Artikelilmiahs
Menampilkan 25.861-25.880 dari 50.260 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25861 | 29214 | B1A016055 | Produksi Ekstrak Aktinomisetes sebagai Anti Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus dengan Variasi Waktu Inkubasi dan Sumber Karbon | Infeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) disebabkan antara lain oleh adanya massa biofilm, dapat diatasi baik melalui penemuan zat antibakteri baru maupun penemuan suatu senyawa yang bersifat antibiofilm. Aktinomisetes telah banyak diketahui dapat menghasilkan zat antimikroba dan berpotensi besar dalam menghasilkan anti-MRSA. Optimalisasi produksi anti-MRSA oleh aktinomisetes dengan waktu inkubasi dan variasi sumber karbon perlu dilakukan karena produksi metabolit perlu aktivasi atau induksi zat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisan aktinomisetes yang berpotensi menghasilkan senyawa anti-MRSA, mengetahui waktu inkubasi optimum untuk memproduksi senyawa anti- MRSA, dan mengetahui jenis karbon untuk menghasilkan secara optimum senyawa anti-MRSA. Penelitian terdiri dari tiga tahapan, penelitian tahap pertama menggunakan metode survey untuk memperoleh isolat aktinomisetes yang mampu menghambat MRSA paling tinggi, tahap kedua penelitian optimalisasi jenis isolat dan waktu inkubasi dan tahap ketiga adalah penelitian optimalisasi sumber karbon untuk anti MRSA, penghambatan biofilm dan degradasi biofilm. Parameter utama yang diamati adalah indeks penghambatan pada seluruh tahap penelitian, dan nilai Optical Density (OD) dari biofilm pada tahap penelitian kedua dan ketiga. Parameter pendukung yang diamati adalah nilai cutoff point MBIC dan MBRC, berat kering miselium, serta morfologi isolat aktinomisetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dari sepuluh isolat aktinomisetes berpotensi menghasilkan senyawa anti-MRSA. Dua isolat terbaik, yaitu isolat W-5A dan P-6B memiliki aktivitas tertinggi dengan masing-masing indeks penghambatan 0,3818 ± 0,0126 dan 0,3316 ± 0,0272. Isolat P-6B pada waktu inkubasi enam hari dipilih untuk memproduksi senyawa anti-MRSA. Sumber karbon terbaik yang digunakan untuk memproduksi senyawa anti-MRSA dari aktinomisetes adalah pati. Senyawa anti-MRSA yang dihasilkan oleh aktinomisetes P-6B termasuk ke dalam metabolit primer dan dapat menghambat pembentukan maupun mendegradasi lebih dari 50% biofilm MRSA. Isolat aktinomisetes P-6B termasuk ke dalam kelompok Streptomyces berdasarkan morfologi yang diamati. | Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) infection caused by biofilm forming can be controlled whether by discovery of novel antibacterial or antibiofilm agent. Actinomycetes has been known as a producer of antimicrobial agents and has a great potential to produce anti-MRSA. Production of anti-MRSA by actinomycetes which optimilized with incubation time and type of carbon source is required, because metabolite production by actinomycetes requires activation or induction of certain molecules. This research aims to do screening of actinomycetes potency to produce anti-MRSA, to know optimum incubation time of actinomycetes to produce anti-MRSA, and to know optimum carbon source which used to produce anti-MRSA from actinomycetes. This research was performed by three steps. Survey method in the first step of research was used to obtain highest anti-MRSA activity from actinomycetes. The second step of research optimalized actinomycetes with incubation time to produce anti-MRSA. The third step of research used several carbon source to optimalize anti-MRSA, biofilm inhibition, and biofilm degradation. Main parameters which observed on this research is index of inhibition for all steps, and optical density of biofilm for second and third steps. The value of MBIC, MBRC, dry weight of miscelium, and morphology of actinomycetes was used as a supportive parameters. The results indicated that 4 out of 10 actinomycetes have anti-MRSA activity. Two isolates, which were isolate W-5A and P-6B showed the highest anti-MRSA activity with the index of inhibitions are 0,3818 ± 0,0126 and 0,3316 ± 0,0272, respectively. Isolate with the code P-6B on 6 days incubation was chosen to produce anti-MRSA compound. Starch is the best carbon source to perform fermentation of actinomycetes in producing anti-MRSA. Compound in the extract of actinomycetes which has an ability as the anti-MRSA agent included as primary metabolite. Anti-MRSA which produced by actinomycetes has an ability to inhibit and eradicate more than 50% of MRSA biofilm. Actinomycetes with the code P-6B was included as a group of Streptoverticillium based on its morphological characteristics. | |
| 25862 | 29213 | E1A016082 | PEMBATALAN PERKAWINAN KRISS HATTA – HILDA FITRIA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Bekasi Nomor 0081/Pdt.G/2018/PA.Bks) | Akta Perkawinan merupakan akta otentik tentang pencatatan perkawinan yang membuktikan bahwa adanya ikatan perkawinan yang sah, hal tersebut sejalan dengan ketentuan Pasal 2 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang menyatakan bahwa setiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 22 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menyebutkan bahwa perkawinan dapat dibatalkan apabila para pihak tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan. Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 menyebutkan bahwa batalnya suatu perkawinan hanya dapat diputus oleh pengadilan. Namun apabila terdapat kesalahan penulisan dalam suatu Akta Perkawinan tidak perlu memintakan untuk dibatalkan perkawinannya ke Pengadilan, cukup diperbaiki sesuai dengan ketentuan Pasal 34 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Pencatatan Nikah. Peneliti menganalisis bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam menolak pembatalan perkawinan antara Kriss Hatta dan Hilda Fitria pada Putusan Pengadilan Agama Bekasi Nomor:0081/Pdt.G/2018/PA.Bks, menggunakan metode penelitian dengan pendekatan yuridis normatif, spesifikasi Desktiptif Analisis, metode analisis normatif kualitatif, teks natarif dan data sekunder, maka dihasilkan suatu kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam menolak permohonan pembatalan perkawinan mendasar pada ketentuan Pasal 22 dan Pasal 26 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pasal 27 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 72 ayat (1), (2) dan (3) Kompilasi Hukum Islam serta Pasal 71 Kompilasi Hukum Islam. Namun, Hakim sebaiknya menambahkan pula ketentuan Pasal 14 Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 26 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Kata Kunci: Perkawinan, Akta Perkawinan, Pembatalan Perkawinan | Marriage certificate is an authentic certificate about marriage registration that proves there is a legal marriage relationship, accordance to Article 2 Paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 which states that every marriage must be recorded according to the applicable laws and regulations. Article 22 of Law Number 1 of 1974 states that marriages can be canceled if requisite of marriage are not fulfilled. Article 37 Government Regulation Number 9 of 1975 states that the cancellation of a marriage can only be terminated by a court decision. But if in a marriage certificate there is an error in writing There is no need to ask for a marriage cancellation, it is sufficient to request repairs in accordance with Article 34 Minister of Religion of the Republic of Indonesia Number 11 of 2007 Regarding Marriage Registration. The researcher analyzes how the Judge's legal considerations in rejecting the cancellation of the marriage between Kriss Hatta and Hilda Fitria on the Decision of the Bekasi Religious Court Number: 0081 / Pdt.G / 2018 / PA.Bks. using research methods with a normative juridical approach, Descriptive Analysis specifications, qualitative normative analysis methods, text natarif and secondary data, then there is a conclusionthat the judge's legal considerations in rejecting a request for a marriage cancellation are based on the provisions of Article 22 and Article 26 paragraph 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, Article 27 paragraph (1), (2) and (3) of Law Number 1 of 1974 About Marriage jo. Article 72 paragraph (1), (2) and (3) Compilation of Islamic Law and Article 71 Compilation of Islamic Law. However, the judge must include the provisions of Article 14 of the Compilation of Islamic Law and Article 26 paragraph 2 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. Keyword : Marriage, Marriage Certificate, Marriage Cancellation | |
