Artikelilmiahs
Menampilkan 39.181-39.200 dari 48.929 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39181 | 41687 | F1B019002 | Implementasi Kebijakan Pemungutan Retribusi Pelayanan Pasar di Pasar Wage Purwokerto Dalam Meningkatkan Retribusi Daerah Kabupaten Banyumas | Pasar Wage Purwokerto sebagai pasar rakyat tertua di Kabupaten Banyumas yang dimanfaatkan agar dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan sumber retribusi daerah, namun belum sepenuhnya optimal. Dilihat dari realisasi penerimaan pendapatan retribusi pelayanan pasar di Pasar Wage Purwokerto dan kontribusi terhadap retribusi daerah periode 2017 – 2021 mengalami fluktuasi dan terdapat target retribusi pelayanan pasar yang belum tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui faktor-faktor pendorong dan penghambat dalam implementasi kebijakan pemungutan retribusi pelayanan pasar di Pasar Wage Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pada aspek banyaknya aktor yang terlibat cukup rumit sehingga peran tupoksi belum maksimal. Kejelasan tujuan target retribusi sudah dibuat jelas mengacu pada petunjuk pelaksana namun data perhitungan potensi pasar kurang lengkap. Perkembangan dan kerumitan program masih terdapat kesulitan dalam menerapkan isi petunjuk pelaksana namun ketersediaan fasilitas pasar sudah cukup memadai. Partisipasi aktor kebijakan dan kelompok sasaran masih rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi dari sumber daya belum memadai karena rendahnya kompetensi juru pungut retribusi dan ditemukan penyimpangan sehingga berdampak pada kebocoran pendapatan namun SDM non manusia dari tersedianya anggaran dan fasilitas sudah cukup memadai sedangkan komunikasi antara pelaksana kebijakan dengan kelompok sasaran sudah cukup baik namun belum ada penyelenggaraan sosialisasi kebijakan. Faktor pendorong meliputi: (a) koordinasi dan rekonsiliasi rutin antara pelaksana kebijakan (b) adanya petunjuk pelaksana sebagai pedoman kebijakan (c) ketersediaan sumber anggaran dan fasilitas untuk menunjang kelancaran tugas. Faktor penghambat meliputi: (a) rendahnya kuantitas dan kualitas SDM juru pungut retribusi (b) tidak lengkapnya data potensi perhitungan pasar (c) laporan administrasi keuangan tidak lengkap (d) rendahnya mekanisme pengawasan kepala unit pasar terhadap hasil pemungutan retribusi pelayanan pasar. | Pasar Wage Purwokerto as the oldest public market in Banyumas Regency is utilized in order to contribute to the increase of local levy sources, but it has not been fully optimized. Judging from the realization of market service levy revenue at Pasar Wage Purwokerto and the contribution to local retribution for the period 2017-2021, it has fluctuated and there are market service levy targets that have not been achieved. This research aims to describe and find out the driving and inhibiting factors in the implementation of market service levy collection policy in Purwokerto Wage Market. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that the aspect of the number of actors involved is quite complicated so that the role of tupoksi has not been maximized. The clarity of the retribution target objectives has been made clear referring to the implementing instructions but the market potential calculation data is incomplete. The development and complexity of the program still have difficulties in implementing the contents of the implementing instructions but the availability of market facilities is quite adequate. Participation of policy actors and target groups is still low. The influencing factors of resources are inadequate due to the low competence of levy collectors and irregularities found that have an impact on revenue leakage but non-human resources from the availability of budgets and facilities are quite adequate while communication between policy implementers and target groups is quite good but there has been no implementation of policy socialization. The driving factors include: (a) routine coordination and reconciliation between policy implementers (b) the existence of implementing instructions as policy guidelines (c) the availability of budget resources and facilities to support the smooth running of tasks. The inhibiting factors include: (a) low quantity and quality of human resources of retribution collectors (b) incomplete data on potential market calculations (c) incomplete financial administration reports (d) low supervision mechanism of the head of the market unit on the results of market service retribution collection. | |
| 39182 | 41691 | A1A016067 | KELAYAKAN FINANSIAL USAHA NOPIA PADA “KAMPOENG NOPIA” KELOMPOK SADAR WISATA WISANGGENI DI DESA PEKUNDEN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan serta hasil analisis kelayakan finansial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Penelitian ini akan dilakukan di Kampoeng Nopia Desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Tempat penelitian ini dipilih karena sudah terbentuk kelompok usaha dan didukung oleh Kelompok Sadar Wisata sehingga menjadi contoh bagi daerah lainnya. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 15 hari pada tanggal 26 Juli 2023 sampai tanggal 9 Agustus 2023. Obyek penelitian ini adalah pelaku usaha nopia pada “Kampoeng Nopia” Kelompok Sadar Wisata Wisanggeni di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Jumlah pelaku usaha yang tergabung dalam Kampoeng Nopia saat ini yaitu 21 pelaku usaha. Pelaku usaha yang tergabung dalam Kampoeng Nopia beralamat di RT 03 RW 04 Desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Rancangan pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh atau sensus. Variabel yang digunakan volume produk, harga, biaya produksi, biaya variabel, biaya tetap, penerimaan dan pendapatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio dan break even point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 industri nopia yang ada di Kampoeng Nopia terbukti layak dan menguntungkan. Hal ini dibuktikan dengan hasil R/C ratio lebih dari 1 semua. Nilai R/C ratio terkecil yaitu 1,1, nilai R/C ratio terbesar yaitu 1,34 dan nilai R/C ratio rata-rata yaitu 1,23. Kemudian hasil analisis BEP penerimaan rata-rata dari 21 industri adalah Rp1.209.564, BEP harga rata-rata dari 21 industri adalah Rp17.056 dan BEP produksi rata-rata dari 21 industri adalah 26,55 kg. | This study aims to determine the amount of production costs, acceptance, income and the results of the financial feasibility analysis. The research method used in this research is quantitative. This research will be conducted in Kampoeng Nopia, Pekunden Village, Banyumas District, Banyumas Regency. The location for this research was chosen because a business group has been formed and is supported by the Tourism Awareness Group so that it becomes an example for other regions. This research will be carried out for 15 days from 26 July 2023 to 9 August 2023. The object of this research is the nopia business actor in the "Kampoeng Nopia" Wisanggeni Tourism Awareness Group in Pekunden Village, Banyumas District, Banyumas Regency. The number of business actors who are members of Kampoeng Nopia is currently 21 business actors. Business actors who are members of Kampoeng Nopia are located at RT 03 RW 04 Pekunden Village, Banyumas District, Banyumas Regency. The sampling design was carried out by saturated or census sampling. The variables used are product volume, price, production costs, variable costs, fixed costs, receipts and income. The analysis used in this study is the analysis of costs, revenues, revenues, R/C ratio and break even point. The results showed that the 21 nopia industries in Kampoeng Nopia proved to be feasible and profitable. This is evidenced by the results of the R/C ratio of more than 1 all. The smallest R/C ratio is 1.1, the largest R/C ratio is 1.34 and the average R/C ratio is 1.23. Then the BEP analysis results average acceptance of 21 industries is IDR 1,209,564, the average BEP price of 21 industries is IDR 17,056 and the average production BEP of 21 industries is 26.55 kg. | |
