Artikelilmiahs

Menampilkan 44.261-44.280 dari 48.761 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4426147639A1A020035ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI EKSPOR MENTEGA KAKAO INDONESIA DI PASAR INTERNASIONALIndonesia sebagai salah satu negara eksportir memiliki komoditas ekspor unggulan di sektor perkebunan yaitu kakao. Produk kakao tidak hanya diekspor dalam bentuk biji mentah kakao, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi. Salah satu produk olahan kakao yang penting adalah mentega kakao. Mentega kakao merupakan salah satu komoditas strategis dalam perdagangan internasional karena dipakai sebagai bahan utama dalam industri coklat, kosmetik, dan farmasi. Mentega kakao memiliki peran penting bagi perekonomian nasional, selain sebagai sumber devisa negara, mentega kakao juga mendukung pengembangan industri hilir di dalam negeri. Hal ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani kakao, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah penghasil kakao. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dan menganalisis kondisi perdagangan ekspor mentega kakao Indonesia, dan 2) menganalisis faktor-faktor apa saja yang memiliki pengaruh jangka panjang dan jangka pendek terhadap nilai ekspor mentega kakao Indonesia.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 Juli sampai 31 oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus pada faktor-faktor yang memengaruhi ekspor mentega kakao Indonesia. Obyek penelitian ini adalah ekspor mentega kakao (HS 1804) Indonesia. variabel yang terdapat dalam penelitian ini adalah ekspor kakao, impor kakao, harga internasional mentega Kakao, harga internasional kakao, Gross Domestic Product (GDP) Indonesia, produksi kakao Indonesia, dan nilai tukar (kurs). Analisis yang digunakan adalah Uji Asumsi Klasik, Uji Hipotesis, Uji Stationeritas, Uji Derajat Integrasi, Uji Kointegrasi, dan Uji Error Correction Model (ECM).
Hasil analisis menunjukkan: 1) perkembangan mentega kakao Indonesia cenderung meningkat. Indonesia menempati posisi kedua dalam ekspor mentega kakao di pasar internasional, dimana Amerika Serikat sebagai negara importir mentega kakao Indonesia terbesar, 2) variabel independen yang memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen dalam jangka panjang yaitu ekspor kakao, harga internasional mentega kakao, Gross Domestic Product (GDP) Indonesia, dan nilai tukar (kurs), sedangkan untuk variabel independen yang memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen dalam jangka pendek yaitu ekspor kakao, dan harga internasional mentega kakao.
Indonesia as an exporting country has a leading export commodity in the plantation sector, namely cocoa. Cocoa products are not only exported in the form of raw cocoa beans, but are also processed into various derivative products with high added value. One of the important processed cocoa products is cocoa butter. Cocoa butter is a strategic commodity in international trade because it is used as the main ingredient in the chocolate, cosmetics and pharmaceutical industries. Cocoa butter has an important role for the national economy, apart from being a source of foreign exchange, cocoa butter also supports the development of domestic downstream industries. This not only increases the economic value of the product, but also creates jobs, increases the income of cocoa farmers, and encourages economic growth in cocoa producing regions. This research aims to: 1) determine and analyze the conditions of Indonesian cocoa butter export trade, and 2) Analyze what factors have long-term and short-term influences on the value of Indonesian cocoa butter exports.
This research was conducted from 16 July to 31 October 2024. The research method used was a case study method on the factors that influence Indonesian cocoa butter exports. The object of this research is Indonesia's exports of cocoa butter (HS 1804). The variables contained in this research are cocoa exports, cocoa imports, international prices of cocoa butter, international prices of cocoa, Indonesia's Gross Domestic Product (GDP), Indonesia's cocoa production, and exchange rates. The analysis used is the Classic Assumption Test, Hypothesis Test, Stationarity Test, Degree of Integration Test, Cointegration Test, and Error Correction Model (ECM) Test.
The analysis results show: 1) the development of Indonesian cocoa butter tends to increase. Indonesia occupies the second position in terms of cocoa butter exports on the international market, where the United States is the largest importer of Indonesian cocoa butter. 2) the independent variables that have a significant influence on the dependent variable in the long term are cocoa exports, the international price of cocoa butter, Indonesia's Gross Domestic Product (GDP), and the exchange rate, while the independent variables that have a significant influence on the dependent variable in the short term are cocoa exports and the international price of cocoa butter.
4426247640E1A020063PELAKSANAAN DIVERSI PADA TAHAP PENYIDIKAN
(STUDI DI KEPOLISIAN RESOR KOTA CILACAP)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan diversi pada tahap penyidikan di Kepolisian Resor Kota Cilacap serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam penerapannya. Diversi merupakan mekanisme pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan formal ke jalur nonformal berdasarkan prinsip keadilan restoratif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU No. 11 Tahun 2012). Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis, menggabungkan kajian normatif terhadap regulasi yang berlaku dan observasi langsung terhadap pelaksanaan diversi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan diversi di tahap penyidikan telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, namun masih menghadapi berbagai kendala, antara lain kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya diversi, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya fasilitas pendukung. Upaya yang dilakukan meliputi sosialisasi hukum, pelatihan untuk penyidik, serta penguatan koordinasi dengan lembaga pendukung seperti Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan pekerja sosial. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas penyidik, dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung efektivitas pelaksanaan diversi. Dengan demikian, penerapan diversi diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum yang optimal bagi anak yang berhadapan dengan hukum sekaligus meminimalkan dampak negatif proses peradilan formal.This research aims to analyze the implementation of diversion at the investigation stage in the Cilacap City Police Department and identify the inhibiting factors in its application. Diversion is a mechanism for redirecting the resolution of juvenile cases from formal judicial processes to non-formal pathways based on restorative justice principles as regulated by Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. This study employs an empirical juridical approach with a descriptive analytical specification, combining normative studies of applicable regulations with direct observations of diversion practices in the field. The results reveal that the implementation of diversion at the investigation stage complies with existing legal provisions but faces several challenges, including limited public awareness of the importance of diversion, insufficient human resources, and inadequate supporting facilities. Efforts to address these issues include legal education campaigns, training for investigators, and strengthening coordination with supporting institutions such as Correctional Centers (Bapas) and social workers. This study recommends enhancing the capacity of investigators, improving infrastructure, and empowering communities to support the effectiveness of diversion implementation. Thus, diversion is expected to provide optimal legal protection for children in conflict with the law while minimizing the negative impacts of formal judicial processes.
4426347642C1A021058ANALISIS PENGARUH KONSEP DAYA SAING DAERAH
TERHADAP KEMISKINAN DI EKS KARESIDENAN KEDU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh daya saing daerah yang terdiri dari IPM, kapasitas fiskal daerah, pertumbuhan PDRB, akses sumber air minum layak, dan program BPJS kesehatan terhadap tingkat kemiskinan di eks Karesidenan Kedu, baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa analisis regresi dengan data panel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari 6 kabupaten/kota di eks Karesiden Kedu periode 2016-2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang meliputi: data persentase jumlah penduduk miskin, data IPM, data rasio kapasitas fiskal daerah, persentase rumah tangga yang memiliki akses sumber air minum layak, dan persentase peserta BPJS Kesehatan program PBI. Hasil analisis dengan menggunakan pendekatan Fixed Effect Model menunjukkan bahwa IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di eks Karesidenan Kedu periode tahun 2016-2023. BPJS Kesehatan program PBI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di eks Karesidenan Kedu periode tahun 2016-2023. Rasio kapasitas fiskal daerah, pertumbuhan PDRB, dan akkses sumber air minum layak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemiskinan di eks Karesidenan Kedu periode tahun 2016-2023. Namun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), rasio kapasitas fiskal daerah, laju pertumbuhan PDRB, akses sumber air minum layak, BPJS Kesehatan program PBI secara simultan atau bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kemiskinan di eks Karesidenan Kedu periode tahun 2016-2023.

