Artikelilmiahs
Menampilkan 25.981-26.000 dari 50.255 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25981 | 29329 | F1C015005 | Strategi Komunikasi City Branding Pemerintah Kabupaten Pemalang Melalui Tagline Pemalang Pusere Jawa | Kabupaten Pemalang termasuk dalam Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan di Kabupaten Pemalang terus digalakkan di berbagai sektor yaitu SDA, Pertanian, dan Pariwisata dan Kebudayaan. Keunggulan Kabupaten Pemalang dan perkebunan serta pariwisata, membuat Kabupaten Pemalang harus meningkatkan industri perkebun sebagai identitas utama dan daya tarik wisatawan dengan perkebunanan nanas madu yang khas sebagai jati diri daerah. Mengenalkan potensi SDA, perkebumnan dan pariwisata yang berkembang di Pemalang juga merupakan cara city branding Pemalang sebagai kota yang menonjolkan potensinya di kancah nasional. Maka dicetus Tagline “Pusere Jawa”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi pustaka. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi komunikasi city branding pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Tagline “Pemalang Pusere Jawa”. Hasil penelitian ini adalah bahwa strategi komunikasi city branding pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Tagline “Pemalang Pusere Jawa” yaitu melalui 3 tahap diantaranya: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan dimulai dari visi misi dan penyusunan program oleh tim city branding. Pelaksanaan diantaranya memfokuskan pada mengenalkan Pemalang sebagai kota yang kental dengan industri perkebunan dan pariwisata dalam mendatangkan wisatawan dengan peningkatan infrastruktur, pembangunan fisik, dan penerapan melalui media-media. Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa city branding yang telah dilakukan oleh tim secara bertahap dengan memfokuskan dalam peningkatan infrastruktur untuk menunjang city branding. Namun, dianggap masih kurang dengan pemanfaatan media dan sosialisasi kepada SKPD terkait yang masih belum terkoordinir dengan baik. | Pemalang Regency is included in Central Java Province. Development in Pemalang Regency continues to be promoted in various sectors, namely SDA, Agriculture, and Tourism and Culture. The superiority of Pemalang Regency and plantation as well as tourism, making Pemalang Regency must improve the gardening industry as the main identity and attractiveness of tourists with a unique honey pineapple plantation as a regional identity. Introducing the potential of natural resources, library and tourism that develops in Pemalang is also a way of Pemalang city branding as a city that highlights its potential in the national arena. Then the tagline "Pusere Jawa" was created. This research uses descriptive qualitative research methods with Data collection techniques are done by interview, observation, and study references. The purpose of this study is to describe the city branding communication strategy of Pemalang Regency Government through the tagline "Pemalang Pusere Jawa". The results of this study are that the communication strategy of the city government of Pemalang Regency through the tagline "Pemalag Pusere Jawa" that is through 3 stages including: planning, implementation and evaluation. Planning starts from the vision and mission and the preparation of the program by the city branding team. The implementation of which focuses on introducing Pemalang as a city that is thick with the plantation and tourism industries in bringing tourists by improving infrastructure, physical development, and application through the media. In this study also found that city branding has been carried out by the team in stages by focusing on improving infrastructure to support city branding. However, it is still considered lacking with the use of media and outreach to related SKPDs which are still not well coordinated. | |
| 25982 | 29372 | H1F013077 | GEOLOGI DAN STUDI BIOSTRATIGRAFI FORMASI PUCANGAN DAERAH KRIKILAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN, PROVINSI JAWA TENGAH | Geologi dan Studi Biostratigrafi Formasi Pucangan Daerah Krikilan dan Sekitarnya, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah Oleh : Bayu Adhi Nugroho Daerah penelitian berada pada desa Krikilan dan sekitarnya Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Maksud dan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan umur relatif, lingkungan pengendapan dan korelasi antar satuan batuan. Satuan formasi pada daerah penelitian mencakup empat formasi yaitu Formasi Pucangan (Qpp), Formasi Kabuh (Qpk), Formasi Notopuro (Qpn), dan Alluvium (Qa). Dalam penelitian ini penulis melakukan beberapa analisis antara lain analisis petrography dan analisis biostratigrafi yang meliputi analisis palinologi, dan analisis mikropaleontologi, hasil dari kedua metode analisis biostratigrafi akan mendapatkan hasil berupa informasi biostratigrafi pada lokasi penelitian. Metode yang di gunakan penulis adalah metode Lintasan Geologi untuk mendapatkan ketebalan pada daerah studi khusus serta untuk menentukan zonasi umur dan lingkungan pengendapan menggunakan analisis palinologi dan anailisis foraminifera. Pada lokasi penelitian terbagi menjadi 3 satuan geomorfologi, Satuan Lembah Antiklin Krikilan, Satuan Perbukitan Homoklin Jetiskarangpung, dan Satuan Dataran Teras Sungai Cemoro. Pada lokasi penelitian terbagi menjadi lima satuan, Satuan Batulempung hitam, Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, Satuan Konglomerat, dan Satuan Alluvial. Pada lokasi penelitian terdapat struktur geologi yang berkembang berupa lipatan dengan jenis antiklin. Pada sekitar formasi Pucangan berkembang lingkungan yang terdiri dari mangrove hingga rawa, sabana, dan pegunungan. Formasi Pucangan terendapkan pada kala early Pleistocene dengan lingkungan pengendapan laut dangkal hingga rawa, Formasi Pucangan bawah memiliki ciri litologi Batulempung hitam yang banyak terdapat fosil cangkang moluska laut dan banyak terdapat dyno flagellate, foram test lining yang mencirikan lokasi pengendapan, setelah itu terendapkan batulempung dengan banyak polen acrostichum, zonocostites ramonae, padanidites yang menandakan bahwa lingkungannya berupa mangrove hingga rawa, berdasarkan hasil determinasi fosil pada kala ini memiliki umur middle Pleistocene pada umur ini juga terdapat lingkungan berupa sabana dengan ciri terdapat polen dengan jenis monoporites annulatus yang melimpah, pada kala last Pleistocene lalu terdapat lingkungan berupa pegunungan pada lingkungan ini di cirikan dengan banyak nya polen dengan jenis casuarina,dan laqiapolis sebagai penanda lingkungan. Paleobatimetri formasi Pucangan mendapatkan hasil dengan lingkungan Neritic berupa inner self atau laut dangkal yang berdekatan dengan zona transisi. Selama proses pembentukan formasi formasi di sangiran banyak faktor lain yang mengakibatkan bentukan muka bumi sangiran pada saat ini, seperti pada saat pemebntukan formasi pucangan di kala early Pleistocene regresi yang mengakibatkan pendangkalan laut hal ini karena suplay sedimen lebih tinggi daripada tempat akomodasi pada kala Pliocene ¬– Pleistocene terjadi kenaikan aktivitas vulkanik dari gunung lawu purba, pada kala mid Pleistocene terendapkan formasi Kabuh dengan ciri litologi batupasir dan dengan lingkungan laut dangkal berubah menjadi rawa dan perluasan sabana pada lapisan ini banyak di temukan fosil hewan dan fosil manusia purba, lalu late Pleistocene terendapkan formasi Notopuro dengan ciri litologi konglomerat pada lapisan ini dapat sebagai kunci aktivitas vulkanik di sangiran meningkat drastis, lalu pada kala Holocene terjadi pengikisan di teras teras sungai dan terendapakan endapan aluviall di kelokan – kelokan sungai proses ini masih terjadi hingga saat ini. | Geology and Biostratigraphy Study of Pucangan Formation Krikilan and the surrounding region, Kalijambe District, Sragen Regency, Central Java Province By : Bayu Adhi Nugroho Study area is at Krikilan and the surrounding region, Kalijambe district, Sragen Regency, Central Java. The goal and aim of this study is to obtain the relative age, deposition environment and correlation of rock units. Formation units at te study location consists of four formations which are Pucangan Formation (Qpp), Kabuh Formation (Qpk), Notopuro Formation (Qpn), and Alluvium (Qa). In this study the author used several other analysis which are petrography analysis and biostratigraphy analysis which consists of palinology and micropaleontology analysis, the result of both analysis would be made into biostratigraphy information of the study area. Method that is used by the author is Geology Track to get the depth of the study area as well as to determine the age zonation and deposition environment using palinology and foraminifera analysis. The study area consists of 3 geomorphology units which are Krikilan Anticline Valley Unit, Jetiskarangpung