Artikelilmiahs
Menampilkan 39.121-39.140 dari 48.938 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39121 | 41644 | F1C017076 | Makna Perempuan Dan Pesan Moral Dalam Film imperfect:Karir, Cinta Dan Timbangan | Film Imperfect merupakan film yang menggambarkan perlakuan tidak adil dan bodyshaming yang tertuju pada perempuan yang tidak cantik yang tidak masuk dalam standar kecantikan. Di mata masyarakat, hampir semua orang menganggap bahwa perempuan cantik harus memiliki badan yang ideal dan kulit yang putih, diluar dari kacamata mereka maka perempuan tersebut adalah perempuan yang jelek. adanya film ini ditunjukan kepada masyarakat dan mengubah pandangan masyarakat tentang standar kecantikan pada perempuan tidak di lihat hanya dari bentuk fisik atau bentuk badan. Sedangkan pada film imperfect, mereka memilih perempuan yang berbeda dengan standar kecantikan yang ada. Khalayak yang telah menonton film Imperfect memiliki pemaknaan dan persepsi nya sendiri serta penerimaan yang berbeda-beda setiap individu terhadap perlakuan bodyshaming dan stereotip masyarakat tentang standar kecantikan, baik di kehidupan nyata maupun yang terdapat dalam film Imperfect itu sendiri. Tujuan penelitian merupakan untuk mengetahui makna perempuan dan pesan moral yang terdapat dalam film Imperfect: Karir,Cinta dan Timbangan dan melihat peran media terhadap fenomena Bodyshaming di masyarakat saat ini.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori analisis Semiotika. Penelitian ini memfokuskan pemaknaan kata dengan memaknakan tanda-tanda yang ada di film Imperfect berupa scene-scene atau adegan yang ada di film tersebut yang menghasilkan pemakanaan pesan menjadi pesan moral. Dalam penelitian ini, peneliti mengamati scene-scene yang ada di film tersebut dan menemukan tanda untuk dapat di maknakan dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes pemaknaan sebuat kata dapat dibagi menjadi dua tingkatan penandaan yaitu denotasi dan konotasi. Penandaan tersebut berkembang sehingga mengasilkan sebuah mitos, konotasi yang sudah terbentuk lama di masyarakat akan menjadi sebuah mitos. Hasil penelitian menunjukan bahwa standarisasi kecantikan sudah menjadi konsistensi sosial bahwa cantik itu harus bertubuh ideal dengan tubuh yang ramping dan berkulit putih. Maka dari itu untuk mengurangi pandangan terkait standarisasi kecantikan tersebut yang sudah menjadi konsistensi sosial, kita harus berusaha untuk menghargai perbedaan dan keberagaman setiap perempuan serta menghargai dan mencintai diri sendiri supaya bisa merubah perasaan insecure tersebut menjadi rasa bersyukur. | Imperfect is a film that depicts unfair treatment and bodyshaming aimed at women who are not beautiful and do not fit into the standard of beauty. In the eyes of society, almost everyone thinks that a beautiful woman must have an ideal body and white skin, outside of their eyes, this woman is an ugly woman. the existence of this film is shown to the public and changes people's views about beauty standards in women not only seen from physical form or body shape. Whereas in the imperfect film, they choose women who are different from existing beauty standards. Audiences who have watched the film Imperfect have their own interpretations and perceptions as well as individual acceptance of body shaming and stereotypes about beauty standards, both in real life and in the film Imperfect itself. The purpose of this research is to find out the meaning of women and the moral messages contained in the film Imperfect: Career, Love and Scales and to see the role of the media in the Bodyshaming phenomenon in society. This study uses a qualitative approach method. Research using qualitative research using the theory of semiotic analysis. This study focuses on the meaning of words by interpreting the signs in the film Imperfect in the form of scenes or scenes in the film which result in the conversion of messages into moral messages. In this research, the researcher observes the scenes in the film and finds signs to be interpreted using Roland Barthes' semiotic approach. The meaning of a word can be divided into two levels of marking, namely denotation and connotation. This tagging develops to produce myths, connotations that have long been formed in society will become myths. The results of the study show that the standardization of beauty has become a social consistency that beauty must have an ideal body with a slim body and white skin. Therefore, to reduce the view on standardization of beauty that has become a habit in society, we must try to appreciate the differences and diversity of every woman and respect and love ourselves so that we can turn this feeling of inferiority into gratitude. | |
| 39122 | 41645 | A1A016027 | Analisis Struktur dan Kinerja Pasar Tomat di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga | Desa Serang dan Kutabawa merupakan desa dengan penghasil tomat terbesar di Kecamatan Karangreja dan di Kabupaten Purbalingga. Petani tomat masih mengandalkan lembaga pemasaran dalam menjual hasil produk tomat dan petani hanya sebagai price taker. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui saluran pemasaran tomat di Kecamatan Karangreja 2) Mengetahui struktur pasar tomat (pasar tingkat petani, tingkat pedagang pengumpul, tingkat pedagang besar, dan tingkat pedagang pengecer) di Kecamatan Karangreja 3) Menganalisis kinerja pasar tomat di Kecamatan Karangreja. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dan snowball sampling.diperoleh jumlah petani sebanyak 36 orang dan lembaga pemasaran sebanyak 29 orang. Analisis data secara kualitatif dilakukan melalui saluran pemasaran, hambatan keluar masuk pasar, tingkat diferensiasi produk dan tingkat pengetahuan pasar. Analisis kuantitatif dilakukan melalui pangsa pasar dan konsentrasi rasio (CR4) untuk mengetahui struktur pasar, serta marjin pemasaran, farmer’s share, share biaya dan keuntungan untuk mengetahui kinerja pasar. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 saluran pemasaran. Saluran pemasaran I (petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen), saluran pemasaran II (petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen), saluran III (petani-pedagang besar-konsumen luar kota) dan saluran IV (petani-pedagang pengecer-konsumen). Struktur pasar tomat di Kecamatan Karangreja pada tingkat petani adalah oligopsoni, pedagang pengumpul, pedagang besar dan pedagang pengecer adalah oligopoli ketat. Berdasarkan marjin pemasaran, farmer’s share, share biaya dan share keuntungan, saluran pemasaran III merupakan saluran kinerjanya yang lebih baik. Marjin pemasaran terkecil ada pada saluran III sebesar Rp2.725 per kilogram, farmer’s share tertinggi ada pada saluran III sebesar 68,4 persen dan share keuntungan tertinggi pada saluran IV sebesar 90,34 persen. | Serang and Kutabawa villages are the largest tomato producers in Karangreja Sub-district and Purbalingga Regency. Tomato farmers still rely on marketing institutions in selling tomato products and farmers are only price takers. The objectives of this study are 1) To identify the marketing channel of tomato in Karangreja Sub-district 2) Knowing the structure of tomato market (farmer level, intermediary level, wholesaler level, and retailer level) in Karangreja Sub-district 3) Analyzing the performance of tomato market in Karangreja Sub-district. Sampling was conducted using simple random sampling and snowball sampling methods. 