Artikelilmiahs

Menampilkan 25.961-25.980 dari 50.255 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2596129323D1A016164PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN DAN BODY CONDITION SCORE KAMBING YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH DAN MINERAL CHROMIUM ORGANIK PADA PAKAN
Kebanyakan peternakan kambing potong berupa usaha sampingan dengan mengandalkan pakan rumput seadanya. Pemberian pakan kwalitas rendah maka akan memunculkan kondisi pakan yang diberikan kurang baik dan masalah pemanasan global, terutama emisi metana sehingga dapat diatasi dengan penambahan feed supplement seperti bawang putih dan mineral Chromium organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung bawang putih (Allium sativum) dan mineral Chromium organik terhadap petambahan bobot badan harian dan body condition score pada kambing PE. Materi yang digunakan berupa 18 ekor kambing PE jantan. Pakan yang diberikan yaitu 4% dari bahan kering. Pakan perlakuan terdiri 60% Konsentrat, 40% Hijauan, tepung bawang putih 250 ppm, mineral chromium organik 1,5 ppm, dan air minum. Rancangan penelitian yang digunakan berupa 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 6 kali. Susunan perlakuan terdiri dari R0 : Konsentrat 60% + Hijauan 40% (PK 14,36% dan TDN 66,32%)., R1 : Pakan R0 + 250 ppm tepung bawang putih (Allium sativum)., R2 : Pakan R1 + 1,5 ppm mineral Chromium organik. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap peubah yang diukur yakni PBBH pada R0 (106.40±12.1), R1 (104.81±3.75) dan R2 (123.53±12.13), sedangkan hasil nilai BCS adalah R0 (2.17±0.21), R1 (2.531±0.23) dan R2 (2.643±0.37). Kesimpulan penelitian ini adalah suplementasi tepung bawang putih (Allium sativum) dan mineral chromium organik dalam pakan kambing dapat digunakan sebagai suplemen dalam pemeliharaan kambing.This study was aimed at determining the effect of garlic flour (Allium sativum) supplementation and minerals Chromium organic on daily body weight gain and Body Condition Score of PE goats. The material used was 18 male PE goats. Goats were given feed 4% of the dry matter per kg live weight. The feeding treatment was consisted of 60% concentrate, 40% forage, 250 ppm garlic flour, mineral chromium 1.5 ppm organic, and drinking water. The study design used was 3 treatments and 6 replications. The treatment consisted of R0: Concentrate 60% + Forage 40% (PK 14.36% and TDN 66.32%)., R1: Feed R0 + 250 ppm garlic flour., R2: Feed R1 + 1 , 5 ppm organic chromium mineral. The results showed that the treatment given significantly (p˂0,05) affected the measured variables namely daily gain of R0 (106.40 ± 12.1), R1 (104.81 ± 3.75) and R2 (123.53 ± 12.13), while the results of BCS values were R0 (2.17 ± 0.21), R1 (2,531 ± 0.23) and R2 (2,643 ± 0.37). The conclusion of this study is supplementation of garlic flour (Allium sativum) and organic chromium minerals in goat feed can be used as a supplement in goat raising.
2596229344I1B016080PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PROKRASTINASI
AKADEMIK MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PADA MATA KULIAH SKRIPSI
Latar Belakang: Prokrastinasi akademik pada mata kuliah skripsi adalah perilaku
penundaan yang disengaja dan berlangsung lama untuk menyelesaikan skripsi. Perilaku
tersebut dapat diatasi menggunakan beberapa cara, salah satunya adalah cara edukasi
melalui proses peer education.

Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh peer education terhadap perilaku prokrastinasi
akademik mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman pada mata kuliah skripsi.

Metodologi: Desain penelitian menggunakan quasi experiment with control group pre and
post test design. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi dalam 2 kelompok
menggunakan metode simple random sampling. Intervensi berlangsung selama 45 menit
dan dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam 3 minggu. Data dikumpulkan dengan
menggunakan kuesioner skala prokrastinasi akademik pada mata kuliah skripsi. Data
dianalisis menggunakan uji T Berpasangan dan Uji T tidak berpasangan.

Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan yang signifikan dari skor pretest terhadap skor
posttest pada kelompok intervensi, nilai p= 0,000 (p < 0,05). Sedangkan pada kelompok
kontrol tidak terdapat signifikansi nilai, dengan nilai p = 0,169 (p > 0,05). Hasil perbedaan
selisih nilai antara kedua kelompok menunjukan perbedaan selisih yang signifikan dengan
nilai p = 0,005 (p < 0,05).

Kesimpulan: Peer education dapat mengatasi perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa
pada matakuliah skripsi.

Kata Kunci: Perilaku prokrastinasi akademik, Skripsi, Peer education
Background: Academic procrastination on the thesis course is a deliberate and long-lasting
delay to complete the thesis. This behavior can be resolved using several methods, one of
them is peer education.

Research purposes: Knowing the effect of peer education toward academic procrastination
behavior among Jenderal Soedirman University students in bachelor thesis course.
Methodology: This study used a quasi experiment with control group pre and post test
design. A total of 30 respondents and divided into two groups using simple random sampling
method. The intervention implemented 2 times in 3 weeks. Data were collected using a
questionnaire scale of academic procrastination in thesis course. Data were analyzed using
Paired Sample T-Test and Independent Sample T-Test

Research result: There is a significant difference from pretest to posttest scores in the
intervention group, p = 0,000 (p <0,05). In the control group there is no significance scores ,
p = 0,169 (p> 0,05). Pretest and posttest scores differences was significant between groups, p
= 0,005(p <0,05).

Conclusion: Peer education can solve academic procrastination behavior of students on the
thesis course.

