Artikelilmiahs
Menampilkan 39.281-39.300 dari 48.929 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39281 | 41775 | D1A016128 | PERFORMA PRODUKSI AYAM BROILER KANDANG CLOSE HOUSE PADA POSISI LANTAI YANG BERBEDA | Karya ilmiah ini berjudul “Performa Produksi Ayam Broiler Kandang Close House Pada Posisi Lantai Yang Berbeda”. Keberhasilan dalam pemeliharaan ayam pedaging dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu letak kandang, suhu, kelembapan, kualitas pakan, ketinggian wilayah pemeliharaan, dan manajemen pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan posisi lantai kandang berdasarkan performa produksi ayam broiler di PT. Cemerlang Unggas Lestari Kebumen menggunakan metode survei dan observasi (pengamatan). Sampel penelitian diambil secara langsung pada saat observasi di tiga lantai kandang closed house dengan posisi lantai kandang atas, tengah dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks performa lantai kandang atas memperoleh nilai IP tertingi yaitu pada lantai atas sebesar 405 dan pada IP tertinggi kedua terdapat pada lantai bawah sebesar 381 kemudian yang terendah terdapat pada lantai tengah dengan IP sebesar 359. | This scientific paper is entitled "Production Performance of Close House Cage Broiler Chickens in Different Floor Positions". Success in broiler rearing can be seen from several factors, namely the location of the cage, temperature, humidity, feed quality, height of the maintenance area, and maintenance management. This study aims to examine the effect of different cage floor positions based on broiler chicken production performance at PT. Cemerlang Unggas Lestari Kebumen uses survey and observation methods. The study sample was taken directly at the time of observation on three floors of closed house cages with the position of the upper, middle and lower cage floors. The results showed that the upper cage floor performance index obtained the highest IP value, namely on the upper floor of 405 and the second highest IP was on the lower floor of 381 then the lowest was on the middle floor with IP of 359. | |
| 39282 | 41776 | I1D019043 | HUBUNGAN RIWAYAT IMD, ASI, DAN WASTING DENGAN PENYAKIT INFEKSI PADA BAYI (USIA 7-24 BULAN) | Latar Belakang: Penyebab kematian pada bayi didominasi oleh penyakit ISPA (9,4%) dan diare (10,6%) karena bayi belum memiliki kekebalan yang cukup untuk melindungi dirinya sehingga bayi masih rentan terhadap virus dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat inisiasi menyusui dini, riwayat pemberian ASI, dan wasting dengan kejadian penyakit infeksi pada bayi (usia 7-24 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Kembaran I Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini bersifat kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 33 sampel diambil dengan metode proportionate random sampling dari seluruh bayi usia 7-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran I. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara selama posyandu dengan instrument kuesioner. Analisis data menggunakan fisher exact. Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat IMD (p= 1,000) dan riwayat pemberian ASI (p= 0,643) dengan kejadian penyakit infeksi. Ada hubungan antara wasting dengan kejadian penyakit infeksi (p= 0,035). Kesimpulan: Riwayat IMD dan riwayat pemberian ASI tidak memiliki hubungan dengan kejadian penyakit infeksi, sedangkan wasting memiliki hubungan dengan kejadian penyakit infeksi di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran I. | Background: Infants mortality are dominated by acute respiratory infections (ARI) (9,4%) and diarrhea (10,6%) because infants do not have sufficient immunity to protect themselves from viruses and bacteria. This study aims to determine the relationship between early breastfeeding initiation, breastfeeding, and wasting with infectious disease among infants (7-24 months). Methodology: This research is a quantitative observational study with a cross sectional approach. Total 33 samples were taken using proportional random sampling from all infants aged 7-24 months in the working area Kembaran I Public Health Center, Banyumas Regency. The data were collected during posyandu by interviewing with questionnaire. Fisher Exact used to determine if there is significant association between the variable. Research Findings: There was no significant association between early breastfeeding (p = 1.000) and breastfeeding (p = 0.643) with infectious diseases. There is an association between wasting and infectious diseases (p = 0.035). Conclusion: There was no significant association between IMD and breastfeeding with infectious diseases. There is an association between wasting and infectious diseases in in the working area Kembaran I Public Health Center. | |
| 39283 | 44458 | F1F020005 | Implementasi Belt and Road Initiative Cina di Afghanistan Tahun 2016-2020: Tinjauan Perspektif Dependensi | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan Belt and Road Initiative (BRI) Cina untuk terhubung dengan seluruh dunia melalui pembangunan infrastruktur rute perdagangan, Afghanistan menjadi salah satu negara yang tergabung dalam BRI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian asumsi dalam teori dependensi dengan implementasi Belt and Road Initiative di Afghanistan dari tahun 2016-2020 kemudian dianalisis timbulnya ketergantungan ekonomi Afghanistan terhadap Cina. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan unit analisis negara-bangsa Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BRI Cina di Afghanistan dari tahun 2016-2020 berdasarkan persepektif dependensi Cardoso menimbulkan ketergantungan positif antara Afghanistan dengan Cina yang dilihat dari faktor historis, faktor internal dan eksternal serta adanya pengalihan modal Afghanistan ke Cina. Dari faktor historis Cina pernah melakukan imperialisme terhadap Afghanistan kemudian berlanjut di era modern kedua negara terlibat kerja sama strategis. Ketergantungan yang tercipta antara Afghanistan dengan Cina selaras dengan pembangunan sehingga tidak bersifat negatif. Melalui proyek BRI Cina berupa pembangunan infrastruktur di Afghanistan mampu meningkatkan fasilitas layanan publik di Afghanistan dan kegiatan perdagangan sumber daya alam dari Afghanistan ke Cina sehingga hubungan kedua negara dinamis. Terakhir terjadinya aliran modal Cina dan Afghanistan yang saling timbal balik, baik itu melalui proyek dari Cina maupun ekspor sumber daya alam dari Afghanistan. | This research is motivated by China’s Belt and Road Initiative (BRI) policy, which aims to connect with the entire world through the development of trade route infrastructure. Afghanistan is one of the countries participating in the BRI. The purpose of this study is to assess the alignment of assumptions in dependency theory with the implementation of the Belt and Road Initiative in Afghanistan from 2016 to 2020, and subsequently analyze the emergence of Afghanistan’s economic dependence on China. The research employs a qualitative method with the nation-state as the unit of analysis. The research findings indicate that China’s BRI implementation in Afghanistan from 2016 to 2020, based on Cardoso’s perspective of dependency, resulted in a positive dependence between Afghanistan and China. This dependence is observed through historical factors, internal and external considerations, as well as the diversion of capital from Afghanistan to China. Historically, China engaged in imperialism with Afghanistan, which continued into the modern era with strategic cooperation between the two nations. The created dependence aligns with development and is not inherently negative. Through BRI projects, such as infrastructure development in Afghanistan, China has improved public service facilities in Afghanistan and facilitated the trade of natural resources from Afghanistan to China, fostering dynamic relations between the two countries. Lastly, there is reciprocal capital flow between China and Afghanistan, both through Chinese projects and the export of natural resources from Afghanistan. | |
