempabumi. Peta tingkat risiko gempabumi yang didapatkan dapat dijadikan pedoman oleh pemerintah Kabupaten Cianjur dalam perencanaan tata ruang dan upaya mitigasi, khususnya untuk wilayah yang memiliki tingkat risiko sedang. | Research has been conducted on the calculation of maximum ground acceleration and earthquake intensity in the Cianjur Regency. Maximum ground acceleration and intensity are important parameters in providing an overview of the impact of damage in a particular area due to an earthquake. This study aims to map the level of earthquake risk based on variations in the value of maximum ground acceleration and earthquake intensity in the Cianjur Regency. The data used in this study are earthquake data from 2008 - 2024 with magnitude ≥ 3. The maximum ground acceleration value is calculated using the Fukushima and Tanaka equations. The maximum ground acceleration value was converted into intensity in the MMI scale using the equation of Wald et al. The results showed that the maximum ground acceleration value in the Cianjur Regency ranged from 21,06 - 205,74 gal with the highest PGA value located in Cugenang District. Meanwhile, the earthquake intensity obtained is on a scale of III - VII MMI. Based on the variation of intensity values, the Cianjur Regency is included in the low to moderate risk level of earthquake disasters. The map of the earthquake risk level obtained can be used as a guideline by the Cianjur Regency government in spatial planning and mitigation efforts, especially for areas that have a moderate risk level. | |
| 45330 | 48696 | I1D021022 | Hubungan Asupan Magnesium, Kalsium, Kebiasaan Olahraga, Tingkat Stres dengan Dismenore Primer pada Siswi SMAN 3 Purwokerto | Latar Belakang: Remaja seringkali merasa nyeri pada perut bagian bawah ketika menstruasi, disebut dismenore primer. Prevalensi dismenore menurut WHO yaitu sebesar 90%. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya dismenore primer yaitu asupan magnesium, kalsium, kebiasaan olahraga, dan tingkat stres. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan magnesium, kalsium, kebiasaan olahraga, dan tingkat stres dengan dismenore primer. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling yang didapatkan 87 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21-25 Oktober 2024. Data kejadian dismenore diperoleh menggunakan Walidd Score. Data asupan magnesium dan kalsium menggunakan SQ-FFQ. Data kebiasaan olahraga menggunakan kuesioner Baecke dan data tingkat stres menggunakan kuesioner PSS-10. Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman correlation. Hasil Penelitian: Sebanyak 72,4% responden mengalami dismenore berat. Responden dengan asupan magnesium kurang sebanyak 74,7%, asupan kalsium kurang sebanyak 85%, kebiasaan olahraga tidak teratur sebanyak 88,5%, dan tingkat stres sedang/berat sebanyak 83,9%. Terdapat hubungan pada variabel asupan kalsium dan tingkat stres (p<0,05). Tidak ada hubungan antara asupan magnesium dan kebiasaan olahraga (p>0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan kalsium dan tingkat stres dengan dismenore primer. Tidak ada hubungan antara asupan magnesium dan kebiasaan olahraga dengan dismenore primer. | Background: Adolescents often experience pain in the lower abdomen during menstruation, known as primary dysmenorrhea. The prevalence of dysmenorrhea according to WHO is as high as 90%. Factors that can influence the occurrence of primary dysmenorrhea include magnesium intake, calcium intake, exercise habits, and stress levels. Therefore, this study aims to determine the relationship between magnesium intake, calcium intake, exercise habits, and stress levels with primary dysmenorrhea. Methodology: This study uses a cross-sectional approach with sampling taken using total sampling which resulted in 87 respondents. The study was conducted from October 21 to 25, 2024. Data on the incidence of dysmenorrhea was obtained using the Walidd Score. Data on magnesium and calcium intake was assessed using the SQ-FFQ. Data on exercise habits was collected using the Baecke questionnaire, and stress levels were assessed using the PSS-10 questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: A total of 72.4% of respondents experienced severe dysmenorrhea. Respondents with low magnesium intake accounted for 74.7%, those with low calcium intake for 85%, irregular exercise habits for 88.5%, and those with moderate/severe stress for 83.9%. There was a relationship between calcium intake and stress levels (p<0.05). There was no relationship between magnesium intake and exercise habits (p>0.05). Conclusion: There is an association between calcium intake and stress level with primary dysmenorrhea. There is no association between calcium intake and stress level with primary dysmenorrhea. | |
