Artikelilmiahs

Menampilkan 39.101-39.120 dari 48.938 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3910141628I1E018068PENGARUH LATIHAN 3 CONE WALL PASSING DAN
“V” ROLL TO GATED PASS TERHADAP AKURASI PASSING PEMAIN SADIWA FOOTBALL ACADEMY USIA 14 TAHUN
Latar Belakang: Sadiwa Football Academy merupakan sekolah sepak bola yang cukup banyak diminati di Kabupaten Brebes Selatan. Saat pertandingan di event yang telah diikuti dan saat latihan game internal atlet usia 14 tahun sering melakukan kesalahan passing. Pada waktu 20 menit awal, didapatkan atlet melakukan kesalahnan passing sebanyak 35 kali. Berdasarkan pernyataan pelatih, didapatkan informasi bahwa model latihan passing yang diberikan kepada atlet baru menggunakan model passing berhadapan dan kucing-kucingan. Dengan adanya permasalahan tersebut, peneliti bermaksud memberikan solusi dengan model latihan 3 cone wall passing dan “V” roll to gated pass untuk meningkatkan akurasi passing kaki dalam dan agar atlet tidak mengalami kejenuhan dalam berlatih.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain penelitian two group pretest and posttest design. Penelitian ini menggunakan Teknik total sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 24 anak. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan nilai signifikansi <0,05.
Hasil Penelitian: Hasil yang diperoleh dari analisis data menggunakan uji paired sample t-test tes Akurasi Passing kelompok treatment A yaitu nilai signifikansi sebesar 0,000 dan kelompok treatment B sebesar 0,000 hasil yang diperoleh dari analisis menggunakan uji independent sample t-test tes Akurasi Passing yaitu nilai signfikansi sebesar 0,690 maka tidak terdapat perbedaan dari kedua metode latihan, apabila dilihat dari hasil uji paired sample t-test maka terdapat perbedaan dari kedua metode latihan 3 Cone Wall Passing dan “V” Roll To Gated Pass terhadap peningkatan Akurasi Passing sepak bola.
Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan dari latihan 3 Cone Wall Passing dan “V” Roll To Gated Pass terhadap keterampilan dribbling. Tidak terdapat perbedaaan yang signifikan antara kelompok treatment A dan kelompok treatment B terhadap Akurasi Passing.
Kata Kunci: Sepak Bola, Passing, 3 Cone Wall Passing, “V” Roll To Gated Pass
Background:Sadiwa Football Academy is a soccer school that is quite popular in South Brebes Regency. When the game is onevent that have been followed and during practice game interna Athletes aged 14 years often make mistakes passing. In the first 20 minutes, it was found that the athlete made a mistake passing 35 times. Based on the coach's statement, information was obtained that the training model passing which is given to new athletes using models passing face to face and cat and mouse. With these problems, the researcher intends to provide a solution with exercise model 3cone wall passing and“V” roll to gated pass to increase accuracy passing feet in and so that athletes do not experience boredom in training.
Methodology:This research is an experimental research, with a research designtwo group pretest and posttest design. This study uses a total sampling technique. The sample in this study amounted to 24 children. The data analysis technique used the t-test with a significance value <0.05.
Research result:The results obtained from data analysis using test paired sample t-test Accuracy test Passing group treatment A is a significance value of 0.000 and the group treatment B equal to 0.000 the results obtained from the analysis using the test independent sample t-test Accuracy test Passing that is, a significance value of 0.690 means that there is no difference between the two training methods, when viewed from the test resultspaired sample t-test So there are differences between the two training methods 3 Cone Wall Passing and "V"Roll To Gated Pass to increase accuracy Passing football.
Conclusion: There is a significant effect of exercise3 Cone Wall Passing and "V"Roll To Gated Pass on skillsdribbling. There were no significant differences between groupstreatment A and grouptreatment B against Accuracy Passing.
Keywords: Football,3 Cone Wall Passing, "IN"Roll To Gated Pass
3910244425E1A020242PENYERTAAN PADA TINDAK PIDANA PENIPUAN
(Studi Kasus terhadap Putusan Pengadilan Negeri Palalawan
Nomor 279/Pid.B/2021/PN Plw)
Studi Kasus terhadap Putusan Pengadilan Negeri Palalawan
Nomor 279/Pid.B/2021/PN Plw)

ABSTRAK

Oleh:
Adrelano Akbar Nugroho
E1A020242

Penyertaan pada suatu tindak pidana, meliputi semua bentuk turut serta atau terlibatnya seseorang atau beberapa orang, baik secara psikis maupun fisik melakukan perbuatan sehingga melahirkan suatu tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan unsur-unsur penyertaan pada tindak pidana penipuan dan menganaisis dasar pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku penyertaan pada tindak pidana penipuan dalam Putusan Pengadilan Negeri Palalawan Nomor 279/Pid.B/2021/PN Plw. Metode pendekatan yuridis normatif, Spesifikasi penelitian preskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Palalawan Nomor 279/Pid.B/2021/PN Plw.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, bahwa pertimbangan Hakim dalam penerapan unsur-unsur penyertaan pada tindak pidana penipuan dalam Putusan Pengadilan Negeri Palalawan Nomor 279/Pid.B/2021/PN Plw, diketahui bahwa semua unsur-unsur Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP telah terpenuhi, unsur-unsur dimaksud, yaitu: Barangsiapa; Menguntungkan diri sendiri dan atau orang lain secara melawan hukum; Terdakwa telah melakukan rangkaian tipu muslihat atau kebohongan membujuk orang supaya memberikan suatu barang; Terdakwa turut serta melakukan perbuatan tindak pidana penipuan. Perbuatan terdakwa melakukan tindak pidana “Turut serta melakukan penipuan”. Dalam hal ini terdakwa berkedudukan sebagai yang turut serta melakukan perbuatan (medeplegen, mededader), artinya perbuatan tersebut dilakukan dengan adanya kerjasama yang erat dan diinsyafi/disadari antara Terdakwa dengan rekan Terdakwa dengan melakukan perbuatan tersebut.


PARTICIPATION IN THE CRIME OF FRAUD
(Case Study of Palalawan District Court Decision
Number 279/Pid.B/2021/PN Plw)