| 39284 | 44456 | I1C020070 | UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP PENURUNAN LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) | Herba Sambiloto (Andrographis paniculata) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan andrographolide yang berperan dalam proses penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak etanol herba sambiloto dalam menurunkan luka bakar secara in vivo berdasarkan diameter luka dan ketebalan epidermis. Penelitian eksperimental yang meliputi ekstraksi, formulasi sediaan gel, dan aktivitas penyembuhan luka bakar. Terdapat lima kelompok perlakuan pada penelitian ini yang meliputi kelompok kontrol positif (KP), kelompok FI (sambiloto 5%), kelompok FII (sambiloto 10%), kelompok FIII (sambiloto 15%), dan kelompok kontrol negatif. Aktivitas penyembuhan luka bakar dilakukan secara makroskopis dengan melihat diameter luka untuk mendapatkan persentase penyembuhan luka selama 14 hari perlakuan dan secara mikroskopis dengan melihat ketebalan jaringan epidermis. Hasilnya diolah menggunakan software image raster dan dianalisis signifikansinya dengan menggunakan One-Way ANOVA. Hasil persentase penurunan luka bakar menunjukkan kelompok perlakuan sambiloto 15% memiliki nilai persentase penurunan luka bakar pada punggung tikus paling tinggi yaitu 17% dibandingkan dengan kontrol negatif. Pada pengukuran ketebalan jaringan epidermis menunjukkan hasil kelompok perlakuan sambiloto 15% memiliki rata-rata nilai ketebalan jaringan epidermis paling rendah yaitu 159,14 µm dibandingkan dengan kontrol negatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa sambiloto 15% memiliki aktivitas yang paling baik dalam menurunkan luka bakar. | Sambiloto (Andrographis paniculata) herbs contain secondary metabolite compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and andrographolide that play a role in the healing process of burns. This study aims to determine the effectiveness of Sambiloto herb ethanol extract gel in relieving burn wounds in vivo based on wound diameter and epidermal thickness. Experimental research which includes extraction, gel preparation formulation, and burn wound healing activity. There were five treatment groups in this study which include positive control group (KP), FI group (5% sambiloto), FII group (10% sambiloto), FIII group (15% sambiloto), and negative control group. Burn wound healing activity was performed macroscopically by looking at the diameter of the wound to obtain the percentage of wound healing during 14 days of treatment and microscopically by looking at the thickness of epidermal tissue. The results were processed using image raster software and analyzed for significance using One-Way ANOVA. The results of the percentage of burn wound reduction showed that the sambiloto 15% treatment group had the highest percentage value of burn wound reduction on the rat's back 17% compared to the negative control. The measurement of epidermal tissue thickness showed that the sambiloto 15% treatment group had the lowest average epidermal tissue thickness value off 159,14 µm compared to the negative control. This shows that sambiloto 15% has the best activity in reducing burn wounds. | |
| 39285 | 41778 | I1D018011 | HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN KEBIASAAN MAKAN JAJANAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI SMPN 6 CIBITUNG KABUPATEN BEKASI | Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi contohnya seperti masalah gizi lebih. Konsumsi makanan jajanan berlebih dapat menjadi salah satu faktor penyebab gizi lebih pada remaja. Terjadinya peningkatan asupan energi kan menyebabkan gizi lebih dan berpengaruh pada pandangan body image khususnya pada remaja putri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara body image dan kebiasaan makan jajanan dengan status gizi remaja putri. Desain penelitian menggunakan metode survei dalam pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di SMPN 6 Cibitung. Sampel penelitian adalah remaja berusia 13-15 tahun sebanyak 51 siswi, diambil menggunakan teknik non probability sampling. Data persepsi body image diperoleh melalui kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ-16A) dan diuji statistik menggunakan uji Fisher exact. Data kebiasaan makan jajanan diperoleh melalui kuesioner konsumsi makanan jajanan (FFQ) dan diuji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara body image dengan status gizi remaja putri (p=0,001). Terdapat hubungan antara konsumsi makanan jajanan dengan status gizi remaja putri (p=0,001). Terdapat hubungan antara body image dan konsumsi makanan jajanan dengan status gizi remaja putri. | Adolescents are one of the groups that are vulnerable to nutritional problems, such as overnutrition. Excessive consumption of snacks can be one of the factors causing overnutrition in adolescents. An increase in energy intake will lead to overnutrition and affect body image, especially in adolescent girls. The purpose of this study was to determine the relationship between body image and eating habits of snacks with the nutritional status of adolescent girls. The research design used a survey method in a quantitative approach with a cross sectional design. The research was conducted at SMPN 6 Cibitung. The research sample was adolescents aged 13-15 years as many as 51 female students, taken using non probability sampling technique. Body image perception data was obtained through the Body Shape Questionnaire (BSQ-16A) and statistically tested using the Fisher exact test. Data on snacks eating habits were obtained through snacks food consumption questionnaire (FFQ) and statistically tested using Chi-Square test. The results showed that there is a relationship between body image and nutritional status of adolescent girls (p=0.001). There is a relationship between snack food consumption and the nutritional status of adolescent girls (p=0.001). There is a relationship between body image and snack food consumption with the nutritional status of adolescent girls. | |
| 39286 | 44459 | F1C020016 | Analisis Strategi Visual Branding Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto di Media Sosial Instagram Dalam Membangun Brand Awareness. | Implementasi visual branding di media sosial Instagram sudah menjadi salah satu aspek penting dalam strategi pemasaran sebuah perusahaan atau institusi. Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP) merupakan rumah sakit orthopaedi swasta yang ada di Jawa Tengah yang berfokus pada penanganan kasus orthopaedi, traumatologi, dan rehabilitasi. Dalam menjalankan strategi pemasarannya, RSOP aktif membagikan konten di media sosial Instagram @rsorthopaedi dengan desain visual yang beragam sejak tahun ke tahun. Adanya perubahan desain visual tersebut merupakan bentuk upaya implementasi visual branding RSOP dalam membangun brand awareness perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi visual branding yang diterapkan oleh RSOP pada media sosial Instagram dengan menggunakan teori visual branding yang dikemukakan oleh Marty Neumeier dengan lima disiplinnya yaitu Differentiate, Collaboration, Inovation, Validate dan Cultivate. