Artikelilmiahs
Menampilkan 39.201-39.220 dari 48.938 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39201 | 44440 | H1D019025 | IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS PADA INDEKS PEMBANGUNAN LITERASI MASYARAKAT BERBASIS WEBSITE | Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) merupakan instrumen pengukuran tingkat pembangunan literasi masyarakat yang diperoleh melalui penghitungan beberapa yang menjadi aspek di suatu wilayah. Penghitungan IPLM pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purbalingga masih dilakukan secara manual yang mengakibatkan kurang efesien dan rentan terjadi kesalahan. Dengan demikian maka diperlukan sebuah sistem terkomputerisasi untuk memudahkan penghitungan IPLM agar lebih akurat, efisien dan efektif. Sistem yang dibuat merupakan sistem berbasis Website menggunakan bahasa pemrograman phyton dengan framework djanggo dan untuk database menggunakan MySQL. Metode yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak yaitu metode waterfall, sedangkan metode yang digunakan untuk membantu pengolahan data yaitu metode Analytical Hierarchy Process. Dari hasil penelitian, didapatkan tujuh kriteria dan lima wilayah yang menjadi alternatif. Hasilnya, sistem dapat menampilkan pemeringkatan wilayah berdasarkan nilai IPLM dari tertinggi sampai terendah. Hasil pengujian blackbox menunjukkan bahwa sIstem sudah sesuai atau tidak ada error untuk setiap aktifitasnya. Adapun hasil dari user acceptance test menunjukkan nilai rata-rata sebesar 83,6% dengan kategori “sangat baik” yang berarti bahwa sistem ini layak untuk digunakan. | The Community Literacy Development Index (IPLM) is an instrument for measuring the level of community literacy development obtained by calculating several aspects in an area. IPLM calculations at the Purbalingga Archives and Library Service are still done manually, which results in inefficiency and are prone to errors. Thus, a computerized system is needed to facilitate IPLM calculations so that they are more accurate, efficient and effective. The system created is a website-based system using the Python programming language with the Djanggo framework and for the database using MySQL. The method used for software development is the waterfall method, while the method used to assist data processing is the Analytical Hierarchy Process method. From the research results, seven criteria and five areas were obtained as alternatives. As a result, the system can display regional rankings based on IPLM values from highest to lowest. The black box testing results show that the system is appropriate or there are no errors for each activity. The results of the user acceptance test show an average score of 83.6% in the "very good" category, which means that this system is suitable for use | |
| 39202 | 44441 | I1C020039 | Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Kesadaran Remaja Puteri Terkait Penggunaan Vaksin Human Papillomavirus (HPV) di Purwokerto | Remaja lebih beresiko terkena kanker serviks karena terjadinya peningkatan perilaku seksual. Vaksin HPV merupakan salah satu intervensi sebagai pencegahan akan terjadinya kanker serviks. Namun, pemerintah Indonesia hanya mencanangkan program gratis vaksin HPV yang diberikan pada anak kelas 5 dan 6 SD sehingga mengakibatkan banyak remaja yang belum melakukan vaksin HPV. Oleh karena itu, dalam hal ini tingkat pengetahuan dan kesadaran remaja berpengaruh terhadap kesediaan remaja dalam melakukan vaksinasi HPV. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kesadaran, kesediaan remaja puteri di Purwokerto terkait penggunaan vaksin HPV, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kesadaran dengan kesediaan terkait penggunaan vaksin HPV. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan kepada 384 responden remaja puteri di Purwokerto dengan teknik quota sampling pada Februari- Maret 2024. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Responden memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang baik sejumlah (52,6%), tingkat pengetahuan dan kesadaran cukup sejumlah (41,4%) serta pengetahuan dan kesadaran yang kurang sejumlah (6,0%). Selain itu, remaja puteri yang bersedia menerima vaksin HPV (95,6%), dan yang tidak bersedia (4,4%). Terdapat hubungan yang signifikan (p-value= 0,012) antara tingkat pengetahuan dan kesadaran dengan kesediaan remaja puteri di Purwokerto. Remaja puteri di Purwokerto memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang baik dan mayoritas bersedia menerima vaksin HPV. | Adolescents are more at risk of cervical cancer due to increased sexual behavior. HPV vaccine is one of the recommended interventions for adolescents to prevent cervical cancer. However, the Indonesian government has only launched a free HPV vaccine program that is given to 5th and 6th graders, resulting in many adolescents who have not had the HPV vaccine. Therefore, in this case, the level of knowledge and awareness of adolescents affects the willingness of adolescents to do HPV vaccination. To determine the level of knowledge and awareness, the willingness of young women in Purwokerto regarding the use of the HPV vaccine, and to determine the relationship between the level of knowledge and awareness and the willingness to use the HPV vaccine. This study used a cross sectional design. Data were collected from 384 female adolescent respondents in Purwokerto using quota sampling technique in February-March 2024. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. Respondents had a good level of knowledge and awareness (52.6%), a sufficient level of knowledge and awareness (41.4%) and a poor level of knowledge and awareness (6.0%). Apart from that, young women were willing to receive the HPV vaccine (95.6%), and those who were not willing (4.4%). There is a significant relationship (p-value= 0.012) between the level of knowledge and awareness and the willingness of young women in Purwokerto. Adolescent girls in Purwokerto have a good level of knowledge and awareness and the majority are willing to receive the HPV vaccine. | |
| 39203 | 44757 | H1A020042 | RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL UTAMA STASIUN PENUKARAN BATERAI KENDARAAN LISTRIK UMUM MENGGUNAKAN PROTOKOL MQTT BERBASIS RASBERRY PI | Peningkatan emisi karbon dari tahun ke tahun membutuhkan penangan khusus untuk dilakukan. Oleh karena itu, pada tahun 2021 Indonesia menetapkan target untuk penurunan emisi gas rumah kaca tanpa syarat sebesar 29% dan dengan syarat 41%. Salah satu cara untuk mencapai target tersebut adalah dengan mempercepat proses transisi ke kendaraan roda dua berbasis listrik. Untuk menunjang percepatan itu dibutuhkan infrastruktur pengisian baterai yang mumpuni sehingga dibutuhkan SPBKLU yang mampu melakukan pengisian baterai dan penukaran baterai yang cepat. Selain itu, dalam pelaksanaannya kadangkali terdapat SPBKLU yang rusak lokernya. Untuk itu, untuk mempercepat proses charge sekaligus mengatasi masalah tersebut diperlukan SPBKLU dengan jumlah loker yang cukup banyak. SPBKLU yang terdapat di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) merupakan stasiun penukaran baterai yang terdiri dari 12 loker baterai, namun stasiun pengisian ini belum dapat bekerja dikarenakan belum adanya sistem kontrol pada SPBKLU tersebut. Dengan adanya sistem kontrol pada SPBKLU memungkinkan terjadinya komunikasi dengan pengguna melalui HMI, mengirim data ke server, menyimpan data lokal dalam bentu log, dan juga mengkoordinasikan loker sehingga proses battery swapping dapat dilakukan Penelitian yang dilakukan akan berfokus untuk merancang sistem kontrol SPBKLU dan dilaksanakan dalam 4 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap perancangan, tahap pengujian, dan tahap dokumentasi. Untuk pengujian akan dilakukan dengan uji coba melakukan penukaran baterai secara langsung, pengujian packet loss pada komunikasi data, pengujian terhadap kinerja antarmuka, dan pengujian terhadap keandalan data log. Adapun hasil dari penelitian ini akan berupa sistem kontrol utama dalam dalam bentuk Raspberry Pi yang telah diprogram untuk dapat diaplikasikan langsung ke SPBKLU. | Increasing carbon emissions from year to year require special attention. Therefore, in 2021, Indonesia set targets for