Artikelilmiahs

Menampilkan 39.241-39.260 dari 48.927 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3924141740I1D019037PENURUNAN TRIGLISERIDA DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN YOGURT KECAMBAH KORO PEDANG PLUS EKSTRAK KAYU MANIS Latar Belakang: Obesitas sentral meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 (DMT-2) dan peningkatan kadar trigliserida. Pangan fungsional kaya antioksidan seperti yogurt kecambah kacang koro pedang putih plus ekstrak kayu manis (Yocaroma) diharapkan dapat memperbaiki kadar trigliserida dan lingkar pinggang untuk mencegah terjadinya komplikasi pada penderita DMT-2.
Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan pretest-posttest with randomized control group design. Responden berjumlah 20 orang wanita DMT-2 terbagi menjadi kelompok perlakuan (Yocaroma) dan kelompok kontrol (plasebo). Pemberian yogurt kepada responden di desa Purwosari dilakukan setiap hari pukul 06.00-08.00 WIB mulai 8 Mei-7 Juli 2023. Kadar trigliserida dan lingkar pinggang sebelum dan setelah intervensi diuji di Klinik Medico Labora. Data karakteristik responden dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan mann whitney, kadar trigliserida dan lingkar pinggang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan uji wilcoxon.
Hasil Penelitian: Setelah dua bulan intervensi Yocaroma 200 ml/hari, terjadi penurunan kadar trigliserida dari 170,8 mg/dl menjadi 131,3 mg/dl (p=0,003) dan lingkar pinggang dari 92,92 cm menjadi 89,84 cm (p=0,001).
Kesimpulan: Pemberian Yocaroma 200ml/hari selama 2 bulan mampu menurunkan kadar trigliserida sebesar 23,13% dan lingkar pinggang sebesar 3,32% pada penderita DMT-2.
Background: Central obesity can increase the risk of type 2 diabetes mellitus (DMT-2) and increase triglyceride levels. Antioxidant-rich functional foods such as white sword jack bean sprouts yogurt plus cinnamon extract (Yocaroma) are expected to improve triglyceride levels and waist circumference to prevent complications in T2DM patients.
Methodology: This experimental study used a pretest-posttest design with a randomized control group design. A total of 20 female T2DM participants were divided into the treatment group (Yocaroma) and the control group (placebo). The distribution of yogurt to participants in Purwosari village occurred every day from 06:00 to 08:00 AM, starting from May 8th to July 7th, 2023. Triglyceride levels and waist circumference before and after the intervention were tested at the Medico Labora Clinic. Respondent characteristic data were analyzed using independent sample t-test and Mann Whitney tests, triglyceride levels and waist circumference were analyzed using paired sample t-test and Wilcoxon test.
Results: After two months of Yocaroma 200 ml/day intervention, there was a decrease in triglyceride levels from 170.8 mg/dl to 131.3 mg/dl (p = 0.003) and waist circumference from 92.92 cm to 89.84 cm (p = 0.001).
Conclusion: Giving Yocaroma 200 ml/day for 2 months can reduce triglyceride levels by 23.13% and waist circumference by 3.32% in T2DM patients
3924241741I1D019008EFEK YOGURT KECAMBAH KACANG KORO PEDANG PUTIH DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KAYU MANIS TERHADAP KADAR HDL DAN PERSEN LEMAK TUBUH
(Studi pada Penderita Diabetes Melitus Tipe-2 dengan Obesitas)
Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe 2 (DMT-2) berkaitan dengan peningkatan stres oksidatif dan memicu komplikasinya, seperti penyakit jantung koroner (PJK), neuropati, nefropati dan retinopati. Produk yogurt berbasis kecambah kacang koro pedang putih dan ekstrak kayu manis (yocaroma) mengandung senyawa fenolik yang diharapkan dapat menghambat perkembangan DMT-2 dengan meningkatkan kadar HDL dan menurunkan persen lemak tubuh.
Metodologi: Single blind randomized controlled trial design yang dilakukan pada 20 penderita DMT-2 dengan obesitas, dibagi secara acak masing-masing 10 orang. Responden diberi 200 mL yocaroma selama 2 bulan. Pengukuran HDL dan persen lemak tubuh dilakukan sebelum dan sesudah penelitian. Kemudian data dianalisis menggunakan paired t-test.
Hasil Penelitian: Kadar HDL setelah pemberian yocaroma menurun dari 58,3 menjadi 47,4 mg/dL (p=0,008). Penurunan pada kelompok kontrol lebih besar, yaitu dari 57,8 menjadi 39,7 mg/dL (p=0,000), namun kadar HDL kedua kelompok masih dalam batas normal (>35 mg/dL). Persen lemak tubuh tidak berubah setelah pemberian yocaroma (p=0,106).
Kesimpulan: Yocaroma mampu mempertahankan kadar HDL tetap normal, namun belum mampu menurunkan persen lemak tubuh.
Background: Type 2 Diabetes Mellitus (DMT-2) is associated with increased oxidative stress and triggers its complications, such as coronary heart disease, neuropathy, nephropathy and retinopathy. Yogurt products based on jack bean sprouts and cinnamon extract (yocaroma) contain phenolic compounds which are expected to inhibit the development of DMT-2, by increasing HDL levels and decreasing body fat percentage.
Methodology: Single blind randomized controlled trial design which was carried out on 20 DMT-2 patients with obesity, randomly divided into 10 people each. Respondents were given 200 mL of yocaroma for 2 months. HDL and body fat percentage measurements were carried out before and after the study. Data were analyzed using paired t-test.
Result: HDL levels after yocaroma administration decreased from 58.3 to 47.4 mg/dL (p=0.008). The decrease in the control group was greater, from 57.8 to 39.7 mg/dL (p=0.000), but were still within normal limits (>35 mg/dL). Body fat percentage did not change after giving yocaroma (p=0.106).
Conclusion: Yocaroma maintains normal HDL levels, but has not been able to reduce body fat percentage.
3924341742C2A019016ANALISIS INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA TAHUN 2015-2022Pembangunan ekonomi sejatinya tidak hanya terfokus pada pembangunan secara fisik dan struktural namun pembangunan kualitas serta kapasitas manusia yang sangat penting dan tidak boleh dikesampingkan. Pembangunan manusia yang digambarkan melalui Indeks pembangunan manusia menjadi tolak ukur kualitas masyarakat. Indek pembangunan manusia di Indonesia sejak tahun 2015-2022 memiliki kecenderungan meningkat setiap tahunya. Namun, jika dibandingka dengan negara di ASEAN, pada tahun 2020 indeks pembangunan manusia Indonesia mengalami perlemahan yang di akibatkan adanya pandemi Covid-19.
Penelitian ini memiliki keterbaruan berupa penggunaan variabel angka pertisipasi kasar perndidikan anak usia dini dan angka partisipasi kasar perguruan tinggi berpengaruh pada indeks pembangunan manusia. Sedangkan variabel lain yang digunakan yaitu unmet need pelayanan kesehatan, upah minimum provinsi, dan pandemic covid-19. Objek penelilitian adalah 34 provinsi di Indonesia yang dianalisis menggunakan metode regresi data panel dengan software e-Views dan permodelan yang terpilih yaitu teknik Random Effect Model.
Hasil penelitian menunjukan unmet need pelayanan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan, angka partisipasi kasar pendidikan anak usia dini berpengaruh positif dan signifikan, angka partisipasi kasar perguruan tinggi berpengaruh positif dan signifikan, upah minimum provinsi berpengaruh positif dan signifikan, pandemic covid-19 berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia di Indonesia tahun 2015-2022.
