Artikelilmiahs
Menampilkan 39.161-39.180 dari 48.943 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39161 | 41669 | F1B019040 | Aspek Aspek Penting Dalam Keberhasilan Inovasi Pelayanan Publik Layak Menikah Ijabah di Kabupaten Kebumen | Pelayanan publik adalah pelayanan oleh pemerintah kepada masyarakat. Inovasi pelayanan publik menjadi solusi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Inovasi Layak Menikah Ijabah merupakan inovasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kebumen yang bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kebumen. Diciptakan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan data kependudukan setelah terjadi pernikahan. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan aspek-aspek penting dalam keberhasilan inovasi dalam pelayanan publik Layak Menikah Ijabah (Layanan Administrasi Kependudukan Melalui Pernikahan Identitas Jadi Berubah). Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi serta analisis data menggunakan analisis interaktif. Uji Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasilnya adalah pertama, aspek tata kelola dan inovasi didukung dari SK Nomor 470/00722/II/2021. Dimana aspek tata kelola dibagi menjadi empat sub aspek yaitu adanya SOP, sosialisasi dilakukan menggunakan media elektronik serta cetak, koordinasi yang dilakukan menggunakan Whatsapp. Kedua, aspek budaya inovasi memberikan kemudahan kepada masyarakat. Ketiga, kemampuan dan alat dalam inovasi sudah baik, sistem yang di gunakan yaitu sistem layak menikah ijabah dan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Upaya meningkatkan kapasitas SDM tetap di lakukan untuk memperkuat semangat kerja, kreativitas dan produktivitas pegawai. Keempat, hambatan yang terjadi berupa hambatan internal dan eksternal. | Public service is service by the government to the community. Public service innovation is a solution in improving services to the community. The Ijabah Marriage Worthy Innovation is an innovation by the Kebumen Regency Population and Civil Registration Service in collaboration with the Kebumen Regency Office of the Ministry of Religion. Created to make it easier for people to manage population data after marriage. The purpose of this article is to explain the important aspects of the success of innovation in public service Decent Marriage Ijabah (Population Administration Services Through Marriage Changing Identity). Using a descriptive qualitative method with the selection of informants using a purposive sampling technique. Data collection using interviews, observation, and documentation as well as data analysis using interactive analysis. Test the validity of the data using source triangulation. The results are first, aspects of governance and innovation are supported by Decree Number 470/00722/II/2021. Where the aspect of governance is divided into four sub-aspects, namely the existence of SOPs, socialization is carried out using electronic and print media, coordination is carried out using Whatsapp. Second, the cultural aspects of innovation provide convenience to the community. Third, the ability and tools for innovation are good, the system used is the system for marriage certificates and the population administration information system (SIAK). Efforts to increase HR capacity are still being carried out to strengthen work enthusiasm, creativity and employee productivity. Fourth, the obstacles that occur are internal and external obstacles. | |
| 39162 | 41670 | J1C016068 | HEROISME DALAM MANGA ISEKAI WO SEIGYO MAHOU DE KIRIHIRAKE KARYA FUJISAWA NAOYUKI DAN SATAKE AKINORI | ABSTRAK Nareswara, Paskalis Aji. “Heroisme dalam manga Isekai wo Seigyo Mahou de Kirihirake karya Satake Akinori dan Fujisawa Naoyuki”. Skripsi Sastra Jepang Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Pembimbing 1 Diana Puspitasari, S.S., M.A. Pembimbing 2 Yudi Suryadi, S.Pd., M.Pd. Sejak Campbell mempublikasikan teori Hero’s Journey, perjalanan hidup seorang pahlawan dalam banyak karya sastra lainya mulai banyak dipelajari oleh berbagai peneliti di penjuru dunia. Begitupula yang terdapat dalam manga Isekai wo Seigyo Mahou de Kirihirake karya Satake Akinori dan Fujisawa Naoyuki yang mengisahkan perjalanan hidup Evan Douglas sebagai seorang yang akan menjadi pahlawan di akhir cerita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana penggambaran sosok pahlawan Evan Douglas dalam Hero’s Jouney milik Joseph Campbell dan apakah dia pantas pantas disebut sebagai pahlawan menurut teori Hero’s Journey milik Joseph Campbell. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori kepahlawanan Hero’s Journey milik Joseph Campbell untuk menganalisis representasi pahlawan dalam diri Evan Douglas di manga Isekai wo Seigyo Mahou de Kirihirake. Dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa Evan Douglas selaku tokoh utama manga Isekai wo Seigyo Mahou de Kirihirake adalah seorang pahlawan. Dilihat dari catatan perjalanan hidupnya dan dimana dia melewati ke tujuhbelas proses yang ada dalam teori Hero’s Journey milik Joseph Campbell. Dari penelitian ini juga dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa teori Hero’s Journey yang biasanya hanya dipakai untuk meneliti karya sastra klasik (legenda, mitos, dll) dapat pula digunakan dalam menganalisis karya sastra modern (manga, light novel, visual novel, game) | ABSTRACT Nareswara, Paskalis Aji. “Heroisme in the manga Isekai wo Seigyo Mahou de Kirihake by Satake Akinori and Fujisawa Naoyuki”. Thesis, Japanese Literature, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Supervisor 1 Diana Puspitasari, S.S., M.A. Supervisor 2 Yudi Suryadi, S.Pd., M.Pd. Since Campbell published the Hero's Journey theory, the life journey of a hero in many other literary works began to be studied by various researchers around the world. Likewise, in the manga Isekai wo Seigyo Mahou de Kirihake by Satake Akinori and Fujisawa Naoyuki, which tells the life journey of Evan Douglas as a person who will become a hero at the end of the story. The purpose of this study is to analyze how the depiction of Evan Douglas' hero figure in Joseph Campbell's hero's jouney and whether he deserves to be called a hero according to Joseph Campbell's Hero's Journey theory. The method used in this research is descriptive method. The theory used to analyze is Joseph Campbell's Hero's Journey theory to analyze the representation of heroes in Evan Douglas in Isekai wo Seigyo Mahou de Kirihake manga. The results of this study state that Evan Douglas as the main character of Isekai wo Seigyo Mahou de Kirihake manga is a hero. Judging from the record of his life journey and where he went through the seventeen processes in Joseph Campbell's Hero's Journey theory. From this research, it can also be concluded that the Hero's Journey theory which is usually only used to examine classical literary works (legends, myths, etc.) can also be used in analyzing modern literary works (manga, light novels, visual novels, games). | |
| 39163 | 41671 | F1D019002 | Strategi Hattrick Petahana dalam Pemenangan Pilkades Tahun 2021 di Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan kepala desa petahana dalam pemenangan jabatan Kepala Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja selama 3 periode, lebih khususnya pada periode ketiga, dan bagaimana untuk mempertahankan jabatan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalisme dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kapabilitas atau kemampuan dalam faktor sosial kepala desa petahana yang aktif bermasyarakat serta dukungan kuat keluarga besar sangat memengaruhi pemenangan, sehingga petahana dapat mempertahankan jabatan sebagai Kepala Desa Karangrau hingga 3 periode. Dalam pemilihannya di periode ketiga, kepala desa petahana dan tim melakukan sosialisasi melalui door to door ke rumah-rumah warga, pengadaan sistem jemput bola, hingga menyediakan doorprize untuk pemilih yang berpartisipasi di Pemilihan Kepala Desa Karangrau tahun 2021. | This research aims to find out the strategies carried out by the incumbent village head in winning the position of Head of Karangrau Village, Sokaraja for 3 periods, more specifically in the third period, and how to maintain this position. By using a qualitative method and case study approach in the framework of the structuralism perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that the capability or ability in the social factors of the incumbent village head who is active in the community and the strong support of their extended family greatly influenced the winning, so that the incumbent could maintain his position as Head of Karangrau Village for up to 3 periods. In the election for the third period, the incumbent village head and team conducted socialization through door-to-door to residents’ homes, procuring a ‘jemput bola’ system, and providing doorprizes for voters who participated in the 2021 Karangrau Village Head Election. | |
