Home
Login.
Artikelilmiahs
41703
Update
NABILAH AYU SEKARINI
NIM
Judul Artikel
Strategi Pengembangan Usaha Dodol Wijen Bunga Bekasi Berdasarkan Tingkat Kepuasan, Kepentingan, Dan Kesesuaian Konsumen
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Usaha dodol Bunga merupakan industri pangan di Babelan, Kabupaten Bekasi yang memproduksi dan menjual dodol, akar kelapa, sagon, peyek, uli, rengginang. Berdasarkan data penjualan per hari diketahui bahwa produk yang paling banyak terjual adalah dodol original sebesar 58%, dodol wijen sebesar 19%, diikuti dengan produk lainnya sebesar 23%. Data tersebut menunjukkan jumlah penjualan harian terendah didapatkan oleh dodol wijen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut yang perlu diperbaiki dan strategi perbaikan dari produk dodol wijen Bunga berdasarkan tingkat kesesuaian konsumen. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada 100 orang responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini untuk memilih responden adalah dengan menggunakan metode accidental sampling. Selanjutnya, menghitung tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan berdasarkan rata-rata. Sedangkan tingkat kesesuaian dihitung berdasarkan perbandingan antara tingkat kepuasan dan kepentingan. Didapatkan atribut rasa manis dodol wijen yang memiliki nilai tingkat kesesuaian terendah (98,42%). Strategi perbaikan yang diberikan berupa variasi produk baru seperti varian rendah gula dan varian yang lebih manis. Ada perubahan sifat sensori pada varian rendah gula dari segi warna, tekstur dan rasa dodol berupa rasa dodol yang kurang manis, tekstur lebih lengket, dan umur simpan yang lebih pendek. Untuk varian yang lebih manis akan ada perubahan sifat berupa warna yang lebih coklat, tekstur menjadi lebih keras, serta umur simpan yang lebih lama.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dodol Bunga business is a food industry in Babelan, Bekasi Regency, which produces and sells dodol, akar kelapa, sagon, peyek, uli and rengginang. Based on sales data per day, it is known that the product that sells the most is original dodol with 58%, dodol wijen by 19%, followed by other products by 23%. The data shows that the lowest number of daily sales was obtained by dodol wijen. This study aims to determine the attributes that need to be improved and strategies for improving the dodol wijen Bunga product based on the level of consumer suitability. Questionnaires were distributed to 100 respondents. The method used in this study to select respondents is to use the accidental sampling method. Next, calculate the level of satisfaction and the level of importance based on the average. While the level of conformity is calculated based on a comparison between the level of satisfaction and interest. The sweet taste attribute of dodol wijen has the lowest suitability level (98.42%). The improvement strategy given for the sweet taste attribute in dodol wijen is in the form of new product variations such as low sugar variants and sweeter variants. There is a change in the sensory properties of the low sugar variant in terms of color, texture and taste of dodol in the form of a less sweet taste of dodol, a stickier texture and a shorter shelf life. For the sweeter variant, there will be a change in properties in the form of a browner color, a harder texture, and a longer shelf life.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save