| 25863 | 29219 | F1D014034 | RESISTENSI MASYARAKAT DESA SUMBER TERHADAP PEMBANGUNAN PROYEK PENGEMBANGAN GAS JAWA (PPGJ) DI DESA SUMBER KABUPATEN BLORA | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bentuk dan proses-proses resistensi dari masyarakat Desa Sumber yang ditempuh terhadap pendirian pembangunan Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber Kabupaten Blora. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan studi kasus. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif, dalam model analisis interaktif Miles dan Hubermas. Untuk itu, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hasilnya adalah dimana setiap semua tindakan para anggota kelas masyarakat yang rendah dengan maksud melunakkan atau menolak tuntutan-tuntutan yang dikenakan pada kelas mereka. Hal ini dapat dilihat dari berubahnya perspektif masyarakat Desa Sumber terhadap proyek nasional menjadi sebuah resistensi, ketika kepentingan kapitalisme lebih di utamakan dalam dalih sistem pembangunan sosial. Perlawanan berbasis pada resistensi terbuka dan resistensi terselubung, menjadi dimensi pertarungan kepentingan vis-a-vis negara. Resistensi terbuka dilakukan dengan cara berserikat membuat Tim 9 dan Serikat Petani Blora Selatan, audiensi, resistensi berbasis simbol budaya, pemasangan alat peraga propaganda seperti plang, banner, poster, stensil, pers realese baik cetak maupun online, dan demonstrasi. Sedangkan resistensi terselubung seperti memasukkan agenda resistensi ke dalam rapat P3A Dharma Tirta Sumur Pompa PWJ, beserta kegiatan rasan-rasan. Sedangkan untuk proses resistensi dari masyarakat Desa Sumber, pada tahap Coalescene telah terjadi Decline. Artinya, resistensi dari masyarakat Desa Sumber dapat dikatakan mengalami kemunduran ketika terdapat kesempatan politik. Kemunduran dalam aktivitas gerakan sosial dapat dikategorikan ke dalam bentuk keberhasilan dan kegagalan. Keberhasilannya dapat dilihat dari isu air tanah dan tenaga kerja menyatukan kelas sosial masyarakat, sehingga resistensi berhasil memobilisasi dan mengakomodasi berbagai perbedaan kepentingan. Selain itu, resistensi terhadap isu tersebut membuahkan sebuah formulasi kebijakan dari PT. Pertamina-EP untuk merobohkan rig yang telah berdiri sebelum pada waktunya, membeli air tanah dari Koperasi P3A Dharma Tirta, dan mengadakan pelatihan kerja untuk Bagian Operasional dan Perawatan yang diperuntukan untuk kalangan pemilik lahan (16%), non pemilik lahan (37%), dan kalangan umum dari masyarakat Cepu, Blora, dan sekitarnya (47%). Sedangkan untuk kegagalannya, pembuatan sumur artesi oleh PT. Pertamina-EP tetap dilakukan tanpa kompensasi ke masyarakat lokal, adanya kepentingan individual dan pertentangan dari tokoh penggerak resistensi berakibat pada melemahnya konsistensi perjuangan. | The article on the results of this study aims to analyze how the forms and processes of resistance from the Sumber Village community were taken towards the establishment of the Java Gas Development Project (PPGJ) in Sumber Village, Blora Regency. Therefore, this study uses a qualitative research method with a constructivism paradigm and a case study approach. This research also uses descriptive qualitative analysis techniques, in the interactive analysis model of Miles and Hubermas. For this reason, based on the research that has been carried out, the result is that every action of the members of the lower classes of society with the intention of softening or rejecting the demands imposed on their class. This can be seen from the change in the perspective of the Sumber Village community towards the national project to become a resistance, when the interests of capitalism are prioritized in the pretext of a social development system. Resistance based on open resistance and hidden resistance has become a dimension of the struggle for interests vis-a-vis the state. Open resistance was carried out by associating with Team 9 and the South Blora Peasants Union, hearings, resistance based on cultural symbols, the installation of propaganda props such as signs, banners, posters, stencils, real-time press both printed and online, and demonstrations. Meanwhile, hidden resistance is such as inserting the resistance agenda into the P3A Dharma Tirta Sumur PWJ Pump meeting, along with convention activities. As for the resistance process from the Sumber Village community, at the Coalescene stage a Decline has occurred. This means that the resistance of the Sumber Village community can be said to have declined when there was a political opportunity. Setbacks in social movement activities can be categorized into success and failure. Its success can be seen from the issue of groundwater and labor in uniting the social class of society, so that resistance has succeeded in mobilizing and accommodating different interests. In addition, resistance to this issue resulted in a policy formulation from PT. Pertamina-EP to knock down rigs that were established prematurely, buy groundwater from the P3A Dharma Tirta Cooperative, and hold job training for the Operations and Maintenance Division which is intended for land owners (16%), non-land owners (37%), and the general public from the Cepu, Blora and surrounding communities (47%). As for the failure, the construction of artesian wells by PT. Pertamina-EP was still carried out without compensation to the local community, the existence of individual interests and opposition from leaders of resistance movement resulted in weakening the consistency of the struggle. | |
| 25864 | 29266 | E1A016224 | KRITERIA PEMENUHAN ANGKA KREDIT TERTENTU PADA JABATAN FUNGSIONAL MEDIK VETERINER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HAK PENSIUN | Pemenuhan angka kredit tertentu menjadi salahsatu masalah kepegawaian diberbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Banyumas. Di Kabupaten Banyumas yang menjadi permasalahan adalah adanya seorang calon penerima pensiun yang menduduki Jabatan Fungsional Medik Veteriner namun tidak bisa memenuhi angka kredit tertentu pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini dikarenakan banyaknya kegiatan dalam aturan butir kegiatan Medik Veteriner Madya yang tidak bisa dilakukan di Kabupaten Banyumas, sehingga menimbulkan implikasi hukum. Adapun tujuan penelitian skripsi ini untuk mengetahui kriteria pemenuhan angka kredit tertentu pada Jabatan Fungsional Medik Veteriner terhadap hak pensiun dan implikasi hukum yang timbul terhadap Jabatan Fungsional Medik Veteriner yang tidak dapat memenuhi kriteria pemenuhan angka kredit. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif analistis, sumber data yang digunakan adalah data primer, dan data sekunder , metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan wawancara, metode penyajian data adalah deskriptif, serta metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa seorang calon penerima pensiun ini tetap dapat dipensiun namun dalam status Jabatan Fungsional Umum Pengelola Kesehatan Hewan dengan menggunakan kriteria Batas Usia Pensiun 58 tahun. Hal ini menimbulkan implikasi hukum yaitu adanya peralihan jabatan sehingga berdampak pada perubahan Batas Usia Pensiun dan aturan yang mengatur. | Achieving certain credit Numbers is one of the problems of employees across Indonesia, and it is no exception in Banyumas District. The problem with Banyumas District is that of a retired candidate who sits at the Functional Positions of Veterinary Medicine and cannot meet a certain credit rating at specified time. This is because of the large number of activities that the Medical Regulations of the Madya's Medical Veterinary operations cannot be carried out in the Banyumas District, resulting in legal implications. As for the purpose of this thesis research to know the criteria for delivering certain credit numbers at the Functional Position’s of Veterinary Medicine on the pension rights and legal implications that arise on the Functional Position’s of Veterinary Medicine who cannot meet the criteria for credit-solving. The research method used is normative-juridical juxtative, the research specification is analistic description, the data source used is primary data, and secondary data, the method of data collection is literature and interviews, the method of data presentation is descriptive, and the method of data analysis uses qualitative normatizes. Based on the results of the research, it can be seen that a prospective pension recipient can still be retired but is in the status of a General Functional Position for Animal Health Management by using the 58 year old retirement age criteria. This has a legal implication, namely the change of position, which has an impact on changes in the Retirement Age Limit and the regulations that governing rules. | |
