Artikelilmiahs
Menampilkan 44.201-44.220 dari 48.761 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44201 | 47607 | I1A021097 | PENGARUH KONDISI FISIK LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURRADEN II | Latar Belakang: Asma merupakan penyakit kronis tidak menular yang mempengaruhi saluran pernapasan dan sering dipicu oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan dalam rumah berperan besar dalam memicu terjadinya kejadian asma. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi fisik lingkungan rumah terhadap kejadian asma di wilayah kerja Puskesmas Baturraden II. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, serta pengukuran suhu rumah, kelembapan rumah, dan luas ventilasi rumah dengan alat ukur. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang terdiagnosa asma dan tercatat dalam data Detail Diagnosa Asthma milik Puskesmas Baturraden II pada periode Januari-September 2024 dan berjumlah 47 orang. Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara suhu rumah dan paparan asap rokok dengan kejadian asma, di mana suhu rumah memiliki pengaruh paling besar terhadap kejadian asma dengan p-value 0,027 (<0,05). Kesimpulan: Suhu rumah dan paparan asap rokok memiliki hubungan signifikan dengan kejadian asma, di mana suhu rumah berperan lebih dominan. Pengendalian suhu yang sesuai dan menghindari paparan asap rokok sangat penting untuk mencegah kejadian asma, terutama pada individu yang berisiko. Kata Kunci: Asma, Kondisi Rumah, Lingkungan, Paparan Polusi, Baturraden | Background: Asthma is a chronic, non-communicable disease that affects the respiratory system and is often triggered by environmental factors. The physical conditions within the home environment play a significant role in triggering asthma events. This study aims to analyze the influence of physical home environment conditions on asthma occurrence in the working area of Baturraden II Public Health Center. Methodology: This study uses an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected through interviews using questionnaires, as well as measurements of house temperature, humidity, and ventilation area using measuring instruments. The study population consists of all patients diagnosed with asthma and recorded in the Detailed Asthma Diagnosis data of Baturraden II Public Health Center during the period of January-September 2024, totaling 47 individuals. Research Results: This study found a significant relationship between house temperature and exposure to cigarette smoke with the incidence of asthma, where house temperature had the greatest influence on asthma occurrence (p-value 0.027, <0,05). Conclusion: House temperature and exposure to cigarette smoke have a significant relationship with the incidence of asthma, with house temperature playing a more dominant role. Proper temperature control and avoiding cigarette smoke exposure are crucial to prevent asthma occurrence, especially in individuals at risk. Keywords: Asthma, Home Conditions, Environment, Pollutant Exposure, Baturraden | |
| 44202 | 47582 | J1D019023 | REPRESENTASI MASKULINITAS TOKOH UTAMA NOVEL THIS IS WHY I NEED YOU | Menggunakan novel sebagai bahan penelitiannya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perihal nilai-nilai maskulinitas dari Janet Saltzman Chfets yang ada dalam novel This Is Why I Need You Karya Brian Khrisna. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualittaif. Data berupa kutipan atau tingkah laku tokoh utama. Metode pengumpulan data menggunakan metode close reading dengan teknik simak catat. Analisis data penelitian ini menggunakan metode analisis Miles and Huberman dalam (Sugiyono 2023). Hasil analisis data menunjukkan terdapat 33 data dengan ketentuan terbagi menjadi 7 bagian. Representasi maskulinitas area fisik 6 data, fungsional 5 data, seksual 6 data, emosional 3 data, intelektual 5 data, interpersonal 4 data dan area personal lainya terdapat 1 data. Aspek transformasi maskulinitas terdapat 3 hasil data yang diperoleh melalui 6 perbadingan data. | Using a novel as the research material, this study aims to describe the values of masculinity proposed by Janet Saltzman Chafetz as found in the novel This Is Why I Need You by Brian Khrisna. This research is qualitative in nature. The data consists of quotes or behaviors of the main character. The data collection method uses close reading with note-taking techniques. The data analysis in this research employs the Miles and Huberman analysis method as cited in (Sugiyono 2023). The results of the data analysis show 33 data points divided into 7 categories: representation of masculinity in the physical area (6 data points), functional area (5 data points), sexual area (6 data points), emotional area (3 data points), intellectual area (5 data points), interpersonal area (4 data points), and other personal areas (1 data point). The aspect of masculinity transformation yielded 3 data points obtained through 6 data comparisons. | |
| 44203 | 47583 | F1B021091 | Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kompetensi dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Purwokerto | Studi ini berfokus pada pentingnya kinerja pegawai sebagai faktor kunci dalam efektivitas organisasi publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh pemanfataan teknologi informasi, kompetensi, dan pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai di KPPN Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan analisis menggunakan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pemanfaatan teknologi tidak berpengaruh signifikan dengan diperoleh nilai chi square hitung < chi square tabel (4,726 < 9,488), sedangkan kompetensi dan pengalaman kerja masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Kompetensi memperoleh nilai chi square hitung > chi square tabel (12,610>9,488) dan pengalaman kerja dengan nilai (8,931>7,815). Selain itu, secara simultan pemanfaatan teknologi informasi, kompetensi dan pengalaman kerja berpengaruh signifkan terhadap kinerja pegawai dengan diperoleh nilai chi square hitung > chi square tabel (32,889 >29,675). Oleh karena itu, meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja pegawai, beradaptasi dengan teknologi informasi, dan mengintegrasikannya dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik. | This study focuses on the importance of employee performance as a key factor in the effectiveness of public organizations in providing services to the community. This study aims to analyze and explain the effect of information technology utilization, competence, and work experience on employee performance at KPPN Purwokerto. This study uses quantitative methods with data collected through observation, documentation and analysis using SPSS version 29. The results showed that partially the utilization of technology had no significant effect with the obtained value of chi square count < chi square table (4.726 < 9.488), while competence and work experience each had a significant effect on employee performance. Competence obtained the value of chi square count> chi square table (12.610> 9.488) and work experience with a value of (8.931> 7.815). In addition, simultaneously the use of information technology, competence and work experience has a significant effect on employee performance by obtaining the value of chi square count> chi square table (32.889>29.675). Therefore, improving employee skills and work experience, adapting to information technology, and integrating it can help improve the quality of public services. | |
