Artikelilmiahs

Menampilkan 43.301-43.320 dari 48.831 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4330146782D1A021133Kinetika Suhu dan pH Dalam Proses Dekomposisi Pupuk Program PPK Ormawa
Bersama Peternak Muda Desa Melung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinetika suhu dan pH pada proses dekomposisi kompos berbahan baku
feses kambing di Desa Melung pada PPK Ormawa. Pembuatan pupuk kompos menggunakan bahan feses kambing
600 kg, activator/mikroba 1,5 kg, serbuk gergaji 30 kg, kapur dolomit 12 kg peralatan 1 unit chopper, 1 unit cangkul,
2 unit sekop, 1 unit timbangan, 1 unit thermometer, dan 1 unit pH meter. Proses pembuatan dilakukan di rumah
kompos dengan membuat 2 gundukan masing-masing 300 kg se-tinggi 1 meter. Pupuk kompos dibuat dengan cara
menghaluskan feses menggunakan chopper lalu diratakan di permukaan lantai dan ditambahkan bahan lainnya.
Kemudian pupuk kompos dihomogenkan agar pupuk terdekomposisi secara sempurna. Hasil rerata kinetika suhu
pada fase dekomposisi diperoleh rentang suhu antara 30,5-54˚C (Pupuk 1) dan 31-55˚C (Pupuk 2), sedangkan
pada fase pasca dekomposisi diperoleh rentang suhu 40,5-42,75˚C (Pupuk 1) dan 38,75-41,75˚C (Pupuk 2). Hasil
rerata kinetika pH pada fase dekomposisi diperoleh rentang pH antara 3,15-5,15 (Pupuk 1) dan 3,05-5,74 (Pupuk
2), sedangkan pada fase pasca dekomposisi diperoleh berkisar antara 4,55-5,05 (Pupuk 1) dan 5,23-
5,75 (Pupuk 2). Program ini dapat menangani masalah terkait kotoran kambing yang tidak diolah menjadi lebih
bermanfaat dan bermutu berkat program unggulannya yaitu “Rumah Kompos” kampung tani ternak Desa Melung.
This research aims to determine the kinetics of temperature and pH in the decomposition process of compost made
from goat feces in Melung Village at PPK Ormawa. Making compost using 600 kg goat feces, 1.5 kg
activator/microbe, 30 kg sawdust, 12 kg dolomite lime, equipment: 1 chopper, 1 hoe, 2 shovels, 1 scale, 1
thermometer, and 1 pH meter units. The manufacturing process is carried out in the compost house by making 2
mounds of 300 kg each, 1 meter high. Compost fertilizer is made by grinding the feces using a chopper, then
spreading it on the surface of the floor and adding other ingredients. Then the compost is homogenized so that the
fertilizer is completely decomposed. The results of the average temperature kinetics in the decomposition phase
obtained a temperature range between 30.5-54˚C (Fertilizer 1) and 31-55˚C (Fertilizer 2), while in the postdecomposition phase the temperature range was 40.5-42.75˚C. (Fertilizer 1) and 38.75-41.75˚C (Fertilizer 2). The
results of the average pH kinetics in the decomposition phase obtained a pH range between 3.15-5.15 (Fertilizer 1)
and 3.05-5.74 (Fertilizer 2), while in the post-decomposition phase the pH range was between 4.55-5.05 (Fertilizer
1) and 5.225-5.75 (Fertilizer 2). This program can handle problems related to unprocessed goat manure to make it
more useful and of better quality thanks to its superior program, namely "Rumah Kompos" in the livestock farming
village of Melung Village.
4330246675J0B021055Pembuatan Brosur Elektronik Destinasi Wisata Menara Pandang Teratai berbahasa Mandarin di PurwokertoLaporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Brosur Elektronik Destinasi Wisata Menara Pandang Teratai Berbahasa Mandarin di Purwokerto” Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Menara Pandang Teratai pada tanggal 6 November 2023 sampai 6 Mei 2024 di Menara Pandang Teratai Purwokerto. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah membuat brosur elektronik berbahasa Mandarin bagi wisatawan penutur bahasa Mandarin. Sebagai destinasi wisata yang baru dibangun pada tahun 2021, Menara Pandang Teratai masih minim memiliki media promosi, salah satunya adalah ketidaksediaan media promosi berbahasa Mandarin. Inilah yang melatarbelakangi penulis melakukan praktik kerja di Menara Pandang Teratai. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah metode wawancara, observasi, dan jelajah internet. Metode penerjemahan yang digunakan oleh penulis adalah metode penerjemahan komunikatif karena merupakan salah satu metode yang memperhatikan hasil terjemahan dengan menyesuaikan tata bahasa bahasa target. Hasil praktik kerja ini adalah brosur elektronik berbahasa Mandarin sebagai media promosi di Menara Pandang Teratai. Dengan adanya brosur elektronik ini dapat meningkatkan pelayanan dan dapat memberikan informasi lengkap tentang destinasi wisata Menara Pandang Teratai kepada wisatawan penutur bahasa Mandarin yang berkunjung ke Menara Pandang Teratai. Brosur elektronik ini akan disebarluaskan melalui media sosial Weibo dan Tiktok.This internship report is entitled "Creating an Electronic Brochure for the Lotus View Tower Tourist Destination in Mandarin in Purwokerto" The internship activity was carried out at the Lotus View Tower on November 6, 2023 to May 6, 2024 at the Lotus View Tower in Purwokerto. The purpose of this internship is to create an electronic brochure in Mandarin for Mandarin-speaking tourists. As a tourist destination that was just built in 2021, the Lotus View Tower still has minimal promotional media, one of which is the unavailability of promotional media in Mandarin. This is the background for the author to conduct an internship at the Lotus View Tower. The data collection methods used by the author are interview, observation, and internet browsing methods. The translation method used by the author is the communicative translation method because it is one of the methods that pays attention to the translation results by adjusting the grammar of the target language. The result of this internship is an electronic brochure in Mandarin as a promotional media at the Lotus View Tower. With this e-brochure, services can be improved and complete information about the Lotus View Tower tourist destination can be provided to Mandarin-speaking tourists visiting the Lotus View Tower. This e-brochure will be distributed through social media Weibo and Tiktok.
