Artikelilmiahs

Menampilkan 44.081-44.100 dari 48.761 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4408147468A1D020138Eksplorasi dan Karakterisasi Bakteri Rizosfer Tanaman Kapulaga
(Elettaria cardamomum) pada Lahan di Bawah Naungan & Lahan
Tanpa Naungan
Desa Baseh merupakan salah satu sentra produksi kapulaga di Banyumas. Budidaya kapulaga dibagi menjadi dua, yaitu sistem naungan dan tanpa naungan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan populasi bakteri rizosfer tanaman kapulaga ternaungi dan tidak ternaungi, 2) mendapatkan isolat bakteri rizosfer tanaman kapulaga ternaungi dan tidak ternaungi yang berpotensi menjadi PGPR. Pengambilan sampel tanah dilaksanakan di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Tahapan isolasi dan karakterisasi bakteri dilakukan di Laboratorium Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Agustus 2024. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit dengan teknik pengambilan secara diagonal. Bakteri diisolasi dari sampel tanah menggunakan metode cawan tuang pada medium Nutrient Agar (NA). Koloni bakteri yang tumbuh dihitung populasinya dengan metode TPC dan dikelompokkan berdasarkan karakter morfologi makroskopis meliputi ukuran, bentuk, elevasi, tepi, dan warna. Setiap karakter koloni bakteri dimurnikan pada medium NA. Isolat murni diuji karakter PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi bakteri rizosfer kapulaga dengan naungan 213 x 109 cfu/gram lebih tinggi daripada populasi bakteri rizosfer tanpa naungan 66 x 109 cfu/gram. Sembilan isolat bakteri didapatkan dari sampel naungan dan sembilan isolat bakteri sampel tanpa naungan. Enam isolat sampel naungan dan enam isolat sampel tanpa naungan memiliki karakter PGPR. Isolat bakteri rizosfer tanaman kapulaga memiliki karakter PGPR, yaitu penambat nitrogen (isolat N4, N6, N7, N12, TN3, TN7, TN8 dan TN11); pelarut fosfat (isolat N2, N6, N11, N12, TN2, TN6 dan TN7), penambat nitrogen dan pelarut fosfat (isolat N6, N12, dan TN7). Bakteri rizosfer tanaman kapulaga berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman melalui karakter PGPR yang ditunjukkan. Baseh Village is one of the cardamom production centers in Banyumas. Cardamom cultivation is divided into two, shading system and without shade system. This study aims to 1) determine differences in population of rhizosphere bacteria of shaded and without shade cardamom plants, 2) obtain isolates of rhizosphere bacteria of shaded and without shade cardamom plants that have the potential to become PGPR. Soil sampling was carried out in Baseh Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The isolation and characterization stages of bacteria were carried out at the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The research was conducted from May to August 2024. Soil sampling was done compositely with diagonal collection technique. Bacteria were isolated from soil samples using the pour cup method on Nutrient Agar (NA) medium. The growing bacterial colonies were counted using the TPC method and grouped based on macroscopic morphological characters including size, shape, elevation, edge, and color. Each bacterial colony character was purified on NA medium. Pure isolates were tested for PGPR characters. The results showed that the population of cardamom rhizosphere bacteria with shade 213 x 107 cfu/gram was higher than the population of rhizosphere bacteria without shade 66 x 107 cfu/gram. Nine bacterial Isolates were obtained from the shaded sample and nine bacterial Isolates from the without shaded sample. Six Isolates of the shade sample and six Isolates of the without shade sample have PGPR characters. Cardamom plant rhizosphere bacterial isolates have PGPR characters, nitrogen fixers (Isolates N4, N6, N7, N12, TN3, TN7, TN8 and TN11); phosphate solvents (Isolates N2, N6, N11, N12, TN2, TN6 and TN7), nitrogen fixers and phosphate solvents (Isolates N6, N12, and TN7). Cardamom rhizosphere bacteria have the potential to support plant growth through the PGPR characters shown.
4408247469F1B021056ANALISIS PENERAPAN PRINSIP TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DALAM MENINGKATKAN PUBLIC TRUST
Banyaknya pengaduan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum khususnya kejaksaan menunjukkan bahwa kinerja kejaksaan kurang transparan dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sebenarnya penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam meningkatkan public trust pada Kejaksaan Negeri Purbalingga melalui teori good governance menurut Sedarmayanti (2004) yang terdiri dari aspek transparansi dan akuntabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas belum berjalan dengan baik, antara lain tidak adanya sosialisasi mengenai informasi pelayanan perkara tindak pidana pencurian, informasi publik pada PPID belum diperbarui setiap 6 bulan sekali, tidak adanya laporan kinerja dan laporan keuangan yang ditransparansikan. Pada sub aspek tingkat ketelitian, profesionalitas pegawai, dan kejelasan aturan masih belum optimal. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam meningkatkan public trust pada Kejaksaan Negeri Purbalingga masih belum berjalan dengan baik. Transparansi dan akuntabilitas perlu ditingkatkan guna meningkatkan public trust pada Kejaksaan Negeri Purbalingga.The numerous public complaints about law enforcement institutions, particularly the prosecution office, indicate that the performance of the prosecution lacks transparency and accountability. This research aims to analyze the implementation of transparency and accountability principles in enhancing public trust at the Purbalingga District Attorney's Office using the good governance theory by Sedarmayanti (2004), which includes aspects of transparency and accountability. The research employs a descriptive qualitative method with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the implementation of transparency and accountability principles has not been well-executed. For instance, there is no socialization of information regarding theft case services, public information on the PPID has not been updated every six months, and performance and financial reports are not disclosed transparently. Additionally, the sub-aspects of meticulousness, employee professionalism, and clarity of regulations remain suboptimal. The conclusion of this research is the implementation of transparency and accountability principles to enhance public trust at the Purbalingga District Attorney's Office has not been effective. Transparency and accountability need to be improved to strengthen public trust in the Purbalingga District Attorney's Office.
4408347471C1A021076Analisis Pengaruh Smart Governance Terhadap PDRB dalam Upaya Mewujudkan Smart City di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Smart Governance terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam upaya mewujudkan Smart City di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah tahun 2023. Indikator pengukuran Smart Governance menggunakan variabel Indeks Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Investasi (PMA dan PMDN), serta Indeks Daya Saing Daerah (IDSD). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan model analisis regresi linier berganda data Cross Section. Sebanyak 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah menjadi lokasi penelitian ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Smart Governance melalui Indeks SPBE, Investasi (PMA dan PMDN), serta IDSD mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap PDRB per kapita Atas Dasar Harga Berlaku. Secara parsial, Investasi (PMA dan PMDN) dan IDSD memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan Indeks SPBE berpengaruh positif, namun tidak signifikan secara statistik.
Temuan ini menekankan bahwa pemerintah dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem Smart Governance yang inklusif dan produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta melakukan sinergi kebijakan dalam Smart Governance yang memastikan bahwa kebijakan yang diambil saling mendukung dan bekerja secara bersama-sama untuk menciptakan hasil yang maksimal dalam pembangunan ekonomi daerah.
This study aims to determine the effect of Smart Governance on Gross Regional Domestic Product (GRDP) in an effort to realize Smart City in the Regency / City of Central Java Province in 2023. Smart Governance measurement indicators use the Electronic-Based Government Index (SPBE) variable, Investment (FDI and DCI), and the Regional Competitiveness Index (IDSD). This research uses quantitative research with multiple linear regression analysis models of Cross Section data. A total of 35 districts / cities in Central Java Province are the location of this research.