Kata kunci : kemiskinan, IPM, kapasitas fiskal daeral, pertumbuhan PDRB, akses sumber air minum layak, BPJS
This study aims to analyze how the influence of regional competitiveness consisting of HDI, regional fiscal capacity, GDRP growth, access to clean drinking water sources, and the BPJS Health program on the poverty rate in the former Kedu Residency, both simultaneously and partially. This study uses a quantitative method in the form of regression analysis with panel data. The type of data used is secondary data from 6 districts/cities in the former Kedu Residency for the 2016-2023 period obtained from the Central Statistics Agency which includes: data on the percentage of the number of poor people, HDI data, data on the ratio of regional fiscal capacity, the percentage of households with access to clean drinking water sources, and the percentage of BPJS Health participants in the PBI program. The results of the analysis using the Fixed Effect Model approach show that HDI has a negative and significant effect on poverty in the former Kedu Residency for the 2016-2023 period. The BPJS Health PBI program has a positive and significant effect on poverty in the former Kedu Residency for the 2016-2023 period. The ratio of regional fiscal capacity, GDRP growth, and access to clean drinking water sources do not significantly affect poverty in the former Kedu Residency for the period 2016-2023. However, the Human Development Index (HDI), the ratio of regional fiscal capacity, the rate of GDRP growth, access to clean drinking water sources, BPJS Kesehatan PBI program simultaneously or together have a significant effect on poverty in the former Kedu Residency for the period 2016-2023.

Keyword : poverty, HDI, regional fiscal capacity, GDRP growth, access to adequate drinking water sources, the BPJS health program
4426447643G1A021032PENGARUH STARVASI TERHADAP KEMAMPUAN MIGRASI SEL PUNCA
MESENKIMAL TALI PUSAT MANUSIA DENGAN METODE SCRATCH ASSAY
Latar Belakang: Terapi sel punca mesenkimal (SPM) tali pusat manusia tengah
berkembang pesat. Namun, masih terdapat tantangan terapi seperti proliferasi dan migrasi
yang tidak terkendali. Sehingga, media terkondisi SPM sebagai upaya untuk meminimalisir
tantangan tersebut melalui sinkronisasi siklus sel sebelum transplantasi. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh starvasi terhadap kemampuan SPM tali pusat
manusia terhadap kemampuan migrasi dengan metode scratch assay. Metodologi: penelitian
eksperimental dengan pendekatan “post test only with control group” dengan sampel berupa
gambar area migrasi dari mikroskop inversi sebanyak 4 lapang pandang disetiap kelompok
perlakuan, yaitu kelompok media komplit pada DMEM+FBS (MK), starvasi serum pada
media DMEM only (BASAL) dan starvasi asam amino pada media HBSS (HBSS). Serta
pengambilan gambar menurut durasi starvasi. Perlakuan diulang sebanyak 1 kali.
Kuantifikasi luas penutupan migrasi SPM menggunakan software ImageJ. Analisis data
menggunakan One-Way ANOVA. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05)
kemampuan migrasi SPM didalam 3 kelompok pada jam ke-4 dan 8. Terdapat perbedaan
yang signifikan (p<0,05) rerata kemampuan migrasi SPM pada media BASAL dan HBSS
disetiap periode durasi starvasi. Kesimpulan: Kemampuan migrasi pada kelompok HBSS
lebih lambat dibandingkan kelompok lainnya. Durasi starvasi terbaik pada tiga kelompok
media pada jam ke-4 dan 8.
Kata kunci: Migrasi, Sel punca mesenkimal, Siklus sel, starvasi
Background: Human umbilical mesenchymal stem cell (hUMSC) therapy is rapidly
advancing. However, challenges persist in therapeutic applications, such as uncontrolled
proliferation and migration. Thus, conditioned media for stem cells has been explored as a
means to minimize these challenges by synchronizing the cell cycle prior to transplantation.
Objective: This study aims to investigate the effect of starvation on the migration ability of
human umbilical mesenchymal stem cells (hUMSCs) using the scratch assay method.
Methodology: An experimental study with a "post-test only with control group" approach
was conducted, with samples consisting of migration area images taken from an inverted
microscope at four different fields of view for each treatment group, namely the complete
media group in DMEM+FBS (MK), serum starvation in DMEM only (BASAL), andasam
amino starvation in HBSS media (HBSS). Images were captured according to the starvation
duration, and treatments were repeated once. Migration area quantification was performed
using ImageJ software. Data analysis was conducted using One-Way ANOVA. Results: A
significant difference (p<0.05) in migration ability was observed in the three groups at the
4th and 8th hours. A significant difference (p<0.05) in the average migration ability of
hUMSCs was noted in the BASAL and HBSS media across different starvation durations.
Conclusion: The migration ability in the HBSS group was slower compared to the other
groups. The optimal starvation duration across all media groups was observed at the 4th
and 8th hours.
Keywords: Cell cycle, Mesenchymal stem cells, Migration, Starvation
4426547644E1A021003Faktor Penyebab dan Penanggulangan Tindak Pidana Penganiayaan yang Menyebabkan Luka Berat dari Perspektif Kriminologi (Studi di Wilayah Hukum Polresta Banyumas)Tindak Pidana Penganiayaan merupakan salah satu tindak pidana yang sengaja untuk melukai tubuh dan menyebabkan rasa sakit terhadap orang lain. Tindak Pidana penganiayaan adalah masalah serius yang berdampak pada keadaan dan ketertiban masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor penyebab dan penanggulangan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dari perspektif kriminologi di wilayah hukum Polresta Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan melakukan penelitian langsung di lokasi penelitian. Spesifikasi penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data bahan hukum sekunder dan primer. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor psikologis pelaku yaitu emosi yang tidak terkendali dan kecenderungan agresif, sedangkan faktor eksternal meliputi pengaruh lingkungan sosial, pergaulan, dan faktor pendidikan yang rendah. Penanggulangan terhadap tindak pidana ini dilakukan melalui pendekatan pre emtif dan preventif berupa sosialisasi hukum, penyuluhan hukum, dan pengawasan untuk masyarakat serta pendekatan represif masyarakat melalui penegakan hukum yang lebih tegas dan rehabilitasi terhadap pelaku. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan penanggulangan tindak pidana penganiayaan yang lebih efektif di wilayah hukum Polresta Banyumas.The crime of assault is a crime that is intentionally intended to injure the body and cause pain to another person. The crime of abuse is a serious problem that has an impact on the state and order of society. This research aims to examine the factors that cause and overcome criminal acts of abuse that result in serious injuries from a criminological perspective in the jurisdiction of the Banyumas Police. This research uses empirical juridical research methods by conducting research directly at the research location. Qualitative descriptive research specifications with secondary and primary legal data sources. The results of this research indicate that the factors causing criminal acts of abuse which result in serious injuries are caused by internal and external factors. Internal factors include the perpetrator's psychological factors, namely uncontrolled emotions and aggressive tendencies, while external factors include the influence of the social environment, relationships and low educational factors. Overcoming this criminal act is carried out through a pre-emptive and preventive approach in the form of legal outreach, legal counseling and supervision for the community as well as a repressive approach to the community through stricter law enforcement and rehabilitation of perpetrators. It is hoped that this research can contribute to the formulation of policies for dealing with criminal acts of abuse that are more effective in the jurisdiction of the Banyumas Police.