| 44204 | 47584 | J1D019035 | Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye (Psikologi Sastra) | Psikologi sastra merupakan gabungan antara ilmu kejiwaan serta sastra yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kejiwaan. Karya satra selalu berkaitan dengan kondisi batin dan psikologis tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab dan bentuk konflik batin tokoh utama novel Sesuk karya Tere Liye menggunakan teori milik Kurt Lewin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik baca dan catat. Hasil penelitian ini ditemukan adanya 24 data yang merupakan faktor penyebab konflik batin dan 24 data yang merupakan bentuk konflik batin. Perolehan data yang paling sedikit ditemukan pada faktor kekuatan kebutuhan pribadi yakni yang berjumlah dua data. Perolehan data paling banyak terdapat pada faktor kekuatan pendorong yang berjumlah delapan data. Perolehan data yang paling sedikit ditemukan pada bentuk konflik batin mendekat-menjauh yakni yang berjumlah tiga data. Perolehan data paling banyak terdapat pada bentuk konflik batin menjauh-menjauh yang berjumlah empat belas data. | Literary psychology is a combination of psychology and literature which studies matters related to psychology. Literary works are always related to the inner and psychological conditions of characters. This research aims to describe the causal factors and forms of inner conflict of the main character of the novel Sesuk by Tere Liye using Kurt Lewin's theory. This type of research is qualitative research using descriptive analysis methods. Data collection techniques use reading and note-taking techniques. The results of this research found that there were 24 data which were factors causing inner conflict and 24 data which were forms of inner conflict. The least data obtained was found in the strength of personal needs factor, namely two pieces of data. The most data obtained was on the driving force factors, which amounted to eight data. The fewest data obtained were found in the form of inner conflict approaching-away, namely three pieces of data. The most data obtained was in the form of inner conflict away from each other, amounting to fourteen pieces of data. | |
| 44205 | 47512 | I1B021018 | Studi Dokumentasi: Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Sepsis Neonatorum pada Bayi Prematur | Latar Belakang: Riset membuktikan sekitar sepertiga bayi prematur lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi prematur dengan BBLR berisiko mengalami sepsis neonatorum karena belum matangnya organ-organ tubuh. Hasil riset sebelumnya masih menunjukkan adanya kontradiksi hubungan BBLR dengan kejadian sepsis neonatorum. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali hubungan hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian sepsis neonatorum pada bayi prematur. Metodologi: Penelitian studi dokumetasi menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di ruang Rekam Medis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 215 data bayi prematur dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram yang dirawat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode Januari sampai Desember 2023. Instrumen berupa lembar pengumpulan data yang didesain oleh peneliti dan telah diuji validitas konten isi dengan hasil sangat baik (I-CVI=1). Analisis data menggunakan analisis univariat, dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden memiliki nilai tengah usia gestasi 34 minggu dan mayoritas dalam kategori moderate to late preterm, berat badan lahir 1500 - <2500 gram dalam kategori bayi berat badan lahir rendah, jenis kelamin perempuan, rata-rata lama rawat 14 hari dan pulang dalam kondisi hidup. Hasil analisis berat badan lahir rendah menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan dengan sepsis neonatorum (p = 0,184). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan berat badan lahir rendah dengan kejadian sepsis neonatorum pada bayi prematur. Hal ini dapat terjadi dikarenakan angka kejadian bayi BBLR terkena sepsis neonatorum lebih rendah dibandingkan bayi BBLR yang tidak terkena sepsis neonatorum. | Background: Research proved that approximately one-third of preterm infants were born with low birth weight (LBW). Preterm infants with LBW were at risk of developing neonatal sepsis due to the immaturity of their organs. Previous research still showed contradictions in the relationship between LBW and the incidence of neonatal sepsis. Therefore, this study aimed to investigate the relationship between low birth weight and the incidence of neonatal sepsis in preterm infants. Methodology: This study used association and a cross-sectional approach. The study was conducted in the Medical Records Department of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The sample was selected using the Simple Random Sampling technique, consisting of 215 data records of preterm infants with a birth weight of less than 2500 grams who were treated at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto from January to December 2023. The research instrument was a data collection sheet designed by the researchers and had undergone content validity testing, yielding excellent results (I-CVI=1). Data analysis included univariate analysis, the Kolmogorov-Smirnov normality test, and bivariate analysis using the Chi-Square test. Results: The study results showed that the median gestational age of the respondents was 34 weeks, with the majority categorized as moderate to late preterm. Most had a birth weight between 1500 and <2500 grams, classified as low birth weight infants, were female, and were discharged in a healthy condition. The analysis of low birth weight revealed no significant relationship with neonatal sepsis (p = 0.184). Conclusion: There was no significant relationship between low birth weight and the incidence of neonatal sepsis in preterm infants. This may have occurred because the incidence of neonatal sepsis among LBW infants was lower than that of LBW infants who did not develop neonatal sepsis. | |
| 44206 | 47613 | B1A020060 | Performa Pertumbuhan, Efisiensi Pakan, dan Morfo-Anatomi Organ Pencernaan Benih Ikan Lele (Clarias gariepinus (Burchell, 1822)) dengan Pakan Substitusi Tepung Maggot (Hermentia illucens) | Hasil produksi ikan lele yang menghasilkan keuntungan lebih besar apabila ikan memiliki performa pertumbuhan yang baik dan kelulushidupan ikan tinggi. Performa pertumbuhan ikan didukung dengan kualitas nutrisi yang cukup, sehingga peningkatan produksi ikan lele dapat meningkatkan permintaan terhadap pakan terutama tepung ikan. Peningkatan permintaan dapat memengaruhi harga jual pakan. Oleh karena itu, produksi ikan lele memerlukan pakan alternatif yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan ketersediaannya melimpah seperti maggot BSF. Maggot BSF dapat digunakan sebagai subtitusi tepung ikan dalam formulasi pakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pakan pelet substitusi tepung maggot BSF berbagai instar terhadap performa pertumbuhan, efisiensi pakan, dan morfo-anatomi organ dan saluran pencernaan benih ikan lele (C. gariepinus). Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus - Oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri atas 4 perlakuan dengan 7 kali ulangan pada setiap perlakuan. Perlakuan terdiri dari pelet (P0): komersil, (P1): maggot BSF instar 4, (P2): maggot BSF instar 5, dan (P3): maggot BSF instar 6. Selanjutnya, data parameter pertumbuhan yang terdiri atas pertambahan bobot dan panjang tubuh, laju pertumbuhan relatif dan spesifik, indeks viseralsomatik (IVS) dan hepatosomatik (IHS), Feed Conversion Ratio, efisiensi pakan, dan kelulushidupan ikan diuji secara statistik dengan one way (ANOVA) yang memiliki tingkat kepercayaan 95% menggunakan software GraphPad. Hasil yang berbeda nyata (P<0,05), dilakukan uji lanjut Tukey. Data topografi dan mofo-anatomi organ pencernaan ikan dianalisis secara deskriptif. Penelitian mengenai pemberian pelet komersil dan pelet substitusi maggot BSF berbagai instar kepada benih ikan lele menghasilkan rata – rata, pertambahan bobot tubuh yaitu 2,75 ± 1,59 - 5,74 ± 2,34 g, pertambahan panjang tubuh 1,25 ± 0.81 - 2,94 ± 1,15 cm, laju pertumbuhan relatif 17,95 ± 8,16% - 45,12 ± 19,20%, laju pertumbuhan spesifik 2,70 ± 1,52% - 6,83 ± 2,88%, Feed Convertion Ratio 1,23 ± 0,12 - 1,93 ± 0,46, efisiensi pakan 54,12 ± 68,19% - 81,96 ± 9,90%, indeks visceralsomatik 0,060 ± 0,016% - 0,068 ± 0,017%, indeks hepatosomatik 0.015 ± 0.002% - 0.020 ± 0.003%, survival rate 80 ± 20% - 90 ± 14,14%. Berdasarkan pengamatan