Keywords:Academic procrastination behavior, Thesis, Peer education
2596329312E1A016212PERAN DEWAN PENGAWAS RUMAH SAKIT DALAM MENGAWASI DAN MENJAGA HAK-HAK PASIEN
(Studi di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dewan Pengawas Rumah Sakit (DPRS) dalam mengawasi dan menjaga hak-hak pasien di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto (RSU Ananda Purwokerto) dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengawasan dan penjagaan terhadap hak-hak pasien atas pelayanan kesehatan di RSU Ananda Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di RSU Ananda Purwokerto. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, triangulasi, kepustakaan dan dokumenter, kemudian data diolah dengan reduksi data, display data. Data disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis dengan content analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dewan Pengawas dalam mengawasi dan menjaga hak-hak pasien di RSU Ananda Purwokerto terlaksana dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dari parameter sebagai berikut: terselenggaranya peran Dewan Pengawas dalam pembuatan kebijakan dan keputusan rumah sakit terkait pemenuhan hak-hak pasien sesuai dasar hukum dan kewenangan Dewan Pengawas di RSU Ananda Purwokerto dalam rangka melakukan pengawasan dan penjagaan hak-hak pasien; terselenggaranya peran Dewan Pengawas dalam mengawasi pegawai rumah sakit pada saat menjalani tugas terkait pemenuhan hak-hak pasien melalui mekanisme dan pola hubungan kerja yang ada di RSU Ananda Purwokerto; terselenggaranya peran Dewan Pengawas dalam menjaga hak-hak pasien melalui program-program pengawasan dan penjagaan hak-hak pasien atas pelayanan kesehatan di RSU Ananda Purwoketo; terselenggaranya peran Dewan Pengawas dalam evaluasi pemenuhan hak-hak pasien rumah sakit sebagai bentuk penegakan hukum pemenuhan hak-hak pasien rumah sakit atas pelayanan kesehatan di RSU Ananda Purwokerto. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peran Dewan Pengawas tersebut meliputi faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat dan faktor budaya.
This study aims to determine the role of the Hospital Supervisory Board (DPRS) in supervising and maintaining the rights of patients at Ananda Purwokerto Hospital (RSU Ananda Purwokerto) and analyze the factors that influence the supervision and maintaining of patients' rights to health services at Ananda Purwokerto Hospital. This study used a qualitative research method with a sociological juridical analysis approach and descriptive research specifications. This research took place in Ananda Purwokerto Hospital. Data were collected by interview, triangulation, literature and documentary methods, then the data were processed by data reduction, data display. Data is presented in the form of narrative text and analysis with content analysis.
The results showed that the role of the Supervisory Board in supervising and maintaining the rights of patients at Ananda Purwokerto Hospital was well implemented. This can be seen by the following parameters: the implementation of the role of the Supervisory Board in making hospital policies and decisions related to the fulfillment of patient rights according to the law and the authority of the Supervisory Board at RSU Ananda Purwokerto in order to supervise and maintenance the patients’ rights; the implementation of the role of the Supervisory Board in supervising hospital employees while carrying out tasks related to the fulfillment of patient’ rights through the mechanisms and patterns of work relations in Ananda Purwokerto Hospital; the implementation of the role of the Supervisory Board in maintaining the patients’ rights through monitoring programs and maintaining patients' rights to health services at Ananda Purwoketo Hospital; the implementation of the role of the Supervisory Board in evaluating the fulfillment of the patients’ rights as a form of law enforcement to fulfill the rights of hospital patients to health services at Ananda Purwokerto Hospital. The factors that influence the role of the Supervisory Board are include legal factors, law enforcement factors, tools and facilities factors, community factors and cultural factors.
2596429314D1A016108KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN KAMBING YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN MINERAL Cr ORGANIKPenelitian dengan judul “Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pakan
Kambing yang Disuplementasi Tepung Bawang Putih (Allium sativum) dan Mineral Cr
Organik” dilaksanakan di Farm Gunung Tugel, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian ini mengkaji serta membandingkan pengaruh pakan kontrol (R0) dengan pakan perlakuan suplementasi tepung bawang (R1) dan pakan suplementasi tepung bawang + Chromium organik (R2) terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Materi yang akan digunakan dalam pelaksanaan penelitian yaitu kambing PE jantan berumur ±8 bulan sebanyak 18 ekor. Pakan yang digunakan yaitu konsentrat dan hijauan dengan rasio 60%:40%, tepung bawang putih (Allium sativum) dan mineral Cr organik. Peralatan yang digunakan untuk pengukuran kecernaan bahan organik dan bahan kering antara lain oven, tanur, ember, plastik, timbangan, dan alat tulis. Metodologi penelitian ini adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 6 kali. Peubah yang diukur adalah kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Suplementasi tepung bawang (Allium sativum) dan mineral Cr organik pada pakan kambing secara umum berpengaruh tidak nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan kambing yang diberikan. Hasil penelitian dapat mengartikan bahwa adanya bawang putih (Allium sativum) dan mineral Cr organik tidak mempengaruhi aktivitas mikroba rumen.
The research entitled &quot;Digestibility of Dry and Organic Matter of Goat Feed
Supplemented with Garlic Flour (Allium sativum) and Organic Cr Minerals&quot; was conducted at the Gunung Tugel Farm, Patikraja District, Banyumas Regency and the Animal Feedstuff Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Thepurpose of this study was to examine and compare the effect of control feed (R0) with garlic powder supplementation treatment (R1) and garlic powder + Chromium (R2) supplementation feed on dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). The material that will be used in conducting the research was 18 male goat PE aged as much as 18 tails. The feeds used were concentrates and forages with a ratio of 60%: 40%, garlic flour (Allium sativum) and organic Cr minerals. Equipment used to measure the digestibility of organic material and dry matter include ovens, furnaces, buckets, plastics, scales, and stationery. The methodology of this research is experimental Complete Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 6 repetitions. The measured variables were dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). The supplementation of garlic flour and organic Cr mineral in goat feed generally had no significant effect on the digestibility of dry matter and organic matter of given goat feed. The results showed that the presence of garlic and organic Cr mineral did not affect rumen microbial activity.
2596529313E1A016240IMPLEMENATASI PASAL 103 UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL SEMARANGIndonesia adalah negara hukum menurut Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menentukan bahwa “Negara Indonesia adalah negara hukum”. Salah satu ciri negara hukum adalah adanya peradilan admnistrasi. Lembaga peradilan menjadi sangat penting dalam negara hukum, karena selalu ada pihak-pihak, baik penyelenggara negara maupun rakyat yang melanggar ketentuan hukum. Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) adalah pengadilan khusus (special court) dibidang perburuhan dan pengadilan yang berwenang mengadili sengketa hubungan industrial, Prinsip peradilan yang sedeharna, cepat, dan biaya murah berlaku pada semua badan peradilan, termaksud PHI. Upaya penyelesain melalui pengadilan memiliki jangka waktu selambat-lambatnya 50 hari kerja ini diatur dalam Pasal 103 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Salah satu contoh putusan pengadilan yang prosesnya melebihi 50 (lima puluh) hari kerja putusan yang bernomor register 26/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Smg. Pada putusan tersebut sidang pertama berlangsung pada hari Senin 17 September 2018 dan selesai pada Senin 26 November 2018. Sidang tersebut berlangsung melebih waktu yang telah ditentukan dalam UU PPHI.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan deskriptf normatif. Sumber bahan hukum yang digunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari simpulan bahwa Pasal 103 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial belum bisa terlaksanakan dengan semestinya di PHI Semarang, karena adanya faktor-faktor hambatan yaitu faktor hambatan internal dan faktor hambatan eksternal. Dari faktor-faktor hambatan yang terjadi inilah yang menimbulkan dampak dalam proses beracara di PHI Semarang.
Indonesian ia a state based on law according to Article 1 paragraph 3 of the 1945 Republic of Indonesian Law states that Indonesian is a state based on law. One of the traits from the rule of law is the admnistrative judiciary. Judicial institutions are very important in a rule of law because of the existence of parties, state admnistartor and some poeple break the law. The Industrial Relation Court is a court that is specialized in the field af labor and adjudicates industrial relations disputes. The priciple of judiciary is simple, fast, and low fee applies to all courts, including Industrial Relation Court. Settlement efforrts through the court have a period of not later than 50 working days as regulated in Article 103 of Law Number 2 of 2004 about Settlement of Industrial Relations Disputes. One example of a court decision whose process exceeds 50 working days of the verdict with register number 26/Pdt.Sus-PHI/ 2018 / PN.Smg. At the verdict at the first trial held on Monday 17 September 2018 and was completed on Monday 26 November 2018. The trial lasts more the time specified in the constitution.
This research uses a normative juridical reasearch method. The research approach used a normative juridical approach. The research specidication used is descriptive normative the source of legal materials is primary and secondary legal materials. Methods of data analysis using qualititave analysis.
Based on the results obtained from the conclusion that Article 103 of Law Number 2 of 2004 concerning the Settlement of Industrial Relations Disputes has not been properly implemented at ICR Semarang, due to constraining internal obstacle and external obstacle. Based on the obstacle that have occurred, this has had an impact on the proceedings at ICR Semarang.
2596629315E1A016077Gugatan Sederhana Yang Dinyatakan Tidak Dapat Diterima (Studi Putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor: 31/Pdt.G.S/2019/PN.Jmr)GUGATAN SEDERHANA YANG DINYATAKAN TIDAK DAPAT DITERIMA
(Studi Putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor : 31/Pdt.G.S/2019/PN.Jmr)
Oleh : Siti Nurhayati

