Artikelilmiahs

Menampilkan 43.241-43.260 dari 48.831 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4324146701J1B019033Kohesi Gramatikal dan Kohesi Leksikal pada Deskripsi Unggahan Akun Instagram Jokowi Penelitian ini berjudul “Kohesi Gramatikal dan Kohesi Leksikal pada Deskripsi
Unggahan Akun Instagram Jokowi” bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan
kohesi gramatikal dan kohesi leksikal pada deskripsi unggahan akun Instagram Jokowi.
Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatatif. Metode pengumpuan data
yang digunakan adalah metode simak dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Data
penelitian ini adalah data kebahasaan berupa kata, frasa, kalusa, dan kalimat yang
terdapat dalam deskripsi unggahan akun Instagram Jokowi. Sumber data dalam
penelitian ini adalah seluruh deskripsi konten gambar dan video yang mengandung
informasi mengenai pembangunan infrastruktur yang telah diunggah selama Oktober
hingga Desember 2023 dalam akun Instagram Jokowi. Metode analisis data yang
digunakan adalah metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL), dan
teknik lajutan berupa teknik ganti. Data disajikan secara informal dengan jumlah data
sebanyak 51 deskripsi unggahan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kepaduan
wacana (1) kohesi gramatikal terdiri atas pengacuan, substitusi, elipsis, serta konjungsi.
Referensi yang ditemukan berupa referensi persona, referensi demonstratif, dan
referensi komparatif. Konjungsi yang ditemukan berupa konjungsi koordinatif,
konjungsi subordinatif, dan konjungsi korelatif. (2) Penanda kohesi leksikal yang
ditemukan terdiri atas repetisi (pengulangan) dan hiponimi (hubungan atas-bawah).
Kata Kunci: kohesi, kohesi gramatikal, kohesi leksikal.
The research titled “Grammatical Cohesion and Lexical Cohesion in the
Descriptions of Jokowi’s Instagram Posts”, aims to describe the use of grammatical
cohesion and lexical cohesion in the descriptions of posts on Jokowi’s Instagram
account. The research is a descriptive qualitative study. The data collection method
used is the observation method with a follow-up technique of note-taking. The data for
this research consists of linguistic data in the form of words, phrases, clauses, and
sentences found in the descriptions of Jokowi’s Instagram posts. The data source is all
descriptions of image and video content containing information about infrastructure
development uploaded on Jokowi’s Instagram account from October to December
2023. The basic technique of the agih method is called the For Direct Elements
technique (BUL) and advanced techniques which include dressung techniques. The
data is presented informally, with a total of 51 post descripstions analyzed. The results
of this study indicate the existence of discourse coherence through (1) grammatical
cohesion, which consist of references, substitution, ellipsis, and conjunctions. The
references found include personal references, demonstrative references, and
comparative references. The conjunctions identified include coordinating
conjunctions, subordinating conjunctions, and correlative conjunctions. (2) lexical
cohesion markers found consist of repetition (reiteration) and hyponymy (hierarchical
relationship).
Keywords: cohesion, grammatical cohesion, lexical cohesion
4324246622B1B018049Length-Weight Relationship and Reproductive Characters of Spotted Scat, Scatophagus argus (Linnaeus, 1766) in the Segara Anakan CilacapLaguna Segara Anakan merupakan salah satu muara sungai di Cilacap. Segara Anakan merupakan pertemuan beberapa sungai besar yaitu Sungai Citanduy, Sungai Cikonde, Sungai Cibereum, dan air laut dari Samudera Hindia. Salah satu ikan yang terdapat di Segara Anakan adalah ikan pari tutul atau Scatophagus argus yang termasuk dalam Famili Scatophagidae. Ikan ini memiliki bintik-bintik hitam pada tubuhnya. S. argus termasuk ikan demersal atau ikan yang hidup di dasar perairan dan bersifat euryhaline sehingga dapat hidup pada berbagai salinitas perairan, mulai dari air tawar, payau hingga pesisir laut asin dan hampir semua komoditas ini merupakan hasil tangkapan liar dari habitat aslinya. Data tren status reproduksi ikan ini merupakan informasi penting bagi pengelolaan perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan ikan S. argus di perairan Segara Anakan Cilacap dan mengetahui karakteristik biologi reproduksi ikan S. argus yang meliputi Tingkat Kematangan Gonad (GML) dan Indeks Kematangan Gonad (IGM) ikan S. argus di perairan Segara Anakan Cilacap.
Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel ikan S. argus dilakukan dengan teknik purposive random sampling di Perairan Karangsalam, Segara Anakan Cilacap. Variabel yang diamati meliputi hubungan panjang-berat, GML, dan IGM. Parameter yang diamati adalah panjang tubuh ikan, berat ikan, dan berat gonad secara keseluruhan. Data hasil pengukuran yang meliputi panjang tubuh dan berat ikan dianalisis dengan menggunakan regresi korelasi, sedangkan nilai GML dan IGM ikan dianalisis secara deskriptif.
Hubungan panjang-berat ikan S. argus jantan dan betina dapat dituliskan sebagai berikut: y = 1,67x - 149,28 dan y = 1,134x - 80,746. Ikan ini memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif dan arah koefisien korelasi positif. GML I dan GML II mendominasi ikan scat tutul jantan. GML I mendominasi ikan scat tutul betina. Ikan scat tutul jantan memiliki Indeks Kematangan Gonad antara 0,02% sampai 0,61%, sedangkan ikan betina memiliki indeks antara 0,03% sampai 12,15%. Hal ini menunjukkan bahwa bobot ovarium lebih besar daripada bobot testis. Nilai GMI ikan akan meningkat seiring dengan meningkatnya GML hingga mencapai puncak pemijahan.
Segara Anakan Lagoon is one of the estuaries in Cilacap. Segara Anakan is a confluence of several major rivers: the Citanduy River, the Cikonde River, the Cibereum River, and seawater from the Indian Ocean. One fish found in Segara Anakan is the spotted scat fish or Scatophagus argus comes from the Scatophagidae Family. This fish has black spots on its body. S. argus includes demersal fish or fish that live on the bottom of the water and are euryhaline so that they can live in various water salinities, from fresh, brackish water to salty sea coasts and almost all of this commodity is wild-captured from their natural habitat. Trend data on the reproductive status of this fish is essential information for fisheries management. The objectives of this study are to find out the growth characteristics of S. argus in Segara Anakan Cilacap and to discover characteristics of reproductive biology, including Gonad Maturity Level (GML) and Gonad Maturity Index (GMI) of S. argus in Segara Anakan Cilacap.
This research used a survey method. Samples of S. argus were taken using a purposive random sampling technique in Karangsalam Waters, Segara Anakan Cilacap. The variables observed include the length-weight relationship, GML, and GMI. The parameters are the total body length of the fish, the weight of the fish, and the weight of the entire gonad. Measurement data, including total body length and fish weight, were analyzed using correlation regression, and the GML and GMI of the fish were analyzed descriptively.
