Artikelilmiahs

Menampilkan 39.141-39.160 dari 48.943 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3914141656F1D016007DEMOKRASI DIGITAL : ANALISIS WACANA TWITTER TENTANG RUU KESEHATAN OMNIBUS LAWPenelitian ini berjudul “Demokrasi Digital : Analisis Wacana Twitter Tentang RUU Kesehatan Omnibus Law”. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya isu Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law yang menimbulkan perdebatan yang datang dari berbagai pihak. Isu ini sangat ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satunya adalah media sosial Twitter. Twitter merupakan media sosial yang cukup populer di Indonesia. Media sosial Twitter dapat menjadi sarana atau ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi secara terbuka dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep serta proses demokrasi di media sosial Twitter pada isu Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law dan untuk mengetahui penerapan konsep demokrasi yang berkembang di media sosial Twitter dalam ruang lingkup pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Twitter dalam konteks pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law mencerminkan nilai-nilai demokrasi, karena media sosial Twitter menciptakan ruang diskusi yang masif dalam konteks demokrasi digital. Publik dapat melihat hal ini seolah-olah telah menemukan ruang demokrasi karena mereka memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya karena twitter saat ini telah berevolusi dari media sosial menjadi cara untuk mengetahui apa yang sedang tren dan hangat diperdebatkan di dunia digital.

The study is titled "Digital Democracy : an analysis of Twitter discourse on the Omnibus Law health bill". This research is motivated by the issue of the Omnibus Law health bill which caused debate from various parties. This issue is very much discussed on social media. One of them is social media Twitter. Twitter is a social media that is quite popular in Indonesia. Social Media Twitter can be a means or space for people to discuss openly in criticizing policies made by the government. The purpose of this study was to describe the concept and process of democracy in social media Twitter on the issue of Omnibus Law health bill and to determine the application of the concept of democracy that develops in social media Twitter within the scope of the discussion of the Omnibus Law health bill.

The results of this study indicate that the use of Twitter social media in the context of the discussion of the Omnibus Law health bill reflects democratic values, because Twitter social media creates a massive discussion space in the context of digital Democracy. The public can see this as if it has found a democratic space because they have the right to have their say as twitter today has evolved from social media into a way to find out what is trending and hotly debated in the digital world.
3914244754H1A020060RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KUALITAS AIR PADA KOLAM IKAN NILA BERBASIS IOT DENGAN INTEGRASI APLIKASI BLYNKBudidaya perikanan, atau akuakultur, telah menjadi pilar penting dalam sektor perikanan dengan tujuan meningkatkan produktivitas perairan dan menghasilkan keuntungan. Indonesia memiliki potensi besar dalam budidaya perikanan, terutama dengan komoditas unggulan seperti ikan nila. Untuk memaksimalkan produksi ikan nila, menjaga kualitas air adalah hal yang sangat penting. Kualitas air yang optimal adalah parameter kunci dalam budidaya perikanan, dengan faktor seperti pH, amonia, oksigen terlarut, dan suhu menjadi perhatian utama. Meskipun ikan nila toleran terhadap perubahan kualitas air, pemantauan yang cermat tetap diperlukan, terutama dalam budidaya intensif. Perubahan signifikan dalam kualitas air dapat menghambat pertumbuhan ikan dan mengganggu kesejahteraan mereka. Pemanfaatan teknologi sensor dan sistem IoT pada sistem monitoring kualitas air menjadi solusi relevan.
Berdasarkan hasil penelitian, sistem monitoring yang telah dirancang berfungsi dengan baik sesuai dengan spesifikasi yang telah dirancang sebelumnya. Sistem mampu mengukur parameter-parameter penting seperti pH, suhu, oksigen terlarut, dan amonia secara akurat. Selain itu, sistem dilengkapi dengan fitur kontrol otomatis untuk menyesuaikan suhu dan pH kolam agar tetap optimal, memastikan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan ikan nila. Integrasi sistem dengan teknologi IoT memungkinkan akses data secara real-time melalui aplikasi Blynk, memberikan kemudahan dalam pemantauan dan pengelolaan kondisi lingkungan budidaya. Dengan demikian, sistem ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya ikan nila, serta menjaga kesejahteraan ikan secara optimal.
Fish farming, or aquaculture, has become a crucial pillar in the fisheries sector aimed at enhancing water productivity and generating profits. Indonesia holds significant potential in fish farming, particularly with flagship commodities like tilapia. To maximize the production of tilapia, maintaining water quality is very important. Optimal water quality is a key parameter in fish farming, with factors such as pH, ammonia, dissolved oxygen, and temperature being primary concerns. Despite tilapia's tolerance to changes in water quality, careful monitoring remains necessary, especially in intensive farming. Significant changes in water quality can impede fish growth and disrupt their well-being. The utilization of sensor technology and IoT systems in water quality monitoring serves as a relevant solution.
Based on research results, the designed monitoring system functions effectively according to the pre-established specifications. The system accurately measures critical parameters such as pH, temperature, dissolved oxygen, and ammonia. Additionally, the system is equipped with automatic control features to adjust pond temperature and pH to optimal levels, ensuring an ideal environment for tilapia growth. Integration of the system with IoT technology enables real-time data access through the Blynk application, facilitating monitoring and management of aquaculture environmental conditions. Thus, the system has proven effective in enhancing the efficiency and productivity of tilapia farming while ensuring optimal fish welfare.
3914345203I1C018092EKSTRAKSI DAUN SALAM KOJA (Murraya koenigii) BERBASIS NATURAL DEEP EUTECTIC SOLVENT (NADES)Abstrak
Daun salam koja (Murraya koenigii) banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang memiliki efek farmakologi sebagai antioksidan hingga antitumor. NADES (Natural Deep Eutectic Solvent) merupakan campuran pelarut organik yang dinilai lebih aman untuk ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, kadar fenol total dan aktivitas antioksidan daun salam koja yang diekstraksi menggunakan pelarut NADES. Penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yaitu pembuatan larutan NADES (Natural Deep Eutectic Solvent) dengan metode pengadukan dan pemanasan, uji fisikokimia NADES berupa uji densitas dan viskositas, ekstraksi menggunakan metode UAE (Ultrasonic Assisted Extraction), skrining fitokimia ekstrak, penetapan kadar fenol total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan uji antioksidan menggunakan metode DPPH. Rendemen hasil ekstraksi didapatkan berkisar antara 31-36%. Kandungan metabolit pada ekstrak daun salam koja menggunakan pelarut NADES mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, steroid dan triterpenoid. Kadar fenol total ekstrak daun salam koja menggunakan pelarut NADES S-Mla memiliki kadar fenol total paling baik yaitu 64,89 mg GAE/g dan memiliki aktivitas antioksidan terkuat dengan nilai IC50 285 ppm. Ekstrak NADES daun salam koja mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, steroid dan terpenoid. Ekstrak memiliki aktivitas sebagai antioksidan.
