Artikelilmiahs

Menampilkan 43.141-43.160 dari 48.832 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4314146516C1I020006The Effect of ESG Disclosure on Financial Performance of Coal Subsector Companies in 2018-2022: Using Du Pont AnalysisPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan ESG terhadap metrik kinerja keuangan, termasuk ROE, ROA, Equity Multiplier, Net Profit Margin, dan Total Asset Turnover. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif yang melibatkan pengujian hipotesis untuk mengeksplorasi hubungan di antara variabel-variabel tersebut. Penelitian ini didasarkan pada data sekunder, khususnya laporan keuangan dan basis data Bloomberg. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih sampel dari perusahaan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2018-2022. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analisis Regresi, menggunakan Eviews 13 dan Microsoft Excel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG tidak secara signifikan mempengaruhi ROE, ROA, Equity Multiplier, atau Net Profit Margin. Namun, hal itu berdampak positif pada Total Asset Turnover (TATO). Dalam hal variabel kontrol, ukuran perusahaan juga tidak mempengaruhi ROE, ROA, Equity Multiplier, atau Net Profit Margin, tetapi berdampak negatif pada TATO. Selain itu, analisis menggunakan kerangka kerja Du Pont menunjukkan penurunan ROE dan ROA selama tahun 2019 dan 2020 akibat dampak COVID-19, yang mengakibatkan perusahaan menambah utangnya pada tahun berikutnya untuk meningkatkan penjualan. Pada tahun 2021, tiga dari tujuh perusahaan mulai menerapkan strategi untuk mengurangi tingkat utangnya, yang mengarah pada perbaikan pada ROE, ROA, NPM, dan TATO. Sebaliknya, empat perusahaan yang tersisa menunda langkah-langkah pengurangan utangnya hingga tahun 2022.
This study seeks to examine the effects of ESG disclosure on financial performance metrics, including ROE, ROA, Equity Multiplier, Net Profit Margin, and Total Asset Turnover. It employs a quantitative methodology that involves hypothesis testing to explore the relationships among these variables. The research is based on secondary data, specifically financial reports and the Bloomberg database. A purposive sampling method was used to select samples from coal companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period of 2018-2022. Data analysis was conducted using Regression Analysis, utilizing Eviews 13 and Microsoft Excel.

The findings reveal that ESG disclosure does not significantly affect ROE, ROA, Equity Multiplier, or Net Profit Margin. However, it does have a positive impact on Total Asset Turnover (TATO). In terms of control variables, company size also does not influence ROE, ROA, Equity Multiplier, or Net Profit Margin, but it negatively affects TATO. Additionally, the analysis using the Du Pont framework indicates a decline in ROE and ROA during 2019 and 2020 due to the impact of COVID-19, which resulted in companies increasing their debt the following year to boost sales. By 2021, three out of seven companies began implementing strategies to reduce their debt levels, leading to improvements in ROE, ROA, NPM, and TATO. Conversely, the remaining four companies delayed their debt reduction measures until 2022.
4314246517J1B020032Pelanggaran Maksim Kerendahan Hati dalam Acara Clash of Champions pada Kanal Youtube Ruangguru (Kajian Sosiopragmatik)Penelitian ini berjudul “Pelanggaran Maksim Kerendahan Hati dalam Acara Clash of Champions pada Kanal Youtube Ruangguru (Kajian Sosiopragmatik)”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan data primer dan data sekunder. Data dalam penelitian ini yaitu tuturan yang terindikasi mengandung pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa berupa maksim kerendahan hati pada acara Clash of Champions dalam kanal Youtube Ruangguru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknk dasar sadap yang disertai teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) yang disertai daya pilah pragmatis. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode informal.The title of this study is "Violations of the Modesty Maxim in the Clash of Champions Program on Ruangguru’s YouTube Channel (A Sociopragmatic Study)." This research employs a descriptive qualitative approach, using both primary and secondary data. The data consists of utterances identified as containing violations of politeness principles, specifically the modesty maxim, in the Clash of Champions program on Ruangguru’s YouTube channel. The data collection method used is the observation method with a basic tapping technique, supplemented by advanced techniques such as non-participatory observation and note-taking. Data analysis in this study is conducted using a pragmatic matching method with the basic technique of determining component elements and pragmatic sorting capability. The results of the data analysis are presented using an informal method.
4314346518F1A020110Representasi Ketidakadilan Gender dalam Film Wedding Agreement Karya Archie Hekagery (2019)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidakadilan gender yang terjadi
pada film Wedding Agreement. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
deskriptif dengan pendekatan semiotika dari Charles S. Peirce dan menggunakan teori
relasi kuasa Michel Foucault untuk menganalisis ketidakadilan gender yang ada pada film.
Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah adegan-adegan pada film yang
merepresentasikan bentuk ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh utama
perempuan dan data sekunder yang digunakan yaitu melalui studi kepustakaan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa istri mengalami tiga bentuk ketidakadilan gender, yaitu:
subordinasi, beban ganda, dan kekerasan. Pada film Wedding Agreement, kekuasaan dalam
rumah tangga didominasi oleh suami, dimana suami dianggap sebagai kepala rumah tangga
yang memiliki derajat lebih tinggi, sebagai penentu, dan pembuat keputusan. Relasi yang
tidak setara antara suami dan istri dalam rumah tangga pada akhirnya menyebabkan
ketidakadilan gender kepada istri, yaitu keberadaan istri yang dirugikan. Selain itu,
ketidakadilan dalam film ini juga terjadi karena istri yang melanggengkan ketidakadilan
tersebut meskipun sang istri telah mengetahui bahwa dirinya mengalami ketidakadilan.
This research aims to describe the gender inequality that occurs in the film Wedding
Agreement. This research using a descriptive qualitative research method with a semiotic
approach from Charles S. Peirce and using Michel Foucault’s power relation theory to
analyze inequality gender in the film. The main data used in this research are scenes from
the film that represent the forms of gender inequality experienced by the female protagonist
and the secondary data used is through literature study. The results of this study indicate
that the wife experiences three forms of gender inequality, that is: subordination, double
burden, and psychological. In the film Wedding Agreement, power within the household is
dominated by the husband, who is regarded as the head of the household with a higher
status, serving as the decision-maker and determiner. The unequal relationship between
husband and wife in a household ultimately leads to gender injustice for the wife, resulting
in her being disadvantaged. Furthermore, the injustice in this film also occurs because the
wife perpetuates the injustice even though she knows what she is experiencing.