| 39164 | 41672 | I1D019059 | PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BUAH MANGGA, BUAH JERUK, DAN BUAH NAGA TERHADAP KADAR LOWDENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA HEWAN COBA (Studi Pada Tikus Sprague Dawley Hiperkolesterolemia) | Latar Belakang: Hiperkolesterolemia merupakan kondisi di mana terjadi peningkatan kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Buah-buahan seperti mangga gedong gincu, jeruk manis dan buah naga merah memiliki berbagai zat gizi yang dapat menurunkan kadar kolesterol pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian buah mangga gedong gincu, buah jeruk manis dan buah naga merah terhadap kadar LDL pada hewan coba. Metodologi: Penelitian ini menggunakan True Experimental dengan rancangan randomized controlled pre-post test design. Penelitian ini penelitian ini menggunakan tikus sebanyak 30 ekor yang dibagi secara random menjadi lima kelompok yaitu kelompok K1 tanpa perlakuan hanya diberikan pakan dan air, kelompok K2, K3, K4, K5 diberikan pakan dan HFD (High Fat Diet) hingga hiperkolesterolemia. K3 dilanjutkan dengan pemberian intervensi dengan buah mangga gedong gincu dengan dosis 3,6mL/200g BB, K4 dilanjutkan dengan pemberian intervensi dengan buah jeruk manis dengan dosis 9mL/200g BB, K5 dilanjutkan dengan pemberian intervensi dengan buah naga merah dengan dosis 3,6mL/200g BB. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok K3 memiliki ratarata perubahan kadar LDL sebanyak -38,65±3,44 mg/dL. Kelompok K4 memiliki rata-rata perubahan kadar LDL sebanyak -48,36±3,80 mg/dL. Kelompok K5 memiliki rata-rata perubahan kadar LDL sebanyak -51,88±2,21 mg/dL. Kesimpulan: Terdapat efektifitas pemberian buah mangga gedong gincu, buah jeruk manis, dan buah naga merah terhadap kadar LDL pada tikus sprague dawley. Bahwa penurunan paling efektif terdapat pada Buah buah naga merah dengan penurunan sebanyak -51,88±2,21 mg/dL. | Background: Hypercholesterolemia is a condition in which there is an increase in cholesterol levels in the blood beyond the normal limit. Fruits such as "mangga gedong gincu" (red-stemmed mango), sweet oranges, and red dragon fruit contain various nutrients that can lower cholesterol levels in the body. This study aims to determine the effectiveness of administering juices from "mangga gedong gincu," sweet oranges, and red dragon fruit on LDL levels in experimental animals Methods: This research employs a True Experimental approach with a randomized controlled post-test design. A total of 30 rats were used in this study, divided randomly into five groups: Group K1 received no treatment and was only given food and distilled water, Groups K2, K3, K4, K5 were given food and HFD (High Fat Diet) to induce hypercholesterolemia. Group K3 received an intervention with "mangga gedong gincu" (red-stemmed mango) fruit at a dose of 3.6g/200g body weight, Group K4 received an intervention with sweet orange at a dose of 9mL/200g body weight, and Group K5 received an intervention with red dragon fruit at a dose of 3.6g/200g body weight. Result: The results of this study indicate that Group K3 had an average change of - 38.65±3.44 mg/dL. Group K4 had an average change of -48.36±3.80 mg/dL. Group K5 had an average change of -51.88±2.21 mg/dL. Conclusion: There is an effectiveness of administering "mangga gedong gincu" (redstemmed mango) fruit, sweet orange fruit, and red dragon fruit on LDL levels in Sprague Dawley rats. The most effective reduction was observed in the red dragon fruit juice group with an average decrease of -51.88±2.21 mg/dL. | |
| 39165 | 41673 | A1C019009 | Karakteristik Biobriket Berbasis Bonggol Jagung pada Variasi Komposisi Perekat Tepung Kanji dan Lama Pengeringan | Biomassa adalah bentuk energi terbarukan yang berpotensi dijadikan bahan bakar alternatif. Limbah biomassa seperti bonggol jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan biobriket. Biobriket dengan mutu yang baik adalah yang memenuhi standar mutu biobriket, sehingga dibutuhkan pengujian terhadap biobriket untuk menentukan variasi komposisi perekat dan lama pengeringan terbaik agar menghasilkan biobriket dengan mutu yang baik. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2023 dengan pengujian yang dilakukan yaitu uji kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, densitas, laju pembakaran, dan ketahanan biobriket terhadap benturan (shatter index). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian terhadap perlakuan variasi komposisi perekat dan lama pengeringan beberapa perlakuan telah memenuhi SNI 01-6235-2000. Nilai kadar air biobriket pada penelitian ini sebesar 7,51 – 11,97%bb, dimana perlakuan K1P1, K1P2, dan K3P2 sudah memenuhi standar mutu biorbiket. Nilai kadar abu yang diperoleh berkisar diantara 0,56 - 0,81% dan susah sesuai dengan SNI, nilai volatile matter berkisar antara 3,44 - 4,66% telah memenuhi standar mutu biorbriket, nilai kerapatan biobriket yang dihasilkan yaitu berkisar 0,85 – 1,27 g/cm3 sudah sesuai dengan standar mutu biobriket, nilai laju pembakaran berkisar 0,21 – 0,31 g/menit, dan nilai shatter index yaitu berkisar antara 66,57 - 98,60%. Variasi komposisi perekat terbaik yaitu komposisi perekat 20% (K3). Variasi lama pengeringan terbaik yaitu 8 jam (P2). Variasi komposisi perekat dan lama pengeringan terbaik yaitu pada perlakuan K3P2 dengan komposisi perekat 20% dan lama pengeringan 8 jam. | Biomass is a form of renewable energy that has the potential to be used as an alternative fuel. Biomass waste such as corn cobs can be used as raw material for making biobriquettes. Biobriquettes with good quality are those that meet biobriquette quality standards, so biobriquettes are required to be tested to determine the variation in adhesive composition and the best drying time in order to produce biobriquettes with good quality. Data collection was carried out from March to July 2023 with tests carried out namely tests for moisture content, ash content, volatile matter content, density, combustion rate, and biobriquette resistance to impact (shatter index). The results of the research showed that testing of the various treatments of adhesive composition and drying time of several treatments complied with SNI 01-6235-2000. The water content value of the biobriquettes in this study was 7.51 – 11.97% wb, where the K1P1, K1P2, and K3P2 treatments met the quality standards of the biobriquettes. The ash content values obtained ranged from 0.56 - 0.81% and were difficult to comply with SNI, volatile matter values ranged from 3.44 - 4.66% and met the quality standards of biobriquettes, the density values of the resulting biobriquettes ranged from 0.85 – 1.27 g/cm3 is in accordance with biobriquette quality standards, combustion rate values range from 0.21 – 0.31 g/minute, and shatter index values range from 66.57 - 98.60%. The best adhesive composition variation is 20% adhesive composition (K3). The best variation of drying time is 8 hours (P2). The best variation of adhesive composition and drying time was in the K3P2 treatment with 20% adhesive composition and 8 hours of drying time. | |
