Artikelilmiahs

Menampilkan 43.161-43.180 dari 48.831 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4316146539H1E019033Rekomendasi Penerapan Total Productive Maintenance Pada Mesin Bubut, Korter, Frais Dan Bor Duduk Untuk Pengerjaan Reparasi Menggunakan Overall Resource EffectivenessMesin perlu dijaga kondisinya agar terhindar dari kerusakan sehingga perlu dilakukan kegiatan perawatan atau maintenance. Bengkel XYZ merupakan bengkel reparasi yang memperbaiki produk komponen otomotif. Selama ini, kegiatan perawatan pada mesin reparasi dilakukan secara Corrective Maintenance serta tidak tercapainya target harian pada proses perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kinerja mesin reparasi dan mengetahui jenis faktor losses menggunakan pendekatan TPM dengan pengukuran ORE dan Six Big Losses. Hasil analisis menunjukan, nilai ORE pada mesin reparasi belum baik. Pada mesin bubut bernilai 34,18%, mesin korter bernilai 15,73%, mesin frais bernilai 9,04% dan mesin bor duduk bernilai 4,02%. Hasil perhitungan Six Big Losses yang memiliki losses terbesar yaitu pada set up and adjusment losses untuk mesin bubut bernilai 3,09%, mesin korter bernilai 2,30%, mesin frais bernilai 0,98% dan mesin bor duduk bernilai 1,17%. Rekomendasi yang diberikan berupa penerapan 5S, pilar TPM seperti autonomous maintenance, education & traning, membuat daily checklist serta melakukan kerja sama dengan perusahaan terkait agar produktivitas tercapai. The machine needs to be maintained in its condition to avoid damage so that maintenance activities need to be carried out. XYZ workshop is a repair workshop that repairs automotive component products. So far, maintenance activities on repair machines have been carried out in a Corrective Maintenance manner and the daily target in the repair process has not been achieved. This study aims to determine the results of repair machine performance and determine the type of loss factor using the TPM approach with ORE and Six Big Losses measurements. The results of the analysis show that the ORE value in the repair machine is not good. In lathes it is worth 34,18%, the corter machine is worth 15,73%, the milling machine is worth 9,04% and the seated drill machine is worth 4,02%. The results of the calculation of Six Big Losses that have the largest losses are in set up and adjusment losses for lathes worth 3,09%, corter machines worth 2,30%, milling machines worth 0,98% and seated drilling machines worth 1,17%. The recommendations given are in the form of implementing 5S, TPM pillars such as autonomous maintenance, education & training, making daily checklists and collaborating with related companies so that productivity is achieved.
4316246540F1A020051KONSEP MASKULINITAS DALAM PANDANGAN GENERASI Z
(Studi Konsep Laki-Laki Ideal Dalam Era Digital di Kalangan Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep maskulinitas dan konsep laki-laki ideal dalam pandangan generasi Z di kalangan mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Konsep maskulinitas merupakan sebuah konstruksi gender yang diciptakan oleh kebudayaan sebagai sebuah imaji yang membentuk bagaimana sosok laki-laki ideal seharusnya. Hasil konstruksi tersebut kemudian terus dikembangkan dari generasi ke generasi melalui media, dengan media tersebut masyarakat lebih mudah dalam membentuk persepsi bagaimana sosok laki-laki yang ideal. Mempunyai kekasih atau pasangan ideal selalu menjadi dambaan setiap wanita, apalagi pada generasi sekarang seperti generasi Z yang sering disebut dengan generasi internet. Dari beragamnya media sosial tersebut maka kaum generasi Z ini juga mudah melihat beragamnya manusia terlebih pada laki-laki yang berbeda-beda dari segi budaya ataupun perbedaan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dengan delapan informan, enam informan utama yaitu yang tergabung dalam UKM olahraga, pecinta alam, dan keagaman, dan dua informan pendukung yaitu yang tidak mengikuti UKM. Analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep maskulinitas dan konsep laki-laki ideal dalam pandangan generasi Z pada era digital di kalangan mahasiswi Unsoed dapat diklasifikasikan dalam beberapa hal, yaitu agama, perilaku, pekerjaan, penampilan, dan juga hobi. Selain mempertimbangkan agamanya dalam memilih pasangan hidup, generasi Z ini cenderung fokus pada aspek penampilan dan perilakunya saja, alasan para informan menyatakan hal tersebut karena saat ini pola pikir generasi Z telah dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dan zaman yang telah berubah lebih maju.
This study aims to describe the concept of masculinity and the concept of an ideal man in the view of generation Z among female students of Jenderal Soedirman University. The concept of masculinity is a gender construction created by culture as an image that forms how an ideal man should be. The results of this construction are then continuously developed from generation to generation through the media, with this media it is easier for society to form a perception of how an ideal man should be. Having an ideal lover or partner is always the dream of every woman, especially in the current generation such as generation Z which is often called the internet generation. From the variety of social media, this generation Z also easily sees the diversity of humans, especially men who are different in terms of culture or other differences. This study uses a descriptive qualitative method. The data collection technique was carried out using in-depth interviews with eight informants, six main informants, namely those who are members of sports, nature lovers, and religious UKMs, and two supporting informants, namely those who do not participate in UKMs. The data analysis carried out was data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the concept of masculinity and the concept of an ideal man in the view of generation Z in the digital era among female students of Unsoed can be classified into several things, namely religion, behavior, work, appearance, and also hobbies. In addition to considering their religion in choosing a life partner, this generation Z tends to focus on aspects of appearance and behavior alone, the reason the informants stated this was because currently the mindset of generation Z has been influenced by environmental conditions and times that have changed to be more advanced.
4316346546C1A020056Pengaruh Kemiskinan, Ketimpangan Pendapatan dan Harga Pangan Terhadap Kejadian Stunting di IndonesiaPenelitian ini berjudul “Pengaruh Kemiskinan, Ketimpangan Pendapatan dan Harga Pangan Terhadap Kejadian Stunting di Indonesia”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan, ketimpangan pendapatan dan harga pangan terhadap kejadian stunting di Indonesia serta menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan model regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia periode tahun 2018 sampai tahun 2022 di 34 Provinsi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kemiskinan, ketimpangan, harga daging sapi, harga daging ayam, dan harga telur ayam, sedangkan variabel dependen adalah prevalensi stunting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemiskinan berpengaruh negatif signifikan terhadap kejadian stunting di Indonesia; (2) ketimpangan pendapatan berpengaruh positif terhadap kejadian stunting di Indonesia; (3) harga daging sapi tidak berpengaruh terhadap kejadian stunting di Indonesia; (4) harga daging ayam tidak berpengaruh terhadap kejadian stunting di Indonesia; (5) harga daging ayam berpengaruh negatif signifikan terhadap kejadian stunting di Indonesia; dan (6) variabel ketimpangan pendapatan paling berpengaruh terhadap kejadian stunting di Indonesia. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya pencegahan peningkatan stunting di Indonesia, sebaiknya perlu memperhatikan berbagai kebijakan yang berfokus pada kemiskinan dan ketimpangan pendapatan seperti program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan mereka secara langsung dalam proses pembangunan. Masyarakat diharapkan dapat lebih produktif sehingga mampu meningkatkan pendapatan serta akses pemenuhan gizi dan layanan kesehatan mudah dijangkau. Sedangkan untuk menanggapi tingginya daya beli terhadap bahan pangan telur ayam, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menjaga kestabilan harga telur ayam melalui pengendalian harga pakan ternak. Pengendalian harga pakan ternak dapat dilakukan dengan monopoli impor jagung, sebagai input penting bagi industri unggas di bawah BULOG agar mengurangi fleksibilitas impor jagung yang berpotensi mengarah pada kenaikan harga jagung lebih lanjut.