The length-weight relationship between male and female spotted scat fish can be written as follows: y = 1.67x - 149.28 and y = 1.134x - 80.746. This fish has a negative allometric growth pattern and a positive correlation coefficient direction. GML I and GML II dominated male spotted scat fish. GML I dominates female spotted scat fish. Male spotted scat fish have a Gonad Maturity Index between 0.02% and 0.61%, whereas females have an index between 0.03% and 12.15%. This indicates that the weight of the ovaries is greater than the weight of the testes. The GMI value of fish will increase along with the increasing GML until it reaches the peak of spawning.
4324346623J1E019034THE IMPLEMENTATION OF YOUTUBE IN LEARNING WRITING PROCEDURE TEXT AT TENTH GRADE STUDENTS OF MA MUHAMMADIYAH PEKUNCEN IN ACADEMIC YEAR OF 2023/2024YouTube sebagai salah satu bentuk perkembangan teknologi telah mempengaruhi proses belajar Bahasa Inggris. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian, sudut pandang siswa, dan masalah yang dihadapi siswa dalam penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran dalam menulis teks prosedur untuk kelas X di MA Muhammadiyah Pekuncen. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 13 orang siswa dan 1 guru Bahasa Inggris. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalan observasi, kuesioner, dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pengimplementasian YouTube sebagai media belajar menulis teks prosedur dapat dilakukan melalui 8 langkah dasar yaitu pemilihan video, memberikan panduan untuk siswa, memberikan pengantar video, memutar video, memutar ulang atau menjeda video, memberi siswa waktu untuk berfikir dan refleksi terkait dengan video, kegiatan pembelajaran aktif yaitu menulis teks prosedur, dan diskusi. Siswa juga menemukan beberapa manfaat seperti meningkatkan pemahaman materi, menambah kosa kata, meningkatkan keterampilan menulis, serta meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa. Namun, dalam penggunaannya guru juga menemukan masalah yang dialami oleh siswa dalam menggunakan YouTube untuk belajar menulis teks prosedur. Beberapa diantaranya berkaitan dengan kemampuan bahasa siswa seperti kurangnya pemahaman kosa kata dan bantuan guru untuk menjelaskan ulang, serta masalah teknis.berkaitan dengan fasilitas dan perangkat yang kurang memadai. Kesimpulannya, pengimplementasian YouTube untuk belajar menulis prosedur teks sudah berjalan dengan baik. Namun, perlu dilakukan peningkatan dan antisipasi dalam beberapa hal supaya pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik. YouTube as the development of technology has impacted English learning process. Therefore, the purposes of this research are to know the implementation, students’ perspective, and students’ problems of using YouTube in learning writing procedure text at tenth-grade students of MA Muhammadiyah Pekuncen. A descriptive qualitative method was used in this research, involving 13 students and 1 English teacher. The data collection methods used in this research were observations, questionnaires, and interview. It was found that the implementation of YouTube for learning writing procedure text can be carried out through 8 basic steps: selecting videos, providing guidelines for students, introducing the video, playing the video, replaying or pausing the video, giving students time to think and reflect on the video, having an active learning activities such as writing procedure texts, and conducting discussions. Students also found several benefits of using YouTube for learning writing procedure text, such as improving material understanding, enriching vocabulary, enhancing students’ writing skills, and increasing student participation and motivation. However, the teachers also encountered several problems faced by students in using YouTube for learning writing procedure texts. Some issues were related to students' language skills, such as a lack of vocabularies and the needs for teacher’s assistance to help them in understanding the materials, as well as technical problems related to inadequate facilities and devices. In conclusion, the implementation of YouTube for learning writing procedure text has been implemented properly. However, improvements and anticipation are needed in certain things to ensure that learning can be effectively conducted.
4324446625A1F020043Formulasi Media dan Komposisi Mikrobia dalam Pengembangan Starter Cair MOCAF (Modified Cassava Flour)MOCAF (Modified Cassava Flour) atau tepung ubi kayu (Manihot esculenta crantz) termodifikasi merupakan tepung hasil olahan ubi kayu yang mengalami proses fermentasi dalam pembuatannya. Fermentasi pada MOCAF melibatkan penggunaan mikroba dalam bentuk starter. Starter merupakan populasi mikroba yang siap dilakukan inokulasi dengan jumlah dan kondisi fisiologis tertentu pada media fermentasi tertentu. Penelitian ini membahas mengenai starter cair MOCAF. Starter cair menggunakan media atau bahan pembawa dalam bentuk cair sebagai sumber nutrisi mikroba. Penggunaan jenis dan jumlah mikroba yang terbatas pada produksi starter cair MOCAF menyebabkan karakteristik yang dihasilkan kurang maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan formulasi media, jenis, dan jumlah mikroba dalam mengembangkan starter cair MOCAF.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 15 kombinasi perlakuan dan dilakukan 2 kali pengulangan. Faktor yang diberi perlakuan yaitu formula media (M) berupa media MPM : susu skim cair antara lain 0 : 150 mL (M1), 7,5 : 142,5 mL (M2), 15 : 135 mL (M3), 22,5 : 127,5 mL (M4), dan 30 : 120 mL (M5) dengan formula kultur mikroba (K) berupa L. bulgaricus : A. aceti : S. cerevisiae antara lain 4,5 : 1,5 : 1,5 mL (K1), 3,75 : 2,25 : 1,5 mL (K2), dan 3 : 2,25 : 2,25 mL (K3). Setiap perlakuan dilakukan pengujian berdasarkan analisis pH, TAT, TPC, serta uji indeks efektivitas untuk mendapatkan perlakuan terbaik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula media (M) berpengaruh nyata terhadap nilai pH dan TAT. Formula kultur mikroba (K) berpengaruh nyata terhadap nilai pH. Selain itu, diketahui interaksi kedua perlakuan tersebut berpengaruh nyata terhadap nilai pH dan TAT. Perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas yaitu perlakuan dengan MPM : skim susu cair = 15 : 135 mL dengan L. bulgaricus : A. aceti : S. cerevisiae = 3,75 : 2,25 : 1,5 mL). Perlakuan tersebut diketahui memiliki nilai rata-rata pH yaitu 6,04 dan nilai rata-rata TAT yaitu 0,32.
MOCAF (Modified Cassava Flour) is flour from processed cassava (Manihot esculenta crantz) that undergoes a fermentation process in its manufacture. Fermentation in MOCAF involves the use of microbes in the form of a starter. Starter is a microbial population that is ready for inoculation with a certain amount and physiological conditions in certain fermentation media. This research will discuss MOCAF liquid starter. Liquid starter uses media or carrier material in liquid form as a source of microbial nutrition. The use of limited types and amounts of microbes in the production of MOCAF liquid starter causes the characteristics produced to be less than optimal. The purpose of this study was to determine the media formulation, type, and number of microbes in developing MOCAF liquid starter.
This study used the Complete Randomized Design (CRD) method with 15 treatment combinations and 2 repetitions. The treated factor is the media formula (M) in the form of MPM media: liquid skim milk, including 0: 150 mL (M1), 7.5: 142.5 mL (M2), 15: 135 mL (M3), 22.5: 127.5 mL (M4), and 30: 120 mL (M5) with microbial culture formula (K) in the form of L. bulgaricus : A. aceti: S. cerevisiae including 4.5 : 1,5 : 1.5 mL (K1), 3.75: 2,25 : 1.5 mL (K2), and 3: 2,25 : 2.25 mL (K3). Each treatment was tested based on pH analysis, TAT, TPC, and effectiveness index test to get the best treatment.