ABSTRACT
By :
Adrelano Akbar Nugroho
E1A020242


Participation in a criminal act includes all forms of participation or involvement of a person or several people, both psychologically and physically, in carrying out acts that give rise to a criminal act. This research aims to analyze the application of the elements of participation in criminal acts of fraud and analyze the basis of the Judge's legal considerations in handing down decisions against perpetrators of participation in criminal acts of fraud in the Palalawan District Court Decision Number 279/Pid.B/2021/PN Plw. Normative juridical approach method, Prescriptive analysis research specifications, Secondary data sources Palalawan District Court Decision Number 279/Pid.B/2021/PN Plw.
Based on the results of research and discussion, it was found that the judge's consideration in applying the elements of inclusion in the crime of fraud in the Palalawan District Court Decision Number 279/Pid.B/2021/PN Plw. Based on the legal facts revealed at the trial, it is known that all the elements of Article 378 of the Criminal Code in conjunction with Article 55 Paragraph (1) 1 of the Criminal Code have been fulfilled, the elements in question, namely: Whoever; Benefiting oneself or others unlawfully; The defendant has carried out a series of deceptions or lies to persuade people to give an item; The defendant participated in committing a criminal act of fraud. The defendant's actions in committing the crime of "participating in fraud" have been legally and convincingly proven to fulfill the elements of this article. In this case the defendant is in the position of participating in the act (medeplegen, mededader), meaning that the act was carried out with close cooperation and was aware/aware of the act between the defendant and his co-accused.
3910344752I1C019098Pengembangan Madu Lebah Klanceng (Tetragonula biroi) Sebagai Pendamping Pengobatan Antihiperkolesterol Pada Tikus Yang Diinduksi LemakHiperkolesterolemia didefinisikan sebagai kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total di atas batas normal (<200 mg/dL). Madu lebah klanceng (Tetragonula biroi) memiliki kandungan antioksidan seperti quercetin, kaempferol, galangin, dan senyawa flavonoid lainnya yang dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah, sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menguji efektivitas madu lebah klanceng (Tetragonula biroi) sebagai suplemen antihiperkolesterol dengan menggunakan model tikus (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan desain eksperimental pretest-posttest with control group design pada model tikus putih dengan kondisi hiperkolesterolemia. Madu klanceng diperoleh dari petani madu Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian terdiri dari 5 kelompok uji dengan tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok perlakuan terdiri dari Kelompok I (tanpa perlakuan), Kelompok II (pemberian madu), Kelompok III (induksi lemak + madu), Kelompok IV (induksi lemak + simvastatin), dan Kelompok V (induksi lemak + simvastatin + madu). Kadar kolesterol yang telah diukur selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan Uji Paired Sample T Test dan Uji ANOVA. Uji Paired T Test didapatkan hasil pada perlakuan Kelompok IV (p value = 0,043) dan Kelompok V (p value = 0,002). Kemudian, pada uji ANOVA antara Kelompok IV dan Kelompok V didapatkan p value 0,047. Hasil tersebut menggambarkan bahwa kadar kolesterol pada tikus yang diberikan induksi lemak serta pemberian kombinasi simvastatin dan madu memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok perlakuan dengan pemberian madu sebagai monoterapi. Pemberian kombinasi madu lebah klanceng (Tetragonula biroi) sebagai pendamping pengobatan hiperkolesterolemia dan simvastatin sebagai agen antihiperholesterol memiliki aktivitas yang baik dalam menurunkan kadar kolesterol total pada tikus putih yang diinduksi lemak.

Hypercholesterolemia is defined as a disorder of lipid metabolism characterized by an increase in total cholesterol levels above normal limits (<200 mg/dL). Klanceng bee honey (Tetragonula biroi) contains antioxidants such as quercetin, kaempferol, galangin, and other flavonoid compounds that are believed to help lower blood cholesterol levels, so it is necessary to conduct a more in-depth study to test the effectiveness of klanceng bee honey (Tetragonula biroi) as an antihypercholesterole supplement using a rat model (Rattus norvegicus). This study used a pretest-posttest experimental design with control group design on white rat models with hypercholesterolemia conditions.
Cholesterol levels that have been measured are the subjected to statistical analys using the Paired Sample T Test and ANOVA Test. Paired T Test test results were obtained in Group IV treatment (p value = 0.043) and Group V (p value = 0.002). Then, the ANOVA test between Group IV and Group V obtained a p value of 0.047. These results illustrate that cholesterol levels in rats given fat induction and the combination of simvastatin and honey have a significant difference compared to the treatment group with honey as monotherapy.
Giving a combination of klanceng bee honey (Tetragonula biroi) as a companion to hypercholesterolemia treatment and simvastatin as an antihypercholesterol agent has good activity in reducing total cholesterol levels in fat-induced white rats.
3910441629A1D016051Pengaruh Pemberian Konsentrasi Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi pupuk NPK dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedunguter, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei 2023 – Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa pemberian konsentrasi pupuk NPK dengan 4 taraf yaitu 0 g/L, 1g/L, 2g/L dan 3g/L ; dan perlakuan pemberian konsentrasi pupuk organik cair dengan 4 taraf yaitu 0 ml/L, 2 ml/L, 3 ml/L dan 4 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NPK 3 g/L dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk, bobot tajuk kering, panjang akar dan luas daun. Pemberian pupuk organik cair 4 ml/L dapat meningkatkan tinggi tanaman, bobot akar segar, bobot tajuk kering, dan panjang akar. Terdapat interaksi antara pemberian konsentrasi pupuk NPK dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy yaitu konsentrasi pupuk NPK 3 g/L + konsentrasi pupuk organik cair 4 ml/L dapat meningkatkan bobot tajuk kering.This study aims to determine the effect of NPK fertilizer concentration and liquid organic fertilizer on the growth and yield of pakcoy crops. This research was conducted in Kedunguter Village, Banyumas District, Banyumas Regency in May 2023 – August 2023. This study used a randomized group design with 2 treatments and 3 replications. Treatment of NPK fertilizer concentration with 4 levels of 0 g/L, 1g/L, 2g/L and 3g/L ; and treatment of liquid organic fertilizer concentration with 4 levels of 0 ml/L, 2 ml/L, 3 ml/L and 4 ml / L. The results showed that NPK fertilizer 3 g / L can increase plant height, number of leaves, Crown weight, dry Crown weight, Root Length and leaf area. The application of 4 ml/L liquid organic fertilizer can increase plant height, fresh root weight, dry Crown weight, and Root Length. There is an interaction between the concentration of NPK fertilizer and liquid organic fertilizer on the growth and yield of pakcoy plants, namely NPK fertilizer concentration of 3 g/L + liquid organic fertilizer concentration of 4 ml / l can increase dry Crown weight.

3910541630I1E018031PENGGUNAAN WISATA CURUG SONG KEBASEN
SEBAGAI SARANA PRASARANA OUTBOUND
Latar Belakang: Objek wisata Curug Song merupakan destinasi wisata yang tergolong baru yang berada di Kecamatan Kebasen yang memiliki keindahan alam dan potensi yang baik namun belum dimanfaatkan dengan baik penggunaanya sebagai sarana dan prasarana outbound.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah objek wisata Curug Song, dengan menggunakan sampel pengunjung yang datang ke objek wisata Curug Song dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.

Hasil Penelitian : Objek wisata Curug Song layak untuk dijadikan sebagai sarana prasarana outbound, di Kabupaten Banyumas. Pengunjung lebih merasakan ketenangan dan antusias saat berkunjung serta melakukan kegiatan outbound dan berbagai aktivitas di objek wisata Curug Song. Akan tetapi, masih perlu adanya peningkatan fasilitas penunjang dan akses menuju lokasi objek wisata.

Kesimpulan: 1) Faktor penghambat objek wisata Curug Song yaitu akses jalan menuju lokasi yang masih sulit belum di aspal. 2) Faktor pendukung objek wisata Curug Song yaitu fasilitas yang mendukung, fasilitas outbound sudah baik, keamanan sudah baik, secara alam bagus dan menunjang, dan dapat meningkatkan minat para pengunjung. 3) Objek wisata Curug Song berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana prasarana outbound.

Kata Kunci: Curug Song, Sarana Prasarana, Outbound
Background: The Waterfall Song tourist attraction is a relatively new tourist destination in Kebasen District which has natural beauty and good potential but has not been utilized properly as facilities and infrastructure outbound.

Methodology: This study used descriptive qualitative method. The research was carried out in the area of the Waterfall Song tourist attraction, using a sample of visitors who came to the Song Waterfall tourist attraction with techniques purposive sampling. Data analysis uses the Miles and Huberman models.

