Artikelilmiahs

Menampilkan 43.221-43.240 dari 48.831 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4322146601C1L019043Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Software Articulate Storyline Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar EkonomiPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode penelitian eksperimen, jenis atau model penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental design atau eksperimen semu dengan bentuk the nonequivalent control group design. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dan perbedaan penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis software articulate storyline terhadap motivasi belajar dan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi di kelas XII SMA N 3 Purwokerto. Pelaksanaan penelitian pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar serta motivasi belajar khususnya siswa kelas XII pada mata pelajaran ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa: (1) Ada perbedaan motivasi belajar peserta didik yang menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis software articulate storyline dengan peserta didik yang menggunakan media pembelajaran konvensional; (2) Ada perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis software articulate storyline dengan peserta didik yang menggunakan media pembelajaran konvensional; (3) Media pembelajaran interaktif berbasis software articulate storyline berpengaruh positif terhadap motivasi belajar; (4) Media pembelajaran interaktif berbasis software articulate storyline berpengaruh positif terhadap hasil belajar.This research is a quantitative research using experimental research methods, the type or model of research used is quasi-experimental design or pseudo-experiment with the form of the nonequivalent control group design. The purpose of this study was to analyze the influence and differences in the use of interactive learning media based on articulate storyline software on learning motivation and learning outcomes in economics subjects in class XII of SMA N 3 Purwokerto. The research was conducted in the odd semester of the 2024/2025 academic year. This research was motivated by the low learning outcomes and learning motivation, especially for class XII students in economics subjects. Based on the results of the research and data analysis, it shows that: (1) There is a difference in learning motivation of students who use interactive learning media based on articulate storyline software with students who use conventional learning media; (2) There is a difference in learning outcomes of students who use interactive learning media based on articulate storyline software with students who use conventional learning media; (3) Interactive learning media based on articulate storyline software has a positive effect on learning motivation; (4) Interactive learning media based on articulate storyline software has a positive effect on learning outcomes.
4322246602F1A018023Kehidupan Sosial Keagamaan Pengamen Jalanan Di Kota TasikmalayaPengamen Jalanan merupakan fenomena sosial yang banyak dijumpai di masyarakat. Pengamen jalanan adalah kegiatan bermain musik dilakukan di pinggiran jalanan untuk mendapatkan uang. Kehidupan Sosial Keagamaan merupakan keadaan dalam diri manusia untuk berperilaku berkaitan dengan agama. Masalah penelitian ini adalah bagaimana kehidupan sosial keagamaan pengamen jalanan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan sosial keagamaan pengamen jalanan di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui tiga teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengamen jalanan di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamen jalanan di beberapa wilayah Kota Tasikmalaya memiliki pemahaman kehidupan sosial dan keagamaan yang kurang karena minimnya tingkat pendidikan dan keterbatasan pendidikan agama di keluarga. Akibatnya adalah kurangnya pelaksanaan sholat lima waktu dan pemahaman Al-Qur'an. Faktor lingkungan yang kurang mendukung berperan dalam pemahaman mereka terhadap keagamaan dan membentuk karakter hidup seseorang. Mereka memiliki jiwa sosial yang baik seperti kerja bakti, gotong royong, dan kegiatan keagamaan masyarakat. Saran dan rekomendasi untuk kehidupan sosial keagamaan pengamen jalanan Kota Tasikmalaya yaitu tersedianya program pendidikan non-formal tentang keagamaan dari pemerintah atau non-pemerintah yang mudah diakses oleh mereka seperti masjid, pesantren, dan lembaga keagamaan lainnya untuk membantu mereka memahami nilai keagamaan lebih mendalam.Street buskers are a social phenomenon that is widely found in the community. Street buskers are activities that play music on the side of the street to earn money. Religious Social Life is a state in humans to behave in relation to religion. The problem of this research is how the socio- religious life of street buskers in Tasikmalaya City. This research aims to find out the socio- religious life of street buskers in Tasikmalaya City. The research method used is qualitative descriptive with data collection through three techniques, namely observation, interview, and documentation. The subject of the study is street buskers in Tasikmalaya City. The results of the study show that street buskers in several areas of Tasikmalaya City have a lack of understanding of social and religious life due to the lack of education and the limitations of religious education in the family. The result is a lack of implementation of the five-time prayer and understanding of the Qur'an. Factors that are not supportive of the environment play a role in their understanding of religion and shaping a person's life character. They have a good social spirit such as community service, mutual cooperation, and community religious activities. Suggestions and recommendations for the socio-religious life of street buskers in Tasikmalaya City are the availability of non-formal education programs about religion from the government or non-government that are easily accessible to them such as mosques, Islamic boarding schools, and other religious institutions to help them understand religious values more deeply.
4322346605B1A020051Kualitas Air di Area Karamba Jaring Apung Waduk WadaslintangPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter fisik dan kimia perairan, mengetahui struktur komunitas plankton, dan menilai tingkat pencemaran perairan di area KJA Waduk Wadaslintang.
Metode penelitian menggunakan metode survei secara purposive di area KJA. Pengambilan sampel air dan plankton dilakukan pada tiga stasiun di area karamba dan satu stasiun di luar area karamba, sebanyak empat kali pengambilan sampel dengan interval waktu satu minggu. Variabel yang diamati yaitu kualitas air, struktur komunitas plankton, dan tingkat pencemaran. Parameter yang diukur meliputi suhu, penetrasi cahaya, kedalaman, pH, oksigen terlarut, total nitrogen, total fosfat, jumlah spesies dan individu, serta koefisien saprobik. Indeks Keanekaragaman (H’) dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener, sedangkan Indeks Dominansi (D) dianalisis menggunakan indeks Simpson dengan bantuan software Past 4.05. Kelimpahan plankton dihitung menggunakan Sedgwick Rafter Cell. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia ditabulasi, dibandingkan dengan baku mutu air kelas III, dan dianalisis secara deskriptif. Tingkat pencemaran dan status trofik perairan diketahui menggunakan perhitungan koefisien saprobik berdasarkan struktur komunitas plankton dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian kualitas air di Waduk Wadaslintang memenuhi baku mutu air kelas III. Struktur komunitas plankton perairan tersusun dari Chlorophyta (55,64%), Bacillariophyta (41,79%), Pyrrophyta (1,72%), Arthropoda (0,15%), dan Rotifera (0,42%). Hasil perhitungan koefisien saprobik menunjukkan perairan Waduk Wadaslintang memiliki fase saprobik β-meso/oligosaprobik atau tingkat pencemaran sangat ringan hingga ringan.
This study aims to examine the physical and chemical parameters of the water, analyze plankton community structure, and assess the pollution level in the FNC area of Wadaslintang Reservoir.
The research employs a purposive survey method in the FNC area. Water and plankton samples were collected from three stations within the FNC area and one station outside it, with sampling conducted four times at weekly intervals. The observed variables include water quality, plankton community structure, and pollution levels. The measured parameters encompass temperature, light penetration, depth, pH, dissolved oxygen, total nitrogen, total phosphate, number of species and individuals, as well as the saprobic coefficient. The Shannon-Wiener index was used to analyze the Diversity Index (H'), while the Simpson index was used for the Dominance Index (D), aided by the software Past 4.05. Plankton abundance was calculated using a Sedgwick Rafter Cell. Physical and chemical parameter measurements were tabulated, compared with Class III water quality standards, and analyzed descriptively. Pollution levels and trophic status of the water were determined using saprobic coefficient calculations based on plankton community structure and descriptively analyzed. The research findings indicate that the water quality in Wadaslintang Reservoir meets Class III water quality standards. The plankton community structure consists of Chlorophyta (55.64%), Bacillariophyta (41.79%), Pyrrophyta (1.72%), Arthropoda (0.15%), and Rotifera (0.42%). The saprobic coefficient calculations reveal that Wadaslintang Reservoir waters exhibit a β-mesosaprobic/oligosaprobic phase, indicating very light to light pollution levels.
