Artikelilmiahs
Menampilkan 43.181-43.200 dari 48.834 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43181 | 46557 | A1D020079 | KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PREDATOR PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN PENANAMAN BEBERAPA JENIS REFUGIA DAN APLIKASI JAMUR ENTOMOPATOGEN Fusarium oxysporum | Arthropoda predator merupakan musuh alami hama tanaman yang dapat digunakan dalam pengendalian hama terpadu. Keanekaragaman arthropoda predator pada suatu ekosistem banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di lahan pertanian tersebut. Penelitian dilakukan di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2023 hingga Februari 2024. Penelitian ini menggunakan metode rancangan tersarang dengan dua faktor. Faktor sarang yaitu refugia dan faktor tersarang yaitu kerapatan spora jamur entomopatogen Fusarium oxysporum. Pengambilan data arthropoda dilakukan dengan dua metode yaitu pengamatan langsung dan penangkapan arthropoda predator dengan jaring ayun. Analisis data artropoda predator dihitung dengan indeks keragaman Shannon (H’), indeks nilai dominansi (C) dan indeks kelimpahan relatif (KR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa refugia memberukan pengaruh nyata pada populasi arthropoda predator sedangkan kerapatan spora jamur entomopatogen F. oxysporum tidak memberikan pengaruh pada predator. Total populasi yang ditemukan sebanyak 1415 individu dengan populasi tertinggi pada pertanaman jagung dengan refugia Helianthus annus dan terendah pada pertanaman jagung tanpa refugia. Indeks dominansi tertinggi (0,2384) pada refugia H.annuus dan terendah (0,1433) pada petak tanpa refugia melalui pengamatan langsung dan nilai tertinggi (0,2678) pada refugia H.annuus dan terendah (0,200) pada refugia T.subulata melalui jaring ayun. Menandakan keanekaragaman arthropoda predator rendah. Nilai indeks dominansi tertinggi (0,0076) pada refugia H.annuus dan terendah (0,0024) pada petak tanpa refugia melalui pengamatan langsung kemudian nilai dominansi tertinggi (0,0084) pada refugia H.annuus dan terendah (0,0027) pada petak pertanaman tanpa refugia. Menandakan tidak ada spesies arthropoda yang mendominasi. | Predatory arthropods are natural enemies of plant pests that can be used in integrated pest control. The diversity of predatory arthropods in an ecosystem is much influenced by environmental conditions on the farm. The research was conducted in Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency and Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November 2023 to February 2024. This study used a nested design method with two factors. The nest factor was refugia and the nested factor was the spore density of the entomopathogenic fungus Fusarium oxysporum. Arthropod data were collected using two methods: direct observation and capture of predatory arthropods with a swing net. Data analysis of predatory arthropods was calculated by Shannon diversity index (H'), dominance value index (C) and relative abundance index (KR). The results showed that refugia had a significant effect on predatory arthropod populations while the spore density of the entomopathogenic fungus F. oxysporum had no effect on predators. The total population found was 1415 individuals with the highest population in corn plantations with Helianthus annus refugia and the lowest in corn plantations without refugia. Dominance index was highest (0.2384) in H.annuus and lowest (0.1433) without refugia through direct observation and highest value (0.2678) in H.annuus and lowest (0.200) in T.subulata through swing net. Signaling low diversity of predatory arthropods. The highest dominance index value (0.0076) in H.annuus and the lowest (0.0024) without refugia through direct observation then the highest dominance value (0.0084) in H.annuus and the lowest (0.0027) without refugia. Indicating no dominating arthropod species. | |
| 43182 | 46558 | A1F020023 | Analisis Teknoekonomi Edible Coating Mikrokapsul Bunga Kecombrang sebagai Pengawet Ikan Laut pada PT XYZ | Mikrokapsul bunga kecombrang merupakan produk turunan dari tanaman kecombrang yang berfungsi sebagai bahan pengawet. Mikrokapsul bunga kecombrang dibuat menggunakan mesin spray dryer. Produk mikrokapsul tersebut dapat diaplikasikan pada bahan pangan tertentu, termasuk ikan laut. Pelapisan mikrokapsul bunga kecombrang pada ikan laut dapat mencegah pertumbuhan mikroba patogen dan mikroba perusak. Pengaplikasian mikrokapsul sebagai bahan pengawet pada industri memerlukan analisis-analisis mendalam yang bertujuan menguji kelayakannya. Penelitian yang dilakukan penulis pada PT XYZ dengan menambahkan 1 unit Usaha Pengolahan Ikan (UPI) baru, yaitu pembuatan mikrokapsul. Penulis melakukan penelitian yang menguji kelayakan usaha dari produk mikrokapsul apabila dijalankan pada usaha PT XYZ. Analisis tersebut meliputi analisis pasar dan pemasaran, analisis teknis dan teknologis, analisis manajemen operasional, analisis yuridis serta analisis finansial. Data-data yang diambil berasal dari PT XYZ dan narasumber lain yang mendukung penelitian. Hasil pengambilan data kemudian di olah dengan metode komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis pasar dan pemasaran diketahui bahwa jumlah penawaran PT XYZ lebih kecil dari jumlah permintaan produk di pasar. Hal ini menandakan besarnya peluang usaha baru untuk masuk ke dalam pasar. Hasil analisis teknis dan teknologis pada usaha PT XYZ menunjukkan bahwa telah direncanakan proses produksi yang diinginkan dengan 3 skema produksi yang menyesuaikan musim tangkap ikan. Kapasitas produksi yang direncanakan yaitu sebesar 14-46 kg mikrokapsul yang dapat digunakan untuk 1.400-9.200 kg ikan. Aspek manajemen operasional usaha diperoleh hasil bahwa proses produksi membutuhkan 1 orang pegawai baru dengan upah menyesuaikan dengan UMP DKI Jakarta. Analisis finansial usaha menghasilkan bahwa proyek usaha PT XYZ menghasilkan nilai NPV positif sebesar Rp.1.226.133.880, nilai IRR 51%, nilai Net B/C 2,6 serta nilai PBP 2,3 tahun. | Kecombrang flower microcapsules are a derivative product of the kecombrang plant which functions as a preservative. Combrang flower microcapsules are made using a spray dryer machine. This microcapsule product can be applied to certain food ingredients, including sea fish. Coating combrang flower microcapsules on marine fish can prevent the growth of pathogenic microbes such as S. aureus and E.coli. The application of microcapsules as preservatives in industry requires indepth analyzes aimed at testing their feasibility. Research carried out by the author at PT The author will test the business feasibility of the microcapsule product if it is run in the PT XYZ business. This analysis includes market and marketing analysis, technical and technological analysis, operational management analysis, juridical analysis and financial analysis. The data taken comes from PT XYZ and other sources who support the research. The results of data collection will then be processed using computerized methods. The research results show that in market and marketing analysis it is known that the amount offered by PT XYZ is smaller than the amount demanded for the product in the market. This indicates the large opportunity for new businesses to enter the market. The results of the technical and technological analysis of the PT From the operational management aspect of the business, the results showed that the production process would require 1 new employees with wages adjusted to the DKI Jakarta UMP. Business financial analysis results that the PT XYZ business project will produce a positive NPV value of Rp.1.226.133.880, IRR value 51%, PI value 2,6 and PBP value 2,3 years. | |