4330346676J0B021036Strategi Peningkatan Pelayanan Bagi Turis Mancanegara di DTW Tanah Lot Dengan Pembuatan Buklet Elektronik Berbahasa MandarinLaporan praktik kerja ini berjudul “Strategi Peningkatan Pelayanan Bagi Turis Mancanegara di DTW Tanah Lot Dengan Pembuatan Buklet Elektronik Berbahasa Mandarin”. Praktik kerja ini dilaksanakan di Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata Tanah Lot yang berlokasi di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada bulan November 2023 hingga April 2024. Latar belakang dilakukannya praktik kerja ini karena meningkatnya kunjungan wisatawan berbahasa Mandarin namun tidak seiring dengan meningkatnya pelayanan informasi yang diberikan oleh DTW Tanah Lot. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah menghasilkan buklet elektronik guna meningkatkan pelayanan agar dapat memudahkan wisatawan berbahasa Mandarin mendapatkan informasi mengenai Tanah Lot. Ada empat metode pengumpulan data yang digunakan penulis, yaitu metode jelajah internet, metode wawancara, metode observasi dan metode dokumentasi. Penulis juga menggunakan metode penerjemahan komunikatif dengan teknik penerjemahan deskripsi untuk menerjemahkan isi konten yang termuat dalam buklet elektronik. Metode penerjemahan komunikatif ini digunakan agar hasil terjemahan mudah dipahami dan sesuai dengan struktur bahasa bahasa sasaran agar pesan dapat tersampaikan dengan baik. Hasil dari laporan praktik kerja ini adalah buklet elektronik berbahasa mandarin yang disebarluaskan melalui Facebook Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata Tanah Lot. Tersedianya buklet elektronik berbahasa Mandarin sebagai sarana meningkatkan pelayanan informasi dapat membantu memberikan informasi lengkap mengenai wilayah DTW Tanah Lot kepada wisatawan asing khususnya wisatawan berbahasa Mandarin.This internship report is entitled "Strategy for Improving Services for Foreign Tourists at Tanah Lot Tourist Attraction by Making Mandarin-Language Electronic Booklets". This internship was carried out at Managemen Operasional Daya Tarik Wisata Tanah Lot located in Kediri District, Tabanan Regency, from November 2023 to April 2024. The background to this internship was the increase in visits by Mandarin-speaking tourists but not in line with the increase in information services provided by DTW Tanah Lot. The purpose of this internship is to produce an electronic booklet to improve services so that it can make it easier for Mandarin-speaking tourists to get information about Tanah Lot. There are four data collection methods used by the author, namely the internet browsing method, interview method, observation method and documentation method. The author also uses the communicative translation method with the descriptive translation technique to translate the content contained in the electronic booklet. This communicative translation method is used so that the translation results are easy to understand and in accordance with the language structure of the target language so that the message can be conveyed properly. The result of this work practice report is a Mandarin-language electronic booklet that is distributed through Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata Tanah Lot Facebook. The availability of a Mandarin-language electronic booklet as a means of improving information services can help provide complete information about the DTW Tanah Lot area to foreign tourists, especially Mandarin-speaking tourists.
4330446677E1A018020PENJATUHAN CERAI TALAK KARENA ISTRI MURTAD DALAM PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KOTA INDRAMAYU (Studi Putusan Nomor 6792/Pdt.G/2018/PA.Im.)
Perkawinan antara suami dan istri beragama Islam yang memiliki tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa akan dihadapi dengan keadaan yang dilematis antara mempertahankan perkawinan yang telah lama berlangsung selama bertahun-tahun atau melakukan perceraian karena seringnya terjadi perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan oleh kondisi ketika salah satu pihak diantara keduanya tidak lagi beraga Islam atau murtad. Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim di Pengadilan Agama Indramayu dalam memutus perkara perkawinan perceraian karena istri murtad.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan cerai talak pada Putusan Pengadilan Agama Kota Indramayu Nomor 6792/Pdt.G/2018/PA.Im dan bagaimana akibat cerai talak karena istri murtad. Medote penelitian ini menggunakan pendakatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian prespektif analisi, sumber data yang digunakan adalah data sekunder, metode penelitian yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan dan analisis menggunakan normative kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim dalam memutus perkara cerai talak karena istri murtad mendasarkan pada alasan perceraian Pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 jo Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam yang mana menurut peneliti pertimbangan hukum hakim sebaiknya dilengkapi dengan Pasal 116 huruf h Kompilasi Hukum Islam. Selanjutnya, Akibat hukum yang terjadi setelah jatuhnya putusan Pengadilan Negeri Indramayu Nomor 6792/Pdt.G/2018/PA.Im hanya timbul terhadap para pihak yaitu antara suami dan istri telah terjadi putusnya ikatan perkawinan yang berarti di antara keduanya tidak mempunyai hubungan hukum perkawinan lagi, kondisi ini sesuai dengan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang menjelaskan bahwa salah satu hal yang dapat memutuskan ikatan perkawinan adalah dengan dijatuhkannya putusan perceraian. Adapun terhadap anak, harta, dan pihak ketiga tidak mempunyai akibat hukum, hal ini dikarenakan dalam Perkara Putusan Pengadilan Agama Indramayu Nomor 6792/Pdt.G/2018/PA.Im tidak dijelaskan masalah terkait anak, harta, dan pihak ketiga.
A marriage between a Muslim husband and wife who has the aim of forming a happy and eternal family based on the belief in Almighty God will be faced with a dilemma between maintaining a marriage that has lasted for years or divorce because of the frequent disputes and quarrels caused by a condition when one of the parties is no longer Muslim or murtad. This research is an effort to find out the legal considerations of judges at the Indramayu Religious Court in deciding cases of marriage divorce due to the wife's apostasy.

This research aims to find out the basis of the judge's legal considerations in deciding on a talak divorce in the Decision of the Indramayu City Religious Court Number 6792/Pdt.G/2018/PA.Im and what are the consequences of talak divorce because the wife is an apostate. This research method uses a normative juridical approach with analytical perspective research specifications, the data source used is secondary data, the research method used is data collection techniques using literature study and analysis using normative qualitative.

Based on the research results, it can be concluded that the Panel of Judges in deciding the divorce case for divorce because the wife was an apostate based on the reasons for divorce under Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 in conjunction with Article 19 letter f of Government Regulation No. 9 of 1975 in conjunction with Article 116 letter f of the Compilation of Islamic Law, which according to researchers, judges' legal considerations should be supplemented with Article 116 letter h of the Compilation of Islamic Law. Furthermore, the legal consequences that occurred after the decision of the Indramayu District Court Number 6792/Pdt.G/2018/PA.Im only arose for the parties, namely that between the husband and wife the marriage bond had been broken, which meant that the two of them no longer had the legal relationship of marriage. , this condition is in accordance with Article 38 of Law Number 1 of 1974 concerning marriage which explains that one of the things that can break the marriage bond is the passing of a divorce decision. As for children, assets and third parties, there are no legal consequences, this is because the Indramayu Religious Court Decision Case Number 6792/Pdt.G/2018/PA.Im does not explain issues related to children, assets and third parties.