4426647645J1E018023THE IMPLEMENTATIONS OF PICTIONARY GAME METHOD IN TEACHING VOCABULARY TO YOUNG LEARNERS
(A Descriptive Qualitative Research on “English Kids” Extracurricular Students at MI Darul Hikmah Bantarsoka in the Academic Year 2024/2025)
Pembelajaran bahasa Inggris sejak dini sangat penting untuk membangun keterampilan berbahasa yang kuat, terutama dalam perolehan kosa kata yang menjadi dasar komunikasi yang efektif. Di Indonesia, pembelajar muda sering menghadapi tantangan dalam menguasai kosa kata, sehingga diperlukan strategi pengajaran yang inovatif. Peneliti memilih metode Pictionary Game sebagai pendekatan dalam pengajaran kosa kata karena bersifat visual dan interaktif, serta telah dibuktikan sebagai metode kreatif yang dapat mendukung pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode permainan Pictionary dalam pengajaran kosa kata bahasa Inggris serta bagaimana metode ini memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris Penelitian ini dilakukan pada 16 siswa yang tergabung dalam program ekstrakurikuler English Kids di MI Darul Hikmah Bantarsoka dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Pictionary Game secara efektif mendukung perolehan kosa kata. Implementasi metode ini mencakup tiga tahap, yaitu tahap pengenalan, praktik pembelajaran, dan penutupan, yang berhasil meningkatkan partisipasi serta antusiasme siswa. Siswa memberikan respons positif terhadap metode ini dengan aktif menggambar, menebak, serta berkolaborasi dengan teman sekelas. Selain itu, metode permainan Pictionary juga meningkatkan motivasi siswa dalam belajar kosa kata bahasa Inggris. Siswa menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi, berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta menciptakan suasana kelas yang interaktif dan menyenangkan yang mendukung pengalaman belajar mereka. Secara keseluruhan, permainan Pictionary merupakan metode pengajaran yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan penguasaan kosa kata serta memotivasi pembelajar muda. Metode ini menawarkan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, sehingga dapat menjadi alternatif yang berharga dibandingkan dengan metode pengajaran tradisional.Learning English from an early age is essential for developing strong language skills, particularly vocabulary acquisition, which is fundamental for effective communication. In Indonesia, young learners often face challenges in mastering vocabulary, highlighting the need for innovative teaching strategies. The researcher chose the Pictionary Game as a method for teaching vocabulary, it is a visual and interactive teaching method, that has been identified as a creative approach to support learning and enhance student engagement. This research aims to describe the implementation of the Pictionary Game method in teaching English vocabulary and its influence on students' learning motivation. The research was conducted with 16 students from the English Kids extracurricular program at MI Darul Hikmah Bantarsoka, utilizing a descriptive qualitative approach. Data collection methods included observations, interviews, and questionnaires. The results showed that the Pictionary Game method effectively supports vocabulary acquisition. The implementation involved three stages: introduction, learning practice, and closure, successfully enhanced student participation and enthusiasm. The students responded positively to the method, actively engaging in drawing, guessing, and collaborating with peers. The Pictionary Game also increased students' motivation to learn English vocabulary. They demonstrated high levels of participation, critical thinking, collaborative teamwork, and a lively classroom atmosphere that further supported their learning experience. Overall, the Pictionary Game is an innovative and effective teaching method that enhances vocabulary mastery and fosters motivation among young learners. It provides a fun and interactive approach to vocabulary learning, making it a valuable alternative to traditional teaching methods.
4426747646G1A021009HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TENAGA PENDIDIK DI FAKULTAS KEDOKTERAN DI INDONESIA DALAM PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) Latar Belakang: Artificial Intelligence (AI) merupakan suatu cabang ilmu komputer yang menciptakan mesin pintar dan mampu melakukan tugas layaknya manusia. Penerapan AI di bidang kedokteran masih terus berkembang, namun masih terdapat research gap terkait pemahaman dan kesiapan dari seorang dokter sekaligus tenaga pendidik dalam penggunaan AI. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku tenaga pendidik di Fakultas Kedokteran di Indonesia dalam penggunaan AI. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dengan kuesioner dan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah populasi didapatkan melalui website PDDikti 2024 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan minimal sampel 98 orang. Variabel bebas adalah pengetahuan dan sikap, sedangkan variabel terikat adalah perilaku dalam penggunaan AI. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Rata-rata tenaga pendidik memiliki pengetahuan baik (34,7%), sikap positif (71,4%) dan perilaku kurang (46,9%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan AI (p = 0,593) dan terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku penggunaan AI dengan kekuatan korelasi lemah (p = 0,018; r = 0,239). Kesimpulan: Pengetahuan baik, cukup, dan kurang tenaga pendidik tentang AI hampir sama. Tenaga pendidik cenderung memiliki sikap positif terhadap AI dan perilaku cukup hingga kurang dalam penggunaan AI. Pengetahuan tentang AI tidak memiliki hubungan. Tetapi, sikap terhadap AI memiliki hubungan dengan perilaku penggunaan AI. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memperbanyak sampel agar menggambarkan lebih mendalam terkait penggunaan AI pada tenaga pendidik di Fakultas Kedokteran di Indonesia.Background: Artificial Intelligence (AI) was a branch of computer science that created intelligent machines capable of performing tasks like humans. The application of AI in the field of medicine was still evolving, but there was a research gap related to the understanding and readiness of doctors who also served as educators in using AI. Objective: The study aimed to determine the relationship between knowledge and attitude with the behavior of educators in the Faculty of Medicine in Indonesia regarding the use of AI. Methods: The study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. Data were collected using questionnaires and the purposive sampling method. The population size was obtained from the PDDikti 2024 website, meeting inclusion and exclusion criteria with a minimum sample of 98 participants. Independent variables included knowledge and attitude, while the dependent variable was behavior in using AI. Statistical analysis was performed using the Spearman correlation test. Results: The average educator has good knowledge (34,7%), a positive attitude (71,4%) and poor behavior (46,9%). Bivariate analysis shows no relationship between knowledge and behavior in using AI (p = 0,593), while there is a relationship between attitude and behavior in using AI with a weak correlation strength (p = 0,018; r = 0,239). Conclusion: Educators’ knowledge about AI is nearly equally divided into good, fair, and poor categories. Educators tend to have a positive attitude towards AI but exhibit fair to poor behavior in its use. Knowledge about AI does not correlate with behavior, whereas attitude towards AI correlates with behavior in using AI. Further research is needed to increase the sample size to provide deeper insights into the use of AI among educators in the Faculty of Medicine in Indonesia.