4314446519J1B020041Makna Kultural Istilah Sajen Kademangan Pada Upacara Adat Suran Mbah Demang (Kajian Etnolinguistik)Etnolinguistik adalah kajian ilmu yang mengkaji kaitannya dengan seluk beluk hubungan bahasa dan kebudayaan di masyarakat tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk satuan lingual istilah sajen dan mendeskripsikan makna kultural yang ada pada istilah sajen upacara adat Suran Mbah Demang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menyajikan hasil penelitian dengan apa adanya tanpa rekayasa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik sadap dan teknik simak bebas libat cakap dan metode cakap dengan teknik pancing dan teknik cakap bertemu muka. Selain itu juga digunakan teknik rekam dan catat untuk merekam dan menginventarisasi data dari bentuk lisan menjadi bentuk tulisan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual. Hasil penelitian ini, yaitu terdapat istilah sajen pada upacara adat Suran Mbah Demang yang memiliki makna kultural sesuai dengan keyakinan atau kepervayaan masyarakat penganut budayanya. Ethnolinguistics is a scientific study that examines the relationship between language and culture in a particular society. The purpose of this study is to describe the form of lingual units of the term sajen and describe the cultural meaning that exists in the term sajen of the Suran Mbah Demang traditional ceremony. This research uses descriptive qualitative method which aims to present the research results as they are without engineering. Data collection in this study used the listening method with tapping technique and free listening technique and the chirping method with fishing technique and face-to-face technique. In addition, recording and note-taking techniques were also used to record and inventory data from oral form into written form. Data analysis in this study used the intralingual pairing method and the extralingual pairing method. The results of this study, namely there are terms of offerings at the Suran Mbah Demang traditional ceremony which have cultural meanings in accordance with the beliefs or beliefs of the people who adhere to their culture.
4314546520H1A020041PERANCANGAN DAN ANALISIS RANGKAIAN PENGISIAN ULTRAFAST BATERAI KENDARAAN LISTRIK BERBASIS PENYEARAH VIENNA FASE TUNGGALPertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang masih menggunakan bahan bakar minyak atau bbm dari tahun ke tahun semakin naik. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor tersebut dapat mengakibatkan peningkatan konsumsi bahan fosil yang signifakan. Jika peningkatan konsumsi bahan bakar fosil tidak disertai dengan produksi bahan bakar fosil yang lebih cepat maka hal yang ditakutkan adalah terjadinya defisit bahan bakar minyak di Indonesia. Kendaraan listrik merupakan solusi terbaik untuk saat ini karena tidak mengeluarkan residu berupa emisi yang dapat mencemari udara. Komponen utama pada kendaraan listrik adalah baterai. Secara umum pengisi ulang baterai mobil listrik itu tediri dari modul konverter AC-DC , modul konverter DC-DC, dan sistem kontrol. Dengan fokus pada segmen AC-DC, rangkaian vienna rectifier menunjukkan kinerja yang superior dibandingkan dengan penyearah lainnya. Hal ini terbukti melalui kemampuannya dalam koreksi faktor daya yang sangat baik, pengurangan Total Harmonic Distortion (THD) arus input di bawah 5%, tingkat kepadatan daya yang tinggi, serta efisiensi yang tinggi. Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian mengenai “Perancangan dan Analisis Rangkaian Pengisian Ultrafast Baterai Kendaraan Listrik Berbasis Penyearah Vienna Fase Tunggal” dengan tujuan untuk merancang dan mengamati hasil pengujian penyearah Vienna dalam pengisian ultrafast baterai kendaraan listrik.
Metode penelitian dilakukan dengan cara mensimulasikan rangkaian pengisian ultrafast baterai kendaraan listrik berbasis penyearah Vienna fase banyak pada aplikasi PSIM.
The growth in the number of motorized vehicles that still use oil or fuel is increasing from year to year. The increase in the number of motorized vehicles can result in a significant increase in the consumption of fossil materials. If the increase in fossil fuel consumption is not accompanied by faster fossil fuel production, the fear is that there will be a fuel oil deficit in Indonesia. Apart from that, the use of fossil fuels itself is one of the causes of environmental damage. Electric vehicles are the best solution at the moment because they do not emit residue in the form of emissions that can pollute the air. One of the infrastructures needed to support electric vehicles is charging facilities. In general, an electric car battery charger consists of an AC-DC converter module, a DC-DC converter module, and a control system. With a focus on the AC-DC segment, the Vienna rectifier series exhibits superior performance compared to other rectifiers. This is proven through its ability to achieve excellent power factor correction, a reduction of total harmonic distortion (THD) input current below 5%, high power density levels, and high efficiency. Therefore, the author will conduct research on "Design and Analysis of an Ultrafast Charging Circuit for Electric Vehicle Batteries Based on a Single-Phase Vienna Rectifier" with the aim of designing and observing the test results of the Vienna rectifier in ultrafast charging of electric vehicle batteries.
The research method was carried out by simulating an ultrafast charging circuit for an electric vehicle battery based on a multi-phase Vienna rectifier in the PSIM application.
4314646521J1B019012Mitos dan Kepercayaan Suku Asmat dalam Novel Namaku Teweraut Karya Ani SekarningsihPenelitian mitos dan kepercayaan suku Asmat diawali dengan kemunculan berbagai macam mitos dan kepercayaan yang terdapat dalam novel Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih. Mitos dan kepercayaan yang dianggap tabu dan bersifat gaib digunakan sebagai daya tarik novel antropologi karya Ani Sekarningsih. Dibalik kisah perjuangan Teweraut sebagai tokoh utama dalam novel, mitos dan kepercayaan suku Asmat sangat kuat kaitannya dengan kepercayaan terhadap roh leluhur. Atas dasar permasalahan tersebut, peneliti bertujuan menganalisis mitos dan kepercayaan yang dianut oleh suku Asmat dalam novel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan adanya mitos dan kepercayaan yang diyakini dan diagung-agungkan oleh masyarakat pendukungnya sehingga terjadi tindakan-tindakan yang tidak rasional. Tindakan tersebut dianggap sebagai langkah konkret bagi masyarakat yang berkeyakinan bahwa roh leluhur mempunyai maha kuasa bagi alam semesta.Research into the myths and reliance of the Asmat tribe begins with the emergence of various kinds of myths and reliance contained in the novel Namaku Teweraut by Ani Sekarningsih. Myths and reliance that are considered taboo and occult are used as the attraction of Ani Sekarningsih's anthropological novel. Behind the story of Teweraut's struggle as the main character in the novel, the myths and reliance of the Asmat tribe are very strongly related to belief in ancestral spirits. Based on these problems, the researcher aims to analyze the myths and reliance held by the Asmat tribe in the novel. This research uses a qualitative descriptive research method with a literary anthropology approach. The results of the research show that there are myths and reliance that are believed and glorified by the supporting community, resulting in irrational actions. This action is considered a concrete step for people who believe that ancestral spirits have all-power over the universe.
