Artikelilmiahs

Menampilkan 25.941-25.960 dari 50.255 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2594136221H1A018013PENERAPAN PROJECT MANAGEMENT PADA PROJECT PROOF
OF CONCEPT (POC) SMART METER PLN
Untuk meningkatkan kemudahan dan keakuratan dalam pengukuran listrik,
Smart Meter menjadi solusi oleh PLN dan ITDRI Telkom dalam mengakomodir
kebutuhan tersebut. Dalam penerapannya, tentu dibutuhkan perencanaan dan
pelaksanaan yang matang sehingga hasil yang diberikan sesuai dengan harapan dan
berfungsi sebagaimana mestinya, untuk itu peran project management menjadi
sangat penting untuk memastikan pengembangan proyek Smart Meter memberikan
hasil yang maksimal. Salah satu cara untuk mengendalikan biaya dan waktu proyek
menggunakan metode Earned Value Management (EVM). Dari hasil analisa awal
diketahui nilai Cost Performance Index (CPI) sampai dengan 31 Januari 2022
sebesar 0,84 yaitu tergolong boros namun ketika proyek selesai pada tanggal 31
Maret 2022 nilai CPI menjadi 1,09 yaitu tergolong hemat.Walaupun waktu
penyelesaian proyek mundur PoC smart meter PLN dapat melakukan
penghematan. Penghematan ini dicapai dengan adanya pengalihan SDM ke proyek
Telkom lainnya, anggaran proyek PoC Smart Meter PLN dapat dilakukan
penghematan sebesar 8.62%.
To increase the ease and accuracy of electricity measurement, Smart Meter
is a solution by PLN and ITDRI Telkom in accommodating these needs. In its
implementation, of course, careful planning and implementation is needed so that
the results provided are in accordance with expectations and function properly, for
that the role of project management is very important to ensure that the
development of the Smart Meter project provides maximum results. One way to
control project costs and time is using the Earned Value Management (EVM)
method. From the results of the initial analysis, it is known that the Cost
Performance Index (CPI) until January 31, 2022 is 0.84, which is classified as
wasteful, but when the project is completed on March 31, 2022, the CPI value
becomes 1.09, which is considered economical. Even though the project completion
time is backwards, PoC Smart Meter PLN can make savings. This savings was
achieved by transferring human resources to other Telkom projects, the PLN Smart
Meter PoC project budget could save 8.62%.
2594229300G1A016088GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA LIMFOMA MALIGNA NON-HODGKIN BERDASARKAN USIA, JENIS KELAMIN DAN LOKASI BENJOLAN DI BAGIAN/SMF PATOLOGI ANATOMI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PERIODE 2015-2019Latar Belakang : Limfoma Maligna Non-Hodgkin menempati urutan ke-6 sebagai penyakit yang sering terjadi di Indonesia. Limfoma Maligna adalah kanker yang tumbuh dari sel-sel limfoid yang berada pada jaringan limfatik, dan menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening, dibedakan menjadi Limfoma Hodgkin dan Limfoma Maligna Non-Hodgkin. Etiologi dari Limfoma Maligna Non-Hodgkin belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor risiko yang memudahkan seseorang terkena penyakit tersebut, seperti faktor usia, paparan zat karsinogenik, infeksi dan gangguan autoimun. Diagnosa Limfoma Maligna Non-Hodgkin ditegakkan dari pemeriksaan biopsi kelenjar getah bening atau jaringan ekstranodal, yang kemudian dilakukan klasifikasi histopatologi.
Tujuan : Mengetahui gambaran karakteristik penderita Limfoma Maligna Non Hodgkin di bagian/SMF Patologi Anatomi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode 2015-2019.
Metode : Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan secara cross sectional, pengukuran variabel dilakukan satu kali pada satu saat. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa rekam medis. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling.
Hasil : Gambaran karakteristik penderita Limfoma Maligna Non Hodgkin banyak ditemukan pada laki-laki berjumlah 246 penderita (58,28%), kelompok usia 50-59 tahun sebanyak 125 penderita (29,6%) dan letak benjolan terbanyak di area kepala dan leher sebanyak 104 (24,65%).
Kesimpulan : Gambaran karakteristik penderita Limfoma Maligna Non Hodgkin paling banyak ditemukan pada laki-laki, usia 50-59 tahun, terletak di kepala dan leher
Background: Non-Hodgkin's Lymphoma Malignant ranks 6th as a common disease in Indonesia. Malignant lymphoma is cancer that grows from lymphoid in lymphatic tissue and causes enlargement of lymph nodes, divided into Hodgkin Lymphoma and Non-Hodgkin's Malignant Lymphoma. The etiology of non-Hodgkin's Malignant Lymphoma is not known but several risk factors makes easier for a person to grow the disease, such as age, carcinogenic exposure, infection, and autoimmune disorders. The diagnosis of non-Hodgkin's malignant lymphoma is made from a biopsy examination of lymph nodes or extranodal tissue whom performed histopathological classification.
Objective: To discovered the characteristic overview of Non Hodgkin's Malignant Lymphoma in Anatomical Pathology Department of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital in the period of 2015-2019.
Method: The research used descriptive study with cross sectional approach, the measurement of variables was done once at a same time. The study was conducted by secondary data collect from medical records. The study used total sampling technique. Results: Characteristic overview of Malignant Non-Hodgkin's Lymphoma patients are mostly found in males (58.28%) in a number of 246 patients, the age group of 50-59 years (29.6%) are 125 patients and the head and neck (24,65%) area are the most bumps location in a number of 104.
Conclusion: Characteristic overview of patients with Malignant Non-Hodgkin's Lymphoma are most commonly in male, 50-59 group of age, and located in head and neck.
2594329299H1L013071ANALISIS USER INTERFACE PADA GAME DOTA 2 DENGAN MENGGUNAKAN METODE COGNITIVE WALKTHROUGH DAN METODE HEURISTIC EVALUATIONPada dunia modern kita dapat menemukan hiburan di mana saja, salah satunya di dunia virtual, contohnya game. Dota 2 adalah game berjenis Multiplayer Online Battle Arena atau MOBA dan merupakan game terlaris kedua di Steam dengan jumlah pemain 801.121 orang. Namun, dibalik itu semua ada ilmu yang dapat membuat sebuah game menjadi terkenal dan sukses dipasaran dengan waktu yang lama. Salah satunya yaitu, User Experience. User Experience merupakan bagian yang penting dari pembuatan sebuah game. Di dalam User Experience terdapat User Interface. User Interface adalah ilmu yang mempelajari tentang tampilan sebuah sistem. Dalam penelitian ini akan menganalisis tampilan pada game Dota 2. Kemudian, untuk mengetahui baik atau belumnya tampilan dari game Dota 2, maka dilakukan analisis dengan metode Cognitive Walkthrough dan Heuristic Evaluation. Cognitive Walkthrough dan Heuristic Evaluation sebuah metode yang mempunyai banyak kesamaan, yang berbeda hanya dari respondennya. Cognitive Walkthrough diujikan kepada newbie player atau pemula, dan Heuristic Evaluation diujikan kepada pro player atau profesional. Analisis ini bertujuan untuk menemukan kekurangan dari tampilan pada game tersebut lalu dibuatkan rekomendasi perbaikannya. Hasil data analisis adalah cukup baik, terdapat satu kekurangan dari pengujian seorang ahli dan dapat ditarik kesimpulan bahwa game ini memiliki tampilan yang baik.In this modern world we can find entertainment anywhere, one of them in the virtual world, for example games. Dota 2 is a Multiplayer Online Battle Arena or MOBA type game and it’s the second best-selling game on Steam with 801,121 players. However, behind those all, knowledge that can make a game become famous and successful on the market is, User Experience. User Experience is an important part of making a game. In the User Experience there is a User Interface. User Interface is study of the system’s appearance. This research will analyze the appearance of the Dota 2. To find out the good or bad appearance of the Dota 2, this analysis is carried out using the Cognitive Walkthrough and Heuristic Evaluation methods. Cognitive Walkthrough and Heuristic Evaluation are same methods but have differ from the respondents type. Cognitive Walkthrough is tested on newbie players or beginners, and Heuristic Evaluation is tested on pro players or professionals. This analysis aims to find deficiencies in the game’s appearance and then make recommendations for improvement. The results data are quite good, there is one deficiency from an expert, but it can be concluded that this game has a good appearance.
