Artikelilmiahs

Menampilkan 26.041-26.060 dari 50.249 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2604129398E1A016076KETENTUAN PELAKSANAAN PIDANA MATI BAGI WANITA HAMIL
( DITINJAU DARI HAK ANAK UNTUK MENDAPATKAN ASI )
ABSTRAK
Pidana mati di Indonesia merupakan sanksi pidana terberat yang dirumuskan
dalam Pasal 10 KUHP. Pidana mati diancamkan bagi tindak pidana yang
dianggap sebagai kejahatan luar biasa. Pidana mati dapat menjerat semua orang
termasuk bagi wanita hamil. Peraturan pelaksanaan pidana mati diatur di dalam
Undang-Undang No.2/PNPS/1964 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati
Yang Dijatuhkan Oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Umum dan Militer.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan pidana mati di
Indonesia berdasarkan Undang-Undang No.2/PNPS/1964 dan Mengetahui
ketentuan pelaksanaan pidana mati bagi wanita hamil yang diatur di dalam
Undang-Undang No.2/PNPS/1964 terhadap Undang-Undang Nomor 36 Tahun
2009 Tentang Kesehatan. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis
normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Bahan hukum yang digunakan
adalah bahan hukum sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, bukubuku literatur, dan situs-situs internet. Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan dapat ditarik kesimpulan pelaksanaan pidana mati di Indonesia sudah
ada sejak zaman kolonial hingga saat ini. Masing-masing zaman memiliki tujuan
pemidanaan serta cara yang berbeda-beda disesuaikan dengan perkembangan
politik hingga hak asasi manusia yang ada. Pelaksanaan pidana mati di Indonesia
saat ini khusunya bagi wanita hamil tidak mencerminkan bentuk perlindungan
hukum bagi anak dan perempuan oleh karena itu pelaksanaan pidana mati bagi
wanita hamil di Indonesia tidak mencerminkan nilai-nilai tujuan hukum
sebagaimana yang diungkapkan oleh Gustav Radbruch yaitu keadilan, kepastian
dan kemanfaatan. .
ABSTRACT
The death penalty in Indonesia is the most substantial criminal sanction
formulated in Article 10 of the Criminal Code. The death penalty is imposed for
crimes deemed as extraordinary crimes. The death penalty can ensnare everyone,
including pregnant women. The regulations for the implementation of the death
penalty are regulated in Law No.2 / PNPS / 1964 concerning Procedures for the
Implementation of the Death Penalty Imposed by Courts in the General and
Military Courts. The purpose of this study is to determine the development of the
death penalty in Indonesia based on Presidential Decree No. 2/1964 and to know
the implementation of the death penalty for pregnant women as regulated in
Presidential Decree No. 2/1964 on Law No. 36/2009 on Health. The approach
method used is juridical normative with a statutory approach. The legal materials
used are secondary legal materials in the form of statutory regulations, literature
books, and internet sites. Based on the results of research and discussion, it can
be concluded that the death penalty in Indonesia has existed since the colonial era
until now. Each period has different purposes of punishment and in different ways
according to political developments to existing human rights. The current
implementation of the death penalty in Indonesia, especially for pregnant women,
does not reflect a form of legal protection for children and women. The
application of the death penalty for pregnant women in Indonesia does not reflect
the values of statutory objectives as expressed by Gustav Radbruch, namely
justice, certainty and benefit.
2604229406I1A016008Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman pada Pekerja Produksi di PT. Jadi Kuat Bersama Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Berdasarkan laporan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2018 sudah terjadi 157.313 kecelakaan kerja di Indonesia karena lingkungan dan perilaku tidak aman. Perilaku tidak aman yang terjadi seperti tidak menggunakan APD sesuai pekerjaan. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pekerja produksi di PT. Jadi Kuat Bersama Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian kuantitatif metode analitik observasional pendekatan cross sectional dengan populasi seluruh pekerja produksi sebanyak 70 pekerja dan pengambilan sampel dengan metode purposive sample sebanyak 43 sampel. Teknik pengambilan data dengan angket melalui google form dan analisis menggunakan uji chi square.
Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara umur (p-value= 0,606), pendidikan (p-value= 0,728), masa kerja (p-value= 1,000), pengetahuan (p-value= 0,139), dan sikap (p-value= 0,294), ada hubungan antara persepsi dengan perilaku tidak aman (p-value= 0,022) (CC=0,329) pada pekerja produksi di PT. Jadi Kuat Bersama Kabupaten Banyumas.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara persepsi dengan perilaku tidak aman pada pekerja produksi di PT. Jadi Kuat Bersama Kabupaten Banyumas. Perusahaan disarankan menerapkan sanksi tegas guna menstimulus persepsi pekerja menjadi positif.
Background: Based on data report from BPJS Ketenagakerjaan in 2018, 157.313 work accident has occurred in Indonesia because unsafe condition and unsafe behavior. Unsafe behavior such as not using PPE according to the work. This study aims to determine factors that related to unsafe behavior of production worker at PT. Jadi Kuat Bersama Kabupaten Banyumas.
Method: Quantitative research observational analysis method cross sectional approach with the population of all production workers was 70 workers and the samples of this study was 43 samples which taken with the purposive sample method. Data collection technique using the questionnaire via google form and data analysis using the chi square test.
Result: The result of bivariate analysis showed that there was not relationship between age (p-value= 0,606), education (p-value= 0,728), work duration (p-value= 1,000), knowledge (p-value= 0,139), attitude (p-value= 0,294), there was relationship between perception and unsafe behavior (p-value= 0,022) (CC= 0.329) of production worker at PT. Jadi Kuat Bersama Kabupaten Banyumas.
Conclusion: There was relationship between perception with unsafe behavior of production worker at PT. Jadi Kuat Bersama Kabupaten Banyumas. The company suggested applying punishment for stimulate positive perception of workers.
2604329399F1F016051Kebijakan Investasi Vietnam di Masa Pemerintahan Nguyen Xuan Phuc dalam Meningkatkan Foreign Direct InvestmentDalam beberapa tahun terakhir, Vietnam merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki tingkat pertumbuhan yang stabil relatif meningkat dalam perekonomian khususnya sektor Foreign direct investment (FDI). Dengan pemerintahan yang baru dipimpin oleh perdana menteri Nguyen Xuan Phuc yang telah menjabat dari tahun 2016 – saat ini, Vietnam mengeluarkan beberapa kebijakan baru dalam upayanya untuk meningkatkan masuknya angka FDI. Salah satu kebijakan Vietnam yaitu safe havens yang bertujuan untuk menjadikan Vietnam sebagai tempat aman untuk berinvestasi dalam periode ketidakpastian ekonomi global yang disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Untuk melihat bagaimana Vietnam mengambil kebijakan ini dengan analisa kebijakan publik dan mengukur persiapan Vietnam dalam menerima FDI dengan konsep penanaman modal Alan M. Rugman.
Kata Kunci : FDI Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, Kebijakan Investasi, Kebijakan Publik, Konsep Penanaman Modal Alan M. Rugman
In recent years, Vietnam is one of the countries in Southeast Asia that has a relatively stable growth rate increasing in the economy, especially the foreign direct investment (FDI) sector. With the new government headed by prime minister Nguyen Xuan Phuc who has been in office from 2016 - to date, Vietnam is issuing several new policies in an effort to increase the inclusion of FDI figures. One of Vietnam's policies is safe havens, which aims to make Vietnam a safe place to invest in a period of global economic uncertainty caused by the trade war between the United States and China. To see how the Vietnam takes this policy with public policy analysis and measuring preparation with Vietnam in receiving FDI investment concept Alan M. Rugman.