4314746524J1C020012Agency and legitimacy in the production field of drama “Ore no Sukaato, Doko Itta?” Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana habitus, modal, dan strategi agen mempengaruhi kekuasaan dominan dalam arena produksi drama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan teori praktik Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan untuk mengumpulkan data. Data utama yang diperoleh berupa informasi mengenai peran NTV dan Bourbonne dalam produksi drama “Ore no Sukaato, Doko Itta?”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen dalam arena produksi drama yang memperoleh posisi dominan memiliki kekuasaan untuk melegitimasi drama. NTV sebagai rumah produksi yang telah diakui oleh Kementerian Hukum Jepang sebagai inisiatif ramah minoritas seksual secara tidak langsung melegitimasi drama ini sebagai drama dengan narasi LGBT. Sedangkan, Bourbonne mengakumulasikan modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik yang dimilikinya, serta menuangkan pengalaman hidupnya melalui narasi tokoh utama sehingga secara otomatis melegitimasi drama “Ore no Sukaato, Doko Itta?” sebagai drama dengan narasi LGBT yang merepresentasikan kenyataan kaum LGBT atau minoritas seksual.This research aims to identify how Bourbonne’s habitus, capital, and strategies as an agent affect dominant power in the production field of drama. This qualitative descriptive study uses Pierre Bourdieu’s theory of practice. This study used the literature method in the data collection process. The primary data obtained was information about Bourbonne’s life experience and his role in the production of the drama “Ore no Sukaato, Doko Itta?”. The study results indicate that agents in the drama production field who gain a dominant position have the power to legitimize the drama. NTV, as a production house that the Japanese Ministry of Justice has recognized as a sexual minority-friendly initiative, indirectly legitimizes this drama as a drama with LGBT narratives. On the other hand, Bourbonne accumulates his cultural capital, social capital, and symbolic capital, as well as expresses his life experiences through the narrative of the main character that automatically legitimizes “Ore no Sukaato, Doko Itta?” as a drama with LGBT narrative that represents the reality of LGBT or sexual minorities.
4314846526F1A020005 STRATEGI ORANG TUA UNTUK MENCEGAH PERILAKU MENYIMPANG REMAJA
DI DESA SUKAMAJU, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH
Penelitian ini menggambarkan strategi orang tua untuk mencegah perilaku menyimpang remaja di Sukamaju, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilatarbelakangi data yang menunjukkan jumlah perilaku menyimpang remaja yang cukup tinggi di desa tersebut. Untuk merespon hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi orang tua mencegah perilaku menyimpang remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan informan. Sumber data penelitian ini adalah hasil wawancara orang tua dan remaja di Desa Sukamaju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi orang tua mencakup membangun komunikasi yang baik, memahami istilah anak muda, menciptakan rasa percaya dan nyaman, memberikan dukungan emosional, pendidikan yang tepat, waktu yang berkualitas, serta memanfaatkan teknologi untuk memantau anak. Selain itu, pendidikan seks mulai diberikan secara bertahap sesuai dengan usia,untuk mendorong perilaku sehat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi orang tua mencegah perilaku menyimpang remaja di Desa Sukamaju berfokus pada peran penting mereka dalam pembinaan dan pendidikan anak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, dengan tetap mengacu pada norma-norma yang berlaku. Peningkatan kasus menyimpang seperti konsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, dan seks bebas menjadi faktor utama penerapan strategi ini. Selain itu, peran orang tua mencakup pemberian pendidikan seks sejak dini dan penanaman kesadaran akan bahaya perilaku menyimpang dengan evektifitas yang sangat dipengaruhi oleh tingkat kesadaran remaja itu sendiri.This study describes parental strategies to prevent deviant behavior among adolescents in Sukamaju, Banyumas Regency. The research was motivated by data indicating a relatively high prevalence of adolescent deviant behavior in the village. In response, the study aims to explore parental strategies for preventing such behavior.
The research employs a qualitative approach through observation and in-depth interviews with informants. Data sources include interviews with parents and adolescents in Sukamaju Village. The findings reveal that parental strategies include fostering good communication, understanding youth terminology, building trust and comfort, providing emotional support, ensuring proper education, spending quality time, and utilizing technology to monitor their children. Additionally, sex education is introduced gradually according to age to encourage healthy behavior.
The study concludes that parental strategies to prevent adolescent deviant behavior in Sukamaju Village emphasize their crucial role in nurturing and educating children within the family and community, while adhering to prevailing norms. The increasing cases of deviant behaviors, such as alcohol consumption, drug use, and premarital sex, are key factors driving the implementation of these strategies. Furthermore, parents play a significant role in providing early sex education and instilling awareness of the dangers of deviant behavior, with the effectiveness of these efforts largely influenced by the adolescents' own awareness.
4314946527J1C019015RELASI DAN WACANA KUASA DALAM ANIME RAKUEN TSUIHOUPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi kekuasaan yang ada dalam anime Rakuen Tsuihou dan cara kerja DEVA dalam menerapkan wacana kekuasaan. DEVA adalah sebuah lembaga yang menyerupai struktur negara yang menjadi sumber hukum dan pengambilan keputusan tertinggi dalam anime yang menjadi objek penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teori wacana kekuasaan dan relasi kuasa yang digagaskan oleh Foucault. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah anime berjudul Rakuen Tsuihou dengan data berupa dialog dan tindakan atau perilaku tokoh-tokoh dalam anime ini. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan catat. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi kuasa yang terjadi adalah berupa atas pemikiran yang berbentuk; 1) manipulasi pemikiran; 2) pengontrolan pemikiran; 3) dominasi pemikiran. Wacana yang dibawa DEVA berfokus pada teknologi. Wacana ini kemudian menghasilkan orang-orang yang berperilaku sesuai keinginan DEVA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kekuasaan DEVA dalam anime Rakuen Tsuihou terlihat dari wacana DEVA yang merupakan wacana dominan karena manusia telah menginternalisasi dalam diri mereka untuk bergantung pada teknologi milik DEVA pada masa itu.The goal of this study is to describe the power relations present in the anime Rakuen Tsuihou and the mechanisms through which DEVA implements its discourse of power. DEVA is an institution resembling a state structure, serving as the highest source of law and decision-making authority within the anime, which is the object of this research. The study employs Foucault's theory of power discourse and power relations. This research adopts a qualitative descriptive approach. The data source for this study is the anime Rakuen Tsuihou, with the data consisting of dialogues and actions or behaviors of the characters in the anime. The data collection method used in this study is the observation and note-taking method. The analytical technique applied in this research follows the Miles and Huberman model. which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the power relations manifest in three forms of thought control: 1) manipulation of thought, 2) control of thought, and 3) domination of thought. The discourse promoted by DEVA focuses on technology, and this discourse results in individuals behaving in ways that align with DEVA'S intentions. The conclusion of this research is that DEVA's power in Rakuen Tsuihou is evident through its dominant discourse, as humans have internalized their dependence on DEVA's technology during that era.
