Artikelilmiahs

Menampilkan 25.921-25.940 dari 50.255 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2592129258D1A016196PRODUKSI VFA DAN N-NH3 RUMEN JERAMI PADI VARIETAS IR HASIL PEMUPUKAN ORGANIK DAN ANORGANIK SECARA IN-VITROTujuan penelitian untuk mengkaji perbedaan antara jerami padi varietas IR yang dihasilkan di lahan yang menggunakan pupuk organik dan anorganik terhadap produksi VFA dan N-NH3 secara in-vitro, dengan metode penelitian eksperimental. Sampel diambil sebanyak 20 titik pada masing-masing lahan pemupukan organik dan anorganik yang dilakukan secara acak. Sampel dikeringkan pada oven suhu 60°C dan kemudian digiling. Hasil uji T menunjukkan bahwa lahan dengan pemupukan organik dapat menghasilkan produksi VFA yang lebih tinggi dibandingkan dengan lahan dengan pemupukan anorganik (P < 0.05), sedangkan pada produksi N-NH3 relatif sama (P > 0.05) pada kedua jenis pupuk tersebut. Ada kencenderungan pada pemupukan organik diperoleh rataan N-NH3 yang lebih tinggi dibandingkan anorganik. Pemupukan organik dapat meningkatkan produksi VFA dan N-NH3 dari jerami padi dibandingkan dengan pemupukan anorganik.The purpose of this research is to examine the different between IR varieties of rice straw produced on rice field that use organic and inorganic fertilizers to the production of VFA and N-NH3 in vitro, with experimental research method. The samples were taken 20 spots in each field organic and inorganic fertilization by random sampling. The sample was dried in an oven at 60°C, then grinded to obtain a sample to be examined. The results of the T test show that field with organic fertilization can produces higher VFA production than inorganic fertilization (P < 0.05) whereas N-NH₃ production was relatively similar (P > 0.05). N-NH3 production tended to increase in organic fertilizer than inorganic fertilizer. Using organic fertilization can increase the production of VFA and N-NH3 from rice straw than using the inorganic fertilization.
2592229279D1A016230Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Jerami Padi Varietas IR pada Pemupukan Organik dan AnorganikHANA AZIZAH. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kadar protein kasar (PK) dan serat kasar (SK) jerami padi varietas IR pada pemupukan organik dan pemupukan anorganik. Penelitian ini menggunakan 2 lahan, lahan A menggunakan pupuk organik dan lahan B menggunakan pupuk anorganik. Sampel berupa jerami padi varietas IR diambil secara acak dari masing-masing lahan sebanyak 20 buah kemudian dikeringkan pada suhu 60 derajat Celcius dan dianalisis menggunakan uji T. Uji T menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik menghasilkan jerami padi dengan kadar PK dan SK lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan kadar PK dan SK jerami pada pemupukan anorganik. Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan nilai PK dan SK padi lebih baik dibandingkan penggunaan pupuk anorganik.HANA AZIZAH.The purpose of this research was to determine the levels of crude protein (CP) and crude fiber (CF) rice straw IR varieties in organic fertilization and inorganic fertilization. This study uses 2 fields, land A uses organic fertilizer and land B uses inorganic fertilizer. Samples in the form of IR rice straw were taken randomly from each field as many as 20 pieces and then dried at 60 Celcius degree and analyzed using the T test. T test showed that the use of organic fertilizer produced rice straw with higher CP and CF levels (P <0.05) compared to CP and CF levels of straw in inorganic fertilization. The use of organic fertilizer can increase the CP and CF values of rice better than the use of inorganic fertilizers.