4322446603E1A020208IMPLEMENTASI HUKUM PENGAWASAN TERHADAP PRAKTIK KEBIDANAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN (Studi di Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum pengawasan terhadap praktik kebidanan dalam pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan dan faktor yang berpengaruh terhadap implementasi pengawasan hukum terhadap praktik kebidanan dalam pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi dari penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara sedangkan data sekunder dengan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data, kategorisasi data, dan display data. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dan matriks kualitatif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum pengawasan terhadap praktik kebidanan dalam pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan telah terimplementasikan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter meliputi: terlaksananya pengawasan terhadap kepemilikan Surat Tanda Registrasi Bidan (STRB) dan Surat Izin Praktik Bidan (SIPB) dengan baik; terlaksananya pengawasan mutu pelayanan bidan dengan baik melalui monitoring dan evaluasi, audit, serta akreditasi faskes secara berkala; dan terlaksananya pengawasan terhadap kewajiban pencatatan dan pelaporan oleh bidan dengan baik. Faktor yang berpengaruh terhadap implementasi hukum pengawasan terhadap praktik kebidanan dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan berupa faktor hukumya sendiri yaitu adanya regulasi dan standar yang jelas; faktor penegak hukum meliputi: kompetensi pengawas praktik kebidanan, adanya pemahaman petugas, koordinasi antar bidang dan seksi di Dinas Kesehatan, koordinasi dengan organisasi profesi, koordinasi dengan Faskes di bawah Dinas Kesehatan, dan kerjasama dari bidan; faktor sarana dan fasilitas meliputi kendala pada sistem aplikasi; faktor masyarakat meliputi partisipasi masyarakat; faktor budaya meliputi pencatatan oleh bidan yang seringkali mengalami keterlambatan.This study aims to determine the implementation of the law of supervision of midwifery practices in health services at the Health Office and the factors that influence the implementation of legal supervision of midwifery practices in health services at the Pekalongan District Health Office. This study uses a qualitative research method with a sociological juridical approach, and descriptive research specifications. The location of this study was conducted at the Pekalongan District Health Office. The types of data used are primary data and secondary data. The method of collecting primary data by interview while secondary data by literature study. The method of data processing with data reduction, data categorization, and data display. Data presentation in the form of narrative text and qualitative matrices. The data analysis method is carried out by qualitative analysis using content analysis. The results of the study indicate that the implementation of the law of supervision of midwifery practices in health services at the Pekalongan District Health Office has been implemented well. This can be seen from the parameters including: the implementation of supervision of the ownership of the Midwife Registration Certificate (STRB) and the Midwife Practice License (SIPB) properly; the implementation of supervision of the quality of midwife services properly through monitoring and evaluation, audits, and periodic health facility accreditation; and the implementation of supervision of the obligation to record and report by midwives properly. Factors that influence the implementation of the law on supervision of midwifery practices in health services in Pekalongan Regency are legal factors themselves, namely the existence of clear regulations and standards; law enforcement factors include: the competence of midwifery practice supervisors, the understanding of officers, coordination between fields and sections in the Health Office, coordination with professional organizations, coordination with health facilities under the Health Office, and cooperation from midwives; facility and infrastructure factors include obstacles in the application system; community factors include community participation; cultural factors include recording by midwives which often experiences delays.
4322546604C1L020038PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER DENGAN PEMBERIAN REWARD TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWAPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model eksperimen yang dilakukan terhadap siswa kelas XI Merdeka di SMA Negeri 4 Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan pemberian reward terhadap keaktifan dan hasil belajar ekonomi siswa SMA Negeri 4 Purwokerto. Teknik analisis data menggunakan uji t untuk menganalisis perbedaan dan uji regresi linear sederhana untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pemberian reward terhadap keaktifan dan hasil belajar. Hasil penelitian: (1) Terdapat perbedaan keaktifan belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pemberian reward dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pemberian reward dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional; (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pemberian reward terhadap keaktifan belajar, (4) Terdapat pengaruh positif dan signifikan penerapan odel pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pemberian reward terhadap hasil belajar.This research is a quantitative study with an experimental model conducted on Merdeka XI class students at SMA Negeri 4 Purwokerto. The purpose of this study was to analyze the differences and influence of the application of the Numbered Head Together (NHT) type cooperative learning model with rewards on the activeness and economic learning outcomes of SMA Negeri 4 Purwokerto students. The data analysis technique used t test to analyze the difference and simple linear regression test to analyze the effect of the application of the NHT type cooperative learning model with the provision of rewards on activeness and learning outcomes. Research results: (1) There is a difference in learning activeness between students who use the NHT type cooperative learning model with rewards and students who use conventional learning methods; (2) There is a difference in learning outcomes between students who use the NHT type cooperative learning model with rewards and students who use conventional learning methods; (3) There is a positive and significant effect of the application of the NHT type cooperative learning model with rewards on learning activeness, (4) There is a positive and significant effect of the application of the NHT type cooperative learning model with rewards on learning outcomes.
4322646607A1F020015Pengaruh Aplikasi Edible
Coating dengan Penambahan Bubuk Bunga Kecombrang (Etlingera elatior)
terhadap Mutu Fillet Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares)
Perikanan merupakan salah satu sektor yang berperan penting terhadap ketahanan pangan Indonesia. Hal tersebut dikarenakan 70% wilayah negara Indonesia merupakan perairan. Salah satu contoh produk perikanan yaitu ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Daging ikan tuna sirip kuning sering dikonsumsi dalam bentuk fillet. Pada dasarnya fillet ikan segar sangat cepat mengalami penurunan mutu sehingga diperlukan perlakuan pengawetan, salah satunya yaitu edible coating. Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang mempunyai potensi sebagai bahan pengawet alami yang dapat ditambahkan pada edible coating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian edible coating dengan penambahan berbagai konsentrasi bubuk bunga kecombrang terhadap mutu fillet ikan tuna sirip kuning.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yang akan diteliti, yaitu konsentrasi bubuk kecombrang yang ditambahkan pada edible coating (kontrol tanpa edible coating; 0%; 0,5%; 1%; 1,5%) dan lama waktu penyimpanan (3 dan 6 hari). Kemudian, dilakukan analisis mutu berdasarkan nilai pH, intensitas warna, dan analisis sensori yang meliputi perubahan warna, pengeringan, bau, dan tekstur. Hasil pengujian variabel pH dan warna kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan multiple range test pada taraf α = 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi bubuk kecombrang yang ditambahkan pada edible coating (K) dan lama waktu penyimpanan (L) serta kombinasi keduanya (K × L) berpengaruh nyata terhadap nilai pH dan tidak berpengaruh nyata terhadap nilai warna yaitu lightness (L*), redness (a*), yellowness (b*), dan chromacity (C) pada fillet ikan tuna sirip kuning. Sedangkan untuk analisis sensori, diperoleh hasil bahwa semakin banyak konsentrasi bubuk bunga kecombrang yang ditambahkan maka nilai sensori pada parameter perubahan warna, pengeringan, bau, dan tekstur semakin baik. Maka dari itu, diperoleh kesimpulan untuk analisis sensori bahwa fillet ikan tuna sirip kuning dengan pengapliksian edible coating bubuk bunga kecombrang 1,5% merupakan perlakuan dengan nilai sensori paling baik. Hal tersebut menandakan bahwa semakin tinggi konsentrasi bubuk bunga kecombrang yang ditambahkan maka dapat mempertahankan warna, dehidrasi, bau, dan tekstur pada ikan sehingga produk dapat lebih diterima.
Fisheries is one of sector that plays an important role in Indonesia's food security. This is because 70% of Indonesia's territory is water. One example of a fishery product is yellowfin tuna (Thunnus albacares). Yellowfin tuna meat is often consumed in fillet form. Basically, fresh fish fillets decline in quality very quickly so preservation treatment is needed, one of which is edible coating. Kecombrang (Etlingera elatior) is a plant that has potential as a natural preservative that can be added to edible coatings. This research aims to determine the effect of applying edible coating with the addition of various concentrations of kecombrang flower powder on the quality of yellowfin tuna fillets.