| 39183 | 41692 | A1D016094 | KAJIAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH INCEPTISOL YANG DIBERI PEMBENAH TANAH PADA PEMBIBITAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr) | Tanaman Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr) merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang memiliki prospek untuk dikembangkan. Tanaman ini termasuk ke dalam suku pinang-pinangan (arecaceae) bersama dengan beberapa komoditi perkebunan seperti kelapa, kelapa sawit, dan pinang. Pertumbuhan bibit aren yang optimal diperlukan penggunaan media tanam dan pemberian pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai media tanam dan bahan pembenah tanah terhadap sifat kimia tanah inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Exfarm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unsoed, Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan penelitian dari September 2022 sampai Januari 2023, dengan ketinggian tempat penelitian berada pada 110 mdpl. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah 2 faktor yang diatur menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu media tanam (M) yaitu M1 = tanah, M2 = tanah + kompos, M3 = tanah + pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah bahan organik (B) yaitu B1 = POC SO-Kontan, B2 = asam humat, B3 = asam sitrat. Variabel yang diamati yaitu pH H2O & pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), kadar N-Total, kadar P-Total tanah, kadar K-Total tanah, dan kadar C-Organik tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media tanam dan bahan pembenah tanah berpengaruh terhadap pH dan kadar P-Total dan K-Total tanah. Namun, tidak berpengaruh terhadap DHL, kadar N-Total dan C-Organik tanah. Penggunaan media tanam tanah inceptisol + kompos (1:1) dan SO-Kontan (M2B1) menghasilkan kenaikan kadar P-Total tanah tertimggi, yaitu sebesar 75,86 mg/100g-1. Sedangkan penggunaan media tanam tanah inceptisol + kompos (1:1) dan asam humat (M2B2) menghasilkan kenaikan kadar K-Total tanah tertinggi, yaitu sebesar 68,33 mg/100g-1. | Sugar palm (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr) is one type of plantation crop that has prospects for development. This plant belongs to the Arecaceae tribe (Arecaceae) along with several plantation commodities such as coconut, oil palm and areca nut. Optimal growth of sugar palm seedlings requires the use of planting media and fertilizer application. This study aims to determine the effect of various planting media and soil amendments on the chemical properties of inceptisol soil. This research was conducted at the Exfarm Land Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed, Banyumas Regency. Conducting research from September 2022 to January 2023, with an altitude of 110 meters above sea level. This study uses a factorial experiment. The method used in this study was 2 factors which were arranged using a Randomized Block Design (RBD). The first factor is the planting medium (M), namely M1 = soil, M2 = soil + compost, M3 = soil + goat manure. The second factor is organic matter (B), namely B1 = POC SO-Contan, B2 = humic acid, B3 = citric acid. The results of this study indicate that the use of planting media and soil amendments has an effect on soil pH and soil P-total and K-total levels. However, it did not significantly affect DHL, soil N-Total and C-Organic content. The use of inceptisol + compost (1:1) and SO-Kontan (M2B1) soil resulted in the highest increase in soil P-Total content, which was 75.86 mg/100g-1. While the use of inceptisol + compost (1:1) and humic acid (M2B2) soil resulted in the highest increase in soil K-Total content, which was 68.33 mg/100g-1. | |
| 39184 | 41693 | A1A116048 | KONTRIBUSI USAHTANI KUCAI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI PADA KELOMPOK WANITA TANI KARYA TANI DI KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA | Salah satu program dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi petani yaitu dengan membuat program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang pelaksanaanya melibatkan ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Badan Ketahanan Pangan (BKP) melalui pusat penganeka ragaman konsumsi dan keamanan pangan sejak tahun 2010 sampai dengan 2019 telah melaksanakan kegiatan KRPL berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kecamatan Mrebet merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Purbalingga yang mendapatkan bantuan program P2L dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga. KWT yang masih menjalankan program P2L sampai tahun 2023 yaitu KWT Karya Tani. Tingginya minat serta semangat anggota dalam menjalankan program P2L di Kelompok Wanita Tani Karya Tani dipengaruhi oleh kontribusi pendapatan yang baik bagi rumah tangga petani. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan penelitian ini selaras dengan permasalahan diatas yaitu 1) untuk mengetahui profil Kelompok Wanita Tani pelaksana program Pekarangan pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Mrebet dan 2) untuk menghitung kontribusi pendapatan anggota kelompok wanita tani dari usahatani kucai di Kecamatan Mrebet. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Wanita Tani yang ada di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Obyek penelitian yaitu anggota KWT di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Metode pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah sensus dengan responden 30 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, pendapatan rumah tangga, dan kontribusi pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya usahatani kucai berdasarkan biaya total adalah Rp 246.650 dan berdasarkan biaya tunai adalah Rp 77.361, sedangkan rata-rata total penerimaan yang diperoleh adalah Rp252.800. Besar rata-rata biaya usahatani dari kegiatan ternak berdasarkan biaya total adalah Rp2.756.091,73 dan berdasarkan biaya tunai adalah Rp1.317.518,49, sedangkan rata-rata total penerimaan yang diperoleh adalah Rp2.757.392,47. Rata-rata pendapatan total yang diperoleh dari kegiatan usahatani kucai adalah Rp246.650,28 dan rata-rata pendapatan tunainya adalah Rp77.362,1224, sedangkan rata-rata. Rata-rata pendapatan off farm selain ternak yang dilakukan oleh anggota KWT adalah Rp 456.666,67 sedangkan rata-rata pendapatan non farm adalah Rp370.367,74, sehingga diperoleh rata-rata total pendapatan rumah tangga petani yang melakukan kegiatan usahatani kucai berdasarkan biaya total adalah Rp 3.830,376 dan berdasarkan biaya tunai adalah Rp2.222.514,15. Besar rata-rata kontribusi pendapatan usahatani kucai terhadap pendapatan rumah tangga anggota KWT Karya Tani, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga jika dilihat berdasarkan biaya total adalah 9 persen, sedangkan besar rata-rata kontribusi pendapatan usahatani kucai terhadap pendapatan rumah tangga petani jika dilihat berdasarkan biaya tunai adalah 3,48 persen. Kata kunci: Kontribusi, Pendapatan, dan Kucai. | One of the programs of the Ministry of Agriculture to increase the economic growth of farmers is by creating a Sustainable Food Home Area (KRPL) program whose implementation involves housewives who are members of the Women Farmers Group (KWT). The Food Security Agency (BKP) through the center for consumption diversity and food safety from 2010 to 2019 has implemented KRPL activities changing to Sustainable Food Yards (P2L). Mrebet Sub-district is one of the sub-districts in Purbalingga Regency that received P2L program assistance from the Food Security and Fisheries Office of Purbalingga Regency. KWT which is still running the P2L program until 2023 is KWT Karya Tani. The high interest and enthusiasm of members in running the P2L program in the Karya Tani Farmer Women's Group is influenced by the contribution of good income to farmer households. The objectives to be achieved from this research activity are in line with the above problems, namely 1) to determine the profile of the Farmer Women Group implementing the Sustainable Food Yard (P2L) program in Mrebet District and 2) to calculate the income contribution of farmer women group members from chives farming in Mrebet District. This research was conducted at the Women Farmers Group in Mrebet District, Purbalingga Regency. The object of the research was KWT members in Mrebet Subdistrict, Purbalingga Regency. The sampling method used in this study was a census with 30 respondents. The analysis used is the analysis of production costs, revenue, income, household income, and income contribution. The results showed that the average cost of chives farming based on total costs was IDR 246,650 and based on cash costs was IDR 77,361, while the average total revenue obtained was IDR 252,800. The average farming costs of livestock activities based on total costs were IDR 2,756,091.73 and based on cash costs were IDR 1,317,518.49, while the average total revenue obtained was IDR 2,757,392.47. The average total income obtained from chives farming activities was IDR246,650.28 and the average cash income was IDR77,362.1224, while the average. The average off farm income other than livestock carried out by KWT members is Rp 456,666.67 while the average non farm income is Rp370,367.74, so that the average total income of farmer households carrying out chives farming activities based on total costs is Rp 3,830,376 and based on cash costs is Rp2,222,514.15. The average contribution of chives farming income to household income of KWT Karya Tani members, Mrebet District, Purbalingga Regency when viewed based on total costs is 9 percent, while the average contribution of chives farming income to farmers' household income when viewed based on cash costs is 3,48 percent. Keywords: Contribution, Income, and Chives. | |
