Home
Login.
Artikelilmiahs
46602
Update
SEPTIAN ADITYA SAKTI
NIM
Judul Artikel
Kehidupan Sosial Keagamaan Pengamen Jalanan Di Kota Tasikmalaya
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengamen Jalanan merupakan fenomena sosial yang banyak dijumpai di masyarakat. Pengamen jalanan adalah kegiatan bermain musik dilakukan di pinggiran jalanan untuk mendapatkan uang. Kehidupan Sosial Keagamaan merupakan keadaan dalam diri manusia untuk berperilaku berkaitan dengan agama. Masalah penelitian ini adalah bagaimana kehidupan sosial keagamaan pengamen jalanan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan sosial keagamaan pengamen jalanan di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui tiga teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengamen jalanan di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamen jalanan di beberapa wilayah Kota Tasikmalaya memiliki pemahaman kehidupan sosial dan keagamaan yang kurang karena minimnya tingkat pendidikan dan keterbatasan pendidikan agama di keluarga. Akibatnya adalah kurangnya pelaksanaan sholat lima waktu dan pemahaman Al-Qur'an. Faktor lingkungan yang kurang mendukung berperan dalam pemahaman mereka terhadap keagamaan dan membentuk karakter hidup seseorang. Mereka memiliki jiwa sosial yang baik seperti kerja bakti, gotong royong, dan kegiatan keagamaan masyarakat. Saran dan rekomendasi untuk kehidupan sosial keagamaan pengamen jalanan Kota Tasikmalaya yaitu tersedianya program pendidikan non-formal tentang keagamaan dari pemerintah atau non-pemerintah yang mudah diakses oleh mereka seperti masjid, pesantren, dan lembaga keagamaan lainnya untuk membantu mereka memahami nilai keagamaan lebih mendalam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Street buskers are a social phenomenon that is widely found in the community. Street buskers are activities that play music on the side of the street to earn money. Religious Social Life is a state in humans to behave in relation to religion. The problem of this research is how the socio- religious life of street buskers in Tasikmalaya City. This research aims to find out the socio- religious life of street buskers in Tasikmalaya City. The research method used is qualitative descriptive with data collection through three techniques, namely observation, interview, and documentation. The subject of the study is street buskers in Tasikmalaya City. The results of the study show that street buskers in several areas of Tasikmalaya City have a lack of understanding of social and religious life due to the lack of education and the limitations of religious education in the family. The result is a lack of implementation of the five-time prayer and understanding of the Qur'an. Factors that are not supportive of the environment play a role in their understanding of religion and shaping a person's life character. They have a good social spirit such as community service, mutual cooperation, and community religious activities. Suggestions and recommendations for the socio-religious life of street buskers in Tasikmalaya City are the availability of non-formal education programs about religion from the government or non-government that are easily accessible to them such as mosques, Islamic boarding schools, and other religious institutions to help them understand religious values more deeply.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save