This research was carried out using an experimental design used, namely a Randomized Block Design (RAK) with 2 factors to be studied, namely the concentration of combrang powder added to the edible coating (control without edible coating; 0%; 0.5%; 1%; 1 .5%) and long storage time (3 and 6 days). Then, quality analysis is carried out based on pH value, color intensity, and sensory analysis which includes color changes, drying, odor and texture. The results of testing the pH and color variables were then analyzed using ANOVA and the Duncan multiple range test at the α = 5% level.

The results showed that the difference in the concentration of combrang powder added to the edible coating (K) and the length of storage time (L) as well as the combination of both (K × L) had a significant effect on the pH value and had no significant effect on the lightness (L*), redness (a*), yellowness (b*), and chromacity (C) in yellowfin tuna fillets. Meanwhile, for sensory analysis, the results showed that the more concentration of kecombrang flower powder added, the better the sensory values for the parameters of color change, drying, odor and texture. So the conclusion was obtained for the sensory analysis that the yellowfin tuna fillet with the application of 1.5% kecombrang flower powder edible coating was the sample with the best sensory value. This indicates that the higher the concentration of kecombrang flower powder added, the more it can maintain the color, dehydration, smell and texture of the fish so that the product can be more acceptable.
4322746608F1C020057ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN KONTEN AKUN INSTAGRAM @THECHROME.CASTLE DALAM MEMPROMOSIKAN JASA NAILART, EYELASH EXTENSION, DAN LASHLIFTInstagram kini telah mengembangkan peran pentingnya dalam konteks bisnis dan promosi. Keunggulan dan kepopuleran instagram ini memunculkan peluang pemanfaatan Instagram sebagai media promosi menjadi semakin besar. Perkembangan pasar di dunia terus mengalami perkembangan dan inovasi yang signifikan. Salah satunya yaitu pasar kecantikan dan kosmetik. The Chrome Castle merupakan salah satu usaha yang bergerak pada bidang perawatan diri baik itu Nail Art, Eyelash Extension, dan Lashlift. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai strategi pengelolaan konten yang digunakan oleh akun Instagram The Chrome Castle dalam mempromosikan produk atau layanan mereka di platform Instagram. Analisis strategi tersebut dilakukan dengan menggunakan Teori AISAS yang mencakup komunikasi pemasaran, dan instagram. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan analisis data dilakukan dengan bentuk narasi. Hasil dari penelitian ini yaitu strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh The Chrome Castle melakukan promosi penjualan. Strategi penetapan harga, termasuk penawaran potongan harga, digunakan untuk menarik minat konsumen, terutama wanita, yang merupakan mayoritas pengikutnya di Instagram. The Chrome Castle juga sudah menggaet influencer untuk memasarkan layanan jasa atau produknya. The Chrome Castle pun menggunakan fitur-fitur yang ada pada Instagram. Instastory, postingan gambar dan video telah dimanfaatkan oleh The Chrome Castle dalam mempromosikan layanan jasa atau produk nya. The Chrome Castle juga menggunakan hashtag pada tiap postingan Instagramnya. Hal tersebut mendukung The Chrome Castle untuk menjangkau pengguna yang lebih luas. Selain itu, The Chrome Castle juga telah menggunakan fitur instagram reels. Dengan begitu The Chrome Castle juga dinilai juga telah menerapkan teori AISAS dalam menjalankan strategi pengelolaan konten instagramnya.Instagram has now developed its important role in the context of business and promotion. The advantages and popularity of Instagram have created increasingly greater opportunities for utilizing Instagram as a promotional medium. The development of markets around the world continues to experience significant growth and innovation. One of them is the beauty and cosmetics market. The Chrome Castle is one of the businesses operating in the personal care sector, including Nail Art, Eyelash Extension, and Lashlift. This research aims to identify and analyze various content management strategies used by The Chrome Castle's Instagram account in promoting their products or services on the Instagram platform. The analysis of these strategies is conducted using the AISAS Theory, which includes marketing communication and Instagram. In this study, the researcher employs a qualitative case study research method. The data collected includes interviews, observations, and documentation, and data analysis is presented in narrative form. The result of this research is that the marketing communication strategy used by The Chrome Castle involves sales promotions. Pricing strategies, including discount offers, are used to attract consumer interest, especially women, who make up the majority of their followers on Instagram. The Chrome Castle has also engaged influencers to market its services or products. The Chrome Castle also uses the features available on Instagram. Instastory, image and video posts have been utilized by The Chrome Castle to promote its services or products. The Chrome Castle also uses hashtags in each of its Instagram posts. This supports The Chrome Castle in reaching a wider audience. In addition, The Chrome Castle has also utilized the Instagram Reels feature. Thus, The Chrome Castle is also considered to have implemented the AISAS theory in managing its Instagram content strategy.
4322846609H1E020070MINIMASI WASTE DI CV GAJAH PRINTING MELALUI PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DENGAN METODE VALUE STREAM MAPPING DAN WASTE ASSESSMENT MODELStudi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meminimalkan pemborosan (waste) dalam proses produksi di CV. Gajah Printing, sebuah perusahaan produksi kantung plastik. Menghadapi tantangan efisiensi, studi kasus ini menggunakan pendekatan lean manufacturing, metode Value Stream Mapping (VSM). Berdasarkan analisis Process activity mapping dan Current state VSM, dari 28 aktivitas produksi, terdapat 10 aktivitas bernilai tambah (Value added) dengan proporsi 92,73%, aktivitas yang diperlukan namun tidak bernilai tambah (Necessary but non-Value added) sebesar 5,66%, dan aktivitas tidak bernilai tambah (Non-Value added) sebesar 1,61%. Waste yang dominan adalah waste waiting, mencapai 21,18%. Perbaikan dilakukan dengan membuat jadwal pemeliharaan preventif untuk mesin mixing dan cutting, serta menerapkan checklist untuk setup mesin printing dan soft handle. Setelah perbaikan, Future state VSM menunjukkan penurunan total lead time dari 6,17 hari menjadi 6,156 hari, serta penurunan total cycle time dari 13.515 detik menjadi 13.297 detik. Implementasi perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi waste dalam proses produksi. Studi kasus ini merekomendasikan CV. Gajah Printing untuk terus mengembangkan dan menerapkan perbaikan berbasis lean manufacturing.This case study aims to identify and minimize waste in the production process at CV. Gajah Printing, a plastic bag manufacturing company. Facing efficiency challenges, this study uses a lean manufacturing approach, specifically the Value Stream Mapping (VSM) method. Based on Process activity mapping and Current State VSM analysis, out of 28 production activities, there are 10 value-added activities with a proportion of 92.73%, necessary but non-value-added activities at 5.66%, and non-value-added activities at 1.61%. The dominant type of waste is waiting waste, reaching 21.18%. Improvements were made by creating a preventive maintenance schedule for mixing and cutting machines and implementing a checklist for setting up printing and soft handle machines. After improvements, the Future state VSM shows a reduction in total lead time from 6.17 days to 6.156 days and a decrease in total cycle time from 13,515 seconds to 13,297 seconds. This improvement is expected to increase efficiency and reduce waste in the production process. This case study recommends that CV. Gajah Printing continue to develop and implement lean manufacturing-based improvements.