| 45331 | 48697 | J0B021051 | PEMBUATAN VIDEO PROMOSI BERBAHASA MANDARIN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN BERBAHASA MANDARIN DI TEBING BREKSI YOGYAKRATA | Laporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Video Promosi Berbahasa Mandarin sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Berbahasa Mandarin di Tebing Breksi Yogyakarta”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Tebing Breksi Yogyakarta, pada tanggal 23 Oktober 2023 hingga 7 April 2024. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk menghasilkan video promosi Tebing Breksi Yogyakarta berbahasa Mandarin sebagai media promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing khususnya wisatawan berbahasa Mandarin. Latar belakang praktik kerja ini adalah karena kurang maksimalnya penggunaan media sosial sebagai media promosi yang menggunakan bahasa asing, khususnya bahasa Mandarin oleh pihak manajemen Tebing Breksi Yogyakarta mengakibatkan kurangnya wisatawan asing yang berkunjung, khususnya wisatawan berbahasa Mandarin. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode jelajah internet, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Pada pembuatan video promosi, penulis menggunakan metode dokumentasi untuk mengambil foto dan video, selanjutnya menerjemahkan naskah dengan menggunakan metode penerjemahan komunikatif, dilanjutkan dengan teknik voice over dan editing video. Hasil dari laporan praktik kerja ini adalah video promosi Tebing Breksi Yogyakarta berbahasa Mandarin yang disebarluaskan melalui media sosial official milik Tebing Breksi Yogyakarta berupa Instagram dan Tiktok. Tersedianya video promosi berbahasa Mandarin di Tebing Breksi Yogyakarta dapat membantu wisatawan asing khususnya wisatawan berbahasa Mandarin untuk mengetahui informasi mengenai Tebing Breksi Yogyakarta. | This internship report is entitled "Making a Mandarin Promotional Video as an Effort to Increase Visits by Mandarin-Speaking Tourists to Tebing Breksi Yogyakarta". The internship activity was carried out at Tebing Breksi Yogyakarta, from October 23, 2023 to April 7, 2024. The purpose of this internship is to produce a Mandarin promotional video for Tebing Breksi Yogyakarta as a promotional media to increase visits by foreign tourists, especially Mandarin-speaking tourists. The background to this internship is because the management of Tebing Breksi Yogyakarta has not maximized the use of social media as a promotional media using foreign languages, especially Mandarin, resulting in a lack of foreign tourists visiting, especially Mandarin-speaking tourists. The data collection methods used are the observation method, internet browsing method, interview method, and documentation method. In making the promotional video, the author uses the documentation method to take photos and videos, then translates the script using the communicative translation method, followed by voice over techniques and video editing. The result of this internship report is a Mandarin promotional video for Tebing Breksi Yogyakarta which is distributed through Tebing Breksi Yogyakarta's official social media, namely Instagram and Tiktok. The availability of Mandarin-language promotional videos at Tebing Breksi Yogyakarta can help foreign tourists, especially Mandarin-speaking tourists, to find out information about Tebing Breksi Yogyakarta. | |
| 45332 | 48698 | E1A021160 | Wanprestasi Dalam Perjanjian Pemborongan Pekerjaan Pembangunan Sistem Interkoneksi Kabel Laut Antara PT PLN (Persero) dan Kerjasama Operasi (Studi Putusan Nomor 915/Pdt.G/2023/PN Dps) | Debitur dalam perjanjian pemborongan yang tidak menunaikan kewajibannya dapat dijadikan dasar gugatan ke pengadilan atas dasar perbuatan wanprestasi. Hal ini seperti terlihat pada Putusan Nomor 915/Pdt.G/2023/PN Dps, di mana Tergugat sebagai pihak pemborong tidak melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan hasil pekerjaan berupa sistem interkoneksi kabel laut sesuai kepada Penggugat sebagai pihak yang memborongkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menetapkan wanprestasi dan penyelesaian ganti rugi dalam perjanjian pemborongan pekerjaan pada putusan nomor 915/Pdt.G/PN Dps. Penelitian ini ditulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder yang diolah dengan menggunakan metode studi kepustakaan kemudian data tersebut disajikan dalam