2594429301A1C015045PENERAPAN KANSEI ENGINEERING UNTUK ANALISIS DESAIN KEMASAN KERIPIK TEMPE COKELATTempe mempunyai peran yang cukup penting dalam pergerakan perekonomian masyarakat Indonesia seperti penyerapan tenaga kerja dan pemerataan kesempatan berusaha. Saat ini, di Indonesia terdapat sekitar 81 ribu usaha pembuatan tempe yang memproduksi 2,4 juta ton tempe per tahun. Dengan berkembangnya industri tempe dari waktu ke waktu, maka terjadi persaingan dagang diantara penggiat industri tempe. Hal ini mengharuskan pelaku industri harus berlomba-lomba menyenangkan konsumen dengan pengembangan produk baru dan melakukan inovasi produk.
Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kota yang memiliki industri rumah tangga (IKM) yang menjadikan tempe sebagai produk olahanya. Salah satu IKM yang berfokus pada olahan tempe adalah IKM Suka Nicky. IKM ini berdiri pada tahun 1996. Untuk dapat terus bersaing dalam bisnis olahan tempe, baru-baru ini IKM Suka Nicky mengembangkan produk olahan tempe, yaitu keripik tempe cokelat dan masih terkendala oleh desain kemasannya. Penelitian ini mengkaji elemen desain yang tepat untuk kemasan yang mampu mewakili perasaan (kansei) konsumen dengan menggunakan metode kansei engineering. Data yang diperoleh dapat digunakan masukan kepada IKM Suka Nicky terkait desain kemasan yang cocok untuk produk keripik tempe cokelat mereka yang baru. Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) Mengetahui kata-kata kansei terkait desain produk. (2) Mencari elemen atau atribut desain produk yang mempengaruhi kansei konsumen. (3) Menentukan desain produk berdasarkan elemen produk yang telah diuji.
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banjarnegara, dilakukan dari bulan juli hingga agustus 2019. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu, (1) Tahap persiapan, yaitu penentuan sasaran responden dan pembuatan kuisioner. (2) Tahap pengambilan dan pengumpulan data, pada tahapan ini dilaksanakan pengumpulan data langsung kepada responden dan data yang diperoleh dimasukkan kedalam satu file, (3) tahap pengukuran jawaban responden yang dilakukan dengan skala likert 1 sampai 5, (4) tahap terakhir adalah tahap analisis data. Variabel yang diamati yaitu variabel independen (X) berupa kata-kata kansei, variabel dependen (Y) berupa atribut-atribut kansei, dan pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 faktor yang terbentuk yaitu faktor atraktif dengan nilai variance paling besar yaitu 61,148%, kemudian faktor simpel memiliki nilai variance sebesar 19,728%, faktor kedaerahan ini memiliki nilai variance sebesar 7,411%, dengan terbentuknya 3 faktor tersebut sehingga didapatkan 3 rekomendasi elemen desain dengan masing-masing memiliki spesifikasi yang berbeda.
Tempe has an importan role in the economical movement of the indonesian poeple, such as providing employment and equitable business oportunities. At present, in indonesia there are around 81 thousand tempe processing businesses that can produce about 2,4 million tons each year. Along with the development of the tempe industry, there will be trade competition among the tempe industry players. This requires industry players to compete with each other to satisfy consumers by developing new products and making product inovations.
Banjarnegara regency is one of the area that has a home industry (IKM) that makes tempe as they processed product. One of the home industry that focuses on processed tempe is IKM Suka Nicky. This home industry was estabilished since 1996. To be able to still compete in the tempe processed industry, then IKM Suka Nicky has arlready made an tempe product inovation, that is chocolate tempe chips but still constrained by the packaging design. This study examines the right design elements to be able to represent affective or kansei of the consumers for their new chocolate tempe chips product. The purpose of this study, namely: (1) Knowing the kansei words related to the product design, (2) look for product elements or attributes that affect consumers kansei, (3) determine the product design based on product elements that has been tested.
This research was conducted in the Banjarnegra Regency. From july to agust 2019 this is consists of several stages, namely (1) preparation phase, determining the respondents target and making a questionnaire. (2) Data collection and recapitulate phase, collecting data from respondents and recapitulating them in one file. (3) The measurement phase of respondents’ answers on a likert scale of 1 to 5.(4) The last step is data analysis phase. The observed varibles is a independent varibel (X) in the form of kansei words, dependent variabel (Y) in the form of kansei attributes, and the effect of independent variable on the dependent variable.
The results showed there are 3 factors was formed, namely the atractive factors with the biggest variance value that is 61,148% , then the simple factor has variance value of 19,728%, the regional factor has variance value of 7,411%. With the 3 factors were formed, then 3 design element recomendations were obtained with each having a different specification.
2594529154D1A016076Penggunaan Acidifier sebagai Feed Additif dalam Pakan yang mengandung Probiotik terhadap Bobot dan Panjang Usus Halus Ayam Broiler Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan acidifier sebagai feed additif dalam pakan yang mengandung probiotik terhadap bobot dan panjang usus halus Ayam Broiler. Materi yang digunakan yaitu DOC CP 707 sebanyak 200 ekor yang dipelihara selama 35 hari. Penelitian dilaksanakan dengan memakai metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan yang setiap ulangan terdiri dari 10 ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah R0 = Ransum Basal (BS) (Sebagai kontrol), R1= Ransum basal dan Acidifier asam sitrat 1%, R2 = Ransum basal dan Acidifier asam laktat 1%, R3 = Ransum basal dan Acidifier asam format 1%. Peubah yang diamati adalah bobot dan panjang usus halus. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan acidifier sebagai feed additif dalam pakan yang mengandung probiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan panjang usus halus. Rataan hasil bobot usus halus ayam broiler yaitu R0 191,0± 37,7 g, R1, 193,6± 11,3 g , R2 186,8± 18,4 g, dan R3 188,6± 16,2 g. Rataan hasil panjang usus halus ayam broiler, yaitu: R0 164,9± 13 cm, R1 172 ± 3,08 cm, R2 168,7 ± 11,01 cm dan R3 173,8± 11,05 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan acidifier sebagai feed additif dalam pakan yang mengandung probiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan panjang usus halus ayam broiler.Abstract. The purpose of this study was to examine the use of an acidifier as a feed additive in feed containing probiotics for the weight and length of the smaal intestine of broilers. The material used was 200 DOCS CP 707 that were kept for 35 days. The study was carried out by the experimental method and using a complete randomized design analysis with four treatments and five replications, each of which consisted of ten chickens. The treatments tested were R0 = Basal Ration as control, R1 = basal ration and 1% citric acid acidifier, R2 = Basal Ration and 1% lactic acid asidifier and R3 = basal ration and 1 % formic acid acidifier. The variables recorded were objects which included the weight and length of the small intestineal tract. The results of the analysis of variance showed that the use of acidifier as a feed additive in feed containing probiotics had no significant effect of P>0.05 on the weight and length of the small intestinal tract. The results of the study of the average intestinal weight of R0, R1, R2, dan R3 sequently of 191,0 ± 37,7 g, 193,6 ± 11,3 g, 186,8 ± 18,4 g and 188,6 ± 16,2 g. Average length of the small intestine R0, R1, R2, dan R3sequently of 164,9 ± 13 cm, 172 ± 3,08 cm, 168,7 ± 11,01 cm and 173,8 ± 11,05 cm. The conclusion is the use of acidifier as feed additive in feed containing probiotics in each treatment level resulting in the weight and length of the intestine which.is.relatively.the.same.