| 43183 | 46591 | A1G022013 | “Strategi Pemasaran Agroindustri Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) Pada UD Usaha Mandiri Di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara” | Semakin meningkatnya jumlah kebutuhan tepung terigu yang belum diimbangi dengan kemampuan produksi dalam negeri menjadikan Indonesia sebagai importir gandum yang merupakan bahan baku utama dari tepung terigu. Oleh karena itu perlu adanya inovasi industri tepung untuk pemenuhan kebutuhan tepung nasional. Tepung mocaf yang berbahan dasar singkong merupakan salah satu inovasi terbaru untuk industri tepung di Indonesia. UD Usaha Mandiri merupakan salah satu produsen tepung mocaf di Indonesia. Namun masih terdapat permasalahan dalam pemasaran tepung mocaf milik UD Usaha Mandiri yakni produk tepung mocaf masih belum dikenal secara luas atau masih banyak masyarakat yang belum mengetahui produk tepung mocaf beserta manfaatnya, kegiatan pemasaran tepung mocaf yang dilakukan UD Usaha Mandiri masih terbatas, karena selama ini produk tepung mocaf yang dijual belum mencapai target penjualan yang telah ditetapkan oleh UD Usaha Mandiri, meskipun volume produksi tetap meningkat setiap harinya. Sehingga hal ini menyebabkan penyerapan pasar tidak terserap dengan baik, dan adanya produk pesaing dari perusahaan sejenis juga dapat menjadi suatu ancaman bagi UD Usaha Mandiri. Oleh karena itu perlu adanya perumusan alternatif strategi yang tepat bagi UD Usaha Mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) identifikasi dan mengetahui penerapan STP (Segmenting, Targeting, dan Positioning) pada UD Usaha Mandiri dalam pemasaran tepung Mocaf; (2) identifikasi dan mengetahui penerapan Bauran Pemasaran 7P pada UD Usaha Mandiri dalam pemasaran tepung Mocaf; (3) merumuskan dan menentukan alternatif strategi pemasaran yang terbaik yang dapat diterapkan dalam memasarkan tepung Mocaf pada UD Usaha Mandiri. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus di UD Usaha Mandiri yang berlokasi di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2024. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci dan informan biasa yang berasal dari pihak internal dan eksternal perusahaan.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel lingkungan internal yakni STP dan marketing mix 7P, serta variabel lingkungan eksternal mikro dan lingkungan eksternal makro. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deksriptif, analisis faktor lingkungan internal dan lingkungan eksternal perusahaan dengan matriks IFE dan EFE, analisis perumusan alternatif strategi dengan matriks IE dan SWOT, serta analisis prioritas strategi pemasaran dengan menggunakan matriks QSPM. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan Pengidentifikasian STP (Segmenting, Targeting, and Positioning) yang digunakan oleh UD Usaha Mandiri menunjukan bahwa segmentasi pasar yang dilakukan terbagi menjadi segmen-segmen yang berbeda berdasarkan geografis, demografis,psikografis, dan tingkah laku konsumen, kemudian secara Targeting untuk target pasar dari produk tepung mocaf UD Usaha Mandiri adalah masyarakat yang memiliki gaya hidup sehat, sedangkan positioning yang dilakukan menggunakan indikator kepercayaan dan keyakinan. Berdasarkan hasil identifikasi terhadap bauran pemasaran pada UD Usaha Mandiri diperoleh bauran pemasaran yang cocok dan sesuai yakni bauran pemasaran 7P (Product, Place, Price, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence). Kemudian, berdasarkan analisis menggunakan matriks SWOT dengan kombinasi kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang dihasilkan enam alternatif strategi pemasaran tepung mocaf yang dapat diterapkan pada UD Usaha Mandiri. Alternatif strategi pemasaran yang menjadi prioritas utama bagi UD Usaha Mandiri berdasarkan analisis matriks QSPM adalah strategi perluasan pangsa pasar dan pengembangan produk dengan tetap memberikan produk berkualitas, inovatif sehingga dapat melayani pelanggan dengan baik dan ramah agar pelanggan tetap loyal dan mempertahankan citra perusahaan dengan nilai total attractiveness score (TAS) sebesar 7,087. | The increasing number of wheat flour needs that have not been balanced with domestic production capacity has made Indonesia an importer of wheat which is the main raw material for wheat flour. Therefore, there needs to be innovation in the flour industry to meet national flour needs. Mocaf flour made from cassava is one of the latest innovations for the flour industry in Indonesia. UD Usaha Mandiri is one of the mocaf flour producers in Indonesia. However, there are still problems in marketing UD Usaha Mandiri's mocaf flour, namely that mocaf flour products are still not widely known or there are still many people who do not know about mocaf flour products and their benefits, mocaf flour marketing activities carried out by UD Usaha Mandiri are still limited, because so far the mocaf flour products sold have not reached the sales target set by UD Usaha Mandiri, although the production volume continues to increase every day. So this causes market absorption not to be absorbed properly, and the presence of competing products from similar companies can also be a threat to UD Usaha Mandiri. Therefore, it is necessary to formulate an appropriate alternative strategy for UD Usaha Mandiri. This study aims to: (1) identify and understand the application of STP (Segmenting, Targeting, and Positioning) at UD Usaha Mandiri in marketing Mocaf flour; (2) identify and understand the application of the 7P Marketing Mix at UD Usaha Mandiri in marketing Mocaf flour; (3) formulate and determine the best alternative marketing strategies that can be applied in marketing Mocaf flour at UD Usaha Mandiri. This study was conducted using a case study method at UD Usaha Mandiri located in Gumiwang Village, Purwanegara District, Banjarnegara Regency. This study was conducted from July to September 2024. The informants in this study consisted of key informants and ordinary informants from internal and external parties of the company. The variables used in this study consisted of internal environmental variables, namely STP and the 7P marketing mix, as well as external micro and external macro environmental variables. The data analysis method used in this study is to use descriptive analysis, analysis of internal and external environmental factors of the company with the IFE and EFE matrices, analysis of alternative strategy formulations with the IE and SWOT matrices, and analysis of marketing strategy priorities using the QSPM matrix. The results of this study are based on the Identification of STP (Segmenting, Targeting, and Positioning) used by UD Usaha Mandiri, showing that the market segmentation carried out is divided into different segments based on geography, demographics, psychographics, and consumer behavior, then Targeting for the target market of UD Usaha Mandiri's mocaf flour products is people who have a healthy lifestyle, while the positioning carried out uses indicators of trust and confidence. Based on the results of the identification of the marketing mix at UD Usaha Mandiri, a suitable and appropriate marketing mix was obtained, namely the 7P marketing mix (Product, Place, Price, Promotion, People, Process, and Physical Evidence). Then, based on the analysis using the SWOT matrix with a combination of strengths, weaknesses, threats, and opportunities, six alternative marketing strategies for mocaf flour were produced that could be applied to UD Usaha Mandiri. The alternative marketing strategy that is the main priority for UD Usaha Mandiri based on the QSPM matrix analysis is the strategy of expanding market share and product development while still providing quality, innovative products so that they can serve customers well and friendly so that customers remain loyal and maintain the company's image with a total attractiveness score (TAS) of 7.087. | |
| 43184 | 46559 | H1D020065 | SISTEM DETEKSI PELANGGARAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR TANPA HELM MENGGUNAKAN METODE CNN ARSITEKTUR YOLO BERBASIS SISTEM TERTANAM | Keselamatan berkendara adalah aspek kritis dalam kehidupan sehari-hari yang tidak dapat diabaikan. Mengendarai kendaraan bermotor, seperti sepeda motor atau mobil, membawa sejumlah risiko, dan penting untuk mengadopsi langkah-langkah keselamatan yang sesuai. Penggunaan helm merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara, hal ini diatur dalam Undang – undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Namun dalam kehidupan sehari – hari masih banyak sekali pengguna sepeda motor yang melanggar peraturan tersebut. Petugas keamanan seringkali kesulitan untuk mengidentifikasi pelanggaran yang terjadi karena tidak sebandingnya jumlah antara pelanggar dan petugas keamanan. Penerapan Machine Learning metode CNN arsitektur YOLO diyakini dapat membantu petugas keamanan dalam mengidentifikasi pelanggaran yang terjadi. Program ini dibuat dalam bentuk sistem tertanam berupa Raspberry Pi 4. Dari hasil training model menggunakan 1056 gambar dengan 30 epochs didapatkan hasil untuk F1 score tertinggi berada di angka 0.88 ketika confidence score yang digunakan bernilai 0.426. dan untuk akurasi modelnya sendiri berada di angka 74,9% . Pengujian sistemnya sendiri menggunakan metode Blackbox dari 5 fitur yang diuji menunjukan hasil valid, tapi pada pengukuran FPS hanya mendapatkan rata – rata 1.76 frame per second ketika sistem dijalankan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem sudah memenuhi secara fungsionalitas tetapi belum memenuhi secara performa. | Driving safety is a critical aspect of everyday life that cannot be ignored. Riding a motorized vehicle, such as a motorcycle or car, carries a number of risks, and it is important to adopt appropriate safety measures. The use of helmets is one of the measures to improve safety in driving, this is regulated in Law number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation (LLAJ). However, in everyday life there are still many motorcycle users who violate these regulations. Security officers often find it difficult to identify violations that occur due to the disproportionate number of violators and security officers. The application of Machine Learning CNN method YOLO architecture is believed to be able to help security officers in identifying violations that occur. This program is made in the form of an embedded system in the form of a Raspberry Pi 4. From the results of training the model using 1056 images with 30 epochs , the results for the highest F1 score are at 0.88 when the confidence score used is 0.426. and for the accuracy of the model itself is at 74.9%. Testing the system itself using the Blackbox method of the 5 features tested shows valid results, but the FPS measurement only gets an average of 1.76 frames per second when the system is run. This shows that the system has met the functionality but has not met the performance. | |
