Artikelilmiahs
Menampilkan 44.181-44.200 dari 48.761 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44181 | 47563 | J1A018001 | Types of Category Shifts in English Noun Phrases into Indonesian and Their Accuracy in the Movie Sing 2 | Film asing sering kali diterjemahkan ke dalam bahasa ibu suatu negara agar dapat diakses oleh penonton local, biasanya melalui subtitles. Dalam proses penerjemahan subtitle, pergeseran tidak dapat dihindari sebagai bagian dari upaya penerjemah mendapatkan makna yang sepadan dari Bahasa sumber ke Bahasa target salah satunya adalah pergeseran kategori. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pergeseran kategori dalam subtitle Bahasa inggris ke Bahasa Indonesia, khususnya pada frasa nomina dalam film Sing 2, serta mengevaluasi keakuratan subtitle tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori pergeseran terjemahan oleh Catford dan keakuratan terjemahan oleh Nababan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pergeseran kategori yang dominan adalah pergeseran struktur, yang terdiri dari 52 data dari total 97 data, diikuti oleh pergeseran unit 17 data, pergeseran intra-sistem dengan 18 data, dan pergeseran kelas dengan 10 data. Terkait dengan keakuratan terjemahan, hasil peneitian menunjukkan bahwa 79.3% data tergolong akurat, 17.5% data kurang akurat,, dan 3.0% data tidak akurat. Temuan ini menunjukkan bahwa semua jenis pergeseran kategori memengaruhi tingkat keakuratan terjemahan. | Foreign movies are often translated into the native language of a country to make them accessible to local viewers, typically through subtitles. In the process of translating subtitles, shifts were unavoidable as part of the translator’s attempt to achieve equivalent meaning from the source language to the target language, one of which is known as category shift. This research aimed to identify the types of category shifts in English to Indonesian subtitles especially noun phrases of the movie Sing 2 and evaluate the accuracy of the subtitles. The method used is a descriptive qualitative analysis with a translation shift theory by Catford and translation accuracy by Nababan. The results showed that the dominant type of category shift belongs to structure shift consists of 52 data out of 97 total data, followed by unit shifts with 17 data, intra-system shifts with 18 data, and class shifts with 10 data. Regarding translation accuracy, the results showed that 79.3% of data were accurate, 17.5% were less accurate, and 3.0% were inaccurate. The findings showed that all category shifts affected the accuracy level of the translation. | |
| 44182 | 47590 | A1D020129 | PERTUMBUHAN TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) PADA PERLAKUAN BIOCHAR DI BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor ketinggian dan pemberian biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman aren. Penelitian dilaksanakan di areal tempat tumbuhnya tanaman aren yang meliputi daerah aliran sungai dan perbukitan di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, serta Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Universitas Jenderal Soedirman dengan rancangan percobaan petak terbagi (split-plot) dengan 2 faktor masing-masing 3 taraf. Faktor pertama ketinggian tempat, yaitu 250 < x ≤ 450 mdpl (K0), 450 < x ≤ 650 (K1), dan > 650 m dpl (K2). Faktor kedua yaitu pemberian berbagai dosis biochar terdiri dari 0 g biochar (B0), 750 g biochar (B1), dan 1.500 g biochar (B2).Variabel yang diamati yaitu diameter batang, jumlah daun, jumlah pelepah, klorofil daun, panjang daun, dan tinggi tanaman. Data hasil percobaan yang diperoleh dianalisis ragam dengan analisis ragam (ANOVA) pada pada taraf 5%, dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu faktor ketinggian tempat hanya berpengaruh terhadap variabel kadar klorofil daun. Pemberian dosis biochar tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan tanaman aren. Tidak terdapat interaksi antara faktor ketinggian tempat dan pemberian biochar terhadap seluruh variabel pertumbuhan tanaman. | This research aimed to determine the effect of altitude factor and biochar application on the growth and yield of sugar palm trees. The research was conducted in the area where palm trees grow, which includes watersheds and hills in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency and Agronomy and Horticulture Laboratory, as well as Soil and Land Resources Laboratory, Universitas Jenderal Soedirman with a split-plot experimental design with 2 factors of 3 levels each. The first factor was altitude, which was 250 < x ≤ 450 m above sea level (K0), 450 < x ≤ 650 (K1), and > 650 m above sea level (K2). The second factor is the provision of various doses of biochar consisting of 0 g biochar (B0), 750 g biochar (B1), and 1,500 g biochar (B2). The variables observed were stem diameter, number of leaves, number of midribs, leaf chlorophyll, leaf length, and plant height. The experimental data obtained were analyzed by analysis of variance (ANOVA) at the 5% level, followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results obtained were that the altitude factor had only affects on chlorophyles variables. Dosing of biochar did not affect all growth variables of sugar palm plants. There is no interaction between the altitude factor and the provision of biochar on all plant growth variables. | |
| 44183 | 47562 | I1A021033 | Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Di Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di seluruh dunia serta menjadi penyebab utama kematian dini, sehingga harus dilakukan pengelolaan faktor risiko agar kejadian hipertensi dapat dicegah dan angka kejadian hipertensi dapat menurun. Berbagai faktor risiko seperti kebiasaan mengonsumsi makanan asin, aktivitas fisik, kualitas tidur dan paparan asap rokok berkontribusi terhadap kejadian hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus kontrol. Populasi kasus adalah masyarakat yang menderita hipertensi di Desa Kalibagor, sedangkan populasi kontrol adalah masyarakat yang tidak menderita hipertensi. Sampel diambil menggunakan teknik consecutive sampling untuk kasus sebanyak 56 orang dan purposive sampling untuk kontrol dengan jumlah sebanyak 56 orang (rasio 1:1). Analisis data meliputi analisis univariat, biavariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi dalam penelitian ini adalah kebiasaan mengonsumsi makanan asin (p-value = 0,021; OR = 4,381), aktivitas fisik (p-value = 0,003; OR = 4,513), kualitas tidur (p-value = 0,000; OR = 7,783). Variabel yang tidak berpengaruh yaitu paparan asap rokok (p-value = 0,167) Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian hipertensi dalam penelitian ini adalah kualitas tidur. Upaya edukasi dan perubahan perilaku sangat diperlukan untuk mengurangi risiko hipertensi di masyarakat. | Background: Hypertension is one of the non-communicable diseases with an increasing prevalence worldwide and is a leading cause of premature death. Therefore, risk factor management is essential to prevent the occurrence of hypertension and and reduce its prevalence. Various risk factors, such as the habit of consuming salty foods, physical activity, sleep quality, and exposure to cigarette smoke, contribute the incidence of hypertension. The aim of this study is to identify factors that influence the incidence of hypertension in Kalibagor Village, Kalibagor Sub-District, Banyumas Regency. Methods: This research is a quantitative study with a case-control design. The case population consist of individuals with hypertension in Kalibagor Village, while the control population comprises individuals without hypertension. The samples were selected using the consecutive sampling technique for the cases, totaling 56 individuals and purposive sampling for the controls with the same number of 56 individuals (1:1 ratio). Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis using the Chi-Square test, and multivariate analysis using logistic regression. Results: Variables that influence the incidence of hypertension in this study are consuming salty foods (p-value = 0,021; OR = 4,381), physical activity (p-value = 0,003; OR = 4,513, and sleep quality (p-value = 0,000; OR = 7,783). The variable that did not have an influence was cigarette smoke exposure (p-value = 0,167) Conclusion: The most influential factor on the incidence of hypertension in this study was sleep quality. Education and behaviour change efforts are needed to reduce the risk of hypertension in the community. | |