Koja bay leaf (Murraya koenigii) is widely used as a traditional medicine that has pharmacological effects as an antioxidant to antitumor. NADES (Natural Deep Eutectic Solvent) is a mixture of organic solvents that is considered safer for extraction. This study aims to determine the content of secondary metabolites, total phenolic content and antioxidant activity of koja bay leaves extracted using NADES solvent. This research was carried out in several stages, namely the manufacture of NADES (Natural Deep Eutectic Solvent) solution using the stirring and heating method, NADES physicochemical tests in the form of density and viscosity tests, extraction using the UAE (Ultrasonic Assisted Extraction) method, screening of extract phytochemicals, determination of total phenolic content using the Folin-Ciocalteu method and antioxidant tests using the DPPH method. The yield of the extraction results was obtained in the range of 31-36%. The metabolite content in the koja bay leaf extract using NADES solvent contains flavonoids, alkaloids, steroids and triterpenoids. The total phenolic content of koja bay leaf extract using NADES S-Mla solvent has the best total phenol content of 64,89 mg GAE/g and has the strongest antioxidant activity with an IC value of IC50 285 ppm. NADES extract of koja bay leaf contains flavonoids, alkaloids, steroids and terpenoids. The extract has antioxidant activity.
3914441657J1A019053A SEMIOTIC ANALYSIS OF WOMEN REPRESENTATION IN THE MOANA MOVIE (2016) BASED ON CHARLES SANDERS PEIRCE THEORY
Semiotika adalah suatu pengetahuan tentang proses di mana objek menentukan atau mempengaruhi sesuatu seperti tanda, untuk menentukan atau mempengaruhi sesuatu melalui interpretasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perempuan direpresentasikan di dalam film Moana dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang berupa icon, indeks, dan symbol serta menggunakan teori Tong (2009) untuk mengetahui adanya liberal feminism di film Moana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif sebagai metode untuk menjawab rumusan masalah dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 24 tanda (8 icon, 8 index, dan 8 simbol) dan menemukan adanya liberal feminism (Equal liberty, Equal education, Equal right, dan the suffrage) yang sesuai dengan teori Tong (2009). Pada liberal feminism, terdapat 4 equal liberty, 2 equal education, 2 equal right dan tidak di temukannya the suffrage yang terdapat didalam hasil data tersebut. Sebagai saran bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan topik ini dan termotivasi untuk mendapatkan informasi dan pemahaman lebih lanjut mengenai penggambaran perempuan dan eksistensi feminisme dalam film ini, disarankan untuk melakukan penelitian serupa dengan film Disney lainnya seperti The Little Mermaid atau menghadirkan film komposit lainnya untuk memperkaya keheterogenan dan kemungkinan variasi karya sastra yang dapat menjadi penemuan baru.
Semiotics is a knowledge of the process in which objects determine or influence something like a sign, to determine or influence something through interpretation. This study aims to analyze how women are represented in the film Moana by using Charles Sanders Peirce's semiotic theory in the form of icons, indexes, and symbols and using Tong's theory (2009) to determine the existence of liberal feminism in the Moana movie. This research uses qualitative description research method as a method to answer the problem formulation of this research. The result of this research is 24 signs (8 icon, 8 index, dan 8 simbol) and found the existence of liberal feminism (Equal liberty, Equal education, Equal right, and the suffrage) in accordance with Tong's theory (2009). In liberal feminism, there are 4 equal liberty, 2 equal education, 2 equal right and there is no suffrage found in the data results. As a suggestion for future researchers who are interested in this topic and motivated to gain further information and understanding regarding the portrayal of women and the existence of feminism in this film, it is suggested to conduct similar research with other Disney films such as The Little Mermaid or presenting other composite films to enrich the heterogeneity and possible variations of literary works that can become new discoveries.
3914544431F1A019054Persepsi Siswa SMA di Kabupaten Garut Tentang LGBTFenomena LGBT menjadi hal yang menarik untuk dikaji dari berbagai sudut pandang
keilmuan termasuk sosiologi. Artikel ini bertujuan mengetahui persepsi siswa SMA di Kabupaten Garut
mengenai LGBT. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengumpulan data
diperoleh melalui survei yang dilakukan di SMAN 11 Garut dan SMA Bina Nusa Purwajaya
dengan jumlah 170 responden. Hasil penelitian
menunjukkan persepsi siswa mengenai LGBT cenderung negatif. Hal ini dikarenakan persepsi siswa terhadap LGBT didasarkan
pada konten yang ditampilkan di media sosial saja. Konten-konten LGBT yang beredar di
media sosial siswa berupa vlog yang menampikan kegiatan sehari-hari pasangan gay atau
lesbi. Konten-konten tersebut menimbulkan perasaan tidak suka yang mengakibatkan
responden memiliki persepsi yang negatif.
The LGBT phenomenon is an interesting thing to study from various points of view science including sociology. This article aims to determine the perceptions of high school students in Garut Regency regarding LGBT. The research uses quantitative methods, data collection obtained through a survey conducted at SMAN 11 Garut and SMA Bina Nusa Purwajaya with a total of 170 respondents. Research result shows that students' perceptions of LGBT tend to be negative. This is because students' perceptions of LGBT are based on only on content displayed on social media. LGBT content circulating on students' social media in the form of vlogs showing the daily activities of gay couples or lesbian. These contents give rise to feelings of dislike which result respondents have a negative perception.
3914644432H1E019026PENCARIAN SOLUSI INVENTORY ROUTING PROBLEM (IRP) PADA PENGIRIMAN SPARE PART PT CKU MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKAInventory Routing Problem (IRP) adalah masalah optimasi kompleks yang melibatkan perencanaan pengiriman barang selama beberapa periode dengan mempertimbangkan tingkat persediaan dan biaya transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi optimal untuk IRP dalam konteks pengiriman suku cadang PT CKU menggunakan Algoritma Genetika (GA). GA adalah algoritma pencarian metaheuristik yang terinspirasi oleh seleksi alam dan sangat cocok untuk menyelesaikan masalah optimasi yang kompleks. Fungsi tujuan penelitian ini adalah meminimalkan total biaya, yang terdiri dari biaya penyimpanan, biaya pengiriman, dan biaya penggunaan kendaraan. Representasi variabel dalam GA meliputi matriks biner untuk adanya perjalanan dan penggunaan kendaraan, dan nilai riil untuk tingkat persediaan. Data distribusi produk spare part PT CKU pada bulan Juni 2023 digunakan sebagai dasar untuk pengujian algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma genetika mampu menghasilkan rute dan jadwal pengiriman yang optimal, dengan total biaya minimum untuk pengiriman selama satu minggu sebesar Rp17.537.706.Inventory Routing Problem (IRP) is a complex optimization problem that involves planning the movement of goods over multiple periods while considering inventory levels and transportation costs. This research aims to find optimal solutions for IRP in the context of PT CKU spare parts delivery using the Genetic Algorithm (GA). The GA is a metaheuristic search algorithm that is inspired by natural selection and is well-suited for solving complex optimization problems. The objective function of this research is to minimize total costs, which consist of storage costs, shipping costs, and vehicle usage costs. The variable representations in the GA include binary matrices for trip existence and vehicle usage, and a real value for inventory level. The distribution data of PT CKU's spare part products in June 2023 is used to test the algorithm. The results show that the GA can generate optimal delivery routes and schedules, with a minimum total cost of Rp17,537,706 for one week of shipping.
