Artikelilmiahs

Menampilkan 26.021-26.040 dari 50.262 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2602129378I1F018004GAMBARAN PERILAKU GO GREEN MAHASISWA DI JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Latar Belakang: Universitas Jenderal Soedirman telah menjalankan program go green di Jurusan Keperawatan. Evaluasi terhadap gambaran perilaku go green mahasiswa keperawatan penting dilakukan agar dapat diketahui seberapa baik program tersebut dijalankan dan menyusun rencana program go green yang lebih baik.
Tujuan: untuk mengetahui gambaran perilaku go green pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed.
Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed. Sampel berjumlah 88 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku go green yang diadaptasi dari Health promotion model oleh Nola J. Pender.
Hasil Penelitian: Berdasarkan karakteristik responden mayoritas responden adalah perempuan dalam kategori usia 17-25 tahun, dan gambaran perilaku go green responden secara mayoritas berada pada kategori cukup.
Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa berperilaku go green dengan kategori cukup. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap perilaku go green .
Background: University of Jenderal Soedirman has implemented a go green program in the Nursing Department. It is important to evaluate the description of the nursing students’ go green behaviors in order to find out how well the program is being implemented and to arrange a better go green program plan.
Objective: This research aims to describe the go green behaviors of nursing students at University of Jenderal Soedirman.
Methodology: This study was a descriptive study with a cross sectional approach. The population were students of the Nursing Department Unsoed. The sample were 88 respondents who were selected using simple random sampling technique. The data collection used a go green behavior questionnaire which was adapted from the Health Promotion model by Nola J. Pender.
Result: Based on the characteristics of the respondents, the majority of respondents were women in the age category of 17 to 25 years-old and the majority of respondents’ go green behaviors were in the moderate category.
Conclusion: Most of the students’ go green behaviors belonged to moderate category. Various efforts were needed to increase student’s awareness of go green behavior
2602229381E1A016019PERANAN DINAS PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DALAM PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DI KABUPATEN PURBALINGGA (Studi di Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Purbalingga)
Tanah mempunyai arti penting didalam pemerintahan salah satunya adalah sebagai modal dasar perkembangan pembangunan khususnya pembangunan untuk kepentingan umum. Peran negara sangat penting dalam menguasai tanah untuk kepentingan rakyatnya, sehingga negara diberikan wewenang tersebut untuk mengatur dan mengelola kekayaan alam yang berada di dalamnya yang dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Permasalahan yang diteliti mengenai peranan Dinas Perumahan dan Permukiman (DINRUMKIM) dalam pelaksanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum di Kabupaten Purbalingga. Permasalahan kedua yaitu faktor yang mempengaruhi Dinas Perumahan dan Permukiman dalam pelaksanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum di Kabupaten Purbalingga.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan wawancara. Metode penyajian data adalah deskriptif kualitatif, serta metode analisis data menggunakan kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa peranan Dinas Perumahan dan Permukiman (DINRUMKIM) Kabupaten Purbalingga dalam pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum yaitu memfasilitasi instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memerlukan tanah pada tahap persiapan. Pada pelaksanaannya terdapat faktor pendukung yaitu adanya kemampuan sumber daya alam pada bidang pertanahan yang cukup memadai, serta faktor penghambat dimana fungsi pemberian fasilitasi kepada instansi yang memerlukan tanah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Penghambat lainnya yaitu kurangnya pemahaman masyarakat dan instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengenai prosedur/mekanisme pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

Land has an important function in government administration, one in particular is as the basis for the growth of development, especially development in the public interest. The role of the state is very important in land controlling for the benefit of its citizens, so that the state is given the authority to regulate and manage the natural resources in it which is used for the greatest prosperity of the people. The problem to be discussed in this scientific article is to know the extent of the role of Housing and Settlements services in the implementation of land acquisition for development in the public interest at Purbalingga District. The second problem is the factors that influence the role of Housing and Settlements services in the implementation of land acquisition for development in the public interest at Purbalingga District.
The research method used is empirical-juridical juxtative, the research specification is descriptive, the data source used is primary data, and secondary data, the method of data collection is literature and interviews, the method of data presentation is qualitative descriptive, and the method of data analysis uses qualitative.
Based on the results of the study it can be seen that the role of Housing and Settlements services in the implementation of land acquisition for development in the public interest is to facilitate institutions or Regional Apparatus Organizations that require land in the preparation stage. In the implementation of land acquisition development in the public interest by of Housing and Settlements services of Purbalingga District, there are supporting factors, namely the existence of sufficient natural resource capacity in the land sector, as well as inhibiting factors where the function of providing facilitation to agencies requiring land does not work properly. Another inhibiting is lack understanding of the community and institution or Regional Apparatus Organizations regarding the procedures/mechanisms for land acquisition development in the public interest.