4315046528A1C020069MODEL PERTUMBUHAN TANAMAN KENTANG PADA SISTEM PEMBIBITAN POLYBAG DENGAN VARIASI MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK.Pembibitan kentang dalam sistem polybag adalah teknik budidaya yang efektif untuk lahan terbatas, seperti pekarangan rumah. Sistem ini hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber irigasi, tanpa tambahan irigasi buatan. Pertumbuhan kentang memerlukan waktu yang cukup lama, dari penanaman hingga panen, dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti media tanam, pupuk, serta kondisi cuaca. Model simulasi pertumbuhan merupakan pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami proses ini secara lebih sederhana.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan model pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang dalam sistem pembibitan polybag dengan variasi media tanam dan pupuk organik, serta 2) menggunakan model tersebut untuk memprediksi biomassa tanaman. Software Vensim PLE digunakan untuk membuat simulasi berbasis dinamika sistem yang mencakup berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan.
Penelitian ini dilaksanakan dari Januari hingga Mei 2024 di Desa Serang, Purbalingga, dengan tahapan perencanaan, penelitian lapangan, perancangan model, kalibrasi, dan validasi. Variabel yang diukur meliputi biomassa organ tanaman (daun, batang, akar, umbi) serta kondisi cuaca (suhu, kelembaban, kecepatan angin, curah hujan, radiasi matahari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pertumbuhan berhasil dikembangkan dan dikalibrasi, meskipun validasi menunjukkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) yang cukup tinggi. Meski begitu, model ini tetap memberikan prediksi biomassa yang relevan untuk sistem polybag.
Potato cultivation in a polybag nursery system is an effective technique for limited land, such as home gardens. This system solely relies on rainwater for irrigation, with no additional artificial irrigation. Potato growth takes considerable time, from planting to harvest, and is influenced by environmental factors like growing media, fertilizers, and weather conditions. A growth simulation model provides a simplified approach to understanding this process.
This research aims to: 1) develop a growth and development model for potato plants in a polybag nursery system with variations in growing media and organic fertilizers, and 2) use the model to predict plant biomass. Vensim PLE software was used to create a system dynamics-based simulation that incorporates multiple growth-influencing factors.
Conducted from January to May 2024 in Serang Village, Purbalingga, this study involved planning, field research, model design, calibration, and validation. Measured variables included plant organ biomass (leaves, stems, roots, tubers) and weather conditions (temperature, humidity, wind speed, rainfall, solar radiation). Results showed the growth model was successfully developed and calibrated, although validation revealed a relatively high Root Mean Square Error (RMSE). Nonetheless, the model provides relevant biomass predictions for the polybag system.
4315146529C1G020021Ecotourism Valuation through Contingent Valuation Method (CVM) in the Revitalization of the Kembar Terpadu Beach Ecotourism Facility, Puring, Kebumen RegencyEkowisata pantai merupakan bagian dari ekowisata itu sendiri karena konsep ini memiliki hubungan yang sangat erat dan merupakan salah satu jenis ekowisata yang berbasis pada sumber daya alam wilayah pesisir dan laut. Terdapat ekowisata pantai dengan sistem manajemen mandiri untuk operasionalnya dan belum memiliki harga tiket pasti untuk mengunjungi ekowisata pantai ini. Ekowisata pantai ini yaitu Ekowisata Pantai Kembar Terpadu. Ekowisata Pantai Kembar Terpadu dipilih untuk penelitian ini karena latar belakang sebagai salah satu lokasi ekowisata pantai yang tergolong baru di Kabupaten Kebumen dan sedang dalam proses mendapatkan sertifikasi sebagai wisata ekowisata pantai yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis beberapa kunci dari nilai investasi untuk revitalisasi fasilitas ekowisata pantai, nilai rata-rata WTP, nilai total WTP, menentukan harga tiket baru yang direkomendasikan untuk Ekowisata Pantai Kembar Terpadu, dan juga menganalisis kelayakan finansial (B/CRatio dan NPV) untuk revitalisasi fasilitas yang menjadi prioritas Ekowisata Pantai Kembar Terpadu. Beberapa rencana revitalisasi dibagi menjadi tiga penawaran (Pengelolaan Sampah, Tempat Parkir, dan Taman Bermain Anak) dengan tingkat Nilai Penawaran sebesar Rp. 5.000, Rp. 10.000, dan Rp. 20.000. Nilai B/CRatio pada penelitian ini yaitu 1.39. Diartikan bahwa total manfaat yang diperoleh lebih besar dari total biaya yang dikeluarkan untuk revitalisasi proyek Ekowisata Pantai Kembar Terpadu. Nilai B/CRatio >1, dapat disimpulkan bahwa proyek revitalisasi Ekowisata Pantai Kembar Terpadu layak untuk dilaksanakan dan proyek ini memiliki nilai ekonomi yang sangat menguntungkan dengan asumsi tingkat bunga 5% dalam jangka waktu 5 tahun dan Payback Period dengan jangka 2.95 tahun (bagi investor, laba tercermin dalam Net Present Value, yaitu Rp. 154,663,572. Keterbatasan penelitian ini yaitu Ekowisata Pantai Kembar Terpadu menghadapi tantangan karena sertifikasi ekowisata resmi yang belum terbit. Sertifikasi ini penting untuk pemasaran, dan menarik wisatawan sadar lingkungan. Analisis jumlah wisatawan didasarkan pada perhitungan dasar dan mungkin tidak secara akurat mencerminkan fluktuasi. Data yang lebih rinci diperlukan untuk perencanaan yang lebih baik. Dampak potensial dari revitalisasi parkir dan area anak-anak belum sepenuhnya dieksplorasi sehingga penelitian di masa depan perlu menilai pengaruhnya terhadap pengalaman, kapasitas, dan pendapatan wisatawan.Beach ecotourism is a part of ecotourism itself because this concept have a very close relationship and one of the types of ecotourism that is based on coastal and marine natural resources. There is a beach ecotourism with independent management system for the operational and does not yet have a fixed ticket price for visiting this beach ecotourism. This beach ecotourism namely Kembar Terpadu Beach Ecotourism. Kembar Terpadu Beach Ecotourism was