36 farmers and 29 marketing institutions were obtained. Qualitative data analysis was conducted through marketing channels, market entry and exit barriers, product differentiation level and market knowledge level. Quantitative analysis was conducted through market share and concentration ratio (CR4) to determine market structure, as well as marketing margin, farmer's share, cost share and profit to determine market performance. The results showed that there are 4 marketing channels. Marketing channel I (farmers-collecting traders-large traders-retailers-consumers), marketing channel II (farmers-collecting traders-retailers-consumers), channel III (farmers-large traders-out-of-town consumers) and channel IV (farmers-retailers-consumers). The market structure of tomatoes in Karangreja Sub-district at the farm level is oligopsony, while that of collecting traders, wholesalers and retailers is tight oligopoly. Based on marketing margin, farmer's share, cost share and profit share, marketing channel III is a better performing channel. The smallest marketing margin is in channel III at Rp2,725 per kilogram, the highest farmer's share is in channel III at 68.4 percent and the highest profit share is in channel IV at 90.34 percent. | |
| 39123 | 41646 | F1F019005 | Kerja Sama Pemerintah Italia dan UNWTO dalam Menangani Overtourism Tahun 2017-2022 | Italia merupakan negara yang berorientasi pada pariwisata, dimana pengeluaran wisatawan asing memiliki efek yang sangat positif pada neraca pembayaran. Italia juga merupakan negara yang kaya akan warisan budaya dan tercatat dalam UNESCO dengan kepemilikan warisan peradaban dunia terbanyak di seluruh dunia. Dalam perkembangan pariwisatanya, terjadi overtourism yang menyebabkan terkikisnya kehidupan penduduk lokal dan berkurangnya kualitas pengalaman pengunjung. Pemerintah Italia bekerja sama dengan UNWTO dalam menangani fenomena tersebut dengan mengimplementasikan sebelas strategi yang diberikan UNWTO sebagai upaya untuk keberlajutan pariwisata di Italia yang juga sejalan dengan tujuan dari UNWTO yaitu untuk keberlanjutan pariwisata di dunia menggunakan teori kerja sama internasional dan konsep sustainable-responsible tourism. Data mengenai kerja sama pemerintah Italia dan UNWTO dalam menangani overtourism diperoleh dari studi pustaka yang bersumber dari laporan resmi, artikel jurnal, dan berita daring. Penelitian ini menemukan bahwa pemerintah Italia telah berupaya menangani overtourism di negaranya dalam rangka mengupayakan keberlanjutan pariwisatanya meskipun tidak semua strategi yang dilakukan membuahkan hasil yang baik. | Italy is a tourism-oriented country, where foreign tourists' spending has a very positive effect on the balance of payments. Italy is also a country that has a lot of cultural heritage and is listed in UNESCO with the most possession of world civilizational heritage in the world. In the development of tourism, there is overtourism, which causes the erosion of the lives of residents and reduces the quality of the visitor experience. The Italian government cooperates with the UNWTO in dealing with this phenomenon by implementing eleven strategies provided by the UNWTO in an effort for sustainable tourism in Italy, which is also in line with the goals of the UNWTO, namely for the sustainability of tourism in the world using the theory of international cooperation and the concept of sustainable-responsible tourism. Data regarding the cooperation between the Italian government and UNWTO in dealing with overtourism was obtained from literature studies sourced from official reports, journal articles, and online news. This research found that the Italian government has tried to deal with overtourism in the country in order to strive for the sustainability of its tourism, although not all of the strategies carried out have produced good results. | |
| 39124 | 41648 | A1D116071 | PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN MINT (Mentha piperita L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ROOTONE-F | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan setek tanaman mint terhadap berbagai konsentrasi ZPT Rootone-F dan mengetahui konsentrasi terbaik ZPT Rootone-F untuk pertumbuhan setek tanaman mint. Penelitian ini dilakukan di Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap pada bulan Juli sampai Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan 1 perlakuan yaitu konsentrasi zat pengatur tumbuh Rootone-F dengan 4 taraf yaitu 0 ; 100 mg/L ; 200 mg/L ; dan 300 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi zat pengatur tumbuh Rootone-F 300 mg/L dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan luas daun. | This study aims to determine the effect of searching for mint soil on the concentration of zpt Rootone-F and understand the best concentration of ZPT Rootone-F on the growth of mint soil cuttings. This research was conducted in Patimuan Village, Patimuan District, Cilacap Regency from July to August 2023. This study uses a study of non-factorial group with 1 study that is the concentration of F-root plant substances with 4 levels of 0; 100 mg / L; 200 mg / L; and 300 mg/L. The results showed that the concentration of substances contained in Rootone-F 300 mg / L can increase plant height, number of leaves, Root Length, and leaf area | |
| 39125 | 41650 | A1A016089 | KONTRIBUSI USAHA PERKEBUNAN RAKYAT KELAPA SAWIT TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA BUKIT SEJAHTERA KECAMATAN BATANGHARI LEKO | Kelapa sawit merupakan komoditas penghasil minyak yang cukup penting di Indonesia. Untuk itu, usaha perkebunan rakyat kelapa sawit menjadi penghasilan utama bagi masyarakat Desa Bukit Sejahtera. Permasalahan yang ditemui petani kelapa sawit adalah harga yang fluktuatif dan produksi tandan buah segar (TBS) yang menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui 1) pendapatan dari usaha perkebunan rakyat kelapa sawit di Desa Bukit Sejahtera, 2) pendapatan rumah tangga petani dari on farm, off farm, dan non farm di Desa Bukit Sejahtera, dan 3) kontribusi usaha perkebunan kelapa sawit terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Bukit Sejahtera. Penelitian ini menggunakan metode survey. Sampel yang diambil dari populasi menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang. Analisis data menggunakan analisis pendapatan, analisis pendapatan rumah tangga, dan analisis kontribusi pendapatan. Hasil analisis pendapatan usaha tani kelapa sawit di Desa Bukit Sejahtera pada Juni 2022 sampai Mei 2023 adalah sebesar Rp18.863.680. Pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit pada Juni 2022 – Mei 2023 sebesar Rp83.119.412. Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan on farm sebesar Rp18.863.680, pendapatan off farm sebesar Rp24.790.278, dan pendapatan non farm sebesar Rp39.465.455. Sebanyak 28 orang petani memiliki kontribusi pendapatan usaha tani 35% - ≤ 70%, yaitu kontribusi sedang terhadap pendapatan rumah tangga petani. Rata – rata kontribusi usaha tani kelapa sawit terhadap pendapatan rumah tangga adalah sebesar 23% dan tergolong kategori < 35%, yaitu rendah. Hal ini karena sebagian lahan petani sedang masa peremajaan sehingga tidak seluruh lahan dapat menghasilkan tandan buah segar kelapa sawit. | Palm oil is an important oil-producing commodity in Indonesia. For this reason, the smallholder oil palm plantation business is the main source of income for the people of Bukit Sejahtera Village. The problems encountered by oil palm farmers are fluctuating prices and decreased fresh fruit bunches (FFB) production. The purpose of this study was to determine 1) income from the smallholder oil palm plantation business in Bukit Sejahtera Village, 2) household income of farmers from on farm, off farm and non farm in Bukit Sejahtera Village, and 3) the contribution of the oil palm plantation business to farmer household income in Bukit Sejahtera Village. This study uses a survey method. Samples were taken from the population using purposive sampling with a total sample of 67 people. Data analysis uses income analysis, household income analysis, and income contribution analysis. The results of the analysis of oil palm farming income in Bukit Sejahtera Village from June 2022 to May 2023 amounted to IDR 18,863,680. Household income of oil palm farmers in June 2022 - May 2023 is IDR 83,119,412. This income consisted of on farm income of Rp. 18,863,680, off farm income of Rp. 24,790,278, and non-farm income of Rp. 39,465,455. A total of 28 farmers have a contribution of 35% - ≤ 70% farm income, which is a moderate contribution to farmer household income. The average contribution of oil palm farming to household income is 23% and is classified as <35%, which is low. This is because some of the farmers' land is undergoing rejuvenation so that not all of the land can produce fresh fruit bunches of oil palm. | |
| 39126 | 44429 | I1C020013 | Gambaran Pengetahuan dan Sikap Orang Tua terhadap Keputusan Penerimaan Vaksinasi HPV (Human Papillomavirus) di Desa Kemutug Kidul dan Kemutug Lor Kecamatan Baturraden | Latar Belakang: Kanker serviks adalah penyakit kanker kedua terbanyak di Indonesia yang disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) dan faktor risiko seperti seks bebas. World Health Organization (WHO) mendorong vaksinasi HPV sebagai pencegahan kanker serviks, tetapi cakupannya di Indonesia terhambat oleh kekhawatiran orang tua terkait vaksin HPV. Pengetahuan dan sikap orang tua menjadi kunci dalam pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap orang tua terhadap keputusan penerimaan vaksinasi HPV di Desa Kemutug Kidul dan Desa Kemutug Lor Kecamatan Baturraden Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan kepada 193 responden orang tua perempuan di Desa Kemutug Kidul dan Kemutug Lor dengan teknik cluster sampling pada Februari-Maret 2024. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square atau uji Fisher Exact. Hasil penelitian: Sebanyak 64,8% responden memiliki pengetahuan yang baik, 31,6% memiliki pengetahuan yang cukup dan 3,6% memiliki pengetahuan yang kurang terhadap keputusan penerimaan vaksinasi HPV. Kemudian, sebanyak 96,9% responden memiliki sikap positif dan 3,1% memiliki sikap negatif terhadap keputusan penerimaan vaksinasi HPV. Sementara untuk keputusan penerimaan orang tua terhadap vaksinasi HPV sebanyak 96,9% orang tua menerima dan 3,1% lainnya menolak. Pengetahuan dan sikap orang tua berhubungan dengan keputusan penerimaan vaksinasi HPV pada anak perempuan dengan masing-masing p-value <0,001. Kesimpulan: Orang tua di Desa Kemutug Kidul dan Kemutug Lor sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap keputusan penerimaan vaksinasi HPV. | Background: Cervical cancer is the second most common cancer in Indonesia caused by human papillomavirus(HPV) infection and risk factors such as free sex. World Health Organization (WHO) encourages HPV vaccination as a prevention of cervical cancer, but coverage in Indonesia is hampered by parental concerns regarding the HPV vaccine. Parents’ knowledge and attitudes are key in preventing cervical cancer through HPV vaccination. Objective: To determine the description of parents' knowledge and attitudes towards the decision to accept HPV vaccination in Kemutug Kidul Village and Kemutug Lor Village, Baturraden District. Methodology: This research uses a cross-sectional design. Data were collected from 193 female parent respondents in Kemutug Kidul and Kemutug Lor Villages using cluster sampling techniques in February-March 2024. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-square test or Fisher’s Exact test. Results: A total of 64.8% of respondents had good knowledge, 31.6% had sufficient knowledge and 3.6% had poor knowledge regarding the decision to accept HPV vaccination. Then, 96.9% of respondents had a positive attitude and 3.1% had a negative attitude towards the decision to receive HPV vaccination. Meanwhile, regarding parents' decision to accept HPV vaccination, 96.9% of parents accepted and 3.1% refused. Parents’ knowledge and attitudes are associated with the decision to accept HPV vaccination in girls with each p-value <0.001. Conclusion: Most parents in Kemutug Kidul and Kemutug Lor Villages have good knowledge and positive attitudes towards the decision to accept HPV vaccination. | |
| 39127 | 44430 | I1B020009 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO JATUH PADA LANSIA EMPTY NESTER DI KELURAHAN MULYOHARJO | Latar belakang: lansia empty nester adalah seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dan menjalani kehidupan sendiri maupun hanya dengan pasangan dan hidup terpisah dengan anak. Lansia empty nester dapat mengalami masalah kesehatan yang serius seperti stress, depresi, dan risiko jatuh. Dari ketiga risiko masalah kesehatan tersebut faktor risiko jatuh pada lansia empty nester masih belum teridentifikasi. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengidentifikasi faktor apa saja yang berhubungan dengan risiko jatuh pada lansia empty nester. Metodologi: penelitian ini bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 61 orang lansia empty nester di Kelurahan Mulyoharjo didapatkan menggunakan snowball sampling dan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument yang digunakan dalam penelitian UCLA Loneliness Version 3, PASE (Physical Activity Scale of Elderly), CFS-11 (Chalder Fatigue Scale), dan TUG (Time Up and Go). Analisis data yang digunakan Somers’d dan Chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kesepian (p=0,042) dan kelelahan (p=0,000) dengan risiko jatuh pada lansia empty nester. Dengan kekuatan hubungan antara faktor kesepian dan kelelahan dengan risiko jatuh adalah lemah (r=0,274) dan sedang (r=0,424). Kesimpulan: semakin tinggi skala kesepian dan kelelahan lansia semakin berisiko jatuh. Kata kunci: Lansia, empty nester, risiko jatuh, riwayat jatuh, kesepian, aktivitas fisik, kelelahan. | Background: an elderly empty nester is someone who is 60 years old or more and lives alone or only with a partner and lives separately from children. Elderly empty nesters can experience serious health problems such as stress, depression, and risk of falls. Of the three risks of health problems, the risk factors for falls in elderly empty nesters have not yet been identified. Therefore, this study wants to identify what factors are associated with the risk of falls in elderly empty nesters. Methodology: This research is correlational with a cross sectional approach. A sample of 61 elderly empty nesters in Mulyoharjo Village was obtained using snowball sampling and purposive sampling with inclusion and exclusion criteria. The instruments used in the research is UCLA Loneliness Version 3, PASE (Physical Activity Scale of Elderly), CFS-11 (Chalder Fatigue Scale), and TUG (Time Up and Go). Data analysis used Somers'd and Chi-square. Results: research shows there is a significant relationship between loneliness (p=0.042) and fatigue (p=0.000) and the risk of falls in elderly empty nesters. The strength of the relationship between loneliness and fatigue and the risk of falling is weak (r=0.274) and moderate (r=0.424). Conclusion: the higher the scale of loneliness and fatigue, the greater the risk of falls. Key words: Elderly, empty nester, risk of falls, history of falls, loneliness, physical activity, fatigue. | |