| 25865 | 29215 | F1C016033 | Representasi Ideologi Feminisme dalam Anime Shingeki no Kyojin Season 3 | Film anime adalah salah satu soft power bagi negara Jepang. Anime memiliki kemampuan untuk menarik dan mempengaruhi orang dari negara lain melalui budaya, nilai-nilai, dan ideologi yang ada di dalam anime. Anime Shingeki no Kyojin Season 3 diteliti dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis semiotika John Fiske tentang kode televisi. Kode televisi ini terdiri dari tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi ideologi feminisme dalam anime Shingeki no Kyojin Season 3. Anime ini menceritakan tentang perlawanan manusia dalam melawan raksasa dan pemerintahan. Perempuan juga turut serta dalam perjuangan untuk mendapatkan keadilan dan kehidupan yang lebih baik. Ditinjau dari level realitas, ideologi feminisme dalam anime Shingeki no Kyojin Season 3 diwakili oleh enam jenis kode, yaitu kode penampilan, kode cara bicara, kode gestur, kode tingkah laku, kode ekspresi, dan kode lingkungan. Ditinjau dari level representasi, ideologi feminisme diwakili oleh kode kamera dan kode dialog. Ditinjau dari level ideologi, terdapat tiga aliran feminisme yang ada di anime Shingeki no Kyojin Season 3, yaitu feminisme liberal, feminisme marxist, dan feminisme sosialis. Ideologi pendukung lainnya yang ditemukan adalah ideologi kelas, kapitalis, dan patriarki. | Anime film is a soft power for Japan. Anime has the ability to attract and influence people from other countries through culture, values, and ideologies that are in anime. Shingeki no Kyojin Season 3's anime was examined using qualitative methods and John Fiske's semiotic analysis of television codes. This television code consists of three levels, namely reality level, representation level, and ideology level. This study aims to determine how the representation of feminist ideology in the anime Shingeki no Kyojin Season 3. This anime tells about human resistance in fighting giants and government. Women also participate in the struggle for justice and a better life. Based on the reality level, feminism ideology in the anime Shingeki no Kyojin Season 3 is represented by six types of codes, namely appearance code, speech code, gesture code, behavior code, expression code, and environment code. Based on the representation level, feminism ideology is represented by the camera code and dialogue code. Based on the ideology level, there are three feminism schools in the anime Shingeki no Kyojin Season 3, namely liberal feminism, marxist feminism, and socialist feminism. Other supporting ideologies found were class, capitalist and patriarchal ideologies. | |
| 25866 | 29216 | D1A016183 | Viskositas dan Warna Susu Pasteurisasi Produk Koperasi PESAT Pada Lama Penyimpanan Dingin (4-8°C) | Penelitian Viskositas dan Warna Susu Pasteurisasi Produk Koperasi PESAT pada Lama Penyimpanan Suhu Dingin (4-8 °C) dilaksanakan pada tanggal 5 Februari sampai dengan 9 Maret 2020 di Laboratorium Teknologi Hasil ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian bertujuan untuk mengetahui rataan viskositas dan warna susu pasteurisasi produk Koperasi PESAT yang diberi perasa rasa cokelat selama penyimpanan dingin (4-8 °C). Metode yang digunakan pada penelitian yaitu dengan metode eksperimen dengan 5 perlakuan yaitu lama penyimpanan selama 0 hari (P0), 3 hari (P1), 6 hari (P2), 9 hari (P3), dan 12 hari (P4) dan 4 ulangan. Variabel yang diukur adalah viskositas dan warna pada susu pasteurisasi produk Koperasi PESAT yang diberi perasa rasa cokelat. Pengukuran viskositas menggunakan Viscometer Brookfield dan pengukuran warna menggunakan Colorimeter. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang didapatkan dari hasil rataan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan viskositas susu pasteurisasi rasa cokelat yang disimpan selama 12 hari yaitu menunjukkan hasil yang bervariasi, dengan rataan viskositas pada penyimpanan hari ke 0 yaitu 1,58 cP, penyimpanan hari ke 3 yaitu 2,18 cP, penyimpanan hari ke 6 yaitu 2,29 cP, penyimpanan hari ke 9 yaitu 2,85 cP dan penyimpanan hari ke 12 yaitu 1,91 cP. Pengukuran colorimeter menghasilkan nilai L*, a* dan b*. L* merupakan parameter kecerahan (warna akromatis, 0: hitam sampai 100: putih). Warna kromatik campuran merah hijau ditunjukkan oleh nilai a (a+ = 0-100 untuk warna merah, a- = 0-(-80) untuk warna hijau. Warna kromatik campuran biru kuning ditunjukkan oleh nilai b (b+ = 0-70 untuk warna kuning, b- = 0-(-70) untuk warna biru. Semakin terang warnanya, maka semakin tinggi nilai colorimeter. Tingkat kecerahan (L*) pada susu pasteurisasi menghasilkan rataan yang bervariasi seiring dengan lama penyimpanan, dengan rataan nilai warna L* pada penyimpanan hari ke 0 yaitu 38,94, penyimpanan hari ke 3 yaitu 36,35, penyimpanan hari ke 6 yaitu 42,79, penyimpanan hari ke 9 yaitu 45,65 dan penyimpanan hari ke 12 yaitu 42,72. Tingkat kemerahan (a*) pada susu pasteurisasi menghasilkan rataan yang bervariasi seiring dengan lama penyimpanan, dengan rataan nilai warna warna a* pada penyimpanan hari ke 0 yaitu 6,27 penyimpanan hari ke 3 yaitu 6,70, penyimpanan hari ke 6 yaitu 4,29, penyimpanan hari ke 9 yaitu 9,81, dan penyimpanan hari ke 12 (P4) yaitu 5,09. Tingkat kekuningan (b*) pada susu pasteurisasi menghasilkan rataan yang bervariasi seiring dengan lama penyimpanan, dengan hasil rataan nilai warna b* pada penyimpanan hari ke 0 yaitu 33,54, penyimpanan hari ke 3 yaitu 42,99, penyimpanan hari ke 6 yaitu 15,35, penyimpanan hari ke 9 yaitu 20,94, dan penyimpanan hari ke 12 yaitu 16,62. Penelitian dapat disimpulkan bahwa susu pasteurisasi rasa cokelat produk Koperasi PESAT yang disimpan dingin (4-8 °C) memiliki batas konsumsi maksimal pada penyimpanan hari ke 6. | The research of Viscosity and Color of Pasteurized Milk of the Koperasi PESAT products on the Cold Temperature Storage (4-8 °C) was held on February 5 until March 9 2020, in the Animal Science Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The research aims to determine the average viscosity and color of pasteurized milk of the Koperasi PESAT product that is given the flavor of chocolate during cold storage (4-8 °C). The method used in the study was with the experimental method with 5 treatments namely the length of storage for 0 days (P0), 3 days (P1), 6 days (P2), 9 days (P3), and 12 days (P4) and 4 repeats. Variable measured is the viscosity and color of pasteurized milk in the product of Koperasi PESAT which is given chocolate flavor. Viscosity measurements use the Brookfield Viscometer and color measurements using Colorimeter. Data analysis uses descriptive analysis derived from research results. The results showed that the viscosities of the milk viscosity of pasteurized chocolate flavor stored for 12 days were showing varying results, with a viscosity rate of 0-day storage which is 1.58 cP, 3-day storage is 2.18 cP, 6-day storage is 2.29 cP, 9-day storage (P3) is 2.85 cP and the 12-day storage is 1.91 cP. Colorimeter measurements result in L *, a* and b * values. L * is a parameter of brightness (acromatic color, 0: Black to 100: white). The chromatic color of the red green mix is indicated by a value of a (a + = 0-100 for a red, a- = 0-(-80) color for the green color. The chromatic color of the yellow blue mixture is shown by the value B (b + = 0-70 for the yellow color, b- = 0-(-70) for the blue color. The brightness level (L *) in pasteurised milk results in a ratation that varies with the length of storage, with an L * rating of the color value on the storage day 0 which is 38.94, the 3rd day of storage is 36.35, the storage of the 6th day is 42.72, the storage of the 9th day is 45.65, and the storage of the 12th day is 42.79. The level of redness (a*) of pasteurized milk results in a rate that varies with the length of storage, with the value of color color a* in 0-day storage is 6.27, 3-day storage is 6.70, 6-day storage is 4.29, 9-day storage is 9.81, and storage of the 12th day is 5.09. The yellowish level (b*) in pasteurised milk results in a ratation that varies with the length of storage, with the result of color value b* in 0-day storage is 33.54, 3-day storage is 42.99, 6-day storage is 15.35, 9-day storage is 20.94, and storage of the 12th day is 16.62. The results of the study can be concluded that the milk pasteurized chocolate flavor product that is kept cool (4-8°C) has a maximum consumption limit on the 6th day of storage. | |
