Home
Login.
Artikelilmiahs
47577
Update
DZAKI AZHAR
NIM
Judul Artikel
ANALISIS RISIKO DALAM INDUSTRI PERTAMBANGAN PASIR DAN REALISASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI DESA LAMUK KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sungai Pekacangan memiliki potensi sumber daya alam yang kaya akan pasir batu. Kondisi ini mendorong munculnya pertambangan pasir yang ingin memanfaatkan potensi tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Adanya aktivitas pertambangan tentunya memunculkan suatu risiko bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana risiko yang ditimbulkan dalam Industri pertambangan pasir dan realisasi pengelolaan lingkungan di Desa Lamuk Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Desain penelitian kualitatif digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi agar dapat memahami permasalahan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kepentingan antara masyarakat dengan pertambangan yang kemudian memicu konflik horizontal maupun vertikal. Kehadiran pertambangan juga menimbulkan risiko ekonomi dengan adanya ketimpangan baik secara pembangunan maupun ekonomi terlebih adanya pengambilalihan ekologis yang diperparah dengan praktik sewa lahan untuk memperluas wilayah pertambangan. Sementara itu, kepemilikan AMDAL tidak lantas menjamin terhindarnya kerusakan lingkungan. Adannya perusahaan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi sungai yang berisiko meningkatkan banjir dan kerusakan lingkungan. Alhasil adanya pertambangan telah menimbulkan risiko sosial, ekonomi, dan lingkungan. Adapun dalam realisasi pengelolaan lingkungan pihak perusahaan telah memiliki rencana dalam mengelola lingkungan dan telah melakukan reklamasi serta kegiatan pasca tambang. Namun, dalam realisasinya masih belum menyentuh seluruh wilayah yang terdampak. Sedangkan untuk program CSR masih berbentuk charity belum menekankan pada pemberdayaan masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Pekacangan River has a rich natural resource potential in terms of sand and stone. This condition has encouraged the emergence of sand mining which aims to utilize this potential to meet the needs of development. The presence of mining activities certainly poses a risk to the surrounding community. This study aims to determine the risks posed by the sand mining industry and the realization of environmental management in Lamuk Village, Kejobong District, Purbalingga Regency. A qualitative research design was used through interview, observation, and documentation techniques to understand the problems in this study. The results of the study show that there are differences in interests between the community and mining which then trigger both horizontal and vertical conflicts. The presence of mining also causes economic risks with disparities in both development and economics, especially with the ecological takeover exacerbated by the practice of leasing land to expand mining areas. Meanwhile, the ownership of an EIA does not guarantee that environmental damage will not occur. The presence of the company has caused changes in the river conditions which risk increasing floods and environmental damage. As a result, the presence of mining has caused social, economic, and environmental risks. In terms of environmental management implementation, the company has plans for environmental management and has carried out reclamation and post-mining activities. However, in its implementation, it has not yet reached all affected areas. Meanwhile, for CSR programs, it is still in the form of charity and has not emphasized community empowerment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save