3914741666L1C018036Analisis Kandungan Gula Nypa sp. yang Tumbuh pada Kadarn Salinitas Berbeda di Muara Kali Ijo, KebumenIndonesia memiliki nipah seluas 700.000 Ha yang dimanfaatkan secara ekologis maupun ekonomis oleh masyarakat pesisir. Nira nipah dimanfaatkan secara ekonomis oleh masyarakat Muara Kali Ijo, Kebumen untuk dijadikan gula karena memiliki rasa unik manis asin, diduga dipengaruhi kadar salinitas perairan. Kadar gula yang rendah berpotensi sebagai sumber pemanis alternatif bagi penderita diabetes di Indonesia yang berjumlah 10 juta orang. Metode analisis kandungan gula pada nira nipah yang digunakan adalah metode Luff-Schoorl dan DNS-a. Kemudian dilakukan uji regresi linier sederhana untuk melihat korelasi dan pengaruh salinitas terhadap kadar gula. Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif. Nira Nypa sp. di Muara Kali Ijo, Kebumen memiliki kadar gula total berkisar 74,42-83,99%, sukrosa 66,4-73,61%, glukosa 3,03-4,41% sedangkan fruktosa 0,6-2,69%. Kadar gula tertinggi terdapat di stasiun 1, sedangkan terendah di stasiun 3. kadar salinitas perairan berkorelasi sangat kuat dengan kadar gula pada nira nipah dengan koefisien korelasi sebesar 0,99 dan berpengaruh sebesar 98%. Semakin rendah kadar salinitas perairan, semakin tinggi kadar gula (glukosa, fruktosa dan sukrosa) pada nira Nypa sp. Nira Nypa sp. di seluruh stasiun penelitian memiliki kualitas yang baik untuk dijadikan gula cetak sesuai dengan SNI 01-3743-1995.
Indonesia has 700,000 hectares of nipah that are utilized ecologically and economically by coastal communities. Nipah sap is used economically by the people of Muara Kali Ijo, Kebumen to make sugar because it has a unique sweet and salty taste, thought to be influenced by the salinity of the water. The low sugar content has the potential to be an alternative source of sweetener for diabetics in Indonesia, which amounts to 10 million people. Luff-Schoorl and DNS-a were applied to analyze the sugar content in nipah sap. Then a simple linear regression test was conducted to see the correlation and influence of salinity on sugar content. Furthermore, descriptive analysis was carried out. Nira Nypa sp. in Kali Ijo Estuary, Kebumen had total sugar content ranging from 74.42-83.99%, sucrose 66.4-73.61%, glucose 3.03-4.41% while fructose 0.6-2.69%. The highest and lowest sugar content were found in station 1 and station 3 respectively. The salinity levels were very strongly correlated with sugar content in nipah sap with a correlation coefficient of 0.99 and an effect of 98%. The lower the salinity of the waters, the higher the sugar content (glucose, fructose and sucrose) in Nypa sp. Nypa sp. nectar at all research stations had good quality to be used as printed sugar in accordance with SNI 01-3743-1995.
3914841658I1D019002Hubungan Tingkat Stres, Konsumsi Fast Food dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenorea Primer pada Mahasiswi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Wanita usia subur salah satu kelompok berisiko terjadinya dismenorea primer, yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Angka kejadian dismenorea primer di Indonesia mencapai 72,89% dan rata-rata wanita lebih dari 50% mengalami dismenorea primer. Hal ini dapat menimbulkan stres, perubahan pola makan dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres, konsumsi fast food dan status gizi dengan kejadian dismenorea primer pada mahasiswi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 98 mahasiswi dengan teknik cluster sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) untuk skala nyeri, tingkat stres dengan kuesioner Kessler Psychological Distress Scale (KPDS), konsumsi fast food dengan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan status gizi dengan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square dan Fisher’s Exact.
Hasil: Sebanyak 79,6% responden mengalami stres, sering mengkonsumsi fast food (32,7%), status gizi lebih (29,6%), dan dismenorea primer (81,6%). Terdapat hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenorea primer (p=0,009). Terdapat hubungan antara konsumsi fast food (p=0,001) dan status gizi (p=0,002) dengan kejadian dismenorea primer.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stress, konsumsi fast food dan status gizi dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Kata Kunci: dismenorea primer, konsumsi fast food, mahasiswi, status gizi, tingkat stres
Background: Women of childbearing age are one of the groups that had risk for primary dysmenorrhea, which can cause discomfort in daily activities. The incidence of primary dysmenorrhea in Indonesia reaches 72.89% and on average more than 50% of women experience primary dysmenorrhea. Dysmenorrhea can cause stress, changes in eating patterns and nutritional status. This study aims to determine the relationship between stress levels, fast food consumption and nutritional status with the incidence of primary dysmenorrhea in female students Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University.
Methods: This study used a cross sectional design involved 98 students selected by cluster sampling. Data was collected using the NRS, KPDS, FFQ, and antropometric measurements. Data were analyzed by the Chi Square and Fisher's Exact tests.
Results: The total of 79.6% respondents experienced stress, often consumed fast food (32.7%), over nutritional status (29.6%), and primary dysmenorrhea (81.6%). There is a relationship between stress levels and the incidence of primary dysmenorrhea (p=0.009). There is a relationship between fast food consumption (p=0.001) and nutritional status (p=0.002) with the incidence of primary dysmenorrhea.
Conclusion: There is significant relationship between stress levels, fast food consumption and nutritional status with primary dysmenorrhea in female students Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University.
Keywords: consumption of fast food, female students, nutritional status, stress level, primary dysmenorrhea
3914945406K1A020073PENINGKATAN KINERJA SISTEM MULTI SOIL LAYERING TERHADAP PENURUNAN KADAR AMONIA, NITRIT DAN NITRAT LIMBAH CAIR PABRIK SPIRITUS DAN ALKOHOL (PSA) PALIMANANIndustri etanol merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah cair
dengan kadar amonia, nitrit dan nitrat yang tinggi. Karakteristik limbah cair etanol
(vinasse) yang tinggi akan kandungan bahan organik menyebabkan limbah ini
menghasilkan kadar amonia, nitrit dan nitrat yang dapat mengganggu kehidupan
biota air. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk pengolahan limbah cair etanol
yaitu menggunakan metode MSL. Metode MSL adalah suatu metode pengolahan
limbah cair yang meningkatkan fungsi tanah untuk pemurnian limbah cair.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kecepatan pengisian dan kecepatan
aerasi optimum air limbah ke dalam sistem MSL serta efisiensi sistem MSL dalam
menurunkan kadar amonia, nitrit dan nitrat limbah cair industri etanol. Air limbah
dialirkan ke dalam sistem MSL dengan variasi kecepatan pengisian yaitu 160, 320,
480, 640, dan 800 L.m-2
hari-1
serta dengan variasi aerasi yaitu 0, 2, 4 dan 6 L/menit.
Analisis data pada penelitian ini menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil
pengujian kecepatan pengisian optimum pada 320 L.m-2
hari-1
dengan persentase
penurunan kadar amonia, nitrit dan nitrat sebesar 75,11%, 62,12% dan 76,52%.