| 25867 | 29217 | D1A016084 | Bobot Badan Umur 1 Hari Dan 2 Bulan Berbagai Ayam Kedu Di Kelompok Tani Ternak Ayam Makukuhan Mandiri Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bobot badan pada berbagai jenis dan umur ayam Kedu di Kelompok Tani Ternak Ayam Kedu Makukuhan Mandiri Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Materi yang digunakan adalah lima jenis ayam Kedu. Sampel diambil umur 1 hari dan Umur 2 bulan. Model analisis yang digunakan General Linier Model (GLM), sebagai faktor pembeda adalah lima jenis ayam Kedu yaitu Ayam Kedu Hitam, Ayam Kedu Merah, Ayam Kedu Putih, Ayam Cemani, dan Ayam Kedu Lurik dengan ulangan tidak sama (anequal) yaitu peternak. Hasil rataan bobot badan ayam Kedu (ayam Kedu Hitam, ayam Kedu Merah, ayam Kedu Putih, ayam Cemani, dan Ayam Kedu Lurik.) umur 1 hari adalah 25,907 g ± 1,178, 24,274 g ± 0,583, 24,333 g ± 0,846, 25,840 g ± 1,71 dan 24,185 g ± 0,332. Ayam Kedu umur 2 bulan jantan adalah 684,52 g ± 81,36, 635,03 g ± 100,31, 668,20 g ± 27,57, 695,40 g ± 64,18, dan 903,53 g ± 49,91, betina 565,41 g ± 89,22, 478,30 g ± 121,75, 520,28 g ± 57,73, 602,23 g ± 80,23, dan 840,42 g ± 81,96. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa berbagai jenis ayam Kedu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan ayam Kedu (umur 1 hari dan umur 2 bulan). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat perbedaan bobot badan pada berbagai jenis ayam Kedu umur 1 hari dan umur 2 bulan jantan dan betina. | The purpose of the experiment was to know the differences body weight of various kinds and ages of Kedu chicken in Makukuhan Mandiri livestock farmer group at Kedu District, Temanggung Regency. The material that were used wass various kinds of Kedu chicken in Makukuhan Mandiri Livestock Farmer Group at Temanggung District amounted to 30 farmers. Samples taken were 1 day old and 2 months old. Method that used is General Linear Model (GLM ), as fixed variable was various kinds of Kedu chicken with unequal replications farmers. The averages body weight of various kinds of Kedu chicken (Hitam, Merah, Putih, Cemani and Lurik) 1 day old 25,907 g ± 1,178, 24,274 g ± 0,583, 24,333 g ± 0,846, 25,840 g ± 1,71 and 24,185 g ± 0,332. Male 2 month old were 684,52 g ± 81,36, 635,03 g ± 100,31, 668,20 g ± 27,57, 695,40 g ± 64,18, and 903,53 g ± 49,91, female were 565,41 g ± 89,22, 478,30 g ± 121,75, 520,28 g ± 57,73, 602,23 g ± 80,23, dan 840,42 g ± 81,96 The results showed that various kinds Kedu chicken was significantly (P<0,01) affected body weight of Kedu chicken (1 day old and 2 months old). The conclusions of this experiment is body weight of various kinds of Kedu chicken 1 day old and 2 months old in male and female is different. | |
| 25868 | 29218 | I1E016015 | PENGARUH METODE LATIHAN PASSING PASIF DAN AKTIF TERHADAP KETEPATAN PASSING PADA EKSTRAKURIKULER FUTSAL MAN 1 BANYUMAS | Latar Belakang: Futsal merupakan salah satu jenis olahraga beregu yang dimainkan 5 orang saling berlawanan dengan durasi waktu tertentu. Penelitian ini menggunakan metode latihan passing aktif dan pasif, bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan passing pasif dan aktif terhadap ketepatan passing pada ekstrakurikuler futsal MAN 1 Banyumas Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain penelitian two group pre-test dan post-test design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 anak. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan nilai signifikansi <0,05 yang dibantu dengan aplikasi SPSS versi 25. Hasil Penelitian: Hasil yang diperoleh dari analisis data menggunakan uji paired sample t-test tes ketepatan passing kelompok treatment yaitu nilai signifikansi sebesar 0,000 dan kelompok kontrol sebesar 0,019. Kemudian, hasil yang diperoleh dari analisis menggunakan uji independent sample t-test tes ketepatan passing yaitu nilai signfikansi sebesar 0,039. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan dari latihan passing aktif terhadap ketepatan passing. Ada pengaruh signifikan dari latihan passing pasif terhadap ketepatan passing. Terdepat perbedaaan yang signifikan antara kelompok treatment dan kelompok control terhadap ketepatan passing. Kata Kunci : Futsal, Metode Latihan, Passing Pasif dan Aktif | Background of the study: Futsal is one of the types of team sport which played by five people who contradict each other in certain duration. This research used the method of passive and active passing training in order to find out the effects of passive and active training method on the passing accuracy in the futsal extracurricular at MAN 1 Banyumas. Methodology: This research was included as experimental research. The research design involved two group of pre-test and post-test. The sample of this research consisted of twenty students. The technique of data analysis used in this research was t-test with the significant value of <0,05 using SPSS 25 version as the tool in analyzing the data. Findings: the result obtained from data anlysis using paired sample t-test of passing accuracy in treatment group was significant value 0,000 and in controlled group was 0,019. Then, the result from data analysis using test of independent sample t-test of passing accuracy was significant value 0,039 Conclusion: based on the findings of the study, it can be concluded that there was a significant effect on the passive and active passing training method on the passing accuracy. There were a significant contrast between treatment group and controlled group on the passing accuracy. Keywords : Futsal, training method, passive and active passing | |
| 25869 | 29145 | H1B015001 | ANALISIS PENGARUH BENTUK DAN LEBAR SPEED BUMP TERHADAP KECEPATAN KENDARAAN DI AREA PERMUKIMAN | Pengendara yang melewati jalan di sekitar permukiman seringkali tidak menghiraukan kecepatan kendaraan yang mereka gunakan, sehingga kondisi ini menyebabkan rawan kecelakaan karena seringnya pengendara memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan yang diizinkan (speeding). Menurut Nur (2017), dalam penelitiannya di Jl. Tirto Mulyo, Malang menjelaskan kondisi lalu lintas yang lengang di hari-hari biasa ditunjang dengan kondisi permukaan jalan yang baik membuat pengendara berpotensi memacu kendaraan dengan kecepatan melewati batas kecepatan maksimum di daerah permukiman. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan alat pengendali kecepatan yang bertujuan untuk mengendalikan atau mengurangi kecepatan kendaraan. Salah satu alat pengendali kecepatan yang bisa diterapkan di kawasan permukiman adalah speed bump. Pemasangan alat pengendali kecepatan vertikal pada daerah permukiman umumnya beraneka ragam bentuk dan dimensi, ada yang berbentuk trapesium dan ada juga yang berbentuk setengah lingkaran, tetapi pada umumnya tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2018 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan. Dari pemerintah sendiri belum ada evaluasi terkait standar yang telah ditetapkan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemasangan speed bump terhadap kecepatan kendaraan pada kawasan permukiman. Serta dari berbagai bentuk speed bump yang terpasang di kawasan permukiman bagaimana hubungannya dengan kecepatan kendaraan dan dari berbagai variasi lebar speed bump yang terdapat di kawasan permukiman bagaimana hubungannya dengan kecepatan kendaraan. Speed bump yang diteliti adalah yang memiliki tinggi yang sama dan lebar yang bervariasi serta bahan atau material penyusun speed bump adalah beton dan bentuk yang diteliti adalah trapesium dan setengah lingkaran. Metode yang digunakan adalah survei lapangan untuk mendapatkan data dimensi dan bahan speed bump, data jarak pembagian area, dan data waktu tempuh kendaraan. Berdasarkan hasil analisis dari kurva hubungan kecepatan dengan bentuk speed bump diperoleh bentuk trapesium lebih baik dari bentuk setengah lingkaran dalam menurunkan kecepatan lalu dari kurva hubungan kecepatan dengan lebar speed bump diperoleh hasil semakin lebar speed bump maka kecepatan kendaraan semakin bertambah dan dari kurva hubungan kecepatan dengan lebar speed bump juga diperoleh hasil, speed bump yang dipasang pada semua lokasi yang menjadi objek penelitian sudah baik dalam menurunkan kecepatan karena mampu menurunkan kecepatan dari kecepatan normal sampai kecepatan ketika melewati speed bump. Secara umum untuk sepeda motor, speed bump dapat menurunkan kecepatan dengan rentang 10,94 km/jam sampai 14,33 km/jam atau 75,62% sampai 79,52% sedangkan untuk mobil penumpang, speed bump dapat menurunkan kecepatan dengan rentang 7,51 km/jam sampai 10,76 km/jam atau 75,24% sampai 79,77. Speed bump bentuk trapesium dengan lebar 90 cm direkomendasikan dalam pembuatan speed bump karena menghasilkan penurunan kecepatan terbesar dibanding lebar yang lain dalam penelitian ini. | Drivers who pass the road around of residential area often disregard the speed of the vehicle they are using, so this condition causes accident prone because often drivers drive their