| 39128 | 44753 | H1D020072 | IMPLEMENTASI KOMBINASI METODE VIKOR DAN ROC PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK SELEKSI KARYAWAN BARU DI PT COLUMBUS | Karyawan adalah salah satu faktor penentu apakah tujuan perusahaan dapat tercapai atau tidak, sehingga proses seleksi karyawan baru menjadi tahapan yang penting untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi perusahaan. Kecepatan dan ketepatan dalam proses seleksi karyawan baru sangat diperlukan. Pada pelaksanaannya, PT Columbus kota Cirebon masih menggunakan cara manual dalam menyeleksi calon karyawan, sehingga proses seleksi kurang efisien. Oleh karena itu, dibuatlah aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan mengimplementasikan kombinasi metode Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) dan Rank Order Centroid (ROC). Dengan mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis website, aplikasi yang telah dibuat berhasil melakukan seleksi karyawan baru dengan cepat dan akurat. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi ini efektif untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi pada proses seleksi karyawan baru di PT Columbus kota Cirebon. | Employees are one of the determining factors in whether the company's goals can be achieved or not, so the selection process of new employees is an important stage to get quality human resources for the company. Speed and accuracy in the selection process for new employees are necessary. In its implementation, PT Columbus Cirebon City still uses manual methods for selecting prospective employees, so the selection process is less efficient. Therefore, a Decision Support System (DSS) application was created by implementing a combination of the Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) and Rank Order Centroid (ROC) methods. By developing a website-based decision support system, the application that has been made successfully selects new employees quickly and accurately. The results show that this application is effective for increasing the speed and accuracy of the new employee selection process at PT Columbus Cirebon City. | |
| 39129 | 41649 | I1E019065 | PENGARUH LATIHAN PLYOGILITY TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN KELINCAHAN ATLET FUTSAL SMAN 1 SALEM | Latar Belakang: Olahraga merupakan suatu gerak jasmani yang mempengaruhi seluruh tubuh, Olahraga di Indonesia biasanya dibedakan menjadi tiga bagian yaitu olahraga edukasi, olahraga rekreasi, dan olahraga kompetitif. Futsal adalah olahraga tim. Kinerja tim terbentuk sebagai hasil koordinasi dan kerjasama individu. Hal ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat dan keterampilannya dalam bermain futsal. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan menggunakan two group pretest and posttest design. Lokasi pengambilan data dilakukan di lapangan SMAN 1 Salem. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa peserta ekstrakurikuler futsal dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini terdapat power otot tungkai sebesar 646,84 lebih kecil dari posttest yaitu sebesar 671,68 dan nilai rata-rata posttest Agility sebesar 3,10 lebih kecil dari pretest yaitu 3,21. Dalam hal ini terlihat adanya peningkatan power dan kelincahan otot tungkai. Meskipun pada pretest kelompok kontrol lebih tinggi dibandingkan kelompok perlakuan, namun hasil data yang diperoleh pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model latihan Standing board jump terhadap peningkatan power otot tungkai sebesar 8,00 dan rangking positif sebesar 120,00 atlet futsal SMA Negeri 1 Salem. Terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model latihan Ilinois Agility Run terhadap peningkatan kelincahan sebesar 8,00 dan rangking positif atlet futsal SMA Negeri 1 Salem sebesar 120,00. | Background: Sport is a physical movement that affects the whole body, Sports in Indonesia are usually divided into three sections: educational sports, recreational sports and competitive sports. Futsal is a team sport. Team performance is formed as a result of individual coordination and cooperation. This is a vehicle for students to develop their talents and skills in playing futsal. Methodology: This research is using experimental method. The design applied in this study is a Quasi Experimental Design using a two group pretest and posttest design. The location for data collection was carried out in the field of SMAN 1 Salem. The sample in this study were 30 students participating in futsal extracurricular activities using a total sampling technique. Research Results: The results of this study are that there is leg muscle power of 646.84 which is less than the posttest which is equal to 671.68 and the mean value of the Agility posttest is 3.10 which is smaller than the pretest which is 3.21. In this case it can be seen that there is an increase in leg muscle power and agility. Even though at the pretest the control group was higher than the treatment group, the results of the data obtained during the treatment group were higher than the control group. Conclusion: Based on the results of research that has been done by researchers, it can be concluded that there is a significant influence from the application of the Standing board jump training model to an increase in leg muscle power of 8.00 and a positive ranking of 120.00 futsal athletes at SMA Negeri 1 Salem. There is a significant influence from the application of the Ilinois Agility Run training model to an increase in agility of 8.00 and a positive ranking of 120.00 futsal athletes at SMA Negeri 1 Salem. | |
| 39130 | 41651 | I1D019036 | Hubungan Asupan Lemak Jenuh, Gula, dan Status Gizi dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah | Latar Belakang: Nyeri punggung bawah menjadi salah satu gangguan akibat kerja dengan prevalensi terbanyak di dunia. Ada banyak faktor yang menyebabkan nyeri punggung bawah, diantaranya yaitu budaya kerja, asupan dan status gizi. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak jenuh, gula, dan status gizi dengan keluhan nyeri punggung bawah pekerja wanita pabrik rambut palsu di Purbalingga. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan jumlah responden 87 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu timbangan digital dan wireless body height meter mengukur IMT, kuesioner VAS mengukur tingkat nyeri, serta kuesioner SQ-FFQ menilai asupan lemak jenuh dan gula. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Responden memiliki rentang usia 30-40 tahun (77%), durasi kerja 8 jam (49,4%), posisi kerja risiko sedang (58,6%), asupan lemak jenuh cukup (70,1%), asupan gula tinggi (52,9%), status gizi normal (54%), dan keluhan nyeri (62,3%). Ada hubungan antara asupan lemak jenuh (p=0,000), asupan gula (p=0,000) dengan keluhan nyeri punggung bawah. Tidak ada hubungan antara status gizi (p= 0,544) dengan keluhan nyeri punggung bawah. Kesimpulan: Ada hubungan antara asupan lemak jenuh dan asupan gula dengan keluhan nyeri punggung bawah. Tidak ada hubungan status gizi dengan keluhan nyeri punggung bawah. | Background: Low back pain is one of the most prevalent work-related disorders in the world. There are many factors that cause low back pain, such as work environment, nutrition intake, and nutritional status. This study aims to determine the relationship between intake of saturated fat, sugar, and nutritional status with lower back pain in female wig factory workers in Purbalingga. Methode: This research was a cross-sectional study. Total sample was 87 respondent selected used purposive sampling technique. The research instruments used were digital scales and wireless body height meters (BMI), SAV (pain scale), and SQ-FFQ questionnaire (saturated fat and sugar intake). Data analysis used chi-square test. Result: Respondents had age range of 30-40 years (77%), 8 hours work duration (49,4%), severe work position (58,6%), adequate saturated fat intake (70.1%), high sugar intake (52.9%), normal nutritional status (54%), and low back pain (62,3%). There is a relationship between saturated fat intake (p=0.000), sugar intake (p=0.000) and low back pain. There is no relationship between nutritional status (p = 0.544) and low back pain. Conclusion: There is a relationship between saturated fat intake and sugar intake with low back pain. There is no relationship between nutritional status and low back pain. | |
| 39131 | 41652 | A1D019142 | PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TIGA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.) PADA SISTEM HIDROPONIK Deep Flow Technique (DFT) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendapatkan media tanam yang terbaik terhadap pertumbuhan 3 varietas tanaman selada pada sistem hidroponik deep flow technique.; 2) Mengetahui pertumbuhan varietas selada yang terbaik pada hidroponik deep flow technique; 3) Mengetahui interaksi media tanam dengan ketiga varietas selada pada sistem hidroponik deep flow technique. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari - Mei 2023 di Greenhouse milik bapak Eko, Dusun Gupakan, Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53191 dengan ketinggian tempat 500 dan analisis tanaman di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan penelitian yang digunakan, yaitu Rancangan Acak Terbagi (split plot) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis media tanam, yaitu rockwool (M1), spons (M2) dan cocopeat (M3). Faktor kedua adalah varietas selada yaitu, Grand Rapids (V1), Lectus F1 (M2) dan Bisi SL 02 (V3). Hasil penelitian menunjukkan media tanam spons menjadi media tanam terbaik pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun. Varietas selada Bisi SL 02 menunjukkan bahwa varietas tersebut adalah varietas terbaik pada variabel jumlah daun, sedangkan interaksi antara media tanam dan varietas selada berpengaruh nyata terhadap variabel luas daun minggu ke-1. | This study aims to: 1) Obtain the best growing media for the growth of 3 varieties of lettuce in the hydroponic deep flow technique system; 2) Knowing the growth of the best lettuce varieties in the hydroponic deep flow technique; 3) Knowing the interaction of the planting medium with the three varieties of lettuce in the deep flow technique hydroponic system. This research was conducted in February - May 2023 at the Greenhouse owned by Mr. Eko, Gupakan Hamlet, Srowot Village, Kalibagor District, Banyumas Regency, Central Java 53191 with an altitude of 500 and plant analysis at the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research design used was a split plot with 2 factors. The first factor is the type of planting medium, namely rockwool (M1), sponge (M2) and cocopeat (M3). The second factor was lettuce varieties namely, Grand Rapids (V1), Lectus F1 (M2) and Bisi SL 02 (V3). The results showed that sponge growing media was the best growing medium for observing plant height and number of leaves. The Bisi SL 02 lettuce variety showed that this variety was the best variety in the number of leaves variable, while the interaction between the planting medium and the lettuce variety had a significant effect on the leaf area variable in the 1st week. | |
| 39132 | 41653 | A1C019011 | Penentuan Ukuran Spons dan Metode Pemberian Salinitas pada Sensor Salinitas Udara Tipe Plat Interdigitasi | Kadar salinitas yang berlebih dalam tanaman pada pertanian hortikultura di pesisir pantai merupakan faktor penghambat produktivitas. Salinitas dapat disebabkan oleh udara atau angin di pantai yang berhembus kencang dan dapat membawa partikel garam. Kadar salinitas air dapat ditentukan menggunakan alat EC meter (Electrolite Conductivity meter). EC meter belum dapat digunakan untuk mengukur salinitas udara karena itu diperlukan pengembangan sebuah piranti atau sensor yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat salinitas udara. Sensor salinitas udara tipe plat interdigitasi membutuhkan adanya tambahan cara aplikatif pada sensor. Caranya yaitu dengan menambah spons sebagai media penangkap dan penyimpan salinitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran spons yang terbaik pada sensor salinitas udara tipe plat interdigitasi serta mengetahui metode dan waktu pemaparan sensor yang terbaik pada sensor salinitas udara tipe plat interdigitasi. Penelitian diawali dengan mengkalibrasikan nilai salinitas air laut dengan nilai salinitas larutan garam yang dibuat. Selanjutnya dilakukan pengujian sensor secara laboratorium dan lapangan. Hasil penelitian pada uji laboratorium menunjukkan bahwa metode semprot dengan ukuran spons T2L2 (Tebal 2,25 cm & lebar 4,5 cm) memiliki respon paling baik terhadap nilai salinitas udara. Selanjutnya, pada metode kombinasi (celup dan semprot) diperoleh ukuran spons T1L1(Tebal 1,5 cm & lebar 3,5 cm) memiliki respon paling baik terhadap nilai salinitas udara. Hasil penelitian pada uji lapangan di Pantai Jetis menunjukkan bahwa sensor salinitas udara tipe plat interdigitasi paling sesuai digunakan menggunakan metode spons pemaparan langsung dengan ukuran spons T2L2 (Tebal 2,25 cm & lebar 4,5 cm) yang dipaparkan selama 24 jam | Excessive salinity levels in plants on coastal horticulture farms is a factor that inhibits productivity. Salinity can be caused by air or wind on the coast that blows hard and can carry salt particles. Water salinity levels can be determined using an EC meter (Electrolite Conductivity meter). EC meters cannot be used to measure air salinity because it is necessary to develop a device or sensor that can be used to determine the level of air salinity. The interdigitation plate type air salinity sensor requires an additional way of application to the sensor. The trick is to add a foam as a medium for capturing and storing air salinity. This study aims to determine the best foam size on the interdigitation plate type air salinity sensor and to determine the best method and sensor exposure time on the interdigitation plate type air salinity sensor. The research begins by calibrating the salinity value of sea water with the salinity value of the salt solution made. Furthermore, laboratory and field testing of the sensor was carried out. The results of the laboratory test showed that the spray method with foam size T2L2 (2,25 cm thick & 4,5 cm wide) had the best response to air salinity values. Furthermore, in the combination method (dip and spray) obtained sponge size T1L1 (1,5 cm thick & 3,5 cm wide) has the best response to the value of air salinity. The results of the field test at Jetis Beach showed that the interdigitation plate type air salinity sensor is most suitable for use using the direct exposure foam method with foam size T2L2 (2,25 cm thick & 4,5 cm wide) exposed for 24 hours. | |