2594629307I1B016013Hubungan Penerimaan Diri dan Dukungan Teman dengan Efikasi Diri untuk Melakukan Perawatan Diri pada Penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas I SumbangLatar Belakang: Perawatan diri merupakan salah satu strategi dalam pengelolaan diabetes. Dalam pelaksanaannya diperlukan kemauan yang kuat dari dalam individu atau biasa disebut efikasi diri. Efikasi diri dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kondisi psikologis dan persuasi sosial. Kondisi psikologis berkaitan dengan penerimaan diri penderita terhadap penyakit, sementara persuasi sosial berkaitan dengan bentuk partisipasi dukungan dari orang di lingkungan sekitar penderita.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dan dukungan teman dengan efikasi diri untuk melakukan perawatan diri DM.
Metodologi: Penelitian ini termasuk deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini yakni penderita DM sebanyak 48 responden menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DMSES (Diabetes Management Self Efficacy Scale), kuesioner dukungan teman, kuesioner penerimaan diri. Analisis data menggunakan uji Pearson.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata usia responden yakni 57,00 tahun, 77,1% berjenis kelamin perempuan, 64,6% merupakan tamatan SD, 83,3% berstatus menikah, 54,2% lama menderita durasi 1-5 tahun. Taraf penerimaan diri (68,73%), dukungan teman (85,73%), efikasi diri (83,3%) termasuk tinggi. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri (p=0,010;r=-0,368) dan dukungan teman (p=0,000;r=0.601) dengan efikasi diri untuk melakukan perawatan diri DM.
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dan dukungan teman dengan efikasi diri untuk melakukan perawatan diri DM.
Background: Self-care is one of the strategies used in managing diabetes. Its implementation requires a strong will on the part of the individual known as self-efficacy. This self-efficacy is affected by factors such as psychological and social persuasion. Psychological conditions explains the patient's self-acceptance of the disease, while social persuasion has to do with the participation support from people around the patient.
Objective: The aim of this study was to determine the correlation between self-acceptance and peer support with self-efficacy among the DM patients undergoing self-care.
Method: The descriptive correlative with cross sectional design was a method used in this study. This involved 48 DM patients selected through purposive sampling technique. The instruments used include Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES), peer support and self-acceptance questionnaires. These were subjected to the Pearson test.
Results: Based on the results, the average age of respondents was 57.00 years. Also, 77.1% of patients were female, 64.6% were graduate from elementary school (SD), 83.3% were married, 54.2% had the disease for a duration of 1-5 years. In addition, the level of self-acceptance was 68.73%, peer support 85.73%, self-efficacy 83.3%, which were all high. Furthermore, the Pearson correlation test showed a significant relationship between self-acceptance (p = 0.010; r = -0.368) and peer support (p = 0.000; r = 0.601) with self-efficacy among the DM patients undergoing self-care.
Conclusion: There is a significant correlation between self-acceptance and peer support with self-efficacy among DM patients undergoing self-care.
2594729172E1A015250PERAN ADVOKAT DALAM MENERAPKAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK
(Studi Penerapan Restorative Justice di Kantor Advokat SAKAMAS Purwokerto)
Salah satu tujuan dari proses pemidanaan adalah supaya pelaku menyesali apa yang dia perbuat dan supaya pelaku tidak melakukan tindak kejahatan lagi. Hal yang perlu diperhatikan pada kasus pencemaran nama baik sebagai delik aduan bukan hanya seorang pelaku saja tetapi ada pihak lain yang dirugikan yaitu korban, sistem peradilan pidana saat ini dirasa masih kurang memperhatikan pemulihan kerugian korban. Hal ini mendorong munculnya ide restorative justice yang salah satu wujudnya adalah mediasi penal. Mediasi penal dirasa memiliki kelebihan diantaranya yaitu biaya murah, proses yang tidak berbelit-belit, dan memerlukan waktu yang relatif singkat. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis empiris, dengan spesifikasi penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan juga data primer yang diperoleh melalui wawancara dan melalui kepustakaan yang selanjutnya diuraikan secara sistematis. Wawancara disini ditujukan kepada Advokat dan Polisi sebagai penegak hukum yang pernah menangani kasus ini dan diselesaikan dengan cara mediasi penal, lalu kepustakaan terhadap buku, jurnal, peraturan yang membahas restorative justice. Rasa keadilan korban belum tentu terpenuhi apabila penyelesaian perkara tindak pidana pencemaran nama baik dilakukan sesuai dengan hukum acara pidana yang berlaku, terkadang korban juga ingin turut serta dalam suatu kesepakatan dengan pelaku supaya apa yang dicari oleh korban bisa terpenuhi. Advokat sebagai salah satu pihak yang berperan dalam rangka mewujudkan mediasi penal dapat bertindak sebagai insiator dan mediator supaya suatu kesepakatan atau perdamaian antara korban dengan tersangka terwujud. Meskipun restorative justice belum mendapat dasar hukum yang tegas dan khusus namun pada praktiknya ide tersebut dilaksanakan dalam wujud mediasi penal walau hanya dikenal dalam tataran diskresi pada penegak hukum saja dan hanya ada pada law in concreto.One of the goals of the criminal process is so that the perpetrator regrets what he has done and so that the perpetrator does not commit another crime. The thing that needs to be considered in the case of defamation as a complaint offense is not only a perpetrator but there are other parties who are harmed, namely the victim, the current criminal justice system is deemed not paying attention to the recovery of the victim's loss. This encourages the emergence of the idea of ​​restorative justice, one of which is penal mediation. Penal mediation is considered to have advantages including low cost, a process that is not convoluted, and requires a relatively short time. The research method used in this paper is juridical empirical, with research specifications using descriptive research. This study uses secondary data as well as primary data obtained through interviews and through literature which are then described systematically. The interview here is aimed at Advocates and Police as law enforcers who have handled this case and resolved by means of penal mediation, then literature on books, journals, regulations that discuss restorative justice. The sense of justice of the victim is not necessarily fulfilled if the settlement of the criminal case of defamation is carried out in accordance with the applicable criminal procedure law, sometimes the victim also wants to participate in an agreement with the perpetrator so that what the victim is looking for can be fulfilled. Advocates as one of the parties who play a role in realizing penal mediation can act as initiators and mediators so that an agreement or peace between the victim and the suspect is realized. Although restorative justice has not received a firm and specific legal basis, in practice this idea is carried out in the form of penal mediation even though it is only known at the discretionary level at law enforcers and only exists in law in concreto.
2594829302C1G016045ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE TOTAL OF TIME DEPOSITS IN COMMERCIAL BANKS IN INDONESIA PERIOD OF 2001-2018Deposito berjangka merupakan fasilitas simpanan yang disediakan oleh lembaga perbankan yang memiliki pangsa pasar yang lebih besar dibanding bentuk simpanan lain. deposito berjangka memiliki proporsi jumlah simpanan paling banyak dibandingkan dengan tabungan dan giro pada periode tahun 2001-2018. Keterbaharuan penelitian ini yaitu mengambil objek bank umum yang menggabungkan antara bank umum konvensional dengan bank umum syariah dalam satu penelitian dengan periode waktu terbaru mulai tahun 2001 sampai dengan 2018. Keterbaharuan lainnya adalah menggabungkan jangka waktu deposito menjadi satu waktu dari jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan keatas. Penelitian ini diharapkan dapat melengkapi penelitian-penelitian terdahulu sehingga dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan per kapita, tingkat bunga, dan inflasi secara parsial dan simultan terhadap jumlah deposito berjangka. Objek dalam penelitian ini adalah Bank Umum yang merupakan gabungan dari Bank Umum Syariah dan Bank Umum Konvensional di Indonesia dengan menggunakan data runtun waktu tahun 2001 sampai 2018.