The results of this study indicate that, Smart Governance through the SPBE Index, Investment (FDI and DCI), and IDSD have a significant influence on GRDP per capita at current prices. Partially, Investment (FDI and DCI) and IDSD have a positive and significant effect, while the SPBE Index has a positive effect, but is not statistically significant.
These findings emphasize that the government and society need to collaborate in creating an inclusive and productive Smart Governance ecosystem to encourage sustainable economic growth and synergize policies in Smart Governance that ensure that the policies taken support each other and work together to create maximum results in regional economic development.
4408447473I1A021068ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI
PEMANFAATAN PELAYANAN SKRINING PENYAKIT TIDAK
MENULAR PROGRAM GASING PUTAR DI WILAYAH KERJA
PURWOKERTO BARAT PADA TAHUN 2024
Latar belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, termasuk di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 73% kematian di Indonesia disebabkan oleh PTM. Rendahnya kesadaran deteksi dini dan keterlambatan diagnosis menjadi kendala utama pengendalian PTM. Puskesmas Purwokerto Barat mengembangkan program inovatif bernama Program Gasing Putar untuk meningkatkan skrining PTM pada usia produktif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan masyarakat terkait pemanfaatan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Pemanfaatan Gasing Putar sebagai variabel dependen dianalisis terhadap pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, aksesibilitas, persepsi tenaga kesehatan, dan kemudahan informasi sebagai variabel bebas. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji normalitas, univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian: Terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan, pengetahuan, kemudahan informasi, dan aksesibilitas terhadap pemanfaatan Program Gasing Putar. Variabel kemudahan informasi memiliki pengaruh terbesar terhadap pemanfaatan layanan, dengan nilai odds ratio sebesar 45,364, menunjukkan bahwa masyarakat yang dapat mengakses informasi dengan mudah cenderung untuk memanfaatkan program dibanding masyarakat dengan akses informasi sulit. Variabel pekerjaan memengaruhi pemanfaatan program dengan OR sebesar 0,178, masyarakat yang tidak bekerja cenderung untuk memanfaatkan program dibanding yang tidak
Kesimpulan: Kemudahan informasi (OR=45.364) dan pekerjaan (OR=0,178) memengaruhi pemanfaatan Program Gasing Putar di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Program perlu ditingkatkan dengan memperbanyak akses informasi melalui media digital dan penyesuaian kembali jam layanan agar lebih banyak masyarakat ikut serta dalam skrining PTM.
Kata Kunci: Pemanfaatan, PTM, Program Gasing Putar.
Background: Non-Communicable Diseases (NCDs) are the leading cause of global
morbidity and mortality, including in Indonesia, where 73% of deaths are attributed to
NCDs according to the Ministry of Health. Low awareness of early detection and delays
in diagnosis remain major obstacles to NCD control. The Purwokerto Barat Community
Health Center developed an innovative program
called Gasing Putar to enhance NCD screening among the productive age group. This
study aims to identify community challenges related to the utilization of health services
in the area.
Methodology: A quantitative study with a cross-sectional design was conducted in the
Purwokerto Barat Community Health Center work area. The utilization of Gasing Putar
as the dependent variable was analyzed against independent variables including
education, occupation, knowledge, accessibility, perceptions of healthcare workers, and
ease of information access. Data were collected through questionnaires and analyzed
using normality tests, univariate, bivariate, and multivariate analyses.
Results: There is a significant relationship between occupation, knowledge, ease of
information access, and accessibility with the utilization of the Gasing Putar program.
Ease of information access had the most substantial influence, with an odds ratio (OR)
of 45.364, indicating that individuals with easy access to information were more likely
to utilize the program compared to those with limited access. Occupation also influenced
utilization, with an OR of 0.178, showing that unemployed individuals were more likely
to participate in the program compared to employed individuals.
Conclusion: Ease of information access (OR=45.364) and occupation (OR=0.178)
significantly influenced the utilization of the Gasing Putar program in the Purwokerto
Barat Community Health Center work area. The program should be enhanced by
increasing information dissemination through digital media and adjusting service hours
to encourage more community participation in NCD screening.
Keywords: Utilization, NCDs, Gasing Putar Program.
4408547435B1A020059KAJIAN TERITIP Amphibalanus amphitrite SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN PESISIR CILACAPPerairan pesisir Cilacap mengalami pencemaran mikroplastik, sehingga diperlukan pemantauan ekosistemnya melalui organisme bioindikator seperti teritip. Teritip Amphibalanus amphitrite sebagai organisme filter-feeder mampu untuk mengakumulasi mikroplastik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jumlah, karakteristik fisik dan kimia mikroplastik, menilai tingkat bioakumulasi A. amphitrite sebagai bioindikator mikroplastik, serta untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi mikroplastik pada teritip, air laut, dan sedimen di perairan pesisir Cilacap.
Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret 2024 hingga Januari 2025 menggunakan metode survei dan teknik purposive sampling. Variabel yang diamati mencakup jumlah, karakteristik fisik dan kimia mikroplastik, serta tingkat bioakumulasi A. amphitrite. Parameter yang diamati mencakup jumlah, ukuran, bentuk, warna, jenis polimer mikroplastik, serta nilai Faktor Biokonsentrasi (BCF). Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi dan karakteristik mikroplastik. Data yang diperoleh dianalisis korelasi untuk mengetahui hubungan konsentrasi mikroplastik pada teritip, air laut, dan sedimen. Uji normalitas data dilakukan dengan Uji Shapiro-Wilk, kemudian dilanjutkan dengan Uji Korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. amphitrite berpotensi sebagai bioindikator dengan akumulasi mikroplastik tertinggi (493 partikel di teritip, 39 partikel di air laut, dan 190 partikel di sedimen). Ukuran mikroplastik bervariasi dari <100 µm hingga 4500–5000 µm, dengan bentuk serat, fragmen, dan film. Warna mikroplastik antara lain, yaitu biru, hitam, merah, coklat, ungu, dan transparan. Polimer kimia yang ditemukan meliputi Polipropilena (PP), Polietilena Tereftalat (PET), Polietilena (PE), Polivinil Klorida (PVC), Polistirena (PS), Poliuretan (PU), Poliamida (PA), Polietilena Vinil Asetat (PEVA), Polimetil Metakrilat (PMMA), Akrilonitril Butadiena Stirena (ABS), dan Polikarbonat (PC). A. amphitrite memiliki bioakumulasi mikroplastik tingkat rendah terhadap air laut dan sedimen. Terdapat hubungan negatif signifikan antara konsentrasi mikroplastik di air laut dan A. amphitrite. Hal tersebut mengindikasikan bahwa A. amphitrite sebagai filter-feeder selektif lebih dipengaruhi oleh mikroplastik di air laut dibandingkan sedimen.
The coastal waters of Cilacap are polluted by microplastics, so monitoring of its ecosystem is needed through bioindicator organisms such as barnacles. The barnacle Amphibalanus amphitrite as a filter-feeder organism is able to accumulate microplastics. The study aims to determine the amount, physical and chemical characteristics of microplastics, assess the level of bioaccumulation of A. amphitrite as a bioindicator of microplastics, and to determine the relationship between microplastic concentrations in barnacles, seawater, and sediments in the coastal waters of Cilacap.
The study was conducted from March 2024 to January 2025 using a survey method and purposive sampling technique. The variables observed included the amount, physical and chemical characteristics of microplastics, and the level of bioaccumulation of A. amphitrite. The parameters observed included the amount, size, shape, color, type of microplastic polymer, and the Bioconcentration Factor (BCF) value. Data analysis was carried out descriptively to describe the distribution and characteristics of microplastics. The data obtained were analyzed for correlation to determine the relationship between microplastic concentrations in barnacles, seawater, and sediments. Data normality test was conducted using the Shapiro-Wilk Test, followed by the Pearson Correlation Test.