Research result : The tourist attraction of Waterfall Song is worthy of being used as a means of infrastructure outbound, in Banyumas Regency. Visitors feel more calm and enthusiastic when visiting and doing activities outbound and various activities at the Waterfall Song tourist attraction. However, there is still a need to improve supporting facilities and access to tourist attraction locations.

Conclusion:1) The inhibiting factor for the Waterfall Song tourist attraction is the access road to the location which is still difficult and has not been paved. 2) Supporting factors for the Waterfall Song tourist attraction, namely supporting facilities, facilities outboundis good, security is good, naturally good and supportive, and can increase the interest of visitors. 3) The Waterfall Song tourist attraction has the potential to be used as a means of infrastructure outbound.

Keywords: Song Waterfall, Infrastructure,Outbound
3910641631A1D116011Pengkajian Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) pada Campuran Media Tanam dan Pupuk DaunABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan media tanam dan perbedaan konsentrasi pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedunguter Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas pada bulan Mei 2023-Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok acak dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa campuran media tanam tanah: pupuk kandang: arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1, campuran media tanam tanah:pupuk kandang:arang sekam dengan perbandingan 1 : 2 : 1, dan campuran media tanam tanah:pupuk kandang:arang sekam dengan perbandingan 1: 1: 2 ; dan perlakuan konsentrasi pupuk daun dengan 4 kadar 0 g/L, 0,5 g/L, 1 g/L dan 1,5 g/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran media tanam tanah: pupuk kandang: arang sekam dengan perbandingan dari 1: 1: 2 dapat menambah jumlah daun, berat tajuk segar dan berat Tajuk kering. Pupuk daun dengan konsentrasi 1.5 g / L dapat menambah jumlah daun. Tidak ada interaksi antara campuran media tanam dan konsentrasi pupuk daun.