bentuk teks naratif dan dianalisis secara kualitatif. Hakim menyatakan perbuatan Tergugat termasuk dalam perbuatan wanprestasi, namun tidak menjelaskan unsur wanprestasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbuatan Tergugat telah memenuhi unsur wanprestasi yaitu adanya perjanjian yang melahirkan perikatan, adanya perbuatan atau sikap tidak memenuhi kewajiban perikatan, dan adanya unsur salah. Hakim tidak mengabulkan ganti rugi immateriil sebesar Rp100.000.000, mengabulkan ganti rugi materiil berupa komponen biaya sebesar Rp61.894.938.706, dan menolak tuntutan denda keterlambatan. Pertimbangan hakim dalam menolak petitum Penggugat tentang denda keterlambatan sebesar 5% dari nilai kontrak kurang tepat, hal ini karena denda keterlambatan telah disepakati dalam perjanjian. Berdasarkan asas pacta sunt servanda, hakim seharusnya menghormati substansi perjanjian yang telah disepakati oleh para pihak. | Debtors in a contracting agreement who do not fulfill their obligations can be used as the basis for a lawsuit to the court on the basis of default. This can be seen in Decision Number 915/Pdt.G/2023/PN Dps, where the Defendant as the contractor did not carry out its obligation to deliver the work in the form of a marine cable interconnection system in accordance with the Plaintiff as the contracting party. This study aims to analyze the judge's consideration in determining default and settlement of compensation in the work contracting agreement in decision number 915/Pdt.G/PN Dps. This research is written using normative juridical research methods with analytical prescriptive research specifications. The data source used is secondary data sources which are processed using the literature study method then the data is presented in the form of narrative text and analyzed qualitatively. The judge stated that the Defendant's actions were included in the act of default, but did not explain the elements of default. The results of the analysis show that the Defendant's actions have fulfilled the elements of default, namely the existence of an agreement that gives birth to an obligation, the existence of an act or attitude that does not fulfill the obligations of the obligation, and the existence of a wrongful element. The judge did not grant immaterial compensation of Rp100,000,000, granted material compensation in the form of a cost component of Rp61,894,938,706, and rejected the claim for late fees. The judge's consideration in rejecting the Plaintiff's petitum regarding late fees of 5% of the contract value was incorrect, this is because late fees have been agreed upon in the agreement. Based on the principle of pacta sunt servanda, the judge should respect the substance of the agreement agreed by the parties. | |
| 45333 | 48699 | J0B021048 | PENGADAAN VIDEO PROMOSI ANJUNGAN JAWA BARAT TMII DENGAN VOICE OVER BERBAHASA MANDARIN MELALUI MEDIA SOSIAL WEIBO | Artikel ini berjudul “Pengadaan Video Promosi Anjungan Jawa Barat TMII dengan Voice Over Berbahasa Mandarin Melalui Media Sosial Weibo”. Anjungan Jawa Barat merupakan salah satu destinasi wisata edukasi dari banyaknya Anjungan daerah yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah.Tujuan dari artikel ini ialah menghasilkan video promosi Anjungan Jawa Barat TMII berbahasa Mandarin melalui media sosial weibo dengan teknik voice over dan metode penerjemahan komunikatif. Penulis menggunakan empat metode pengumpulan data yaitu metode wawancara, studi pustaka, jelajah internet dan dokumentasi. Pada pembuatan video promosi, penulis menggunakan teknik voice over untuk mengisi suara pada video promosi dan metode penerjemahan komunikatif untuk menerjemahkan transkrip video. Hasil akhir ini berupa video promosi Anjungan Jawa Barat TMII berbahasa Mandarin yang disebarluaskan melalui media Weibo. | This article is entitled "Procurement of Promotional Videos for the West Java Pavilion TMII with Mandarin Voice Over Through Weibo Social Media". The West Java Pavilion is one of the educational tourism destinations from the many regional pavilions in Taman Mini Indonesia Indah. The purpose of this article is to produce a promotional video for the West Java Pavilion TMII in Mandarin through Weibo social media with voice over techniques and communicative translation methods. The author uses four data collection methods, namely interview methods, literature studies, internet browsing and documentation. In making the promotional video, the author uses the voice over technique to provide voice over for the promotional video and the communicative translation method to translate the video transcript. The final result is a promotional video for the West Java Pavilion TMII in Mandarin which is distributed through Weibo media. | |