vehicles beyond the speeding limit allowed. According to Nur (2017), in his research on Tirto Mulyo street, Malang explained that the traffic conditions that are quiet on ordinary days are supported by good road surface conditions, making drivers increase speed of vehicles with speeds beyond the maximum speed limit in residential areas. To control drivers who drive more than the allowed speed limit, needed a speed controller to control or reduce vehicle speed. One of the speed control devices that can be applied in residential areas is speed bump. The installation of vertical speed control devices in residential areas generally varies in shape and dimensions, some are in the form of trapezoidal and some are in the form of a semicircle, but in general do not comply with the standards set by Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number 82 of 2018 concerning Road Control and Safety Devices . From the government itself there is no evaluation related to these established standards. The purpose of this study was to determine the effect of installing speed bumps on vehicle speed in residential areas. As well as from various shape of speed bumps installed in residential areas, how do they relate to vehicle speeds and from various variations of speed bump widths found in residential areas how do they relate to vehicle speeds. The speed bumps studied were those that had the same height and varying widths and the material used was concrete and the shape studied was trapezoidal and semicircular. The method used was a field survey to obtain speed bump dimensions and material data, distance division area data, and vehicle travel time data. Based on the results of the analysis of the speed relationship curve with the shape of speed bump obtained trapezoidal shape is better than the semicircular shape in reduce the speed, then from the speed relationship curve with the speed bump width obtained the results of a wider speed bump then the vehicle speed is increasing and from the speed relationship curve with the width the speed bump was also obtained as a result of the speed bump installed at all locations that were the objects of the study were already good at reducing speed because it was able to reduce speed from normal speed to speed when passing speed bump. In general, for motorcycle, the speed bump can reduce the speed with a range of 10.94 km / h to 14.33 km / h or 75.62% to 79.52% while for passenger cars, the speed bump can reduce speed by a range of 7, 51 km / hour to 10.76 km / hour or 75.24% to 79.77. A trapezoidal speed bump with a width of 90 cm is recommended for making speed bumps, because it produces the largest reduce in speed compared to other widths in this study. | |
| 25870 | 29220 | I1E015020 | HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN, PANJANG LENGAN DAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN DENGAN KECAKAPAN BERMAIN BULUTANGKIS MAHASISWA PJKR UNSOED 2017 | Latar Belakang: Permainan bulutangkis merupakan permainan yang membutuhkan kemampuan fisik yang baik untuk mendukung kecakapan bermain. Komponen biomotor seperti tinggi badan, panjang lengan dan daya tahan otot lengan merupakan unsur fisik yang dibutuhkan setiap pemain bulutangkis Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan, panjang lengan dan daya tahan otot lengan dengan kecakapan bermain bulutangkis mahasiswa PJKR UNSOED angkatan 2017. Metodologi: Metode yang digunakan adalah studi korelasional dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi dimana jumlah sampel 20. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis pearson product moment, uji korelasi ganda, uji regresi linear, uji regresi berganda, serta sumbangan efektif dan sumbangan relatif. Instrumen penelitian tinggi badan menggunakan meteran, panjang lengan menggunakan meteran, dan daya tahan otot lengan menggunakan push up. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara tinggi badan dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,046, r = 0,450. Terdapat hubungan anatara panjang lengan dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,046, r = -0,451. Terdapat hubungan antara daya tahan otot lengan dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,041, r = -0,461. Hubungan antara tinggi badan, panjang lengan dan daya tahan otot lengan dengan kecakapan bemain bulutangkis p = 0,046, r = 0,203. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tinggi badan, panjang lengan dan daya tahan otot lengan dengan kecakapan bermain bulutangkis pada mahasiswa PJKR UNSOED angkatan 2017. Kata Kunci: Tinggi badan, panjang lengan, daya tahan otot lengan, kecakapan bermain bulutangkis. | Background : Badminton playing skills are influenced by height, arm length, arm length, and endurance of determine the relationship between height, arm length, and endurance of arm muscles with badminton playing skills of male student of physical and spiritual education 2017. Purpose : This study aims to determine the relationsip between height, arm length, and endurance of arm muscles with badminton playing skills of student of physical and spiritual education 2017. Metodology : The method used for this study are correlational study and sampling techniques using purposive sampling with regard to inclusion and exclusion exclusion criteria where the total sample is 20, The date were analyzed using person product moment hypothesis test multiple correlation test, linear regression test, multiple correlation test linear regression, multiple regression test, as well as effective and relative contributions, The research instrument used for height and arm muscle endurance is push up exercise. Results of Study: There is a relationship between height with badminton skill p = 0,046, r = 0,450. There is a relationship between arm length and badminton playing skills p = 0,046, r = -0,451. There is a relationship betwen endurance of the arm muscles with badminton playing skils p = 0,041, r = -0,461. The relations ship betwean arm height and arm muscle endurance with badminton skills p = 0,046, r = 0,203. Summary : There is a relationship between height of arm length and endurance of the arm muscles with badminton playing skills in student of physical and spiritual education 2017. Keywords: Height, arm length, endurance, of the arm muscles. | |
| 25871 | 29221 | H1B015060 | PERILAKU KUAT LENTUR PANEL PAPAN KOMPOSIT KERAMIK BAJA RINGAN JENIS C UNTUK LANTAI | Saat ini pada bidang konstruksi, penggunaan baja ringan sudah banyak digunakan pada komponen bangunan, pada umumnya dipakai sebagai rangka atap. selain itu baja ringan dapat digunakan untuk struktur bangunan yaitu pelat lantai. baja ringan mempunyai kelemahan tekuk oleh karena itu,pada pelat lantai baja ringan diaplikasikan dalam bentuk system komposit dengan keramik dalam bentuk sistem rangka yang disusun dengan konfigurasi sedemikian rupa dan diharapkan dapat meningkatkan kekakuan dan kekuatannya dalam mendukung beban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan lentur dan modulus elastisitas papan komposit baja ringan – keramik. Papan komposit dibuat dari baja ringan profil C dan Pasangan keramik dengan bahan perekat semen mortar yang yang direkatkan pada multipleks 4mm. Pada penelitian ini dibuat 3 variasi, yaitu 2 batang profil C, 3 batang profil C, dan 4 batang profil C. Sampel dibuat dengan ukuran 30 x 90 cm. Dari hasil penelitian diperoleh kuat lentur papan komposit dengan 2 batang profil C = 234.44 MPa; 3 batang profil C = 186.23MPa; dan 4 batang profil C = 242.01 MPa. Untuk modulus elastisitas diperoleh 2C = 25384.44 MPa; 3C = 31543.02 MPa; dan 4C = 40627.14 MPa. Maka diambil kesimpulan bahwa semakin rapat jarak profil C, maka kapasitasnya juga semakin besar. | Currently in the construction sector, the use of mild steel has been widely used in building components, generally used as roof trusses. In addition, mild steel can be used for building structures, namely floor plates. Light steel has a bending disadvantage. Therefore, light steel floor plates are applied in the form of a composite system with ceramics in the form of a frame system that is arranged in such a configuration and is expected to increase its stiffness and strength in supporting loads. The purpose of this study was to determine the flexural strength and elastic modulus of mild steel-ceramic composite board. The composite board is made of C profile mild steel and ceramic mated with cement mortar adhesive which is bonded to a 4mm multiplex. In this study, 3 variations were made, namely 2 C profile rods, 3 C profile rods, and 4 C profile rods. The samples were made with a size of 30 x 90 cm. The results showed that the flexural strength of the composite board with 2 rods of C profile = 234.44 MPa; 3 rods of C profile = 186.23MPa; and 4 rods of C profile = 242.01 MPa. For the modulus of elasticity, 2C = 25384.44 MPa; 3C = 31543.02 MPa; and 4C = 40627.14 MPa. So it can be concluded that the closer the distance of the C profile, the greater the capacity. | |
