Artikelilmiahs

Menampilkan 43.201-43.220 dari 48.831 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4320146576A1C020071Penggunaan Analisis Dimensi untuk Pendugaan Tingkat Konsumsi Bahan Bakar Rotary Power TillerPendugaan tingkat konsumsi bahan bakar diharapkan dapat membantu petani dalam mengoptimalkan biaya operasional kegiatan pengolahan tanah yang dilakukan. Namun demikian, kajian tentang pendugaan tingkat konsumsi bahan bakar selama proses pengolahan tanah masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk (1) penyusunan model empiris untuk menduga tingkat konsumsi bahan bakar pada berbagai pola pengolahan tanah menggunakan rotary power tiller, dan (2) validasi model empiris yang disusun untuk memprediksi tingkat konsumsi bahan bakar.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 – Februari 2024 di lahan UPTD Balai Benih dan Laboratorium Pertanian Banjarnegara. Alat dan bahan yang digunakan meliputi: rotary power tiller, gelas ukur, meteran, stopwatch, dan 9 petak lahan berukuran 15 m × 13 m, serta 3 petak lahan berukuran 25 m × 13 m, 3 petak lahan berukuran 20 m × 13 m, dan 3 petak lahan berukuran 15 m × 13 m. Variabel yang diukur terdiri dari: 1) tingkat konsumsi bahan bakar (liter/jam dan liter/ha), 2) kecepatan maju rotary power tiller (km/jam), 3) total waktu pengolahan tanah (jam), 4) total waktu belok (jam), 5) luas lahan terolah (ha), dan 6) volume lahan terolah (hm3). Pengambilan data dilakukan dengan 2 kelompok kondisi pengambilan data yang terdiri dari: 1) kombinasi pola pengolahan tanah dengan volume lahan terolah, dan 2) kombinasi pola pengolahan tanah dengan kecepatan maju rotary power tiller. Pola pengolahan tanah yang diterapkan terdiri dari: 1) pola kijang, 2) pola alfa, dan 3) pola spiral. Volume lahan terolah yang digunakan terdiri dari: 39,00 – 44,00 m3 (tinggi), 30,00 – 35,00 m3 (sedang), dan 21,00 – 26,00 m3 (rendah). Sementara, kecepatan maju rotary power tiller yang digunakan terdiri dari: 1,00 – 1,20 km/jam (rendah), 1,50 – 1,70 km/jam (sedang), dan 2,30 – 2,50 km/jam (tinggi). Dengan demikian terdapat 18 kombinasi kondisi pengambilan data. Pengukuran setiap variabel yang ditargetkan pada setiap kombinasi kondisi pengambilan data tersebut dilakukan dengan jumlah ulangan 5 kali, sehingga diperoleh total jumlah dataset 90 buah. Dataset tersebut selanjutnya digunakan untuk menyusun model empiris guna menduga tingkat konsumsi bahan bakar menggunakan analisis dimensi dengan menerapkan nilai faktor koreksi menggunakan solver pada software Excel. Selanjutnya model divalidasi menggunakan: MAPE (Mean Absolute Percentage Error), AME (Absolute Mean Error), dan RMSE (Root Mean Square Error).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pengukuran 6 variabel (Konsumsi Bahan Bakar, Kecepatan maju rotary power tiller, Total waktu pengolahan tanah, Total waktu belok, Luas lahan terolah, dan Volume lahan terolah) dapat digunakan untuk mengembangkan model empiris guna memprediksi tingkat konsumsi bahan bakar (Fp, liter/jam dan liter/ha) menggunakan analisis dimensi. Hasil validasi model yang dilakukan menunjukkan hasil terbaik yaitu: 1) 30 dataset pola alfa, 2) 30 dataset pola kijang, 3) 90 dataset gabungan semua pola, dan 4) 30 dataset pola spiral. Hasil validasi menggunakan MAPE, AME, dan RMSE menunjukkan bahwa penggunaan 30 dataset dari masing-masing pola pengolahan tanah kijang dan pola alfa menghasilkan model yang lebih baik dibandingkan penggunaan 90 dataset dari gabungan pola pengolahan tanah menggunakan pola kijang, alfa, dan spiral. Perbedaan jenis pola pengolahan tanah terindikasi memiliki pengaruh terhadap tingkat keakuratan dari model empiris yang dikembangkan dalam memprediksi tingkat konsumsi bahan bakar selama proses pengolahan tanah.
Fuel consumption prediction is expected to help farmers optimise the efficiency and operational costs of their tillage activities. However, research on fuel consumption prediction during the tillage process are still not widely carried out. Therefore, this study aimed to (1) develop an empirical model to estimate the level of fuel consumption in tillage using a rotary power tiller, and (2) validate the empirical model developed to predict the level of fuel consumption.
The research was conducted from October 2023 to February 2024 at UPTD Balai Benih dan Laboratorium Pertanian Banjarnegara, Banjarnegara Regency. The tools and materials used included: rotary power tiller, measuring cups, meters, stopwatch, 9 plots with the size of 15 m × 13 m, as well as 3 plots with the size of 25 m × 13 m, 3 plots with the size of 20 m × 13 m, and 3 plots with the size of 15 m × 13 m. The measured variables consisted of: 1) fuel consumption rate (litres/hour and litres/ha), 2) rotary power tiller’s forward speed (km/hour), 3) total tillage time (hours), 4) total turning time (hours), 5) tilled land area (ha), and 6) tilled land volume (hm3). Data collection was carried out with 2 groups of data collection conditions consisting of: 1) combination of tillage pattern data collection with tilled land volume, and 2) combination of tillage pattern data collection with rotary power tiller forward speed. The applied tillage patterns consist of: 1) one-way pattern, 2) alpha pattern, and 3) spiral pattern. The tilled land area used consisted of: 39,00 – 44,00 m3 (high), 30,00 – 35,00 m3 (medium), and 21,00 – 26,00 m3 (low). While the forward speed of the power tiller used consisted of: 1.00 - 1.20 km/h (low), 1.50 - 1.70 km/h (medium), and 2.30 - 2.50 km/h (high). Thus, there are 18 combinations of data collection conditions. Measurement for each targeted variable in each combination of data collection conditions is carried out with a total of 5 times, resulting in a total of 90 datasets. The dataset was then used to develop an empirical model to estimate the level of fuel consumption using dimensional analysis by applying the correction factor value using a solver in Excel software. Furthermore, the model was validated using: MAPE (Mean Absolute Percentage Error), AME (Absolute Mean Error), and RMSE (Root Mean Square Error) tests.
The results showed that measurement data of 6 variables (Fuel Consumption, Rotary power tiller forward speed, Total tillage time, Total turning time, Area of cultivated land, and Volume of cultivated land) can be used to develop an empirical model to predict fuel consumption rates (Fp, litres/hour and litres/ha) using dimensional analysis. The validation results showed the best result are: 1) 30 datasets of alfa pattern, 2) 30 datasets of one-way pattern, 3) 90 datasets from combined tillage patterns, and 4) 30 datasets of spiral pattern. The validation results of MAPE, AME, and RMSE showed that the use of 30 datasets from each of the one-way and alpha tillage patterns produces a better model than the use of 90 datasets from the combined tillage pattern using deer, alpha, and spiral patterns. The different types of tillage patterns are indicated to have an influence on the accuracy of the empirical mathematical model developed in predicting the level of fuel consumption during the tillage process.
4320246577F1A021033The Relationship Between Social Media Access and Student Achievement MotivationPerkembangan era globalisasi menimbulkan banyak perubahan, salah satunya adalah semakin canggihnya teknologi. Media sosial merupakan sebuah fenomena yang terbentuk karena semakin canggihnya teknologi. Media sosial dapat diakses oleh semua kalangan termasuk remaja. Tingkat penggunaan media sosial yang semakin meningkat di kalangan remaja dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk motivasi berprestasi akademik maupun nonakademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan akses media sosial dengan motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa survei. Data yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan kolerasi kendall tau b. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif antara akses media sosial dengan motivasi berprestasi siswa. Nilai p value atau signifikansi sebesar 0,002 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel, karena p value 0,002 < α 0,05 pada taraf signifikansi 99% (0,01). Media sosial menjadi faktor yang memengaruhi motivasi berprestasi siswa. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perilaku imitasi terhadap konten positif pada akun yang diikuti mengenai prestasi, media sosial membantu memudahkan siswa memperoleh materi pelajaran dan memudahkan siswa memperoleh informasi seputar perlombaan.