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengolah data yang tersedia. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa secara parsial pendapatan perkapita memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap jumlah deposito berjangka. Artinya, semakin besar pendapatan seseorang maka akan meningkatkan jumlah dana deposito pada bank umum di Indonesia. Disamping itu, secara parsial suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah deposito berjangka. Secara parsial inflasi memiliki pengaruh positif dan tidak sinifikan terhadap jumlah deposito berjangka. Namun secara simulatan variabel pendapatan perkapita, tingkat bunga dan inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap deposito berjangka. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu periode waktu yang di ambil hanya 18 tahun yaitu dimulai dari tahun 2001 sampai dengan 2018 dikarenakan kesulitan untuk mendapatkan data ketika penelitian. Kemudian keterbatasan lainnya adalah menggabungkan jangka waktu deposito yaitu dari jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan keatas di karenakan perbedaan penerbit mulai dari tahun 2011 sampai 2018.
Time deposits are deposit facilities provided by banking institutions that have a greater market share than other forms of deposits. Time deposits have the highest proportion of deposits compared to savings and current accounts in the period 2001-2018. The renewal of research is to take the object of commercial banks that combine conventional commercial banks with Islamic commercial banks in one study with the most recent time period from 2001 to 2018. Another renewal is to combine time deposits into one time period of 1 month, 3 months, 6 months, and 12 months and more. This research is expected to complement previous studies so that it can be used as a reference for further research. The purpose of this study was to determine the effect of income per capita, interest rates and inflation partially and simultaneously on the total of time deposits. The object in this study is a Commercial Bank which is a combination of Sharia Commercial Banks and Conventional Commercial Banks in Indonesia using time series data from 2001 to 2018.
This study uses multiple linear regression analysis to process the available data. From the results of the study it can be concluded that partially income per capita has a positive and significant impact on the total of time deposits. That is, the greater a person's income will increase the total of deposit funds at commercial banks in Indonesia. In addition, the interest rate partially has a positive and significant effect on the total of time deposits. Partially, inflation has a positive and not significant effect on the a total of time deposits. But simultaneously variable income per capita, interest rates and inflation have a significant effect on time deposits. This study has a limitation that is the period of time taken is only 18 years, starting from 2001 to 2018 due to difficulties in getting data when researching. Then another limitation is combining the time period of deposit, namely from a period of 1 month, 3 months, 6 months, and 12 months and above due to differences in issuers from 2011 to 2018.
2594929303F1F016008
Strategi Soft Diplomacy AS dalam Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Kuba Pada Masa Pemerintahan Barack Obama 2014-2016
Penelitian berjudul “Strategi Soft Diplomacy AS dalam Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Kuba Pada Masa Pemerintahan Barack Obama 2014-2016” dideskripsikan dan dianalisis dengan dua pendekatan yakni teori idiosinkratik dan konsep sport diplomacy. Melalui dua pendekatan tersebut penelitian ini fokus terhadap normalisasi hubungan diplomatik antara AS dan Kuba dengan menggunakan soft diplomacy sebagai cara untuk memulihkan hubungan kedua negara dimana kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan persepsi dari Barack Obama mengenai Kuba. Bentuk diplomasi yang dilakukan AS dalam memulihkan hubungan dengan Kuba yaitu pengumuman normalisasi pada 17 Desember 2014 dengan meminta bantuan Paus Fransiskus sebagai mediator dan kunjungan bersejarah 3 hari Presiden Barack Obama ke Kuba dengan agendanya yaitu pertemuan dengan para pengusaha Kuba dan pertandingan baseballl di Estadio Latinoamericano dengan mempertemukan Tim Tampa Bay Rays melawan Tim Nasional Kuba. Selama proses normalisasi ini berjalan, diplomasi yang dilakukan AS memberikan efek positif seperti kerjasama perusahaan AS dengan Kuba, pemberian izin bagi pesawat dan kapal komersial asal AS untuk perjalanan sementara ke Kuba, dihapusnya Kuba dari daftar negara Sponsor terorisme, dan peningkatan di bidang teknologi.Research entitled "US Soft Diplomacy Strategy in Normalizing Diplomatic Relations with Cuba during the 2014-2016 Barack Obama Administration" is described and analyzed using two approaches, namely idiosyncratic theory and the concept of sport diplomacy. Through these two approaches, this research focuses on normalizing diplomatic relations between the US and Cuba by using soft diplomacy as a way to restore relations between the two countries where the policy is carried out based on the perception of Barack Obama about Cuba. The form of diplomacy carried out by the US in restoring relations with Cuba is the announcement of normalization on December 17, 2014 by asking Pope Francis as a mediator and President Barack Obama's historic 3-day visit to Cuba with the agenda, namely a meeting with Cuban businessmen and a baseball match at Estadio Latinoamericano with a meeting. The Tampa Bay Rays team against the Cuban National Team. During this normalization process, US diplomacy has had positive effects, such as cooperation between US companies and Cuba, granting permits for US aircraft and commercial ships for temporary trips to Cuba, removing Cuba from the list of sponsoring countries of terrorism, and improving technology.
2595029304D1A016256Suplementasi Minyak Safflower (Chartamus tinctorius L) dan Inositol terhadap Kadar Lemak dan Kolesterol Daging Ayam Sentul JantanTujuan dari penelitian ini yakni untuk mengkaji penggunaan dan efek pemberian minyak safflower dan inositol dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kadar lemak dan kolesterol daging ayam sentul jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 81 ekor ayam sentul kelabu jantan umur 8 minggu yang diperoleh dari Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas Jatiwangi, kemudian dipelihara selama 8 minggu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen secara in vivo, dengan rancangan percobaan Rancang Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang berpengruh nyata diuji lanjut dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis variansi menunjukan bahwa penggunaan minyak safflower (Carthamus tinctorius L) dan inositol berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kolesterol dan lemak daging ayam sentul jantan. Rataan kolesterol daging berkisar antara 140,46 mg/100g sampai 156,24 mg/100g sedangkan rataan lemak daging berkisar antara 3,21% - 4,60%.
Kata kunci: Ayam Sentul Jantan, Kolesterol Daging, Lemak daging, Minyak Safflower, dan Inositol.
This study aimed to inevstigate the effect of Safflower oil (Carthamus tinctorius L), Inositol and its combination supplementation into diet on cholesterol and meat fat of Sentul Chicken. The material was male santul chicken four weeks of age and totalled 81 chickens. It maintaned for eight weeks and slaughtered on 16 weeks of age. The experimental design was in vivo used a completely randomized design consisting of nine treatments and three replicates. Each treatment consisted of 3 chickens. The significant treatment analyzed using Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results of the analysis of variance showed that the use of safflower oil (Carthamus tinctorius L) and inositol had a very significant effect (P <0.01) on cholesterol and fat of male sentul chicken. The average meat cholesterol ranged from 140.46 mg / 100g to 156.24 mg / 100g, while the average meat fat ranged from 3.21% - 4.60%.

Key word: Sentul Chicken, Meat Cholesterol, Meat Fat, Safflower Oil, Inositol.