4426847647J0B020039Pembuatan Buklet Persyaratan Permohonan dan Perpanjangan Izin Tinggal Berbahasa Mandarin di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Jakarta TimurLaporan tugas akhir ini berjudul "Pembuatan Buklet Persyaratan Permohonan dan Perpanjangan Izin Tinggal Berbahasa Mandarin di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Jakarta Timur”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Jakarta Timur, pada tanggal 1 Oktober 2022 sampai dengan 31 Maret 2023. Tujuan praktik kerja ini adalah menghasilkan buklet Persyaratan Permohonan dan Perpanjangan Izin Tinggal Berbahasa Mandarin yang dapat digunakan oleh warga negara penutur bahasa Mandarin. Latar belakang dari praktik kerja ini adalah warga negara penutur bahasa Mandarin kesulitan memahami persyaratan permohonan dan perpanjangan izin tinggal dalam bahasa Indonesia. Pada penulisan laporan tugas akhir penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan jelajah internet. Pada saat menerjemahkan, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif agar dapat menyampaikan makna kontekstual bahasa sumber sesuai dengan tata bahasa bahasa sasaran. Pada proses penerjemahan, penulis melalui tahapan analisis, transfer, dan restrukturisasi. Hasil dari praktik kerja ini tersedianya media cetak berupa buklet Persyaratan Permohonan dan Perpanjangan Izin Tinggal Berbahasa Mandarin yang akan diserahkan kepada pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Jakarta Timur dan akan diletakkan di bagian resepsionis pelayanan WNA.这份实习报告的题目是 "在东雅加达 TPI 一级移民局制作中文延长和居留许可
申请的小册子"。 实习的 时间是六个月,从 2022 年 10 月 1 日至 2023 年 3 月 31
日, 在东雅加达 TPI 一级移民局。实习目的是制作中文办理和延长居留许可证小
册子让讲中文的外国人理解文件的内容。这件事的背景就是因为在东雅加达
TPI 一级移民局办理和延长居留许可证只有印尼语的。讲中文的外国人很难理
解。作者使用了四种收集文件的方法,是观察方法,访谈方法,文献研究方法,
和浏览互联网方法。在翻译的过程当中作者使用交际翻译方式。作者使用交际
翻译方法,因为根据目标语言的语法。作者在翻译时通过三个阶段就是分析阶
段,对应词效转移阶段,和调整阶段。这种实习的结果是中文办理和延长居留
许可证小册子, 并移交给在东雅加达 TPI 一级移民局, 外国人服务部 。
4426947648J1E018008THE USE OF THE FREE4TALK APPLICATION TO IMPROVE THE STUDENTS’ SPEAKING SKILL
(Pre-Experimental Research in the sixth Grade of SD IT Al Furqon in the Academic Year of 2023/2024)
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kesulitan yang dihadapi oleh siswa sekolah dasar kelas enam dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan efektivitas pemanfaatan aplikasi Free4talk dalam meningkatkan keterampilan berbicara mereka. Masalah yang diidentifikasi meliputi kurangnya waktu untuk praktik bahasa Inggris, perasaan malu, kurangnya percaya diri dalam pengucapan bahasa Inggris, dan kosakata yang terbatas dalam bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan teknik pengambilan sampel purposif. Penelitian dilakukan pada siswa kelas 6 di SD Al Furqoon pada Tahun Akademik 2023/2024, dengan total sampel sebanyak 22 siswa. Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data termasuk kuesioner, pre-test, post-test, dan observasi. Masalah yang diidentifikasi meliputi kurangnya waktu untuk praktik bahasa Inggris, perasaan malu, kurangnya percaya diri dalam pengucapan bahasa Inggris, dan kosakata yang terbatas dalam bahasa Inggris. Hal ini terlihat dari nilai F sebesar 1.286 dan sig=0.000, yang berarti <0.05, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh dari penerapan aplikasi Free4talk terhadap keterampilan berbicara bahasa. Untuk pertanyaan kedua, peneliti menemukan rumus d(f) = n-2, menghasilkan nilai d(f) yang dihitung sebesar 20 dan hasil pengujian variabel penerapan aplikasi Free4talk (X) dan peningkatan keterampilan berbicara (Y) di atas didukung oleh nilai Cronbach’s Alpha yang dihasilkan berturut-turut sebesar 0.737 dan 0.819. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berbicara siswa setelah menggunakan aplikasi Free4talk. Sebagai kesimpulan, pemanfaatan aplikasi Free4talk dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar kelas enam cukup efektif. Ini menunjukkan bahwa aplikasi tersebut dapat menjadi alat yang bermanfaat dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat dasar.This research aims to investigate the difficulties sixth-grade elementary school students face in improving speaking and the effectiveness of utilizing the Free4talk application in improving their speaking skills. Identified issues include lack of time for English practice, feelings of embarrassment lack of confidence in pronunciation, and limited vocabulary in English. This research used a pre-experimental method with a purposive sampling technique. The research was conducted on grade 6th students at SD Al Furqoon in the Academic Year of 2023/2024, with a total sample are 22 students. The research instruments to collect the data included a questionnaire, pre-test, post-test, and observation. Identified issues include lack of time for English practice, feelings of embarrassment lack of confidence in English pronunciation, and limited vocabulary in English. This is evident from the F value of 1.286 and sig=0.000, which means <0.05, this implies that there is an influence from the implementation of the Free4talk application on language speaking skills. For the second question, the researcher found the formula d(f) = n-2, resulting in a calculated d(f) value of 20 and the result of testing the variables of Free4talk application implementation (X) and improvement of speaking skills (Y) above supported by Cronbach’s Alpha values generated successively of 0.737 and 0.819. The findings indicate a significant improvement in students’s speaking skills after using the Free4talk application. Statistical analysis reveals a significant value indicating a meaningful impact of implementing the Free4talk application on students’ language-speaking skills. In conclusion, the utilization of the Free4talk application in enhancing the speaking skills of sixth-grade elementary school students is quite effective. This suggests that the application can be a beneficial tool in English language learning at the elementary level.
4427047650A1D020118Analisis Keragaman Genetik Aksesi Makadamia (Macadamia integrifolia) Menggunakan Marka DNA MikrosatelitMakadamia merupakan tanaman kacang-kacangan yang berasal dari Australia. Tanaman ini memiliki peluang dan prospek yang baik untuk dibudidayakan di Indonesia dengan nilai ekonomi yang tinggi. Namun, tanaman ini belum banyak dibudidayakan karena adanya keterbatasan informasi mengenai keragaman genetik makadamia di Indonesia. Salah satu solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan teknologi marka DNA mikrosatelit sebagai dasar karakterisasi yang diperlukan dalam pemanfaatan industri serta perakitan varietas di bidang pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan kekerabatan genetik 80 aksesi makadamia menggunakan marka DNA mikrosatelit. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2023-Juli 2024 di Laboratorium Genomik, Kawasan Sains Teknologi (KST) Soekarno, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Bogor. Penelitian ini menggunakan 15 marka DNA mikrosatelit dan 80 sampel daun makadamia diperoleh dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang terdiri dari 20 induk (I1-I20) dan 60 progeni (P1-P60). Analisis keragaman genetik dilakukan dengan evaluasi profil marka DNA mikrosatelit. Adapun kekerabatan genetik dianalisis berdasarkan evaluasi pohon filogenetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80 aksesi makadamia memiliki keragaman genetik yang cukup luas berdasarkan marka DNA polimorfis. Kekerabatan genetik berdasarkan pohon filogenetik menunjukkan aksesi terbagi menjadi 3 klaster dengan rentang nilai koefisien kemiripan 0,39-0,93 dan jarak genetik yang dihasilkan memiliki rentang nilai 0,10-0,90. Dengan demikian, 80 aksesi makadamia memiliki keragaman yang cukup luas dan kekerabatan genetik yang jauh.Macadamia is a legume plant originating from Australia. This plant has good opportunities and prospects to be cultivated in Indonesia with high economic value. However, this plant has not been widely cultivated due to limited information on the genetic diversity of macadamia in Indonesia. One solution that can be done is to utilize microsatellite DNA marker technology as a basis for characterization needed in industrial use and variety assembly in the field of plant breeding. This study aims to determine the diversity and genetic kinship of 80 macadamia accessions using microsatellite DNA markers. This research was conducted in November 2023-July 2024 at the Genomics Laboratory, Soekarno Science Technology Area (KST), National Research and Innovation Agency (BRIN), Cibinong, Bogor. This study used 15 microsatellite DNA markers and 80 macadamia leaf samples obtained from Solok Regency, West Sumatra consisting of 20 parents (I1-I20) and 60 progeny (P1-P60). Genetic diversity analysis was carried out by evaluating the profile of microsatellite DNA markers. The genetic kinship was analyzed based on phylogenetic tree evaluation. The results showed that 80 macadamia accessions have a fairly wide genetic diversity based on polymorphic DNA markers. Genetic kinship based on phylogenetic trees shows that accessions are divided into 3 clusters with a range of similarity coefficient values of 0.39-0.9. Thus, 80 macadamia accessions have a wide diversity and distant genetic kinship.