ABSTRAK
Gugatan Sederhana yang diajukan ke Pengadilan Negeri harus memenuhi syarat dalam ketentuan Pasal 3 dan Pasal 4 Perma No. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana. Putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor 31/Pdt.G.S/2019/PN.Jmr menjatuhkan putusan gugatan sederhana dinyatakan tidak dapat diterima dengan pertimbangan hakim bahwa pembuktian dalam gugatan tidak sederhana meskipun gugatan penggugat memenuhi syarat suatu gugatan sederhana. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna menyusun tugas akhir penulisan hukum dengan judul Gugatan Sederhana Yang Dinyatakan Tidak Dapat Diterima (Studi Putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor: 31/Pdt.G.S/2019/PN.Jmr). Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan syarat formil dan pertimbangan hakim menyatakan gugatan dinyatakan tidak dapat diterima dalam Putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor: 31/Pdt.G.S/2019/PN.Jmr. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach) dan pendekatan kasus (Case Approach). Dalam penelitian ini sumber bahan hukum yang dilakukan adalah data sekunder dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penlitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor: 31/Pdt.G.S/2019/PN.Jmr yang menjatuhkan putusan gugatan sederhana dinyatakan tidak dapat diterima adalah tepat, karena meskipun dalam pemeriksaan pendahuluan gugatan penggugat memenuhi syarat suatu gugatan sederhana, namun setelah adanya jawab jinawab dan pembuktian Hakim berpendapat bahwa ternyata dalam gugatan penggugat terdapat 2 (dua) sengketa pokok yaitu mengenai Perjanjian Hutang Piutang dan Perjanjian Kerjasama sehingga menjadikan pembuktiannya tidak sederhana.

Kata kunci: Gugatan Sederhana, Pasal 3 dan Pasal 4, Pembuktian
UNACCEPTABLE SMALL CLAIM COURT
(The Study of Jember District Court Decision Number:31/Pdt.G.S/2019/PN. Jmr)
Submitted by : Siti Nurhayati

ABSTRACT
The small claim court proposed to the district court shall be eligible in the provisions of article 3 and article 4 Perma No. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana. The ruling of Jember District Court No. 31/Pdt.G.S/2019/PN. Jmr. Impose a small claim court stated unacceptable to the judgment of the judge that the evidence in the lawsuit is not simple even if the plaintiff's lawsuit qualifies a small claim court. Researchers are interested in conducting research to compile the final assignment of legal writing with a small claim court that is declared unacceptable (The Study of Jember District Court Decision Number: 31/Pdt.G.S/2019/PN. Jmr). The study aims to determine the application of the formyl terms and the consideration of judges stating the claim is not acceptable in the decision of the District Court of Jember No. 31/Pdt. G. S/2019/PN.Jmr. The study uses the type of normative juridical research, with the statue approach, conceptual approach and case approach. In this study the source of legal materials conducted was secondary data and analysis of data was done in a normative qualitative. Based on the results of the studies and the discussion can be concluded that the decision of the District Court of Jember Number: 31/Pdt.G.S/2019/PN. Jmr that dropped the ruling decision is simply stated unacceptable, because even in the preliminary examination of the plaintiff's lawsuit qualifies a modest lawsuit, but after the responsibility of defendant’s answer and the judge's evidence argues that apparently in the plaintiff's lawsuit there are 2 (two) principal disputes that are about the debt agreement of receivables and cooperation agreements to make the evidence not simple.

Keyword: Small Claim Court, Article 3 and Article 4, Proof
2596729316D1A016031Pengaruh Suplementasi Tepung Rumput Laut (Gracilaria Sp.) dan Kromium Organik pada Pakan Domba terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan OrganikPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen pakan berupa rumput laut Gracillaria Sp. dan Kromium Organik terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Penelitian telah dilaksanakan secara in vivo pada tanggal 9 maret 2020 sampai dengan 9 juni 2020 di Gunung Tugel Farm, Green House dan Labolatorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah 18 ekor domba ekor gemuk jantan dengan rataan bobot awal 17 ± 1.8 kg, kandang panggung individu, pakan yang diberikan terdiri atas rumput lapang, konsentrat dan Indigofera. Pakan perlakuan yang diberikan yaitu 3.6% rumput laut Gracillaria Sp. dan 0.3 ppm Kromium Organik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental In vivo menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat tiga perlakuan yang diuji, yaitu R0 ( 43.5% rumput lapang + 55% konsentrat + 1.5% tepung Indiofera), R1 (43.5% rumput lapang + 55% konsentrat + 1.5% tepung Indiofera + 3.6 % rumput laut ), R2 (43.5% rumput lapang + 55% konsentrat + 1.5% tepung Indiofera + 3.6 % rumput laut + 0.3 ppm Kromium Organik). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 18 kali perccobaan. Uji lanjut yang digunakan adalah ortogonal kontras. Variabel yang diukur pada penelitian ini yaitu kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Rataan kecernaan bahan kering adalah R0 = 69.60 ± 2.73 %, R1 = 68.59 ± 2.49 % dan R2 = 69.45 ± 1.97 % ; rataan kecernaan bahan organik adalah R0 = 62.60 ± 1.96 %, R1 = 57.37 ± 2.88 % dan R2 = 62.04 ± 3.06 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap kecernaan bahan kering sedangkan perlakuan berpengaruh nyata terhadap kecernaan bahan organik. Hasil uji lanjut ortogonal kontras menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat kontras antara pakan kontrol R0 dengan pakan perlakuan R1 dan R2 (P<0.01), begitupun antar perlakuan R1 dengan R2 (P<0.01). Disimpulkan bahwa suplementasi tepung rumput laut 3.6% dan 0.3 ppm kromium organik tidak mempengaruhi kecernaan bahan kering, namun mampu mempengaruhi kecernaan bahan organik.This study conducted to examine the effect of seaweed Glaricia sp and organic chromium as feed supplementaion on the digestibility of dry matter and organic matter. The study conducted in vivo on 9th march until 9th june, 2020 in gunung tugel farm , green house , and Animal Feedstuff laboratory of animal science faculty, Jenderal Soedirman University. The materials were 18 male sheep with the body average 17 ± 1.8 kg, individual cage stages, and feed consisted field grass, concentrate, and Indigofera. The feed treatment were 3.6% seaweed Glaricia sp and 0.3 ppm organic chromium. The research method was an experimental in vivo using completely randomized design. There were 3 treatments, namely R1 ( 43.5% field grass + 55% concentrate + 1.5% Indigofera meal), R1 ( 43.5% field grass + 55% concentrate + 1.5% Indigofera meal + 3.6 % seaweed ), R2 ( 43.5% field grass + 55% concentrate + 1.5% Indigofera meal, 3.6 % seaweed + 0.3 ppm organic chromium). Each treatment had 6 replications. The variables were the digestibility of dry matter and organic matter. Data were analyzed using analysis of variance. The means of dry matter digestibility were R0 = 69.71 ± 5.12 %, R1 = 71. 96 ± 3.79 % dan R2 = 68.83 ± 7.09 %; The means of organic matter digestibility were R0 = 42.30 ± 3.58 %, R1 = 44.29 ± 2.84 % dan R2 = 54 ± 6.02%. The results of analysis of variance showed that the treatment had no significant effect on dry matter digestibility, however it had significant effect on organic matter digestibility. The result of orthogonal contrast showed that there was a significant contrast between feed control R0 and feed treatment R2 and R3 (P<0,01) as well as between R2 and R3 (P<0,01). It concluded that supplementation of 3.6% seaweed Glaricia sp. and 0.3 ppm organic chromium does not affect the digestibility of dry matter, but can affect the digestibility of organic matter.
2596829271I1B016023PENGARUH APLIKASI MASI (MASALAH MENYUSUI) TERHADAP MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI SAAT MENYUSUI PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS 1 PURWOKERTO UTARA
PENGARUH APLIKASI MASI (MASALAH MENYUSUI) TERHADAP MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI SAAT MENYUSUI PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS 1 PURWOKERTO UTARA