| 39166 | 41675 | A1D016058 | Pengaruh POC Azolla mycrophylla terhadap pertumbuhan tanaman kelapa sawit (Elaeuis guinensis jacq) Varietas tenera DXP di Pre nursery | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemupukan dan teknik pemupukan Azolla mycrophylla terhadapa fisiologis tanaman kelapa sawit Elaeuis guinensis jacq varietas DXP di Pre nursery. Penelitian berupa pembibitan di dalam polybag yang di lakukan pada Desember 2022 sampai dengan Maret 2022 di experimental farm Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi pemupukan dengan taraf taraf Kontrol; 25%; 50%; dan 75% /polybag, faktor kedua adalah teknik pemupukan dengan taraf Kocor; Penyemprotan; dan injectsi. Variabel pengamatan meliputi Jumlah stomata, Kerapatan stomata, Kehijauan daun, Bobot tanaman segarm Bobot tanaman kering, Bobot turgid, Kandungan air nisbi, Luas daun, Laju transpirasi. Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi pemupukan pupuk organik cair (POC) Azolla mycrophylla memberikan pengaruh nyata pada variabel bobot segar, bobot turgid, bobot kering, jumlah stomata, kerapatan stomata, luas daun, dan laju transpirasi. konsentrasi pemupukan pupuk organik cair (POC) Azolla mycrophylla 75% memberikan hasil kerapatan stomata yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi kontrol (NPK), K1(25%), dan K2(50%). Teknik pemupukan memberikan pengaruh nyata pada variabel luas daun. Perlakuan teknik pemupukan pupuk organik cair (POC) Azolla mycrophylla P1(kontrol) dengan cara di kocor memberikan hasil bobot turgid yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan P2(semprot), dan P3(injeksi). Kombinasi perlakuan antara POC dan teknik pemupukan tidak mem erikan pengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. konsentrasi 75% dan teknik pemupukan dengan cara dikocor memberikan hasil terbaik yaitu pada perlakuan K3P1. Kata kunci: kelapa sawit, POC Azolla mycrophylla, Konsentrasi pemupukan, Teknik pemupukan | This study aims to determine the effect of fertilization concentration and fertilization techniques of Azolla mycrophylla on the physiology of oil palm Elaeuis guinensis jacq variety DXP in the Pre nursery. Research in the form of nurseries in polybags was carried out from December 2022 to March 2022 at the experimental farm of the Faculty of Agriculture, and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Jenderal Soedirman University. The design used was a factorial randomized block design (RBD) with two factors repeated three times. The first factor is the concentration of fertilization with the control level; 25%; 50%; and 75% / polybag, the second factor is the fertilization technique at the Kocor level; Spraying; and injection. The observed variables included number of stomata, stomata density, green leaves, fresh plant weight, dry plant weight, turgid weight, relative water content, leaf area, transpiration rate. The results showed that the fertilization concentration of liquid organic fertilizer (POC) Azolla mycrophylla had a significant effect on the variable fresh weight, turgid weight, dry weight, number of stomata, stomata density, leaf area, and transpiration rate. 75% concentration of liquid organic fertilizer (POC) Azolla mycrophylla gave higher stomatal density compared to control concentration (NPK), K1(25%), and K2(50%). Fertilization techniques have a significant effect on leaf area variables. The fertilization technique of liquid organic fertilizer (POC) Azolla mycrophylla P1 (control) by leaking method gave higher turgid weight results compared to the P2 (spray) and P3 (injection) treatments. The combination of treatment between POC and fertilization techniques did not give a significant effect on all observed variables. concentration of 75% and the fertilization technique by leaking gave the best results in the K3P1 treatment. Keywords: oil palm, POC Azolla mycrophylla, fertilizer concentration, technique | |
| 39167 | 43944 | I1A020073 | Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru pada Pekerja Sektor Informal di Desa Ledug Kecamatan Kembaran | Latar Belakang: Penyakit tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Pekerja sektor informal merupakan mayoritas di Indonesia, sehingga berpotensi terkena tuberkulosis paru karena lingkungan kerja sektor informal biasanya tidak terstandar dengan baik. Faktor risiko yang dapat berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis paru adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, sikap, perilaku, pencahayaan dan kepadatan hunian. Tujuannya adalah mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis paru pada pekerja sektor informal di Desa Ledug Kecamatan Kembaran. Metode: Penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan rumus Lemeshow dengan jumlah 85 pekerja. Analisis data yang digunakan adalah univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan uji Korelasi Spearman, serta analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda. Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah pencahayaan (p value = 0,029), pengetahuan (p value = 0,046) dan perilaku (p value = 0,046). Variabel yang tidak berpengaruh adalah umur (p value = 0,508), jenis kelamin (p value = 1,000), pendidikan (p value = 0,898), sikap (p value = 1,000) dan kepadatan hunian (p value = 0,743). Simpulan: Variabel yang berpengaruh adalah pencahayaan, pengetahuan dan perilaku. Variabel pencahayaan memiliki pengaruh paling besar terhadap kejadian tuberkulosis paru. Pekerja sektor informal disarankan untuk memberikan akses cahaya alami (matahari) yang masuk ke rumah dengan ventilasi atau jendela yang rutin dibuka setiap hari. | Background: Tuberculosis is a direct infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Informal sector workers are the majority in Indonesia, they have potential to get pulmonary tuberculosis because the informal sector work environment is not standardised. Risk factors that can influence the incidence of pulmonary tuberculosis are age, sex, education, knowledge, attitudes, behavior, lighting and population density. The goal is to determine the risk factors that influence the incidence of pulmonary tuberculosis in informal sector workers in Ledug Village, Kembaran District. Methods: This research is a quantitative study using a cross sectional approach. Sampling using the Lemeshow formula with a total of 85 workers. The data is analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with Chi-Square test and Spearman Correlation test, as well as multivariate analysis with Multiple Logistic Regression test. Results: The influencing variables are lighting (p value = 0,029), knowledge (p value = 0,046) and behavior (p value = 0,046). The variables that have no influence are age (p value = 0,508), sex (p value = 1,000), education (p value = 0,898), attitudes (p value = 1,000), and population density (p value = 0,743). Conclusion: The influencing variables are lighting, knowledge, and behavior. The variables that have no influence are age, sex, education, attitudes, and population density. Informal sector workers are advised to provide access natural light (sun) enter the house with ventilation and windows are routinely opened every day. | |
| 39168 | 44436 | I1B020005 | GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG TRIAGE PADA MAHASISWA PROFESI NERS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian terpenting dalam sistem pelayanan kesehatan, maka keadaan kegawatdaruratan pasien harus diprioritaskan saat menangani pasien dengan gejala darurat. Mahasiswa profesi ners disiapkan untuk menjadi tenaga kesehatan profesional. Sangat penting bagi mahasiswa profesi ners untuk memperoleh pengetahuan yang cukup tentang praktik keperawatan khusunya triage di IGD. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengetahuan dan sikap tentang triage pada mahasiswa profesi Ners Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi Penelitian: Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 mahasiswa profesi Ners dengan teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji distribusi frekuensi. Hasil penelitian: menunjukkan tingkat pengetahuan tentang triage pada mahasiswa profesi Ners sebagian besar cukup (61,6%) dan seluruh responden memiliki sikap positif tentang triage (100%). Kesimpulan : Pengetahuan triage pada mahasiswa profesi Ners sebagian besar memiliki pengetahuan cukup | Background: The Emergency Department (IGD) is the most important part of the health care system, just patient emergencies must be prioritized when treating patients with emergency symptoms. Nursing profession students are prepared to become professional health workers. It is very important for nursing profession students to gain sufficient knowledge about nursing practice, especially triage in the ER. Research Objective: to determine knowledge and attitudes about triage among students of the Nursing profession at Jenderal Soedirman University. Research Methodology: This research design is quantitative descriptive. The sample in this research was 73 students of the nursing profession using the Total Sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Data analysis uses the frequency distribution test. Research results: show that the level of knowledge about triage among nursing professional students is mostly sufficient (61.6%) and all respondents have a positive attitude about triage (100%). Conclusion: Most of the nursing profession students have sufficient triage knowledge. | |