chosen for this research due to the background of being one of the newer beach ecotourism sites in Kebumen regency and it’s currently in the process of obtaining certification as an ecotourism beach with independently managed by the villagers as local community. Aims of this research are to analyze several key investment value for facilities revitalization, average value of WTP, the total value of WTP, determining recommended new ticket price for Kembar Terpadu Beach Ecotourism, and also analyze the financial feasibility (B/CRatio and NPV) for Kembar Terpadu Beach Ecotourism’s priority facility revitalization. Several revitalization plan divided by three Bids (Waste Disposal, Parking Lot, and Child’s Playground) with level of Bids Value are Rp. 5,000, Rp. 10,000, and Rp. 20,000. The value of 𝐵/𝐶𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 on this research is 1.39 explained the total benefits obtained are greater than the total costs incurred for the project revitalization of Kembar Terpadu Beach Ecotourism. B/CRatio Value >1, it can be concluded that Kembar Terpadu Beach Ecotourism revitalization project is worth to implementing revitalization and this project has a very profitable economic value with assuming an interest rate of 5% for 5 years and Payback Period 2.95 years (for investors, the profit is reflected in the Net Present Value, which is Rp. 154,663,572 (IDR). Limitation of this research is Kembar Terpadu Beach Ecotourism is facing challenges due to lack of official ecotourism certification. This certification is important for branding, marketing, and attracting eco-conscious tourists. The analysis of tourist numbers is based on estimates and may not accurately reflect fluctuations. More detailed data is needed for better planning. The potential impacts of revitalizing parking and children's areas are not fully explored. Future research should assess their influence on tourist experience, capacity, and revenue
4315246525C1I019002THE DETERMINANTS OF SIZE, LEVERAGE, AND PROFITABILITY ON EARNINGS RESPONSE COEFFICIENTS IN THE TRANSPORTATION AND LOGISTICS SECTOR (IDX 2020-2022)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor penentu ukuran, leverage, dan profitabilitas pada koefisien respons pendapatan di sektor transportasi dan logistik (BEI 2020-2022). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan data sekunder, Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah perusahaan yang lebih besar dengan leverage yang lebih tinggi atau profitabilitas yang lebih besar menunjukkan reaksi yang lebih kuat atau lebih lemah terhadap pengumuman pendapatan dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di sektor yang sama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana pasar bereaksi terhadap pengumuman pendapatan di sektor transportasi dan logistik. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan baik untuk bidang akademik maupun praktis keuangan dan bisnis.This study aims to examine the determinants of size, leverage, and profitability on earnings response coefficients in the transportation and logistics sector (IDX 2020-2022). This type of research uses correlational research with a quantitative approach, this research used secondary data, This research aims to investigate whether larger firms with higher leverage or greater profitability exhibit stronger or weaker reactions to earnings announcements compared to their peers in the same sector. The results of this study are expected to offer a more comprehensive understanding of how the market reacts to earnings announcements in the transportation and logistics sector. The findings of this research are expected to make a significant contribution to both the academic and practical realms of finance and business.
4315346530J0A021004Creating a Bilingual Tourism Village Booklet to Promote Banyumas Tourism VillageLaporan praktik kerja lapangan ini ditulis untuk membahas tentang pariwisata di Banyumas, khususnya desa-desa wisatanya. Terdapat 21 desa wisata di Banyumas, namun hanya beberapa yang memiliki ciri khas dan dianggap sebagai desa wisata yang sedang berkembang. Laporan ini bertujuan untuk menginformasikan pelaksanaan kerja magang dan cara membuat booklet untuk mempromosikan desa wisata di Banyumas. Booklet ini mencakup Cikakak, Pekunden, Kalisalak, Kemutug Lor, dan Karang Tengah.
Laporan praktik kerja ini menggunakan beberapa metode yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan praktik langsung. Observasi dilakukan untuk mengamati dokumen-dokumen yang ada dan kondisi lapangan desa-desa wisata di Banyumas. Sementara itu, wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dari penanggung jawab desa wisata di Banyumas. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan beberapa permasalahan, antara lain perlunya komunikasi yang lebih baik antar otoritas pariwisata di Banyumas dan kurangnya publikasi informasi yang memadai. Dalam prosesnya, diperoleh sejumlah informasi dan dokumentasi mengenai desa-desa wisata, termasuk destinasi favorit. Informasi dan dokumentasi tersebut kemudian diolah dalam bentuk narasi dan gambar pendukung yang dituangkan ke dalam sebuah layout sedemikian rupa sebagai tahap pengembangan produk. Metode yang digunakan adalah metode hands-on, yang dilakukan dalam empat tahap: pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan implementasi.
Selama proses pembuatan produk, ditemui beberapa kendala, seperti kendala cuaca yang tidak dapat diprediksi, keterbatasan waktu pengambilan dokumentasi, dan kurangnya informasi pendukung. Permasalahan di atas diselesaikan dengan membawa peralatan tambahan untuk mengatasi cuaca yang tidak menentu, mencari sumber dokumentasi tambahan di internet, dan melakukan wawancara dengan orang yang bekerja di bidangnya
This job training report is written to discuss tourism in Banyumas, especially its tourism villages. There are 21 tourism villages in Banyumas, but only a few have characteristics and are considered developing tourism villages. This report aims to inform the implementation of the internship and how to create a booklet to promote tourism villages in Banyumas. This booklet includes Cikakak, Pekunden, Kalisalak, Kemutug Lor, and Karang Tengah.