4427147652B1B020009MOLECULAR DETECTION AND EPIDEMIOLOGICAL OF ENTEROVIRUS IN CHILDREN WITH ACUTE
RESPIRATORY INFECTION (ARI) IN THE
BATUR DISTRICT, BANJARNEGARA
REGENCY
Di seluruh dunia, dan terutama di negara-negara dengan pendapatan per kapita yang rendah, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menempati peringkat tinggi di antara penyebab utama penyakit dan kematian anak-anak. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak-anak paling sering disebabkan oleh enterovirus, yang meliputi Human Rhinovirus (HRV) dan EV-D68. Tujuan dari penelitian ini ada dua: pertama, untuk mengidentifikasi anak-anak di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara yang telah terjangkit Enterovirus (EV) menggunakan reaksi berantai polimerase waktu nyata (RT-PCR); dan kedua, untuk memeriksa faktor risiko epidemiologis untuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan frekuensi ISPA dan bagaimana korelasinya dengan tingkat keparahan gejala pernapasan. Dengan pendekatan metode RT-PCR, penelitian ini mengaitkan prevalensi EV dalam sampel usap nasofaring dari anak-anak dengan ISPA dengan tingkat keparahan gejala pernapasan mereka. Di Kabupaten Batur, Kabupaten Banjarnegara, peneliti mencari tanda-tanda Enterovirus pada usapan nasofaring yang diambil dari anak-anak dengan diagnosis ISPA menggunakan teknik RT-PCR yang mengacu pada reaksi berantai polimerase transkripsi balik. Selain memeriksa variabel risiko epidemiologi yang berkontribusi terhadap ISPA, kami mengevaluasi prevalensi virus dan hubungannya dengan intensitas gejala pernapasan.
Penelitian menemukan bahwa RT-PCR merupakan cara yang sangat akurat untuk mendeteksi EV pada sampel usapan nasofaring klinis; Namun, frekuensi EV di Kabupaten Batur rendah, dengan hanya 6 dari 50 sampel (atau 12%) yang benar-benar menunjukkan hasil positif. Variabel utama yang memengaruhi kejadian ISPA pada anak-anak adalah imunisasi yang tidak memadai dan bahaya lingkungan, termasuk perokok pasif dan polusi udara. Anak-anak yang berada di sekitar perokok pasif atau yang tinggal di daerah dengan riwayat infeksi pernapasan parah lebih mungkin jatuh sakit. Pentingnya mengendalikan faktor lingkungan dan memastikan anak-anak divaksinasi terhadap infeksi pernapasan akut yang parah ditekankan oleh hasil ini.
Worldwide, and especially in countries with lower per capita income, acute respiratory infections (ARI) rank high among children's leading causes of illness and mortality. Acute respiratory infections (ARIs) in children are most often caused by enteroviruses, which include Human Rhinoviruses (HRV) and EV-D68. The purpose of this study is twofold: first, to identify children in Batur District, Banjarnegara Regency who have contracted Enterovirus (EV) using real-time polymerase chain reaction (RT-PCR); and second, to examine epidemiological risk factors for Acute Respiratory Tract Infection (ARI). The study also aims to determine the frequency of ARI and how it correlates with the severity of respiratory symptoms. The RT-PCR method approach, this study associated the prevalence of EV in nasopharyngeal swab samples from children with ARI with the severity of their respiratory symptoms.
In Batur District, Banjarnegara Regency, researchers looked for signs of Enterovirus in nasopharyngeal swabs taken from children with an ARI diagnosis using the The RT-PCR technique refers to the reverse transcription-polymerase chain reaction. In addition to examining epidemiological risk variables that contribute to ARI, we evaluated the viral prevalence and its association with the intensity of respiratory symptoms.
The research found that RT-PCR was a very accurate way to detect EV in clinical nasopharyngeal swab samples; However, the frequency of EV in Batur Regency was low, with only 6 out of 50 samples (or 12%) actually testing positive. The primary variables impacting the incidence of ARI in children are inadequate immunization and environmental hazards, including secondhand smoking and polluted air. Children who are around secondhand smoke or who reside in areas with a history of severe respiratory infections are more likely to become sick. The importance of controlling environmental factors and making sure children are vaccinated against severe acute respiratory infections is emphasized by these results.
4427247651I1B021034HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN EMOSIONAL TEMAN SEBAYA DENGAN KECEMASAN SAAT PRESENTASI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNSOED
Latar Belakang: Mahasiswa perlu menguasai keterampilan presentasi karena berkontribusi besar terhadap nilai akademik. Namun, banyak mahasiswa mengalami kecemasan saat presentasi yang disebabkan oleh berbagai faktor. Kecemasan ini dapat berdampak negatif pada komunikasi, konsentrasi, dan performa akademik. Salah satu faktor yang dapat mengurangi kecemasan adalah dukungan emosional dari teman sebaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan emosional teman sebaya dengan tingkat kecemasan saat presentasi pada mahasiswa Jurusan S-1 Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik korelasi dengan cross-sectional study. Sampel pada penelitian ini sebanyak 238 partisipan dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman.
Hasil Penelitian: Karakteristik jenis kelamin sebagian besar perempuan (89,5%), angkatan 2023 (28,6%), dan 100% partisipan pernah melakukan presentasi. Mayoritas partisipan memiliki tingkat dukungan emosional teman sebaya sedang (71,4%) dan tingkat kecemasan presentasi sedang (63,4%). Hasil analisis uji Spearman diperoleh nilai p=0,539 (p value > 0,05) dan r = -0,04 sehingga H0 diterima.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional teman sebaya dengan tingkat kecemasan saat presentasi pada mahasiswa Jurusan S-1 Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Students need presentation skills as they significantly contribute to academic performance. However, many students experience presentation anxiety due to various factors. This anxiety can negatively impact communication, concentration, and academic performance. One factor that can help reduce anxiety is emotional support from peers. Therefore, this study aims to analyze the relationship between peer emotional support and presentation anxiety levels in undergraduate nursing students at Jenderal Soedirman University.
Methodology: This study employed a quantitative analytic correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 238 participants selected through proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using the Spearman test.
Results: Most participants were female (89.5%), the class of 2023 (28.6%), and had prior presentation experience (100%). The majority had a moderate level of peer emotional support (71.4%) and moderate presentation anxiety (63.4%). The results of the analysis of Spearman test obtained a value of p=0.539 (p value > 0.05) and r = -0.04 so that H0 was accepted.
Conclusion: There was no significant relationship between peer emotional support and presentation anxiety levels in undergraduate nursing students at Jenderal Soedirman University.
4427347653B1A020102DIVERSITAS TUMBUHAN BAWAH YANG BERSIFAT INVASIF DAN BERPOTENSI SEBAGAI TUMBUHAN OBAT DI KEBUN RAYA BATURRADEN
Tumbuhan bawah adalah vegetasi yang terdapat di bawah tegakan hutan termasuk anakan pohon. Tumbuhan bawah meliputi rumput-rumputan, herba, semak belukar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui diversitas spesies tumbuhan bawah yang bersifat invasif namun memiliki potensi sebagai tumbuhan obat.
Penelitian dilakukan di Kebun Raya Baturraden menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Survey dilakukan menggunakan kuadrat ukuran 2 m x 2 m yang disusun secara sistematis pada setiap ketinggian tempat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor lingkungan yang terdiri atas ketinggian tempat di atas permukaan laut, intensitas cahaya, suhu udara, kelembapan udara, dan pH tanah, sedangkan variabel terikatnya berupa diversitas tumbuhan bawah yang bersifat invasif dan berpotensi sebagai tumbuhan obat. Parameter yang diamati adalah jumlah spesies dan jumlah individu setiap spesies tumbuhan bawah yang bersifat invasif dan berpotensi sebagai tumbuhan obat. Identifikasi tumbuhan bawah invasif sebagai tumbuhan obat dilakukan melalui studi literatur. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Indeks diversitas (H’), Indeks Kemerataan spesies (E), dan Indeks Nilai Penting (INP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah spesies tumbuhan bawah di Kebun Raya Baturraden terdapat 48 spesies yang termasuk ke dalam 28 famili. Indeks diversitas tergolong sedang dan indeks kemerataan spesies termasuk rendah. Tumbuhan bawah di Kebun Raya Baturraden didominasi oleh anggota famili Asteraceae. Dari 48 species tumbuhan bawah tersebut yang bersifat invasif meliputi 10 spesies. 10 tumbuhan invasif tersebut yang berpotensi sebagai tumbuhan obat ada 8 spesies
Undergrowth is vegetation found under forest stands including tree saplings. The undergrowth includes grasses, herbs, shrubs. The purpose of this study is to determine the diversity of understory species that are invasive but have potential as medicinal plants.