| 45334 | 48700 | I1C020082 | OPTIMASI EKSTRAKSI OLEORESIN PADA JAHE (Zingiber officinale) MENGGUNAKAN MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) | Oleoresin jahe (Zingiber officinale Roscoe) mengandung senyawa bioaktif yang penting dalam industri pangan dan farmasi. Untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi dan kualitas produk, diperlukan metode ekstraksi yang efektif dan ramah lingkungan. Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) dengan minyak sawit sebagai pelarut menjadi pendekatan potensial karena kemampuannya mempercepat proses ekstraksi serta meningkatkan hasil. Penelitian ini mengoptimalkan ekstraksi oleoresin jahe menggunakan metode UAE dengan variabel rasio pelarut terhadap sampel (1:3–1:5,41421 g/mL) dan waktu ekstraksi (17,5736–102,426 menit). Rancangan percobaan disusun menggunakan Central Composite Design (CCD) dalam Response Surface Methodology (RSM). Respon yang diamati adalah persen hasil ekstraksi (%Rendemen) dan kadar asam lemak bebas (%ALB). Analisis data dilakukan melalui ANOVA, evaluasi R², adjusted R², serta pemodelan grafik kontur. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan rasio pelarut dan waktu ekstraksi berkontribusi terhadap kenaikan %Rendemen, sedangkan %ALB cenderung menurun seiring peningkatan rasio pelarut. Titik optimum diperoleh pada rasio 1:4,774 g/mL dan waktu ekstraksi 89,211 menit, dengan prediksi yield sebesar 176,807% dan kadar ALB 0,252%. Model regresi yang dihasilkan dinilai layak dengan selisih R² dan adjusted R² kurang dari 0,2. Peningkatan rasio pelarut dan waktu ekstraksi berpengaruh terhadap kenaikan %rendemen oleoresin jahe, sedangkan peningkatan rasio pelarut cenderung menurunkan kadar asam lemak bebas (%ALB). Desain eksperimen dengan pendekatan RSM dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan terkait akurasi hasil %rendemen. | Ginger oleoresin (Zingiber officinale Roscoe) contains bioactive compounds that are important in the food and pharmaceutical industries. To enhance extraction efficiency and product quality, an effective and environmentally friendly extraction method is required. Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) using palm oil as a solvent offers a promising approach due to its ability to accelerate the extraction process and increase yield. This study optimized the extraction of ginger oleoresin using UAE by varying the solvent-to-sample ratio (1:3–1:5.41421 g/mL) and extraction time (17.5736–102.426 minutes). The experimental design was structured using a Central Composite Design (CCD) under the Response Surface Methodology (RSM) framework. The responses observed were the extraction yield (%) and the free fatty acid content (%FFA). Data were analyzed through ANOVA, R² and adjusted R² evaluations, and contour plot modeling. The results indicated that increasing the solvent ratio and extraction time contributed to a higher extraction yield, while the %FFA tended to decrease with a higher solvent ratio. The optimum conditions were achieved at a solvent-to-sample ratio of 1:4.774 g/mL and an extraction time of 89.211 minutes, with a predicted yield of 176.807% and a %FFA of 0.252%. The regression model was deemed acceptable, with a difference between R² and adjusted R² values of less than 0.2. : Increasing the solvent ratio and extraction time positively affected the extraction yield of ginger oleoresin, while a higher solvent ratio tended to reduce the free fatty acid content. The experimental design using RSM proved applicable for optimizing the extraction process, although this study has limitations regarding the accuracy of the yield results in reflecting pure oleoresin content, which was not confirmed through qualitative analysis. | |