Kiki Rizqi Ependi¹, Mekar Dwi Anggraeni², Aprilia Kartikasari³

ABSTRAK
Latar Belakang : Kegagalan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah ASI tidak keluar dan terjadi masalah- masalah saat menyusui dimana angka cakupan pemberian ASI eksklusif masih dibawah target Kementerian Kesehatan. Salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah masalah menyusui yaitu melalui pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan media Aplikasi masi.
Metode : Disain penelitian ini adalah quasi experiment with control group pretest and posttest design. Teknik menggunakan probability sampling dengan simple random sampling. Sampel berjumlah 54 responden. Instrumen menggunakan kuesioner Breastfeeding Experience Scale (BES). Analisis data menggunakan uji t.
Hasil : Rata-rata usia responden 29 tahun pada kelompok intervensi dan 31 tahun pada kelompok kontrol. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan terakhir SMP, tidak bekerja, pendapatan ≥ 1.750.000, persalinan pervaginam. Terdapat perbedaan pretest posttest pada kelompok intervensi, sedangkan tidak ada perbedaan pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan skor masalah menyusui antara kelompok intervensi dan kontrol setelah diberikan aplikasi Masi p=0.03 (p <0.05).
Kesimpulan : Aplikasi MASI efektif untuk menurunkan masalah-masalah yang dihadapi saat menyusui
Kata Kunci : Masalah menyusui, ASI, Aplikasi MASI





¹Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas
Jenderal Soedirman.
2,3Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal
Soedirman.
THE EFECT OF MASI APPLICATION (BREASTFEEDING PROBLEMS) ON THE PROBLEMS THAT FACED WHEN BREASTFEEDING IN POSTPARTUM WOMEN IN WORKING AREA
PUSKESMAS 1 PURWOKERTO UTARA

Kiki Rizqi Ependi¹, Mekar Dwi Anggraeni², Aprilia Kartikasari³

ABSTRACT
Background: The failure of exclusive breastfeeding is influenced by various factors. One of them is that when breast milk does not come out because there are problems with breastfeeding where the coverage rate of exclusive breastfeeding is still below the target of the Ministry of Health. One way to prevent breastfeeding problems is through the provision of health education using the MASI application media.
Method: The design of this study was a quasi-experiment with control group pretest and posttest design. The techniques used are probability sampling with simple random sampling. The sample is 54 respondents. The instrument used the Breastfeeding Experience Scale (BES) questionnaire. Data analysis using t-test.
Result: The mean age of the respondents was 29 years in the intervention group, 31 years in the control group. The majority of respondents have the latest level of junior high school education, do not work, income ≥ 1,750,000, vaginal delivery. There was a difference between pretest and posttest in the intervention group, while there was no difference in the control group. There was a difference in the score of breastfeeding problems between the intervention and control groups after being given Masi application p = 0.03 (p <0.05).
Conclusion: The application of MASI has been proven effective in reducing the problems faced while breastfeeding.
Keywords: aplikasi MASI, Breastfeeding problems, Breast milk




¹ Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, University of
Jenderal Soedirman.
2,3 Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman.
2596929317I1B016032HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI IBU DALAM MERAWAT ANAK TUNAGRAHITA DI SLB C & C1 YAKUT PURWOKERTOLatar belakang: Anak tunagrahita merupakan kondisi anak yang mengalami keterbelakangan mental dengan tingkat kecerdasan di bawah rata-rata yaitu 70. Selama proses tumbuh kembangnya dibutuhkan perawatan oleh ibu. Dalam perawatannya ibu membutuhkan efikasi diri dan motivasi. Efikasi diri termasuk dalam kategori motivasi intrinsik.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan motivasi ibu dalam merawat anak tunagrahita di SLB C & C1 Yakut Purwokerto.
Metodelogi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan crosssectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Total sampel adalah 45 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Korelasi kedua variabel diuji dengan uji Gamma.
Hasil penelitian: Gambaran efikasi diri ibu yang memiliki anak tunagrahita di SLB C & C1 Yakut Purwokerto memiliki efikasi diri tinggi dengan persentase 84,4%. Gambaran motivasi ibu yang memiliki anak tunagrahita di SLB C & C1 Yakut Purwokerto memiliki motivasi kuat dengan persentase 60,0%. Hasil uji korelasi Gamma menunjukan p value 0,012 dan nilai r 0,857.
Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara efikasi diri dengan motivasi ibu dalam merawat anak tunagrahita di SLB C & C1 Yakut Purwokerto.
Background: Children with disabilites is a condition of a mentally retarded child who has a below average intelligence level of 70. During the process of growth and development requires care by mother. In her care, mothers need self-efficacy and motivation. Self-efficacy is included in the category of intrinsic motivation.
Method: This study was a quantitative study with cross sectional approach desaign. Sampling of this study used consecutive sampling with the total samples of 45 respondents. The instrument for this study used a questionnaire. Analysis of the correlation between two variables used Gamma test.
Results: The description of self-efficacy of mother in caring children with disabilities in SLB C & C1 Yakut Purwokerto have high self-efficacy with presentage 84,4%. The description of motivation of mother in caring children with disabilities in SLB C & C1 Yakut Purwokerto have strong motivation with presentage 60,0%. Result of the correlation Gamma test showed p value 0,012 and r value 0,857.
Conclusion: There was a significant correlation of self-efficacy with motivation of mother in caring children with disabilities in SLB C & C1 Yakut Purwokerto.
2597029318H1L013037RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI
PENGELOLAAN LAPORAN KOPERASI BERBASIS WEB
(STUDI KASUS DINAS KOPERASI DAN UKM KABUPATEN PURBALINGGA)
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DINKOPUKM) Kabupaten Purbalingga mempunyai tugas dalam membantu Bupati melaksanakan Urusan Pemerintahan bidang koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang menjadi kewenangan daerah. Salah satu tugas itu adalah melaksanakan evaluasi dan pelaporan bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, meliputi Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Dalam melakukan tugas ini, DINKOPUKM melakukan penginputan dan pengelolaan menggunakan aplikasi Microsoft yaitu Microsoft Word sebagai pembuatan laporan teguran dan Microsoft Excel digunakan dalam mengelola info koperasi serta laporan keanggotaan, laporan keuangan, dan laporan RAT. Namun laporan diterima masih menggunakan format berbeda-beda dari tiap koperasi di wilayah Kabupaten Purbalingga. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah dalam pengelolaan data maupun pengawasan khususnya pada koperasi. Berdasarkan masalah tersebut, maka dikembangkanlah sistem informasi pengelolaan laporan koperasi berbasis web. Sistem yang dibuat merupakan aplikasi berbasis website dan hanya dapat diakses oleh Kepala Dinas koperasi dan UKM sebagai kepala dinas, Kepala seksi bidang koperasi sebagai admin sistem, pegawai dinas bidang koperasi sebagai pegawai dinas dan staff pengurus koperasi sebagai koperasi. Metode yang digunakan dalam pengerjaan sistem adalah metode waterfall. Sistem Informasi ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS dan javascript serta menggunakan MySQL Sebagai software pengolahan database sistem.
The Department of Cooperatives and Small enterprises (DINKOPUKM) Purbalingga District has a duty in assisting the Regent to implement government affairs in the field of cooperatives, small and medium enterprises that become regional authority. One such task is to implement the evaluation and reporting of the field of cooperatives, small and medium enterprises, including cooperatives, micro enterprises small and medium. In doing this task, DINKOPUKM did the input and management using Microsoft's application, Microsoft Word, as a strike report generation and Microsoft Excel is used in managing cooperative info as well as membership reports, financial reports, and RAT reports. However, the report is still using different formats of each cooperative in Purbalingga regency. This of course raises problems in data management or supervision especially on cooperatives. Based on the problem, the system is developed a Web-based cooperative report management information. The system is a website-based application and can only be accessed by the head of the Department of Cooperatives and SMES as the head of service, head of the field of cooperative cooperatives as System admins, officers of the field of cooperatives as officers and staff of cooperatives cooperative The method used in system machining is the waterfall method. System information is made using the programming language PHP, HTML, CSS and JavaScript as well as using MySQL as the System database processing software.