The results showed that the media formula (M) significantly influenced the pH and TAT values. Microbial culture formula (K) significantly influenced the pH value. In addition, it was known that the interaction of the two treatments significantly influenced the pH value and TAT. The best treatment based on the effectiveness index test is the treatment with MPM: skim milk liquid = 15: 135 mL with L. bulgaricus: A. aceti: S. cerevisiae = 3.75: 2,25 : 1.5 mL). The treatment is known to have an average pH value of 6.04 and an average TAT value of 0.32.
4324546626A1D020010Pengaruh Pemberian Biochar terhadap Karakter Morfologi dan Hasil Aneka Tanaman KacangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar terhadap karakter morfologi dan hasil aneka tanaman kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang merah. Penelitian ini dilakukan di Desa Singasari Kawaranglewas, Laboratorium Kebun Percobaan, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Desember 2023 sampai dengan April 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor perlakuan. Perlakuan biochar yaitu tanpa aplikasi biochar, aplikasi 10 t/ha, dan aplikasi 20 t/ha dan variasi aneka tanaman kacang yaitu tanaman kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang merah. Data yang diperoleh dari hasil penelitian di analisis uji F dan apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar dosis biochar 10 ton/ha mampu meningkatkan karakteristik morfologi tanaman kacang pada kehijauan daun 14 HST. Terdapat perbedaan karakter morfologi kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang merah pada parameter tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, dan jumlah cabang produktif. Penggunaan jenis tanaman kacang kedelai dan aplikasi biochar dosis biochar 10 ton/ha memberikan nilai yang lebih baik. Aplikasi biochar belum dapat meningkatkan hasil pada aneka tanaman kacang. Terdapat perbedaan karakter hasil dari kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang merah pada parameter jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, dan indeks panen.This research aimed to determine the effect of biochar application on the morphological characteristics and yield production of soybean, mung bean, and red bean plants. The research was conducted in Singasari Kawaranglewas Village, the Experimental Garden Laboratory, the Agronomy and Horticulture Laboratory, and the Agroecology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from December 2023 to April 2024. The design used was a Randomized Block Design (RBD) consisting of two treatment factors. The first factor was biochar application at different doses: no biochar application, 10 t/ha application, and 20 t/ha application. The second factor was the variation of legume crops, which included soybean, mung bean, and red bean. The data were analyzed using the F test analysis, and if the result of the analysis has a real effect the DMRT (Duncan’t Multiple Range Test) test is continued at an error level of 5%. The results showed that the biochar application at a dose of 10 tons/ha improved the morphological characteristics of the plants, particularly the leaf greenness at 14 days after planting (DAP). There were differences in the morphological characteristics of soybean, mung bean, and red bean plants in terms of plant height, leaf area, number of leaves, and number of productive branches. The use of soybean and the 10 t/ha biochar dose provided the best results. However, biochar application did not significantly improve the yields of the legume crops. There were differences in yield characteristics of soybean, mung bean, and red bean in terms of the number of pods per plant, number of seeds per plant, seed weight per plant, 100-seed weight, and harvest index.
4324646627J1B020014Mitos dan Tabu Suku Bajo dalam Novel Mata dan Manusia Laut Karya Okky Madasari (Teori Semiotika Roland Barthes)Suku Bajo merupakan salah satu suku di Indonesia yang kehidupannya sangat bergantung pada laut. Laut merupakan tempat yang sakral bagi masyarakat suku Bajo. Laut dipercaya sebagai pemberian Tuhan yang dijaga oleh dewa laut. Hal tersebut membuat orang Bajo sangat menjaga keseimbangan laut melalui mitos dan tabu turun-temurun. Kepercayaan suku Bajo mengenai laut dapat dilihat melalui novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari. Direpresentasikan mitos dan tabu suku Bajo mengenai laut yang menjadi pedoman hidup orang Bajo. Mitos dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori semiotika dari Roland
Barthes. Tabu sendiri merupakan larangan yang masih berhubungan dengan mitos itu sendiri. Hasil analisis dalam penelitian ini diantaranya: (1) Unsur pembangun karya sastra yang meliputi tokoh, alur dan latar; (2) Mitos suku Bajo dalam novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari; (3) Interpretasi mitos dengan laut; (4) Tabu suku Bajo dalam novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari.
The Bajo tribe is one of the tribes in Indonesia whose life is very dependent on the sea. The sea is a sacred place for the Bajo people. The sea is believed to bea gift from God which is guarded by the sea god. This makes the Bajo people really maintain the balance of the sea through myths and taboos passed down from generation to generation. The Bajo tribe's beliefs about the sea can be seen in the novel Mata dan Manusia Laut by Okky Madasari. The myths and taboos of the Bajo tribe regarding the sea are represented, which guide the life of the Bajo people. The myths in this research were analyzed using Roland Barthes' semiotic theory. Taboo itself is a prohibition that is still related to the myth itself. The results of the analysis in this research include: (1) The building blocks of literary works which include characters, plot and setting; (2) The myth of the Bajo tribe in the novel Mata dan Manusia Laut by Okky Madasari; (3) Interpretation of myths about the sea; (4) Bajo tribal taboos in the novel Mata and Laut Man by Okky Madasari.
4324746628A1D019160Karakter Morfologi Tiga Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) Introduksi di Dataran Tinggi Gombong Kabupaten PemalangTomat (Lycopersicum esculentum) termasuk salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produktivitas tomat dapat ditingkatkan dengan dilakukan introduksi varietas tomat yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter morfologi dari tiga varietas tanaman tomat introduksi yang ditanam di dataran tinggi Gombong, Kabupaten Pemalang. Penelitian dilaksanakan di Desa Gombong, Kabupaten Pemalang pada bulan Maret hingga Juli 2023. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor. Perlakuan terdiri atas tiga varietas tomat introduksi yaitu Ansal, Gada, Bullseye dan dua varietas pembanding yaitu Servo dan Gustavi dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh signifikan, maka dilakukan uji lanjur DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, umur bunga, umur panen, diameter buah, panjang buah, tebal daging buah, bobot buah per tanaman, bobot per buah, bentuk daun, warna daun, warna batang, bentuk buah, warna buah, bentuk penampang buah, dan jumlah rongga buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman introduksi mampu beradaptasi dengan baik di dataran tinggi. Varietas Bullseye menunjukkan keunggulan kualitas hasil yang bagus.Tomato (Lycopersicum esculentum) is one of the horticultural crops that has high economic value. Tomato productivity can be increased by introducing superior tomato varieties. The research aims to examine the morphological characters of three introduced varieties of tomato plants planted in the Gombong highlands, Pemalang Regency. The research was conducted in Gombong Village, Pemalang Regency from March to July 2023. The experimental design used was a one-factor Randomised Block Design (RBD). The treatments consisted of three introduced tomato varieties namely Ansal, Gada, and Bullseye, and two comparison varieties namely Servo and Gustavi, with three replications. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a 5% error level. If the results of the analysis showed a significant effect, then DMRT (Duncan's Multiple Range Test) was conducted. Parameters observed included plant height, stem diameter, flower age, harvest age, fruit diameter, fruit length, fruit flesh thickness, fruit weight per plant, weight per fruit, leaf shape, leaf colour, stem colour, fruit shape, fruit colour, fruit cross-sectional shape, and number of fruit cavities. The results showed that the introduced plants were able to adapt well to the highlands. Bullseye variety showed good yield quality advantage.