This job training report uses several methods: observation, interviews, documentation, and direct practice. Observations were made to observe existing documents and field conditions of tourism villages in Banyumas. Meanwhile, interviews were conducted to obtain information from the person in charge of tourism villages in Banyumas. Based on the interviews, several problems were found, including the need for better communication between tourism authorities in Banyumas and the lack of adequate information publication. Therefore, the solution is to strive for better communication and provide complete information about tourism in Banyumas. In the process, a number of information and documentation on tourism villages, including favorite destinations, were obtained. The information and documentation were then processed in the form of narratives and supporting images that were poured into a layout in such a way as a product development stage. The method used is the hands-on method, which is carried out in four stages: defining, designing, developing, and implementing.
During the process of making the product, several obstacles were encountered, such as unpredictable weather constraints, limited time for taking documentation, and a lack of supporting information. The above problems were solved by bringing additional equipment to overcome unpredictable weather, looking for additional documentation sources on the internet, and conducting interviews with people who work in the fields
4315446522C1B021042Efek Moderasi Political Connection pada Pengaruh Profitabilitas dan Leverage terhadap Financial Distress (Studi Empiris pada Jakarta Islamic Index periode 2019-2023)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap financial distress dengan political connection sebagai variabel moderasi. Data diambil dari perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2023, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Sebaliknya, leverage berpengaruh positif signifikan, yang menunjukkan bahwa rasio utang yang tinggi meningkatkan risiko kebangkrutan perusahaan. Political connection juga memiliki pengaruh positif terhadap financial distress, mengindikasikan bahwa keterlibatan politik dapat memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Namun, political connection tidak memoderasi hubungan antara profitabilitas dan financial distress. Sebaliknya, political connection memperkuat pengaruh leverage terhadap financial distress, menunjukkan bahwa perusahaan dengan koneksi politik lebih rentan terhadap risiko keuangan jika memiliki rasio leverage tinggi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perusahaan, investor, dan pemerintah untuk memitigasi risiko financial distress.This study aims to analyze the influence of profitability and leverage on financial distress with political connection as a moderating variable. Data were obtained from companies listed in the Jakarta Islamic Index (JII) on the Indonesia Stock Exchange for the period 2019–2023, using a quantitative method and the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) approach. The findings reveal that profitability does not significantly affect financial distress. Conversely, leverage has a significant positive effect, indicating that high debt ratios increase the risk of corporate bankruptcy. Political connection also has a positive influence on financial distress, suggesting that political involvement exacerbates a company’s financial instability. However, political connection does not moderate the relationship between profitability and financial distress. Instead, political connection strengthens the effect of leverage on financial distress, indicating that politically connected companies are more vulnerable to financial risks when they have high leverage ratios. These findings provide critical implications for corporate management, investors, and policymakers to mitigate financial distress risks.
4315546531I1C020027ANALISIS PERSPEKTIF MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER DALAM MELAKSANAKAN UJIAN METODE OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE)Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode evaluasi kompetensi klinis secara komprehensif untuk mahasiswa apoteker. Perspektif dapat digunakan untuk mengetahui pengalaman dan tantangan yang dihadapi mahasiswa saat melaksanakan ujian OSCE. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perspektif mahasiswa apoteker terhadap OSCE dan mengidentifikasi karakteristik yang mempengaruhi kelulusan uji kompetensi OSCE. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan kuesioner perspektif. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode total sampling. Responden pada penelitian ini merupakan alumni mahasiswa apoteker angkatan 11-13 Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan sampel dilakukan pada 21 Mei-15 Juli 2024. Data dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact Test dan uji Likehood Ratio untuk melihat pengaruh tingkat perspektif dan karakteristik mahasiswa terhadap kelulusan uji kompetensi OSCE. Perspektif mahasiswa terhadap ujian metode OSCE di Universitas Jenderal Soedirman menunjukkan tingkat yang bervariasi di berbagai dimensi: 80,74% untuk atribut OSCE, 80,46% untuk organisasi OSCE, 79,93% untuk struktur OSCE, dan 78,40% untuk validitas dan reliabilitas OSCE. Selain itu, IPK S1 secara signifikan mempengaruhi kelulusan uji kompetensi OSCE, dengan p-value 0,016. Namun, tingkat perspektif dan karakteristik lain seperti jenis kelamin, masa studi S1, dan peminatan kefarmasian tidak secara signifikan mempengaruhi kelulusan uji kompetensi OSCE (p-value>0,05). Tingkat perspektif mahasiswa profesi apoteker terhadap ujian metode OSCE di Universitas Jenderal Soedirman dikategorikan sangat baik pada dimensi atribut OSCE dan organisasi OSCE dan baik pada kedua dimensi lainnya. Karakteristik yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kelulusan uji kompetensi OSCE di Universitas Jenderal Soedirman adalah IPK S1.Objective Structured Clinical Examination (OSCE) is a comprehensive clinical competency evaluation method for student pharmacists. Perspectives can be used to determine the experiences and challenges faced by students when conducting OSCE examinations. This study aims to describe pharmacist students' perspectives on OSCE and identify characteristics that influence passing the OSCE competency test. This study used a cross-sectional method with a perspective questionnaire and total sampling technique. Respondents were alumni of pharmacist students in batches 11-13 of Univeritas Jenderal Soedirman. Sampling was conducted on May 21-July 15, 2024. Data were analyzed using Fisher's Exact Test and Likehood Ratio test to assess the impact of perspective level and student characteristics on passing the OSCE competency test. The student perspective on the OSCE method exam at Universitas Jenderal Soedirman shows varying levels across different dimensions80.74% for OSCE attributes, 80.46% for OSCE organization, 79.93% for OSCE structure, and 78.40% for OSCE validity and reliability. In addition, undergraduate GPA significantly influenced OSCE competency test passing, with a p-value of 0.016. However, perspective level and other characteristics such as gender, undergraduate study period, and pharmacy specialty did not significantly affect OSCE competency test pass (p-value>0.05). The perspective of pharmacist professional students on the OSCE method examination at Universitas Jenderal Soedirman is categorized as very good on the dimensions of OSCE attributes and OSCE organization and good on the other two dimensions. The only characteristic significantly influencing success in the OSCE competency test is undergraduate GPA.