The development of the globalization era has caused many changes, one of which is the increasingly sophisticated technology. Social media is a phenomenon that is formed because of the increasingly sophisticated technology. Social media can be accessed by all groups including teenagers. The increasing level of social media use among teenagers can affect various aspects of their lives, including academic and non-academic achievement motivation. This study aims to determine the relationship between social media access and student achievement motivation. This study uses a quantitative method in the form of a survey. Data obtained through questionnaires and interviews. The data analysis technique uses Kendall’s correlation tau b. The results of the study showed a positive relationship between social media access and student achievement motivation. The p value or significance of 0.002 indicates that there is a significant relationship between the two variables, because the p value is 0.002 <α 0.05 at a significance level of 99% (0.01). Social media is a factor that influences student achievement motivation. This can happen because of imitation behavior towards positive content on the accounts that are followed regarding achievements, social media helps students get learning materials and makes it easier for students to get information about competitions.
4320346578F1F019065Peran United Nations Children's Fund (UNICEF) Dalam Perlindungan Pengungsi Anak Venezuela di Kolombia Pada Tahun 2015-2020UNICEF memiliki peran krusial dalam perlindungan pengungsi anak Venezuela di Kolombia selama periode 2015-2020, ketika krisis migrasi Venezuela memuncak. Ribuan anak-anak melarikan diri ke Kolombia, seringkali dalam kondisi yang sangat rentan, menghadapi kekerasan, eksploitasi, dan akses terbatas terhadap layanan dasar. Sebagai tanggapan, UNICEF mengimplementasikan berbagai program yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan mendesak anak-anak, seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan dukungan psikososial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendalami langkah-langkah yang diambil UNICEF dalam menangani isu ini yang dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa UNICEF berperan penting dalam penyediaan layanan pendidikan darurat, akses ke perawatan kesehatan dasar, dan perlindungan hukum bagi anak-anak pengungsi. Selain itu, UNICEF juga bekerja sama dengan pemerintah Kolombia dan organisasi lokal untuk memperkuat sistem perlindungan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana upaya UNICEF dalam menjamin hak-hak anak pengungsi Venezuela di Kolombia dan mengevaluasi efektivitas strategi yang diterapkan selama periode krisis tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengembangan kebijakan dan program perlindungan anak di masa mendatang menghadapi kasus yang serupa. Seluruh inisiatif pada penelitian ini memperlihatkan komitmen UNICEF dalam melindungi hak dan kesejahteraan anak-anak pengungsi, serta membangun kerjasama dengan pemerintah dan organisasi lokal untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Kolombia selama krisis migrasi Venezuela.UNICEF played a crucial role in protecting Venezuelan refugee children in Colombia during the 2015-2020 period, when the Venezuelan migration crisis peaked. Thousands of children fled to Colombia, often in highly vulnerable conditions, facing violence, exploitation, and limited access to basic services. In response, UNICEF implemented various programs focusing on addressing the urgent needs of children, such as healthcare, education, child protection, and psychosocial support. This research employs a descriptive qualitative method to explore the steps taken by UNICEF in addressing these issues. The research findings show that UNICEF played a significant role in providing emergency education services, access to basic healthcare, and legal protection for refugee children. Additionally, UNICEF collaborated with the Colombian government and local organizations to strengthen the child protection system. The aim of this study is to understand the extent of UNICEF's efforts in safeguarding the rights of Venezuelan refugee children in Colombia and to evaluate the effectiveness of the strategies implemented during the crisis. This research is expected to provide valuable insights for developing future policies and programs for child protection in similar cases. All initiatives in this study demonstrate UNICEF's commitment to protecting the rights and well-being of refugee children, as well as building partnerships with governments and local organizations to reinforce the child protection system in Colombia during the Venezuelan migration crisis.
4320446579F1C018049Representasi Isu Kesehatan Mental dalam Film Animasi Puss in Boots: The Last WishPerkembangan teknologi yang semakin maju memungkinkan film animasi digunakan sebagai media komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui representasi dari isu kesehatan mental pada film animasi Puss in Boots: The Last Wish. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika model Roland Barthes yang terdiri dari denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dan menggunakan model penelitian yang mengadopsi metode analisis yang merujuk pada konsep semiotika Roland Barthes mengenai dua tahap signifikasi yang terdiri dari penanda dan petanda. Pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakter Puss dalam film animasi tersebut mengalami berbagai isu kesehatan mental seperti gangguan kepribadian narsistik, depresi, serangan panik, dan gangguan kecemasan. Pemaknaan denotasi dalam film ini mengambarkan petualangan Puss sebaagai pahlawan legendaris dalam petualangannya mencari Bintang Harapan. Makna konotasi dalam film ini mengenai ketakutan dan trauma Puss akan kematian yang menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan mental yang dia alami dalam petualanganya. Mitos dalam film ini menunjukkan bagaimana pahlawan yang kuat dan pemberani ternyata bisa mengalami ketakutan akan kematian juga.The development of increasingly advanced technology allows animated films to be used as a communication medium to convey messages to the public. The purpose of this study is to determine the representation of mental health issues in the animated film Puss in Boots: The Last Wish. The theoretical basis used in this study is Roland Barthes' semiotic theory model consisting of denotation, connotation, and myth. This study uses a constructivist paradigm and uses a research model that adopts an analysis method that refers to Roland Barthes' semiotic concept of two stages of significance consisting of signifiers and signifieds. Data collection uses observation and documentation. The results of the study indicate that the character Puss in the animated film experiences various mental health issues such as narcissistic personality disorder, depression, panic attacks, and anxiety disorders. The meaning of denotation in this film depicts Puss's adventure as a legendary hero in his adventure to find the Wishing Star. The meaning of connotation in this film concerns Puss's fear and trauma of death which causes various mental health problems that he experiences in his adventure. The myth in this film shows how a strong and brave hero can actually experience fear of death too.
4320546582J1E019031PREFERRED AND DISPREFERRED RESPONSES IN THE DIALOGUES OF ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED “PATHWAY TO ENGLISH”
(Content Analysis at Grade X of Senior High School)
Buku adalah bahan penting yang memiliki berbagai isi, dan salah satunya adalah dialog. Salah satu fitur dari dialog adalah struktur preferensi. Namun, peneliti di Indonesia jarang meneliti tentang struktur preferensi dalam buku teks. Oleh karena itu, peneliti memutuskan untuk menganalisis bagaimana struktur preferensi disajikan dalam buku teks bahasa Inggris berjudul Pathway to English. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi frekuensi respons yang diingkan dan tidak diinginkan dalam dialog buku teks bahasa Inggris berjudul Pathway to English, 2) Mengidentifikasi petunjuk linguistik yang mempengaruhi terjadinya respons yang disukai dan tidak disukai dalam dialog buku teks bahasa Inggris berjudul Pathway to English, 3) Mengidentifikasi dampak struktur urutan terhadap terjadinya respons yang disukai dan tidak disukai dalam dialog buku teks bahasa Inggris berjudul Pathway to English. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik dokumentasi yang diperoleh dari buku teks bahasa Inggris berjudul Pathway to English. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat 35 respons struktur preferensi dalam dialog buku tersebut, yang terbagi menjadi 30 respons yang disukai dan 5 respons yang tidak disukai, 2) Petunjuk linguistik yang berkontribusi pada terjadinya respons yang disukai adalah 12 persetujuan, 14 jawaban yang diharapkan, dan 4 penerimaan, sedangkan petunjuk linguistik yang berkontribusi pada terjadinya respons yang tidak disukai adalah 2 penolakan, 1 pengakuan, dan 2 jawaban yang tidak diharapkan, 3) Selain itu, urutan menemukan 4 respons yang disukai dan 1 respons yang tidak disukai setelah pre-sequence, 25 respons yang disukai l dan 4 respons yang tidak disukai setelah insert-sequence, dan 1 respons yang disukai setelah post-sequence. Penelitian ini menyimpulkan bahwa respons yang disukai lebih banyak dibandingkan dengan respons yang tidak disukai, dengan persetujuan, jawaban yang diharapkan, dan insert-sequences sebagai faktor utama yang berkontribusi pada respons yang disukai. Peneliti berharap penelitian ini dapat mendorong peneliti selanjutnya untuk lebih mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pemilihan respons.Books are important materials that have several contents, and one of which is dialogue. One feature of dialogue is preference organization. However, researchers in Indonesia rarely study about preference organization in the textbooks. Therefore, the researcher decided to analyze how preference organization was presented in the English textbook entitled Pathway to English. The objectives of this research are: 1) identify the frequencies of preferred and dispreferred responses in the dialogues of English textbook entitled Pathway to English, 2) identify the linguistic cues that influence the occurrence of preferred and dispreferred responses in the dialogues of English textbook entitled Pathway to English, 3) identify the impact of sequence organization on the occurrence of preferred and dispreferred responses in the dialogue of English textbook entitled Pathway to English. This research used a qualitative method with content analysis approach. For data collection, the researcher used documentation techniques obtained from the English textbook entitled Pathway to English. The results of the research showed that: 1) There were 35 preference organization responses in the book's dialogues, divided into 30 preferred responses and 5 dispreferred responses, 2) The linguistic cues that contributed to the occurrence of preferred responses were 12 agreements and 14 expected answers, and 4 acceptances, while the linguistic cues that contributed to the occurrence of dispreferred responses were 2 refusal, 1 admission and 2 unexpected answers, 3) In addition, sequence organization found 4 preferred and 1 dispreferred response after pre-sequence, 25 preferred responses and 4 dispreferred responses after insert-sequence and 1 preferred response after post-sequence. This research concluded that preferred responses were higher than dispreferred responses with agreement, expected answers and insert-sequences being the main factors contributing to the preferred responses. The researcher hopes that this research will encourage future researchers to explore more the factors that contribute to the selection of responses.