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of different planting media and different concentrations of foliar fertilizer on the growth and yield of caisim plants. This research was conducted in Kedunguter Village, Banyumas District, Banyumas Regency in May 2023 – August 2023. This study used a randomized group design with 2 treatments and 3 replications. Treatment in the form of a mixture of soil planting media: manure: chaff charcoal with a ratio of 2 : 1 : 1, a mixture of soil planting media:manure:chaff charcoal with a ratio of 1 : 2 : 1, and a mixture of soil planting media:manure:chaff charcoal with a ratio of 1: 1: 2 ; and treatment of foliar fertilizer concentration with 4 levels of 0 g/L, 0.5 g/L, 1 g/L and 1.5 g/L. The results showed that a mixture of soil planting media: manure: chaff charcoal in a ratio of 1: 1: 2 can increase the number of leaves, fresh crown weight and dry Crown weight. Foliar fertilizer with a concentration of 1.5 g/L can increase the number of leaves. There is no interaction between the mixture of planting media and foliar fertilizer concentration.
3910741632A1D019065Fisiologis Tanaman Kubis dan Tomat Pada Berbagai Pematah Angin Berbasis Sistem Pertanaman Di Lahan Pasir Pantai Antar MusimPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon fisiologis tanaman kubis dan tomat terhadap pematah angin di lahan pasir pantai serta mendapatkan jenis pematah angin yang efektif untuk tanaman kubis dan tomat di lahan pasir pantai. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu musim kemarau (M1) dan musim penghujan (M2). Faktor kedua adalah tanpa pematah angin (T0), pematah angin plastik 1,5 m (T1), pematah angin tanaman jagung 3 baris (T2), dan pematah angin tanaman jagung disela bedengan (T3). Faktor ketiga adalah tomat (K1) dan kubis (K2). Setiap faktor diulang sebanyak tiga kali. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dan apabila menunjukan pengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon fisiologis tanaman tomat dan kubis pada perlakuan tanpa pematah angin berupa bukaan stomata rata-rata sebesar 5,77 µm, kerapatan stomata rata-rata 127,21 mm2, kadar klorofil 15,56 μ g/ml, kadar prolin 26,17 μ mol/g, kehijauan daun 41,51 SPAD unit, laju pertumbuhan tanaman 15,55 g/m2/minggu, dan indeks panen 0,33. Respon tanaman tomat dan kubis pada perlakuan pematah angin plastic 1,5 m berupa berupa bukaan stomata rata-rata sebesar 6,89 µm, kerapatan stomata rata-rata 125,45 mm2, kadar klorofil 15,90 μ g/ml, kadar prolin 15,60 μ mol/g, kehijauan daun 45,72 SPAD unit, laju pertumbuhan tanaman 20,98 g/m2/minggu, dan indeks panen 0,40. Respon tanaman tomat dan kubis pada perlakuan pematah angin tanaman jagung 3 baris berupa bukaan stomata rata-rata sebesar 6,28 µm, kerapatan stomata rata-rata 123,94 mm2, kadar klorofil 15,91 μ g/ml, kadar prolin 19,69 μ mol/g, kehijauan daun 42,68 SPAD unit, laju pertumbuhan tanaman 15,00 g/m2/minggu, dan indeks panen 0,40. Jenis pematah angin yang efektif untuk budidaya tanaman tomat dan kubis di lahan pasir pantai adalah pematah angin plastik 1,5 meter karena memberikan respon fisiologis bukaan stomata, kehijauan daun, laju pertumbuhan tanaman, dan indeks panen tertinggi, serta kadar prolin terendah. This study aims to determine the physiological response of cabbage and tomato plants to windbreaks in coastal sandy soils and to obtain effective windbreaks for cabbage and tomatoes in coastal sandy soils. The design used in this study was Complete Randomized Block Design with three treatment factors. The first factor is the dry season (M1) and the rainy season (M2). The second factor was no wind break (T0), 1.5 m plastic wind break (T1), 3 rows corn wind break (T2), and corn plant wind break between beds (T3). The third factor is tomato (K1) and cabbage (K2). Each factor was repeated three times. Analysis of the research data using the F test at an error level of 5% and if it shows a real effect, a Duncan's Multiple Range Test (DMRT) will be carried out at an error level of 5%. The results showed that the physiological response of tomato and cabbage plants to the treatment without wind breaks was an average stomatal opening of 5.77 µm, an average stomata density of 127.21 mm2, chlorophyll content of 15.56 µg/ml, proline content of 26 .17 μ mol/g, leaf greenness 41.51 SPAD units, plant growth rate 15.55 g/m2/week, and harvest index 0.33. The response of tomato and cabbage plants to the 1.5 m plastic windbreak treatment was in the form of an average stomatal opening of 6.89 µm, an average stomata density of 125.45 mm2, chlorophyll content of 15.90 µg/ml, proline content of 15 .60 μ mol/g, leaf greenness 45.72 SPAD units, plant growth rate 20.98 g/m2/week, and harvest index 0.40. The response of tomato and cabbage plants to the windbreaker treatment of 3-row corn plants was the average stomata opening was 6.28 µm, the average stomata density was 123.94 mm2, the chlorophyll content was 15.91 µg/ml, the proline content was 19.69 μ mol/g, leaf greenness 42.68 SPAD units, plant growth rate 15.00 g/m2/week, and harvest index 0.40. The response of tomato and cabbage plants to the wind breaking treatment of corn plants interrupted by beds was the average stomatal opening of 6.01 µm, average stomata density of 134.85 mm2, chlorophyll content of 12.21 µg/ml, proline content of 21.65 μ mol/g, leaf greenness 42.62 SPAD units, plant growth rate 18.67 g/m2/week, and harvest index 0.40. An effective type of windbreaker for tomato and cabbage cultivation on sandy beach land is a 1.5 meter plastic windbreaker because it provides a physiological response to stomatal openings, leaf greenness, plant growth rate, and the highest yield index, as well as the lowest proline content.
3910841633A1D019004APLIKASI GIBERELIN (GA3) UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN,
HASIL, DAN KUALITAS UMBI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
PADA MUSIM KEMARAU DI KECAMATAN SUMBANG, BANYUMAS
Permintaan bawang merah terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah
penduduk dan kebutuhan konsumsi masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan
produksi bawang merah adalah dengan memperhatikan unsur hara dan pertumbuhan
bawang merah. Salah satu cara untuk mempercepat waktu pertumbuhan bawang merah
adalah dengan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) pada tanaman. Penggunaan ZPT
giberelin atau disebut Gibberellic Acid (GA3) dapat meningkatkan daya berkecambah
benih bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi
giberelin terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tanaman bawang merah pada musim
kemarau dan konsentrasi giberelin yang efektif untuk meningkatkan produksi bawang
merah. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lahan Desa Datar, Kecamatan Sumbang,
Banyumas pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Penelitian dilakukan menggunakan
metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi GA3
dengan lima perlakuan konsentrasi yang berbeda, masing-masing terdiri dari 1000 ppm
(G1), 750 ppm (G2), 500 ppm (G3), 250 ppm (G4), dan 0 ppm (G5) yang diulang
sebanyak lima kali. Data dianalisis dengan analisis ragam, dilanjutkan dengan uji DMRT
(Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa aplikasi GA3 secara nyata berpengaruh dalam meningkatkan tinggi tanaman,
jumlah daun, kandungan antosianin, bobot umbi segar, bobot umbi askip, dan diameter
umbi yang mempengaruhi dugaan hasil per petak. Konsentrasi yang paling baik adalah
250 ppm.
The demand for shallots continues to increase in line with the increase in population
and consumption needs of the community. One way to increase shallot production is to
pay attention to the nutrients and growth of shallots. One way to speed up the growth
time of shallots is by using plant growth regulators (PGR). The use of gibberellin PGR
or called Gibberellic Acid (GA3) can increase the germination of shallot seeds. This study
aims to determine the effect of gibberellin application on the growth, yield, and quality
of shallot plants in the dry season and the effective concentration of gibberellins to increase shallot production. The research was carried out on the land of Datar Village,
Sumbang District, Banyumas on June - October 2022. The research was conducted using
a Randomized Block Design (RBD) method consisting of one factor, namely GA3
concentration with five different concentration treatments, each consisting of 1000 ppm
(G1), 750 ppm (G2), 500 ppm (G3), 250 ppm (G4), and 0 ppm (G5) repeated five times.
Data were analyzed by analysis of variance, followed by DMRT (Duncan's Multiple
Range Test) at a 5% error rate. The results showed that the application of GA3 had a
significant effect on increasing plant height, number of leaves, anthocyanin content, fresh