| 44184 | 47564 | E1A020240 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERMOHONAN PENGESAHAN PERKAWINAN YANG TIDAK TERCATAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Cibinong Nomor 52/Pdt.G/2022/PA.Cbn) | Setiap perkawinan di Indonesia harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan tujuan perkawinan sah dan mempunyai kekuatan hukum. Namun tidak semua perkawinan dicatat pada Pegawai Pencatat Nikah (PPN) sehingga tidak mempunyai bukti otentik yaitu berupa akta nikah. Adanya permohonan pengesahan perkawinan (itsbat nikah) terjadi karena suami istri yang sudah menikah secara agama Islam serta pelaksanaannya memenuhi persyaratan dan rukun nikah tetapi tidak dicatatkan pada PPN di wilayah kedua mempelai melangsungkan perkawinan. Kasus seperti ini terjadi pada Pengadilan Agama Cibinong dengan Putusan Nomor 52/Pdt.G/2022/PA. Cbn. Pada kasus ini suami Pemohon telah meninggal dunia dan Istri (Pemohon) membutuhkan penetapan Itsbat Nikah yang akan menerbitkan akta nikah untuk dijadikan keabsahan perkawinan dan pencairan dana taspen. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan itsbat nikah pada putusan nomor 52/Pdt.G/2022/PA.Cbn dan bagaimana akibat hukum dikabulkannya pengesahan perkawinan yang tidak tercatat dalam perspektif hukum perkawinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifik penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan yang kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim pada putusan nomor 52/Pdt.G/2022/PA.Cbn mendasarkan pada Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 4 Kompilasi Hukum Islam serta Pasal 14 Kompilasi Hukum Islam. Menurut penulis hakim dapat menambahkan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 5 Kompilasi Hukum Islam serta Pasal 8 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 7 ayat (3) huruf e Kompilasi Hukum Islam. Dikabulkannya permohonan itsbat nikah oleh majelis hakim mengakibatkan 3 hal. Pertama, perkawinan antara Pemohon dengan suami Pemohon yang telah meninggal dunia dinyatakan sah sehingga dengan sahnya perkawinan tersebut Pemohon dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan akta nikah resmi dari KUA yang menjadi bukti sahnya perkawinan mereka. Kemudian dapat dijadikan syarat pencairan dana taspen. Kedua, anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut statusnya sebagai anak sah. Ketiga, harta yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama. | Every marriage in Indonesia must be recorded according to the applicable laws and regulations with the aim that the marriage is valid and has legal force. However, not all marriages are recorded with the Marriage Registration Officer (PPN) so that they do not have authentic evidence in the form of a marriage certificate. The existence of an application for marriage validation (itsbat nikah) occurs because a husband and wife who have married in Islam and its implementation fulfill the requirements and pillars of marriage but are not registered with the PPN in the area where the bride and groom are married. A case like this occurred at the Cibinong Religious Court with Decision Number 52/Pdt.G/2022/PA. Cbn. In this case the Applicant's husband has passed away and the wife (Applicant) needs a determination of Itsbat Nikah which will issue a marriage certificate to be used as a marriage validity and disbursement of taspen funds. The formulation of the problem in this study is how the basis of the judge's legal reasoning in granting itsbat nikah in decision number 52/Pdt.G/2022/PA.Cbn and how the legal consequences of granting the validation of unregistered marriages in the perspective of marriage law in Indonesia. This research uses normative juridical methods with specific analytical descriptive research. The data source used is secondary data with data collection methods based on literature studies which are then presented in the form of narrative text with qualitative normative analysis methods. The results of the study can be concluded that the legal considerations of the judge in decision number 52/Pdt.G/2022/PA.Cbn are based on Article 2 paragraph (1) of Marriage Law Number 1 of 1974 jo Article 4 of the Compilation of Islamic Law and Article 14 of the Compilation of Islamic Law. According to the author, the judge can add Article 2 paragraph (2) of Marriage Law Number 1 of 1974 jo Article 5 of the Compilation of Islamic Law and Article 8 of Marriage Law Number 1 of 1974 jo Article 7 paragraph (3) letter e of the Compilation of Islamic Law. The granting of the application for itsbat nikah by the panel of judges resulted in 3 things. First, the marriage between the Applicant and the Applicant's husband who had died was declared valid so that with the validity of the marriage the Applicant could apply for an official marriage certificate from the KUA which was proof of the validity of their marriage. Then it can be used as a condition for the disbursement of Taspen funds. Secondly, the children born from the marriage have the status of legitimate children. Third, the property obtained during the marriage becomes joint property. | |
| 44185 | 47565 | I1A021087 | Pengaruh Beberapa Faktor Risiko Terhadap Kejadian Hipertensi di Desa Kedungwringin Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. | Latar Belakang: Penyakit tidak menular merupakan suatu penyakit yang bersifat menahun dan tidak bisa ditularkan dari satu individu ke individu lainnya. Salah satu jenis penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala yang timbul sangat bermacam-macam pada setiap individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lain. Untuk menghindari terjadinya hipertensi, perlu dilakukan pencegahan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi seperti kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan konsumsi garam berlebih, dan paparan asap rokok. Metodologi: Penellitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan desain studi case control. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dan matching sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 80 responden. Perbandingan jumlah sampel kasus dan sampel kontrol menggunakan perbandingan 1 : 1 maka jumlah responden penelitian ini sebanyak 160 responden. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsumsi garam (p=0,003) dan paparan asap rokok (p=0,035), di mana konsumsi garam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian hipertensi (p=0,009). Kesimpulan: Konsumsi garam memiliki pengaruh terhadap kejadian hipertensi di Desa Kedungwringin dengan nilai OR sebesar 2,815 artinya responden yang mengkonsumsi garam > 1 sdt/hari memiliki peluang sebesar 2,815 kali lebih besar memicu terjadinya hipertensi dengan responden yang mengkonsumsi < 1 sdt/hari. Masyarakat disarankan untuk mengkonsumsi garam per hari sebanyak 5 gram/orang/hari atau setara dengan 1 sendok teh/orang/hari Kata Kunci: Hipertensi, Konsumsi Garam, Paparan Asap Rokok, Kedungwringin. | Background: A non-communicable disease is a disease that is chronic and cannot be transmitted from one individual to another. One type of non-communicable disease is hypertension. Hypertension is a silent killer where the symptoms that arise vary greatly in each individual and are almost the same as the symptoms of other diseases. To avoid the occurrence of hypertension, it is necessary to prevent factors that affect the incidence of hypertension such as smoking habits, lack of physical activity, excessive salt consumption habits, and exposure to cigarette smoke. Methodology: This study used a quantitative design using a case control study design. Sampling using consecutive sampling and matching sampling techniques. The sample in this study was 80 respondents. Comparison of the number of case samples and control samples using a ratio of 1: 1, the number of respondents in this study was 160 respondents. Research Results: This study shows a significant relationship between salt consumption (p=0.003) and cigarette smoke exposure (p=0.035), where salt consumption has a significant influence on the incidence of hypertension (p=0.009). Conclusion: Salt consumption has an influence on the incidence of hypertension in Kedungwringin Village with an OR value of 2.815, meaning that respondents who consume salt > 1 tsp/day have a 2.815 times greater chance of triggering hypertension with respondents who consume salt > 1 tsp/day. Keywords: Hypertension, Salt Consumption, Cigarette Smoke Exposure, Kedungwringin. | |