The results showed that A. amphitrite has the potential to be a bioindicator with the highest microplastic accumulation (493 particles in barnacles, 39 particles in seawater, and 190 particles in sediment). The size of microplastics varies from <100 µm to 4500–5000 µm, in the form of fibers, fragments, and films. The colors of microplastics include blue, black, red, brown, purple, and transparent. The chemical polymers found include Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), Polyethylene (PE), Polyvinyl Chloride (PVC), Polystyrene (PS), Polyurethane (PU), Polyamide (PA), Polyethylene Vinyl Acetate (PEVA), Polymethyl Methacrylate (PMMA), Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS), and Polycarbonate (PC). A. amphitrite has low levels of microplastic bioaccumulation in seawater and sediment. There is a significant negative relationship between microplastic concentrations in seawater and A. amphitrite. This indicates that A. amphitrite as a selective filter-feeder is more affected by microplastics in seawater than sediment.
4408647472C1B021085PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA PT KERETA API INDONESIA DAOP 5 PURWOKERTO)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara perceived organizational support terhadap kinerja karyawan dengan employee engagement sebagai variabel mediasi pada PT KAI DAOP 5 Purwokerto. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 110 karyawan dan dianalisis dengan analisis regresi berganda serta uji mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived organizational support berpengaruh positif terhadap employee engagement dan kinerja karyawan. Selain itu, employee engagement juga berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan serta berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara perceived organizational support dan kinerja karyawan. Temuan ini sejalan dengan Social Exchange Theory, yang menekankan bahwa hubungan timbal balik antara organisasi dan karyawan dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, sehingga meningkatkan keterlibatan dan kinerja karyawan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi, khususnya PT KAI DAOP 5 Purwokerto, untuk memprioritaskan dukungan organisasi dengan menciptakan lingkungan kerja yang positif, menyediakan sumber daya yang memadai, serta memberikan pengakuan terhadap kontribusi karyawan. Selain itu, meningkatkan keterlibatan karyawan melalui program pelatihan dan mekanisme umpan balik juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja secara keseluruhan.This study aims to examine the relationship between perceived organizational support and employee performance, with employee engagement as a mediating variable at PT KAI DAOP 5 Purwokerto. Using a quantitative approach, data were collected through questionnaires distributed to 110 employees and analyzed using multiple regression analysis and mediation tests. The results indicate that perceived organizational support positively influences employee engagement and performance, while employee engagement also has a positive effect on employee performance and serves as a significant mediator in the relationship between perceived organizational support and employee performance. These findings align with Social Exchange Theory, which emphasizes that reciprocal relationships between organizations and employees create a supportive work environment, thereby enhancing employee engagement and performance. This study provides practical implications for organizations, particularly PT KAI DAOP 5 Purwokerto, to prioritize organizational support by fostering a positive work environment, providing adequate resources, and recognizing employee contributions. Additionally, enhancing employee engagement through training programs and feedback mechanisms is also crucial for improving overall performance.
4408747474A1A021023ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI METODE FULL COSTING DAN ACTIVITY BASED COSTING (ABC) PADA MIRENG SINGKONG DUO SRIKANDI DESA KEDUNGWRINGIN KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMASUMKM Mireng Singkong Duo Srikandi menjadi salah satu UMKM yang berdiri di Desa Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Produk yang dipasarkan oleh UMKM tersebut meliputi mireng. UMKM Mireng Singkong Duo Srikandi masih merumuskan harga pokok produksi secara sederhana, sehingga belum rinci dalam merumuskan harga pokok produksi. Harga pokok produksi merupakan hal mendasar dalam menentukan nilai harga jual suatu produk. Biaya overhead yang dikeluarkan belum dirumuskan di dalam perhitungan harga pokok produksi. Selain itu, UMKM tersebut juga belum memperhitungkan biaya produksi berdasarkan aktivitas produksinya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan metode activity based costing (ABC). Penelitian bertujuan untuk: 1) Menganalisis harga pokok produksi Mireng Singkong Duo Srikandi dengan metode full costing dan metode ABC; 2) Mengetahui perbandingan perhitungan harga pokok produksi yang efisien antara metode full costing dan metode ABC pada Mireng Singkong Duo Srikandi; 3) Mengetahui perbandingan laporan laba rugi dengan metode full costing dan metode ABC pada Mireng Singkong Duo Srikandi.
Metode penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus digunakan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai permasalahan yang akan diteliti. Penelitian ini merupakan berjenis kuantitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di UMKM Mireng Singkong Duo Srikandi. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari UMKM Mireng Singkong Duo Srikandi melalui kuisioner yang dilaksanakan selama bulan November 2024, sedangkan data sekunder diperoleh dari pihak lain seperti BPS. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya produksi, biaya pemasaran, jumlah produksi, harga jual, penerimaan, keuntungan, biaya aktivitas, cost driver, dan activity rate. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Kuantitatif dilakukan untuk menghitung besaran activity rate, cost driver, harga pokok produksi, dan laba rugi. Sedangkan, analisis deskriptif digunakan untuk merumuskan metode yang efisien.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Mireng Singkong Duo Srikandi belum melakukan perhitungan harga pokok produksi, pengambilan keputusan harga per kemasan berdasarkan perhitungan kasar antara modal yang dikeluarkan dibagi dengan jumlah produksi. Perhitungan menggunakan metode full costing menghasilkan biaya produksi sebesar Rp57.172.659, sedangkan perhitungan menggunakan metode ABC menghasilkan biaya produksi sebesar Rp54.617.594. Harga pokok produksi dengan metode full costing sebesar Rp11.412 per kemasan satu kilogram dan harga pokok produksi dengan metode ABC sebesar Rp10.902. Laba yang diperoleh UMKM Mireng Singkong Duo Srikandi selama bulan November 2024 dengan metode full costing sebesar Rp22.987.341, sedangkan dengan metode ABC sebesar Rp25.542.406. Berdasarkan hal tersebut, metode ABC lebih efisien dibandingkan dengan metode full costing untuk memperoleh laba yang maksimal.
UMKM Mireng Singkong Duo Srikandi is one of the MSMEs that stands in Kedungwringin Village, Jatilawang District, Banyumas Regency. The products marketed by MSMEs include mireng. MSMEs Mireng Cassava Duo Srikandi still formulates the cost of production simply, so it is not detailed in formulating the cost of production. The cost of production is fundamental in determining the selling price value of a product. The overhead costs incurred have not been formulated in the calculation of the cost of production. In addition, these MSMEs have also not taken into account production costs based on their production activities. Based on these problems, the cost of production is calculated using the full costing method and the activity based costing (ABC) method. The research aims to: 1) Analyze the cost of production of Mireng Cassava Duo Srikandi using the full costing method and the ABC method; 2) To find out the comparison of efficient cost of production calculation between the full costing method and the ABC method in Mireng Cassava Duo Srikandi; 3) To find out the comparison of the income statement with the full costing method and the ABC method on the Sareng Duo Srikandi.
The research method was carried out using a case study approach. Case studies are used to find out more deeply about the problems to be researched. This research is a descriptive quantitative type. The location of the research is in the MSMEs of Mireng Cassava Duo Srikandi. The data used are primary and secondary data. Primary data was obtained directly from Mireng Singkong Duo Srikandi MSMEs through a questionnaire held during November 2024, while secondary data was obtained from other parties such as BPS. The variables used in this study are raw materials, labor costs, production costs, marketing costs, production amounts, selling prices, revenues, profits, activity costs, driver costs, and activity rates. Data analysis was carried out using quantitative and descriptive approaches. Quantitative is carried out to calculate the amount of activity rate, cost driver, cost of production, and profit and loss. Meanwhile, descriptive analysis is used to formulate an efficient method.