4315646533E1A020257Implementasi Hukum Penanganan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Penyandang Disabilitas di UPTD PPA Kabupaten BanyumasKekerasan seksual sering terjadi di Indonesia, salah satunya yang kerap kali menjadi korban adalah anak penyandang disabilitas dikarenakan keterbatasan dalam berkomunikasi dan mengerti suatu kondisi sehingga menjadi sasaran yang mudah bagi pelaku. Pentingnya memberikan penanganan yang tepat pada korban menjadi tujuan pada penelitian yaitu mengetahui bagaimana implementasi hukum dan faktor-faktor yang berpengaruh pada penanganan kekerasan seksual terhadap anak penyandang disabilitas di UPTD PPA Kab. Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer yang berasal dari hasil wawancara dan data sekunder melalui studi kepustakaan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi kepustakaan. Pengolahan data menggunakan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan serta penyajian data dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum penanganan kekerasan seksual terhadap anak penyandang disabilitas di UPTD PPA Kab. Banyumas telah terlaksana dengan baik meskipun ditemukan hal yang perlu dioptimalkan. Tiga parameter yang menjadi ukuran untuk menilai implementasi hukum penanganan kekerasan seksual terhadap anak penyandang disabilitas adalah kewenangan penanganan, mekanisme dan standar layanan penanganan, kerjasama dan koordinasi dalam penanganan kekerasan seksual terhadap anak penyandang disabiliatas. Faktor-faktor yang berpengaruh terbagi menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung meliputi : Standar layanan sudah cukup jelas, telah menjadi pedoman pada instansi, dan tidak memberikan kesulitan untuk diterapkan oleh UPTD PPA; Keselarasan standar layanan PPA dengan sifat-sifat masyarakat Banyumas; Adanya bantuan instansi luar; Adanya kelengkapan sarana dan fasilitas UPTD PPA; Adanya peran masyarakat dalam mengawasi lingkungan setempat. Faktor penghambat meliputi: Sedikitnya jumlah sumber daya manusia di UPTD PPA dalam penanganan kekerasan seksual terhadap anak penyandang disabilitas.Sexual violence often occurs in Indonesia, one of which is often a victim of children with disabilities due to limitations in communicating and understanding a condition so that it becomes an easy target for the perpetrator. The importance of providing appropriate treatment to victims is the purpose of the research, namely to find out how the implementation of the law and the factors that influence the handling of sexual violence against children with disabilities in UPTD PPA Banyumas Regency. This research uses an empirical juridical approach method with descriptive research specifications. This research uses primary data derived from the results of interviews and secondary data through literature studies. Data collection methods using interviews and literature studies. Data processing uses data reduction, data display, conclusion drawing and data presentation in the form of narrative text. The results showed that the implementation of the law on handling sexual violence against children with disabilities in the UPTD PPA of Banyumas Regency has been carried out well, although there are things that need to be optimized. The three parameters that become a measure to assess the implementation of the law on handling sexual violence against children with disabilities are handling authority, mechanisms and standards of handling services, cooperation and coordination in handling sexual violence against children with disabilities. Influential factors are divided into supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors include: Service standards are quite clear, have become guidelines for agencies, and do not provide difficulties for UPTD PPA to implement; Alignment of PPA service standards with the characteristics of the Banyumas community; The existence of assistance from outside agencies; The existence of complete UPTD PPA facilities and facilities; The role of the community in monitoring the local environment. The inhibiting factors include: The small number of human resources at UPTD PPA in handling sexual violence against children with disabilities.
4315746532A1D020047Pemberian Pupuk Organik Padat Limbah Pertanian dan NPK Untuk Memperbaiki Sifat Kimia Tanah dan Efektivitas Agronomis Relatif Jagung (Zea mays L.) pada UltisolProgram intensifikasi yang tidak diimbangi dengan pemupukan berimbang maka akan menyebabkan pengurasan unsur hara dari dalam tanah sehingga tanah menjadi kurang subur. Salah satu upaya mengatasi permasalahan kesuburan atau sifat kimia tanah pada Ultisol yaitu dengan pemberian pupuk organik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Non Faktorial terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan. Pengamatan meliputi variabel sifat kimia tanah yaitu pH H2O, pH KCl, N-total, P-total, K-total, C-organik, KTK, pertumbuhan dan hasil jagung, dan efektivitas agronomis relatif pupuk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk organik padat limbah pertanian hingga 10 ton/ha dan NPK dapat memperbaiki sifat kimia tanah yaitu C-organik dan N-total tanah dari sangat rendah ke rendah, juga meningkatkan hasil jagung pipilan dari 0,09 ton/ha menjadi 4,14 ton/ha. Perlakuan Urea 262,5 kg/ha + TSP-46 58,695 kg/ha + KCl 56,25 kg/ha + Organik 5 ton/ha merupakan perlakuan terbaik meningkatkan bobot pipilan kering menjadi 4,14 ton/ha dan nilai RAE tertinggi dengan nilai RAE 445%.An intensification program that is not balanced with balanced fertilization will result in depletion of nutrients from the soil so that the soil becomes less fertile. One effort to overcome the problem of fertility or soil chemical properties in Ultisol is by providing organic fertilizer. The research used a non-factorial randomized block design (RAK) consisting of 10 treatments and 3 replications. Observations included variables of soil chemical properties, namely pH H2O, pH KCl, N-total, P-total, K-total, C-organic, CEC, corn growth and yield, and relative agronomic effectiveness. The results of this research show that the application of a combination of solid organic fertilizer from agricultural waste up to 10 tonnes/ha and NPK can improve soil chemical properties, namely C-organic and N-total soil from very low to low, and also increase corn yields from 0.09 tonnes/ha to 4.14 tonnes/ha. The treatment of Urea 262.5 kg/ha + TSP-46 58.695 kg/ha + KCl 56.25 kg/ha + Organic 5 tons/ha is the best treatment increasing the dry shell weight to 4.14 tons/ha and the highest RAE value with RAE 445%.