2597129319E1A016186PENERAPAN PRINSIP PIERCING THE CORPORATE VEIL DALAM PUTUSAN NOMOR: 304/PDT/2016/PT.MDNPerseroan Terbatas atau Naamloze Vennoontschap (dalam bahasa Belanda) yang selanjutnya disebut perseroan merupakan suatu badan hukum. Berdasarkan status badan hukum yang dimilikinya, maka tanggung jawab yang dimiliki oleh para pemegang saham, direksi dan komisaris adalah terbatas. Pertanggungjawaban terbatas tersebut tidaklah mutlak, karena tidak ditutup kemungkinan pemegang saham, direksi ataupun komisaris melakukan kesalahan atau bahkan menimbulkan kerugian bagi sebuah perseroan. Tanggung jawab terbatas pemegang saham itu dikecualikan dengan prinsip piercing the corporate veil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip piercing the corporate veil di Indonesia khususnya di dalam Putusan Nomor: 304/PDT/2016/PT.MDN.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diteliti. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan dokumenter, data yang diperoleh disajikan dengan teks deskriptif naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dalam putusan nomor: 304/PDT/2016/PT.MDN dapat disimpulkan bahwa Direksi dan Komisaris PT. PANTAI PERUPUK INDAH telah melanggar ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, di mana tetap bersikeras menyelenggarakan RUPS-LB tanpa mengindahkan hak-hak PENGGUGAT selaku pemegang saham minoritas PT. PANTAI PERUPUK INDAH. Putusan hakim Pengadilan Tinggi Medan dalam hal ini telah benar menerapkan prinsip Piercing The Corporate Veil sebagaimana diatur di dalam Pasal 3 ayat (2) huruf b dan c Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Kata Kunci: Perseroan Terbatas, Pertanggungjawaban Terbatas, Prinsip Piercing The Corporate Veil.
Limited Liability Company or Naamloze Vennoontschap (in Dutch) here in after referred to as a company is a legal entity. Based on their legal entity status, the responsibilities of the shareholders, directors and commissioners are limited. This limited liability is not absolute, because it is possible for shareholders, directors or commissioners to make mistakes or even cause losses to a company. The limited liability of the shareholders is exempted by the principle of piercing the corporate veil. This study aims to determine the application of the principle of piercing the corporate veil in Indonesia, especially in the Decision Number: 304 / PDT / 2016 / PT.MDN.
This type of research used in this research is normative legal research with descriptive analysis research specifications. Sources of data used are secondary data in the form of laws and regulations, literature related to the subject matter studied. The data collection method was carried out by literature and documentary studies, the data obtained were presented with narrative descriptive text, and the data analysis method was carried out in a qualitative normative manner.
Based on the research results in decision number: 304 / PDT / 2016 / PT.MDN, it can be concluded that the Directors and Commissioners of PT. PANTAI PERUPUK INDAH has violated the provisions of the Articles of Association of the Company and Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies, which continues to insist on holding the EGMS without heeding the rights of PLAINTIFF as a minority shareholder of PT. PERUPUK INDAH BEACH. The decision of the Medan High Court judge in this case has correctly applied the principle of Piercing The Corporate Veil as regulated in Article 3 paragraph (2) letters b and c of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies.
Keywords : Limited Liability Company, Limited Liability, Piercing The Corporate Veil Principle.
2597229330D1A016035SUPLEMENTASI MINYAK SAFFLOWER (Carthamus tinctorius L) DAN INOSITOL PADA PAKAN TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT DARAH AYAM SENTUL JANTAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak safflower (Carthamus tinctorius L) dan inositol serta campuran minyak safflower dan inositol terhadap jumlah leukosit dan diferensial leukosit darah ayam Sentul jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam Sentul jantan varietas kelabu dari Balai Pengembangan Pembibitan Ternak Unggas Jatiwangi yang berumur 4 minggu berjumlah 81 ekor. Ayam Sentul jantan dipelihara selama 8 minggu dan dipanen pada umur 16 minggu. Penelitian menggunakan metode eksperimen secara in vivo dengan analisis data menggunakan model matematis Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. Perbedaan antara rerata perlakuan dengan uji Beda Nyata Jujur. Perlakuan yang diuji terdiri dari R0 = PB/kontrol; R1 = PB+Minyak safflower 0,5%; R2 = PB+Minyak safflower 1,0%; R3= PB+Inositol 0,5%; R4 = PB+Inositol 1,0%; R5 = PB+Minyak safflower 0.5% dan inositol 0,5%; R6 = PB+Minyak safflower 0.5% dan inositol 1,0%; R7 = PB+Minyak safflower 1,0% dan inositol 0,5%, dan R8 =PB+Minyak safflower 1,0% dan inositol 1,0%. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa penggunaan minyak safflower (Carthamus tinctorius L) dan inositol berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah leukosit dan diferensial leukosit (P>0,05). Rataan jumlah leukosit yaitu antara 8,50 – 10,78.103/mm3. Rataan persentase heterofil yaitu R0= 35,33 ± 7,23; R1= 33,33 ± 17,01; R2= 33,00 ± 8,54; R3= 31,00 ± 6,24; R4= 41,00 ± 9,54; R5= 25,00 ± 10,82; R6= 36,67 ± 6,03; R7= 26,67 ± 8,33; R8= 31,33 ± 11,37. Rataan persentase limfosit yaitu R0= 59,00 ± 5,29; R1= 60,33 ± 20,50; R2= 59,67 ± 8,41; R3= 62,67 ± 5,03; R4= 54,00 ± 6,56; R5= 67,00 ± 12,12; R6= 56,00 ± 2,65; R7= 67,00 ± 7,94; R8= 63,67 ± 13,80. Rataan persentase monosit R0= 5,67 ± 2,52; R1= 5,67 ± 3,79; R2= 5,33 ± 2,08; R3= 5,33 ± 1,15; R4= 5,00 ± 3,00; R5= 6,67 ± 3,06; R6= 7,33 ± 3,51; R7= 6,33 ± 3,51; R8= 5,00 ± 2,65. Disimpulkan bahwa penggunaan minyak safflower dan inositol tidak memberikan pengaruh negatif terhadap jumlah leukosit dan diferensial leukosit darah ayam Sentul jantan karena berada pada persentase normal.The research was aimed to evaluate the effect of safflower oil (Carthamus tinctorius L) and inositol as well as a mixture of safflower oil and inositol to Leukocyte Number and Differential Leukocyte in Sentul chicken. The material used in this research is kelabu variety Sentul chicken from Balai Pengembangan Pembibitan Ternak Unggas Jatiwangi, 4 week old chickens, totaling 81 birds. The Sentul roosters will be maintained for 4 weeks so that they will be harvested at 12 weeks. The research used an in vivo with data analysis using mathematical metode a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 9 treatments with 3 replications, each replication consisted of 3 chickens. The treatments that have significant effect will be followed by the Honestly Significant Difference test. The treatments consisted of R0 = Basal feed/ control; R1 = Basal feed + Safflower oil 0,5%; R2 = Basal feed + Safflower oil 1,0%; R3= Basal feed + Inositol 0,5%; R4 = Basal feed + Inositol 1,0%; R5 = Basal feed + Safflower oil 0.5% and inositol 0,5%; R6 = Basal feed + Safflower oil 0.5% and inositol 1,0%; R7 = Basal feed + Safflower oil 1,0% and inositol 0,5%, dan R8 = Basal feed + Safflower oil 1,0% and inositol 1,0%.The results of analysis of variance showed that the used safflower oil and inositol non significant to Leukocyte Number and Differential Leukocyte (P>0,01). The average leukocyte number is between 8,50 – 10,78 x 103/mm3. The average percentage heterophil R0= 35,33 ± 7,23; R1= 33,33 ± 17,01; R2= 33,00 ± 8,54; R3= 31,00 ± 6,24; R4= 41,00 ± 9,54; R5= 25,00 ± 10,82; R6= 36,67 ± 6,03; R7= 26,67 ± 8,33; R8= 31,33 ± 11,37. The average percentage limfosit R0= 59,00 ± 5,29; R1= 60,33 ± 20,50; R2= 59,67 ± 8,41; R3= 62,67 ± 5,03; R4= 54,00 ± 6,56; R5= 67,00 ± 12,12; R6= 56,00 ± 2,65; R7= 67,00 ± 7,94; R8= 63,67 ± 13,80. The average percentage monosit R0= 5,67 ± 2,52; R1= 5,67 ± 3,79; R2= 5,33 ± 2,08; R3= 5,33 ± 1,15; R4= 5,00 ± 3,00; R5= 6,67 ± 3,06; R6= 7,33 ± 3,51; R7= 6,33 ± 3,51; R8= 5,00 ± 2,65. The use of safflower oil and inositol had no negative effect on the number of leukocytes and differential leukocytes in Sentul chicken blood because it was at a percentage that normal.
2597329322A1A015066Analisis Persediaan Benih Padi Di PT Pertani (Persero) Cabang BanyumasPT Pertani (Persero) UPB Cabang Banyumas merupakan salah satu produsen benih padi. Benih padi yang dihasilkan adalah benih padi bersertifikat. Benih padi yang diproduksi terdiri dari beberapa varietas salah satunya Situbagendit. Sistem pengendalian persediaan merupakan hal penting agar produktivitas perusahaan dapat berjalan lancar. Tujuan penelitian ini 1) Mengetahui pengadaan persediaan benih padi di PT Pertani (Persero) Banyumas. 2) Menghitung besarnya persedian benih padi dan besarnya efisiensi biaya persediaan benih padi yang harus dilakukan oleh PT Pertani (Persero) Banyumas. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Economic Order Quantity (EOQ). Nilai EOQ benih padi Varietas Situbagendit di PT Pertani (Persero) UPB cabang Banyumas Tahun 2018 sebesar 38,961.95 kg dengan pembelian benih padi dilakukan hanya 6 bulan dalam setahun. Safety stock yang harus dimiliki PT Pertani (Persero) UPB cabang Banyumas Tahun 2018 31,860 kg Maximum supply of 70,822.45 kg, ROP (Reorder Point) 43,849.00 kg and the cost of procurement of rice seeds are economically average Rp 1,704,830.50.PT Pertani (Persero) UPB Banyumas Branch is one of the producers of rice seeds. The resulting rice seed is certified rice seed. The rice seed produced consists of several varieties, one of which is Situbagendit. Inventory Control systems are important for company productivity to run smoothly. The purpose of this research is 1) knowing the procurement of rice seed supplies in PT Pertani (Persero) Banyumas. 2) Calculating the amount of rice seed and the amount of efficiency of the cost of rice seed supplies that must be done by PT Pertani (Persero) Banyumas. This method of research is a case study. Location determination using purposive sampling method. Research is conducted using the Economic Order Quantity (EOQ). EOQ value of rice seed Situbagendit varieties in PT Pertani (Persero) UPB Branch of Banyumas year 2018 amounting to 38,961.95 kg with the purchase of rice seed is done only 6 months in a year. Safety stock of PT Pertani (Persero) The UPB Branch of Banyumas year 2018 31.860 kg Maximum supply of 70,822.45 kg, ROP (Reorder Point) 43,849.00 kg and the cost of procurement of rice seeds are economically average Rp 1,704,830.50.
2597429324E1A016164PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AIR MINUM DALAM KEMASAN GALON BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN NOMOR 10/Pdt.Sus-BPSK/2019/PN.Tsm)Air minum dalam kemasan galon sudah menjadi kebutuhan hidup bagi banyak orang. Tidak jarang kualitas air minum galon yang kurang baik menjadi keluhan dari banyak konsumen. Kehati-hatian dari pelaku usaha haruslah ditingkatkan, tidak boleh ada kelalaian yang dilakukan pelaku usaha yang dapat merugikan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum konsumen air minum dalam kemasan galon berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Nomor 10/Pdt.Sus-BPSK/2019/ PN. Tsm).
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan menggunakan teks naratif , analisis data dilakukan dengan normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumen sudah mendapatkan perlindungan hukum sebagaimana yang telah diatur dalam Undang- Undang Nomor 8
Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berdasarkan Putusan Nomor
10/Pdt.Sus-BPSK/2019/PN.Tsm, hakim telah menerapkan Pasal 4 huruf a dan h serta Pasal 7 huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagai dasar memutus perkara, tetapi hakim dalam menerapkan hukumnya kurang lengkap karena hanya menerapkan Pasal 4 huruf a dan h serta Pasal
7 huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, seharusnya hakim menambahkan Pasal 19 dan Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagai dasar memutus perkara, sehingga PT. Sariguna Primatirta Tbk dijatuhi sanksi administrasi berupa ganti rugi sebesar Rp.100.000,00 (seratus ribu rupiah) dan membayar kompensasi
10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
Bottled waters or galons, has become a life necessities for all people. Sometimes the consumer of these galons are complining about the quality of the water inside of these galons. This made the producer of galons have to carefully keep the quality of these galons , bad quality of the waters could undermine the company and would be bad for the consumers to consume. This study is looking to find out about consumer protection law based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (Study of Decision Number 10/Pdt.Sus-BPSK/2019/PN.Tsm). The method used in this study is normative juridical with descriptive analytical research specifications. . Data sources used are primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The method of data collection is done by library research, the data obtained are presented with systematic descriptive text, and the data analysis method used is a qualitative normative method. The Conclusion of the study that consumers have received legal protection that has been approved in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. In Decision Number 10 / Pdt.Sus-BPSK / 2019 / PN. Tsm, the judge has adopted Article 4 point a and h as well as Article 7 point f of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection to ensnare PT. Sariguna Primatirta Tbk, but there has been a lack of article appliance because the judge is only applying the Article 7 point f of law Article 7 point f of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, requires judges to use Article 19 and Article 24 paragraph (1) of the Law Number 8 of 1999 about Consumer Protection to ensnare PT. Sariguna Primatirta Tbk.