unconditional greenhouse gas emissions reduction by 29% and conditional reduction by 41%. One way to achieve these targets is by accelerating the transition to electric two-wheeled vehicles. To support this acceleration, a robust battery charging infrastructure is needed, including Fast Battery Swapping and Charging Stations (SPBKLU) capable of quick battery charging and swapping. Additionally, during implementation, there are sometimes issues with damaged SPBKLU lockers. To address these challenges and expedite the charging process, it is essential to have SPBKLU stations with an ample number of lockers.SPBKLU at the National Innovation Research Agency (BRIN) consists of 12 battery lockers, but it cannot operate yet due to the lack of a control system. Having a control system in place for SPBKLU enables communication with users through an HMI, data transmission to the server, local data storage in log format, and coordination of lockers for efficient battery swapping.The research will focus on designing the control system for SPBKLU and will be conducted in four stages: preparation, design, testing, and documentation. Testing will involve direct battery swapping trials, packet loss testing in data communication, interface performance evaluation, and data log reliability testing. The results of this research will be a main control system in the form of a Raspberry Pi which has been programmed to be applied directly to SPBKLU. | |
| 39204 | 44876 | A1C020002 | PENGARUH VARIASI TEKNIK SANGRAI TERHADAP EFISIENSI ENERGI DALAM PROSES PENYANGRAIAN GULA SEMUT ORGANIK | Permintaan gula semut organik di Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal ini dikarenakan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan bagi tubuh. Meningkatnya nilai konsumsi gula semut menjadi pendorong bagi pengrajin gula semut untuk meningkatkan produksinya. Oleh karena itu, penting untuk memiliki standar teknik dalam proses penyangraian yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian beberapa teknik sangrai untuk menentukan teknik mana yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan teknik sangrai yang paling efisien dalam proses penyangraian gula semut, mengetahui lama penyangraian yang paling efisien dalam proses pengeringan gula semut serta menemukan kombinasi optimal antara teknik dan lama penyangraian yang dapat menghasilkan gula semut dengan kadar air yang sesuai standar mutu (SNI). Prosedur penelitian dimulai dengan persiapan alat, pengumpulan data, dan analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi. Pengamatan dan analisis data meliputi distribusi suhu, kadar air, laju pengeringan, kebutuhan energi penyangraian, kebutuhan bahan bakar dan efisiensi energi pada penyangraian. Penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu penelitian pendahuluan dengan menentukan faktor yang dianalisi yaitu lama penyangraian dan teknik sangrai. Tahap kedua merupakan analisis model respon berdasarkan uji ANOVA. Tahap ketiga merupakan uji lanjut dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range (DMRT). Tahap keempat merupakan tahap penentuan perlakuan terbaik dengan menggunakan uji Indeks Efektivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik penyangraian yang terbaik untuk mengasilkan gula semut organik berkualitas sesuai SNI dengan efisiensi energi tertinggi adalah penyangraian tanpa tumpukan kayu selama 40 menit. Teknik penyangraian ini menghasilkan gula semut organik dengan kadar air 2,47%, laju pengeringan 0,035%bb/menit, efisiensi energi 85,75%, kebutuhan energi 138,82 kJ/kg, dan kebutuhan bahan bakar 0,103 kg. Gula yang dihasilkan memiliki warna coklat keemasan seragam, bebas kotoran, dan rasa manis murni tanpa rasa sangit atau pahit. | The demand for organic ant sugar in Indonesia continues to increase every year. This is because people are increasingly aware of the importance of health for the body. The increasing consumption value of ant sugar is a driving force for ant sugar artisans to increase their production. Therefore, it is important to have a standard technique in the roasting process that can improve the quality and quantity of production. In this study, several roasting techniques were tested to determine which technique is more efficient. The objectives of this study were to determine the most efficient roasting technique in the roasting process of ant sugar, to determine the most efficient roasting time in the drying process of ant sugar and to find the optimal combination of roasting technique and roasting time that can produce ant sugar with a moisture content that meets the quality standard (SNI).The research procedure begins with tool preparation, data collection, and data analysis. Data collection was carried out using the observation method. Observations and data analysis include temperature distribution, moisture content, drying rate, roasting energy requirements, fuel requirements and energy efficiency in roasting. This research consists of 4 stages, namely preliminary research by determining the factors analyzed, namely roasting time and roasting technique. The second stage is the response model analysis based on the ANOVA test. The third stage is a further test using the Duncan Multiple Range (DMRT) test. The fourth stage is the determination of the best treatment using the Effectiveness Index test.The results of this research show that the best roasting technique to produce quality organic ant sugar according to SNI with the highest energy efficiency is roasting without piles of wood for 40 minutes. This roasting technique produces organic ant sugar with a water content of 2.47%, a drying rate of 0.035% bw/minute, an energy efficiency of 85.75%, an energy requirement of 138.82 kJ/kg, and a fuel requirement of 0.103 kg. The resulting sugar has a uniform golden brown color, is free of impurities, and has a pure sweet taste without a bitter or bitter taste. | |
| 39205 | 41700 | E1A016058 | TANGGUNG JAWAB HUKUM PUSKESMAS DALAM PELAYANAN KESEHATAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum Puskesmas dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan motode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undang, analitis dan konseptual. Spesifikasi penelitian ini adalah inventarisasi hukum, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto dengan menggunakan data sekunder serta metode analisis isi dan analisis perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa taraf sinkronisasi hukum pengaturan tanggung jawab hukum Puskemas dalam pelayanan kesehatan pada struktur perundang-undangan di Indonesia telah menunjukan adanya sinkronisasi vertikal. Artinya bahwa peraturan dengan derajat lebih rendah tidak bertentangan dan telah didasarkan pada peraturan yang memiliki derajat lebih tinggi serta peraturan yang lebih tinggi menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih randah. Hal ini dibuktikan dengan pengaturan tanggung jawab hukum Puskesmas dalam pelayanan kesehatan pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas dan dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan telah didasarkan pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bentuk tanggung jawab hukum Puskemas dalam pelayanan kesehatan meliputi : tanggung jawab hukum perdata diatur dalam Pasal 58 ayat (5) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tanggung jawab hukum administrasi diatur dalam Pasal 188 ayat (3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. | This study aims to determine the synchronization of arrangements and forms of legal responsibility of the Puskesmas in health services. This study uses a normative juridical research method with statutory, analytical and conceptual approaches. The specifications of this study are legal inventory, legal synchronization and in concreto legal discovery using secondary data as well as content analysis and comparative analysis methods. Based on the results of the research, it was found that the level of legal synchronization in regulating the legal responsibilities of the Puskemas in health services in the statutory structure in Indonesia has shown vertical synchronization. This means that regulations with a lower degree are not contradictory and have been based on regulations that have a higher degree and the higher regulations form the basis for the formation of lower regulations. This is evidenced by the arrangement of the legal responsibilities of the Puskesmas in health services in the Regulation of the Minister of Health Number 43 of 2019 concerning Puskesmas and and Government Regulation Number 47 of 2016 concerning Health Service Facilities based on Law Number 36 of 2009 concerning Health and the Law The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Forms of Puskemas legal responsibility in health services include: civil legal responsibility regulated in Article 58 paragraph (5) of Law Number 36 of 2009 concerning Health. Administrative legal responsibility is regulated in Article 188 paragraph (3) of Law Number 36 of 2009 concerning Health. | |