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka terhadap postingan pada media sosial Instagram @rsop.purwokerto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RSOP belum sepenuhnya menjalankan disiplin pada strategi visual branding oleh Marty Neumeier. Pada disiplin differentiate, collaboration, inovation, dan cultivate sudah diterapkan secara baik, sedangkan disiplin validate RSOP belum dilakukan secara maksimal, yakni belum pernah melakukan riset terhadap audiens. | The implementation of visual branding on the Instagram social media platform has become a crucial aspect in the marketing strategy of a company or institution. Purwokerto Orthopaedic Hospital (RSOP) is a private orthopaedic hospital located in Central Java, focusing on the treatment of orthopaedic, traumatology, and rehabilitation cases. In executing its marketing strategy, RSOP actively shares content on the Instagram social media platform @rsorthopaedi with diverse visual designs from year to year. The changes in visual design represent RSOP's efforts in implementing visual branding to build company brand awareness. This research aims to describe and analyze the visual branding strategies applied by RSOP on the Instagram social media platform using Marty Neumeier's visual branding theory, which consists of five disciplines: Differentiate, Collaboration, Innovation, Validate, and Cultivate. This is a qualitative descriptive research, utilizing data collection methods such as observation, interviews, and literature review of posts on the Instagram social media account @rsop.purwokerto. The results of this research indicate that RSOP has not fully implemented Marty Neumeier's disciplines in its visual branding strategy. In the disciplines of Differentiate, Collaboration, Innovation, and Cultivate, RSOP has been applied well, while in the Validate discipline, RSOP has not been maximally conducted, specifically in terms of audience research. | |
| 39287 | 44461 | F1C020043 | Tingkat Kepuasan Siswa Kelas 11 SMA Negeri 4 Bandung Dalam Mengonsumsi Konten A Day In My Life Pada Media Sosial TikTok | Kehadiran internet menjadi salah satu tanda dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh APJII dinyatakan bahwa masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan internet untuk mengakses media sosial, TikTok merupakan platform digital yang memberikan ruang kepada penggunanya untuk dapat menciptakan, mengedit, dan membagikan konten berdurasi pendek. Pada media sosial TikTok, konten a day in my life tergolong pada konten yang populer pada kalangan penggunanya. Fenomena pokok yang hendak diteliti adalah tingkat kepuasan siswa kelas 11 SMA Negeri 4 Bandung dalam mengonsumsi konten a day in my life pada media sosial TikTok. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui tingkat kepuasan siswa kelas 11 SMA Negeri 4 Bandung dalam mengonsumsi konten a day in my life pada media sosial TikTok. Populasi yang digunakan pada penelitian yang dilakukan merupakan siswa kelas 11 SMA Negeri 4 Bandung. Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme. Jumlah responden yang terlibat pada penelitian ini sebanyak 80 responden. Teknik penarikan sampel yang digunakan merupakan teknik simple random sampling. Level signifikansi yang digunakan pada penelitian ini sebesar 0.05. Jenis metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode survey dengan menyebarkan kuesioner kepada para responden. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan responden dalam mengonsumsi konten a day in my life pada penelitian ini menggunakan rumus Discrepancy Palmgreen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan tertinggi yang diperoleh siswa kelas 11 SMA Negeri 4 Bandung dalam mengonsumsi konten a day in my life pada media sosial TikTok terletak pada motif identitas pribadi. Kemudian, motif hiburan, integrasi dan interaksi sosial, informasi, dan aktualisasi diri memperoleh tingkat kepuasan pada kategori sedang. Sementara itu, tingkat kepuasan motif demassification, asynchroneity, dan relaksasi berada pada kategori rendah. | The presence of the internet is a sign of the development of communication and information technology. Based on a survey conducted by APJII, it is stated that Indonesian people use the internet more to access social media. TikTok is a digital platform that provides space for its users to create, edit and share short content. On TikTok social media, daily content in my life is classified as content that is popular among its users. The main phenomenon to be researched is the level of satisfaction of class 11 students at SMA Negeri 4 Bandung in consuming daily content in my life on the social media TikTok. The aim of this research is to determine the level of satisfaction of class 11 students at SMA Negeri 4 Bandung in consuming daily content in my life on TikTok social media. The population used in the research was class 11 students at SMA Negeri 4 Bandung. This research uses a positivism paradigm. The number of respondents involved in this research was 80 respondents. The sampling technique used was a simple random sampling technique. The significance level used in this research was 0.05. The type of research method used in this research is a survey method by distributing questionnaires to respondents. The data analysis technique used to measure the level of satisfaction of respondents in consuming content in a day in my life in this research uses the Palmgreen Discrepancy formula. The research results show that the highest level of satisfaction obtained by grade 11 students of SMA Negeri 4 Bandung in consuming daily content in my life on TikTok social media lies in the motive of personal identity. Then, the motives of entertainment, social integration and interaction, information, and self-actualization obtained a level of satisfaction in the medium category. Meanwhile, the level of satisfaction with the demassification, asynchroneity and relaxation motifs is in the low category. | |
| 39288 | 44764 | I1A020022 | Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Diare pada Balita di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas | Latar Belakang: Salah satu penyakit endemis yang dapat menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih merupakan penyebab utama kematian di Indonesia terutama pada anak balita adalah diare. Di Desa Sunyalangu kasus diare masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 175 balita dihitung dengan rumus populasi tunggal diambil secara simple random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Variabel yang diteliti yaitu pendidikan ibu balita, sarana air bersih, penggunaan jamban sehat, pengelolaan sampah, pengetahuan ibu balita mengenai diare, sikap ibu balita mengenai diare, perilaku CTPS, status gizi balita, status imunisasi balita, pemberian ASI Eksklusif, dan higiene sanitasi makanan/minuman dengan kejadian diare pada balita. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) (p value = 0,001; Exp (B) = 15,069) dan penggunaan jamban sehat (p value = 0,029; Exp(B) = 4,553) adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare di Desa Sunyalangu. Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita adalah perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS). Upaya pencegahan diare pada balita dapat dilakukan dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan baik. Kata Kunci: Diare, faktor risiko, balita | Background: Diarrhea is one of the endemic diseases that can cause outbreaks and remains a leading cause of death in Indonesia, particularly among toddlers. In Sunyalangu Village, diarrhea cases remain high. This study aims to identify the factors influencing the incidence of diarrhea among toddlers in Sunyalangu Village, Karanglewas Sub-district. Methodology: This is a quantitative study using a cross-sectional design. A sample of 175 toddlers was calculated using a single population formula and selected through simple random sampling. The data analysis used includes univariate analysis, bivariate analysis with chi-square test, and multivariate analysis with logistic regression test. The variables studied include mother's education level, clean water facilities, use of hygienic latrines, waste management, mother's knowledge about diarrhea, mother's attitude towards diarrhea, handwashing behavior with soap, nutritional status of toddlers, immunization status of toddlers, exclusive breastfeeding, and food/drink hygiene and sanitation in relation to diarrhea incidents among toddlers. Results: The analysis shows that handwashing behavior with soap (p-value = 0.001; Exp(B) = 15.069) and the use of hygienic latrines (p-value = 0.029; Exp(B) = 4.553) are factors influencing diarrhea incidents in Sunyalangu Village. Conclusion: The variable that most influences the incidence of diarrhea among toddlers is handwashing behavior with soap. Efforts to prevent diarrhea among toddlers can be carried out by promoting proper handwashing with soap. Keywords: Diarrhea, risk factors, toddlers | |