| 45335 | 48701 | D1A021100 | Pengaruh Kepadatan Kandang Terhadap Pertambahan Bobot Badan Harian dan Konsumsi Domba Ekor Gemuk | Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh kepadatan kandang terhadap pertambahan bobot badan harian dan konsumsi Domba Ekor Gemuk. Penelitian dilaksanakan selama magang dari tanggal 14 Mei 2024 sampai 13 Juni 2024 di Kemuning, Kec. Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah domba ekor gemuk dengan umur 5 -12 bulan sebanyak 45 ekor dengan rataan bobot awal 15,47 ±4,02 kg. Kandang yang digunakan dalam penelitian berjumlah 3 pen dengan masing-masing berisi domba 15 ekor. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai perlakuan adalah pen 1,2 dan 3 (perbedaan ukuran kandang). Pengukuran konsumsi dilakukan selama 30 hari (sebagai ulangan) dan pertambahan bobot badan harian diukur berdasarkan perbedaan antara bobot akhir dan bobot awal selama 30 hari pemeliharaan. Perbedaan neraca perlakuan diuji dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan antara pen berbeda sangat nyata (P < 0,01) terhadap konsumsi dan PBBH. Hasil Rataan pengukuran konsumsi pen 1 34,178; pen 2 40,759; pen 3 24,124 dan hasil rataan pengukuran PBBH pen 1 92,667; pen 2 65,667; pen 3 57,132. Disimpulkan bahwa kepadatan kandang berpengaruh terhadap konsumsi dan pertambahan bobot badan harian. | The research aims to determine and analyze the effect of pen density on Average Daily Gain and Fat-Tailed Sheep consumption. The research was conducted during the internship from May 14, 2024, to June 13, 2024, in Kemuning, Subdistrict. Kramat, Regency Tegal, Central Java. The material used was 45 fat-tailed sheep aged 5-12 months with an average initial weight of 15.47 ±4.02 kg. The pens used in the study consisted of 3 pens, each containing 15 sheep. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with the treatments being pens 1, 2, and 3. (difference in cage size). Consumption measurements were conducted over 30 days (as a repetition) and average daily gain was measured based on the difference between final weight and initial weight over the 30-day maintenance period. The differences in treatment balance were tested using the Duncan Multiple Range Test. (DMRT). The research results show that there are significant differences (P < 0.01) in consumption and daily body weight gain between pens. The average consumption measurements were pen 1 34.178; pen 2 40.759; pen 3 24.124, and the average PBBH measurements were pen 1 92.667; pen 2 65.667; pen 3 57.132. It is concluded that cage density affects consumption and average daily gain. | |
| 45336 | 48702 | H1A021047 | IMPLEMENTASI DAN ANALISIS SENSOR SUHU DAN KELEMBABAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK MENUNJANG AUDIT ENERGI PADA GEDUNG X | Penggunaan energi berlebihan di gedung-gedung bertingkat di Indonesia memicu masalah lingkungan dan biaya listrik tinggi, terutama karena sumber energinya masih berasal dari bahan bakar fosil yang meningkatkan risiko krisis energi. Untuk mengatasi hal ini, audit energi diperlukan guna menganalisis dan mengoptimalkan konsumsi energi, khususnya pada sistem pendingin ruangan yang menggunakan energi hingga 60% dari keseluruhan penggunaan listrik. Penelitian ini menerapkan sensor suhu dan kelembaban berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung audit energi dengan mempermudah pemantauan dan analisis suhu pendingin ruangan, serta mengidentifikasi peluang penghematan energi. Pengujian Quality of Service (QoS) dilakukan pada transmisi data sensor menggunakan standar ITU-T G.1010, dengan parameter packet loss, delay, dan jitter. Pada penelitian ini dari hasil pengujian dan analisis didapatkan bahwa sistem pendingin ruangan AC Sentral membutuhkan waktu 120 menit untuk menurunkan suhu ruangan hingga pada kondisi yang nyaman. Dengan memundurkan waktu ON sistem pendingin 30 menit dan memajukan waktu OFF sistem pendingin 30 menit dapat mengurangi biaya listrik hingga Rp15.137.403. Nilai QOS yang didapatkan yaitu Delay untuk jarak 5M yaitu 0,34158s, jarak 10 0,4591s, jarak 15 1,081s. Parameter Jitter dengan jarak 5M 0,293794s, jarak 10m 0,481756s, dan jarak 15m 0,909632s. Dan parameter Packet Loss pada jarak 5m 0%, jarak 10m 0,003%. Jarak 15m 0,033%. Dari hasil ini didapatkan jarak ideal terjauh untuk penempatan perangkat IoT kurang dari 15 m agar mendapat nilai delay dan packet loss yang baik. | Excessive energy use in high-rise buildings in Indonesia has led to environmental issues and high electricity costs, particularly because energy sources are still derived from fossil fuels, which increase the risk of an energy crisis. To address this, energy audits are needed to analyze and optimize energy consumption, especially in air conditioning systems, which account for up to 60% of total electricity usage. This study implements Internet of Things (IoT)-based temperature and humidity sensors to support energy audits by facilitating monitoring and analysis of air conditioning temperatures and identifying energy-saving opportunities. Quality of Service (QoS) testing is conducted on the sensor data transmission using the ITU-T G.1010 standard, with parameters for packet loss, delay, and jitter. The results of this study show that the central air conditioning system requires 120 minutes to bring the room temperature to a comfortable level. By delaying the system's ON time by 30 minutes and advancing the OFF time by 30 minutes, electricity costs can be reduced by Rp15,137,403. The QoS values obtained are: Delay at 5 meters is 0.34158s, at 10 meters is 0.4591s, and at 15 meters is 1.081s. The Jitter values at 5m are 0.293794s, at 10m are 0.481756s, and at 15m are 0.909632s. The Packet Loss at 5m is 0%, at 10m is 0.003%, and at 15m is 0.033%. Based on these results, the ideal maximum distance for IoT device placement is less than 15 meters to achieve optimal delay and packet loss values. | |