The research was conducted at the Baturraden Botanical Garden using a survey method with a purposive sampling technique. The survey was carried out using a square of 2 m x 2 m which was arranged systematically at each height of the place. The independent variables in this study are environmental factors consisting of altitude above sea level, light intensity, air temperature, air humidity, and soil pH, while the bound variable is in the form of a variety of underplants that are invasive and have the potential to be medicinal plants. The parameters observed are the number of species and the number of individuals of each species of undergrowth that are invasive and have the potential to be tums
4427447654F2A022012STRATEGI PRO-POOR DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI
KREATIF MELALUI PENDEKATAN
PENTAHELIX DI DESA KUBU KABUPATEN ACEH BARAT
(Studi Kasus Kerajinan Eceng Gondok)
ABSTRAK
Konsep pro-poor bertujuan memastikan kebijakan pemerintah berpihak pada masyarakat
miskin untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mengurangi ketidaksetaraan.
Pendekatan ini dalam pengembangan ekonomi kreatif ditujukan untuk memberdayakan
golongan miskin atau rentan melalui pemanfaatan potensi bidang kreatif, dengan menyediakan
keterampilan, akses, dukungan, dan peluang yang diperlukan guna mengurangi kemiskinan dan
meningkatkan kesejahteraan. Namun, pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok
di Desa Kubu masih menghadapi kendala seperti pemanfaatan potensi desa yang belum
optimal, keterbatasan kualitas SDM, kurangnya prasarana pendukung, serta terbatasnya modal
untuk pemasaran skala besar. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah,
akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, dan komunitas kreatif untuk saling mendukung dalam
mempercepat pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok yang inklusif dan
berkelanjutan berbasis kepada masyarakat miskin. Tujuan penelitian ini untuk menemukan
strategi pro-poor dalam pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok berbasis
pentahelix di Desa Kubu Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus dengan informan yang terdiri dari pengrajin eceng gondok dan
stakeholder yang mengetahui terlibat dan mengetahui tentang ekonomi kreatif kerajinan eceng
gondok di Desa Kubu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball
sampling. Data dikumpulkan melalui melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data
dianalisis menggunakan teknik analisa Miles & Huberman (2014). Temuan hasil dari penelitian
ini adalah strategi pro-poor dalam pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok
melalui pendekatan pentahelix di Desa Kubu memungkinkan untuk dapat diterapkan, hanya
saja belum ada komunitas kreatif sebagai motor penggerak utama. Saat ini yang berperan dalam
pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok adalah pemerintah, swasta, akademisi,
dan masyarakat. Dengan model pendekatan pentahelix dapat mendorong pertumbuhan
ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, yang berdampak pada peningkatan
pendapatan, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci: Pro-poor, Ekonomi Kreatif, Pentahelix, Kerajinan Eceng Gondok.
STRATEGI PRO-POOR DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI
KREATIF MELALUI PENDEKATAN
PENTAHELIX DI DESA KUBU KABUPATEN ACEH BARAT
(Studi Kasus Kerajinan Eceng Gondok)
Nurul Badria Ulfa
Magister Administrasi Publik, Universitas Jenderal Soedirman
nurul.ulfa@mhs.unsoed.ac.id
ABSTRAK
Konsep pro-poor bertujuan memastikan kebijakan pemerintah berpihak pada masyarakat
miskin untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mengurangi ketidaksetaraan.
Pendekatan ini dalam pengembangan ekonomi kreatif ditujukan untuk memberdayakan
golongan miskin atau rentan melalui pemanfaatan potensi bidang kreatif, dengan menyediakan
keterampilan, akses, dukungan, dan peluang yang diperlukan guna mengurangi kemiskinan dan
meningkatkan kesejahteraan. Namun, pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok
di Desa Kubu masih menghadapi kendala seperti pemanfaatan potensi desa yang belum
optimal, keterbatasan kualitas SDM, kurangnya prasarana pendukung, serta terbatasnya modal
untuk pemasaran skala besar. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah,
akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, dan komunitas kreatif untuk saling mendukung dalam
mempercepat pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok yang inklusif dan
berkelanjutan berbasis kepada masyarakat miskin. Tujuan penelitian ini untuk menemukan
strategi pro-poor dalam pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok berbasis
pentahelix di Desa Kubu Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus dengan informan yang terdiri dari pengrajin eceng gondok dan
stakeholder yang mengetahui terlibat dan mengetahui tentang ekonomi kreatif kerajinan eceng
gondok di Desa Kubu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball
sampling. Data dikumpulkan melalui melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data
dianalisis menggunakan teknik analisa Miles & Huberman (2014). Temuan hasil dari penelitian
ini adalah strategi pro-poor dalam pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok
melalui pendekatan pentahelix di Desa Kubu memungkinkan untuk dapat diterapkan, hanya
saja belum ada komunitas kreatif sebagai motor penggerak utama. Saat ini yang berperan dalam
pengembangan ekonomi kreatif kerajinan eceng gondok adalah pemerintah, swasta, akademisi,
dan masyarakat. Dengan model pendekatan pentahelix dapat mendorong pertumbuhan
ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, yang berdampak pada peningkatan
pendapatan, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci: Pro-poor, Ekonomi Kreatif, Pentahelix, Kerajinan Eceng Gondok.
ABSTRACT
The pro-poor concept ensures that government policies favour low-income people to improve
their welfare and reduce inequality. This approach to developing the creative economy aims to
empower poor or vulnerable groups by utilizing the potential of the creative sector by providing
the skills, access, support, and opportunities needed to reduce poverty and improve welfare.
However, developing the creative economy of water hyacinth crafts in Kubu Village still faces
obstacles such as the suboptimal utilization of village potential, limited quality of human
resources, lack of supporting infrastructure, and limited capital for large-scale marketing.
Therefore, collaboration is needed between the government, historians, business actors, the
community, and creative communities to support each other in accelerating the development
of an inclusive and sustainable creative economy of water hyacinth crafts based on people
experiencing poverty. This study aims to find a strategy that favours people experiencing
poverty in developing a creative economy of Penta helix-based water hyacinth crafts in Kubu
Village, West Aceh. This study uses a qualitative method with a case study approach with
informants consisting of water hyacinth artisans and stakeholders who are involved and know
about the creative economy of water hyacinth crafts in Kubu Village selected using purposive
sampling and snowball sampling techniques. Data were collected through observation,
interviews, and documentation. Data were analyzed using Miles & Huberman's (2014) analysis
techniques. The findings of this study are that the strategy of favouring people experiencing
poverty in developing the creative economy of water hyacinth crafts through the Penta helix
approach in Kubu Village is possible to implement. Still, there is no creative community as the
main driving force. Currently, those who play a role in developing the creative economy of
water hyacinth crafts are the government, private sector, academics, and the community. The
Penta helix approach model can encourage inclusive and sustainable creative economic
growth, which impacts increasing income, opening up employment opportunities, and
improving community welfare.
Keywords: Pro-poor, Creative Economy, Pentahelix, Water Hyacinth Crafts.