4322946610K1C018046Pengaruh Lamanya Waktu Operasi Terhadap Parameter Neutronik Dan Keselamatan Reaktor Serba Guna G.A. SiwabessyPenelitian pengaruh lamanya waktu operasi terhadap parameter neutronik dan keselamatan reaktor serba guna G.A. Siwabessy telah dilakukan. penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai parameter neutronik di teras reaktor yang memenuhi kriteria keselamatan yang telah ditetapkan serta optimal selama reaktor dioperasikan dengan variasi waktu pengoperasian reaktor yaitu sebesar 645 MWD sampai dengan 735 MWD. Penelitian dilakukan pada akhir siklus pengoperasian reaktor (EOC) dengan menggunakan paket program BATAN FUEL. Parameter perhitungan neutronik yang di analisis pada penelitian ini meliputi faktor pelipatan efektif neutron (k_eff), reaktivitas, distribusi fluks neutron dan distribusi daya pada teras reaktor atau faktor puncak daya teras (PFD). Nilai k_eff yang didapat adalah sebesar 1,0054 pada waktu operasi 645 MWD dan menurun sampai 1,0012 pada waktu operasi 735 MWD. Hasil perhitungan menunjukan k_eff mengalami penurunan dengan bertambahnya waktu pengoperasian, hal ini desebabkan karena semakin bertambahnya waktu reaktor beroperasi maka komposisi bahan bakar sudah berubah dan mengalami penyusutan. Namun penurunannya tidak begitu signifikan sehingga reaktor masih bisa beroperasi secara optimal dan aman karena nilainya dibawah kriteria keselamatan operasi reaktor yang diizinkan. Selain itu didapatkan nilai reaktivitas sebesar 0,534% Δk/k pada 645 MWD dan 0,124% Δk/k pada 735 MWD, penurunan reaktivitas sebanding dengan faktor pelipatan efektif neutron. Serta nilai distribusi fluks neutron dan PPF makimum yang didapat adalah masing-masing sebesar 1,3917×1014 dan 1,2254, nilainya masih dibawah batas keselamatan yang telah ditetapkan.Research on the effect of long operating time on neutronic parameters and safety of multi-purpose reactors G.A. Siwabessy has been carried out. This research aims to obtain neutronic parameter values in the reactor core that meet the predetermined safety criteria and are optimal as long as the reactor is operated with variations in reactor operating time, namely 645 MWD to 735 MWD. The research was carried out at the end of the reactor operating cycle (EOC) using the BATAN FUEL program package. The neutron calculation parameters analyzed in this research include the effective neutron folding factor (k_eff), reactivity, neutron flux distribution and power distribution in the reactor core or peak core power factor (PFD). The k_eff value obtained was 1.0054 at an operating time of 645 MWD and decreased to 1.0012 at an operating time of 735 MWD. The calculation results show that K_eff decreases with increasing operating time, this is because as the reactor operates longer, the fuel composition changes and shrinks. However, the decrease is not so significant that the reactor can still operate optimally and safely because the value is below the permitted reactor operation safety criteria. Apart from that, the reactivity value was obtained at 0.534% Δk/k at 645 MWD and 0.124% Δk/k at 735 MWD, the decrease in reactivity is proportional to the effective neutron folding factor. And the maximum neutron flux distribution and PPF values obtained are 1.3917×1014 and 1.2252 respectively, the values are still below the predetermined safety limits.
4323046586A1A020040EFISIENSI TEKNIS USAHATANI CABAI MERAH KERITING DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Sumbang dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat inefisiensi teknis usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Sumbang. Penelitian dilaksanakan pada April 2024 hingga Agustus 2024. Responden ditentukan menggunakan metode sensus, yaitu seluruh petani yang melakukan kegiatan usahatani cabai merah keriting pada Januari 2023-desember 2023 sebanyak 70 orang di Kecamatan Sumbang. Data dianalisis menggunakan Stochastic Frontier Analysis (SFA). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tingkat efisiensi teknis usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Sumbang sebesar 0,69 yang artinya secara teknis, usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Sumbang menunjukkan usahatani tidak efisien. Faktor umur responden berpengaruh positif terhadap inefisiensi teknis atau secara nyata berpengaruh meningkatkan inefisiensi teknis usahatani, sementara faktor pendidikan formal, pengalaman, dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh secara nyata terhadap inefisiensi teknis usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Sumbang.This research aims to analyze the level of technical efficiency of red chili farming in Sumbang District and analyze the factors that influence the level of technical inefficiency of red chili farming in Sumbang District. The research was carried out from April 2024 to August 2024. Respondents were determined using the census method, namely all farmers who carried out red chili farming activities in January 2023-December 2023 were 70 people in Sumbang District. Data were analyzed using Stochastic Frontier Analysis (SFA). The research results show that the average value of the technical efficiency level of red chili farming in Sumbang District is 0.69, which means that technically, red chili farming in Sumbang District shows that farming is inefficient. The respondent's age factor has a positive effect on technical inefficiency or significantly increases the technical inefficiency of farming, while the factors of formal education, experience and number of family members do not significantly affect the technical inefficiency of red chili farming in Sumbang District.
4323146611F1C018100PENGARUH KOMUNIKASI INTERNAL TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BANYUMASManajemen sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan merupakan aspek yang sangat penting, terutama menyangkut komunikasi internal dan rasa kenyamanan para karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi internal terhadap employee engagement pada karyawan DPMPTSP Kabupaten Banyumas. Perumusan masalah dalam penelitian yang diacu adalah meneliti apakah terdapat pengaruh dari komunikasi internal terhadap employee engagement pada pegawai DPMPTSP. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 60 karyawan. Dengan menggunakan program SPSS (Statistical Program for Social Science), pendekatan analisis regresi sederhana digunakan dalam proses analisis data penelitian ini. Analisis hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan keluarga terhadap motivasi pemulihan menunjukkan bahwa kedua variabel mempunyai pengaruh positif karena nilai sig < 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,269 menunjukkan bahwa variabel mempunyai pengaruh simultan sebesar 26,9%. Hal ini menjelaskan bahwa variabel X memiliki pengaruh yang positif terhadap variabel Y, artinya employee engagement akan meningkat seiring dengan meningkatnya komunikasi internal.Particularly human resource management are things that are very importantly needed for every company, especially about internal communication and comfortable feeling of employes into their own job. This study's aims to determine the effect of internal communication on employee engagement in DPMPTSP Banyumas Regency. Using the non probability sampling technique which is random sampling as many as total 70 employess for the population this study employed the Slovin equation to examine 60 sample to use. Regression analysis approaches were used in this work to analyze data, and SPSS (Statistical Program for Social Science) was used to facilitate the process. The study reveals that the sig grade for the relationship between communication internal employee is less than 0.05. It indicates that there is a positive relationship between the two independent variables and the dependent variable. With a dependence coefficient of 0.269, independent variables have an identical impact on the dependent variable (employee engagement), accounting for 26,9% of the total. This indicates that’s an increase of communication internal will occur employee engagement too
4323246612I1D020009Hubungan Kecukupan Eenergi, Zat Gizi Makro, Kualitas Tidur, dan Tingkat Stres dengan Status Gizi (Studi pada Karyawan Shift Malam PT Sarana Mitra Luas Majalengka Jawa Barat)ABSTRAK