Kata Kunci: Kemiskinan, Ketimpangan Pendapatan, Harga Pangan, Stunting, Pembangunan.
This research is titled "The Influence of Poverty, Income Inequality, and Food Prices on Stunting Incidence in Indonesia." The study aims to analyze how poverty, income inequality, and food prices affect the incidence of stunting in Indonesia, as well as to identify the variables that have the greatest influence on this incidence. The research employs a quantitative method using a panel data regression model. Secondary data are obtained from the records of the Central Statistics Agency (BPS), Ministry of Health of the Republic of Indonesia, and the Bank Indonesia Strategic Food Price Information Center (PIHPS) for the period from 2018 to 2022 across 34 provinces. The independent variables in this research include poverty, income inequality, beef prices, chicken meat prices, and chicken egg prices, while the dependent variable is the prevalence of stunting. The results of this study indicate that: (1) poverty has a significant negative effect on the incidence of stunting in Indonesia; (2) income inequality has a positive effect on the incidence of stunting in Indonesia; (3) the price of beef has no effect on the incidence of stunting in Indonesia; (4) the price of chicken meat has no effect on the incidence of stunting in Indonesia; (5) the price of chicken eggs has a significant negative effect on the incidence of stunting in Indonesia; and (6) the income inequality variable has the most influence on the incidence of stunting in Indonesia. The implications of these findings suggest that, in efforts to prevent an increase in stunting in Indonesia, it is crucial to implement various policies that address poverty and income inequality. Community empowerment programs that involve citizens directly in the development process are particularly important. It is hoped that through these initiatives, society will become more productive, leading to increased income and improved access to nutrition and health services. Additionally, in response to the high demand for chicken eggs, measures should be taken to maintain stable prices by controlling the cost of animal feed. This can be achieved by monopolizing corn imports, a key input for the poultry industry, under BULOG. Such control would help reduce the volatility of corn prices, which could otherwise lead to further increases.

Keywords: Poverty, Income Inequality, Food Prices, Stunting, Development.
4316446547A1D020157Aplikasi Pupuk NPK-SR, Residu Jerami dan Asam Humat terhadap Sifat Kimia Air, Serapan N pada Daun dan Pertumbuhan Padi SawahPupuk NPK-SR mempunyai efisiensi N sangat tinggi dan tidak mencemari
lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPKSR, asam humat dan pemberian residu jerami terhadap sifat kimia air, serapan N dan
pertumbuhan varietas padi IR-64. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) yang terdiri dari 3 faktor, yaitu pupuk NPK-SR pada perbedaan grade N (5 aras)
yaitu N0 (Tanpa pemberian pupuk NPK-SR), N1 (Grade 0-10-8), N2 (Grade 5-10-8), N3
(Grade 10-10-8), dan N4 (Grade 15-10-8). Asam humat (2 aras) yaitu A0 (Tanpa pemberian
asam humat) dan A1 (Pemberian asam humat setara 100 L/ha). Residu pemberian jerami (2
aras) yaitu J1 (Residu pemberian jerami setara 40 ton/ha) dan J2 (Tanpa pemberian jerami).
Jumlah perlakuan adalah 5 x 2 x 2 atau 20 kombinasi perlakuan, diulang 3 kali sehingga
diperoleh 60 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan
pemberian pupuk NPK-SR, residu pemberian jerami, dan asam humat berpengaruh nyata
terhadap nilai pH air pada 5 MST (8,62) dan 6 MST (7,74), terhadap DHL berturut-turut
pada 2 – 7 MST (1.351,85; 604,15; 603,83; 536,35; 927,1; 529,92), terhadap TDS berturutturut pada 2 – 7 MST yaitu (691,67; 321,43; 300,57; 271,7; 360,27; 264,85), potensial
redoks tanah pada akhir vegetatif (93,02 mV), serapan N pada daun (2,33 mg N/daun), dan
pertumbuhan padi varietas IR-64 7 MST yaitu pada tinggi tanaman (90,3 cm), jumlah daun/
rumpun (45,1 helai), jumlah anakan/ rumpun (11,26 anakan). Oleh karena itu pupuk NPKSR dianggap dapat dijadikan sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk NPK konvensional.
Pupuk NPK-SR mempunyai kandungan hara yang dapat dilepaskan secara perlahan-lahan
sehingga pupuk mempunyai efisiensi N, P dan K yang cukup tinggi.
NPK-SR fertilizer has very high N efficiency and does not pollute the
environment. This study aims to determine the effect of NPK-SR fertilizer, humic
acid and straw residue on water chemistry, N uptake and growth of IR-64 rice
varieties. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 3
factors, namely NPK-SR fertilizer at different N grades (5 levels), namely N0 (No
NPK-SR fertilizer), N1 (Grade 0-10-8), N2 (Grade 5-10-8), N3 (Grade 10-10-8),
and N4 (Grade 15-10-8). Humic acid (2 levels), namely A0 (No humic acid
application) and A1 (Humic acid application equivalent to 100 L/ha). Straw residue
(2 levels): J1 (Straw residue equivalent to 40 tons/ha) and J2 (No straw residue).
The number of treatments was 5 x 2 x 2 or 20 treatment combinations, repeated 3
times to obtain 60 experimental units. The results showed that the treatment
combination of NPK-SR fertilizer, straw residue, and humic acid had a significant
effect on the pH value of water at 5 weeks after planting (8.62) and 6 weeks after
planting (7.74), on DHL respectively at 2 - 7 weeks after planting (1. 351.85;
604.15; 603.83; 536.35; 927.1; 529.92), to TDS successively at 2 - 7 MST, namely
(691.67; 321.43; 300.57; 271.7; 360.27; 264.85), soil redox potential at the end of
vegetative stage (93.02 mV), N uptake in leaves (2.33 mg N/leaf), and growth of
rice variety IR-64 7 weeks after planting, namely on plant height (90.3 cm), number
of leaves/clump (45.1 strands), number of tillers/clump (11.26 tillers). Therefore,
NPK-SR fertilizer is considered to be an alternative fertilizer to replace
conventional NPK fertilizer. NPK-SR fertilizer has nutrient content that can be
released slowly so that the fertilizer has a fairly high efficiency of N, P and K.