bulb weight, askip bulb weight, and bulb diameter which affected the estimated yield per
plot. The best concentration is 250 ppm.
3910941635F1A017042PERAN GURU DAN RELAWAN DALAM MENGEMBANGKAN MODEL PENDIDIKAN DI MTS PAKIS DESA GUNUNGLURAH, CILONGOK, BANYUMASPenelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan peran guru dan relawan dalam mengembangkan model pendidikan di MTs PAKIS Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif sehingga dapat memperoleh data sesuai dengan tujuan penelitian. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di MTs PAKIS, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mandalam, observasi, dan dokumentasi. Sasaran penelitian dalam penelitian ini adalah guru dan relawan MTs PAKIS. Penentuan sasaran penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian guru dan relawan MTs PAKIS menganggap bahwa pendidikan merupakan hal yang penting sebagai hak yang harus diterima setiap anak dan untuk membangun karakter anak. Guru dan relawan MTs PAKIS memiliki peran penting dalam keberlangsungan MTs PAKIS dan menciptakan model pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam mengembangkan model pendidikan di MTs PAKIS, guru dan relawan menemukan berbagai kendala yang berasal dari faktor internal seperti rasa malas, kurangnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya pendidikan, kekurangan relawan dan permasalahan dalam memanage relawan, serta faktor eksternal seperti sulitnya sinyal untuk mendukung pembelajaran. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut yaitu dengan memberikan pemahaman kepada orang tua dan siswa, menjemput siswa yang rumahnya jauh dari MTs PAKIS, mengunggah rekruitmen relawan di media sosial, memanage relawan melalui grup relawan. Untuk mengatasi permasalahan sulitnya sinyal dan keterbatasan kepemilikan alat komunikasi, guru dan relawan MTs PAKIS mengakalinya dengan melakukan pembelajaran dengan handy talky, menggunakan alat komunikasi secara berkelompok, dan melaksanakan ujian online di bukit atau hutan agar mendapatkan sinyal.This study describes and explains the roles of teachers and volunteers in developing an educational model at MTs PAKIS Gununglurah Village, Cilongok District, Banyumas Regency. This study used a qualitative method with a descriptive qualitative approach so as to obtain data in accordance with the research objectives. The location of this research was carried out at MTs PAKIS, Gununglurah Village, Cilongok District, Banyumas Regency. Data collection methods used in this study were in-depth interviews, observation, and documentation. The research targets in this study were PAKIS MTs teachers and volunteers. Determination of research targets using purposive sampling technique. The results of research by teachers and volunteers at MTs PAKIS consider that education is important as a right that every child must receive and to build children's character. PAKIS MTs teachers and volunteers have an important role in the sustainability of PAKIS MTs and creating an educational model that fits the needs of the community. In developing the educational model at MTs PAKIS, teachers and volunteers encountered various obstacles originating from internal factors such as laziness, lack of understanding by parents about the importance of education, shortage of volunteers and problems in managing volunteers, as well as external factors such as difficulty in signaling to support learning. Efforts were made to overcome these obstacles by providing understanding to parents and students, picking up students whose homes are far from MTs PAKIS, uploading volunteer recruitment on social media, managing volunteers through volunteer groups. To overcome the problem of signal difficulties and limited ownership of communication equipment, PAKIS MTs teachers and volunteers outsmarted this by conducting handy talky learning, using communication devices in groups, and carrying out online exams on hills or forests to get a signal.
3911041636A1D019015Pengaruh Aplikasi Asam Giberelin (GA3) terhadap Karakter Fisiologis dan Produksi Bawang Merah pada Musim KemarauBawang merah (Allium ascalonicum L.) memiliki nilai ekonomi yang tinggi namun produktivitasnya kurang stabil. Peningkatan produksi guna pemenuhan kebutuhan agar dapat menekan fluktuasi harga melalui teknik budidaya penting dilakukan, salah satunya dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) giberelin. Giberelin merupakan ZPT yang berperan dalam pemanjangan dan pembelahan sel serta aktifitas fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi giberelin (GA3) dan mendapatkan konsentrasi yang paling efektif dalam karakter fisiologis dan peningkatan produksi bawang merah. Penelitian dilakukan di lahan sawah Desa Datar, Sumbang, Banyumas dan Laboratorium agronomi dan hortikultura faperta UNSOED pada bulan Juni hingga Oktober 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKL) non faktorial 5 ulangan dengan 5 perlakuan pada konsentrasi 1000, 750, 500, 250, dan 0 ppm diulang lima kali. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan apabila menunjukkan perbedaan nyata maka di uji lanjut menggunakan DMRT (Duncans Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi giberelin berpengaruh pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, bobot umbi segar per tanaman, bobot umbi askip per tanaman, hasil rumpun askip per tanaman, hasil per petak dan hasil per hektar. Konsentrasi terbaik aplikasi giberelin pada bawang merah yaitu 250 ppm dibuktikan dengan tinggi tanaman 34,2 cm dan jumlah daun 20,9 helai serta dengan hasil per hektar 10,48 ton/Ha.Shallot (Allium ascalonicum L.) has a high economic value but its productivity is less stable. Increasing production to meet the needs in order to reduce price fluctuations through cultivation techniques is important, one of which is by using plant growth regulators (PGRs) gibberellin. Gibberellin is a ZPT that plays a role in cell elongation and division as well as plant physiological activities. This study aims to determine the effect of gibberellin (GA3) application and get the most effective concentration in physiological characters and increase shallot production. The research was conducted in paddy fields of Datar Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas and agronomy and horticulture laboratory of Faculty of Agriculture UNSOED from June to October 2022. The research Randomized Block Design (RBD) non-factorial with 5 replications with 5 treatments at concentrations of 1000, 750, 500, 250, and 0 ppm repeated five times. The data obtained were analyzed for variance and if it showed significant differences, it was further tested using DMRT (Duncans Multiple Range Test) at the 5% error level. The results showed that gibberellin application affected plant height, number of leaves, tuber diameter, fresh tuber weight per plant, askip tuber weight per plant, askip clump yield per plant, yield per plot and yield per hectare. The best concentration of gibberellin application in shallots is 250 ppm as evidenced by the plant height of 34.2 cm and the number of leaves 20.9 strands and with a yield per hectare of 10.48 tons / ha.
3911141638C1A019092ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN QRIS TERHADAP PEDAGANG DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOFintech semakin menjadi kebutuhan dengan memberikan manfaat di lingkungan masyarakat. Angka pertumbuhan pedagang pengguna QRIS di Kabupaten Banyumas merupakan yang tertinggi di eks karesidenan Banyumas. Penerapan QRIS pada pedagang menjadi sebuah terobosan dalam upaya mendukung digitalisasi pembayaran untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi digital. Hadirnya QRIS menjadi solusi untuk menyatukan keragaman kode QR. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan penerimaan (omzet) penjualan, keuntungan penjualan, dan volume penjualan antara sebelum dan sesudah menggunakan QRIS. Populasi pada penelitian ini sebanyak 72 pedagang pengguna QRIS di kawasan kampus Universitas Jenderal Soedirman.
Metode sampling penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh sehingga menggunakan seluruh populasi sebanyak 72 pedagang untuk dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara menggunakan kuesioner sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan Uji Wilcoxon.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penerimaan (omzet) penjualan, yang mengalami peningkatan sebesar 6%. Pada keuntungan penjualan meningkat sebesar 6,04%, dan volume penjualan meningkat sebesar 4,21%.
Implikasi pada penelitian ini adalah pemerintah dapat mengembangkan insfrastruktur, khususnya pada sinyal dan jaringan. Bagi masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mengenai literasi keuangan, khususnya pada pedagang di kawasan kampus Universitas Jenderal Soedirman.