morfo-anatomi tidak ditemukan kerusakan organ pencernaan pada semua perlakuan. Hasil rata–rata pengukuran kualitas air yaitu oksigen terlarut 4,96 – 7,41, pH 6,57 – 8,11, dan temperatur 26,5 – 30,3oC. Berdasarkan analisis one way ANOVA pemberian pelet komersil dan pelet maggot BSF berbagai instar menghasilkan rata–rata pertambahan bobot dan panjang tubuh, laju pertumbuhan relatif dan spesifik, FCR dan IHS berpengaruh nyata (P<0,05), sedangkan rata–rata efisiensi pakan, IVS, dan survival rate yang tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Pemberian pakan pelet substitusi tepung maggot BSF 4, 5, dan 6 menghasilkan performa pertumbuhan, efisiensi pakan, dan morfo-anatomi organ dan saluran pencernaan yang sama. | The result of catfish production that produce a greater profit if fish has good growth performance and high survival rate. Fish growth performance is supported by sufficient nutritional quality, thus an increasing catfish production can increasing demand for feed, especially fish flour. Increasing demand can affect the price of feed. Therefore, catfish production require alternative feed with high nutritional content and abundant availability such as BSF larvae. BSFL can be used as a substitution for fish flour in feed formulation. This study aimed to determine impact of the substitution of BSFL flour on the growth performance, feed efficiency, and morpho-anatomy of the digestive organ of catfish. This research was conducted in August until October 2024. The research method used is the experimental method with a completely randomized design consisting of four treatments and seven replicates. The treatments consisted of (P0): commercial, (P1): BSFL instar 4, (P2): BSFL instar 5, and (P3): BSFL instar 6 pellets. Next, growth parameter data consisting of weight gain and length gain of the body, relative and specific growth rate, the visceral somatic index (VSI) and hepatosomatic index (HSI), feed conversion ratio, feed efficiency, and survival rate tested statistically with one way ANOVA that has a 95% confidence level using graphpad software. The research results were significantly different, and Tukey’s further test was conducted. The topography and form of digestive organs were analyzed descriptively. Research on the feeding of commercial and BSFL of various instar pellets to catfish fingerlings produce the average growth equal, body weight gain 2,75 ± 1,59 - 5,74 ± 2,34 g, body length gain 1,25 ± 0.81 - 2,94 ± 1,15 cm, relative growth rate 17,95 ± 8,16% - 45,12 ± 19,20%, spesific growth rate 2,70 ± 1,52% - 6,83 ± 2,88%, feed convertion ratio 1,23 ± 0,12 - 1,93 ± 0,46, feed efficiency 54,12 ± 68,19% - 81,96 ± 9,90%, visceralsomatik index 0,060 ± 0,016% - 0,068 ± 0,017%, hepatosomatik index 0.015 ± 0.002% - 0.020 ± 0.003%, survival rate 80 ± 20% - 90 ± 14,14%. Based on the observation of morpho-anatomy was not found damage to digestive organs in all treatments. The average result of measurement the water quality, dissolved oxygen 4,96 – 7,41, pH 6,57 – 8,11, and temperature 26,5–30,3oC. Base on the analysis of one way ANOVA feeding of commercial and BSFL of various instar pellets produces the average weight gain and length of the body, relative and spesific growth rates, feed efficiency, and IHS which have significant effect, while the average FCR, IVS, and survival rate insignificant. The feeding of BSFL of 4th, 5th, and 6th instar pellets for catfish produce growth performance, feed efficiency, and morpho-anatomy of digestive organs equal. | |
| 44207 | 47586 | F1A020032 | Representasi Kekerasan Seksual Dalam Film Like & Share (2022) Karya Gina S. Noer | Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Permasalahan ini menarik minat sineas film untuk mengangkat isu kekerasan seksual dalam film, salah satunya adalah Like & Share. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kekerasan seksual terhadap Perempuan yang direpresentasikan dalam film Like & Share. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Bahan penelitian menggunakan film Like & Share. Analisis data menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yang memiliki dua tingkat penandaan yaitu denotasi dan konotasi untuk menginterpretasikan makna tersembunyi dibalik tanda. Berdasarkan hasil penelitian, kekerasan seksual terhadap perempuan yang ditampilkan dalam film Like & Share dibagi menjadi tiga bagian yakni pelecehan non fisik dan normalisasi kekerasan seksual non fisik yang berkaitan dengan budaya patriarki dan rape culture yang melanggeng pelecehan seksual. Kerasan seksual fisik terhadap perempuan yang berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan dan ketimpangan relasi kuasa. Serta Kekerasan berbasis gender online yang dialami oleh perempuan sebagai manifestasi budaya patriarki yang terjadi dalam ruang digital. | The issue of sexual violence against women in Indonesia remains deeply concerning, with its prevalence continuing to rise over time. This issue has drawn the interest of filmmakers, leading to the portrayal of sexual violence in films, one of which is Like & Share. This study aims to describe the representation of sexual violence against women as depicted in Like & Share. A qualitative research methodology is employed, with the film Like & Share serving as the primary research material. Data analysis is conducted using Roland Barthes’ semiotic approach, which consists of two levels of signification: denotation and connotation, to interpret the hidden meanings behind the signs. The findings reveal that sexual violence against women in Like & Share is categorized into three aspects: (1) non-physical harassment and the normalization of non-physical sexual violence, which are closely linked to patriarchal culture and rape culture that perpetuate sexual harassment; (2) physical sexual violence against women, which is associated with the abuse of power and power imbalances; and (3) online gender-based violence experienced by women as a manifestation of patriarchal culture within digital spaces. | |
| 44208 | 47587 | B1A020070 | Potensi Pengendalian Kecoak Jerman (Blattella germanica L.) menggunakan Isolat Bakteri Entomopatogen asal Cadaver Kecoak | Kecoak jerman (Blattella germanica L.) merupakan salah satu vektor penyakit yang berada di lingkungan sekitar. Pengendalian kecoak jerman perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada manusia, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan agen hayati berupa bakteri entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat bakteri entomopatogen asal cadaver kecoak yang memiliki potensi sebagai bioinsektisida. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode, yaitu metode survei eksploratif untuk mengeksplorasi bakteri entomopatogen dari cadaver kecoak dengan teknik purposive sampling, serta uji efikasi dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas adalah isolat bakteri entomopatogen, sedangkan variabel terikat adalah mortalitas kecoak. Parameter utama pada penelitian ini adalah persentase mortalitas kecoak. Penelitian diawali dengan preparasi sampel, isolasi bakteri, enumerasi, uji potensi kemampuan bakteri entomopatogen, pengamatan morfologi eksoskeleton kecoak uji, uji efikasi bakteri, hingga karakterisasi bakteri. Data hasil karakterisasi bakteri entomopatogen dianalisis secara deskriptif, sedangkan data hasil uji mortalitas dianalisis dengan ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian didapatkan 36 isolat bakteri yang diisolasi dari cadaver kecoak. Setelah melewati proses screening kemampuan kitinolitik, terpilih enam isolat (JL6 B, JL6 C, JL6 D, JM6 D, JM6 J, dan JM6 Q) yang diujikan ke kecoak. Hasil uji ANOVA terhadap keenam isolat tersebut menunjukkan terdapat pengaruh sangat nyata dari perlakuan isolat bakteri terhadap mortalitas kecoak jerman. Keenam isolat tersebut memiliki potensi untuk digunakan sebagai bioinsektisida karena mampu menyebabkan kematian pada kecoak jerman. Isolat JL6 C mampu menghasilkan persentase mortalitas tertinggi yaitu sebesar 70%, sedangkan isolat JM6 Q menghasilkan persentase mortalitas