Homocline Hills Unit and Cemoro Terrace River Plain Unit. Study area consists of five units which are Black Clay Unit, Clay Unit, Sandstone Unit, Conglomerate Unit and Alluvial Unit. At the study area there geology structure in the form of fold which is anticline. Around the Pucangan formation develop an environment which consists of mangrove until swamp, savanna and mountains. Pucangan Formation is deposited at early Pleistocene with neritic until swamp deposition. Pucangan Formation has a black clay lithology that has many sea mollusc shell fossils and dyno flagellate, foram test lining which distinguishes its deposition environment, after that clay is deposited with lots of pollen in the form of acrostichum, zonocostites ramonae, padanidites that shows the deposition environment is mangrove until swamp, based on fossil determination it’s age is in the middle Pleistocene. In this age there is also an environment of savanna with the many pollen determination of monoporites annulatus. At last pleistocene there is an environment of mountain, determined by many pollens of casuarina and laqiapolis as environmental marker. Paleobathymetry of Pucangan Formation results with Neritic environment which is inner shelf or seashore that is close with transition zone. The development process of formations in Sangiran has lots of other factors that caused the morphology of Sangiran until today, such as at the development of Pucangan Formation at Early Pleistocene there is regression which caused reduced sea level because the sediment supply is higher than the accomodation at Pliocene ¬– Pleistocene there occurs a rise in volcanic activity from Ancient Lawu Mountain, at mid Pleistocene the Kabuh Formation is deposited with sandstone lithology and the seashore environment changes into swamp and savanna plains in this layer there are lots of animal and ancient human fossils, then at late Pleistocene Notopuro Formation is deposited with conglomerate lithology at this layer it the key of volcanic activity in Sangiran that rise drastically, then at Holocene there is erosion of river terraces and made alluvial deposition at the river edges, that happens until today. | |
| 25983 | 29331 | F1C016080 | Diskriminasi Perempuan dalam Komik Digital Webtoon The Secret of Angel | Perkembangan teknologi saat ini memunculkan bentuk baru dari sebuah media yang mempunyai kecepatan dan kemudahan akses dalam menyebarkan informasinya. Salah satu sektor yang menjadi bagian dari digitalisasi yaitu produksi komik yang beradaptasi dari komik kertas menjadi komik digital. Terdapat banyak website yang menyediakan layanan membaca dan publikasi komik digital seperti Archie Comics, Astonishing Comic Reader, Challenger Comics Viewer, Ciayo Comics, Comic Rock Free, Comica, Daum, Manga Toon Naver, namun website yang banyak diminati saat ini adalah webtoons.com serta sudah mengalami kemajuan yaitu ada aplikasinya di IOS maupun Android. Salah satu webtoon karya komikus Korea Selatan yang diadaptasi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu The Secret of Angel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskriminasi terhadap perempuan dalam komik digital Webtoon The Secret of Angel. Penelitian ini menggunakan dua tipe penelitian yaitu penelitian kuantitatif menggunakan analisis isi dan penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi karena sumber data merupakan non manusia. Hasil penelitian menemukan bahwa komik digital Webtoon The Secret of Angel secara data kuantitatif tidak mendapatkan diskriminasi yang banyak jika dibandingkan dengan jumlah diskriminasi yang diperoleh laki-laki, namun menurut hasil data kualitatif didapatkan banyak diskriminasi yang didapatkan oleh perempuan. | Today's technological developments have led to new forms of media that have speed and easy access in disseminating information. One of the sectors that is part of digitization is the production of comics that are adapted from paper comics to digital comics. There are many websites that provide digital comic reading and publication services such as Archie Comics, Astonishing Comic Reader, Challenger Comics Viewer, Ciayo Comics, Comic Rock Free, Comica, Daum, Manga Toon Naver, but the most popular website today is webtoons.com which has been developed with availability of applications for iOS and Android. One webtoon by South Korean comic artists adapted and translated into Indonesian is The Secret of Angel. This study aims to determine discrimination against women in digital comics Webtoon The Secret of Angel. This study uses two types of research, namely quantitative research using content analysis and qualitative research with a semiotic approach. The data collection technique used is documentation because the data source is not human. The results of the study found that the digital comic Webtoon The Secret of Angel in quantitative data did not get much discrimination when compared to the amount of discrimination experienced by men, but according to the results of qualitative data, there was a lot of discrimination that was obtained by women. | |
| 25984 | 29332 | E1A116034 | PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN PASAR TANAH ABANG PROVINSI DKI JAKARTA BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG KETERTIBAN UMUM | ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pertumbuhan Pedagang Kaki Lima di DKI Jakarta yang banyak menimbulkan permasalahan bagi lingkungan sekitar khususnya di Tanah Abang yang merupakan pasar tekstil terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Namun, banyaknya keberadaan Pedagang Kaki Lima yang berjualan di fasilitas umum seperti trotoar sehingga sangat diperlukan penegakan hukum agar terciptanya keindahan dan ketertiban kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penegakan hukum serta faktor yang menjadi kendala dalam upaya penegakan hukum berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Penelitian ini termasuk penelitian normatif. Pengumpulan data yang digunakan penulis adalah studi lapangan dengan melakukan wawancara bersama Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat. Hasil penelitian ini menunjukan cara penegakan hukum pedagang kaki lima dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat sebagai instansi yang berwenang melakukan penertiban sesuai dengan prosedur dari Pemerintah Daerah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Penegakan Hukum dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban umum dan memperimbangkan Hak Pedagang Kaki Lima. Faktor yang mempengaruhi penegakan hukum terbagi menjadi dua, yaitu faktor pendukung dan faktor pengambat. Dalam penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima faktor penghambat sangat mempengaruhi terciptanya Penegakan Hukum terhadap Pedagang Kaki Lima. Kata Kunci: penegakan hukum, pedagang kaki lima dan ketertiban umum. | ABSTRACT This research was motivated by the increasing growth of street vendors in DKI Jakarta, which caused many problems for the surrounding environment, especially in Tanah Abang which is the largest textile market in Indonesia and even in Southeast Asia. However, there are many street vendors selling in public facilities such as sidewalks, so law enforcement is needed to create beauty and urban order. This study aims to determine law enforcement efforts and the factors that become obstacles in law enforcement efforts based on Regional Regulation Number 8 of 2007 concerning Public Order. This research is a normative research. The data collection used by the author is a field study by conducting interviews with the Central Jakarta Civil Service Police Unit. The results of this study show how to enforce the street vendor law in DKI Jakarta Regional Regulation Number 8 of 2007 concerning Public Order carried out by the Central Jakarta Civil Service Police Unit as the agency that has the authority to enforce control in accordance with the procedures of the Regional Government. Based on the research results, it is concluded that law enforcement is carried out in accordance with Regional Regulation No. 8 of 2007 concerning public order and taking into account the rights of street vendors. Factors affecting law enforcement are divided into two, namely supporting factors and inhibiting factors. In law enforcement against street vendors, the inhibiting factor greatly affects the creation of law enforcement against street vendors. Keywords: law enforcement, street vendors and public order. | |