4324846629E1A020132PENERAPAN ASAS KEADILAN DALAM GANTI KERUGIAN PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM (Kajian Terhadap Pengadaan Tanah Irigasi Slinga, Kabupaten Purbalingga)
Kebutuhan negara akan tanah untuk melaksanakan pembangunan dapat dipenuhi melalui pengadaan tanah yang diatur dalam Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Ganti kerugian pengadaan tanah harus dilaksanakan berdasarkan asas keadilan. Namun, undang – undang tidak mengartikan secara jelas tentang standar ganti kerugian yang layak dan adil. Dalam pelaksanaan ganti kerugian pengadaan tanah untuk pembangunan saluran Irigasi Slinga di Desa Slinga, terdapat Pihak yang Berhak yang tidak setuju dengan ganti kerugian yang diberikan karena dianggap nilainya tidak sesuai dan tidak adil. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan pengkajian untuk mengetahui bagaimana penerapan asas keadilan dalam ganti kerugian pengadaan tanah di Desa Slinga serta faktor apa saja yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris yang bersifat deskriptif. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumenter, yang kemudian diolah menggunakan metode analisis kualitatif. Berdasarkan penelitian dan pembahasan diketahui bahwa asas keadilan secara umum sudah diterapkan dalam pengadaan tanah di Desa Slinga. Untuk dapat menjelaskan situasi ketidaksetaraan dalam ganti kerugian pengadaan tanah di Desa Slinga, digunakan Teori Keadilan John Rawls, yang mana berdasarkan teori tersebut, ganti kerugian telah diberikan berdasarkan prinsip – prinsip keadilan. Diketahui bahwa faktor hukum, penegak hukum, fasilitas, dan masyarakat adalah faktor - faktor yang menghambat penerapan asas keadilan tersebut.The state's need for land to carry out development can be met through land acquisition as regulated in Law Number 2 of 2012 concerning Land Acquisition in the Development for Public Interest. Land acquisition compensation must be implemented based on the principle of justice. However, the law doesn’t clearly define the standards of fair and just compensation. In the implementation of land acquisition compensation for Slinga Irrigation channel construction in Slinga Village, there is an Eligible Party who doesn’t agree with the compensation because he considered that the value is inappropriate and unfair. Therefore, it is necessary to conduct a study to determine how is the application of the principle of justice in land acquisition compensation in Slinga Village and what factors hinder its implementation. This research is a descriptive empirical legal research. Data sources come from primary and secondary data. Data collection was carried out by using observation, interview, literature, and documentary methods, which being processed using qualitative analysis methods. Based on the results and discussion, it is known that the principle of justice has been applied generally in Slinga Village. To explain the situation of inequality in the land acquisition process in Slinga Village, John Rawls' Theory of Justice is applied. According to the theory, the land acquisition compensation has been provided based on the principles of justice. It was found that legal factors, law enforcement, facilities, and society are the factors that hinder the application of the principle of justice.
4324946631A1D019044PENGARUH APLIKASI ASAM GIBERELIN DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata)Kacang hijau (Vigna radiata) termasuk salah satu jenis tanaman pangan. Kacang hijau memiliki nilai ekonomis tinggi dan harga yang stabil dibandingkan komoditas pangan lainnya. Giberelin (GA3) adalah hormon yang berfungsi sebagai pemacu untuk pembungaan dan pembentukan bunga, serta jika diterapkan pada tanaman, membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dengan hasil berkualitas tinggi. KNO3 merupakan pupuk majemuk dengan kandungan nitrogen (N = 13%) dan kalium (K2O = 44%), memiliki peran penting dalam metabolisme tanaman seperti fotosintesis dan transportasi hara. Penelitian ini bertujuan mengkaji aplikasi asam giberelin dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura dan Lahan Experimental Farm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama, yaitu konsentrasi giberelin GA3 (G0 = 0 ppm (Kontrol), G1 = 100 ppm, dan G2 = 200 ppm ) dan faktor kedua adalah dosis pupuk KNO3 (K0 = 0 g/l (Kontrol), K1 = 2 g/l, K2 = 4 g/l, dan K3 = 6 g/l). Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dengan taraf kesalahan 5% dan kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi GA3 berpengaruh terhadap tinggi tanaman, laju asimilasi bersih, dan laju pertumbuhan tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan hasil panen total. Aplikasi KNO3 meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun trifoliat, rasio tajuk akar, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, aktivitas nitrat reduktase, lebar bukaan stomata, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan hasil panen total. Terdapat interaksi antara aplikasi konsentrasi GA3 dan dosis KNO¬3 pada variabel umur berbunga, kadar klorofil-a, dan klorofil total.Green beans (Vigna radiata) are a type of food crop with high economic value and stable prices compared to other food commodities. Gibberellic acid (GA3) is a hormone that acts as a growth stimulant for flowering and flower formation, promoting optimal growth and high-quality yields when applied to plants. KNO3, a compound fertilizer with nitrogen (N = 13%) and potassium (K2O = 44%), plays a crucial role in plant metabolism, such as photosynthesis and nutrient transport. This study aims to evaluate the effects of gibberellic acid and KNO3 on the growth and yield of green beans. The research was conducted at the Agronomy and Horticulture Laboratory and the Experimental Farm Field of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, using a randomized block design (RBD) with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor was the concentration of GA3 (G0 = 0 ppm (Control), G1 = 100 ppm, and G2 = 200 ppm), and the second factor was the dosage of KNO3 fertilizer (K0 = 0 g/l (Control), K1 = 2 g/l, K2 = 4 g/l, and K3 = 6 g/l). The research results showed that GA3 concentration treatments affected plant height, net assimilation rate, plant growth rate, number of pods per plant, number of seeds per plant, and total yield. The application of KNO3 doses affected plant height, the number leaves, root-shoot ratio, net assimilation rate, plant growth rate, nitrate reductase activity, stomata density, number of pods per plant, number of seeds per plant, and total yield. interaction between GA3 concentration treatments and KNO3 doses on variables such as flowering age, chlorophyll-a content, and total chlorophyll content.