terendah yaitu sebesar 20%. | German cockroaches (Blattella germanica L.) are one of the disease vectors in the human environment. German cockroach control needs to be carried out to prevent health problems, one of which is by utilizing biological agents in the form of entomopathogenic bacteria. This study aims to determine the potency entomopathogenic bacterial isolates from cockroach cadaver as a bioinsecticide for german cockroach. This study was carried out with two methods, namely exploratory survey method to explore entomopathogenic bacteria from cockroach cadaver using a purposive sampling technique, and efficacy test was carried out by an experimental method using a Complete Random Design (CRD). The independent variable is the isolates of entomopathogenic bacteria, dependent variable is the mortality of cockroaches. The main parameter in this study was the percentage of cockroach mortality. The research began with sample preparation, bacterial isolation, enumeration, testing the potential ability of entomopathogenic bacteria, observing the morphology of the exoskeleton of test cockroaches, bacterial efficacy tests, and bacterial characterization. The data from the characterization of entomopathogenic bacteria was analyzed descriptively, while the data from the mortality test was analyzed with ANOVA, and if there was a difference, it was continued with the Duncan test at a real level of 5%. The study results obtained 36 bacterial isolates from cockroach cadavers. Furthermore, the chitinolytic screening assay, resulted six isolates (JL6 B, JL6 C, JL6 D, JM6 D, JM6 J, and JM6 Q) that were selected to treat cockroaches. According the data analysis, six bacterial isolates have significant effect toward the mortality of german cockroaches. The six isolates have the potential to be used as bioinsecticides because they are able to cause death in German cockroaches. JL6 C isolate is able to produce the highest mortality percentage of 70%, while JM6 Q isolate produces the lowest mortality percentage of 20%. | |
| 44209 | 47588 | I1A021027 | Evaluasi Program Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Pemeriksaan Payudara Klinis di Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas | Cakupan deteksi dini kanker payudara di setiap puskesmas Kabupaten Banyumas masih jauh dari target sasaran termasuk salah satunya yaitu Puskesmas Karanglewas. Cakupan deteksi dini kanker payudara di Puskesmas Karanglewas mencapai 31,2% atau dari 981 target WUS yang masih diperiksa sebanyak 306 WUS. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap program deteksi dini kanker payudara dengan sadanis berdasarkan aspek konteks, proses, dan ouput. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas pada bulan Oktober hingga Desember 2024. Desain penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan subjek penelitian dilakukan menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis data menggunakan analisis tematik. Pada aspek konteks, menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap program sadanis muncul setelah adanya penyuluhan dan gejala yang dirasakan, dan di sisi lain masyarakat tidak membutuhkan program sadanis karena merasa sehat. Pada aspek proses, menunjukkan bahwa advokasi program sadanis sudah terlaksana secara optimal dan promosi kesehatan program sadanis tidak berjalan efektif. Pada aspek produk, capaian program sadanis tidak tercapai. Program sadanis di Puskesmas Karanglewas belum dilaksanakan dengan baik karena masih terdapat masyarakat yang tidak membutuhkan program sadanis, promosi kesehatan terkait dengan program sadanis tidak berjalan efektif, dan capaian program sadanis tidak tercapai. | The coverage of early detection of breast cancer in each health center in Banyumas Regency is still far from the target, including Karanglewas Health Center. The coverage of early detection of breast cancer at Karanglewas Health Center reached 31.2% or out of 981 target women of childbearing age who were still examined, there were 306 women of childbearing age. Therefore, it is necessary to evaluate the breast cancer early detection program with sadanis based on the aspects of context, process, and outputThe research was conducted in the Karanglewas Public Healthcare working area from October to December 2024. The research design used was qualitative with a phenomenological approach. The selection of research subjects was carried out using purposive sampling technique. Data analysis using thematic analysis. In the context aspect, it shows that the community's need for clinical breast examination arises after counseling and perceived symptoms, and on the other hand the community does not need the cadanis program because they feel healthy. In the process aspect, it shows that clinical breast examination advocacy has been carried out optimally and clinical breast examination health promotion is not running effectively. In the product aspect, clinical breast examination was not achieved. Clinical breast examination at Karanglewas Public Health Center has not been implemented well because there are still people who do not need clinical breast examination, health promotion related to clinical breast examination does not run effectively, and the achievement of clinical breast examination is not achieved. | |
| 44210 | 47589 | E1A021124 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI APARTEMEN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor 43/Pdt.G/2023/PN Kwg) | Kreditur yang dihadapkan oleh debitur yang wanprestasi dalam perjanjian jual beli apartemen memiliki hak untuk mengajukan gugatan ke pengadilan sebagai upaya penyelesaian. Namun, Majelis Hakim seringkali tidak memberikan pertimbangan yang jelas mengenai unsur wanprestasi sehingga kurang memberikan kepastian hukum, sebagaimana kasus dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 43/Pdt.G/2023/PN Kwg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim terhadap wanprestasi yang dilakukan tergugat dan penyelesaian wanprestasi dalam putusan. Metode yang digunakan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus dan konseptual, spesifikasi penelitian deskriptif analisis dengan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan diolah dengan reduksi, editing, dan klasifikasi, disajikan deskriptif dan analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Majelis Hakim tidak memberikan pertimbangan yang menjelaskan unsur wanprestasi, namun telah tepat dalam menyatakan bahwa Tergugat wanprestasi. Tergugat memenuhi unsur wanprestasi karena terdapat perikatan yang mengandung kewajiban Tergugat untuk membayar denda Rp59.840.808, namun Tergugat menolak membayar denda tersebut meskipun telah diberikan somasi. Terhadap penyelesaian wanprestasi, Penggugat berhak mengajukan tuntutan ganti rugi, berupa kerugian materiil Rp59.840.808 dan kerugian immateriil Rp109.840.808. Majelis Hakim telah tepat dalam mengabulkan tuntutan kerugian materiil sebesar Rp59.840.808, yang merupakan kewajiban Tergugat. Tergugat yang wanprestasi dihukum membayar kerugian materiil Rp59.840.808 dan biaya perkara Rp216.000. | Creditors can file a lawsuit in court to resolve debtor who is in default in an apartment sale and purchase agreement, but the Panel of Judges often lacks clear considerations regarding default elements, resulting in less legal certainty, outlined in District Court Decision Number 43/Pdt.G/2023/PN Kwg. This study investigates the legal considerations of a judge regarding a developer's default and its settlement. Using a normative juridical approach, utilizing statutory, case approaches and conceptual, the study uses a descriptive-analytical research specification with secondary data, collected through library research, processed through reduction, editing, and classification, and presented in a descriptive manner with qualitative normative analysis. The results show that although the panel of judges did not provide detailed reasoning on the elements of default, they are correctly ruled that the defendant was in default, as they fulfilled the elements of the contract, including an agreement requiring the defendant to pay a fine of Rp59,840,808, despite a warning. The plaintiff has the right to file a claim for compensation, including material losses of Rp59,840,808 and immaterial losses of Rp109,840,808. Defendant being sentenced to pay Rp59,840,808 and court costs of Rp216,000. | |