Rekomendasi kepada pemerintah pada sektor kesehatan pemerintah perlu meningkatkan akses pelayanan sehingga masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan dapat benar-benar mengakses pelayanan kesehatan dengan mudah. Pemerintah perlu meningkatkan sarana prasana dan mempermudah masyarakat untuk dapat mengakses pendidikan dan upaya guna menyadarkan masyarakat akan pentingnya jenjang pendidikan usia dini dan perguruan tinggi terhadap kualitas pendidikan masyarakat. serta meningkatkan saranan serta prasarana yang menunjang agar kualitas serta kuantitas pendidikan anak usia dini dan perguruan tinggi semakin baik




Economic development is actually not only focused on physical and structural development but also the development of quality and human capacity which is very important and should not be neglected. Human development which is described through the human development index is a benchmark for the quality of society. The human development index in Indonesia from 2015-2022 has a tendency to increase every year. However, when compared to countries in ASEAN, in 2020 Indonesia's human development index experienced a weakening as a result of the Covid-19 pandemic.
This research has an update in the form of the use of gross enrollment rate variables for early childhood education and tertiary gross enrollment rates to influence the human development index. While other variables used are unmet need for health services, the provincial minimum wage, and the covid-19 pandemic. The research objects were 34 provinces in Indonesia which were analyzed using the panel data regression method with e-Views software and the chosen model was the Random Effect Model technique.
The results showed that unmet need for health services had a positive and significant effect, the gross enrollment rate for early childhood education had a positive and significant effect, the tertiary gross enrollment rate had a positive and significant effect, the provincial minimum wage had a positive and significant effect, the Covid-19 pandemic had a positive and significant effect on the human development index in Indonesia in 2015-2022.
Recommendations to the government in the health sector, the government needs to improve access to services so that people who have health complaints can truly access health services easily. The government needs to improve infrastructure and make it easier for the public to be able to access education and efforts to make people aware of the importance of early childhood education and higher education for the quality of public education. as well as improving the facilities and infrastructure that support the quality and quantity of early childhood education and higher education.

3924441743C2A019011ANALISIS PRODUKSI DAN SUSTAINABILITY AGROINDUSTRI GULA KELAPA DI DESA BUMISARI KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGAGula kelapa telah menjadi komoditas agroindustri yang paling di unggulkan di Kabupaten Purbalingga. Produsen gula kelapa dengan tenaga kerja terbanyak terdapat di Desa Bumisari. Gula kelapa menjadi produk unggulan dimana orang lebih kritis untuk mengkonsumsi produk yang sehat. Gula kelapa merupakanproduk substitusi gula dengan glitemix index yang rendah, sehingga menjadiproduk dengan tingkat permintaan yang besar. Penelitian ini bertujuan untukmengeatahui: 1) faktor yang mempengaruhi produksi gula kelapa dengan analisis cobb douglass, 2) Returns to scale produksi gula kelapa, 3) Pilihan produksipengrajin gula kelapa untuk memproduksi gula kelapa serbuk atau cetak dengan analisis logistik, dan 4) sustainabiliti pengrajin gula kelapa di Desa Bumisari dengan analisis multidimentional scalling. Pengembangan produk agroindustri gula kelapa merupakan industri dengan low cost dan low tech menjadikan pekerjaan inimenjadi pilihan pekerjaan. Faktor yang mempengaruhi produksi gula kelapa yaitumodal dan produksi nira, sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadapproduksi gula kelapa. Dengan hasil return to scale yaitu constant return to scale. Pengrajin gula kelapa di Desa Bumisari dapat memproduksi dua jenis gula kelapa yaitu gula kelapa serbuk dan gula kelapa cetak. Pengrajin gula kelapa dihadapkan dengan pilihan produksi, dari analisis yang telah dilakuan peneliti dapat disimpulkan bahwa 76% pilihan produksi gula kelapa dipengaruhi oleh jumlah nira, jumlah pohon, pengalaman, pelatihan, bantuan modal dan partisipasi terhadap kelompok usaha bersama pengrajin gula kelapa. Sedangkan 24% dipengaruhi olehvariabel diluar model penelitian. Pilihan produksi cenderung pada gula kelapa serbuk dengan nilai koefisien negative sebesar -0.847037 yang artinya pengrajin gula kelapa lebih memilih memproduksi gula kelapa serbuk. Agroindustri gula kelapa merupakan industri berkelanjutan. Evaluasi sustainability index pengrajin gula kelapa di Desa Bumisari menunjukkan hasil dalam kategori baik.Coconut sugar has become the most superior agro-industrial commodity in Purbalingga Regency. The coconut sugar producers with the most workers are in Bumisari Village. Coconut sugar is a superior product where people are more critical to consuming healthy products. Coconut sugar is a sugar substitute product with a low glitemix index, so it becomes a product with a high level of demand. This study aims to find out: 1) factors that influence coconut sugar production with cobb douglass analysis, 2) returns to scale of coconut sugar production, 3) choice of production of coconut sugar craftsmen to produce powdered or printed coconut sugar with logistic analysis, and 4) sustainability coconut sugar craftsmen in Bumisari Village with multidimensional scaling analysis. The development of coconut sugar agro-industry products is an industry with low cost and low tech, making this job the choice of job. Factors that influence coconut sugar production are capital and sap production, while labor does not affect coconut sugar production. With the result of return to scale, namely constant return to scale. Coconut sugar craftsmen in Bumisari Village can produce two types of coconut sugar, namely powdered coconut sugar and printed coconut sugar. Coconut sugar artisans are faced with production choices, from the analysis that has been carried out by researchers it can be concluded that 76% of coconut sugar production choices are influenced by the amount of sap, number of trees, experience, training, capital assistance and participation in business groups with coconut sugar craftsmen. While 24% is influenced by variables outside the research model. The choice of production tends to be powdered coconut sugar with a negative coefficient value of -0.847037, which means that coconut sugar craftsmen prefer to produce powdered coconut sugar. Coconut sugar agro-industry is a sustainable industry. Evaluation of the sustainability index of coconut sugar craftsmen in Bumisari Village shows results in the good category.

3924541745H1A017042PROTOTYPE FORKLIFT RODA 2 (SELF-BALANCING ROBOT) DENGAN KENDALI PID METODE ZIEGLER-NICHOLS BERBASIS MIKROKONTROLLERDalam Industri pastinya banyak sekali bahan baku yang digunakan setiap harinya dan pengangkutannya pun bisa sampai 24 jam tanpa henti, maka dari itu keberadaan alat pengangkut barang sangat diperlukan seperti kendaraan forklift, keberadaan forklift dapat mempercepat proses angkut barang dibandingkan jika dibawa dengan tenaga manusia. Adapun badan forklift untuk saat ini kebanyakan terbilang cukup besar, sehingga lahan yang digunakan untuk pemarkiran forklift cukup besar pula, maka dari itu penulis mengupayakan untuk memperpendek badan forklift dengan membuat prototype forklift roda 2 menggunakan system PID (Self-Balancing Robot) berbasis mikrokontroller. PID (Proportional–Integral–Derivative controller) merupakan kontroler untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tesebut. Pengontrol PID pada proyek ini akan memberikan aksi dengan mempertimbangkan sudut kemiringan yang diterima dari sensor Gyroscope dan Accelorometer terhadap Set-point dan akan diolah melalui mikrokontroller yang akan mempengaruhi arah, kecepatan dan jumlah step pada motor-stepper untuk membuat badan robot stabil. Selain itu dengan memanfaatkan deteksi massa barang menggunakan strain-gauge, maka nilai massa tersebut nantinya akan digunakan dalam penentuan set-point pada PID. Dari penelitian ini diketahui bahwa nilai Kcr (Kp Kritis) adalah 50, yang berarti nilai Kp adalah 30, namun nilai Kp tersebut masih menjadi nilai Kp semu karena jika nilai tersebut dimasukkan dalam program, maka robot menjadi tidak stabil, oleh karena itu dibutuhkan fine tuning dan didapatlah nilai Kp hasil fine-tuning dengan nilai Kp adalah 46, Ki adalah 2.2 dan Kd adalah 12. PID pada system robot masih memiliki sedikit goncangan namun masih bisa ditolerir untuk menjaga kestabilan robot. Dengan memangkas badan forklift, gerakan forklift menjadi lebih fleksibel karena hanya menggunakan sedikit ruang dalam pergerakannya dan mungkin jika prototype ini diterapkan dalam model kendaraan asli, maka penilitian ini mampu mengurangi penggunaan lahan parkir pada kendaraan forklift.In industry, of course, a lot of raw materials are used every day and the transportation can be up to 24 hours without stopping, therefore the existence of goods transport equipment is very necessary such as forklift vehicles, the existence of forklifts can speed up the process of transporting goods compared to being carried by human labor. As for the forklift bodies for now, most of them are quite large, so the land used for parking forklifts is quite large too, therefore the authors are trying to shorten the forklift body by making a 2-wheeled forklift prototype using a microcontroller-based PID (Self-Balancing Robot) system. PID (Proportional-Integral-Derivative controller) is a controller to determine the precision of an instrumentation system with the characteristics of feedback on the system. The PID controller in this project will provide action by considering the tilt angle received from the Gyroscope and Accelorometer sensors against the set-point and will be processed through the microcontroller which will affect the direction, speed and number of steps on the motor-stepper to make the robot body stable. In addition, by utilizing the mass detection of goods using strain-gauge, the mass value will be used in determining the set-point in the PID. From this research it is known that the value of Kcr (Critical Proportional Gain) is 50, which means the value of Kp is 30, but the Kp value is still a pseudo because if the value is entered in the program, the robot becomes unstable, therefore fine tuning is needed and the Kp value of fine-tuning results is obtained with the value of Kp is 46, Ki is 2.2 and Kd is 12. PID on the robot system still has a little shock but can still be tolerated to maintain robot stability. By trimming the forklift body, the forklift movement becomes more flexible because it uses less space in its movement and maybe if this prototype is applied in the original vehicle model, then this research can reduce the use of parking space on forklift vehicles.