Keywords: Vietnam’s FDI, Nguyen Xuan Phuc, Investment Policy, Public Policy, Investment Concept Alan M. Rugman
2604429400A1F016042KARAKTERISTIK COOKIES BERBASIS TEPUNG KOMPOSIT JAGUNG-ALMOND DENGAN SUPLEMENTASI TEPUNG KACANG HIJAU DAN VARIASI JENIS PEMANISCookies merupakan salah satu produk bakery yang mempunyai rasa manis dan tekstur renyah. Cookies yang sering ditemui berbahan baku utama tepung terigu dan menggunakan pemanis gula pasir. Adanya penggantian bahan baku tepung terigu dengan jenis tepung lain dan variasi jenis pemanis , agar cookies juga dapat aman dikonsumsi oleh kelompok tertentu yang tidak dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten, kasein, dan laktosa, seperti penderita gluten intolerant, celiac disease, dan penyandang autism .Tepung yang digunakan pada penelitian ini yaitu tepung jagung, tepung almond dan tepung kacang hijau. Jenis pemanis yang digunakan yaitu gula pasir, gula kelapa kristal, dan sorbitol. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti meliputi suplementasi tepung kacang hijau (K) dengan taraf 10% (K1), 20% (K2), 30% (K3); jenis pemanis (P) yang terdiri dari gula pasir (P1), gula kelapa kristal (P2), dan sorbitol (P3). Berdasarkan faktor tersebut diperoleh 9 perlakuan. Variabel yang diamati antara lain kadar air dan volume pengembangan. Hasil penelitian menunjukan jenis pemanis (P) berpengaruh nyata terhadap variabel kadar air dan volume pengembangan. Perlakuan terbaik adalah cookies dengan suplementasi tepung kacang hijau 20% dan jenis pemanis gula pasir. Karakteristik fisikokimia cookies yang dihasilkan dari perlakuan terbaik memiliki nilai kadar air sebesar 3,24%, dan nilai volume pengembangan sebesar 61,30%.Cookies is one of bakery product that have sweet flavor and crispy texture. Cookies that we usually found are made by wheat flour and white sugar. In this study the main materials and the sweetener of cookies changed with another materials, which are purpose to be more safe if some cluster that can not eat food with gluten, casein, and lactose want to eat cookies such as people with gluten intolerant, celiac disease, and autism. This study use corn flour, almond flour, and mung bean flour for the main materials . This study also use white sugar, palm sugar, and sorbitol as the sweetener. The experimental design that used in this study was Block Randomized Design. The factors of this study were mung bean supplementation (K) with three levels that were 10% (K1), 20% (K2), 30%(K3); and sweetener variation with three levels that were white sugar (P1), palm sugar (P2), sorbitol (P3). Based on these factor, 9 combinations of treatment were obtained. Psychochemical variables which observed in this study were moisture content and volume cookies. The result showed sweetener variation significantly affect with moisture contentand volume cookies.The best combination was cookies with 20% mung bean supplementation and white sugar variation. The best psychochemical characteristic had a 3.24% moisture content and 61.30% volume cookies.
2604529401E1A016070PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN UANG ELEKTRONIK OVO DALAM HAL TERJADI KERUGIAN ISI ULANG SALDO BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999Penggunaan uang elektronik sebagai bentuk dari perkembangan teknologi finansial (financial technology) membawa berbagai dampak penting kepada masyarakat Indonesia. Uang elektronik sebagai salah satu alat pembayaran nontunai diciptakan untuk mendorong masyarakat menggunakan alat pembayaran nontunai demi tercipta nya less cash society. Uang Elektronik terbitan PT.Visionet Internasional dikenal dengan nama Uang Elektronik OVO. Konsumen uang elektronik OVO dapat melakukan transaksi keuangan menggunakan uang elektronik untuk membeli barang dan atau jasa, melakukan transfer antar uang elektronik, melakukan pembayaran tagihan, melakukan pengisian saldo uang elektronik untuk dipergunakan kembali. Sepanjang penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran keberadaan nya kerap menimbulkan beberapa masalah salah satu nya adalah pengisian saldo uang elektronik OVO yang berdampak pada kerugian finansial yang dialami oleh konsumen uang elektronik OVO. Skripsi ini membahas mengenai Perlindungan konsumen uang elektronik OVO dalam hal terjadinya kerugian isi ulang saldo berdasarkan Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan dan disajikan dalam bentuk uraian sistematis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumen uang elektronik OVO mengalami kerugian finansial akibat kegagalan isi ulang saldo uang elektronik OVO. Pelaku usaha sekaligus penerbit uang elektronik OVO yaitu PT.Visionet Internasional tidak memenuhi hak konsumen yaitu memberikan layanan transaksi keuangan yang didalam nya meliputi kegiatan isi ulang saldo, sementara konsumen telah memenuhi kewajiban nya dengan membayarkan biaya pengisian saldo yang menjadi hak dari pelaku usaha. Penyelesaian yang dapat dilakukan oleh konsumen adalah dengan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri, atau melalui BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) dan juga bisa melakukan selain itu Konsumen juga dapat melakukan pengaduan kepada Bank Indonesia karena mengalami kerugian finansial akibat penggunaan uang elektronik yang berada dibawah pengawasan Bank Indonesia.
The use of electronic money as a form of financial technology development has various important impacts on Indonesian society. Electronic money as a non-cash payment instrument was created to encourage people to use non-cash payment instruments in order to create a cash-less society. Electronic Money issued by PT. Visionet Internasional is known as OVO Electronic Money. OVO electronic money consumers can make financial transactions using electronic money to buy goods and or services, make transfers between electronic money, make bill payments, fill in electronic money balances for reuse. As long as the use of electronic money as a means of payment, its existence often creates several problems, one of which is filling the OVO electronic money balance which has an impact on financial losses experienced by OVO electronic money consumers. This thesis discusses the protection of consumers of OVO electronic money in the event of a loss to top up balances based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The research method used is normative juridical with descriptive research specifications. The data used is secondary data obtained from literature studies and presented in the form of a systematic description.
The results showed that consumers of OVO electronic money experienced financial losses due to failure to refill OVO electronic money balances. Business actors as well as OVO electronic money issuers, namely PT. Visionet International, do not fulfill consumer rights, namely providing financial transaction services which include refilling balances, while consumers have fulfilled their obligations by paying fees to fill balances which are the rights of business actors. The solution that can be done by consumers is by filing a civil lawsuit to the District Court, or through the BPSK (Consumer Dispute Resolution Agency) and also can do so. Bank Indonesia.
2604629403I1D016023Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi dengan Media Infografis Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Asupan Energi pada Mahasiswa Overweight di Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Overweight pada remaja memberikan dampat negatif bagi kesehatan dan menjadi masalah kesehatan yang utama. Faktor penyebab overweight pada remaja diantaranya kurangnya pengetahuan gizi, sikap pemilihan makan yang salah, dan supan energi berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi gizi dengan media infografis melalui Instagram dan WhatsApp terhadap pengetahuan, sikap, dan asupan energi pada mahasiswa overweight di Universitas Jenderal Soedirman.

Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan pretest dan posttest design. Jumlah sampel sebanyak 65 orang yang diambil berdasarkan kriteria inklusi yaitu mahasiswa yang memiliki IMT > 23,5 kg/m2 dan berstatus mahasiswa aktif. Pengetahuan dan sikap gizi diukur dengan kuesioner sedangkan tingkat asupan energi diukur dengan metode Food Recall 2x24 jam. Analisis data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon.

Hasil penelitian: Setelah diberikan edukasi gizi terdapat rata-rata kenaikan pengetahuan gizi sebesar 22,6% (p = 0,000), rata-rata kenaikan sikap terkait gizi sebesar 20,5% (p = 0,000) dan rata-rata penurunan asupan energi sebesar 14,1% (p = 0,000) sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi dengan media infografis.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan gizi, sikap dan asupan energi sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi dengan media infografis.

Kata Kunci: Overweight, Pengetahuan Gizi, Sikap, Asupan Energi.
Background: Overweight in adolescents provide a negative impact on health and become a major health problem. Factors that cause overweight in adolescents include lack of nutritional knowledge, wrong eating choices, and excessive energy intake. This study aimed to determine the effect of providing nutrition education with infographic media Instagram and WhatsApp on knowledge, attitudes, and energy intake in overweight students at Jenderal Soedirman University.

Methode: The research design used quasi experiment with pretest and posttest design. A total of 65 people were taken with inclusion criteria having a BMI> 23.5 and active student status. Knowledge and nutritional attitude was measured by a questionnaire and the level of energy intake was measured by the Food Recall 2x24 hour method. Data analyzed by the Wilcoxon test.

Result: After nutritional education was given, there was an average increase in nutritional knowledge of 22.6% (p = 0,000), an average increase in nutrition-related attitudes by 20.5% (p = 0,000) and an average decrease in energy intake by 14.1 % (p = 0,000) before and after nutrition education was given by infographic media.

Conclusion: There are differences in nutritional knowledge, attitudes and energy intake before and after nutrition education is given by infographic media.