4316546541C1L019032EVALUASI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMAN 1 PURWOKERTOSMAN 1 Purwokerto merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran ekonomi. Dalam menjalankan proses pembelajaran terdapat beberapa hambatan berupa kurangnya jumlah kuantitas buku pegangan dan buruknya jaringan internet sekolah yang mendukung budaya independent learning, serta peserta didik yang merasa bosan, tidak bersemangat, dan tidak tertarik pada proses pembelajaran. Hal tersebut tentunya memberikan dampak berupa masih ditemukannya peserta didik dengan hasil belajar <66% dari Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP). Tujuan Penelitian adalah untuk mengevaluasi penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMAN 1 Purwokerto khususnya untuk menganalisis penerapan, input peserta didik, proses kegiatan pembelajaran, dan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran berdiferensiasi. Metode penelitian menggunakan evaluasi model CIPP (Context, Input, Process, and Product). Hasil penelitian menunjukkan komponen context memiliki skor rata-rata 13,07 yang masuk dalam kategori cukup baik. Komponen input memiliki skor rata-rata 35,87 yang masuk dalam kategori cukup baik. Komponen process memiliki skor rata-rata 55,01 yang masuk dalam kategori cukup baik. Dan komponen product memiliki skor rata-rata 82,28 yang masuk dalam kategori cukup baik. Sehingga dapat disimpulkan seluruh komponen CIPP dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Purwokerto masuk dalam kategori cukup baik.SMAN 1 Purwokerto is one of the schools that implements differentiated learning in economics subjects. In carrying out the learning process, there are several obstacles in the form of a lack of quantity of textbooks and poor school internet network that supports the culture of independent learning, as well as students who feel bored, unenthusiastic, and uninterested in the learning process. This certainly has an impact in the form of students still being found with learning outcomes <66% of the Learning Objective Completion Criteria (KKTP). The purpose of the study was to evaluate the implementation of differentiated learning in economics subjects for class X at SMAN 1 Purwokerto, especially to analyze the implementation, student input, learning activity process, and student learning outcomes in participating in differentiated learning activities. The research method used the CIPP (Context, Input, Process, and Product) model evaluation. The results of the study showed that the context component had an average score of 13.07 which was in the fairly good category. The input component had an average score of 35.87 which was in the fairly good category. The process component had an average score of 55.01 which was in the fairly good category. And the product component has an average score of 82.28 which is in the fairly good category. So it can be concluded that all CIPP components in the implementation of differentiated learning in economics subjects at SMAN 1 Purwokerto are in the fairly good category.
4316646493H1E018039Redesain Produk Roofrack Pada Mobil SUV Menggunakan Metode Quaility Function Deployment Dan Finite Element Methods Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas.Bengkel AAC MOTOR merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang otomotif yang melayani jasa servis, pembelian sparepart, reparasi mesin, dan workshop untuk pembuatan produk yang digunakan pada mobil. Roofrack merupakan dek tambahan yang diletakkan di atas atap mobil. Fungsi roofrack sebagai penyangga agar barang bawaan dapat diletakkan di atap. Roof rack mobil dapat menjadi solusi ketika barang bawaan tak cukup disimpan di bagasi mobil. Fungsi roof rack untuk mobil bisa sangat membantu saat kapasitas bagasi kendaraan kurang besar. Namun, penggunaan roof rack juga harus dijaga volume dan beratnya agar mobil yang dipakai untuk berkendara tetap stabil selama melaju di jalanan. Jika barang yang disimpan di atas mobil terlalu banyak, konsumsi bahan bakar akan menjadi kurang efisien. penelitian ini akan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) dan Finite Element Method (FEM) untuk melakukan redesain pada roofrack . Redesain akan dilakukan menggunakan alat bantu software Solidworks untuk mempermudah proses perancangan. Pada software Solidworks juga sudah tersedia fitur simulasi FEM sehingga proses redesain dan pengujian dapat dilakukan dengan lebih efektif. Dengan metode dan alat yang digunakan untuk mendesain ulang pada rangka roofrack agar memenuhi kualitas standarisasi bagi para mekanik, user atau pelanggan dengan cara yang sistematis dengan menggunakan data kualitatif dari wawancara, dokumen, dan kuesioner yang diberikan oleh 7 ahli mekanik dan 53 responden. Berdasarkan tingkat kepentingan spesifikasi teknis yang diperoleh dari hasil HOQ ada dua desain yaitu desain awal dan redesain. pada desain awal memiliki von mises stress sebesar 42,28Mpa, nilai tersebut masih dibawah nilai yield strength namun nilai tersebut yang membuat nilai SF menjadi kecil sebesar 282Mpa. Dan von mises stress pada redesain memiliki nilai 13,25Mpa yang menunjukkan hasil tersebut dibawah nilai yield strength sebesar 292Mpa.AAC MOTOR Workshop is a company engaged in the automotive sector that provides service, spare part purchases, engine repairs, and workshops for the manufacture of products used in cars. AAC MOTOR Workshop also produces and customizes roofracks for various car needs, this study focuses on roofrack products that will be studied regarding some of the shortcomings of the roofrack itself. Roofrack is an additional deck that is placed on the roof of the car. The function of the roofrack is as a support so that luggage can be placed on the roof. Car roof racks can be a solution when luggage is not enough to be stored in the car trunk. The function of a roof rack for a car can be very helpful when the vehicle's trunk capacity is not large enough. However, the use of roof racks must also be maintained in volume and weight so that the car used for driving remains stable while driving on the road. If too many items are stored on the car, fuel consumption will be less efficient. This study will use the Quality Function Deployment (QFD) and Finite Element Method (FEM) methods to redesign the roofrack. Redesign will be carried out using Solidworks software to facilitate the design process. Solidworks software also has FEM simulation feature so that the redesign and testing process can be done more effectively. With the methods and tools used to redesign the roofrack frame to meet the standardization quality for mechanics, users or customers in a systematic way using qualitative data from interviews, documents, and questionnaires given by 7 mechanical experts and 53 respondents. Based on the level of importance of technical specifications obtained from the HOQ results, there are two designs, namely the initial design and the redesign. The initial design has a von mises stress of 42.28Mpa, this value exceeds the yield strength value of 282Mpa. And the von mises stress in the redesign has a value of 13.25Mpa which shows that the results are below the yield strength value of 292Mpa.
4316746542F1A019041HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DENGAN MINAT MENDAFTAR PROGRAM KAMPUS MENGAJAR PADA MAHASISWA SOSIOLOGI FISIP UNSOED Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang Program KM dengan minat mendaftar Program KM pada mahasiswa Sosiologi FISIP UNSOED angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei dangan dengan cara menyebarkan kuesioner melewati google form dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisi tau kendall’s-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang Program Kampus Mengajar pada mahasiswa Sosiologi FISIP UNSOED angkatan 2022 sebesar 85 (77,9%) dari 109 responden atau ada pada kategori sangat tinggi, Sementara Minat Mendaftar Program KM sebanyak 60 (55%) dari 109 responden memiliki minat mendaftar Program KM pada kategori tinggi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuan tentang Program KM dengan minat mendaftar Program KM sebesar 0,585 yang berada pada tingkat sedang. Nilai p value sebesar 0,00 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara variabel dua variabel. Sedangkan arah hubungan bersifat positif artinya semakin tinggi Pengetahuan Tentang Program Kampus Mengajar maka semakin tinggi Minat Mendaftar Program Kampus Mengajar.

Kata kunci: Program KM, Pengetahuan Tentang Program KM, Minat Mendaftar Program KM
This study aims to examine the relationship between knowledge of the Campus Teaching Program (Program KM) and the interest in registering for the Campus Teaching Program (Program KM) among Sociology students of the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) at UNSOED, class of 2022. This research uses a quantitative method with a survey research design, collecting data through questionnaires distributed via Google Forms and interviews. The collected data were then analyzed using the Kendall’s Tau-B analysis method. The results of the study indicate that the knowledge of the Campus Teaching Program (Program KM) among Sociology students of FISIP UNSOED, class of 2022, is high, with 85 out of 109 respondents (77.9%) falling into the very high category. Meanwhile, the interest in registering for the Campus Teaching Program (Program KM) is also high, with 60 out of 109 respondents (55%) expressing a strong interest in registering for the program. The study further reveals that the relationship between knowledge of the Campus Teaching Program (Program KM) and the interest in registering for the Campus Teaching Program (Program KM) is moderate, with a correlation coefficient of 0.585. The p-value of 0.00 < 0.05 indicates a statistically significant relationship between the two variables. Furthermore, the direction of the relationship is positive, meaning that the higher the knowledge of the Campus Teaching Program (Program KM), the higher the interest in registering for the Campus Teaching Program (Program KM).