2595129305D1A016072Daya Tahan dan Waktu Reduktase Susu Sapi Perah yang Ditambahkan Tepung Terigu dengan Konsentrasi Berbeda Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan dan waktu reduktase susu sapi perah yang ditambahkan tepung terigu dengan konsentrasi berbeda. Susu yang digunakan pada penelitian diperoleh dari Experimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman pemerahan pagi hari dan memenuhi SNI susu segar 3141.1:2011 bebas dari pemalsuan susu. Susu dan alkohol 70% masing – masing sebanyak 3 ml (1:1) digunakan untuk mengetahui daya tahan susu sapi perah dengan melakukan uji alkohol. Susu sebanyak 10 ml dan methylene blue sebanyak 1 ml digunakan untuk mengetahui waktu reduktase susu sapi perah dengan melakukan uji reduktase. Dilakukan 4 perlakuan pada penelitian yaitu R0 sebagai kontrol, R1 penambahan tepung terigu dengan konsentrasi 3%, R2 penambahan tepung terigu dengan konsentrasi 6% dan R3 penambahan tepung terigu dengan konsentrasi 9%. Penelitian dilakukan dengan 6 kali ulangan. Hasil dari penelitian uji alkohol dan uji reduktase menunjukkan bahwa pemberian tepung terigu yang semakin tinggi pada susu sapi perah berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap daya tahan dan waktu reduktase. Susu sapi perah yang digunakan sebagai kontrol memenuhi SNI susu segar 3141.1:2011, saat dilakukan uji alkohol 70% (v/v) hasil yang diperoleh negatif. Uji lanjut menggunakan uji dunnett menunjukan bahwa perbedaan kontrol dengan perlakuan 1,2 dan 3 pada susu yang diuji alkohol berpengaruh sangat nyata (P>0,01). Perbedaan antara R1 dengan R0 yaitu 35,31%, R2 dengan R0 41,56% dan R3 dengan R0 sebesar 51%. Semakin tinggi konsentrasi tepung terigu yang ditambahkan pada susu sapi perah menyebabkan daya tahan susu semakin rendah. Data yang diperoleh pada pengujian reduktase susu sapi perah yang ditambahkan tepung terigu dengan persentase berbeda dilakukan uji lanjut dunnett hasil yang diperoleh yaitu perlakuan berpengaruh sangat nyata (P>0,01). Besarnya perbedaan antara R1 dengan R0 yaitu 11,36%, R2 dengan R0 24% dan R3 dengan R0 sebesar 33,34%. Semakin tinggi konsentrasi tepung terigu yang ditambahkan, semakin singkat waktu reduktase yang diperlukan.
Kata kunci: Daya tahan susu sapi perah, waktu reduktase susu sapi perah, pemalsuan susu, tepung terigu.
This aims of the research was to determine the durability and reduction time of dairy cows added with different concentrations of wheat flour. The milk used in the study was obtained from the Experimental Farm Animal Science Fakulty of Jenderal Soedirman University in the morning milking and fulfilling SNI 3141.1: 2011 free from counterfeiting milk. Milk and alcohol 70% as much as 3 ml (1: 1) is used to determine the durability of dairy cows by conducting alcohol tests and 10 ml of milk and 1 ml of methylene blue are used to determine the reductase time of dairy cows by conducting a reductase test. Four treatments were carried out in this research, R0 as a control, R1 addition of flour with a concentration of 3%, R2 adding flour with a concentration of 6% and R3 adding flour with a concentration of 9%. The study was conducted six times. The results of the alcohol test and reductase test showed that the higher the administration of wheat flour in dairy cows had a very significant effect (P> 0.01). Dairy cows milk which is used as a control meets SNI 3141.1: 2011, when an alcohol test of 70% (v / v) is obtained the results are negative. Further tests using the dunnett test showed that the difference in control with treatments 1,2 and 3 in milk tested for alcohol was very significant (P> 0.01). The difference between R1 and R0 is 35.31%, R2 with R0 41.56% and R3 with R0 of 51%. The higher the concentration of wheat flour added to dairy cow's milk causes the resistance of milk to be lower. Data obtained in the reductase testing of milk of dairy cows added with different percentages of flour was carried out further dunnett test results obtained that the treatment had a very significant effect (P> 0.01). The magnitude of the difference between R1 and R0 is 11.36%, R2 with R0 24% and R3 with R0 is 33.34%. The higher the concentration of flour added, the shorter the reductase time required.
Keywords: Durability of dairy milk, reduction time of dairy cows, falsification of milk, wheat flour, alcohol test
2595229308D1A016112PROTEIN DAN VISKOSITAS SUSU SAPI PERAH YANG DITAMBAHKAN
TEPUNG TERIGU DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA
Susu adalah bahan pangan yang apabila dikonsumsi memiliki banyak manfaat bagi tubuh karena komposisinya ideal dan mengandung zat gizi. Susu merupakan sumber protein yang bermanfaat bagi tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung terigu terhadap kualitas susu sapi segar. Variabel yang di teliti adalah protein susu sapi perah dan viskositas susu sapi perah dengan perlakuan penambahan tepung terigu konsentrasi 0%, 3%, 6% dan 9%. Susu yang di uji berasal dari experimental farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman yang di uji di Laboratorium Produksi Ternak Perah dan Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan untuk mengetahui jumlah protein susu adalah titrasi formol yaitu titrasi asam basa dengan membuat tiga larutan yaitu larutan standar, larutan sampel dan larutan blanko dengan titran yang digunakan adalah NaOH 0,1 N, dan bahan yang digunakan adalah phenolphthalein 1%, kalium oksalat jenuh, formaldehid dan aquades. Alat yang digunakan untuk mengukur viskositas susu adalah viscometer Brookfield menggunakan spindle nomer 1 dengan kecepatan 60 rpm karena susu merupakan larutan yang cair, semakin cair larutan maka nomor spindle yang digunakan semakin kecil. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 500 ml susu yang diambil pada pemerahan pagi hari untuk setiap ulangan. Penelitian dilaksanakan dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan sehingga menjadi 24 unit percobaan dan diuji secara duplo. Analisis yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan uji lanjut menggunakan uji Dunnet dan hasil yang diperoleh adalah perlakuan R1, R2, dan R3 berpengaruh sangat nyata (P>0,01). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung terigu meningkatkan Total Solid susu sehingga berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan kadar protein susu. Rata-rata kadar protein susu sapi adalah 3,39%, sedangkan kadar protein susu dengan penambahan tepung terigu 3% adalah 4,22%. Peningkatan kadar protein pada susu mengakibatkan meningkatnya nilai viskositas. Viskositas susu adalah 0,95 cP, sedangkan susu yang ditambahkan tepung sebanyak 3% viskositasnya meningkat menjadi 1,66 cP. Milk is a food ingredient that contains many benefits for the body because it is an ideal composition and contains nutrients. Milk is a source of protein that is beneficial for growth and body development.The aim of this research was to describe the effect of adding wheat flour on the quality of fresh cow's milk. Variables examined were milk protein and milk viscosity with concentrations of 0%, 3%, 6% and 9%. Milk tested from an experimental farm, the Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University which was tested in the Dairy Production Laboratory and the Animal Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The method used to determine the amount of milk protein is formol titration namely acid-base titration by making three solutions namely standard solution, sample solution and blank solution with titrant used is NaOH 0.1 N, and the material used is phenolphthalein 1%, potassium oxalate saturated, formaldehyde and aquades. The instrument used to measure the viscosity of milk is the Brookfield viscometer using spindle number 1 and the speed of 60 rpm because milk is a liquid solution, the more liquid the solution is, the smaller the number of spindles used. The sample used was 500 ml of milk taken in the morning milking each replication. The study was conducted as many as 4 treatments and 6 replications into 24 units of trials and duplicate tests. The analysis used was a completely randomized design (CRD) with further testing using the Dunnet test and the results obtained were the treatment R1, R2, and R3 had a very significant effect (P> 0.01). The results showed that the addition of wheat flour increased milk total Solid so that it had a very significant effect on increasing milk protein levels. The average level of cow's milk protein is 3.39%, while the level of milk protein with the addition of 3% wheat flour is 4.22%. Increased protein content in milk results in increased viscosity values. Viscosity of milk is 0.95 cP, while milk added with flour as much as 3% its viscosity increases to 1.66 cP.