| 25872 | 29222 | L1C016009 | ANALISIS KONDISI TERUMBU KARANG BERDASARKAN FEEDING BEHAVIOUR IKAN INDIKATOR FAMILI CHAETODONTIDAE DI PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU | Ekosistem terumbu karang di Pulau Pari mengalami penurunan pada tiap tahunnya, hal tersebut dapat disebabkan oleh faktor alam maupun aktivitas antropogenik. Feeding behavior ikan famili Chaetodontidae dan persentase tutupan karang menjadi salah satu faktor penentu kondisi ekosistem terumbu karang karena dapat dijadikan sebagai biota indikator. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan pola feeding behaviour Chaetodontidae, persentase tutupan dan bentuk pertumbuhan karang, serta hubungan kedua variabel ukur tersebut di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Penelitian ini menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) yang digunakan untuk pengumpulan data persentase tutupan serta proporsi karang dan Underwater Visual Census (UVC) sebagai metode pengumpulan data kelimpahan serta feeding behaviour Chaetodontidae. Terdapat 4 stasiun penelitian yang berlokasi di sebelah selatan Pulau Pari. Kelimpahan yang didapat selama penelitian menunjukkan terdapat total 51 individu/250m2 ikan Chaetodontidae. Persentase tutupan karang hidup tergolong buruk (2,53% - 9,87%) dengan 11 bentuk pertumbuhan karang. Pola feeding behaviour menunjukan tingkat pemangsaan oleh ikan Chaetodontidae tertinggi ditemukan pada bentuk pertumbuhan karang Acropora branching (2,06 gigitan/menit). Hubungan kedua variabel ukur menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dengan nilai r = 0,909 pada persamaan y = 0,0553x’ – 0,0363, R2 = 0,8263. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai strategi dalam memprediksi kerusakan terumbu karang. | The coral reef ecosystem in Pari Island has decreased annually, it can be caused by natural influences and anthropogenic activity. The feeding behaviour of Chaetodontidae and the percentage of coral cover become one of the determinants of the condition of coral reef ecosystem because the feeding behaviour of Chaetodontidae which can be used as an indicator biota. The purpose of this research is to know the abundance and feeding behaviour of Chaetodontidae, the percentage of the cover and the coral lifeform, and the relationship of those variables in Pari Island, Kepulauan Seribu. The Underwater Photo Transect (UPT) method was applied for collecting the percentage of coral cover and the proportion of corals data, while the Underwater Visual Census (UVC) method was applied for collecting data for the abundance and feeding behaviour of Chaetodontidae. There were four research stations in the south of Pari Island. During the research, the abundance showed there were 51 individu/250m2 of Chaetodontidae. The percentage of living coral cover is damage (2,53% - 9,87%) with 11 lifeform of corals. The feeding behaviour shows the highest feeding rates by Chaetodontidae were found in the lifeform corals of Acropora branching (2,06 bites/minute). The relationship of those variables indicates a very strong relationship with a value of r= 0,909 in the equation y = 0,0553x’ – 0,0363, R2 = 0,8263. The results of this study can be used as a strategy in predicting damage of coral reefs. | |
| 25873 | 29224 | D1E013239 | PENGETAHUAN PETERNAK KAMBING POTONG DALAM PEMANFAATAN DAUN TALAS DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH | Penelitian berjudul “Pengetahuan Peternak Kambing Potong dalam Pemanfaatan Daun Talas di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah” telah dilaksanakan pada tanggal 15 januari sampai 15 Februari 2018, bertempat di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak kambing potong dilihat dari pendidikan, umur dan lama beternak, untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak kambing potong dalam pemanfaatan daun talas, dan untuk mengetahui hubungan karakteristik peternak dengan pengetahuan tentang pemanfaatan daun talas. Penelitian dilakukan dengan metode survey, dengan sasaran peternak kambing potong di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel wilayah yang digunakan yaitu stratified random sampling di Kecamatan Sumbang. Pemilihan sampel responden menggunakan prosentase dalam masing-masing wilayah sampel diwakili 20% secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peternak kambing potong terhadap pemanfaatan daun talas di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas masuk dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukan Terdapat hubungan antara Pendidikan dan lama beternak dengan pengetahuan peternak dalam pemanfaatan daun talas, dan tidak terdapat hubungan antara umur dengan pengetahuan peternak dalam pemanfaatan daun talas | The study entitled "Knowledge of Cut Goat Breeders in the Utilization of Taro Leaves in Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java" was carried out on 15 January to 15 February 2018, located in Sumbang District, Banyumas Regency. This study aims to determine the characteristics of cut goat breeders in terms of education, age and length of breeders, to determine the level of knowledge of cut goat breeders in the utilization of taro leaves, and to determine the relationship of breeder characteristics with knowledge about the use of taro leaves. The study was conducted by survey method, targeting breeders of goats in Sumbang District, Banyumas Regency. The area sampling technique used is stratified random sampling in Sumbang District. The selection of respondents using a percentage in each sample region was represented at 20% randomly. The results showed that the level of knowledge of cut goat breeders on the utilization of taro leaves in Sumbang District, Banyumas Regency was included in the high category. The results showed there was a relationship between education and length of breeding with the knowledge of farmers in the use of taro leaves, and there was no relationship between age and knowledge of breeders in the use of taro leaves | |
| 25874 | 29225 | C1H015039 | Analysis of Financial Ratio in Predicting Financial Distress in Consumer Goods Industry Listed on Indonesia Stock Exchange | Financial distress adalah tahap penurunan kondisi yang dialami oleh suatu perusahaan sebelum terjadinya kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji rasio likuditas, leverage, profitabilitas, dan aktivitas untuk memprediksi financial distress di industry barang konsumsi yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan tahun 2014 sampai tahun 2018. Industri barang konsumsi merupakan salah satu dari manufaktur industri yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap current ratio dalam memprediksi financial distress, (2) ada pengaruh yang signifikan terhadap debt to equity ratio dalam memprediksi financial distress, (3) ada pengaruh yang signifikan terhadap return on asset dalam memprediksi financial distress, dan (4) ada pengaruh yang signifikan terhadap total asset turnover ratio dalam memprediksi financial distress. Sebagai upaya untuk mengurangi financial distress perusahaan, manajemen di industry barang konsumsi perlu membuat prioritas pada kebijakan tentang debt to equity rasio, return on asset, dan total asset turnover rasio. Untuk penelitian berikutnya perlu memilih dan menambahkan anteseden lain dari financial distress dengan menggunakan variable mediator atau moderator untuk menganalisis efek tidak langsung antara variable. Selanjutnya, penelitian berikutnya perlu mengembangkan objek penelitian yang lebih luas untuk menghasilkan hasil yang lebih baik secara lebih umum dan obyektif. | Financial distress is a stage of decline in conditions that occur in companies before bankruptcy. This study aims to examine liquidity ratio, leverage ratio, profitability ratio, and activity ratio to predict financial distress in the consumer goods industry that listed on the Indonesian Stock Exchange. This study uses secondary data obtained from the company’s financial statements period 2014 to 2018. Consumer goods industry is one of the manufacturing industries that give big impact to economic growth in Indonesia. Based on data analysis, it can be concluded that (1) there is no significant effect on current asset in predicting financial distress, (2) there is a significant effect on the debt to equity ratio in predicting financial distress, (3) there is a significant effect on return on asset in predicting financial distress, and (4) there is a significant effect on the total asset turnover ratio in predicting financial distress. As an effort to decrease the companies’ financial distress, management of consumer goods listed on Indonesia Stock Exchange needs to make priority on the policies about debt to equity ratio, return on asset and total asset turnover. Further researchers need to choose and add the other antecedent of financial distress and also may extend the research model by using the mediator or moderator variable to analyze the indirect effect among variables. Furthermore, further researches need to develop wider study object to produce the better result more generally and objectively. | |