2602329382L1B016071Deskripsi Gejala Infeksi Aeromonas hydrophila Pada Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) dan Uji Sensitivitas In Vitro Terhadap Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium jiringa)Aeromonas hydrophila adalah bakteri yang sering menyerang ikan air tawar, salah satunya ikan nilem. Ekstrak Kulit jengkol memiliki kandungan seperti saponin, flavonid, dan tanin sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gejala yang ditimbulkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan nilem (Osteochilus vittatus) dan mengetahui sensitivitas bakteri Aeromonas hydrophila terhadap ekstrak kulit jengkol (EKJ) (Pithecellobium jiringa). Metode yang digunakan untuk pengamatan gejala klinis ikan nilem menggunakan metode observasi dengan menggunakan perlakuan dari suspensi bakteri Aeromonas hydrophila yang berbeda yaitu 103, 104, 105, dan 106 cfu/ml pada empat kelompok ikan dengan tiap kelompok perlakuan 10 ekor ikan nilem. Kemudian uji sensitivitas bakteri menggunakan metode eksperimental berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (50 ppt ekstrak kulit jengkol), P2 (60 ppt ekstrak kulit jengkol), P3(70 ppt ekstrak kulit jengkol) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukan gejala yang timbul pada ikan nilem berupa ulcer, pendarahan (haemoragik), sirip ekor geripis, pembengkakan perut dan kerusakan organ dalam. Bakteri Aeromonas hydrophila sensitif terhadap EKJ ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar kertas cakram. Tingkat sensitivitas bakteri Aeromonas hydrophila tertinggi terdapat pada pemberian dosis 70 ppt ekstrak kulit jengkol dengan rata-rata diameter hambatan sebesar 6,33 mm.Aeromonas hydrophila is a the most commonly bacterial pathogen in freshwater fish, such as nilem fish. The extract of jengkol skin has contains saponins, flavonoids, tannins ingredients as antibacterial. The purposes of this study were to determine the symptoms caused by Aeromonas hydrophila infection in Nilem fish (Osteochilus vittatus) and to determine the sensitivity of Aeromonas hydrophila bacteria to the extract of skin jengkol (EJS) (Pithecellobium jiringa). Clinical symptom were examined on fish infected with different concentration of the bacterial suspension 103, 104, 105, and 106 cfu/ml. The sensitivity of bacteria againts EJS was examined using an experimental method based on completely randomized design (CRD) with 4 treatments are P0 (Control), P1 (50 ppt of jengkol skin extract), P2 (60 ppt of jengkol skin extract), P3 (70 ppt of jengkol skin extract) with 3 replications. The results of this study showed that symptoms of Aeromonas hydrophila infection in Nilem Fish included ulcers, haemorrhagic, fin rot, abdominal dropsy, and damage of internal organs. Aeromonas hydrophila bacteria were sensitive to EJS showed by inhibition zone around paper disc containing extract. The highest inhibition zone diameter was 6.3 mm with EJS concentration of 70 ppt.
2602429379D1A016040SUPLEMENTASI MINYAK SAFFLOWER (Carthamus tinctorius L.) DAN INOSITOL TERHADAP JUMLAH ERITROSIT, HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT AYAM SENTUL JANTAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah eritrosit, hemoglobin dan hematokrit ayam sentul jantan yang di suplementasi minyak safflower dan inositol dengan konsentrasi berbeda. Penelitian ini menggunakan metode experimen secara in vivo. Materi yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu ayam sentul jantan umur 4 minggu yang dipelihara selama 8 minggu sebanyak 81 ekor. Variabel yang diamati terdiri dari jumlah eritrosit, hemoglobin dan hematokrit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan yaitu R0: pakan kontrol; R1: Pakan yang mengandung minyak safflower 0,5%; R2: Pakan yang mengandung minyak safflower 1%; R3: Pakan yang mengandung inositol 0,5%; R4: Pakan yang mengandung inositol 1%; R5: Pakan yang mengandung minyak safflower 0,5% dan inositol 0,5%; R6: Pakan yang mengandung minyak safflower 0,5% dan inositol 1%; R7: Pakan yang mengandung minyak safflower 1% dan inositol 0,5% dan R8: Pakan yang mengandung minyak safflower 1% dan inositol 1%. Rataan hasil jumlah eritrosit yang diperoleh yaitu R0=2,34±0,19; R1=2,18±0,2; R2=2,24±0,44 ; R3=2,50±0,16 ; R4=2,31±0,45; R5=2,79±0,40; R6=2,36±0,37; R7=2,76±0,26 dan R8=2,64±0,18. Rataan kadar haemoglobin yaitu R0=7,97±0,45; R1=7,40±0,17; R2=7,87±0,61; R3=8,53±0,41; R4=8,13±0,23; R5= 8,20±0; R6=8,20±0,62; R7=7,40±0,17 dan R8=7,60±0,69. Rataan nilai hematokrit yaitu R0=22,33±2,51 %, R1=21,67±1,52 %, R2= 26,33±3,21 %, R3=24,67±0,57 %, R4=25,33±0,57 %, R5=25,67±4,50 %, R6=22,33±2,51%, R7=26,00±3,46 % dan R8=26,00±1,00 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi minyak safflower dan inositol dengan konsentrasi berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit, kadar haemoglobin dan nilaihematokrit ayam sentul jantan.
This research aims to know the number of erythrocytes, hemoglobin and hematocrit of Sentul male chicken in the supplementation of safflower and inositol oil with different concentrations. This study used an experimental method in vivo. The materials used in the implementation of this study were 81 male sentul chickens kept for 8 weeks. The observed variables consisted of the number of erythrocytes, hemoglobin and hematocrit. This study used a completely randomized designand divided into 9 treatments namly : R0: control feed; R1: control feed + safflower oil 0,5%; R2: Control feed + safflower oil 1%; R3: control feed + inositol 0,5%; R4: Control feed + inositol 1%; R5: control feed + saffloweroil 0,5% + inositol 0,5%; R6: control feed + safflower oil 0,5 % + inositol 1%; R7: control feed + safflower oil 1% + inositol 0,5% and R8: control feed + safflower oil 1% + inositol 1%. The average total of erythrocyte sentul chicken meals was R0=2,34±0,19; R1=2,18±0,2; R2=2,24±0,44 ; R3=2,50±0,16 ; R4=2,31±0,45; R5=2,79±0,40; R6=2,36±0,37; R7=2,76±0,26 and R8=2,64±0,18. The average levels of haemoglobin sentul chicken meals were R0=7,97±0,45; R1=7,40±0,17; R2=7,87±0,61; R3=8,53±0,41; R4=8,13±0,23; R5= 8,20±0; R6=8,20±0,62; R7=7,40±0,17 and R8=7,60±0,69. The mean hematocrit value of sentul chicken meals were R0=22,33±2,51 %, R1=21,67±1,52 %, R2= 26,33±3,21 %, R3=24,67±0,57 %, R4=25,33±0,57 %, R5=25,67±4,50 %, R6=22,33±2,51%, R7=26,00±3,46 % and R8=26,00±1,00 %. The results of the analysis of variances showed that the supplementation of safflower and inositol oil with different concentrations of unnoticeable effect (P > 0.05) against the amount of erythrocytes, haemoglobin levels and the chicken Nilaihematocrit Sentul males.
2602529384I1B016075Pengaruh Pemberian Lagu dan Lirik Lagu Pro-Sosial Terhadap Penerimaan Diri Mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman
Latar Belakang: Penerimaan diri adalah hal yang penting bagi perawat. Seorang perawat mesti disiapkan untuk dapat menerima dirinya sendiri sejak proses pendidikan. Upaya untuk membentuk penerimaan diri yang baik dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan mendengarkan lagu pro-sosial yang mengekpresikan hal positif. Saat ini penelitian terkait dampak lagu pro-sosial telah dilakukan, namun belum ada yang menghubungkan dengan penerimaan diri pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lagu dan lirik lagu terhadap penerimaan diri mahasiswa.

Metode: Desain dalam penelitian ini yaitu quasi experiment with control group pretest and posttest design. Jumlah sampel adalah 62 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrument menggunakan kuisioner. Uji yang digunakan adalah uji t berpasangan dan t tidak berpasangan.

Hasil: Rerata usia responden pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol adalah 20 tahun. Responden antara kedua kelompok mayoritas mengikuti organisasi dan berjenis kelamin perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat perbedaan penerimaan diri pada pretest dan posttest (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan (p=0,123). Tidak terdapat perbedaan penerimaan diri pretest antara dua kelompok (p=0,619), tetapi terdapat perbedaan pada posttest (p=0,000).

Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian lagu dan lirik lagu pro-sosial dengan penerimaan diri pada mahasiswa.
Background: Self-acceptance is important for nurses. A nurse must be prepared to be able to accept herself from the education process. Efforts to form good self-acceptance can be done in many ways, one of them by listening to pro-social songs that express positive things. This study aims to determine the effect of song and song lyrics on student self-acceptance.

Methodology: The design in this study is a quasi experiment with control group pretest and posttest design. The number of samples was 62 people chosen using simple random sampling technique. Instrument form questionnaire. The test used was paired t test and unpaired t test.

Results: The average age of respondents in the intervention group and control group was 20 years. Respondents between the two groups majority join the organization and were women. The result shows that in the intervention group there are differences in self-acceptance in the pretest and posttest (p = 0,000), whereas in the control group there are no differences (p = 0.123). There is no difference in self-acceptance pretest between the two groups (p = 0.619), but there are differences in posttest (p = 0,000).