3924644452I1E019066Hubungan Ideks Massa Tubuh Dan Pemenuhan Gizi Terhadap Prestasi Atlet Taekwondo Satria Soebandi Purwokerto Usia 12-17 TahunLatar Belakang: Olahraga adalah gerak badan yang dapat menyehatkan tubuh, dimana pikiran dan jiwa terlibat dalam memperbaiki kondidsi fisik dan meningkatkan prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas indeks massa tubuh dan pemenuhan gizi atlet taekwondo yang dimiliki oleh Sanggar Satria Soebandi Purwokerto. Dari hasil tes indeks massa tubuh dan pemenuhan gizi tersebut nantinya akan dihubungkan dengan prestasi atlet.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di Sanggar Satria Soebandi Purwokerto. Dengan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah 30 atlet Taekwondo kelas prestasi. Instrumen penelitian yang digunakan sebagai berikut: IMT/U menggunakan timbangan digital dan microtoise, pemenuhan gizi dengan food recall 24 jam. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat uji chi-square.
Hasil Penelitian: Pengambilan keputusan uji chi-square jika diperoleh nilai yang tidak signifikan lebih besar dari 0,05 (sig. >0,05) menunjukan tidak terdapat hubungan. Berdasarkan hasil analisis bivariat, diperoleh nilai tidak signifikan hubungan (X1) dengan (Y) sebesar 0,158, (X2) dengan (Y) sebesar 0,419. Tidak ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan prestasi atlet dan tidak ada hubungan yang signifikan antara pemenuhan gizi dengan prestasi atlet.
Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa indeks massa tubuh menurut umur termasuk dalam kategori normal, pemenuhan gizinya termasuk dalam kategori baik, namun indeks massat tubuh menurut umur dan pemenuhan gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet.
Background: Sport is physical activity that can make the body healthy, where the mind and soul are involved in improving physical condition and increasing performance. This research aims to clearly understand the body mass index and nutritional requirements of taekwondo athletes owned by Sanggar Satria Soebandi Purwokerto. The results of the body mass index test and nutritional requirements will later be linked to the athlete's performance.
Methodology: This research uses an analytical observational method with a cross sectional approach. The research location was carried out at Sanggar Satria Soebandi Purwokerto. Using a purposive sampling method with a total of 30 Taekwondo athletes in the achievement class. The research instruments used were as follows: BMI/U using digital scales and microtoise, nutritional fulfillment with 24 hour food recall. Data analysis used univariate analysis and bivariate chi-square tests.
Research Results: Chi-square test decision making if a non-significant value is obtained greater than 0.05 (sig. >0.05) indicates there is no relationship. Based on the results of bivariate analysis, an insignificant relationship between (X1) and (Y) was 0.158, (X2) and (Y) was 0.419. There is no significant relationship between body mass index and athlete performance and there is no significant relationship between nutritional fulfillment and athlete performance.
Conclusion: The conclusion of the study shows that body mass index according to age is included in the normal category, nutritional fulfillment is included in the good category, however body mass index according to age and nutritional fulfillment do not have a significant relationship with athlete performance
3924741746J1D019020PROFIL LITERASI DASAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 KALIBAGORPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat literasi dasar peserta didik di SMP Negeri 1 Kalibagor. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini karena pandemi yang membuat kebijakan belajar dari rumah (daring) dan secara geografis sekolah berada di wilayah pedesaan. Bentuk penelitian ini adalah kuantitatif. Data dalam penelitian ini berupa hasil validitas, reliabilitas, dan data jawaban tes peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskripsi data. Hasil dari penelitian ini sebagai berukut: (1) pengembangan indikator soal tes literasi dasar peserta didik; (2) profil literasi dasar peserta didik. Hasil tes literasi dasar menunjukan literasi dasar tertinggi secara keseluruhan ialah literasi sains dengan rata-rata nilai presentase 82,16% dan terendah literasi numerasi dengan rata-rata nilai presentase 74,58%. Pemetaan tingkat literasi pada peserta didik kelas VII literasi sains tertinggi dan literasi numerasi terendah, kelas VIII literasi sains tertinggi dan literasi finansial terendah, kelas IX literasi finansial tertinggi dan literasi numerasi terendah. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan indikator soal tes dalam penelitian ini layak dan akurat untuk digunakan pada penelitian lain serta profil literasi dasar peserta didik di SMP Negeri 1 Kalibagor dalam kriteria tinggi. Literasi dasar di SMP Negeri 1 Kalibagor yang berada dalam urutan terendah ialah numerasi dan finansial yang dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan metode pembelajaran yang mendukung pemahaman konsep literasi dasar terutama konsep matematika secara mendalam.This study aims to identify the basic literacy level of students at SMP Negeri 1 Kalibagor. The problem behind this research is due to the pandemic which has made learning from home (online) policies and geographically the school is in a rural area. The form of this research is quantitative. The data in this study are the results of validity, reliability, and student test answer data. Data collection techniques in this study using test techniques. Data analysis in this study uses data analysis in this study using data descriptions. The results of this study are as follows: (1) development of indicators for students' basic literacy test questions; (2) basic literacy profile of students. The basic literacy test results show that the highest basic literacy overall is scientific literacy with an average percentage value of 82.16% and the lowest is numeracy literacy with an average percentage value of 74.58%. Mapping the literacy level of class VII students with the highest scientific literacy and lowest numeracy literacy, class VIII having the highest scientific literacy and lowest financial literacy, class IX having the highest financial literacy and lowest numeracy literacy. Based on this description, it can be concluded that the development of test item indicators in this study is feasible and accurate for use in other studies as well as the basic literacy profile of students at SMP Negeri 1 Kalibagor in the high criteria. The basic literacy at SMP Negeri 1 Kalibagor which is in the lowest order is numeracy and finance which can be improved by integrating learning methods that support an understanding of basic literacy concepts, especially mathematical concepts in depth.
3924841744C1L018010Pengaruh Literasi Digital, Media Pembelajaran Wordwall, Dan Komunikasi Interpersonal Pendidik Terhadap Minat Belajar di SMA Negeri 4 PurwokertoPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi digital, media pembelajaran wordwall dan komunikasi interpersonal pendidik terhadap minat belajar di SMA Negeri 4 Purwokerto. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Penentuan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling dan simple random sampling sebanyak 105 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Literasi digital berpengaruh positif terhadap minat belajar di SMA Negeri 4 Purwokerto; (2) Media pembelajaran wordwall berpengaruh positif terhadap minat belajar di SMA Negeri 4 Purwokerto; (3) Komunukasi interpersonal pendidik tidak berpengaruh positif terhadap minat belajar di SMA Negeri 4 Purwokerto.