| 39206 | 41703 | A1F016038 | Strategi Pengembangan Usaha Dodol Wijen Bunga Bekasi Berdasarkan Tingkat Kepuasan, Kepentingan, Dan Kesesuaian Konsumen | Usaha dodol Bunga merupakan industri pangan di Babelan, Kabupaten Bekasi yang memproduksi dan menjual dodol, akar kelapa, sagon, peyek, uli, rengginang. Berdasarkan data penjualan per hari diketahui bahwa produk yang paling banyak terjual adalah dodol original sebesar 58%, dodol wijen sebesar 19%, diikuti dengan produk lainnya sebesar 23%. Data tersebut menunjukkan jumlah penjualan harian terendah didapatkan oleh dodol wijen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut yang perlu diperbaiki dan strategi perbaikan dari produk dodol wijen Bunga berdasarkan tingkat kesesuaian konsumen. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada 100 orang responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini untuk memilih responden adalah dengan menggunakan metode accidental sampling. Selanjutnya, menghitung tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan berdasarkan rata-rata. Sedangkan tingkat kesesuaian dihitung berdasarkan perbandingan antara tingkat kepuasan dan kepentingan. Didapatkan atribut rasa manis dodol wijen yang memiliki nilai tingkat kesesuaian terendah (98,42%). Strategi perbaikan yang diberikan berupa variasi produk baru seperti varian rendah gula dan varian yang lebih manis. Ada perubahan sifat sensori pada varian rendah gula dari segi warna, tekstur dan rasa dodol berupa rasa dodol yang kurang manis, tekstur lebih lengket, dan umur simpan yang lebih pendek. Untuk varian yang lebih manis akan ada perubahan sifat berupa warna yang lebih coklat, tekstur menjadi lebih keras, serta umur simpan yang lebih lama. | Dodol Bunga business is a food industry in Babelan, Bekasi Regency, which produces and sells dodol, akar kelapa, sagon, peyek, uli and rengginang. Based on sales data per day, it is known that the product that sells the most is original dodol with 58%, dodol wijen by 19%, followed by other products by 23%. The data shows that the lowest number of daily sales was obtained by dodol wijen. This study aims to determine the attributes that need to be improved and strategies for improving the dodol wijen Bunga product based on the level of consumer suitability. Questionnaires were distributed to 100 respondents. The method used in this study to select respondents is to use the accidental sampling method. Next, calculate the level of satisfaction and the level of importance based on the average. While the level of conformity is calculated based on a comparison between the level of satisfaction and interest. The sweet taste attribute of dodol wijen has the lowest suitability level (98.42%). The improvement strategy given for the sweet taste attribute in dodol wijen is in the form of new product variations such as low sugar variants and sweeter variants. There is a change in the sensory properties of the low sugar variant in terms of color, texture and taste of dodol in the form of a less sweet taste of dodol, a stickier texture and a shorter shelf life. For the sweeter variant, there will be a change in properties in the form of a browner color, a harder texture, and a longer shelf life. | |
| 39207 | 44442 | I1C020001 | Formulasi Nanokrim Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Dengan Kombinasi Surfaktan Tween 80 dan Span 80 Sebagai Antijerawat Terhadap Staphylococcus epidermidis | Infeksi bakteri Staphylococcus epidermidis menjadi salah satu penyebab jerawat. Kandungan sinamaldehida dalam minyak atsiri kayu manis terbukti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat, akan tetapi memiliki kelarutan yang rendah dalam air, mudah terdegradasi, dan mudah teroksidasi. Nanokrim cukup efektif untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, stabilitas fisik, dan aktivitas antibakteri nanokrim minyak atsiri kayu manis dengan kombinasi surfaktan Tween 80 dan Span 80. Formulasi nanokrim dengan variasi konsentrasi surfaktan Tween 80 dan Span 80: F1 (10%), F2 (20%), F3 (30) dibuat dengan metode high-shear stirring menggunakan mixer. Seluruh sediaan dilakukan evaluasi sifat fisik, stabilitas fisik, dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Hasil menunjukkan Semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik kecuali nilai zeta potensial. Semua formula memiliki daya hambat pada bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu F1 25,7 mm, F2 24 mm, dan F3 24 mm. F1 merupakan formula terbaik dengan ukuran partikel terkecil yakni 149 nm serta aktivitas antibakteri terbesar dengan daya hambat 25,7 mm. | Staphylococcus epidermidis bacterial infection is one of the causes of acne. The cinnamaldehyde content in cinnamon essential oil has been proven to have strong antibacterial activity, however, it has low solubility in water, is easily degraded, and is easily oxidized. Nanocream is quite effective in overcoming this. This research aims to determine the physical properties, physical stability and antibacterial activity of cinnamon essential oil nanocream with a combination of Tween 80 and Span 80 surfactants. Nanocream formulations with varying concentrations of Tween 80 and Span 80 surfactants: F1 (10%), F2 (20%), F3 (30) were prepared using the high-shear stirring method using a mixer. All preparations were evaluated for physical properties, physical stability, and antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. The results showed that all formulas meet the requirements for physical properties and physical stability except the zeta potential value. All formulas have inhibitory results on Staphylococcus epidermidis bacteria were F1 25,7 mm, F2 24 mm, and F3 24 mm. F1 is the best formula with the smallest particle size of 149 nm and the greatest antibacterial activity with an inhibitory result of 25,7 mm. | |
| 39208 | 44443 | I1B020039 | THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION THROUGH INSTAGRAM MEDIA ON THE KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF ADOLESCENT IN PREVENTING EARLY MARRIAGE | ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA INSTAGRAM TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI REMAJA DALAM MENCEGAH PERNIKAHAN DINI Deffy Anjani Tinidi1, Mekar Dwi Anggraeni2, Nina Setiawati2 Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan yang masih sering terjadi di Indonesia, berdasarkan sebaran global, Indonesia menduduki peringkat ke-3 dengan 25,53 juta perempuan melakukan pernikahan dini. Pernikahan dini memberikan dampak negatif pada beberapa aspek wadah edukasi kesehatan dengan meningkatkan pengetahuan dan motivasi melalui media Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media Instagram terhadap pengetahuan dan motivasi remaja dalam mencegah pernikahan dini. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi-experimental design with control group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling yang terdiri dari 50 sampel setiap kelompok. Data diambil menggunakan kuesioner pengetahuan dan motivasi tentang pernikahan dini. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, uji Paired t test, Independent t test dan uji Mann-Whitney. Hasil: Median usia responden adalah 14 tahun dan mayoritas pendapatan orang tua di bawah upah minimum Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan (p=0,000) dan motivasi (p=0,000) pada kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media Instagram terhadap pengetahuan dan motivasi remaja putri dalam pencegahan pernikahan dini Kata Kunci: Media Instagram, Pernikahan Dini, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Remaja | ABSTRACT THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION THROUGH INSTAGRAM MEDIA ON THE KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF ADOLESCENT IN PREVENTING EARLY MARRIAGE Deffy Anjani Tinidi1, Mekar Dwi Anggraeni2, Nina Setiawati2 Background: Early marriage is a problem that still frequently occurs in Indonesia, based on global distribution, Indonesia is ranked 3rd with 25.53 million women having early marriage. Early marriage has a negative impact on several aspects of life, namely the psychological, social and physical health of the baby and mother. The widespread use of cell phones and social media among teenagers can become a forum for health education by increasing knowledge and motivation through Instagram. This research aims to determine the effect of Instagram media on adolescent' knowledge and motivation in preventing early marriage. Methods: This research used a Quasi-experimental design with control group pretest and posttest design. Sampling technique used proportionate stratified random sampling, consisting of 50 samples from each group. Data was taken using a knowledge and motivation questionnaire about early marriage. Data analysis used the Wilcoxon test, Paired t test, Independent t test and Mann-Whitney test. Results: The median of respondents age are 14 years old and the majority of parents' income below minimum wage Banyumas Regency. The research results show that there are differences in knowledge (p=0,000) and motivation (p=0,000) in the intervention and control groups. Conclution: There is an effect of health education through Instagram media on the knowledge and motivation of adolescent in preventing early marriage Keywords: Instagram Media, Early Marriage, Health Education, Knowledge, Motivation, Adolescent | |
| 39209 | 41705 | F1B019026 | Pengaruh Kompetensi dan Perilaku Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompetensi dan perilaku kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif dengan jumlah 31 sampel dan menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau-b, Koefisien Konkordansi Kendall’s W, dan Analisis Regresi Ordinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kinerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas berada pada kategori cukup (45.2%). Kemudian tingkat kompetensi di dinas tersebut ada pada kategori cukup (38.7%). Dan tingkat perilaku kerja di dinas terkait turut berada pada kategori cukup (45.2%). Dari hasil analisis korelasi Kendall’s Tau-b dan Konkordansi Kendall’s W menunjukkan bahwa kompetensi dan perilaku kerja memiliki hubungan secara signifikan dan positif baik secara parsial dan simultan dengan kinerja pegawai. Dari hasil Analisis Regresi Ordinal turut menunjukkan bahwa kedua variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dan pengaruh secara positif dan signifikan antara kompetensi dan perilaku kerja dengan kinerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas. | This study aims to examine the effect of competence and work behavior on employee performance at the Investment and One-Stop Services Office, Banyumas Regency. The research method used is associative quantitative method with a total of 31 samples and using a saturated sampling technique. While the analytical method used is Kendall's Tau-b Correlation, Kendall's W Concordance Coefficient, and Ordinal Regression Analysis. The results of the analysis show that the performance level of employees at the Investment and One Stop Service Office of Banyumas Regency is in the sufficient category (45.2%). Then the level of competence in the service is in the sufficient category (38.7%). And the level of work behavior in related agencies is also in the sufficient category (45.2%). The results of Kendall's Tau-b correlation analysis and Kendall's W Concordance show that competence and work behavior have a significant and positive relationship both partially and simultaneously with employee performance. From the results of the Ordinal Regression Analysis it also shows that the two independent variables have a significant effect on the dependent variable. From the results of this study, it can be concluded that there is a positive and significant relationship and influence between competence and work behavior and employee performance at the Investment and One-Stop Services Office, Banyumas Regency. | |
| 39210 | 41706 | A1A016043 | ANALISIS NILAI TAMBAH DAN KELAYAKAN USAHA PENYULINGAN MINYAK SERAI WANGI PADA PT. DEWARA NUSA JAYA DI KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS | Minyak serai wangi adalah salah satu komoditas atsiri yang sangat prospektif di antara 12 minyak atsiri yang diekspor oleh Indonesia. Tingginya permintaan pasar terhadap minyak serai wangi menjadi pendorong bagi masyarakat untuk menanam dan memproduksi minyak serai wangi. Salah satu perusahaan yang mengolah serai wangi menjadi minyak serai wangi adalah PT. Dewara Nusa Jaya yang berada di Desa kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. PT. Dewara Nusa Jaya mengolah serai wangi menjadi minyak serai wangi untuk menambah keuntungan dengan meningkatkan nilai tambah serai wangi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui nilai tambah pengolahan serai wangi menjadi minyak serai wangi pada PT. Dewara Nusa Jaya, 2) mengetahui biaya total, penerimaan dan keuntungan usaha pengolahan serai wangi menjadi minyak serai wangi pada PT. Dewara Nusa Jaya, dan 3) mengetahui kelayakan usaha pengolahan serai wangi menjadi minyak serai wangi pada PT. Dewara Nusa Jaya di tahun pertama berjalan yaitu tahun 2020. Penelitian ini dilakukan di PT. Dewara Nusa Jaya di Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas pada bulan April-Juni 2023. Subjek dalam penelitian ini adalah CEO dan manajer PT. Dewara Nusa Jaya di Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah analisis nilai tambah dan kelayakan usaha minyak atsiri serai wangi pada tahun 2020 yang ditinjau dari segi aspek finansial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Analisis data yang digunakan yaitu analisis nilai tambah, analisis biaya produksi, analisis penerimaan, analisis keuntungan, analisis efisiensi usaha, dan analisis titik impas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tambah serai wangi sebagai bahan baku minyak atsiri sebesar Rp1.899 untuk setiap kilogram serai wangi yang diolah dengan rasio nilai tambah sebesar 67,81 persen, artinya dalam pengolahan minyak atsiri memberikan nilai tambah sebesar 67,81 persen dari nilai output yang dihasilkan. Biaya total produksi olahan serai wangi PT Dewara Nusa Jaya sebesar Rp94.392.267 dengan penerimaan pengolahan serai wangi di PT Dewara Nusa Jaya sebesar Rp153.440.000 sehingga keuntungan PT Dewara Nusa Jaya sebesar Rp59.047.733. Nilai R/C ratio usaha pengolahan serai wangi PT Dewara Nusa Jaya menunjukkan hasil 1,6256 lebih dari 1 berarti usaha pengolahan serai wangi PT Dewara Nusa Jaya efisien atau memberikan keuntungan karena penerimaan yang diperoleh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Hasil produksi minyak atsiri di PT Dewara Nusa Jaya sebesar 438,40 kilogram lebih dari nilai BEP unit 197,55 dan penerimaan produksi minyak atsiri di PT Dewara Nusa Jaya sebesar Rp153.440.000 lebih dari nilai BEP rupiah Rp69.142.603 sehingga usaha pengolahan serai wangi menjadi minyak atsiri dikatakan layak untuk diusahakan. | Citronella oil is one of the most prospective essential commodities among the 12 essential oils exported by Indonesia. The high market demand for citronella oil is a driving force for the community to plant and produce citronella oil. One of the companies that process citronella into citronella oil is PT Dewara Nusa Jaya, which is located in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency, Central Java Province. PT Dewara Nusa Jaya processes citronella into citronella oil to increase profits by increasing the added value of citronella. This study aims to 1) determine the added value of processing citronella into citronella oil at PT Dewara Nusa Jaya, 2) determine the total cost, revenue and profit of processing citronella