Aerasi optimum diperoleh pada aerasi 6 L/menit dengan persentase penurunan
kadar amonia, nitrit dan nitrat sebesar 87,95, 74,52 dan 84,85%. Efisiensi sistem
MSL dalam menurunkan kadar amonia, nitrit dan nitrat limbah cair industri etanol
berturut-turut sebesar 87,21%, 74,99% dan 84,60%. Metode MSL terbukti dapat
digunakan untuk menurunkan kadar amonia, nitrit dan nitrat sebagai metode
alternatif dalam pengolahan limbah cair industri etanol (vinasse).
The ethanol industry produces liquid waste with high levels of ammonia,
nitrite, and nitrate. The high organic matter content in liquid ethanol (vinasse) waste
causes it to produce elevated levels of these substances, which can harm aquatic
life. The MSL method used for processing ethanol liquid waste has demonstrated
promising results in improving soil function for liquid waste purification. This
research aims to determine the optimal filling speed and aeration speed of
wastewater into the MSL system and evaluate its efficiency in reducing the levels
of ammonia, nitrite, and nitrate in liquid waste from the ethanol industry.
Wastewater is channeled into the MSL system with variations in filling speed
(160, 320, 480, 640, and 800 L.m-2
days-1
) and aeration (0, 2, 4, and 6 L/minute),
with data analysis conducted using a UV-Vis spectrophotometer. Test results
showed the optimum filling speed at 320 L.m-2
days-1 with a percentage reduction
in ammonia, nitrite, and nitrate levels of 75.11%, 62.12%, and 76.52%. Test results
revealed the optimum aeration at 6 L/minute with a percentage reduction in
ammonia, nitrite, and nitrate levels of 87.95%, 74.52%, and 84.85%. The efficiency
of the MSL system in reducing the levels of ammonia, nitrite, and nitrate in ethanol
industry wastewater was 87.21%, 74.99%, and 84.60%. The MSL method has been
proven to effectively reduce ammonia, nitrite, and nitrate levels, offering an
alternative method for processing liquid waste from the ethanol (vinasse) industry.
3915041660F1C019025Strategi Komunikasi Komunitas Jagaraga dalam Menarik Minat Calon AnggotaPenelitian ini membahas mengenai strategi komunikasi yang
dilakukan Komunitas Jagaraga dalam menarik minat calon
anggota. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi
komunikasi yang mencakup komunikator, pesan yang
disampaikan dan media yang digunakan komunitas Jagaraga
dalam menarik minat calon anggota. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penulis
menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih
informan yang akan diteliti dalam penelitian ini dan
menggunakan triangulasi sumber dan teknik sebagai uji
validitas data. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa strategi
Komunitas Jagaraga masih kurang berhasil melalui
pemanfaatan media sosial, kegiatan yang dilakukan, dan
kemitraan dengan komunitas dalam kemampuannya menarik
minat calon anggota baru. Strategi yang dilakukan oleh
Komunitas Jagaraga yang ditemukan peneliti mulai dari
pemanfaatan media sosial Instagram, community partner,
kegiatan komunitas, dan juga word of mouth. Melalui strategi
ini, pemanfaatan media sosial merupakan salah satu faktor
kunci dalam strategi Komunitas Jagaraga.
This study discusses the communication strategy used by
Jagaraga Community in attracting the interest of prospective
members. The purpose of this research is to find out the
communication strategy that includes the communicator, the
message conveyed and the media used by the Jagaraga
community in attracting the interest of prospective members. This study used descriptive qualitative method. The author used
a purposive sampling technique, namely selecting informants to
be examined in this study and using triangulation of sources and
techniques as a data validity test. The result of this study is that
the Jagaraga Community strategy is still not successful through
the use of social media, activities carried out, and partnerships
with the community in its ability to attract potential new
members. The strategies carried out by the Jagaraga
Community that were found by researchers started from the use
of Instagram social media, community partners, community
activities, and also word of mouth. Through this strategy, the use
of social media is one of the key factors in the Jagaraga
Community strategy
3915141661A1A019047STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI ARABIKA
(KASUS PADA PT. RAMOCO AGRI INDUSTRY KABUPATEN
CIANJUR)
Kopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kopi yang memiliki kualitas yang tinggi adalah kopi yang dihasilkan dari usahatani yang dikelola dengan baik pola. Kopi menjadi salah satu komoditas utama dan unggulan pada PT. Ramoco Agri Industri. Untuk menjalankan usahatani tersebut terdapat keterbatasan yang perlu diatasi dan juga dibutuhkan pengembangan usahatani dan pengembangan tersebut memerlukan beberapa strategi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal berupa kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang bagi usahatani kopi arabika di PT. Ramoco Agri Industry, Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, 2) Merumuskan alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan bagi usahatani kopi arabika di PT. Ramoco Agri Industry, Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, dan 3) Menentukan strategi pengembangan usahatani kopi arabika yang tepat dan terbaik di PT. Ramoco Agri Industry Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Kabupaten Purwokerto. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode studi kasus di PT. Ramoco Agri Industry Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Banyumas. Dari bulan Mei 2023 sampai Juni 2023. Penentuan pengambilan data dan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk penentuan informan kunci dan pengambilan data dilakukan menggunakan bantuan kuesioner, observasi, dan wawancara kepada 17 informan. Analisis yang digunakan adalah analisis matriks IFE, EFE, SWOT, dan QSPM. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil yaitu 1) Hasil analisis matriks IFE mendapatkan skor sebesar 3,47 menunjukkan pengembangan usahatani kopi arabika pada PT. ramoco Agri Industry berada pada posisi kuat (3,50). 2) Hasil analisis matriks Ife mendapatkan skor sebesar 3,36 menunjukkan pengembangan kopi arabika pada PT. Ramoco Agri Industry berada pada psisi kuat (3,50), 3) Hasil analisis matriks SWOT didapatkan 7 strategi yang dapat diterapkan oleh PT Ramoco Agri Industry dan berada pada diagram 1 yaitu tumbuh dan dibangun, 4) Fokus alternatif strategi yang terabaik yaitu mempertahankan keunggulan produksi kopi perusahaan dan memenuhi kebutuhan peminat kopi yang semakin meningkat sesuai strategi S-O. (S3, S4, S5, O4).Coffee is a type of plantation crop that has high economic value. Coffee that has high quality is coffee that is produced from well-managed farming patterns. Coffee is one of the main and superior commodities at PT. Ramoco Agri Industry. To run this farming, there are limitations that need to be overcome and it also necessary to develop farming and this development requires several alternative strategies. This research aims to 1) Identify internal and external factors in the form of strengths, weaknesses, threats, and opportunities for arabica coffee farming at PT. Ramoco Agri Industry, Bunikasih Village, Warungkondang District, Cianjur Regency, 2) Formulate alternative development strategies that can be applied to Arabica coffee farming at PT. Ramoco Agri Industry, Bunikasih Village, Warungkondang District, Cianjur Regency, and 3) Determine the right and best Arabica coffee farming development strategy at PT. Ramoco Agri Industry, Bunikasih Village, Warungkondang District, Purwokerto Regency. The research was carried out using the case study method at PT. Ramoco Agri Industry Bunikasih Village, Warungkondang District, Banyumas Regency. From May 2023 to June 2023. Determination of data collection and samples was carried out using a purposive sampling technique to determine key informants and data collection was carried out using the help of questionnaires, observations and interviews with 17 informants. The analysis used is matrix analysis of IFE, EFE, SWOT, and QSPM.Based on the results of the study, the results were 1) The results of the IFE matrix analysis obtained a score of 3.47 indicating the development of arabica coffee farming at PT. ramoco Agri Industry is in a strong position (3.50). 2) The results of the Ife matrix analysis get a score of 3.36 indicating the development of Arabica coffee at PT. Ramoco Agri Industry is in a strong position (3.50), 3) The results of the SWOT matrix analysis show 7 strategies that can be implemented by PT Ramoco Agri Industry and are in diagram 1, namely growing and developing, 4) Focus on the best alternative strategy, namely maintaining excellence the company's coffee production and meet the increasing needs of coffee enthusiasts according to the S-O strategy. (S3, S4, S5, O4)
3915241662F1B018030INDEKS KEPUASAN PELANGGAN LAYANAN JASA KEUANGAN
POSPAYMENT (POSPAY) DI PT POS INDONESIA KANTOR CABANG
UTAMA (KCU) PURWOKERTO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya layanan jasa keuangan milik
PT Indonesia yaitu Pospayment (Pospay), yang peminatnya sangat tinggi dengan
kepuasan pelanggan yang tinggi juga. Hal ini dibuktikan melalui survei
kepuasan pelanggan yang dilakukan PT Pos Indonesia KCU Purwokerto, bahwa
rata-rata pelanggan sangat puas dengan layanan yang diberikan oleh PT Pos
Indonesia KCU Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi.