| 25985 | 29333 | J1D016023 | Register Jual Beli Pakan Ternak di Pasar Induk Wonosobo sebagai Referensi Pembelajaran Teks Negosiasi Bahasa Indonesia | Penelitian ini berjudul “Register Jual Beli Pakan Ternak di Pasar Induk Wonosobo sebagai Referensi Pembelajaran Teks Negosiasi Bahasa Indonesia”. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan fungsi register yang ada pada kegiatan jual beli pakan ternak di Pasar Induk Wonosobo, serta penggunaannya sebagai referensi pembelajaran teks negosiasi Bahasa Indonesia”. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah tuturan yang muncul pada kegiatan jual beli pakan ternak di Pasar Induk Wonosobo dan mengandung register Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 28 register yang digunakan pada kegiatan jual beli pakan ternak di Pasar Induk Wonosobo. Register tersebut berbentuk kata, frasa, singkatan dan akronim. Terdapat register bentuk kata dasar berjumlah 12 kata, register bentuk kata berimbuhan berjumlah 5 kata, register bentuk kata majemuk berjumlah 3 kata, register bentuk kata ulang berjumlah 1 kata, register bentuk frasa berjumlah 1, register bentuk singkatan berjumlah 5, dan register bentuk akronim berjumlah 1. Masing-masing register tersebut memiliki makna yang khas dan hanya dikenal pada kegiatan jual beli pakan ternak saja. Data yang diperoleh dapat digunakan dalam pembelajaran teks negosiasi di kelas X Sekolah Menengah Atas pada KD. 3.10 yaitu mengevaluasi pengajuan, penawaran dan persetujuan dalam teks negosiasi lisan maupun tulis. | This research is entitled "Register for Sale and Purchase of Animal Feed at the Wonosobo Main Market as a Reference for Learning Indonesian Negotiation Texts". This research describes the form and function of registers that exist in the sale and purchase of animal feed at the Wonosobo Main Market, and its use as a reference for learning Indonesian negotiating text ”. This research is a descriptive qualitative research. The data in this study are utterances that appear in the sale and purchase of animal feed in the Wonosobo Central Market and contain registers. The registers are in the form of words, phrases, abbreviations and acronyms. There is a register of basic word forms totaling 12 words, registers of affixed word forms totaling 5 words, registers of compound form words totaling 3 words, registers for rephrase forms totaling 1 word, registering for phrases totaling 1, registering for abbreviations totaling 5, and registering for acronym forms totaling 1. Each of these registers has a unique meaning and is known only in the sale and purchase of animal feed. The data obtained can be used in learning negotiation text in class X Senior High School in KD. 3.10 namely evaluating submissions, offers and agreements in oral and written negotiation texts. | |
| 25986 | 29334 | E1A016106 | PENJATUHAN PIDANA POKOK & TAMBAHAN TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (Studi terhadap Putusan Nomor : 06-K/PM II-11/AD/I/2019) | Narkotika adalah suatu zat yang penggunaannya harus berdasarkan pada dosis yang sesuai serta harus dengan rekomendasi dari ahli medis atau dalam hal ini dokter. Namun di zaman sekarang ini, narkotika penggunaannya banyak disalah gunakan. Dalam penelitian ini, penyalahgunaan narkotika dilakukan oleh Diyar Endra Brahmanti yang mana ia adalah seorang anggota TNI aktif. Karena perbuatannya, Terdakwa dituntut 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan oleh Oditur Militer di Pengadilan Militer Yogyakarta. Dakwaan dari Oditur Militer pada Terdakwa yaitu berdasarkan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai penjatuhan pidana pokok dan tambahan bagi anggota militer khususnya dalam kasus ini dan menganalisis tentang putusan hakim dalam mengadili perkara pada putusan sesuai dengan teori yang bersangkutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Militer Yogyakarta telah mempertimbangkan dari berbagai aspek seperti hal yang memberatkan serta yang meringankan bagi Terdakwa, memeriksa saksi dalam persidangan, melihat perbuatan yang dilakukan apakah memenuhi rumusan undang-undang, apakah dalam perbuatan yang dilakukan ada alasan pembenar, serta dilihat dari segi orang apakah mampu bertanggungjawab. | Narcotics is a substance whose use must be based on the appropriate dosage and must be with a recommendation from a medical expert or in this case a doctor. But in this day and age, narcotics use is misused. In this study, narcotics abuse was carried out by Diyar Endra Brahmanti who was an active member of the TNI. Because of his actions, the Defendant was prosecuted for 1 (one) year 6 (six) months by the Military Oditur at the Yogyakarta Military Court. The indictment of the Military Oditur on the Defendant is based on Article 127 paragraph (1) letter a of Law Number 35 Year 2009 concerning Narcotics with a maximum penalty of 4 years imprisonment. This study aims to analyze the imposition of basic and additional crimes for members of the military, especially in this case and analyze the judge's decision in trying the case on the verdict in accordance with the relevant theory. The method that used in this research is normative juridical with descriptive research specifications. Data sources that used are primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The method of data collection is done by literature study and documents, the data obtained are presented with narrative texts. Based on the results of the research, it can be concluded that the Panel of Judges of the Yogyakarta Military Court has considered various aspects such as incriminating and mitigating matters for the Defendant, examining witnesses in court, observing the actions carried out whether fulfilling the formulation of the law, whether in the act carried out there are reasons justified, and in terms of whether people are able to take responsibility. | |
| 25987 | 29336 | E1A016134 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP DISPARITAS PUTUSAN HAKIM DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (Studi Putusan Nomor: 205/Pid.B/2019/PN.Bgl dan Nomor:383/Pid.B/2019/PN.Bgl) | Disparitas pidana merupakan hal yang kerap kali ditemukan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Salah satu contoh disparitas terdapat dalam kasus pencurian dengan pemberatan pada putusan nomor 205/Pid.B/2019/PN.Bgl dan nomor 383/Pid.B/2019/PN.Bgl yang dijatuhi pidana penjara dengan perbedaan lamanya waktu penjara meskipun terhadap kasus yang sama. Pada pertimbangan hukumnya hakim tidak mempunyai pertimbangan yang berbeda diantara kedua putusan tersebut sehingga tidak ada dasar pembenar yang jelas terhadap putusan pengadilan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penelitian hukum ini menggunakan metode pengumpulan data berupa studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk teks naratif dan dianalisis secara normatif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat disparitas pidana pada putusan nomor 205/Pid.B/2019/PN.Bgl dan nomor 383/Pid.B/2019/PN.Bgl karena adanya perbedaan lamanya waktu pidana penjara yang dituntut oleh jaksa penuntut umum. Selain itu perbedaan lamanya waktu pidana penjara yang dijatuhkan oleh hakim tidak disertai dengan adanya dasar pembenar yang jelas. Hal ini merujuk pada putusan nomor 383/Pid.B/2019/PN.Bgl yaitu dengan tidak dipertimbangkannya Pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP tentang pencurian diwaktu malam dan fakta bahwa terdakwa sudah pernah dihukum. | Disparity of sentencing is often found in the criminal justice system in Indonesia. One example of disparity of sentencing is in the case of theft with weighting in verdict number 205 / Pid.B / 2019 / PN.Bgl and number 383 / Pid.B / 2019 / PN.Bgl which was sentenced to prison with different length of prison time although of the case same. In legal considerations, judges do not have different considerations between the two verdicts so there is no clear justification for the court ruling. The method used in this research is a juridical normative with case approach. Sources of legal materials used in this research are secondary data consists of primary, secondary and tertiary legal materials. This legal research used the method of data collection in the form of literature studies which are presented in the form of narrative texts and analyzed in quantitative normative terms. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that there is a disparity of sentencing in the verdict number 205 / Pid.B / 2019 / PN.Bgl and number 383 / Pid.B / 2019 / PN.Bgl because of differences in the length of time a prison sentence is demanded by the prosecutor. Besides differences in the length of time of imprisonment imposed by the judge is not accompanied by a clear justification basis. This refers to the verdict number 383 / Pid.B / 2019 / PN.Bgl with no consideration of clause 363 subsection (1) to 3 of the KUHP about theft in the night and the fact that the defendant had been convicted. | |