| 39185 | 41701 | J0A020008 | Creating New Small World Promotional Videos with English Subtitles in TikTok | Laporan berjudul "Membuat Video Promosi New Small World dengan Teks Bahasa Inggris di TikTok" dan didasarkan pada kegiatan praktik kerja di New Small World. Tujuan utama dari praktik kerja ini adalah untuk membuat video promosi New Small World dengan teks bahasa Inggris di TikTok. Ada tiga metode yang digunakan untuk mendapatkan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan menghitung jumlah miniatur ikon monumen di berbagai negara dan informasi mengenai bangunan-bangunan tersebut, replika taman dinosaurus, taman bunga, dan area kolam renang. Kemudian wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada pemilik dan pengelola New Small World dan dokumentasi dilakukan dengan mengambil video berisi tempat tempat dan fasilitas yang ada di New Small World. Hasil dari praktik kerja ini adalah 5 video yang berisi tentang deskripsi New Small World yang telah diunggah di akun TikTok New Small World, @new.smallworld. Kelima video tersebut menjelaskan secara detail mengenai deskripsi New Small World, mulai dari penjelasan dan lokasi New Small World, kemudian video yang membahas mengenai wahana-wahana yang tersedia di New Small World. Pada video terakhir, dijelaskan secara detail mengenai fasilitas yang ada dan menjadi sorotan dari keseluruhan video. Pengisian suara dalam bahasa Indonesia dan subjudul dalam bahasa Inggris sesuai dengan kebutuhan New Small World untuk memudahkan penonton. Selama praktik kerja, terdapat beberapa kendala, diantaranya keterlambatan dalam pengambilan materi video, kendala bahasa yang menghambat keefektifan dan cuaca yang tidak menentu, sehingga penulis tidak dapat mengambil video tepat waktu di New Small World. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan diskusi untuk menghindari miskomunikasi dan penulis harus melihat ramalan cuaca sebelum mengambil materi. | The report entitled "Creating New Small World Promotional Videos with English Subtitles in TikTok" and based on job training activities at New Small World. The main purpose of the job training is to create New Small World promotional videos with English subtitles in TikTok. There are three methods to obtained the data, observation, interview, and documentation. Observations were made by counting the exact number of miniature monument icons in various countries and information about these buildings, dinosaur park replicas, flower gardens, and swimming pool areas. Then the interviews were done by asking questions to the owner and the manager of New Small World and the documentations were done by taking the videos of the spots, and facilities that available in New Small World. The result of this job training is the producing of 5 videos containing the description of New Small World which have been uploaded on the New Small World TikTok account, @new.smallworld. The 5 videos explain in detail the description of New Small World, starting from the explanation and location of New Small World, then videos that discuss the rides available in New Small World. In the last video, it is explained in detail about the existing facilities and a highlight of the entire video. Voice over is in Indonesian and subtitles are in English according to the needs of New Small World to make it easier for the viewer. During this job training, there are several obstacles, including the delay in collecting video material, the language barrier that hinder effective and the unpredictable weather, therefore the writer cannot take and videos on time in the New Small World. To overcome these obstacles, discussions is needed to avoid miscommunication and the writer have to see the weather forecast before taking the materials. | |
| 39186 | 41694 | J0A019040 | Producing English Booklet to Promote Purbasari Pancuran Mas Educational Park Purbalingga | Laporan pelatihan kerja ini berjudul "Memproduksi Booklet Bahasa Inggris untuk Mempromosikan Taman Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga". Pelatihan kerja ini dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2022 – 28 Februari 2022. Tujuan dari pelaksanaan pelatihan kerja ini adalah untuk memberikan booklet bahasa Inggris, promosi di Instagram, mengetahui kendala dan menemukan solusi dalam membuatnya. Dalam kegiatan pelatihan kerja ini, metode yang digunakan adalah, observasi dan dokumentasi untuk menambah referensi penulis. Dalam melaksanakan pelatihan kerja, penulis menemukan bahwa penggunaan bahasa Inggris dalam booklet promosi perusahaan jarang digunakan. Penggunaan Instagram sebagai media publikasi dan iklan pun tidak maksimal di perusahaan. Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pelatihan kerja ini, seperti kegiatan promosi menggunakan booklet bahasa Inggris yang belum ada dan alat-alat pendukung kegiatan promosi yang belum cukup lengkap. Berdasarkan pembahasan, ada beberapa kesimpulan. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang dapat membantu dalam pariwisata karena pengunjung tidak hanya berasal dari wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Booklet berbahasa Inggris ini bisa sangat bermanfaat karena membantu mempromosikan objek wisata Pubasari Pancuran Mas bagi wisatawan internasional. | This job training report is entitled “Producing English Booklet to Promote Purbasari Pancuran Mas Educational Park Purbalingga”. It was held on January 31, 2022 – February 28, 2022. The purpose of implementing this job training is to provide English booklet, promotions on Instagram, to know the obstacles and to find the solution. In this job training activity, the methods used were, observation and documentation to add the writer's references. In carrying out the job training, it was found that the use of English in booklet promotion of the company is seldom used. Besides, the use of Instagram as the publication and advertising medium was not maximum in the company. There were several obstacles faced in carrying out this job training, such as the promotion activities using English booklet that have not existed and the materials for support promotional activities were not complete enough. Based on the discussion, there are several conclusions. English is a language that can help in tourism because visitors not only come from local tourists, but also foreign tourists. This English booklet can be very useful because it helps promoting the tourist attraction of Pubasari Pancuran Mas for international tourists. | |
| 39187 | 41695 | J1A018054 | A Stylistic Analysis of Jerry Seinfeld's Stand-up Comedy Special Show "23 Hours to Kill" on Netflix | Nowadays, contemporary culture has already spread around the world with its positive and negative effects. One of the most kind famous contemporary cultures in Indonesia is stand-up comedy. This research has two objectives: to find the types and the functions of figures of speech in Jerry Seinfeld’s Stand-up Comedy Special Show “23 Hours to Kill” material. The method used in this thesis was descriptive qualitative method and total sampling was used to answer the research questions. The data source used in this research was from Netflix streaming app (https://www.netflix.com/id/title/80170847). The data were the utterances from Seinfeld’s material that carry figures of speech. The theory used in this thesis is Perrine and Arp’s theory “Sound and Sense”: An Introduction to Poetry (2010). The result shows there were 37 data of figures of speech in Seinfeld’s material and six of twelve types of figures of speech applied in this research, they were overstatement (16 data), simile (10 data), metaphor (5 data), personification (3 data), understatement (1 datum), and verbal irony (1 datum). The functions of figures of speech found in the utterances are to give imaginative pleasure (27 data), to say much in brief compass (7 data), to add an emotional intensity (4 