| 44186 | 47566 | J1D020024 | Transformasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ke Modul Ajar SMA Negeri di Kota Purwokerto pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia | Bergantinya kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka membawa transformasi dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ke modul ajar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan transformasi dari RPP ke modul ajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan mendeskripsikan perspektif guru terhadap perubahan RPP ke modul ajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa metode wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri atas tiga tahapan yaitu (1) tahap reduksi, (2) tahap penyajian data, serta (3) tahap penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan validasi data berupa triangulasi teori dan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: (1) adanya pergantian kompetensi dari KI/KD menjadi CP dan penambahan format pada modul ajar yang terbagi menjadi tiga elemen yaitu informasi umum, komponen inti, dan lampiran-lampiran; (2) guru membutuhkan waktu, bahan ajar, serta referensi yang cukup agar dapat mengimplementasikan modul ajar secara maksimal. | The change from the 2013 curriculum to the independent curriculum brought about a transformation from lesson plans (RPP) to teaching modules. The purpose of this study is to describe the transformation from lesson plans to teaching modules in Indonesian language subjects and describe the teachers' perspectives on changes in lesson plans to teaching modules in Indonesian language subjects. This research is a qualitative research using data collection methods in the form of interviews and documentation. The data analysis method uses the Miles and Huberman model which consists of three stages, namely (1) the reduction stage, (2) the data presentation stage, and (3) the conclusion drawing stage. This research uses data validation in the form of theoretical triangulation and source triangulation. The results of this study are as follows: (1) there is a change in competence from KI/KD to CP and the addition of a format in the teaching module which is divided into three elements, namely general information, core components, and attachments; (2) teachers need sufficient time, teaching materials, and references in order to implement the teaching module optimally. | |
| 44187 | 47567 | J1D020017 | Representasi Perempuan dalam Novel Malam Seribu Jahanam Karya Intan Paramaditha (Kajian Feminisme) | Perempuan sering dijadikan objek kajian dalam karya sastra karena karakteristik dan kompleksitas emosionalnya yang membuat sudut pandang perempuan dianggap menarik bagi banyak pengarang. Peran serta kedudukan perempuan dalam sebuah karya sastra Indonesia masih menunjukkan adanya dominasi laki-laki terhadap perempuan. Pemikiran bahwa laki-laki menguasai berbagai bidang dalam perannya, yaitu mulai dari politik, sosial, dan budaya, menghasilkan anggapan bahwa kedudukan perempuan dapat ditentukan oleh laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dan bentuk feminisme dalam novel Malam Seribu Jahanam karya Intan Paramaditha. Novel ini menawarkan sudut pandang yang kritis terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dalam konteks sosial, budaya, dan gender di masyarakat. Fokus penelitian terletak pada bagaimana perempuan digambarkan, baik sebagai subjek maupun objek, serta pada peran, identitas, dan relasi kuasa yang tercermin dalam alur cerita, karakterisasi, dan narasi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian feminisme, khususnya teori liberal dan radikal. Data utama berupa teks naratif dalam novel, yang dianalisis untuk mengungkap nilai-nilai gender, kritik sosial, dan dinamika kekuasaan yang memengaruhi posisi perempuan. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan konteks budaya dan sejarah yang melatarbelakangi penulisan novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malam Seribu Jahanam merepresentasikan perempuan sebagai individu yang kompleks, menghadapi tekanan patriarki dan ketidakadilan gender, tetapi sekaligus mampu menunjukkan perlawanan dan otonomi. Karya ini secara kritis merefleksikan kondisi perempuan dalam menghadapi struktur sosial yang tidak setara, serta menggambarkan perjuangan mereka untuk menemukan identitas dan kebebasan. | Women are often used as objects of study in literary works because of their characteristics and emotional complexity that make the female point of view considered interesting for many authors. The role and position of women in Indonesian literature still shows the dominance of men over women. The idea that men control various fields in their roles, from politics, social, and culture, results in the assumption that women's position can be determined by men. This research is analyze the representation of women and forms of feminism in the novel Malam Seribu Jahanam by Intan Paramaditha. This novel offers a critical perspective on the various problems faced by women in the social, cultural, and gender contexts in society. The focus of the research lies on how women are portrayed, both as subjects and objects, as well as on the roles, identities, and power relations reflected in the storyline, characterization, and narration. The method used is descriptive qualitative analysis with the approach of feminism studies, especially liberal and radical theories. The main data is in the form of narrative text in the novel, which is analyzed to reveal gender values, social criticism, and power dynamics that affect women's position. In addition, this study also considers the cultural and historical context behind the writing of the novel. The results show that Malam Seribu Jahanam represents women as complex individuals, facing patriarchal pressure and gender injustice, but at the same time able to show resistance and autonomy. The work critically reflects the condition of women in the face of unequal social structures, and depicts their struggle to find identity and freedom. | |
| 44188 | 47570 | A1G022015 | Motivasi Perajin Gula Kelapa Cetak Di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Desa Pageraji yang terletak di Kecamatan Cilongok, merupakan desa sentra produksi gula kelapa di Kabupaten Banyumas. Industri gula kelapa cetak di Desa Pageraji menghadapi penurunan jumlah penderes akibat tingginya risiko kecelakaan dan rendahnya pendapatan yang tidak mencukupi Upah Minimum Kabupaten (UMK). Meskipun demikian, perajin tetap menjalankan usaha mereka karena dorongan ekonomi dan motivasi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis faktor pendorong dan penghambat perajin dalam menjalankan usaha gula kelapa cetak, dan 2) mengetahui keeratan hubungan antara faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi motivasi perajin di Desa Pageraji. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Obyek dalam penelitian ini adalah motivasi perajin gula kelapa cetak di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penentuan responden untuk pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode simple random sampling dan diperoleh sampel 119 orang. Analisis data dilakukan dengan uji intstrumen, analisis deskriptif, skala likert, dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan, jaminan pasar, dan kontinuitas usaha menjadi faktor pendorong utama perajin gula kelapa cetak di Desa Pageraji dalam menjalankan usaha. Tidak ada faktor penghambat yang dianggap dapat menghambat kegiatan usaha gula kelapa cetak, hanya faktor risiko perajin saat menderes nira dan keterikatan perajin dengan pengepul yang dinilai netral sebagai faktor penghambat. Jumlah tanggungan keluarga dan jaminan pasar memiliki korelasi paling kuat terhadap motivasi perajin gula kelapa cetak di Desa Pageraji (koefisien korelasi 0,98), diikuti oleh umur dan risiko perajin saat menderes nira (0,76), serta pendapatan dan kontinuitas usaha (0,52). | Pageraji Village in Cilongok Sub-district was the center of coconut and moulded coconut sugar production in Banyumas Regency. The mould coconut sugar industry in Pageraji Village was facing a decline in the number of penderes due to the high risk of accidents and low income that does not meet the District Minimum Wage (UMK). However, crafters continue to run their businesses due to economic pressure and motivation to fulfill their needs. This study aims to 1) analyze the driving and inhibiting factors of crafters in running a moulded coconut sugar business, and 2) determine the closeness of the relationship between internal and external factors that influence the motivation of crafters in Pageraji Village. The research was conducted using a survey method in Pageraji Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The focus of this study was to examine the motivation of moulded coconut sugar crafters in Pageraji Village. Respondents were selected through simple random sampling, resulting in a sample of 119 individuals. The data were analyzed using instrument testing, descriptive analysis, likert scale, and spearman rank correlation analysis. The results show that income, market security, and business continuity are the main motivating factors for moulded coconut sugar crafters in Pageraji Village running their businesses. There are no inhibiting factors that are considered to hinder the moulded coconut sugar business activities, only the risk factor of the crafters when extracting sap and the attachment of the crafters to middlemen, which are considered neutral as inhibiting factors. Family dependents and market security have the strongest correlation with the motivation of moulded coconut sugar crafters in Pageraji Village (correlation coefficient of 0.98), followed by age and risk (0.76), and income and business continuity (0.52). | |