2592329280D1A016113KADAR LEMAK DAN BERAT JENIS SUSU SAPI PERAH YANG DITAMBAHKAN TEPUNG DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDAPenelitian dengan judul “Kadar Lemak Dan Berat Jenis Susu Sapi Perah Yang Ditambahkan Tepung dengan Konsentrasi Yang Berbeda” dilaksanakan tanggal 8 sampai dengan 13 Maret 2020 di Laboratorium Produksi Ternak Perah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Lemak dan Berat Jenis susu sapi perah serta hubungan antara Kadar Lemak dengan Berat Jenis susu yang ditambah tepung terigu dengan konsentrasi yang berbeda. Materi yang digunakan yaitu susu sapi perah segar masing-masing perlakuan 500 ml dan tepung terigu dengan konsentrasi yang berbeda. Susu yang digunakan merupakan hasil pemerahan pagi dari beberapa ternak laktasi yang dimasukkan ke dalam satu wadah. Susu kemudian dibawa ke Laboratorium Produksi Ternak Perah untuk dilakukan pengujian. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan ulangan sebanyak 6 kali dengan total 24 kali percobaan. Perlakuan yang digunakan yaitu dengan penambahan tepung terigu dengan konsentrasi 3%, 6%, dan 9%. Analisis yang digunakan yaitu analisis variansi dengan uji lanjut uji Dunnet’s. Hasil pengujian Kadar Lemak susu kontrol memiliki Kadar Lemak 2,328% dan susu segar yang diberikan perlakuan penambahan tepung terigu dengan konsentrasi 3%, 6%, dan 9% secara berurutan yaitu 2.339%, 2.298% dan 2.28%. Berdasarkan hasil tersebut menandakan bahwa penambahan tepung berpengaruh tidak nyata terhadap Kadar Lemak susu (F hitung < F tabel 0,05). Hasil penelitian rataan pengujian Berat Jenis susu kontrol yaitu 1.025 g/ml dan hasil Pengukuran Berat Jenis yang diberi perlakuan penambahan tepung dengan konsentrasi 3%, 6%, dan 9% secara berurutan yaitu 1.033 g/ml, 1.041 g/ml dan 1.053. Data hasil pengujian Berat Jenis susu kemudian diuji lanjut menggunakan uji Dunnet’s. Berdasarkan uji tersebut, dapat diketahui bahwa penambahan tepung terigu dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata (F hitung > F tabel 0,05). Hal tersebut benar karena Kadar Lemak dan Berat Jenis susu berbanding terbalik.The research entitled "Fat Content and Density of Dairy Cattle Milk with Different Concentrations of Flour Added" was conducted from March 8 to 13, 2020 at the Dairy Livestock Production Laboratory. This study aims to look at the fat content and density of dairy cow's milk and the relationship between fat content and the density of milk added with wheat flour with different concentrations. The materials used were 500 ml of fresh dairy cow each treatment and wheat flour with different concentrations. The milk used is the result of morning milking from several lactating cattle that are put in one container. The milk is then taken to the Dairy Livestock Production Laboratory for testing. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 repetitions for a total of 24 experiments. The treatment used was the addition of wheat flour with a concentration of 3%, 6%, and 9%. The analysis used is the analysis of variance with the Dunnet test further. Results of the control milk fat content with a fat content of 2.328% and fresh milk have given the addition of flour treatment with a concentration of 3%, 6%, and 9% respectively, namely 2.339%, 2.298%, and 2.28%. Based on these results, it indicates that the addition of flour has no significant effect on the fat content of milk (F count <F table 0.05). The results of the research the mean density test of control milk were 1.025 g / ml and the results of the measurement of specific gravity were treated with the addition of flour with a concentration of 3%, 6%, and 9% respectively, namely 1.033 g / ml, 1.041 g / ml and 1.053. Density test data were then tested using the Dunnet test. Based on this test, it can be seen that the addition of flour with different concentrations has a very significant effect (F count > F table 0.05). This is true because the fat content and density of milk are inversely proportional.