| 39289 | 41777 | I1D019005 | Hubungan Asupan Karbohidrat, Kadar Glukosa Darah, dan Status Gizi Terhadap Heart Rate Recovery (Studi Pada Atlet Sepak Bola Remaja di Sekolah Sepak Bola Indonesia Muda Purwokerto) | Latar Belakang: Heart rate recovery (HRR) merupakan salah satu indikator untuk menilai kebugaran jasmani seorang atlet. Asupan karbohidrat merupakan sumber untuk memberikan kecukupan glukosa darah dan glikogen tubuh. Status gizi atlet yang baik juga dapat menunjang kebugaran jasmani atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat, kadar glukosa darah, dan status gizi terhadap HRR. Metode Penelitian: Penelitian cross-sectional dengan jumlah sampel 41 responden diambil melalui teknik total sampling. Penelitian menggunakan instrumen berupa food recall 2 x 24 jam untuk mengetahui asupan karbohidrat, GCU Easy Touch untuk mengukur kadar glukosa darah, microtoise untuk mengukur tinggi badan, timbangan berat badan digital untuk menimbang berat badan, dan pulse oximetry untuk menghitung HRR. Analisis data menggunakan uji Pearson dan Rank Spearman. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden memiliki asupan karbohidrat dengan kategori kurang (97,5%), kadar glukosa darah normal (90,2%), dan status gizi normal (85,4%). Hasil analisis uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat (p=0,481) dan status gizi (p=0,701) dengan HRR. Hasil dari uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan antara glukosa darah dengan HRR (p=0,725). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat, kadar glukosa darah, dan status gizi dengan HRR pada atlet sepak bola remaja. | Background: Heart Rate Recovery (HRR) can be used to measure an athlete's physical fitness. Carbohydrate intake is needed to meet the requirement of blood glucose and glycogen in the body. Nutritional status can also support an athlete's physical fitness. This research purpose is to learn the correlation between carbohydrate intake, blood glucose levels, and nutritional status with HRR. Methods: Cross-sectional study with a total sample of 41 respondents taken through total sampling technique. The research used instruments such as 2x24-hours food recall to determine carbohydrate intake, GCU easy touch to measure blood sugar levels, microtoise to measure height, and pulse oximetry to calculate HRR. The collected data were analyzed using the Pearson and Rank Spearman test. Results: The majority of the respondents were carbohydrate-deficient (97,5%), normal blood glucose levels (90,2%), and normal nutritional status (85,4%). The result of the correlation test showed that carbohydrate intake (p=0,481) and nutritional status (p=0,701) did not have correlations to HRR. The result of the correlation tests showed that blood glucose levels did not have correlations to HRR (p=0,725). Conclusion: No correlations were shown between carbohydrate intake, blood glucose levels, and nutritional status to HRR among adolescence football athletes. | |
| 39290 | 41779 | F1F018047 | Strategi Justice Without Borders (JWB) dalam Melindungi Perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2019-2021 | Perempuan pekerja migran merupakan individu dan kelompok yang rentan akan diskriminasi dan eksploitasi di lapangan kerja. Penelitian ini berusaha melihat keterlibatan aktor masyarakat sipil dalam perlindungan perempuan pekerja migran Indonesia. Konsep Network of Labour Activism (NOLA) dan Sensitivitas gender digunakan dalam melihat difusi dan interaksi yang dibangun oleh berbagai organisasi masyarakat sipil dalam mengupayakan perlindungan perempuan pekerja migran. Justice Without Borders merupakan lembaga nirlaba yang menawarkan bantuan litigasi sipil untuk pekerja migran Indonesia dan Filipina yang bekerja di Hong Kong atau Singapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan menganalisis kemitraan lokal maupun regional yang bentuk oleh JWB. Melalui sudut pandang NOLA, kegiatan JWB telah memenuhi dua karakteristik khusus NOLA yaitu cross-organizational networking dan cross-border strategizing. JWB aktif melakukan kerja sama dengan berbagai organisasi lokal maupun regional untuk menciptakan akses hukum yang dapat dijangkau pekerja migran di manapun berada. Adapun, banyaknya korban perempuan yang datang ke JWB juga mendorong JWB untuk mendorong program yang mendukung perlindungan perempuan dengan melakukan banyak interaksi bersama kelompok-kelompok perempuan berbasis daerah dan perempuan-perempuan eks-pekerja migran. | Women migrant workers are vulnerable to discrimination and exploitation in the workforce. This research attempts to look at the involvement of civil society actors in the protection of Indonesian women migrant workers. The concepts of Network of Labor Activism (NOLA) and Gender Sensitivity are used in looking at the diffusion and interaction built by various civil society organizations in seeking the protection of women migrant workers. Justice Without Borders is a non-profit organization that offers civil litigation assistance to Indonesian and Filipino migrant workers who works in Hong Kong and Singapore. This study aims to determine the strategy and analyze the local and regional networking formed by JWB. From NOLA's point of view, JWB's activities have fulfilled two of NOLA's key characteristics, cross-organizational networking and cross-border strategizing. JWB actively cooperates with various local and regional organizations to create legal access that can reach migrant workers wherever they are. Meanwhile, the large number of female victims who comes to JWB has encouraged JWB to support programs that working on the protection of women and conducting lots of interaction with regional-based women's communities and women ex-migrant workers. | |
| 39291 | 44460 | I1E020034 | PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS KARTU UNTUK BERLATIH SHORINJI KEMPO PADA KENSHI PEMULA | Abstrak PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS KARTU UNTUK BERLATIH SHORIJI KEMPO PADA KENSHI USIA DINI Choirrul Ezha Kenshi Anggraeni, Ayu Rizky Febriani, Ratri Noorhidayah Latar Belakang: Shorinji Kempo adalah diri dari Jepang, didirikan pada tahun 1947 oleh Kaiso Jepang, mengajarkan tiga teknik: goho (teknik keras seperti pukulan dan tangkisan), juho, dan seiho. Latihan Shorinji Kempo menggunakan bahasa Jepang, yang sering kali sulit dihafal oleh anak-anak usia dini. Untuk membuat latihan lebih menarik dan membantu Kenshi muda dalam menghafal materi, peneliti tertarik untuk mengembangkan media pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan buku pelajaran Shorinji Kempo menjadi kartu menarik yang mudah dipahami kenshi usia dini. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian RnD. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Penelitian ini dilaksanakan dengan melibatkan ahli materi, ahli media, serta ahli bahasa. Penelitian ini melakukan prosedur uji coba skala kecil pada dua dojo yaitu dojo UIN Saizu dan dojo MDS. Selanjutnya uji coba skala besar pada dojo Kota, dojo SDN 4 Kranji, dan dojo Kutasari. Untuk pengaplikasian produk dilaksanakan di dojo Bina Taruna. Uji skala kecil mengambil data 4 kenshi usia dini dan 1 pelatih setiap dojo, sedangkan uji coba skala besar mengambil 8 kenshi usia dini dan 1 pelatih setiap dojo. Penilaian dengan menggunakan lembar validasi bagi para ahli, dan angket bagi pelatih serta kenshi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berbasis kartu sangat layak digunakan dan diaplikasikan saat berlatih Shorinji Kempo untuk usia dini. Hasil penelitian menunjukkan skor presentase sebesar 96,5% yang termasuk kedalam kategori sangat layak. Kesimpulan: Media berbasis kartu layak digunakan untuk berlatih Shorinji Kempo untuk usia dini. Kata kunci: Kenshi, Shorinji Kempo, Dojo. 1Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen FIKes Universitas Jenderal Soedirman | DEVELOPMENT OF CARD-BASED MEDIA FOR EARLY CHILDHOOD SHORINJI KEMPO TRAINING Choirrul Ezha Kenshi Anggraeni,1 Ayu Rizky Febriani2, Ratri Noorhidayah3 Universitas Jenderal Soedirman Email: kenshikenz@gmail.com Background: Shorinji Kempo, a Japanese martial art founded in 1947 by Kaiso Japan, teaches three techniques: goho (hard techniques like punching and blocking), juho, and seiho. Shorinji Kempo training utilizes Japanese language, which can be challenging for young children to memorize. To enhance the training experience and assist young Kenshi in memorizing the material, the researcher aims to develop an instructional medium by transforming Shorinji Kempo textbooks into engaging cards that are easily understood by young Kenshi. Methodology: This study is an R&D study. The study used the ADDIE method (analyze, design, development, implementation, evaluation).exclamation The study was conducted by involving subject matter experts, media experts, and language experts. The study conducted small-scale trials at two dojos, namely the UIN Saizu dojo and the MDS dojo. Furthermore, large-scale trials were conducted at the Kota dojo, SDN 4 Kranji dojo, and Kutasari dojo.exclamation The product application was carried out at the Bina Taruna dojo. Small-scale trials collected data from 4 early-age kenshi and 1 coach per dojo, while large-scale trials collected data from 8 early-age kenshi and 1 coach per dojo. The assessment was conducted using a validation sheet for the experts and a questionnaire for the coaches and kenshi. Research Results: The results of the study showed that card-based media are very feasible to be used and applied when practicing Shorinji Kempo for early childhood. The results of the study showed a percentage score of 96.5%, which is included in the very feasible category. Conclusion: Card-based media are feasible to be used for practicing Shorinji Kempo for early childhood. Keywords: Kenshi, Shorinji Kempo, Dojo 1Student of Departement of Physical Education FIKes Jenderal Soedirman University 2Departement from the FIKes Jenderal Soedirman University | |
| 39292 | 41781 | E1A019286 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA ADANYA PEMALSUAN IDENTITAS DALAM PERKAWINAN POLIGAMI (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Lolak Nomor 438/Pdt.G/2021/PA.Llk) | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA ADANYA PEMALSUAN IDENTITAS DALAM PERKAWINAN POLIGAMI (Studi Putusan Nomor 438/Pdt.G/2021/PA.Llk) Oleh: Syahril Hayyi Altaqi NIM: E1A019286 ABSTRAK Pembatalan perkawinan merupakan tindakan pengadilan berupa putusan yang menyatakan perkawinan yang dilakukan itu dinyatakan tidak sah. Pembatalan perkawinan dapat dilakukan apabila dalam melaksanakan perkawinan tidak memenuhi syarat sahnya perkawinan sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan serta Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perkara pembatalan perkawinan karena tidak ada izin poligami, sebagaimana kasus yang terjadi di Pengadilan Agama Lolak dalam Putusan Nomor: 438/Pdt.G/2021/PA.Llk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena tidak ada izin poligami pada Putusan Pengadilan Agama Lolak dalam Putusan Nomor: 438/Pdt.G/2021/PA.Llk dan akibat hukum dari dikabulkannya permohonan pembatalan perkawinan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa majelis hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas dalam perkawnan poligami dengan mendasarkan pada Pasal 22 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan Pasal 71 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti, dalam perkara tersebut terdapat fakta hukum mengenai penipuan status perkawinan yang dilakukan Suami Pemohon, saat perkawinan yang kedua Suami Pemohon mengaku sebagai “jejaka” padahal saat itu statusnya “sudah menikah”, hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 27 Ayat 2 UU No. 1 Tahun 1974 jo Pasal 72 Ayat 2 Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum yang ditimbulkan yaitu berakibat terhadap perkawinan Suami Pemohon dengan Termohon dianggap tidak pernah dilakukan atau perkawinan dianggap tidak pernah ada, hal ini sesuai ketentuan Pasal 28 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 74 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum terhadap anak tidak memutuskan hubungan hukum dengan kedua orang tuanya Sesuai dengan ketentuan Pasal 28 ayat (2) huruf (a) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan jo. Pasal 76 Kompilasi Hukum Islam. | THE CANCELLATION OF MARRIAGE DUE TO IDENTITY FORGERY IN POLYGAMOUS MARRIAGE (Case Study of Verdict Number 438/Pdt.G/2021/PA.Llk) Oleh: Syahril Hayyi Altaqi NIM: E1A019286 ABSTRAK Marriage annulment is a legal action through a court decision that declares a marriage to be invalid. Marriage annulment can occur when the marriage does not meet the legal requirements as stipulated in Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and the Compilation of Islamic Law. This research is motivated by cases of marriage annulment due to lack of permission for polygamy, as exemplified by the case that occurred in the Lolak Religious Court under Decision Number: 438/Pdt.G/2021/PA.Llk. The purpose of this study is to understand the legal considerations of judges in granting requests for marriage annulment due to lack of polygamy permission in the Decision of the Lolak Religious Court under Decision Number: 438/Pdt.G/2021/PA.Llk, and the legal consequences of granting such requests based on Law Number 1 of 1974 concerning Marriage in conjunction with the Compilation of Islamic Law. This study employs a normative juridical approach with a descriptive analytical research specification. The data sources used are secondary data obtained from literature studies. The collected data is presented in the form of narrative text using qualitative normative analysis methods. The research findings and discussions indicate that the panel of judges granted the request for marriage annulment due to identity forgery in polygamous marriage based on Article 22 of Law Number 1 of 1974 concerning marriage and Article 71 point (a) of the Compilation of Islamic Law. According to the researcher, in the case at hand, there was a legal fact regarding the deception of marital status carried out by the Petitioner Husband. During the second marriage, the Petitioner Husband claimed to be "unmarried" despite actually being "already married" at that time. This is in accordance with the provisions of Article 27 paragraph 2 of Law No. 1 of 1974 in conjunction with Article 72 paragraph 2 of the Compilation of Islamic Law. The legal consequence is that the marriage between the Petitioner Husband and the Respondent is considered to have never taken place, in line with Article 28 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and Article 74 paragraph (2) of the Compilation of Islamic Law. The legal consequences for the child do not sever the legal relationship with both parents, as stipulated in Article 28 paragraph (2) point (a) of Law Number 1 of 1974 concerning marriage in conjunction with Article 76 of the Compilation of Islamic Law. | |