| 44189 | 47571 | B1A020093 | Mortalitas dan Kesintasan Larva Aedes aegypti yang Terdedah Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana | Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama Demam Berdarah Dengue. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan yaitu dengan memutus siklus hidup nyamuk Ae. aegypti melalui stadium larvanya dengan menggunakan agensia pengendali hayati salah satunya adalah jamur Beauveria bassiana. Jamur B. bassiana menghasilkan metabolit sekunder toksik berupa beauvericin, bassianolide, asam oksalat, beauverolides, dan oosporein yang akan merusak jaringan tubuh larva Ae. aegypti dan menurunkan aktivitas dari larva tersebut hingga menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat mortalitas larva instar III dan pengaruh B. bassiana terhadap perkambangan dan persentase kesintasan larva hingga mencapai stadium dewasa. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025 di Laboratorium Entomologi dan Parasitologi serta Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 7 perlakuan. Perlakuan yang digunakan terdiri dari 5 tingkat pengenceran isolat jamur B. bassiana meliputi 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, dan 10-5, serta kontrol negatif dengan menggunakan akuades dan kontrol positif dengan menggunakan insektisida komersial berbahan aktif temefos. Setiap pengujian diulang sebanyak 4 kali dengan waktu pengamatan mortalitas larva instar III nyamuk Ae. aegypti selama 24 jam dan kesintasan diamati setiap 24 jam hingga mencapai stadium dewasa. Variabel bebas berupa tingkat pengenceran isolat jamur B. Bassiana dan variabel terikat berupa mortalitas larva Ae. aegypti. Parameter utama yaitu jumlah larva nyamuk Ae. aegypti yang mati pada setiap pengujian (konfirmasi jamur B. bassiana yang dapat diisolasi dari larva yang mati) dan kesintasan (pengaruh perkembangan larva instar III hingga mencapai stadium dewasa). Parameter pendukung yaitu faktor abiotik meliputi pengukuran suhu dan kelembaban ruangan serta suhu dan pH media uji. Data mortalitas larva yang telah diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, selanjutnya dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis diperoleh rerata persentase mortalitas tertinggi pada perlakuan tingkat pengenceran 10-1 sebesar 57,5% dan mortalitas terendah diperoleh pada perlakuan tingkat pengenceran 10-5 sebesar 5%. Infeksi B. bassiana memperlama perkembangan larva instar III menjadi pupa dan perkembangan pupa menjadi dewasa dengan rerata perkembangan terlama pada konsentrasi yang sama yaitu 10-3 masing-masing selama 4,25 dan 4,17 hari, menghambat perkembangan menjadi pupa dan dewasa, serta memengaruhi morfologi pupa dan dewasa Ae. aegypti. Rerata persentase kesintasan menjadi pupa dan dewasa yang terendah diperoleh pada tingkat pengenceran 10-1 yaitu masing- masing sebesar 30% dan 20%. Tingkat pengenceran 10-5 memiliki rerata persentase menjadi pupa dan dewasa tertinggi yaitu masing-masing sebesar 77,25% dan 82,5%. Faktor yang memengaruhi infeksi B. bassiana terhadap larva Ae. aegypti yaitu kerapatan spora dan kondisi lingkungan. | The Aedes aegypti mosquito is the main vector of dengue fever. One of the controls that can be done is by breaking the life cycle of the Ae. aegypti mosquito through its larval stage using biological control agents, one of which is the Beauveria bassiana fungus. The B. bassiana fungus produces toxic secondary metabolites in the form of beauvericin, bassianolide, oxalic acid, beauverolides, and oosporein which will damage the body tissues of Ae. aegypti larvae and reduce the activity of the larvae to cause death. The purpose of this study was to determine the mortality rate of third instar larvae and the effect of B. bassiana on the development and percentage of larval survival to reach the adult stage. The research was conducted from October 2024 to January 2025 at the Entomology and Parasitology Laboratory and the Mycology and Phytopathology Laboratory using experimental methods using a completely randomized design (CRD), consisting of 7 treatments. The treatments used consisted of 5 levels of dilution of B. bassiana fungal isolates including 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, and 10-5, as well as a negative control using distilled water and a positive control using a commercial insecticide made from temefos. Each test was repeated 4 times with observation time for mortality of instar III larvae of Ae. aegypti mosquitoes for 24 hours and survival was observed every 24 hours until they reached the adult stage. The independent variable is the dilution level of B. bassiana fungal isolate and the dependent variable is the mortality of Ae. aegypti larvae. The main parameters were the number of Ae. aegypti mosquito larvae that died in each test (confirmation of the B. bassiana fungus that can be isolated from dead larvae) and survival (the effect of the development of third instar larvae to reach the adult stage). Supporting parameters are abiotic factors including measurements of room temperature and humidity as well as temperature and pH of the test media. Larval mortality data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with 95% confidence level, followed by further tests using DMRT at 95% confidence level. The results of the analysis obtained the highest average percentage of mortality in the treatment of dilution level 10-1 at 57.5% and the lowest mortality was obtained in the treatment of dilution level 10-5 at 5%. B. bassiana infection prolongs the development of instar III larvae into pupae and the development of pupae into adults with the longest average development at the same concentration of 10-3 for 4.25 and 4.17 days, respectively, inhibits the development into pupae and adults, and affects the morphology of pupae and adults of Ae. aegypti. The lowest mean percentages of pupal and adult survival were obtained at the 10-1 dilution level at 30% and 20%, respectively. The 10-5 dilution level had the highest mean percentages of pupal and adult survival at 77.25% and 82.5%, respectively. Factors that influence B. bassiana infection of Ae. aegypti larvae are spore density and environmental conditions. | |
| 44190 | 47572 | F1B021083 | IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT PADA MANAJEMEN KINERJA KEPEGAWAIAN APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH DI BAPPELITBANGDA KABUPATEN PURBALINGGA | Sistem Informasi Pemerintahan Daerah yang disingkat SIPD merupakan pengelolaan informasi pembangunan daerah, informasi keuangan daerah, dan informasi pemerintah daerah yang saling terhubung untuk dimanfaatkan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana penerapan, faktor penghambat, dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada aspek-aspek yang disajikan dalam pelaksanaan menggunakan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024-2026 yang disajikan pada tahun 2023 laporan hasil evaluasi kinerja sistem akuntabilitas pemerintahan menunjukkan hasil “Baik” . Tetapi dalam penyusunannya masih terdapat kekurangan yaitu server yang kurang kuat dan sumber daya manusia yang masih perlu mendapat pelatihan, wawasan berkelanjutan dan evaluasi untuk menunjang kinerja pegawai. Pada aspek kelancarannya rutinitas fungsi dan dampak yang dikehendaki sudah menunjukkan hasil yang optimal. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan Publik, Penjenjangan Kinerja | The Regional Government Information System abbreviated as SIPD is the management of regional development information, regional financial information, and regional government information that are interconnected to be utilized in the implementation of regional development. The purpose of this study was to determine and analyze how the implementation, inhibiting factors, with the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 70 of 2019. The results of this study indicate that the aspects presented in the implementation using the Regional Government Information System of the Purbalingga Regency Government for the 2024-2026 Regional Development Plan (RPD) presented in 2023 the report on the results of the evaluation of the performance of the government accountability system showed "Good" results. However, in its preparation there are still shortcomings, namely the server is not strong enough and human resources still need training, continuous insight and evaluation to support employee performance. In terms of the smoothness of the routine of functions and the desired impact, it has shown optimal results. Keywords: Implementation of Public Policy, Performance Leveling | |