| 25875 | 29226 | A1D116049 | KERAGAMAN RESPON BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO (Oryza sativa L.) TERHADAP INOKULASI ISOLAT BAKTERI RIZOSFER PADI PADA TANAH ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) keragaman respon beberapa varietas padi gogo terhadap inokulasi isolat bakteri, 2) varietas yang paling baik atas dasar pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo terhadap aplikasi isolat GT-2, SR-1 dan PA-1 di tanah Ultisol, 3) interaksi antara varietas dengan isolat bakteri yang telah di inokulasikan pada tanaman padi gogo varietas Inpago Unsoed 1, Inpago Unsoed Parimas, dan Inpago 8. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai Juni 2020. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu varietas terdiri atas Inpago Unsoed 1, Inpago Unsoed Parimas, dan Inpago 8, dan jenis isolat bakteri rizosfer yang terdiri atas GT2, SR1, PA1 dan kontrol, masing-masing kombinasi di ulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara varietas dan isolat bakteri pelarut fosfat terhadap semua parameter penelitian. Namun inokulasi isolat bakteri rizosfer mampu meningkatkan jumlah anakan produktif, volume akar, dan bobot kering akar. | The research aim to study: 1) the diversity of responses of several upland rice varieties to inoculation of rhizosphere bacterial isolates, 2) the best variety based on the growth and yield of upland rice against the inoculation of GT-2, SR-1 and PD-1 isolates in Ultisol soil, 3) interaction between varieties and bacterial isolates that have been inoculated on varieties of upland rice which consist of Inpago Unsoed 1, Inpago Unsoed Parimas, and Inpago 8. The research was conducted in November 2019 to June 2020. Experiment was set up in Factorial Randomized Block Design consisted of two factors, i.e. variety of upland rice consist of Inpago Unsoed 1, Inpago Unsoed Parimas, and Inpago 8, and rhizosphere bacterial isolate which consists of GT2, SR1, PA1, and control, each combination repeated 3 times. The results shown that there were no significant interaction affected between variety of upland rice and rhizosphere bacterial isolate on all parameter. However inoculation of rhizosphere bacterial isolate increased number of productive tiller, root volume, and dry weight of root. | |
| 25876 | 29228 | J0B017044 | Penerjemahan Booklet Pariwisata Kabupaten Banjarnegara dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara | RINGKASAN Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Booklet Pariwisata Kabupaten Banjarnegara dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 20 Januari sampai dengan 13 Maret 2020. Tujuan kegiatan praktik kerja ini adalah menerjemahkan booklet pariwisata Kabupaten Banjarnegara yang masih berbahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan tiga metode, yaitu metode observasi, studi pustaka, dan jelajah internet. Penulis melakukan tiga tahap proses penerjemahan, yaitu tahap analisis, tahap transfer, dan tahap restrukturisasi. Penulis juga mengelompokkan menjadi kosakata umum, kosakata khusus, dan istilah budaya. Kemudian penulis menggunakan tiga metode penerjemahan yaitu metode setia, metode adaptasi, dan metode etnografi. Penulis menggunakan metode adaptasi sebagai metode utama. Kemudian metode setia dan etnografi sebagai metode pendukung. Hasil dari kegiatan praktik kerja ini dapat menerjemahkan dokumen booklet pariwisata menjadi bahasa Mandarin dan mendapat keberterimaan dari pembaca. Kata Kunci : Penerjemahan, Booklet Pariwisata, Metode adaptasi, Metode setia, Metode etnografi | 提要 这份实习报告的题目是“Penerjemahan Booklet Pariwisata Kabupaten Banjarnegara dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara” 。实习时间是从2020年1月20日至3月13日,是在Banjarnegara县的旅游和文化部进行的。实习的目的是把印尼文的旅游小册子翻译成中文。作者使用了三个收集数据方法。那三个方法是观察,图书研究和浏览互联网方法。在翻译过程当中有三个阶段是分析阶段,对应词转移阶段和调整阶段。作者把词汇分为三个分类是普通词汇,特殊词汇和文化术语。然后作者也使用三个翻译方法是忠实翻译方法,改写翻译方法和文化翻译方法。作者使用改写翻译方法发作为主要翻译方法。 然后忠实翻译方法和文化翻译方法作为补充方法。实习的结果是印尼文旅游小册子翻译成中文的文件,而且会受到了游客的欢迎。 关词汇:翻译,旅游小册子,改写翻译方法,重视翻译方法,文化翻译方法 | |
| 25877 | 29335 | F1C016019 | ANALISIS PROSES MANAJEMEN IMPRESI PADA FITUR INSTAGRAM STORY (STUDI PADA MAHASISWI DI KOTA PURWOKERTO) | Setiap individu dalam melakukan interaksi sosial tentunya melakukan berbagai upaya agar dapat memberikan kesan yang baik di mata orang lain. Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, interaksi sosial di antara masyarakat lebih banyak dilakukan melalui media sosial, salah satunya yaitu media sosial Instagram. Fitur-fitur yang tersedia pada media sosial Instagram memungkinkan para penggunanya untuk dapat membangun citra diri atau kesan baiknya di hadapan publik. Salah satu fitur di Instagram yang memiliki banyak pengguna ialah fitur Instagram Story. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses manajemen impresi yang dilakukan oleh informan penelitian melalui fitur Instagram Story dengan menggunakan Teori Manajemen Impresi dan Teori Media Baru. Informan pada penelitian ini ialah lima orang mahasiswi di Kota Purwokerto yang berusia 18-22 tahun, dan aktif menggunakan fitur Instagram Story. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kelima informan melakukan strategi-strategi tertentu dalam proses manajemen impresi mereka di fitur Instagram Story, yaitu strategi self promotion dan strategi exemplification. Selain itu, terdapat dua aspek Teori Media Baru yang terdapat pada penelitian ini, yaitu aspek interaksi sosial dan integrasi sosial. | Every person who performs social interactions gives various efforts in order to make a good impression in the eyes of others. With the current technological advancements, social interaction among the people is mostly done through social media, one of which is Instagram. The features available on Instagram social media allow its users to be able to build their self-image or good impression in public. One feature on Instagram that has many users is the Instagram Story feature. This study aims to analyze how the impression management process is carried out by research informants through the Instagram Story feature by using Impression Management Theory and New Media Theory. The informants in this study were five female students in Purwokerto, aged 18-22 years, and actively used the Instagram Story feature. This research uses observation data collection techniques, in-depth interviews, and documentation studies. The results of this study explain that the five informants did certain strategies in their impression management process in the Instagram Story feature, namely self promotion and exemplification strategies. In addition, there are two aspects of New Media Theory contained in this study, namely aspects of social interaction and social integration. | |