| 39169 | 44437 | J1C019027 | Kajian Mimetik dalam Light Novel Bungou Stray Dogs Osamu Dazai And Dark Age Karya Kafka Asagiri | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian mimetik dalam novel Bungou Stray Dogs : Osamu Dazai and Dark Age menggunakan pendekatan mimetik yang dikemukakan oleh Abrams. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan simak catat pada pengumpulan datanya. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan kata-kata yang bersumber dari novel Dark Age. Hasil analisis data menemukan bahwa penggambaran realitas memiliki kaitan dengan struktur cerita melalui tokoh utama Sakunosuke Oda. Terdapat 15 data yang menggambarkan esensi unsur mimetik. Unsur mimetik yang dalam kajian yaitu, status hierarki dalam masyarakat, penokohan karakter Odasaku yang berhubungan dengan sastrawan Oda Sakunosuke, hubungan karakter dalam cerita dengan Odasaku, dan kematian Odasaku yang meniru kondisi saat Oda Sakunosuke meninggal. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa Dark Age ditulis berdasarkan fakta, namun adanya informasi yang bertentangan dengan kebenaran atau telah mengalami modifikasi kembali menjadi pengingat bahwa Dark Age merupakan prosa fiksi. | This study was conducted to determine the mimetic study in the novel Bungou Stray Dogs: Osamu Dazai and the Dark Age utilizing Abrams' mimetic technique. This research is qualitative descriptive study. The data collection methods used are library study techniques and observation note-taking. This study's data consists of sentences and words from the Dark Age book. The data analysis results show that the portrayal of reality is tied to the plot structure through the main character, Sakunosuke Oda. There are 15 data points that represent the essence of mimetic components. The mimetic components is reflected through Odasaku's social hierarchy standing, his portrayal in connection to the writer Oda Sakunosuke, the relationships of the characters in the narrative with Odasaku, and Odasaku's death, which mimics the conditions when Oda Sakunosuke died. The conclusion of this research is that Dark Age is written based by facts, but the existence of material that contradicts the reality or has been altered serves as a reminder that Dark Age is a work of fiction. | |
| 39170 | 41674 | A1A016065 | ANALISIS KINERJA USAHA PEDAGANG SAYURAN DI PASAR STASIUN TRANSIT AGRIBISNIS GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP | Sayuran bagi masyarakat Indonesia merupakan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari yang harus dipenuhi. Pedagang perantara sayuran banyak ditemukan di pasar tradisional, salah satunya yaitu Pasar Stasiun Transit Agribisnis Gandrungmangu. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis struktur biaya usaha pedagang sayuran di pasar Stasiun Transit Agribisnis Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, 2) Menganalisis tingkat keuntungan usaha pedagang sayuran di pasar Stasiun Transit Agribisnis Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, 3) Menganalisis efisiensi usaha pedagang sayuran di pasar Stasiun Transit Agribisnis Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Penelitian ini dilakukan dengan ukuran sampe sebesar 25 responden pedagang besar sayuran yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Lokasi penelitian tersebut dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa pasar Stasiun Transit Agribisnis merupakan salah satu pasar induk, pusat grosir sayur dan buah di Kabupaten Cilacap. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kinerja usaha secara kuantitatif yaitu analisis biaya usaha, analisis penerimaan usaha, analisis keuntungan usaha, dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukan: 1) Rata-rata besarnya biaya total usaha pedagang sayuran di pasar Stasiun Transit Agribisnis dalam satu hari sebesar Rp17.507.906,15. 2) Rata-rata besarnya penerimaan usaha pedagang sayuran di Pasar Stasiun Transit Agribisnis dalam satu hari sebesar Rp19.577.891,33. 3) Rata-rata besarnya keuntungan yang didapatkan pedagang sayuran di pasar Stasiun Transit Agribisnis dalam satu hari sebesar Rp2.069.985,19. 4) Rata-rata besarnya R/C ratio usaha pedagang sayuran di pasar Stasiun Transit Agribisnis dalam satu hari sebesar 1,12 yang berarti usaha yang dilakukan efisien dan layak untuk dijalankan. | Vegetables for Indonesian people are a necessity in everyday life that must be fulfilled. Vegetable intermediary traders can be found in traditional markets, one of which is the Gandrungmangu Agribusiness Transit Station Market. This study aims to: 1) Analyze the cost structure of a vegetable traders business in the Gandrungmangu Agribusiness Transit Station market, Cilacap Regency, 2) Analyze the profit level of a vegetable traders business in the Gandrungmangu Agribusiness Transit Station market, Cilacap Regency, 3) Analyze the business efficiency of vegetable traders in the market Gandrungmangu Agribusiness Transit Station, Cilacap Regency. This research was conducted in June 2023. This research was conducted with a sample size of 25 respondents to vegetable wholesalers who were determined by the method purposive sampling. The research location was chosen purposively (purposive) with the consideration that the Agribusiness Transit Station market is one of the main markets, a wholesale center for vegetables and fruit in Cilacap Regency. The analysis used in this study is a quantitative analysis of business performance, namely business cost analysis, business revenue analysis, business profit analysis, and R/C ratio analysis. The results showed: 1) The average total cost of a vegetable traders business in the Agribusiness Transit Station market in one day is IDR 17,507,906.15. 2) The average amount of business revenue for vegetable traders at the Agribusiness Transit Station Market in one day is IDR 19,577,891.33. 3) The average amount of profit earned by vegetable traders at the Agribusiness Transit Station market in one day is IDR 2,069,985.19. 4) The average R/C ratio of a vegetable traders in the Agribusiness Transit Station market in one day is 1.12, which means that the business is efficient and feasible to run. | |
| 39171 | 41676 | F1D018039 | Relasi Kuasa Patron-Klien dalam Film "Turah" Karya Wicaksono Wisnu Legowo | Tulisan ini membahas mengenai relasi kekuasaan patron klien dalam film “Turah” tahun 2016 yang menggambarkan fenomena kekuatan patron-klien diatas masyarakat marginal. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika. Teori yang digunakan yakni teori patron-klien dari James Scott dengan adanya timbal balik yang berjalan antara pemilik modal dan anak buah. Kekuasaan patron diperoleh melalui pemberian orang tua, usaha, dan strategi yang kemudian didistribusikan kepada klien. Relasi yang kuat antara patron dan klien membuat kekuasaan mereka sulit untuk digoyahkan oleh pihak lain. Segala upaya ditempuh oleh relasi patron- klien untuk dapat mempertahankan bisnis tanpa diketahui oleh korban patronase. Kepercayaan masyarakat membuat pihak patron-klien berkuasa dan membuat keputusan guna kepentingan mereka sendiri serta dapat dengan mudah menyingkirkan hal yang dapat mengancam kekuasaan mereka. | This paper discusses the patron-client power relations in the 2016 film "Turah" which describes the phenomenon of patron-client power over marginalized communities. The research method uses descriptive qualitative with a hermeneutic approach. The theory used is the patron-client theory of James Scott with the existence of reciprocity that runs between the owner of capital and his subordinates. Patron power is acquired through parental gifts, efforts, and strategies which are then distributed to clients. The strong relationship between the patron and the client makes it difficult for their power to be shaken by other parties. Every effort is made by the patron-client relationship to be able to maintain the business without being noticed by the victim of patronage. | |