2597529325K1C015056Pendugaan Zona Potensi Mineralisasi Batuan Menggunakan Metode Magnetik Di Daerah Tambakserang. Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten BrebesSurvei metode magnetik telah dilakukan disekitar daerah Tambakserang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes untuk mengetahui struktur bawah permukaan di daerah tersebut berdasarkan nilai anomali medan magnet. Beberapa tahap yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu pendahuluan, pengambilan data, pengolahan data, pemodelan dan intrerpretasi. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran sebanyak 156 titik pengukuran menggunakan Proton Processing Magnetometer (PPM) GSM_19T v7.0. Data induksi magnetik total yang diproleh kemudian dilakukan koreksi harian, koreksi IGRF dan koreksi pada tpografi. Anomali medan magnet di topografi direduksi kebidang datar karena perbedaan topografi ketinggian daerah penelitian. Setelah itu dilakukan kontinuitas keatas pada ketinggian 2000 meter di atas sheperoid untuk menghasilkan anomali regional dan anomali lokal. Data anomali medan magnet lokal akan di sayat untuk memodelkan struktur bawah permukaan. Penelitian ini melakukan dua pemodelan yaitu lintasan A-A’ dan lintasan B-B’. Berdasarkan hasil pemodelan terdapat model batuan yang diduga termineralisasi yaitu pada lintasan A-A´ batupasir yang mengandung mineral pirit 0,005 cgs – 0,005051 cgs dan pada lintasan B-B´, intrusi porfir 0.01 cgs, batuapasir yang mengandung mineral pirit 0,0050005 cgs, dan batuan intrusi 0,00440. Daerah penelitian diduga telah terjadi proses mineralisasi dari komposisi batuan dicirikan dengan keberadaan batuan intrusi dan batuan intrusi porfir yang mengakibatkan terjadi proses alterasi pada batuan, daerah yang diinterpretasikan termineralisasi terdapat dibagian tengah daerah penelitian.Magnetic survey method has been carried out around the Tambakserang area, Bantarkawung Sub-district, Brebes Regency to investigate subsurface structures of the area on the basis of the value anomaly of the magnetic field. Several steps must be done to achieve these objectives namely introduction, data collection, data processing, modeling, interpretation. In this study, 156 measurement points were done using Proton Processing Magnetometer (PPM) GSM_19T v7.0. The total magnetic field data obtained is then performed daily corrections, IGRF corrections and tpography corrections. The magnetic field anomaly in the topography is reduced to the plane plane due to the difference in the topography of the height of the study area. After that, continuity upwards at an altitude of 2000 meters above the sheperoid to produce regional anomalies and local anomalies. Local magnetic field anomaly data will be incised to model subsurface structures. This study conducted two models, namely the A-A 'path and the B-B' path. Based on the modeling results, there are mineralized rocks, namely on the AA´ sandstone path which contains pyrite minerals 0.005 cgs - 0.005051 cgs and on the BB´ trajectory, porphyry intrusion is 0.01 cgs, sapphire containing pyrite minerals 0.0050005 cgs, and intrusion rocks 0.00440. The process of mineralization of rock composition was suspected to happen at the research area characterized by the presence of intrusive rocks and porphyry intrusive rocks which cause the alteration process in rocks, the area interpreted as mineralized is found in the middle of the research area.
2597629326E1A016008PERLINDUNGAN DALAM PENGELOLAAN PENYITAAN BARANG BUKTI LEKAS RUSAK PADA PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi di Komisi Pemberantasan Korupsi dan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara)Penyitaan aset dalam tindak pidana korupsi merupakan langkah antisipatif yang bertujuan untuk menyelamatkan atau mencegah beralihnya harta kekayaan dari terpidana korupsi. Barang bukti yang diperoleh melalui proses penyitaan disebut sebagai benda sitaan negara, kemudian disimpan oleh negara berdasarkan ketentuan Pasal 44 ayat (1) KUHAP yang menyebutkan bahwa benda sitaan disimpan dalam Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan serta hambatan yang dihadapi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara dalam melakukan pengelolaan terhadap barang bukti lekas rusak pada perkara tindak pidana korupsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumenter dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bentuk perlindungan dalam pengelolaan barang bukti lekas rusak perkara tindak pidana korupsi dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan upaya lelang berdasarkan ketentuan Pasal 45 KUHAP serta upaya perawatan, pemeliharaan, serta pengamanan yang dilakukan oleh Rupbasan. Hal ini bertujuan untuk dapat tetap menjaga nilai ekonomis dari barang bukti lekas rusak tersebut. Dalam hal pelaksanaannya masih banyak ditemukan beberapa hambatan seperti minimnya biaya, fasilitas sarana yang kurang memadai, kurangnya personil untuk melakukan upaya perawatan, pemeliharaan, serta pengamanan.The seizure of assets in criminal acts of corruption is an anticipatory step aimed at rescuing or preventing the possession of wealth from convicted corruption. Evidence obtained through the seizure process is referred to as the state site, then stored by the State pursuant to the provisions of article 44 paragraphs (1) of the Criminal Procedur Code which states that the site is stored in the State of The National Confiscated Storage (Rupbasan). This research aims to determine the form of protection as well as obstacles faced by the Corruption Eradication Commission and the State of The National Confiscated Storage in managing the evidence of damaged goods in the case of corruption criminal acts. This research is a qualitative study with a sociological juridical method of approach. The data used is primary data and secondary data. Methods of collecting data through interviews, documentary studies and literature studies. Based on the result of research and discussion can be concluded the form of protection in the management of goods evidence of damaged criminal acts of corruption is done in 2 ways, namely with the auction effort under the provisions of article 45 of the Criminal Procedur Code and the maintenance efforts, care, and safeguards undertaken by Rupbasan. It aims to be able to keep the economical value of the damaged goods. In terms of implementation there are still many obstacles in the way of lack of cost, facility of insufficient facilities, lack of personnel to make maintenance efforts, care, and security.
2597729320C1G015023THE DETERMINANT OF VISITING FREQUENCY TO GELORA SATRIA PURWOKERTOPenelitian ini meneliti tentang faktor – faktor yang memengaruhi tingkat frekuensi masyarakat dalam mengunjungi Gelora Satria Purwokerto. Dalam penelitian ini variabel independen yang digunakan adalah jarak, presepsi fasilitas, biaya kunjungan, status pekerjaan, usia, dan ajakan dalam berkunjung, sedangkan variabel dependennya adalah frekuensi kunjungan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengambil jumlah responden sebanyak 68 orang. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah melalui berbagai pengujian statistik maka diambil kesimpulan dari enam variabel independen terdapat dua variabel yang tidak memiliki signifikansi sesuai hipotesis, yaitu variabel usia dan variabel status pekerjaan. Maka variabel yang berpengaruh secara signifikan dalam penelitian kali ini adalah jarak, presepsi fasilitas, biaya kunjungan, dan ajakan berkunjung. Dari empat variabel yang berpengaruh signifikan terdapat variabel yang memiliki pengaruh paling dominan, yaitu variabel biaya kunjungan.
Penelitian ini memiliki implikasi bagi pemerintah daerah Banyumas dalam meningkatkan pendapatan daerahnya melalui sektor pariwisata. Efek berganda yang timbul dari frekuensi optimal kunjungan masyarakat ke Gelora Satria Purwokerto akan mendorong berbagai sektor industri pendukung lainnya. Dampak positif pada peningkatan efek pengganda tentu akan meningkatkan permintaan agregat di berbagai sektor riil.
This research discusses the factors that influence community level in the Gelora Satria Purwokerto frequency. In this research, the independent variables used were distance, perception facilities, spending cost, occupation, age, and peer influence, while the dependent variable was the frequency of visits. This research uses primary data by taking 68 respondents. The analytical method used is multiple regression.
Based on the results of research that has been done through various statistical tests taken from six variables, two independent variables that have no significance according to the hypothesis, there are the age variable and the occupation variable. Then the variables that discuss significant in this research are distance, perception facilities, spending cost, and peer influence. Of the four variables that have a significant effect, the variable that has the most dominant influence is the spending cost variable.
This research has implications for the Banyumas regional government to increasing regional income through the tourism sector. The multiplier effects arising from the optimal frequency of community visits to Gelora Satria Purwokerto will encourage various other supporting industrial sectors. A positive impact on increasing the multiplier effect will certainly increase aggregate demand in various real sectors.
2597828970C1K014002COMPARATIVE ANALYSIS OF ABNORMAL RETURN, BID-ASK SPREAD AND TRADING VOLUME ACTIVITY BEFORE AND AFTER STOCK SPLIT
(CASE STUDY IN INDONESIA STOCK EXCHANGE DURING THE PERIOD OF 2016-2019)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan dalam abnormal return, bid-ask spread, dan trading volume activity sebelum dan sesudah stock split untuk perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 20016-2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). 36 sampel didapatkan dengan menggunakan metode purposive sampling. Periode pengamatan adalah 10 hari sebelum dan 10 hari setelah pengumuman stock split. Hipotesis diuji dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam abnormal return, bid-ask spread dan trading volume activity sebelum dan sesudah stock split.This research aims to find out whether there is a significant difference in abnormal return, bid-ask spread, and trading volume activity before and after stock split for companies listed in Indonesian Stock Exchange during the period of 20016-2019. The data used in this study are secondary data from the official website of Indonesia Stock Exchange (IDX). 36 samples were obtained using purposive sampling method. The observation period is 10 days before and 10 days after stock split announcement. Hypothesis was tested by using Wilcoxon Signed Rank Test with significant level of 0.05. The result of this research shows that there is a significant difference in abnormal return, bid ask spread and trading volume activity before and after stock split.
2597929327J1E015018The Effect of Cool Jazz Instrumental Backsound on Students’ Reading Comprehension of Narrative Text. (An Experimental Study of The 9th Grade Students of SMP Telkom Purwokerto Academic Year 2019/2020).Pujiastuti, Nur Endah. 2020. The Effect of Cool Jazz Instrumental Backsound on Students’ Reading Comprehension of Narrative Text. (An Experimental Study of The 9th Grade Students of SMP Telkom Purwokerto Academic Year 2019/2020). Skripsi. Pembimbing 1: Drs. Ashari, M.Pd., Pembimbing 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Penguji: Drs. Agus Sapto Nugroho, M.Ed.TESOL. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.
Fokus umum dari penelitian ini adalah penggunaan musik latar cool jazz dalam membaca. Fokus utamanya adalah tentang efektifitas penggunaan musik latar cool jazz dalam pemahaman membaca. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui efek signifikan positif dari penggunaan musik latar cool jazz dalam pemahaman membaca teks narasi siswa dan (2) untuk mengetahui persepsi siswa tentang penggunaan musik latar cool jazz dalam pemahaman membaca.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat kuasi-ekperimental. Peneliti menggunakan 2 kelas sebagai sampel yaitu kelas IX.3 sebagai grup eksperimen dan kelas IX.4 sebagai grup kontrol. Data diperoleh dari tes dan kuesioner. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji t untuk mengetahui efek signifikan musik latar cool jazz.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai ttest (to) adalah 3.12 dan nilai ttable (tt) dengan level signifikan α=0.05 adalah 2.01. Jadi, hasilnya adalah 3.12 > 2.01 atau nilai ttest (to) lebih besar dari nilai ttable (tt). Dapat disimpulkan bahwa efek dari penggunaan musik latar cool jazz dalam pemahaman membaca ditemukan pada siswa kelas 9 SMP Telkom Purwokerto. Hal tersebut didukung oleh hasil kuesioner siswa dari grup eksperimental. Hasil kuesioner menunjukan bahwa 58% siswa memiliki gaya belajar audio, 88.5% siswa setuju bahwa musik bisa membuat mood mereka menjadi lebih baik, 77% siswa menyukai penggunaan musik latar instrumental, 53.9% siswa menyukai penggunaan musik latar cool jazz dalam pembelajaran membaca, dan 73.1% siswa tidak memiliki masalah ketika pembelajaran membaca menggunakan musik latar cool jazz.
Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan musik latar cool jazz dalam pembelajaran membaca memberikan efek positif yang signifikan untuk siswa kelas 9 SMP Telkom Purwokerto terutama pada kelas IX.3. Peneliti menyarankan guru Bahasa Inggris yang ingin menggunakan musik dalam pembelajaran membaca untuk memilih musik yang disukai oleh siswa dan juga yang memiliki jenis dan tempo yang sesuai untuk proses pembelajaran.