| 43185 | 46560 | H1D020041 | PERANCANGAN UI/UX DAN IMPLEMENTASI FRONT-END UNSOED SUPER APP MENGGUNAKAN METODE USER-CENTERED-DESIGN | Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) memiliki berbagai layanan akademik dan non-akademik yang tersebar di beberapa situs yang berbeda di internet. Hal ini menyebabkan kurangnya integrasi layanan dan menurunkan efisiensi serta kepuasan pengguna. Untuk mengatasi masalah ini, UNSOED berencana untuk mengembangkan Unsoed Super App, sebuah aplikasi terintegrasi yang dapat menyatukan seluruh layanan kampus dalam satu platform. Penelitian ini berfokus pada perancangan UI/UX dan implementasi front-end menggunakan metode User Centered Design (UCD) yang menempatkan pengguna sebagai pusat dalam proses perancangan. Pengujian rancangan UI/UX dilakukan menggunakan Usability Testing dan System Usability Scale (SUS), menghasilkan skor rata-rata SUS sebesar 81.375, menunjukkan bahwa aplikasi memiliki tingkat kegunaan yang baik dan memenuhi harapan pengguna. Setelah didapatkan rancangan yang sesuai, kemudian rancangan diimplementasikan ke dalam bentuk front-end menggunakan bahasa HTML, CSS, dan Javascript dengan memanfaatkan framework Vue.Js dan Tailwind CSS. Hasil pengujian Front-End menunjukkan semua skenario telah dinyatakan valid dengan setiap elemen antarmuka seperti tombol, form, navigasi, dan elemen interaktif lainnya merespons tindakan pengguna dengan benar. | Jenderal Soedirman University (UNSOED) has various academic and non-academic services scattered across different sites on the internet. This leads to a lack of service integration and decreases efficiency and user satisfaction. To address this issue, UNSOED plans to develop the Unsoed Super App, an integrated application that can unite all campus services on a single platform. This research focuses on UI/UX design and front-end implementation using the User Centered Design (UCD) method, which places users at the center of the design process. The UI/UX design testing was conducted using Usability Testing and System Usability Scale (SUS), resulting in an average SUS score of 81.375, indicating that the application has a good level of usability and meets user expectations. After obtaining the appropriate design, it was then implemented into the front-end using HTML, CSS, and Javascript languages, utilizing the Vue.Js framework and Tailwind CSS. The Front-End testing results show that all scenarios have been declared valid, with every interface element such as buttons, forms, navigation, and other interactive elements responding correctly to user actions. | |
| 43186 | 46562 | L1A020024 | Strategi Pengembangan Hasil Tangkapan Udang Penaeid Di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap | Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) terletak di kawasan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, yang dikenal memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah. Salah satu sumber daya perikanan yang dominan di PPSC adalah udang penaeid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi hasil tangkapan udang penaeid serta menyusun strategi pengembangan untuk meningkatkan hasil tangkapan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi tangkapan dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode 2019–2023 tangkapan udang penaeid di PPSC mengalami penurunan, dengan total hasil tangkapan masing-masing sebesar 616,41 ton (2019), 427,84 ton (2020), 286,55 ton (2021), 172,41 ton (2022), dan 285,23 ton (2023). Penangkapan udang penaeid di PPSC umumnya dilakukan menggunakan alat tangkap trammel net dengan kapal berukuran 5–10 GT. Strategi pengembangan yang direkomendasikan untuk meningkatkan hasil tangkapan secara berkelanjutan yaitu mengoptimalkan pengeloaan sumberdaya perikanan udang penaeid secara berkelanjutan dengan meningkatkan kapasitas armada kapal dan penerapan teknik penangkapan yang lebih efisien. | Cilacap Ocean Fisheries Port (PPSC) is located in an area directly adjacent to the Indian Ocean, known for its abundant fishery resources. One of the dominant fishery resources at PPSC is penaeid shrimp. This study aims to describe the condition of penaeid shrimp catches and develop strategies for sustainable catch enhancement. The methods used in this study include descriptive analysis to describe the catch conditions and SWOT analysis to formulate development strategies. The results of the study show that from 2019 to 2023, the penaeid shrimp catch at PPSC has been declining, with total catches of 616.41 tons (2019), 427.84 tons (2020), 286.55 tons (2021), 172.41 tons (2022), and 285.23 tons (2023). Penaeid shrimp are typically caught using trammel nets with vessels sized 5–10 GT. The recommended development strategies to improve sustainable catches include optimizing the utilization of penaeid shrimp fishery resources by increasing fleet capacity and implementing more efficient fishing techniques. | |
| 43187 | 46561 | A1D020178 | Karakterisasi Morfologi dan Uji Potensi Bakteri Selulolitik Pendegradasi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elais guineensis J.) Pada Skala Laboratorium | Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah padat sawit dengan volume limbah terbesar yang dapat menghasilkan sebesar 25% TKKS dari 1 tom total tandan segar kelapa sawit yang diproduksi. Penumpukan limbah tersebut dalam proses pengomposan tandan kosong sendiri secara alami memerlukan waktu yang relatif lama, yaitu 6-12 bulan disebabkan oleh tingginya kandungan selulosa yang menyusun struktur tanaman. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk mempercepat proses degradasi selulosa yang tinggi pada limbah TKKS salah satunya dengan bantuan bakteri selulolitik yang bekerja secara enzimatik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakterisitik dan uji degradasi bakteri selulolitik asal limbah tandan kosong kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni hingga Oktober 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data jumlah koloni dan nilai Indeks Selulolitik (IS) (pengukuran perbandingan diameter zona bening yang terbentuk dengan diameter koloni bakteri) dianalisis dengan metode deskriptif. Variabel yang diamati melupti jumlah koloni (CFU/mL) dan nilai Indeks Selulolitik (IS). Data yang diperoleh secara kualitatif disajikan dalam bentuk deskripsi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan populasi bakteri pada sampel TKKS dengan kondisi lapuk pada media NA maupun CMC lebih tinggi dibandingkan sampel segar dan jalan. Potensi bakteri selulolitik dalam membentuk zona bening tertinggi dimiliki isolat J4 dengan nilai Indeks Seluolitik 2,60 (kategori kuat). Bakteri selulolitik potensial dengan kemampuan aktivitas selulolitik kategori kuat didapatkan pada isolat J2, J4, dan L4. | Empty Oil Palm Bunches (EFB) are one of the solid wastes of palm oil with the largest waste volume which can produce 25% of EFB from 1 ton of total fresh oil palm bunches produced. The accumulation of this waste in the composting process of empty bunches itself naturally takes a relatively long time, which is 6-12 months due to the high cellulose content that makes up the structure of the plant. Therefore, efforts are needed to accelerate the high cellulose degradation process in EFB waste, one of which is with the help of cellulolytic bacteria that work enzymatically. This study was conducted to determine the characteristics and degradation tests of cellulolytic bacteria from empty oil palm bunch waste. The study was conducted at the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study was conducted from June to October 2024. This research is a descriptive study. Data on the number of colonies and the Cellulolytic Index (IS) value (measurement of the comparison of the diameter of the clear zone formed with the diameter of the bacterial colony) were analyzed using a descriptive method. The variables observed included the number of colonies (CFU/mL) and the Cellulolytic Index (IS) value. The data obtained qualitatively are presented in the form of descriptions and documentation. The results showed that the bacterial population in the TKKS samples with weathered conditions on NA and CMC media was higher than fresh and road samples. The highest potential for cellulolytic bacteria in forming a clear zone was isolated J4 with a Cellulolytic Index value of 2.60 (strong category). Potential cellulolytic bacteria with the strong category cellulolytic activity were found in isolates J2, J4, and L4. | |