| 39172 | 41677 | A1A116020 | ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI ORGANIK DI DESA LEMBERANG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS | Prospek pengembangan beras organik dalam negeri sangat positif terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Salah satu daerah penghasil padi organik di Kabupaten Banyumas yaitu Desa Lemberang Kecamatan Sokaraja. Komoditas utama di Desa Lemberang yaitu padi. Petani di Desa Lemberang mulai beralih melakukan usahatani padi organik dan masih dalam proses pengembangan dikarenakan usahatani padi organik tersebut baru dilaksanakan tahun 2022. Pengembangan yang dilakukan bertujuan agar produksi padi organik dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani padi organik, dan 2) mengetahui kelayakan usahatani padi organik di Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupatan Banyumas pada bulan Juni 2023. Penelitian ini mengambil seluruh petani padi organik di Desa Lemberang yang berjumlah 17 petani sebagai responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata biaya produksi padi organik di Desa Lemberang yaitu Rp17.332.025,00 per hektar dan rata-rata penerimaan petani padi organik yaitu Rp19.285.500,00 per hektar sehingga pendapatan petani padi organik yaitu Rp1.944.942,00 per hektar. Nilai R/C ratio usahatani padi organik di Desa Lemberang menunjukkan hasil 1,11 lebih dari 1 berarti usahatani padi organik di Desa Lemberang efisien atau memberikan keuntungan karena penerimaan yang diperoleh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Hasil produksi usahatani padi organik di Desa Lemberang sebesar 356 kilogram lebih dari nilai BEP unit 320 kilogram, penerimaan produksi usahatani padi organik di Desa Lemberang sebesar Rp2.313.235,00 lebih dari nilai BEP penerimaan Rp807.904,00 dan harga padi organik di Desa Lemberang yaitu Rp6.500,00 per kilogram lebih dari nilai BEP harga Rp5.844,00 per kilogram sehingga usahatani padi organik di Desa Lemberang dikatakan layak untuk diusahakan. | The prospect of developing organic rice in the country is very positive, especially to meet the needs of the domestic market. One of the organic rice producing areas in Banyumas Regency is Lemberang Village, Sokaraja Sub-district. The main commodity in Lemberang Village is rice. Farmers in Lemberang Village are starting to switch to organic rice farming and are still in the process of development because organic rice farming was only implemented in 2022. The development aims to increase the production of organic rice. This study aims to: 1) determine the production cost, revenue and income of organic rice farming, and 2) determine the feasibility of organic rice farming in Lemberang Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency. This research was conducted in Lemberang Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency in June 2023. This study took all 17 organic rice farmers in Lemberang Village as respondents. Data analysis in this study used cost analysis, revenue, income, R/C ratio, and break-even point. The results showed that the average value of organic rice production costs in Lemberang Village was Rp17.332.025,00 per hectare and the average revenue of organic rice farmers was Rp19.285.500,00 per hectare so that the income of organic rice farmers was Rp1.944.942,00 per hectare. The R/C ratio value of organic rice farming in Lemberang Village shows a result of 1.11 more than 1, meaning that organic rice farming in Lemberang Village is efficient or profitable because the revenue obtained is greater than the costs incurred. The production yield of organic rice farming in Lemberang Village is 356 kilograms more than the BEP unit value of 320 kilograms, the production revenue of organic rice farming in Lemberang Village is IDR 2,313,235.00 more than the BEP value of IDR 807,904.00 and the price of organic rice in Lemberang Village is IDR 6,500 per kilogram more than the BEP value of IDR 5,844.00 per kilogram so that organic rice farming in Lemberang Village is said to be feasible. | |
| 39173 | 41678 | A1A017062 | Analisis efisiensi pemasaran salak pondok di Desa Gununggiana Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara | Salak pondoh (Salacca zalacca edulis reinw) merupakan tanaman buah asli dari Indonesia. Melihat potensi tanah dan iklim yang sangat cocok untuk budidaya tanaman salak, Desa Gununggiana merupakan salah satu desa di Kabupaten Banjarnegara yang telah melaksanakan pembangunan di bidang pertanian, yaitu dengan mengembangkan budidaya tanaman salak pondoh. Salak pondoh mempunyai rantai pemasaran yang cukup panjang, sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan harga yang cukup jauh antara petani dengan konsumen akhir. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisis pemasaran salak untuk mengetahui bagaimana saluran pemasaran dan efisiensi saluran pemasaran salak di Desa Gununggiana. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui saluran pemasaran dan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran salak di Desa Gununggiana Kecamatan Madukara, (2) Menghitung margin pemasaran yang diterima oleh masing-masing saluran pemasaran salak di Desa Gununggiana Kecamatan Madukara, dan (3) Mengetahui tingkat efisiensi saluran pemasaran salak di Desa Gununggiana Kecamatan Madukara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penelitian dilaksanakan pada Bulan November tahun 2022. Teknik pengambilan sampel petani ditentukan dengan metode Simple Random Sampling dengan sampel petani sebanyak 35 sampel; sedangkan pengambilan sampel untuk lembaga pemasaran ditentukan dengan metode Snowball Sampling terdapat 5 pedagang pengumpul (tengkulak), 3 pedagang besar, 6 penyalur, dan 1 pedagang pengecer. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan saluran pemasaran dan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh lembaga pemasaran salak pondoh. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur efisiensi pemasaran salak pondoh dengan menggunakan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan atas biaya pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh saluran pemasaran salak pondoh di Desa Gununggiana. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh setiap lembaga yang terlibat dalam pemasaran salak adalah fungsi pembelian, penjualan, bongkar muat, pengangkutan, penyimpanan, pengemasan, pembiayaan, penanggungan risiko, sortir dan grading, informasi harga. Saluran pemasaran VII memiliki margin pemasaran tertinggi yaitu sebesar Rp8.500,00/kg, sedangkan saluran II memiliki margin pemasaran terendah yaitu sebesar Rp2.209,00/kg. Saluran pemasaran yang efisien yaitu saluran II, IV, VI dengan menggunakan tiga indikator. | Salak pondoh (Salacca zalacca edulis reinw) is a native fruit plant from Indonesia. Seeing the potential of the soil and climate which are very suitable for the cultivation of zalacca plants, Gununggiana Village is one of the villages in Banjarnegara Regency which has carried out development in the agricultural sector, namely by developing pondoh zalacca cultivation. Salak pondoh has a fairly long marketing chain, causing a considerable price difference between farmers and end consumers. Therefore, researchers are interested in analyzing salak marketing to find out how the marketing channel and the efficiency of the salak marketing channel are in Gununggiana Village. This study aims to: (1) Know the marketing channels and marketing functions carried out by marketing agencies for salak in Gununggiana Village, Madukara District, (2) Calculate the marketing margin received by each marketing channel for salak in Gununggiana Village, Madukara District , and (3) Knowing the level of efficiency of the salak marketing channel in Gununggiana Village, Madukara District. The research method used is survey method. The research was conducted in November 2022. The sampling technique for farmers was determined by the Simple Random Sampling method with 35 samples of farmers; while the sampling for marketing institutions was determined by the Snowball Sampling method, there were 5 collectors, 3 wholesalers, 6 intermediaries, and 1 retailer. The types of data used in this research are primary data and secondary data. Data analysis used in this research is descriptive analysis and quantitative analysis. Descriptive analysis is used to explain marketing channels and the functions performed by salak pondoh marketing agencies. While quantitative analysis is used to measure the marketing efficiency of salak pondoh using marketing margin analysis, farmer's share, and the ratio of profits to marketing costs. The results showed that there were seven marketing channels for salak pondoh in Gununggiana Village. The functions performed by each institution involved in marketing salak were purchasing, selling, unloading, transporting, storing, packaging, financing, risk-bearing, sorting and grading, price information. Marketing channel VII has the highest marketing margin of IDR 8.500,00/kg, while channel II has the lowest marketing margin of IDR 2.209,00/kg. An efficient marketing channel II, IV, VI uses three indicators. | |