Keywords: Campus Teaching Program, Knowledge of the Campus Teaching Program, Interest in Registering for the Campus Teaching Program.
4316846581F1A021117The Relationship between Peer Interaction and Level of Religiosity with Student Achievement MotivationPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan interaksi dengan teman sebaya dan tingkat religiusitas dengan motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei di SMA Negeri 1 Harapan Bangsa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 715 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 392 siswa (52% dari jumlah populasi). Alat uji statistik yang digunakan adalah korelasi tau kendall. Hasil penelitian menunjukkan variabel interaksi teman sebaya berhubungan dengan motivasi belajar (nilai korelasi sebesar 0,270 dengan tingkat signifikasi p = 0,05); kemudian variabel tingkat religiusitas berhubungan dengan motivasi belajar (nilai korelasi tau kendall sebesar 0,315 dengan tingkat signifikasi p = 0,05). Interaksi teman sebaya memiliki peran penting untuk mendorong motivasi berprestasi siswa. Melalui dukungan sosial berupa sikap kerja sama dapat mendorong dan meningkatkan motivasi siswa untuk berprestasi. Sementara, tingkat religiusitas juga dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa karena nilai agama memberikan nilai-nilai positif bagi siswa dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa. Temuan pada penelitian berimplikasi untuk mengembangkan strategi terkait penumbuhan motivasi berprestasi siswa, khususnya di SMA Negeri 1 Harapan Bangsa.This study aims to explain the relationship between peer interaction and religiosity level with student achievement motivation. This research was conducted using the survey method at SMA Negeri 1 Harapan Bangsa. The population of this study was X and XI grade students totaling 715 students. Sampling using simple random sampling technique. The number of samples in this study was 392 students (52% of the total population). The results showed that the peer interaction variable was related to learning motivation (correlation value of 0.270 with a significance level of p = 0.05); then the religiosity level variable was related to learning motivation (Kendall's tau correlation value of 0.315 with a significance level of p = 0.05). Based on the results of the study, there is a positive relationship between peer interaction and religiosity level with achievement motivation. Peer interaction has an important role to encourage student achievement motivation. Through social support in the form of cooperation attitudes can encourage and increase student motivation to achieve. Meanwhile, the level of religiosity can also increase students' achievement motivation. Religiosity that provides positive values for students can increase student achievement motivation. The findings in the study have implications for developing strategies related to growing student achievement motivation, especially at SMA Negeri 1 Harapan Bangsa.
4316946545E1A019340Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap Larangan Memberi Uang Pada Pengemis (Studi di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap larangan memberi uang pada pengemis dan pengaruh faktor kedisiplinan, motivasi, dan pendapatan terhadap kesadaran hukum masyarakat terhadap larangan memberi uang pada pengemis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Metode pengolahan data menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel data. Analisis data dengan distribusi frekuensi, tabel silang, analisis isi, dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap larangan memberi uang pada pengemis di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas adalah tinggi. Hal ini dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: tingginya tingkat pengetahuan hukum masyarakat terhadap larangan memberi uang kepada pengemis; tingginya tingkat pemahaman hukum masyarakat terhadap larangan memberi uang kepada pengemis; banyaknya sikap setuju masyarakat terhadap larangan memberi uang kepada pengemis; dan banyaknya pola perilaku masyarakat yang sesuai terhadap larangan memberi uang pada pengemis. Faktor kedisiplinan, faktor motivasi, dan faktor pendapatan cenderung berpengaruh secara positif terhadap kesadaran hukum masyarakat tentang larangan memberi uang pada pengemis, artinya semakin tinggi faktor kedisiplinan, faktor motivasi, dan faktor pendapatan maka semakin tinggi pula kesadaran hukum masyarakat terhadap larangan memberi uang pada pengemis.This research aims to determine the level of public legal awareness of the prohibition on giving money to beggars and the influence of discipline, motivation, and income factors on public legal awareness of the prohibition on giving money to beggars. This study uses a quantitative research method with a sociological legal approach and descriptive research specifications. The research sample was taken using simple random sampling. The types of data sources include primary and secondary data obtained using questionnaires, documentaries, and literature. The data processing method uses coding, editing, and tabulation techniques, then presented in the form of narrative text and data tables. Data analysis with frequency distribution, cross tables, content analysis, and comparative analysis. The results of the study indicate that the level of public legal awareness of the prohibition on giving money to beggars in Grendeng Village, North Purwokerto District, Banyumas is high. This can be measured by the following indicators: the high level of public legal knowledge of the prohibition on giving money to beggars; the high level of public legal understanding of the prohibition on giving money to beggars; the number of public attitudes of agreement with the prohibition on giving money to beggars; and the number of community behavioral patterns that are in accordance with the prohibition on giving money to beggars. Discipline factors, motivation factors, and income factors tend to have a positive influence on public legal awareness regarding the prohibition on giving money to beggars, meaning that the higher the discipline factors, motivation factors, and income factors, the higher the public legal awareness regarding the prohibition on giving money to beggars.
4317046583F1A021032Resiliensi dan motivasi diri: Life history tentang Dewi, anak broken home sarat prestasiArtikel ini menceritakan perjalanan anak broken home dari sisi yang berbeda, yaitu dari
keberhasil Dewi dalam pendidikan, sementara sudut pandang ini belum diteliti penelitian
sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif life history . Metode pengumpulan data
berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan
metode analisis interaktif. Terdapat empat poin penting dalam analisis interaktif, yaitu
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini
menemukan bahwa Dewi sebagai anak broken home sudah mengalami resiliensi dari keadaan
buruk yang dihadapinya. Ada beberapa hal yang membuat Dewi mampu menghadapi kondisi
tersebut, di antaranya keinginan untuk bangkit dari dalam diri dan kesadaran harus belajar dengan
giat. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat beberapa motivasi Dewi untuk bangkit
dan berprestasi, yaitu keinginan untuk mengangkat derajat keluarganya, keinginan untuk melawan
stereotip tentang anak broken home , dan keinginan untuk memiliki keluarga yang harmonis di masa depan.
Resilience and self - motivation: Life history of D ewi, a child of broken home full of achievements
Abstract : This article tells the journey of a broken home child from a different side, namely from
Dewi's success in education, while this point of view has not been studied by previous research. This
research uses qualitative life history method. Data collection me thods are in- depth interviews,
observation, and documentation. This research was analyzed using the interactive analysis method.
There are four important points in interactive analysis, namely data collection, data reduction, data
presentation, and conclus ion drawing. The results of this study found that Dewi as a broken home
child has experienced resilience from the bad circumstances she faced. There are several things that
make Dewi able to face these conditions, including the desire to rise from within a nd the awareness
that she must study hard. The results of this study also found that there are several motivations for
Dewi to rise and achieve, namely the desire to raise the status of her family, the desire to fight
stereotypes about broken home children , and the desire to have a harmonious family in the future.