Keyword: Overweight, Nutrition Knowledge, Attitude, Energy Intake.
2604729404A1F016010PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KACANG HIJAU DAN JENIS LEMAK TERHADAP SIFAT FISIK COOKIES BERBASIS TEPUNG JAGUNG-ALMONDCookies adalah salah satu produk pangan yang digemari. Umumnya cookies mengandung gluten karena dibuat dari terigu yang berasal dari gandum, sementara terdapat kelompok yang intolerant terhadap gluten. Penderita gluten intolerant juga cenderung tidak dapat mengkonsumsi kasein dengan baik. Selain itu, terdapat kelompok intoleransi laktosa. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan yaitu mengganti terigu dengan tepung jagung dan tepung almond. Cookies disuplementasi tepung kacang hijau untuk meningkatkan nilai gizi dan pembuatannya menggunakan 2 jenis lemak yaitu margarin dan VCO (Virgin Coconut Oil). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suplementasi tepung kacang hijau dan jenis lemak terhadap kualitas cookies jagung-almond, serta mengetahui kombinasi terbaik antara keduanya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK).
Hasil penelitian menunjukkan suplementasi memberikan pengaruh terhadap kadar air, sedangkan jenis lemak memberikan pengaruh terhadap volume pengembangan. Perlakuan terbaik yaitu cookies suplementasi tepung kacang hijau 10% dengan jenis lemak VCO 100% yang memiliki kadar air 2% dan volume pengembangan 73,23%.
Cookies are one of the popular food products. Cookies generally contain gluten because they are made from wheat obtained from wheat, while there are groups that are intolerant of gluten. Patients with gluten intolerant also tend to not be able to consume casein properly. In addition, there is a group of lactose intolerance. One innovation that can be done is to replace wheat flour with corn flour and almond flour. Cookies supplemented with green bean flour to increase nutritional value and made using 2 types of fat, margarine and VCO (Virgin Coconut Oil). The purpose of this study is to determine the effect of green bean flour supplementation and type of fat on the quality of corn-almond cookies, and determine the best combination between the two. The method used in this study is an experimental method with randomized block design.
The results showed that supplementation has an influence on water content, meanwhile the type of fat affects the volume of expansion. The best treatment were 10% green bean supplementation cookies with 100% VCO fat type which had a value of 2% water content bb, expansion volume 73.23%.
2604829407D1A016167STUDI KOMPARASI PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA PADA PETERNAK KAMBING DOMBA MANDIRI DENGAN PETERNAK KAMBING DOMBA KELOMPOK DI KECAMATAN CILONGOKPendapatan dan efisiensi usaha yang tinggi merupakan salah satu tujuan dalam menjalankan sebuah usaha. Tujuan penelitian ini adalah (1) menghitung dan mengetahui pendapatan pada peternak mandiri dan peternak kelompok, (2) menghitung efisiensi usaha pada peternak mandiri dan peternak kelompok, (3) menganalisis perbedaan pendapatan dan efisiensi usaha pada peternak kambing domba mandiri dengan peternak kambing domba kelompok. Metode yang digunakan adalah metode surpey. Metode penetapan sampel wilayah secara purposive sampling, terpilih desa cikidang dan desa Karanglo Kecamatan Cilongok. Pengambilan responden dengan rumus slovin dengan margin of error 10% didapat 38 responden peternak kambing domba. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, pendapatan, efisiensi usaha, dan analisis Uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa peternak kelompok dan mandiri memiliki pendapatan yang tidak jauh berbeda. Rata-rata pendapatan peternak kelompok sebesar Rp. 1.522.650 Sedangkan peternak mandiri Rp. 1.431.554 dan efisiensi usaha peternak diatas 1. Berdasarkan analisis Uji t pendapatan dan efisiensi usaha peternak kelompok dan mandiri tidak terdapat perbedaan.Incomes and business efficiency is one of the goals of running a business. The objectives of this study are (1) to calculate and determine the independent and group breeders incomes, (2) calculating the business efficiency of independent and group breeders (3) to analyze the differences of income and business efficiency of independent and group sheep breeders. The method used is survey. The method to determining the sample area was by purposive sampling, selected Desa Cikidang and Karanglo in Cilongok. Sampling of respondents using the Slovin formula with a margin of error of 10% obtained 38 respondents of sheep breeders. The analysis method used is descriptive analysis, income, business efficiency, and t-test analysis.The results of this study indicate that group and independent breeders have incomes that are not so much different. The average income of group breeders is IDR 1,522,650, meanwhile the independent breeders is IDR 1,431,554 and the breeders business efficiency is above 1. Based on the t-test analysis, there is no difference of income and business efficiency of group and independent breeders.
2604929408E1A016102PERANAN PEMERINTAH DESA TERHADAP PENGGUNAAN DANA HASIL USAHA BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah)Kegiatan pemerintah desa diatur di dalam Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menjadi landasan hukum bagi pemerintah desa dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di desa dan mengatur segala unsur-unsur yang ada di dalam suatu desa. Permasalahan skripsi ini tentang peranan pemerintah desa terhadap penggunaan dana hasil usaha Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dan data primer yang berupa keterangan atau hasil wawancara dengan narasumber dari Pemerintah Desa Karangsalam.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Desa Karangsalam telah memberikan peranannya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui BUM Desa. Peranan yang diberikan Pemerintah Desa tersebut terdiri dari pembentukkan BUM Desa “Dekade Maju”, pengembangan BUM Desa, dan penyertaan modal untuk BUM Desa. Peningkatan PADesa melalui BUM Desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengharapkan hasil usaha yang dijalankan oleh BUM Desa. Hasil usaha dari BUM Desa akan menjadi sumber pemasukan bagi PADesa yang dapat digunakan untuk keperluan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Karangsalam. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan BUM Desa “Dekade Maju” telah memiliki pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada di Desa Karangsalam, khususnya bagi masyarakat yang menjadi anggota BUM Desa dan berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan usaha yang dikelola BUM Desa. Akan tetapi, kebijakan Pemerintah Desa Karangsalam untuk menggunakan dana hasil usaha BUM Desa belum dapat dilakukan secara riil terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Karangsalam.
Village government activities are regulated in Law Number 6 of 2014 about Villages which is being the legal basis for the village government in carrying out activities carried out in the village and regulating all elements in a village. The problem of this essay is about the role of the village government in the use of funds from the results of Village Owned Enterprises (BUM Desa) for increasing the welfare of the community in Karangsalam Village, Baturraden District. Type of this research is a normative juridical approach to the legislation and analysis approach. The data used are secondary data in the form of regulation, literatures, and primary data in the form of information or interviews with informants from the Karangsalam Village Government.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the Karangsalam Village Government has given its role to increase Village Original Income (PADes) through BUM Desa. The role given by the Village Government consists of the formation of BUM Desa "Dekade Maju", the development of BUM Desa, and capital participation for BUM Desa. The improvement of PADesa through BUM Desa aims to improve the welfare of the community by hoping for the results of businesses run by BUM Desa. Business results from BUM Desa will be a source of income for the PADesa that can be used for the purposes of improving the welfare of the community in Karangsalam Village. Facts on the field show that the existence of BUM Desa "Dekade Maju” has had an influence on improving the welfare of the people who are in Karangsalam Village, especially for people who are members of BUM Desa and participate in the carrying out of business activities managed by BUM Desa. However, the policy of the Karangsalam Village Government to use BUM Desa's business proceeds has not been able to be carried out in real terms towards improving the welfare of the people in Karangsalam Village.