4330546678J1C018032Superioritas Tokoh Josee Dalam Anime Josee To Tora To Sakana Tachi Dengan Pendekatan Psikologi SastraPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk Superioritas tokoh Josee pada anime Josee to Tora to Sakanatachi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Psikologi Sastra yang dikemukakan oleh Alfred Adler. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Data penelitian ini berupa screenshot gambar dan dialog yang diambil dari film Josee to Tora to Sakana-tachi sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi non-partisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk Superioritas yang ditunjukkan tokoh Josee dalam anime tersebut dapat dilihat dari prinsip pokok teori Alfred Adler yaitu inferioritas dan kompensasi, tujuan semu, perjuangan menuju superioritas atau sukses, minat sosial, gaya hidup dan diri kreatif. Kesimpulannya, bentuk superioritas yang ditunjukkan oleh adalah perjuangan meraih superioritas pribadi (striving for superiority). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa Josee mampu meraih superioritasnya dengan bantuan Tsuneo serta orang orang sekitarnya dan melewati rasa inferioritasnya dengan mengkompensasikan kelemahannya dengan menunjukkan potensi dirinya.This study aims to analyze the form of superiority demonstrated by the character Josee in the anime Josee to Tora to Sakana-tachi. The theory applied in this research is Literary Psychology Theory proposed by Alfred Adler. This study adopts a qualitative and descriptive approach. The research data consist of screenshots and dialogues taken from the film Josee to Tora to Sakana-tachi as the primary data source. The data collection technique employed is non-participant observation. The results of this study reveal that the form of superiority exhibited by Josee in the anime can be observed through the key principles of Alfred Adler's theory, namely inferiority and compensation, fictional finalism, striving for superiority or success, social interest, lifestyle, and the creative self. In conclusion, the form of superiority demonstrated by Josee is her struggle to achieve personal superiority (striving for superiority). The data indicate that Josee is able to achieve her superiority with the help of Tsuneo and those around her, overcoming her sense of inferiority by compensating for her weaknesses and showcasing her potential.
4330646801C1A021006Analisis Sensitivitas Permintaan Uang Kartal: Estimasi Shadow Economy Pasca Tax Amnesty di IndonesiaDalam beberapa tahun terakhir, target penerimaan pajak di Indonesia secara konsisten tidak mencapai target yang telah ditetapkan, sebagian besar disebabkan oleh banyaknya aktivitas shadow economy yang bertujuan untuk menghindari pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sensitivitas permintaan uang tunai sebagai metode untuk mengestimasi shadow economy di 34 provinsi di Indonesia pada periode pasca amnesti pajak tahun 2016-2022, serta mengevaluasi dampaknya terhadap potensi kehilangan pajak. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel yang diestimasi menggunakan Random Effect Model. Shadow economy diukur dengan menggunakan model pendekatan moneter, berdasarkan sensitivitas permintaan uang tunai. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah
jumlah permintaan uang kartal dan potensi pajak, sedangkan variabel independen meliputi beban pajak, tingkat inflasi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), inovasi keuangan dan teknologi yang diwakili oleh penggunaan internet untuk tujuan keuangan, dan shadow economy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban pajak, inflasi, dan inovasi keuangan dan teknologi tidak berpengaruh
terhadap permintaan uang kartal, sedangkan pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap permintaan uang kartal. Lebih lanjut, shadow economy terbukti secara signifikan mempengaruhi potensi kerugian pajak. Studi ini menunjukkan bahwa di 34 provinsi di Indonesia, shadow economy rata-rata sebesar Rp 292,152 miliar dengan potensi kehilangan pajak rata-rata sebesar Rp 35,306 miliar.
In recent years, tax revenue targets in Indonesia consistently fail to meet the set goals, largely due to extensive shadow economy activities aimed at tax evasion. This study aims to measure the sensitivity of cash demand as a method for estimating the shadow economy across 34 provinces in Indonesia during the post-tax amnesty period from 2016 to 2022 and to evaluate its impact on potential tax losses. The methodology employed in this research is quantitative analysis using a panel data regression approach, estimated through the Random Effect Model. The shadow economy is measured using a monetary approach model, based on the sensitivity of demand for cash. The dependent variables in this study are the total demand for currency and potential taxes, while the independent variables include tax burden, inflation rate, Gross Regional Domestic Product (GRDP), financial and technological innovation represented by the use of the internet for financial purposes, and the shadow economy. The results indicate that tax burden, inflation, and financial and technological innovations do not significantly affect cash demand, while income has a significant positive impact on cash demand. Furthermore, the shadow economy is shown to have a significant impact on potential tax losses. The study reveals that, across 34 provinces in Indonesia, the shadow economy averages IDR 292.152 billion, with an average potential tax loss of IDR 35.306 billion.
4330746679J1C020037Konsep Uchi-Soto: Penetrasi Sosial Mahasiswa Magang (Studi Kasus Mahasiswa Magang di Hotel Nidom Classic Course Tahun 2023)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetrasi sosial yang terjadi antara
mahasiswa magang periode April-Desember 2023 dengan pekerja tetap Hotel Nidom
Classic Course dan kesadaran pekerja tetap Hotel Nidom Classic Course terhadap
konsep uchi-soto. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan
melakukan wawancara terhadap tiga mahasiswa magang dari Indonesia dan tiga
pekerja tetap dari Jepang yang bekerja di Hotel Nidom Classic Course. Hasil penelitian
menunjukan bahwa penetrasi sosial yang terjadi antara mahasiswa magang dan pekerja
berkembang secara bertahap mulai dari komunikasi yang dangkal sampai berbagi
informasi pribadi. Mahasiswa magang diterima dalam lingkungan kerja bahkan salah
satu pekerja tetap menganggap bahwa mereka bagian dari uchi. Kesimpulannya,
komunikasi yang terbuka dan proses bertahap dalam berhubungan sosial dapat
membantu mengatasi batas-batas budaya dan memperkuat ikatan antara mahasiswa
magang dan pekerja tetap
This research aims to understand the social penetration that occurs between the internship students during the April-December 2023 period and the permanent employees of Hotel Nidom Classic Course, as well as the awareness of the permanent employees of Hotel Nidom Classic Course regarding the uchi-soto concept. This research employs a case study approach by conducting interviews with three Indonesian internship students and three Japanese permanent employees working at Hotel Nidom Classic Course. The results of the research show that social penetration between the internship students and the permanent employees gradually developed, starting from shallow communication to sharing personal information. The internship students were accepted into the work environment, with one permanent employee even considering them as part of the 'uchi'. In conclusion, open communication and a gradual process in social relations can help overcome cultural boundaries and strengthen the bonds between the internship students and permanent employees.