Implikasi dari penelitian ini diharapkan (1) Sekolah dapat meningkatkan minat belajar peserta melalui literasi digital dengan memberi bekal kepada pendidik agar bisa memperluas pengetahuan terhadap media digital berbasis internet sehingga dalam proses pembelajaran dapat menggunakan sumber belajar dan penggunaan media yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan agar peserta didik tidak mudah bosan, (2) Pendidik dapat meningkatan minat belajar peserta didik melalui media pembelajaran yang bervariasi seperti media pembelajaran wordwall karena memiliki banyak fitur yang bisa disesuaikan pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran agar pembelajaran di kelas lebih menyenangkan dan tidak membosankan, (3) Pendidik dapat meningkatkan komunikasi interpersonal dengan peserta didik dengan cara bersikap ramah kepada peserta didik, menjadi pendengar yang baik, bersikap adil kepada peserta didik dan memberikan motivasi kepada peserta didik. Hal ini dapat menumbuhkan rasa senang sehingga dapat meningkatkan minat belajar.
This research is a quantitative research with a survey method. This study aims to analyze the influence of digital literacy, wordwall learning media and educator interpersonal communication on interest in learning at SMA Negeri 4 Purwokerto. Collecting research data using a questionnaire. Determination of the sample in this study using purposive sampling technique and simple random sampling of 105 respondents.
Based on the results of research and data analysis, it shows that: (1) digital literacy has a positive effect on interest in learning at SMA Negeri 4 Purwokerto; (2) Wordwall learning media has a positive effect on learning interest in SMA Negeri 4 Purwokerto; (3) Educators' interpersonal communication has no positive effect on learning interest in SMA Negeri 4 Purwokerto.
The implications of this research are expected (1) Schools can increase participants' interest in learning through digital literacy by providing provisions to educators so they can expand knowledge of internet-based digital media so that in the learning process they can use learning resources and use media that are in accordance with the material to be delivered so that students are not easily bored, (2) Educators can increase students' interest in learning through various learning media such as wordwall learning media because it has many features that educators can adjust in conveying subject matter so that learning in class is more fun and not boring, (3) Educators can improve interpersonal communication with students by being friendly to students, being a good listener, being fair to students and providing motivation to students. This can foster a sense of fun so as to increase interest in learning.
3924941747C2A019008DETERMINAN PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN PADA USAHA INDUSTRI BAWANG GORENG DI KECAMATAN SINDANGAGUNG KABUPATEN KUNINGANPenelitian ini merupakan penelitian tentang determinan produksi dan keuntungan usaha industri bawang goreng di Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lama usaha, total jam kerja, aset tetap terhadap produksi dan tingkat pendidikan, promosi, pelatihan terhadap keuntungan industri bawang goreng di Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pemilik industri bawang goreng yang ada di Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan yang berjumlah 34 industri. Semua pemilik industri bawang goreng di Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lama usaha, total jam kerja, aset tetap, tingkat pendidikan, promosi, dan pelatihan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan metode double-log dengan = 0,05.
Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial menunjukkan bahwa total jam kerja dan aset tetap berpengaruh signifikan terhadap produksi dan tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap keuntungan industri bawang goreng di Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan, sedangkan lama usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi, promosi dan pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan industri bawang goreng di Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan.
Kata Kunci: Produksi, Keuntungan, Lama Usaha, Total Jam Kerja, dan Pelatihan.
This research is a research on the determinants of production and business profits of the fried onion industry in Sindangagung District, Kuningan Regency. The purpose of this study was to analyze the effect of length of business, total working hours, fixed assets on production and level of education, promotion, training on the profits of the fried onion industry in Sindangagung District, Kuningan Regency.
The population in this study were all fried onion industry owners in Sindangagung District, Kuningan Regency, totaling 34 industries. All fried onion industry owners in Sindangagung District, Kuningan Regency were used as respondents in this study. Collecting data in this study using questionnaires and interviews. The variables used in this research are length of business, total working hours, fixed assets, level of education, promotion, and training. The data analysis used in this study is multiple linear regression with the double-log method with α = 0.05.
The results of this study partially show that the total working hours and fixed assets have a significant effect on production and the level of education has a significant effect on the profits of the fried onion industry in Sindangagung District, Kuningan Regency, while the length of business has no significant effect on production, promotion and training have no significant effect on the profit of the fried onion industry in Sindangagung District, Kuningan Regency.
Keywords: Production, Profit, Length of Business, Total Working Hours, and Training.
3925041748C2A019015Analisis Penggunaan Internet, Pelatihan, Lembaga Jasa Keuangan
dan Nilai Tambah Produk Terhadap Kinerja UMKM Di Indonesia
Usaha dalam skala mikro, kecil dan menengah merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2017-2021 tercatat UMKM yang menggunakan internet terus meningkat mencapai 65,42 persen. Kajian empiris menunjukkan penggunaan internet yang meningkat dapat memberikan dampak yang positif bagi pendapatan UMKM itu sendiri. Akan tetapi, pendapatan UMKM selama periode 2017-2021 mengalami penurunan sebesar 100,6 triliun rupiah. Selanjutnya untuk melihat kinerja UMKM didukung juga dari beberapa indikator penguat UMKM berlandaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), akses terhadap lembaga jasa keuangan dan nilai tambah produk UMKM.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan internet, pelatihan, pinjaman perbankan dan kepemilikan sertifikat terhadap kinerja UMKM yang ditinjau melalui pendapatan UMKM pada 34 provinsi di Indonesia tahun 2017-2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis data panel. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan internet, pelatihan, pinjaman perbankan, dan kepemilikan sertifikat berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan UMKM di Indonesia pada tahun 2017-2021. Beberapa temuan lain dalam penelitian ini antara lain: 1) Persentase UMKM yang menggunakan internet lebih sedikit jika dibandingkan dengan yang tidak menggunakan internet. 2) Persentase UMKM yang pernah menerima pelatihan lebih sedikit jika dibandingkan dengan UMKM yang tidak pernah menerima pelatihan. 3) Terdapat 46 persen UMKM sudah memanfaatkan pinjaman kepada perbankan. 4) Kepemililikan sertifikat bukan merupakan prioritas bagi UMKM didukung dengan data yang menunjukkan hanya 0,14 persen UMKM memiliki sertifikat.
Implikasi dari penelitian ini yaitu 1) Diperlukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM mengenai pentingnya penggunaan internet untuk pengembangan UMKM seperti kegiatan pemasaran, promosi, dan perluasan usaha. 2) Support dari sisi pemilik usaha untuk mengikutsertakan pegawainya apabia terdapat program pelatihan yang bersifat gratis dan terbuka dari pemerintah. 3) Dibutuhkan perbaikan akses perbankan yang merata di seluruh wilayah Indonesia serta perbaikan skema kredit bagi UMKM. 4) Diperlukan sosialisasi terkait pentingnya kepemilikan sertifikat dan kemudahan dalam mengurus sertifikat bagi UMKM.
Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) contributed an important role in the economy in Indonesia. Based on data from the Central Statistics Agency (BPS) during the 2017-2021 period, it was recorded that MSMEs using the internet continued to increase, reaching 65.42 percent. Empirical studies show that increased internet usage can have a positive impact on the income of MSMEs. However, MSMEs income during the 2017-2021 period decreased by 100.6 trillion rupiahs. Furthermore, to see the performance of MSMEs, it needs to be supported by several indicators that strengthen MSMEs which based on the 2020-2024 National Medium-Term Development Plan or Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) in terms of Human Resources (HR), access to financial service institutions and the added value of MSMEs products.