| 44211 | 47591 | A1D020137 | Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max L.Merill) pada Pemberian Bahan Organik dan Fosfor di Tanah Ultisol | Kedelai edamame (Glycine max L. Merill) adalah salah satu jenis tanaman kacang-kacangan dengan ukuran polong yang lebih besar dan dipanen dalam kondisi segar. Lahan Ultisol tersebar luas di Indonesia. Budidaya edamame potensial untuk dikembangkan di tanah marginal dengan penambahan bahan organik dan kombinasi dengan pupuk kimia sintetik untuk mendpatkan hasil optimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil edamame pada pemberian bahan organik di tanah Ultisol, 2) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil edamame pada pemberian fosfor di tanah Ultisol, 3) mengetahui kombinasi terbaik bahan organik dan fosfor terhadap respon pertumbuhan dan hasil edamame di tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Penelitian dan Laboratorium Agronomi & Hortikultura Universitas Jenderal Soedirman. Percobaan faktorial disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu bahan organik (B) sebanyak 4 taraf yaitu B0 = kontrol, B1 = pupuk kasgot dosis 15 ton/ha setara 38 g/polybag, B2 = pupuk kandang sapi dosis 15 ton/ha setara 38 g/polybag, B3 = arang sekam dosis 15 ton/ha setara 38 g/polybag. Faktor kedua yaitu fosfor (P) sebanyak 3 taraf yaitu P0 = kontrol, P1 = 200 kg/ha setara dengan 0,7 g/polybag, d2 = 400 kg/ha setara dengan 1 g/polybag. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5%. Jika berpengaruh nyata (F hitung > F tabel) maka diuji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian bahan organik dan fosfor efektif meningkatkan respon tanaman pada variabel pertumbuhan dan hasil dibandingkan kontrol. Pemberian fosfor paling efektif pada dosis 0,7 g/polybag, sebab pemberian dosis yang lebih tinggi tidak meningkatkan hasil. Terdapat interaksi pada variabel jumlah polong total per tanaman. Kombinasi terbaik dalam meningkatkan hasil yaitu pupuk kandang sapi 38 g/polybag dengan fosfor dosis 0,7 g/polybag, karena mampu meningkatkan jumlah polong total per tanaman dan bobot polong per tanaman. | Edamame soybeans (Glycine max L. Merrill) are a type of legume known for their larger pod sizes and are typically harvested when fresh. Ultisol soils are prevalent across Indonesia. Edamame cultivation can be enhanced on this marginal land by adding organic materials and combining them with synthetic chemical fertilizers to achieve optimal results. This research aims to: 1) Determine the growth response and yield of edamame when organic materials are applied to Ultisol soil, 2) Determine the growth response and yield of edamame when phosphorus is applied to Ultisol soil, 3) Identify the best combination of organic materials and phosphorus that maximizes growth response and yield of edamame in Ultisol soil. This research was conducted at the Experimental Field and Agronomy & Horticulture Laboratory of Jenderal Soedirman University. The factorial experiment design arranged in a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 treatment factors, namely organic matter (B) as many as 4 levels, namely B0 = control, B1 = kasgot at a dose 15 ton/ha equivalent 38 g/polybag, B2 = cow manure at a dose 15 ton/ha equivalent 38 g/ polybag, B3 = husk charcoal at a dose 15 ton/ha equivalent 38 g/ polybag, and phosphorus (P) as many as 3 levels, namely P1 = 200 kg/ha equivalent 0,7 g/ polybag, d2 = 400 kg/ha equivalent 1 g/ polybag. The research data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% level. If there is a significant effect (F count > F table), then it is further tested using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at an error level of 5%. The results showed that the application of organic materials and phosphorus effectively increased plant responses to growth and yield variables compared to controls. The provision of phosphorus is most effective at a dose of 0,7 g/polybag, because the provision of higher doses does not increase yields. There is an interaction on the variable number of total pods per plant. The best combination for increasing yields is 38 g/polybag of cow manure with 0,7 g/polybag of phosphorus, because it has an effect on the number of total pods per plant and the highest pod weight per plant compared to other combinations. | |
| 44212 | 47592 | F1A017076 | Negosiasi Ruang Publik dan Domestik Pada Mahasiswi Program Sarjana Berstatus Menikah di Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mahasiswi yang berstatus menikah menegosiasikan antara tugas kuliah dan rumah tangga dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh mahasiswi berstatus menikah dalam menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi berstatus menikah yang menjadi informan penelitian memanfaatkan dukungan sosial dari orang-orang terdekat, yaitu suami dan orangtua dalam menegosiasikan antara tugas kuliah dan rumah tangga. Suami dan orangtua masing-masing berperan dalam mendukung aktivitas domestik maupun aktivitas publik yang dilakukan informan, sehingga kedua aktivitas tersebut dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan gangguan yang berarti satu sama lain. Mahasiswi berstatus menikah yang menjadi informan penelitian ini mengalami sejumlah kendala dalam menjalankan peran berikut aktivitasnya dalam ranah domestik maupun aktivitas publik. Meskipun demikian, semua peran tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak banyak mengganggu. | This study aims to describe how married female students negotiate between their academic duties and household responsibilities and to describe the challenges faced by married female students in carrying out their roles as housewives and as students. This research uses a descriptive qualitative method. Data collection was carried out through indepth interviews, observation, and documentation. Data analysis was done by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The research findings show that the married female students who participated as informants utilized social support from their close family members, namely their husbands and parents, in negotiating between academic tasks and household responsibilities. Both husbands and parents played roles in supporting domestic activities as well as public activities carried out by the informants, allowing both activities to run smoothly without significant interference with one another. The married female students who participated in this research encountered a number of challenges in performing their roles and activities in both the domestic and | |