Conclusion: There is an influence of giving pro-social songs and lyrics to self-acceptance to students.
2602629385E1A014208IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN FISIOTERAPI OLEH FISIOTERAPIS DALAM PELAYANAN KESEHATANTujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi standar pelayanan fisioterapi oleh fisioterapis dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhinya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskripstif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto Kabupaten Banyumas. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder dengan metode wawancara dan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data dan display data kemudian disajikan dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dengan content analysis dan comparative analysis.
Hasil penelitian menunjukkan, implementasi standar pelayanan fisioterapi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 65 Tahun 2015 telah berjalan baik sesuai standar pelayanan yang berlaku. Hal ini dapat dilihat dari parameter sebagai berikut : terlaksananya standar pelayanan fisioterapi dengan baik; terlaksananya manajemen pelayanan fisioterapi dengan baik; dan tersedianya sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana yang terdapat dalam standar pelayanan fisioterapi. Adapun faktor yang berpengaruh terhadap implementasi standar pelayanan fisioterapi berdasarkan Permenkes Nomor 65 Tahun 2015 adalah faktor personal dan faktor sosial.
The purpose of this study was to determine the implementation of physiotherapy service standards by physiotherapists in health services based on the Regulation of the Minister of Health No. 65 of 2015 concerning Physiotherapist Service Standards in Hospitals and determine the factors that influence it.
To achieve these objectives, this study uses qualitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research was conducted at the Army Hospital Wijayakusuma Purwokerto, Banyumas Regency. Types and sources of data used include primary and secondary data using interview and literature study methods. Data processing methods with data reduction and data display are then presented in the form of qualitative matrices and narrative texts. Data analysis methods with content analysis and comparative analysis.
The results showed that physiotherapy services by physiotherapists based on PERMENKES Number 65 of 2015 concerning Physiotherapy Service Standards were running well and in accordance with applicable SOPs. This can be seen from the following parameters: the implementation of physiotherapy service standards properly and in accordance with applicable SOPs; the implementation of physiotherapy service management properly and in accordance with applicable SOPs; and the availability of resources, both human resources and the facilities and infrastructure contained in the physiotherapy service standards. The factors that influence the implementation of physiotherapy service standards by physiotherapists in health services based on PERMENKES Number 65 of 2015 concerning Physiotherapy Service Standards at the Wijayakusuma Army Hospital in Purwokerto are personal factors and social factors.
2602728815A1D016202Uji Pupuk Slow Release Urea Dirakit dari Berbagai Bahan Polimer terhadap Pertumbuhan dan Hasi Bawang Merah Tiron pada Tanah Sawah PurwosariPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh empat formula pada pupuk slow release urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah sawah Purwosari dan 2) formula terbaik pada pupuk slow release urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah sawah Purwosari. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 hingga Maret 2020. Penelitian dilaksanakan di lahan eks sawah budidaya padi sawah desa Purwosari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Riset, Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian berupa percobaan pada lahan sawah menggunakan RAKL non factorial dengan lima perlakuan yang diulang sebanyak lima kali. Formula pada masing-masing perlakuan meliputi: F0 = N-P-K (Urea, SP-36, dan KCl), F1= 70% urea + 6% kitosan + 24% asam humat, F2 = 70% urea + 10% Azolla microphylla + 10% gondorukem + 10% asam humat, F3= 60% urea + 10% Azolla microphylla + 10% montmorillonit + 10% gondorukem + 10% asam humat, dan F4 = 56% urea + asam humat 3% + zeolit 24% + tepung tapioka 11% + gondorukem 6%. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan dan komponen hasil tanaman. Variabel pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Variabel hasil berupa umbi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah adalah F2. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah F4 selalu lebih rendah dibandingkan perlakuan kontrol (F0). Petani dapat menghemat pemupukan dan mengoptimalkan penyerapan nitrogen tanaman dengan slow release urea.
This research aims to determine 1) the effect of four formulas on slow release urea on the growth and yield of shallot plant at Purwosari village and 2) formula of slow release urea that have the best growth and yield of shallot plant at Purwosari village. The research was conducted in November 2019 untill Maret 2020 The research was conducted at the ex-paddy fields of Purwosari village, Baturraden District, Banyumas Regency and Research Laboratory, Jenderal Soedirman University.
Research in the form of non-factorial field experiments using RAKL with five treatments repeated five times. The formula of each treatment includes: F0 = NPK (Urea, SP-36, and KCl), F1 = 70% urea + 6% chitosan + 24% humic acid, F2 = 70% urea + 10% Azolla microphylla + 10% gondorukem + 10% humic acid , F3 = 60% urea + 10% Azolla microphylla + 10% montmorillonite + 10% gondorukem + 10% humic acid, and F4 = 56% urea + 3% humic acid + 24% zeolite + 11% tapioca flour + 6% gondorukem. The observed variable including growth and yield components of shallot. The variable of growth including the height of plant, the number of leaves, the weight of fresh plant of clump-1, the weight of fresh plant of effective plot, the weight of dry plant of clump-1, the weight of dry plant of effective plot, and the number of clump-1 bulbs. The yield components of shallot is a bulbs.
Result of the research showed that the best formula for plant growth and yield of shallot plant is F2. The growth and yield of shallot produced by F4 is always lower than in the control treatment (F0). Farmers can fertilize less and optimize nitrogen uptake by plants with application of slow release of urea.
2602829386E1A013112TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA
GOLONGAN I BAGI DIRI SENDIRI (Studi Putusan Nomor
11/Pid.Sus/2016/PN Pwt)
Tindak pidana yang sangat besar dampaknya bagi kelangsungan bangsa dan negara, terutama bagi generasi muda adalah tindak pidana Narkotika. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana penyalahgunaan narkotika dalam Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dalam perkara pidana Nomor: 11/Pid.Sus/2016/PN Pwt dan mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam putusan perkara pidana Nomor: 11/Pid.Sus/2016/PN Pwt. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif. Bahan hukum yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, yaitu analisis yang dilakukan dengan cara memahami dan merangkai bahan hukum yang telah dikumpulkan dan disusun secara sistematis dan diuraikan dengan secara bermutu dalam kalimat yang teratur, runtut, dan logis, kemudian ditarik simpulan.
Simpulan hasil penelitian sebagai berikut :
Penerapan unsur-unsur tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Purwokerto dalam putusan pidana Nomor 11/Pid.Sus/2016/PN.Pwt telah sesuai dengan perbuatan yang diancam karena seluruh unsur-unsur tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang didakwakan kepada terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum telah dibuktikan kebenarannya di depan pengadilan.
Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana pada perkara pidana Nomor 11/Pid.Sus/2016/PN Pwt. adalah berdasarkan yuridis yaitu terpenuhinya unsur-unsur yang terkandung dalam Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, maka sudah cukup alasan untuk menyatakan perbuatan terdakwa tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal yang disangkakan yaitu unsur-unsur tindak pidana pada Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika . Selain itu, hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang meringankan maupun memberatkan terdakwa yang termasuk dalam pertimbangan sosiologis.
Hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto hendaknya senantiasa menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat, serta menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan memperhatikan hal-hal yang memberatkan maupun yang meringankan serta motif terdakwa dalam melakukan tindak pidana. Pidana penjara yang dijatuhkan pada terdakwa diharapkan dapat memberikan efek jera agar terdakwa tidak mengulangi perbuatannya dikemudian hari.

Kata Kunci : Tindak Pidana, Penyalahgunaan Narkotika
The crime is a huge impact for the survival of the nation and the State, especially for the younger generation is the crime of narcotics. The study aims to determine the application of elements of the criminal offence of abuse of narcotics in section 127 subsection (1) of the Act of the Republic of Indonesia number: 35 Year 2009 About Narcotics in criminal cases numbers: 11/Pid. Sus/2016/PN Pwt and the basic legal considerations the judge's verdict in criminal cases numbers: 11/Pid. Sus/2016/PN Pwt. The research method using normative juridical approach. The obtained legal material is analyzed qualitatively, that is the analysis done by understanding and assembling the legal material which has been collected and arranged systematically and described in quality in orderly, coherent and logical sentence, then drawn conclusion.
Conclusion of the study as follows:
The application of the elements of criminal acts of narcotics abuse in the Purwokerto District Court in the criminal verdict Number 11 / Pid.Sus / 2016 / PN.Pwt has been in accordance with the act that is threatened because all elements of the criminal act of narcotics abuse charged to the defendant by the Prosecutor The prosecution has been verified in court.
The basis of judge's legal consideration in imposing criminal verdict on criminal cases Number 11 / Pid.Sus / 2016 / PN Pwt. is based on the jurisdiction of the fulfillment of the elements contained in Article 127 paragraph (1) of the Law of the Republic of Indonesia Number 35 Year 2009 on Narcotics, it is sufficient reason to declare the defendant's actions have been proven legally and convinced violating the article that is suspected of elements of criminal acts in Article 127 paragraph (1) of the Law of the Republic of Indonesia Number 35 Year 2009 on Narcotics. In addition, the judge also considered things that lightened or incriminated the defendants who were included in sociological considerations.
The judge in the Purwokerto District Court should always dig, follow and understand the values ​​of law and sense of justice living in society, and impose criminal charges on the defendant by paying attention to both the burdensome and the lightening and the motive of the accused in committing a crime. The imprisonment imposed on the defendant is expected to provide a deterrent effect for the defendant not to repeat his actions in the future.