HUBUNGAN KECUKUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO, KUALITAS TIDUR, DAN TINGKAT STRES DENGAN STATUS GIZI
(Studi pada Karyawan Shift Malam PT Sarana Mitra Luas Majalengka Jawa Barat)
Lina Karlina, Dyah Umiyarni Purnamasari, Hiya Alfi Rahmah


Latar Belakang: Prevalensi status gizi pada kelompok pekerja karyawan menurut Riskesdas (2018) gizi kurang sebesar 8,3%, gizi lebih 14,3%, dan obesitas 21,8%. Tenaga kerja menempati posisi kedua dengan prevalensi gizi lebih dan obesitas paling banyak, yaitu 30,8%. Karyawan shift malam memiliki potensi permasalahan gizi yang dapat menurunkan produktivitas kerja terlepas dari gaya hidup yang tidak sehat seperti asupan tidak seimbang, kualitas tidur buruk dan tingkat stres yang berat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecukupan energi, zat gizi makro, kualitas tidur dan tingkat stres dengan status gizi.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 43 karyawan shift malam berusia 19-35 tahun dengan teknik purposive sampling. Variabel asupan zat gizi diukur menggunakan recall 2x24 jam, kualitas tidur dengan Pittsburgh Quality Sleep Indeks (PSQI), tingkat stres dengan Kessler Psychological Distress Scale (KPDS), dan status gizi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji Rank Spearman.

Hasil penelitian: Terdapat hubungan asupan energi (p=0,000 r=0,738), protein (p=0,000 r=0,689), lemak (p=0,000 r=0,850), karbohidrat (p=0,000 r=0743), kualitas tidur (p=0,000 r= -0,618), dan tingkat stres (p=0,004 r= -0,433) dengan status gizi.

Kesimpulan: Terdapat hubungan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kualitas tidur, dan tingkat stres dengan status gizi.

Kata Kunci: Kecukupan zat gizi, kualitas tidur, tingkat stres, status gizi
The Relationship Between Energy, Macronutrients, Sleep Quality, and Stress Levels with Nutritional Status
(Study on Night Shift Employees of PT Sarana Mitra Luas Majalengka, West Jawa)

Lina Karlina , Dyah Umiyarni Purnamasari1, Hiya Alfi Rahmah1
Jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman

Absract

Background: The prevalence of nutritional status in employee worker group according to Riskesdas (2018) is 8.3% of undernutrition, 14.3% of overnutrition, and 21.8% of obesity. Workers are in second place with the highest prevalence of overnutrition and obesity, which is 30.8%. Night shift worker have potential for nutritional problems that can reduce work productivity apart from unhealthy lifestyle such unbalance intake, poor sleep quality, and high stress levels. This study aims to determine the relationship between energy adequacy, macro-nutrient intake, sleep quality, and stress levels with nutritional status.
Methods: This research is a cross-sectional study. The sample consisted of 43 night shift employees aged 19-35 years selected using purposive sampling technique. The variable of nutrient intake was measured using a 2x24 hour recall, sleep quality with the Pittsburgh Quality Sleep Index (PSQI), stress levels with the Kessler Psychological Distress Scale (KPDS), and nutritional status with the Body Mass Index. (IMT). Data analysis used Spearman rank Test.
Result: There is a relationship between energy intake (p=0.000 r=0.738), protein (p=0.000 r=0.689), fats (p=0.000 r=0.850), carbohydrates (p=0.000 r=0.743), sleep quality (p=0.000 r= -0.618), and stress levels (p=0.004 r= -0.433) with nutritional status.
Conclution: There is a relationship between energy intake, protein, fats, carbohydrates, sleep quality, and stress levels with nutritional status.