into citronella oil at PT Dewara Nusa Jaya, and 3) determine the feasibility of processing citronella into citronella oil at PT Dewara Nusa Jaya in the first year running process or in 2020.This research was conducted at PT Dewara Nusa Jaya in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency in April-June 2023. The subjects in this study were the CEO and manager of PT Dewara Nusa Jaya in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency. While the object of this research is the analysis of added value and business feasibility of citronella essential oil in 2020 in terms of financial aspects. The research method used is the case study method. The data analysis used was value-added analysis, production cost analysis, revenue analysis, profit analysis, business efficiency analysis, and break-even point analysis. The results of this study indicate that the added value of citronella as a raw material for essential oil is Rp1.899 for every kilogram of citronella processed with a value-added ratio of 67,81 percent, meaning that the processing of essential oil provides an added value of 67,81 percent of the value of the output produced. The total cost of production of processed citronella at PT Dewara Nusa Jaya amounted to Rp94.392.267 with the receipt of citronella processing at PT Dewara Nusa Jaya amounting to Rp153.440.000 so that PT Dewara Nusa Jaya's profit of Rp59.047.733. The R / C ratio value of PT Dewara Nusa Jaya's citronella processing business shows a result of 1,6256 more than 1, meaning that PT Dewara Nusa Jaya's citronella processing business is efficient or provide benefits because the revenue earned is more than the costs incurred. The yield of essential oil production at PT Dewara Nusa Jaya of 438,40 kilograms is more than the BEP unit value of 197,55 and the receipt of essential oil production at PT Dewara Nusa Jaya of Rp153.440.000 is more than the BEP rupiah value of Rp69.142.603 so that the business of processing citronella into essential oil is said to be fit for business. | |
| 39211 | 44758 | G1A020114 | Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Pasien Tuberkulosis Resistan Obat | HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT ABSTRAK Latar Belakang : Pengobatan penyakit Tuberkulosis Resistan Obat memerlukan konsumsi obat dalam durasi yang panjang, pentingnya dukungan yang baik menjadi suatu kebutuhan. Dukungan dari keluarga menjadi aspek yang sangat penting bagi individu yang mengalami Tuberkulosis Resistan Obat sebagai sumber utama dukungan. Dukungan keluarga sangatlah penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien Tuberkulosis Resistan Obat dengan membantu menurunkan masalah psikologis atau emosional yang dialami pasien Tuberkulosis Resistan Obat seperti perasaan cemas dan takut. Tujuan : Untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien Tuberkulosis Resistan Obat. Metode : Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional pada populasi terjangkau penderita TB RR (Rifampisin Resistant) dan MDR (Multi Drug Resistant) yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan RSUD Ajibarang pada tahun 2022-2023. Sebanyak 32 orang terpilih sebagai responden dengan menggunakan metode consecutive sampling. Kriteria inklusi yang ditetapkan yaitu pasien TB RR dan MDR yang berobat ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan RSUD Ajibarang pada tahun 2022-2023 serta bersedia menjadi responden penelitian setelah menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi meliputi alamat domisili tidak jelas, pasien tidak berada di tempat saat pengambilan data, tidak mengisi kuesioner secara tuntas, tidak kooperatif dalam pelaksanaan penelitian serta pasien dengan komorbid seperti HIV, DM, hipertensi dan PPOK. Analisis data menggunakan uji Non Parametrik dengan metode Spearman. Hasil : Sebanyak 65,6% subjek memiliki dukungan keluarga yang tinggi, 31,3% memiliki dukungan keluarga yang sedang dan 3,1% subjek memiliki dukungan keluarga yang rendah. Sebanyak 78,1% subjek memiliki kualitas hidup yang baik sedangkan 21,9% subjek memiliki kualitas hidup yang buruk. Hasil uji analisis data menggunakan Spearman mendapatkan hasil nilai significancy sebesar p=0,005 dengan r=0,481 yang menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien Tuberkulosis Resistan Obat dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi sedang. Kesimpulan : Dukungan keluarga berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien Tuberkulosis Resistan Obat. Kata Kunci : Dukungan keluarga, kualitas hidup, Tuberkulosis Resistan Obat | THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND QUALITY OF LIFE IN DRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS PATIENTS ABSTRACT Background: Treatment of Drug Resistant Tuberculosis disease requires the consumption of drugs for a long duration, the importance of good support becomes a necessity. Family support is a very important aspect for individuals experiencing drug-resistant tuberculosis as the main source of support. Family support is very important in improving the quality of life of Drug Resistant Tuberculosis patients by helping to reduce psychological or emotional problems experienced by Drug Resistant Tuberculosis patients such as feelings of anxiety and fear. Objective: To identify the relationship between family support and quality of life in patients with drug-resistant tuberculosis. Methods: Analytical observational research with a cross-sectional design in the target population of patients with TB RR (Rifampicin Resistant) and MDR (Multi Drug Resistant) who are undergoing treatment at Prof. Dr. Margono Soekarjo and Ajibarang Hospital in 2022-2023. A total of 32 people were selected as respondents using consecutive sampling method. Inclusion criteria were RR and MDR TB patients who sought treatment at Prof. Dr. Margono Soekarjo and Ajibarang Hospital in 2022-2023 and were willing to become research respondents after signing informed consent. Exclusion criteria included unclear domicile address, patients not in place during data collection, not filling out the questionnaire completely, not cooperating in the implementation of the study and patients with comorbidities such as HIV, DM, hypertension and COPD. Data analysis used Non Parametric test with Spearman method. Results: A total of 65.6% of subjects had high family support, 31.3% had moderate family support and 3.1% of subjects had low family support. A total of 78.1% of subjects had a good quality of life while 21.9% of subjects had a poor quality of life. The results of the data analysis test using Spearman obtained a significance value of p=0.005 with r=0.481 which showed a significant relationship between family support and quality of life in Drug Resistant Tuberculosis patients with a positive correlation direction and moderate correlation strength. Conclusion : Family support is associated with quality of life in Drug Resistant Tuberculosis patients. Keywords: Family support, quality of life, Drug Resistant Tuberculosis | |