This study aims to analyze the effect of internet usage, training, banking loans, and certificates ownership on the performance of MSMEs that is reviewed by the MSMEs income from 34 provinces in Indonesia between 2017 and 2021. This type of research is a quantitative study using panel data analysis. The result shows that internet usage, training, banking loans, and certificates ownership have significant positive effects on MSMEs income in Indonesia in 2017-2021. Several other findings in this study include: 1) The MSMEs internet usage percentage is lesser than those who don’t use the internet. 2) The percentage of MSMEs that have received training is lesser than MSMEs that have never received training. 3) There are 46 percent of MSMEs that have applied for loans to the banks. 4) Certificates ownership is not a priority for MSMEs, proven by only 0.14 percent of MSMEs that have certificates.
The implications of this research are 1) It is necessary to introduce MSMEs to the stakeholders regarding the importance of internet usage for MSMEs development such as marketing activities, promotions, and business expansions. 2) Support from business owners to involve their employees if there is a free and open training program from the government. 3) It is necessary to improve the banking access that is evenly distributed throughout Indonesia and to improve the credit scheme for MSMEs. 4) Socialization is needed regarding certificate ownership importance and make certificates management accessible for MSMEs.
3925141749F1D019066Pengaruh Intensitas Sosialisasi Politik Dinas Pemberdayaaan Masyarakat Desa Terhadap Tingkat Partisipasi Politik Dalam Pemilihan Kepala Desa Karangtengah Tahun 2021Artikel ini menuliskan tentang pengaruh intensitas sosialisasi politik terhadap tingkat partisipasi politik dalam pemilihan kepala desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara tahun 2021. Artikel ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 3.233 jiwadan dengan 100 sampel pada tingkat margin of error 10%. Teknik pengambilansampling dalam artikel ini adalah simple random sampling. Secara keseluruhan artikel ini membuktikan bahwa sosialisasi politik berpengaruh terhadap partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Kepala Desa di DesaKarangtengah. Pengaruhnya masih tergolong sedang karena memiliki nilai 53,8% dan sisahnya sebanyak 46,2% dipengaruh oleh variabel lain di luar artikel ini. Meskipun pengaruhnya masuk dalam kategori sedang, namun hasil artikel ini tetap menguatkan teori dari Syarbaini yang menyatakan bahwa sosialisasi politik dapat berpengaruh terhadap tingkat partisipasi politik masyarakat. Hal ini berimplikasi bahwa intensitas sosialisasi politik pilkades yang dilakukan oleh Dispermades untuk masyarakat Desa Karangtengahberhasil mempengaruhi tingkat partisipasi mereka dalam Pilkades di Desa Karangtengah tahun 2021.This article writes about the effect of the intensity of political socialization on the level of political participation in the election for the head of Karangtengah village, Batur District, Banjarnegara Regency in 2021. This article uses a quantitative method with a population of 3,233 people and with 100 samples at a 10% margin of error. The sampling technique in this article is simple random sampling. Overall, this article proves that political socialization has an effect on people's political participation in the election of the Village Head in Karangtengah Village. The effect is still classified as moderate because it has a value of 53.8% and the remaining 46.2% is influenced by other variables outside this article. Even though the effect is in the moderate category, the results of this article still strengthen the theory of Syarbaini which states that political socialization can affect the level of people's political participation. This has the implication that the intensity of Pilkades political socialization carried out by the Dispermades for the people of Karangtengah Village has succeeded in influencing their level of participation in the Pilkades in Karangtengah Village in 2021.
3925241750A1C016012ANALISIS KESIAPAN PETANI DALAM MENGADOPSI ALSINTAN BERBASIS TEKNOLOGI 4.0 (STUDI KASUS DESA SUMINGKIR KECAMATAN JERUKLEGI)Pangan merupakan persoalan krusial dalam menunjang kelangsungan hidup rakyat. Sektor pertanian sebagai pilar penyedia pangan seharusnya mampu mengimbangi kebutuhan pangan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan pangan diperlukan adanya integrasi dengan perkembangan teknologi untuk melipat gandakan hasil produksi. Implementasi pertanian modern berbasis revolusi industri 4.0 memerlukan kesiapan dari seluruh aspek, terutama petani sebagai pelaku. Maka dari itu, penelitian ini akan mengkaji variabel-variabel yang diperlukan sebagai suatu ukuran untuk mengetahui kesiapan petani dalam menghadapi kemajuan revolusi industri 4.0 di Desa Sumingkir Kecamatan Jeruklegi dengan menggunakan software RStudio dan memanfaatkan data dari instansi terkait serta hasil wawancara secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesiapan petani dalam mengadopsi alsintan berbasis teknologi 4.0, dan 2) Mengelompokkan tingkat kesiapan petani dalam mengadopsi alsintan berbasis teknologi 4.0.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk pengambilan data sampel. Variabel yang diamati dan dianalisis yaitu data luas lahan, modal, pendapatan, pengalaman, dan intensitas penyuluhan. Pengambilan data hasil penelitian ini diperoleh dari instansi terkait, yaitu Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Jeruklegi dan obyek penelitian melalui wawancara secara langsung. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode regresi logistik multinomial dengan pendekatan terhadap readiness subindex. Penelitian memanfaatkan aplikasi SPSS sebagai alat untuk pengolahan data.
Hasil penelitian dapat membuktikan bahwa pendapatan petani, luas lahan yang dimiliki petani, dan intensitas penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan petani untuk mengadopsi alat mesin pertanian berbasis teknologi 4.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 14,6% petani siap mengadopsi alat mesin pertanian berbasis teknologi 4.0 atau sebanyak 12 orang dari 82 sampel petani, sedangkan 85,4% sisanya tidak siap mengadopsi alat mesin pertanian berbasis teknologi 4.0.
Food is a crucial issue in supporting people's survival. The agricultural sector as a food provider pillar should be able to balance food needs in line with population growth. Therefore, to meet food needs, integration with technological developments is needed to multiply production output. The implementation of modern agriculture based on the industrial revolution 4.0 requires readiness from all aspects, especially farmers as actors. Therefore, this study will examine the variables needed as a measure to determine the readiness of farmers in facing the progress of the industrial revolution 4.0 in Sumingkir Village, Jeruklegi District by using RStudio software and utilizing data from related agencies and the results of direct interviews. This study aims to 1) identify the factors that influence the readiness of farmers to adopt technology-based alsintan 4.0, and 2) classify the level of farmers' readiness to adopt technology-based alsintan 4.0.
This study used a purposive sampling method for collecting sample data. The variables observed and analyzed were data on land area, capital, income, experience, and intensity of counseling. Data collection on the results of this study were obtained from related agencies, namely the Agricultural Extension Center in Jeruklegi District and the object of research was through direct interviews. The research data were analyzed using the multinomial logistic regression method with an approach to the readiness subindex. Research utilizes the SPSS application as a tool for data processing.
The results of the study can prove that farmers' income, the area of land owned by farmers, and the intensity of counseling have a significant effect on the readiness of farmers to adopt technology-based agricultural machinery 4.0. Based on the results of the study, it was shown that 14.6% of farmers were ready to adopt technology-based agricultural machinery 4.0 or as many as 12 people out of 82 sample farmers, while the remaining 85.4% were not ready to adopt technology-based agricultural machinery 4.0.
3925341753J1D019019REPRESENTASI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DAN FILM GARIS WAKTU KARYA FIERSA BESARI (KAJIAN EKRANISASI DAN INTERTEKSTUAL)Transformasi perkembangan membuat suatu karya sastra turut mengalami transformasi. Transormasi tersebut dapat disebut sebagai Alih wahana. Alih wahana memiliki beberapa kegiatan salah satunya ekranisasi. Ekranisasi dalam hal ini meliputi penambahan, penciutan, dan perubahan bervariasi. Adapun novel yang mengalami transformasi menjadi film yakni Garis Waktu karya Fiersa Besari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis proses ekranisasi pada novel dan film Garis Waktu karya besari (peciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi) menggunakkan pendektan ekranisasi menurut Pamusuk Eneste tahun 1991. Selain itu, penelitian ini turut menganalisis bentuk representasi tokoh utama dalam novel dan Film Garis Waktu menggunakan kajian intertekstual.
Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kualitatif dengan pendalaman deskriptif yang berupa kutipan kalimat dalam novel dan percakapan film. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif komparatif yang menggeraikan proses ekranisasi dan representasi tokoh utama.