Keyword: Nutrient adequacy, sleep quality, stress level, nutritional status
4323346614C1A020016ANALISIS WILLINGNESS TO PAY (WTP) DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN TERHADAP JASA BUS TRANS BANYUMASPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis besar nilai kesediaan membayar (willingness to pay) dan menganalisis pengaruh variabel tarif Trans Banyumas, usia, dan kualitas pelayanan terhadap permintaan jasa bus Trans Banyumas. Analisis data menggunakan contingent valuation method (CVM) dan regresi linear berganda dengan software Eviews 12.0. Penggunaan data dalam penelitian ini menggunaan data primer yang didapatkan dari 100 responden melalui teknik cluster sampling.
Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai kesediaan membayar secara rata-rata untuk penumpang umum sebesar Rp4.986,71 sementara untuk penumpang khusus sebesar Rp3.397,73. Dari rata-rata kesediaan membayar tersebut menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan tarif yang berlaku yaitu penumpang umum tarif berlaku sebesar Rp3.900,00 sementara penumpang khusus tarif berlaku sebesar Rp2.000,00. Hasil analisis untuk variabel tarif Trans Banyumas dan usia berpengaruh negatif signifikan, sementara untuk variabel kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap permintaan jasa bus Trans Banyumas.
Implikasi penelitian berdasarkan nilai rata-rata kesediaan membayar, dapat dilakukan peningkatan kualitas pelayanan berupa perbaikan fasilitas halte, pengadaan tarif integrasi, dan pengadaan ruang parkir. Apabila pemerintah ingin menaikan tarif, harus menjangkau kemampuan penumpang dalam membayar. Informasi karakteristik sosial demografi pengguna dapat membantu dalam pemetaan segmentasi konsumen dan titik lokasi halte yang lebih strategis.
This study was conducted with the aim of analyzing the value of willingness to pay and analyzing the influence of Trans Banyumas tariff variables, age, and service quality on the demand for Trans Banyumas bus services. Data analysis used contingent valuation method (CVM) and multiple linear regression with Eviews 12.0 software. The use of data in this study uses primary data obtained from 100 respondents through cluster sampling technique.
The analysis shows that the average willingness to pay value for general passengers is Rp4,986.71 while for special passengers it is Rp3,397.73. The average willingness to pay shows a value greater than the applicable tariff, namely general passengers at the applicable tariff of IDR 3,900.00 while special passengers at the applicable tariff of IDR 2,000.00. Passengers get more benefits because they pay at a lower fare than the value they are willing to pay. The results of the analysis for the Trans Banyumas tariff variable and age have a significant negative effect, while the service quality variable has no effect on the demand for Trans Banyumas bus services.
The research implication based on the average value of willingness to pay, can be done to improve the quality of service in the form of improving bus stop facilities, providing integration tariffs, and providing parking spaces. If the government wants to increase fares, it must reach the ability of passengers to pay. Information on the socio-demographic characteristics of users can help in mapping consumer segmentation and more strategic bus stop locations.
4323446615F1F020010Analisis Kebijakan Luar Negeri Jerman Dalam Bidang Energi di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina (2021-2023)Jerman sebagai importir pasokan energi terbesar di Uni Eropa melalui Rusia, menjadi sorotan utama di tengah meningkatnya invasi Rusia ke Ukraina. Tindakan invasi Rusia ke Ukraina berdampak besar pada kenaikan harga energi di Jerman, adanya ketergantungan yang tinggi pada energi terutama impor gas alam oleh Jerman mendorong negara ini mengambil langkah strategis untuk memastikan energi yang cukup dan menghindari resesi ekonomi yang lebih mendalam. Konflik ini memicu kebutuhan mendesak bagi Jerman untuk mengevaluasi dan merumuskan kembali kebijakan energinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan luar negeri jerman dalam bidang energi semasa invasi Rusia ke Ukraina. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan luar negeri dengan atribut nasional seperti ukuran negara, sumber daya alam, geografi, demografi, sistem politik, kemampuan militer, dan kemampuan ekonomi. Dengan ukuran negara dan sumber daya alam sebagai level analisis kebijakan luar negeri. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan terkait kebijakan luar negeri Jerman dalam bidang energi pada masa invasi Rusia ke Ukraina. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Jerman telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi impor energi Rusia, termasuk penerapan sanksi ekonomi, bantuan militer kepada Ukraina, dan diversifikasi sumber energi, serta dukungan terhadap REPowerEU.Germany, as the largest importer of energy supplies in the European Union through Russia, became a focal point amid the escalating Russian invasion of Ukraine. The Russian invasion of Ukraine has had a significant impact on energy price increases in Germany, and the country's high dependence on energy, particularly natural gas imports from Russia, prompted it to take strategic measures to ensure sufficient energy supplies and avoid a deeper economic recession. The conflict triggered an urgent need for Germany to reassess and reformulate its energy policy. This research aims to analyze Germany's foreign policy in the energy sector during the Russian invasion of Ukraine. The study applies foreign policy theory with national attributes such as state size, natural resources, geography, demographics, political system, military capabilities, and economic strength. State size and natural resources serve as the analytical framework for foreign policy. The findings of this study are expected to provide insights into Germany's foreign policy in the energy sector during the Russian invasion of Ukraine. The results show that Germany has taken strategic steps to reduce its energy imports from Russia, including the implementation of economic sanctions, military assistance to Ukraine, energy diversification, and support for REPowerEU
4323546616B1A019148Estimasi Simpanan Karbon Populasi Rhizophora mucronata di Taman Wisata Alam Angke Kapuk JakartaPenelitian dilakukan di kawasan mangrove Taman Wisata Alam Angke Kapuk Jakarta dengan metode survey. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret dan September 2023 menggunakan metode pengambilan data kuadrat berdasarkan umur tanaman mangrove. Analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Mangrove dilakukan dengan menghitung kerapatan dan pola pencaran dari spesies Rhizophora mucronata. Analisa untuk mengukur estimasi biomassa, dan simpanan karbon menggunakan rumus alometrik dengan data diameter setinggi dada. Selain itu menggunakan metode Loss on Ignition (LOI) untuk mengukur simpanan karbon yang terdapat pada sedimen mangrove dengan mengukur simpanan organik pada sedimen dengan menimbang berat sampel yang hilang setelah pengabuan.
Penelitian ini memperoleh hasil rata-rata biomassa sebesar 352,63 ton/ha dan 126,35 ton/ha untuk simpanan karbon. Kerapatan tertinggi mangrove kategori semai sebesar 640.000 ind/ha, untuk kategori pancang sebesar 5.600 ind/ha, dan kategori pohon sebesar 4.300 ind/ha. Pola sebaran spesies Rhizophora mucronata adalah mengelompok. Simpanan memperoleh rata-rata sebesar 352,63 ton/ha untuk biomassa dan 126,35 ton C/ha untuk simpanan karbon. Parameter pendukung yang diperoleh berupa pH air berkisar antara 7,5-7,9 salinitas berkisar antara 1-8 ppt pH tanah berkisar antara 3,5-7 suhu tanah berkisar antara 28-33oC.
The research was conducted in the mangrove area of the Angke Kapuk Nature Tourism Park, Jakarta using a survey method. Data collection was carried out in March and September 2023 using a quadratic data collection method based on the age of the mangrove plants. The analysis used is quantitative analysis. The mangrove was carried out by calculating the density and distribution pattern of the Rhizophora mucronata species. Analysis to measure estimated biomass and carbon stock uses an allometric approach which is carried out by measuring diameter at breast height. Apart from that, the Loss on Ignition (LOI) method is used to measure carbon deposits in mangrove sediments by measuring organic deposits in the sediment by weighing the weight of the sample that is lost after ashing.
This study obtained an average biomass of 352,63 tons/ha and 126,35 tons C/ha for carbon storage. The highest density of mangroves in the seedling category was 640.000 ind/ha the sapling category it was 5.600 ind/ha, and in the tree category it was 4.300 ind/ha. The distribution pattern of the Rhizophora mucronata species is clustered. Savings obtained an average of 352,63 tonnes/ha for biomass and 126,35 tonnes C/ha for carbon. The supporting parameters obtained were as follows: water pH ranging from 7.5-7.9, salinity ranges from 1-8 parts per thousand, soil pH ranges from 3.5-7, soil temperature ranges from 28 to 33°C, sediment carbon storage ranges from 65.5 to 110.33 tons C/ha, and water pH ranges from 7.5-7.9