Keywords : Criminal acts, Narcotics abuse
2602929387E1A015095PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS
(Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Nomor: 99/Pdt.G/2019/Ms.Bna)
PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS
(Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Nomor:99/Pdt.G/2019/Ms.Bna)

Disusun Oleh:
Krisna Adi Nugraha
E1A015095
ABSTRAK
Pembatalan perkawinan adalah tindakan yang dilakukan oleh Hakim pada Peradilan Agama yang tidak mempunyai akibat hukum yang disebabkan karena tidak memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh hukum atau Undang-Undang. Penyebab terjadinya pembatalan perkawinan dapat berupa penipuan atau salah sangka yang tercantum dalam Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan(UUP) dan Pasal 72 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang terjadi pada salah satu kasus di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam putusan Nomor:99/Pdt.G/2019/Ms.Bna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim dan akibat hukum pembatalan perkawinan terhadap suami isteri mengenai pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil dua simpulan dari Putusan ini. Pertama, menunjukan bahwa pertimbangan hukum Hakim dalam menggunakan dasar hukum untuk membatalkan perkawinan ini adalah dengan menggunakan Pasal 72 ayat (2) KHI. Unsur penipuan atau salah sangka tersebut dibuktikan pada sikap Termohon yang berbohong terhadap status pernikahan sebelumnya dengan mengatakan dirinya masih perawan.
Menurut peneliti, Hakim dalam menggunakan Pasal 72 ayat (2) KHI sebagai dasar hukum sudah benar, namun dengan mencantumkan juga Pasal 27 ayat (2) UUP dapat membuat putusan yang dibuat oleh Hakim menjadi lebih lengkap. Pendapat tersebut karena peneliti menganggap bahwa pemalsuan identitas yang dilakukan oleh Termohon dengan mengatakan bahwa dirinya belum pernah menikah kepada Pemohon dan keluarga Pemohon termasuk dalam kategori salah sangka yang disengaja dan termasuk dalam arti salah sangka yang terdapat pada Pasal 27 ayat (2) UUP. Kedua, akibat Hukum dari Pembatalan Perkawinan tersebut yaitu menjadikan perkawinan yang dilangsungkan batal demi hukum tetapi tidak berlaku surut terhadap anak, Pemohon dan Termohon kembali ke status semula, dan tidak menimbulkan harta bersama karena salah satu pihak melakukan itikad tidak baik.