data), and to bring an additional imagery (1 datum). From the data the researcher conclude that the use of figures of speech and its functions made Seinfeld’s material more interesting and easy to understand by the audiences because the messages sounds lighter and more enjoyable. | Nowadays, contemporary culture has already spread around the world with its positive and negative effects. One of the most kind famous contemporary cultures in Indonesia is stand-up comedy. This research has two objectives: to find the types and the functions of figures of speech in Jerry Seinfeld’s Stand-up Comedy Special Show “23 Hours to Kill” material. The method used in this thesis was descriptive qualitative method and total sampling was used to answer the research questions. The data source used in this research was from Netflix streaming app (https://www.netflix.com/id/title/80170847). The data were the utterances from Seinfeld’s material that carry figures of speech. The theory used in this thesis is Perrine and Arp’s theory “Sound and Sense”: An Introduction to Poetry (2010). The result shows there were 37 data of figures of speech in Seinfeld’s material and six of twelve types of figures of speech applied in this research, they were overstatement (16 data), simile (10 data), metaphor (5 data), personification (3 data), understatement (1 datum), and verbal irony (1 datum). The functions of figures of speech found in the utterances are to give imaginative pleasure (27 data), to say much in brief compass (7 data), to add an emotional intensity (4 data), and to bring an additional imagery (1 datum). From the data the researcher conclude that the use of figures of speech and its functions made Seinfeld’s material more interesting and easy to understand by the audiences because the messages sounds lighter and more enjoyable. | |
| 39188 | 41696 | A1D017139 | Pengaruh Berbagai Biochar Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L. cv. Inpari 42 Agritan GSR) pada Tanah Tercemar Logam Berat | ABSTRAK Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia, khususnya di wilayah Banyumas tergolong sebagai tanah yang tercemar logam berat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tanah yang tercemar logam berat yaitu dengan cara pemberian biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biochar tongkol jagung, jerami, dan sekam terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman padi pada tanah tercemar logam berat yang berasal dari 3 daerah (Ajibarang, Pesawahan, dan Menganti). Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi (split plot design) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama merupakan tanah yang berasal dari 3 lokasi sebagai petak utamanya. Faktor kedua merupakan kombinasi berbagai biochar sebagai petak anakannya yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa aplikasi biochar (kontrol), biochar tongkol jagung 6 ton/ha, biochar tongkol jagung 3 ton/ha dan biochar jerami 3 ton/ha, biochar tongkol jagung 2 ton/ha, biochar jerami 2 ton/ha, dan biochar sekam 2 ton/ha. Berdasarkan kedua faktor tersebut, terdapat 12 (3×4) kombinasi perlakuan dengan 3 blok sehingga terdapat 36 unit pot percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, jumlah daun, biomassa tanaman (g), jumlah anakan produktif, panjang malai (cm), bobot gabah per rumpun (g), dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar dengan dosis 6 ton/ha yang berasal dari tongkol jagung, jerami padi, dan sekam padi pada tanah tercemar logam berat yang berasal dari Ajibarang, Pesawahan, dan Menganti belum mampu memberikan pengaruh terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman padi. | Most of the agricultural fields in Indonesia, especially in the Banyumas area are classified as heavy metal contaminated fields. One method that can be done to remediate soil contaminated with heavy metals is by applying biochar. This study aims to determine the effect of corn cob, straw, and husk biochar on the growth and crop yeild of paddy plants on soil contaminated with heavy metals originating from 3 regions (Ajibarang, Pesawahan, and Menganti). The research design used was a split plot design consisting of 2 factors. The first factor is land originating from 3 locations as the main plot. The second factor was a combination of various biochar as seedling plots consisting of 4 levels, namely without the application of biochar (control), corncob biochar 6 tons/ha, corncob biochar 3 tons/ha and straw biochar 3 tons/ha, corn cob biochar 2 tons /ha, straw biochar 2 tons/ha, and husk biochar 2 tons/ha. Based on these two factors, there were 12 (3×4) treatment combinations with 3 blocks so there were 36 experimental pot units. Variables observed included plant height (cm), number of tillers, number of leaves, plant biomass (g), number of productive tillers, panicle length (cm), grain weight per clump (g), and harvest index. The results showed that the addition of biochar at a dose of 6 tonnes/ha derived from corncobs, rice straw and rice husks on heavy metal contaminated soil originating from Ajibarang, Pesawahan, and Menganti had not been able to have an effect on growth and yields variables of paddy plant. | |
| 39189 | 41697 | F1D019079 | Pengaruh Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat Pada Pemilu 2019 di Kabupaten Bekasi | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi pengawasan partisipatif terhadap partisipasi politik masyarakat dalam mengawasi pada Pemilu tahun 2019 di Kabupaten Bekasi. Teori utama yang digunakan pada penelitian ini adalah teori sosialisasi politik dan teori partisipasi. Teori sosialisasi yang dipakai adalah teori sosialisasi politik menurut Paul Allen Beck yang menyatakan bahwa sosialisasi ditekankan pada intensitas sosialisasi yang diberlakukan, kualitas penyampaian pengetahuan politik, pemahaman target sosialisasi, dan perubahan karakter yang terbentuk akibat dari sosialisasi politik. Sedangkan pada teori partisipasi terdapat 3 indikator yaitu pra voting, saat voting, dan pasca voting. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah 2.054.407 jiwa dan 100 sampel pada tingkat margin of error 10%. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Secara keseluruhan penelitian ini membuktikan bahwa sosialisasi pengawasan partisipatif merupakan faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi politik masyarakat. Namun pengaruhnya tergolong rendah dengan 23,3% sedangkan 76,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. | This study aims to determine the effect of the socialization of participatory supervision on community political participation in supervising the 2019 elections in Bekasi Regency. The main theories used in this research are the theory of political socialization and the theory of participation. The socialization theory used is the theory of political socialization according to Paul Allen Beck which states that socialization is emphasized on the intensity of socialization that is enforced, the quality of conveying political knowledge, understanding the target of socialization, and changes in character formed as a result of political socialization. While in the participation theory there are 3 indicators, namely pre-voting, during voting, and post-voting. The research method used was quantitative with a total of 2,054,407 people and 100 samples at a margin of error of 10%. The sampling technique in this study was purposive sampling. Overall, this study proves that the socialization of participatory supervision is a factor that influences people's political participation. However, the effect is relatively low with 23.3% while 76.7% is influenced by other variables outside of this study. | |