| 39293 | 44449 | I1E020059 | Pengaruh Latihan Kecepatan Dan Kelincahan Terhadap Hasil Tendangan Sabit Atlet Pencak Silat Pusaka Kusuma Sokaraja | ABSTRAK PENGARUH LATIHAN KECEPATAN DAN KELINCAHAN TERHADAP HASIL TENDANGAN SABIT ATLET PENCAK SILAT PUSAKA KUSUMA SOKARAJA Mei Lana Saputri1, Panuwun Joko Nurcahyo2, Ayu Rizky Febriani2 Latar Belakang : Pada beladiri pencak silat tendangan sabit merupakan tendangan yang memiliki lintasan dari samping dan merupakan tendangan yang digunakan pada saat melakukan serangan pencak silat. Penelitian ini menggunakan metode latihan kecepatan dan kelincahan dengan bentuk latihan lari sprint 20 m dan ladder drill tujuannya untuk mengetahui adanya pengaruh latihan kecepatan dan kelincahan pada atlet pencak silat Pusaka Kusuma Sokaraja. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian true experimental design dengan menggunakan model two grup pre-test post-test design. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan di peroleh 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi <0,05 yang dibantu dengan SPSS26. Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini menunjukan rerata pre-test post-test kelompok kecepatan tendangan kanan 14,1 dan 18, sedangkan rerata tendangan kiri sebesar 12 dan 17,3. Hasil rerata kelompok kelincahan pre-test dan post-test tendangan kanan sebesar 14,4 dan 19,4. Hasil kelompok kelincahan tendangan kiri sebesar 11,5 dan 18. Hasil uji paired t-test kelompok kecepatan memperoleh nilai yang sig sebesar 0,00 dan kelompok kelincahan memperoleh nilai sig sebesar 0,00 Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang sig pada latihan kecepatan terhadap peningkatan hasil tendangan sabit. Ada pengaruh sig dari latihan kelincahan terhadap peningkatan hasil tendangan sabit. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kelompok kecepatan dan kelompok kelincahan. Kata Kunci : Pencak silat, Tendangan Sabit, Latihan Kecepatan, Kelincahan. 1Mahasiswa Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT THE INFLUENCE OF SPEED AND AGILITY TRAINING ON THE RESULTS OF SICKLE KICKS FOR PENCAK SILAT ATHLETES PUSAKA KUSUMA SOKARAJA Mei Lana Saputri1, Panuwun Joko Nurcahyo2, Ayu Rizky Ferbriani2 Background: In martial arts pencak silat, a sickle kick is a kick that has a trajectory from the side and is a kick that is used when attacking pencak silat. This study uses the method of speed and agility training with the form of 20 m sprint training and ladder drill to determine the effect of speed and agility training on martial arts athletes Pusaka Kusuma Sokaraja. Methodology: This research is a true experimental design using a two group pre-test post-test design model. Sampling used in this study was purposive sampling and obtained 20 respondents who were divided into two groups with ordinal pairing technique. Data analysis techniques using t-test with a significance level of <0.05 assisted by SPSS26. Research Results: The results of this study showed the mean pre-test post-test of the right kick speed group was 14.1 and 18, while the mean of the left kick was 12 and 17.3. The mean results of the pre-test and post-test agility group of the right kick were 14.4 and 19.4. The results of the left kick agility group were 11.5 and 18. The paired t-test results of the speed group obtained a sig value of 0.00 and the agility group obtained a sig value of 0.00. Conclusion: There is a sig influence on speed training on improving sickle kick results. There is a sig effect of agility training on improving sickle kick results. There is no significant effect between the speed group and the agility group. Keywords: Pencak silat, sickle kick, speed training, agility training 1Student of Physical Education FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Department of Department of Physical Education FIKes Universitas Jenderal Soedirman | |
| 39294 | 41782 | E1A018276 | PENOLAKAN PERMOHONAN DISPENSASINIKAH (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara Nomor 421/Pdt.P/2019/PA.Ba) | Salah satu syarat perkawinan adalah kedua calon mempelai telah memenuhi umur untuk menikah. Dispensasi nikah merupakan upaya yang dilakukan bagi para pihak yang ingin menikah namun belum mencukupi batas usia untuk menikah. Pemohon dapat mengajukan permohonan penetapan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama setempat. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dasar pertimbangan hukum Hakim dalam memutuskan penolakan permohonan dispensasi nikah dalam Penetapan Pengadilan Agama Banjarnegara Nomor421/Pdt.P/2019/PA.Ba serta akibat hukum dari penolakan permohonan dispensi nikah dalam penetapan Pengadilan Agama Banjarnegara No.421/Pdt.P/2019/PA.Ba. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif dengan data sekunder yang diproses melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hakim berwewenang dalam memutus permohonan dispensasi nikah pada Penetapan Pengadilan Agama Banjarnegara Nomor 421/Pdt.P/2019/PA.Ba, mendasarkan Pasal 49 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989. Majelis Hakim hakim menolak permohonan dispensasi nikah hanya mendasar Pasal 7 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta Pasal 15 Kompilasi Hukum Islam bahwa kedua calon mempelai belum cukup umur dan alasan pengajuan dispensasi nikah bukan karena alasan mendesak yang disertai alat bukti yang kuat, bahwa perlu mempertimbangkan aspek yang berkenaan dengan kemaslahatan para pihak dan alasan kekhawatiran berlebihan dari pemohon tidak dapat diterima. Akibat hukum dari penolakan permohonan dispensasi nikah ialah tidak dapat dilangsungkannya perkawinan bagi anak pemohon. Menurut Penulis, Majelis Hakim dapat menambahkan Pasal 26 huruf c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak bahwa orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak. Anak pemohon masih berusia 18 tahun sehingga dinilai belum layak untuk melakukan perkawinan, sementara masih terbuka lebar upaya yang dapat mengarahkan anak Pemohon agar menunda hasrat segera menikah sampai dengan usia perkawinan yang diperbolehkan oleh hukum perkawinan Indonesia. | One of the conditions of marriage is that the bride and groom have met the age for marriage. Marriage dispensation is an effort made for parties who want to get married but do not have sufficient age limit to marry. The applicant may apply for an injunction of marriage dispensation to the local Religious Court. The formulation of this research problem is to find out how the basis for the judge's legal considerations in deciding the rejection of the application for marriage dispensation in the Banjarnegara Religious Court Determination Number421/Pdt.P/2019/PA. Ba as well as the legal consequences of the rejection of the application for marriage dispensation in the determination of the Banjarnegara Religious Court No.421/Pdt.P/2019/PA. Ba. This research uses normative juridical research which is then analyzed normatively qualitatively with secondary data processed through literature studies. The results of the study can be concluded that the judge has the authority to decide the application for marriage dispensation in the Banjarnegara Religious Court Decree Number 421 / Pdt.P / 2019 / PA. Ba, based Article 49 Paragraphs (1) and (2) of Law Number 7 of 1989. The panel of judges rejected the application for marriage dispensation only on the basis of Article 7 paragraphs (1), (2) and (3) of Law Number 1 of 1974 and Article 15 of the Compilation of Islamic Law that the bride and groom are not of legal age and the reason for applying for marriage dispensation is not due to urgent reasons accompanied by strong evidence, that it is necessary to consider aspects relating to the benefit of the parties and the reasons for excessive concern from the applicant are unacceptable. The legal consequence of the rejection of the application for marriage dispensation is that the marriage cannot be held for the applicant's child. According to the author, the panel of judges can add Article 26 letter c of Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection that parents are obliged and responsible to prevent marriage at the age of children. The applicant's child is still 18 years old so it is considered unfit for marriage, while efforts are still wide open that can direct the applicant's child to postpone the desire to marry immediately until the age of marriage allowed by Indonesian marriage law. | |