| 43188 | 46563 | H1D020028 | SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF MENGGUNAKAN PENERAPAN DATA WAREHOUSE PADA DATA TRACER STUDY ALUMNI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mendorong pendidikan tinggi untuk dapat mengintegrasikan teknologi informasi dalam kegiatan operasionalnya, termasuk dalam pengumpulan dan pengelolaan data mengenai alumni atau tracer study. Tracer study merupakan kegiatan pelacakan jejak lulusan secara periodik yang bertujuan untuk mengumpulkan data lulusan yang telah bekerja untuk mengetahui berapa lama seorang lulusan bisa mendapatkan pekerjaan setelah lulus, dan keselarasan bidang pekerjaan dengan jurusan yang diambil. Kegiatan tracer study memberikan kontribusi positif bagi perguruan tinggi karena bermanfaat untuk mengevaluasi kualitas lulusan mereka. Setiap tahun jumlah data lulusan perguruan tinggi selalu bertambah, perguruan tinggi secara rutin perlu mengumpulkan data dan menyusun laporan yang diperbarui setiap tahunnya. Proses pengelolaan data tracer study di Universitas Jenderal Soedirman masih dilakukan secara manual mengakibatkan pengelolaan data memakan banyak waktu hal ini sangat tidak efektif dan efisien. Sistem informasi eksekutif berbasis website dengan penerapan data warehouse telah berhasil dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan data tracer study. Sistem dirancang menggunakan framework Django, RDBMS PostgreSQL, dan metode pengembangan waterfall. Data warehouse yang diterapkan memungkinkan pengolahan data secara terintegrasi dan sistematis, mendukung analisis deskriptif, korelasi, serta klasifikasi data. Sistem menyediakan laporan tracer study dan Indikator Kinerja Utama (IKU) sesuai kebutuhan institusi. Hasil pengujian menggunakan metode black box testing menunjukkan seluruh fitur berfungsi dengan baik dan sesuai kebutuhan. Sistem berhasil di-deploy menggunakan Virtual Private Server (VPS) dan dilengkapi sertifikat SSL, menjamin keamanan akses. Pengembangan sistem informasi eksekutif memberikan solusi praktis bagi Universitas Jenderal Soedirman dalam memantau, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas lulusan secara berkelanjutan, mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data. | The rapid development of information technology encourages higher education institutions to integrate it into their operational activities, including the collection and management of alumni data or tracer studies. Tracer study is a periodic tracking activity of graduates aimed at collecting data on employed alumni to determine how long it takes for a graduate to secure a job and the alignment between their field of work and the major they studied. Tracer study activities provide positive contributions to higher education as they are useful for evaluating the quality of their graduates. With the number of university graduates increasing every year, institutions must routinely collect data and update reports annually. At Universitas Jenderal Soedirman, the tracer study data management process is still conducted manually, which consumes significant time and is highly inefficient. A web-based executive information system incorporating a data warehouse has been successfully developed to enhance the efficiency of tracer study data management. The system is designed using the Django framework, PostgreSQL RDBMS, and the waterfall development method. The implemented data warehouse enables integrated and systematic data processing, supporting descriptive analysis, correlation analysis, and data classification. The system also provides tracer study reports and Key Performance Indicator (IKU) reports tailored to institutional needs. Testing using the black box method indicates that all features function properly and meet system requirements. The system has been successfully deployed on a Virtual Private Server (VPS) and secured with an SSL certificate. This executive information system offers a practical solution for Universitas Jenderal Soedirman to monitor, evaluate, and improve graduate quality sustainably, supporting data-driven strategic decision-making. | |
| 43189 | 46564 | A1D020050 | EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK AB MIX DENGAN POC LIMBAH PERTANIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA (Brassica narinosa L.) PADA HIDROPONIK SISTEM WICK | Budidaya hidroponik sawi pagoda (Brassica narinosa L.) merupakan solusi untuk meningkatkan efisiensi waktu produksi dan menghasilkan produk yang lebih bersih serta bergizi. Namun, harga pupuk AB mix yang mahal menjadi kendala bagi petani hidroponik, sehingga diperlukan sumber nutrisi alternatif melalui Pupuk Organik Cair (POC) yang memanfaatkan limbah pertanian secara lebih ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli-September 2024 di screenhouse Experimental Farm Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan: konsentrasi AB mix dan POC. Data dianalisis menggunakan uji analisis ragam, diikuti dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pupuk AB mix memberikan hasil tertinggi pada jumlah daun hingga 56,67 helai, bobot segar tanaman hingga 92,22 g, bobot kering tanaman hingga 7,35 g, dan kandungan klorofil hingga 20,73 mg/L. Substitusi POC limbah pertanian meningkatkan jumlah daun sebesar 1,902 helai dan bobot segar tanaman 54,15 g pada konsentrasi 16,7 mL/L. Kombinasi AB mix 50% dengan POC memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan serapan nitrogen, tinggi tanaman, dan luas daun. | Hydroponic cultivation of pagoda mustard (Brassica narinosa L.) is an effective solution for increasing production efficiency and yielding cleaner, more nutritious products. However, the high cost of AB mix fertilizer presents challenges for hydroponic farmers, necessitating alternative nutrient sources through Liquid Organic Fertilizer (POC) that utilize agricultural waste more economically.This research was conducted from July to September 2024 in the screenhouse of the Experimental Farm at Jenderal Soedirman University, Purwokerto, employing a Randomized Block Design (RBD) with two treatment factors: AB mix concentration and POC. Data were analyzed using analysis of variance, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level.Results indicated that increasing AB mix concentration led to the highest yields, including 56.67 leaves, fresh plant weight of 92.22 g, dry weight of 7.35 g, and chlorophyll content of 20.73 mg/L. The use of agricultural waste POC increased the number of leaves by 1.902 and fresh weight by 54.15 g at a concentration of 16.7 mL/L. The combination of 50% AB mix with POC yielded the best results in enhancing nitrogen absorption, plant height, and leaf area. | |
| 43190 | 46565 | A1D020104 | HUBUNGAN SISTEM PENGELOLAAN LAHAN KOPI ORGANIK DAN NON ORGANIK DENGAN SIFAT KIMIA TANAH DAN POPULASI MIKORIZA ARBUSKULAR | Berbagai teknik budidaya tanaman kopi yang dilakukan oleh petani dengan berbagai penggunaan lahan meliputi organik dan non organik. Akibat dari perbedaan teknik budidaya tersebut berpotensi menyebabkan perbedaan jumlah populasi mikoriza dan sifat kimia tanah. Teknik budidaya kopi secara organik dapat memberikan pengaruh lebih baik terhadap kualitas tanah dan populasi mikoriza di dalam tanah dibandingkan dengan teknik budidaya secara non organik. Hal itu dikarenakan adanya tambahan bahan organik yang berpengaruh dalam perbaikan struktur tanah dan populasi mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sistem pengelolaan lahan secara organik dan non organik terhadap sifat kimia tanah dan keberagaman mikoriza arbuskula pada tanah. Penelitian dilakukan menggunakan metode Purposive Sampling untuk menentukan sampel tanah tanaman kopi. Isolasi mikoriza arbuskular menggunakan metode tuang saring dan Sucrose Centrifugal Technique. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 7 jenis dari masing-masing lahan budidaya yaitu Glomus sp, Ambispora sp, Rizhopagus sp, Acaulospora sp, Claroideoglomus sp, Funneliformis sp, Dentisculata sp. Jumlah spora tertinggi pada penggunaan teknik budidaya organik sebanyak 73 g-1 tanah, sedangkan untuk jumlah spora pada teknik budidaya non organik sebanyak 51 g-1 tanah. Untuk hasil analisis kimia tanah pada lahan kopi organik nilai N, K tersedia, C-organik dan pH lebih tinggi. Sedangkan untuk nilai P tersedia pada lahan budidaya kopi non organik memiliki nilai lebih tinggi dibanding lahan budidaya kopi organik. | Various coffee plant cultivation techniques carried out by farmers with various land uses include organic and non-organic. As a result of differences in cultivation techniques, it has the potential to cause differences in the number of mycorrhizal populations and soil chemical properties. Organic coffee cultivation techniques can have a better effect on soil quality and mycorrhizal populations in the soil compared to non-organic cultivation techniques. This is due to the addition of organic matter which has an effect in improving soil structure and mycorrhizal populations. This study aims to compare organic and non-organic land management systems on soil chemical properties and arbuscular mycorrhiza diversity in soil. The research was conducted using purposive sampling method to determine soil samples of coffee plants. Isolation of arbuscular mycorrhiza using the filter pour method and Sucrose Centrifugal Technique. The results of the study obtained as many as 7 species from each cultivation land, namely Glomus sp, Ambispora sp, Rizhopagus sp, Acaulospora sp, Claroideoglomus sp, Funneliformis sp, Dentisculata sp. The highest number of spores in the use of organic cultivation techniques was 73 g-1 soil, while the number of spores in non-organic cultivation techniques was 51 g-1 soil. For the results of soil chemical analysis on organic coffee land, the values of N, K available, C-organic and pH are higher. While for the value of available P in non-organic coffee cultivation land has a higher value than organic coffee cultivation land. | |
| 43191 | 46566 | J1C020057 | Representasi Maskulinitas Soushokukei Danshi dalam Anime Genre Romance | Penelitian ini berawal berfokus pada soushokukei danshi, soushokukei danshi merupakan bentuk pergeseran maskulinitas baru di Jepang. Soushokukei danshi memunculkan karakteristik yang berbeda dengan maskulinitas pada umumnya. Ketiga karakter hero pada Anime bergenre romance. Horimiya, Kawaii dake ja Nai Shikimori-san, dan Kubo-san wa Mob wo Yurusanai yang bergenre romance menggambarkan karakteristik soushokukei danshi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Di mana hasil analisis data yang diperoleh dijabarkan secara deskriptif. Mendeskripsikan karakteristik yang digambarkan oleh karakter hero pada Anime genre romance. Penelitian ini menggunakan teori semiotika John Fiske tentang The Codes of Television untuk membantu dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter hero dalam Anime genre romance mempunyai karakteristik soushokukei danshi, yaitu berupa ketiga hero yang mempunyai digambarkan fisik seperti; 1). Mempunyai tubuh yang ramping dan proporsional. 2). Memakai pakaian berwarna cerah. Dan gambaran non fisik seperti 1). Mempunyai sifat yang lembut. 2). Tidak mempunyai minat akan maskulinitas umum. 3). Tidak agresif terhadap wanita. 4). Memandang wanita secara setara 5). Tidak menyukai rasa sakit akan emosional. | This research begins with a focus on soushokukei danshi, which is a new form of masculinity shift in Japan. Soushokukei danshi gives rise to characteristics that are different from masculinity in general. The three hero characters in the Anime Horimiya, Kawaii dake ja Nai Shikimori- san, and Kubo-san wa Mob wo Yurusanai in the romance genre illustrate the characteristics of soushokukei danshi. This research uses a qualitative descriptive method. Where the results of the data analysis obtained are described descriptively. Describing the characteristics portrayed by hero characters in romance genre Anime. This research uses John Fiske's semiotic theory of The Codes of Television to assist in the research. The results of this study indicate that hero characters in romance genre Anime have soushokukei danshi characteristics, namely in the form of three heroes who have physical descriptions such as; 1). Has a slender and proportional body. 2). Wearing brightly colored clothes. And non-physical images such as 1). Has a gentle nature. 2). Has no interest in general masculinity. 3). Not aggressive towards women. 4). Views women as equals 5). Dislikes emotional pain. | |
| 43192 | 46567 | A1D020101 | Isolasi dan Uji Degradasi Bakteri Selulolitik Limbah Jerami Padi Organik dan Konvensional | Budidaya padi sistem pertanian organik maupun konvensional menghasilkan limbah salah satunya adalah jerami padi. Jerami padi memiliki beragam manfaat apabila dikelola dengan baik, namun jerami padi memiliki kendala dalam pengelolaannya yakni waktu dekomposisinya yang relatif lama karena kandungan selulosa yang tinggi. Penggunaan agen dekomposer bakteri selulolitik merupakan salah satu alternatif solusi yang dapat diakukan untuk mempercepat proses dekomposisi jerami padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi bakteri selulolitik pada limbah jerami padi organik dan konvensional; mengetahui potensi isolat bakteri dalam mendegradasi selulosa dari limbah jerami padi organik dan konvensional. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Sampel jerami padi diambil dari lahan budidaya padi organik di Desa Karanglewas, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga dan lahan budidaya padi konvensional di Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Sampel yang diperoleh kemudian dilakukan isolasi bakteri menggunakan metode pour plate pada medium Nutrien Agar dan Carboxymethyl Cellulose (CMC). Koloni bakteri dikarakterisasi secara makroskopis, sementara isolat yang didapatkan dikarakterisasi secara mikroskopis. Isolat yang didapatkan diuji kemampuan degradasi selulosanya dengan metode indeks selulolitik dan susut bobot.Hasil penelitian menunjukan populasi bakteri selulolitik asal sampel jerami padi organik lebih tinggi, yaitu 99,47 x 108 CFU/mL dibandingkan dengan jerami padi konvensional yang hanya sebesar 59,05 x 108 CFU/mL. Hasil uji aktivitas selulolitik menunjukan terdapat 11 isolat bakteri yang mampu membentuk zona bening dengan nilai indeks selulolitik berada pada kategori rendah hingga sedang. Isolat bakteri OR11 asal limbah jerami padi organik memiliki nilai indeks selulolitik tertinggi 1,9. Hasil uji degradasi susut bobot menunjukkan delapan perlakuan isolat bakteri yang diujikan memiliki nilai susut bobot lebih tinggi dibandingkan dengan perlakukan tanpa isolat. Isolat bakteri dengan nilai susut bobot tertinggi yaitu isolat OR11 0,876 g atau setara 21,90%. | Rice cultivation using organic and conventional farming systems produces waste, one of which is rice straw. Rice straw has various benefits if managed properly, but rice straw has obstacles in its management, namely its relatively long decomposition time due to its high cellulose content. The use of cellulolytic bacterial decomposer agents is one alternative solution that can be done to accelerate the decomposition process of rice straw. This study aims to determine the population of cellulolytic bacteria in organic and conventional rice straw waste; to determine the potential of bacterial isolates in degrading cellulose from organic and conventional rice straw waste. The study was conducted at the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Rice straw samples were taken from organic rice cultivation land in Karanglewas Village, Kutasari District, Purbalingga Regency and conventional rice cultivation land in Tambaksogra Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The samples obtained were then isolated from bacteria using the pour plate method on Nutrient Agar and Carboxymethyl Cellulose (CMC) media. Bacterial colonies were characterized macroscopically, while the isolates obtained were characterized microscopically. The isolates obtained were tested for their cellulose degradation ability using the cellulolytic index and weight loss methods. The results showed that the population of cellulolytic bacteria from organic rice straw samples was higher, namely 99.47 x 108 CFU/mL compared to conventional rice straw which was only 59.05 x 108 CFU/mL. The results of the cellulolytic activity test showed that there were 11 bacterial isolates that were able to form clear zones with cellulolytic index values in the low to medium category. Bacterial isolate OR11 from organic rice straw waste had the highest cellulolytic index value of 1.9. The results of the weight loss degradation test showed that the eight bacterial isolate treatments tested had higher weight loss values compared to the treatment without isolates. The bacterial isolate with the highest weight loss value was isolate OR11 0.876 g or equivalent to 21.90%. | |