Kata kunci: penelitian eksperimental, pemahaman membaca, musik latar cool jazz, teks narasi
Pujiastuti, Nur Endah. 2020. The Effect of Cool Jazz Instrumental Backsound on Students’ Reading Comprehension of Narrative Text. (An Experimental Study of The 9th Grade Students of SMP Telkom Purwokerto Academic Year 2019/2020). Thesis. Supervisor 1: Drs. Ashari, M.Pd., Supervisor 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Examiner: Drs. Agus Sapto Nugroho, M.Ed.TESOL. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto.

The general concern of this research is using cool jazz instrumental backsound in reading. The main concern is the effectiveness of cool jazz instrumental backsound in learning reading comprehension. The purposes of the research are: (1) to find out the significant positive effect of using cool jazz instrumental backsound in students’ reading comprehension on narrative text, and (2) To discover students’ perception about hearing cool jazz instrumental backsound in reading comprehension.
The research was designed as quantitative research and it was quasi-experimental research study. The researcher used 2 classes as the sample: class IX.3 as the experimental group and class IX.4 as the control group. The researcher collected the data by using test and questionnaire. In analyzing the data, the researcher used t-test to know the significant effect of cool jazz instrumental backsound.
The research result shows that the value of ttest (to) is 3.12 and the value of ttable (tt) in the significance level α= 0.05 is 2.01. Therefore, the result is 3.12>2.01. It means there was an effect of using cool jazz instrumental backsound on students’ reading comprehension in narrative text at the 9th grade students of SMP Telkom Purwokerto. It was supported with the questionnaire answered by the students in experimental group. Based on the questionnaire, it shows that in experimental group, there were 58% students with audio learning style, 88.5% students agree that music can make their mood better, 77% students enjoy the instrumental music from movie backsound, 53.9% students enjoy in learning reading cool jazz instrumental backsound, and 73.1% students did not have any problems using cool jazz instrumental backsound in learning reading comprehension.
It can be concluded that using cool jazz instrumental backsound in learning reading has significant positive effect on the 9th grade students of SMP Telkom Purwokerto especially in IX.3. The researcher suggests English teachers who want to use music in teaching reading to select music that the students like to hear and also that has the appropriate genre and tempo for the learning process.