| 25988 | 29338 | E1A016027 | PERKAWINAN PENGHAYAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DI KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Manusia sejak dilahirkan mempunyai kecenderungan untuk hidup bersama di dalam suatu pergaulan hidup. Hasrat yang dimiliki manusia mendorong untuk mencari pasangan hidup yaitu dengan membentuk suatu keluarga dengan adanya ikatan perkawinan. Sahnya suatu perkawinan diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang menyebutkan bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Pelaksanaan perkawinan dalam masyarakat Indonesia menganut bermacam-macam agama. Penjelasan Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1965 agama-agama yangdipeluk oleh penduduk Indonesia ada 6 macam agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khong Cu (confusius). Kenyataannya dimasyarakat selain keenam agama terdapat Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dalam dalam pelaksanaan perkawinan penganut Penghayat Kepercayaan merasa dihadapkan pada suatu paksaan untuk menganut agama tertentu supaya perkawinannya dinyatakan sah. Penelitian ini menganalisis pelaksanaan perkawinan bagi penghayat perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, dengan mengunakan metode penelitian yuridis normatif dihasilkan 2 kesimpulan. Pertama bahwa pelaksanaan perkawinan sesuai ajaran penghayat kepercayaan sah menurut hukum, hal ini didasarkan dalam penafsiran kata “dan” dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan adalah alternatif. Kedua, pelaksanaan perkawinan dilakukan sesuai adat kepercayaannya, dihadapan pemuka penghayat kepercayaan, dilanjutkan dengan pencatatan perkawinan oleh petugas pencatat perkawinan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang hadir pada saat perkawinan, atau apabila tidak dihadiri oleh petugas pencatat perkawinan dilanjutkan dengan pencatatan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/ Kota. | ABSTRACT Humans since were born had willingness to live together in a group. Human's desire to find soulmate and having a family which called marriage. Legality of marriage has been arranged in Article 2 Paragraph 1 of Law Number 1 of 1974 about marriage which a marriage is legal if processed based on law of each religion and its faith. The process of marriage in Indonesian society follows various religion. Description in Law of President of 1 of 1965 there are 6 religion in Indonesia are Islam, Christian, Catholic, Hindu, Buddha, and Kong Hu Cu. In fact, in society besides the six religion there is a reliance "Tuhan Yang Maha Esa", so that in process of a marriage which follows total faith or reliance seems like be forced to choose certain religion in order legalize the marriage. This research analyzes the process of marriage for marriage audience based on Law of 1 of 1974 about marriage, using juridical and normative method summarizes 2 results. First, marriage process is appropriate by reliance audience is legal by law, this is based on description word "and in article w paragraph 1 of Law of Marriage is alternative. Second, Process of marriage is ran based on religion custom, facing head of reliance audience, then marriage entry by committee of marriage from "Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil" who attends when the process of marriage, if not attended by by the committee of marriage registrar will be continued by registering in "Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil" Dtrict. | |
| 25989 | 29337 | A1C016036 | Kajian Motivasi Konsumen Masakan Padang di Purwokerto Dengan Metode Means End Chain | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motivasi konsumen dalam mengonsumsi Masakan Padang di Purwokerto bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi dari konsumen Masakan Padang, mengetahui pengetahuan konsumen tentang Masakan Padang, dan menganalisa motivasi konsumen dalam mengonsumsi Masakan Padang di Purwokerto. Metode yang digunakan adalah means end chain dengan teknik wawancara laddering. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan memilih rumah makan yang dikenal baik oleh konsumen dan memiliki rating bagus di google maps. Hasilnya diperoleh konsumen Masakan Padang didominasi oleh laki-laki berusia 20-29 tahun dengan pendidikan terakhir SMA/SMK, pekerjaan didominasi oleh karyawan swasta berpenghasilan antara Rp. 1.100.000 – Rp. 3.000.000, anggota keluarga berjumlah 1 - 4, dan pengeluaran makanan dalam seminggu sebesar <Rp. 500.000. Pengetahuan konsumen Padang dan non Padang mengonsumsi Masakan Padang karena memiliki rasa enak, bumbu dan rempah yang kuat. Menurut konsumen Padang, Masakan Padang asli Sumatera Barat dan Masakan Padang di Purwokerto memiliki perbedaan dari tekstur masakan, bumbu, dan rempahnya. Menu makanan yang paling disukai yaitu rendang dengan frekuensi mengonsumsi Masakan Padang 1-2 kali dalam seminggu dan pengeluaran untuk sekali makan sebesar Rp. 10.000 – Rp. 20.000. Pada motivasi konsumen dalam mengonsumsi Masakan Padang adalah karena cocok di lidah (0.06), ingin makan (0.09), dan cita rasa khas (0.06) dengan manfaat yang diinginkan yaitu manfaat kesehatan (0.07), aktivitas sehari-hari (0.08), dan lebih berenergi (0.03) untuk memperoleh tujuan akhir tanggung jawab terhadap keluarga (0.02), agar bahagia (0.01), dan pencapaian atas diri (0.01) dengan HVM yang dihasilkan menunjukkan 3 jalur. | This research was conducted to determine the motivation of consumers in consuming Padang Cuisine in Purwokerto. The objective of this research is to find out the sociodemographics of Padang Cuisine consumers, to find out the consumer's knowledge about Padang Cuisine, and to analyze the motivation of consumers to consume Padang Cuisine in Purwokerto. The method used is means end chain with the laddering interview technique. The sampling technique used purposive sampling by selecting restaurants that are well known to consumers and have good ratings on google maps. The result shows that Padang Cuisine consumers are dominated by men aged between 20-29 years with the latest education from SMA/SMK, jobs are dominated by private employees earning between RP. 1,100,000 - RP. 3,000,000, family members number ≤4, and food expenses during the week amounted to ≤ RP. 500,000. Knowledge of Padang and non Padang consumer’s consuming Padang cuisine because it has good taste, strong herbs and spices. According to Padang consumer, Padang cuisine in West Sumatra and Padang cuisine in Purwokerto has differences in the texture of the food, and spices. The most popular food menu is rendang with a frequency of consuming Padang cuisine 1-2 times a week and spending for one meal of RP. 10,000 - RP. 20,000. The motivation of consumers in consuming Padang cuisine is because it match with taste (0.06), wants to eat (0.09), and spicy (0.06) with the desired benefits, namely health benefits (0,07), daily activities (0.08), and more energetic (0.03) to obtain the goal of family responsibility (0.02), to be happy (0.01), and self-achievement (0.01) with the resulting HVM showing 3 lines. | |
| 25990 | 29339 | F1F016012 | PERAN INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION (ILO) DALAM MENANGANI ISU CHILD LABOUR DI BANGLADESH TAHUN 2007 – 2015 | Penelitian ini mengkaji tentang peran International Labour Organization (ILO) dalam menangani kasus child labour di Bangladesh pada tahun 2007-2015. Faktor kemiskinan, pendidikan, budaya, serta perlindungan konstitusi/hukum yang lemah menyebabkan jumlah buruh anak di Bangladesh mencapai angka 60%. ILO sebagai organisasi internasional yang menangani masalah perburuhan, turut berkontribusi dalam menanggulangi isu child labour melalui beberapa program. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode skunder menggunakan berbagai sumber literatur. Konsep organisasi internasional digunakan untuk menganalisis dan menjawab pertanyaan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui peran-peran yang telah dilakukan ILO dalam menanggulangi isu child labour di Bangladesh, maka ILO telah menjalankan fungsinya sebagai organisasi internasional yang berupa fungsi norma, fungsi pembuatan keputusan, fungsi operasional, serta fungsi sosialisasi. | This research examines the role of the International Labor Organization (ILO) in handling child labor cases in Bangladesh in 2007-2015. The factors of poverty, education, culture, and weak constitutional / legal protection have resulted in the number of child laborers in Bangladesh reaching 60%. The ILO as an international organization that deals with labor issues, has also contributed to overcoming child labor issues through several programs. The data collection technique is done by using a secondary method using various literature sources. The concept of international organization is used to analyze and answer research questions. The results of this study indicate that through the roles that the ILO has played in overcoming child labor issues in Bangladesh, the ILO has carried out its function as an international organization in the form of a norm function, a decision-making function, an operational function, and a socialization function. | |