| 39295 | 44462 | F1F020067 | Kerja sama UNHCR dan pemerintah Slovakia dalam memberikan perlindungan bagi pengungsi Ukraina di Slovakia tahun 2022-2023 | Konflik Rusia-Ukraina telah menjadi perbincangan di dunia internasional. Hal tersebut disebabkan karena Rusia menentang Ukraina untuk bergabung dengan NATO karena akan mengancam stabilitas keamanan negaranya. Slovakia merupakan salah satu negara Eropa Timur yang menjadi tujuan pengungsi Ukraina bermigrasi akibat dari adanya konflik tersebut. Oleh karena itu, Slovakia akan memberikan perlindungan kepada pengungsi Ukraina dengan bekerja sama bersama UNHCR. UNHCR merupakan organisasi internasional dibawah naungan PBB yang mempunyai fokus utama mengenai pengungsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kerja sama UNHCR dan pemerintah Slovakia dalam memberikan perlindungan bagi pengungsi Ukraina di Slovakia. Penelitian ini menggunakan teori kerja sama internasional menurut Robert Keohanne. Kerja sama yang dilakukan oleh UNHCR dan pemerintah Slovakia mencakup beberapa bantuan, seperti bantuan materi, kemitraan, perlindungan, perlindungan anak, perlindungan terhadap Gender Based Violence, pendidikan, dan kesehatan. Akan tetapi, di dalam kerja sama tersebut terdapat beberapa hambatan dan tantangan seperti, hambatan dalam bantuan materi, pendidikan, kesehatan. Meskipun begitu, kerja sama yang terjalin antara kedua aktor tersebut dapat berjalan dengan baik dan kedua aktor tersebut dapat mencapai tujuan dan kepentingan yang sama. | The Russia-Ukraine conflict has become a topic of discussion in the international world. This is because Russia opposes Ukraine joining NATO because it would threaten the country's security stability. Slovakia is one of the Eastern European countries where Ukrainian refugees have migrated as a result of the conflict. Therefore, Slovakia will provide protection to Ukrainian refugees by collaborating with UNHCR. UNHCR is an international organization under the auspices of the UN which has a main focus on refugees. The aim of this research is to find out how UNHCR and the Slovak government collaborate in providing protection for Ukrainian refugees in Slovakia. This research uses the theory of international cooperation according to Robert Keohanne. The cooperation carried out by UNHCR and the Slovak government includes several asistance, such as material assistance, partnerships, protection, child protection, protection against Gender Based Violence, education and health. However, in this collaboration there are several obstacles and challenges such as obstacles in material assistance, education, health. Even so, the cooperation between the two actors can run well and both actors can achieve the same goals and interests. | |
| 39296 | 44463 | F1B020086 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DI KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP | Implementasi Kebijakan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap didasari pada masih terdapat masalah dalam pelaksanaan PTSL di Kecamatan Gandrungmangu yaitu belum optimalnya program PTSL dan masih ada kendala sehingga menyebabkan kurang optimalnya program tersebut. Hal ini menjadi terkendala karena dibidang administrasi yang kurang sesuai dengan syarat dan ketentuan program PTSL. Oleh karena itu, sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab dari ketidakoptimalan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan informan purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder berasal dari laporan dan jurnal terkait. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi kebijakan PTSL di Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap, sudah terlaksana dengan baik namun masih belum sepenuhnya optimal sehingga terdapat beberapa aspek yang harus ditingkatkan dan diperbaiki. | The implementation of the Complete Systematic Land Registration Policy in Gandrungmangu District, Cilacap Regency is based on the fact that there are still problems in implementing PTSL in Gandrungmangu District, namely that the PTSL program is not yet optimal and there are still obstacles that cause the program to be less than optimal. This is hampered by the administration's lack of compliance with the terms and conditions of the PTSL program. Therefore, a study was conducted to determine the causes of this non-optimality. This research uses a qualitative approach with informant selection techniques purposive sampling. Primary data was obtained through interviews, observation and documentation, while secondary data came from related reports and journals. The data analysis method used is the Miles, Huberman, and Saldana interactive analysis model. The results show that the implementation of the PTSL policy in Gandrungmangu District, Cilacap Regency, has been carried out well but is still not fully optimal so there are several aspects that need to be improved. | |
| 39297 | 44762 | F1B019063 | Analisis Penerapan e-Government Melalui Sistem Informasi Desa Smart Village di Desa Sudagaran Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas | Desa Sudagaran di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu desa yang menerapkan e-government yang dinamakan Sistem Informasi Desa (SID) Smart Village. Penerapan SID di Desa Sudagaran bertujuan sebagai pendorong bagi seluruh desa di Kabupaten Banyumas untuk mengimplementasikan SID yang terintegrasi, menjadi stimulus digitalisasi pada pemerintah desa yang dapat meningkatkan transparansi dan komunikasi publik, serta terciptanya pelayanan prima dari pemerintah desa kepada masyarakat. Namun, penerapan SID Smart Village di Desa Sudagaran sejauh ini masih terdapat banyak permasalahan, dimana permasalahan ini disebabkan baik dari faktor pemerintah maupun dari faktor masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadi kurangnya sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat desa dalam penerapan SID Smart Village. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan e-government melalui SID Smart Village di Desa Sudagaran. Penelitian ini akan dijelaskan dengan konsep elemen sukses dalam pengembangan e-government, yaitu support, capacity, value, dan local culture. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-government melalui Sistem Informasi Desa Smart Village di Desa Sudagaran Kabupaten Banyumas masih belum optimal merujuk pada elemen-elemen sukses penerapan e-government. | Sudagaran Village in Banyumas Regency is one of the villages that implements e-government called the Village Information System (SID) Smart Village. The implementation of SID in Sudagaran Village aims to encourage all villages in Banyumas Regency to implement integrated SID, to become a digitalization stimulus for the village government which can increase transparency and public communication, as well as create excellent service from the village government to the community. However, the implementation of SID Smart Village in Sudagaran Village so far still has many problems, where these problems are caused by both government and community factors. This causes a lack of synergy between the district government, village government and village communities in implementing SID Smart Village. The aim of this research is to analyze the implementation of e-government through SID Smart Village in Sudagaran Village. This research will explain the concept of successful elements in e-government development, namely support, capacity, value and local culture. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The research results show that the implementation of e-government through the Smart Village Information System in Sudagaran Village, Banyumas Regency is still not optimal, referring to the elements of successful implementation of e-government. | |