4320646584F1C020010MANAJEMEN KONTEN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
@infobmkg OLEH HUMAS BADAN METEOROLOGI,
KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA (BMKG) PUSAT SEBAGAI
SARANA INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Humas BMKG merupakan suatu bidang lembaga pemerintahan
yang memiliki tugas untuk memberikan informasi dan komunikasi
kepada masyarakat. Salah satunya adalah melalui konten yang
dibagikan di media sosial khususnya Instagram @infobmkg.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cakupan manajemen
konten yang dilakukan oleh Humas BMKG dalam memberikan
informasi dan komunikasi secara cepat dan akurat sehingga dapat
meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat. Penelitian ini
menggunakan Paradigma Kontruktivisme dengan pendekatan
kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori POAC (Planning,
Organizing, Actuating, Controlling) oleh George Robbert Terry.
Teknik pengambilan data dengan Observasi, dokumentasi, dan
wawancara kepada tiga informan yaitu Koordiantor Humas BMKG,
Sub Koordinator Hubungan Pers dan Media dan staf pengelola
media sosial Humas BMKG. Berdasarkan dari hasil penelitian yang
dianalisis dengan teori POAC bahwa pada tahap planning pengelola
melakukan riset pasar hingga menentukan konten yang akan dibuat
dengan tujuan yang telah ditetapkan. Organizing, pengelola akan
membagi tugas untuk melakukan produksi konten. Actuating,
Pengelola melakukan koordinasi dalam pelaksanaan tugas yang
dilakukan bersama anggota, setiap anggota melaksanakan tugas
dalam produksi konten. Controlling, ada dua evaluasi yang dilakukan
yaitu monitoring on going dan monitoring akhir. Pengelolaan konten
Humas BMKG juga memiliki tantangan dan hambatan yang dihadapi
seperti kemajuan teknologi di masa depan hingga meningkatkan
kualitas dan kuantitas konten Instagram
BMKG Public Relations is a government institution that has the task
of providing information and communication to the public. One of
them is through content shared on social media, especially Instagram
@infobmkg. This study aims to determine the scope of content management carried out by BMKG Public Relations in providing
information and communication quickly and accurately so that it can
increase public trust. This study uses the Constructivism Paradigm
with a qualitative approach. The theory used is the POAC Theory
(Planning, Organizing, Actuating, Controlling) by George Robbert
Terry. Data collection techniques with Observation, documentation,
and interviews with three informants, namely the BMKG Public
Relations Coordinator, Sub Coordinator of Press and Media
Relations and BMKG Public Relations social media management
staff. Based on the results of the study analyzed with the POAC
theory, at the planning stage the manager conducts market research
to determine the content to be created with the stated goals.
Organizing, the manager will divide the tasks to produce content.
Actuating, the manager coordinates in carrying out tasks carried out
with members, each member carries out tasks in content production.
Controlling, there are two evaluations carried out, namely ongoing
monitoring and final monitoring. BMKG Public Relations content
management also has challenges and obstacles to face, such as
future technological advances to increasing the quality and quantity
of Instagram content.
4320746585A1A020028KAJIAN RANTAI PASOK AGROINDUSTRI KERUPUK IKAN DI KABUPATEN INDRAMAYUPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan rantai pasok, kinerja rantai pasok, dan efisiensi rantai pasok kerupuk ikan di Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilakukan di Blok Dukuh Kerupuk, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu dikarenakan daerah ini merupakan sentra kerupuk di Kabupaten Indramayu. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survey. Metode yang digunakan untuk pengambilan resonden pada produsen kerupuk ikan yaitu metode purposive sampling dan untuk pengambilan responden pada pedagang lainnya dan pengepul digunakan metode snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 70 responden. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 saluran yang terbentuk pada rantai pasok kerupuk ikan dan kondisi rantai pasok kerupuk ikan sudah berjalan dengan baik. Sebagian besar kinerja rantai pasok kerupuk ikan telah berjalan dengan baik, akan tetapi untuk indikator lead time pada produsen dan cash to cash cycle time pada pedagang besar masih perlu dioptimalkan. Efisiensi rantai pasok pada saluran I, II, dan III belum tergolong efisiein, sedangkan pada saluran IV sudah tergolong efisien. This study aims to determine the supply chain mapping, supply chain performance, and supply chain efficiency of fish crackers in Indramayu Regency. This research was conducted in Dukuh Kerupuk Block, Kenanga Village, Sindang Subdistrict, Indramayu Regency because this area is the center of crackers in Indramayu Regency. The data collection method was carried out using the survey method. The method used to collect respondents on fish crackers producers was purposive sampling method and to collect respondents on other distributors and supplier used snowball sampling method with a total of 70 respondents. The results showed that there were 4 channels formed in the fish cracker supply chain and the condition of the fish cracker supply chain was running well. Most of the performance of the fish cracker supply chain has been running well, but the lead time indicators for producers and cash to cash cycle time for wholesalers still need to be optimized. Supply chain efficiency in channels I, II, and III is not yet classified as efficient, while channel IV is classified as efficient.
4320846549A1A020038ANALISIS EFISIENSI RELATIF AGROINDUSTRI GETUK GORENG
DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berfokus pada 13 agroindustri getuk goreng di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten
Banyumas, Jawa Tengah, khususnya untuk mengetahui karakteristik, tingkat efisiensi relatif, dan
usulan strategi perbaikan untuk agroindustri yang inefisien. Penelitian dilakukan di tiga desa
yang menjadi sentra produksi dan penjualan getuk goreng di Kecamatan Sokaraja, yaitu Desa
Sokaraja Kulon, Desa Sokaraja Tengah, dan Desa Kedondong. Data yang digunakan data
produksi pada periode low season dan high season. Data primer dikumpulkan melalui kuisioner
dan wawancara, sementara data sekunder diperoleh dari studi literatur dan instansi terkait.
Variabel input yang digunakan yaitu tenaga kerja, bahan baku singkong, gula merah, minyak
goreng, dan tepung beras, serta variabel output berupa hasil produksi. Analisis deskriptif
menunjukkan adanya keragaman karakteristik agroindustri. Pada periode low season, tiga
agroindustri diketahui inefisien, tetapi seluruh agroindustri diketahui efisien pada periode high
season. Usulan perbaikan untuk agroindustri yang inefisien adalah menyesuaikan penggunaan
input produksi untuk meminimalkan pemborosan.
This study focused on 13 fried getuk agro-industries in Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency, Central
Java, specially to determine the characteristics, relative efficiency level, and proposed improvement
strategies for inefficient agro-industries. The research was conducted in three villages that are the centers
of fried getuk production and salesin Sokaraja Subdistrict namely Sokaraja Kulon Village, Sokaraja Tengah
Village, and Kedondong Village. The data used were production data in the low season and high season
periods. Primary data were collected through questionnaires and interviews, while secondary data were
obtained from literature studies and related agencies. The input variables used were labor, cassava raw
materials, brown sugar, cooking oil, and rice flour, and output variables in the form of production results.
Descriptive analysis shows the diversity of agro-industry characteristics. In the low season period, three
agro-industries were found to be inefficient, but all agro-industries were found to be efficient in the high
season period. The proposed improvement for inefficient agro-industries is to adjust the use of production
inputs to minimize waste.
