Home
Login.
Artikelilmiahs
47581
Update
FIRA NIKMAH AMSAYNAA
NIM
Judul Artikel
Analisis Perubahan Arah Kebijakan Luar Negeri Korea Selatan Di Bawah Kepemimpinan Yoon Suk Yeol Terhadap Keamanan di Semenanjung Korea (2022-2024)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis perubahan kebijakan luar negeri Korea Selatan di bawah kepemimpinan Presiden Yoon Suk Yeol terhadap keamanan di Semenanjung Korea pada periode 2022-2024. Berbeda dengan pendahulunya, Moon Jae-in, yang mengedepankan pendekatan diplomasi dan kerja sama melalui New Sunshine Policy, kebijakan Yoon Suk Yeol cenderung lebih keras dan konfrontatif melalui Audacious Initiative. Faktor utama yang mendorong perubahan kebijakan ini adalah guncangan eksternal, yaitu meningkatnya ancaman keamanan dari Korea Utara, termasuk uji coba rudal balistik dan pengembangan senjata nuklir. Sedangkan, faktor-faktor pendorong lainnya yaitu adanya dorongan pemimpin, advokasi birokrasi, dan restrukturisasi domestik. Melalui pendekatan yang berbasis pada konsep perubahan kebijakan luar negeri Charles F. Hermann, penelitian ini mengidentifikasi bahwa perubahan kebijakan Yoon Suk Yeol mencakup empat tingkat: perubahan penyesuaian (adjustment changes), perubahan program (program changes), perubahan masalah/tujuan (problem/goals changes), dan perubahan orientasi internasional (international orientation changes). Kebijakan tersebut diwujudkan dalam peningkatan kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat dan Jepang, peningkatan pertahanan militer, serta denuklirisasi sebagai syarat utama melakukan kerja sama. Meskipun kebijakan ini memperkuat aliansi internasional Korea Selatan, implementasinya juga meningkatkan ketegangan dengan Korea Utara, yang semakin enggan untuk berdialog dan justru semakin meningkatkan pengembangan senjata nuklirnya. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar Korea Selatan mengadopsi pendekatan yang lebih seimbang antara tekanan militer dan diplomasi untuk menjaga stabilitas keamanan di Semenanjung Korea.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study analyzes the changes in South Korea's foreign policy under the leadership of President Yoon Suk Yeol towards security on the Korean Peninsula in the 2022-2024 period. Unlike his predecessor, Moon Jae-in, who prioritized diplomacy and cooperation through the New Sunshine Policy, Yoon Suk Yeol's policy tends to be tougher and more confrontational through the Audacious Initiative. The main factor driving this policy change is external shocks, namely increasing security threats from North Korea, including ballistic missile tests and nuclear weapons development. Other driving factors included leader driven, bureaucratic advocacy, and domestic restructuring. Through an approach based on Charles F. Hermann's concept of foreign policy change, this study identifies that Yoon Suk Yeol's policy changes include four levels: adjustment changes, program changes, problem/goals changes, and international orientation changes. The policy is manifested in increased security cooperation with the United States and Japan, increased military defense, and denuclearization as the main condition for cooperation. Although this policy strengthens South Korea's international alliances, its implementation also increases tensions with North Korea, which is increasingly reluctant to dialogue and is increasing its nuclear weapons development. Therefore, this study recommends that South Korea adopt a more balanced approach between military pressure and diplomacy to maintain security stability on the Korean Peninsula.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save