| 39298 | 44763 | H1B019089 | Pengaruh Formulasi Aliran Baseflow Terhadap Simulasi Genangan Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Klawing | Abstrak— Aliran dasar (Baseflow) adalah bagian aliran sungai yang berasal dari air di bawah permukaan tanah. Hal ini terjadi jika elevasi muka air tanah lebih tinggi dari elevasi dasar sungai. Seri aliran dasar diperlukan untuk memahami variabilitas terhadap waktu dan ruang dari proses limpasan langsung dalam suatu DAS. Aliran dasar juga merupakan salah satu pengaruh banjir. Banjir bisa sangat berbahaya dan menghancurkan seluruh kota atau wilayah dan menyebabkan kerusakan harta benda yang signifikan. Dalam mengatasi hal tersebut, maka diperlukan perhitungan hidrograf aliran/debit banjir yang nantinya untuk mengecek pengaruh aliran baseflow terhadap bencana banjir tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder, antara lain berupa data curah hujan, data DEM, data sebaran jenis tanah, dan data tutupan lahan. Metode SCS-CN digunakan untuk mencari hujan jam-jaman efektif berdasarkan dari nilai curve number (CN) pada DAS. Perhitungan aliran dasar menggunakan software BFI+ 3.0. Pemodelan genangan banjir dilakukan menggunakan software HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukan perbandingan dari beberapa formulasi baseflow yang dipakai perbedaan dari masing-masing formulasi tidak terlalu signifikan. Diperoleh juga rata-rata luasan banjir dari hasil pemodelan menggunakan metode baseflow yang berbeda yaitu 13,62 km². nilai rata-rata debit banjir total hasil pengaruh dari beberapa formulasi baseflow tersebut sebesar 22017.91 m3/det. | Abstract – Base flow is the part of a river flow that originates from water below the ground surface. This happens if the groundwater level is higher than the river bed elevation. Baseflow series are needed to understand the variability over time and space of direct runoff processes in a watershed. Base flow is also one of the effects of flooding. Floods can be very dangerous and destroy entire cities or regions and cause significant property damage. To overcome this, it is necessary to calculate the hydrograph flow/flood discharge to check the influence of baseflow on the flood disaster. The data used in this research is secondary data, including rainfall data, DEM data, soil type distribution data, and land cover data. The SCS-CN method is used to find effective rain hours based on the curve number (CN) value in the watershed. Basic flow calculations using BFI+ 3.0 software. Flood inundation modeling was carried out using HEC-RAS software. The research results show that in comparison of several baseflow formulations used, the differences between each formulation are not very significant. Also obtained was the average flood area from modeling results using different baseflow methods, namely 13.62 km². The average value of total flood discharge resulting from the influence of several baseflow formulations is 22017.91 m3/sec. | |
| 39299 | 41783 | H1D016046 | TESTING JARINGAN SSH APLIKASI HTTP CUSTOM | Masifnya penggunaan internet diberbagai sektor dan berbagai kalangan menyebabkan data pribadi sudah menjadi sumber daya yang bernilai, data ini biasanya digunakan kepentingan bisnis suatu perusahaan contohnya untuk melakukan promosi seperti melakukan pesan promosi lewat sms atau email padahal kita tidak pernah memberikan data keperusahaan tersebut. Adapula kasus pencurian saldo saldo bank atau e-money ternyata dari data yang tercuri, ada juga file-file yang seharusnya menjadi koleksi pribadi dicuri kemudian disebarkan di internet. Berdasarkan masalah tersebut kita membutuhkan akses internet yang lebih aman, apalagi kita menggunakan akses internet publik dimana kita tidak tau keamanannya. Dengan berbagai ancaman kita perlu pengamanan yang lebih baik seperti yang dilakukan penulis menggunakan vpn (virtual private network) menggunakan aplikasi http custom di android menggunakan ssh tuneling dimana koneksi internet tidak langsung keserver yang dituju melainkan melalui server ssh terlebih dahulu dengan melakukan tambahan enkripsi dimana ketika penulis melakukan pengujian dengan wireshark data login yang dikirim gagal untuk didapatkan. Pengujian selanjutnya dengan melakukan bruteforce pada virtual server ssh dimana server yang diuji tanpa pengamanan dimana kita akan melihat apakah server ssh tanpa pengaman rentan untuk ditembus, ternyata bisa ditembus akan tetapi ini bergantung pada username dan password dimana semakin panjang username dan password akan memakan waktu yang lebih lama. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan ssh tunneling sangat membantu pengamanan pengiriman data dan sebaiknya kita memilih server ssh dengan pengamanan yang baik seperti penggunaan firewall dsb. | The massive use of the internet in various sectors and various circles has caused personal data to become a valuable resource, this data is usually used by a company's business interests, for example to carry out promotions such as carrying out promotional messages via SMS or email even though we have never provided the data to the company. There are also cases of theft of bank balances or e-money, it turns out that from stolen data, there are also stolen files that should be private collections and then spread on the internet. Based on these problems, we need safer internet access, especially when we use public internet access where we don't know the security. With various threats, we need better security, as the author did using a VPN (virtual private network) using a custom http application on Android using ssh tuning where the internet connection does not go directly to the destination server but through the ssh server first by doing additional encryption where as the author testing with wireshark, the login data that was sent failed to be obtained. Subsequent tests by doing bruteforce on the ssh virtual server where the server being tested is without security where we will see whether the ssh server without security is vulnerable to being penetrated, it turns out that it can be penetrated but this depends on the username and password where the longer the username and password will take more time long. It can be concluded that the use of ssh tunneling really helps secure data transmission and we should choose an ssh server with good security such as using a firewall, etc. | |
| 39300 | 41784 | F1B019070 | Pengaruh Profesionalisme dan Responsivitas Pegawai Terhadap Kinerja Pelayanan Penanganan Pengaduan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pemalang | Kinerja pelayanan penanganan pengaduan dapat dipengaruhi oleh profesionalisme pegawai dan responsivitas pegawai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh profesionalisme pegawai dan responsivitas pegawai terhadap kinerja pelayanan penanganan pengaduan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Korelasi Kendall Tau-c, Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara profesionalisme pegawai terhadap kinerja pelayanan penangangan pengaduan sebesar 25 persen. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara responsivitas pegawai terhadap kinerja pelayanan penanganan pengaduan sebesar 23,3 persen. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara profesionalisme pegawai dan responsivitas pegawai terhadap kinerja pelayanan penanganan pengaduan sebesar 31,4 persen. | The performance of complaint handling services can be influenced by employee professionalism and employee responsiveness. The purpose of this study is to determine the influence of employee professionalism and employee responsiveness on the performance of complaint handling services at the Pemalang Regency Population and Civil Registration Office. The research method used is a quantitative method using accidental sampling techniques. The data analysis techniques used were Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Concordance, and Ordinal Regression. The results of the analysis in this study show that: (1) There is a positive and significant influence between employee professionalism on the performance of complaint handling services by 25 percent. (2) There is a positive and significant influence between employee responsiveness on the performance of complaint handling services by 23.3 percent. (3) There is a positive and significant influence between employee professionalism and employee responsiveness on the performance of complaint handling services by 31.4 percent. |