| 39190 | 41698 | A1C018055 | PENGARUH APLIKASI PUPUK KANDANG DAN PENGGUNAAN MULSA PLASTIK TERHADAP SIFAT FISIK TANAH PADA LAHAN MARGINAL DESA SIRAU KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS | Pemanfaatan lahan pekarangan saat ini kurang optimal karena dinilai kecil kemungkinannya untuk dijadikan lahan pertanian. Sebagian besar lahan marginal digunakan untuk bercocok tanam seperti kelapa sawit, karet, lada dan kopi. Namun pemanfaatan lahan marginal untuk tanaman sayuran jarang ditemui. Pertumbuhan tanaman sangat bergantung pada faktor lingkungan tanah, termasuk kualitas tanah. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tanah adalah dengan menggunakan mulsa dan pupuk. Memperbaiki metode pengolahan tanah yang tidak menurunkan kualitas tanah seperti pupuk organik. Diperlukan kajian komprehensif yang mengintegrasikan berbagai parameter utama untuk meningkatkan produktivitas lahan marginal melalui potensi penggunaan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang sapi dan kotoran kambing terhadap sifat fisik tanah marginal, (2) mengetahui pengaruh penggunaan mulsa plastik terhadap sifat fisik tanah lahan marginal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap kadar air tanah pada kedalaman 0-10 cm dan tidak berpengaruh nyata terhadap kepadatan tanah, porositas dan konduktivitas hidrolik. Dan perlakuan pemberian pupuk kandang kambing tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sifat fisik tanah (kadar air, bulk density, porositas, dan konduktivitas hidrolik). Perlakuan mulsa plastik tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap sifat fisik tanah (kadar air, bulk density, porositas, dan konduktivitas hidrolik) pada kedalaman pengamatan (0-10 cm, 10-20 cm, 20-30 cm). | The use of yard land is currently less optimal because it is considered less likely to be used as agricultural land. Most of the marginal land is used for growing crops such as oil palm, rubber, pepper and coffee. However, marginal land use for vegetable crops is rare. Plant growth is highly dependent on soil environmental factors, including soil quality. One way to improve soil quality is to use mulch and fertilizer. Improve tillage methods that do not degrade soil quality such as organic fertilizers. A comprehensive study is needed that integrates various key parameters to increase marginal land productivity through the potential use of organic fertilizers. This study aims to (1) determine the effect of the use of cow manure and goat manure on the physical properties of marginal soil, (2) determine the effect of the use of plastic mulch on the physical properties of marginal land soil. The results showed that cow manure treatment had a significant effect on soil moisture content at a depth of 0-10 cm and had no real effect on soil density, porosity and hydraulic conductivity. And the treatment of goat manure does not have a noticeable effect on the physical properties of the soil (moisture content, bulk density, porosity, and hydraulic conductivity). Plastic mulch treatment did not have a significant impact on soil physical properties (moisture content, bulk density, porosity, and hydraulic conductivity) at observation depths (0-10 cm, 10-20 cm, 20-30 cm). | |
| 39191 | 41699 | I1B019002 | Gambaran Strategi Koping Orangtua Dengan Anak yang Mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan Pada Usia Remaja | Latar Belakang: Saat ini tingginya angka kenakalan remaja menyebabkan angka kehamilan remaja meningkat. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) yang dialami remaja berpengaruh pada koping orangtua. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran koping orangtua dengan anak yang mengalami kehamilan tidak diinginkan pada usia remaja. Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode observasi. Jumlah sampel penelitian 38 orang. Metode sampling menggunakan teknik total sampling. Analisis data diuji secara sistematik lalu disajikan dalam bentuk proporsi. Hasil Penelitian: Karakteristik responden dalam penelitian terdiri dari orangtua yang mayoritas adalah Ibu, mayoritas responden dalam penelitian ini tidak bekerja, dan mayoritas responden tidak memiliki pengalaman KTD pada lingkungan keluarga. Karakteristik remaja yang mengalami KTD pada penelitian ini adalah remaja akhir rentang usia (18-21 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem focused coping sebanyak 26,04% dan emotion focused coping sebanyak 73,96%. Kesimpulan: Strategi koping orangtua dengan anak yang mengalami KTD pada usia remaja mayoritas menggunakan emotion focused coping. Kata kunci: Strategi koping, kehamilan tidak diinginkan, anak usia remaja | Background: Currently, the high rate of juvenile delinquency causes the number of teenage pregnancies to increase. Unwanted pregnancy experienced by adolescents affects parental coping. Therefore, this study aims to determine the picture of parental coping with children who experience unwanted pregnancy in adolescence. Methodology: This study uses a type of descriptive quantitative research with observation methods. The number of research samples was 38 people. The sampling method uses the total sampling technique. Data analysis is tested systematically and then presented in the form of proportions Research Results: The characteristics of respondents in the study consisted of parents, the majority of whom were mothers, the majority of respondents in this study did not work, and the majority of respondents did not have pregnancy experiences not planned in the family environment. The characteristics of adolescents who experienced unwanted pregnancy in this study were late adolescent age range (18-21 years). The results showed that problem focused coping was 26.04% and emotion focused coping was 73.96%. Conclusion: Parental coping strategies with children who experience unwanted pregnancies in adolescence mostly use emotion focused coping. Keywords: Coping strategies, unwanted pregnancy, adolescence | |
| 39192 | 44440 | H1D019025 | IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS PADA INDEKS PEMBANGUNAN LITERASI MASYARAKAT BERBASIS WEBSITE | Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) merupakan instrumen pengukuran tingkat pembangunan literasi masyarakat yang diperoleh melalui penghitungan beberapa yang menjadi aspek di suatu wilayah. Penghitungan IPLM pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purbalingga masih dilakukan secara manual yang mengakibatkan kurang efesien dan rentan terjadi kesalahan. Dengan demikian maka diperlukan sebuah sistem terkomputerisasi untuk memudahkan penghitungan IPLM agar lebih akurat, efisien dan efektif. Sistem yang dibuat merupakan sistem berbasis Website menggunakan bahasa pemrograman phyton dengan framework djanggo dan untuk database menggunakan MySQL. Metode yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak yaitu metode waterfall, sedangkan metode yang digunakan untuk membantu pengolahan data yaitu metode Analytical Hierarchy Process. Dari hasil penelitian, didapatkan tujuh kriteria dan lima wilayah yang menjadi alternatif. Hasilnya, sistem dapat menampilkan pemeringkatan wilayah berdasarkan nilai IPLM dari tertinggi sampai terendah. Hasil pengujian blackbox menunjukkan bahwa sIstem sudah sesuai atau tidak ada error untuk setiap aktifitasnya. Adapun hasil dari user acceptance test menunjukkan nilai rata-rata sebesar 83,6% dengan kategori “sangat baik” yang berarti bahwa sistem ini layak untuk digunakan. | The Community Literacy Development Index (IPLM) is an instrument for measuring the level of community literacy development obtained by calculating several aspects in an area. IPLM calculations at the Purbalingga Archives and Library Service are still done manually, which results in inefficiency and are prone to errors. Thus, a computerized system is needed to facilitate IPLM calculations so that they are more accurate, efficient and effective. The system created is a website-based system using the Python programming language with the Djanggo framework and for the database using MySQL. The method used for software development is the waterfall method, while the method used to assist data processing is the Analytical Hierarchy Process method. From the research results, seven criteria and five areas were obtained as alternatives. As a result, the system can display regional rankings based on IPLM values from highest to lowest. The black box testing results show that the system is appropriate or there are no errors for each activity. The results of the user acceptance test show an average score of 83.6% in the "very good" category, which means that this system is suitable for use | |