Kata Kunci: Fintech, QRIS, Omzet Penjualan, Keuntungan Penjualan, Volume Penjualan, Pedagang
Fintech is increasingly becoming a necessity, providing benefits within the community. The growth rate of merchants using QRIS in Banyumas Regency is the highest within the former Banyumas residency. The implementation of QRIS among merchants represents a breakthrough in efforts to support payment digitalization, aiming to achieve digital economic growth. The introduction of QRIS serves as a solution to unify the diversity of QR codes. The purpose of this research is to compare the sales revenue, sales profit, and sales volume before and after adopting QRIS. The research population consists of 72 merchants utilizing QRIS in the vicinity of Universitas Jenderal Soedirman campus.
This research employs a saturated sampling method, encompassing the entire population of 72 merchants as the sample. Data collection is carried out through interviews using questionnaires, and the data analysis technique employed is the Wilcoxon test.
The findings of this research reveal a difference in sales revenue, with an increase of 6%. Sales profit has seen an increment of 6.04%, while sales volume has risen by 4.21%.
The implications of this study are that the government can develop infrastructure, particularly in signals and networks. For the community, it can enhance financial literacy, particularly among merchants in the Universitas Jenderal Soedirman campus area.

Keywords: Fintech, QRIS, Sales Turnover, Sales Profits, Sales Volume, Merchants
3911241639H1A017059RANCANG BANGUN ALAT PENGOLAH LIMBAH BATIK BERBASIS IoTLimbah sisa olahan tekstil dan batik memiliki warna yang keruh, pH tinggi, dan kandungan logam berat yang dapat mencemari sungai. Penghilangan warna air limbah tekstil dan batik dapat dilakukan dengan menggabungkan metode filtrasi-absorpsi dengan metode biologis. Metode filtrasi-absorpsi menggunakan media zeolite, karbon aktif, dan pasir silika yang ditempatkan dalam sebuah saluran tabung. Sedangkan metode biologis menggunakan enzim yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus sp yang berbentuk butiran kitosan yang disebut beads. Penggunaan beads memerlukan bantuan pengaduk agar dapat bekerja secara optimal. Beads memerlukan pengaduk agar cairan selalu homogen dan memberikan aerasi. Pemberian aerasi dapat meningkatkan jumlah dan transfer oksigen antara sel dan media. Untuk memudahkan proses pengolahan perlu dibuat sebuah alat yang dapat melakukan fungsi-fungsi yang dibutuhkan. Motor waterpump digunakan untuk menyedot air limbah. Sistem kontrol dikendalikan menggunakan mikrokontroller Arduino nano dengan dilengkapi beberapa fitur seperti pengaturan timer setiap pompa, kecepatan putaran motor stepper, mode manual & otomatis. Sedangkan pembacaan sensor turbidity dan pH diproses menggunakan mikrokontroller ESP32 yang mendukung sistem pengiriman data melalui IoT. Data pembacaan dari sensor akan disimpan dalam google spreadsheet & ditampilkan pada aplikasi Blynk IoT. Hasil kalibrasi sensor pH pada larutan buffer 4.01 memiliki rata-rata error sebesar 1.74%. Pada larutan buffer 6.86 sebesar 1.37%, dan pada larutan buffer 9.18 sebesar 0.43%. Sedangkan hasil kalibrasi sensor turbidity pada air mineral memiliki rata-rata error sebesar 4.25%, dan pada air aquades sebesar 3,5%. Penggunaan filter 3 tahap berisi zeolite, karbon aktif, dan pasir silika dengan durasi 15 menit dapat mengurangi kekeruhan air sekitar 40 NTU.Textile and batik processed waste has a cloudy color, high pH, and heavy metal content which can pollute rivers. Decolorization of textile and batik waste water can be done by combining the filtration-absorption method with the biological method. The filtration-absorption method uses zeolite media, activated carbon, and silica sand which are placed in a tube channel. While the biological method uses enzymes produced by the fungus Aspergillus sp in the form of chitosan granules called beads. The use of beads requires the help of a stirrer in order to work optimally. Beads require a stirrer so that the liquid is always homogeneous and provides aeration. Providing aeration can increase the amount and transfer of oxygen between cells and media. To facilitate the processing process, it is necessary to create a tool that can perform the required functions. The waterpump motor is used to suck up waste water. The control system is controlled using an Arduino nano microcontroller equipped with several features such as timer settings for each pump, stepper motor rotation speed, manual & automatic mode. Meanwhile, turbidity and pH sensor readings are processed using an ESP32 microcontroller that supports data transmission systems via IoT. Data readings from sensors will be stored in a Google spreadsheet & displayed on the Blynk IoT application. The pH sensor calibration results in a 4.01 buffer solution have an average error of 1.74%. In the 6.86 buffer solution it is 1.37%, and in the 9.18 buffer solution it is 0.43%. While the turbidity sensor calibration results for mineral water have an average error of 4.25%, and for distilled water of 3.5%. Using a 3-stage filter containing zeolite, activated carbon, and silica sand for 15 minutes can reduce the turbidity of water by around 40 NTU.
3911344426I1B020046Gambaran Impostor Syndrome Pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang : Impostor syndrome merupakan persepsi negatif antara individu terhadap kemampuan atau kompetensi yang dimilikinya. Impostor syndrome ditemui pada mahasiswa terutama pada mahasiswa tahun pertama. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka akan menimbulkan dampak pada psikologis mahasiswa.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran impostor syndrome pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (FIKes Unsoed).
Metode : Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik stratified random sampling dengan 290 partisipan. Pengambilan data dilakukan di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) dengan kategori rendah, sedang dan tinggi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat.
Hasil Penelitian : Penelitian menunjukan bahwa mahasiswa tahun pertama Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman mengalami impostor syndrome dalam kategori sedang (67,93%). Selain itu, yang mengalami impostor syndrome dalam kategori tinggi sebanyak (28,28%)
Kesimpulan : Mahasiswa tahun pertama Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman memiliki tingkat impostor syndrome dalam kategori sedang (67,93%). Mahasiswa dapat mencari dukungan dari orang terdekat dan sharing ke teman sebaya dan berkonsultasi ke tenaga professional, sehingga kategori impostor syndrome yang dialami mengalami penurunan.
Background : Impostor syndrome is a negative perception that individuals have about their abilities or competencies. It is commonly found in students, especially first-year students, and if not addressed promptly, it can have psychological impacts on students.
Purpose : This research aims to understand the overview of impostor syndrome in first-year students of the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman (FIKes Unsoed).
Methods : This research utilized a quantitative descriptive design with a cross-sectional design. Data collection was done using stratified random sampling with 290 participants from the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman. The instrument in this study used the Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) with low, medium and high categories. The data analysis used is univariate analysis.
Results : This research indicates that first-year students of the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman, experience impostor syndrome in the moderate category (67.93%). Apart from that, those who experienced impostor syndrome were in the high category (28.28%).
Conclusion : First-year students of the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman, have a moderate level of impostor syndrome (67.93%). Students can seek support from close individuals, share with peers, and consult with professional resources to reduce the level of impostor syndrome experienced.
3911441637A1D019213PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KASGOT DAN ZEOLIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI TANAH INCEPTISOLBawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang banyak diminati, sehingga perlu upaya untuk meningkatkan produksi yaitu melalui teknik budidaya pemupukan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanah dengan penyediaan nutrisi tanaman. Salah satu pupuk organik adalah pupuk kasgot dan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan adalah dengan mencampur pupuk dengan zeolit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk kasgot terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah di tanah inceptisol, mengetahui dosis zeolit terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah di tanah inceptisol, dan mengetahui interaksi dosis pupuk kasgot dan zeolit terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah di tanah inceptisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu Dosis Pupuk Kasgot (K), meliputi: K0 (Kontrol), K1 (500 kg/ha), K2 (1000 kg/ha), dan faktor kedua yaitu Dosis Zeolit (Z), meliputi: Z0 (Kontrol), Z1 (500 kg/ha), Z2 (1000 kg/ha). Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, jumlah umbi, dan diameter umbi. Variabel produksi meliputi bobot umbi segar dan bobot umbi kering. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kesalahan 5% dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kasgot dosis 1000 kg/ha mampu meningkatkan bobot tanaman kering (g), produksi bobot umbi segar (g), dan produksi bobot umbi kering (g). Pemberian zeolite dosis 500 kg/ha mampu meningkatkan bobot umbi kering (g) dan dosis 1000 kg/ha mampu meningkatkan tinggi tanaman (cm), dan bobot tanaman kering (g).

Shallots are one of the leading vegetable commodities that are in great demand, so efforts are needed to increase production, namely through fertilizing cultivation techniques that aim to increase soil productivity by providing plant nutrients. One of the organic fertilizers is cassava fertilizer and to increase fertilization efficiency is to mix fertilizer with zeolite. The purpose of this study was to determine the best dosage of cassava fertilizer for the growth and production of shallot plants in inceptisol soil, to determine the best dose of zeolite for the growth and production of shallot plants in inceptisol soil, and to determine the best dose interaction of cassava and zeolite fertilizer on growth and production. onion plants in inceptisol soil. This study used a factorial Complete Randomized Block Desig with two factors. The first factor is the Dosage of Cassava Fertilizer (K), including: K0 (Control), K1 (500 kg/ha), K2 (1000 kg/ha), and the second factor, namely Zeolite Dosage (Z), includes: Z0 (Control), Z1 (500 kg/ha), Z2 (1000 kg/ha). The variables observed were growth variables including plant height, number of leaves, greenness of leaves, fresh plant weight, dry plant weight, number of tubers, and tuber diameter. Production variables include fresh tuber weight and dry tuber weight. The research data were analyzed using the ANOVA test at an error level of 5% and if they were significantly different, the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) advanced test was carried out at a level of 5%. The results showed that the application of cassava fertilizer at a dose of 1000 kg/ha increased dry plant weight (g), fresh tuber weight production (g), and dry tuber weight production (g). Giving zeolite doses of 500 kg/ha was able to increase dry tuber weight (g) and doses of 1000 kg/ha were able to increase plant height (cm) and dry plant weight (g).