4330846680E1A020196ONLINE GAMBLING (Studi Perbandingan Regulasi di Indonesia, Malaysia, dan Singapura)Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam meningkatnya fenomena perjudian online. Perjudian online merupakan salah satu bentuk kejahatan siber yang kian marak terjadi di Indonesia, dengan berbagai dampak negatif bagi masyarakat seperti adiksi, kekerasan, dan pencucian uang. Meskipun regulasi pidana terkait perjudian online telah diatur dalam Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), kasus perjudian online semakin meningkat setiap tahunnya sehingga efektivitas hukum yang mengatur tentang perjudian online masih dipertanyakan. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan regulasi pidana terkait perjudian online di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, serta mengevaluasi efektivitas penerapan hukum pidana di Indonesia dalam menanggulangi fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode normatife empiris dengan pendekatan perbandingan hukum, yang didukung oleh data primer berupa wawancara dengan Bareskrim Polri dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, jurnal, artikel, dan laporan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi di Malaysia dan Singapura lebih komprehensif dan efektif dibandingkan dengan Indonesia, yang masih menghadapi berbagai kendala dalam penerapan hukum terkait perjudian online. Oleh karena itu, diperlukan revisi dan penyempurnaan regulasi pidana di Indonesia untuk meningkatkan efektivitas dalam menanggulangi tindak pidana perjudian online.The development of information and communication technology has had a significant impact on various aspects of life, including the increasing phenomenon of online gambling. Online gambling is a form of cybercrime that is increasingly rampant in Indonesia, with various negative impacts on society such as addiction, violence, and money laundering. Although criminal regulations related to online gambling have been regulated in Article 27 paragraph (2) of the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), cases of online gambling are increasing every year so that the effectiveness of the law governing online gambling is still questionable. This thesis aims to analyze and compare criminal regulations related to online gambling in Indonesia, Malaysia, and Singapore, and to evaluate the effectiveness of the application of criminal law in Indonesia in dealing with this phenomenon. This study uses a normative empiriical method with a comparative legal approach, supported by primary data in the form of interview with Bareskrim Polri, and secondary data in the form of laws and regulations, journals, articles, and case reports. The results of the study show that regulations in Malaysia and Singapore are more comprehensive and effective compared to Indonesia, which still faces various obstacles in implementing laws related to online gambling. Therefore, it is necessary to revise and improve criminal regulations in Indonesia to increase effectiveness in dealing with online gambling crimes.
4330946681J1A020007Translation Technique and Accuracy of Fashion-Related Terms in the Bazaar Magazine
Ghany, Fera. 2024. Translation Technique and Accuracy of Fashion-Related Terms of Bazaar Magazine.Skripsi. Program Studi Sastra Inggris. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing 1: Hanifa Pascarina, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li. Penguji Eksternal: Ambhita Dhyaningrum, S.S., M.Hum.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis istilah yang berhubungan dengan mode dalam majalah Bazaar beserta teknik penerjemahan dan tingkat keakuratannya. Analisis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori jenis istilah yang berhubungan dengan mode oleh Gormandi White (2020), teori teknik translasi oleh Molina dan Albir (2002), teori keakuratan oleh Nababan (2012). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti menemukan 85 data istilah yang berhubungan dengan mode dalam artikel-artikel majalah Bazaar yang terdiri dari tipe pakaian (34%), tipe gaya (11,80%), tipe desain (22,30%), dan lain-lain (31,80%). Terdapat 12 tipe teknik translasi yang digunakan dalah menerjemahkan istilah yang berhubungan dengan mode dalam artikel- artikel majalah Bazaar terdiri dari padanan lazim (44,70%), pinjaman murni (24,7%), kreasi diskursif (7%), pinjalaman yang dinaturalkan (5,8%), adaptasi (4,7%), kalke (3,50 %), generalisasi (2,35%), amplifikasi (2,35%), kompensasi (1%), kompresi linguistik (1%), and variasi (1%). Hasil dari kuesioner dari 3 responden memperlihatkan bahwa 94% dari total istilah yang berhubungan dengan mode dalam majalah Bazaar di terjemahkan secara akurat dan 5,80% tidak terlalu akurat.
Temuan dari penelitian ini adalah, tipe istilah yang berhubungan dengan mode secara signifikan tidak mempengaruhi keakuratan penerjemahan. Alih- alih pilihan Teknik penerjemahan lah yang berperan penting dalam menentukan keakuratan. Dan dapat kita simpulkan bahwa istilah-istilah yang berhubungan dengan mode dalam BSu dan BSa cukup mirip, ini dibuktikan oleh banyaknya penggunaan tenik penerjemahan padanan lazim.



Ghany, Fera. 2024. Translation Technique and Accuracy of Fashion-Related Terms of Bazaar Magazine. Thesis. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Supervisor 1: Hanifa Pascarina, S.S., M.Hum. Supervisor 2: Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li. External Examiner: Ambhita Dhyaningrum, S.S., M.Hum.

This research aimed to analyze the type of fashion-related terms in Bazaar magazine’s articles along with this translation technique and accuracy level. The analysis of this research was conducted by using the fashion-related terms types by Gormandi White (2020), translation technique theory by Molina and Albir (2002), and the accuracy theory by Nababan (2012). This research applied a descriptive qualitative method. The researcher found 85 data of fashion-related terms in Bazaar magazine’s articles consisting of Clothing type (34%), Style type (11,80%), Design type (22,30%), and others (31,80%). There are 12 types of translation techniques used to translate the fashion-related terms found in Bazaar magazine’s articles consisting of established equivalence (44,70%), pure borrowing (24,7%), discursive creation (7%), naturalized borrowing (5,8%), adaptation (4,7%), calque (3,50 %), generalization (2,35%), amplification (2,35%), compensation (1%), linguistic compression (1%), and variation (1%). The results of the questionnaire from 3 assessors show that 94% of the total fashion-related terms of Bazaar magazine are translated accurately, and 5,80% of them are less accurate. The finding of this study is that the type of fashion-related terms does not significantly influence the accuracy of translations. Instead, it is the choice of translation technique that plays a role in determining the accuracy. And we can conclude that fashion-related terms of the SL and the TL are quite similar This is supported by the large use of the established equivalence technique.



4331046682J1A020050An Analysis on Cultural Terms Translation in the Achievements Menu of
“Honkai: Star Rail”
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi istilah-istilah budaya yang terdapat di dalam menu pencapaian Honkai: Star Rail dan menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan untuk menyampaikan istilah-istilah budaya dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menjelaskan hasil dari analisis. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan beberapa langkah. Diantaranya mengamati, mengumpulkan, mengidentifikasi, dan menganalisis menggunakan teori pengkategorian istilah-istilah budaya dari Newmark dan strategi penerjemah dari Vinay dan Darbelnet. Data yang dikumpulkan berasal dari menu pencapaian Honkai: Star Rail. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada 52 istilah budaya di dalam menu pencapaian Honkai: Star Rail, dikategorikan sebagai berikut: 25 istilah budaya (48.1%) untuk kategori budaya sosial, 13 istilah budaya (25%) untuk karegori politik dan organisasi sosial, 6 istilah budaya (11.5%) untuk kategori ekologi, 4 istilah budaya (7.7%) untuk kategori budaya material, dan 4 istilah budaya (7.7%) untuk kategori bahasa tubuh dan kebiasaan. Tujuh strategi penerjemahan yang digunakan adalah peminjaman, kalke, penerjemahan literal, transposisi, modulasi, padanan setara, dan adaptasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi peminjaman adalah strategi yang paling sering digunakan untuk menerjemahkan istilah budaya dalam menu pencapaian video gim.This research aims to identify cultural terms found in the achievements menu of Honkai: Star Rail and analyze the translation strategies used to deliver those cultural terms from English into Indonesian. This research used a descriptive qualitative approach to explain the results of the analysis. In collecting the data, the writer used several steps. Those are observing, collecting, identifying, and analyzing by using Newmark’s cultural terms category and Vinay and Darbelnet’s translation strategy theory. The data was collected from the achievements menu of the Honkai: Star Rail. The analysis revealed 52 cultural terms, categorized as follows: 25 terms (48.1%) to social culture, 13 terms (25%) to political and social organizations, 6 terms (11.5%) are related to ecology, 4 terms (7.7%) to material culture, and 4 terms (7.7%) to gestures and habits. There are seven strategies of translation, those are borrowing, calque, literal translation, transposition, modulation, equivalence, and adaptation. The result shows that borrowing is the most used in translating cultural terms in the achievements menu of the video game.