The results of the study show that MSMEs Mireng Cassava Duo Srikandi have not calculated the cost of production, making price decisions per package based on a rough calculation between the capital spent divided by the amount of production. The calculation using the full costing method resulted in a production cost of IDR 57,172,659, while the calculation using the ABC method resulted in a production cost of IDR 54,617,594. The cost of production using the full costing method was IDR 11,412 per kilogram package and the cost of production using the ABC method was IDR 10,902. The profit obtained by Mireng Cassava Duo Srikandi MSMEs during November 2024 with the full costing method was IDR 22,987,341, while with the ABC method of IDR 25,542,406. Based on this, the ABC method is more efficient than the full costing method to obtain maximum profit.
4408847475B1A020016Potensi Isolat Bakteri Asal Sedimen Mangrove sebagai Agen BiofertilizerBiofertilizer merupakan pupuk pertanian yang mengandung bahan ramah lingkungan berupa mikroorganisme yang bermanfaat, seperti Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) atau bakteri pemacu pertumbuhan tanaman. Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) dapat diisolasi dari berbagai lingkungan, diantaranya yaitu lingkungan mangrove dengan ekosistem unik yang berpotensi memiliki keragaman bakteri yang tinggi. Isolat bakteri LG73, LG101, LG113, dan SA126 yang diisolasi dari sedimen mangrove Pantai Logending dan Segara Anakan mampu tumbuh pada salinitas: 0; 1,5; 4; dan 7% sehingga dapat diaplikasikan pada lahan salin maupun lahan tidak salin. Namun, keempat isolat tersebut belum diketahui potensinya sebagai pemacu tumbuh tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri LG73, LG101, LG113, dan SA126 dalam menghasilkan IAA, menambat nitrogen (N2), melarutkan fosfat (P) dan kalium (K) serta identitas keempat isolat secara molekuler berdasarkan gen 16S rRNA.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Variabel yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas berupa isolat bakteri LG73, LG101, LG113, dan SA126, sedangkan variabel terikat adalah kemampuan menghasilkan IAA secara kuantitatif, menambat nitrogen, melarutkan fosfat, dan kalium secara kualitatif serta identitas molekuler. Parameter yang diukur adalah konsentrasi IAA, indikator warna penambat nitrogen, indeks pelarutan fosfat, dan indeks pelarutan kalium serta similaritas berdasarkan sekuens gen 16S rRNA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri LG73, LG101, LG113, dan SA126 mampu menghasilkan IAA pada medium yang berbeda yaitu medium dengan penambahan L-triptofan dan tanpa penambahan L-triptofan. Isolat yang mampu menghasilkan IAA tertinggi yaitu LG113 yang ditumbuhkan pada media dengan penambahan L-triptofan dengan konsentrasi IAA sebesar 29,50 ppm. Sementara itu, satu isolat bakteri yaitu isolat SA126 mampu menambat nitrogen. Tiga isolat bakteri potensial yaitu isolat bakteri LG73, LG101, dan SA126 mampu melarutkan fosfat dengan indeks pelarutan secara berurutan sebesar 0,0067; 0,0284; dan 0,1095. Hasil uji pelarutan kalium menunjukkan bahwa tidak ada isolat bakteri yang mampu melarutkan kalium. Berdasarkan gen 16S rRNA, isolat bakteri LG73 dan LG101 memiliki kekerabatan dengan spesies Bacillus subtilis 100,00%, isolat bakteri LG113 memiliki kekerabatan dengan genus Bacillus proteolyticus 100,00% , dan SA126 merupakan spesies yang berbeda atau novel species.
Biofertilizer is an agricultural fertilizer that contains environmentally friendly materials in the form of beneficial microorganisms, such as Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) or bacteria that support plant growth. These bacteria can be isolated from various environments, including unique ecosystem like mangrove environments that potentially have high bacterial diversity. Bacterial isolates LG73, LG101, LG113, and SA126 isolated from mangrove sediments of Logending Beach and Segara Anakan displayed the ability to grow at salt concentration of 0; 1,5; 4 and 7% so that they can be applied at saline or non-saline land. This study was to determine the ability of bacterial isolates LG73, LG101, LG113, and SA126 to produce IAA, fix nitrogen (N2), solubilize phosphate (P) and potassium (K) and identify the bacterial isolated based on the 16S rRNA gene.
This research was conducted using a survey method. The variables used in this research consisted of independent variables and dependent variables. The independent variables were bacterial isolates LG73, LG101, LG113, and SA126, while the dependent variables were the ability to produce IAA quantitatively, fix nitrogen, solubilize phosphate, and potassium qualitatively and molecular identification. The parameters measured were IAA concentration, nitrogen fixation color indicator, phosphate solubilization index, and potassium solubilization index as well as percentage similarity based on 16S rRNA gene sequences.
The results showed that bacterial isolates LG73, LG101, LG113, and SA126 were able to produce IAA in different media, namely media with the addition of L-tryptophan and without the addition of tryptophan. The bacterial isolate that produce the highest IAA concentration was LG113 on media with the addition of L-tryptophan with IAA concentration of 29.50 ppm. Meanwhile, isolate SA126 was able to fix nitrogen. Three potential bacterial isolates, namely LG73, LG101, and SA126 were able to solubilize phosphate with a solubility index of 0.0067; 0.0284; and 0.1095, respectively. The potassium solubilization test results showed that there were no bacterial isolates capable to solubilize potassium. Based on the 16S rRNA gene, bacterial isolates LG73 and LG101 belonged to the spesies Bacillus subtilis 100,00%, LG113 belonged to the spesies Bacillus proteolyticus 100,00%, and SA126 is a different species or novel species.
4408947476F1C021062Analisis Toxic Relationship Hubungan Pacaran di Kalangan Mahasiswa FISIP Unsoed (Studi Kasus di Media Sosial TikTok)Sebagai salah satu bentuk hubungan interpersonal, pacaran memiliki fungsi penting bagi individu, seperti mempelajari keterampilan sosial, pengembangan pemahaman diri, dan pengelolaan konflik. Namun, dinamika pacaran tidak selalu berjalan mulus, terutama ketika hubungan tersebut memasuki fase yang tidak sehat atau dikenal dengan istilah toxic relationship. Fenomena ini menjadi semakin kompleks dengan adanya pengaruh media sosial, termasuk TikTok, yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan mahasiswa, khususnya di FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). TikTok, dengan kemampuannya menyajikan konten yang bersifat personal dan publik, menawarkan cara baru dalam berkomunikasi, namun di sisi lain juga dapat menjadi pemicu konflik dalam hubungan pacaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perilaku mahasiswa FISIP Unsoed yang aktif menggunakan TikTok berkaitan dengan dinamika toxic relationship dalam hubungan pacaran mereka. Melalui metode kualitatif, penelitian ini melibatkan empat narasumber yang memenuhi kriteria, yaitu mahasiswa FISIP Unsoed yang memiliki pengalaman dalam hubungan pacaran, pernah atau sedang
mengalami toxic relationship, dan aktif menggunakan TikTok. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan utama, yaitu indikasi perilaku hubungan yang tidak sehat, peran TikTok dalam hubungan toxic, dan cara penyelesaian konflik melalui TikTok. Berdasarkan Teori Dialektika Relasional, peristiwa toxic relationship ini dapat dilihat sebagai proses akomodasi antara dialektika keterhubungan vs. kemandirian, keterbukaan vs. privasi, serta stabilitas vs. perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun TikTok sering memperburuk konflik dalam hubungan toxic, platform ini juga berfungsi sebagai media untuk refleksi diri dan pemulihan emosional setelah hubungan berakhir.