3911541641A1D019165PENGARUH PENGURANGAN KONSENTRASI AB MIX
DENGAN APLIKASI NUTRISI ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN
DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA HIDROPONIK
SISTEM WICK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengurangan konsentrasi AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada hidroponik, mengetahui pengaruh pemberian nutrisi organik terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada hidroponik sistem wick, dan mengetahui pengaruh pemberian kombinasi nutrisi organik yang mampu mengurangi penggunaan AB mix dari dosis rekomendasi dan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kebun Percobaan dan Laboratorium Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2022 - April 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri atas 2 faktor dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama: P1= POC urine kelinci + daun lamtoro, P2= POC urine kelinci + tanaman azolla, P3= POC urine kelinci + daun gamal. Faktor kedua: M0= konsentrasi AB mix 25%, M1= konsentrasi AB mix 50%, M2= konsentrasi AB mix 75%, M3= konsentrasi AB mix 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan konsentrasi AB mix menjadi 75% memberikan hasil yang setara dengan aplikasi AB mix 100% pada variabel tinggi, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, tingkat kehijauan daun, kandungan klorofil dan serapan unsur N jaringan. Pemberian nutrisi organik berupa POC urine kelinci diperkaya tanaman azolla memberikan hasil terbaik pada semua variabel pengamatan. Pengurangan konsentrasi AB mix menjadi 50% dengan aplikasi nutrisi organik POC urine kelinci diperkaya tanaman azolla memberikan hasil tertinggi pada variabel bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman sehingga dapat dijadikan rekomendasi pengurangan konsentrasi AB mix 100%.This study aims to determine the effect of reducing the concentration of AB mix on the growth and yield of hydroponic lettuce plants, to determine the best effect of organic nutrition on the growth and yield of wick system hydroponic lettuce plants, and to determine the effect of giving a combination of organic nutrients that can reduce the use of AB mix from the recommended dose and affect the growth and yield of hydroponic lettuce plants. The research was comducted at the Experimental Farm Laboratory and the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research was conducted from October 2022 - April 2023. The study used a Completely Randomized Group Design (RAKL) consisting of 2 factors with 12 treatments and 3 replications. First factor: P1= rabbit urine POC + lamtoro leaves, P2= rabbit urine POC + azolla plants, P3= rabbit urine POC + gamal leaves. The second factor: M0= 25% AB mix concentration, M1= 50% AB mix concentration, M2= 75% AB mix concentration, M3= 100% AB mix concentration. The results showed that the reducing concentration of AB mix to 75% gave equivalent results to the application of 100% AB mix on variables of plant height, number of leaves, leaf area, plant fresh weight, plant dry weight, leaf greeness, chlorophyll content, and tissue N uptake. The provision of organic nutrients in the form of rabbit urine POC enriched with azolla plants gave the best results in all observation variables. Reducing the concentration of AB mix to 50% with application of organic nutrients rabbit urine POC enriched with azolla plants gave the highest results on variables of plant fresh weight and plant dry weight so that it can be used as a recommendation for reducing the concentration AB mix 100%.
3911641642A1C019014AUDIT ENERGI PADA PROSES PRODUKSI JAGUNG PIPIL (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PENGGILINGAN SIDA MAJU DESA SERAYU LARANGAN, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH)

Perusahaan Penggilingan Sida Maju merupakan tempat produksi jagung pipil yang saat ini belum diketahui jumlah penggunaan energinya sehingga perlu adanya audit energi untuk memberikan gambaran konsumsi energi terpakai dan mencari peluang penghematan energi. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2023 dengan melakukan observasi secara langsung pada proses pada produksi jagung pipil. Kebutuhan energi pada proses produksi jagung pipil terdiri dari energi manusia, energi bahan bakar bensin, energi bahan bakar solar dan energi matahari. Kebutuhan data diperoleh dengan pengambilan data primer dan data sekunder. Data primer diambil secara observasi pada proses produksi jagung pipil yang dilakukan sebanyak 3 kali. Berdasarkan perhitungan konsumsi energi, energi pada proses produksi jagung pipil sebesar 373,15 MJ, dimana energi pada tahap pemanenan sebesar 10,28 MJ, pengangkutan 11,47 MJ, pemipilan 204,86 MJ, pengeringan 139,01 MJ dan pengemasan sebesar 7,54 MJ. Data perhitungan total konsumsi energi yang diperoleh per unit produk, nilai energi terbesar pada energi bahan bakar solar yaitu 0,072 MJ/kg, energi manusia 0,012 MJ/kg, energi bahan bakar bensin 0,002 MJ/kg dan energi matahari sebesar 0,049 MJ/kg. Data perhitungan efisiensi energi pada proses produksi jagung pipil yang masih jauh dari angka efisien yaitu pada energi bahan bakar solar dan energi manusia.