4427547655J1A021032AN ANALYSIS OF CONJUNCTIVE RELATIONS TRANSLATION IN THE NOVEL TUESDAY WITH MORRIE BY MITCH ALBOMPenelitian ini berfokus pada analisis penerjemahan conjunctive relations dalam novel Tuesdays with Morrie karya Mitch Albom. Penelitian ini menerapkan teori tipe conjunctive relations oleh Halliday dan Hasan (1978), teori teknik penerjemahan oleh Molina dan Albir (2002), serta penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan (2012) yang secara khusus menitikberatkan pada aspek keberterimaan (acceptability). Hasil penelitian menunjukkan lima tipe conjunctive relations, yaitu adversative (28 data, 45,90%), additive (17 data, 27,87%), temporal (8 data, 13,11%), causal (6 data, 9,84%), dan continuative (2 data, 3,28. Sebanyak enam dari delapan belas teknik penerjemahan yang ada, teknik yang sering digunakan yaitu literal (43 data, 70,49%), amplifikasi (9 data, 14,75%), established equivalent dan reduksi (masing-masing 3 data, 4,92%), adaptasi (2 data, 3,28%), dan modulasi (1 data, 1,64%). Rata-rata total skor keberterimaan dari tiga penilai adalah 2,92, yang menunjukkan bahwa terjemahan conjunctive relations dalam ujaran Morrie dapat diterima. Penelitian ini memberikan wawasan tentang penerjemahan conjunctive relations dan menyoroti pentingnya memastikan kualitas terjemahan untuk mencapai tingkat keberterimaan yang tinggi.
This research focused on the analysis of conjunctive relations translation in the novel Tuesdays with Morrie by Mitch Albom. The study applied Halliday and Hasan's (1978) theory on types of conjunctive relations, Molina and Albir's (2002) theory on translation techniques, and Nababan's (2012) translation quality assessment framework, particularly emphasizing the aspect of acceptability. The findings revealed five types of conjunctive relations: adversative (28 data, 45.90%), additive (17 data, 27.87%), temporal (8 data, 13.11%), causal (6 data, 9.84%), and continuative (2 data, 3.28%). Six out of eighteen translation techniques were employed: literal (43 data, 70.49%), amplification (9 data, 14.75%), established equivalent and reduction (each 3 data, 4.92%), adaptation (2 data, 3.28%), and modulation (1 data, 1.64%). The overall acceptability score from three raters averaged 2.92, indicating that the translation of conjunctive relations in Morrie’s utterances was acceptable. This study provided insights into the translation of conjunctive relations and highlighted the importance of ensuring quality in translation to achieve high acceptability.
4427647657J1D020021Kemampuan Mengembangkan Gagasan dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi (Studi Kasus Siswa Kelas X A SMA Negeri 1 Purwareja Klampok)Penelitian ini berfokus pada kemampuan mengembangkan gagasan pada pembelajaran menulis teks eksposisi di kelas X A SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Berlatar belakang dari pentingnya keterampilan menulis pada pembelajaran teks eksposisi pada siswa kelas X SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, asesmen, kendala, serta solusi yang dilakukan dalam menghadapi kendala yang terjadi pada proses pembelajaran menulis teks biografi di kelas X A SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perencanaan yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas X A di SMA Negeri 1 Purwareja Klampok adalah merumuskan tujuan pembelajaran dan menyusun alur tujuan pembelajaran, merancang pembelajaran serta asesmen. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui tahap kegiatan awal, inti, dan penutup. Asesmen formatif yang dilakukan oleh guru dalam bentuk tugas. Guru mengalami kendala dari pelaksanaan dan asesmen pembelajaran menulis teks biografi di kelas X A berlangsung. Solusi yang dilakukan oleh guru secara keseluruhan adalah dengan dengan melakukan evaluasi diri atau refleksi untuk membangun proses pembelajaran selanjutnya yang lebih baik lagi, serta mengikuti komunitas belajar sebagai wujud dari pengembangan diri. This research focuses on the ability to develop ideas in exposition text writing learning in class X A at SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Based on the importance of writing skills in the learning of exposition texts for tenth-grade high school students. This research aims to identify and describe the planning, implementation, assessment, obstacles, and solutions undertaken in addressing the challenges encountered in the process of teaching biography writing in class X A at SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study method. The data collection techniques used in this study include observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the data analysis show that the planning carried out by the teacher in teaching exposition writing to the 10th-grade students of class X A at SMA Negeri 1 Purwareja Klampok includes formulating learning objectives and organizing the flow of learning objectives, designing the learning process, and assessment. The implementation of learning is carried out through the stages of initial activities, core activities, and closing activities. Formative assessment conducted by the teacher in the form of assignments. The teacher encountered obstacles during the implementation and assessment of the biography writing lesson in class X A. The overall solution implemented by the teacher is to conduct self-evaluation or reflection to improve the next learning process, as well as to join a learning community as a form of self-development.
4427747656J1A021036MULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS
ON SUSTAINABLE TOURISM WEBSITE: A CASE BASED STUDY OF GEOPARKKEBUMEN.ID
Tesis ini berjudul Analisis Wacana Multimodal dalam Situs Pariwisata Berkelanjutan: Studi kasus geoparkkebumen.id. Pariwisata berkelanjutan adalah konsep yang disetujui untuk mendukung sektor pariwisata Indonesia. Untuk menyebarluaskan kesadaran tersebut, antusias semua pihak bersifat penting. Salah satu platform komunikasi untuk menyebarkan informasi saat ini adalah situs. Oleh karena itu, penulis situs dituntut untuk memberikan setiap informasi selengkap mungkin. Dalam hal ini, multimodal muncul untuk membantu penulis situs. Penelitian ini menganalisa 5 tampilan beranda dalam situs geoparkkebumen.id yang mengandung multimodal. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Dalam membahas data-data penelitian, peneliti menggunakan teori analisis wacana multimodal menurut Kress & van Leeuwen (2021) untuk mengklasifikasikan multimodalitas dan untuk menganalisis sudut pandang gambar naturalistik. Di samping itu, peneliti menganalisis majas menggunakan teori strategi-strategi persuasif Lamb dan gambar-gambar non-naturalistik menggunakan teori semiotik Peirce. Hasil penelitian menunjukkan penemuan 129 mode verbal dan 302 mode visual. Dengan demikian, kelima tampilan pada beranda di geoparkkebumen.id mengandung mode verbal dan visual.

This thesis entitled Multimodal Discourse Analysis on Sustainable Tourism Website: A Case Based Study of geoparkkebumen.id. Sustainable tourism is an acceptable concept to support the Indonesian tourism sector. In order to share this awareness, the enthusiasm of all parties is essential. One of communication platform to spread information nowadays is website. Thus, a website writer has an essential role to put every information as complete as possible. In this situation, multimodality appears to help the website writer. This research analyzes the finding of 5 displays of the homepage in website geoparkkebumen.id that contain multimodality. The researcher uses a qualitative method to analyze the data. In order to elaborate the data, the researcher uses multimodal discourse analysis theory by Kress & van Leeuwen (2021) to classify the multimodality and to analyze the angle of each naturalistic image. Besides, the researcher analyzes the figurative language theory with Lamb’s persuasive strategies theory and the non-naturalistic images with Peirce’s semiotic theory. The research discovered the findings of 129 verbal modes and 302 visual modes. As a result, 5 displays of the homepage in geoparkkebumen.id contain verbal and visual modes.