| 43193 | 46568 | J1C020045 | Pengalaman Magang Mahasiswa di Jepang dalam Perspektif Ikigai: Studi Fenomenologi | Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh pengalaman magang di Jepang terhadap pembentukan tujuan hidup mahasiswa Sastra Jepang Universitas Jenderal Soedirman melalui perspektif Ikigai, yang terdiri dari empat elemen utama: Jounetsu (Gairah), Shimei (Misi hidup), Shokugyou (Profesi), dan Tenshoku (Panggilan Hidup). Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman tiga mahasiswa yang telah menjalani magang selama satu tahun di berbagai perusahaan di Jepang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis untuk memahami bagaimana budaya kerja Jepang memengaruhi persepsi mahasiswa terhadap tujuan hidup dan karier mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jounetsu berkembang melalui tantangan yang dihadapi mahasiswa selama magang, yang memperkuat semangat dan motivasi mereka dalam menekuni bidang yang dipilih. Shimei terbentuk dari kesadaran mahasiswa akan kontribusi mereka kepada orang lain. Shokugyou diperkaya melalui pemahaman yang lebih baik tentang tanggung jawab profesional dan kemampuan yang diperlukan dalam dunia kerja. Tenshoku terlihat dalam kepuasan mahasiswa terhadap pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka. Kesimpulannya, magang di Jepang memberikan dampak signifikan dalam membantu mahasiswa menemukan arah hidup dan karier mereka melalui pengalaman lintas budaya. | This study aims to analyze the impact of internship experience in Japan on the formation of life goals for students of the Japanese Literature Study Program at Jenderal Soedirman University through the ikigai perspective, which includes four main elements: Jounetsu (Passion), Shimei (Life mission), Shokugyou (Profession), and Tenshoku (Life vocation). This study uses a phenomenological approach with in-depth interviews with three students who have participated in internship programs in various companies in Japan for one year. The results showed that the internship experience in Japan strengthened Jounetsu through work challenges that aroused passion and motivation. Shimei is formed through awareness of social contribution, Shokugyou is developed through enhancement of professional skills, and Tenshoku is reflected in satisfaction with work that matches interests and income. This research also emphasizes the importance of applying the SMART Goal concept (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) in the formulation of clear and purposeful life goals. In conclusion, the internship experience in Japan has a significant impact in helping students find life and career direction through the ikigai perspective. | |
| 43194 | 46569 | B1A020113 | PEMANFAATAN Azolla pinnata DAN TAOGE SEBAGAI SUMBER N MEDIUM PERTUMBUHAN BAKTERI NITRIFIKASI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan inokulum bakteri SA37 dan BA38 pada medium dengan sumber N berbeda terhadap jumlah populasi bakteri nitrifikasi, mengetahui interaksi jenis isolat dan medium pertumbuhan dengan sumber N berbeda terhadap jumlah populasi bakteri nitrifikasi, serta mengetahui identitas isolat bakteri yang digunakan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah inokulum bakteri yang terdiri atas 3 taraf, yaitu isolat SA37, isolat BA38, dan campuran kedua isolat. Faktor kedua adalah jenis medium yang terdiri dari 3 taraf, yaitu medium Luria Bertani, medium pertumbuhan dengan sumber N taoge, dan medium pertumbuhan dengan sumber N Azzolla pinnata. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu jenis medium dan jenis inokulum, sedangkan variabel terikat yaitu pertumbuhan bakteri nitrifikasi. Parameter utama yang diukur dalam penelitian ini yaitu populasi bakteri nitrifikasi. Sementara parameter pendukung yang diamati yaitu pH medium dan hasil karakterisasi bakteri nitrifikasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan analisis dilanjutkan menggunakan uji DMRT. Identifikasi isolat bakteri nitrifikasi mengacu pada Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulum bakteri SA37 dan BA38 baik dalam kultur tunggal maupun campuran mampu tumbuh pada medium modifikasi dengan sumber N berbeda. Penggunaan medium dengan sumber N taoge mampu menggantikan medium Luria Bertani pada isolat BA38 dilihat dari interaksi antara konsorsium bakteri dengan medium dalam meningkatkan jumlah populasi bakteri. Identitas isolat SA37 termasuk spesies anggota genus Nitrosomonas dan isolat BA38 termasuk spesies anggota genus Nitrococcus. | This study aims to determine the effect of the type of isolate and the type of medium with different N sources on the population of nitrifying bacteria, to understand the interaction of the type of isolate and growth medium with different N sources on the population of nitrifying bacteria, and to determine the identity of the bacterial isolates used. This research was carried out experimentally using a factorial design of Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors. The first factor was bacterial inoculum consisting of 3 levels, namely isolate SA37, isolate BA38, and a mixture of the two isolates. The second factor was the growth medium, which consists of 3 levels, namely Luria Bertani medium, growth medium with mung bean sprout as N source, and growth medium with Azolla pinnata as N source. The independent variables in this study were the type of medium and the type of inoculum, while the dependent variable was the growth of nitrifying bacteria. The main parameter measured in this study was the amount of nitrifying bacterial growth. The supporting parameters observed were the medium pH and the characterization results of nitrifying bacteria. Research data were analyzed using ANOVA and the analysis was continued using DMRT test. Identification of nitrifying bacteria isolates refers to Bergey's Manual of Determinative Bacteriology. The research results showed that the bacterial inoculum SA37 and BA38 in both single and mixed cultures were able to grow on modified medium with different N sources. The use of medium sourced with N bean sprouts is able to replace Luria Bertani medium, especially for BA38 isolates. The interaction between the consortium and the Luria Bertani growth medium and the BA38 isolate with the sprout N source growth medium was the best interaction. The result of characterization showed that isolate SA37 were belong to Nitrosomonas and isolat BA38 were member of the genus Nitrococcus. | |
| 43195 | 46570 | H1E020001 | RANCANGAN PERBAIKAN BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) DAN DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE (DRAWS) (Studi Kasus: Divisi Produksi PT.X) | PT.X adalah perusaahaan beton yang aktivitas utamanya adalah melakukan pengantaran beton. Beban kerja mental pada driver dapat muncul saat terjadi kerusakan truck saat pengiriman, masalah komunikasi dengan driver lain, dan kesalahan rute pengiriman yang menyebabkan waktu penyelesaian proyek menjadi lebih lama. Dari permasalahan tersebut maka diperlukan pengukuran beban kerja mental, dengan tujuan untuk mengevaluasi kondisi tersebut dan menyusun rekomendasi perbaikan bagi perusahaan dalam mengelola beban kerja secara efektif dan efisien. Dalam studi ini, analisis beban kerja dilakukan melalui dua pendekatan yang saling melengkapi. Pertama adalah metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) yang digunakan untuk menganalisis beban kerja subyektif secara mental dengan menggunakan intrumen penelitian berupa kuisioner. Kedua, metode Full Time Equivalent (FTE) yang digunakan untuk menentukan jumlah tenaga kerja yang optimal. Pengukuran waktu berdasarkan FTE ini dilakukan menggunakan alat ukur berupa stopwatch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa driver mengalami beban kerja mental berlebihan, dengan skor >60 berdasarkan kuisioner DRAWS, sementara dengan metode FTE menunjukkan nilai indeks sebesar 1.26 sehingga dikategorikan optimal load. Berdasarkan hasil tersebut kebutuhan tenaga kerja untuk mencapai beban kerja optimal adalah sebanyak 6 driver. | PT.X is a concrete company whose main activity is delivering concrete. Mental workload on drivers can arise when there is truck damage during delivery, communication problems with other drivers, and delivery route errors that cause project completion times to be longer. From these problems, mental workload measurement is needed, with the aim of evaluating these conditions and compiling recommendations for improvements for the company in managing workloads effectively and efficiently. In this study, workload analysis was carried out through two complementary approaches. The first is the Defense Research Agency Workload Scale (DRAWS) method which is used to analyze subjective mental workload using a research instrument in the form of a questionnaire. Second, the Full Time Equivalent (FTE) method is used to determine the optimal number of workers. Time measurement based on FTE is carried out using a measuring instrument in the form of a stopwatch. The results of the study showed that several drivers experienced excessive mental workload, with a score of >60 based on the DRAWS questionnaire, while the FTE method showed an index value of 1.26 so that it was categorized as optimal load. Based on these results, the need for workers to achieve optimal workload is 6 drivers. | |