4331146535J1E019019VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS’ PERCEPTIONS IN THE
USE OF CODE-SWITCHING IN ENGLISH LEARNING
(A Descriptive Study of the Students in the Eleventh Grade of SMKN 1 Banyumas in the Academic Year 2023/2024)
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi siswa tentang alih kode di kelas dan alasan mengapa guru menggunakan pengajaran bahasa Inggris alih kode. Penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan kondisi nyata praktik alih kode di kelas. Subjek penelitian dari penelitian ini adalah 35 siswa dari kelas XI TJKT 1 SMKN 1 Banyumas dan guru bahasa Inggris yang mengajar kelas XI TJKT 1 SMKN 1 Banyumas. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskripsi kualitatif, penelitian ini berusaha untuk menggambarkan sepenuhnya persepsi mereka tentang penggunaan alih kode di kelas bahasa Inggris. Kuesioner dibagikan kepada 35 siswa XI TJKT 1 SMKN Banyumas untuk mengetahui persepsi mereka tentang penggunaan alih kode di kelas bahasa Inggris. Wawancara dilakukan dengan 3 siswa yang telah dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, wawancara ini dilakukan untuk mendukung temuan dari kuesioner. Peneliti juga mewawancarai guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas XI TJKT 1 SMKN 1 Banyumas untuk mengetahui alasan mengapa ia menggunakan alih kode ketika mengajar Bahasa Inggris. Peneliti juga melakukan observasi non-partisipan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari penggunaan alih kode di kelas XI TJKT 1 Banyumas. Analisis deskriptif dilakukan untuk menganalisis temuan data dari kuesioner dan observasi. Temuan data dari kuesioner menghasilkan temuan bahwa 34 dari 35 siswa setuju bahwa penggunaan alih kode di kelas Bahasa Inggris membuat pembelajaran Bahasa Inggris lebih efektif. Semua siswa juga memiliki persepsi positif terhadap penggunaan alih kode di kelas Bahasa Inggris karena alih kode bermanfaat, hal ini berdasarkan hasil wawancara. Menurut hasil observasi, penggunaan alih kode di kelas XI TJKT 1 sering terjadi. Alasan mengapa alih kode sering terjadi di kelas Bahasa Inggris karena alih kode membantu siswa lebih memahami materi, membuat pembelajaran lebih efektif, mengatur kelas dan meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini diungkapkan oleh guru Bahasa Inggris selama wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peserta memiliki persepsi positif terhadap penggunaan alih kode dalam kelas bahasa Inggris. Selain itu, alih kode sering terjadi di kelas bahasa Inggris. Peserta disarankan untuk berlatih menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.This study aims to investigate students’ perceptions of code-switching in class and the reasons why teachers use code-switching English teaching. This study also aims to discover the real condition of code-switching practice in the classroom. The research subjects of this study are 35 students from class XI TJKT 1 SMKN1 Banyumas and the English teacher who teaches class XI TJKT 1 SMKN 1 Banyumas. The research method used by the researcher is qualitative description, this research seeks to fully describes their perception of the use of code-switching in English classes. Questionnaire were distributed to 35 students of XI TJKT 1 SMKN Banyumas to find out their perceptions of the use of code-switching in English classes. Interviews were conducted with 3 students who had been selected based on predetermined criteria, this interview were conducted to support the findings from the questionnaire. The researcher also interviewed the English teacher who teaches in class XI TJKT 1 SMKN 1 Banyumas to find out the reasons why she used code-switching when teaching English. The researcher also conducted non-participant observation to find out the real condition of the use of code-switching in class XI TJKT 1 Banyumas. Descriptive analysis undertaken to analyse the data findings from questionnaire and observation. The data finding from questionnaire resulted in the finding that 34 out of 35 students agreed that the use of code-switching in English classes made English learning more effective. All students also have a positive perception of the use of code-switching in English class because code-switching is beneficial, this is based on the results of the interview. According the observation, the use of code-switching in class XI TJKT 1 often occurs. The reasons why code-switching often occurs in English classes because code-switching helps students better understand the material, make learning more effective, organizes the class and improves students learning outcomes, this was revealed by the English teacher during the interview. The findings of this study indicated that the participants have positive perceptions towards the use of code-switching in English classes. Also, code-switching often happens in English classes. Participants are advised to practice using English in their daily life.
4331246684E1A020016ANALISIS YURIDIS PERTIMBANGAN HAKIM MENGABULKAN PERMOHONAN GANTI KELAMIN (Studi Penetapan Nomor .5/Pdt.P/2024/Pn Bms)Transeksual adalah sebuah kecenderungan untuk mengganti kelamin karena merasa bahwa identitas gendernya berlawanan dengan kondisi biologis yang dimilikinya. Hukum Indonesia belum memiliki Undang-Undang yang secara eksplisit mengatur tentang prosedur pergantian kelamin. Hal ini menimbulkan banyak masalah bagi individu transeksual, terutama terkait dengan pengakuan hukum identitas gender mereka. Penelitian terhadap Penetapan Nomor. 5/Pdt. P/2024/Pn Bms bertujuan untuk mengetahui mengenai pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan pergantian kelamin serta mengetahui akibat hukum terhadap dikabulkannya permohonan pergantian kelamin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif, dan sumber datanya adalah sekunder. Berdasarkan hasil penelitian pada penetapan Nomor 5/Pdt.P/2024/PN Bms, bahwa pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan pergantian kelamin hanya berdasarkan fakta Pemohon telah mengubah bentuk kelamin Pemohon agar membuat Pemohon terhidar dari gangguan identitas gender (Gender identity disorder). Akibat hukum dikabulkannya permohonan pergantian jenis kelamin juga berdampak pada status keperdataan Pemohon, keabsahan suatu perkawinan, dan dalam hal pembagian pewarisan itu sendiri.Transsexual is a tendency to change sex because they feel that their gender identity is opposite to their biological condition. Indonesian law does not yet have a law that explicitly regulates sex reassignment procedures. This poses many problems for transsexual individuals, especially related to the legal recognition of their gender identity. Research on Stipulation Number. 5/Pdt. P/2024/Pn Bms aims to find out about the judge's consideration in granting the application for gender reassignment and to find out the legal consequences of the granting of the application for gender reassignment. This research uses the Normative Juridical research method, with prescriptive research specifications, and the data source is secondary. Based on the results of research on the determination of Number 5/Pdt.P/2024/PN Bms, that the judge's consideration in granting the application for gender reassignment is only based on the fact that the Applicant has changed the sex of the Applicant in order to make the Applicant avoid gender identity disorder. The legal consequences of granting the application for gender reassignment also have an impact on the civil status of the Applicant, the validity of a marriage, and in terms of the division of inheritance itself.