4317146544J1A020060An Analysis of Slang Words Translation Techniques In Fury (2014) Movie SubtitleSubtitling atau sulih teks merupakan suatu bentuk pengalihan bahasa yang biasa dilakukan dalam film atau acara televisi yang ditampilkan dalam bentuk tulisan dan ditempatkan di bagian bawah layar. Subtitling ini disediakan oleh pembuat film dengan tujuan untuk memberikan pemahaman bahasa asing yang digunakan oleh penutur asing di dalam suatu film atau acara televisi. Kata-kata slang atau Bahasa gaul merupakan ragam Bahasa tidak resmi dan tidak baku yang bersifat musiman. Kata-kata slang ini biasa digunakan oleh kelompok sosial tertentu dalam situasi informal. Subtitling dari kata-kata slang itu sendiri memiliki tantangannya tersendiri terutama dalam menerjemahkan dan menyesuaikan kata-kata yang disampaikan dari bahasa sumber ke bahasa target. Penerjemah harus mampu untuk mentransfer konteks yang disampaikan Bahasa sumber di dalam film tersebut dengan mencari padanan kata yang sesuai dengan kultur yang ada di Bahasa sasaran. Metode penelitan ini dimulai dengan menonton film “Fury” (2014) terlebih dahulu, kemudian membuat daftar yang berisi kata slang yang ada di dalam film tersebut, yang selanjutnya kata-kata slang tersebut akan diklasifikasikan jenis slangnya dan teknik penerjemahannya. Selain itu, terjemahan kata-kata slang tersebut akan diklasifikasikan menggunakan teori teknik penerjemahan milik Molina dan Albir.Subtitling or text dubbing is a form of language switching which is usually done in films or television shows which is displayed in written form and placed at the bottom of the screen. Subtitling is provided by film makers with the aim of providing an understanding of the foreign language used by foreign speakers in a film or television show. Slang words are variety of unofficial and non-standard language that are seasonal. These slang words are commonly used by certain social groups of people in informal situations. The subtitling of slang words itself has its own challenges especially in translating and adapting the words conveyed from the source language to the target language. The translator must be able to transfer the context conveyed in the source language from the film by finding equivalent words that match the culture in the target language. This research method starts by watching the movie "Fury" (2014), then making a list that contains slang words from the film, after that the slang words will be classified based on the slang types and translation techniques that the translator used in the subtitle. Besides that, the translation of slang words will be classified using the theory of translation techniques by Molina and Albir.
4317246580A1C020080PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP TINGKAT PEMADATAN TANAH AKIBAT PERLINTASAN TRAKTOR RODA 2 PADA KEDALAMAN 0 – 50 cmPengolahan tanah menggunakan traktor dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja dalam pengolahan lahan pertanian. Namun demikian, penggunaan traktor dapat menyebabkan pemadatan tanah, yang dapat merugikan sistem perakaran tanaman serta sirkulasi air dan udara dalam tanah. Disisi lain, pemberian pupuk kandang sapi dikatakan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi tanah serta meningkatkan pertumbuhan tanaman. Namun demikian penelitian tentang pengaruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 2 masih jarang dilakukan. Lebih dari itu, analisis sifat fisik tanah dalam penelitian terdahulu dominan hanya dilakukan hingga kedalaman 30 cm, padahal beberapa jenis tanaman memiliki sistem perakaran yang mampu menembus lebih dari 30 cm. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kandang sapi terhadap pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 2 pada kedalaman 0 – 50 cm, serta (2) mempelajari hubungan antara variabel sifat fisik tanah terkait dengan pengaruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 2 pada kedalaman 0 – 50 cm.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Juni 2024 di lahan pertanian Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) Kecamatan Sokaraja dan Laboratorium Terpadu 1 IAB, Univesitas Jenderal Soedirman. Bahan yang digunakan yaitu 4 petakan lahan berukuran 1 m x 2 m, sedangkan alat yang digunakan meliputi: traktor roda dua tipe Quick/G 3000 Zeva, head core ring sampler, soil ring sampler 100 cm3, oven, jangka sorong, timbangan digital, cawan alumunium, falling head meter, dan stopwatch. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor/perlakuan dan satu kontrol sebagai pembanding. Perlakuan yang diberikan yaitu 4 taraf perlakuan dosis pupuk kandang sapi: tanpa pupuk kandang sapi (P0), 15 ton/ha (P15), 20 ton/ha (P20), dan 25 ton/ha (P25). Sampel tanah tidak terganggu diambil pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm, dengan pengulangan sebanyak 5 kali untuk setiap kedalaman, sehingga total terdapat 100 sampel tanah. Variabel yang diukur adalah hydraulic conductivity, kadar air, dry bulk density, dan porositas. Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5%, diikuti dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) serta analisis regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis pupuk kandang sapi mengurangi nilai dry bulk density, serta meningkatkan nilai hydraulic conductivity, dan porositas tanah. Peningkatan kedalaman tanah cenderung menghasilkan penurunan bulk density, serta peningkatan nilai hydraulic conductivity, dan porositas tanah. Analisis regresi menunjukkan bahwa dry bulk density memiliki hubungan linear negative dengan hydraulic conductivity (R2 = 0,3082), sedangkan porositas dan kadar air memiliki hubungan linear positive dengan hydraulic conductivity (R2 = 0,3082 dan R2 = 0,0405).
Tillage using tractors can increase the efficiency and productivity of agricultural labour. However, the use of tractors can cause soil compaction, which can be detrimental to plant root systems as well as water and air circulation in the soil. On the other hand, the application of cow manure is said to improve the physical, chemical, and biological properties of soil and increase plant growth. However, research on the effect of applying cow manure on soil compaction due to 2-wheel tractor crossings is still rare. Moreover, analyses of soil physical properties in previous studies were predominantly only conducted to a depth of 30 cm, whereas some plant species have root systems that can penetrate more than 30 cm. Therefore, this research aims to (1) determine the effect of various doses of cow manure on soil compaction due to 2-wheel tractor crossings at a depth of 0 – 50 cm, and (2) study the relationship between soil physical properties variables related to the effect of cow manure on soil compaction due to 2-wheel tractor crossings at a depth of 0 - 50 cm.
The research was conducted in December 2023 - June 2024 on the farmland of the Alsintan Service Rental Unit (UPJA) of Sokaraja District and Integrated Laboratory 1 IAB, Universitas Jenderal Soedirman. The materials used were 4 land plots measuring 1 m x 2 m, while the tools used included: two-wheeled tractor type Quick/G 3000 Zeva, head core ring sampler, soil ring sampler 100 cm3, oven, vernier caliper, digital scales, aluminium cup, falling head meter, and stopwatch. The research was conducted using a completely randomised design (CRD) with one factor/treatment and one control as a comparison. The treatments were 4 levels of cattle manure dosage: no cattle manure (P0), 15 tonnes/ha (P15), 20 tonnes/ha (P20), and 25 tonnes/ha (P25). Undisturbed soil samples were taken at depths of 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, and 40 – 50 cm, with 5 repetitions for each depth, resulting in a total of 100 soil samples. The variables measured were hydraulic conductivity, moisture content, dry bulk density, and porosity. Data were analysed using Analysis of Variance (ANOVA) with a significance level of 5%, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) and regression analysis.The variables measured were saturated hydraulic conductivity, water content, dry bulk density, wet bulk density, and porosity. Data analysis was performed using Analysis of Variance (ANOVA) with a 5% significance level, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 5% level, and regression analysis.