| 39193 | 44441 | I1C020039 | Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Kesadaran Remaja Puteri Terkait Penggunaan Vaksin Human Papillomavirus (HPV) di Purwokerto | Remaja lebih beresiko terkena kanker serviks karena terjadinya peningkatan perilaku seksual. Vaksin HPV merupakan salah satu intervensi sebagai pencegahan akan terjadinya kanker serviks. Namun, pemerintah Indonesia hanya mencanangkan program gratis vaksin HPV yang diberikan pada anak kelas 5 dan 6 SD sehingga mengakibatkan banyak remaja yang belum melakukan vaksin HPV. Oleh karena itu, dalam hal ini tingkat pengetahuan dan kesadaran remaja berpengaruh terhadap kesediaan remaja dalam melakukan vaksinasi HPV. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kesadaran, kesediaan remaja puteri di Purwokerto terkait penggunaan vaksin HPV, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kesadaran dengan kesediaan terkait penggunaan vaksin HPV. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan kepada 384 responden remaja puteri di Purwokerto dengan teknik quota sampling pada Februari- Maret 2024. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Responden memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang baik sejumlah (52,6%), tingkat pengetahuan dan kesadaran cukup sejumlah (41,4%) serta pengetahuan dan kesadaran yang kurang sejumlah (6,0%). Selain itu, remaja puteri yang bersedia menerima vaksin HPV (95,6%), dan yang tidak bersedia (4,4%). Terdapat hubungan yang signifikan (p-value= 0,012) antara tingkat pengetahuan dan kesadaran dengan kesediaan remaja puteri di Purwokerto. Remaja puteri di Purwokerto memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang baik dan mayoritas bersedia menerima vaksin HPV. | Adolescents are more at risk of cervical cancer due to increased sexual behavior. HPV vaccine is one of the recommended interventions for adolescents to prevent cervical cancer. However, the Indonesian government has only launched a free HPV vaccine program that is given to 5th and 6th graders, resulting in many adolescents who have not had the HPV vaccine. Therefore, in this case, the level of knowledge and awareness of adolescents affects the willingness of adolescents to do HPV vaccination. To determine the level of knowledge and awareness, the willingness of young women in Purwokerto regarding the use of the HPV vaccine, and to determine the relationship between the level of knowledge and awareness and the willingness to use the HPV vaccine. This study used a cross sectional design. Data were collected from 384 female adolescent respondents in Purwokerto using quota sampling technique in February-March 2024. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. Respondents had a good level of knowledge and awareness (52.6%), a sufficient level of knowledge and awareness (41.4%) and a poor level of knowledge and awareness (6.0%). Apart from that, young women were willing to receive the HPV vaccine (95.6%), and those who were not willing (4.4%). There is a significant relationship (p-value= 0.012) between the level of knowledge and awareness and the willingness of young women in Purwokerto. Adolescent girls in Purwokerto have a good level of knowledge and awareness and the majority are willing to receive the HPV vaccine. | |
| 39194 | 44757 | H1A020042 | RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL UTAMA STASIUN PENUKARAN BATERAI KENDARAAN LISTRIK UMUM MENGGUNAKAN PROTOKOL MQTT BERBASIS RASBERRY PI | Peningkatan emisi karbon dari tahun ke tahun membutuhkan penangan khusus untuk dilakukan. Oleh karena itu, pada tahun 2021 Indonesia menetapkan target untuk penurunan emisi gas rumah kaca tanpa syarat sebesar 29% dan dengan syarat 41%. Salah satu cara untuk mencapai target tersebut adalah dengan mempercepat proses transisi ke kendaraan roda dua berbasis listrik. Untuk menunjang percepatan itu dibutuhkan infrastruktur pengisian baterai yang mumpuni sehingga dibutuhkan SPBKLU yang mampu melakukan pengisian baterai dan penukaran baterai yang cepat. Selain itu, dalam pelaksanaannya kadangkali terdapat SPBKLU yang rusak lokernya. Untuk itu, untuk mempercepat proses charge sekaligus mengatasi masalah tersebut diperlukan SPBKLU dengan jumlah loker yang cukup banyak. SPBKLU yang terdapat di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) merupakan stasiun penukaran baterai yang terdiri dari 12 loker baterai, namun stasiun pengisian ini belum dapat bekerja dikarenakan belum adanya sistem kontrol pada SPBKLU tersebut. Dengan adanya sistem kontrol pada SPBKLU memungkinkan terjadinya komunikasi dengan pengguna melalui HMI, mengirim data ke server, menyimpan data lokal dalam bentu log, dan juga mengkoordinasikan loker sehingga proses battery swapping dapat dilakukan Penelitian yang dilakukan akan berfokus untuk merancang sistem kontrol SPBKLU dan dilaksanakan dalam 4 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap perancangan, tahap pengujian, dan tahap dokumentasi. Untuk pengujian akan dilakukan dengan uji coba melakukan penukaran baterai secara langsung, pengujian packet loss pada komunikasi data, pengujian terhadap kinerja antarmuka, dan pengujian terhadap keandalan data log. Adapun hasil dari penelitian ini akan berupa sistem kontrol utama dalam dalam bentuk Raspberry Pi yang telah diprogram untuk dapat diaplikasikan langsung ke SPBKLU. | Increasing carbon emissions from year to year require special attention. Therefore, in 2021, Indonesia set targets for unconditional greenhouse gas emissions reduction by 29% and conditional reduction by 41%. One way to achieve these targets is by accelerating the transition to electric two-wheeled vehicles. To support this acceleration, a robust battery charging infrastructure is needed, including Fast Battery Swapping and Charging Stations (SPBKLU) capable of quick battery charging and swapping. Additionally, during implementation, there are sometimes issues with damaged SPBKLU lockers. To address these challenges and expedite the charging process, it is essential to have SPBKLU stations with an ample number of lockers.SPBKLU at the National Innovation Research Agency (BRIN) consists of 12 battery lockers, but it cannot operate yet due to the lack of a control system. Having a control system in place for SPBKLU enables communication with users through an HMI, data transmission to the server, local data storage in log format, and coordination of lockers for efficient battery swapping.The research will focus on designing the control system for SPBKLU and will be conducted in four stages: preparation, design, testing, and documentation. Testing will involve direct battery swapping trials, packet loss testing in data communication, interface performance evaluation, and data log reliability testing. The results of this research will be a main control system in the form of a Raspberry Pi which has been programmed to be applied directly to SPBKLU. | |
| 39195 | 44876 | A1C020002 | PENGARUH VARIASI TEKNIK SANGRAI TERHADAP EFISIENSI ENERGI DALAM PROSES PENYANGRAIAN GULA SEMUT ORGANIK | Permintaan gula semut organik di Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal ini dikarenakan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan bagi tubuh. Meningkatnya nilai konsumsi gula semut menjadi pendorong bagi pengrajin gula semut untuk meningkatkan produksinya. Oleh karena itu, penting untuk memiliki standar teknik dalam proses penyangraian yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian beberapa teknik sangrai untuk menentukan teknik mana yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan teknik sangrai yang paling efisien dalam proses penyangraian gula semut, mengetahui lama penyangraian yang paling efisien dalam proses pengeringan gula semut serta menemukan kombinasi optimal antara teknik dan lama penyangraian yang dapat menghasilkan gula semut dengan kadar air yang sesuai standar mutu (SNI). Prosedur penelitian dimulai dengan persiapan alat, pengumpulan data, dan analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi. Pengamatan dan analisis data meliputi distribusi suhu, kadar air, laju pengeringan, kebutuhan energi penyangraian, kebutuhan bahan bakar dan efisiensi energi pada penyangraian. Penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu penelitian pendahuluan dengan menentukan faktor yang dianalisi yaitu lama penyangraian dan teknik sangrai. Tahap kedua merupakan analisis model respon berdasarkan uji ANOVA. Tahap ketiga merupakan uji lanjut dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range (DMRT). Tahap keempat merupakan tahap penentuan perlakuan terbaik dengan menggunakan uji Indeks Efektivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik penyangraian yang terbaik untuk mengasilkan gula semut organik berkualitas sesuai SNI dengan efisiensi energi tertinggi adalah penyangraian tanpa tumpukan kayu selama 40 menit. Teknik penyangraian ini menghasilkan gula semut organik dengan kadar air 2,47%, laju pengeringan 0,035%bb/menit, efisiensi energi 85,75%, kebutuhan energi 138,82 kJ/kg, dan kebutuhan bahan bakar 0,103 kg. Gula yang dihasilkan memiliki warna coklat keemasan seragam, bebas kotoran, dan rasa manis murni tanpa rasa sangit atau pahit. | The demand for organic ant sugar in Indonesia continues to increase every year. This is because people are increasingly aware of the importance of