Hasil pada penelitian ini menunjukkan data terbanyak berasal dari unsur penambahan. Penambahan dilakukan oleh sutradara untuk memunculkan hal yang mulanya tidak termuat dalam novel menjadi ada dalam film. Selain itu, pemerolehan data mengenai representasi tokoh utama dalam novel dan film Garis Waktu memiliki adanya persamaan dan perbedaan. Melalui hal tersebut Data yang paling banyak diperoleh berupa data “Membandingkan” atau perbedaan. Namun dibalik perbedaan tersebut kedua teks novel dan film Garis Waktu akan tetap memiliki kesamaan secara intertekstual
Kata Kunci: ekranisasi, intertekstual, novel, film, Garis Waktu
The transformation of development makes a literary work also undergo a transformation. This transformation can be referred to as Transfer of vehicles. Vehicle transfer has several activities, one of which is ecranization. Ecranization in this case includes adding, reducing, and varying changes. Meanwhile, the novel that has been transformed into a film is the Garis Waktu by Fiersa Besari. This study aims to analyze the ecranization process in the novel and film Garis Masai (squeezing, adding, and varying changes) using the ecranization approach according to Pamusuk Eneste 1991. In addition, this study also analyzes the form of representation of the main character in the novel and the Garis Waktu film. Time to use intertextual studies.
This research is a form of qualitative research with descriptive deepening in the form of quotations from novels and film conversations. The data analysis method used in this study is a comparative descriptive method that moves the process of ecranization and representation of the main character.
The results of this study show that most of the data comes from addition elements. Additions were made by the director to make things that weren't included in the novel appear in the film. In addition, data collection regarding the representation of the main character in the novel and film Garis Waktu has similarities and differences. The most data obtained is in the form of "Comparing" or difference data. Despite these differences, however, the texts of the two novels and the film Garis Waktu will still have intertextual similarities
Keywords: ecranization, intertextual, novel, film, Garis Waktu.
3925441754J1D018014NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA NOVEL “MAWAR HITAM” KARYA FAJAR DWI PUTRA DAN RELEVANSINYA UNTUK
PEMBELAJARAN MENGANALISIS ISI DAN KEBAHASAAN NOVEL

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dengan pendekatan sosiologi sastra yang terdapat dalam novel Mawar Hitam karya Fajar Dwi Putra. Novel ini menceritakan seorang wanita berusia muda yang selalu berpikir positif mengenai masalah yang ia hadapi. Tokoh yang mengantarkan nilai pembentukan karakter dalam novel ini yaitu ibu Maya, Maya, dan Dina, ketiga tokoh tersebut yang mengantarkan pendidikan karakter pada tokoh yang ada dalam cerita. Kajian sosiologi sastra yang digunakan mengacu pada teori Faruk, sedangkan nilai pendidikan karakter menggunakan teori kemendiknas 2010.
Penelitian ini mempunyai dua rumusan masalah yaitu nilai pendidikan karakter dalam novel dan relevansi nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Mawar Hitam. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang ada dalam novel serta mendeskripsikan relevansi nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Mawar Hitam sebagai materi menganalisis isi dan kebahasaan novel. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsif kualitatif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode analisis isi.
Berdasarkan penelitian, nilai pendidikan karakter yang ditemukan sejumlah 13 dalam novel Mawar Hitam karya Fajar Dwi Putra, yaitu: nilai religius, jujur, toleransi, Disiplin, kerja keras, Mandiri, rasa ingin tahu, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, tanggung jawab dengan jumlah yang masuk 28 data termasuk kedalam nilai pendidikan karakter, penelitian ini dikaitkan dengan pembelajaran bahasa Indonesia di jenjang SMA kelas XII kurikulum 2013 berdasarkan KD 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel.


This study aims to describe the value of character education with a literary sociology approach contained in Fajar Dwi Putra's novel Black Roses. This novel tells of a young woman who always thinks positively about the problems she faces. The characters who convey the values of character formation in this novel are Maya, Maya, and Dina, the three characters who deliver character education to the characters in the story. The study of sociology of literature used refers to Faruk's theory, while the value of character education uses the theory of the Ministry of National Education 2010.

This study has two problem formulations, namely the value of character education in the novel and the relevance of character education values in the novel Black Roses. The purpose of this study is to describe the value of character education in the novel and to describe the relevance of character education values in the novel Mawar Hitam as material for analyzing the novel's content and language. This research is a qualitative descriptive research. Data collection techniques in this study used reading and note-taking techniques. The data analysis method used in this study is the content analysis method.
Based on research, there are 13 values of character education found in the novel Black Roses by Fajar Dwi Putra, namely: religious values, honesty, tolerance, discipline, hard work, independence, curiosity, friendship, peace-loving, fond of reading, social care, responsibility with a total of 28 data included in the value of character education, this research is related to learning Indonesian at the level Senior High School XII grade high school based on KD 3.9 Analyzing the content and language of the novel.




Keywords: The value of character education, sociology, the Black Rose novel.
3925541755C2A019003ANALISIS PENGARUH DANA DESA, ALOKASI DANA DESA, DAN BAGI HASIL PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DESA DI KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2019-2022Desa merupakan sebuah pemerintahan kecil yang dikepalai oleh Kepala Desa yang dipilih langsung oleh masyarakat desa yang bersangkutan yang keberadaannya diakui dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Pemberlakuan otonomi memiliki konsekuensi bahwa pemerintah daerah otonom harus mampu mandiri dalam hal arah kebijakan dan pembiayaan program pembangunan serta mampu mengelola keuangan desa sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPR) terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2019-2022. Data dalam penelitian ini adalah seluruh Desa di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 266 Desa dan menggunakan data panel tahun 2019 sampai 2022. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (Dispermasdes) Kabupaten Banjarnegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan DD memberikan pengaruh positif terhadap kenaikan PADes di Kabupaten Banjarnegara selama tahun 2019-2022, sedangkan kenaikan ADD dan BHPR tidak berpengaruh terhadap kenaikan PADes di Kabupaten Banjarnegara selama tahun 2019-2022. Direkomendasikan kepada Pemerintah Daerah agar menjaga komitmen untuk mempertahankan sistem pengelolaan keuangan Desa serta perlu adanya inovasi dan terobosan-terobosan yang mampu mengoptimalkan Dana Desa agar lebih signifikan pengaruhnya dalam menaikkan PADes. Penelitian selanjutnya dapat diharapkan lebih mengerucut pada Variabel DD, ADD, dan BHPR yang dialokasikan pada setiap Bidang Kegiatan pada ABPDes.The village is a small government headed by the Village Head who is directly elected by the village community concerned whose existence is recognized in the Republic of Indonesia Law Number 6 of 2014. The implementation of autonomy has the consequence that the autonomous regional government must be able to be independent in terms of policy directions and finance development programs and be able to managing village finances so as to increase Village Original Income. This study aims to analyze the effect of Village Funds (DD), Village Fund Allocations (ADD), and Regional Tax and Retribution Revenue Sharing (BHPR) on Village Original Income (PADes) in Banjarnegara Regency during 2019-2022. The data in this study are all 266 villages in Banjarnegara District and using panel data from 2019 to 2022. The approach used is a quantitative approach using secondary data originating from the Office for Management of Regional Revenue, Finance and Assets (BPPKAD) and the Office of Village and Social Empowerment (Dispermades) of Banjarnegara Regency.
The results showed that the increase in Village Funds had a positive effect on the increase in Village Original Income in Banjarnegara Regency during 2019-2022, while the increase in Village Fund Allocations and Regional Tax and Retribution Revenue Sharing had no effect on the increase in Village Original Income in Banjarnegara Regency during 2019-2022. It is recommended that the Regional Government maintain its commitment to maintaining the Village financial management system and that there is a need for innovations and breakthroughs that are able to optimize the Village Fund so that it has a more significant effect in increasing Village Original Income. Future research can be expected to be more focused on the Village Funds, Village Fund Allocations, and Regional Tax and Retribution Revenue Sharing variables allocated to each activity sector in the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes).