The results showed that increasing the dose of cow manure reduced the dry bulk density value, and increased the hydraulic conductivity value, and soil porosity. Increasing soil depth tends to result in a decrease in bulk density, as well as an increase in hydraulic conductivity, and soil porosity. Regression analysis shows that dry bulk density has a negative linear relationship with hydraulic conductivity (R2 = 0.3082), while porosity and moisture content have a positive linear relationship with hydraulic conductivity (R2 = 0.3082 and R2 = 0.0405).
4317346543C1I018029THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE AND CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ON FIRM VALUE WITH MEDIA EXPOSURE AS MODERATING FACTORPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dewan komisaris independen, komite audit, tanggung jawab sosial perusahaan terhadap nilai Perusahaan dengan media exposure sebagai faktor moderasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan keuangan dan laporan keberlanjutan yang diambil dari website BEI. Sampel yang digunakan berjumlah 33 perusahaan sub sektor makanan dan minuman selama 3 tahun periode pengamatan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis regresi moderat dengan alat analisis menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini menujukkan variabel dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Variabel komite audit dan tanggung jawab sosial perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan variabel media exposure tidak memoderasi hubungan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap nilai perusahaan. This study aims to determine the effect of the independent board of commissioners, audit committee, corporate social responsibility on firm value with media exposure as a moderating factor. This type of research is quantitative. This study uses secondary data, namely financial reports and sustainability reports taken from the IDX website. The sample used amounted to 33 food and beverage sub-sector companies during the 3-year observation period. The sampling technique was carried out using purposive sampling. The analysis method used is multiple linear regression analysis and moderate regression analysis with analysis tools using SPSS 25. The results of this study indicate that the independent board of commissioner variable has no effect on firm value. Audit committee variables and corporate social responsibility affect firm value. While the media exposure variable does not moderate the relationship between corporate social responsibility and firm value.
4317446550F1A020010Pergeseran Bentuk dan Makna Tradisi Seserahan dalam Masyarakat Desa Arjasari Kecamatan Larangan Kabupaten BrebesPenelitian ini menggambarkan pergeseran bentuk seserahan beserta maknanya di Desa Arjasari Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Penelitian dilatarbelakangi adanya fenomena tradisi seserahan yang telah mengalami perubahan dari generasi ke generasi, yang masyarakatnya lebih mengedepankan materi dalam pemberian seserahan sebagai simbol status sosial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pergeseran barang dan bagaimana masyarakat memaknai tradisi seserahan ditengah ekonomi menengah bawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori fenomenologi, dan teknik penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perubahan signifikan dalam tradisi seserahan, pada tahun 1890-1990-an pemberian seserahan antara lain: kebutuhan dasar wanita, seperti kebaya, kain jarik, perhiasan, jajanan tradisional, buah-buahan, dan peralatan rumah tangga dari tembaga (barang abang), dan dibawa menggunakan jodang. Namun, sejak tahun 2000-an, barang seserahan mencerminkan status sosial, mencakup pakaian, tas, sepatu bermerek, perhiasan, kosmetik, hingga set elektronik dan peralatan rumah tangga besar seperti lemari, sofa, kulkas, bahkan sepeda motor atau mobil. Tradisi ini memberikan tekanan sosial dan ekonomi, terutama bagi calon pengantin pria, Namun dengan adanya fasilitas pendukung seperti pinjaman bank, penjualan aset, dan keringanan dari toko penyedia barang turut melestarikan tradisi ini tanpa memperhatikan kemampuan finansial individu.

This study explores the transformation of the seserahan tradition and its meaning in Arjasari Village, Larangan District, Brebes Regency. The research is motivated by the phenomenon of seserahan traditions experiencing generational changes, where the community places greater emphasis on material aspects as a symbol of social status. The study aims to understand the shift in items included in seserahan and how the community perceives this tradition amidst their lower-middle economic condition This research employs a descriptive qualitative method using phenomenological theory and purposive sampling techniques. The results indicate a significant change in the seserahan tradition. During the 1890s to the 1990s, seserahan items primarily included basic needs for women, such as kebaya, jarik cloth, jewelry, traditional snacks, fruits, and household utensils made of copper (barang abang), carried in jodang boxes. Since the 2000s, however, seserahan items have evolved to reflect social status, including branded clothing, bags, shoes, jewelry, cosmetics, electronics, and large household appliances such as wardrobes, sofas, refrigerators, and even motorcycles or cars. This tradition imposes social and economic pressures, particularly on the groom. However, supporting facilities such as bank loans, asset sales, and installment schemes from stores providing seserahan items have contributed to preserving this tradition, often disregarding the financial capacity of the individuals involved.
4317546551A1A020004ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI DURIAN BAWOR DI KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berfokus pada penurunan produksi durian di kecamatan Kemranjen pada tahun 2021 dan 2022. Durian bawor merupakan durian yang banyak ditanam oleh petani di Kecamatan Kemranjen. Tujuan penelitian ini: 1. Mengetahui faktor yang mempengaruhi produksi usahatani durian bawor 2. Mengetahui tingkat efisiensi teknis produksi usahatani durian bawor 3. mengetahui faktor yang mempengaruhi inefisiensi usahatani durian bawor. Penelitian dilakukan di Desa Alasmalang, Desa Karangsalam, dan Desa Pageralang di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan survei. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 51 petani. Metode analisis menggunakan Stochastic Frontier Analysis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh secara nyata terhadap nilai efisiensi teknis usahatani durian bawor yaitu pupuk kandang, pupuk NPK, dolomit, pestisida, dan jumlah pohon. Nilai efisiensi teknis rata-rata usahatani durian bawor adalah adalah 0,71738845. Hasil analisis faktor yang mempengaruhi inefisiensi usahatani durian bawor yang berpengaruh nyata terhadap nilai inefisiensi usahatani durian bawor adalah faktor umur dan penyuluhan. Hasil penelitian ini berguna sebagai pedoman petani durian bawor di kecamatan kemranjen agar hasil yang didapat maksimal.This study focuses on the decline in durian production in Kemranjen District in 2021 and 2022. Bawor durian is a durian that is widely planted by farmers in Kemranjen District. The objectives of this study: 1. To determine the factors that influence the production of bawor durian farming 2. To determine the level of technical efficiency of bawor durian farming production 3. To determine the factors that influence the inefficiency of bawor durian farming. The study was conducted in Alasmalang Village, Karangsalam Village, and Pageralang Village in Kemranjen District, Banyumas Regency. This study uses a survey approach method. Sampling uses the census method. The sample used in this study was 51 farmers. The analysis method uses Stochastic Frontier Analysis. The results of the study indicate that the production factors that significantly affect the technical efficiency value of bawor durian farming are manure, NPK fertilizer, dolomite, pesticides, and the number of trees. The average technical efficiency value of bawor durian farming is 0.71738845. The results of the analysis of factors that influence the inefficiency of Bawor durian farming that have a significant effect on the value of Bawor durian farming inefficiency are age and extension factors. The results of this study are useful as a guideline for Bawor durian farmers in Kemranjen sub-district so that the results obtained are maximized.
4317646552I1D020025Nilai Gizi dan Sensori Kukis Dari Terigu, Kulit Kentang, dan Daun Katuk sebagai Alternatif Makanan Sumber Zat BesiLatar Belakang: Kukis dapat dijadikan selingan untuk memenuhi kebutuhan gizi Ibu hamil dan menyusui. Kukis dibuat dengan suplementasi kulit kentang dan daun katuk yang memiliki potensi sebagai makanan sumber zat besi dengan karakteristik sensori yang dapat diterima sebagai alternatif selingan ibu hamil dan menyusui.