| 25991 | 29341 | D1E014290 | HUBUNGAN PENDIDIKAN, UMUR, TINGKAT KOSMOPOLIT DENGAN PERSEPSI PETERNAK TENTANG USAHA PETERNAKAN BABI DI KECAMATAN KUALIN, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan, umur dan tingkat kosmopolit serta persepsi peternak tentang usaha peternakan babi sebagai usaha pokok peternak babi di Kecamatan Kualin dan juga mengkaji hubungan pendidikan, umur serta tingkat kosmopolit terhadap persepsi peternak tentang usaha peternakan babi sebagai usaha pokok di Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penetapan sampel wilayah dilakukan secara sengaja (25%) dan desa yang terpilih adalah Desa Kualin dan Desa Tuafanu. Pengambilan responden pada setiap desa terpilih dilakukan secara acak (simple random sampling) sebanyak 20% dari jumlah peternak yang ada pada masing-masing desa. Total responden berjumlah 80 peternak. Analisis yang digumakan pada penelitian ini yaitu Analisis Deskriptif dan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan peternak di Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan berada pada kategori cukup baik, umur peternak pada kategori umur produktif dan tingkat kosmopolit peternak pada kategori rendah serta persepsi peternak pada kategori baik. Hasil analisis korelasi rank spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara pendidikan dengan persepsi peternak (0,607) dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat kosmopolit dengan persepsi peternak (0,692), sedangkan umur dengan persepsi peternak memiliki hubungan yang lemah dan negatif (-0,079). Kata Kunci : Peternakan Babi, Pendidikan, Umur, Tingkat Kosmopolit, Persepsi. | ABSTRACT This study aims to determine the education, age and cosmopolitan level as well as breeders 'perceptions of pig farming as the main business of pig breeders in Kualin District and also to examine the relationship of education, age and level of cosmopoly to farmers' perceptions of pig farming as the main business in Kualin District. South Central Timor Regency. The research method used is a survey method. The method of determining the area sample was carried out deliberately (25%) and the selected villages were Kualin Village and Tuafanu Village. Sampling of respondents in each selected village was carried out randomly (simple random sampling) of 20% of the number of breeders in each village. The total number of respondents is 80 breeders. The analysis used in this study is Descriptive Analysis and Spearman Rank Correlation. The results of this study indicate that the breeders 'education in Kualin Subdistrict, Timor Tengah Selatan Regency is in the fairly good category, the age of the breeders is in the productive age category and the farmer's cosmopolitan level is in the low category and the breeders' perception is in the good category. The results of the Spearman rank correlation analysis show that there is a strong enough relationship between education and farmer perceptions (0.607) and there is a strong relationship between cosmopolitan level and farmer perceptions (0.692), while age and farmer perceptions have a weak and negative relationship (-0.079) . Keywords: Pig Farming, Education, Age, Cosmopolitan Level, Perception | |
| 25992 | 29342 | F1B016006 | Pengaruh Disiplin Kerja dan Kompetensi Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas | Pelayanan publik menjadi isu kebijakan yang semakin strategis karena perbaikan pelayanan publik di Indonesia cenderung “berjalan di tempat”, dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan dan peluang, aparatur negara sebagai pelayan masyarakat harus memberikan pelayanan sebaik-baiknya. Pemerintah daerah dalam hal ini berkewajiban menjadi penyelenggara pelayanan publik dan memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas mempunyai tugas dalam ham penyelenggaraan pelayanan publik khususnya mngenai pelayanan administrasi kependudukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang positif dan singnifikan antara Disiplin Kerja dan Kompetensi Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Sasaran dalam penelitian ini adalah pegawai di Dindukcapil Kabupaten Banyumas yang berjumlah 63 pegawai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan menggunakan Korelasi Kendall Tau, Kendall W dan Regresi Ordinal. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 160 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdpat pengaruh yang positif dan signifikan antara Disiplin Kerja dan Kompetensi Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Hal ini dibuktikan dengan dari hasil uji regresi ordinal yang diketahui nilai koefisien regresi sebesar α 0,338 memiliki hasil positif, dengan taraf kepercayaan 95% (0,005) dengan df=2, Nilai Sig. Mendapatkan 0,000 < 0,005 , sehingga dapat dikatakan hasil perhitungan regresi ordinal adalah signifikan. | Public services are becoming an increasingly strategic policy issue because improvements in public services in Indonesia tend to "run in place", in the face of globalization which is full of challenges and opportunities, the state apparatus as public servants must provide the best service. Regional governments in this case are obliged to become public service providers and provide good and maximum services to the community. The Office of Population and Civil Registration of Banyumas Regency has a duty in the delivery of public services, especially in regard to population administration services. The purpose of this study was to determine the positive and significant effect between Work Discipline and Employee Competency on Public Service Quality in the Population and Civil Registration Office of Banyumas Regency. The study was conducted at the Population and Civil Registry Office of Banyumas Regency. The targets in this study were 63 employees at Dindukcapil, Banyumas Regency. The research method used was a survey research method by collecting data using questionnaires, observations and documentation. The data analysis technique used is the Kendall Tau Correlation, Kendall W and Ordinal Regression. Data processing was performed using the SPSS 160 For Windows program. Based on the results of the study it can be concluded that there is a positive and significant influence between Work Discipline and Employee Competency on Public Service Quality in the Population and Civil Registry Office of Banyumas Regency. This is evidenced by the results of the ordinal regression test, which shows that the regression coefficient of α 0.338 has a positive result, with a confidence level of 95% (0.005) with df = 2, the value of Sig. Getting 0.000 <0.005, so it can be said that the result of the ordinal regression calculation is significant. | |
| 25993 | 29345 | F1A016060 | RUMAH LANGIT HARAPAN PENDIDIKAN ANAK MARJINAL (Studi Tentang Pemberdayaan Bidang Pendidikan Di Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur) | Pemberdayaan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan desa saja, melainkan di kota besar dengan fasilitas yang terjangkau juga masih memerlukan pemberdayaan. Salah satu contohnya adalah pemberdayaan dalam bidang pendidikan di perkotaan yaitu Rumah Langit. Tempat ini merupakan rumah belajar yang dalam penerapannya melakukan pemberdayaan bidang pendidikan untuk anak marjinal di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Rumah Langit sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat dalam bidang pendidikan untuk anak marjinal di Kampung tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sasaran penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk pemberdayaan Rumah Langit: [1] penyadaran, Rumah Langit memberikan beberapa strategi untuk para murid semangat dan terdorong untuk melakukan perubahan. [2] pengkapasitasan, yang terdiri dari tiga cakupan yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berperan menjadi fasilitator di sana, pengelolaan organisasi yang terdiri dari anggaran dan bentuk kerjasama, serta sistem nilai yang dijadikan pedoman di Rumah Langit. [3] pemberdayaan, yang di mana mereka para penerima manfaat akan diberikan daya atau peluang sesuai dengan kualitas diri mereka, Hasil kesimpulan penelitian ini yaitu bentuk pemberdayaan di Rumah Langit memiliki tiga tahapan antara lain, penyadaran, pengkapasitasan, dan pemberdayaan. Dalam menjalankan bentuk pemberdayaan tersebut juga memiliki faktor yang medorong jalannya pemberdayaan dan faktor penghambar dalam jalannya kegiatan tersebut. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu, diharapkan dapat memberikan gambaran serta sumbangsih pengetahuan bagi kalangan akademisi, aktivis, dan masyarakat. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Bidang Pendidikan, Anak Marjinal. | Community empowerment is not only related to the village, but in big cities with affordable facilities that also require empowerment. One example is empowerment in the field of education in urban areas that is Rumah Langit. This place is a learning house which in its application empowers the education sector for marginal children in urban areas. This study aims to describe how the form of community empowerment by Rumah Langit as a Non-Governmental Organization in the field of education for marginal children in the village of central, Kramat Jati, East Jakarta. This research is a qualitative research. The research objectives were using purposive sampling technique. Data collection methods by interview, observation and documentation. Interactive data analysis technique. The results of this study indicate that the form of empowering Rumah Langit: [1] awareness, Rumah Langit provides several strategies for students to be motivated and encouraged to make changes. [2] capacity building, which consists of three scopes, namely improving the quality of human resources who have the role of facilitators there, organizational management consisting of budgets and forms of cooperation, as well as a value system used as a guide in the Rumah Langit. [3] empowerment, where those beneficiaries will be given power or opportunity according to their quality, The conclusion of this research is that the form of empowerment in Rumah Langit has three stages including, awareness, capacity building, and empowerment. In carrying out this form of empowerment also has factors that encourage the course of empowerment and inhibiting factors in the course of these activities. Recommendations from this research are expected to provide an overview and contribution of knowledge for academics, activists, and the community. Keywords: Community Empowerment, Empowerment in Education, Marginal Children. | |
| 25994 | 29346 | E1A014306 | UPAYA HUKUM KASASI TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI E-KTP (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 430 K/Pid.Sus/2018) | Upaya hukum kasasi merupakan suatu upaya hukum yang dapat diminta atau diajukan oleh salah satu atau kedua belah pihak yang bersangkutan apabila terdapat keberatan terhadap suatu keputusan pengadilan. Tujuan dari upaya hukum kasasi erat kaitannya dengan pelaksanaan fungsi dan wewenang Mahkamah Agung sebagai pengadilan tertinggi dalam menciptakan kesatuan dan keseragaman penerapan hukum agar suatu putusan pengadilan tidak bertentangan dengan undang-undang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana upaya hukum kasasi dan dasar pertimbangan hukum Hakim Agung dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 430 K/Pid.Sus/2018 yang mengabulkan upaya hukum kasasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan skripsi ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan yang kemudian diuraikan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 430 K/Pid.Sus/2018 bahwa upaya hukum kasasi yang diajukan oleh Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan memenuhi syarat formal sebagaimana diatur dalam undang-undang. Alasan yang menjadi dasar pengajuan upaya hukum kasasi tersebut yaitu terdapat kesalahan pada Judex Facti dalam menerapkan hukum. Kemudian pada pemeriksaan fakta persidangan hal tersebut terbukti benar, sehingga upaya hukum kasasi tersebut dapat dijadikan sebagai pertimbangan hukum serta dikabulkan oleh majelis hakim. | The cassation legal remedies is a legal effort that can be requested or submitted by one or both parties concerned if there is an objection to a court decision. The aims of cassation legal remedies is closely related to the implementation of functions and authority of the supreme court as the highest court in creating unity and equity in the application of law so that a court decision does not contradict with the constitution. This research aims to find out how the cassation legal remedies and the basic legal considerations of supreme judges in the decision of the Supreme Court Number 430 K / Pid.Sus / 2018 who granted that cassations. The method used in this research is normative juridical, with perspective research specification. This research uses secondary data which obtained through literature review then explained systematically. Based on the research results of Supreme Court Decision Number 430 K / Pid.Sus / 2018 that the cassation legal remedies which submitted by the public prosecutor to the Corruption Eradication Commission has been implemented in accordance with the procedures and meet formal requirements as regulated in law. The basic reason in submitting the cassation legal remedies is there are some errors on Judex Facti in applying the law. After that, the examination of the trial fact is proven true, so that the cassation can be used as a legal consideration and granted by the panel of judges. | |
| 25995 | 29348 | B1A016009 | GENERA JAMUR PATOGEN DAN PERSENTASE PENYAKIT BERCAK DAUN YANG DITEMUKAN PADA PERTANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea) DI DESA SERANG, KECAMATAN KARANGREJA, PURBALINGGA. | Sawi hijau (Brassica juncea) merupakan tanaman semusim atau tanaman hortikultura dari marga Brassica Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis jamur penyebab penyakit bercak daun pada tanaman sawi hijau dan untuk mengetahui besarnya persentase penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur pada tanaman sawi hijau di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling pada dua lokasi yang berbeda. Jenis jamur yang menyebabkan penyakit bercak daun pada sawi hijau B juncea, dapat diketahui dengan cara mengisolasi bagian tanaman yang sakit selanjutnya di identifikasi. Identifikasi jamur dilakukan dengan dua tahap pengamatan, yaitu pengamatan karakter makromorfologi dan karakter mikromorfologi. Pengamatan karakter makromorfologi meliputi warna koloni, bentuk koloni, bentuk tepi koloni dan warna sebalik koloni. Pengamatan karakter mikromorfologi meliputi ada tidaknya sekat pada hifa (hifa bersekat atau tidak bersekat), bentuk konidia, warna konidia, alat tambahan dan konidiofor. Tahapan selanjutnya untuk mengetahui jenis jamur penyebab penyakit bercak daun dilakukan Postulat Koch. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat satu jenis penyakit jamur pada tanaman sawi hijau. Bercak daun adalah salah satu penyakit pada sawi hijau yang disebabkan oleh jamur Alternaria sp, dengan frekuensi penyakit bercak daun sebanyak 196 kali, dan persentase penyakit sebesar 51,30 % Kata kunci : bercak daun, identifikasi, sawi hijau (Brassica juncea L). | Green mustard (Brassica juncea) is an annual or horticultural plant of the Brassica genus. The purpose of this research is to knowledge the type of fungi that cause leaf spot disease on green mustard plants and to know the large percentage of leaf spot diseases caused by fungus on mustard greens in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga. This research is used survey method by taking purposive random sampling at two different locations. The type of fungus that causes leaf spot disease on (B juncea) mustard green can be identified by isolating the part of plants are sick then identified. Identification of fungi is doing by two stages of observation, that is observation macromorphological characters and micromorphological characters. Observation of macromorphological characters includes colony color, colony shape, the edge of colony shape and colony reverse color. Observation of the micromorphology character includes the presence of hyphae, hyphae (insulated or non-insulated), conidia shape, conidia color, additional devices and conidiophores. The next stage to find out the type of fungus that causes leaf spot disease is Koch's Postulate.The results obtained there is one type of disease in green mustard plants. Leaf spot is one of the diseases of mustard greens caused by the fungus Alternaria sp, with a frequency of leaf spot disease as many as 196 times, and the percentage of disease of 51,30%. | |