| 39212 | 44445 | F1C020006 | Diseminasi Informasi Mengenai Peringatan Dini pada Fenomena El Nino oleh Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) adalah lembaga pemerintah di Indonesia yang memiliki tanggung jawab utama dalam mengatur informasi kebencanaan terkait cuaca dan iklim. Bagian Hubungan Masyarakat atau Humas berperan untuk menjaga hubungan yang baik antara sebuah instansi dengan masyarakat, pers, dan media. Humas BMKG Pusat memiliki tugas untuk menyampaikan peringatan dini salah satunya terkait fenomena El Nino. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui diseminasi informasi peringatan dini pada fenomena El Nino agar stakeholder dan masyarakat dapat melakukan tindakan mitigasi dampak El Nino. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pemilihan informan menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa Humas BMKG melakukan diseminasi informasi peringatan dini fenomena El Nino Humas BMKG melakukan perencanaan komunikasi dalam menghadapi tantangan yang akan datang agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Selain itu, Humas BMKG juga memperhatikan pemilihan media yang tepat untuk penyebaran informasi. Hal ini terdapat adanya kerja sama secara internal, seperti berbagai macam konten yang ada di media sosial. Humas BMKG juga melakukan kerja sama dengan pihak eksternal mengenai informasi El Nino berkoordinasi dalam upaya dampak yang ditimbulkan, penanggulangan pasca bencana, dalam diseminasi informasi. Tak terlepas Humas BMKG melakukan evaluasi secara terus-menerus dengan memonitoring media. | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) is a government agency in Indonesia which has the main responsibility for managing disaster information related to weather and climate. The Public Relations section plays a role in maintaining relations between an agency and the public, press, and media. Central BMKG Public Relations has the task of delivering early warnings, one of which is related to the El Nino phenomenon. The aim of the research carried out is to determine the dissemination of early warning information on the El Nino phenomenon so that stakeholders and the community can take action to mitigate the impact of El Nino. This research uses a qualitative descriptive method with the selection of informants usi Purposive Sampling. The results of the research carried out revealed that BMKG Public Relations carried out information dissemination on early warnings of the El Nino phenomenon. BMKG Public Relations carried out communication planning in facing future challenges in order to achieve the desired goals. Apart from that, BMKG Public Relations also pays attention to choosing the right media for disseminating information. This includes internal collaboration, such as various kinds of content on social media. BMKG Public Relations also collaborates with external parties regarding El Nino information, coordinating efforts for the impacts, post-disaster management, and information dissemination. In addition, BMKG Public Relations carries out continuous evaluation by monitoring the media. | |
| 39213 | 45205 | I1B020018 | Gambaran Tingkat Stres dan Risiko Bunuh Diri pada Mahasiswa Keperawatan Internship di Nursing Home Jepang | Latar Belakang: Program internship memunculkan beban ganda bagi mahasiswa yaitu beban akademik dan beban magang yang mana hal tersebut menjadi faktor pemicu stres dan dapat meningkatkan risiko bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres dan risiko bunuh diri pada mahasiswa keperawatan internship di nursing home Jepang. Metodologi: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan Columbia Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS). Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yang melibatkan 38 mahasiswa keperawatan dari berbagai universitas yang menjalani magang di nursing home di berbagai perfektur Jepang. Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian: sebanyak 27 responden (71.1%) berada pada tingkat stres sangat berat dan 10 responden (26.3%) berada pada tingkat stres berat dengan 8 responden diantaranya (21,1%) berada pada tingkat risiko bunuh diri tinggi. Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa keperawatan internship berada pada tingkat stres sangat berat dan 8 dari 38 mahasiswa berada pada risiko bunuh diri tinggi. Mahasiswa internship harus mencari mekanisme koping yang konstruktif untuk menghadapi stres dan terbuka untuk mencari pertolongan kepada orang yang dipercaya saat tidak mampu lagi mengatasi stresor. Universitas sebagai penanggung jawab harus memerhatikan kesejahteraan psikologis atau kesehatan mental mahasiswa magang sebagai bahan evaluasi dan perencanaan upaya pendampingan bagi mahasiswa internship. | Background: The internship program creates a double burden for students, namely academic load and internship load, which is a stress-provoking factor and can increase the risk of suicide. This study aims to determine the picture of stress levels and suicide risk among nursing internship students at a nursing home in Japan. Methods: This study was conducted using a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire and the Columbia Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS). The sampling technique used was a total sampling involving 38 nursing students from various universities who underwent internships at nursing homes in various prefectures of Japan. Analysis of research data using univariate analysis. Results: A total of 27 respondents (71.1%) were at very severe stress levels and 10 respondents (26.3%) were at severe stress levels with 8 respondents (21.1%) being at high suicide risk levels. Conclusion: Most of nursing internship students were at very severe stress levels, and 8 out of 38 students were at high risk of suicide. When it becomes impossible for them to handle stress, internship students should be willing to ask for help from dependable individuals and look for healthy coping strategies. As the overseeing body, the university is required to consider the mental and psychological well-being of its interns as a basis for assessment and planning. | |
| 39214 | 41707 | A1F016046 | Pengaruh Tinggi Dataran Dan Waktu Penyadapan Terhadap Kualitas Mutu Gula Semut Kelapa | Gula semut merupakan salah satu olahan yang terbuat dari nira kelapa. Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas mutu gula semut yaitu diantaranya yaitu bahan baku, proses pembuatan, teknologi, penderas nira dan keadaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nira dan gula semut kelapa berdasarkan tinggi dataran dan waktu penyadapan sehingga dapat diketahui kualitas gula mana yang lebih baik. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor yaitu tinggi dataran dan waktu sadap. Faktor pertama yaitu tinggi dataran yang terdiri atas dataran rendah dan tinggi, faktor kedua yaitu waktu sadap yang terdiri atas waktu sadap pagi-sore dan waktu sadap sore-pagi. Analisis data penelitian menggunakan Uji Anova dan DMRT dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gula semut yang diproduksi dari nira dataran rendah lebih baik daripada gula semut dataran tinggi dan gula semut yang dihasilkan dari nira waktu sadap pagi-sore lebih baik daripada gula semut dengan waktu sadap sore-pagi. | Coconut sugar is one of the preparations made from coconut sap. Several factors affect the quality of coconut sugar, including raw materials, manufacturing processes, technology, sap juice and environmental conditions. This study aims to determine the quality of coconut sap and sugar based on altitude and tapping time so that it can be known which quality of sugar is better. The study was conducted experimentally using a randomized block design (RBD) with two factors, namely plateau height and tapping time. The first factor is the height of the plateau which consists of lowland and high ground, the second factor is the tapping time which consists of the morning-afternoon tapping time and the afternoon-morning tapping time. Analysis of research data using the ANOVA test and DMRT with a significant level of 5%. The results showed that coconut sugar produced from lowland sap was better than highland coconut sugar and coconut sugar produced from sap in the morning-afternoon tapping was better than coconut sugar with an afternoon-tapping time. | |