Metodologi: Penelitian eksperimental RAK dengan proporsi suplementasi kulit kentang : daun katuk F1 (15%:35%); F2 (20%:30%); F3 (25%:25%); F4 (30%:20%); F5 (35%:15%). Dilakukan uji duplo untuk kadar zat besi dan vitamin C sebanyak 4 kali ulangan yang kemudian dianalisis menggunakan SPSS 25 dengan metode ANOVA dan dilanjutkan dengan DMRT (p value <0,05). Uji organoleptik yang dianalisis menggunakan SPSS dengan metode Friedman dan dilanjutkan dengan DMRT (p value <0,05). Perlakuan terbaik ditentukan dengan uji indeks efektivitas.
Hasil Penelitian: Proporsi suplementasi kulit kentang dan daun katuk berpengaruh nyata terhadap kadar zat besi (p value <0,002), vitamin C (p value <0,013), hedonik warna (p value <0,016) dan tekstur (p value <0,000), serta mutu hedonik warna (p value <0,000), aroma (p value <0,046), tekstur (p value <0,000), dan aftertaste pahit (p value <0,001). Namun tidak berpengaruh nyata terhadap hedonik aroma dan rasa.
Kesimpulan: Perlakuan terbaik adalah kukis dengan proporsi 15% kulit kentang : 35% daun katuk dengan kadar zat besi 10,41 mg dan serving size 6-7 keping per hari.
Background: Cookies can be used as a distraction to meet the nutritional needs of pregnant and breastfeeding mothers. Cookies are made with the supplementation of potato peel and “katuk” leaves which have the potential as a food source of iron with sensory characteristics that are acceptable as an alternative distraction for pregnant and breastfeeding mothers.
Methods: RAK experimental research with the proportion of potato peel supplementation: “katuk” leaves F1 (15%:35%); F2 (20%:30%); F3 (25%:25%); F4 (30%:20%); F5 (35%:15%). Duplo tests were carried out for iron and vitamin C levels 4 times, which were then analyzed using SPSS 25 with the ANOVA method and continued with DMRT (p value <0.05). The organoleptic tests analyzed using SPSS with the Friedman method and followed by DMRT (p value <0.05). The best treatment is determined by the effectiveness index test.
Research Result: The proportion of potato peel and “katuk” leaves supplementation had a significant effect on iron levels (p value <0.002), vitamin C (p value <0.013), hedonic color (p value <0.016) and texture (p value <0.000), as well as hedonic color quality. (p value <0.000), aroma (p value <0.046), texture (p value <0.000), and bitter aftertaste (p value <0.001). However, it had no real effect on hedonic aroma and taste.
Conclusion: The best treatment is cookies with a proportion of 15% potato peel : 35% “katuk” leaves with an iron content of 10.41 mg and a serving size of 6-7 pieces per day.
4317746553A1D020053Upaya Peningkatan Produktivitas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Melalui Pengaplikasian Pupuk Lengkap dan Zat Pengatur Tumbuh pada Beberapa Intensitas Pemberian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman terhadap pupuk lengkap dan zat pengatur tumbuh (ZPT) serta memperoleh cara pengaplikasian ZPT yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse yang bertempat di Desa Karangduren, Bobotsari, Purbalingga mulai dari bulan Agustus 2023 hingga Februari 2024. Media tanam yang digunakan adalah tanah inceptisol, pupuk kandang sapi, dan sekam padi yang terfermentasi dengan perbandingan 2:2:1, dimasukkan ke dalam planter bag ukuran 35 x 35 cm. Jarak tanam 70 x 40 x 40 cm antar planter bag. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara split plot, 2 faktor dengan 8 kombinasi perlakuan, yaitu G0H0 = kontrol, G0H1 = ZPT 1 ml/l 4 kali aplikasi, G0H2 = ZPT 1 ml/l 8 kali aplikasi, G0H3 = ZPT 1 ml/l 12 kali aplikasi, G1H0 = pupuk lengkap 1 g/l, G1H1 = pupuk lengkap 1g/l + ZPT 1 ml/l 4 kali aplikasi, G1H2 = pupuk lengkap 1 g/l + ZPT 1 ml/l 8 kali aplikasi, dan G1H3 = pupuk lengkap 1 g/l + ZPT 1 ml/l 12 kali aplikasi. Perlakuan dasar yang diberikan meliputi: penyiraman menggunakan irigasi tetes, pemupukan menggunakan pupuk Phonska 12 gram/tanaman, serta pupuk kandang sapi 16.578 gram/media tanam. Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil menunjukkan bahwa pemberian perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah tunas cabang, jumlah cabang produktif, luas daun total, jumlah buah total per tanaman, serta bobot buah segar per tanaman dan tidak nyata terhadap kadar klorofil total, umur berbunga, umur panen, serta jumlah buah per tanaman pada periode bunga pertama. . Perlakuan pupuk lengkap 1 g/l + ZPT 1 ml/l 12 kali aplikasi (G1H3) memberikan hasil terbaik yaitu 80,1% meningkatkan jumlah buah total per tanaman dan 71,72% meningkatkan bobot buah segar per tanaman dibanding perlakuan kontrol, sehingga perlakuan tersebut direkomendasikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit dan tanaman lainnya.This research aims to determine the response of plants to complete fertilizer and Plant Growth Regulator (PGR) and to obtain the best way to apply PGR. This research was carried out in a screenhouse located in Karangduren Village, Bobotsari, Purbalingga from August 2023 to February 2024. The planting media used were inceptisol soil, cow manure, and fermented rice husks in a ratio of 2:2:1, put into in a 35 x 35 cm planter bag. Planting distance 70 x 40 x 40 cm between planting bags. This study used a block random design with split plot, 2 factors with 8 treatment combinations, namely G0H0 = control, G0H1 = growth regulators 1 ml/l 4 times application, G0H2 = growth regulators 1 ml/l 8 times application, G0H3 = growth regulators 1 ml/l 12 times application, G1H0 = complete fertilizer 1 g/l, G1H1 = complete fertilizer 1 g/l + growth regulators 1 ml/l 4 times application, G1H2 = complete fertilizer 1 g/l + growth regulators 1 ml/l 8 times application, G1H3 = complete fertilizer 1 g/l + growth regulators 1 ml/l 12 times application. The basic treatment given includes: watering using drip irrigation, fertilizing using Phonska fertilizer 12 grams/plant, and cow manure 16,578 grams/planting medium. Data analysis used analysis of variance (ANOVA) and DMRT follow-up test at 5% error level. The results showed that the treatment significantly affected plant height, number of branch buds, number of productive branches, total leaf area, total number of fruits per plant, and fresh fruit weight per plant and did not significantly affect total chlorophyll content, flowering age, harvest age, and number of fruits per plant in the first flowering period. Complete fertilizer treatment 1 g/l + PGR 1 ml/l 12 applications (G1H3) gave the best results, namely 80.1% increasing the total number of fruit per plant and 71.72% increasing the weight of fresh fruit per plant compared to the control treatment so that this treatment is recommended to increase the productivity of cayenne pepper plants and other plants.