| 44191 | 47573 | A1D020011 | RESPON TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea var. capitata.) TERHADAP APLIKASI BERBAGAI KONSENTRASI 2,4 DIMETIL AMINA | Kubis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikembangkan, dan sebagai sumber nutrisi bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) telah lama menjadi sorotan utama para peneliti dan petani yang dapat memberikan kontribusi besar dalam keberhasilan usaha budidaya pertanian. Senyawa 2,4 Dimetil Amina merupakan jenis herbisida auksinik yang apabila digunakan dengan konsentrasi rendah dapat berfungsi sebagai Zat Pengatur Tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi konsentrasi ZPT 2,4 DMA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 1 faktor dengan lima tingkat taraf perlakuan konsentrasi ZPT 2,4 DMA yaitu 3,0 ppm, 2,25 ppm, 1,5 ppm, 0,5 ppm, 0 ppm (kontrol). Data yang diperoleh dari hasil penelitian dilakukan analisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ZPT 2,4 DMA yaitu 3,0 ppm merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kubis. ZPT 2,4 DMA dengan konsentrasi 3,0 ppm dapat meningkatkan tinggi tanaman kubis sebesar 10,2% (36,346 cm), jumlah daun sebesar 36,9% (17,24 helai), luas daun sebesar 5,26% (1027,2 cm2 ), diameter batang sebesar 0,48% (30,42 cm), jumlah klorofil sebesar 0,52% (6,497804), diameter krop sebesar 5,97% (14,04 cm), berat krop sebesar 16,7% (780,44 g), berat kering total sebesar 0,02 % (17,342 g), berat kering batang 12,44 % (14,8 g), berat kering akar sebesar 28,96% (4,4508 g), dan berat kering daun sebesr 11.59 % (16,2 g) dibandingankan perlakuan kontrol. | Cabbage is one of the most widely developed horticultural commodities, and a source of nutrition for the health of the Indonesian people. The provision of growth regulators (ZPT) has long been the main focus of researchers and farmers who can make a major contribution to the success of agricultural cultivation efforts. The compound 2,4 Dimethyl Amine is a type of auxinic herbicide which when used at low concentrations can function as a Growth Regulator. This study aims to examine the effect of 2,4 DMA concentration application on the growth and yield of cabbage plants. The study used a completely randomized design consisting of 1 factor with five levels of ZPT 2,4 DMA concentration treatment, namely 3.0 ppm, 2.25 ppm, 1.5 ppm, 0.5 ppm, 0 ppm (control). Data obtained from the results of the study were analyzed with ANOVA at the 5% level and continued with DMRT (Duncan Multiple Range Test). The results showed that the application of ZPT 2,4 DMA at 3.0 ppm was the best treatment for the growth and yield of cabbage plants. ZPT 2,4 DMA with a concentration of 3.0 ppm can increase the height of cabbage plants by 10.2% (36.346 cm), the number of leaves by 36.9% (17.24 strands), leaf area by 5.26% (1027.2 cm2), stem diameter by 0, 48% (30.42 cm), chlorophyll number by 0.52% (6.497804), crop diameter by 5.97% (14.04 cm), crop weight by 16.7% (780.44 g), total dry weight by 0.02% (17.342 g), keri weight by 10.2% (36.346 cm). | |
| 44192 | 47574 | C1B021096 | THE ROLE OF SOCIAL MARKETING CAMPAIGNS IN ENCOURAGING HOUSEHOLD WASTE SORTING BEHAVIOURAL INTENTIONS (A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY IN SALEM VILLAGE, SALEM DISTRICT, BREBES REGENCY) | Penelitian ini ada penelitian eksperimental (Quasi Eksperimen) pada masyarakat Desa Salem Kec. Salem, Kab. Brebes. Penelitian ini mengambil judul : ”Peran Kampanye Pemasaran Sosial Untuk Mendorong Niat Perilaku Pemilahan Sampah Studi Quasi Eksperimen di Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kampanye pemasaran sosial untuk meningkatkan niat pemilahan sampah rumah tangga. Jumlah responden yang diambil adalah 50 reponden. Purposive sampling digunakan dalam penentuan responden.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS menunjukkan bahwa : Kampanye Pemasaran Sosial berpengaruh positif terhadap Niat Perilaku Pemilahan Sampah Rumah Tangga.Implikasi dari Kesimpulan diatas yaitu dalam upaya meningkatkan niat pemilahan sampah rumah tangga, diperlukannya kampanye pemasaran sosial yang massif. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan fasilitas ruang untuk mengkampanyekan pemilahan sampah rumah tangga, dan di contohkan cara yang benar, dan kampanye pemasaran sosial haru menjangkau seluruh lapisan Masyarakat desa Salem, Kec. Salem, Kab. Brebes. | This research is a quasi-experimental study conducted in the Salem Village community, Salem District, Brebes Regency. The study is titled: “The Role of the Influence of Social Marketing Campaigns to Increase the Intention Behavioural of Waste Sorting: An Experimental Study in Salem Village, Salem District, Brebes Regency.”The purpose of this research is to examine the impact of social marketing campaigns on improving the intention to sort household waste. The number of respondents involved in this study is 50, selected using purposive sampling. Based on the research findings and data analysis using SPSS, it was shown that social marketing campaigns have a positive effect on the intention to sort household waste.The implication of this conclusion is that, to increase the intention to sort household waste, a massive social marketing campaign is needed. Efforts that can be made include providing facilities and spaces for promoting waste sorting, demonstrating proper waste sorting methods, and ensuring the social marketing campaigns reach all layers of the Salem Village community, Salem District, Brebes Regency. | |
| 44193 | 47575 | A1D020173 | ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI RIZOSFER PADI PADA SISTEM PERTANIAN ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA MERDEN KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA | Di Desa Merden terdapat dua sistem budidaya yaitu sistem pertanian organik dan sistem pertanian konvensional atau anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi bakteri rizosfer pada lahan pertanian padi sistem organik dan anorganik, dan mengetahui potensi PGPR pada pertanian organik dan anorganik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024-Juni 2024 di Unit Mikrobiologi Laboratorium Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit dengan teknik pengambilan secara diagonal. Sampel tanah yang diperoleh kemudian dilakukan isolasi bakteri menggunakan metode pour plate pada medium Nutrient Agar. Isolat yang telah diperoleh selanjutnya dilakukan karakterisasi morfologi makroskopis dan morfologi mikroskopis, serta uji potensi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi bakteri rizosfer yang berasal dari lahan pertanian organik lebih tinggi yaitu sebesar 12,34 x 108 CFU/mL dibandingkan dengan lahan anorganik yang hanya sebesar 1,91 x 108 CFU/ml. Setiap isolat bakteri memiliki morfologi yang berbeda, namun terdapat beberapa isolat yang sama dari sampel lahan pertanian organik (OG) dan lahan pertanian anorganik (ANK), yaitu OG6 dan ANK7 memiliki bentuk tidak beraturan, ukuran titik, tepi undulate, elevasi datar, dan warna putih, serta OG10, ANK1, dan ANK2 memiliki bentuk bulat, ukuran sedang, tepi entire, elevasi datar, dan warna putih. Lahan organik memiliki 1 bakteri Gram negatif dan 9 Gram positif, sedangkan lahan anorganik memiliki 2 bakteri Gram negatif dan 8 bakteri Gram positif dengan bentuk sel basil, kokus, dan spirilli. Hasil pengujian potensi PGPR menunjukkan bahwa seluruh isolat bakteri lahan organik memiliki kemampuan menambat nitrogen, sedangkan isolat bakteri lahan anorganik yang memiliki kemampuan menambat nitrogen yaitu ANK2, ANK3, ANK5, dan ANK8. Isolat yang memiliki kemampuan melarutkan fosfat yaitu OG4, OG6 dan OG9. | In Merden Village there are two cultivation systems, namely organic farming systems and conventional or inorganic farming systems. This research aims to determine the population of rhizosphere bacteria in organic and inorganic rice farming systems, and determine the potential of PGPR in organic and inorganic farming. This research was carried out in March 2024-June 2024 at the Microbiology Unit of the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Soil samples were taken compositely using a diagonal sampling technique. The