Home
Login.
Artikelilmiahs
29325
Update
IRPAN NAJIB
NIM
Judul Artikel
Pendugaan Zona Potensi Mineralisasi Batuan Menggunakan Metode Magnetik Di Daerah Tambakserang. Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Survei metode magnetik telah dilakukan disekitar daerah Tambakserang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes untuk mengetahui struktur bawah permukaan di daerah tersebut berdasarkan nilai anomali medan magnet. Beberapa tahap yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu pendahuluan, pengambilan data, pengolahan data, pemodelan dan intrerpretasi. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran sebanyak 156 titik pengukuran menggunakan Proton Processing Magnetometer (PPM) GSM_19T v7.0. Data induksi magnetik total yang diproleh kemudian dilakukan koreksi harian, koreksi IGRF dan koreksi pada tpografi. Anomali medan magnet di topografi direduksi kebidang datar karena perbedaan topografi ketinggian daerah penelitian. Setelah itu dilakukan kontinuitas keatas pada ketinggian 2000 meter di atas sheperoid untuk menghasilkan anomali regional dan anomali lokal. Data anomali medan magnet lokal akan di sayat untuk memodelkan struktur bawah permukaan. Penelitian ini melakukan dua pemodelan yaitu lintasan A-A’ dan lintasan B-B’. Berdasarkan hasil pemodelan terdapat model batuan yang diduga termineralisasi yaitu pada lintasan A-A´ batupasir yang mengandung mineral pirit 0,005 cgs – 0,005051 cgs dan pada lintasan B-B´, intrusi porfir 0.01 cgs, batuapasir yang mengandung mineral pirit 0,0050005 cgs, dan batuan intrusi 0,00440. Daerah penelitian diduga telah terjadi proses mineralisasi dari komposisi batuan dicirikan dengan keberadaan batuan intrusi dan batuan intrusi porfir yang mengakibatkan terjadi proses alterasi pada batuan, daerah yang diinterpretasikan termineralisasi terdapat dibagian tengah daerah penelitian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Magnetic survey method has been carried out around the Tambakserang area, Bantarkawung Sub-district, Brebes Regency to investigate subsurface structures of the area on the basis of the value anomaly of the magnetic field. Several steps must be done to achieve these objectives namely introduction, data collection, data processing, modeling, interpretation. In this study, 156 measurement points were done using Proton Processing Magnetometer (PPM) GSM_19T v7.0. The total magnetic field data obtained is then performed daily corrections, IGRF corrections and tpography corrections. The magnetic field anomaly in the topography is reduced to the plane plane due to the difference in the topography of the height of the study area. After that, continuity upwards at an altitude of 2000 meters above the sheperoid to produce regional anomalies and local anomalies. Local magnetic field anomaly data will be incised to model subsurface structures. This study conducted two models, namely the A-A 'path and the B-B' path. Based on the modeling results, there are mineralized rocks, namely on the AA´ sandstone path which contains pyrite minerals 0.005 cgs - 0.005051 cgs and on the BB´ trajectory, porphyry intrusion is 0.01 cgs, sapphire containing pyrite minerals 0.0050005 cgs, and intrusion rocks 0.00440. The process of mineralization of rock composition was suspected to happen at the research area characterized by the presence of intrusive rocks and porphyry intrusive rocks which cause the alteration process in rocks, the area interpreted as mineralized is found in the middle of the research area.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save