| 44213 | 47516 | A1G022005 | Valuasi Ekonomi Lokawisata Baturraden dengan Pendekatan Biaya Perjalanan (Travel Cost Method) | Lokawisata Baturraden memiliki potensi yang besar dalam pengembangan pariwisata di Banyumas karena akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitarnya, tetapi pengelolaan belum dilakukan dengan maksimal sehingga pengelola perlu melakukan perbaikan fasilitas dan aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi karakteristik pengunjung Lokawisata Baturraden, 2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan ke Lokawisata Baturraden, 3) menghitung berapa nilai ekonomi Lokawisata Baturraden yang ditujukan dengan metode biaya perjalanan (Travel Cost Method). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei di Lokawisata Baturraden. Penelitian ini dilakukan bulan Agustus 2024. Metode pengambilan sampel secara accidental sampling menggunakan rumus lemeshow dengan total pengunjung sebanyak 100 orang. Variabel yang diteliti adalah jumlah kunjungan sebagai variabel dependen dan biaya perjalanan, umur, pendapatan, pendidikan, jarak tempuh, dan waktu perjalanan sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum karakteristik pengunjung Lokawisata Baturraden berdasarkan biaya adalah sebesar >Rp 170.000, berdasarkan jumlah kunjungan adalah sebanyak 3 kali dalam satu tahun, berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan, berdasarkan domisili adalah berasal dari luar kota, berdasarkan pendapatan adalah berpendapatan Rp 3.000.001 – Rp 4.000.000, berdasarkan pendidikan adalah SMA, berdasarkan umur adalah usia 29-31 tahun. Faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan adalah biaya perjalanan, pendidikan, pendapatan jarak tempuh, dan waktu perjalanan. Sedangkan variabel umur tidak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan. Nilai ekonomi dari Lokawisata Baturraden adalah sebesar Rp 1.417.486.881 per tahun. | The Baturraden Tourism Workshop has great potential in the development of tourism in Banyumas because it will have an impact on the economy of the surrounding community, but the management has not been carried out optimally so that the manager needs to improve facilities and access. This study aims to 1) identify the characteristics of visitors to the Baturraden Tourist Workshop, 2) identify the factors that affect the number of visits to the Baturraden Tourist Workshop, 3) calculate how much economic value of the Baturraden Tourist Attraction is intended by the Travel Cost Method. This research was conducted using the survey method at the Baturraden Tourist Workshop. This research was carried out on August 2024. The method of accidental sampling used the lemeshow formula with a total of 100 pengunjungts. The variables studied were the number of visits as a dependent variable and travel costs, age, income, education, mileage, and travel time as independent variables. The results of the study show that in general, the characteristics of visitors to the Baturraden Tourism Site based on cost are >Rp 170,000, based on the number of visits is as many as 3 times in one year, based on gender is female, based on domicile is from outside the city, based on income is Rp 3,000,001 – Rp 4,000,000, based on education is high school, based on age is 29-31 years old. The factors that affect the number of visits are the cost of travel, income and education, mileage, and travel time. Meanwhile, age variables have no effect on the number of visits. The economic value of the Baturraden Tourism Locator is Rp 1,41,486,881 per year. | |
| 44214 | 47594 | A1C020042 | Analisi Variasi Kapasitas Lapang dengan Irigasi Tetes Otomatis dan Dosis Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Padi Gogo Varietas Inpago Unsoed Protani | Padi gogo adalah jenis tanaman padi yang dapat di budidayakan pada lahan kering. Pertumbuhan tanaman padi gogo hanya bergantung pada curah hujan sebagai sumber utama ketersediaan air. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan penyiraman dengan sistem irigasi tetes otomatis. Selain itu, penyemprotan POC dilakukan agar proses penyerapan air pada tanaman dapat terjadi secara maksimal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan melibatkan 2 faktor, yaitu tingkat kadar air tanah dan variasi dosis POC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kadar air berbeda dengan irigasi tetes otomatis dan variasi POC terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo varietas Inpago Unsoed Protani, serta mengatahui kondisi tingkat kadar air dan dosis POC yang tepat pada pertumbuhan tanaman padi gogo varietas Inpago Unsoed Ptorani. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode RAL, 3 tingkat kadar air dan 3 variasi dosis POC. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Terdapat 6 variabel yang diamati. Data iklim mikro dianalisis menggunakan grafik. Data pertumbuhan tanaman dianalisis menggunakan uji ANOVA, uji Kruskal-Wallis, dan uji lanjut DMRT 5 %. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kadar air 40 % berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan diameter batang. Pada dosis POC 10 ml larutan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo secara keseluruhan. Pada kombinasi perlakuan tingkat kadar air 80 % dan dosis POC 10 ml menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, diameter batang, dan jumlah anakan. | Upland rice is a type of rice plant that can be cultivated on dry land. The growth of upland rice plants depends only on rainfall as the main source of water availability. One solution to overcome this is by watering with an automatic drip irrigation system. In addition, spraying POC is done so that the process of water absorption in plants can occur optimally. Therefore, research was conducted involving 2 factors, namely the level of soil moisture content and variations in POC dosage. The purpose of this study was to determine the effect of different levels of water content with automatic drip irrigation and variations of POC on the growth of upland rice plants of the Inpago Unsoed Protani variety, as well as to know the conditions of the level of water content and the right dose of POC on the growth of upland rice plants of the Inpago Unsoed Ptorani variety. This research was conducted using the RAL method, 3 levels of water content and 3 variations of POC doses. There were 9 treatment combinations that were repeated 3 times, so there were 27 experimental units. There were 6 variables observed. Microclimate data were analyzed using graphs. Plant growth data were analyzed using ANOVA test, Kruskal-Wallis test, and 5% DMRT further test. The results showed that the water content level of 40% had a significant effect on plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, and stem diameter. At a dose of POC 10 ml solution significantly affects the growth of upland rice plants as a whole. In the treatment combination of 80% water content level and 10 ml POC dose showed results that significantly affected the variables of plant height, number of leaves, leaf length, stem diameter, and number of tillers. | |
| 44215 | 47593 | I1A021115 | Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas | Penderita penyakit kronis di Kecamatan Jatilawang mengalami peningkatan dari 12.093 orang pada tahun 2020, 16.134 orang pada tahun 2021, hingga 23.782 orang pada tahun 2022. Menurut studi pendahuluan di Puskesmas Jatilawang, masih ada kegiatan yang belum terlaksana karena kekurangan sumber daya manusia, kegiatan konsultasi medis Prolanis masih dilaksanakan di halaman parkir sehingga kegiatan bergantung dengan kondisi cuaca, dan penyebaran informasi tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh peserta. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian ini ada empat informan utama dan tiga informan pendukung. Data penelitian ini didapat melalui wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Penyaluran dan komunikasi Prolanis sudah berjalan cukup baik, namun masih ada keterbatasan kepemilikan media sebagai penyalur utama informasi. Kejelasan komunikasi dinilai masih belum efektif, sehingga masih terdapat kesalahpahaman dengan peserta prolanis. Sumber daya manusia dalam pelaksanaan Prolanis masih kurang. Sarana dalam Prolanis masih membutuhkan penambahan alat. Tempat pelaksanaan Prolanis dinilai belum representatif. Informasi yang diberikan melalui sosialisasi dinilai sudah relevan dan dilaksanakan secara rutin. Transmisi informasi Prolanis di Puskesmas Jatilawang cukup baik, meskipun terbatasnya media komunikasi dan mayoritas peserta lansia mengurangi efektivitasnya. Kualitas SDM baik, tetapi kuantitasnya kurang, sehingga beberapa kegiatan belum optimal. Sarana prasarana terbatas, dan sosialisasi sudah dilakukan secara rutin untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Puskesmas Jatilawang dapat mengoptimalkan sumber daya dengan melibatkan berbagai pihak dalam penyediaan kebutuhan Prolanis. | Chronic disease sufferers in Jatilawang District have increased from 2020 by 12,093 people, in 2021 by 16,134 people, and in 2022 by 23,782 people. Based on an initial study at the Jatilawang Health Center, there are still activities that have not been carried out due to limited human resources, Prolanis health