Kata Kunci : Perkawinan, Pembatalan, Pemalsuan Identitas.
CANCELLATION OF MARRIAGE FOR FALSE IDENTITY
(Juridical Review of the Decision of the Syar'iyah Court of Banda Aceh Number: 99 /Pdt.G/2019/Ms.Bna)
Arranged by:
Krisna Adi Nugraha
E1A015095
ABSTRACT
Cancellation of a marriage is an action taken by a Judge in a Religious Court that has no legal consequences caused by not fulfilling the conditions determined by law or law. The reason for the cancellation of the marriage can be in the form of fraud or misjudgment that is listed in Article 27 paragraph (2) of the Marriage Law (UUP) and Article 72 paragraph (2) Compilation of Islamic Law (KHI) that occurs in one of the cases in the Syar'iyah Court Banda Aceh in the decision Number: 99 / Pdt.G / 2019 / Ms.Bna.
This study aims to determine the legal considerations of the Judge and the legal consequences of the marriage cancellation of the husband and wife regarding the cancellation of the marriage due to falsification of identity. This study uses normative juridical research methods. Based on data obtained from the results of research and discussion, two conclusions can be drawn from this Decision. First, it shows that the legal judgment of the Judge in using the legal basis to cancel this marriage is to use Article 72 paragraph (2) KHI. The element of fraud or misjudgment was evidenced by the Respondent's attitude who lied to his previous marital status by saying he was still a virgin.
According to the researcher, the Judge in using Article 72 paragraph (2) KHI as the legal basis is correct, but by including also Article 27 paragraph (2) of the UUP can make the decision made by the Judge more complete. This opinion was because the researcher considered that the falsification of identity carried out by the Respondent by saying that he had never been married to the Petitioner and the Petitioner's family was included in the category of intentional misjudgment and included in the meaning of misconceptions contained in Article 27 paragraph (2) of the UUP. Secondly, the legal consequences of the Marriage Cancellation is to make the marriage that was carried out never be considered but does not apply retroactively to the child, the Petitioner and the Respondent returned
Keywords: Marriage, Cancellation, Identity Counterfeiting.
2603029388E1A015008TALAK BA'IN SUGHRA KARENA MENINGGALKAN TEMPAT TINGGAL BERSAMA (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KABUPATEN KEDIRI NOMOR 1355/PDT.G/2019/PA.KAB.KDR)Tujuan perkawinan baik menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 maupun menurut Kompilasi Hukum Islam pada kenyataannya tidak mudah untuk dicapai, seperti yang terjadi pada putusan Pengadilan Agama Kabupaten Kediri Nomor: 1355/Pdt.G/2019/PA.Kab.Kdr., tentang talak ba’in sughra karena meninggalkan tempat tinggal bersama.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus perkara talak ba’in sughra karena meninggalkan tempat tinggal bersama pada putusan Pengadilan Agama Kabupaten Kediri Nomor: 1355/Pdt.G/2019/PA.Kab.Kdr., dan akibat hukum talak ba’in sughra pada putusan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan iventarisasi, metode analisis data normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara tersebut hanya berdasarkan pada Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, selanjutnya Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti hendaknya Hakim menambahkan penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf (b) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, serta Pasal 19 huruf (b) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam dan menambahkan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, serta Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam.
The purpose of marriage both according to Law Number 1 of 1974 and according to the Compilation of Islamic Law is in fact difficult to achieve, as happened in the decision of the Kediri District Religious Court Number: 1355 / Pdt.G / 2019 / PA.Kab.Kdr., Regarding divorce ba'in sughra for leaving a place to live together.
The problem in this study is how the Judge's legal considerations in deciding the case of talak ba'in sughra for leaving a shared residence in the decision of the Kediri District Religious Court Number: 1355 / Pdt.G / 2019 / PA.Kab.Kdr., And due to the talak law 'in Sughra on the verdict. The research method used in this study is a normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, methods of collecting literature study data with inventory, qualitative normative data analysis methods.
The results showedwhereas the legal consideration of the judge in deciding the case is only based on Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, then Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. According to researchersJudges should add an explanation of Article 39 paragraph (2) letter (b) of Law Number 1 of 1974 concerning marriage, as well as Article 19 letter (b) Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 letter (b) Compilation of Islamic Law and add Article 33 Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, as well as Article 116 letter (g) Compilation of Islamic Law.
2603129389F1A015106Pandangan Mahasiswa tentang Komunisme di Purwokerto Kabupaten Banyumas Jawa TengahPartai Komunis Indonesia yang pernah menjadi salah satu partai terbesar di Indonesia hingga tahun 1965. Namun karena sebuah kejadian yang disebut dengan G30S/PKI pada akhir tahun 1965 yang pada akhirnya melalui TAP MPRS nomor XXV/1966 tentang pembubaran dan pelarang PKI yang secara mendadak menjadikan partai tersebut musuh dalam masyarakat. Anggota dan partisipan partai diburu oleh militer dibantu oleh masyarakat, banyak yang ditangkap dan diasingkan oleh pihak pemerintah namun ada pula yang ditangkap tetapi sampai sekarang tidak jelas keberadaannya dimana. Kejadian G30S/PKI sebuah konflik antar militer dan para petinggi PKI membuat para anggota dan para partisipan yang berada di daerah pun ditangkap. Kejadian yang menjadi luka akan nilai-nilai toleransi yang selalu disuarakan negara dirasa tidak selesai hingga sekarang, stigma akan komunis masih melekat pada masyarakat. Pemaknaan komunis yang digambarkan Orba terus diulang-ulang setiap tahun dengan sebuah peringatan untuk mengingat pengkhianatan PKI dan sebuah hari kesaktian Pancasila. Begitu banyak kajian tentang komunisme namun dalam penelitian ini lebih berfokus kepada pemaknaan mahasiswa melihat komunisme dan eks tapol PKI di Purwokerto Kabupaten Banyumas
Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dengan metode penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i dari beberapa perguruan tinggi yang berada di Purwokerto Kabupaten Banyumas, informan yang diperoleh berjumlah delapan orang dari empat perguruan tinggi yang berbeda dan setiap perguruan tinggi diwakili oleh setiap dua mahasiswa/i. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah anilisis data interaktif Milles dan Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukan pemaknaan yang dilakukan mahasiswa/i dari beberapa perguruan tinggi yang berada di Purwokerto Kabupaten Banyumas didapatkan dari pendidikan sekolah dasar hingga mereka berkuliah dengan stigma komunis yang dibangun oleh Orba, relatif tidak sama tentang pemaknaan. Mahasiswa/i yang memiliki pemaknaan berbeda cenderung mencari informasi dari sumber lain diluar sekolah, namun pada awalnya memiliki pemaknaan yang sama. Respon yang diberikan oleh mahasiswa/i cenderung lebih bervariatif, respon Dukungan moral juga diutarakan oleh beberapa mahasiswa/i serta penolakan sampai persekusi kepada komunisme tidak lagi dilakukan tetapi pembeda kepada mereka yang berstatus eks tapol masih dianggap perlu. Pendapat tersebut diutarakan oleh mahasiswa yang tidak mendapatkan informasi lain dari sekolah.
Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya kajian berulang-ulang yang dilakukan bertahap dalam kurun waktu tertentu untuk melihat hasil pemaknaan dan respon dari mahasiswa/i, kondisi keberagaman yang dimiliki perlu terus dipertahankan dengan nilai toleransi yang terus ditanamkan kepada masyarakat. Diskriminasi kepada setiap kelompok atau individu dalam masyarakat perlu terus ditekan dengan cara interaksi, tidak adanya interaksi membuat pemaknaan yang dilakukan tidak akan benar dan tidak akan pernah merasa salah.
The Communist Party of Indonesia (PKI) was one of the biggest parties in Indonesia until 1965. However, due to an incident called the G30S / PKI at the end of 1965 and through TAP MPRS number XXV / 1966 about the dissolution and prohibition of the PKI, those suddenly made the party hostile to the society. Party members and participants were hunted by the military assisted by the community, many were arrested and exiled by the government, but some were arrested but until now their whereabouts are still unclear. The G30S / PKI incident was a conflict between the military and PKI officials that made members and participants in the area arrested. Events that cause injury to tolerance values that have always been voiced by the state are felt unfinished until now. The stigma of communism is still inherent in society. The communist meaning described by the New Order was repeated every year with a reminder to remember the betrayal of the PKI and a Pancasila miracle day. There are so many studies on communism, but in this research it focuses more on the meaning of students seeing communism and ex political prisoners PKI in Purwokerto, Banyumas Regency.
This research used symbolic interactionism theory with qualitative research methods. The informants in this research were students from several college in Purwokerto, Banyumas Regency. The informants obtained were eight people from four different college. It was represented by two students for each college. In this research, data obtained through interviews, observation and documentation. Then the analysis technique used in this research is Milles and Huberman's interactive data analysis.