2592429286E1A116024Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi Dalam Tindak Pidana Penipuan Yang Dilakukan Secara Berlanjut Dengan Modus Program Haji (Tinjauan Yuridis Putusan Perkara Nomor 49/Pid.B/2019/PN.Pwr)Di persidangan pembuktian penuntut umum wajib mengajukan alat bukti yang sah salah satunya yaitu keterangan saksi sebagai upaya untuk membuktikan dakwaan penuntut umum, yang kemudian dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan oleh hakim dalam mengambil keputusan sehingga mendapatkan kebenaran materiil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan pembuktian keterangan saksi dalam tindak pidana penipuan yang dilakukan secara berlanjut dengan modus program haji serta untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa dalam Putusan Perkara Nomor 49/Pid.B/2019/PN.Pwr. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti data sekunder. Sumber data yang digunakan data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer dan sekunder. Metode pendekatan berdasarkan putusan dan perundang-undangan. Analisis bahan hukum secara normatif kualitatif. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa keterangan saksi dalam tindak pidana penipuan yang dilakukan secara berlanjut dengan modus program haji mempunyai kekuatan pembuktian karena keterangan saksi tersebut merupakan salah satu alat bukti yang sah menurut Pasal 184 ayat (1) KUHAP. Selain itu, dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dalam Putusan Nomor 49/Pid.B/2019/PN.Pwr didasarkan atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, alat bukti yang sah, barang bukti yang diajukan dipersidangan, fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, serta tidak adanya alasan pemaaf dan pembenar sehingga hakim telah memperoleh keyakinan dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa. Saran dari peneliti bahwa penuntut umum dalam mengajukan alat bukti harus diajukan di persidangan terutama alat bukti keterangan saksi karena apabila saksi tidak dapat dihadirkan di persidangan keterangannya itu dapat mengurangi bahkan tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti dan hakim harus lebih teliti dalam melihat fakta yang terungkap di persidangan sehingga menimbulkan keyakinan hakim dan tepat dalam menjatuhkan pidana terhadap bersalah atau tidaknya terdakwa.At the trial of evidence, the public prosecutor is obliged to submit valid evidence, one of which is witness testimony as an attempt to prove the indictment of the public prosecutor, which can then be used as a basis for consideration by the judge in making decisions so as to obtain material truth. This study aims to determine the strength of proof of witness testimony in criminal acts of fraud carried out continuously with the Hajj program mode and to find out the basis for judges' considerations in imposing crimes against the accused in Case Decision Number 49 / Pid.B / 2019 / PN.Pwr. The type of research used is juridical normative, namely research conducted by examining secondary data. The data source used is secondary data which comes from primary and secondary legal materials. Approach method based on decisions and legislation. Qualitative normative analysis of legal materials. The results of this study indicate that the testimony of witnesses in the criminal act of fraud carried out continuously by means of the hajj program has the power of proof because the witness testimony is one of the valid evidence according to Article 184 paragraph (1) of the Criminal Procedure Code. In addition, the basis for the judge's consideration in imposing a sentence in Decision Number 49 / Pid.B / 2019 / PN.Pwr is based on the indictment of the Public Prosecutor, valid evidence, evidence presented in court, facts revealed in court, and There is no excuse or justification so that the judge has gained confidence in handing down the sentence on the accused. Suggestions from the researcher that the public prosecutor in submitting evidence must be submitted at trial, especially witness testimony evidence, because if the witness cannot be presented at the trial, the testimony can reduce and even cannot be used as evidence and the judge must be more careful in seeing the facts revealed in the trial. so as to give rise to the judge's conviction and it is appropriate to pass a sentence on whether the defendant is guilty or not.
2592529281F1F016036ANALISIS KETAHANAN BUDAYA REMAJA PURWOKERTO TERHADAP BUDAYA POPULER KOREA SELATAN (KOREAN WAVE) Penelitian yang berjudul “Analisis Ketahanan Budaya Remaja Purwokerto Terhadap Budaya Populer Korea Selatan (Korean Wave)” ini dianalisis berdasarkan konsep Ketahanan Budaya yang didukung dari teori Transnational Interaction dan teori Globalisasi Budaya. Fokus penelitian ini adalah menganalisis mengenai bagaimana respon Remaja Purwokerto terhadap produk-produk budaya populer Korea Selatan melalui 7 aspek utama Ketahanan Budaya. Aspek-aspek tersebut yaitu Aspek Akses ke Sumber Daya Material, Hubungan, Identitas, Daya dan Kontrol, Kepatuhan Budaya, Keadilan Sosial serta Kohesi.
Berdasarkan data-data yang diperoleh, penulis melihat budaya popular Korea (Korean Wave) Selatan mudah menyebarkan produk-produknya ke berbagai dunia akibat dari globalisasi budaya, salah satunya Indonesia, dan produk-produk budaya ini sangat mudah diterima masyarakat apalagi remaja, selain globalisasi budaya, interaksi transnasional pun memudahkan remaja-remaja Indonesia menghubungkan dirinya dengan produk budaya populer Korea Selatan. Sehingga akibat dari fenomena ini mengakibatkan lunturnya ketahanan budaya remaja Purwokerto dari budaya lokal Banyumas berdasarkan ketujuh aspek ketahanan budaya.