As a form of interpersonal relationship, dating has an important function for individuals, such as learning social skills, developing self-
understanding, and managing conflict. However, the dynamics of dating do not always run smoothly, especially when the relationship
enters an unhealthy phase or is known as a toxic relationship. This phenomenon is becoming increasingly complex with the influence of social media, including TikTok, which has become an integral part of
student life, especially at the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University (Unsoed). TikTok, with its ability to
present personal and public content, offers a new way of communicating, but on the other hand, it can also trigger conflict in dating relationships. This study aims to analyze how the behavior of FISIP Unsoed students who actively use TikTok is related to the dynamics of toxic relationships in their dating relationships. Through qualitative methods, this study involved four informants who met the
criteria, namely FISIP Unsoed students who have experience in dating relationships, have or are experiencing toxic relationships, and
actively use TikTok. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of this study reveal three main findings, namely indications of unhealthy relationship behavior,
the role of TikTok in toxic relationships, and how to resolve conflicts through TikTok. Based on the Relational Dialectic Theory, this toxic
relationship event can be seen as a process of accommodation between the dialectics of connection vs. autonomy, openness vs.
privacy, and predictability vs. novelty. This study concludes that although TikTok often exacerbates conflicts in toxic relationships, this
platform also functions as a medium for self-reflection and emotional recovery after the relationship ends.
4409047477I1A021018Pengaruh Faktor Paparan Pestisida terhadap Kejadian Hipertensi pada Petani Penyemprot di Desa TiparkidulLatar Belakang : Kejadian hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup
serius karena menyumbangkan angka kematian yang tinggi pada tiap tahunnya di berbagai belahan
negara. Kejadian hipertensi di Indonesia merupakan penyebab kematian tertinggi ke-tiga pada
semua umur dengan proporsi kematian 6,83%. Kejadian hipertensi disebabkan oleh beberapa
faktor risiko, termasuk adanya paparan pestisida. Paparan pestisida dapat menyebabkan gangguan
kesehatan pada petani, termasuk hipertensi.
Tujuan : Mengetahui pengaruh faktor paparan pestisida terhadap kejadian hipertensi pada petani
penyemprot di Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan case
control. Sampel pada penelitian ini adalah 124 petani penyemprot yang terdiri dari 62 kelompok
kasus yang dipilih berdasarkan total sampling dan 62 kelompok kontrol. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner. Analisis berupa univariat, bivariat (uji chi square), dan multivariat (uji
regresi logistik ganda).
Hasil : Hasil menunjukan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada
petani penyemprot adalah lama penyemprotan (p value = 0,002) dan pemakaian APD (p value =
0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan terhadap kejadian hipertensi pada petani
penyemprot adalah jenis pestisida (p value = 1.000), frekuensi penyemprotan (p value = 0,338),
masa kerja (p value = 0,436), Arah penyemprotan (p value = 0,559) dan waktu penyemprotan (p
value 0,717).
Kesimpulan : Faktor paparan pestisida yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada petani
penyemprot adalah faktor lama penyemprotan dan pemakaian APD. Oleh karena itu, petani
diharapkan dapat mengurangi durasi lama penyemprotan dan memperhatikan kelengkapan APD
yang dipakai untuk meminimalisir dampak paparan pestisida.
Kata Kunci : Hipertensi, Pestisida, Petani, Penyemprotan, Tiparkidul
Background : The incidences of hypertension still being a serious public health problem because
it cases contributes to high death rates every year in various parts of the country.The incidence of
hypertension in Indonesia is the third highest cases that cause death at all ages with a death
proportion of 6,83% Hypertension is caused by several risk factors, imcluding exposures of
pesticides. The exposure of pestisicides can make farmers have a health problems, including
hypertension.
Objectives : To determine the influence of pesticides exposure of hypertension in sprayer farmers
in Tiparkidul Village, Ajibarang District, Banyumas Regency
Metodhs : This study used a quantitative research design with case control approach. The sample
in this study were 124 sprayer farmes which consist of 62 group of cases that selected by total
sampling and 62 group of control. The study used a questionnaire as the instrument. Analysis in
the form of univariate, bivariate (chi square test), and multivariate (multiple logistic regression
test)
Result : The results show that the variables which influenced the incidence of hypertension in
sparyer farmers are the duration of spraying (p value = 0,002), and the use of PPE (p value =
0,000). Meanwhile, variable that has no related to the incidence of hypertension in sprayer
farmers are type of pesticides (p value = 1.000), frequency of spraying (p value = 0,338), periods
of works (p value = 0,436), spraying direction (p value 0,436), and spraying time (p value 0,717).
Conclusion : The exposures of pesticides that can influences the incidence of hypertension in
sprayers farmers are the duration of spraying and use of PPE. Therefore, farmers are expected to
reduce the duration of spraying time and pay more attention to the completeness of the PPE in
order to minimize the impact of pesticides exposure.
Keyword : Hypertension, Pesticide, Farmers, Spraying, Tiparkidul
4409147478I1A021028Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi pada Pra Lanjut Usia di Desa Klapagading Kecamatan WangonLatar Belakang: Hipertensi pada lanjut usia (lansia) lebih rentan terkena karena tekanan darah cenderung berada dalam kondisi tinggi yang diakibatkan dari bertambahnya usia. Kecamatan Wangon merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banyumas yang memiliki kasus hipertensi terbanyak. Desa Klapagading dengan jumlah perokok yang cukup tinggi mengindikasikan bahwa faktor paparan asap rokok, kebiasaan merokok dan aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab terjadinya hipertensi di wilayah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada pra lanjut usia.
Metodeologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control dan metode consecutive sampling, yang dilakukan pada 124 responden pra lanjut usia. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji univariat, uji bivariat (chi square) dan uji multivariat (regresi logistik).
Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara lama paparan asap rokok (p = 0,001), lokasi terpapar asap rokok (p = 0,016), jumlah batang rokok yang dihisap oleh perokok aktif (p = 0,000) dan aktivitas fisik (p = 0,000) dengan kejadian hipertensi pada pra lanjut usia. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok (p = 0,252) dengan kejadian hipertensi pada pra lanjut usia. Faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada pra lanjut usia adalah aktivitas fisik (p = 0,000; OR = 11,366) dan jumlah batang rokok yang dihisap perokok aktif (p = 0,020; OR = 3,331).
Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada pra lanjut usia di Desa Klapagading, Kecamatan Wangon adalah aktivitas fisik dan jumlah batang rokok yang dihisap perokok aktif. Peneliti merekomendasikan bagi pra lanjut usia agar rutin memeriksa tekanan darah dan rutin melakukan aktivitas fisik olahraga. Selain itu, disarankan untuk konsisten mengingatkan perokok aktif agar berhenti merokok dan merokok di tempat yang jauh dari jangkauan anggota keluarga lain agar mengurangi risiko terpaparnya asap rokok yang menyebabkan hipertensi.
Kata Kunci: hipertensi, pra lanjut usia, paparan asap rokok, merokok, aktivitas fisik
Background: Hypertension is more prevalent among the elderly due to the tendency for blood pressure to increase with age. Wangon District in Banyumas Regency has one of the highest rates of hypertension. Klapagading Village, with its significant number of smokers, suggests that exposure to cigarette smoke, smoking habits, and physical activity are contributing factors to hypertension in the area. This study aims to analyze the factors influencing hypertension incidence among the pre-elderly.
Method: This quantitative study employed a case-control approach with consecutive sampling, involving 124 pre-elderly respondents. Data was collected using a questionnaire. Univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) analyses were conducted.