The results of this research show that the meanings conducted by students from several college in Purwokerto, Banyumas Regency, are obtained from their elementary school education until college with the communist stigma built by the New Order, relatively unequal about the meaning. Students who had different meanings tended to seek information from other sources outside the school, but initially have the same meaning. The responses given by the students tended to be more varied. The response to moral support was also expressed by some of the students and the refusal to persecute communism was no longer carried out but differentiating those who were ex political prisoners was still considered necessary. This opinion was expressed by students who did not get other information from the school.
Recommendations from the results of this research are the need for repeated studies carried out gradually over a certain period of time to see the results of the meaning and response of students. The condition of diversity that is owned needs to be maintained with the tolerance value that continues to be instilled in the society. Discrimination to every group or individual in the society needs to be continually suppressed by means of interaction, because the lack of interaction makes the meaning done will not be right and will never feel wrong
2603229390B1A016132Penyakit Jamur dan Persentasenya pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten PurbalinggaTanaman tomat (Solanum lycopersicum) adalah salah satu tanaman hortikultura di Indonesia.Tomat memiliki peranan penting untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat yang bernilai ekonomi tinggi. Budidaya tanaman tomat banyak mengalami masalah. Masalah yang ada dapat mengakibatkan penurunan produksi tomat baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satunya yaitu akibat adanya penyakit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab rendahnya produksi tanaman tomat tersebut. Jamur yang tumbuh pada tanaman dapat menyebabkan penyakit pada tanaman. Jamur yang sering menyerang tanaman tomat yaitu Fusarium oxysporum, Fusarium sp., Alternaria solani, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui jenis penyakit jamur pada tanaman tomat, mengetahui besarnya frekuensi kemunculan, dan persentase penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman tomat. Pengamatan dilakukan terhadap tanda dan gejala penyakit yang ditimbulkan. Selain itu, dilakukan pengamatan pada jamur yang diperoleh berdasarkan karakter makromorfologi dan mikromorfologinya. Penelitian ini menggunakan metode survei pada pertanaman rakyat di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling. Parameter utamanya berupa jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur, penyakit yang sering muncul, dan persentase penyakit yang disebabkan oleh jamur. Parameter pendukungnya meliputi temperatur, kelembapan, dan pH tanah. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Jenis-jenis penyakit yag ditemukan diidentifikasi berdasarkan tanda dan gejala yang terlihat pada bagian tanaman tomat dan dideskripsikan menggunakan buku. Jamur yang diperoleh kemudian diidentifikasi berdasarkan karakter makromorfologi dan mikromorfologinya serta dideskripsikan menggunakan buku kemudian diuji dengan Postulat Koch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu penyakit busuk buah oleh Fusarium sp. dan penyakit bercak daun Alternaria sp. Penyakit yang paling banyak ditemukan adalah penyakit bercak daun oleh Alternaria sp.. Penyakit ini muncul sebanyak 205 kali dengan persentase penyakitnya sebesar 56,9 %. Penyakit busuk buah muncul sebanyak 11 kali dengan persentase penyakit 3,05%.Tomato (Solanum lycopersicum) is one of horticulture plant in Indonesia. Tomato has an important benefit to fulfil people’s need of nutrition that valued high economy. Tomato’s cultivation has some problems. The problems can cause declining in tomatoes production on quality and quantity scales. One of the cause is a disease caused by fungus. This disease becomes one of the cause why the tomato production is low. Fungus that live on a plant will cause disease. The fungus that often attact tomato plant are Fusarium oxysporum, Fusarium sp., Alternaria solani, etc. The aim of this research was to find the species of fungus disease in tomato plant, find the frequency of appearance, and the percentage of the fungus disease in tomato plant. The researcher observed the sign and the symptom appeared. Besides that, the researcher also observed the fungus according to the macromorphology and the micromorphology. This research used survey method to the citizen cultivation in Serang, Karangreja, Purbalingga. The sample was taken by purposive random sampling. The main parameter is the species of disease caused by fungus. While the supporting parameters are temperature, humidity, and soil pH. The data was analized descriptively. The kinds of disease found were based on the sign and symptom appeared on the tomato plant and were described by book. After got the fungus, it was identified by the macromorphology and the micromorphology and it was described by book then it was tested by Postulat Koch. The result showed that the disease caused by fungus are rotten fruit disease because of Fusarium sp. and leaf spot disease because of Alternaria sp. The researcher found many leaf spot disease because of Alternaria sp. in the amount of 205 times and the disease percentage was 56,9 %. The rotten fruit disease was 11 times and the disease percentage was 3,05%.
2603329380E1A014278PERCERAIAN KARENA JUDI ONLINE (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Tanjung Nomor: 0367/Pdt.G/2017/PA.Tjg) Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia kekal dan sejahtera, maka Undang-Undang menganut prinsip untuk mempersukar terjadinya perceraian, untuk memungkinkan perceraian harus ada alasan-alasan tertentu serta harus dilakukan di depan Sidang Pengadilan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pertimbangan hukum Hakim dalam memutuskan perkara cerai gugat karena judi online, dan akibat hukum dari cerai gugat terhadap Putusan Pengadilan Agama Tanjung Nomor: 0367/Pdt.G/2017/PA.Tjg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, teknik pengumpulan data dan studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan di analisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum hakim semata-mata hanya mendasarkan pada Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang - Undang Perkawinan dan Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Fakta yang sesungguhnya adalah Tergugat sering main judi online yang sukar disembuhkan, hal itu merupakan suatu alasan perceraian sebagaimana diatur dalam Penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf (a) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Perkawinan. dan Pasal 116 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam. Hakim dalam putusannya, memutus perceraian dengan Talak bain shugra, yang berakibat mantan suami tidak boleh rujuk kembali dengan mantan isteri, apabila mantan suami dan mantan isteri ingin kembali maka harus melalui syarat dengan melakukan akad nikah baru meskipun masih dalam masa iddah. Marriage is a physical and mental bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the One Godhead. Because the purpose of marriage is to form a family that is eternally happy and prosperous, the law adheres to the principle of making divorce difficult, to allow divorce to have certain reasons and it must be carried out in front of a Court Session. One of them happened at the Tanjung Religious Court Number: 0367 / Pdt.G / 2017 / PA.Tjg.
The problem in this research is regarding the judges' legal considerations in deciding cases for divorce due to online gambling, and the legal consequences of divorce against the Tanjung Religious Court Decision Number: 0367 / Pdt.G / 2017 / PA.Tjg. The method used in this research is juridical normative, analytical prescriptive research specifications, data collection techniques and literature study with an inventory, the data collected is then presented in the form of narrative text and analyzed in a qualitative normative manner.
The results showed that the judge granted a sue for divorce because of disputes and quarrels and there was no hope of living in harmony again in the household, which was because the husband often played online gambling. In legal considerations the judge is solely based on the explanation of Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 in conjunction with Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 of 1975 concerning Implementation of the Marriage Law and Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. The real fact is that the Defendant often played online gambling which was difficult to cure, this was an excuse for divorce as stipulated in the Elucidation of Article 39 paragraph (2) letter (a) of Law Number 1 Year 1974 in conjunction with Article 19 letter (a) Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of the Marriage Law. and Article 116 letter (a) Compilation of Islamic Law. The judge, in his decision, decided the divorce with talak bain shugra, which resulted in the ex-husband not being allowed to reconcile with the ex-wife, if the ex-husband and ex-wife wanted to return, they had to go through the conditions by entering into a new marriage contract even though they were still in the iddah period. This is in accordance with the provisions of Article 119 paragraph (1) Compilation of Islamic Law.