| 45337 | 48703 | C2A022005 | Determinan Penggunaan Media Sosial Pelaku UMKM di Kota Magelang | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi penggunaan aplikasi social commerce untuk memasarkan produk pada 94 pelaku UMKM di Kota Magelang. Penelitian ini menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) yang dikombinasi dengan variabel kontrol berupa modal, pendapatan, pendidikan, dan jumlah tenaga kerja. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Persepsi risiko tidak berpengaruh terhadap persepsi kepercayaan penggunaan aplikasi social-commerce, (2) Persepsi keamanan tidak berpengaruh terhadap persepsi kepercayaan penggunaan aplikasi social-commerce, (3) Persepsi privasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kepercayaan penggunaan aplikasi social-commerce, (4) Persepsi reputasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kepercayaan penggunaan aplikasi social-commerce, (5) Persepsi kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan aplikasi social commerce, (6) Persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan aplikasi social commerce, (7) Persepsi Kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan aplikasi social commerce, (8) Persepsi kenikmatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan aplikasi social commerce, (9) Persepsi sosial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penggunaan aplikasi social commerce, (10) Tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap penggunaan aplikasi social commerce, (11) Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan aplikasi social commerce, (12) Modal tidak berpengaruh terhadap penggunaan aplikasi social commerce, (13) Pendapatan tidak berpengaruh terhadap penggunaan aplikasi social commerce. | This study aims to analyze the factors that influence the use of social commerce applications to market products in 94 MSMEs in Magelang City. This study uses the Technology Acceptance Model (TAM) model combined with control variables in the form of capital, income, education, and number of workers. Data were analyzed using multiple linear regression techniques. The results of the analysis show that (1) Perception of risk does not affect the perception of trust in using social-commerce applications, (2) Perception of security does not affect the perception of trust in using social-commerce applications, (3) Perception of privacy has a positive and significant effect on the perception of trust in using social-commerce applications, (4) Perception of reputation has a positive and significant effect on the perception of trust in using social-commerce applications, (5) Perception of trust has a positive and significant effect on the use of social commerce applications, (6) Perception of ease has a positive and significant effect on the use of social commerce applications, (7) Perception of usefulness has a positive and significant effect on the use of social commerce applications, (8) Perception of enjoyment has a positive and significant effect on the use of social commerce applications, (9) Social perception has a negative and significant effect on the use of social commerce applications, (10) Workforce does not affect the use of social commerce applications, (11) Education has a positive and significant effect on the use of social commerce applications, (12) Capital does not affect the use of social commerce applications, (13) Income does not affect the use of social commerce applications. | |