Metode analisis yang digunakan yaitu Customer Satisfaction Index (CSI) dan
Importance Performance Analysis (IPA) dengan sasaran penelitian yaitu
pelanggan layanan jasa keuangan Pospayment (Pospay) sebanyak 100 orang.
Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan metode Customer Satisfaction
Index (CSI), nilai yang diperoleh yaitu sebesar 81,15% yang berarti pelanggan
sangat puas terhadap kualitas layanan jasa keuangan Pospayment (pospay) di PT
Pos Indonesia KCU Purwokerto. Sedangkan hasil pengolahan data
menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), terdapat lima
atribut yang berada dalam kuadran I yang menjadi prioritas perbaikan untuk PT
Pos Indonesia KCU Purwokerto.
This research is entitled Customer Satisfaction Index of Pospayment Financial
Services (Pospay) at PT Pos Indonesia Main Branch Office (KCU) Purwokerto. This
research is motivated by the existence of a financial service owned by PT Indonesia,
namely Pospayment (Pospay), which has very high demand with high customer
satisfaction as well. This is proven through a customer satisfaction survey conducted
by PT Pos Indonesia KCU Purwokerto, that the average customer is very satisfied
with the services provided by PT Pos Indonesia KCU Purwokerto. This study uses
quantitative research methods with data collection techniques through questionnaires
and documentation. The analytical method used is the Customer Satisfaction Index
(CSI) and Importance Performance Analysis (IPA) with the research target of 100
Pospayment (Pospay) financial service customers. Based on the results of data
processing using the Customer Satisfaction Index (CSI) method, the value obtained is
81.15%, which means that customers are very satisfied with the quality of
Pospayment (pospay) financial services at PT Pos Indonesia KCU Purwokerto. While
the results of data processing using the Importance Performance Analysis (IPA)
method, there are five attributes that are in quadrant I which are priority
improvements for PT Pos Indonesia KCU Purwokerto.
3915341663A1C019036Karakteristik Biopelet Karbonisasi Berbahan Campuran Tongkol Jagung dan Daun Jati dengan Perlakuan Suhu Pengeringan dan Kadar PerekatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biopelet karbonisasi berbahan campuran tongkol jagung dan daun jati dengan perlakuan suhu pengeringan dan kadar perekat. Bahan baku yang digunakan yaitu tongkol jagung dan daun jati hasil karbonisasi dengan perekat tepung tapioka. Metode pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang tersusun atas 2 faktor yaitu kadar perekat dan suhu pengeringan. Faktor kadar perekat terdiri dari 3 taraf yaitu 10%, 15%, dan 20% serta faktor suhu pengeringan terdiri dari 3 taraf yaitu 90°C, 100°C, dan 110°C. Karakteristik biopelet yang diukur meliputi: kadar air, kadar zat terbang, kadar abu, kerapatan, shatter index, dan laju pembakaran. Data yang telah didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan metode Analysis of Varian (ANOVA) dan kemudian dilakukan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika perlakuan menunjukan pengaruh nyata terhadap variabel yang diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air biopelet berkisar 10,89-43,41%bb, kadar zat terbang 90,57-94,56%, kadar abu 6,90-8,88%, kerapatan 0,50-0,80 g/cm3, shatter index 21,50-46,42 %, dan laju pembakaran 0,05-0,07 g/menit. Pada perlakuan kadar perekat memiliki pengaruh sangat nyata terhadap karakteristik biopelet diantaranya kadar air, kadar zat terbang, kadar abu, kerapatan, dan shatter index. Perlakuan suhu pengeringan memiliki pengaruh terhadap karakteristik biopelet diantaranya kadar air, kadar zat terbang, kadar abu, kerapata, shatter index, dan laju pembakaran.This study aims to determine the characteristics of carbonized biopellets made from a mixture of corn cobs and teak leaves with drying temperature and adhesive content. The raw materials used are corn cobs and teak leaves carbonized with tapioca flour adhesive. The method in this study was a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors, namely adhesive content and drying temperature. The adhesive content factor consists of 3 levels, namely 10%, 15%, and 20% and the drying temperature factor consists of 3 levels, namely 90°C, 100°C, and 110°C. The characteristics of the biopellets measured included: moisture content, volatile matter content, ash content, density, shatter index, and burning rate. The data that has been obtained is then analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) method and then the Duncan Multiple Range Test (DMRT) is carried out if the treatment shows a significant effect on the observed variables. The results of this study indicated that the water content of the biopellets ranged from 10.89-43.41% wb, the volatile matter content was 90.57-94.56%, the ash content was 6.90-8.88%, the density was 0.50-0.80 g/cm3, sharp index 21.50-46.42 %, and burning rate 0.05-0.07 g/minute. In the treatment the adhesive content had a very significant effect on the characteristics of the biopellets including moisture content, volatile matter content, ash content, density, and shatter index. Drying temperature treatment has an influence on the characteristics of biopellets including moisture content, volatile matter content, ash content, density, shatter index, and burning rate.
3915441664I1D019017PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BUAH MANGGA, BUAH JERUK, DAN BUAH NAGA TERHADAP KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA HEWAN COBA
(Studi Pada Tikus Sprague Dawley Hiperkolesterolemia)
Latar Belakang: Inflamasi adalah suatu respons terhadap cedera jaringan atau infeksi. Buah-buahan seperti mangga, jeruk, dan buah naga memiliki kandungan yang dapat menurunkan kadar inflamasi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas buah mangga gedong gincu, buah jeruk manis, dan buah naga merah terhadap kadar c-reactive protein (CRP) pada hewan coba.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan rancangan randomized controlled pre-post test design. Penelitian ini menggunakan sampel tikus sprague dawley sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok K1 tanpa perlakuan, kelompok K2 hanya pemberian high fat diet (HFD), kelompok K3 pemberian HFD dengan intervensi buah mangga gedong gincu dosis 3,6g/200g BB, kelompok K4 pemberian HFD dengan intervensi buah jeruk manis dosis 9ml/200g BB, dan kelompok K5 pemberian HFD dengan intervensi buah naga merah dosis 3,6g/200g BB.