health for the body. The increasing consumption value of ant sugar is a driving force for ant sugar artisans to increase their production. Therefore, it is important to have a standard technique in the roasting process that can improve the quality and quantity of production. In this study, several roasting techniques were tested to determine which technique is more efficient. The objectives of this study were to determine the most efficient roasting technique in the roasting process of ant sugar, to determine the most efficient roasting time in the drying process of ant sugar and to find the optimal combination of roasting technique and roasting time that can produce ant sugar with a moisture content that meets the quality standard (SNI).The research procedure begins with tool preparation, data collection, and data analysis. Data collection was carried out using the observation method. Observations and data analysis include temperature distribution, moisture content, drying rate, roasting energy requirements, fuel requirements and energy efficiency in roasting. This research consists of 4 stages, namely preliminary research by determining the factors analyzed, namely roasting time and roasting technique. The second stage is the response model analysis based on the ANOVA test. The third stage is a further test using the Duncan Multiple Range (DMRT) test. The fourth stage is the determination of the best treatment using the Effectiveness Index test.The results of this research show that the best roasting technique to produce quality organic ant sugar according to SNI with the highest energy efficiency is roasting without piles of wood for 40 minutes. This roasting technique produces organic ant sugar with a water content of 2.47%, a drying rate of 0.035% bw/minute, an energy efficiency of 85.75%, an energy requirement of 138.82 kJ/kg, and a fuel requirement of 0.103 kg. The resulting sugar has a uniform golden brown color, is free of impurities, and has a pure sweet taste without a bitter or bitter taste. | |
| 39196 | 41700 | E1A016058 | TANGGUNG JAWAB HUKUM PUSKESMAS DALAM PELAYANAN KESEHATAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum Puskesmas dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan motode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undang, analitis dan konseptual. Spesifikasi penelitian ini adalah inventarisasi hukum, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto dengan menggunakan data sekunder serta metode analisis isi dan analisis perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa taraf sinkronisasi hukum pengaturan tanggung jawab hukum Puskemas dalam pelayanan kesehatan pada struktur perundang-undangan di Indonesia telah menunjukan adanya sinkronisasi vertikal. Artinya bahwa peraturan dengan derajat lebih rendah tidak bertentangan dan telah didasarkan pada peraturan yang memiliki derajat lebih tinggi serta peraturan yang lebih tinggi menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih randah. Hal ini dibuktikan dengan pengaturan tanggung jawab hukum Puskesmas dalam pelayanan kesehatan pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas dan dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan telah didasarkan pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bentuk tanggung jawab hukum Puskemas dalam pelayanan kesehatan meliputi : tanggung jawab hukum perdata diatur dalam Pasal 58 ayat (5) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tanggung jawab hukum administrasi diatur dalam Pasal 188 ayat (3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. | This study aims to determine the synchronization of arrangements and forms of legal responsibility of the Puskesmas in health services. This study uses a normative juridical research method with statutory, analytical and conceptual approaches. The specifications of this study are legal inventory, legal synchronization and in concreto legal discovery using secondary data as well as content analysis and comparative analysis methods. Based on the results of the research, it was found that the level of legal synchronization in regulating the legal responsibilities of the Puskemas in health services in the statutory structure in Indonesia has shown vertical synchronization. This means that regulations with a lower degree are not contradictory and have been based on regulations that have a higher degree and the higher regulations form the basis for the formation of lower regulations. This is evidenced by the arrangement of the legal responsibilities of the Puskesmas in health services in the Regulation of the Minister of Health Number 43 of 2019 concerning Puskesmas and and Government Regulation Number 47 of 2016 concerning Health Service Facilities based on Law Number 36 of 2009 concerning Health and the Law The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Forms of Puskemas legal responsibility in health services include: civil legal responsibility regulated in Article 58 paragraph (5) of Law Number 36 of 2009 concerning Health. Administrative legal responsibility is regulated in Article 188 paragraph (3) of Law Number 36 of 2009 concerning Health. | |
| 39197 | 41703 | A1F016038 | Strategi Pengembangan Usaha Dodol Wijen Bunga Bekasi Berdasarkan Tingkat Kepuasan, Kepentingan, Dan Kesesuaian Konsumen | Usaha dodol Bunga merupakan industri pangan di Babelan, Kabupaten Bekasi yang memproduksi dan menjual dodol, akar kelapa, sagon, peyek, uli, rengginang. Berdasarkan data penjualan per hari diketahui bahwa produk yang paling banyak terjual adalah dodol original sebesar 58%, dodol wijen sebesar 19%, diikuti dengan produk lainnya sebesar 23%. Data tersebut menunjukkan jumlah penjualan harian terendah didapatkan oleh dodol wijen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut yang perlu diperbaiki dan strategi perbaikan dari produk dodol wijen Bunga berdasarkan tingkat kesesuaian konsumen. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada 100 orang responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini untuk memilih responden adalah dengan menggunakan metode accidental sampling. Selanjutnya, menghitung tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan berdasarkan rata-rata. Sedangkan tingkat kesesuaian dihitung berdasarkan perbandingan antara tingkat kepuasan dan kepentingan. Didapatkan atribut rasa manis dodol wijen yang memiliki nilai tingkat kesesuaian terendah (98,42%). Strategi perbaikan yang diberikan berupa variasi produk baru seperti varian rendah gula dan varian yang lebih manis. Ada perubahan sifat sensori pada varian rendah gula dari segi warna, tekstur dan rasa dodol berupa rasa dodol yang kurang manis, tekstur lebih lengket, dan umur simpan yang lebih pendek. Untuk varian yang lebih manis akan ada perubahan sifat berupa warna yang lebih coklat, tekstur menjadi lebih keras, serta umur simpan yang lebih lama. | Dodol Bunga business is a food industry in Babelan, Bekasi Regency, which produces and sells dodol, akar kelapa, sagon, peyek, uli and rengginang. Based on sales data per day, it is known that the product that sells the most is original dodol with 58%, dodol wijen by 19%, followed by other products by 23%. The data shows that the lowest number of daily sales was obtained by dodol wijen. This study aims to determine the attributes that need to be improved and strategies for improving the dodol wijen Bunga product based on the level of consumer suitability. Questionnaires were distributed to 100 respondents. The method used in this study to select respondents is to use the accidental sampling method. Next, calculate the level of satisfaction and the level of importance based on the average. While the level of conformity is calculated based on a comparison between the level of satisfaction and interest. The sweet taste attribute of dodol wijen has the lowest suitability level (98.42%). The improvement strategy given for the sweet taste attribute in dodol wijen is in the form of new product variations such as low sugar variants and sweeter variants. There is a change in the sensory properties of the low sugar variant in terms of color, texture and taste of dodol in the form of a less sweet taste of dodol, a stickier texture and a shorter shelf life. For the sweeter variant, there will be a change in properties in the form of a browner color, a harder texture, and a longer shelf life. | |