| 25996 | 29349 | B1A016007 | Identifikasi Jamur Penyebab Penyakit pada Tanaman Sawi Putih (Brassica rapa L.) dan Persentase Penyakitnya di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga | Sawi putih (Brassica rapa L.) adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi putih termasuk ke dalam tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Beberapa spesies dari genus Brassica memiliki kemiripan satu sama lain. Sawi memiliki kandungan nutrisi seperti kalsium, asam folat, dan magnesium serta vitamin A, B, C, E, dan K. Petani di desa Serang memiliki masalah tidak hanya di bidang biaya produksi, tetapi juga pernah mengalami kegagalan panen akibat penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, sehingga perlu adanya pengendalian untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawi putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman sawi putih, mengetahui jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman sawi putih serta mengetahui persentase kemunculan jamur penyebab penyakit pada tanaman sawi putih di desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling pada dua lokasi yang berbeda di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Identifikasi penyakit dilakukan dengan melihat tanda serta gejala secara makroskopis, sedangkan jamur penyebab penyakit diamati karakter mikromorfologi dan makromorfologinya. Identifikasi, dilanjutkan dengan Postulat Koch. Hasil penelitian di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga didapatkan jenis penyakit pada tanaman sawi putih adalah penyakit layu daun dan bercak daun. Penyakit layu daun disebabkan oleh jamur Fusarium sp. dan penyakit bercak daun disebabkan oleh Botryodiplodia sp. Penyakit yang paling banyak muncul pada tanaman sawi putih yaitu penyakit layu daun oleh Fusarium sp dengan frekuensi kemunculan sebanyak 199 kali dan persentase penyakit sebesar 50,95% dan frekuensi kemuncula untuk bercak daun Botryodiplodia sp. sebanyak 70 kali dan persentase penyakit sebesar 17,9%. Kata Kunci : jamur, penyakit, sawi putih (Brassica rapa L.) | Chinese cabbage (Brassica rapa L.) is a group of plants from the Brassica genus that are used as leaves for food (vegetables), both fresh and processed. White mustard is included in horticultural crops that have high economic value. Some species of the genus Brassica have similarities with each other. Mustard has nutrients such as calcium, folic acid, and magnesium as well as vitamins A, B, C, E, and K. Farmers in Serang village have problems not only in the field of production costs, but also have experienced crop failure due to diseases caused by microorganisms, so the need for control to increase the productivity of chicory plants. This study aims to determine the types of diseases caused by fungi on chicory plants, find out the fungi that cause disease in chicory plants and determine the percentage of emergence of fungi that cause disease in chicory plants in Serang village, Karangreja District, Purbalingga Regency. The research used a survey method with purposive random sampling at two different locations in Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Identification of disease is done by looked at the signs and symptoms macroscopically, while the fungi that cause disease are observed for their micromorphological and macromorphological characters. Identification, followed by Postulate Koch. The results of research in Desa Serang , Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, found that the types of diseases in chicory are wilted leaves and leaf spot. The fungus that causes leaf wilt is caused by the fungus Fusarium sp. and leaf spot disease caused by Botryodiplodia sp. And the most common diseases that occur in chicory plants are leaf wilt disease by Fusarium sp with a frequency of appearance 199 times and the percentage of disease is 50.95% and leaf spot disease by Botryodiplodia sp with a frequency of appearance 77 times and the percentage of disease is 17.9%. | |
| 25997 | 29350 | H1D013028 | ANALISIS KONSENTRASI SEDIMEN TERSUSPENSI STUDI KASUS SUNGAI KALI SAPI DI KECAMATAN MANDIRAJA, BANJARNEGARA | Sungai merupakan tempat berlangsungnya proses transportasi sedimen. Salah satu mekanisme proses transportasi sedimen adalah dengan cara melayang berupa muatan suspensi. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya muatan suspensi diantaranya adalah debit aliran, curah hujan serta karakeristik tanah di dasar sungai atau daerah aliran sungai. Penelitian dilakukan di Sungai Kali Sapi dengan tujuan menganalisis hubungan antara debit aliran dengan debit sedimen suspensi dan menentukan jumlah total muatan sedimen suspensi di Sungai Kali Sapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan pengukuran di lapangan berupa pengukuran debit aliran, dan pengambilan sampel sedimen. Pengambilan sedimen di sungai Kali Sapi menggunakan alat Depth Intregrating Sampler jenis US DH-48. Data sedimen yang sudah didapatkan kemudian diolah di Laboratorium, agar menapatkan data sedimen suspensi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode matematik dan statistik. Hasil pengukuran debit dan pengolahan data sedimen digunakan untuk membuat kurva lengkung debit sedimen suspensi. Sedangkan sampel sedimen suspensi dianalisis di laboratorium untuk mengetahui konsentrasi sedimen suspensinya. Kurva lengkung debit sedimen suspensi adalah grafik yang menggambarkan hubungan antara debit sedimen setiap saat dengan debit alirannya. Persamaan lengkung ini digunakan untuk menganalisis hubungan antara debit (Q) dengan debit sedimen suspensi (Qs). Persamaan yang menjelaskan hubungan antara debit aliran (Q) dengan debit sedimen suspensi (Qs) yaitu y=8,4722x – 57,254 dengan angka korelasi (r)= 0,9163. Berdasarkan nilai korelasi yang diperoleh maka terdapat korelasi kuat antara debit aliran (Q) dengan debit sedimen suspensi (Qs). Hal ini dapat dilihat dari nilai korelasinya mencapai 0,9163 yang berarti sangat kuat. Hubungan antara dua variabel akan semakin kuat apabila nilai korelasinya mendekati atau sama dengan 1. Nilai korelasi yang kuat menunjukan bahwa peningkatan jumlah debit aliran secara langsung dapat meningkatkan jumlah sedimen suspensi yang terangkut pada Sungai Kali Sapi. | The river is a venue for the process of transportation sediment .One mechanism the process of transportation sediment is by means of charge suspension drifted. The factors that influence at all on the charge suspension of them are discharge the flow of , rainfall and land characteristics in the bottom of the stream or a watershed. Study was conducted on the Kali Sapi river with the purpose analyze the relation between discharge flow by discharge sediment suspension and ascertaining the quantity of total charge sediment suspension on the time cattle. Methods used in this research was method survey and measurements in the field, in the discharge and the sample sediment. The taking of sediment in the Kali Sapi River used a kind of depth intregrating sampler US DH-48. The sediment that have been found then processed in the laboratory , in order to get the data sediment suspension .Analysis techniques used in this study in a mathematics and statistics. The measurement result discharge and the data processing sediment used to make a curve the arch of discharge sediment suspension. While sediment suspension sample analyzed in the laboratory to know the concentration of sediment suspension. A rounded a curve discharge sediment suspension is a graphic rendering the relation between discharge sediment any as with discharge. The arch is used to analyze the connection between discharge (Q ) with discharge sediment suspension (Qs). The equations that describe the connection between discharge stream (Q) with discharge sediment suspension (Qs). Based on correlation value obtained there is a strong correlation between discharge (Q) with discharge sediment. Suspension (Qs). This can be seen from the correlation value of reached 0,9163 which means very strong. The relation between two variable becomes the more powerful when the correlation approaching or equal to 1. The strong correlation suggests that the increased number of discharge flow directly to increase the number of sediment suspension cattle transported on the times. | |
| 25998 | 29351 | E1A015104 | CERAI GUGAT KARENA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Atambua Nomor 13/Pdt.G/2018/PA.Atb) | Perkawinan merupakan suatu peristiwa hukum yang sangat penting dalam kehidupan manusia dengan berbagai konsekuensi hukumnya. Karena itu hukum mengatur masalah perkawinan ini secara detail sebagaimana termaktub pada Pasal 1 dan Pasal 2 Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Perkawinan dalam Islam diatur sedemikian rupa, oleh karena itu perkawinan sering disebut sebagai perjanjian suci antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk keluarga yang bahagia. Tidak setiap perkawinan akan mencapai tujuan yang diharapkan sehingga terjadilah perceraian yang berakibat putusnya hubungan suami istri yang berdampak pada status masing-masing pihak. Perselisihan biasanya sering terjadi karena adanya Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Pekawinan terdapat asas perkawinan yang salah satunya adalah mempersukar terjadinya perceraian. Salah satu contoh alasan terjadinya perceraian yaitu karena adanya pihak yang melakukan kekejaman mental dan penelantaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus cerai gugat pada putusan Nomor: 13/Pdt.G/2018/PA.Atb, menggunakan metode penelitian yuridis normatif, spesifikasi prespektif analisis dan metode analisis data menggunakan metode normatif kualitatif Hasil dapat disimpulkan bahwa hakim mengabulkan permohonan Penggugat untuk bercerai dari Tergugat dengan pertimbangan