The study, entitled "Analysis of The Cultural Resilience of Purwokerto Teenagers to South Korean Popular Culture (Korean Wave)" was analyzed based on the concept of Cultural Resilience which is supported by the theory of Transnational Interaction and the theory of Cultural Globalization. The focus of this research is to analyze how the response of Purwokerto teenagers to the products of South Korean popular culture through 7 main aspects of Cultural Resilience. These aspects, namely Access to material resources, relationships, Identity, Power and Control, Cultural adherence, Social Justice and Cohesion.
Based on the data obtained, the authors see that South Korean popular culture (Korean Wave) is easy to spread its products to various worlds as a result of cultural globalization, one of which is Indonesia, and these cultural products are very easily accepted by society, especially teenagers, in addition to cultural globalization. Transnational interactions also make it easier for Indonesian teenagers to connect themselves with products of South Korean popular culture. So that the result of this phenomenon resulted in the fading of the cultural resilience of Purwokerto teenagers from the local culture of Banyumas based on the seven aspects of cultural resilience.
2592629282H1E015015Penjadwalan Produksi Menggunakan Metode NEH dan Perencanaan Bahan Baku Menggunakan Metode EOQ dan EOI (Studi Kasus : CV. SN Jaya Prima)Penjadwalan produksi dan perencanaan bahan baku adalah 2 unsur yang saling berkaitan. Penjadwalan dan perencanaan bahan baku pada perusahaan ini dilakukan dengan metode First Come First Serve (FCFS) dan metode perusahaan. Hal ini mengakibatkan seringnya terjadi stockout atau kehabisan bahan baku pada bulan-bulan tertentu khususnya bulan Januari, Februari, Maret. Pada penelitian ini penjadwalan yang dilakukan menggunakan metode Nawaz Enscore and Ham (NEH) menghasilkan total makespan yang lebih kecil sebesar 250.86 jam dibanding metode perusahaan dengan total makespan sebesar 268.44 jam. Perencanaan bahan baku pada penelitian ini meliputi bahan baku kayu pinus, tali straping band, kertas packaging, dan kardus packaging. Perencanaan bahan baku menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Economic Order Interval (EOI) menghasilkan hasil yang berbeda-beda, dilakukan perbandingan total cost antara perencanaan bahan baku metode perusahaan, metode EOQ, dan metode EOI . Bahan baku kayu pinus, tali straping band, dan kertas packaging menggunakan metode EOQ menghasilkan total cost yang lebih ekonomis berturut-turut sebesar Rp. 270,915,603, Rp. 1,718,069.4, dan Rp. 3,016,352.17 sedangkan dengan menggunakan metode perusahaan berturut-turut menghasilkan total cost sebesar Rp. 312,297,426, Rp. 1,752,500, Rp. 4,150,000 dan metode EOI menghasilkan total cost berturut-turut sebesar Rp. 25,847,543.7 Rp. 2,284,034.699, Rp. 3,333,176.087.. Sedangkan bahan baku kardus packaging menggunakan metode EOI menghasilkan total cost yang lebih ekonomis sebesar Rp. 8,563,818.17 dibanding metode EOQ dan metode perusahaan sebesar Rp. 12,500,000 dan Rp. 8,727,636.34Production scheduling and raw material planning are 2 interrelated elements. Scheduling and planning in this company using the First Come First Serve (FCFS) method and the company’s own method. This cause frequent stockouts in certain months, especially in January, February, and March. In this research the scheduling carried out using the Nawaz Enscore, and Ham (NEH) method produces a smaller total makespan of 250.86 hours compared to the company method with a total of makespan of 268.44 hours. The raw material planning in this research includes pine wood raw material, straping band rope, paper packaging, and cardboard packaging. Raw material planning using the Economic Order Quantity (EOQ) and Economic Order Interval (EOI) methods produce different result, comparing the total cost between the raw material planning of the company method, the EOQ method, and the EOI method. Pine wood raw material, strapping band rope, and packaging paper using the EOQ method produce a more economical total cost in a row of Rp. 270915603, Rp 1718069.4, and Rp. 3016352.17 while using the company method successively produces a total cost of Rp. 312297426, Rp. 1752500, Rp. 4150000 and the EOI method produce a total cost of Rp. 25847543.7, Rp. 2284034.699, Rp. 3333176.087. Cardboard packaging raw material using the EOI method produces a more economical total cost of Rp. 8563818.17 compared to EOQ method and company method of Rp. 12500000 and Rp. 8727636.34