2595329343B1A016003EKSPLORASI BAKTERI DIAZOTROF DARI RIZOSFER TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI BREBES, JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri diazotrof yang mampu menambat nitrogen dan menghasilkan hormon IAA dengan cara menyeleksinya dari rizosfer tanaman bawang merah di Brebes, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan selama 6 bulan (Januari-Juni 2020). Penelitian ini terdiri dari pengambilan sampel tanah perakaran bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, isolasi bakteri tanah pada medium Yeast Mannitol Agar+Congo red, Ashby, dan Caceres, uji produksi IAA metode Salkowski, uji kemampuan penambatan nitrogen metode Kjeldahl, dan identifikasi bakteri. Sebanyak sembilan isolat bakteri diazotrof yang mampu menghasilkan IAA telah berhasil diisolasi. Kesembilan isolat tersebut mampu menghasilkan IAA dengan konstentrasi antara 3,05-3,51 ppm, dengan isolat LAR3 sebagai penghasil IAA tertinggi. Hasil perhitungan kemampuan menambat nitrogen bebas dengan metode Kjeldahl dari 6 isolat terbaik penghasil IAA, mampu menghasilkan konsentrasi berkisar antara 3,15-88,55 ppm, dengan isolat LAR5 sebagai penghasil nitrogen tertinggi. Hasil identifikasi menunjukkan kesembilan isolat bakteri yang didapatkan termasuk dalam 3 kelompok bakteri yang berbeda, yaitu empat isolat termasuk spesies anggota genus Rhizobium (isolat LAR3,LAR5,LBR1,dan LCR3), tiga isolat adalah spesies anggota genus Azospirillum (isolat LAA4,LAA5, dan LCA1), dan dua isolat termasuk spesies anggota genus Azotobacter (isolat LBZ2 dan LBZ3).This study aims to explore the diazotroph bacteria that are able to produce nitrogen and produce the IAA hormone by selecting it from the rhizosphere of the shallots plant in Brebes, Central Java. The study was conducted for 6 months (January-June 2020). The research design used was a survey method. This research consisted of taking samples of shallot rooting soil in Brebes, Central Java, isolation of soil bacteria in Yeast Mannitol Agar, Ashby, and Caceres medium, IAA production test of nitrogen-fixing quantitative test using Kjeldahl analysis, and bacterial characterization. A total of nine diazotroph bacterial isolats capable of producing IAA were successfully isolated. The nine isolats were able to produce IAA with concentrations between 305-3.51 ppm, with LAR3 isolats as the highest IAA producer. The results of the calculation of total nitrogen levels by the Kjeldahl method of the 6 best isolats producing IAA, were able to produce concentrations ranging from 3.15 to 88.55 ppm, with LAR5 isolats as the highest nitrogen producer. Identification results showed that the nine bacterial isolats obtained were included in 3 different bacterial groups, four isolats including species belonging to the genus Rhizobium (isolats LAR3, LAR5, LBR1, and LCR3), three isolats including species belonging to the genus Azospirillum (isolats LAA4, LAA5, and LCA1), and two isolats including species belonging to the genus Azotobacter (isolats LBZ2 and LBZ2).
2595429321D1A015253Subtitusi Konsentrat Dengan Tepung Keong (Pila ampullacea) Dalam Pakan Ayam Niaga Petelur Terhadap Bobot Kuning Dan Putih TelurPenelitian berjudul ”Subtitusi Konsentrat dengan Tepung Keong (Pila ampullacea) dalam Pakan Ayam Niaga Petelur Terhadap Bobot Kuning dan Putih Telur". Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh substitusi konsentrat tepung keong sawah terhadap bobot kuning dan putih telur ayam niaga petelur. Materi yang digunakan yaitu ayam niaga petelur umur 5 bulan sebanyak 80 ekor yang dipelihara selama 40 hari. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen in vivo dan menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam niaga petelur. Perlakuan yang diuji adalah R0 = pakan basal tanpa subtitusi tepung keong (BS) (sebagai control), R1 = ransum basal dengan subtitusi tepung keong 5%, R2 = ransum basal dengan subtitusi tepung keong 10%, R3 = ransum basal dengan subtitusi tepung keong 15%. Peubah yang diamati yaitu bobot kuning dan putih telur ayam niaga petelur. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa subtitusi tepung keong dalam pekan ayam niaga petelur berpengaruh tidak nyata (P>0.05)terhadap bobot kuning dan putih telur ayam niaga petelur. Rataan bobot kuning telur yaitu R0 = 16,336±0,932; R1 = 15,566±1,623; R2 = 15,194±1,775; R3 = 14,942±0,749 dan bobot putih telur R0 = 39,218±3,40; R1 = 15,566±1,623; R2 = 15,194±1,775; R3 = 14,942±0,749. Hasil Anava menunjukan subtitusi tepung keong terhadap bobot kuning dan putih telur yang relatif sama.The research entitled "Concentrate Substitution with Conch Flour (Pila ampullacea) in the Feed of Laying Commercial Chickens Against Yellow and Egg White Weight." The aim of this study was to examine the effect of substitution of rice conch flour concentrate on the weight of egg yolk and white of commercial laying hens. The material used was chicken. 80 laying traders aged 5 months were kept for 40 days The research was carried out by using the in vivo experimental method and using a completely randomized design (CRD) analysis with four treatments and five replications, each replication consisting of 5 commercial laying hens. are R0 = basal feed without substitution of conch flour (BS) (as control), R1 = basal ration with 5% substitution of snail flour, R2 = basal ration with 10% substitution of conch flour, R3 = basal ration with 15% substitution of conch flour. The observed variables were egg yolk and white weight of laying commercial hens The results of the analysis of variance showed that the substitution of flour Snails in the week of laying commercial hens had no significant effect (P >0.05) on the weight of yolk and white eggs of laying commercial hens. The average weight of egg yolk was R0 = 16.336 ± 0.932; R1 = 15,566 ± 1,623; R2 = 15.194 ± 1.775; R3 = 14.942 ± 0.749 and egg white weight R0 = 39.218 ± 3.40; R1 = 15,566 ± 1,623; R2 = 15.194 ± 1.775; R3 = 14.942 ± 0.749. Anava results show that the substitution of conch flour produces on the weight of egg yolk and white was relatively the same.