4320946587A1A020025Pengaruh Kualitas Pelayanan Koperasi Terhadap Minat Menabung Anggota Koperasi Simpan Pinjam Gapoktan Guyub Makmur, di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten BanyumasKoperasi Simpan Pinjam Gapoktan Guyub Makmur adalah sebuah badan usaha koperasi simpan pinjam yang bergerak di bidang pelayanan keuangan dengan harapan ekonomi masyarakat dapat diberdayakan melalui kesadaran menabung. Permasalahan yang terjadi yaitu KSP Gapoktan Guyub Makmur mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan yang maksimal dan usaha anggota yang tidak lancar menyebabkan tidak ada dana yang dapat disimpan atau ditabung di KSP Gapoktan Guyub Makmur. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (a) mengetahui karakteristik anggota KSP Gapoktan Guyub Makmur, (b) mengetahui kualitas pelayanan di KSP Gapoktan Guyub Makmur, (c) mengetahui minat menabung anggota di KSP Gapoktan Guyub Makmur, serta (d) menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat menabung anggota KSP Gapoktan Guyub Makmur. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanggude Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga bulan Juli tahun 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data pada masa lampau atau saat ini yang diambil dengan menggunakan pengamatan (wawancara dan/atau kuesioner) pada sampel atau populasi tertentu. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah pengujian kualitas data kuesioner, uji asumsi klasik, dan pengujian teknik analisis regresi sederhana. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden anggota koperasi sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 15-64 tahun sehingga dikategorikan usia produktif. Tingkat pendidikan anggota didominasi oleh tamat SD dan SMA dan sebagian besar responden sudah menjadi anggota koperasi sejak koperasi didirikan pada tahun 2010. Kualitas Pelayanan pada KSP Gapoktan Guyub Makmur di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dengan merata-ratakan skor pada setiap indikator, diperoleh bahwa kualitas pelayanan termasuk dalam kategori sangat baik dengan presentase 88,35%. Minat Menabung anggota KSP Gapoktan Guyub Makmur di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dengan merata-ratakan skor pada setiap indikator, diperoleh bahwa minat menabung anggota termasuk dalam kategori sangat baik dengan presentase 87,18%. Kualitas pelayanan koperasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap minat menabung anggota KSP Gapoktan Guyub Makmur.Koperasi Simpan Pinjam Gapoktan Guyub Makmur was a cooperative business engaged in financial services, aiming to empower the community's economy through savings awareness. The issues faced included difficulties in providing optimal services and members' businesses not running smoothly, leading to a lack of funds to save or deposit in the cooperative. The objectives of this study were: (a) to identify the characteristics of the members of the cooperative, (b) to find out the quality of service provided, (c) to determine the members' interest in saving, and (d) to analyze the impact of service quality on members' saving interest. The research was conducted in Karanggude Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, from June to July 2024. Data collection utilized survey methods, gathering past or current data through observations (interviews and questionnaires) from specific samples or populations. The data analysis employed included quality testing of questionnaire data, classical assumption testing, and simple regression analysis techniques. The results showed that most cooperative members were female, aged between 15 and 64 years, categorizing them as productive age. The educational background of members was predominantly elementary and high school graduates, with most respondents having been members since the cooperative's establishment in 2010. The quality of service at Koperasi Simpan Pinjam Gapoktan Guyub Makmur, based on average scores across indicators, was categorized as very good, with a percentage of 88.35%. Additionally, members' interest in saving was also rated as very good, with a percentage of 87.18%. The service quality of the cooperative significantly positively influenced members' interest in saving.
4321046588J0A021022Creating Engish Indonesian Zine For Education Train At PT Kereta Api DAOP 5 PurwokertoLaporan akhir ini dibuat berdasarkan hasil praktik kerja yang telah dilakukan oleh penulis di PT Kereta Api Indonesia DAOP V Purwokerto pada tanggal 21 Agustus - 30 November 2023 di unit angkutan penumpang. Laporan ini diberi judul “Membuat Zine Berbahasa Inggris Indonesia Untuk Kereta Api Edukasi Di PT Kereta Api Indonesia DAOP V Purwokerto”. Tujuan dari kerja praktek ini adalah membuat Inggris - Indonesian zine sebagai media edukasi untuk program Edutrain di kantor DAOP V Purwokerto. Zine merupakan salah satu media cetak alternatif. Zine ini ditulis dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak yang mengikuti program Edutrain di DAOP V Purwokerto.
Dalam melakukan kerja praktek, penulis menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode-metode tersebut dipilih untuk memudahkan dalam proses penulisan laporan akhir. Metode observasi dilakukan pada minggu pertama saat penulis memulai kerja praktek, observasi dilakukan di lingkungan stasiun purwokerto. Metode wawancara dilakukan sebagai salah satu cara penulis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada penumpang yang mengikuti kegiatan edutrain. Dan ada pula metode dokumentasi dengan cara mengambil gambar atau video pada saat kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaan kerja praktek, penulis menghadapi beberapa tantangan, seperti dalam menentukan konsep yang beberapa kali mengalami perubahan, pemilihan warna dan elemen yang digunakan serta menentukan format dan layout dari zine. Namun, semua tantangan tersebut berhasil penulis atasi sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan akhir ini.
This final report is made based on the results of job training carried out by the author at PT Kereta Api Indonesia DAOP 5 Purwokerto on August 21 - November 30, 2023 in the passenger transportation unit. This report is entitled “Creating English Indonesian Zine for Education Train At PT Kereta Api Indonesia DAOP V Purwokerto”. The purpose of this job training is to create a bilingual English Indonesian train education zine as media for the Edutrain program at the DAOP V Purwokerto office. Zine is one of the alternative print media. This zine is written in two languages, namely Indonesian and English, so that it can be an effective learning media for children who take part in the Edutrain program at DAOP V Purwokerto.
In conducting job training, the author used several methods to collect data such as observation, interview, and documentation. These methods were chosen to facilitate the process of writing the final report. the observation method was carried out in the first week when the author started job training, observations were made in the purwokerto station environment. The interview method was carried out as a way for the author to get the data needed, by asking several questions to passengers who participated in edutrain activities. There is also a documentation method by taking pictures or videos during the activity.
In implementing the job training, the author faced several challenges, such as in determining the concept that changed several times, selecting the colors and elements used as well as determining the format and layout of the zine. However, all of these challenges were successfully overcome by the author so that the author could complete the final report.
4321146589A1F020047Pengaruh Suhu dan Jumlah Air dalam Pembuatan Santan terhadap Mutu Minyak Kelapa yang DihasilkanKelapa (Cocos nucifera L.) merupakan komoditas penting di Indonesia dengan potensi ekonomi yang besar. Nilai ekspor produk kelapa Indonesia masih kalah dibandingkan negara lain seperti Filipina. Hal ini disebabkan karena produk kelapa ekspor Indonesia masih berfokus pada produk primer seperti kelapa parut, kelapa segar, dan kopra. Salah satu produk manufaktur yang diminati pasar internasional adalah gula kelapa. Salah satu perusahaan gula kelapa organik di Banyumas memiliki permintaan tinggi akan minyak kelapa organik sebagai bahan tambahan dalam pembuatan gula kelapa. Proses pembuatan minyak kelapa yang dilakukan oleh petani Indonesia masih bersifat tradisional dan kurang efisien. Variasi dalam proses, seperti suhu dan jumlah air yang digunakan, menyebabkan ketidakkonsistenan kualitas minyak kelapa yang dihasilkan. Hal ini menjadi kendala dalam meningkatkan kualitas produksi minyak kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan suhu dan jumlah air yang ditambahkan pada proses ekstraksi kelapa terhadap sifat fisikokimia dan sensori minyak kelapa serta menetapkan perlakuan terbaik kombinasi suhu dan jumlah air pada proses ekstraksi kelapa terhadap sifat fisikokimia dan sensori minyak kelapa yang dihasilkan.