consultation activities are still carried out in the parking lot so that activities depend on weather conditions, and the delivery of information has not been fully understood by participants. This study uses qualitative research with a phenomenological approach. The research informants consist of four main informants and three supporting informants. The data for this study were obtained through in-depth interviews. The data analysis technique used is thematic analysis. The distribution and communication of Prolanis have been running fairly well, but there are still limitations in the availability of media as the primary channel for information dissemination. The clarity of communication is still considered ineffective, leading to misunderstandings with Prolanis participants. Human resources in the implementation of Prolanis are still insufficient. The facilities for Prolanis still require additional equipment. The location for the implementation of Prolanis is considered not representative. The information provided through socialization is deemed relevant and conducted regularly. The delivery of Prolanis information at the Jatilawang Health Center has been quite good, although limited communication media and the majority of elderly participants reduce its effectiveness. The quality of human resources is good, but the quantity is lacking, so some activities are not optimal. Facilities and infrastructure are limited, and socialization has been routinely carried out to increase public understanding. The Jatilawang Health Center can optimize resources by involving various parties in providing Prolanis needs. | |
| 44216 | 47595 | A1D020044 | Pengaruh Penambahan Biochar Tongkol Jagung dan Pengadukan terhadap Proses dan Hasil Pengomposan Kotoran Sapi | Pengomposan merupakan proses penguraian bahan organik dengan bantuan mikroorganisme yang menghasilkan bahan stabil menyerupai humus. Percepatan pengomposan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan tambahan atau peningkatan aerasi pada tumpukan kompos. Usaha yang dilakukan dengan menggunakan bahan tambahan berupa biochar dan meningkatkan aerasi pada tumpukan kompos dengan pengadukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan biochar tongkol jagung 10% dan pengadukan seminggu sekali terhadap proses dan hasil pengomposan kotoran sapi. Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor. Faktor pertama adalah biochar tongkol jagung 10%, sedangkan faktor kedua adalah pengadukan seminggu sekali. Setiap faktor terdiri atas dua taraf, yaitu B0 = tanpa penambahan biochar tongkol jagung 10%; B1 = penambahan biochar tongkol jagung 10%; P0 = tanpa pengadukan; P1 = pengadukan seminggu sekali. Kedua faktor digabungkan sehingga terdapat 4 perlakuan. Hasil penelitian pengomposan dengan biochar tongkol jagung meningkatkan proses dan hasil pengomposan dengan suhu yang lebih tinggi pada minggu ke-2, kelembaban yang lebih rendah, kadar air kompos yang lebih rendah, berat jenis yang lebih kecil, dan kadar C-Organik yang lebih tinggi. Perlakuan pengadukan kompos menghasilkan kadar K2O yang lebih tinggi. Interaksi antara perlakuan penambahan biochar tongkol jagung dengan pengadukan menunjukkan hasil yang tidak optimal pada proses dan hasil pengomposan karena volume minimum pengomposan tidak terpenuhi. | Composting is the process of decomposing organic matter with the help of microorganisms that produce a stable material resembling humus. Accelerating composting can be done by using additional materials or increasing aeration in the compost pile. Efforts are made by using additional materials in the form of biochar and increasing aeration in the compost pile by stirring. This study aims to determine the effect of the addition of 10% corn cob biochar and stirring once a week on the process and results of composting cow dung. Two-factor Randomized Complete Group Design (RAKL). The first factor is the addition of 10% corn cob biochar, while the second factor is stirring once a week. Each factor consists of two levels, namely B0 = without the addition of 10% corn cob biochar; B1 = addition of 10% corn cob biochar; P0 = without stirring; P1 = stirring once a week. Both factors were combined so that there were 4 treatments. The results showed that the addition of corn cob biochar 10% of the wet weight of the main material was able to improve the process and results of composting cow dung. Composting with corn cob biochar improved the composting process and results with higher temperature in week 2, lower humidity, lower compost moisture content. | |
| 44217 | 47597 | C1L020031 | Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chips Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental dan desain nonequivalent control group yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking chips berbantuan media audio visual terhadap keaktifan dan hasil belajar. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 di SMA Negeri 3 Purwokerto. Hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan keaktifan antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking chips berbantuan media audio visual dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking chips berbantuan media audio visual dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional, (3) terdapat pengaruh positif model pembelajaran kooperatif tipe talking chips berbantuan media audio visual terhadap keaktifan belajar, (4) terdapat pengaruh positif model pembelajaran kooperatif tipe talking chips berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah siswa mendapatkan pengalaman belajar baru melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking chips berbantuan media audio visual serta dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Guru dapat mengaplikasikan model pembelajaran kooperatif tipe talking chips berbatuan media audio visual sehingga keaktifan dan hasil belajar siswa meningkat. Sekolah dapat mempertimbangkan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe talking chips berbantuan media audio visual agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. | This research is quantitative research with a Quasi-Experimental method and a nonequivalent control group design which aims to analyze the effect of cooperative learning model talking chips type assisted by audio visual media on activeness and learning outcomes. This research was conducted in the 2024/2025 academic year at SMA Negeri 3 Purwokerto. The results of the research and data analysis obtained show that (1) there are differences in activeness between students who use the cooperative learning model of talking chips type assisted by audio visual media and students who use conventional learning models, (2) there are differences in learning outcomes between students who use cooperative learning model of talking chips type assisted by audio visual media and students who use conventional learning models, (3) there is a positive effect of cooperative learning model of talking chips type assisted by audio visual media on learning activeness, (4) there is a positive effect of cooperative learning model of talking chips type assisted by audio visual media on student learning outcomes. The implication of this research is that students get new learning experiences through the application of cooperative learning model of talking chips type assisted by audio visual media and can improve students' activeness and learning outcomes. Teachers can apply the cooperative learning model of talking chips type with audio visual media so that students' activeness and learning outcomes increase. Schools can consider using the cooperative learning model of talking chips type with the help of audio-visual media in order to increase student activeness and learning outcomes | |