2603429391E1A013181IMPLEMENTASI HUKUM SISTEM PELAYANAN HOME CARE DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT ANANDA PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum sistem pelayanan home care oleh perawat dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Ananda Purwokerto dan faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum sistem pelayanan home care dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Ananda Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Ananda Purwokerto. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara, sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data secara kualitatif dengan content analysis dan comparative analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum sistem pelayanan home care oleh perawat dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Ananda Purwokerto adalah efektif. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi efektifnya pelayanan keperawatan home care sesuai dengan standar; efektifnya syarat-syarat pelayanan home care berjalan sesuai dengan standar; efektifnya sasaran pelayanan keperawatan home care sesuai dengan standar; efektifnya jenis-jenis pelayanan home care sesuai dengan standar; efektifnya mekanisme pelayanan keperawatan home care berjalan sesuai dengan standar. Adapun faktor yang memengaruhi implementasi hukum sistem pelayanan home care oleh perawat dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Ananda Purwokerto adalah faktor personal dan faktor sosial.
This Research aims to determine the implementation of law home care system service by nurse on nursing service at ananda hospital purwokerto and the factor that affect implementation of law home care system service by nurse on nursing service at ananda hospital purwokerto.
This research uses qualitative methods with yuridis empiris approach and descriptive specification. This research took place at ananda hospital purwokerto. The data that used was primary dan secondary data. Primary data collection methods by interview while secondary data by literature study and documenter study. Data processing method with data reduction, data display, and data categorization. Presentation of the data with qualitative matricks and narrative text. The methods data analysis by qualitative with content analysyis and comparative ananlysis.
The result of the research show that the implementation of law home care system service by nurse on nursing service at ananda hospital purwokerto is effective. This can be seen by parameters that nursed service was effective by standard, the terms of home care service was effective by standard, the target of home care service was effective by standard, the type of home care service was accomodated by standard, the mechanism of home care was effective by standard. As for the factor of the implementation of law home care system service by nurse on nursng service at ananda purwokerto was personal factor and social factor.
2603529392E1A115046TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK SECARA BERSAMA-SAMA
(Studi Putusan Nomor: 6/Pid.Sus/2018/PN Pbg)
Penelitian ini membahas mengenai tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh anak secara bersama-sama. Anak merupakan bagian fundamental yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan negara. Anak sebagai pelaku tindak pidana juga akan mengalami proses hukum yang identik dengan orang dewasa yang melakukan tindak pidana, namun penanganan anak dalam proses hukumnya memerlukan pendekatan pelayanan, perlakuan, perawatan, serta perlindungan yang khusus dalam upaya memberikan perlindungan hukum terhadap anak. Kejahatan merupakan salah satu kenyataan dalam kehidupan yang mana memerlukan penanganan secara khusus. Kejahatan terhadap harta benda yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah pencurian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur – unsur Pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4 dan ke-5 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan serta mengetahui dasar pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor: 6/Pid.Sus/2018/PN Pbg. Peneliti menggunakan metode penelitian pendekatan yuridis normative, dimana Pendekatan yuridis normatif adalah pendekatan masalah yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan, teori-teori, dan konsep-konsep yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis yaitu penelitian yang sifatnya menggambarkan keadaan obyek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdakwa terbukti bersalah memenuhi unsur-unsur pada pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4 dan ke-5 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor: 6/Pid.Sus/2018/PN Pbg, serta dasar pertimbangan majelis hakim Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor: 6/Pid.sus/2018/PN Pbg menggunakan pertimbangan yuridis dan pertimbangan sosiologis.This research discusses the theft of criminal acts with the exposure carried out by children together. Children are an integral part of the continuity of human and state life. Children as perpetrators of criminal acts will also experience a legal process identical to that of a criminal offence, but the child's handling in legal process requires a special approach of service, treatment, care, and protection in an effort to provide legal protection to children. Wickedness is one of the facts in life which requires special handling. The crime against the most common property in Indonesia is theft. The purpose of this research is to determine the application of the elements of Chapters 363 paragraph (1) 3rd, 4th and 5th KUHP on the act of theft with the announcement and know the basis of the legal consideration of the judge in the decision to break the act of theft with the circumcision in Purbalingga District Court judgment number: 6/Pid. Sus/2018/PN PBG. Researchers use the research method of normative juridical approach, where normative juridical approach is a problem approach that is based on legislation, theories, and concepts related to the problems examined with the specifications of the descriptive research analysis that is a research describing the state of the object studied. Based on the results of the research conducted, obtained the result that the defendant proved guilty to fulfill the elements in article 363 paragraph (1) 3rd, 4th and 5th criminal CODE about the acts of theft with the giving of Purbalingga court decision No.: 6/Pid. Sus/2018/PN Pbg, as well as the basis for consideration of the judges at the Purbalingga District Court Number: 6 / Pid.sus / 2018 / PN Pbg using juridical considerations and sociological considerations.
2603629393F1C016066KETERBUKAAN DIRI PADA KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI ANAK PANTI ASUHAN DAN ORANG TUA KANDUNG
(Studi Pada Anak Asuh di Panti Asuhan Dharmo Yuwono Purwokerto)
Anak-anak pada umumnya tumbuh dewasa bersama dengan orang tua mereka dengan mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang utuh. Namun lain halnya dengan anak yang tinggal di panti asuhan. Menjalani kehidupan yang sedikit berbeda, membuat mereka harus tinggal secara mandiri dan jauh dari orang tua. Padahal, komunikasi antara anak dan orang tua memiliki peran penting dalam perkembangan anak. Penelitian berjudul “Keterbukaan Diri Pada Komunikasi Antar Pribadi Anak Panti Asuhan Dan Orang Tua Kandung (Studi Pada Anak Asuh Di Panti Asuhan Dharmo Yuwono Purwokerto)” ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterbukaan diri yang dilakukan anak-anak yang tinggal di panti asuhan dengan orang tua kandung mereka yang mana memiliki sedikit waktu untuk bertemu.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Pemilihan subjek menggunakan purposive dan snowball sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa anak panti asuhan melakukan keterbukaan diri terhadap orang tuanya sesuai dengan waktu dan batasan informasi yang mereka miliki, keterbukaan diri yang dilakukan juga sesuai dengan tingkat keakraban anak panti asuhan dengan orang tua kandungya.
Children generally grow up together with their parents receiving complete care and affection. However, it is different from children who live in orphanages. Living a slightly different life, they have to live independently without their parents. In fact, communication between children and parents has an important role in children's growth. The study entitled "Self-Openness in Interpersonal Communication between Orphanage Children and biological parents (Study of Foster Children at the Dharmo Yuwono Purwokerto Orphanage)" aims to find out how self-disclosure is carried out by children living in the orphanage with their biological parents. those who had little time to meet.
This research uses a descriptive qualitative approach. Subjects were selected using purposive and snowball sampling. Data collection methods used are in-depth interviews, observation and documentation. The results obtained show that the children of the orphanage open themselves to their parents according to the time and limitations of the information they have, the self-disclosure that is carried out is also in accordance with the level of intimacy between the orphanage children and their biological parents.
2603729394A1H018001EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus), MANGGA (Mangifera indica) DAN PISANG (Musa sp.) DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman durian, mangga dan pisang di Kabupaten Banyumas, (2) mengetahui faktor-faktor pembatas yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman durian, mangga dan pisang di Kabupaten Banyumas. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang sangat penting untuk mendukung kegiatan perencanaan dan pengembangan pertanian khususnya tanaman buah-buahan di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei lapang tingkat tinjau (skala 1:250.000). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2019 sampai dengan Februari 2020. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis yang mengelompokkan wilayah survei dalam sejumlah satuan lahan berdasarkan persamaan bentuk permukaan lahan, lereng, jenis tanah dan tujuan penggunaan lahannya. Deliniasi batas satuan lahan dilakukan dengan overlay (tumpang susun) peta kelerengan, peta jenis tanah dan peta geologi dengan menggunakan aplikasi sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan sebagian wilayah Kabupaten Banyumas seluas 8.557 ha (8,9%) cukup sesuai (S2), seluas 71.381 ha (74,6%) sesuai marginal (S3) dan seluas 15.771 ha (16,5%) tidak sesuai (N) untuk budidaya tanaman durian. Lahan seluas 33.809 (35,2%) sesuai marginal (S3), seluas 61.900 ha (64,8%) tidak sesuai (N) untuk budidaya tanaman mangga. Lahan seluas 8.557 ha (8,9%) cukup sesuai (S2), seluas 71.381 ha (74,6%) sesuai marginal (S3) dan seluas 15.771 ha (16,5%) tidak sesuai (N) untuk budidaya tanaman pisang.This study aimed to (1) determine the level of land suitability for the durian, manggo and banana in the Banyumas Regency, (2) determine the limiting factors that affect the suitability of land for durian, manggo and banana in the Banyumas Regency. The results of this study were expected to provide information which a very important that contributes to the agricultural development planning activities especially for fruit crops in the Banyumas Regency. The study was conducted by a land survey method at a reconnaissance level (at a scale of 1:250,000). The study was conducted from December 2019 to February 2020. The land unit delineation was carried out using the physiographic approach by which the study area was grouped into a number of land units based on the similarities in land surfaces, slope, soil type and aim of land use. The land unit border delineation was determined using geographic information system (GIS) by an overlaying technique of number maps (slope, soil and geology and maps). The results showed that some areas of Banyumas Regency with an area of 8.557 ha (8,9%) was moderately suitable (S2), 71.381 ha (74,6%) was marginally suitable (S3) and 15.771 ha (16,5%) was not suitable (N) for durian cultivation. A land area of 33.809 (35,2%) was marginally suitable (S3) and 61.900 ha (64,8%) was not suitable (N) for manggo cultivation. A land area of 8.557 ha (8,9%) was moderately suitable (S2), 71.381 ha (74,6%) was marginally suitable (S3) and 15.771 ha (16,5%) was not suitable (N) for banana cultivation.