| 39133 | 41654 | F2B019002 | STRATEGI GURU MENINGKATKAN KUALITAS SISWA YANG BERAGAM PASCA PENERAPAN PPDB SISTEM ZONASI | Program Penerimaan Siswa Baru (PPDB) berdasarkan sistem zonasi dengan tujuan untuk memberikan pendidikan secara merata menciptakan dampak. Mengakibatkan guru bekerja lebih ekstra dan keluar dari zona nyaman untuk menghadapi heterogenitas siswa setelah diterapkannya PPDB sistem zonasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Menganalisis bentuk-bentuk strategi yang dilakukan guru dalam meningkatkan kualitas siswa yang beragam di SMP Negeri 3 Purbalingga; 2). Menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan strategi meningkatkan kualitas siswa yang beragam di SMP Negeri 3 Purbalingga. Penlitian menggunakan metode kualitatif. Analisis data menggunakan teknik analisis data John W. Creswell. Hasil penelitian menunjukkan terdapat strategi guru dalam meningkatkan kualitas siswa yang beragam yaitu: 1. Strategi institusional: Distribusi siswa, Pembiasaan siswa, Peningkatan kualitas guru; 2, Strategi individual: Tutor sebaya, Ayo berbicara, Find and Solve, Ojo galak tapi tegas, Jueh (jangan bosan), Konseling. Kendala yang dihadapi yaitu: 1. Kurangnya kerja sama orang tua siswa dengan guru dan sekolah; 2. Siswa yang sudah bekerja. | The New Student Admissions Program (PPDB) is based on a zoning system with the aim of providing education evenly creating an impact. Resulting in teachers working extra and getting out of their comfort zone to deal with student heterogeneity after the implementation of the PPDB zoning system. This research aims to: 1). Analyzing the forms of strategies used by teachers in improving the quality of various students at SMP Negeri 3 Purbalingga; 2). Analyzing the obstacles faced by teachers in implementing strategies to improve the quality of various students at SMP Negeri 3 Purbalingga. Research using qualitative methods. Data analysis used John W. Creswell's data analysis technique. The results of the study show that there are various teacher strategies in improving the quality of students, namely: 1. Institutional strategy: student distribution, student habituation, teacher quality improvement; 2, Individual strategy: Peer tutor, Let's talk, Find and Solve, Ojo is fierce but firm, Jueh (don't get bored), Counseling. The obstacles faced are: 1. Lack of cooperation between parents and teachers and schools; 2. Students who are already working. | |
| 39134 | 41655 | F1F019053 | IMPLIKASI KEBIJAKAN PEMBATASAN GMO (GENETICALLY MODIFIED ORGANISM) EUROPEAN COMMISSION DI PRANCIS PADA TAHUN 2015-2020. | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implikasi dari kebijakan pembatasan Organisme yang Dimodifikasi Secara Genetik (GMO) yang dikeluarkan oleh European Commission di Prancis dalam rentang waktu 2015-2020. GMO telah menjadi subjek perdebatan global karena dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan pertanian. Pada tahun 2015 European Commission pun mengeluarkan kebijakan “opt-out” dimana negara anggota dapat melarang sepenuhnya penanaman tanaman yang dimodifikasi secara genetik dalam negaranya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Prancis, sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa pun memanfaatkan kebijakan ini dan telah mengambil langkah-langkah tegas dalam mengatur GMO. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implikasi dari kebijakan pembatasan GMO yang diterapkan oleh European Commission di Prancis. Dengan menerapkan metode deskripsi kualitatif dan prinsip Common But Differentiated Responsibilites (CBDR) dan environmetal law, penelitian kebijakan pembatasan GMO di Prancis telah berdampak pada berbagai aspek, termasuk perdagangan internasional, inovasi pertanian, serta persepsi masyarakat terhadap keamanan pangan dan lingkungan. Kesimpulannya, kebijakan pembatasan GMO yang diterapkan oleh European Commission di Prancis memiliki implikasi yang kompleks dan multidimensional. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana kebijakan ini mempengaruhi berbagai aspek, termasuk perdagangan, inovasi pertanian, dan isu lingkungan. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh negara-negara dalam mengatur teknologi pertanian kontroversial seperti GMO. | This research aims to explain the implications of the Genetically Modified Organisms (GMO) restriction policy issued by the European Commission in France in the 2015-2020 timeframe. GMOs have been the subject of global debate due to their impact on the environment, human health, and agricultural sustainability. In 2015, the European Commission also issued an "opt-out" policy where member states can fully prohibit the cultivation of genetically modified crops in their countries in accordance with applicable regulations. France, as one of the member states of the European Union also took advantage of this policy and has taken firm steps in regulating GMOs. This research aims to identify the implications of the GMO restriction policy implemented by the European Commission in France. By applying the qualitative description method and the principles of Common But Differentiated Responsibilities (CBDR) and environmental law, this study shows that the GMO restriction policy in France has had an impact on various aspects, including international trade, agricultural innovation, as well as public perceptions of food safety and the environment. In conclusion, the GMO restriction policy implemented by the European Commission in France has complex and multidimensional implications. This research provides insights into how this policy affects various aspects, including trade, agricultural innovation, and environmental issues. The results of this study can provide further understanding of the challenges and opportunities faced by countries in regulating controversial agricultural technologies such as GMOs. | |
| 39135 | 41365 | I1A019042 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA PENGRAJIN SAPU DI CV. RAYUNG PELANGI DESA KARANGGAMBAS KECAMATAN PADAMARA KABUPATEN PURBALINGGA | Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan suatu respon tubuh terhadap paparan dan aktivitas yang dilakukan selama bekerja. Kelelahan kerja ditandai dengan rasa kantuk, haus, dan sulit berkonsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di CV. Rayung Pelangi di Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 47 pekerja yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat didapatkan variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja CV. Rayung Pelangi di Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga adalah tingkat pencahayaan (p-value = 0,003). Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pencahayaan dengan kelelahan kerja pada pekerja CV. Rayung Pelangi di Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Saran: Mengganti dan memperbaiki lampu yang kurang berfungsi di area kerja serta melakukan pengecekan lingkungan secara rutin. | Background: Work fatigue is a body’s response to exposure and activites carried out during work. Work fatigue characterized by drowsiness, thirst, and difficulty concentrating. Work fatigue resulting in a decrease in performance, work productivity, as well as causing work accidents in the industrial sector. The purpose of this research is to determine factors related to work fatigue on worker at CV. Rayung Pelangi Purbalingga. Method: This research used quantitative analysis and cross-sectional approach. The sample on this research were 47 people taken by using purposive sampling method. Data analysis that used on this research are univariate analysis and bivariate analysis with chi-square test. Result: The result of bivariate analysis shows that there was significant relationship betweet lighting and work fatigue on worker at CV. Rayung Pelangi Purbalingga (p value = 0,003) Conclusion: There was significant relationship betweet lighting and work fatigue on worker at CV. Rayung Pelangi Purbalingga Recommendation: Replace and fix the lights that don’t work in the work area. | |