| 25878 | 29230 | A1D016154 | PENGARUH PUPUK SILIKA ALAMI (Si) DAN STRES KEGARAMAN TERHADAP KARAKTERISTIK AGRONOMI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum escullentum Mill.) PADA TANAH ENTISOL | Permintaan buah tomat yang tinggi disertai permasalahan luasan lahan mengakibatkan perlunya pemanfaatan lahan marginal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan lahan marginal adalah dengan pemberian bahan pembenah seperti pupuk silika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh pupuk silika (Si), 2) pengaruh stres kegaraman, dan 3) interaksi pupuk Si dan stres kegaraman terhadap karakteristik agronomi tanaman tomat pada tanah entisol. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan analisis Uji F (ANOVA) dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk Si meningkatkan jumlah bunga tomat, sedangkan pemberian stres kegaraman dapat menurunkan tinggi tanaman dan bobot buah tomat. Hasil analisis menunjukkan interaksi pupuk Si dan stres kegaraman berpengaruh terhadap jumlah daun dan jumlah bunga. Jumlah daun daun tertinggi terdapat pada dosis KCl 1 ds/m/tanaman dan pupuk Si 5 g/tanaman, sedangkan jumlah bunga tertinggi pada dosis KCl 3 ds/m/tanaman dan pupuk silika 10 g/tanaman. | The high demand for tomatoes along with the problem of land area results in the need for marginal land use. One of the ways that can be done to utilize marginal land is by provide corrective materials such as silica fertilizer. The aims of this research are; 1) to know the effect of silica fertilizer (Si) on the agronomic characteristics of tomato plants on Entisol soil, 2) to know the effect of salt stress on the agronomic characteristics of tomato plants on Entisol soil, and 3) to find out the interaction of Si fertilizer and salt stress on the agronomic characteristics of tomato plants in Entisol soils. The experimental design used was a factorial randomized complete block design (RCBD) with the analysis of the F Test (ANOVA) and the Least Significant Difference Test (LSD). This research resulted in applying Si fertilizer to tomato plants increased the number of tomato flowers. Provision of salt stress on tomato plants reduces plant height and weight of tomatoes. The analysis shows the interaction of silica fertilizer (Si) and salt stress influences the number of leaves and the number of flowers. The highest number of leaves was at the dose of KCl 1 ds/m/plant and silica fertilizer 5 g/plant, while the highest number of flowers was at the dose of KCl 3 ds/m/plant and silica fertilizer 10 g/plant. | |
| 25879 | 29231 | D1A016017 | Suplementasi Minyak Safflower (Carthamus tinctorius L.) dan Inositol Terhadap Nilai Haugh Unit dan Warna Kuning Telur Ayam Sentul Betina | Skripsi dengan Judul “Suplementasi Minyak Safflower (Carthamus tinctorius L.) dan Inositol terhadap Nilai Haugh Unit dan Warna Kuning Telur Ayam Sentul”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian suplementasi minyak safflower dan inositol dengan konsentrasi yang berbeda terhadap nilai haugh unit dan warna kuning telur ayam Sentul. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi yang digunakan yaitu ayam Sentul betina sebanyak 81 ekor umur 16 minggu yang dibagi menjadi 9 kelompok perlakuan pakan yaitu R0: pakan kontrol; R1: pakan yang mengandung minyak safflower 0,5%; R2: pakan yang mengandung minyak safflower 1%; R3: pakan yang mengandung inositol 0,5%; R4: pakan yang mengandung inositol 1%; R5: pakan yang mengandung minyak safflower 0,5% dan inositol 0,5%; R6: pakan yang mengandung minyak safflower 0,5% dan inositol 1%; R7: pakan yang mengandung minyak safflower 1% dan inositol 0,5%; R8 : pakan yang mengandung minyak safflower 1% dan inositol 1%. Hasil rataan nilai haugh unit diperoleh R0 yaitu 82,02±3,225; R1= 80,65±2,46; R2= 81,39±2,59; R3= 83,15±2,31; R4= 82,41±1,13; R5= 83,20±4,02; R6= 82,48±6,32; R7= 81,25±2,65; R8= 82,72±2,64. Hasil rataan warna kuning telur R0 yaitu 8,34±0,49; R1= 7,52±0,97; R2= 7,89±0,13; R3= 7,83±1,33; R4= 8,36±0,64; R5= 8,30±0,60; R6= 8,07±0,20; R7= 7,85±0,49; R8= 7,79±0,28 Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pemberian minyak safflower dan inositol kedalam bahan pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada nilai haugh unit dan warna kuning telur ayam Sentul. Penambahan minyak safflower dan inositol dengan konsentrasi 0,5%-1% kedalam bahan pakan ayam Sentul belum dapat meningkatkan nilai haugh unit dan skor warna kuning telur, sehingga menghasilkan nilai haugh unit dan warna kuning telur yang relatif sama. | This Thesis were entitled “ Safflower oil (Carthamus tinctorius L.) and Inositol Supplementation on Haugh Unit and Yolk Colour of Sentul Chiken Egg”. This study aimed to determine the effect of Safflower oil (Carthamus tinctorius L.) and Inositol Supplementation with different concentration on Haugh Unit and Yolk Color of Sentul Chicken Egg”. This study used a completely randomized design . The materials were 81 female sentul chicken with 16 weeks of age and divided into 9 treatments, namely namely 100% basal feed ratio (R0/control), basal feed + safflower oil 0,5% (R1), basal feed + safflower oil 1% (R2), basal feed + inositol 0,5% (R3), basal feed + inositol 1% (R4), basal feed + safflower oil 0,5%+ Inositol 0,5% (R5), basal feed + safflower oil 0,5% + inositol 1% (R6), basal feed + safflower oil 1% + Inositol 0,5% (R7), basal feed + safflower oil 1% + Inositol 1% (R8)) and three replicates. The means of haugh unit are R0= 82,02±3,225; R1= 80,65±2,46; R2= 81,39±2,59; R3= 83,15±2,31; R4= 82,41±1,13; R5= 83,20±4,02; R6= 82,48±6,32; R7= 81,25±2,65; R8= 82,72±2,64. The means of Yolk Color are R0=8,34±0,49; R1= 7,52±0,97; R2= 7,89±0,13; R3= 7,83±1,33; R4= 8,36±0,64; R5= 8,30±0,60; R6= 8,07±0,20; R7= 7,85±0,49; R8= 7,79±0,28. The result of Analysis Variance showed that Safflower oil and Inositol Supplementation had no significant (P>0,05) on haugh unit and yolk color of sentul chicken egg. Supplementation safflower oil and inositol 0,5-1% into diet did not increase haugh unit and yolk color, therefore the haugh unit value and yolk color of sentul chicken egg were relatively equal. | |
| 25880 | 29241 | C2A018005 | PENGARUH KREDIT, ETNIS, DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA | Rata-rata angka kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menempati posisi pertama dibandingkan dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa pada tahun 2012 sampai dengan 2018. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variabel kredit modal kerja, kredit investasi, etnis, infrastruktur ekonomi, infrastruktur pendidikan, dan infrastruktur kesehatan terhadap kemiskinan di Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder di 6 kabupaten/kota dalam kurun waktu 2003 sampai dengan 2018 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik analisis data mengunakkan regresi linier berganda dengan persamaan data panel dan pengolahan data mengunakkan aplikasi eviews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit modal kerja dan infrastruktur ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Sementara itu, kredit investasi, etnis, infrastruktur kesehatan, dan infrastruktur pendidikan tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kurun waktu 2003 sampai dengan 2018. Implikasi dari penelitian ini adalah pertama pemerintah dan lembaga keuangan harus berkerjasama dalam mempermudah dan memperbanyak penyaluran kredit modal kerja kepada masyarakat, khususnya pada masyarakat miskin. Namun demikian dalam proses penyalurannya harus mempertimbangkan suku bunga yang rendah agar tidak terlalu membebani kreditur. Selain itu, harus diperhatikan kemudahan dalam prosedur pengajuan dan pengawasannya kredit agar pemberian kredit dapat memberikan manfaat bagi kreditur kredit. Kedua pembangunan infrastruktur harus merata dan adil di seluruh wilayah kabupaten kota di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya pada daerah-daerah yang angka kemiskinannya tinggi agar pembangunan infrastruktur dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh penduduk miskin | The average poverty rate in the Special Province of Yogyakarta is the highest compared to other provinces in Java in 2012 to 2018. The study analyzed the impact of working capital credit, investment credit, ethnic, economic infrastructure, education infrastructure, and health infrastructure on poverty in Special Region Province of Yogyakarta. The study used secondary data in 6 districts / cities in the period 2003 to 2018 in the Province of Yogyakarta Special Region. Data analysis using multiple linear regression with panel data equations and data processing using the eviews application. The results show that working capital credit evonomic infrastructure have a negative and significant effect on poverty. In addition, investment credit, ethnic, health infrastructure and educational infrastructure not significant effect on poverty in the Special Region Province of Yogyakartain the period 2003 to 2018. The implication of this research is that the government and financial institutions must collaborate first in facilitating and increasing the distribution of working capital credit to public, especially to the poor. Second, investment credit in medium and large industries must be facilitated in the filing procedure so that credit can provide benefits to creditors and especially be able to create more employment opportunities. Third, the regional government must maintain the policy of land ownership for non-indigenous residents with all land assets owned by the indigenous population so that it can be used as a guarantee of capital in financial institutions. Fourth, health infrastructure must be expanded, especially community health centers in each village, so that people can access health facilities easily. However, regional governments must provide free health services to the poor, so that the health quality of the poor population is maintained. |