Penelitian ini menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan memvariasikan suhu dan jumlah air dalam proses ekstraksi kelapa. Mutu minyak kelapa yang dihasilkan akan dianalisis berdasarkan parameter fisik, kimia, dan sensori. Variabel bebas yang digunakan meliputi suhu air 70°C (S1), 80°C (S2), 90°C (S3) dan jumlah air 1000 ml (J1) dan 1500 ml (J2). Variabel terikat meliputi rendemen, viskositas, kadar air, kadar asam lemak bebas, dan sensori minyak kelapa. Data hasil variabel fisik dan kimia dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA dan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Data variabel sensori dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut DMRT. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan jumlah air dalam ekstraksi kelapa berpengaruh terhadap kadar air, viskositas, tingkat kekuningan, tingkat kejernihan, dan aroma minyak kelapa. Perlakuan terbaik minyak kelapa berdasarkan indeks efektivitas diperoleh pada perlakuan suhu 90°C dan jumlah air 1000 ml (S3J1) dengan nilai rata-rata rendemen 15,78%; viskositas 46,52 m.Pa.s; kadar air 0,20%; asam lemak bebas 0,02%; tingkat kekuningan 1,56 (tidak kuning); tingkat kejernihan 4,41 (sangat jernih); aroma 3,08 (agak khas kelapa); tingkat kesukaan aroma 3,35 (agak suka); dan tingkat kesukaan keseluruhan 3,59 (suka).
Coconut (Cocos nucifera L.) is an important commodity in Indonesia with great economic potential. The export value of Indonesian coconut products is still lower compared to other countries such as the Philippines. This is due to the fact that Indonesian coconut export products are still focused on primary products such as grated coconut, fresh coconut, and copra. Coconut sugar, a manufactured product, is highly sought after in the international market. One organic coconut sugar company in Banyumas has a high demand for organic coconut oil as an additive in their production process. The coconut oil production process employed by Indonesian farmers is still traditional and inefficient. Variations in the process, such as temperature and water quantity, result in inconsistent quality of the produced coconut oil. This poses a challenge in improving the quality of coconut oil production. This study aims to examine the effect of differences in temperature and the amount of water added to the coconut extraction process on the physicochemical and sensory properties of coconut oil and to determine the best treatment combination of temperature and the amount of water in the coconut extraction process on the physicochemical and sensory properties of the resulting coconut oil.
This research used a Randomized Block Design (RBD) by varying the temperature and water volume in the coconut extraction process. The quality of the resulting coconut oil will be analyzed based on physical, chemical, and sensory parameters. The independent variables used include water temperature of 70°C (S1), 80°C (S2), 90°C (S3) and water volume of 1000 ml (J1) and 1500 ml (J2). The dependent variables include yield, viscosity, water content, free fatty acid content, and coconut oil sensory. The data of physical and chemical variables were analyzed using Two-Way ANOVA and the post-hoc test DMRT (Duncan Multiple Range Test) with a significance level of α = 0.05. The sensory variable data were analyzed using One-Way ANOVA and the post-hoc test DMRT. The determination of the best treatment uses the effectiveness index method.
The results of the study showed that temperature and the amount of water in coconut extraction affect the moisture content, viscosity, yellowness, clarity, and aroma of coconut oil. The best treatment of coconut oil based on the effectiveness index was obtained at a temperature of 90°C and an amount of water of 1000 ml (S3J1) with an average yield of 15.78%; viscosity of 46.52 m.Pa.s; moisture content of 0.20%; free fatty acids of 0.02%; yellowness of 1.56 (not yellow); clarity of 4.41 (very clear); aroma of 3.08 (slightly characteristic of coconut); liking of aroma 3.35 (somewhat like); and overall liking of 3.59 (like).
4321246590K1A020041STUDI PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA
4-KLORO-6-(2-KLOROFENOKSI)-2-FENILPIRIMIDIN SEBAGAI HERBISIDA TERHADAP ASETIL-KOA KARBOKSILASE
Pirimidin adalah senyawa aromatik yang turunannya memiliki aktivitas biologis sebagai pestisida, terutama pada herbisida. Enzim asetil-KoA karboksilase (ACCase) dapat menjadi target herbisida karena terdapatnya proses biosintesis asam lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi molekuler senyawa 4-kloro-6-(2-klorofenoksi)-2-fenilpirimidin sebagai herbisida terhadap ACCase. Proses penambatan molekul dilakukan menggunakan InstaDock yang kemudian divisualisasikan hasilnya melalui BIOVIA Discovery Studio 3.5 Visualizer. Penelitian ini menggunakan diclofop sebagai ligan native dan senyawa 4-kloro-6-(2-klorofenoksi)-2-fenilpirimidin sebagai ligan uji. Hasil simulasi penambatan molekul menunjukkan nilai binding free energy, pKi, LE, dan torsional energy yang dimiliki ligan native berturut-turut, yaitu −9,4 kkal/mol; 6,89; 0,285 kkal/mol/non-H atom; dan 3,113 TEU. Sementara itu, nilai yang diperoleh pada ligan uji berturut-turut sebesar −7,3 kkal/mol; 6,09; 0,319 kkal/mol/non-H atom; dan 0,9339 TEU. Hasil visualisasi menunjukkan adanya interaksi molekuler dari ligan native dengan residu Leu-1705 dan Val-1967 yang memberikan aktivitas herbicide safeners yang baik bagi tanaman. Residu yang sama antara ligan uji dengan ligan native adalah Ile-1735, Val-2001, dan Ala-1627. Kesamaan tersebut menandakan bahwa ligan uji (senyawa 4-kloro-6-(2-klorofenoksi)-2-fenilpirimidin) memiliki potensi untuk diaplikasikan sebagai herbisida.Pyrimidines are aromatic compounds which the derivatives have biological activity as pesticides, especially in herbicides. Acetyl-CoA carboxylase (ACCase) enzyme can be the target of herbicides due to the presence of fatty acid biosynthesis process. This study aims to discover the molecular interaction of 4-chloro-6-(2-chlorophenoxy)-2-phenylpyrimidine compounds as herbicides against ACCase. The molecular docking process was performed using InstaDock which then visualized the results through BIOVIA Discovery Studio 3.5 Visualizer. This study used diclofop as the native ligand and the 4-chloro-6-(2-chlorophenoxy)-2-phenylpyrimidine compound as the test ligand. The results of molecular docking simulation indicated the binding free energy, pKi, LE, and torsional energy values of the native ligand were -9.4 kcal/mol; 6.89; 0.285 kcal/mol/non-H atom; and 3.113 TEU, respectively. Meanwhile, the values obtained for the test ligand were -7.3 kcal/mol; 6.09; 0.319 kcal/mol/non-H atom; and 0.9339 TEU, respectively. The visualization results showed the molecular interaction of the native ligand with the residues Leu-1705 and Val-1967 which gives good herbicide safeners activity for plants. Similar residues between the test ligand and the native ligand were Ile-1735, Val-2001, and Ala-1627. These similarities indicate that the test ligand (4-chloro-6-(2-chlorophenoxy)-2-phenylpyrimidine compound) have the potential to be applied as a herbicide.
4321346592A1C020051Analisis Estimasi Evapotranspirasi dan Bukaan Stomata Pada Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L) dalam Plant FactoryEvapotranspirasi merupakan proses penting yang berperan dalam ketersediaan air
bagi tanaman dan mempengaruhi pertumbuhan serta produktivitas tanaman. Dalam
sistem pertanian modern seperti plant factory, pemahaman tentang proses ini dapat
meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mendukung praktik pertanian yang
berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan dua metode untuk mengestimasi
evapotranspirasi, yaitu metode Pennman-Monteith dan Hargreaves. Pembukaan stomata,
yang merupakan proses terbukanya pori-pori kecil di permukaan daun untuk pertukaran
gas antara tanaman dan lingkungan, juga dianalisis. Dengan menganalisis hubungan
antara evapotranspirasi dan pembukaan stomata, penelitian ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme yang mempengaruhi
efisiensi penggunaan air pada tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) di dalam
plant factory. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengukur unsur-unsur iklim mikro
dan pembukaan stomata pada tanaman bayam merah, 2) mengestimasi evapotranspirasi
tanaman bayam merah, dan 3) menganalisis korelasi antara evapotranspirasi dan
pembukaan stomata pada tanaman bayam merah.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian
Bio-Lingkungan serta Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal
Soedirman, Purwokerto, pada periode Oktober 2023 hingga Juni 2024. Prosedur
penelitian mencakup studi pendahuluan untuk membandingkan metode perhitungan
evapotranspirasi, mempelajari pembukaan stomata, menganalisis kebutuhan iklim mikro,
merealisasikan rancangan plant factory, menyemai bayam merah, mengamati
pertumbuhannya, pengambilan data, dan analisis data. Variabel yang diukur meliputi
suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan lebar bukaan stomata yang diukur
menggunakan mikroskop. Hasil estimasi evapotranspirasi dengan metode Pennman-
Monteith pada rak atas selama satu bulan adalah 0,04–0,05 mm/hari dan pada rak bawah
0,01–0,07 mm/hari, sedangkan dengan metode Hargreaves pada rak atas adalah 0,01–0,2
mm/hari dan pada rak bawah 0,01–0,1 mm/hari. Pengukuran pembukaan stomata
tanaman bayam merah menunjukkan ukuran terkecil 0,625 μm dan terbesar 3,75 μm.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara pembukaan stomata dan
peningkatan laju evapotranspirasi, yang mengindikasikan bahwa tanaman dapat
mengoptimalkan proses transpirasi air untuk pertumbuhan yang lebih baik
Evapotranspiration is a crucial process that contributes to water availability for
plants and affects their growth and productivity. In modern agricultural systems such as
plant factories, understanding this process can enhance water use efficiency and promote
sustainable farming practices. This study uses two methods to estimate
evapotranspiration: the Pennman-Monteith and Hargreaves methods. Stomatal opening,
the process through which small pores on the leaf surface open for gas exchange between
plants and the environment, is also analyzed. By examining the relationship between
evapotranspiration and stomatal opening, this research aims to provide a better
understanding of the mechanisms influencing water use efficiency in red spinach
(Amaranthus tricolor L.) in a plant factory. The objectives of the study are to 1) measure
microclimate elements and stomatal opening in red spinach, 2) estimate
evapotranspiration in red spinach, and 3) analyze the correlation between
evapotranspiration and stomatal opening.