4325046630A1C020062Pengaruh Jumlah dan Sudut Sudu terhadap Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air Berskala Pikohidro Turbin Tipe KaplanKebutuhan energi listrik nasional untuk 20 tahun ke depan diproyeksikan akan mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 6,9% per tahun. Peningkatan tersebut harus seimbang dengan pengadaan listrik untuk mencegah terjadinya krisis energi listrik di masa depan. Pembangkit listrik tenaga air berskala pikohidro merupakan sumber energi baru terbarukan yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi listrik. Pikohidro mampu menghasilkan daya listrik sebesar ≤ 5 kW. Salah satu komponen penting pada pikohidro adalah turbin. Pada penelitian ini turbin yang digunakan adalah tipe kaplan. Turbin kaplan dipilih karena cocok untuk digunakan pada debit dan head yang rendah. Kinerja turbin dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya jumlah sudu dan sudut sudu. Pada penelitian ini dilakukan percobaan beberapa turbin dengan jumlah sudu dan sudut sudu yang berbeda dengan tujuan: 1) mengetahui performansi pikohidro menggunakan turbin kaplan dengan variasi jumlah dan sudut sudu; 2) mengetahui efisiensi pikohidro menggunakan turbin kaplan dengan variasi jumlah dan sudut sudu. Pengukuran dan pengambilan data dilakukan dengan cara uji performansi. Pengukuran yang dilakukan saat uji performansi adalah pengukuran debit, putaran turbin, beda potensial, arus listrik. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan ANOVA dan diuji lanjut menggunakan DMRT taraf 5% apabila berbeda nyata. Hasil pengukuran dan analisis menunjukkan bahwa kinerja pikohidro terbaik diperoleh pada turbin dengan jumlah sudu 3 dan sudut sudu 35°. Turbin dengan variasi tersebut menghasilkan daya listrik sebesar 70,06 watt pada pengukuran tanpa beban dan 55,05 watt pada pengukuran dengan beban lampu DC 24 watt. Nilai efisiensi tertinggi dari pikohidro yang dirancang adalah 85,62%, sehingga dapat dikatakan pikohidro layak untuk diaplikasikan. The national electricity demand for the next 20 years is projected to increase at an average annual growth rate of around 6,9%. This increase must be matched by electricity supply to prevent a future energy crisis. Pico-hydro power plants are a new renewable energy source that can be developed to generate electricity. Picohydro systems are capable of producing electrical power of up to ≤ 5 kW. One important component in a pico-hydro system is the turbine. In this study, the turbine used is a Kaplan turbine. The Kaplan turbine was chosen because it is suitable for use with low flow rates and heads. The performance of the turbine is influenced by several factors, including the number of blades and the angle of the blades. In this study, experiments were conducted on several turbines with varying numbers of blades and blade angles with the objectives: 1) to determine the performance of a pico-hydro system using a Kaplan turbine with varying numbers of blades and blade angles; 2) to determine the efficiency of the pico-hydro system using a Kaplan turbine with varying numbers of blades and blade angles. Measurements and data collection were performed through performance testing. The measurements taken during the performance tests included flow rate, turbine rotation, potential difference, electrical current, power output, and efficiency based on data from the potential difference and electrical current measurements. The data obtained from the measurements were analyzed using ANOVA and further tested using DMRT at a 5% significance level if significant differences were found. The results of the measurements and analysis showed that the best pico-hydro performance was obtained with a turbine that had 3 blades and a blade angle of 35°. The turbine with these specifications produced an electrical power output of 70,06 watts during no-load testing and 55,05 watts during testing with a 24-watt DC lamp load. The highest efficiency value of the designed pico-hydro system was 85.62%, indicating that the pico-hydro system is viable for application.
4325146633H1E020032"Usulan Perbaikan Dan Evaluasi Kinerja Supplier Bahan Baku Karet Pada Proyek Konstruksi Menggunakan Metode Analytic Network Process (ANP)"PT. Bukaka Forging Industries (BFI) merupakan perusahaan konstruksi yang memperoduksi bantalan jembatan. Salah satu komponen utama produksi PT. BFI yaitu karet. Untuk memperoleh bahan yang berkualitas maka perusahaan harus selektif. Oleh karena itu, evaluasi kinerja supplier menjadi faktor penting untuk melihat kinerja supplier atau sebagai bahan pertimbangan dalam mencari alternatif supplier lainnya. Dalam melakukan evaluasi kinerjanya perusahaan memiliki 2
Supplier tetap dalam pengadaan bahan bakunya yaitu Supplier Balai Karet dan
Ritech. Permasalahan di PT. BFI adalah pada kualitas yang dikirimkan berbeda, keterlambatan bahan baku dan jumlah bahan baku yang tidak sesuai dengan yang dipesan. Pengumpulan data diperoleh melalui hasil wawancara dan penyebaran kuesioner kepada expert untu mendapatkan kriteria dan subkriteria yang terpilih dalam pemilihan supplier bahan baku karet sehingga, didapatkan 6 kriteria dan 16 subkriteria terpilih. Dari keenam kriteria pemilihan supplier tersebut dilakukan pembobotan kriteria dengan mempergunakan model Analytic Network Process (ANP). Hasil pengelolaan data dengan metode ANP didapatkan bobot kriteria tertinggi yaitu pada kriteria kualitas. Lalu, Subkriteria yang menjadi prioritas utama atau pertimbangan dalam melakukan evaluasi Supplier adalah subkriteria
Kesesuain barang dengan spesifikasi dan Alternatif terendah adalah supplier balai
karet.
PT. Bukaka Forging Industries (BFI) is a construction company specializing in the production of bridge bearings. One of the main components of PT. BFT'S production is rubber. To ensure high-quality materials, the company must be selective. Therefore, evaluating supplier performance is a critical factor in assessing supplier capabilities or considering alternative suppliers. In evaluating its suppliers, the company collaborates with two primary suppliers for raw materials: Balai Karet and Ritech. The issues faced by PT. BFI include discrepancies in the quality of delivered materials, delays in raw material delivery, and mismatches between the ordered and received quantities. Data collection was conducted through interviews and the distribution of questionnaires to experts to identify the selected criteria and sub-criteria for rubber raw material supplier selection. As a result, six criteria and 16 sub-criteria were identified. Using these criteria, the weighting process was carried out employing the Analytic Network Process (ANP) model. The data analysis using the ANP method revealed that the highest-weighted criterion was quality. The sub-criterion deemed the top priority for supplier evaluation was the conformity of materials with specifications, while the lowest-performing alternative supplier was Balai Karet.
4325246632A1D019067PENGARUH NAPHTHALENA ACETIC ACID DAN KINETIN TERHADAP
PERTUMBUHAN SUBKULTUR ANGGREK HIBRIDA HASIL PERSILANGAN
Dendrobium stratiotes x Dendrobium lineale SECARA IN VITRO
Keanekaragaman genus yang dimiliki oleh anggrek mendorong para peneliti untuk melakukan eksplorasi melalui persilangan. Perkembangan teknologi yang tinggi memunculkan berbagai metode alternatif seperti persilangan tanaman secara kultur jaringan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan konsentrasi optimum pada hormon NAA, kinetin dan interaksi kedua hormon dalam mePengaruhi pertumbuhan dan perkembangan protocorm dari persilangan Anggrek Dendrobium stratiotes x Dendrobium lineale. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu NAA dan kinetin dengan masing-masing perlakuan memiliki 4 taraf konsentrasi yaitu konsentrasi 0 µM, 5 µM, 10 µM, 15 µM. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi hormon NAA 5 µM memiliki hasil terbaik pada variabel waktu muncul tunas (24,00 HST), jumlah tunas (1,40 buah), tinggi tunas (0,79 mm), jumlah akar (1,55 buah), dan panjang akar (1,55 mm). Konsentrasi hormon kinetin 10 µM memiliki hasil terbaik pada variabel waktu muncul tunas (28,75 HST), jumlah tunas (1,42 buah), dan jumlah daun (1,57 helai). Interaksi konsentrasi hormon NAA 5 µM + kinetin 10 µM memiliki hasil terbaik pada variabel waktu muncul tunas (20,67 HST) dan jumlah akar (1,77 buah).Variousity of orchid genera drives researchers to explore hybrids. The development of technological innovations has led to alternative methods, such as in vitro tissue culture. This research aims to determine the optimal concentration of the auxin hormone (NAA), cytokinin (Kinetin), and the interaction to enhance the growth and development of hybrid Dendrobium orchid protocorms resulting from the cross of Dendrobium stratiotes x Dendrobium linieale. The research was conducted at the Plant Physiology Laboratory, Faculty of Biology, Universitas Jenderal Soedirman. The research design used is a Completely Randomized Design (CRD) with two treatment factors: the NAA hormone and the Kinetin hormone. Each hormone consists of four treatment levels: 0 µM, 5 µM, 10 µM, and 15 µM. Results indicate that a 5 µM concentration of NAA hormone achieved the best outcomes in terms of shoot initiation time (24.00 DAS), shoot count (1,40), shoot height (0,79), root count (1.55), and root length (1.55 mm). For kinetin, a concentration of 10 µM showed optimal results in shoot initiation time (28.75 DAS), shoot count (1.42), and leaf count (1.57). The interaction of 5 µM NAA and 10 µM kinetin provided the most favorable results for shoot initiation time (20.67 DAS) and root count (1.77).