Results: The analysis revealed a significant association between duration of exposure to cigarette smoke (p = 0,001), location of exposure (p = 0,016), number of cigarettes smoked by active smokers (p = 0,000), and physical activity (p = 0,000) with hypertension incidence among the pre-elderly. No significant association was found between smoking habits (p = 0,252) and hypertension. The factors significantly influencing hypertension incidence were physical activity (p = 0,000; OR = 11,366) and the number of cigarettes smoked by active smokers (p = 0,020; OR = 3,331).
Conclusion: Physical activity and the number of cigarettes smoked by active smokers were the primary factors affecting hypertension incidence among the pre-elderly in Klapagading Village, Wangon District. The researchers recommend that pre-elderly individuals regularly monitor their blood pressure and engage in physical activity. Additionally, consistent efforts should be made to encourage active smokers to quit and to smoke in areas away from family members to reduce exposure to secondhand smoke, a risk factor for hypertension.
Keywords: hypertension, pre-elderly, exposure to cigarette smoke, smoking, physical activity
4409247479J1D021035PENGEMBANGAN MODUL BERITA BERBASIS CASE STUDY
SISWA KELAS XI TJKT SMKN PURBALINGGA
Khafifudin, Nur. 2025. “Pengembangan Modul Berita Berbasis Case Study Siswa kelas XI TJKT SMKN Purbalingga”. Skripsi. Purwokerto. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran relevan terhadap siswa kelas XI jurusan TJKT di jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK). Bentuk penelitian adalah Design and Development (D&D). Faktor yang menjadi latar belakang pada penelitian ini adalah penggunaan sumber belajar terbitan pemerintah dengan esensi materi terbatas, pengajaran teori dan praktik yang kurang seimbang, variasi media pembelajaran monoton, dan model pembelajaran yang sesuai karakteristik jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri lima tahapan (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Data penelitian terdiri data observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan mix method (kualitatif dan kuantitatif). Hasil yang diperoleh dari penelitian di antaranya: (1) pengembangan modul berbasis aplikasi menggunakan media Kodular dan Photoshop mampu memberikan visualisasi modul yang menarik, (2) validasi modul menghasilkan rata-rata kumulatif dari ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media dengan skor 0,848 yang berarti valid, dan (3) tanggapan siswa terhadap implementasi modul berbasis aplikasi pada tiga SMK di Purbalingga sangat baik. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul menulis berita berbasis case study layak digunakan pada kegiatan pembelajaran untuk siswa kelas XI jurusan TJKT di SMK Purbalingga.
Khafifudin, Nur. 2025. “Development of Case Study Based News Module for Grade XI TJKT Students of SMKN Purbalingga”. Thesis. Purwokerto. Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University.
The research aims to develop learning media relevant to grade XI students majoring in TJKT at the vocational high school (SMK) level. The form of research is Design and Development (D&D). The background factors in this research are the use of government published learning resources with limited material essence, unbalanced theory and practice teaching, monotonous learning media variations, and learning models that match the characteristics of Computer Network Engineering and Telecommunications (TJKT) majors. This research uses the ADDIE model which consists of five stages (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research data consisted of observation data, interviews, questionnaires, and documentation. The data collection techniques were observation, interview, questionnaire, and documentation. Data analysis used a mix method (qualitative and quantitative). The results obtained from the research include: (1) the development of application-based modules using Kodular and Photoshop media is able to provide attractive module visualizations, (2) module validation produces a cumulative average of material experts, linguists, and media experts with a score of 0.848 which means valid, and (3) students' responses to the implementation of the application-based module at three vocational schools in Purbalingga were very good. Based on this description, it can be concluded that the case study-based news writing module is feasible to be used in learning activities for grade XI students majoring in TJKT at Purbalingga Vocational School.
4409347480A1A019118PERAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI PADI ORGANIK DI DESA DAWUHAN, KALISUBE, DAN WATUAGUNG, KABUPATEN BANYUMASKelompok tani memiliki peran penting dalam mendukung petani melalui pembelajaran, kerjasama, dan bantuan dalam produksi usahatani. Keberadaan kelompok tani di Desa Dawuhan, Desa Kalisube, dan Desa Watuagung, menjadi hal yang penting dalam membantu petani menjalankan pertanian yang lebih ramah lingkungan. Pemahaman petani terhadap padi organik menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasinya di lapangan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan peran kelompok tani sebagai tempat pembelajaran, kerjasama, dan unit produksi. Tujuan lain dalam penelitian ini termasuk mengetahui pengetahuan petani padi organik dan mengetahui pengaruh keberhasilan peran kelompok tani terhadap pengetahuan petani padi organik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sensus atau sampel jenuh dengan populasi sebanyak 35 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah skala rentang dan regresi linear berganda.
Hasil analisis dengan skala rentang menunjukkan bahwa peran kelompok tani dalam kelas belajar, tempat kerjasama dan unit produksi menurut petani padi organik di Desa Dawuhan dan Desa Kalisube berada pada kategori tinggi. Di Desa Watuagung, peran kelompok tani dalam kelas belajar dan tempat kerjasama berada pada kategori tinggi, sedangkan perannya sebagai unit produksi berada pada kategori sedang. Hasil analisis dengan skala rentang menunjukkan bahwa pengetahuan petani padi organik berada pada kategori tinggi di Desa Dawuhan dan Kalisube sedangkan pada Desa Watuagung pengetahuan petani berada pada kategori sedang. Kelas belajar, tempat kerjasama dan unit produksi secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan pada pengetahuan petani sebesar 64,2 persen dan sisanya sebanyak 35,8 persen berasal dari pengaruh di luar model.
Farmer groups have an important role in supporting farmers through learning, cooperation, and assistance in farming production. The existence of farmer groups in Dawuhan Village, Kalisube Village, and Watuagung Village, is important in helping farmers run more environmentally friendly agriculture. Farmers' understanding of organic rice is an important factor in the success of its implementation in the field. This study aims to describe the role of farmer groups as a place of learning, cooperation, and production units. Other objectives in this study include knowing the knowledge of organic rice farmers and determining the influence of the success of the role of farmer groups on the knowledge of organic rice farmers.
The method used in this study is a survey method. The sample determination was carried out by the census method or a saturated sample with a population of 35 people. The data analysis method used was range scale and multiple linear regression.
The results of the analysis with a range scale show that the role of farmer groups in learning classes, places of cooperation and production units according to organic rice farmers in Dawuhan Village and Kalisube Village is in the high category. In Watuagung Village, the role of farmer groups in learning classes and places of cooperation is in the high category, while their role as a production unit is in the medium category. The results of the analysis with a range scale show that the knowledge of organic rice farmers is in the high category in Dawuhan and Kalisube Villages while in Watuagung Village the knowledge of farmers is in the medium category. Learning classes, cooperation places and production units together have a significant influence on farmers' knowledge by 64.2 percent and the remaining 35.8 percent come from influences outside the model.