2595529347A1D015198UJI KETAHANAN TANAMAN PADI TRANSGENIK (Oryza sativa L.), MEMBAWA OVEREKSPRESI GEN RF2a TERHADAP VIRUS TUNGROPenyakit tungro disebabkan oleh interaksi dua gen, Rice tungro bacilliform virus (RTBV) dan Rice tungro sphaerical virus (RTSV). Gejala pada tanaman akan muncul apabila tanaman memiliki kedua gen tersebut di dalam jaringan. RF2a merupakan gen yang berperan dalam pertumbuhan tanaman dan menjadi faktor transkripsi dari promotor RTBV pada tanaman yang terinfeksi. Overekspresi RF2a terbukti dapat menunjukkan ketahanan pada padi terhadap virus tungro (Dai et al., 2008). Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui ketahanan padi IR64 transgenik terhadap virus tungro isolat Purwakarta, 2) mengetahui keberadaan gen RF2a hasil overekspresi di dalam genom tanaman, dan 3) mengetahui keberadaan RTBV pada tanaman. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus 2019 sampai Februari 2020. Ketahanan dari padi IR64 transgenik didapat dari uji bioasai dengan menginfeksi tanaman sampel dengan virus tungro isolat Purwakarta, keberadaan gen hpt yang dilakukan untuk memastikan tanaman transgenik mengandung plasmid hasil transformasi, diuji dengan penetesan antibiotik higromisin 25 mg/l, dan uji PCR terhadap DNA tanaman untuk memastikan tanaman mengandung RTBV. Hasil penelitian menunjukkan beberapa galur tanaman transgenik memiliki reaksi ketahanan moderat/agak tahan terhadap virus tungro isolat Purwakarta. Tanaman transgenik memiliki ketahanan yang lebih baik dari pada padi IR64 konvensional, apabila dilihat dari pertumbuhan tanaman dan gejala tungro pada tanaman. Reaksi ketahanan pada tanaman transgenik dikarenakan oleh reaksi overekspresi gen RF2a terhadap virus tungro. Hasil ini membuktikan bahwa overekspresi terhadap gen RF2a selain berperan dalam mempertahankan pertumbuhan tanaman, juga berperan dalam mengendalikan ekspresi dari RTBV pada tanaman yang terserang.
Tungro disease is caused by the interaction of two genes, Rice tungro bacilliform virus (RTBV) and Rice tungro sphaerical virus (RTSV). Plant symptoms will appear if plants have both of these genes in the tissue. RF2a is a gene that plays a role in plant growth and is a transcription factor of RTBV promoters in infected plants. RF2a overexpression has been shown to show resistance to rice against the tungro virus (Dai et al., 2008). This study aims to 1) determine the resistance of transgenic IR64 rice to the Purwakarta isolate tungro virus, 2) determine the presence of the RF2a gene overexpressed in the plant genome, 3) determine the presence of RTBV in plants. The study was conducted from August 2019 to February 2020. Resistance from transgenic IR64 rice was obtained from bioassay tests by infecting sample plants with the Purwakarta isolate tungro virus, the presence of hpt genes that were carried out to ensure transgenic plants containing transformed plasmid were tested by dosing the hygromycin antibiotic 25 mg / l, and PCR testing of plant DNA to ensure plants contain RTBV. The results showed that some of the transgenic plant lines had a moderately resistant reaction to the Purwakarta tungro virus isolate. Transgenic plants have better resistance than conventional IR64 rice rice according to the observation of plant growth and tungro symptoms in plants. The resistance reaction in transgenic plants is caused by the overexpression reaction of the RF2a gene against the tungro virus. This result showed that the RF2a gene overexpression treatment not only has an important role in plant development but also has a role in controlling the expression of RTBV in infected plants.
2595629356F1F015028STRATEGI DIPLOMASI PUBLIK KOREA SELATAN PADA MASA KEPEMIMPINAN MOON JAE-IN DALAM MEWUJUDKAN REUNIFIKASI DI SEMENANJUNG KOREA TAHUN 2017-2019Beberapa usaha untuk meredakan ketegangan semenjak pecahnya Perang Korea di Semenanjung Korea dilakukan, salah satunya adalah dengan cara membuat kerangka solusi damai antar-Korea sebagai perwujudan reunifikasi. Namun kerangka solusi damai ini hanya akan menjadi suatu hal yang konfrontatif tanpa adanya dialog dan negosiasi secara damai. Program-program perwujudan reunifikasi dilakukan demi meredakan ketegangan dan memperbaiki hubungan di Semenanjung Korea. Di era globalisasi ini, diplomasi publik dipercaya menjadi sebuah solusi bagi Korea Selatan untuk memberikan pendekatan terhadap Korea Utara. Diplomasi publik diidentifikasikan menjadi 3 dimensi, yaitu manajemen pemberitaan, komunikasi strategis, dan pembangunan hubungan jangka panjang. Inisiatif Moon Jae-in selaku presiden yang baru menjabat pada tahun 2017, akan sikap Korea Selatan terhadap Korea Utara, terlihat dari pidatonya di Berlin, dan dengan bantuan media di era globalisasi, pemberitaan akan pidato ini mendorong Korea Utara untuk memberikan tanggapan. Pidato ini kemudian ditindaklanjuti melalui serangkaian kegiatan perwujudan kedamaian di tahun 2018 yang dilakukan oleh kedua pihak. Namun ketiadaan strategi pembangunan hubungan jangka panjang membuat hubungan keduanya kembali merenggang di tahun 2019. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan mengambil sumber sekunder dari media cetak, siaran berita, buku, dan jurnal mengenai kegiatan-kegiatan diplomasi publik untuk kemudian direduksi dan disajikan sebagai strategi diplomasi publik.Several attempts of reunification program in order to ease tensions and to improve relations since the outbreak of the Korean War on the Korean Peninsula were carried out, one of them was to create a framework for a peaceful inter-Korean solution as a manifestation of reunification. However, this framework will only be confrontational without dialogue and peaceful negotiations. In this era of globalization, public diplomacy is believed to be a solution for South Korea in approaching North Korea. Public diplomacy is identified into 3 dimensions, namely news management, strategic communication, and relationship building. Moon Jae-in's initiative as the new president in 2017 on South Korea's attitude towards North Korea was spoken with his speech in Berlin, and with the help of the media in the era of globalization, the news management strategy of the speech prompted North Korea to respond. This speech was then followed up through a series of activities to manifest peace in 2018 carried out by both parties. However, the absence of a relationship building strategy has made the relationship between the two strained again in 2019. This research requires qualitative methods and collecting secondary data to examine a new alternative perspective based on public diplomacy strategy's concept.
2595729311D1A016038KADAR GLUKOSA DARAH DAN pH RUMEN KAMBING MELALUI SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN MINERAL KROMIUM ORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung bawang putih (Allium sativum) dan mineral kromium organik terhadap parameter yang diukur yaitu kadar glukosa darah dan pH rumen pada kambing. Lokasi penelitian di Peternakan Gunung Tugel Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Konsentrat menggunakan beberapa bahan seperti Pollard, bungkil kedelai, Corn Glutten Feed (CGF), Bungkil Kelapa, Kleci, Menir, Garam, suplemen pakan, dan Lisin. Pakan yang diberikan memiliki perbandingan 60% konsentrat (PK 14.36% dan TDN 66, 32%) dan hijauan 40% tanpa menggunakan suplemen (R0). R0 ditambah 250 ppm tepung bawang putih adalah R1 dan R1 ditambah 1,5 ppm mineral kromium organik adalah R2. Bahan yang digunakan sebanyak 18 ekor kambing dengan umur ± 8 bulan. Peralatan yang digunakan meliputi seperangkat alat perawatan saat pengambilan sampel peralatan yang digunakan yaitu pompa vakum, selang, spuit 2 ml, tabung EDTA. Alat yang digunakan untuk mengukur pH rumen adalah tabung dan pH meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh suplementasi tambahan terhadap glukosa darah dan pH rumen kambing. Perlakuan R1 menunjukkan kecenderungan peningkatan kadar glukosa darah dibandingkan perlakuan lainnya, namun tidak terdapat perbedaan pH rumen. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penggunaan tepung bawang putih (Allium sativum) dan mineral kromium organik aman digunakan sebagai suplemen karena tidak menyebabkan perubahan pH.This study aimed to determine the effect of garlic flour (Allium sativum) and organic chromium minerals on the measured parameters, namely plasma glucose levels and rumen pH in goats. The research location was in Gunung Tugel Farm, Patikraja District, Banyumas Regency. The method used was a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replicate. Concentrate used some ingredients such as pollard, soybean meal, corn gluten feed (CGF), coconut meal, Soyabean Husk, groats, salt, feed supplements, and lysine. The feed given had a ratio of 60% concentrate (CP 14.36% and TDN 66, 32%) and 40% forage without using supplements (R0). R0 plus 250 ppm garlic flour was R1 and R1 plus 1,5 ppm organic chromium minerals was R2. The material used was 18 goats with an age of ± 8 months. The equipment used includes a set of the equipment used, namely a vacuum pump, hose, 2 ml syringe, EDTA tube. The equipment used to measure the pH of the rumen was a tube and a pH meter. The results showed that there was no effect of additional supplementation on plasma glucose and rumen pH of goats. Treatment R1 showed a tendency to increase plasma glucose levels compared to other treatments, but there was no difference in rumen pH. The conclusion that can be drawn is that the use of garlic flour (Allium sativum) and organic chromium mineral is safe as a supplement because it does not cause pH changes.