4331346687E1A020200KEBIJAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP
PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENCABULAN (INSES)
DALAM PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA
Inses merupakan kejahatan asusila yang ditentang oleh masyarakat sesuai dengan
hukum yang berlaku. Saat ini, peraturan mengenai inses dalam KUHP dapat dilihat
dari pasal yang relevan dengan inses yaitu jika perbuatan cabul tersebut dilakukan
terhadap anak, anak tiri, atau orang yang belum dewasa atau di bawah umur sebagai
korban perbuatan cabul dari orang tuanya, sebagaimana diatur dalam Pasal 294 ayat
(1) Kitab Undang- Undang Hukum Pidana. Sementara faktanya, banyak kasus inses
di Indonesia yang tidak hanya melibatkan antara orangtua dengan anaknya.
Ketentuan pidana dalam KUHP perlu diperbaharui agar dapat mencegah terjadinya
kejahatan inses. Hal tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan peraturan yang
sesuai dengan kondisi yang ada. Penelitian ini membahas bagaimana urgensi
kebijakan hukum pidana mengenai tindak pidana inses di Indonesia dan bagaimana
kebijakan hukum pidana terhadap penanggulangan tindak pidana inses dalam
KUHP baru di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis
normatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa studi
kepustakaan. Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa KUHP saat ini tidak secara spesifik mengatur tindak pidana
inses dengan jelas, menyebabkan kekosongan norma dalam menentukan unsur-
unsur inses, subjek inses, dan ancaman pidana yang relevan. Inses
masih dikategorikan dalam perbuatan cabul, sehingga mempengaruhi ancaman
pidananya. Inses masih dibatasi antara orang tua dengan anaknya
saja, sehingga perlu diperluas antara saudara kandung satu sama lain, kakek, paman,
dan sebagainya.
Incest is a crime against morality that is opposed by society in accordance with
applicable laws. Currently, the regulations regarding incest in the Penal Code can
be seen in the relevant articles, particularly when the immoral act is committed
against a child, stepchild, or an individual who is underage as a victim of immoral
acts by their parent, as outlined in Article 294, paragraph (1) of the Indonesian Penal
Code. However, many incest cases in Indonesia involve not only parents and their
children. The penal provisions in the Penal Code need to be updated to prevent
incest crimes, as an effort to create regulations that align with existing conditions.
This research discusses the urgency of criminal law policies regarding incest crimes
in Indonesia and how criminal law policies can address incest offenses in the new
Penal Code. This study employs a normative juridical approach, using secondary
data from literature studies. The data analysis technique is qualitative descriptive.
The study concludes that the current Penal Code does not specifically and clearly
regulate incest offenses, leading to a normative vacuum in determining the elements
of incest, the subjects involved, and relevant criminal penalties. Incest are
still categorized under immoral acts, affecting the severity of penalties. Currently,
incest are limited to parent-child relationships, thus necessitating an
expansion to include siblings, grandparents, uncles, and others.
4331446700H1D019049Sistem Informasi Geografis Penilaian Risiko Gempa Bumi Menggunakan Algoritma K-Means dan MEVN Stack Studi Kasus Wilayah IndonesiaIndonesia terletak di wilayah seismik yang sangat aktif, dikenal sebagai ring of fire. Hal ini menjadikan wilayah Indonesia sering kali mengalami gempa bumi. Penilaian risiko gempa bumi berfungsi untuk mengelompokkan tingkat bahaya dari gempa bumi berdasarkan efek yang ditimbulkannya. Penilaian risiko gempa bumi dapat dilakukan menggunakan metode clustering. Clustering adalah proses pengelompokan suatu pola yang belum memiliki label dan dilakukan tanpa pengawasan menjadi sebuah kelompok yang memiliki karakteristik tertentu. Algoritma yang digunakan untuk clustering pada penelitian ini adalah algoritma K-Means. Algoritma ini memungkinkan data dikelompokkan ke dalam cluster sehingga data yang memiliki kemiripan berada pada satu cluster yang sama. Model clustering K-Means dikembangkan dengan menggunakan atribut magnitudo dan kedalaman gempa. Model ini berhasil diimplementasikan dan menghasilkan 15 cluster sebagai jumlah cluster terbaik. Hasil clustering yang didapat dari model yang dibuat selanjutnya diimplementasikan di dalam Sistem Informasi Geografis menggunakan MEVN Stack. MEVN Stack merupakan gabungan dari kerangka kerja dan database yang terdiri dari MongoDB, Express.js, Vue.js dan Node.js. Sistem ini dapat mengidentifikasi daerah rawan gempa bumi dengan menyajikan informasi dalam bentuk heatmap yang ditampilkan pada peta. Setiap heatmap dapat memperlihatkan statistik yang dilengkapi dengan informasi sejarah gempa bumi yang berpengaruh di area tersebut. Selain itu, sistem ini memungkinkan pengguna untuk mengukur risiko gempa bumi melalui fitur Risk Map, di mana pengguna dapat memilih titik pada peta untuk melihat tingkat risiko gempa bumi pada titik yang dipilih oleh pengguna.Indonesia is located in a very active seismic region, known as the ring of fire. Earthquake risk assessment serves to categorize the level of hazard from earthquakes based on their effects. Earthquake risk assessment can be done using the clustering method. Clustering is the process of grouping a pattern that does not yet have a label and is done without supervision into a group that has certain characteristics. The algorithm used for clustering in this research is the K-Means algorithm. This algorithm allows data to be grouped into clusters so that data that have similarities are in the same cluster. The K-Means clustering model was developed using the magnitude and depth attributes of the earthquake. The model was successfully implemented and produced 15 clusters as the best number of clusters. The clustering results obtained from the model were then implemented in the Geographic Information System using MEVN Stack. MEVN Stack is a combination of framework and database consisting of MongoDB, Express.js, Vue.js and Node.js. This system can identify earthquake-prone areas by presenting information in the form of heatmaps displayed on a map. Each heatmap can show statistics complemented by historical information on earthquakes that have affected the area. In addition, the system allows users to measure earthquake risk through the Risk Map feature, where users can select a point on the map to see the level of earthquake risk at the point selected by the user.