| 39136 | 41656 | F1D016007 | DEMOKRASI DIGITAL : ANALISIS WACANA TWITTER TENTANG RUU KESEHATAN OMNIBUS LAW | Penelitian ini berjudul “Demokrasi Digital : Analisis Wacana Twitter Tentang RUU Kesehatan Omnibus Law”. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya isu Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law yang menimbulkan perdebatan yang datang dari berbagai pihak. Isu ini sangat ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satunya adalah media sosial Twitter. Twitter merupakan media sosial yang cukup populer di Indonesia. Media sosial Twitter dapat menjadi sarana atau ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi secara terbuka dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep serta proses demokrasi di media sosial Twitter pada isu Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law dan untuk mengetahui penerapan konsep demokrasi yang berkembang di media sosial Twitter dalam ruang lingkup pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Twitter dalam konteks pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law mencerminkan nilai-nilai demokrasi, karena media sosial Twitter menciptakan ruang diskusi yang masif dalam konteks demokrasi digital. Publik dapat melihat hal ini seolah-olah telah menemukan ruang demokrasi karena mereka memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya karena twitter saat ini telah berevolusi dari media sosial menjadi cara untuk mengetahui apa yang sedang tren dan hangat diperdebatkan di dunia digital. | The study is titled "Digital Democracy : an analysis of Twitter discourse on the Omnibus Law health bill". This research is motivated by the issue of the Omnibus Law health bill which caused debate from various parties. This issue is very much discussed on social media. One of them is social media Twitter. Twitter is a social media that is quite popular in Indonesia. Social Media Twitter can be a means or space for people to discuss openly in criticizing policies made by the government. The purpose of this study was to describe the concept and process of democracy in social media Twitter on the issue of Omnibus Law health bill and to determine the application of the concept of democracy that develops in social media Twitter within the scope of the discussion of the Omnibus Law health bill. The results of this study indicate that the use of Twitter social media in the context of the discussion of the Omnibus Law health bill reflects democratic values, because Twitter social media creates a massive discussion space in the context of digital Democracy. The public can see this as if it has found a democratic space because they have the right to have their say as twitter today has evolved from social media into a way to find out what is trending and hotly debated in the digital world. | |
| 39137 | 44754 | H1A020060 | RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KUALITAS AIR PADA KOLAM IKAN NILA BERBASIS IOT DENGAN INTEGRASI APLIKASI BLYNK | Budidaya perikanan, atau akuakultur, telah menjadi pilar penting dalam sektor perikanan dengan tujuan meningkatkan produktivitas perairan dan menghasilkan keuntungan. Indonesia memiliki potensi besar dalam budidaya perikanan, terutama dengan komoditas unggulan seperti ikan nila. Untuk memaksimalkan produksi ikan nila, menjaga kualitas air adalah hal yang sangat penting. Kualitas air yang optimal adalah parameter kunci dalam budidaya perikanan, dengan faktor seperti pH, amonia, oksigen terlarut, dan suhu menjadi perhatian utama. Meskipun ikan nila toleran terhadap perubahan kualitas air, pemantauan yang cermat tetap diperlukan, terutama dalam budidaya intensif. Perubahan signifikan dalam kualitas air dapat menghambat pertumbuhan ikan dan mengganggu kesejahteraan mereka. Pemanfaatan teknologi sensor dan sistem IoT pada sistem monitoring kualitas air menjadi solusi relevan. Berdasarkan hasil penelitian, sistem monitoring yang telah dirancang berfungsi dengan baik sesuai dengan spesifikasi yang telah dirancang sebelumnya. Sistem mampu mengukur parameter-parameter penting seperti pH, suhu, oksigen terlarut, dan amonia secara akurat. Selain itu, sistem dilengkapi dengan fitur kontrol otomatis untuk menyesuaikan suhu dan pH kolam agar tetap optimal, memastikan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan ikan nila. Integrasi sistem dengan teknologi IoT memungkinkan akses data secara real-time melalui aplikasi Blynk, memberikan kemudahan dalam pemantauan dan pengelolaan kondisi lingkungan budidaya. Dengan demikian, sistem ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya ikan nila, serta menjaga kesejahteraan ikan secara optimal. | Fish farming, or aquaculture, has become a crucial pillar in the fisheries sector aimed at enhancing water productivity and generating profits. Indonesia holds significant potential in fish farming, particularly with flagship commodities like tilapia. To maximize the production of tilapia, maintaining water quality is very important. Optimal water quality is a key parameter in fish farming, with factors such as pH, ammonia, dissolved oxygen, and temperature being primary concerns. Despite tilapia's tolerance to changes in water quality, careful monitoring remains necessary, especially in intensive farming. Significant changes in water quality can impede fish growth and disrupt their well-being. The utilization of sensor technology and IoT systems in water quality monitoring serves as a relevant solution. Based on research results, the designed monitoring system functions effectively according to the pre-established specifications. The system accurately measures critical parameters such as pH, temperature, dissolved oxygen, and ammonia. Additionally, the system is equipped with automatic control features to adjust pond temperature and pH to optimal levels, ensuring an ideal environment for tilapia growth. Integration of the system with IoT technology enables real-time data access through the Blynk application, facilitating monitoring and management of aquaculture environmental conditions. Thus, the system has proven effective in enhancing the efficiency and productivity of tilapia farming while ensuring optimal fish welfare. | |