4325346634A1D019043PENGARUH APLIKASI PUPUK KASGOT DAN BAKTERI PELARUT FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME (Glycine max L. Merrill) DI TANAH ULTISOLUpaya untuk meningkatkan produksi edamame meliputi pemanfaatan lahan marginal seperti Ultisol, yang tersebar luas di Indonesia, bersama dengan penambahan kasgot dan bakteri pelarut fosfat (BPF) untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aplikasi kasgot dan bakteri pelarut fosfat (BPF) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Persiapan dan analisis dalam penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agronomi & Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang melibatkan dua faktor utama dengan total 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kasgot (K) dengan 4 taraf (0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, dan 15 ton/ha), sedangkan faktor kedua adalah jenis isolat bakteri (I) dengan 3 taraf (Kontrol, Isolat Bakteri KF1, dan Isolat Bakteri E3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis kasgot berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, kadar klorofil (a, dan b), serapan P, bobot serta jumlah polong pertanaman dan kepadatan populasi BPF. Perlakuan jenis BPF berpengaruh terhadap variabel kadar klorofil (a), laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, jumlah bintil akar, serapan P bobot serta jumlah polong pertanaman dan kepadatan populasi BPF. Interaksi antara perlakuan dosis kasgot dan BPF KF1 memberikan pengaruh terhadap klorofil total, jumlah bintil akar dan jumlah polong per tanaman dibandingkan kontrol.Efforts to increase edamame production include utilizing marginal lands such as Ultisols, which are widely spread across Indonesia, along with the addition of kasgot and phosphate-solubilizing bacteria (PSB) to improve soil fertility and plant productivity. The objective of this research was to examine the effects of kasgot and phosphate-solubilizing bacteria (PSB) application on the growth and yield of edamame plants in Ultisol soil. The study was conducted in a screenhouse at the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Preparation and analysis were carried out in the Agronomy & Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, using a Completely Randomized Block Design (CRBD) involving two main factors, with a total of 12 treatment combinations. The first factor was the dose of kasgot (K) with 4 levels (0 tons/ha, 5 tons/ha, 10 tons/ha, and 15 tons/ha), while the second factor was the type of PSB isolate (I) with 3 levels (Control, PSB KF1, and PSB E3). The results showed that the application of kasgot doses affected plant height, net assimilation rate, plant growth rate, chlorophyll content (a and b), phosphorus uptake, pod weight, pod number per plant, and PSB population density. The type of PSB also influenced variables such as chlorophyll a content, net assimilation rate, plant growth rate, number of root nodule, phosphorus uptake, pod weight, pod number per plant, and PSB population density. The interaction between kasgot dose and PSB resulted in better outcomes for total chlorophyll content, root nodule number, and pod number per plant compared to the control.
4325446445A1G022014KEPUTUSAN PERAJIN GULA KELAPA KRISTAL UNTUK BERMITRA DENGAN BUMDES ELSAM DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMASBUMDES Elsam merupakan satu-satunya BUMDES di Desa Sunyalangu yang memiliki program kemitraan dengan perajin gula kelapa kristal. Perajin gula kelapa kristal di Desa Sunyalangu sebanyak 116 perajin akan tetapi perajin gula kelapa kristal bermitra dengan BUMDES Elsam hanya sebanyak 60 perajin, padahal dengan mengikuti kemitraan perajin akan mendapatkan berbagai manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) profil perajin gula kelapa kristal mitra, pola kemitraan yang terjalin antara perajin dengan BUMDES Elsam, dan manfaat yang didapatkan oleh perajin gula kelapa kristal setelah bermitra dengan BUMDES Elsam di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. 2) faktor yang memengaruhi keputusan perajin gula kelapa kristal untuk bermitra dengan BUMDES Elsam di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas dengan total responden sebanyak 75 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil perajin gula kelapa kristal mitra BUMDES Elsam di Desa Sunyalangu didominasi oleh perempuan dengan kelompok usia 40-49 tahun, pendidikan terakhir SD, berpendapatan sedang, berpengalaman sebagai perajin selama 1-15 tahun dan lama bermitra selama 4-5 tahun. Pola kemitraan yang terjalin antara perajin gula kelapa kristal mitra dengan BUMDES Elsam adalah pola kemitraan KOA. Manfaat yang didapatkan perajin gula kelapa kristal setelah bermitra dengan BUMDES Elsam yaitu manfaat ekonomi, manfaat teknis, dan manfaat sosial. Faktor dominan yang memengaruhi keputusan perajin gula kelapa kristal untuk bermitra dengan BUMDES Elsam yaitu lingkungan ekonomi dan lingkungan sosial.BUMDES Elsam was the only BUMDES in Sunyalangu Village that had a partnership with coconut sugar craftsmen. There are 116 coconut sugar craftsmen in Sunyalangu Village but coconut sugar craftsmen in partnership with BUMDES Elsam are only 60 craftsmen, even though participating in a craftsman partnership will get various benefits. This research aims to find out 1) the profile of partner coconut sugar craftsmen, the pattern of partnership between craftsmen and BUMDES Elsam, and the benefits obtained by coconut sugar craftsmen after partnering with BUMDES Elsam in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. 2) a factor that influenced the decision of the coconut sugar craftsman to partner with the Elsam BUMDES in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. This research was conducted in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, with a total of 75 respondents. Sampling was done using purposive sampling techniques. Analysis of the data was used in descriptive analysis and logistic regression analysis. Research results show that the profile of the crystal coconut sugar craftsman partner of BUMDES Elsam in Sunyalangu Village are dominated by women with a 40-49 age group, the last elementary school education, middle income, experienced as craftsman for 1-15 years and long partners for 4-5 years. The partnership pattern established between the coconut sugar craftsmen and the BUMDES Elsam was the KOA partnership pattern. The benefits of partnership are economic benefits, technical benefits, and social benefits. The dominant factor influencing the decision of the coconut sugar craftsman to partner with the BUMDES Elsam is the economic environment and the social environment.