4427847658F1F019035Upaya European Space Agency dalam Menangani Permasalahan Sampah Antariksa melalui Misi Clear Space-1 Tahun 2019-2024Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran European Space Agency sebagai sebuah organisasi internasional dalam menjalankan misi Clear Space-1 yang dimulai sejak tahun 2019-2024 sebagai bagian dari program keamanan luar angkasa ESA yaitu ADRIOS (Active Debris Removal/In-Orbit Servicing) yang menangani permasalahan sampah antariksa. Penelitian ini menggunakan konsep Organisasi Internasional menurut Citra Hennida yang memiliki tiga poin turunan yaitu sentralistik, independen, serta perwakilan dan enforcer. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa kondisi kepadatan dalam orbit bumi mendorong badan antariksa ESA untuk melaksanakan misi Clear Space-1. Misi ini berada di bawah naungan ESA dan OHB SE sebagai pimpinan misi untuk menangkap target PROBA-1. Mengacu pada konsep organisasi internasional, ESA memenuhi peran sentralistik organisasi dengan baik sebagai pihak sentral yang mengawasi jalannya misi. Sedangkan, peran independen dan perwakilan & enforcer kurang berjalan baik karena ESA telah memenuhi poin peran sentralistik. Penelitian ini juga berupaya melihat bagaimana pelaksanaan misi Clear Space-1 dari konsep keamanan lingkungan khususnya lingkungan orbit di atas bumi.This study aims to analyze the role of the European Space Agency as an international organization in carrying out the Clear Space-1 mission which began in 2019-2024 as part of ESA's space security program, namely ADRIOS (Active Debris Removal/In-Orbit Servicing) which handles space debris problems. This study uses the concept of International Organization according to Citra Hennida which has three derivative points, namely centralistic, independent, and representative and enforcer. In this study, it was found that the density conditions in Earth's orbit encouraged the ESA space agency to carry out the Clear Space-1 mission. This mission is under the auspices of ESA and OHB SE as the mission leader to capture the PROBA-1 target. Referring to the concept of international organization, ESA fulfills the centralistic role of the organization well as the central party that oversees the progress of the mission. Meanwhile, the independent and representative & enforcer roles are not going well because ESA has fulfilled the centralistic role points. This study also attempts to see how the implementation of the Clear Space-1 mission is from the concept of environmental security, especially the orbital environment above the earth.
4427947659F1F019048ANALISIS DAMPAK EUROPEAN UNION DEFORESTATION-FREE REGULATION (EUDR) TERHADAP EKSPOR CRUDE PALM OIL (CPO) INDONESIA TAHUN 2019 - 2023Pada tahun 2019 Uni Eropa kembali memberikan tantangan kepada negara - negara produsen Crude Palm Oil (CPO) melalui rencananya terhadap kebijakan baru yang lebih ambisius dari RED II. European Union Deforestation-free Regulation (EUDR) mengharuskan produk yang masuk ke pasar Uni Eropa, yang berasal dari tujuh komoditas tercantum beserta turunannya, harus sudah terbukti bebas dari aktivitas deforestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari EUDR terhadap ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia pada periode tahun 2019 - 2023. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), GAPKI, serta laporan dan studi sebelumnya terkait kebijakan perdagangan dan industri minyak sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa terus mengalami penurunan yang semakin drastis sejak EUDR setelah sebelumnya sudah mulai menurun akibat RED II. EUDR mengakibatkan produsen - produsen komoditas terkait, terutama sawit, mulai dengan serius mencari pasar alternatif lain untuk produknya dan secara bertahap memenuhi persyaratan dari EUDR. EUDR tidak diterima begitu saja oleh negara - negara produsen. Regulasi ini mengalami banyak penolakan hingga penundaan pengimplementasian sampai pada akhirnya setelah berbagai diskusi dilakukan, negara - negara produsen bersama Uni Eropa yang menerbitkan EUDR dapat secara kooperatif mencari jalan terbaik untuk penerapannya. In 2019 the European Union challenged Crude Palm Oil (CPO) producing countries once again with its plans for a new, more ambitious policy than RED II. The European Union Deforestation-free Regulation (EUDR) requires that products entering the EU market, derived from seven listed commodities and their derivatives, must have been proven free from deforestation activities. This study aims to analyse the impact of EUDR on Indonesia's Crude Palm Oil (CPO) exports in the 2019-2023 period. This research uses a descriptive analysis method with secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS), GAPKI, as well as previous reports and studies related to trade policy and the palm oil industry. The results showed that the volume of Indonesia's CPO exports to the European Union has continued to experience an increasingly drastic decline since the EUDR after having previously begun to decline due to RED II. The EUDR caused producers of related commodities, especially palm oil, to start seriously looking for other alternative markets for their products and gradually fulfil the requirements of the EUDR. The EUDR was not taken for granted by producing countries. The regulation experienced a lot of resistance and delays in implementation until finally after various discussions, producing countries and the European Union that issued the EUDR were able to cooperatively find the best way to implement it.
4428047660F2C021019Persepsi Mahasiswa terhadap Efektivitas Pembelajaran Daring di Fakultas Peternakan Unsoed pada Masa Pandemic COVID-19 Tahun 2020-2021Pendidikan merupakan hal yang wajib diberikan kepada setiap manusia. Pendidikan ini sendiri merupakan suatu proses pembelajaran hal baru untuk dapat mengembangkan diri agar dapat meningkatkan taraf hidup maupun untuk kehidupan bermasyarakat. Namun pada awal tahun 2020, muncul suatu penyakit, yaitu COVID-19, yang menyebabkan lembaga pendidikan di semua jenjang mulai dari SD hingga perguruan tinggi beralih ke pembelajaran daring. Dalam hal ini urgensi penelitiannya adalah pembelajaran di Fakultas Peternakan mengalami hambatan, dikarenakan semua yang diajarkan hanya bersifat teori, sedangkan secara praktik tidak bisa dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran daring di Fakultas Peternakan Unsoed pada masa pandemic COVID-19. Penelitian ini memakai penelitian jenis kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer (data dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, kuisioner, dll.) dan data sekunder (studi literatur, arsip dokumen, sumber buku, jurnal, dokumen-dokumen lainnya). Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme. Hasil dari penelitian ini adalah di Fapet Unsoed, secara indikator efektivitas pembelajaran oleh John Carroll semua sudah terpenuhi, namun ada berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi mahasiswa Fapet Unsoed, sehingga semuanya tetap bergantung kepada setiap masing-masing potensi dan individu dari mahasiswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah efektivitas pembelajaran daring di Fapet Unsoed bisa dikategorikan belum efektif sepenuhnya walaupun indikator-indikator efektivitas pembelajaran terpenuhi karena ada faktor eksternal, lalu semua orang yang terlibat harus beradaptasi dengan pembelajaran daring. Dan yang terakhir adalah pembelajaran secara teoritis masih bisa dilakukan secara daring, namun praktikum di lapangan tetap harus ada untuk membuat mahasiswa terus berkembang.Education is something that must be given to every human being. This education itself is a process of learning new things to be able to develop oneself in order to improve one's standard of living and for community life. However, in early 2020, a disease emerged, namely COVID-19, which caused educational institutions at all levels from elementary school to college to switch to online learning. In this case, the urgency of the research is that learning at the Faculty of Animal Husbandry is experiencing obstacles, because everything that is taught is only theoretical, while in practice it cannot be done. This study aims to determine students' perceptions of the effectiveness of online learning at the Faculty of Animal Husbandry, Unsoed during the COVID-19 pandemic. This study uses descriptive qualitative research. The data used are primary data (data from observations, interviews, documentation, questionnaires, etc.) and secondary data (literature studies, document archives, book sources, journals, other documents). The paradigm used in this study is the constructivism paradigm. The results of this study are at Fapet Unsoed, in terms of learning effectiveness indicators by John Carroll, all have been met, but there are various external factors that influence the perception of Fapet Unsoed students, so everything still depends on each individual's potential and individual. The conclusion of this study is that the effectiveness of online learning at Fapet Unsoed can be categorized as not fully effective even though the indicators of learning effectiveness are met because there are external factors, then everyone involved must adapt to online learning. And the last is that theoretical learning can still be done online, but practicums in the field must still be there to make students continue to develop.