2603829395E1A013155KEWENANGAN PENYIDIK DALAM TINDAK PIDANA PERIKANAN
(PERBANDINGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1981. TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2004 TENTANG PERIKANAN)
Laut merupakan wilayah potensial dalam menunjang kehidupan bangsa maupun masyarakat dunia, maka tidak menutup kemungkinan terjadi berbagai konflik atau permasalahan dan pelanggaran atas wilayah tersebut. Permasalahan tindak pidana perikanan terjadi disebabkan karena tumpang tindihnya peraturan perundang-undangan yang mengatur, sehingga berujung pada berbenturannya kepentingan antara institusi negara yaitu penegak hukum dalam menangani permasalahan ini, seperti halnya dalam proses penyidikan tindak pidana illegal fishing antara lain terjadinya saling tarik menarik kepentingan karena masing-masing aparat penegak hukum yang diberi kewenangan merasa memiliki kewenangan untuk itu. Koordinasi di antara instansi sangat lemah, sehingga proses penyidikan tindak pidana di bidang perikanan menjadi kurang optimal. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah menggunakan Metode Pendektan Yuridis Normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku- buku, literatur, peraturan perundang- undangan, dokumen resmi, jurnal- jurnal ilmiah dan situs- situs internet dengan cara studi pustaka. Data- data tersebut dikumpulkan yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data- data yang diperoleh dianalisis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kewenangan untuk melaksanakan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang perikanan bahwa PPNS tidak memiliki peranan mutlak, yang mana masih ada TNI AL dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berwenang. Selain itu adanya perbedaan mendasar antara acara pidana umum dengan acara pidana perikanan, antara lain berkaitan dengan durasi penahanan, penyidikan, penuntutan dan proses persidangan serta adanya kaidah-kaidah yang dikesampingkan dalam acara pidana perikanan
The territorial sea in supporting the life of the nation and the world community, it does not rule out the possibility of various conflicts or problems and potential for the region. Criminal action errors that occur are due to overlapping laws and regulations of assistance, so that it leads to clashes between state officials, namely law enforcers in this matter, as in the process of investigating fishing crimes, among others, the mutual attraction of each other's interests. Each authorized law enforcement apparatus regulates the authority for that. Coordination between agencies is very weak, so criminal acts in the fisheries sector are less than optimal. The research method used in this method is to use the Normative Juridical Method. The data used are secondary data in the form of books, literature, statutory regulations, official documents, scientific journals and internet sites by means of literature studies. These data are collected which are then presented in the form of a systematic description. The data obtained were analyzed and described based on legal norms relating to the object of research. The results of the study show that the instructions to carry out investigations into criminal acts in the field of fisheries indicate that government employees’s investigator does not have rights, which are still reported by the Indonesian Navy and the Indonesian National Police. In addition, there are fundamental differences between general criminal procedures and fisheries criminal procedures, including those related to the duration of detention, investigation, prosecution and trial processes as well as the existence of rules that are set aside in fisheries criminal procedures.
2603929396A1F016058KARAKTERISTIK COOKIES BERBASIS TEPUNG JAGUNG-ALMOND DENGAN SUPLEMENTASI TEPUNG KACANG KORO PEDANG DAN VARIASI JENIS PEMANISPada dasarnya pembuatan cookies, menggunakan tepung terigu rendah protein sehingga tepung terigu dapat disubstitusi dengan tepung jagung dan tepung almond. Kelebihan dari penggunaan tepung jagung dan almond selain untuk substitusi tepung terigu juga dapat menghasilkan cookies bebas gluten yang aman dikonsumsi bagi penderita autis, gluten intolerant, dan lactos intolerant. Akan tetapi kandungan protein yang dihasilkan masih rendah sehingga perlu adanya suplementasi tepung kacang koro pedang untuk meningkatkan proteinnya. Pada pembuatan cookies dibutuhkan juga bahan lain seperti pemanis. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu suplementasi tepung kacang koro pedang (T): 10% (T1), 20% (T2), 30% (T3) dan jenis pemanis (P): gula pasir (P1), gula kelapa kristal (P2), sorbitol (P3). Suplementasi tepung kacang koro pedang tidak berpengaruh terhadap variabel yang diamati. Sedangkan variasi jenis pemanis berpengaruh pada kadar air. Kombinasi perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu cookies tepung jagung dan tepung almond dengan suplementasi tepung kacang koro pedang sebesar 30% dan pemanis gula pasir (T3P1). Karakteristik fisikokimia cookies tepung jagung dan tepung almond yang dihasilkan dari kombinasi perlakuan terbaik memiliki nilai volume pengembangan sebesar 70,99% dan kadar air 3,20%.Basically, cookies are made using low-protein flour so that wheat flour can be substituted with corn flour and almond flour. The advantages of using corn flour and almonds beside to the substitution of wheat flour can also produce gluten-free cookies that are safe for consumption for patients with autism, gluten intolerant, and lactos intolerant. However, the producing cookies have a low protein content therefore needs to be supplementation of jack bean flour to increase the protein. Cookies are also needed for making other ingredients such as sweeteners. This study is an experimental using a Randomized Block Design (RBD) method with 2 factors, the jack bean supplementation use (T): 10% (T1), 20% (T2), 30% (T3) and sweetener variation use (P): white sugar (P1), palm sugar (P2), sorbitol (P3). The result showed that jack bean suplementation had no effect to all variable. While, sweerner variation had an effect on water content. The best combination was cookies with 30% jack bean supplementation and use white sugar as the sweetener (T3P1). The best psychochemical characteristic had a 70.99% volume and 3.20% moisture content.
2604029397E1A013048KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR (Tinjauan Yuridis Terhadap Perkara Pidana Nomor: 54/Pid.Sus/2016/PN.Bms)
Kekuatan pembuktian merupakan masalah yang memegang peranan penting dalam proses pemeriksaan sidang pengadilan. Pasal 184 ayat (1) KUHAP telah menentukan secara limitatif alat bukti yang sah menurut undang-undang yang meliputi keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Dalam Perkara Nomor 54/Pid.Sus/2016/PN.Bms merupakan salah satu contoh kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Banyumas.
Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pertimbangan hakim dan kekuatan pembuktian keterangan saksi dalam tindak pidana pencabulan dalam Putusan Nomor: 54/Pid.Sus/2016/ PN.Bms. Metode pendekatan yang dipakai adalah pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni studi pustaka dan disajikan dalam uraian sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dasar pertimbangan hakim terhadap tindak pidana pencabulan dalam Putusan Nomor: 54/Pid.Sus/2016/PN.Bms terhadap fakta hukum yang memenuhi semua unsur-unsur sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 82 Ayat (1) jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pertimbangan terhadap pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), berupa: keterangan saksi, surat, keterangan terdakwa, dan c) Pertimbangan terhadap hal-hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa
Kata Kunci : Pembuktian, Pencabulan, Anak di bawah umur
The power of witness statement is a powerful issue in the judicial review process. Article 184 Paragraph (1) KUHAP Pasal 184 ayat (1) KUHAP has limited the legal evidence according to the law which includes of witness statement, expert description, letter, instructions, and evidence of the defendant. In case number 54/Pid.Sus/2016/PN.Bms is one crime example of sexual abuse against children under the age in Banyumas Regency.
The purpose of this research is to find out the judge’s consideration and the power of witness statement in the crime of sexual abuse in Decision Number: 54/Pid.Sus/2016/ PN.Bms. The method used is a normative juridical approach and analytical descriptive research specifications. The data collection technique used is literature study and is presented in a systematic description.

Based on the results, the conclusion is the basis of judge’s consideration to sexual abuse crime in Decision Number: 54/Pid.Sus/2016/PN.Bms on legal facts that gather all the elements as formulated in Article 82 Paragraph (1) jo Article 76 E Law Number 35 Year 2014 concerning amendment of Law Number 23 Year 2002 concerning Child Protection. Consideration of evidence based on evidence tool as regulated on Article 184 in Code of Criminal Procedure (KUHAP), in the form of: witness testimony, letter, statement of the defendant and c) Consideration to the matters that alleviate and incriminate the defendant.
Keyword : Evidence, Sexual Abuse, Children under the age