| 43196 | 46571 | F1F020036 | THE STRUGGLE OF RECOGNITION: CHALLENGES FACES BY THE TUVALU DIGITAL NATION PROPOSAL | Pada saat ini, perubahan iklim telah menjadi ancaman bagi para aktor internasional, terutama negara kepulauan seperti Tuvalu yang terancam oleh naiknya permukaan laut. Berdasarkan prediksi yang sudah ada, sekitar 95% dari wilayah Tuvalu akan tenggelam pada tahun 2100 apabila permasalahan ini terus berlanjut. Untuk mengatasi ancaman kepunahan, Simon Kofe, Menteri Transportasi, Energi, Komunikasi, dan Inovasi Tuvalu, mengatakan bahwa Tuvalu akan menjadi negara digital pertama dalam acara COP 27 pada tahun 2022. Meskipun sudah terdapat 25 negara yang mengakui kedaulatan digital negara Tuvalu, akan tetapi masih banyak aktor internasional yang meragukan konsep negara digital karena konsep tersebut bertolak belakang dengan berbagai perjanjian internasional seperti Konvensi Montevideo pada tahun 1933. Karena rekognisi adalah sesuatu yang penting dalam pembentukan kedaulatan suatu negara, artikel ini akan bertujuan untuk meneliti tantangan yang dialami oleh Tuvalu dalam menjalankan usulan negara digitalnya. Dalam menulis artikel ini, metode penelitian kualitatif dan teori rekognisi akan digunakan. Hasilnya, terdapat tiga temuan utama yang didapatkan, yaitu: (1) sifatnya yang bertentangan dengan ketentuan internasional; (2) mekanisme pemerintahan yang tidak jelas; dan (3) belum tercapainya target terhadap standar internasional. | In the current status quo, climate change has become a threat for many international actors, particularly archipelagic countries like Tuvalu that are threatened by sea level rises. It is predicted that 95% of Tuvalu will be submerged by 2100 if no action is taken. To address the possibilities of extinction, Simon Kofe, Tuvalu's current Minister for Transport, Energy Communication, and Innovation has announced that Tuvalu will become the first digital state at COP 27 in 2022. Although 25 countries such as Gabon and Kosovo already recognized Tuvalu’s digital sovereignty, many international actors are still reluctant to acknowledge it, especially since it contradicts established international conventions such as the 1933 Montevideo Convention. Since recognition is a crucial aspect of a nation's sovereignty acknowledgment, this article aims to analyze the recognition struggle that Tuvalu faces in establishing the digital nation proposal. This study uses a qualitative method that relies on various information from government documents, books, journals, news reports, and other secondary data. Moreover, the recognition theory will also be used resulting in three key findings: (1) contradictive nature to international regulation; (2) unclear government mechanism; and (3) unfulfilled target towards the international standards. | |
| 43197 | 46572 | J1E019038 | Improving the Students’ Reading Comprehension of Narrative Text through Suggestopedia Method (A Pre-Experimental Study for 10th Grade Students at SMA Negeri 1 Ajibarang) | Tesis ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimental. Peneliti membatasi pembahasan masalah yang terdiri atas: (1) Bagaimana efektivitas penggunaan metode Suggestopedia untuk meningkatkan pemahaman membaca teks naratif?, (2) Apa saja dampak yang dapat diamati dari metode Suggestopedia terhadap keterlibatan siswa selama penerapannya?, (3) Bagaimana tanggapan siswa terhadap metode Suggestopedia dalam meningkatkan pemahaman membaca teks naratif?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode Suggestopedia untuk meningkatkan pemahaman membaca teks naratif, mengetahui dampak yang dapat diamati dari metode Suggestopedia terhadap keterlibatan siswa selama penerapannya, dan mengungkap tanggapan siswa terhadap penggunaan metode Suggestopedia. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel sebanyak 18 siswa dari kelas 10 SMA Negeri 1 Ajibarang secara purposive sampling. Tes, observasi, dan kuesioner digunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data dari para sampel penelitian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan uji beda berpasangan (paired-sample t-test), Microsoft Excel, dan SPSS 25. Dari hasil tes menujukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada nilai ujian membaca siswa dari 46.66 poin ke 74.72 poin setelah belajar menggunakan metode Suggestopedia. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa terlihat senang dan antusias dalam belajar menggunakan metode Suggestopedia. Respon positif dari siswa membuktikan bahwa metode Suggestopedia merupakan metode yang efektif, menarik, dan dapat memotivasi siswa untuk belajar teks naratif. Hasil tes, observasi, dan kuesioner menunjukkan bahwa metode Suggestopedia dapat membuat siswa lebih rileks dan percaya diri sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang lebih mendukung. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa metode Suggestopedia sebagai metode pembelajaran terbukti efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa. | This thesis is quantitative research with a pre-experimental research design. The researcher limits the discussion by stating the following problems: (1) How is the effectiveness of using the Suggestopedia method to improve reading comprehension of narrative text?, (2) What are the observable effects of the Suggestopedia method on students’ engagement during its implementation?, (3) What are the students’ responses toward the Suggestopedia method in improving students’ reading comprehension of narrative text?". The aim of this research is to find out the effectiveness of using the Suggestopedia method to improve reading comprehension of narrative text, to know the observable effects of the Suggestopedia method on students’ engagement during its implementation, and to discover the students’ responses toward the Suggestopedia method. In this study, 18 students from grade 10 at SMA Negeri 1 Ajibarang were selected using purposive sampling. Tests, observations, and questionnaires were used as techniques to collect data from the research samples. The data that had been collected were analyzed using paired-sample t-tests, Microsoft Excel, and SPSS 25. The test results showed that there was a significant improvement in students' reading test scores from 46.66 points to 74.72 points after learning using the Suggestopedia method. The observation results showed that students looked happy and enthusiastic in learning using the Suggestopedia method. Positive responses from students prove that the Suggestopedia method is an effective, interesting method, and can motivate students to learn narrative texts. The results of tests, observations, and questionnaires show that the Suggestopedia method can make students more relaxed and confident so that it can create a more supportive learning atmosphere. Therefore, it can be concluded that the Suggestopedia method as a learning method has proven to be effective in improving students' reading comprehension. | |