2605029410E1A015257TINDAK PIDANA PENADAHAN SEPEDA MOTOR (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengandilan Negeri Purwokerto Nomor : 147/Pid.B/2017/PN Pwt)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur - unsur tindak pidana penadahan, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana. Dengan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi deskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 147/Pid.B/2017/PN Pwt, Pengumpulan data studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Majelis Hakim dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana penadahan telah sesuai dengan rumusan Pasal 480 ke-1 KUHP. Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur : Barangsiapa; Membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima sebagai hadiah atau karena hendak mendapat untung, menjual, menukarkan, menggadaikan, membawa, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu barang; yang diketahuinya atau yang patut harus disangkanya barang tersebut telah diperoleh karena kejahatan.
Dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana terhadap terdakwa :
a) Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 480 ke-1 KUHP;
b) Pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP berupa : keterangan saksi, dan keterangan terdakwa;
c) Pertimbangan berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP yaitu : tentang hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Majelis Hakim pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama : 8 (delapan) bulan; Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan.
This study aims to determine the application of the elements of criminal detention, and to find out the basis for the consideration of the Purwokerto District Court Judge to impose a sentence. With a normative juridical approach. Descriptive analysis specifications, secondary data source of Purwokerto District Court Decision Number: 147 / Pid.B / 2017 / PN Pwt, library study data collection, presented in the form of descriptions and analyzed by qualitative normative methods.
The Panel of Judges in applying the elements of the criminal act of detention is in accordance with the formulation of Article 480 1 of the Criminal Code. The actions of the defendant have been proven legally and convincingly fulfilling the following elements: Whoever; Buy, rent, exchange, receive a pledge, receive as a gift or because you want to make a profit, sell, exchange, pawn, carry, keep or hide something; which he knows or should reasonably think has been obtained for a crime.
The basis for the consideration of the Purwokerto District Court Judge's sentence against the defendant:
a) Consideration of legal facts that fulfill the elements as formulated in Article 480 1 of the Criminal Code;
b) Evidence based on evidence as provided for in Article 184 of the Criminal Procedure Code in the form of: witness testimony and statement of the accused;
c) Considerations based on the provisions of Article 197 paragraph (1) letter f of the Criminal Procedure Code, namely: concerning matters that are burdensome and relieve the defendant. The Panel of Judges criminalized the defendant with imprisonment for: 8 (eight) months; Determine the Defendant to remain in detention
2605129434E1A016233PENERAPAN DIVERSI DALAM PROSES PENYIDIKAN TERHADAP ANAK PENGGUNA PSIKOTROPIKA DI WILAYAH HUKUM POLRESTA BANYUMASDiversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Pengalihan proses peradilan anak atau yang disebut diversi dapat menghindari efek negatif dari proses-proses peradilan selanjutnya dalam administrasi peradilan anak misalnya dengan vonis hukuman. Dengan demikan penerapan ide diversi sangat diperlukan dalam proses peradilan anak, karena dalam praktiknya diversi masih kurang efektif atau jarang digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan diversi terhadap perkara tindak pidana pengguna psikotropika yang dilakukan oleh anak dan mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat dalam pelaksanaan diversi terhadap perkara tindak pidana pengguna psikotropika yang dilakukan oleh anak, penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan diversi dalam proses penyidikan terhadap anak pengguna psikotropika di wilayah hukum Polresta Banyumas melibatkan beberapa pihak. Proses diversi kasus tindak pidana psikotropika yang dilakukan oleh anak dilakukan dengan musyawarah, dan hasil putusan diversi yaitu mengembalikan ke pihak orang tua untuk dilaksanakan pengawasan, pembinaan, dan pembimbingan terhadap pelaku. Faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaan diversi terhadap perkara tindak pidana pengguna psikotropika yang dilakukan oleh anak di wilayah hukum Polresta Banyumas yaitu faktor hukum, adanya penundaan dikarenakan kondisi psikis dan fisik anak berhadapan dengan hukum yang sulit untuk dimintai keterangannya menjadi kendala oleh Penyidik. Faktor penegak hukum yaitu belum adanya persamaan satu persepsi antara penegak hukum yaitu Polisi, Jaksa, Pengadilan (Hakim) dalam suatu penerapan pasal. Kordinasi antar lembaga terkait dalam proses pelaksanaan diversi belum optimal terutama pada waktu pemrosesan administrasi diversi yang lama. Faktor sarana atau fasilitas pendukung, masih adanya kekurangan tenaga atau sumber daya manusia yang mampu dan trampil dalam penegakan hukum. Faktor masyarakat, pemahaman masyarakat mengenai suatu Undang-Undang yang masih kurang khususnya orang tua pelaku dalam menyelesaikan proses diversi.
Versioned is a transfer of the children's lawsuit from criminal justice proceedings to proceedings outside the criminal justice. The transfer of a child judicial process or the so-called version can avoid the negative effects of subsequent judicial processes in the administration of the child's judiciary for example by penalty verdict. With the implementation of ideas in the version of the idea is indispensable in the child judicial process, because in practice the version is still less effective or rarely used.
This research aims to determine the implementation of the version of the crime of psychotropic users conducted by children and to know the supporting factors and inhibitory factor in the implementation of the version of the criminal act of psychotropic users conducted by the child, this research uses sociological juridical method with descriptive research specifications. The types and sources of data used are primary data and secondary data.
Based on the results of the research is known that the implementation of the version in the investigation of the Children of psychotropic users in the jurisdiction of Polresta Banyumas involved several parties. The process of versioning psychotropic criminal acts conducted by the child is conducted by deliberation, and the results of the ruling on the version of which returns to the parents to be carried out supervision, coaching, and mentoring against the perpetrators. Supporting factors as well as inhibiting in the implementation of the version of the criminal act of psychotropic users conducted by the children in the jurisdiction of the Polresta district of Banyumas is a legal factor, delays due to the psychic and physical condition of the child faced with the law that is difficult to be asked for the issue of the investigation by investigators. Law enforcement factors are the absence of one perception between law enforcement, i.e. police, attorney, court (judge) in an application of the article. Coordination between related institutions in the implementation process is not optimal, especially at the time of administration processing in the old version. Factors of support facilities, still lack of manpower or human resources capable and skilled in law enforcement. Community factors, understanding the public about a law that still less especially the parents of actors in completing the process of versioning.
2605229412I1E016023HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT LENGAN, DAN KOORDINASI MATA TANGAN TERHADAP
KETEPATAN SMASH BULUTANGKIS
Abstrak

HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI, KEKUATAN
OTOT LENGAN, DAN KOORDINASI MATA TANGAN
TERHADAP KETEPATAN SMASH BULUTANGKIS


Latar Belakang: Olahraga bulutangkis memiliki beberapa teknik pukulan, salah satunya smash yang membutuhkan beberapa komponen fisik sebagai penunjang keberhasilan melakukan pukulan smash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan smash bulutangkis.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel bebas power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan terhadap variabel terikat ketepatan smash. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 atlet anggota PB Delta Purwokerto. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment

Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai koefisien korelasi hubungan power otot tungkai dengan ketepatan smash sebesar 0,571. Koefisien korelasi kekuatan otot lengan dengan ketepatan smash sebesar 0,735. Koefisien korelasi koordinasi mata tangan dengan ketepatan smash sebesar 0,520. Sedangkan hasil dari f hitung > f tabel (17,364 > 3,49) dengan nilai probabilitas sebesar 0,000.

Kesimpulan: Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan smash bulutangkis.

Kata Kunci: Bulutangkis, komponen fisik, smash
Abstract

THE CORRELATION BETWEEN LEG MUSCLE POWER, ARM MUSCLE STRENGTH, AND HAND EYE COORDINATION ON THE ACCURANCY OF BADMINTON SMASHES


Background: Badminton has several hit techniques; one of them is smash which requires several physical components as a support for the success of making a smash. This study was to determine the correlation between leg muscle power, arm muscle strength and hand eye coordination on badminton smashes.

Methodology: This study was a correlational study and the purpose was to find out the correlation between the independent variable of leg muscle power, arm muscle strength and hand eye coordination to the dependent variable smash accuracy. This study had 20 of PB Delta Purwokerto athletes as the subjects. The researcher used product moment correlation test to analyze the data.

Result: Based on the data analysis, the correlation coefficient value between the leg muscle power and the accuracy of the smash was 0.571, the correlation coefficient between arm muscle strength and smash accuracy was 0.735, meanwhile between the hand eye coordination and smash accuracy was 0.520. The result of f > table f (17,364 > 3,49) with a probability value of 0,000.

Conclusion: The result of the data analysis indicated that there was a significant correlation among leg muscle power, arm muscle strength, and hand eye coordination with the accuracy of badminton smashes.