| 39198 | 44442 | I1C020001 | Formulasi Nanokrim Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Dengan Kombinasi Surfaktan Tween 80 dan Span 80 Sebagai Antijerawat Terhadap Staphylococcus epidermidis | Infeksi bakteri Staphylococcus epidermidis menjadi salah satu penyebab jerawat. Kandungan sinamaldehida dalam minyak atsiri kayu manis terbukti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat, akan tetapi memiliki kelarutan yang rendah dalam air, mudah terdegradasi, dan mudah teroksidasi. Nanokrim cukup efektif untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, stabilitas fisik, dan aktivitas antibakteri nanokrim minyak atsiri kayu manis dengan kombinasi surfaktan Tween 80 dan Span 80. Formulasi nanokrim dengan variasi konsentrasi surfaktan Tween 80 dan Span 80: F1 (10%), F2 (20%), F3 (30) dibuat dengan metode high-shear stirring menggunakan mixer. Seluruh sediaan dilakukan evaluasi sifat fisik, stabilitas fisik, dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Hasil menunjukkan Semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik kecuali nilai zeta potensial. Semua formula memiliki daya hambat pada bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu F1 25,7 mm, F2 24 mm, dan F3 24 mm. F1 merupakan formula terbaik dengan ukuran partikel terkecil yakni 149 nm serta aktivitas antibakteri terbesar dengan daya hambat 25,7 mm. | Staphylococcus epidermidis bacterial infection is one of the causes of acne. The cinnamaldehyde content in cinnamon essential oil has been proven to have strong antibacterial activity, however, it has low solubility in water, is easily degraded, and is easily oxidized. Nanocream is quite effective in overcoming this. This research aims to determine the physical properties, physical stability and antibacterial activity of cinnamon essential oil nanocream with a combination of Tween 80 and Span 80 surfactants. Nanocream formulations with varying concentrations of Tween 80 and Span 80 surfactants: F1 (10%), F2 (20%), F3 (30) were prepared using the high-shear stirring method using a mixer. All preparations were evaluated for physical properties, physical stability, and antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. The results showed that all formulas meet the requirements for physical properties and physical stability except the zeta potential value. All formulas have inhibitory results on Staphylococcus epidermidis bacteria were F1 25,7 mm, F2 24 mm, and F3 24 mm. F1 is the best formula with the smallest particle size of 149 nm and the greatest antibacterial activity with an inhibitory result of 25,7 mm. | |
| 39199 | 44443 | I1B020039 | THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION THROUGH INSTAGRAM MEDIA ON THE KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF ADOLESCENT IN PREVENTING EARLY MARRIAGE | ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA INSTAGRAM TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI REMAJA DALAM MENCEGAH PERNIKAHAN DINI Deffy Anjani Tinidi1, Mekar Dwi Anggraeni2, Nina Setiawati2 Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan yang masih sering terjadi di Indonesia, berdasarkan sebaran global, Indonesia menduduki peringkat ke-3 dengan 25,53 juta perempuan melakukan pernikahan dini. Pernikahan dini memberikan dampak negatif pada beberapa aspek wadah edukasi kesehatan dengan meningkatkan pengetahuan dan motivasi melalui media Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media Instagram terhadap pengetahuan dan motivasi remaja dalam mencegah pernikahan dini. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi-experimental design with control group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling yang terdiri dari 50 sampel setiap kelompok. Data diambil menggunakan kuesioner pengetahuan dan motivasi tentang pernikahan dini. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, uji Paired t test, Independent t test dan uji Mann-Whitney. Hasil: Median usia responden adalah 14 tahun dan mayoritas pendapatan orang tua di bawah upah minimum Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan (p=0,000) dan motivasi (p=0,000) pada kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media Instagram terhadap pengetahuan dan motivasi remaja putri dalam pencegahan pernikahan dini Kata Kunci: Media Instagram, Pernikahan Dini, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Remaja | ABSTRACT THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION THROUGH INSTAGRAM MEDIA ON THE KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF ADOLESCENT IN PREVENTING EARLY MARRIAGE Deffy Anjani Tinidi1, Mekar Dwi Anggraeni2, Nina Setiawati2 Background: Early marriage is a problem that still frequently occurs in Indonesia, based on global distribution, Indonesia is ranked 3rd with 25.53 million women having early marriage. Early marriage has a negative impact on several aspects of life, namely the psychological, social and physical health of the baby and mother. The widespread use of cell phones and social media among teenagers can become a forum for health education by increasing knowledge and motivation through Instagram. This research aims to determine the effect of Instagram media on adolescent' knowledge and motivation in preventing early marriage. Methods: This research used a Quasi-experimental design with control group pretest and posttest design. Sampling technique used proportionate stratified random sampling, consisting of 50 samples from each group. Data was taken using a knowledge and motivation questionnaire about early marriage. Data analysis used the Wilcoxon test, Paired t test, Independent t test and Mann-Whitney test. Results: The median of respondents age are 14 years old and the majority of parents' income below minimum wage Banyumas Regency. The research results show that there are differences in knowledge (p=0,000) and motivation (p=0,000) in the intervention and control groups. Conclution: There is an effect of health education through Instagram media on the knowledge and motivation of adolescent in preventing early marriage Keywords: Instagram Media, Early Marriage, Health Education, Knowledge, Motivation, Adolescent | |
| 39200 | 41705 | F1B019026 | Pengaruh Kompetensi dan Perilaku Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompetensi dan perilaku kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif dengan jumlah 31 sampel dan menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau-b, Koefisien Konkordansi Kendall’s W, dan Analisis Regresi Ordinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kinerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas berada pada kategori cukup (45.2%). Kemudian tingkat kompetensi di dinas tersebut ada pada kategori cukup (38.7%). Dan tingkat perilaku kerja di dinas terkait turut berada pada kategori cukup (45.2%). Dari hasil analisis korelasi Kendall’s Tau-b dan Konkordansi Kendall’s W menunjukkan bahwa kompetensi dan perilaku kerja memiliki hubungan secara signifikan dan positif baik secara parsial dan simultan dengan kinerja pegawai. Dari hasil Analisis Regresi Ordinal turut menunjukkan bahwa kedua variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dan pengaruh secara positif dan signifikan antara kompetensi dan perilaku kerja dengan kinerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas. | This study aims to examine the effect of competence and work behavior on employee performance at the Investment and One-Stop Services Office, Banyumas Regency. The research method used is associative quantitative method with a total of 31 samples and using a saturated sampling technique. While the analytical method used is Kendall's Tau-b Correlation, Kendall's W Concordance Coefficient, and Ordinal Regression Analysis. The results of the analysis show that the performance level of employees at the Investment and One Stop Service Office of Banyumas Regency is in the sufficient category (45.2%). Then the level of competence in the service is in the sufficient category (38.7%). And the level of work behavior in related agencies is also in the sufficient category (45.2%). The results of Kendall's Tau-b correlation analysis and Kendall's W Concordance show that competence and work behavior have a significant and positive relationship both partially and simultaneously with employee performance. From the results of the Ordinal Regression Analysis it also shows that the two independent variables have a significant effect on the dependent variable. From the results of this study, it can be concluded that there is a positive and significant relationship and influence between competence and work behavior and employee performance at the Investment and One-Stop Services Office, Banyumas Regency. |