| 43198 | 46573 | J1E019021 | THE USE OF CODE MIXING IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING AT VOCATIONAL HIGH SCHOOL IN BANYUMAS (A CASE STUDY OF EFL CLASS IN SMK MAARIF NU 2 AJIBARANG) | Praktik penggabungan dua bahasa atau lebih dalam satu tuturan dikenal sebagai campur kode. Penelitian ini berfokus pada penggunaan campur kode yang terjadi di sekolah menengah kejuruan di Banyumas, khususnya di SMK Maarif NU 2 Ajibarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis campur kode yang digunakan oleh guru, alasan, dan beberapa faktor yang mempengaruhi guru untuk menerapkan campur kode dalam kelas bahasa Inggris. Teori Hoffman digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan jenis-jenis campur kode, serta teori Bhatia dan Ritchie untuk menemukan alasan dan faktor campur kode. Untuk menentukan partisipan penelitian, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumen untuk mengumpulkan data. Peneliti mengamati dan merekam seluruh proses pengajaran, mewawancarai partisipan penelitian, mentranskrip ujaran, mengklasifikasikan dan mengorganisasikan data, mengelompokkan data, dan yang terakhir adalah menganalisis data. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis campur kode, yaitu Intra-Leksikal, Intra-Sentensial, dan jenis campur kode yang melibatkan perubahan pengucapan. Sementara itu, alasan partisipan menggunakan campur kode yang ditemukan dalam penelitian ini adalah untuk merujuk pada topik tertentu, pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi, dan maksud untuk memperjelas isi tuturan kepada lawan tutur. Selanjutnya, faktor yang mempengaruhi guru menggunakan campur kode adalah perannya sebagai guru dan hubungannya dengan siswa, serta faktor situasional seperti topik dan latar pembicaraan. | A practice of combining two or more languages in a single speech is known as code-mixing. This research focuses on the use of code-mixing that occurred in vocational high schools in Banyumas, specifically at SMK Maarif NU 2 Ajibarang. The purpose of this study is to find out the types of code-mixing implemented by teacher, the reasons, and some factors that influenced the teacher to implement code-mixing in English class. Hoffman's theory is used in this research to determine the types, as well as Bhatia and Ritchie’s theory to find the reasons and factors of code-mixing. To determine the research participants, the researcher used a purposive sampling technique. The researcher carried out observation, interview, and documents to collect the data. The researcher observed and recorded the entire teaching process, interviewed the research participant, transcribed the utterances, classified and organized the data, grouped data, and the last was to analyze the data. Based on the data analysis, the research results show that there are three types of code-mixing, namely Intra-Lexical, Intra-Sentential, and the type of ode mixing that involves a change in Pronunciation. Meanwhile, the reasons of the participants to use code-mixing found in this study are to refer to certain topics, repetition used for clarification, and the intention to clarify speech content to the interlocutor. Furthermore, the factors that influence the teacher to use code-mixing are her role as a teacher and her relationship with the students, as well as situational factors such as the topic and setting of their conversation. | |
| 43199 | 46596 | H1E018007 | Analisis Hasil Metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) Dengan Pembobotan Rank Order Centroid (ROC) Dalam Pemilihan Lokasi Usaha (Studi Kasus Urffeine Cafe) | Urffeine Café merupakan usaha dalam bidang food and beverages yang bergerak pada penyediaan produk makanan dan minuman untuk konsumen dengan speciality pada bidang kopi. Dalam usaha pengembangan bisnis, Urffeine Café berencana melakukan pembukaan cabang baru di DKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari lokasi alternatif terbaik untuk menjadi lokasi cabang dari Urffeine Café, untuk mempermudah pencarian lokasi alternatif terbaik maka akan dilakukan penilaian terhadap alternatif lokasi menggunakan metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA). Penelitian dilakukan pada tahun 2024. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dengan pemilik dari Urffeine Café. Penelitian dimulai dengan mengajukan 11 kriteria kepada pemilik usaha, terpilihlah 5 kriteria yang dianggap paling penting dan kelima kriteria ini akan diurutkan lagi dari yang terpenting hingga tidak penting dan dilakukan pembobotan mengunakan metode Rank Order Centroid (ROC). Wawancara dilakukan untuk menentukan alternatif lokasi usaha bersama dengan pemilik usaha. Hasil penelitian dengan metode MOORA menunjukkan bahwa alternatif terpilih merupakan alternatif di daerah Taman Meruya, Jakarta Barat dengan nilai 0,0860584. | Urffeine Café is a business in the food and beverages sector that specializes in providing food and drinks for consumers, with a focus on coffee. In its business development efforts, Urffeine Café plans to open a new branch in DKI Jakarta. The aim of this research is to find the best alternative location for the new branch of Urffeine Café. To facilitate the search for the best location, the study will assess alternative locations using the Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) method. The research was conducted in 2024, with data collection carried out through interviews with the owner of Urffeine Café. The study began presenting 11 criteria to the business owner, from which 5 were selected as the most important. These five criteria were then ranked from most important to least important, and weighted using the Rank Order Centroid (ROC) method. Interviews were conducted to determine the alternative business location with the owner. The results of the research using the MOORA method indicate that the chosen location is in the Taman Meruya area, West Jakarta, with a value of 0,0860584. | |
| 43200 | 46574 | A1A020022 | Pengaruh Faktor-faktor Sosial Ekonomi terhadap Pendapatan Usahatani Kangkung di Desa Kalipurwo, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen | Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis besarnya pendapatan usahatani kangkung dan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi yang meliputi harga bibit, harga pupuk urea, harga pestisida, upah tenaga kerja, penyusutan alat, produktivitas lahan, tingkat pendidikan, dan pengalaman berusahatani terhadap pendapatan usahatani kangkung di Desa Kalipurwo, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada 18 Mei 2024 sampai 14 Juli 2024 di Desa Kalipurwo, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) karena Desa Kalipurwo merupakan desa dengan penghasil produksi kangkung terbesar di Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten kebumen. Sebagian besar masyarakat Desa Kalipurwo bertumpu pada usahatani kangkung. Pengambilan sampel petani kangkung dilakukan menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 59 petani kangkung. Analisis data terdiri dari analisis biaya dan pendapatan, serta analisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan usahatani kangkung. Penelitian ini menggunakan fungsi keuntungan UOP tipe Cobb-Douglass (Unit Output Price of Cobb-Douglass Profit Function) menggunakan analisis regresi linear berganda yang diestimasi melalui logaritma natural model Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total rata-rata untuk satu kali panen di Desa Kalipurwo yaitu Rp 3.244.262. Penerimaan rata-rata untuk satu kali panen yaitu sebesar Rp 10.230.508 dan pendapatan rata-rata usahatani kangkung di Desa Kalipurwo yaitu sebesar Rp 6.986.247. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh nyata dan signifikan terhadap pendapatan usahatani kangkung antara lain yaitu harga pestisida, upah tenaga kerja, dan pengalaman berusahatani. Sementara untuk variabel harga bibit, harga pupuk urea, penyusutan alat, produktivitas lahan, dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usahatani kangkung di Desa Kalipurwo. | The aim of this research was to analyze the income of water spinach farming and to determine the influence of socioeconomic factors, including seed prices, urea fertilizer prices, pesticide prices, labor wages, equipment depreciation, land productivity, education level, and farming experience on water spinach farming income in Kalipurwo Village, Kuwarasan Sub-district, Kebumen Regency. The research method used was a survey method with a quantitative and descriptive approach. This research was conducted from May 18, 2024, to July 14, 2024, in Kalipurwo Village, Kuwarasan Sub-district, Kebumen Regency. The location was intentionally selected (purposive sampling) because Kalipurwo Village is the largest water spinach producer in Kuwarasan Sub-district, Kebumen Regency. Most of the residents of Kalipurwo Village rely on water spinach farming. Water spinach farmers were sampled using the census method,totaling 59 farmers. Data analysis consisted of cost and income analysis, as well as the analysis of the effect of socioeconomic factors on water spinach farming income. This study applied the Cobb-Douglass profit function (Unit Output Price of Cobb-Douglass Profit Function) using multiple linear regression analysis estimated through the natural logarithm of the Cobb-Douglas model. The results showed that the average total cost for one harvest in Kalipurwo Village was Rp 3.244.262. The average revenue per harvest was Rp 10.230.508, and the average income of water spinach farming in Kalipurwo Village was Rp 6.986.247. The results also indicated that the variables had a significant and notable influence on water spinach farming income were pesticide prices, labor wages, and farming experience. Meanwhile, the variables of seed prices, urea fertilizer prices, equipment depreciation, land productivity, and education level did not have a significant effect on water spinach farming income in Kalipurwo Village. |