4317846554B1A020117BAKTERI PENGHASIL SIDEROFOR ASAL NUSA TENGGARA TIMUR SEBAGAI PLANT GROWTH PROMOTING BACTERIA DAN KEMAMPUANNYA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BAWANG MERAHPenelitian bertujuan untuk (1) menyeleksi bakteri asal ekosistem kering dan salin Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menghasilkan siderofor; (2) menyeleksi bakteri penghasil siderofor sebagai Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB); (3) mengetahui identitas bakteri penghasil siderofor terpilih berdasarkan metode filogenetik; (4) mengetahui kemampuan bakteri penghasil siderofor terpilih yang memiliki sifat sebagai PGPB dalam meningkatkan pertumbuhan bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 200 isolat bakteri NTT diperoleh sebanyak 71 isolat bakteri dapat memproduksi siderofor. Dari 71 isolat bakteri penghasil siderofor diperoleh 15 isolat dapat melarutkan seng (Zn); dua isolat dapat melarutkan kalium (K); tiga isolat dapat menambat nitrogen (N2) dan melarutkan fosfat; dua isolat dapat menambat N2 dan melarutkan Zn; satu isolat dapat melarutkan fosfat dan K; dua isolat dapat melarutkan fosfat dan Zn; l5 isolat dapat melarutkan K dan Zn; satu isolat dapat menambat N2 serta melarutkan fosfat dan K; satu isolat dapat menambat N2 serta melarutkan fosfat dan Zn; dua isolat dapat menambat N2 serta melarutkan K dan Zn; tiga isolat dapat melarutkan fosfat, K, dan Zn. Isolat A6.6 memiliki kekerabatan DNA dengan Serratia liquefaciens DVSL sebesar 97,78%; isolat R4.1-5 dengan Mammalicoccus sciuri PB35 sebesar 98,03%; isolat R1.19 dengan Enterobacter cloacae subsp. cloacae AKP-114 sebesar 97,10%. Isolat R5.13 dengan S. liquefaciens ZMT-1 sebesar 97,02%. Isolat A5.18 dengan Klebsiella pneumoniae 130120D sebesar 97,91%. Isolat A4.3 dengan E. cloacae Bio103 sebesar 96,94%. Isolat C1.19 dengan S. marcescens RH-10 sebesar 97,17%. Inokulasi bakteri tersebut dapat meningkatkan tinggi tanaman dan panjang akar serta serapan nitrat, amonium, fosfat, dan kalium pada bawang merah.This study aimed to (1) select bacteria from dry and saline ecosystems of East Nusa Tenggara (NTT) that produced siderophores; (2) select siderophore-producing bacteria as Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB); (3) determine the identity of selected siderophores-producing bacteria based on phylogenetic systematic methods; (4) determine the ability of selected siderophore-producing bacteria as PGPB to enhance shallots growth. The results showed that from 200 NTT bacterial isolates, there were 71 bacterial isolates could produce siderophores. From 71 isolates of siderophore-producing bacteria, there were 15 isolates could solubilize zinc (Zn); two isolates could solubilize potassium (K); three isolates could fix-N2 (nitrogen) and solubilize phosphate; two isolates could fix-N2 and solubilize Zn; one isolate could solubilize phosphate and K; two isolates could solubilize phosphate and Zn; 15 isolates could solubilize K and Zn; one isolate could fix-N2 and solubilize phosphate and K; one isolate could fix-N2 and solubilize phosphate and Zn; two isolates can fix-N2 and solubilize K and Zn; three isolates can solubilize phosphate, K, and Zn. Isolate A6.6 had DNA similarity with Serratia liquefaciens DVSL of 97.78%; isolate R4.1-5 with Mammalicoccus sciuri PB35 of 98.03%; isolate R1.19 with Enterobacter cloacae subsp. cloacae AKP-114 of 97.10%; isolate R5.13 with S. liquefaciens ZMT-1 of 97.02%; isolate A5.18 with Klebsiella pneumoniae 130120D of 97.91%; isolate A4.3 with E. cloacae Bio103 of 96.94%; isolate C1.19 with S. marcescens RH-10 of 97.17%. The bacterial inoculation could enhance plant height and root length as well as the uptake of nitrate, ammonium, phosphate, and potassium in shallots.
4317946555J1B020031Makna Leksikal dan Kultural Batik KudusKabupaten Kudus merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki batik dengan ciri khasnya sendiri. Batik Kudus memiliki makna pada setiap motifnya. Makna yang terkandung dalam batik Kudus dapatn mencerminkan keadaan masyarakatnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap makna leksikal, makna kultural, serta nilai budaya dalam batik Kudus dengan etnolinguistik. Bentuk penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data pada pada penelitian ini adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak libat cakap, rekam, dan catat. Metode analisis data penelitian ini adalah metode padan intralingual dan ekstralingual. Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa satuan lingual motif batik Kudus yang berbentuk kata terdiri dari dua (2) dan yang berbentuk frase terdiri dari dua puluh lima (25). Selain itu, batik Kudus juga memiliki makna kultural nilai budaya.Kudus Regency is one of the areas in Central Java that has batik with its own
characteristics. Batik Kudus has meaning in each motif. The meaning in Batik Kudus can reflect the state of its society. This study was conducted to reveal the lexical meaning, cultural meaning, and cultural values in batik Kudus with ethnolinguistics. The form of this research is descriptive qualitative. The data collection method in this study is the listening method with basic tapping techniques and advanced listening techniques involving conversation, recording, and notes. The data analysis method of this study is the intralingual and extralingual matching method. The results of this research is the lingual units of batik Kudus motifs in the form of words consist of two (2) and those in the form of phrases consist of twenty-five (25). In addition, batik Kudus also has a cultural meaning of cultural values.
4318046556H1E020009Analisis Kesesuaian Beban Angkat Dengan Pendekatan RWL Pada
Pendaki Gunung Sindoro Temanggung Jawa Tengah
Membawa beban berat saat mendaki dapat menimbulkan berbagai risiko dan masalah, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Risiko ini tidak hanya mempengaruhi kenyamanan pendaki, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik. Beban berlebihan yang dibawa oleh pendaki maupun porter dapat mengurangi performa pendakian dan meningkatkan risiko cedera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian beban angkat pada pendaki dan porter di Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah, menggunakan pendekatan biomekanika dan metode NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health). Analisis difokuskan pada perhitungan gaya, momen, Recommended Weight Limit (RWL), dan Lifting Index (LI) untuk menilai risiko cedera terkait aktivitas pengangkatan beban. Data diperoleh melalui wawancara dan kuisioner yang melibatkan pendaki dengan berat badan rata-rata 55,7 kg serta porter dengan berat 62 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kompresi pada segmen L5/S1 melebihi batas aman, baik untuk pendaki maupun porter, dengan porter menghadapi risiko yang lebih besar. Perhitungan RWL dan LI mengonfirmasi bahwa beban yang diangkat porter lebih tinggi dari batas aman, sehingga porter lebih berisiko mengalami cedera dibandingkan pendaki.Carrying heavy loads while hiking can lead to various risks and issues, both short-term and long-term. These risks not only affect hiker comfort but also impact physical health. Excessive loads carried by hikers and porters can reduce hiking performance and increase the risk of injury. This study aims to analyze the suitability of load-lifting for hikers and porters on Mount Sindoro, Temanggung, Central Java, using a biomechanical approach and the NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health) method. The analysis focuses on calculating force, moment, Recommended Weight Limit (RWL), and Lifting Index (LI) to assess injury risk related to lifting activities. Data were collected through interviews and questionnaires involving hikers with an average weight of 55.7 kg and porters weighing 62 kg. The results indicate that the compressive force on the L5/S1 segment exceeds safe limits for both hikers and porters, with porters facing a greater risk. RWL and LI calculations confirm that the loads carried by porters exceed the safe limit, placing them at a higher risk of injury than hikers.