3925641756I1C018093FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP Staphylococcus aureusLatar Belakang : Daun sirih merah mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antibakteri. Gelling agent yang dapat digunakan yaitu carbopol. Basis gel yang bersifat mudah terdispersi dalam air dan memberikan kekentalan atau kekerasan pada sediaan gel serta mengetahui aktivitas antibakterin terhadap bakteri S.aureus.
Metodologi : Daun sirih merah dibuat menjadi serbuk. Dilakukan maserasi menggunakan etanol 96%. Gel hand sanitizer dibuat dengan konsentrasi ekstrak 10% (F1, F2, F3) dan konsentrasi carbopol, yaitu 0,5% (F1), 1% (F2), 2% (F3). Pengujian organoleptis, homogenitas, stabilitas fisik, pH, viskositas, dan daya sebar dianalisis secara deskriptif.
Hasil : Setiap formula memenuhi kriteria baik pada setiap parameter. Uji viskositas hanya F2 yang berada dalam rentang viskositas yang diinginkan yaitu 6.000-10.000 cps. Daya sebar semua formula memenuhi syarat yang baik yaitu antara 5-7 cm. Formula 2 gel hand sanitizer sirih merah pada konsentrasi 10% dengan konsentrasi carbopol 1% memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan diameter 6-7 mm.
Kesimpulan : Carbopol dengan konsentrasi 0,5%, 1%, 2% memenuhi kriteria baik pada sifat fisik gel hand sanitizer. Uji viskositas hanya formula 2 konsentrasi carbopol 1% yang berada dalam rentang viskositas yaitu 6.000-10.000 cps. Gel hand sanitizer dengan konsentrasi carbopol 1% memiliki aktivitas antibakteri kategori sedang terhadap S. aureus.
Background : Red betel leaves contain chemical compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, and essential oils which function as antibacterials. The gelling agent that can be used is carbopol. A gel base that is easily dispersed in water and gives thickness or hardness to gel preparations and determines antibacterial activity against S.aureus bacteria.
Methodology : Red betel leaf is made into powder. Maceration was carried out using 96% ethanol. Hand sanitizer gel is made with an extract concentration of 10% (F1, F2, F3) and carbopol concentrations, namely 0.5% (F1), 1% (F2), 2% (F3). Organoleptic test, homogeneity, physical stability, pH, viscosity, and spreadability were analyzed descriptively.
Results: Each formula meets the good criteria for each parameter. Viscosity test only F2 is in the desired viscosity range of 6,000-10,000 cps. The spreadability of all formulas meets good requirements, namely between 5-7 cm. Formula 2 hand sanitizer gel red betel at a concentration of 10% with a carbopol concentration of 1% has antibacterial activity against S. aureus with a diameter of 6-7 mm.
Conclusion: Carbopol with a concentration of 0.5%, 1%, 2% meets the good criteria for the physical properties of hand sanitizer gel. The viscosity test was only formula 2 with a 1% carbopol concentration which was in the viscosity range of 6,000-10,000 cps. Hand sanitizer gel with 1% carbopol concentration has moderate antibacterial activity against S. aureus.
3925741771J1D019026Tindak Tutur Representatif pada Podcast Konspirasi di Balik Junk Food dan Makanan InstanPenelitian ini merupakan penelitian pragmatik yang dilatarbelakangi oleh adanya jenis dan fungsi tindak tutur yang terkandung dalam suatu percakapan terutama pada podcast Konspirasi di Balik Junk Food dan Makanan Instan, sehingga hal itu perlu dibahas agar peneliti menjadi tahu apa saja yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tinndak tutur representatif yang ada pada podcast Konspirasi di Balik Junk Food dan Makanan Instan. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data penelitian berupa tuturan-tuturan yang terdapat pada podcast Konspirasi di Balik Junk Food dan Makanan Instan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik dasarnya berupa teknik sadap, serta teknik lanjutannya berupa teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode padan dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Penelitian ini dilakukan validitas data menggunakan triangulasi teori. Hasil analisis data menunjukkan adanya jenis dan fungsi tindak tutur yang terdapat pada podcast Konspirasi di Balik Junk Food dan Makanan Instan yaitu berupa tindak tutur berspekulasi, menyarankan, memberitahukan, menyatakan, memperingatkan, menjelaskan, mengemukakan pendapat, dan menyebutkan. Selain itu, fungsi tindak tutur representatif yang terkandung pada podcast tersebut yaitu fungsi memperkirakan, memberi saran, memberikan informasi, menyatakan informasi, memberikan peringatan, memberikan penjelasan, menyampaikan isi pikiran, menyampaikan poin pokok. Berdasarkan hasil penelitian, jenis tindak tutur representatif paling dominan yaitu tindak tutur memberitahukan dan fungsi tindak tutur representatif berupa fungsi memberikan informasi yang masing-masing berjumlah tujuh data.This research is a pragmatic research which is motivated by the types and functions of speech acts contained in a conversation, especially in the Conspiracy Behind Junk Food and Instant Food podcasts, so this needs to be discussed so that researchers know what is contained therein. This study aims to describe the types and functions of representative speech acts in the Conspiracy Behind Junk Food and Instant Food podcasts. The form of this research is descriptive qualitative with research data in the form of utterances contained in the Conspiracy Behind Junk Food and Instant Food podcasts. The method used in collecting data in this study is the observation method with the basic technique in the form of tapping techniques, as well as advanced techniques in the form of free engagement speaking techniques (SBLC) and note taking techniques. Data were analyzed using the identhyty method with a basic technique in the form of a determining element sorting technique (PUP) and an advanced technique in the form of a comparison comparison technique (HBB). This study conducted data validity using theoretical triangulation. The results of data analysis indicate that there are types and functions of speech acts contained in the Conspiracy Behind Junk Food and Instant Food podcasts, namely the speech acts of speculating, suggesting, informing, declaring, warning, explaining, expressing opinions, and mentioning. In addition, the function of representative speech acts contained in the podcast is the function of estimating, giving suggestions, providing information, stating information, giving warnings, providing explanations, conveying thoughts, conveying main points. Based on the results of the study, the most dominant type of representative speech act is the speech act of informing and the function of the representative speech act is the function of providing information, each of which amounts to seven data.
3925845296E1A020211Tanggung Jawab Hukum Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Warga Negara Indonesia Lulusan Luar Negeri Dalam Pelayanan KesehatanPelayanan kesehatan diberikan oleh seorang profesional yang dalam hal ini merupakan tenaga medis dan tenaga kesehatan, termasuk tenaga medis dan tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab tenaga medis dan tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar negeri dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), penelitian taraf sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan studi kepustakaan. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan tanggung jawab tenaga medis dan tenaga kesehatan warga negara Indonesia dalam pelayanan kesehatan telah menunjukkan taraf sinkronisasi vertikal. Artinya peraturan yang lebih rendah telah didasarkan pada peraturan yang lebih tinggi. Peraturan-peraturan tersebut pun tidak saling bertentangan antara satu dengan yang lain. Bentuk tanggung jawab hukum tenaga medis dan tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar negeri dalam pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia, yaitu: tanggung jawab hukum pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 308 ayat (1) dan Pasal 440 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; tanggung jawab hukum perdata sebagaimana diatur dalam Pasal 308 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; tanggung jawab secara administrasi diatur dalam Pasal 283, Pasal 306 dan Pasal 313 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 33 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2022 tentang Program Adaptasi Dokter Spesialis Warga Negara Indonesia Lulusan Luar Negeri di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.Health services are provided by a professional who in this case is medical personnel and health workers, including medical personnel and health workers of Indonesia citizens who graduated from abroad. This study aims to find out the synchronization of the arrangement and form of responsibility of medical personnel and health workers of Indonesia citizens who graduated abroad in health services. This study uses a normative juridical approach method with the specification of research on the inventory of laws and regulations (positive law), research on the level of legal synchronization, and legal discovery in concreto. The type of data used is secondary data collected by literature studies. The data analysis method in this study uses a qualitative normative method. Based on the results of the study, the regulation of the responsibilities of medical personnel and health workers of Indonesia citizens in health services has shown a level of vertical synchronization. This means that the lower regulations have been based on the higher regulations. These regulations do not contradict each other. The form of legal responsibility of medical personnel and health workers of Indonesia citizens who graduated abroad in health services in the structure of Indonesia's laws and regulations, namely: criminal law responsibility as stipulated in Article 308 paragraph (1) and Article 440 of Law Number 17 of 2023 concerning Health; civil law liability as stipulated in Article 308 paragraph (2) of Law Number 17 of 2023 concerning Health; Administrative responsibilities are regulated in Article 283, Article 306 and Article 313 paragraph (1) of Law Number 17 of 2023 concerning Health, Article 33 of the Regulation of the Minister of Health Number 14 of 2022 concerning the Adaptation Program for Specialist Doctors of Indonesia Citizens Graduated Abroad in Health Service Facilities
3925941757J1A016040A Sociolinguistics Analysis of Stereotypes in "All-Time Most Watched Sketches - Key and Peele" YouTube VideoAziz, Muhammad Fakhri. 2023. Analisis Sosiolinguistik terhadap Stereotip dalam Video "All-Time Most Watched Sketches - Key and Peele" di YouTube. Skripsi. Program Studi Sastra Inggris. Departemen Bahasa Inggris. Fakultas Humaniora. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing 1: Usep Muttaqin, S.Hum, M.A. Pembimbing 2: Eka Dyah Puspita Sari, S.Pd., M.Hum. Penguji Eksternal: Ika Maratus Solikhah S.S., M.A.