The Sida Maju Milling Company is a production site for shell corn where the amount of energy used is unknown at the moment, so an energy audit is needed to provide an overview of used energy consumption and look for energy saving opportunities. Data collection was carried out from March to July 2023 by observing directly the process of shelled corn production. Energy requirements in the corn production process consist of human energy, gasoline fuel energy, solar fuel energy and solar energy. Data requirements are obtained by taking primary data and secondary data. Primary data was taken by observation in the production process of shelled corn which was carried out 3 times. Based on the calculation of energy consumption, the energy in the production process of shelled corn is 373.15 MJ, where the energy at the harvesting stage is 10.28 MJ, transportation is 11.47 MJ, shelling is 204.86 MJ, drying is 139.01 MJ and packaging is 7. 54 MJ. The calculation data for the total energy consumption obtained per unit of product, the greatest energy value in diesel fuel energy is 0.072 MJ/kg, human energy is 0.012 MJ/kg, gasoline fuel energy is 0.002 MJ/kg and solar energy is 0.049 MJ/kg. Data on energy efficiency calculations in the corn production process are still far from being efficient, namely in solar fuel energy and human energy.
Keywords: shelled corn, energy audit, energy efficiency, energy consumption
3911744427I1B020044Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Mekanisme Koping Mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal SoedrimanLatar Belakang : Stres dapat terjadi pada siapapun tanpa terkecuali mahasiswa. Stres ini dapat memunculkan berbagai respon yang berbeda pada setiap orang. Terdapat dua jenis mekanisme koping menurut Stuart dan Sundeen (2017) yaitu mekanisme koping adaptif dan maladaptif. Upaya mekanisme koping mahasiswa keperawatan dimungkinkan perlunya dukungan sosial. Bentuk dukungan sosial ini dapat berasal dari teman sebaya ataupun keluarga.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan mekanisme koping mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling pada 62 responden. Pengambilan data dilakukan di Jurusan
Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan Uji Spearman.
Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga mahasiswa keperawatan dalam kategori tinggi sebesar 80,6% dan mayoritas mahasiswa keperawatan memiliki mekanisme koping yang adaptif sebesar 79%. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan mekanisme koping mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal Soedirman dengan nilai p = 0,00 dan nilai r =
1,000 serta memiliki arah yang positif. Maka semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan, semakin adaptif juga mekanisme yang digunakan.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan mekanisme koping mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Stress can happen to anyone, including students. This stress can give rise to different responses in each person. There are two types of coping mechanisms according to Stuart and Sundeen (2017), namely adaptive and maladaptive coping mechanisms. Efforts in coping mechanisms for nursing students are made possible by the need for social support. This social support can come from peers as well as family.
Objective: This research aims to determine the relationship between family support and the coping mechanisms of nursing students at Jenderal Soedirman University.
Method: This research design uses a cross sectional method. Data collection used a total sampling technique on 62 respondents. Data collection was carried out at the Nursing Department of Jenderal
Soedirman University. Data analysis for this study used univariate and bivariate analysis with the Spearman Test.
Research Results: This research shows that family support for nursing students is in the high category at 80.6% and the majority of nursing students have adaptive coping mechanisms at 79%. There is a relationship between family support and the coping mechanisms of nursing students at Jenderal Soedirman University with a value of p = 0.00 and a value of r = 1,000 and had positive direction. So the higher the family support provide, the more adaptive the coping mechanims used
will be.
Conclusion: There is a significant relationship between family support and the coping mechanisms of Nursing students at Jenderal Soedirman University.
3911844428I1C020053Aktivitas Antibakteri Fraksi Metanol Jamur Endofit Simbion Nudibranchia yang Dikultur Pada Media Beras dengan Penambahan Natrium Klorida terhadap Mycobacterium smegmatisTuberkulosis menjadi salah satu infeksi dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tertinggi sehingga perlu dilakukan eksplorasi senyawa bioaktif baru yang potensial salah satunya adalah jamur endofit simbion nudibranchia. Strategi OSMAC diterapkan untuk mengaktifkan 70% klaster gen silent pada penelitian endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur endofit dari nudibranchia, menganalisis profil KLT kandungan metabolit fraksi metanol jamur endofit nudiranchia, dan mengevaluasi aktivitas antibakteri-nya terhadap M. smegmatis. Jamur endofit dikultur pada media PDA hingga diperoleh isolat murni lalu diidentifikasi secara molekuler dengan metode PCR. Kultivasi jamur endofit dilakukan dengan strategi OSMAC yaitu penambahan NaCl 3,5% pada media beras lalu diekstraksi dengan pelarut etil asetat. Ekstrak kemudian difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut metanol dan n-heksan. Fraksi metanol lalu dianalisis kandungan fitokimia dengan metode KLT dan diuji aktivitas antibakteri terhadap M. smegmatis dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Jamur endofit yang diisolasi dari nudibranchia teridentifikasi secara molekuler sebagai Penicillium citrinum. Fraksi metanol jamur P. citrinum mengandung metabolit paling beragam yaitu alkaloid, flavonoid, steroid, dan terpenoid berdasarkan profil KLT. Namun demikian, fraksi metanol jamur P. citrinum tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap M. smegmatis. Metode OSMAC yang diterapkan pada jamur P. citrinum yang ditumbuhkan pada media beras dengan penambahan NaCl dapat menginduksi golongan senyawa lain.Tuberculosis has become one of the highest morbidity and mortality rates infections, necessitating the exploration of novel bioactive compounds from endophytic fungi symbionts of nudibranchs.To activate 70% of silent genes, this research applied the OSMAC strategy. This study aims to identify endophytic fungi from nudibranchs, analyze the TLC profile of the metabolite content of the methanol fraction of endophytic fungi from nudibranchs, and evaluate their antibacterial activity against M. smegmatis. The endophytic fungus cultured on PDA media until pure isolates were obtained, pure isolates identified molecularly using the PCR method. Fermentation of the endophytic fungus was carried out using the OSMAC strategy which is adding 3.5% NaCl to rice media, followed by extraction using ethyl acetate. The extract then being fractionated using liquid-liquid extraction method with methanol and n-hexane as solvents. The methanol fraction then analyzed for its phytochemical content using TLC and tested for its antibacterial activity against M. smegmatis using the Kirby-Bauer disc diffusion method. An endophytic fungus isolated from nudibranchia was identified molecularly as Penicillium citrinum. The methanol fraction of P. citrinum contained most various metabolites, including alkaloids, flavonoids, steroids, and terpenoids based on its TLC profile. However, the methanol fraction of P. citrinum did not exhibit antibacterial activity against M. smegmatis. The OSMAC method applied to P. citrinum, cultured on rice media with addition of NaCl, was able to induce the production of different classes of compounds
3911941443H1D016010Sistem informasi persediaan barang berbasis web pada CV EB Elektrik purwokerto menggunakan metode waterfall sistem persediaan barang adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk
mengelola data stok barang, data barang masuk, data barang keluar, data barang
return, dan data barang terjual. Sebelumnnya sistem persediaan barang pada CV
EB Elektrik ini masih menggunakan cara konvensional dan pengelolaan data
dengan menggunakan cara manual seperti pencatatan dalam buku besar. Berdasarkan masalah yang ada penulis berusaha membangun sistem persediaan
barang yang mampu mempermudah admin dalam mengelola data persediaan
barang. Sistem yang dibuat merupakan Sistem berbasis website dan dalam
pengerjaannya menggunakan metode waterfall dengan menggunakan bahasa
pemrograman php serta untuk menangani data yang disimpan menggunakan
DBMS MySQL. Hasil dari penelitian ini adalah sistem informasi persediaan
barang berbasis web yang dapat mengelola persediaan barang pada CV. EB
Eleketrik Purwokerto. l,
Inventory System is a system that functions to manage inventory data, incoming goods data, outgoing goods data, return goods data, and sold goods
data. Previously the inventory system at CV EB Electric was still using
conventional methods and managing data using manual methods such as
recording in ledgers. Based on the existing problems, the author is trying to build
an inventory application that can make it easier for admins to manage inventory
data. The system created is a website-based system and in the process it uses the
waterfall method using the PHP programming language and to handle data
stored using the MySQL DBMS. The result of this research is a web based
inventori information system that can manage inventory on CV.EB Electric
Purwokerto
3912041643F1A019007 RASIONALITAS ORANG TUA MEMILIH LEMBAGA PENDIDIKAN BERBASIS AGAMA ISLAM DALAM MASYARAKAT ABANGAN (STUDI KASUS DI DUSUN CINGEBUL, KECAMATAN LUMBIR, KABUPATEN BANYUMAS)Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pertentangan antara praktik keagamaan abangan yang dilakukan dengan tindakan rasional masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rasionalitas orang tua dalam memilih lembaga pendidikan berbasis agama Islam dalam masyarakat abangan di Dusun Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan purpossive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua, lulusan siswa SDN 5 Cingebul tahun 2020-2022, dan kepala sekolah SDN 5 Cingebul.
Hasil penelitian menunjukkan: Masyarakat Dusun Cingebul masih mempertahankan praktik keagamaan abangan. Pelaksanaan beragam praktik keagamaan abangan tersebut mengandung esensi rasionalitas. Rasionalitas orang tua abangan memilih lembaga pendidikan berbasis agama Islam menunjukkan tindakan rasionalitas instrumental dan rasionalitas berorientasi nilai. Tindakan rasional instrumental ditunjukkan dengan adanya pengalaman baik anak atau teman anak di lembaga pendidikan berbasis agama Islam. Tindakan rasional berorientasi nilai meliputi: akun facebook lembaga pendidikan berbasis agama Islam: bukti pembelajaran yang baik dan diinginkan orang tua, anggapan orang tua mengenai pentingnya pendidikan agama, dan harapan orang tua memiliki anak sholeh-sholehah. Tindakan tersebut terjadi karena adanya perubahan pola pikir yang rasional disebabkan oleh pergeseran nilai dan kesadaran masyarakat untuk hidup lebih baik.
out by the rational actions of society. This study aims to describe the rationality of parents in choosing Islamic education-based institutions in the abangan community in Cingebul Hamlet, Lumbir District, Banyumas Regency. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The informant determination technique used purposive sampling. Informants in this study were parents, graduate students of SDN 5 Cingebul in 2020-2022, and the principal of SDN 5 Cingebul.
The results of the study show: The people of Dusun Cingebul still maintain abangan religious practices. The implementation of various abangan religious practices contains the essence of rationality. The rationality of abangan parents choosing Islamic religious-based educational institutions shows acts of instrumental rationality and value-oriented rationality. Instrumental rational action is shown by the experience of either the child or the child's friends in Islamic religious-based educational institutions. Value-oriented rational actions include: facebook accounts of Islamic religious education institutions: evidence of good learning and what parents want, what parents think about the importance of religious education, and what parents hope to have pious children. This action occurred because of a change in rational mindset caused by a shift in values and public awareness for a better life.