hukum hakim bahwa antara suami dan isteri terus menerus terjadi peselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga, hal ini dasarkan pada Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam dan selanjutnya pertimbangan hukum hakim yang menyatakan bahwa adanya penelantaran yang di lakukan Tenggugat terhadap Penggugat, hal ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam pasal 5 huruf (d) jo. Pasal 9. Penulis menyarankan sebaikya Hakim dalam hal ini juga harus mencantumkan bahwa telah terjadinya kekejaman mental yang di lakukan oleh Terggugat kepada Penggugat. Saran ini didasarkan pada pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (d) Kompilasi Hukum Islam yang menyatakan bahwa “salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain” | Marriage is a legal affair that is very important in human life with various legal consequences. Therefore the law governs this marital problem in detail. Marriage is a physical and spiritual bond between a man and woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on an almighty God, which must also be recorded according to applicable laws and regulations. Look at Article 1 and Article 2 of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. Marriage in Islam is arranged in such a way, therefore marriage is often referred to as a sacred agreement between a man and a woman to form a happy family. Not every marriage will achieve the expected goals so that there will be a divorce which results in the breaking up of the marital relationship which affects the status of each party. In 1974, there were principles of marriage regarding marriage, one of which was to make divorce difficult. One example of the reason for divorce is that one party committed severe cruelty or abuse that endangered the other party. The problem in this research is how the legal considerations of judges in deciding divorce in decision number: 13 / Pdt.G / 2018 / PA.Atb, using normative juridical research methods, prespective analysis specifications and data analysis methods using qualitative normative methods. The results can be concluded that the leg judges granted the Plaintiff’s request to divorce from The Defendant due to legal considerations that between husband and wife there are continual disputes and quarrels and there is no hope of living in harmony again the houseold. This is based on Article in Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law and furthermore, the rticle 5 letter (d) jo. Article 9. The author recommends that the Judge in this matter should also state that there judge's legal considerations which state that negligence has been carried out by the Defendant, this is based on Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence in has been a mental atrocity committed by the Defendant to the Plaintiff. This suggestion is based on article 19 letter (d) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (d) Compilation of Islamic Law which states that "one party committed atrocities or severe persecution that endangered the other party" | |
| 25999 | 29352 | C1C016012 | PENGARUH PERSEPSI KEGUNAAN, PERSEPSI KEMUDAHAN, KOMPLEKSITAS PENGGUNAAN, KEAMANAN DAN KERAHASIAAN, DAN KUALITAS SISTEM TERHADAP MINAT WAJIB PAJAK UNTUK MENGGUNAKAN E-FILING (Studi Pada Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Purwokerto) | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, kompleksitas penggunaan, keamanan dan kerahasiaan, dan kualitas sistem terhadap minat wajib pajak untuk menggunakan e-Filing di KPP Pratama Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Purwokerto dan telah menggunakan e-Filing. Sampel yang diambil berjumlah 100 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Berganda pada SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Persepsi Kegunaan berpengaruh positif terhadap minat wajib pajak untuk menggunakan e-Filing; (2) Persepsi Kemudahan berpengaruh positif terhadap minat wajib pajak untuk menggunakan e-Filing; (3) Kompleksitas Penggunaan berpengaruh negatif terhadap minat wajib pajak untuk menggunakan e-Filing; (4) Keamanan dan Kerahasiaan berpengaruh positif terhadap minat wajib pajak untuk menggunakan e-Filing; (5) Kualitas Sistem tidak berpengaruh terhadap minat wajib pajak untuk menggunakan e-Filing. | This study aims to determine and analyse the effect of perceived usefulness, perceived ease of use, complexity, security and privacy, and system quality of the taxpayer in the annual tax return reporting via e-Filing on KPP Pratama Purwokerto. This research subject is an individual taxpayer listed on KPP Pratama Purwokerto and already using e-Filing. Selected samples were 100 respondent using simple random sampling technique. Analytical methoed used in this research is Multiple Regression Analysis in SPSS version 26. The result of this study shows that: (1) perceived usefulness has a positive effect on taxpayer interest using e-Filing; (2) perceives ease of use has a positive effect on taxpayer interest using e-Filing; (3) complexity has a negative effect on taxpayer interest using e-Filing; (4) security and privacy has a positive effect on taxpayer interest using e-Filing; (5) system quality does not affect on taxpayer interest using e-Filing. | |
| 26000 | 29353 | D1E014094 | PENGARUH INTERVAL PENYADAPAN TERHADAP MOTILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA PADA AYAM SENTUL | Penelitian berjudul “Pengaruh interval penyadapan terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa pada ayam sentul”, bertujuan mengkaji pengaruh frekuensi penyadapan terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam sentul sehingga diketahui frekuensi penyadapan yang tepat untuk memperoleh motilitas dan abnormalitas spermatozoa yang baik. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2018 sampai tanggal 29 Maret 2018 di Gemah Ripah Farm yang berlokasi di Kampung Sinekung, Dusun Depok, RT 02 RW 04, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Materi yang digunakan adalah 24 ekor ayam sentul jantan. Metode penelitian dilakukan secara Experimental yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan, dan 8 ulangan. Dengan perlakuan yaitu penyadapan semen setiap tiga hari sekali (P1), penyadapan semen setiap enam hari sekali (P2), penyadapan semen setiap sembilan hari sekali (P3). Setiap unit percobaan diisi 8 ekor ayam sentul jantan dan penyadapan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 24 percobaan. Variabel yang diamati adalah motilitas dan abnormalitas spermatozoa. Hasil penelitian diperoleh nilai motilitas P1, P2, P3, secara berturut-turut adalah 87,70%; 88,13%; 88,34% dan abnormalitas 9,41%; 9,26%; 9,50%. Hasil penelitian menunjukan F hitung lebih kecil dari F table 0,05 (F hit < F 0,05) artinya hipotesis ditolak. Hasil analisis menunjukan bahwa interval penyadapan 3, 6, dan 9 hari berpengaruh tidak nyata terhadap motilitas dan abnormailitas spermatozoa. Kesimpulannya interval penyadapan 3, 6, dan 9 hari menunjukkan abnormalitas dan motilitas spermatozoa yang baik. Pada interval penyadapan 3, 6, dan 9 hari menunjukan pengaruh yang tidak nyata terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa pada ayam sentul. | The precious study, entitled "the effect of collectinging intervals on motility and abnormality of spermatozoa in sentul roosters", examines the comparison of collecting frequencies to motility and abnormalities of centimeter spermatozoa increases the activation of selected frequencies to facilitate the motility and abnormality of good spermatozoa. It was carried out on February 23, 2018 to March 29, 2018 at the Gemah Ripah Ranch managed in Sinekung Village, Depok Hamlet, RT 02 RW 04, Sukajadi Village, Sadananya District, Ciamis Regency, West Java Province. This Research used twenty four Sentul roaster. The research method used was an experimental method with Completely Randomized Design (CRD) with 3 preparations, and 8 replications. As a treatment was Frequency of semen collection (P) consist of P1= once every 3 days; P2= once every 6 days; and P3= once every 9 days. Each experimental unit consisted of 8 Sentul Roosters and repeated 3 times so there were 24 sentul rooster in total. The measured variables discussed were motility and abnormality of spermatozoa. The results showed that the motility values of P1, P2, P3, respectively were 87.70%; 88.13%; 88.34% and abnormalities 9.41%; 9.26%; 9.50%. The result showed F count less than F table 0,05 means hipotesis is rejected. The results of the analysis show the insemination interval 3, 6, and 9 days didi not affected spermatozoa motilities and abnormalities. In conclusion, inseminiation interval 3, 6, and 9 days showed good spermatozoa motility and abnormalities. For the inseminiation interval 3, 6, and 9 days showed the not affected to spermatozoa motility and abnormalities of chickhen sentul. |