4323646617J1A020029Representation of Multiculturalism in Valorant Video GamePenelitian ini mengkaji representasi multikultural dalam film Valorant, dengan fokus pada alur cerita, karakter, dan latarnya, yang dianalisis melalui kerangka kerja multikultural Bhikhu Parekh. Penelitian ini mengeksplorasi keterikatan budaya, keragaman, dan dialog antarbudaya dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan strategi analisis Cresswell. Di antara 26 karakter Valorant, lima di antaranya-Gekko, Jett, Skye, Sage, dan Raze-memperlihatkan keterikatan budaya melalui bahasa dan ekspresi asli. Selain itu, lima peta-Ascent, Bind, Lotus, Haven, dan Sunset-mengambil inspirasi dari lokasi dunia nyata yang memiliki keragaman budaya, yang merefleksikan arsitektur, tradisi, dan seni. Permainan ini menyoroti hasil potensial dari dialog antar budaya, seperti kesetaraan, penghormatan terhadap komunitas yang terpinggirkan, dan rasa memiliki bersama dalam masyarakat yang beragam. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa Valorant secara efektif menggabungkan unsur-unsur multikultural, mempromosikan kesadaran akan budaya global dan mewakili komunitas yang beragam melalui media video game.This research examines multicultural representation in Valorant, focusing on its storyline, characters, and settings, analyzed through Bhikhu Parekh’s multicultural framework. The study explores cultural embeddedness, diversity, and intercultural dialogue using a qualitative approach and Cresswell’s analysis strategies. Among Valorant's 26 characters, five—Gekko, Jett, Skye, Sage, and Raze—exhibit cultural embeddedness through native languages and expressions. Additionally, five maps—Ascent, Bind, Lotus, Haven, and Sunset—draw inspiration from culturally diverse real-world locations, reflecting their architecture, traditions, and art. The game highlights potential outcomes of intercultural dialogue, such as equality, respect for marginalized communities, and a shared sense of belonging in diverse societies. These findings demonstrate that Valorant effectively incorporates multicultural elements, promoting awareness of global cultures and representing diverse communities through video game media.
4323746618F1F020007Cool Japan Initiative: Strategi Nation Branding Jepang Melalui Promosi Animasi One PieceDalam strategi program Cool Japan Initiative, anime One Piece memiliki peran dalam menjalankan strategi program Cool Japan Initiative melalui promosi anime One Piece. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi mengenai keberlanjutan dari strategi Cool Japan Initiative untuk mempromosikan budaya populer Jepang sebagai nation branding khususnya menggunakan animasi One Piece. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi pustaka dengan menggunakan konsep nation branding milik Simon Anholt untuk membantu menjelaskan fenomena mengenai strategi peningkatan nation branding Jepang melalui Cool Japan Initiative dengan memanfaatkan animasi One Piece yang didasarkan atas aspek-aspek dari konsep nation branding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi Cool Japan Initiative menggunakan promosi animasi One Piece ini terlihat pada aspek pariwisata yang meliputi kolaborasi dengan tempat-tempat wisata di Jepang dan luar negeri, brand-brand lokal dan luar negeri, dan wilayah lokal. In the Cool Japan Initiative program strategy, One Piece anime has a role in implementing the Cool Japan Initiative program strategy through the promotion of One Piece anime. The purpose of this study is to identify the sustainability of the Cool Japan Initiative strategy to promote Japanese popular culture as a nation branding, especially using One Piece animation. This study uses a qualitative method, namely a literature study using Simon Anholt's nation branding concept to help explain the phenomenon of the strategy of increasing Japan's nation branding through the Cool Japan Initiative by utilizing One Piece animation which is based on aspects of the nation branding concept. The results of this study indicate that in the implementation of the Cool Japan Initiative using One Piece animation promotion, it can be seen in the tourism aspect which includes collaboration with tourist attractions in Japan and abroad, local and foreign brands, and local areas.
4323846619J1E019032An Analysis of Students’ Difficulties in Reading Comprehension of Hortatory Exposition Text at SMAN 1 Randudongkal (Descriptive-Qualitative Research at Grade XI-9 of SMAN 1 Randudongkal in the Academic Year of 2023/2024)Pemahaman bacaan memainkan peran penting dalam keberhasilan akademik siswa, terutama saat berhadapan dengan teks-teks kompleks seperti teks hortatory exposition. Penelitian ini berfokus pada analisis kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami teks hortatory exposition di SMAN 1 Randudongkal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam pemahaman membaca teks hortatory exposition dan mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan siswa dalam pemahaman membaca teks hortatory exposition di kelas XI-9 SMAN 1 Randudongkal pada Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan instrumen yang meliputi kuesioner skala Likert dan wawancara semi-terstruktur untuk mengumpulkan data. Populasi terdiri dari 36 siswa dan 5 siswa yang dipilih secara purposive untuk wawancara. Data dari kuesioner dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan data dari wawancara dianalisis dengan analisis tematik. Hasil wawancara menjawab pertanyaan penelitian pertama dengan mengidentifikasi lima kesulitan utama yang dihadapi siswa dalam memahami teks hortatory exposition, yaitu: a) pemahaman struktur teks, b) masalah kemampuan bahasa dan pemahaman teks, c) strategi membaca, d) kelancaran, dan e) faktor-faktor yang menyebabkan siswa tidak termotivasi. Sementara itu, hasil kuesioner menjawab pertanyaan penelitian kedua dengan menyoroti 5 faktor yang memengaruhi pemahaman membaca siswa: pengetahuan (66%), kosa kata (75%), kelancaran (68%), pemahaman (66%), dan motivasi (54%). Persentase tersebut menunjukkan siswa merasakan kesulitan yang cukup tinggi pada faktor tersebut, terutama kosa kata. Kesimpulannya, temuan ini memberikan gambaran komprehensif tentang tantangan yang dihadapi siswa dan faktor-faktor yang memengaruhi kinerja membaca mereka. Penelitian ini menyarankan agar siswa meningkatkan pemahaman membaca mereka, guru lebih memperhatikan kesulitan yang dihadapi siswa, dan peneliti selanjutnya menggali lebih dalam aspek-aspek tantangan pemahaman membaca siswa.Reading comprehension plays a crucial role in students' academic success, especially when dealing with complex texts like hortatory exposition. This study focuses on analysing students’ difficulties in understanding hortatory exposition texts at SMAN 1 Randudongkal. This research aims to discover the students’ difficulties in reading comprehension of hortatory exposition texts and to reveal the factors influencing students’ difficulties in reading comprehension of hortatory exposition texts at grade XI-9 of SMAN 1 Randudongkal in the Academic Year of 2023/2024. This research used descriptive-qualitative method with the instruments included a likert-scale questionnaire and a semi-structured interview to collect the data. The population consisted of 36 students and 5 students selected purposively for the interview. The data from questionnaires were analysed in descriptive statistics and those from interviews were analysed in thematic analysis. The result of the interview addressed the first research question by identifying five main difficulties faced by students in comprehending hortatory exposition texts. These difficulties are: a) text structure understanding, b) problems in language ability and comprehending the text, c) reading strategies, d) fluency, and e) things causes students to be unmotivated. On the other hand, the questionnaire results answered the second research question by highlighting 5 factors influencing students’ reading comprehension: knowledge (66%), vocabulary (75%), fluency (68%), comprehension (66%), and motivation (54%). The percentage showed that students experience significant difficulties with those factors, especially in vocabulary. In conclusion, these findings provide a comprehensive view of the students’ challenges and the factors impacting their reading performance. This research suggested that students work to improve their reading comprehension, teachers be more aware of students’ difficulties, and future researchers explore further aspects of students’ reading comprehension challenges.
4323946624J1B020015Konsep Space and Place terhadap Hotel dalam Novel Heartbreak Motel Karya Ika NatassaABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas tentang unsur intrinsik novel serta bagaimana konsep space and place dapat terealisasikan dalam novel Heartbreak Motel karya Ika Natassa, kemudian dilanjutkan dengan teori geokritisme yang membuktikan bahwa space and place memengaruhi teks narasi dalam karya sastra novel. Melalui konsep space and place oleh Yi-Fu Tuan, diperoleh hasil bahwa tokoh Ava dan Raisa memberikan identitas pada ruang yang mereka tempati, dan ternyata tempat itu juga memberikan identitas bagi Ava dan Raisa. Ruang, tenpat, identitas, dan manusia adalah hal-hal yang tidak dapat dipisahkan, keempatnya saling terkait satu sama lain. Melalui teori geokritisme, kamar Heartbreak Motel dapat dianalisis melalui konsep polisensorialitas, transgresivitas, representasi ruaang, dan referensial. Keempat konsep ini membuktikan bahwa teks sastra mendapatkan pengaruh dari peran latar tempat.