Hasil: Kelompok K3 memiliki rata-rata perubahan kadar CRP -1,30±0,08 mg/L. Kelompok K4 memiliki rata-rata perubahan kadar CRP -1,39±0,04 mg/L. Kelompok K5 memiliki rata-rata perubahan kadar CRP -1,48±0,09 mg/L.
Kesimpulan: Mangga gedong gincu, jeruk manis, dan buah naga merah terbukti efektif dalam menurunkan kadar CRP pada tikus sprague dawley. Buah naga merah memiliki efektivitas paling tinggi dibandingkan kedua buah lainnya.
Background: Inflammation is a response to tissue injury or infection. Fruits such as mango, orange, and dragon fruit contain nutrient that can reduce levels of inflammation in the body. This study aims to compare the effectiveness of mango, orange and dragon fruit on c-reactive protein (CRP) levels in experimental animals.
Methods: This study was true experimental with randomized controlled pre-post test design. This study used a sample of 30 Sprague Dawley rats were divided into five groups, group K1 without treatment, group K2 only received high fat diet (HFD), group K3 received HFD with intervention of gedong gincu mango at a dose of 3.6g/200g weight, group K4 received HFD with intervention of sweet orange at a dose of 9ml/200g weight, and K5 group receiving HFD with intervention of red dragon fruit at a dose of 3.6g/200g weight.
Result: K3 group had an average change of CRP levels -1.30±0.08mg/L. K4 group had an average change of CRP levels -1.39±0.04 mg/L. K5 group had an average change of CRP levels -1.48±0.09 mg/L.
Conclusion: Gedong gincu mango, sweet orange, and red dragon fruit proved to be effective in reducing CRP levels in sprague dawley rats. Red dragon fruit has the highest effectiveness compared to other fruits.
3915541667F1B019034PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PROGRAM BANK SAMPAH DI KABUPATEN BANYUMASPembangunan yang diwarnai dengan perubahan pesat serta dinamis mendorong penyesuaian dari para penyelenggara pemerintahan. Pada kondisi ini, perlu keterlibatan warga negara dalam menjawab persoalan masyarakat yang semakin kompleks termasuk persoalan pengelolaan sampah. Kabupaten Banyumas sebagai salah satu daerah yang menerapkan program bank sampah sebagai upaya pengelolaan sampah masih berada pada tingkat concultation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan meningkatkan partisipasi serta memberikan solusi terhadap masalah partisipasi masyarakat dalam program bank sampah di Kabupaten Banyumas. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Sumber data meliputi data primer dan sekunder dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif dengan teknik triangulasi sebagai validitas data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk partisipasi masyarakat dalam keempat bank sampah yang ada di Kabupaten Banyumas yaitu Bank Sampah Inti Barokah, Moro Kranji, Hamberkahi, dan Wartinem pada pengambilan keputusan tergolong pasif kurang memfasilitasi ruang diskusi interaktif serta edukasi; pelaksanaan, kontribusi berupa tenaga dan informasi tetapi belum sepenuhnya, terkendala koordinasi pengurus dan pemerintah serta penurunan antusiasme; pemanfaatan hasil sudah terlibat dalam manfaat materi, sosial, dan pribadi; serta pada evaluasi keterlibatan masyarakat belum optimal. Kondisi-kondisi yang menentukan partisipasi masyarakat dalam program bank sampah di Kabupaten Banyumas adalah norma kerelawanan berupa insentif dan penghargaan; jejaring sosial berupa pemaparan hasil penjualan dan diskusi internal evaluasi; konteks interpersonal promosi program berupa peran aktif ketua bank sampah dan kecakapan pengurus; serta dukungan pemerintah berupa ruang diskusi interaktif komunikatif, koordinasi pemerintah desa bersama masyarakat serta dukungan pemerintah dalam peninjauan ulang program.
Development characterized by rapid and dynamic changes encourages adjustments from government administrators. In this condition, it is necessary to involve citizens in responding to increasingly complex community problems, including the problem of waste management. Banyumas Regency as one of the regions implementing the waste bank program as an effort to manage waste is still at the consultation level. This study aims to identify and increase participation as well as provide solutions to the problem of community participation in the waste bank program in Banyumas Regency. The research was conducted using qualitative methods with purposive sampling informant selection techniques. Data sources include primary and secondary data with data collection methods in the form of interviews, observation, and documentation. The data analysis method uses interactive analysis with triangulation techniques as data validity.
The results of this study indicate that the form of community participation in the four waste banks in Banyumas Regency, namely the Inti Barokah, Moro Kranji, Hamberkahi, and Wartinem Garbage Banks, in decision making is classified as passive, not facilitating interactive discussion space and education; implementation, contributions in the form of personnel and information but not yet fully, constrained by the coordination of administrators and the government and decreased enthusiasm; utilization of results already involved in material, social, and personal benefits; as well as the evaluation of community involvement is not optimal. The conditions that determine community participation in the waste bank program in Banyumas Regency are volunteer norms in the form of incentives and rewards; social networking in the form of presentation of sales results and internal evaluation discussions; the interpersonal context of program promotion in the form of the active role of the head of the waste bank and the skills of the management; as well as government support in the form of communicative discussion rooms, village government coordination with the community and government support in program reviews.
3915644433C1B019032STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA: PENINGKATAN NIAT BERKUNJUNG DI LEMBAH ASRI SERANG MELALUI TOURIST ENGANGEMENTPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah attractiveness dan service quality berpengaruh terhadap revisit intention kepada objek wisata D’LAS Purbalingga dengan tourist engangement sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pendekatan survey. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah wisatawan yang pernah berkunjung ke objek wisata D’LAS Purbalingga dengan jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 160 responden. Metode pengumpulan data yang dipakai yakni dengan kuesioner. Data dalam penelitian ini dianalisis memakai pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan memakai bantuan SEM menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, attractiveness berpengaruh terhadap tourist engangement objek wisata D’LAS Purbalingga. Kedua, service quality berpengaruh terhadap tourist engangement objek wisata D’LAS. Ketiga, service quality berpengaruh terhadap revisit intention pada objek wisata D’LAS Purbalingga. Keempat, tourist engangement berpengaruh terhadap revisit intention pada objek wisata D’LAS Purbalingga. Kelima, tourist engangement mampu memediasi pengaruh attractiveness terhadap revisit intention wisatawan objek wisata D’LAS Purbalingga.This research aims to determine whether attractiveness and service quality influence revisit intention to D’LAS Purbalingga tourism object with tourist engagement as a mediating variable. The research method used is a quantitative survey approach. The subjects studied in this research are tourists who have visited the D’LAS Purbalingga tourism object with a sample size of 160 respondents. The data collection method used is a questionnaire. The data in this research were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square approach. Based on the research results conducted using SEM, several conclusions can be drawn. First, attractiveness influences tourist engagement in the D’LAS Purbalingga tourism object. Second, service quality influences tourist engagement in the D’LAS Purbalingga tourism object. Third, service quality influences revisit intention in the D’LAS Purbalingga tourism object. Fourth, tourist engagement influences revisit intention in the D’LAS Purbalingga tourism object. Fifth, tourist engagement is able to mediate the influence of attractiveness on revisit intention of tourists to the D’LAS Purbalingga tourism object.