4331546685H1D020067PENINGKATAN KEAMANAN DOKUMEN LEGALISIR IJAZAH DENGAN PENGUJIAN KEASLIAN MENGGUNAKAN FINGERPRINT, STEGANOGRAPHY, TEKNOLOGI OCR, DAN QR CODEPemalsuan dokumen legalisir ijazah merupakan masalah serius yang dapat merugikan institusi pendidikan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap keabsahan dokumen tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengembangkan sistem yang efisien untuk menjamin keaslian dan integritas dokumen legalisir ijazah. Metode yang digunakan mencakup pengumpulan data, desain sistem, implementasi, dan pengujian. Teknologi Optical Character Recognition (OCR) diterapkan untuk mengekstrak informasi dari dokumen ijazah dalam format gambar, yang kemudian diproses menggunakan algoritma Secure Hash Algorithm (SHA-256) untuk menghasilkan sidik jari digital. Data hash ini disisipkan ke dalam gambar ijazah melalui teknik steganografi Least Significant Bit (LSB), sehingga tampilan visual dokumen tetap terjaga. Selain itu, QR Code dihasilkan untuk mempermudah verifikasi keaslian dokumen melalui pemindaian. Hasil pengujian dengan metode blackbox menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menjaga keaslian dokumen legalisir ijazah dengan tingkat akurasi tinggi dan distorsi visual minimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pencegahan pemalsuan dokumen ijazah dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap keabsahan dokumen tersebut.The forgery of legalized diploma documents is a serious issue that can harm educational institutions and diminish public trust in the validity of such documents. To address this problem, this research develops an efficient system to ensure the authenticity and integrity of legalized diploma documents. The methods employed include data collection, system design, implementation, and testing. Optical Character Recognition (OCR) technology is utilized to extract information from diploma documents in image format, which is then processed using the Secure Hash Algorithm (SHA-256) to generate a digital fingerprint. This hash data is embedded into the diploma image using the Least Significant Bit (LSB) steganography technique, ensuring that the visual appearance of the document remains intact. Additionally, a QR code is generated to facilitate the verification of the document's authenticity through scanning. Testing results using the black-box method demonstrate that the developed system is capable of maintaining the authenticity of legalized diploma documents with a high level of accuracy and minimal visual distortion. This research is expected to make a significant contribution to preventing diploma document forgery and enhancing public trust in the validity of these documents.
4331646688J1C020023ANALISIS FILM "LITTLE FOREST" MENGENAI KONSEP MONO NO AWARE DALAM MAKANAN JEPANG BERDASARKAN MUSIMABSTRAK
Penelitian ini mengkaji keterikatan antara makanan musiman Jepang dengan konsep Mono no Aware, yang mengacu pada kesadaran akan keindahan dalam kefanaan dunia, sebagaiaman yang tercermin dalam film “Little Forest : Summer and Autumn” dan “Little Forest : Winter and Spring”. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis potongan gambar dan narasi dari kedua film untuk memahami bagaimana keindahan budaya Jepang tercermin dalam makanan setiap musim. Hasil penelitian mengidentifikasikan empat belas data terkait makanan musiman yang mengandung untuk Mono no Aware: dua data dari makanan musim panas, empat data dari makanan musim gugur, empat data dari makanan musim dingin, dan empat data dari makanan musim semi. Temuan ini menunjukkan bahwa film-film tersebut tidak hanya menampilkan keindahan perubahan musim, tetapi juga menggambarkan hubungan erat antara Mono no Aware dan makanan musiman di Jepang.
Kata Kunci : film, budaya Jepang, Mono no Aware, musim, makanan

ABSTRACT

This research examines the relationship between Japanese seasonal food and the concept of Mono no Aware, which refers to the awareness of beauty in the transience of the world, as reflected in the films "Little Forest: Summer and Autumn" and "Little Forest: Winter and Spring". Using a qualitative descriptive method, this study analyzed the cut images and narratives from both films to understand how the beauty of Japanese culture is reflected in the food of each season. The results identified fourteen seasonal food-related data containing Mono no Aware elements: two data from summer food, four from fall, four from winter, and four from spring. The findings suggest that the films not only showcase the beauty of the changing seasons, but also illustrate the close relationship between Mono no Aware and seasonal foods in Japan.
Keywords: film, Japanese culture, Mono no Aware, seasons, food
4331746689J1B020052Perundungan pada Tokoh Meira dalam Novel Imperfect Karya Meira AnastasiaPerundungan adalah bentuk pelanggaran etik dasar dan hak asasi manusia yang berdampak buruk terhadap pelaku, korban dan juga lingkungan sekitar. Di Indonesia, angka perundungan ini cukup tinggi. Pe.rundungan dapat menimbulkan dampak yang se.rius pada kondisi psikis korban. Bahkan, perundungan juga dapat mempengaruhi perubahan perilaku korban. Tindak perundungan dan perubahan perilaku pada korban juga dapat dilihat pada novel Imperfect karya Meira Anastasia. Perubahan perilaku tokoh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori Psikodinamik. Hasil analisis dalam penelitian ini diantaranya: (1) Bentuk perundungan dalam novel Imperfect karya Meira Anastasia, yaitu perundungan verbal, perundungan relasional, dan perundungan siber (cyber bullying); dan (2) Perubahan perilaku tokoh Meira dalam novel Imperfect karya Meira Anastasia.Bullying is a form of violation of basic ethics and human rights that has a negative impact on the perpetrator, victim and also the surrounding environment. In Indonesia, the rate of bullying is quite high. Bullying can have a serious impact on the psychological condition of the victim. In fact, bullying can also influence changes in the victim's behavior. Acts of bullying and changes in behavior in victims can also be seen in the novel Imperfect by Meira Anastasia. Changes in the behavior of the characters in this study were analyzed using Psychodinamic theory. The results of the analysis in this research include: (1) Forms of bullying in the novel Imperfect by Meira Anastasia, namely verbal bullying, relational bullying, and cyber bullying; and (2) Changes in the behavior of the character Meira in the novel Imperfect by Meira Anastasia.
4331846691E1A019136PEMBATALAN PENDAFTARAN MEREK KARENA PEMOHON BERIKTIKAD TIDAK BAIK BERDASARKAN UU NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS
(STUDI KASUS PADA PUTUSAN NOMOR 89/PDT.SUS-MEREK/2022/PN.NIAGA.JKT.PST)
PEMBATALAN PENDAFTARAN MEREK KARENA PEMOHON BERIKTIKAD TIDAK BAIK BERDASARKAN UU NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS
(STUDI KASUS PADA PUTUSAN NOMOR 89/PDT.SUS-MEREK/2022/PN. NIAGA.JKT.PST)

Oleh:
Zahra Farah Habibah
E1A019136

ABSTRAK
Merek sebagai bagian dari hak kekayaan intelektual berfungsi sebagai identitas dan pembeda dalam perdagangan yang dilindungi oleh undang-undang. Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2016, merek dapat dibatalkan jika memiliki persamaan dengan merek lain, terdaftar dengan iktikad tidak baik, atau bertentangan dengan ideologi negara. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pembatalan pendaftaran suatu merek dan akibat hukumnya berdasarkan Undang-Undang No. 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis pada Putusan Nomor 89/Pdt.Sus-Merek/2022/PN. Niaga.Jkt.Pst.
Penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian berupa studi kepustakaan yang disajikan dengan uraian dalam bentuk teks naratif serta menggunakan metode analisis data normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam Putusan Nomor 89/Pdt.Sus-Merek/2022/PN. Niaga.Jkt.Pst. menunjukkan Caroline Natalia Sofyan Tjahyana merupakan pemegang hak khusus merek dagang Baby Care. Akibat hukum yang ditimbulkan adalah merek dagang milik Hangzhou Babycare Industrial dinyatakan batal pendaftaran mereknya. Pembatalan merek mengakibatkan berakhirnya perlindungan hukum dan hak atas merek Tergugat.
CANCELLATION OF TRADEMARK REGISTRATION DUE TO BAD FAITH APPLICANT BASED ON LAW NUMBER 20 OF 2016 CONCERNINGTRADEMARKS AND GEOGRAPHICAL INDICATIONS (Case Study of Decision Number 89/Pdt.Sus-Merek/2022/PN. Niaga.Jkt.Pst)
By:
Zahra Farah Habibah
E1A019136
ABSTRACT
Trademark as part of intellectual property rights serves as an identity and differentiator in trade that is protected by law. Based on Law Number 20 of 2016, a trademark can be canceled if it has similarities with other trademarks, registered in bad faith, or contrary to state ideology. The purpose of this research is to find out how the cancellation of registration of a trademark and its legal consequences based on Law No. 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications in Decision Number 89/Pdt.Sus-Merek/2022/PN. Niaga.Jkt.Pst.
This research uses a normative juridical approach method with descriptive analysis research specifications. The data source used is secondary data. The data collection method in the research is in the form of literature study which is presented with a description in the form of narrative text and uses a qualitative normative data analysis method.
Based on the results of research and discussion in Decision Number 89/Pdt.Sus-Merek/2022/PN. Niaga.Jkt.Pst. shows that Caroline Natalia Sofyan Tjahyana is a special rights holder of the Baby Care trademark. The legal effect is that the trademark owned by Hangzhou Babycare Industrial is declared canceled trademark registration. The cancellation of the trademark resulted in the end of legal protection and rights to the Defendant's trademark.
4331946806C1A020055Pengaruh Variabel Ekonomi dan Non-Ekonomi terhadap Indeks Kebahagiaan Masyarakat IndonesiaPenelitian ini menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) terhadap Indeks Kebahagiaan masyarakat Indonesia serta menganalisis variabel yang paling berpengaruh. Latar belakang penelitian ini berawal dari perbedaan konsep kesejahteraan dan kebahagiaan serta stagnannya peringkat Indeks Kebahagiaan Indonesia di dunia, yang berada di posisi keenam di ASEAN selama lima tahun terakhir (2020–2024), meskipun terdapat tren peningkatan secara nasional. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk data panel tahun 2017 dan 2021 dengan metode analisis regresi data panel dan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMP, IPM, dan IDI secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Indeks Kebahagiaan. Secara parsial, UMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Kebahagiaan, sedangkan IPM dan IDI tidak berpengaruh signifikan. Variabel yang paling berpengaruh terhadap Indeks Kebahagiaan adalah UMP. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya optimalisasi peran dewan pengupahan di tingkat provinsi untuk menetapkan UMP yang adil dan sesuai dengan kondisi ekonomi setempat, dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan indeks tertentu.This study analyzes the influence of the Provincial Minimum Wage (UMP), the Human Development Index (HDI), and the Indonesian Democracy Index (IDI) on the Happiness Index of the Indonesian population, as well as identifying the most influential variable. The background of this research stems from the differences in the concepts of welfare and happiness and the stagnant position of Indonesia's Happiness Index in the world, ranking sixth among ASEAN countries over the past five years (2020–2024), despite a national trend of improvement. This research utilizes secondary data in the form of panel data for the years 2017 and 2021, analyzed using panel data regression with the Random Effect Model (REM) approach. The results show that UMP, HDI, and IDI collectively have a significant effect on the Happiness Index. Partially, UMP has a positive and significant effect on the Happiness Index, while HDI and IDI have no significant effect. The variable with the most significant influence on the Happiness Index is UMP. The implication of this study emphasizes the need to optimize the role of provincial wage boards in setting fair and economically appropriate UMP, considering economic growth and specific indices.
4332047300D1A020150POLA KONSUMSI DAGING SAPI TINGKAT RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi daging sapi dan faktorfaktor yang mempengaruhi pola konsumsi daging sapi di Kabupaten Banyumas Penelitian
diambil menggunakan teknik Purposive sampling dan Accidental sampling dengan jumlah
responden 65. Penelitian ini bersifat non eksperimental menggunakan analisis regresi linier
berganda dengan variabel bebas harga daging sapi, harga daging ayam, harga telur ayam,
pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, usia dan frekuensi pembelian terhadap
variabel terikat jumlah konsumsi daging sapi. Berdasarkan hasil penelitian jumlah konsumsi
daging sapi di Kabupaten Banyumas tingkat rumah tangga 1,2kg/bulan dan masing masing
orang 0,3kg/bulan menggunakan regresi linier berganda Y = 6,48 - 0,038 X1 – 0,059 X2 –
0,021 X3 + 4,43 X4 + 0,088 X5 + 0,001 X6 + 0,013 X7 + 0,16 X7 dengan koefisien determinan
antar variabel terhadap Y sebesar 0,44. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor - faktor
yang berpengaruh sangat nyata terhadap pola konsumsi daging sapi di Kabupaten
Banyumas adalah harga daging sapi dan pendidikan. Harga daging sapi dan pendidikan
berpengaruh sangat nyata pada tingkat kepercayaan 99%. Koefisien harga daging sapi
sebesar -0,038 menujukkan bahwa ada hubungan negatif dengan jumlah konsumsi daging
sapi. Elastisitas harga daging sapi sebesar 3,94% menunjukkan bahwa konsumsi daging sapi
bersifat elastis. Koefisien regresi pendidikan sebesar 0,088 menunjukkan bahwa pendidikan
ada hubungan positif dengan jumlah konsumsi daging sapi.
This research examined the consumption patterns of beef and the factors that
influence beef consumption patterns in the Banyumas Regency. The research used
purposive sampling and accidental sampling techniques with 65 respondents, This research
is non-experimental multiple linear regression approach. The independent variables (X)
include the price of beef, the price of chicken, the price of eggs, income, education, number
of family members, age, and frequency of purchase, while the dependent variable (Y) is the
amount of beef consumption. Based on the research results using multiple linear
regression, the amount of beef consumption in Banyumas district at household level is
1.2kg/month and 0.3kg/month for each person. The equation is Y = 6,48 – 0,038 X1 – 0,059
X2 –0,021 X3 + 4,43 X4 + 0,088 X5 + 0,001 X6 + 0,013 X7 + 0,16 X7, with a coefficient of
determination between the variables and Y is 0.44. The results of the analysis show that
the factors that have a very significant influence on beef consumption patterns in Banyumas
Regency are beef prices and education. Beef prices and education have a very significant
effect at a 99% confidence level. The beef price coefficient of -0.038 shows that there is a
negative relationship with the amount of beef consumed. The price elasticity of beef is 3,94%, indicating that beef consumption is elastic. The education regression coefficient of
0.088 indicates that education has a positive relationship with beef consumption.