4409447481F1B021032PERAN PENGAWAS DALAM PENGUMPULAN DATA SURVEI ANGKATAN KERJA NASIONAL (SAKERNAS) DI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN CILACAPKondisi sosial dan ekonomi di Cilacap yang beragam, termasuk sektor perikanan, pertanian, dan industri, serta tantangan seperti migrasi tenaga kerja, rendahnya tingkat pendidikan, dan keterbatasan infrastruktur yang mempengaruhi kualitas data ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengawas di BPS Kabupaten Cilacap dalam menjamin akurasi dan kualitas data Sakernas serta implikasinya terhadap pengambilan keputusan kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa peran Pengawas dalam Pengumpulan Data Sakernas pada Kantor BPS Kabupaten Cilacap dapat dilihat pada aspek peran hubungan antarpribadi (interpersonal role), peran yang berhubungan dengan informasi (informational role), dan peran pengambilan keputusan (decision making role), secara keseluruhan peran pengawas dalam pengumpulan data sakernas sudah cukup baik dalam menjalankan peran pengawas sesuai dengan tugas dan kewajibannya sebagai pengawas.The diverse social and economic conditions in Cilacap, including the fisheries, agriculture, and industrial sectors, as well as challenges such as labor migration, low education levels, and limited infrastructure affect the quality of employment data. This study aims to analyze the role of supervisors at BPS Cilacap Regency in ensuring the accuracy and quality of Sakernas data and its implications for public policy decision-making. The method used is qualitative research with a narrative approach, with data collection through interviews, observation and documentation. The research shows that the role of the Supervisor in Sakernas Data Collection at the Cilacap Regency BPS Office can be seen in the aspects of the role of interpersonal relationships (interpersonal role), roles related to information (informational role), and decision making role, overall the role of the supervisor in collecting sakernas data is quite good in carrying out the role of the supervisor in accordance with his duties and obligations as a supervisor.
4409547482J1C020040Internalisasi 5s Kaizen oleh Mahasiswa Sastra Jepang Universitas Jenderal Soedirman Melalui Magang
Kaizen merupakan konsep perbaikan berkelanjutan yang menjadi salah satu etos kerja utama di Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk proses internalisasi kaizen, khususnya prinsip 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke), oleh mahasiswa Sastra Jepang Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang melaksanakan magang di Jepang. Dengan menggunakan teori metode perubahan tiga tahap Kurt Lewin (unfreeze, change, dan refreeze), penelitian ini menganalisis pengalaman mahasiswa selama penerapan kaizen sebagai budaya kerja dengan menekankan elemen pendorong dan elemen melawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa yang magang di institusi perhotelan Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami perubahan bertahap dalam perilaku kerja, seperti peningkatan efisiensi, disiplin, dan keterampilan manajerial, meskipun terdapat hambatan dalam internalisasi konsep seiso karena kurangnya motivasi dalam lingkungan mereka saat pulang ke Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pentingnya magang sebagai sarana untuk menginternalisasikan budaya kerja Jepang, khususnya melalui konsep kaizen.Kaizen is a concept of continuous improvement that has become one of the main work ethics in Japan. This study aims to explore the form of kaizen internalization process, especially the 5S principles (seiri, seiton, seiso, seiketsu, and shitsuke), by Japanese Literature students of Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) who conducted internships in Japan. Using Kurt Lewin's three-stage change method theory (unfreeze, change, and refreeze), this study analyzes students' experiences during the implementation of kaizen as a work culture by emphasizing the driving elements and counter elements. This study used a descriptive qualitative method with in-depth interviews with five students who interned at Japanese hospitality institutions. The results showed that students experienced gradual changes in work behavior, such as increased efficiency, discipline, and managerial skills, although there were barriers in internalizing the concept of seiso due to a lack of motivation in their environment when they returned to Indonesia. This research contributes to the understanding of the importance of internships as a means to internalize Japanese work culture, particularly through the concept of kaizen.
4409647483F1B021015Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja PegawaiLingkungan kerja dan motivasi kerja memiliki peranan yang penting terhadap kinerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif dengan instrumen yang digunakan adalah dengan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto yang berjumlah 28 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kendall’s tau-b dan regresi ordinal. Hasil analisis korelasi, menujukkan bahwa adanya hubungan positif lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dan adanya hubungan positif motivasi kerja terhadap kinerja. Hasil analisis regersi ordinal menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja namun signifikan, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja serta lingkungan kerja dan motivasi kerja secara bersamaan berpengaruh positif dan signifikan. Work environment and work motivation play an important role in employee performance. The purpose of this study was to determine how much the work environment and work motivation affect employee performance at the Purwokerto Branch of the Social Security Administration Agency. The research method used is quantitative descriptive with the instrument used being a questionnaire. The population in this study were all employees of the Purwokerto Branch of the Social Security Administration Agency, totaling 28 people. Data analysis used in this study was Kendall's tau-b and ordinal regression. The results of the correlation analysis showed that there was a positive relationship between the work environment and employee performance and a positive relationship between work motivation and performance. The results of the ordinal regression analysis showed that the work environment did not affect performance but was significant, work motivation had a significant effect on performance and the work environment and work motivation simultaneously had a positive and significant effect.
4409747485I1A021058Faktor-faktor Paparan Pestisida yang Berpengaruh terhadap Kejadian Hipertensi pada Petani di Desa Tinggarjaya Kecamatan JatilawangLatar belakang : Penggunaan pestisida yang tidak sesuai dengan aturan dapat meningkatkan risiko keracunan pada petani. Paparan pestisida dapat mempengaruhi enzim kolinesterase di dalam tubuh sehingga dapat memicu naiknya tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang.

Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan sampel sebanyak 72 orang dengan perbandingan kelompok kasus kontrol 1:1. Variabel yang diteliti meliputi masa kerja, dosis pestisida, frekuensi penyemprotan, waktu penyemprotan, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Data dianalisis menggunakan uji univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda.

Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara masa kerja (p value = 0,040), dosis pestisida (p value = 0,043), dan penggunaan APD (p value = 0,008), sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh meliputi frekuensi penyemprotan (p value = 0,752), dan waktu penyemprotan (p value = 1).

Kesimpulan : Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi meliputi masa kerja, dosis pestisida, dan penggunaan APD. Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh diantaranya adalah frekuensi penyemprotan dan waktu penyemprotan. Edukasi tentang pentingnya cara penggunaan pestisida yang benar dan penggunaan APD kepada kelompok petani sangat untuk mencegah risiko terjadinya keracunan pestisida.
Background : Improper use of pesticides can increase the risk of poisoning in farmers. Exposure to pesticides can affect the cholinesterase enzyme in the body so that it can increase the risk of increased blood pressure. This study aims to determine the factors that influence the incidence of hypertension in Tinggarjaya Village, Jatilawang District.

Methods : This study used a case control study design with a sample of 72 people with a case control group ratio of 1: 1. The variables studied included length of service, pesticide dosage, spraying frequency, spraying time, and use of Personal Protective Equipment (PPE). Data were analyzed using univariate test, bivariate analysis using chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression test.

Results : The results showed that there was an influence between the working period (p value = 0.040), pesticide dosage (p value = 0.043), and the use of PPE (p value = 0.008), while the factors that had no effect included spraying frequency (p value = 0.752), and spraying time (p value = 1).

Conclusion : Factors that influence the incidence of hypertension include length of service, pesticide dosage, and use of PPE. While the factors that do not affect include the frequency of spraying and spraying time. Education on the importance of the correct use of pesticides and the use of PPE to farmer groups is essential to prevent the risk of pesticide poisoning.
4409847486F1A020093Persepsi Masyarakat Terhadap Perempuan Bertato (Studi di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana persepsi masyarakat
terhadap perempuan bertato dapat mempengaruhi sikap sosial, diskriminasi, dan
penerimaan sosial di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan
data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dengan
melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Teori Konstruksi Sosial dari Peter L. Berger dan Thomas
Luckmann. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mempromosikan
kesadaran sosial dan mendorong perubahan sikap yang lebih inklusif serta mengurangi
diskriminasi berbasis penampilan fisik. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
pandangan yang heterogen mengenai perempuan bertato, dengan sebagian besar masyarakat yang mengaitkan tato dengan citra negatif dan perilaku menyimpang,
sementara sebagian lainnya mulai melihat tato sebagai bentuk ekspresi pribadi yang sah.