| 39174 | 41679 | I1C019025 | Formulasi Nanoemulsi Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Kombinasi Surfaktan Tween 80-Span 80 dan Kosolven Gliserol Sebagai Kandidat Terapi Otomikosis | Latar Belakang: Minyak atsiri kayu manis memiliki efek antijamur termasuk jamur penyebab otomikosis. Akan tetapi, minyak atsiri kayu manis memiliki kelarutan dalam air yang rendah, mudah menguap, teroksidasi, dan memiliki bioavailabilitas yang rendah dalam tubuh. Pembuatan nanoemulsi dapat mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan surfaktan tween 80-span 80 dan kosolven gliserol dan dilakukan karakterisasi sediaan. Metodologi: Nanoemulsi dibuat dengan menggunakan kombinasi surfaktan tween 80, span 80, dan kosolven gliserol. Dilakukan karakterisasi nanoemulsi minyak atsiri kayu manis, seperti stabilitas fisik penyimpanan pada suhu ruang dan heating-cooling cycle, ukuran partikel, distribusi partikel, zeta potensial, morfologi, serta analisis FTIR. Hasil Penelitian: Nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan rasio zat aktif dan jumlah surfaktan 1:5 meliputi 6% minyak atsiri, 18,9% tween 80, 11,1% span 80, dan 10% gliserol memiliki karakteristik ukuran partikel rata-rata 36,03 ± 1,00 nm, PDI 1,422 ± 0,13, rata-rata zeta potensial 7,4 mV, morfologi partikel sferis, spektrum FTIR menunjukkan kesamaan bilangan gelombang gugus fungsi antara nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan minyak atsiri kayu manis dengan sedikit pergeseran. Hasil uji stabilitas nanoemulsi di suhu ruang selama 1 bulan tidak menunjukkan pemisahan fase namun pada heating-cooling cycle menunjukkan pemisahan fase. Kesimpulan: Minyak atsiri kayu manis dapat dibuat nanoemulsi yang optimum dan stabil secara fisik dengan perbandingan minyak : surfaktan 1:5. Minyak atsiri kayu manis telah termuat ke dalam system nanoemulsi melalui analisis FTIR. | Latar Belakang: Cinnamon essential oil is known to have antifungal effects including the fungus that causes otomycosis. However, this oil has low water solubility, evaporates & oxidizes easily, and has low bioavailability but nanoemulsion can overcome this. This study aims to make and characterize cinnamon essential oil nanoemulsion with tween 80 – span 80 and glycerol. Metodologi: Nanoemulsion was prepared using a combination of tween 80, span 80, and glycerol as co-solvent. Characterization of this nanoemulsion was carried out such as physical stability at room temperature and heating-cooling cycle, particle size and distribution, zeta potential, morphology, and FTIR analysis. Hasil Penelitian: Cinnamon essential oil nanoemulsion with active substance and surfactant amount ratio at 1:5, including 6% essential oil, 18,9% tween 80, 11,1% span 80, and 10% glycerol has a characteristic average particle size of 36,03 ± 1,00 nm, PDI 1,422 ± 0,13, average zeta potential 7,4 mV, spherical, and showed similarity in functional group wavenumbers between cinnamon essential oil nanoemulsion and cinnamon essential oil with slight shift. Stability test showed that phase separation did not occur in nanoemulsion at room temperature for 1 month but the heating-cooling cycle showed phase separation. Kesimpulan: Physically stable cinnamon essential oil can be prepared with an oil : surfactant ratio of 1:5. Cinnamon essential oil has been loaded into the nanoemulsion system through FTIR analysis. | |
| 39175 | 41680 | A1D016145 | POTENSI METABOLIT SEKUNDER Beauveria bassiana ISOLAT PAPUA UNTUK MENGENDALIKAN NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) PADA TANAMAN TOMAT | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi metabolit sekunder B. bassiana yang efektif terhadap mortalitas Meloidogyne spp. di laboratorium, mengetahui pengaruh frekuensi metabolit sekunder B. bassiana dalam mengendalikan Meloidogyne spp. dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan November 2019 hingga Maret 2020. Penelitian terdiri dari 2 tahap, yaitu uji konsentrasi metabolit sekunder B. bassiana terhadap mortalitas Meloidogyne spp. di Laboratorium dan uji frekuensi perlakuan metabolit sekunder B. bassiana untuk mengendalikan Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Uji konsentrasi metabolit sekunder B. bassiana dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 taraf konsentrasi yaitu 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati yaitu mortalitas nematoda yang diamati selama 3 hari. Uji frekuensi perlakuan metabolit sekunder B. bassiana dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan yaitu 0 kali (kontrol), 2 kali, 3 kali, 4 kali, dan nematisida furadan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati adalah tingkat kerusakan akar, populasi nematoda dalam tanah, tinggi tanaman, bobot tajuk, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa metabolit sekunder B. bassiana bersifat toksik terhadap Meloidogyne spp. Konsentrasi 4% menyebabkan mortalitas 39,8 % dengan nilai LC95 96,79 ml/l. Frekuensi pemberian metabolit sekunder B. bassiana 4 kali mampu menekan populasi Meloidogyne spp. sebesar 35,5% dan tingkat kerusakan akar, namun tidak mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat. | This research aimed to determine the effective concentration of secondary metabolite of B. bassiana on mortality of Meloidogyne spp. in a laboratory and knowing the best frequency of secondary metabolite of B. bassiana application to control the Meloidogyne spp., and knowing the effect of secondary metabolite of B. bassiana application on tomato plant growth. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory and Screen House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November 2019 to March 2020. The study consisted of 2 stages, namely the concentration of secondary metabolite of B. bassiana test on mortality of Meloidogyne spp. in the laboratory and the frequency of secondary metabolite of B. bassiana application to control the Meloidogyne spp. in tomato plants. The B. bassiana secondary metabolite concentration test was carried out using a randomized block design with 5 levels of concentration, namely 0%, 1%, 2%, 3%, and 4%. Each treatment was repeated 5 times. The observed variable was the nematode mortality which observed for 3 days. Furthermore, the frequency test was carried out using a randomized block design with 5 treatments, namely 0 times (control), 2 times, 3 times, 4 times, and furadan. Each treatment was repeated 5 times. The variables observed were the level of root damage, nematodes population in the soil, plant height, crown weight, and the number of leaves. The research results showed that secondary metabolite of B. bassiana was toxic to the root knot nematodes. The secondary metabolite of B. bassiana with concentration 4% can cause 39.8% mortality with LC95 value as amount as 96,79 ml/l. The frequency of secondary metabolite of B. bassiana application in 4 times can reduce the population of Meloidogyne spp. by 35,5% and the level of root damage, but not able to increase the growth of tomato plants. | |