| 39215 | 41709 | F1B019099 | Implementasi Strategi Pengembangan Desa Wisata Karangbanar, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap | Implementasi strategi adalah tindakan mengimplementasikan strategi yang telah disusun ke dalam berbagai alokasi sumber daya secara optimal. Pembangunan kepariwisataan mempunyai peranan penting dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional, tetapi dalam pengembangannya masih terdapat permasalahan seperti pemasaran dan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Strategi Pengembangan Desa Wisata Karangbanar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program yang ditetapkan mampu mendukung misi, tujuan dan strategi dari Desa Wisata Karangbanar. Tetapi, dalam aspek anggaran masih dikatakan belum mencukupi, karena sebagian besar anggaran yang digunakan berasal dari ticketing dan sewa kios. Dalam aspek prosedur masih perlu diperbaiki karena belum ada dokumen resmi terkait dengan prosedur. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu implementasi strategi pengembangan Desa Wisata Karangbanar sudah berjalan cukup baik namun belum optimal, sehingga masih ada yang harus diperbaiki. | Strategy implementation is the act of implementing a strategy that has been compiled into various allocations of resources optimally. Tourism development has an important role in promoting equity in national development, but in its development there are still problems such as marketing and human resources. This study aims to describe and analyze the Implementation of the Karangbanar Tourism Village Development Strategy. This study uses qualitative methods with descriptive analysis. The results of this study indicate that the established program is able to support the mission, goals and strategies of the Karangbanar Tourism Village. However, in terms of the budget aspect it is still said to be insufficient, because most of the budget used comes from ticketing and kiosk rental. In the aspect of the procedure, it still needs to be improved because there are no official documents related to the procedure. The conclusion of this study is that the implementation of the Karangbanar Tourism Village development strategy has been going quite well but not yet optimal, so there is still something to be improved. | |
| 39216 | 41710 | A1A016033 | Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Jambu Air Merah Delima di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak | Jambu air merupakan salah satu jenis buah tropis yang populer dan memiliki permintaan yang cukup tinggi di pasar domestik maupun internasional. Produksi jambu air di Indonesia cukup tinggi dan mencapai 1,25 juta ton pada tahun 2020, namun demikian belum menjamin tingginya pendapatan petani jambu air, yang disebabkan antara lain, fluktuasi harga pada musim panen, belum maksimalnya pengelolaan usahataninya, adanya serangan hama, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani jambu air merah delima dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah two stages sampling dan didapatkan sampel sebesar 34 responden dari dua desa, yaitu Desa Sidomulyo dan Desa Botorejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Besarnya penerimaan yang diterima oleh petani jamu air merah delima di Kecamatan Wonosalam pada tahun 2022 sebesar Rp.51.436.618 per usahatani dan Rp133.949.525 per hektar. Pendapatan yang diterima oleh petani adalah sebesar Rp28.185.998 per usahatani dan Rp73.401.037 per hektar. 2) Nilai R2 yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,768. Hal tersebut menunjukkan bahwa variasi variabel-variabel bebas produksi (X1), modal usahatani (X2) dan harga jual (X3) dalam model regresi mampu menjelaskan variabel terikat yaitu pendapatan petani jambu air merah delima sebesar 74,2%, dan sisanya 25,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Variabel produksi, modal dan harga jual berpengaruh secara serempak terhadap pendapatan petani di Kecamatan Wonosalam, dan secara parsial variabel produksi, modal dan harga jual memiliki pengaruh terhadap pendapatan petani jambu air merah delima di Kecamatan Wonosalam. | Water guava is a popular tropical fruit with high demand in both domestic and international markets. Water guava production in Indonesia is quite high and reached 1.25 million tons in 2020, however, it does not guarantee the high income of water guava farmers, which is due to, among others, price fluctuations during the harvest season, not maximizing farm management, pest attacks, and so on. The purpose of this study was to determine the income of pomegranate red water guava farming and to determine the factors that affect farmers' income. This research uses a quantitative approach with a survey method. The sampling technique used in this study was two stages sampling and obtained a sample of 34 respondents from two villages, namely Sidomulyo Village and Botorejo Village. The results showed that: 1) The amount of revenue received by pomegranate red water herbal medicine farmers in Wonosalam District in 2022 amounted to Rp.51,436,618 per farm and Rp133,949,525 per hectare. The income received by farmers is Rp28,185,998 per farm and Rp73,401,037 per hectare. 2) The R2 value obtained in this study amounted to 0.768. This shows that the variation of the independent variables of production (X1), farm capital (X2) and selling price (X3) in the regression model is able to explain the dependent variable, namely the income of pomegranate red water guava farmers by 74.2%, and the remaining 25.8%. | |
| 39217 | 44446 | L1A020049 | Status Mutu Air Daerah Irigasi Kutaliman Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP) dan Canadian Council of Ministers of the Environment Water Quality Index (CCME WQI) | Daerah Irigasi Kutaliman, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas memiliki dua daerah irigasi (D.I.), yaitu Pendil dan Watupala. Pemantauan mutu air perlu dilakukan sebagai upaya perlindungan serta pengelolaan mutu air guna mencegah peningkatan pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air Daerah Irigasi Pendil dan Watupala berdasarkan metode Indeks Pencemaran (IP) serta Canadian Council of Ministers of the Environment Water Quality Index (CCME WQI). Penentuan stasiun dilakukan secara purposive random sampling yang terdiri dari 6 titik pengambilan sampel dengan 4 kali pengulangan. Data kualitas air dianalisis secara deskriptif serta dibandingkan dengan standar baku mutu air sungai dan sejenisnya berdasarkan Lampiran VI Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, kemudian status mutu air ditentukan menggunakan metode IP berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003, dan metode CCME WQI berdasarkan Canadian Council of Ministers of the Environment (2001). Hasil menunjukan bahwa status mutu air D.I. Pendil dan D.I. Watupala jika digunakan untuk peruntukan kelas 1 dan 2 menggunakan metode Indeks Pencemaran tergolong tercemar ringan, sedangkan berdasarkan metode CCME WQI tergolong sedang hingga baik. D.I. Pendil dan D.I. Watupala tergolong masih memenuhi baku mutu jika digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan pengairan tanaman. | The Kutaliman Irrigation Area in Kedungbanteng District, Banyumas Regency has two irrigation areas (D.I.), namely Pendil and Watupala. Water quality in irrigation areas needs to be monitored to protect and manage water quality and prevent more severe water pollution. This study aims to determine the water quality status of the Pendil and Watupala Irrigation Areas using the Pollution Index (PI) method and the Canadian Council of Ministers of the Environment Water Quality Index (CCME WQI). Determination of stations used random purposive sampling consisting of 6 sampling points with four repetitions. Water quality data were analyzed descriptively and compared with river water quality standards and the like based on Attachment VI to Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 22 of 2021, then water quality status was determined using the PI method based on the decision of The Minister of the Environment Number 115 of 2003, and the CCME WQI method based on the Canadian Council of Ministers of the Environment of 2001. The research results show that the water quality status of D.I. Pendil and D.I. Watupala based on the Pollution Index, which used class 1 and 2 quality standards, is classified as lightly polluted. Meanwhile, based on the CCME WQI is classified as fair to good. Water quality in D.I. Pendil and D.I. Watupala is still suitable for freshwater fish cultivation, livestock, and irrigation activities. | |