3915744434F1F020043Rape as A Weapon of War: Konstruksi Maskulinitas pada Penggunaan Pemerkosaan sebagai Senjata dalam Perang Tigray Tahun 2020-2023Pemerkosaan telah digunakan sebagai salah satu strategi perang yang diorganisir secara sistematis oleh kelompok bersenjata. Hal ini telah berlangsung sepanjang sejarah dan masih terjadi hingga saat ini. Belum lama ini, pemerkosaan sebagai senjata perang kembali terjadi di Ethiopia. Konflik ini bermula saat berkurangnya dominasi etnis Tigray dalam pemerintahan dan militer pada masa kepemimpinan Abiy Ahmed sehingga menimbulkan ketegangaan antara pihak pemerintah Ethiopia dan TPLF. Sejak saat itu, banyak laporan tentang pasukan Ethiopia, Eritrea, serta milisi Amhara yang memperkosa dan melakukan kekerasan seksual terhadap warga sipil yang ditargetkan kepada etnis Tigrayan, terutama pada perempuan. Dengan konstruksi maskulinitas dari budaya patriarki yang ada di Ethiopia, pemerkosaan ini digunakan untuk membuktikan kekuasaan dan dominasi pelaku. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, pemerkosaan telah digunakan sebagai senjata pada Perang Tigray. Pemerkosaan dikatakan telah berada pada tingkat yang mengerikan dan dimaksudkan sebagai alat ‘pembersihan etnis’ dan menjadi landasan genosida. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dalam memahami konstruksi maskulinitas dalam penggunaan pemerkosaan sebagai senjata dalam Perang Tigray pada tahun 2020-2023. Sedangkan teknik pengolahan data yaitu menggunakan metode studi pustaka dengan sumber berupa buku, jurnal, laporan, dan lain-lain.Rape has been used as a war strategy systematically organized by armed groups. This has happened throughout history and is still happening today. Recently, rape as a weapon of war has occurred again in Ethiopia. This conflict began when the dominance of the Tigray ethnic group in the government and military during Abiy Ahmed's leadership reduced, causing tension between the Ethiopian government and the TPLF. Since then, there have been many reports of Ethiopian, Eritrean and Amhara militia forces raping and committing sexual violence against civilians targeting ethnic Tigrayans, especially women. With the construction of masculinity from the patriarchal culture that exists in Ethiopia, this rape is used to prove the power and dominance of the perpetrator. Based on investigations carried out, rape was used as a weapon in the Tigray War. Rape is said to have been at a horrific level and was intended as a means of 'ethnic cleansing' and a basis for genocide. This research uses a qualitative case study method to understand the construction of masculinity in the use of rape as a weapon in the Tigray War in 2020-2023. Meanwhile, the data processing technique uses the library study method with sources in the form of books, journals, reports, etc.
3915844435F1C019065KOMUNIKASI ANTARPRIBADI KONSELOR DENGAN RESIDEN DALAM REHABILITASI PECANDU NARKOBA DI SENTRA “SATRIA” BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS Setiap penyalahguna narkoba akan mengalami ketergantungan fisik dan mental terhadap hal-hal tertentu yang menimbulkan perubahan fisik dan perilaku. Pecandu narkoba wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sesuai dengan pasal 1 angka 16 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009. Untuk itu dibutuhkan keterlibatan keterlibatan seorang konselor agar dapat sembuh dari ketergantungan narkoba. Komunikasi antarpribadi antara konselor dan residen menarik untuk diteliti, apakah dalam prosesnya komunikasi antarpribadi membutuhkan teknik dan strategi khusus serta bagaimana hambatan yang dialami ketika komunikasi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antarpribadi antara konselor dan residen di Sentra Satria Baturraden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan humantistik menurut Joseph A. Devito dengan lima kualitas yaitu keterbukaan diri, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan enam informan, masing-masing tiga informan konselor dan tiga informan residen di Sentra Satria Baturraden dan dipilih berdasarkan teknik purpose sampling. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa komunikasi interpersonal yang terbangun antara konselor dengan pasien pecandu narkoba (1) melakukan pendekatan terhadap pasien pecandu narkoba (2) komunikasi verbal dan non verbal antara konselor dengan pasien pecandu narkoba (3) membuat pasien familiar dengan konselor (4) menumbuhkan kepercayaan terhadap pasien pecandu narkoba (5) merekatkan sistem kekeluargaan. Hambatan dari komunikasi antarpribadi konselor dengan residen disebabkan oleh adanya faktor psikologis, faktor pendidikan, faktor usia dan bahasa. Every drug abuser will experience physical and mental dependence on certain things which cause physical and behavioral changes. Drug addicts are required to undergo medical rehabilitation and social rehabilitation in accordance with article 1 point 16 of Law no. 35 of 2009. This requires the involvement of a counselor in order to recover from drug addiction. Interpersonal communication between counselors and residents is interesting to research, whether the interpersonal communication process requires special techniques and strategies and what obstacles are experienced when communication takes place. This research aims to analyze interpersonal communication between counselors and residents at Balai Satria Baturraden. The method used in this research is descriptive qualitative. The research results obtained were then analyzed using a humanistic approach according to Joseph A. Devito with five qualities, namely self-disclosure, empathy, supportive attitude, positive attitude, and equality. Data collection was carried out by observation and in-depth interviews with six informants, three extension informants each and three resident informants at Balai Satria Baturraden and selected based on a purposive sampling technique. From the research results, it is known that the interpersonal communication that exists between counselors and drug addict patients (1) approaches drug addict patients (2) verbal and nonverbal communication between counselors and drug addict patients. drug addicted patients (3) make patients familiar with counselors (4) foster trust in drug addicted patients (5) strengthen the family system. Barriers to interpersonal communication between counselors and residents are caused by psychological factors, educational factors, age factors and language factors.