Keywords: badminton, physical component, smashes
2605329413A2A016002RESPONS FISIOLOGI, PERTUMBUHAN, HASIL DAN PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN PADI GOGO DENGAN APLIKASI EKSTRAK SEREH DAN PUPUK N, P, KPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak sereh dan pupuk N, P, K dan mengetahui konsentrasi ekstrak sereh dan dosis pupuk N, P, K yang paling tepat terhadap fisiologi, pertumbuhan, hasil dan penyakit utama pada tanaman padi gogo. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan 3 ulangan. Petak utama merupakan dosis pupuk N, P, K 50% rekomendasi (50 kg N/ha, 50 kg P2O5/ha, 25 kg K2O/ha setara 40 g N/8m2, 40 g P2O5/8m2, 20 g K2O/8m2) dan 100% rekomendasi (100 kg N/ha, 100 kg P2O5/ha, 50 kg K2O/ha setara 80 g N/8m2, 80 g P2O5/8m2, 40 g K2O/8m2) yang dimasukkan pada lubang di dekat tanaman. Anak petak merupakan konsentrasi ekstrak sereh 0%; 5%; 2,5%; 1,7%; 1,3%; 1% dengan dosis 1,2 L/8m2 setara 1500 L/ha yang disemprotkan pada tanah dan tanaman. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot tanaman kering, serapan N dan P, kandungan prolin, kadar klorofil a dan b, jumlah anakan produktif, bobot dan jumlah gabah per rumpun, bobot 1000 biji, persentase gabah isi, bobot gabah per petak efektif dan per hektar, intensitas penyakit blas, hawar daun bakteri dan bercak cokelat sempit. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak sereh hanya mampu menekan penyakit hawar daun bakteri, dengan konsentrasi terbaik sebesar 5% dan dosis 1,2 L/8m2 setara 1500 L/ha. Aplikasi pupuk N, P, K belum mampu meningkatkan fisiologi, pertumbuhan, hasil dan menekan penyakit utama pada tanaman padi gogo. Dosis pupuk N, P, K 50% dan 100% rekomendasi menghasilkan bobot gabah setara yaitu 3,46–3,47 ton/ha.The objective of this research are to determine the impact of lemongrass extract and N,P,K fertilizer and determine the most proper lemongrass extracts concentration and N,P,K fertilizers dosage on physiology, growth, yield and main disease on upland rice. This research used Split Plot Design with 3 replications. The main plot are 50% recommendation dosage of N,P,K fertilizers (50 kg N/ha, 50 kg P2O5/ha, 25 kg K2O/ha equal 40 g N/8m2, 40 g P2O5/8m2, 20 g K2O/8m2) and 100% recommendation (100 kg N/ha, 100 kg P2O5/ha, 50 kg K2O/ha equal 80 g N/8m2, 80 g P2O5/8m2, 40 g K2O/8m2 which inserting into hole near plant. The Subplot are concentration of lemongrass extract consisting of 0%; 5%; 2.5%; 1,7%; 1,3%; 1% with dose 1,2 L/8m2 equal 1500 L/ha, and sprayed on soil and plants. The observed variables are plant height, leaf number, leaf area, tillers number, dry weight of plants, N and P uptake, proline content, chlorophyll a and b, productive tillers number, weight and number of grains/clump, weight of 1000 seeds, percentage of filled grain, weight of grain/effective plot and perhectare, intensity of blast disease, bacterial leaf blight, and narrow brown spots. The results showed that lemongrass extract can suppress bacterial leaf blight with the best concentration is 5% with dose 1,2 L/8m2 equal 1500 L/ha. Application of N,P,K fertilizer has cant increase physiological, growth, yield, and decrease intensity of the main disease in upland rice. Dosage of N,P,K 50% and 100% recommendations resulted an equivalent grain weight ie 3,46-3,47 tons/ha.
2605429433B1A016025Studi Komparatif Molekuler Synedrella nodiflora (L.) Gaertn. dan Eleutheranthera ruderalis (Swartz.) Sch.Bip. Berdasarkan Penyela Intergenik trnL(UAA)-trnF(GAA) Jotang Kuda (Synedrella nodiflora) dan Babadotan (Eleutheranthera ruderalis) merupakan dua spesies anggota familia Asteraceae yang memiliki penampakan sangat mirip satu sama lain. Meskipun perbedaan karakter morfologi dan anatomi di antara keduanya dapat diamati, studi perbandingan genetik menggunakan marka molekuler tertentu sangat diperlukan untuk mendukung data perbedaan morfologi dan anatomi yang telah dilaporkan sebelumnya. Marka DNA kloroplas (cpDNA), seperti penyela intergenik (IGS) trnL(UAA)-trnF(GAA), yang memiliki laju mutasi relatif tinggi, sering digunakan untuk mengindentifikasi perbedaan genetik pada tingkat taksa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sekuen IGS trnL(UAA) - trnF(GAA) pada S. nodiflora dan E. ruderalis dan (2) mengetahui perbedaan sekuen IGS trnL (UAA)-trnF (GAA) di antara kedua spesies tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak dari beberapa tempat di Kabupaten Banyumas (Jawa Tengah) dan sekitarnya. Prosedur kerja sekuensial dilakukan, yang terdiri atas ekstraksi DNA genom dengan metode CTAB, amplifikasi IGS trnL(UAA) – trnF(GAA) menggunakan sepasang primer universal, yaitu e B49873 sebagai forward primer dan f A50272 sebagai reverse primer, kemudian dilanjutkan dengan sekuensing IGS trnL(UAA) – trnF(GAA) menggunakan metode Sanger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang sekuen IGS trnL(UAA) – trnF(GAA) pada S. nodiflora dan E. ruderalis masing-masing 312 bp dan 317 bp. Tidak ada perbedaan sekuen IGS trnL(UAA) - trnF(GAA) yang diamati di antara keempat sampel S. nodiflora (S1I, S2I, S3I, S4I) dan di antara kedua sampel E. ruderalis (E3I,E4I). Namun, hasil penyejajaran sekuen IGS trnL(UAA) - trnF(GAA) di antara kedua spesies tersebut menunjukkan adanya perbedaan berupa insersi dan delesi (indel) dan substitusi basa. Meskipun tidak ada korelasi langsung antara perbedaan genetik dan perbedaan fenotipik yang terlihat, temuan ini memberikan data molekuler yang membedakan kedua spesies tersebut.Nodeweed (Synedrella nodiflora) and ogiera (Eleutheranthera ruderalis) are two species of Asteraceae family showing very similar appearance to each other. Although some differences on morphological and anatomical characteristics between both species are observed, studies on genetic comparison using particular markers are required to support morpho-anatomical data previously reported. Chloroplast DNA markers, such as trnL (UAA) - trnF (GAA) intergenic spacer (IGS), which are of relatively high mutation rate, are frequently used to identify genetic differences at low level of taxa. The aims of this study are (1) to determine the sequences of trnL (UAA) - trnF (GAA) IGS in S. nodiflora and E. ruderalis and (2) to find out the differences in the trnL (UAA) - trnF (GAA) IGS sequence between both species. The study was conducted in a survey method using random sampling technique from several places in Banyumas Regency (Central Java) and surrounding areas. A sequential procedure was carried out consisting of genomic DNA extraction using CTAB method, amplification of trnL (UAA) - trnF (GAA) IGS employing a pair of universal primers, i.e. e B49873 as forward primer and f A50272 (GAA) as reverse primer, and then followed by sequencing of trnL (UAA) - trnF (GAA) IGS with Sanger method. The results showed that the length of amplified trnL (UAA) - trnF (GAA) IGS in S. nodiflora and E. ruderalis were 312 bp and 317 bp respectively. No difference within four samples of S.nodiflora (S1I, S2I, S3I, S4I) as well as within two samples of E. ruderalis (E3I, E4I) was observed. Nevertheless, sequence alignment between trnL (UAA) - trnF(GAA) IGS of both species showed several insertions-deletions (indels) and base substitutions. Inspite of no direct correlation between these genetic differences and some visible phenotypic differences, this finding provides molecular data distinguishing both species.
2605529414L1B016049PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN DURIAN (Durio zibethinus) TERHADAP LAMA WAKTU PINGSAN IKAN GURAME (Osphronemus gouramy Lac.)Anetesi atau pemingsanan sangat dibutuhkan dalam transportasi ikan hidup, supaya ikan tetap sehat dan hidup sampai tempat tujuan. Bahan yang digunakan dapat berupa alami maupun buatan atau kimia. Ekstrak daun durian merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai pemingsanan ikan karena dalam daun durian terdapat senyawa metabolit sekunder seperti tanin, saponin dan flavanoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui waktu pingsan (induktif), waktu sadar (sedatif) serta konsentrasi terbaik ekstrak daun durian yang diberikan pada ikan gurame. Ikan gurame dengan berat 1.24 ± 0.05 gram digunakan pada penelitian ini untuk mengetahui status pingsan ikan. Rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan ( 100 mL/L; 200 mL/L; 300 mL/L; 400 mL/L) dan empat ulangan digunakan pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan dosis terbaik ekstrak daun durian sebagai pemingsan benih ikan gurame yaitu 400 mL/liter dengan waktu pingsan 11.33 menit dan waktu sadar 0.68 menit.Anesthesia is needed in the transportation of live fish, so that fish remain healthy and live to their destination. The materials used can be natural or artificial or chemical. Durian leaf extract is a natural ingredient that can be used as fish stunning because in durian leaves there are secondary metabolite compounds such as tannins, saponins, and flavonoids. The purpose of this study is to determine the time of fainting (inductive), conscious time (sedative), and the best concentration of durian leaf extract given to gouramy fish. Gouramy fish with a weight of 1.24 ± 0.05 grams were used in this study to determine the status of fish fainting. A complete randomized design with four treatments (100 mL / L; 200 mL / L; 300 mL / L; 400 mL / L) and four replications were used in this study. The results of this study showed that the best dose of durian leaf extract as fainting of gouramy seeds was 400 mL / liter with 11.33 minutes fainting time and 0.68 minutes conscious time.
2605629415G1A013136HUBUNGAN KEMAMPUAN KELUARGA DENGAN BEBAN KELUARGA PENDERITA SKIZOFRENIA DI DESA TLAHAB LOR KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2020