Kata kunci: ruang dan tempat, identitas, geokritisme. teks sastra
ABSTRACT

This research is a research that discusses the intrinsic elements of the novel and how the concept of space and place can be realized in the novel Heartbreak Motel by Ika Natassa, then continued with the theory of geocriticism which proves that space and place affect narrative texts in novel literary works. Through the concept of space and place by Yi-Fu Tuan, it was obtained that Ava and Raisa's characters gave an identity to the space they occupied, and it turned out that the place also gave an identity to Ava and Raisa. Space, space, identity, and people are inseparable things, all four of which are interrelated with each other. Through geocriticism theory, Heartbreak Motel rooms can be analyzed through the concepts of polysensoriality, transgressiveness, spatial representation, and referentiality. These four concepts prove that literary texts are influenced by the role of the setting.

Keywords: space and place, identity, geocriticism. literary textswriting
4324046621J1C019020GASTRODIPLOMASI DAN NATION BRANDING DALAM VIDEO MUSIK “OISHII TRIP” OLEH HATSUNE MIKU

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi gastrodiplomasi dan nation branding diimplementasikan dalam video musik “OISHII TRIP” oleh Hatsune Miku, sebuah kampanye dari Kementerian Agrikultur, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF). Dalam konteks global, gastrodiplomasi digunakan untuk memperkenalkan budaya dan makanan khas suatu negara, sementara nation branding berperan dalam membentuk citra positif negara tersebut di kancah internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten, berfokus pada elemen narasi, visual, dan musik dalam video tersebut. Empat elemen nation branding Simon Anholt (pariwisata, budaya, masyarakat, dan merek ekspor) digunakan untuk mengeksplorasi peran “OISHII TRIP” sebagai alat nation branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video ini berhasil mengintegrasikan strategi gastrodiplomasi melalui penggambaran berbagai hidangan khas Jepang. Musik ceria dengan teknologi vocaloid oleh Hatsune Miku mampu menarik perhatian audiens global, terutama generasi muda, dengan memadukan inovasi modern dan unsur tradisional. Video musik “OISHII TRIP” menjadi alat yang efektif dalam gastrodiplomasi dan nation branding Jepang, mempromosikan keanekaragaman kuliner dan budaya serta membangun citra positif sebagai negara yang inovatif dan modern.This study aims to analyze how gastrodiplomacy and nation branding strategies are implemented in the music video "OISHII TRIP" by Hatsune Miku, a campaign from Japan's Ministry of Agriculture, Forestry, and Fisheries (MAFF). In a global context, gastrodiplomacy is used to introduce a country's culture and traditional cuisine, while nation branding plays a role in shaping the country's positive image on the international stage. This research adopts a qualitative descriptive approach with content analysis, focusing on the narrative, visual, and musical elements of the video. Simon Anholt's four nation branding elements (tourism, culture, people, and export brands) are applied to explore the role of "OISHII TRIP" as a nation branding tool. The results show that the video successfully integrates gastrodiplomacy strategies through the portrayal of various Japanese dishes. The cheerful music, paired with Hatsune Miku's vocaloid technology, captivates a global audience, particularly younger generations, by blending modern innovation with traditional elements. The "OISHII TRIP" music video serves as an effective tool for Japan's gastrodiplomacy and nation branding, promoting its diverse cuisine and culture while building a positive image as an innovative and modern nation.