4315846534B1A020084Profil Anatomi dan Respon Fisiologi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L. var. Pandu) Pada Kondisi Cekaman KadmiumPesatnya perkembangan industri membawa dampak negatif yang signifikan khususnya pencemaran limbah industri yang mencemari dan menjadi masalah dalam budidaya tanaman di sekitar daerah industri. Salah satu jenis logam berat yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah kadmium (CdSO₄). Tanaman tomat dalam cekaman kadmium tentunya akan mengalami dampak atau kerusakan pada tanaman sehingga mempengaruhi tingkat produktivitas dan penurunan pertumbuhan. Tanaman dengan toksisitas kadmium akut akan mengalami klorosis pada daun, tanaman menjadi layu dan kerdil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cekamam kadmium terhadap profil anatomi dan respon fisiologis dan menentukan konsentrasi kadmium yang dapat ditoleransi oleh tanaman tomat var. Pandu
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dengan lima pengulangan. Variabel bebas adalah empat taraf konsentrasi kadmium yaitu 0; 25; 50 dan 100 ppm. Varibel terikat yang diamati meliputi ketebalan kutikula, epidermis, mesofil, ukuran stomata (panjang dan lebar), kerapatan stomata per mm2 luas daun, serta tinggi tanaman dan kandungan klorofil. Data hasil penelitaian dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova), atau Uji F dengan tingkat kepercayaan 0,05 dan 0,01, dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman tomat var. Pandu yang tercekam kadmium (CdSO₄) mengalami perubahan profil anatomi daun dan respon fisiologis. Konsentrasi kadmium 100 ppm yang dapat ditoleransi oleh tanaman tomat var. Pandu
The rapid development of industry has significant negative impacts, particularly industrial waste pollution, which contaminates and poses problems for the cultivation of plants in areas surrounding industrial zones. One type of heavy metal that can affect the growth and development of plants is cadmium (CdSO₄). Tomato plants under cadmium stress will undoubtedly experience damage, affecting productivity levels and stunted growth. Plants with acute cadmium toxicity will exhibit chlorosis in their leaves, wilting, and stunting. The purpose of this research is to understand the effects of cadmium stress on anatomical profiles and physiological responses, as well as to determine the concentration of cadmium that can be tolerated by the Pandu variety of tomato plants
The method used in this study is an experimental method employing a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and five replications. The independent variable consists of four levels of cadmium concentration: 0, 25, 50, and 100 ppm. The dependent variables observed include cuticle thickness, epidermis thickness, mesophyll thickness, stomatal size (length and width), stomatal density per mm² of leaf area, as well as plant height and chlorophyll content. The data from the study were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) or F-test with confidence levels of 0.05 and 0.01, followed by the Honestly Significant Difference (HSD) test at the 0.05 level.
The research results show that tomato plants that are exposed to cadmium (CdSO₄) undergo changes in the anatomical characteristics of the leaves and physiological responses at a cadmium concentration of 100 ppm, which is tolerable by tomato plants.
4315946536H1E019018ANALISIS PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN BEBAN KERJA MAHASIWA TEKNIK INDUSTRI UNSOED MENGGUNAKAN FULL TIM EQUIVALENT (FTE) DAN HYBRID FTE-MCH
(Studi Kasus : Program Studi Teknik Industri UNSOED)
Pengukuran beban kerja dapat dilakukan dengan pendekatan subjektif dan objektif. Pendekatan secara objektif pada umumnya memiliki konistensi dalam nilai beban yang dihasilkan. Sedangkan pendekatan secara subjektif pada dasarnya memberikan ruang untuk memahami konteks individu melalui preferensi personal. Terkait hal tersebut, penelitian ini mencoba menggabungkan dua metode pendekatan subjektif dan objektif untuk memperoleh gambaran beban kerja akademik mahasiswa secara aktual. Metode yang dikombinasikan dalam penelitian ini adalah metode Full Time Equivalent (FTE) dan Modified Cooper Harper (MCH) yang kemudian disebut sebagai metode Hybrid FTE-MCH. Hasil dari pengukuran beban kerja menggunakan metode ini, kemudian akan dibandingkan dengan metode Full Time Equivalent (FTE) konvensional untuk mengetahui perbedaan dari data yang dihasilkan oleh kedua metode tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah perhitungan beban kerja menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) menunjukkan bahwa mata kuliah dan semester dengan bobot SKS yang sama akan memiliki nilai indeks yag sama pula. Semakin besar bobot SKS yang terkandung dalam suatu mata kuliah/semester, maka semakin besar pula nilai indeks FTE yang dihasilkan. Sedangkan perhitungan beban kerja menggunakan Hybrid FTE-MCH, meskipun mata kuliah maupun semester memiliki bobot SKS yang sama, namun nilai indeks yang dihasilkan akan sangat bervariasi. Berdasarkan perhitungan Hybrid FTE-MCH didapati bahwa semester 5 merupakan semester terberat dalam Kurikulum 2021.Workload measurement can be conducted using both subjective and objective approaches. The objective approach generally provides consistency in the resulting workload values. On the other hand, the subjective approach allows for understanding individual contexts through personal preferences. In this regard, this study aims to combine the two approaches subjective and objective to obtain an accurate presentation of students’ academic workload. The methods combined in thi study are the Full Time Equivalent (FTE) method and the Modified Cooper Harper (MCH) method, which together are referred to as the Hybrid FTE-MCH method. The result from the workload measurement using this method will then be compared with conventional Full Time Equivalent (FTE) method to identify the differences between the data produced by both methods. The findings indicate that workload calculations using the Full Time Equivalent (FTE) method show that courses and semesters with the same credit weight (SKS) will result in the same index value. The greater the credits weight of a course or semester, the higher the FTE index value. However, workload calculations using the Hybrid FTE-MCH method reveal significant variations in the index values, even when courses or semesters have the same credits weight. Based on the Hybrid FTE-MCH calculations, it was found that the fifth semester is the most challenging in the 2021 curriculum
4316046538J1C020029Pemenuhan Relatedness Needs Tokoh Utama Dalam Komik Aria the MasterpiecePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan sosial (relatedness needs) tokoh Akari Mizunashi dalam komik Aria the Masterpiece karya Kozue Amano. Teori ERG dari Clayton Alderfer digunakan sebagai pisau analisis, berfokus pada cara Akari dalam memenuhi kebutuhan sosialnya. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi cara Akari memenuhi kebutuhan sosialnya, yang terbagi dalam tiga kategori: senpai sebagai role model, pengakuan dari orang lain, dan tindakan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akari mengutamakan hubungan sosial dalam kehidupannya, seperti interaksi dengan individu lain terutama senpai-nya yang memberinya dukungan emosional dan apresiasi, serta tindakan empati yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sosialnya. Temuan ini memberikan wawasan tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan sosial dalam mencapai kesejahteraan emosional.This research aims to analyze the relatedness needs of the main character, Akari Mizunashi in the manga Aria the Masterpiece by Kozue Amano. Using Clayton Alderfer's ERG theory as an analytical tool, the study focuses on how Akari fulfills her social needs. Through a descriptive qualitative approach, this research identifies how Akari meets her social needs, divided into three categories: senpai as a role model, recognition from others, and empathy actions. The results reveal that Akari prioritizes social relationships in her life, such as interactions with others such as her senpai who provides her with emotional support and appreciation, as well as empathy actions performed to meet her social needs. These findings provide insight into the importance of fulfilling social needs in achieving emotional well-being.