| 39176 | 41681 | I1E018039 | ANALISIS TENDANGAN PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT SMA NEGERI 3 PURWOKERTO TERHADAP HASIL PRESTASI POPDA TAHUN 2023 | Latar Belakang: Tendangan merupakan teknik yang sering digunakan dalam pertandingan dan tendangan mempunyai dampak bahwa tendangan sulit ditangkis atau ditangkap oleh lawan. Maka dari itu dilakukan penelitian dengan judul “Analisis Tendangan Pada Peserta Ekstrakurikuler Pencak Silat SMA Negeri 3 Purwokerto Terhadap Hasil Prestasi POPDA Tahun 2023” Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan metode tes tendangan dan pengamatan pertandingan. Dari data yang diperoleh di kejuaraan kemudian dianalisis dengan persentase. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data pada tendangan lurus atlet putra berkategori “Baik Sekali” 1 atlet (33,33%), “Baik” 1 atlet (33.33%), “Kurang” 1 atlet (33.33%) dan atlet putri berkategori “Cukup” 2 atlet (100%). Tendangan sabit atlet putra berkategori “Baik Sekali” 1 atlet (33%) dan “Baik” 2 atlet (67%), sedangkan atlet putri berkategori “Baik” 2 atlet (100%). Tendangan samping atlet putra berkategori “Baik Sekali” 1 atlet (33%) dan “Baik” 2 atlet (67%), sedangkan atlet putri “Baik” 1 atlet (50%) dan “Cukup” 1 atlet (50%). Jumlah tendangan yang masuk dan memperoleh poin sebanyak 215 kali tendangan pada POPDA atlet putra. Tendangan lurus: 91 kali tendangan dengan persentase poin masuk 64%, tendangan sabit: 64 kali tendangan dengan persentase poin masuk 57%, dan tendangan samping: 60 kali tendangan dengan persentase poin masuk 60%. Jumlah tendangan yang masuk dan memperoleh poin sebanyak 163 kali tendangan pada POPDA atlet putri. Tendangan lurus: 83 kali tendangan dengan persentase poin masuk 58%, tendangan sabit: 43 kali tendangan dengan persentase poin masuk 57%, dan tendangan samping: 37 kali tendangan dengan persentase poin masuk 62%. Kesimpulan: Hasil analisis data tendangan pada peserta ekstrakurikuler pencak silat SMA Negeri 3 Purwokerto terhadap hasil prestasi POPDA tahun 2023. Pretest frekuensi banyaknya tendangan pada 3 atlet putra mendapatkan hasil rata-rata kategori “Baik” dan perolehan juara 2 oleh 2 atlet yaitu (Kelas E dan kelas Bebas remaja putra) serta juara 3 oleh 1 atlet yaitu (Kelas F remaja putra). Pada 2 atlet putri mendapatkan hasil rata-rata kategori “Baik” dan perolehan juara 2 oleh 1 atlet yaitu (Kelas H remaja putri) serta juara 3 oleh 1 atlet yaitu (Kelas B remaja putri) pada kejuaraan POPDA Kabupaten Banyumas Tahun 2023. Pada pengamatan pertandingan pencak silat di POPDA Kabupaten Banyumas Tahun 2023 mendapatkan kesimpulan bahwa tendangan lurus dan tendangan samping memiliki total aktivitas terbanyak daripada tendangan sabit. | Background: The basic movement of pencak silat is a planned, directed, coordinated, and controlled movement, which has four aspects as a unit, namely mental spiritual aspects, martial aspects, sports aspects, and cultural arts aspects. kicking is a technique that is often used in matches and kicks have the impact that kicks are difficult to parry or catch by opponents. Therefore, a research was conducted with the title "Analysis of Kicks in Pencak Silat Extracurricular Participants of SMA Negeri 3 Purwokerto Towards POPDA Achievement Results in 2023". Methodology: This research is a type of quantitative descriptive research. To obtain data, researchers used the test method and match observation. The test method is one of the steps in research, because it will relate to the data obtained during the research. Result: Based on the results of data analysis on male straight kick athletes in the "Very Good" category, 1 athlete (33.33%) and female students were in the "enough" category, namely 2 athletes (100%). The Men's sickle kick was in the category of 1 "Very Good" athlete (33%) and 2 "Good" athletes (67%), while the Women's 2 athletes were "Good" (100%). Men's side kicks were in the category of 1 "Excellent" athlete (33%) and 2 "Good" athletes (67%), while Women's 1 athlete was "good" (50%) and 1 athlete was "enough" (50%). The number of kicks in male athletes POPDA straight kicks: 142 kicks with a percentage of 40%, sickle kicks: 112 kicks with a percentage of 32% and side kicks: 100 kicks with a percentage of 28%. The number of kicks in female athlete POPDA was straight kicks: 142 kicks with a percentage of 52%, sickle kicks: 75 kicks with a percentage of 27% and side kicks: 59 kicks with a percentage of 21%. Conclusion: The results of the data analysis of kicks in the pencak silat extracurricular participants at SMA Negeri 3 Purwokerto on the results of POPDA in 2023. The pretest of the frequency of the number of kicks in 3 male athletes obtained an average result in the "good" category and 2 female athletes received an average result in the "good" category. ”. In observing pencak silat matches at POPDA, Banyumas Regency in 2023, it was concluded that straight kicks have the highest total activity, sickle kicks and side kicks. | |
| 39177 | 41682 | H1A017074 | Rancang Bangun Sistem Kontrol Iklim Mikro Green House Berbasis Mikrokontroler ESP-32 | Rumah tanaman atau Green House adalah bangunan yang dibuat berkerangka atau melengkung, yang ditutupi plastik transparan berbahan bening yang dapat ditembus oleh cahaya secara optimal yang mampu melindungi tanaman dari konsis iklim ekstrim. Pemilihan teknologi ini saat efektif karena dapat menstabilkan kondisi kelembapan tanah. Selain pengaruh kondisi kelembapan tanah, pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh nutrisi dalam tanah. Kondisi nutrisi dalam tanah atau media tanam yang stabil dapat membuat pertumbuhan yang optimal. Petani dapat mengatasi masalah ini dengan cara menggunakan teknologi irigasi tetes. Pengkondisian iklim dalam Green House dapat dilakukan menggunakan sebuah sistem yang disebut “RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL IKLIM MIKRO GREEN HOUSE BERBASIS MIKROKONTROLER ESP-32“ dimana sistem ini bekerja dengan menggunakan mikrokontroler. Hasil dari kalibrasi di atas terdapat beberapa selisih dari pembacaan termometer air raksa dengan pembacaan sensor dari 5 sample suhu yang diambil terdapat selisih suhu 2 derajat. Pada batas parameter suhu 20oC respon alat terlihat cukup baik ditunjukan dengan perubahan kondisi blower dari kondisi mati ke hidup sesuai dengan batas yang ditentukan. Blower menyala ketika suhu menyentuh batas parameter dan diatas batas parameter yaitu pada suhu 20oC, 25 oC, dan 30oC. Pada saat batas parameter di atur pada 80% alat menjukkan kondisi yang responsif, ditunjukkan dengan perubahan kondisi mati ke hidup ketika kelembaban ruangan berada di bawah batas parameter. Pada batas parameter 80% perubahan kondisi berada pada kelembaban 37%, 28%, 60%, 74%, dan 80%. Hasil percobaan alat dapat berjalan dengan baik ditunjukkan dengan alat monitoring pada mobile aplikasi menunjukkan data yang sama dengan termometer air raksa. | Plant house or Green House is a building made with a framework or curve, which is covered with clear transparent plastic that can be penetrated by light optimally which is able to protect plants from extreme climate conditions. The choice of this technology when it is effective because it can stabilize soil moisture conditions. In addition to the influence of soil moisture conditions, plant growth is also influenced by nutrients in the soil. Nutrient conditions in the soil or a stable planting medium can create optimal growth. Farmers can overcome this problem by using drip irrigation technology. Climate conditioning in the Green House can be done using a system called “DESIGN OF A GREEN HOUSE MICRO CONTROL SYSTEM BASED ON ESP-MICROCONTROLLER 32“ where this system works using a microcontroller. The results of the calibration above show several differences from the readings of the mercury thermometer with the sensor readings of the 5 temperature samples taken, there is a temperature difference of 2 degrees. At the temperature parameter limit of 20oC the response of the tool looks quite good as indicated by the change in the condition of the blower from off to on according to the specified limit. The blower turns on when the temperature touches the parameter limit and above the parameter limit, namely at 20oC, 25oC and 30oC. When the parameter limit is set at 80%, the device shows a responsive condition, indicated by a change from off to on when the room humidity is below the parameter limit. At the parameter limit of 80% the condition changes are at 37%, 28%, 60%, 74% and 80% humidity. The experimental results of the tool running well are shown by the monitoring tool on the mobile application showing the same data as a mercury thermometer. | |