2592729283A1D016039PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA CALINA (Carica papaya L) PADA MEDIA TANAM YANG BERBEDA DAN LIMBAH CAIR TAHUPenanaman benih pepaya adalah satu usaha untuk mendapatkan bibit yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam, dosis pupuk organik cair dari limbah tahu dan kombinasi antara dua perlakuan yang paling optimal untuk pertumbuhan bibit pepaya calina. Penelitian dilaksanakan di Screen House lahan pertanian organik Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian dimulai bulan Desember 2019-Februari 2020 kurang lebih 3 Bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian acak kelompok lengkap (RAKL). Media tanam yang digunakan tanah (kontrol); tanah: arang sekam (2:1) dan tanah: bokhasi: arang sekam (2:1:1). Dosis limbah tahu yang diberikan sama sebesar 0 ml/tanaman; 100 ml/tanaman; 200 ml/tanaman dan 300 ml/tanaman dengan konsentrasi 200 ml/l. Analisis data dilakukan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) atau uji keragaman pada taraf F 5% dan digunakan uji lanjut Duncant Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan media tanam tanah: arang sekam: bokhasi (2:1:1) dan dosis limbah cair tahu 300 ml/tanaman merupakan paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan bibit pepaya calina.ABSTRACT
Planting papaya seed is an effort to get quality seeds. This study aims to obtain the composition of the planting media, the dose of liquid organic fertilizer from tofu waste and the combination between the two treatments that is the most optimal for the growth of papaya calina seeds. The research was conducted at the Screen House of organic farming land in Melung Village, Kedung Banteng District, Banyumas Regency. The study began in December 2019-February 2020 approximately 3 months. This study uses a complete randomized group design study (CRGD). Planting media used andisol soil; ground land:husk charcoal (2:1) and land:bokhasi:husk charcoal (2:1:1). Tofu waste dosage given is equal to 0 ml/plant; 100 ml/plant; 200 ml/plant and 300 ml/plant with a concentration of 200 ml/l. Data analysis was performed using analysis of variance (ANOVA) or diversity test at F level 5% and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) level of 5% was used. The results showed the planting media of land:bokhasi:husk charcoal (2:1:1) and tofu liquid waste dosage of 300 ml/plant was the most effective way to increase the growth of calina papaya seeds.
2592829285I1C016036Model HKSA Senyawa Turunan Isoflavonoid Sebagai Agen Sitotoksik Terhadap Sel MCF-7 Dengan Metode Semiempiris PM3Senyawa isoflavonoid merupakan agen sitotoksik yang poten terhadap sel kanker payudara, khususnya sel MCF-7. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari korelasi perubahan struktur turunan isoflavonoid berdasarkan studi Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas (HKSA), dan memodifikasi struktur turunan isoflavonoid berdasarkan model HKSA terbaik. Pemodelan HKSA dilakukan dengan LogIC50 sebagai variabel terikat dan variabel bebas berupa muatan atom, momen dipol, polarisabilitas, energi HOMO, energi LUMO, Log P, dan Mr. Perhitungan dilakukan berdasarkan metode Semiempiris Parametric Method 3 (PM3) dengan perangkat lunak ORCA 4.0.1.2, dan analisis multilinear dilakukan dengan backward elimination melalui Miniconda 3. Model persamaan HKSA terbaik yang didapatkan adalah LogIC50 = 97,1366 + 351,8643 qC7 + 20,3122 HOMO - 12,1829 LUMO - 0,3940 Polarisabilitas + 0,0249 Mr - 0,0016 Dipol + 0,5175 Log P, dengan n=9, R=0,9947, R2=0,9895, SE=0,0851, Rasio F=75,1348, dan PRESS=0,0055. Berdasarkan persamaan tersebut didapatkan enam senyawa hasil modifikasi dengan aktivitas sitotoksik prediksi 1,1 x 10-07 hingga 3,7430 µM. Terdapat enam senyawa hasil modifikasi berdasarkan model HKSA terbaik yang memiliki aktivitas lebih baik dari turunan sebelumnya, dengan masing-masing IC50 senyawa 1 sampai 6 secara berurutan adalah 1,1 x 10-07 µM, 10 x 10-07 µM, 1,8 x 10-07 µM, 2,9 x 10-06 µM, 2,2 x 10-06 µM, 3,7430 µM.