| 39138 | 45203 | I1C018092 | EKSTRAKSI DAUN SALAM KOJA (Murraya koenigii) BERBASIS NATURAL DEEP EUTECTIC SOLVENT (NADES) | Abstrak Daun salam koja (Murraya koenigii) banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang memiliki efek farmakologi sebagai antioksidan hingga antitumor. NADES (Natural Deep Eutectic Solvent) merupakan campuran pelarut organik yang dinilai lebih aman untuk ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, kadar fenol total dan aktivitas antioksidan daun salam koja yang diekstraksi menggunakan pelarut NADES. Penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yaitu pembuatan larutan NADES (Natural Deep Eutectic Solvent) dengan metode pengadukan dan pemanasan, uji fisikokimia NADES berupa uji densitas dan viskositas, ekstraksi menggunakan metode UAE (Ultrasonic Assisted Extraction), skrining fitokimia ekstrak, penetapan kadar fenol total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan uji antioksidan menggunakan metode DPPH. Rendemen hasil ekstraksi didapatkan berkisar antara 31-36%. Kandungan metabolit pada ekstrak daun salam koja menggunakan pelarut NADES mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, steroid dan triterpenoid. Kadar fenol total ekstrak daun salam koja menggunakan pelarut NADES S-Mla memiliki kadar fenol total paling baik yaitu 64,89 mg GAE/g dan memiliki aktivitas antioksidan terkuat dengan nilai IC50 285 ppm. Ekstrak NADES daun salam koja mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, steroid dan terpenoid. Ekstrak memiliki aktivitas sebagai antioksidan. | Koja bay leaf (Murraya koenigii) is widely used as a traditional medicine that has pharmacological effects as an antioxidant to antitumor. NADES (Natural Deep Eutectic Solvent) is a mixture of organic solvents that is considered safer for extraction. This study aims to determine the content of secondary metabolites, total phenolic content and antioxidant activity of koja bay leaves extracted using NADES solvent. This research was carried out in several stages, namely the manufacture of NADES (Natural Deep Eutectic Solvent) solution using the stirring and heating method, NADES physicochemical tests in the form of density and viscosity tests, extraction using the UAE (Ultrasonic Assisted Extraction) method, screening of extract phytochemicals, determination of total phenolic content using the Folin-Ciocalteu method and antioxidant tests using the DPPH method. The yield of the extraction results was obtained in the range of 31-36%. The metabolite content in the koja bay leaf extract using NADES solvent contains flavonoids, alkaloids, steroids and triterpenoids. The total phenolic content of koja bay leaf extract using NADES S-Mla solvent has the best total phenol content of 64,89 mg GAE/g and has the strongest antioxidant activity with an IC value of IC50 285 ppm. NADES extract of koja bay leaf contains flavonoids, alkaloids, steroids and terpenoids. The extract has antioxidant activity. | |
| 39139 | 41657 | J1A019053 | A SEMIOTIC ANALYSIS OF WOMEN REPRESENTATION IN THE MOANA MOVIE (2016) BASED ON CHARLES SANDERS PEIRCE THEORY | Semiotika adalah suatu pengetahuan tentang proses di mana objek menentukan atau mempengaruhi sesuatu seperti tanda, untuk menentukan atau mempengaruhi sesuatu melalui interpretasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perempuan direpresentasikan di dalam film Moana dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang berupa icon, indeks, dan symbol serta menggunakan teori Tong (2009) untuk mengetahui adanya liberal feminism di film Moana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif sebagai metode untuk menjawab rumusan masalah dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 24 tanda (8 icon, 8 index, dan 8 simbol) dan menemukan adanya liberal feminism (Equal liberty, Equal education, Equal right, dan the suffrage) yang sesuai dengan teori Tong (2009). Pada liberal feminism, terdapat 4 equal liberty, 2 equal education, 2 equal right dan tidak di temukannya the suffrage yang terdapat didalam hasil data tersebut. Sebagai saran bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan topik ini dan termotivasi untuk mendapatkan informasi dan pemahaman lebih lanjut mengenai penggambaran perempuan dan eksistensi feminisme dalam film ini, disarankan untuk melakukan penelitian serupa dengan film Disney lainnya seperti The Little Mermaid atau menghadirkan film komposit lainnya untuk memperkaya keheterogenan dan kemungkinan variasi karya sastra yang dapat menjadi penemuan baru. | Semiotics is a knowledge of the process in which objects determine or influence something like a sign, to determine or influence something through interpretation. This study aims to analyze how women are represented in the film Moana by using Charles Sanders Peirce's semiotic theory in the form of icons, indexes, and symbols and using Tong's theory (2009) to determine the existence of liberal feminism in the Moana movie. This research uses qualitative description research method as a method to answer the problem formulation of this research. The result of this research is 24 signs (8 icon, 8 index, dan 8 simbol) and found the existence of liberal feminism (Equal liberty, Equal education, Equal right, and the suffrage) in accordance with Tong's theory (2009). In liberal feminism, there are 4 equal liberty, 2 equal education, 2 equal right and there is no suffrage found in the data results. As a suggestion for future researchers who are interested in this topic and motivated to gain further information and understanding regarding the portrayal of women and the existence of feminism in this film, it is suggested to conduct similar research with other Disney films such as The Little Mermaid or presenting other composite films to enrich the heterogeneity and possible variations of literary works that can become new discoveries. | |
| 39140 | 44431 | F1A019054 | Persepsi Siswa SMA di Kabupaten Garut Tentang LGBT | Fenomena LGBT menjadi hal yang menarik untuk dikaji dari berbagai sudut pandang keilmuan termasuk sosiologi. Artikel ini bertujuan mengetahui persepsi siswa SMA di Kabupaten Garut mengenai LGBT. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengumpulan data diperoleh melalui survei yang dilakukan di SMAN 11 Garut dan SMA Bina Nusa Purwajaya dengan jumlah 170 responden. Hasil penelitian menunjukkan persepsi siswa mengenai LGBT cenderung negatif. Hal ini dikarenakan persepsi siswa terhadap LGBT didasarkan pada konten yang ditampilkan di media sosial saja. Konten-konten LGBT yang beredar di media sosial siswa berupa vlog yang menampikan kegiatan sehari-hari pasangan gay atau lesbi. Konten-konten tersebut menimbulkan perasaan tidak suka yang mengakibatkan responden memiliki persepsi yang negatif. | The LGBT phenomenon is an interesting thing to study from various points of view science including sociology. This article aims to determine the perceptions of high school students in Garut Regency regarding LGBT. The research uses quantitative methods, data collection obtained through a survey conducted at SMAN 11 Garut and SMA Bina Nusa Purwajaya with a total of 170 respondents. Research result shows that students' perceptions of LGBT tend to be negative. This is because students' perceptions of LGBT are based on only on content displayed on social media. LGBT content circulating on students' social media in the form of vlogs showing the daily activities of gay couples or lesbian. These contents give rise to feelings of dislike which result respondents have a negative perception. |