4325546729J0A020023TRANSLATING “INFORMATION, PROMOTION, VILLAGE NEWS,
AND SCRAPBOOK” IN HOME PAGE OF DESA MELUNG WEBSITE
Laporan Praktek Kerja ini berjudul “Menerjemahkan “Informasi, Promosi, Berita
Desa, dan Scrapbook” pada menu Home Website Desa Melung”. Praktik kerja ini
dilakukan dari bulan Mei hingga Juni 2023. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja
adalah untuk menerjemahkan “Informasi, Promosi, Berita Desa, dan Scrapbook”
pada menu “Home” website Desa Melung dari bahasa Indonesia ke bahasa
Inggris. Tujuan kedua adalah untuk menjelaskan proses penerjemahan isi menu
“Home” website Desa Melung dan tujuan yang terakhir adalah untuk menemukan
kendala dan memberikan solusi terhadap proses penerjemahan website Desa
Melung. Oleh karena itu, website Desa Melung merupakan proyek yang menarik
untuk diterjemahkan agar dapat dibaca oleh wisatawan mancanegara. Dalam
proses penerjemahan konten sebuah website terdapat beberapa kendala seperti
konteks budaya dan sosial dalam teks yang memiliki pengaruh signifikan terhadap
makna kata, beberapa kata tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa sumber
dan bahasa sasaran. bahasa, ungkapan idiomatis dalam bahasa sumber seringkali
tidak dapat diartikan secara harfiah dalam bahasa sasaran. Solusinya adalah
dengan menggunakan kamus untuk mengetahui kata/kosakata yang tidak
dimengerti, mencari padanannya dalam bahasa sasaran kemudian berkonsultasi
dengan dosen pembimbing kemudian menggunakannya dalam bahasa sasaran.
This job training report is entitled Translating “Information, Promotion, Village
News, and Scrapbook” in Home page of Desa Melung Website. The job training
was carried out from May until June 2023. The purposes of carrying out job
training are to translate “Information, Promotion, Village News, and Scrapbook”
in “Home” menu of Desa Melung website from Indonesian to English. Second
purpose is to explain the process of translating the content of “Home” menu of
Desa Melung website and the last purpose is to find obstacles and give solutions
for the translation process of Desa Melung Website. Therefore, Desa Melung
website is an interesting project to be translated thus it can be read by foreign
tourists. In the process of translating the content of the website, there were several
obstacles such as cultural and social contexts in the text that had a significant
influence on the meaning of words, several words did not have direct equivalents
in source language and target language, idiomatic expressions in source language
often could not be interpreted literally in target language. The solutions were
using a dictionary to find out words/vocabularies that were not understood,
searching the equivalent in the target language and then consulting with the
supervisors then use it in the target language
4325646620A1D019047PENGARUH KONSENTRASI INDOLE-3-BUTYRIC ACID DAN KINETIN TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK HIBRIDA (Dendrobium antennatum x Dendrobium stratiotes) IN VITROPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi hormon IBA yang terbaik, mendapatkan konsentrasi hormon kinetin yang terbaik, dan mendapatkan kombinasi hormon IBA dan kinetin yang terbaik terhadap pertumbuhan subkultur anggrek hasil persilangan in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2024 hingga Juli 2024 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi IBA (0 μM, 5 μM, 10 μM, 15 μM). Faktor kedua adalah konsentrasi kinetin (0 μM, 5 μM, 10 μM, 15 μM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IBA (10 μM) berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas (16,33 hari) dan jumlah akar (11,58 buah), sedangkan pemberian kinetin (15 μM) tunggal berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas (4,92 buah) dan jumlah daun (7,92 helai). Kombinasi IBA (10 μM) dan kinetin (15 μM) paling efektif meningkatkan jumlah tunas (7,67 buah), jumlah daun (12,67 helai), dan jumlah akar (18,67 buah).This study aims to determine the optimal concentration of IBA, determine the optimal concentration of kinetin, and determine the optimal combination of IBA and kinetin that can enhance the growth of the hybrid orchid (Dendrobium antennatum x Dendrobium stratiotes) through subculture in vitro. This study used a Completely Randomized Design factorial with 2 factors and 3 replications. The first factor was IBA concentration (0 µM, 5 μM, 10 μM, 15 μM). The second factor was kinetin concentration (0 μM, 5 μM, 10 μM, 15 μM). The research results showed that the addition of IBA (10 μM) showed the best results in the time of shoot emergence (16,33 DAI) and the number of roots (11,58/planlet), while kinetin (15 μM) showed the best results in the number of shoots (4,92/planlet) and the number of leaves (7,92 strands). The combination of IBA (10 μM) and kinetin (15 μM) was the most effective in enhancing the number of shoots (7,67/planlet), number of leaves (12,67 strands), and number of roots (18,67/planlet).
4325746635F1D018052Penguatan Literasi Politik Anggota Grup Facebook Suara Purbalingga Perwira Untuk Pendidikan PolitikPendidikan politik memiliki posisi penting dalam sebuah perubahan dan transformasi politik ke arah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penguatan literasi politik di era digital. Penelitian ini penting dan menarik karena pada era digital semua informasi mengenai politik akan lebih mudah untuk dicari dan didapatkan sehingga seharusnya masyarakat dapat lebih mudah untuk mengakses dan memiliki minat lebih untuk berperan aktif dalam kegiatan politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan penelitian lapangan dengan teknik pengambilan data observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa literasi yang terjadi di grup suara purbalingga perwira selalu berjalan setiap harinya, adanya konten-konten update mengenai permasalahan sosial politik yang dilakukan oleh seluruh anggota grup dan terdapat feedback dari anggota lainnya. Hal ini menunjukkan adanya peran aktif dari para masyarakat anggota grup facebook suara purbalingga perwira untuk berperan aktif dalam sosial politik dengan mengikuti perkembangan dan mengkritisi serta memberikan masukan secara tidak langsung melalui grup suara purbalingga perwira. Penelitian ini terbatas dikarenakan pada saat menjelang kampanye pilkada tepatnya pertengahan Agustus 2024 grup facebook suara purbalingga perwira diketahui diretas sehingga grup facebook tersebut menghilang, peretasan ini dicurigai karena salah satu pengurus grup facebook tersebut dinilai tidak netral dalam memberikan penilaian.Political education has an important position in a change and political transformation towards a better direction. This study aims to determine how to strengthen political literacy in the digital era. This research is important and interesting because in the digital era all information about politics will be easier to find and obtain so that people should be able to access it more easily and have more interest in playing an active role in political activities. This study uses a qualitative method and uses field research with observation, interview and documentation data collection techniques. The results of this study indicate that literacy that occurs in the suara purbalingga perwira group always runs every day, there is updated content regarding socio-political problems carried out by all group members and there is feedback from other members. This shows an active role from the community members of the suara purbalingga perwira group to play an active role in socio-politics by following developments and criticizing and providing input indirectly through the suara purbalingga perwira group. This research is limited because at the time of the regional election campaign, precisely in mid-August 2024, the suara purbalingga perwira facebook group was known to have been hacked so that the Facebook group disappeared, this hacking was suspected because one of the administrators of the Facebook group was considered not neutral in giving an assessment.
