Home
Login.
Artikelilmiahs
44441
Update
RADINDA ZALFA SALSABILLA
NIM
Judul Artikel
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Kesadaran Remaja Puteri Terkait Penggunaan Vaksin Human Papillomavirus (HPV) di Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Remaja lebih beresiko terkena kanker serviks karena terjadinya peningkatan perilaku seksual. Vaksin HPV merupakan salah satu intervensi sebagai pencegahan akan terjadinya kanker serviks. Namun, pemerintah Indonesia hanya mencanangkan program gratis vaksin HPV yang diberikan pada anak kelas 5 dan 6 SD sehingga mengakibatkan banyak remaja yang belum melakukan vaksin HPV. Oleh karena itu, dalam hal ini tingkat pengetahuan dan kesadaran remaja berpengaruh terhadap kesediaan remaja dalam melakukan vaksinasi HPV. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kesadaran, kesediaan remaja puteri di Purwokerto terkait penggunaan vaksin HPV, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kesadaran dengan kesediaan terkait penggunaan vaksin HPV. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan kepada 384 responden remaja puteri di Purwokerto dengan teknik quota sampling pada Februari- Maret 2024. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Responden memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang baik sejumlah (52,6%), tingkat pengetahuan dan kesadaran cukup sejumlah (41,4%) serta pengetahuan dan kesadaran yang kurang sejumlah (6,0%). Selain itu, remaja puteri yang bersedia menerima vaksin HPV (95,6%), dan yang tidak bersedia (4,4%). Terdapat hubungan yang signifikan (p-value= 0,012) antara tingkat pengetahuan dan kesadaran dengan kesediaan remaja puteri di Purwokerto. Remaja puteri di Purwokerto memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang baik dan mayoritas bersedia menerima vaksin HPV.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Adolescents are more at risk of cervical cancer due to increased sexual behavior. HPV vaccine is one of the recommended interventions for adolescents to prevent cervical cancer. However, the Indonesian government has only launched a free HPV vaccine program that is given to 5th and 6th graders, resulting in many adolescents who have not had the HPV vaccine. Therefore, in this case, the level of knowledge and awareness of adolescents affects the willingness of adolescents to do HPV vaccination. To determine the level of knowledge and awareness, the willingness of young women in Purwokerto regarding the use of the HPV vaccine, and to determine the relationship between the level of knowledge and awareness and the willingness to use the HPV vaccine. This study used a cross sectional design. Data were collected from 384 female adolescent respondents in Purwokerto using quota sampling technique in February-March 2024. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. Respondents had a good level of knowledge and awareness (52.6%), a sufficient level of knowledge and awareness (41.4%) and a poor level of knowledge and awareness (6.0%). Apart from that, young women were willing to receive the HPV vaccine (95.6%), and those who were not willing (4.4%). There is a significant relationship (p-value= 0.012) between the level of knowledge and awareness and the willingness of young women in Purwokerto. Adolescent girls in Purwokerto have a good level of knowledge and awareness and the majority are willing to receive the HPV vaccine.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save