Keywords: experimental study, reading comprehension, cool jazz instrumental backsound, narrative text
2598029328I1B016055HUBUNGAN PEMANFAATAN PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA (PIK-R) DENGAN EFIKASI DIRI REMAJA Latar Belakang : Efikasi diri yang buruk pada remaja dapat menimbulkan perilaku negatif. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) membantu para siswa dalam menghadapi masalah melalui konselor sebaya. PIK-R juga menyediakan pendidik sebaya yang memberikan edukasi positif pada siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan antara pemanfaatan PIK-R dengan efikasi diri siswa yang berada di SMA N 4 Purwokerto.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden berjumlah 226 yaitu siswa kelas X di SMA N 4 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan kuesioner efikasi diri dan kuesioner pemanfaatan PIK-R. Analisa data untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan PIK-R dengan efikasi diri menggunakan uji Spearman.
Hasil : Sebagian besar siswa SMA N 4 Purwokerto dapat memanfaatkan PIK-R dengan baik (70,4%), sisanya kurang memanfaatkan dengan baik (29,6%). Hasil penelitian menunjukan efikasi diri siswa memiliki kategori tinggi (26,1%), sedang (73%), dan rendah (0,9%). Hubungan kedua variabel tidak signifikan dan bernilai positif atau searah. Terdapat hubungan yang lemah antara pemanfaatan PIK-R dengan efikasi diri.
Kesimpulan : Pemanfaatan PIK-R dapat memengaruhi efikasi diri remaja pada siswa di SMA N 4 Purwokerto.
Background : Poor self-efficacy in adolescents can lead to negative behavior. Youth Counseling and Information Centers (PIK-R) helps students deal with problems through peer counselors. PIK-R also provides peer educator who give positive education to students. This study aim to determine the relationship between the utilization of PIK-R with self-efficacy in students at Senior High School 4 Purwokerto.
Method : This research uses quantitative methods with cross sectional design. The respondents were 226 of the 10th grade students of Senior High School 4 Purwokerto. This study uses a self-efficacy questionnaire and a PIK-R utilization questionnaire. Data analysis to determine the relationship between the utilization of PIK-R with self-efficacy using the Spearman test.
Results : Most of the students from Senior High School 4 Purwokerto can use the PIK-R well (70.4%), the rest of it did’nt use it well (29.6%). The results showed that students' self-efficacy was high (26,1%), moderate (73%), and low (0.9%). The two variables have insignificant relationship and positive or unidirectional. There is a weak relationship between the utilization of PIK-R with self-efficacy.
Conclusion : The utilization of PIK-R can affect adolescents self-efficacy in students at senior high school 4 Purwokerto.