| 39218 | 44759 | H1D020050 | Aplikasi Daily Journaling dengan Deteksi Emosi Wajah Menggunakan Arsitektur Mobilenetv2 Berbasis Mobile | Daily Journaling, sebuah praktik mencatat pengalaman dan pemikiran sehari-hari. Dengan integrasi deteksi emosi wajah, aplikasi ini dapat memperkaya pengalaman pengguna dengan memberikan informasi tambahan tentang perasaan mereka saat mencatat jurnal. Penelitian ini menggunakan implementasi arsitektur MobileNetV2 dari model Convolutional Neural Network (CNN) menggunakan library TensorFlow. Model yang telah dilatih akan di-embedded ke dalam aplikasi dalam format tflite. Pengembangan aplikasi dilakukan untuk perangkat mobile menggunakan bahasa pemrograman Kotlin. Fitur dari daily journaling di antaranya, jurnal harian dengan deteksi wajah, latihan pernafasan (breath exercise), artikel, dan informasi data dalam bentuk statistik tren emosi pengguna dan kalender. Model yang digunakan memiliki akurasi sebesar 94,34% dan loss sebesar 0.21 menggunakan optimasi RMSprop dengan learning rate 0.0001 dan batch size 32. | Daily Journaling, a practice of recording daily experiences and thoughts. By integrating facial emotion detection, this application can enrich the user experience by providing additional information about their feelings while journaling. This research utilizes the implementation of the MobileNetV2 architecture of the Convolutional Neural Network (CNN) model using the TensorFlow library. The trained model will be embedded into the application in tflite format. The application development is carried out for mobile devices using the Kotlin programming language. Features of daily journaling include daily journals with facial detection, breath exercise, articles, and data information in the form of user emotion trend statistics and a calendar. The model used has an accuracy of 94.34% and a loss of 0.21 using RMSprop with learning rate 0.0001 and batch size 32. | |
| 39219 | 41708 | E1B019041 | APPLICATION OF PRUDENTIAL PRINCIPLE IN SUBMISSION CREDIT WITHOUT COLLATERAL VIA DIGITAL SERVICES (CASE STUDY IN CIMB NIAGA PURWOKERTO) | ABSTRAK Bank dalam melakukan kegiatan usahanya mengalami perubahan mengikuti perkembangan teknologi. Salah satunya kini dalam melakukan pemberian Kredit Tanpa Agunan (KTA) dapat dilakukan melalui layanan digital dengan wajib melakukan penerapan prinsip kehati-hatian sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/PJOK.03/2018 tentang Penyelenggaran Layanan Perbankan Digital Oleh Bank Umum termuat dalam Pasal 11 dan Pasal 12. Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip kehati- hatian dalam pemberian Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan akibat hukum terhadap pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam layanan digital di CIMB Niaga Purwokerto. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum yuridis normatif, dengan menggunakan metode pendekatan undang-undang, spesifikasi penelitian deskriptif analitis, Data yang digunakan adalah data sekunder melalui studi kepustakaan dan data primer sebagai data pendukung yang dilakukan melalui wawancara. Data tersebut disajikan secara teks naratif dalam bentuk deskriptif, dan dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa Bank CIMB Niaga Purwokerto dalam melakukan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian Kredit Tanpa Agunan (KTA) melalui layanan digital sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/PJOK.03/2018 tentang Penyelenggaran Layanan Perbankan Digital Oleh Bank Umum. Pemberian Kredit Tanpa Agunan (KTA) termuat dalam Pasal 11 dan Pasal 12 yaitu dengan melakukan verifikasi dan identifikasi data nasabah secara tatap muka maupun tanpa tatap muka, dan terdapat akibat hukum jika terjadinya pelanggaran prinsip kehati-hatian pada layanan digital yaitu adanya sanksi administratif salah satunya teguran tertulis yang berpengaruh terhadap kreadibilitas bank. Kata Kunci : Prinsip Kehati-Hatian, Kredit Tanpa Agunan, Layanan Digital | ABSTRACT Banks in carrying out their business activities have changed following technological developments, one of them is that credit without collateral can be done through digital services with the obligation to apply the prudential principle in accordance with the Financial Services Authority Regulation Number 12/PJOK.03/2018 concerning the implementation of Digital Banking Services by Commercial Banks contained in Article 12 and Article 12. This study examines the application of the prudential principles in credit without collateral and the legal consequences of violating the prudential principles in digital services at CIMB Niaga Purwokerto. This research uses a normative juridical type of legal research, using a statutory approach method, analytical descriptive research specifications. The data used is secondary data through literature study and primary data as supporting data conducted through interviews. The data is presented in narrative text in descriptive form, and analysed normatively qualitatively. Based on the results of the research, it shows that Bank CIMB Niaga Purwokerto in applying the prudential principle in credit without collateral via digital services is in accordance with the provisions of the Financial Services Authority Regulation Number 12/PJOK.03/2018 concerning the Implementation of Digital Banking Services by Commercial Banks. Provision credit without collateral in Article 11 and Article 12, namely by verifying and identifying customer data face-to-face or without face-to-face, and there are legal consequences if there is a violation of the prudential principle in digital services, namely administrative sanctions, one of which is a written warning that affects the bank’s credibility. Keywords: Prudential Principle, Credit Without Collateral, Digital Services | |
| 39220 | 41711 | J1C016039 | REPRESENTASI POLA HIDUP TRADISIONAL SUKU AINU DALAM MANGA GOLDEN KAMUY KARYA SATORU NODA SEBAGAI STUDI KOMPARASI BUDAYA JEPANG | Penelitian ini berjudul Representasi Pola Hidup Tradisional Suku Ainu dalam Manga Golden Kamuy Karya Satoru Noda sebagai Studi Komparasi Budaya Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi pola hidup suku Ainu melalui manga Golden Kamuy serta mengkomparasikan pola hidup masyarakat Ainu dengan pola hidup masyarakat Jepang secara umum sebagai bentuk studi komparasi budaya Jepang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori representasi Stuart Hall, konsep budaya tradisional, dan teori unsur kebudayaan universal oleh Koentjaraningrat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik studi pustaka. Data kemudian diolah dan disajikan menggunakan metode deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga dari tujuh unsur kebudayaan universal oleh Koentjaraningrat yang tergambar pada manga Golden Kamuy volume 1-11, yakni sistem religi/ keagamaan, pakaian, dan bahasa. Dari sistem religi/ keagamaan, Ainu memiliki kepercayaan tersendiri dengan mempercayai kamuy sebagai dewa/ Tuhan, sedangkan masyarakat Jepang pada umumnya mayoritas menganut Shinto dan Buddha. Dari pakaiannya, Ainu memiliki beberapa pakaian tradisional bernama attush, ruunpe, dan chijiri. Di sisi lain, pakaian tradisional yang juga merupakan pakaian nasional Jepang yang paling dikenal yakni kimono. Dari unsur bahasa, bahasa Ainu lebih sering digunakan pada lagu dan memiliki banyak variasi bait, selebihnya dalam berkomunikasi mereka menggunakan bahasa Jepang dan masyarakat Jepang pada umumnya berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang standar/ baku. | This research is entitled Representation of Ainu Traditional Way of Life in Satoru Noda's Manga Golden Kamuy as a Comparative Study of Japanese Culture. This research aims to describe the lifestyle of the Ainu through the Golden Kamuy manga and to compare the way of life between Ainu people and Japanese society in general as a form of comparative study of Japanese culture. The theory used in this research are representation theory by Stuart Hall, concept of traditional culture, and universal cultural elements theory by Koentjaraningrat. The data collected by using literature review method. The data collected by using literature review method. The data then processed and presented by using descriptive analysis method. Based on the research results, three from seven elements of universal cultural elements theory by Koentjaraningrat such as religious system, clothing, and language were found, which respresented in the Golden Kamuy manga volumes 1-11. From religion/ religious system, Ainu have their own beliefs by believing in kamuy as a god/ deity, while most of Japanese people beliefs are Shinto and Buddhism. As for clothing/ attire, Ainu have several traditional clothes called attush, ruunpe, and chijiri. Moreover, Japanese national clothing which also the most famous traditional clothing is kimono. In terms of language, Ainu language is more often used in songs and has many verse variations, and they use Japanese language for conversation as the Japanese people in general used standard Japanese for conversation. |