The research was conducted at the Bio-Environmental Management and Control
Engineering Laboratory and the Agronomy Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal
Soedirman University, Purwokerto, from October 2023 to June 2024. The study involved
preliminary research to compare evapotranspiration calculation methods, study stomatal
opening, analyze microclimate requirements, implement the plant factory design, seed
red spinach, observe its growth, collect data, and perform data analysis. The measured
variables included temperature, humidity, light intensity, and stomatal opening, which
was directly measured using a microscope. The results of evapotranspiration estimation
using the Pennman-Monteith method showed values of 0.04–0.05 mm/day on the upper
rack and 0.01–0.07 mm/day on the lower rack, while the Hargreaves method showed
values of 0.01–0.2 mm/day on the upper rack and 0.01–0.1 mm/day on the lower rack.
Stomatal openings ranged from 0.625 μm to 3.75 μm. The findings indicate a correlation
between stomatal opening and increased evapotranspiration, suggesting that red spinach
in the plant factory optimizes water transpiration for better growth.
4321446593B1A020111Eksplorasi Fungi Rizosfer Perqakaran Tanaman Damar (Agathis dammatra) Kebun Raya Baturraden Sebagai Agen Biokontrol Fusarium oxysporum Secara In Vitro.Fusarium oxysporum merupakan patogen penyebab layu batang pada beberapa tumbuhan. Salah satu solusi pengendalian yang dapat dilakukan yakni dengan memanfaatkan mikroorganisme yang bersifat antagonis terhadap patogen seperti fungi antagonis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat fungi apa yang didapatkan dari hasil isolasi tanah rizosfer tanaman Agathis dammara di Kebun Raya Baturraden dan mengetahui bagaimana kemampuan fungi tersebut dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen F. oxysporum. Penelitian ini dilakukan menggunakan dua metode yakni metode survey dan metode eksperimental. Metode survey digunakan pada saat sampling dengan teknik purposive random sampling, dan metode eksperimental dilakukan pada uji antagonis. Isolat yang didapat dari hasil isolasi diuji antagonis dengan patogen F. oxysporum secara in-vitro menggunakan metode dual culture dan metode non-volatil. Variabel yang digunakan untuk uji antagonis yakni persentase daya hambat fungi hasil isolasi dengan patogen tanaman F. oxysporum. Parameter yang diamati berupa diameter fungi F. oxysporum, persentase daya hambat, dan mekanisme yang terjadi. Hasil persentase daya hambat uji antagonis dual culture dan non-volatil dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Kemudian hasil ANOVA dianalisis menggunakan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Karakterisasi yang mengacu pada buku Compendium of Soil Fungi menununjukkan 5 dari 7 isolat hasil isolasi rizosfer Agathis dammara di Kebun Raya Baturraden teridentifikasi sebagai Penicillium sp., Trichoderma sp., dan Aspergillus sp.. Hasil uji dual culture dan non volatil menunjukkan jamur hasil isolasi bersifat antagonis terhadap jamur patogen Fusarium sp. dengan rata-rata persentase hambat berturut-turut yaitu 41,74%-90,07% dan 78,18%-89,38%.
Fusarium oxysporum is a pathogen that causes stem wilt in several plants. One control solution that can be done is by utilizing microorganisms that are antagonistic to pathogens such as antagonistic fungi. This study aims to determine what fungal isolates are obtained from the results of rhizosphere soil isolation of Agathis dammara plants in the Baturraden Botanical Gardens and to determine the ability of these fungi to inhibit the growth of the pathogenic fungus F. oxysporum. This study was conducted using two methods, namely the survey method and the experimental method. The survey method was used during sampling with the purposive random sampling technique, and the experimental method was carried out in the antagonist test. The isolates obtained from the isolation results were tested antagonistically with the pathogen F. oxysporum in vitro using the dual culture method and the non-volatile method. The variables used for the antagonist test were the percentage of the inhibitory power of the isolated fungi with the plant pathogen F. oxysporum. The parameters observed were the diameter of the F. oxysporum fungus, the percentage of inhibition, and the mechanisms that occurred. The results of the percentage of inhibition of the dual culture and non-volatile antagonist tests were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). Then the ANOVA results were analyzed using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level. Characterization referring to the Compendium of Soil Fungi book showed that 5 out of 7 isolates from the rhizosphere of Agathis dammara in the Baturraden Botanical Garden were identified as Penicillium sp., Trichoderma sp., and Aspergillus sp. The results of the dual culture and non-volatile tests showed that the isolated fungi were antagonistic to the pathogenic fungus Fusarium sp. with an average percentage of inhibition of 41.74% -90.07% and 78.18% -89.38% respectively.
4321546594J1C019021KONSEP IKIGAI DAN PSIKOANALISIS DALAM ANIME ZETSUEN NO
TEMPEST
ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada konsep ikigai serta psikoanalisis yang
dikembangkan oleh Erich Froom dalam anime Zestuen no Tempest. metode
penelitian konten analisis diterapkan dalam penelitian ini dengan menggunakan
data yang berasal dari anime yang menjadi objek penelitian, berupa sejumlah scene
berserta dialog yang ada dan ditemani sedikit deskipsi yang menjelaskan konteks
cerita. data yang dikumpulkan menggunakan Teknik simak dan catat guna
mengumpulkan data yang lengkap mengenai episode termasuk catatan Waktu
termasuk dialog dan konteks yang terjadi dalam jalannya cerita. hasil dari penelitian
mengidentifikasi bahwa Melalui Psikoanalisis kita dapat mengerti pentingnya
pemahaman dan penerimaan diri dalam melihat well=being “kesejahteraan” dalam
hidup dengan menjaga hubungan yang harmonis dengan dunia di sekitarnya.
Sebagaimana tujuan awal dari konsep Ikigai yang memberikan seseorang tujuan
yang jelas dalam hidup yang membuat mereka hidup menjadi berharga juga merasa
terpuaskan dan terpenuhi. Dengan kata lain, well-being adalah jawaban atau hasil
alami dari menemukan dan menjalani ikigai seseorang. Hidup dengan ikigai berarti
hidup dengan makna, kebahagiaan, kepuasan, dan hubungan yang kuat, semuanya
adalah komponen utama dari well-being. Secara keseluruhan, well-being adalah
hasil dari menjalani hidup dengan ikigai.
ABSTRACT
This study focuses on the concept of ikigai and the psychoanalysis
developed by Erich Fromm within the anime Zetsuen no Tempest. The content
analysis method is applied in this research, utilizing data derived from the anime,
which serves as the object of the study. The data includes several scenes and
corresponding dialogues, accompanied by brief descriptions that explain the story's
context. The data was collected using the listening and note-taking techniques to
ensure comprehensive information regarding episodes, including time stamps,
dialogues, and the contextual progression of the narrative. The findings of the study
indicate that, through psychoanalysis, we can understand the importance of selfawareness and acceptance in achieving well-being by maintaining harmonious
relationships with the surrounding world. As the primary goal of the ikigai concept
suggests, it provides individuals with a clear purpose in life, making life valuable
and fostering a sense of satisfaction and fulfillment. In other words, well-being is
the natural outcome of discovering and living out one’s ikigai. Living with ikigai
entails living a life of meaning, happiness, satisfaction, and strong relationships, all
of which are essential components of well-being. Ultimately, well-being is the
result of living a life aligned with ikigai.