Isoflavonoids are potent cytotoxic agents against breast cancer cells especially MCF-7 cells. The aim of this research is to study the correlation of isoflavonoid derivatives structural change based on Quantitative Structure Activity Relationship (QSAR) and modify the structure of isoflavonoid derivatives based on best QSAR model obtained. QSAR modelling was carried out with LogIC50 as the dependent variable and the independent variable in the form of atomic charge, dipole moment, polarisability, HOMO energy, LUMO energy, Log P, and Mr. Calculation based on semiempirical Parametric Method 3 (PM3) was done with ORCA 4.0.1.2, while multilinear analysis performed with backward elimination on Miniconda 3. The best QSAR model obtained was: LogIC50 = 97,1366 + 351,8643 qC7 + 20,3122 HOMO - 12,1829 LUMO - 0,3940 Polarizability + 0,0249 Mr - 0,0016 Dipole + 0,5175 Log P, n=9, R=0,9947, R2=0,9895, SE=0,0851, F Ratio=75,1348, PRESS=0,0055. Based on these equation, six compounds from the main structure modified with predictive IC50 1.1 x 10-07 to 3.7430 µM. There are six compounds modified based on best QSAR model have better activity than the previous derivatives, with each IC50 compound 1 to 6 are 1,1 x 10-07 µM, 10 x 10-07 µM, 1,8 x 10-07 µM, 2,9 x 10-06 µM, 2,2 x 10-06 µM, 3,7430 µM respectively.
2592929287D1A016075PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP CLUTCH SIZE DAN HARI ISTIRAHAT BERTELUR PADA AYAM NIAGA PETELUR AFKIRPencernaan enzimatis pada saluran pencernaan ayam dapat ditingkatkan dengan penambahan probiotik dalam pakan. Probiotik diketahui digunakan sebagai feed additive yang fungsinya diharapkan dapat lebih baik dari antibiotik growth promotor. Penambahan Bakteri Asam Laktat dalam pakan akan mengakibatkan saluran pencernaan menjadi lebih asam sehinga pH dalam usus halus menurun dan koloni BAL meningkat. Asam laktat dalam saluran pencernaan dapat melakukan proses ionisasi dengan mudah yaitu dengan cara melepaskan hidrogen. Peningkatan jumlah ion hidrogen tersebut menyebabkan pH saluran pencernaan semakin menurun sehingga mikroba patogen akan mengalami perlambatan pertumbuhan dan dapat mati karena suasana pencernaan yang terlalu asam, sehingga menyebabkan kekentalan digesta. Kekentalan digesta yang meningkat mengakibatkan laju digesta di saluran perncernaan berjalan lebih lambat dan meningkatkan pencernaan di dalam lambung dan usus, sehingga proses pencernaan atau penyerapan nutrien menjadi lebih optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik dalam pakan terhadap clutch size dan hari istirahat bertelur. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam niaga petelur afkir strain Lohmann Brown umur ± 88 minggu dan probiotik komersil yang mengandung bakteri Lactobacillus, Lactococcus, Streptococcus dan Bifidobacterium. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan P0 (pakan basal ditambah probiotik 0 ml/kg pakan), P1 (pakan basal ditambah probiotik 1 ml/kg pakan) dan P2 (pakan basal ditambah probiotik 2 ml/kg pakan) dan di ulang sebanyak 6 kali dan melibatkan 72 ekor ayam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai Clutch Size dan Hari Istirahat Bertelur dengan nilai rata rata pada clutch size adalah 6,26 dan nilai rata-rata pada hari istirahat bertelur adalah 7,66. Penambahan probiotik belum mampu meningkatkan nilai clutch size dan hari istirahat bertelur secara signifikan pada ayam niaga petelur afkir diduga karena dosis probiotik yang belum tepat sehingga ternak belum dapat memproduksi telur dengan baik. Selain itu penggunaan probiotik lebih baik digunakan pada saat awal pemeliharaan, karena pada awal pemeliharaan umur ayam masih muda sehingga penyerapan nutrien akan lebih baik yang dapat berpengaruh pada jumlah ovum yang dihasilkan sehingga organ reproduksi bekerja lebih maksimal dan menyebabkan produksi telur juga membaik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan probiotik belum mampu meningkatkan clutch size dan memperpendek hari istirahat bertelur.
