Artikel Ilmiah : J1A020029 a.n. SABRINA YURIZQA RAMADHANTI

Kembali Update Delete

NIMJ1A020029
NamamhsSABRINA YURIZQA RAMADHANTI
Judul ArtikelRepresentation of Multiculturalism in Valorant Video Game
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji representasi multikultural dalam film Valorant, dengan fokus pada alur cerita, karakter, dan latarnya, yang dianalisis melalui kerangka kerja multikultural Bhikhu Parekh. Penelitian ini mengeksplorasi keterikatan budaya, keragaman, dan dialog antarbudaya dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan strategi analisis Cresswell. Di antara 26 karakter Valorant, lima di antaranya-Gekko, Jett, Skye, Sage, dan Raze-memperlihatkan keterikatan budaya melalui bahasa dan ekspresi asli. Selain itu, lima peta-Ascent, Bind, Lotus, Haven, dan Sunset-mengambil inspirasi dari lokasi dunia nyata yang memiliki keragaman budaya, yang merefleksikan arsitektur, tradisi, dan seni. Permainan ini menyoroti hasil potensial dari dialog antar budaya, seperti kesetaraan, penghormatan terhadap komunitas yang terpinggirkan, dan rasa memiliki bersama dalam masyarakat yang beragam. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa Valorant secara efektif menggabungkan unsur-unsur multikultural, mempromosikan kesadaran akan budaya global dan mewakili komunitas yang beragam melalui media video game.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research examines multicultural representation in Valorant, focusing on its storyline, characters, and settings, analyzed through Bhikhu Parekh’s multicultural framework. The study explores cultural embeddedness, diversity, and intercultural dialogue using a qualitative approach and Cresswell’s analysis strategies. Among Valorant's 26 characters, five—Gekko, Jett, Skye, Sage, and Raze—exhibit cultural embeddedness through native languages and expressions. Additionally, five maps—Ascent, Bind, Lotus, Haven, and Sunset—draw inspiration from culturally diverse real-world locations, reflecting their architecture, traditions, and art. The game highlights potential outcomes of intercultural dialogue, such as equality, respect for marginalized communities, and a shared sense of belonging in diverse societies. These findings demonstrate that Valorant effectively incorporates multicultural elements, promoting awareness of global cultures and representing diverse communities through video game media.
Kata kuncirepresentation, multiculturalism, cultural diversity, video game, Valorant
Pembimbing 1Aidatul Chusna, S.S.,M.A.
Pembimbing 2Dr. Lynda Susana Widya Ayu Fatmawaty, S.S.,M.Hum.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2024-11-21 13:56:46.880393
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.