Meskipun ada pandangan yang lebih rasional dan terbuka terhadap tato sebagai ekspresi
diri, sebagian besar masyarakat masih memandang tato pada perempuan sebagai sesuatu
yang negatif dan bertentangan dengan norma sosial serta nilai-nilai moral yang berlaku di
Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara. Oleh karena itu, penting untuk
melakukan edukasi dan pendekatan yang lebih inklusif dalam masyarakat untuk
mengurangi adanya stigma terhadap perempuan bertato dan memberikan pemahaman
yang lebih luas tentang kebebasan berekspresi di dalam konteks sosial yang lebih luas.
This study aims to understand how the public's perception of tattooed women can influence
social attitudes, discrimination, and social acceptance in Grendeng Village, North
Purwokerto District. The research uses a descriptive qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was carried out through observations, in-
depth interviews, and documentation. Data analysis involves data collection, data reduction,
data presentation, and drawing conclusions. This study uses the Social Construction Theory by Peter L. Berger and Thomas Luckmann. The findings of this research can serve as a basis for promoting social awareness and encouraging more inclusive attitudes while reducing appearance-based discrimination. The study reveals that there is a heterogeneous view of tattooed women, with most of the community associating tattoos with negative imagery and
deviant behavior, while others begin to see tattoos as a legitimate form of personal expression. Although there are more rational and open views towards tattoos as a form of
self-expression, the majority of the community still perceives tattoos on women as something negative and contrary to social norms and moral values in Grendeng Village, North Purwokerto District. Therefore, it is important to conduct education and adopt a more inclusive approach within the community to reduce stigma against tattooed women and provide a broader understanding of freedom of expression in a wider social context.
4409947484A1C020012Pengaruh Kadar Kelembapan Terkendali Terhadap Sifat Fisik Tanah dan Pertumbuhan Padi Gogo Varietas Inpago Unsoed Protani dalam Sistem Irigasi Tetes OtomatisBudidaya padi gogo atau padi lahan kering merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas padi dimana produktifitas padi semakin menurun seiring dengan meningkatnya alih fungsi lahan sebagai akibat dari pertumbuhan jumlah penduduk. Pertumbuhan padi gogo sangat bergantung terhadap curah hujan. Untuk mengatasi ketersediaan air yang rendah pada lahan tadah hujan saat curah hujan rendah, maka dapat dilakukan pemberian air melalui irigasi tetes otomatis yang dapat memberikan air secara otomatis sesuai kelembapan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar kelembapan tanah terhadap sifat fisik tanah pada tanah ultisol serta pertumbuhan tanaman padi gogo varietas Inpago Unsoed Protani, dan mengetahui nilai kelembapan tanah paling optimal bagi pertumbuhan padi gogo varietas Inpago Unsoed Protani. Penelitan ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah kapasitas lapang tanah (simbol K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu kapasitas lapang 80% – 82%, kapasitas lapang 60% – 62%, dan kapasitas lapang 40% – 42%. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Analysis of Variance (ANOVA), Uji Kruskal-Wallis, dan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5% dengan variabel yang diuji yaitu sifat fisik tanah (kadar air, permeabilitas, dan bulk density) dan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, tinggi batang, dan jumlah daun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kelembapan tanah terkendali berpengaruh terhadap semua parameter pertumbuhan tanaman padi gogo namun tidak berpengaruh terhadap sifat fisik tanah ultisol. Perlakuan kadar air kapasitas lapang 60% – 62% memberikan hasil paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo pada parameter tinggi tanaman dan tinggi batang, sedangkan perlakuan kadar air kapasitas lapang 40% – 42% memberikan jumlah daun paling banyak.The cultivation of upland rice or dryland rice is one of the efforts to increase rice productivity where rice productivity is decreasing along with the increase in land conversion as a result of population growth. The growth of upland rice is highly dependent on rainfall. To overcome the low water availability on rainfed land when rainfall is low, it can be done by giving water through automatic drip irrigation that can provide water automatically according to soil moisture. This study aims to determine the effect of soil moisture content on soil physical properties in ultisol soil and the growth of upland rice varieties Inpago Unsoed Protani, and determine the most optimal soil moisture value for the growth of upland rice varieties Inpago Unsoed Protani. This research was conducted at the Experimental Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research method was designed using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) repeated 3 times. The factor used in this research is soil field capacity (symbol K) which consists of 3 levels, namely 80% - 82% field capacity, 60% - 62% field capacity, and 40% - 42% field capacity. Data analysis used in this study was Analysis of Variance (ANOVA) test, Kruskal-Wallis test, and Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5% test with the variables tested were soil physical properties (moisture content, permeability, and bulk density) and plant growth (plant height, stem height, and number of leaves). The results showed that the controlled soil moisture treatment affected all upland rice plant growth parameters but had no effect on the physical properties of ultisol soil. The 60% - 62% field capacity moisture content treatment gave the most optimal results on upland rice plant growth in plant height and stem height parameters, while the 40% - 42% field capacity moisture content treatment gave the highest number of leaves.
4410047487I1E021051PENYUSUNAN TIM BASKET SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
BERBASIS TES MOTOR EDUCABILITY DAN MOTOR ABILITY
Latar Belakang: Menentukan anggota tim basket baru untuk memperoleh prestasi maksimal
dibutuhkan penguasaan teknik dengan gerakan efisien dan kondisi fisik bagus yang sama antar
individu. Tes yang sesuai dan objektif dibutuhkan untuk penyusunan tim, salah satunya yaitu melalui
tes Motor educability dan motor ability. Motor educability yaitu kemampuan sesorang untuk
menerima keterampilan gerakan baru dan motor ability merupakan kondisi fisik umum yang
menggambarkan sejauh mana seseorang telah mengembangkan kapasitas bawaan mereka untuk
melakukan keterampilan gerakan.
Metodologi: Desain penelitian yang digunakan yaitu expost facto. Desain expost facto untuk
menentukan tes yang efektif yaitu penilaian motor educability dan motor ability dengan melakukan
tes menggunakan instrumen yang sudah ada. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan pendekatan deskriptif yaitu studi kasus pada penyusunan tim basket di SMA Negeri 1
Purwokerto.
Hasil Penelitian: Tes motor educability dan motor ability dapat digunakan sebagai dasar yang
objektif dalam penyusunan tim basket SMA Negeri 1 Purwokerto. Kedua tes memiliki penilaian
yang terukur untuk menilai potensi yang dimiliki siswa untuk menjadi pemain basket. Keterikatan
yang positif dari hasil tes motor educability dan motor ability keduanya mendukung untuk
menghasilkan gerakan yang efektif dan efisien sesuai dengan gerakan serta komponen dalam bola
basket.
Kesimpulan: Tes motor educability dan motor abilitiy dapat digunakan dalam penyusunan tim
basket SMA Negeri 1 Purwokerto.
Background: Determining new basketball team members to achieve maximum performance
requires mastery of techniques with efficient movements and similar good physical conditions
among individuals. Appropriate and objective tests are needed for team formation, one of which is
through motor educability and motor ability tests. Motor educability is the ability of a person to
acquire new movement skills, and motor ability represents the general physical condition, reflecting
the extent to which a person has developed their innate capacity to perform movement skills.
Methodology: The research design used is expost facto. The expost facto design to determine
effective tests involves assessing motor educability and motor ability by using existing instruments.
This research uses a quantitative method with a descriptive approach, which is a case study on the
formation of the basketball team at SMA Negeri 1 Purwokerto.
Research Results: Motor educability and motor ability tests can be used as objective bases for
forming the basketball team of SMA Negeri 1 Purwokerto. Both tests have measurable assessments
to evaluate the students potential to become basketball players. The positive correlation between
motor educability and motor ability supports generating effective and efficient movements suitable
for basketball movements and components.
Conclusion: Motor educability and motor ability tests can be used in forming the basketball team
at SMA Negeri 1 Purwokerto.