4321646595A1F020038Optimasi Tepung Kecambah Kacang Tunggak Terfermentasi Kapang Monascus purpureus F147 dengan Menggunakan Response Surface MethodologyKacang tunggak (Vigna Unguiculata L.) merupakan leguminosa yang banyak tumbuh di Indonesia dan memiliki keunggulan tinggi kadar protein kedua setelah kacang hijau pada leguminosa. Perkecambahan dan fermentasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kadar protein dan total fenol, fermentasi dapat menggunakan Monascus Purpureus F147. Response Surface Methodology (RSM) digunakan dalam penelitian ini untuk optimasi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pengaruh lama waktu perkecambahan, konsentrasi jamur Monascus Purpureus F147, dan lama waktu fermentasi terhadap nilai protein dan antioksidan (total fenol) dari tepung kecambah kacang tunggak terfermentasi; (2) Mengetahui kondisi optimum kacang tunggak berdasarkan waktu perkecambahan, konsentrasi jamur Monascus Purpureus F147 dan lama fermentasi yang ditinjau dari analisa protein dan antioksidan (total fenol) dari tepung kecambah kacang tunggak terfermentasi; (3) Mengetahui karakteristik fisikokimia terbaik dan sensoris tepung kecambah kacang tunggak terfermentasi Monascus Purpureus F147.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2023 sampai Juli 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Box-Behnken pada Response Surface Methodology untuk mengetahui optimasi proses dalam pembuatan tepung kecambah kacang tunggak terfermentasi kapang Monascus Purpureus F147 dengan respon protein total dan respon total fenol. Hasil perlakuan optimal yang diperoleh kemudian diverifikasi dan divalidasi, kemudian dilakukan karakterisasi sifat kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat), asam fitat, aktivitas antioksidan (DPPH), total fenol, warna, serta sensoris meliputi warna, tekstur, aroma germinasi, dan aroma fermentasi.
Optimasi yang dilakuan menghasilkan rekomendasi waktu kecambah 48 jam, konsentrasi jamur 0 g, dan lama fermentasi 6 hari, serta hasil validasi dari perlakuan optimum verifikasi menunjukkan nilai protein sebesar 26,67% dan total fenol optimasi sebesar 46,58 mg GAE/g ekstrak. Hasil karakterisasi yang didapatkan yaitu kadar air 10,69%wb, kadar abu 3,63%db, kadar protein 26,67±0,01%, kadar lemak 0,96%db, kadar karbohidrat 58,05%, kadar total fenol 46,58 mg GAE/g ekstrak, kadar DPPH 13,45 mgTE/g sampel, kadar asam fitat 262,44±0,06 mg phytic acid/g sampel serta warna lightness (71,2) redness (5,7) yellowness (19,6). Karakteristik sensori dengan uji deskriptif metode skoring pada parameter warna mendapatkan nilai agak cokelat, tekstur mendapatkan nilai netral, aroma germinasi tidak terasa, dan aroma fermentasi tidak terasa.
Cowpea (Vigna Unguiculata L.) is a legume that grows widely in Indonesia and has the advantage of having a high protein content, second only to green beans among legumes. Germination and fermentation are one way to increase protein and total phenol levels, fermentation can use Monascus Purpureus F147. Response Surface Methodology (RSM) is used in this research for optimization. This research aims to: (1) determine the effect of germination time, concentration of Monascus Purpureus F147 fungus, and fermentation time on the protein and antioxidant (total phenol) values of fermented cowpea sprout flour; (2) Knowing the optimum conditions for cowpeas based on germination time, concentration of the Monascus Purpureus F147 fungus and fermentation time in terms of protein and antioxidant analysis (total phenols) from fermented cowpea sprout flour; (3) To determine the best physicochemical and sensory characteristics of fermented cowpea sprout flour Monascus Purpureus F147.
The research was carried out at the BRIN Gunungkidul Food Process and Technology Research Center Laboratory, Yogyakarta Special Region. This research was carried out from August 2023 to July 2024. The method used in this research was Box-Behnken on Response Surface Methodology to determine the optimization of the process in making cowpea sprout flour fermented by Monascus Purpureus F147 mold with total protein response and total phenol response. The optimal treatment results obtained were then verified and validated, then chemical properties were characterized (water content, ash content, fat content, protein content, carbohydrate content), phytic acid, antioxidant activity (DPPH), total phenol, color, and sensory including color. , texture, germination aroma, and fermentation aroma.
The optimization carried out resulted in a recommendation for a germination time of 48 hours, a fungal concentration of 0 g, and a fermentation time of 6 days, as well as validation results from the optimum verification treatment showing a protein value of 26.67% and an optimized total phenol of 46.58 mg GAE/g extract. The characterization results obtained were water content 10.69%wb, ash content 3.63%db, protein content 26.67±0.01%, fat content 0.96%db, carbohydrate content 58.05%, total phenol content 46.58 mg GAE/g extract, DPPH content 13.45 mgTE/g sample, phytic acid content 262.44±0.06 mg phytic acid/g sample as well as lightness (71.2) redness (5.7) yellowness (19.6). Sensory characteristics using the descriptive test scoring method on color parameters get a slightly brown value, the texture gets a neutral value, the germination aroma is not felt, and the fermentation aroma is not felt.
4321746597A1A019009Optimalisasi Produksi Pada Agroindustri Tahu Di Desa Selanegara Kecamatan Kaligondang Kabupaten PurbalinggaDesa Selanegara menjadi sentra tahu di Kabupaten Purbalingga dengan kebutuhan baku sebanyak 339.736 kg per bulan. Para produsen tahu di Desa Selanegara memproduksi dua jenis tahu yaitu tahu putih dan tahu goreng. Para produsen tahu memiliki beberapa masalah atau kendala dalam melakukan proses produksi. Perencanaan jumlah dan kombinasi tahu masih berdasarkan perkiraan menjadi masalah utama. Karena hal tersebur berdampak pada keuntungan yang diperoleh belum maksimal. Selain itu, masalah mengenai keterbatasan sumber daya yang meliputi kedelai, minyak goreng, garam, kayu bakar, dan jam tenaga kerja. Untuk menyelesaikan pernasalahan tersebut perlu dilakukannya optimalisasi produksi. Analisis menggunakan program linear dengan metode simpleks dengan tujuan untuk memaksimumkan laba dan dilanjutkan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk menilai dampak perubahan kombinasi produksi serta kendala-kendala terhadap hasil yang mungkin terjadi. Pengambilan data diperoleh dari survei dengan cara melakukan wawancara kepada para produsen tahu di Desa Selanegara yang memproduksi tahu putih dan tahu goreng sebanyak 25 orang. Setelah dilakukan optimasi dengan bantuan software POM-QM diperoleh solusi optimal, dimana rata-rata para produsen akan memperoleh keuntungan sebesar Rp267.490,21 dengan kombinasi produk tahu putih sebanyak 574 potong dan tahu goreng sebanyak 2.406 potong. Berdasarkan hasil analisis program linear dengan metode simpleks dapat diketahui bahwa terdapat kendala terbatas atau nilai dual-nya (slack/surplus) bernilai bukan nol yang berarti sumber daya tersebut termasuk aktif sehingga setiap penambahan satu-satuan sumber daya tersebut akan meningkatkan keuntungan. Kedelai dan minyak goreng termasuk sumber daya aktif. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa koefisien fungsi tujuan memiliki selang kepekaan tahu goreng dan pada nilai RHS yaitu kedelai dan minyak goreng. Selanegara Village has become a center for tofu production in Purbalingga Regency, with a raw material requirement of 339,736 kg per month. The tofu producers in Selanegara Village produce two types of tofu: white tofu and fried tofu. These producers face several challenges in the production process. The planning of the quantity and combination of tofu is still based on estimates, which is the main issue. This affects the profits obtained, which are not maximized. There are problems regarding the limitation of resources, including soybeans, cooking oil, salt, firewood, and labor hours. To solve problem, production optimization is necessary. The analysis uses linear programming with simplex method aimed at maximizing profit, followed by sensitivity analysis to assess the impact of changes in production combinations and constraints on possible outcomes. Data collection was conducted through surveys by interviewing 25 tofu producers who produce both white tofu and fried tofu. After optimization using the POM-QM software, an optimal solution was obtained, where the average producers would earn a profit of IDR 267.490,21 with a product combination of 574 pieces of white tofu and 2,406 pieces of fried tofu. Based on the linear programming analysis method simplex, it can be observed that there are limited constraints or non-zero dual values (slack/surplus), indicating that these resources are active. This means that any increase in these resources will enhance profit. Soybeans and cooking oil are considered active resources. The results of the sensitivity analysis show that the coefficients of the objective function have sensitivity ranges for fried tofu and at the RHS values for soybeans and cooking oil.