4325846637H1E020026Redesain Alat Pengutip Brondolan Kelapa Sawit Menggunakan Quality Function DeploymentPT X merupakan perkebunan kelapa sawit yang terletak di Jawa Barat. Proses pengutipan brondolan di PT X masih dilakukan secara manual menggunakan tangan. Proses pengutipan brondolan secara manual menyebabkan postur kerja yang tidak baik. Pekerja harus membungkuk secara berulang-ulang untuk mengambil brondolan di sekitar pohon. Menurut Erliana (2021), postur kerja yang tidak alami seperti postur kerja yang selalu berdiri, jongkok, membungkuk, mengangkat dan mengangkut dalam waktu yang lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri pada anggota tubuh sehingga meningkatkan risiko terjadinya musculoskeletal disorders (MsDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keluhan otot dan rangka yang dialami oleh pekerja sawit, menganalisis postur kerja pada proses pengutipan brondolan sawit, dan merancang alat pengutip brondolan kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen survei gangguan otot rangka, rapid entire body assessment (REBA), dan quality function deployment (QFD). Hasil penyebaran kuesioner gangguan otot rangka menunjukkan keluhan yang dominan terjadi pada bagian bahu, punggung bawah, punggung atas, dan leher. Penilaian postur kerja pengutipan di lahan datar dan miring menunjukkan nilai masing-masing 13. Perancangan menggunakan metode QFD menghasilkan desain alat pengutip dan tempat penyimpanan brondolan. Penilaian postur kerja pada desain usulan di lahan datar dan miring menunjukkan penurunan nilai REBA yaitu menjadi 3 dan 7.PT X is a palm oil plantation located in West Java. The process of collecting loose palm fruits at PT X is still carried out manually by hand. This manual collection method results in poor working postures. Workers are required to repeatedly bend over to collect loose fruits around the palm trees. According to Erliana (2021), unnatural working postures, such as standing, squatting, bending, lifting, and carrying for extended periods, can cause discomfort and pain in body parts, increasing the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs). This study aims to identify musculoskeletal complaints experienced by palm oil workers, analyze working postures during the collection process, and design a tool for collecting loose palm fruits. The methods used in this study include the musculoskeletal disorders survey instrument, rapid entire body assessment (REBA), and quality function deployment (QFD). The survey results showed that the most common complaints were in the shoulders, lower back, upper back, and neck. The assessment of work posture for harvesting on flat and sloped land showed respective scores of 13. The QFD method resulted in the design of a tool and storage for loose fruits. Posture assessments of the proposed design in both flat and sloped terrain showed a reduction in REBA scores to 3 and 7.
4325946636H1E020066REDESIGN EGREK SEBAGAI ALAT PEMANENAN KELAPA SAWIT
MENGGUNAKAN PENDEKETAN ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT DI PT X
Sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian, namun pemanen sering
mengalami masalah kesehatan akibat penggunaan alat yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi dan merancang ulang alat pemanen kelapa sawit, yaitu egrek, dengan pendekatan Ergonomic
Function Deployment (EFD) untuk mengurangi risiko cedera muskuloskeletal (MSDs) yang dialami oleh pemanen.
Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara dengan pemanen, serta analisis postur kerja
menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai risiko ergonomis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penggunaan egrek saat ini berkontribusi pada ketidaknyamanan dan keluhan fisik di
kalangan pemanen, terutama pada bagian tubuh yang rentan. Redesain alat yang diusulkan berfokus pada
peningkatan aspek ergonomi, seperti penyesuaian tinggi dan bobot alat, serta penambahan fitur yang
mendukung postur kerja yang lebih baik. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan desain yang
lebih ergonomis tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan dan kenyamanan pemanen, tetapi juga berpotensi
meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan alat
pertanian yang lebih baik dan mendorong kesadaran akan pentingnya ergonomi dalam industri kelapa sawit,
sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.
The palm oil plantation sector plays a vital role in the economy, yet harvesters often
encounter health issues due to non-ergonomic tools. This study aims to identify and
redesign the palm oil harvesting tool, known as the egrek, using the Ergonomic
Function Deployment (EFD) approach to reduce the risk of musculoskeletal
disorders (MSDs) experienced by harvesters. The methods employed include field
observation, interviews with harvesters, and posture analysis using the Rapid
Entire Body Assessment (REBA) method to assess ergonomic risks. The study
results indicate that the current use of the egrek contributes to discomfort and
physical complaints among harvesters, particularly affecting vulnerable body
areas. The proposed tool redesign focuses on improving ergonomic aspects, such
as adjusting the height and weight of the tool and adding features that support
better working posture. The implications of this study show that the application of
a more ergonomic design not only enhances the health and comfort of the harvesters
but also has the potential to increase work productivity. This research is expected
to serve as a reference for developing better agricultural tools and to raise
awareness of the importance of ergonomics in the palm oil industry, creating a safer
and more sustainable work environment.
4326047311J1D021060REPRESENTASI FEMINISME DALAM FILM BUDI PEKERTI KARYA WREGAS BANUTEJA (ANALISIS WACANA SARA MILLS)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya interpretasi perempuan di media massa sebagai sosok yang lemah dan termarginalkan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan posisi subjek-objek, penonton, dan menjelaskan penggambaran perempuan dalam film Budi Pekerti karya Wregas Banuteja berdasarkan analisis wacana perspektif Sara Mills. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik simak, catat, rekam, dan transkrip tuturan film Budi Pekerti. Hasil penelitian keseluruhan menunjukkan 61 data terdiri atas 33 data menggambarkan posisi subjek. Sementara itu, posisi objek tergambarkan dalam 8 data dan posisi penonton dianalisis melalui 20 data yang diperoleh dari komentar di media sosial. Penggambaran perempuan dalam film Budi Pekerti dibagi menjadi tiga aspek utama. Pertama, kedudukan perempuan dalam masyarakat ditinjau dari peran gender menempati peran profesional dan penjaga moralitas. Kedua, karakter tokoh perempuan memiliki kontrol pada relasi kekuasaan, memiliki kendali atas hidup dan melawan dominasi. Ketiga, kontribusi perempuan dalam cerita, menentang stereotip tradisional tentang perempuan dan penggerak solusi.This research is motivated by the interpretation of women in the mass media as weak and marginalized figures. The aim of this research is to describe the subject-object position, the audience, and explain the depiction of women in the film Budi Pekerti by Wregas Banuteja based on discourse analysis from Sara Mills' perspective. This research is a qualitative descriptive research. Data was collected through listening techniques, taking notes, recording and transcribing the speech from the film Budi Pekerti. The overall research results show 61 data consisting of 33 data describing the subject's position. Meanwhile, the position of the object is described in 8 data and the position of the viewer is analyzed through 20 data obtained from comments on social media. The depiction of women in the film Budi Pekerti is divided into three main aspects. First, the position of women in society in terms of gender roles occupies a professional role and guardian of morality. Second, female characters have control over power relations, have control over their lives and fight against domination. Third, the contribution of women to the story, challenges traditional stereotypes about women and driving solutions.