soil samples obtained were then isolated for bacteria using the pour plate method on Nutrient Agar medium. The isolates that were obtained were then characterized by macroscopic morphology and microscopic morphology, as well as testing for PGPR potential. The research results showed that the population of rhizosphere bacteria originating from organic agricultural land was higher, namely 12.34 x 108 CFU/mL compared to inorganic land which was only 1.91 x 108 CFU/ml. Each bacterial isolate has a different morphology, but there are several isolates that are the same from organic agricultural land (OG) and inorganic agricultural land (ANK) samples, namely OG6 and ANK7 have irregular shapes, point sizes, undulate edges, flat elevations, and colors. white, as well as OG10, ANK1, and ANK2 have a round shape, medium size, entire edge, flat elevation, and white color. Organic land has 1 Gram-negative and 9 Gram-positive bacteria, while inorganic land has 2 Gram-negative bacteria and 8 Gram-positive bacteria in the form of bacilli, cocci and spirilli cells. The results of PGPR potential testing showed that all organic land bacterial isolates had the ability to fix nitrogen, while the inorganic land bacterial isolates that had the ability to fix nitrogen were ANK2, ANK3, ANK5, and ANK8. Isolates that have the ability to dissolve phosphate are OG4, OG6 and OG9. | |
| 44194 | 47576 | F1F018005 | Analisis Sustainable Development Diplomacy Poin 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan di Ethiopia Tahun 2015-2020 | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya diplomasi pembangunan berkelanjutan dalam mencapai tujuan pembangunan global, khususnya dalam konteks negara berkembang seperti Ethiopia. Sebagai bagian dari Agenda 2030, Poin ke-17 Sustainable Development Goals (SDGs) menekankan kemitraan internasional sebagai faktor utama dalam mendukung implementasi pembangunan berkelanjutan. Ethiopia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat masih menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, bergantung pada kemitraan strategis untuk mempercepat pencapaian target pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sustainable Development Diplomacy dalam SDGs Poin 17 di Ethiopia pada periode 2015–2020. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data sekunder diperoleh dari jurnal akademik, laporan kebijakan, serta publikasi dari organisasi internasional. Analisis dilakukan menggunakan konsep Sustainable Development Diplomacy dengan tujuh diagnostik utama dalam diplomasi pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ethiopia menjalin kemitraan strategis dengan berbagai aktor internasional, seperti Korea Selatan melalui KOICA, China melalui Belt and Road Initiative (BRI), serta Uni Eropa melalui program pendanaan pembangunan. Kemitraan ini berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan sektor ekonomi. Namun, terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti ketergantungan pada investasi asing, ketidakseimbangan dalam hubungan antar pihak, serta dinamika politik domestik yang memengaruhi efektivitas kerja sama. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah fokus yang hanya pada periode 2015–2020 dan ketergantungan pada data sekunder yang dapat mengalami keterbatasan aksesibilitas dan objektivitas. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dengan pendekatan studi kasus lapangan disarankan untuk memperdalam analisis mengenai efektivitas kemitraan dalam diplomasi pembangunan berkelanjutan. | This study is motivated by the importance of sustainable development diplomacy in achieving global development goals, particularly in the context of developing countries such as Ethiopia. As part of the 2030 Agenda, Sustainable Development Goal (SDG) 17 emphasizes international partnerships as a key factor in supporting the implementation of sustainable development. Ethiopia, as a country experiencing rapid economic growth but still facing social and economic challenges, relies on strategic partnerships to accelerate the achievement of its development targets. This study aims to analyze the implementation of Sustainable Development Diplomacy within SDG 17 in Ethiopia during the 2015–2020 period. The research employs a qualitative descriptive method with a literature review approach. Secondary data were obtained from academic journals, policy reports, and publications from international organizations. The analysis was conducted using the concept of Sustainable Development Diplomacy, focusing on seven key diagnostics in sustainable development diplomacy. The results showed that Ethiopia established strategic partnerships with various international actors, such as South Korea through KOICA, China through the Belt and Road Initiative (BRI), and the European Union through development funding programs. These partnerships contributed to infrastructure development, human resource capacity building, and economic sector strengthening. However, challenges were identified in the implementation, including dependence on foreign investment, imbalances in partnerships, and domestic political dynamics affecting the effectiveness of cooperation. The limitation of this study lies in its focus solely on the 2015–2020 period and its reliance on secondary data, which may have limitations in accessibility and objectivity. Therefore, further research using a field case study approach is recommended to deepen the analysis of partnership effectiveness in sustainable development diplomacy. | |
| 44195 | 47577 | F1A018097 | ANALISIS RISIKO DALAM INDUSTRI PERTAMBANGAN PASIR DAN REALISASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI DESA LAMUK KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA | Sungai Pekacangan memiliki potensi sumber daya alam yang kaya akan pasir batu. Kondisi ini mendorong munculnya pertambangan pasir yang ingin memanfaatkan potensi tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Adanya aktivitas pertambangan tentunya memunculkan suatu risiko bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana risiko yang ditimbulkan dalam Industri pertambangan pasir dan realisasi pengelolaan lingkungan di Desa Lamuk Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Desain penelitian kualitatif digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi agar dapat memahami permasalahan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kepentingan antara masyarakat dengan pertambangan yang kemudian memicu konflik horizontal maupun vertikal. Kehadiran pertambangan juga menimbulkan risiko ekonomi dengan adanya ketimpangan baik secara pembangunan maupun ekonomi terlebih adanya pengambilalihan ekologis yang diperparah dengan praktik sewa lahan untuk memperluas wilayah pertambangan. Sementara itu, kepemilikan AMDAL tidak lantas menjamin terhindarnya kerusakan lingkungan. Adannya perusahaan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi sungai yang berisiko meningkatkan banjir dan kerusakan lingkungan. Alhasil adanya pertambangan telah menimbulkan risiko sosial, ekonomi, dan lingkungan. Adapun dalam realisasi pengelolaan lingkungan pihak perusahaan telah memiliki rencana dalam mengelola lingkungan dan telah melakukan reklamasi serta kegiatan pasca tambang. Namun, dalam realisasinya masih belum menyentuh seluruh wilayah yang terdampak. Sedangkan untuk program CSR masih berbentuk charity belum menekankan pada pemberdayaan masyarakat. | The Pekacangan River has a rich natural resource potential in terms of sand and stone. This condition has encouraged the emergence of sand mining which aims to utilize this potential to meet the needs of development. The presence of mining activities certainly poses a risk to the surrounding community. This study aims to determine the risks posed by the sand mining industry and the realization of environmental management in Lamuk Village, Kejobong District, Purbalingga Regency. A qualitative research design was used through interview, observation, and documentation techniques to understand the problems in this study. The results of the study show that there are differences in interests between the community and mining which then trigger both horizontal and vertical conflicts. The presence of mining also causes economic risks with disparities in both development and economics, especially with the ecological takeover exacerbated by the practice of leasing land to expand mining areas. Meanwhile, the ownership of an EIA does not guarantee that environmental damage will not occur. The presence of the company has caused changes in the river conditions which risk increasing floods and environmental damage. As a result, the presence of mining has caused social, economic, and environmental risks. In terms of environmental management implementation, the company has plans for environmental management and has carried out reclamation and post-mining activities. However, in its implementation, it has not yet reached all affected areas. Meanwhile, for CSR programs, it is still in the form of charity and has not emphasized community empowerment. | |