| 39178 | 44438 | F1C018018 | STRATEGI KOMUNIKASI PT. CIPTA KONSULTAN INTERNASIONAL DALAM MEMBINA PESERTA STUDI INDEPENDENT MEMBANGUN Start-up MELALUI PROGRAM KAMPUS MERDEKA | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh start-up baru yang berasal dari program Kampus Merdeka Studi Independent. Hal tersebut akan menjadi suatu perubahan bagi Indonesia terutama ekonomi. Karena terdapat aspek sosial yang terbangun dalam kegiatan tersebut yakni terciptanya lapangan kerja baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi Pt. Citra Konsultan Internasional dalam membina peserta studi independent membangun Start-up melalui program kampus Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk meneliti strategi komunikasi yang dilakukan PT. Cipta Konsultan Internasional dalam proses membina peserta studi independent. Hasil penelitian menyampaikan bahwa strategi komunikasi PT. Cipta Konsultan Internasional dalam melakukan membina peserta studi independen membangun Start-up melalui program kampus merdeka menggunakan komponen-komponen strategi komunikasi, seperti penetapan komunikator, pemilihan media, dan penerapan rencana pembelajaran. Media yang digunakan PT. Cipta Konsultan Internasional dalam menerapkan strategi komunikasi pada pelaksanaan pembinaan peserta studi independen secara online yakni menggunkan aplikasi zoom meetings, miro, basecamp dan whatsapp. Media tersebut memiliki manfaat dan kegunaannya masing-masing seperti dapat mempermudah peserta untuk mencapai hasil project dan komunikasi dengan skuad maupun mentor berjalan dengan lancer. Penggunaan miro menjadi salah satu media yang digunakan secara baik dalam membentuk dan mengukur pemahaman peserta studi independen adalah menggunakan project work dengan canvas yang tersedia di miro. Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Start-up, Kampus Merdeka | This research was motivated by a new start-up from the Independent Study Independent Campus program. This will be a change for Indonesia, especially the economy. Because there is a social aspect that is built in these activities, namely the creation of new jobs. This study aims to find out how the communication strategy of Pt. Citra Konsultan Internasional in fostering independent study participants to build Start-ups through the Merdeka campus program. This study uses qualitative descriptive methods to examine communication strategies carried out by PT. Cipta International Consultants in the process of fostering independent study participants. The results of the study conveyed that the communication strategy of PT. Cipta Konsultan Internasional in fostering independent study participants to build Start-ups through the independent campus program uses components of communication strategies, such as determining communicators, selecting media, and implementing learning plans. Media used by PT. Cipta Konsultan Internasional in implementing communication strategies in the implementation of coaching independent study participants online, namely using the zoom meetings, miro, basecamp and whatsapp applications. These media have their own benefits and uses such as making it easier for participants to achieve project results and communication with the squad and mentors runs smoothly. The use of miro as one of the media that is used well in forming and measuring the understanding of independent study participants is using project work with canvas available at miro. Key Word: Communication Strategy, Start-up, Independent Campus | |
| 39179 | 41689 | J1A019006 | PRO-LIFE FEMINIST REJECTION OF LEGAL ABORTION IN TEXAS IN UNPLANNED (2019) | Penelitian ini berjudul Pro-life Feminist Rejection of Legal Abortion in Texas in Unplanned 2019 yang bertujuan untuk menganalisa bagaimana Pro-life feminist di Texas melakukan penolakan terhadap legal abosi yang digambarkan di Unplanned 2019. Unplanned 2019 merupakan sebuah film biografi mengenai perjuangan seorang Pro-life feminist yang memiliki latar belakang pekerjaan di klinik aborsi. Perjuangan Pro-life feminist ini membuahkan hasil dimana Texas yang saat ini melarang untuk adanya legal aborsi di daerah tersebut. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam analisa bagaimana penolakan pro-life feminist terhadap legal aborsi yang berada di Texas digambarkan pada Unplanned 2019. Data penelitian sendiri diperoleh dengan pengambilan dalam implementasi teori diegetic dan non-diegetic yang berasal dari objek penelitian. Diegetic sound sendiri merupakan suara yang menyampaikan makna denotatif secara langsung baik dari dunia film maupun dunia asli, sedangkan non-diegetic sound merupakan suara yang tidak ada dari dunia film. Peneliti menggunakan teori pemahaman pro-life dan pro-choice feminist dari teori Lopez (2019). Dimana, peneliti menemukan bahwa penggambaran penolakan pada objek analisis menyajikan adanya penolakan melalui aksi keagamaan, praktik sosial, dan pendekatan sosial yang berhasil menjadikan Texas menjadi salah satu daerah illegal untuk melakukan aborsi | This research is entitled Pro-life Feminist Rejection of Legal Abortion in Texas in Unplanned 2019 which aims to analyze how Pro-life feminists in Texas reject legal abortion as depicted in Unplanned 2019. Unplanned 2019 is a biographical film about the struggle of a Pro-life feminist who has a work background in abortion clinics. This pro-life feminist struggle has resulted in Texas currently prohibiting legal abortion in the area. The researcher used a qualitative method in analyzing how pro-life feminists' rejection of legal abortion in Texas was described in Unplanned 2019. The research data itself was obtained by taking into account the implementation of diegetic and non-diegetic theories originating from the research object. The diegetic sound itself is a sound that conveys denotative meaning directly from both the film world and the original world, while the non-diegetic sound is a sound that does not exist from the film world. The researcher uses the theory of pro-life and pro-choice feminist understanding from Lopez's theory (2019). Where, the researcher finds that the depiction of rejection in the object of analysis presents contradiction through religious action, social practices, and social approaches that have succeeded in making Texas one of the regions illegal to have an abortion | |
| 39180 | 41683 | L1B019046 | Identifikasi dan Prevalensi Ektoparasit pada Ikan Baceman (Hemibagrus nemurus) di Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah | Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan, seperti sisik, sirip, ekor, dan insang ikan. Tingkat serangan parasit dapat di lihat dari tinggi rendahnya prevalensi dan intensitas parasit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengetahui nilai prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menyerang ikan Baceman (Hemibagrus nemurus) di Sungai Kalwing, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2023. Pengambilan sampel dilakukan di 2 stasiun, yaitu Desa Banjaran dan Desa Lamongan. Jumlah sampel yang di uji adalah 11 ekor ikan Baceman (Hemibagrus nemurus). Metode penelitian ini adalah metode survey, yaitu dengan melakukan pengambilan sampel, pengamatan, identifikasi, menghitung nilai prevalensi dan intensitas ektoparasit pada ikan Baceman (Hemibagrus nemurus). Tingkat serangan ektoparasit pada ikan Baceman di Desa Banjaran secara berturut-turut yaitu Dactylogyrus sp. dengan prevalensi sebesar 100% dan intensitas 14 ind/ekor, Gyrodactylus sp. dengan prevalensi 28,6% dan intensitas 1 ind/ekor, Ichthyophthyrius multifiliis dengan prevalensi 71,4% dan intensitas 6 ind/ekor, serta Epistylis sp. dengan prevalensi 14,3%, dan intensitas 1 ind/ekor. Sedangkan nilai prevalensi ektoparasit di Desa Lamongan baik Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp. maupun Ichthyophthyrius multifiliis sama yaitu sebesar 25%, sedangkan tingkat intensitas pada masing-masing parasit secara berturut-turut yaitu 8 ind/ekor, 4 ind/ekor, dan 3 ind/ekor. | Ectoparasites are parasites that attack the outside of the fish's body, such as the scales, fins, tail and gills of fish. The level of parasite attack can be seen from the high or low prevalence and intensity of these parasites. This study aims to identify and determine the prevalence and intensity of ectoparasites that attack Baceman fish (Hemibagrus nemurus) in the Kalwing River, Purbalingga Regency. This research was conducted in May - June 2023. Sampling was carried out at 2 stations, namely Banjaran Village and Lamongan Village. The number of samples tested was 11 Baceman fish (Hemibagrus nemurus). This research method is a survey method by taking samples, observing, identifying, calculating the prevalence and intensity values of ectoparasites in Baceman fish (Hemibagrus nemurus). The level of ectoparasitic attack on Baceman fish in Banjaran Village, namely Dactylogyrus sp. with a prevalence of 100% and an intensity of 14 ind/head, Gyrodactylus sp. with a prevalence of 28.6% and an intensity of 1 ind/head, Ichthyophthyrius multifiliis with a prevalence of 71.4% and an intensity of 6 ind/head, and Epistylis sp. with a prevalence of 14.3%, and an intensity of 1 ind/head. Meanwhile, the prevalence value of ectoparasites in Lamongan Village was good for Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp. and Ichthyophthyrius multifiliis were the same, namely 25%, while the intensity level of each parasite was 8 ind/head, 4 ind/head, and 3 ind/head. |