Latar Belakang: Keluarga memiliki tanggung jawab untuk membantu kesembuhan penderita skizofrenia, namun dalam pelaksanaanya dapat menyebabkan beban keluarga. Kemampuan keluarga mencakup kemampuan kognitif dan kemampuan psikomotor yang baik dapat menurunkan beban pada keluarga.
Tujuan: Mengetahui hubungan kemampuan keluarga dengan beban keluarga penderita skizofrenia di Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Tahun 2020.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian sebanyak 26 orang. Pengambilan data menggunakan Kuesioner kemampuan keluarga dan beban keluarga. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson.
Hasil: Rerata kemampuan kognitif responden yaitu 36,85 dan termasuk kategori cukup baik. Rerata kemampuan psikomotor responden yaitu 29,03 dan termasuk kategori kurang baik. Rerata beban keluarga responden yaitu 24,73 dan termasuk kategori beban sedang. Hasil uji pearson diperoleh nilai p = 0,001 untuk kemampuan kognitif (r = -0,698) dan p = 0,001 untuk kemampuan psikomotor (r = -0,736), menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik (p<0,05) antara kemampuan keluarga baik kemampuan kognitif maupun kemampuan psikomotor dengan beban keluarga.
Kesimpulan: Semakin tinggi skor kemampuan keluarga baik kemampuan kognitif maupun kemampuan psikomotor maka semakin rendah skor beban keluarga pada penderita skizofrenia di desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga tahun 2020.
Background: Family has the responsibility to support the recorvery of schizophrenics, but in the process it can cause family burden.The good family abilities including cognitive abilities and psychomotor abilities can reduce the burden on the family.
Objective: To determine the correlation between ability of families with the burden of schizophrenic families in Tlahab Lor Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, 2020.
Methods: This study used an observational analytic design with direct interviews using the Kemampuan Keluarga Questionnaire and the Beban Keluarga Questionnaire. The sample was determined using a total sampling technique consisting of 26 respondents.
Results: The mean cognitive ability of the respondents was 36,85 and included in quite good category. The mean psychomotor ability of the respondents was 29,03 and included in not good category. The mean family burden of the respondents was 24,73 and included in moderate burden category. Pearson test result obtained p = 0,001 for cognitive abilities (r = -0,698) and p = 0,001 for psychomotor abilities (r = -0,736), showing there is a statistically significant relationship (p>0,05) between family abilities including cognitive abilities and psychomotor abilities with family burden.
Conclusion: The higher the score of family abilities both cognitive abilities and psychomotor abilities, the lower the family burden score on schizophrenics families in Tlahab Lor Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, 2020.
2605729416E1A015204PELAKSANAAN PENYIDIKAN
TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN (Hate Speech) DI MEDIA SOSIAL (Studi di Polres Bogor)
Ujaran kebencian yang dilakukan melalui media sosial menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. Di satu sisi, perbuatan tersebut merupakan bentuk ekspresi yang berupa curahan hati seseorang. Namun di sisi lain perbuatan tersebut dapat memicu terjadinya kejahatan, permusuhan, dan bahkan perpecahan antar kelompok ataupun individu. Selain itu, kejahatan tersebut dapat berimplikasi pada harkat dan martabat manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penyidikan dalam hal mengungkap tindak pidana ujaran kebencian (hate speech) oleh penyidik di Polres Bogor serta hambatan-hambatan yang dialami oleh penyidik dalam proses penyidikan tindak pidana ujaran kebencian (hate speech). Metode pendeketan yang digunakan penelitian ini yaitu yuridis sosiologis. Data penelitian ini berasal dari data primer berupa wawancara dan data sekunder berupa studi kepustakaan yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode kualitatfif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Polisi Penyidik Unit 1 Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor dalam mengungkap tindak pidana ujaran kebencian (hate speech), pada proses penyidikan berpedoman pada empat tahap pokok yaitu, tahap penyelidikan, tahap penindakan, tahap pemeriksaan dan tahap pemberkasan. Guna kepentingan penyidikan, penyidik dapat melakukan tindakan terhadap tersangka yaitu penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan dan pemanggilan. Faktor yang menjadi penghambat dalam proses penyidikan yaitu faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas.Hate speech carried out through social media raises a polemic among the people. On the one hand, the act is a form of expression in the form of a person's heart. But on the other hand these actions can trigger crime, hostility, and even division between groups or individuals. In addition, these crimes can have implications for human dignity. The purpose of this study is to investigate the investigation process in terms of revealing hate speech crimes by investigators at the Bogor Police Station and inhibiting factors obtained by investigators in the hate speech crime investigation process. Judicial sociological approaches have been used in this research. Research data derived from primary data in the form of interviews and secondary data in the form of literature compiled systematically and then analyzed using qualitative methods. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the Police Investigator Unit 1 of Bogor Criminal Investigation Unit in uncovering criminal acts of hate speech. the investigation process is guided by four main stages namely,the stage of investigation, prosecution, examination and filing. For the purposes of investigation, investigators can take action against the suspect, namely arrest,detention, search, seizure and summons. Inhibiting factors in the investigation process are law enforcer, facility and community.
2605829417E1A015033TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA TNI (STUDI PUTUSAN PENGADILAN MILITER TINGGI III SURABAYA NOMOR 160-K/PM.III-12/AL/X/2017)Driver aplikasi online sangat berpotensi menjadi korban tindak pidana pembunuhan, bahkan pada perkara Nomor 160-K/ PM.III-12/ AL/ X/ 2017 pelaku pembunuhan merupakan anggota TNI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur tindak pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh anggota TNI, serta untuk mengkaji dan menganalisis pertimbangan hukum hakim Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh anggota TNI dalam putusan pengadilan Nomor 160-K/ PM.III-12/ AL/ X/ 2017.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan analitis. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian adalah preskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk uraian teks secara naratif. Metode analisis data normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perbuatan Terdakwa merupakan tindak pidana yang telah memenuhi unsur di dalam Pasal 339 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan Pasal 26 KUHPM. Hakim dalam menjatuhkan pidana pada putusan Nomor 160/K/PM.III-12/AL/X/2017 telah sesuai dengan dasar mengadili dan dasar memutus. Hakim juga telah mempertimbangkan aspek yuridis, filosofis dan sosiologis dalam penjatuhan sanksi pidana.
Driver Online applications have the potential to become victims of criminal acts of murder, even in case Number 160-K / PM.III-12 / AL / X / 2017 the perpetrator of the murder was a member of the TNI. This study aims to determine the elements of criminal acts against the perpetrators of murder committed by members of the TNI, as well as to study and analyze the legal considerations of the Judges of the High III Surabaya Military Court in imposing crimes against the perpetrators of murder committed by members of the TNI in court decisions Number 160-K / PM.III-12 / AL / X / 2017.
This study uses a normative juridical research method with statutory and analytical approaches. The specifications used in this research are prescriptive. The type of data used is secondary data. The data collection method uses literature study. Data processing methods with data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of narrative text descriptions. Qualitative normative data analysis methods.
The results showed that the Defendant's act was a criminal act that had fulfilled the elements in Article 339 of the Criminal Code in conjunction with Article 55 Paragraph (1) 1 and Article 26 of the Indonesian Criminal Code. The judge in passing the sentence on the decision Number 160 / K / PM.III-12 / AL / X / 2017 is in accordance with the basis for the trial and the basis for making a decision. Judges have also considered juridical, philosophical and sociological aspects in imposing criminal sanctions.
2605929418A1D016109PENAMPILAN MORFOLOGI DAN SITOLOGI
BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS TRISULA HASIL INDUKSI POLIPLOIDI DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN KOLKISIN
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui penampilan morfologi dan sitologi bawang merah varietas Trisula hasil induksi poliploidi dengan berbagai konsentrasi dan lama perendaman kolkisin, 2) mengetahui konsentrasi dan lama perendaman kolkisin yang paling optimal terhadap morfologi dan sitologi bawang merah varietas Trisula, 3) mengetahui kombinasi terbaik antara konsentrasi kolkisin dan lama perendaman pada morfologi dan sitologi bawang merah varietas Trisula. Penelitian ini terdiri atas 2 percobaan, yaitu percobaan 1 dengan metode perendaman benih dan percobaan 2 dengan metode tetes tunas. Percobaan 2 terbagi menjadi 2, yaitu percobaan 2a dan 2b. Variabel yang diamati yaitu variabel morfologi tanaman, meliputi penampilan visual tanaman, persentase tanaman mutan (%), tinggi tanaman, jumlah daun, dan variabel sitologi tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F, dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percobaan perendaman benih, faktor lama perendaman dan konsentrasi kolkisin tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penampilan morfologi tanaman bawang merah varietas Trisula. Pada percobaan tetes tunas, konsentrasi kolkisin memberikan pengaruh pada seluruh variabel morfologi dan sitologi tanaman bawang merah varietas Trisula. Penampilan sitologi yang dapat diamati yaitu perbedaan bentuk kromosom, dengan ditemukannya kelainan-kelainan mitosis, yaitu C-anafase dan C-telofase. Konsentrasi kolkisin terbaik pada percobaan tetes tunas, yaitu 0,45%. The purpose of this research is: 1) determine the morphology and cytology of onion varieties Trisula results induced polyploidy with various concentrations and soaking time of colchicine, 2) determine the concentration and soaking time of colchicine most optimal of the morphology and cytology of onion varieties of Trisuls, 3) determine the best combination between the concentration of colchicine and duration of immersion in the morphology and cytology of the onion variety of Trisula. This research consisted of 2 experiments, namely experiment 1 with the seed immersion method and experiment 2 with the bud drops method. Experiment 2 was divided into 2, namely experiments 2a and 2b. The observed variables were plant morphology variables, including the visual appearance of plants, the percentage of mutant plants (%), plant height, number of leaves, and plant cytology variables. Observational data were analyzed using the F test, followed by BNJ test at 5% error level. The results showed that the seed immersion experimenthad no effect on the morphological appearance of the onion varieties of Trisula. In the bud drops experiment, the concentration of colchicine has an effect on the all morphology and cytology of the onion varieties of Trisula. Cytological appearance that can be observed is the difference in chromosome shape, with the discovery of mitotic disorders, namely C-anaphase and C-teolphase.. The best concentration of colchicine in shoot drop experiments was 0.45%.
2606029383E1A116077PENERAPAN PASAL 263 AYAT (1) KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG DALAM ASURANSI KEBAKARANSeiring berkembangnya zaman, kebutuhan masyarakat mengenai asuransi juga ikut mengalami perkembangan. Pada dasarnya setiap manusia menghadapi risiko baik atas hidupnya maupun atas harta kekayaannya. Asuransi Kebakaran merupakan salah satu jenis asuransi kerugian yang menjamin harta kekayaan manusia. Harta kekayaan yang sudah diasuransikan dapat dijual dan atau berpindah hak miliknya kepada orang baru. Skripsi ini membahas mengenai penerapan Pasal 263 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dalam asuransi kebakaran.
Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data yakni berdasarkan studi kepustakaan berupa inventarisasi peraturan perundang-undangan serta buku buku, dan berdasarkan documenter berupa Polis Standar Asuransi Indonesia, yang disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan hak milik yang diatur dalam Pasal 263 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Dagang tidak diterapkan dalam Asuransi Kebakaran. Hal ini sudah diatur, dalam Pasal 4 ayat (2) Polis Standar Asuransi Kebakaran.
As the time goes by, the people needs is also increase. Basically, every people deal with the risk both for their life and for their assets. Fire insurance is a type of loss insurance that guarantee the human’s assets. The assets that have been insured can be sold and or transferred to new people. This thesis discuss the application of Article 263 Paragraph (1) of the commercial code in fire insurance.
The research method is normative judicial with descriptive research specification. The data used in this research is secondary data that is consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The data accumulation method is based on literature study in the form of an inventory of statutory regulations and books, and based on a documentary in the form of the Indonesian Insurance Standard Policy, which is presented in the form of narrative text with qualitative normative analysis methods.
The result of this research is that the transfer of property rights in Article 263 Paragraph (1) of the Commercial Code is not applied in Fire Insurance. This has been regulated, in Article 4 Paragraph (2) of the Fire Insurance Standard Policy.