4321846598H1A020072Perancangan Modul Sensor Mesin Injeksi Molding Berbasis Wireless Sensor Network (INSENS) pada Balai Diklat Industri YogyakartaMesin injeksi molding mampu memproduksi produk berbahan dasar plastik secara massal dengan bentuk dan kuantitas yang berbeda-beda berdasarkan cetakan produk yang digunakan. Hal ini membuat perlu adanya sistem pendeteksian otomatis terhadap jumlah produksi untuk menghindari kesalahan perhitungan akibat human error jika dilakukan secara manual. Di sisi lain, proses produksi dipengaruhi oleh berbagai parameter mesin untuk menghindari permasalahan produksi dan meningkatkan efisiensi produksi, salah satunya parameter kelistrikan mesin. Kualitas sumber listrik yang baik dapat menghasilkan produk yang baik pula. Pada penelitian ini, dikembangkannya sistem monitoring jarak jauh untuk mesin injeksi Shibaura EC130-SXIII pada Balai Diklat Industri Yogyakarta. Sistem yang dirancang berupa modul sensor wireless bernama INSENS untuk mendeteksi jumlah siklus produksi dan penggunaan energi mesin. Sistem ini terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri atas 2 perangkat dengan lokasi terpisah yang saling berkomunikasi dengan konsep Wireless Sensor Network (WSN). Adapun perangkat lunak terdiri atas akuisisi data dengan database MySQL dan visualisasi monitor melalui dashboard website.
Berdasarkan hasil pengujian seluruh mekanisme pada modul INSENS, ditunjukkan bahwa modul sudah mampu melakukan monitoring siklus produksi, penggunaan energi mesin per 5 detik, dan persentase baterai modul 1 per 1 menit secara real-time. Diketahui rata-rata pengiriman data ke server melalui protokol komunikasi HTTP dan API sebesar 650 ms pada jaringan yang stabil. Dalam pendeteksian siklus produksi, diketahui bahwa modul INSENS berhasil mengolaborasikan sensor ultrasonik dan sensor proximity untuk memicu perhitungan siklus produksi. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa modul INSENS dapat menjadi solusi untuk monitoring operasional mesin injeksi molding Shibaura EC130-SXIII.
Injection molding machines are capable of mass producing plastic-based products with different shapes and quantities based on the product mold used. This makes it necessary to have an automatic detection system for production quantities to avoid calculation errors due to human error if done manually. On the other hand, the production process is influenced by various machine parameters to avoid production problems and increase production efficiency, one of which is the electrical parameter of the machine. The quality of a good power source can produce good products as well. In this research, a remote monitoring system for the Shibaura EC130-SXIII injection machine at the Yogyakarta Industrial Training Center was developed. The system is designed in the form of a wireless sensor module called INSENS to detect the number of production cycles and engine energy usage. The system consists of hardware and software. The hardware consists of 2 devices with separate locations that communicate with each other with the concept of Wireless Sensor Network (WSN). The software consists of data acquisition with MySQL database and monitor visualization through website dashboard.
Based on the results of testing all mechanisms in the INSENS module, it is shown that the module is able to monitor the production cycle, engine energy usage per 5 seconds, and the percentage of module 1 battery per 1 minute in real-time. It is known that the average data transmission to the server via HTTP communication protocol and API is 650 ms on a stable network. In detecting the production cycle, it is known that the INSENS module successfully collaborates ultrasonic sensors and proximity sensors to trigger the calculation of the production cycle. Thus, it can be stated that the INSENS module can be a solution for operational monitoring of the Shibaura EC130-SXIII injection molding machine.
4321946599H1D019047SISTEM INFORMASI INVENTARISASI BARANG MILIK NEGARA (BMN) PADA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE AGILE DEVELOPMENTInventarisasi Barang Milik Negara itu meliputi kegiatan pendaftaran, pencatatan, dan pengurusan barang-barang aset milik negara salah satunya di lingkungan universitas. Proses ini setidaknya dilaporkan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Tujuan pembangunan Sistem Inventarisasi Barang Milik Negara adalah mendukung proses transformasi Universitas Jenderal Soedirman menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Sistem ini dibangun menggunakan metode Agile Development dengan bahasa PHP dan framework Laravel. Tahapan Metode Agile dalam pembangunan sistem yaitu requirements, design, development, testing, dan deployment. Pada Metode Agile, tahap requirements melibatkan pengumpulan dan pengelolaan kebutuhan pengguna dan sistem, yang kemudian diolah menjadi diagram alur pada tahap design. Selanjutnya, pengembangan sistem dilakukan pada tahap development sesuai hasil analisis, diikuti dengan pengujian fungsi fitur pada tahap testing. Hasil penelitian berupa sistem inventarisasi barang milik negara berbasis website yang dapat mencatatkan kebutuhan inventarisasi, mencetak label, mencetak laporan, dan pemonitoran barang. Proses testing pada sistem dengan metode black-box menghasilkan data bahwa seluruh fitur valid dan dapat berjalan sesuai yang direncanakan dalam proses analisa kebutuhan sistem.Inventory of State Property includes activities for registering, recording and managing state-owned assets, one of which is within the university environment. This process must be reported at least once every 5 (five) years based on Government Regulation Number 28 of 2020 concerning Amendments to Government Regulation Number 27 of 2014 concerning Management of State/Regional Property. The aim of developing the Inventory System for State Property is to support the transformation process of Jenderal Soedirman University into a Legal Entity State University (PTN-BH). This system was built using the Agile Development method with PHP language and the Laravel framework. The stages of the Agile Method in system development are requirements, design, development, testing, and deployment. In the Agile method, the requirements stage involves collecting and managing user and system requirements, which are then processed into a flow diagram at the design stage. Next, system development is carried out at the development stage according to the analysis results, followed by feature function testing at the testing stage. The results of the research are a web-based inventory system for state property that can record inventory needs, print labels, print reports and monitor goods. The system testing process using the black-box method produces data that all features are valid and can run as planned in the system requirements analysis process
4322046600J1C018055EKRANISASI MANGA INUYASHIKI KE DALAM FILM LIVE ACTION INUYASHIKIPenelitian ini mengkaji tentang ekranisasi atau pengadaptasian sebuah karya sastra berupa manga berjudul Inuyashiki ke dalam film live action Inuyashiki. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara manga dan film live action Inuyashiki menggunakan pendekatan ekranisasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode simak dan teknik catat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa tangkapan layar dan kutipan dialog yang diambil dari manga dan film Inuyashiki. Terdapat 29 data yang dianalisis dalam penelitian ini. Teori yang digunakan untuk menganalisis data yaitu struktural fiksi (Nurgiyantoro, 1994) dan ekranisasi (Eneste, 1989). Hasil penelitian menunjukkan adanya 19 penciutan, yakni 9 pada alur, 4 pada tokoh, dan 6 pada latar, yang terjadi karena keterbatasan durasi film. Tidak ada penambahan unsur cerita dalam adaptasi film. Selain itu, terdapat 10 perubahan bervariasi, yaitu 5 pada alur, 2 pada tokoh, dan 3 pada latar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara manga dan film. Perbedaan yang terjadi dalam proses ekranisasi disebabkan oleh penyesuaian cerita manga terhadap durasi film yang terbatas. This research examines the ecranization or adaptation of a literary work in the form of a manga entitled Inuyashiki into the live action film Inuyashiki. This research aims to examine the differences between the manga and the live-action film Inuyashiki using the ekranization approach. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The data collection process used the observation method combined with the note-taking technique. The data for this study includes screenshots and dialog excerpts taken from the Inuyashiki manga and film, with a total of 29 data points analyzed. The theories used to analyze the data are structural fiction (Nurgiyantoro, 1994) and ekranisasi (Eneste, 1989). The results showed that there were 19 omissions, namely 9 in the plot, 4 in the characters, and 6 in the setting, which occurred due to the limited duration of the movie. There are no additional story elements in the movie adaptation. In addition, there are 10 varied changes, namely 5 in the plot, 2 in the characters, and 3 in the setting. The results of this study show that there are differences between the manga and the movie. The differences that occur in the process of ecranization are caused by the adjustment of the manga story to the duration of the film.