| 45338 | 48706 | I1D021019 | HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KECUKUPAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI LANSIA DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II | Latar Belakang: Status gizi akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Perubahan status gizi pada lansia dapat disebabkan oleh determinan langsung seperti asupan gizi serta determinan tidak langsung seperti pengetahuan. Asupan protein yang baik dapat meningkatkan massa otot pada lansia sehingga dapat mempengaruhi status gizi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan kecukupan protein dengan status gizi lansia di Puskesmas Purwokerto II Utara. Metode: Total sampel adalah 108 responden. Studi menggunakan metode Cross sectional. Variabel Independen adalah pengetahuan gizi dan tingkat kecukupan protein dan variabel dependen adalah status gizi dengan metode pengukuran menggunakan LILA. Data yang diperoleh adalah usia, berat badan, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, akses pelayanan kesehatan, pengetahuan gizi, kecukupan protein, dan status gizi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data pengetahuan gizi menggunakan kuesioner dan kecukupan protein menggunakan makanan 2x24 jam. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan status gizi lansia (p= 0,811) dan tidak ada hubungan antara kecukupan protein dan status gizi lansia (p= 0,328). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan kecukupan protein dengan status gizi lansia. Kata kunci: Status Gizi, Pengetahuan Gizi, Kecukupan Protein | Background: Nutritional status will affect the quality of life of the elderly. Changes in nutritional status in the elderly can be caused by direct determinants such as nutritional intake as well as indirect determinants such as knowledge. Good protein intake can increase muscle mass in the elderly so that it can affect the nutritional status of the elderly. This study aims to determine the relationship between nutrition knowledge and protein adequacy with the nutritional status of the elderly in the North Purwokerto II Health Center. Methods: The total sample was 108 respondents. Study use Cross sectional method. The Independent variable is nutritional knowledge and protein adequacy level and the dependent variable is nutritional status with the measurement method using LILA. Data were obtained is age, weight, gender, income, occupation, access to health services, nutritional knowledge, protein adequacy, and nutritional status. Sampling was done using purposive sampling. Data collection of nutrition knowledge using questionnaires and protein adequacy using 2x24-hour food. Data analysis used chi-square tests. Results: There was no relationship between nutrition knowledge and the nutritional status of the elderly (p= 0.811) and there was no relationship between protein adequacy and nutritional status of the elderly (p= 0.328). Conclusion: There is no relationship between nutrition knowledge and protein adequacy with the nutritional status of the elderly. Keywords: Nutritional Status, Nutritional Knowledge, Protein Adequacy | |
| 45339 | 48705 | I1D021046 | Kebiasaan Membaca Logo "Pilihan Lebih Sehat" dan Keputusan Pembelian terhadap Pola Konsumsi | Latar Belakang: Pola konsumsi makanan dan minuman siap konsumsi diketahui dapat berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Mahasiswa cenderung sering mengonsumsi makanan dan minuman tersebut karena kesibukan berkuliah. Pola konsumsi dapat timbul akibat kebiasaan membaca label pangan dan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca logo “pilihan lebih sehat” dan keputusan pembelian terhadap pola konsumsi minuman siap konsumsi dan mie instan pada Mahasiswa S-1 Unsoed. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang melibatkan 110 responden yaitu mahasiswa S-1 Unsoed dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kebiasaan membaca logo “Pilihan Lebih Sehat”, keputusan pembelian, dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis variabel dilakukan dengan uji ChiSquare. Hasil Penelitian: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca logo “Pilihan Lebih Sehat” dan pola konsumsi produk berlogo “Pilihan Lebih Sehat” (p=0,489). Terdapat hubungan yang signifikan antara keputusan pembelian dan pola konsumsi produk berlogo “Pilihan Lebih Sehat” (p=0,038). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan membaca logo “Pilihan Lebih Sehat” dan pola konsumsi produk berlogo “Pilihan Lebih Sehat”, tetapi tidak terdapat hubungan antara keputusan pembelian dan pola konsumsi produk berlogo “Pilihan Lebih Sehat”. | Background: Consumption patterns of ready-to-eat foods and beverages were known to potentially increase the risk of non-communicable diseases. Students frequently consumed these foods and beverages due to their busy schedules. Consumption patterns arose due to the habit of reading food labels and purchasing decisions. This study aimed to determine the relationship between the habit of reading the “Pilihan Lebih Sehat” logo and purchasing decisions on consumption patterns of ready-to-consume drinks and instant noodles among Unsoed undergraduate students. Methodology: The research design used was cross-sectional, involving 110 Unsoed undergraduate students as respondents with a purposive sampling technique. The instruments used included a questionnaire on habits of reading the “Pilihan Lebih Sehat” logo, purchasing decisions, and the Food Frequency Questionnaire (FFQ). Variable analysis was carried out using the Chi-Square test. Results: There was no significant relationship between the habit of reading the “Pilihan Lebih Sehat” logo and the consumption pattern of products with the “Pilihan Lebih Sehat” logo (p=0.489). However, there was a significant relationship between purchasing decisions and consumption patterns of products with the "Pilihan Lebih Sehat” logo (p=0.038). Conclusion: There was no relationship between the habit of reading the “Pilihan Lebih Sehat” logo and the consumption pattern of products with the “Pilihan Lebih Sehat” logo, but there was a relationship between purchasing decisions and the consumption pattern of products with the “Pilihan Lebih Sehat” logo. | |
| 45340 | 48704 | I1D021016 | Perbedaan Pola Asuh,Pola Pemberian Makan, dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Mikro Balita Stunted dan Non-Stunted di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Sumbang | Latar belakang : Kejadian stunted pada balita disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Faktor langsung yang memengaruhi stunted pada anak usia 24-59 bulan adalah riwayat penyakit, asupan makro gizi dan mikro gizi. Kemudian faktor tidak langsungnya berupa pola pengasuhan orang tua yang berpengaruh pada cara pemberian makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pola asuh, pola pemberian makan, dan tingkat kecukupan zat gizi mikro pada balita stunted dan non-stunted di wilayah kerja puskesmas 1 sumbang Metodologi : Penelitian menggunakan desain studi case control dengan sampel 27 balita stunted dan 27 balita non-stunted di Desa Sumbang dan Desa Banteran, responden dipilih berdasarkan purposive sampling dengan perbandingan kelompok kasus dan kontrol 1:1 berdasarkan matching usia. Pengambilan menggunakan kuesioner Parenting Style and Dimension Questionnaire (PSDQ), Child Feeding Questionnaire (CFQ), dan SQ-FFQ. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square, fisher exact, Independent T, dan mann whiteney. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pola pemberian makan (p=0,024) pada balita stunted dan non-stunted usia 24-59 bulan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan pola asuh (p=0,454), tingkat kecukupan kalsium (p=0,098), zink (p=0,333), dan zat besi (p=0,325) pada balita stunted dan non-stunted usia 24-59 bulan Kesimpulan : Terdapat perbedaan pola pemberian makan dan tidak terdapat perbedaan pola asuh, serta tingkat kecukupan zat gizi mikro pada balita stunted dan non-stunted usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Sumbang | Background : Stunting in toddlers is caused by several risk factors. The direct factors influencing stunting in children aged 24–59 months are disease history, macronutrient intake, and micronutrient intake. The indirect factor is parenting patterns, which affect feeding practices. The purpose of this study was to determine the difference in parenting style, feeding practices, and adequacy level of calcium, zinc, and iron in stunted and non-stunted toddlers in working area of Puskesmas 1 Sumbang. Methods : This research used case control study design with a total 27 stunted toddlers and 27 non-stunted toddlers in Sumbang Village and Banteran Village. Partisipans were selected based on purposive sampling with 1:1 comparison of case and control groups based on age matching. Data collection utilized the Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ), Child Feeding Questionnaire (CFQ), and a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Bivariate analysis was conducted using chi-square, Fisher's exact, independent t-test, and Mann-Whitney. Result : The research showed that there were significant differences in feeding practices (p=0,024), but there were no differences in parenting style (p=0,454), adequacy levels of calcium (p=0,098), zinc (p=0,333), and iron (p=0,325) in stunted and non-stunted toddlers aged 24-59 months. Conclusion: There are differences in parenting style, feeding practices, and adequacy level of calcium, zinc, and iron in stunted and non-stunted toddlers in working area of Puskesmas 1 Sumbang. |