Kata Kunci: Sosiolinguistik, Stereotip, Video YouTube, Komedi Sketches, Key and Peele.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perspektif sosiolinguistik terhadap stereotip dalam komedi sketches di video YouTube Key and Peele. Teori yang diterapkan dalam penelitian ini untuk analisis sosiolinguistik dari stereotip adalah fitur linguistik yang mencerminkan stereotip yang diusulkan oleh Semin (2012) dan kategori stereotip yang diusulkan oleh Schneider (2005). Total data dari penelitian ini adalah 92 stereotip yang ditemukan dalam 5 komedi sketches yang dipilih dari video YouTube Key and Peele. Menurut temuan analisis, semua data memiliki 5 fitur linguistik yang mencerminkan stereotip, yaitu Verba Tindakan Deskriptif (DAVs) (5.43%), Verba Tindakan Interpretatif (IAVs) (7.61%), Verba Kondisi (SVs) (6.52%), Kata Sifat (ADJs) (14.13%), dan Kategori Grup Nomina (NGCs) (66.30%). Kategori Grup Nomina (NGCs) memiliki data terbanyak dengan total 61 data karena mencakup individu-individu tertentu dalam komedi sketches. Selain itu, hanya terdapat 5 kategori stereotip yang ditemukan dalam data, yaitu Gender (8.70%), Ras (48.91%), Ciri Fisik (13.04%), Bahasa (23.91%), dan Pekerjaan dan Status Sosial (5.43%). Kategori usia, Kelompok Nasional, dan Kategori Lainnya dari stereotip tidak terlihat dalam data karena kategori-kategori tersebut bukanlah tema utama dalam komedi sketches. Kategori yang dominan adalah kategori stereotip Ras dengan 45 data, yang menggambarkan dominansi unsur rasial dalam komedi sketches. Sebagai hasilnya, stereotip adalah salah satu alat linguistik yang digunakan untuk mencerminkan status sosial dan kategorisasi individu dalam masyarakat.
Aziz, Muhammad Fakhri. 2023. A Sociolinguistics Analysis of Stereotypes in “All-Time Most Watched Sketches – Key and Peele” YouTube Video. Thesis. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Supervisor 1: Usep Muttaqin, S.Hum, M. A. Supervisor 2: Eka Dyah Puspita Sari, S.Pd., M.Hum, External Examiner: Ika Maratus Solikhah S.S., M.A.

Keywords: Sociolinguistics, Stereotypes, YouTube video, Comedy Sketches, Key and Peele.

The purpose of this research is to analyze the sociolinguistics perspectives of stereotypes in comedy sketches of Key and Peele YouTube video. The theories that applied in this research for sociolinguistics analysis of stereotypes are linguistic features reflecting stereotypes proposed by Semin (2012) and stereotypes categories proposed by Schneider (2005). The total data of this research are 92 stereotypes that found in 5 selected comedy sketches of Key and Peele YouTube video. According to analysis’ findings, all of the data has 5 linguistic features reflecting stereotypes, which are Descriptive Action Verbs (DAVs) (5.43%), Interpretive Action Verbs (IAVs) (7.61%), State Verbs (SVs) (6.52%), Adjectives (ADJs) (14.13%), and Noun Group Categories (NGCs) (66.30%). Noun Group Categories (NGCs) has the highest data found with a total of 61 data as it covered specific individuals in the sketches. Additionally, there are only 5 stereotypes categories found in the data, which are Gender (8.70%), Race (48.91%), Physical Features (13.04%), Language (23.91%), and Occupations and Socioeconomic Status (5.43%). Age, National Groups, and Other Categories of stereotypes are not evident in the data as the categories are not main themes of the comedy sketches. The dominant category is Race stereotypes categories with 45 data which illustrates the prominence of racial elements in the sketches. As a result, stereotypes are one of the linguistics tools that is used to reflect social status and categorization of individuals in the society.
3926044453I1J020002The Relationship Between Psychological Well-Being And Self-Care Behavior In Elderly With HypertensionLatar Belakang: Lansia berisiko terkena penyakit degeneratif seperti jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus dan lain-lain. Hipertensi cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, misalnya pada usia lanjut. Salah satu masalah yang banyak diderita oleh lansia adalah hipertensi. Hal ini dapat dipengaruhi ketika lansia yang kurang percaya diri dalam mengambil keputusan sehingga memerlukan kesejahteraan psikologis yang positif untuk melakukan perawatan diri, seperti menerapkan pola makan rendah garam, rutin berolahraga, dan mengikuti pengobatan yang dianjurkan.

Metodologi: Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis korelasi menggunakan uji somer’d gamma. Sebanyak 107 responden lansia dengan hipertensi di Desa Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas menggunakan teknik nonprobablity sampling dengan prosedure accidental sampling. Data diambil dengan menggunkan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PWBS) dan Hypertension Self Profile (HBP-SCP): Scale Behavior.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat kesejahteraan psikologis sedang sebesar 57.9%, tingkat perilaku perawatan diri hipertensi sedang sebesar 64.5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan perilaku perawatan diri hipertensi (nilai p=<0,001, p<0,05) dengan derajat kolerasi sedang (koefisien r=0,477).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan psikologis terhadap perilaku perawatan diri pada lansia dengan hipertensi.
Background: Elderly people are at risk of developing degenerative diseases such as coronary heart disease, hypertension, diabetes mellitus, and others. Hypertension tends to increase with age, for example in old age. One of the problems that many elderly people suffer from is hypertension. This can be influenced when elderly people lack confidence in making decisions and need positive psychological well-being to carry out self-care, such as adopting a low-salt diet, exercising regularly, and following recommended treatment.

Methodology: This quantitative research method used a cross-sectional design to analyze correlations with the Somer'd gamma test. 107 elderly respondents with hypertension in Notog Village, Patikraja District, Banyumas Regency used nonprobability sampling techniques. Data were taken using the Psychological Well-Being Scale (PWBS) and Hypertension Self Profile (HBP-SCP): Behavior Scale questionnaires.

Results: The research showed that most respondents had a moderate level of psychological well-being of 57.9% and a moderate level of hypertension self-care behavior of 64.5%. The results of this study showed that there was a significant relationship between psychological well-being and hypertension self-care behavior (p value=<0.001, p<0.05) with a moderate level of correlation (coefficient r=0.477).

Conclusion: There was a significant relationship between psychological well-being and self-care behavior in elderly people with hypertension.