3915941668A1D019079PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH DAN MELON BERBASIS SISTEM PERTANAMAN PEMATAH ANGIN ANTAR MUSIM DI LAHAN PASIR PANTAIMelon merupakan salah satu buah yang digemari oleh masyarakat, begitu pula dengan tanaman bawang merah yang sering dipakai sebagai bumbu masakan Indonesia. Kedua komoditas tersebut permintaannya terus meningkat, namun dibatasi oleh lahan pertanian yang semakin sempit. Pemanfaatan lahan marginal pasir pantai merupakan salah satu upaya dalam mengatasi lahan pertanian yang semakin terbatas. Lahan marginal pasir pantai memiliki faktor pembatas seperti kecepatan angin yang tinggi dan membawa garam yang dapat menyebabkan tanaman tercekam salinitas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk membedakan pengaruh jenis musim, jenis pematah angin, dan jenis tanaman yang digunakan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon dan bawang merah pada lahan pasir pantai, serta mengetahui interaksi antara jenis musim, jenis pematah angin, dan jenis tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon dan bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Petak-Petak Terbagi (Split-Split Plot) dengan tiga faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu jenis musim (Kemarau dan Penghujan). Faktor kedua yaitu jenis pematah angin (Tanpa pematah angin, pematah angin plastik 1,5 m, pematah angin jagung 3 baris, pematah angin jagung sela). Faktor ketiga yaitu jenis tanaman [Tanaman peka salinitas (melon) dan tanaman tahan salinitas (bawang merah)]. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji F dan Uji lanjut DMRT pada taraf kesalahan 5%. Variabel yang diamati pada komponen pertumbuhan tanaman yaitu variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar akar, bobot segar batang, bobot segar daun, bobot segar bunga, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, jumlah cabang, jumlah anakan. Variabel yang diamati pada komponen hasil tanaman yaitu variabel bobot segar umbi, bobot segar buah, jumlah umbi, jumlah buah, volume umbi, volume buah, jumlah bunga, jumlah bunga jadi, persentase bunga jadi, dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanaman berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah cabang. Terdapat interaksi antara faktor musim dengan jenis tanaman terhadap variabel bobot segar umbi, volume umbi, jumlah anakan, dan jumlah umbi. Terdapat interaksi antara faktor jenis pematah angin dengan jenis tanaman terhadap variabel bobot segar akar, bobot segar umbi, bobot kering tanaman, jumlah umbi, dan volume umbi. Terdapat interaksi antara jenis musim dan jenis pematah angin pada tanaman melon dan bawang merah di hampir semua variabel pengamatan. Pematah angin plastik 1,5 m lebih efektif dalam musim penghujan pada tanaman melon dan bawang merah. Hal tersebut dikarenakan saat musim kemarau tingkat salinitas lebih tinggi (0,74 mS/cm) dari musim penghujan (0,61 mS/cm). Pematah angin plastik merupakan pematah angin tertinggi dan dapat mengurangi kecepatan angin yang membawa partikel garam pada tanaman melon yang peka terhadap salinitas dan tanaman bawang merah yang tahan salinitas.Melon is one of the fruits favored by Indonesian people, as well as shallots which are often used as a spice for Indonesian cuisine. The demand for these two commodities are increased continuously, but the land for agriculture purpose is limited. Utilization marginal land of coastal sand is a solution to deal with increasingly limited agricultural land. Marginal land of coastal sand has limiting factors such as high wind speed that carrying salt which can cause salinity stress for plants. In addition, it is necessary to add soil amendments such as manure and clay to improve soil structure. The purpose of this study was to distinguish the effect of season types, windbreak types, and types of plants used on the growth and yield of melon and shallot plants on coastal land, and to determine the interaction between season types, windbreak types, and plant types on growth and yields of melon and shallot. This study used a Completely Randomized Block Design (CRBD) of Split-Split Plots with three factors and three replications. The first factor is the type of season (dry and rain). The second factor is the type of windbreaker (without windbreaker, 1.5 m plastic windbreaker, 3 rows corn windbreaker, alley corn windbreaker). The third factor is the type of plant [salinity sensitive plants (melon) and salinity resistant plants (shallots)]. The result of the observation data were observed by means of variance and the Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% test was performed. The variables observed in the plant growth component were plant height, number of leaves, leaf area, root fresh weight, stem fresh weight, leaf fresh weight, flowers fresh weight, plants fresh weight, plants dry weight, number of branches, and number of tillers. The variables observed in the plant yield components were bulb fresh weight, fruit fresh weight, number of bulb, number of fruit, bulb volume, fruit volume, number of flowers, number of fruit setting, fruit setting percentage, and plant yield.The results showed that the type of plant has a significant effect on the variable number of branches. There is an interaction between the seasonal factor and the type of plant on the variables of bulb fresh weight, bulb volume, number of tillers, and number of bulb. There is an interaction between the types of windbreakers and the types of plants on the variables of root fresh weight, bulb fresh weight, plant dry weight, number of bulb, and bulb volume. There is an interaction between the type of season and the type of wind break in melon and shallot plants in almost all the observed variables. The 1.5 m plastic windbreaker is more effective in the rainy season on melon and shallot plants. This is because during the dry season the level of salinity is higher (0,74 mS/cm) than the rainy season (0,61 mS/cm). Plastic windbreakers are the highest windbreakers and can reduce wind speed which carries salt particles on salinity-sensitive melon plants and salinity-resistant shallot plants.
3916041669F1B019040Aspek Aspek Penting Dalam Keberhasilan Inovasi Pelayanan Publik Layak Menikah Ijabah di Kabupaten KebumenPelayanan publik adalah pelayanan oleh pemerintah kepada masyarakat. Inovasi pelayanan publik menjadi solusi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Inovasi Layak Menikah Ijabah merupakan inovasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kebumen yang bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kebumen. Diciptakan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan data kependudukan setelah terjadi pernikahan. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan aspek-aspek penting dalam keberhasilan inovasi dalam pelayanan publik Layak Menikah Ijabah (Layanan Administrasi Kependudukan Melalui Pernikahan Identitas Jadi Berubah). Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi serta analisis data menggunakan analisis interaktif. Uji Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasilnya adalah pertama, aspek tata kelola dan inovasi didukung dari SK Nomor 470/00722/II/2021. Dimana aspek tata kelola dibagi menjadi empat sub aspek yaitu adanya SOP, sosialisasi dilakukan menggunakan media elektronik serta cetak, koordinasi yang dilakukan menggunakan Whatsapp. Kedua, aspek budaya inovasi memberikan kemudahan kepada masyarakat. Ketiga, kemampuan dan alat dalam inovasi sudah baik, sistem yang di gunakan yaitu sistem layak menikah ijabah dan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Upaya meningkatkan kapasitas SDM tetap di lakukan untuk memperkuat semangat kerja, kreativitas dan produktivitas pegawai. Keempat, hambatan yang terjadi berupa hambatan internal dan eksternal.Public service is service by the government to the community. Public service innovation is a solution in improving services to the community. The Ijabah Marriage Worthy Innovation is an innovation by the Kebumen Regency Population and Civil Registration Service in collaboration with the Kebumen Regency Office of the Ministry of Religion. Created to make it easier for people to manage population data after marriage. The purpose of this article is to explain the important aspects of the success of innovation in public service Decent Marriage Ijabah (Population Administration Services Through Marriage Changing Identity). Using a descriptive qualitative method with the selection of informants using a purposive sampling technique. Data collection using interviews, observation, and documentation as well as data analysis using interactive analysis. Test the validity of the data using source triangulation. The results are first, aspects of governance and innovation are supported by Decree Number 470/00722/II/2021. Where the aspect of governance is divided into four sub-aspects, namely the existence of SOPs, socialization is carried out using electronic and print media, coordination is carried out using Whatsapp. Second, the cultural aspects of innovation provide convenience to the community. Third, the ability and tools for innovation are good, the system used is the system for marriage certificates and the population administration information system (SIAK). Efforts to increase HR capacity are still being carried out to strengthen work enthusiasm, creativity and employee productivity. Fourth, the obstacles that occur are internal and external obstacles.