2595829294C1I016030ANALYSIS MOTIVATION, TAXPAYER PERCEPTION AND TAXATION REGULATIONS UNDERSTANDING TOWARD COMPLIANCE OF MSMEs TAXPAYER Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, persepsi wajib pajak dan pemahaman peraturan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu wajib pajak individu UMKM dan penghasilan kotor tidak lebih dari 4,8 miliar dalam satu tahun. Sampel penelitian yang diperoleh berjumlah 100 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda. Rumusan masalah dalam penelitian ini, adalah "Apakah Motivasi, Persepsi Wajib Pajak, dan Pemahaman Peraturan Perpajakan mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak UMKM di Kabupaten Banyumas?". Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman motivasi dan peraturan perpajakan berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kabupaten Banyumas, tetapi persepsi wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kabupaten Banyumas.This study aims to determine the effect of motivation, taxpayer perception and taxation regulations understanding toward compliance of MSMEs taxpayer in Banyumas Regency. The sampling technique used was purposive sampling with sample criteria that are individual MSMEs taxpayers and gross income of not more than 4.8 billion in one year. The research sample obtained amounted to 100 respondents. Data collection method is done through questionnaires and data analysis used is Multiple Regression Analysis. The formulation of the problem in this study, is "Does Motivation, Taxpayer Perception, and Taxation Regulations Understanding affect MSMEs Taxpayer Compliance in Banyumas Regency?”.The results of this study indicate that motivation and taxations regulations understanding have a significant positive effect on MSMEs taxpayer compliance in Banyumas Regency, but taxpayer perception have no significant effect on MSMEs taxpayer compliance in Banyumas Regency.
2595929229D1A016057KADAR PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR JERAMI PADI VARIETAS PANDANWANGI HASIL PEMUPUKAN ORGANIK DAN ANORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan organik dan anorganik terhadap kadar protein kasar (PK) dan kadar serat kasar (SK) jerami padi varietas Pandanwangi. Penelitian menggunakan metode ekperimental. Variabel yang diukur adalah serat kasar dan protein kasar. Penelitian ini menggunakan dua lahan sawah yang terletak di Desa Datar Kecamatan Sumbang, Banyumas. lahan A menggunakan pupuk anorganik jenis urea dan phonska dan lahan O menggunakan pupuk organik dari kotoran sapi. Kedua lahan tersebut ditanam padi varietas Pandanwangi. Sampel yang digunakan sebanyak 20 titik pada masing-masing lahan dengan pengambilan secara acak sehingga seluruh bagian bidang terwakilkan. Kemudian sampel dikeringkan pada suhu 60°C. Uji T menunjukan bahwa kadar PK jerami pada pemupukan organik lebih tinggi (P<0,05) akan tetapi SK organik lebih rendah (P<0,05) dibandingkan dengan jerami padi Pandanwangi hasil pemupukan anorganik. Pemupukan secara organik dapat memperbaiki kualitas jerami padi varietas Pandanwangi yang dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansiaThe aim of of this research to determine the effect of organic and inorganic fertilization on crude protein (PK) and crude fiber (SK) levels of Pandanwangi rice straw. This research uses experimental methods. The variables measured were crude fiber and crude protein. This study used two rice fields located in the village of Datar, District of Sumbang, Banyumas. Land A used urea and phonska inorganic fertilizers and land O used organic fertilizer from cow dung. Both of these lands are planted with Pandanwangi rice varieties. The sample used is 20 points on each land with random sampling so that all parts of the field are represented. Then the sample is dried at 60°C. The T test showed that PK straw content in organic fertilization was higher (P <0.05) but organic SK was lower (P <0.05) compared to Pandanwangi rice straw resulting from inorganic fertilization. Organic fertilization can improve the quality of the Pandanwangi variety straw which can be used as feed for ruminants.
2596029309E1A113103PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG PATEN TERDAFTAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PATEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NIAGA JAKARTA PUSAT NOMOR 61/PDT.SUS-PATEN/2018Perlindungan adalah tempat berlindung atau merupakan perbuatan (hal) melindungi, misalnya memberi perlindungan kepada orang yang lemah. Perlindungan hukum dalam kaitanya dengan paten adalah upaya untuk melindungi kepentingan atau hak suatu pihak yang tidak bertentangan dengan kepentingan umum dan perundang-undangan yang berlaku. Paten merupakan alat bisnis yang kuat bagi perusahaan untuk memperoleh hak ekslusif atas produk atau proses yang baru, membentuk posisi dalam pasar dengan kuat dan menghasilkan pendapatan tambahan melalui lisensi. Pelanggaran-pelanggaran terhadap hak paten sering kita jumpai, diantaranya adalah memproduksi dan menjual suatu produk yang telah dipatenkan. Contoh kasus sengketa paten adalah kasus PT.LINTAS PROMOSI GLOBAL melawan PT.KARYA INDONESIA GLOBAL. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deksriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data yakni berdasarkan studi kepustakaan berupa inventarisasi peraturan perundang-undangan, literatur, dan putusan pengadilan yang disajikan dalam bentuk uraian sistematis dengan metode analisis-kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa perlindungan hukum pemegang paten terdaftar dalam putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat perkara Nomor: 61/Pdt.Sus-Paten/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst, Majelis Hakim menolak gugatan penggugat karena terdapat inventor lain pada paten yang dipersengketakan, sesuai Pasal 10 Ayat (2) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten, yaitu invensi yang dihasilkan oleh beberapa orang secara bersama-sama, hak atas invensi tersebut dimiliki secara bersama-sama.Protection is a place of refuge or is an act (thing) to protect, for example providing protection to the weak. Legal protection in relation to patents is an effort to protect the interests or rights of a party that are not against the public interest and the prevailing laws and regulations. Patents are a powerful business tool for companies to acquire exclusive rights to new products or processes, establish a strong market position and generate additional revenue through licensing. We often encounter patent infringements, including producing and selling a product that has been patented. An example of a patent dispute case is the case of PT. LINTAS PROMOSI GLOBAL against PT. KARYA INDONESIA GLOBAL. This study uses a normative juridical method with descriptive research specifications. The data used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection method is based on a literature study in the form of an inventory of statutory regulations, literature, and court decisions which are presented in the form of systematic descriptions using qualitative-analysis methods. The results showed that the legal protection of patent holders was registered in the decision of the Central Jakarta Commercial Court case Number: 61/Pdt.Sus-Paten/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst, the Panel of Judges rejected the plaintiff's claim because there were other inventors in the disputed patent, in accordance with Article 10 Paragraph (2) of Law Number 13 Year 2016 concerning Patents, namely inventions which are jointly produced by several people, the right to the invention is owned collectively.