| 44196 | 47579 | E1A020018 | IMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM REHABILITASI SOSIAL BAGI PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS MENTAL (Studi di Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental Martani,Kab.Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi hukum program rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas mental serta faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum program rehabilitasi sosial bagi perempuan penyandang disabilitas mental di Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental Martani Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis yuridis empiris. Pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen. Metode pengolahan data menggunakan teknik reduksi data, display data, dan kategorisasi data yang disajikan secara teks naratif. Analisis data dengan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum program rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas mental di Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental Martani Kab.Cilacap telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter sebagai berikut: tahap pendekatan awal terlaksana dengan baik; tahap pengungkapan dan pemahaman masalah terlaksana dengan baik; tahap penyusunan rencana pemecahan masalah terlaksana dengan baik; tahap pemecahan masalah terlaksana dengan baik; tahap resosialisasi terlaksana dengan baik; tahap terminasi terlaksana dengan baik; tahap bimbingan lanjut terlaksana dengan baik. Terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat yang cenderung memengaruhi implementasi hukum program rehabilitasi sosial bagi perempuan penyandang disabilitas mental. Faktor pendukung meliputi sarana dan prasarana yang lengkap; terpenuhinya Sumber Daya Manusia; adanya dukungan dari pihak keluarga dan lingkungan masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi persetujuan keluarga yang tidak mudah didapatkan; kondisi kesehatan fisik penerima manfaat yang tidak prima; adanya kasus tidak diterima kembalinya penerima manfaat oleh keluarga dan lingkungan masyarakat; tidak adanya dokter yang siaga (stand by) di RSPDM Martani. | This study aims to determine and analyze the legal implementation of social rehabilitation programs for women with mental disabilities and factors that tend to influence the legal implementation of social rehabilitation programs for women with mental disabilities at the Martani Mental Disability Social Service House, Cilacap Regency. This research uses a qualitative research approach method with an empirical juridical analysis approach. Research sampling using purposive sampling. The types of data used include primary and secondary data obtained using interviews, literature studies, and document studies. Data processing methods using data reduction techniques, data display, and data categorization presented in narrative text. Data analysis using content analysis and comparative analysis methods. The results showed that the legal implementation of social rehabilitation programs for persons with mental disabilities at the Martani Mental Disability Social Service House, Cilacap Regency has been well implemented. This can be seen from the following parameters: the initial approach stage is well implemented; the disclosure and understanding of the problem stage is well implemented; the problem-solving plan preparation stage is well implemented; the problem-solving stage is well implemented; the resocialization stage is well implemented; the termination stage is well implemented; the further guidance stage is well implemented. There are supporting factors and inhibiting factors that tend to influence the legal implementation of social rehabilitation programs for women with mental disabilities. Supporting factors include complete facilities and infrastructure; fulfillment of Human Resources; support from the family and community environment, while inhibiting factors include family approval that is not easy to obtain; the physical health condition of the beneficiaries is not excellent; there are cases that the beneficiaries are not accepted by the family and community environment; there is no doctor on (standby) at RSPDM Martani. | |
| 44197 | 47578 | A1D020026 | Eksplorasi dan Karakterisasi Plant Growth Promoting Rhizobakteria pada Pertanaman Kopi Robusta, Budidaya Organik Dan Konvensional | PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) merupakan bakteri tanah pada daerah perakaran tanaman (rizosfer) yang menyediakan unsur hara untuk pertumbuhan, perkembangan, dan perlindungan tanaman. Beberapa kemampuan PGPR, yaitu melarutkan fosfat dan mengikat nitrogen atmosfer. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan populasi, mengetahui keragaman dan mengetahui potensi PGPR tanaman kopi budidaya organik dan konvensional. Penelitian ini dilakukan di Lab Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Juni hingga Oktober 2024. Prosedur kerja penelitian meliputi pengambilan sampel, peremajaan isolat bakteri, dan uji karakter PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi bakteri rizosfer yang berasal dari lahan pertanian organik lebih tinggi, yaitu 6,8 x 10^9 cfu/ml. dibandingkan dengan lahan konvensional 4,35 x 10^9 cfu/ml. Hasil uji PGPR menunjukkan 9 isolat (03, 07, 08, 09, 010, KO1, KO2, КОЗ, КО6, dan KO7) mampu memfiksasi nitrogen, 3 isolat (03, 08, dan 09 mampu melarutkan fosfat. | PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) are soil bacteria in the plant root zone (rhizosphere) that provide nutrients for plant growth, development, and protection. Some of PGPR's abilities are dissolving phosphate and fixing atmospheric nitrogen. Therefore, this study aims to determine the differences in population, determine the diversity and determine the potential of PGPR in organic and conventional coffee plants. This research was conducted at the Agroecology Lab, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman from June to October 2024. The research work procedure includes sampling, rejuvenation of bacterial isolates, and PGPR character tests. The results showed that the population of rhizosphere bacteria from organic farming land was higher, namely 6.8 x 10^9 cfu/ml, compared to conventional land 4.35 x 10^9 cfu/mL PGPR test results showed that 9 isolates (03, 07, 08, 09, 010, ΚΟΙ, KO2, KO3, KO6, and KO7) were able to fix nitrogen, 3 isolates (03, 08, and 09) were able to dissolve phosphate. | |
| 44198 | 47581 | F1F020024 | Analisis Perubahan Arah Kebijakan Luar Negeri Korea Selatan Di Bawah Kepemimpinan Yoon Suk Yeol Terhadap Keamanan di Semenanjung Korea (2022-2024) | Penelitian ini menganalisis perubahan kebijakan luar negeri Korea Selatan di bawah kepemimpinan Presiden Yoon Suk Yeol terhadap keamanan di Semenanjung Korea pada periode 2022-2024. Berbeda dengan pendahulunya, Moon Jae-in, yang mengedepankan pendekatan diplomasi dan kerja sama melalui New Sunshine Policy, kebijakan Yoon Suk Yeol cenderung lebih keras dan konfrontatif melalui Audacious Initiative. Faktor utama yang mendorong perubahan kebijakan ini adalah guncangan eksternal, yaitu meningkatnya ancaman keamanan dari Korea Utara, termasuk uji coba rudal balistik dan pengembangan senjata nuklir. Sedangkan, faktor-faktor pendorong lainnya yaitu adanya dorongan pemimpin, advokasi birokrasi, dan restrukturisasi domestik. Melalui pendekatan yang berbasis pada konsep perubahan kebijakan luar negeri Charles F. Hermann, penelitian ini mengidentifikasi bahwa perubahan kebijakan Yoon Suk Yeol mencakup empat tingkat: perubahan penyesuaian (adjustment changes), perubahan program (program changes), perubahan masalah/tujuan (problem/goals changes), dan perubahan orientasi internasional (international orientation changes). Kebijakan tersebut diwujudkan dalam peningkatan kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat dan Jepang, peningkatan pertahanan militer, serta denuklirisasi sebagai syarat utama melakukan kerja sama. Meskipun kebijakan ini memperkuat aliansi internasional Korea Selatan, implementasinya juga meningkatkan ketegangan dengan Korea Utara, yang semakin enggan untuk berdialog dan justru semakin meningkatkan pengembangan senjata nuklirnya. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar Korea Selatan mengadopsi pendekatan yang lebih seimbang antara tekanan militer dan diplomasi untuk menjaga stabilitas keamanan di Semenanjung Korea. | This study analyzes the changes in South Korea's foreign policy under the leadership of President Yoon Suk Yeol towards security on the Korean Peninsula in the 2022-2024 period. Unlike his predecessor, Moon Jae-in, who prioritized diplomacy and cooperation through the New Sunshine Policy, Yoon Suk Yeol's policy tends to be tougher and more confrontational through the Audacious Initiative. The main factor driving this policy change is external shocks, namely increasing security threats from North Korea, including ballistic missile tests and nuclear weapons development. Other driving factors included leader driven, bureaucratic advocacy, and domestic restructuring. Through an approach based on Charles F. Hermann's concept of foreign policy change, this study identifies that Yoon Suk Yeol's policy changes include four levels: adjustment changes, program changes, problem/goals changes, and international orientation changes. The policy is manifested in increased security cooperation with the United States and Japan, increased military defense, and denuclearization as the main condition for cooperation. Although this policy strengthens South Korea's international alliances, its implementation also increases tensions with North Korea, which is increasingly reluctant to dialogue and is increasing its nuclear weapons development. Therefore, this study recommends that South Korea adopt a more balanced approach between military pressure and diplomacy to maintain security stability on the Korean Peninsula. | |
| 44199 | 47580 | E1A020193 | Implementasi Hukum Pemberdayaan Perempuan dalam Bidang Kesehatan untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Perempuan (Studi di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banyumas) | Pemberdayaan perempuan dalam bidang kesehatan merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kesetaraan gender dan juga salah satu hal yang paling krusial karena kesehatan perempuan bersifat khas dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis implementasi hukum serta faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum pemberdayaan perempuan dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan perempuan di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Adapun jenis dan sumber data yang digunakan, yakni data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumenter. Data yang diperoleh diolah dengan cara reduksi dan kategorisasi data serta penyajian data dengan menggunakan teks naratif dan matriks kualitatif. Metode analisis yang digunakan adalah analisis konten dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum pemberdayaan perempuan dalam bidang kesehatan di DPPKBP3A Kabupaten Banyumas telah berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari baiknya perencanaan kegiatan pemberdayaan perempuan dalam bidang kesehatan; baiknya pelaksanaan kegiatan pemberdayaan perempuan dalam bidang kesehatan; dan baiknya monitoring dan evaluasi kegiatan pemberdayaan perempuan dalam bidang kesehatan. Faktor yang cenderung memengaruhi terdapat faktor pendukung yang meliputi, tersedianya aturan pelaksana; tersedianya sarana dan prasana; adanya kesadaran berorganisasi masyarakat; adanya antusiasme perempuan untuk lebih berdaya dari sebelumnya; dan adanya sinergi dari berbagai unsur pemangku kepentingan. Faktor penghambat meliputi, kurang memadainya jumlah sumber daya manusia (SDM) dalam internal DPPKBP3A; kurang optimalnya ketersediaan dan akurasi data; dan masih adanya stigma buruk masyarakat dalam memandang program KB dan kesehatan reproduksi. | Women's empowerment in the health sector is one of the efforts to increase gender equality and is also one of the most crucial things because women's health is unique and complex. This study aims to review and analyze the legal implementation and factors that tend to affect the legal implementation of women's empowerment in the health sector to improve the degree of women's health in the Population Control and Family Planning and Women's Empowerment and Child Protection (DPPKBP3A) Office of Banyumas Regency. This research is qualitative research with an empirical juridical approach. The types and sources of data used, namely primary data and secondary data. The data collection method was carried out by interviews, literature studies, and documentary studies. The data obtained was processed using data reduction and categorization and data presentation using narrative text and qualitative matrix. The analysis methods used are content analysis and comparative analysis. The results of the study show that the legal implementation of women's empowerment in the health sector in the DPPKBP3A of Banyumas Regency has been going well, this can be seen from the good planning of women's empowerment activities in the health sector; the good implementation of women's empowerment activities in the health sector; and the good monitoring and evaluation of women's empowerment activities in the health sector. Factors that tend to affect supporting factors include implementing rules; availability of facilities and infrastructure; community organizational awareness; the enthusiasm of women to be more empowered than before; and the synergy of various stakeholder elements. Inhibiting factors include the inadequate number of human resources within the DPPKBP3A; less optimal data availability and accuracy; and the bad stigma still in the community regarding family planning programs and reproductive health. | |
| 44200 | 47602 | F1B020082 | EFEKTIVITAS PELAYANAN PROGRAM SAMSAT KELILING DALAM PENINGKATAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN BANYUMAS | SAMSAT Keliling dirancang untuk kemudahan pembayaran PKB, mengurangi antrian di SAMSAT Induk, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak. Pada pelaksanaannya, Program SAMSAT Keliling telah berkembang dengan baik dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan mampu mempermudah masyarakat dalam pembayaran PKB. SAMSAT Keliling dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlunya kemudahan akses untuk membayar pajak kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelayanan program SAMSAT Keliling dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian efektivitas pelayanan SAMSAT Keliling dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraaan bermotor di Kabupaten Banyumas yaitu: 1) aspek keberhasilan program, pada tahap ini UPPD Kabupaten Banyumas telah melayani wajib pajak dengan tepat waktu, dan pelayanan pembayaran PKB dilakukan dengan proses yang cepat dan efisien; 2) aspek keberhasilan sasaran, menunjukkan sasaran yang tepat dengan layanan pada daerah membutuhkan layanan SAMSAT Keliling; 3) aspek kepuasan terhadap program, menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari masyarakat terkait dengan adanya program SAMSAT Keliling; 4) aspek tingkat input dan output, menunjukan besarnya output yang diterima lebih besar daripada input dari adanya SAMSAT Keliling yang dikatakan bahwa program ini telah efektif; 5) Aspek pencapaian tujuan menyeluruh, dari tujuan awal yang ingin dicapai sudah memenuhi target mulai dari kemudahan dalam pembayaran PKB. | Mobile SAMSAT is designed to facilitate PKB payments, reduce queues at the Main SAMSAT, and increase taxpayer compliance. In its implementation, the Mobile SAMSAT Program has developed well with the achievement of the objectives that have been set to facilitate the community in paying PKB. Mobile SAMSAT can meet the needs of the community for easy access to pay vehicle taxes. This research aims to determine the effectiveness of the Mobile SAMSAT program service in increasing compliance with motor vehicle taxpayers in Banyumas Regency. This study uses a qualitative approach with a purposive sampling technique. The results of the study on the effectiveness of the Mobile SAMSAT service in increasing compliance with motor vehicle taxpayers in Banyumas Regency are: 1) aspects of program success, at this stage the Banyumas Regency UPPD has served taxpayers on time, and PKB payment services are carried out with a fast and efficient process; 2) aspects of target success, showing the right target with services in areas requiring Mobile SAMSAT services; 3) aspects of satisfaction with the program, showing a high level of satisfaction from the community regarding the Mobile SAMSAT program; 4) aspects of input and output levels, showing that the amount of output received is greater than the input from the existence of Mobile SAMSAT which states that this program has been effective; 5) Aspects of achieving overall goals, from the initial goals to be achieved have met the target starting from the ease of paying PKB. |