Home
Login.
Artikelilmiahs
44446
Update
FERNANDA GHONI WISAM
NIM
Judul Artikel
Status Mutu Air Daerah Irigasi Kutaliman Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP) dan Canadian Council of Ministers of the Environment Water Quality Index (CCME WQI)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Daerah Irigasi Kutaliman, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas memiliki dua daerah irigasi (D.I.), yaitu Pendil dan Watupala. Pemantauan mutu air perlu dilakukan sebagai upaya perlindungan serta pengelolaan mutu air guna mencegah peningkatan pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air Daerah Irigasi Pendil dan Watupala berdasarkan metode Indeks Pencemaran (IP) serta Canadian Council of Ministers of the Environment Water Quality Index (CCME WQI). Penentuan stasiun dilakukan secara purposive random sampling yang terdiri dari 6 titik pengambilan sampel dengan 4 kali pengulangan. Data kualitas air dianalisis secara deskriptif serta dibandingkan dengan standar baku mutu air sungai dan sejenisnya berdasarkan Lampiran VI Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, kemudian status mutu air ditentukan menggunakan metode IP berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003, dan metode CCME WQI berdasarkan Canadian Council of Ministers of the Environment (2001). Hasil menunjukan bahwa status mutu air D.I. Pendil dan D.I. Watupala jika digunakan untuk peruntukan kelas 1 dan 2 menggunakan metode Indeks Pencemaran tergolong tercemar ringan, sedangkan berdasarkan metode CCME WQI tergolong sedang hingga baik. D.I. Pendil dan D.I. Watupala tergolong masih memenuhi baku mutu jika digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan pengairan tanaman.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Kutaliman Irrigation Area in Kedungbanteng District, Banyumas Regency has two irrigation areas (D.I.), namely Pendil and Watupala. Water quality in irrigation areas needs to be monitored to protect and manage water quality and prevent more severe water pollution. This study aims to determine the water quality status of the Pendil and Watupala Irrigation Areas using the Pollution Index (PI) method and the Canadian Council of Ministers of the Environment Water Quality Index (CCME WQI). Determination of stations used random purposive sampling consisting of 6 sampling points with four repetitions. Water quality data were analyzed descriptively and compared with river water quality standards and the like based on Attachment VI to Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 22 of 2021, then water quality status was determined using the PI method based on the decision of The Minister of the Environment Number 115 of 2003, and the CCME WQI method based on the Canadian Council of Ministers of the Environment of 2001. The research results show that the water quality status of D.I. Pendil and D.I. Watupala based on the Pollution Index, which used class 1 and 2 quality standards, is classified as lightly polluted. Meanwhile, based on the CCME WQI is classified as fair to good. Water quality in D.I. Pendil and D.I. Watupala is still suitable for freshwater fish cultivation, livestock, and irrigation activities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save