| 44218 | 47596 | E1A020050 | PEMENUHAN TERHADAP PEMBEBANAN HAK RESTITUSI ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN OLEH PENDIRI PONDOK PESANTREN (Studi Putusan Nomor 989/Pid.Sus/2021/PN Bdg) | Tindak pidana kekerasan seksual merupakan salah satu masalah sosial yang sangat meresahkan bagi masyarakat, salah satunya tindak pidana persetubuhan pada anak yang dilakukan oleh pendiri pondok pesantren. Sistem peradilan anak di Indonesia saat ini mengenal restitusi sebagai bentuk perlindungan hukum dan dukungan pemulihan keadaan korban seperti keadaan semula. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui dasar Pertimbangan Hukum Hakim atas pembebanan restitusi anak yang dibebankan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dalam Putusan Nomor 989/Pid.Sus/2021/PN Bdg serta mengetahui akibat hukum bagi masing-masing pihak yang bersangkutan yaitu Terdakwa, Korban dan KPPPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yang dalam penelitiannya menggunakan sumber data sekunder berupa regulasi dan referensi. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dengan spesifikasi penelitian, yakni deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam salah satu amar Putusan Nomor 989/Pid.Sus/2021/PN Bdg ini terdapat permasalahan atas pihak yang dibebankan restitusi karena terdapat aturan yang bertentangan dengan dasar pertimbangan hakim dalam pembebanan restitusi karena kurang kuatnya aturan pembayaran restitusi sehingga menimbulkan kerancuan hukum atas salah satu amar putusan tersebut serta ber-akibat hukum bagi masing-masing pihak, baik pada terdakwa, korban dan KPPPA sendiri. Penelitian ini mengharapkan agar hakim dalam menetapkan amar putusan seharusnya lebih memperhatikan mengenai kualifikasi tindak pidana dan pidana yang dijatuhkan, serta pentingnya pemerintah untuk memperkuat aturan pembayaran restitusi sehingga tidak ada kerancuan dalam putusan yang telah berkekuatan hukum tetap serta tidak menimbulkan kesalahan penafiran hukum atas pihak ketiga pengganti pembayar restitusi. | The crime of sexual violence is one of the most disturbing social problems for society, one of which is the crime of sexual intercourse with children who are victims. The juvenile justice system in Indonesia currently recognizes restitution as a form of legal protection and support for the restoration of the victim's condition to its original state. The purpose of writing this thesis is to determine the basis for the Judge's Legal Considerations on the imposition of child restitution imposed on the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KPPPA) in Decision Number 989/Pid.Sus/2021/PN Bdg and to determine the legal consequences for each party concerned, namely the Defendant, Victim and KPPPA. This study uses a normative legal research method which in its research uses secondary data sources in the form of regulations and references. The data obtained are then processed and analyzed using a qualitative normative method with research specifications, namely analytical descriptive. The results of this study indicate that in one of the verdicts of Decision Number 989/Pid.Sus/2021/PN Bdg, there is a problem with the party charged with restitution because there are rules that conflict with the judge's considerations in imposing restitution because the restitution payment rules are not strong enough, causing legal confusion over one of the verdicts and having legal consequences for each party, both the defendant, the victim and the KPPPA itself. This study hopes that judges in determining the verdict should pay more attention to the qualifications of the criminal act and the crime imposed, as well as the importance of the government to strengthen the rules for restitution payments so that there is no confusion in the verdict that has permanent legal force and does not cause misinterpretation of the law. | |
| 44219 | 47598 | I1A021084 | Psychological Well Being pada Anak Tuna Grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Aisyiyah Al Walidah Kecamatan Ajibarang | Latar Belakang: Kabupaten Banyumas pada tahun 2023 jumlah anak tunagrahita dengan retardasi mental tercatat sebanyak 134 anak. Anak tunagrahita mengalami keterlambatan dalam kematangan intelektual yang menyebabkan kondisi mental juga mengalami keterlambatan, sehingga mengganggu kesejahteraan psikologis anak tunagrahita. Tujuan: Menggambarkan Kesejahteraan Psikologis Anak Tunagrahita di SLB Aisyiyah Al Walidah Kecamatan Ajibarang. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Terdapat 5 informan utama dan 4 informan pendukung dengan menggunakan analisis data Interaktif Miles dan Huberman. Subjek penelitian adalah anak SDLB tuna grahita yang bertempat tinggal di Kecamatan Aibarang. Hasil: Dimensi konsep Psychological Well Being, informasi yang dikaji beragam, namun sebagian besar informan menyatakan penerimaan diri hampir belum muncul, hubungan positif dengan orang lain lebih baik, belum mandiri, penguasaan lingkungan pasif, tidak memiliki tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi lambat. Kesimpulan: Anak berkebutuhan khusus di SLB Aisyiyah AL Walidah Kecamatan Ajibarang belum semuanya terpenuhi kesejahteraan psikologisnya, Diperlukan peningkatan pembelajaran yang lebih interaktif di SLB disertai dukungan yang maksimal dari orang tua anak. Kata Kunci: Anak-anak disabilitas, anak tuna grahita, psychological well being, kesejahteraan psikologi anak, SLB. | Background: Banyumas Regency in 2023 the number of mentally disabled children will be recorded at 134 children. Children with intellectual disabilities experience delays in intellectual maturity which causes their mental condition to also experience delays, thus disrupting the psychological well-being of children with intellectual disabilities. Objective: To describe the psychological well-being of mentally retarded children at SLB Aisyiyah Al Walidah, Ajibarang District. Method: This research uses qualitative research with in-depth interview methods. There were 5 main informants and 4 supporting informants using Miles and Huberman Interactive data analysis. The research subjects were mentally disabled SDLB children who live in Ajibarang District. Results: Dimensions of the Psychological Well Being concept, the information studied varied, but the majority of informants stated that self-acceptance was just emerging, positive relationships with other people were better, not yet independent, passive mastery of the environment, no life goals and slow personal growth. Conclusion: Children with special needs at SLB Aisyiyah AL Walidah, Ajibarang District, have not yet fully met their psychological well-being, so it is necessary to improve learning at SLB which is more interactive accompanied by maximum support from the children's parents. Keywords: Children with special needs, mentally retarded children, psychological well-being, children's psychological well-being, SLB. | |
| 44220 | 47599 | J1C018037 | Deiksis Persona, Tempat, dan Waktu dalam Drama 30-sai made Doutei dato Mahotsukai ni Narerurashii | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis deiksis persona, tempat, dan waktu yang terdapat dalam drama 30-sai made Doutei dato Mahotsukai ni Narerurashii. Penelitian ini menggunakan teori pragmatik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah drama 30-sai made Doutei dato Mahotsukai ni Narerurashii yang tayang pada tahun 2020. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kutipan dialog yang mengandung deiksis persona, tempat, dan waktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat. Dalam drama 30-sai made Doutei dato Mahotsukai ni Narerurashii ditemukan 435 data yang mengandung deiksis persona, tempat, dan waktu. | This study aims to describe the types of deixis of person, place, and time contained in the drama 30-sai made Doutei dato Mahotsukai ni Narerurashii. This research uses pragmatics theory. The data source used in this research is the drama 30-sai made Doutei dato Mahotsukai ni Narerurashii which aired in 2020. While the data used in this study are dialog excerpts containing deixis of person, place, and time. The method used in this research is descriptive qualitative method with observation and note taking technique. In the drama 30-sai made Doutei dato Mahotsukai ni Narerurashii found 435 data containing deixis of person, place, and time. |