Enzymatic digestion in the digestive tract of chickens can be improved by adding probiotics in feed. Probiotics are known to be used as feed additives whose function is expected to be better than growth promoting antibiotics. The addition of Lactic Acid Bacteria in feed will cause the digestive system to become more acidic, so that the pH in the small intestine decreases and LAB colonies increase. Lactic acid in the digestive tract can ionize easily by releasing hydrogen. The increase in the number of hydrogen ions causes the pH of the digestive tract to decrease so that pathogenic microbes will experience a situation of slowing growth and can die because the digestive system is too acidic, causing digestive viscosity. The increased viscosity of the digests results in a slower rate of digestion in the digestive tract and increases the digestive system in the stomach and intestines, so that the digestion process or absorption of nutrients becomes more optimal. The purpose of this study was to determine the effect of probiotics in feed on clutch size and laying break days. The materials used in the study were 88 weeks spent laying commercial chickens strain lohmann and commercial probiotics containing Lactobacillus, Lactococcus, Streptococcus and Bifidobacterium bacteria. The research method used was an experiment with a completely randomized design (CRD) with P0 treatment (basal feed plus 0 ml / kg of feed), P1 (basal feed plus 1 ml / kg of feed) and P2 (basal feed plus 2 ml of probiotic. kg of feed) and repeated 6 times involving 72 chickens.
The results showed that the addition of probiotics had no significant effect (P> 0.05) on the value of clutch size and laying break days with the mean value of clutch size was 6.26 and the average value of laying break days 7.66. The addition of probiotics has not been able to significantly increase the value of coupling size and laying rest days in the rejected egg-laying commercial hens, presumably because the dose of probiotics is not right so that the chickens cannot produce eggs properly. The use of probiotics is better used at the beginning of maintenance, because at the beginning of the maintenance of the age of the chickens are still young so that the absorption of nutrients will be better which can affect the number of ova produced so that the organs work optimally and cause egg production to also improve. The conclusion of this study is that the addition of probiotics has not been able to increase the clutch size and shorten laying break days.
2593029288I1C016029PENAMBATAN MOLEKULER SENYAWA TURUNAN ISOFLAVON SEBAGAI PENGHAMBAT PROTEIN TYROSINE PHOSPHATASE-1B (PTP-1B)Senyawa turunan isoflavon diketahui memiliki aktivitas antidiabetes dengan menghambat PTP-1B, diantaranya adalah senyawa 6,8-diprenylorobol, Auriculasin, dan Osajin yang memiliki aktivitas biologis terhadap PTP-1B. Penelitian ini bertujuan melakukan pendekatan in silico terhadap ketiga senyawa tersebut dengan metode penambatan molekuler sehingga dapat menjadi dasar untuk pengembangan suatu senyawa baru. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dalam dua tahap. Pertama, validasi metode yang meliputi pengunduhan struktur PTP-1B dari Protein Data Bank, preparasi struktur protein, penambatan kembali dengan Ligan Natif menggunakan AutoDock Vina, dan penghitungan nilai RMSD. Kedua, penambatan molekuler senyawa 6,8-diprenylorobol, Auriculasin, dan Osajin yang meliputi penambatan dengan AutoDock Vina, dan visualisasi penambatan dengan menggunakan BIOVIA Discovery Studio 2020. Diperoleh nilai energi ikatan dengan rentang -6,5 – -7,8 kkal/mol pada ketiga senyawa tersebut. Pada visualisasi penambatan, terjadi interaksi pada senyawa 6,8-diprenylorobol ikatan hidrogen terhadap Cys215, Gly220, dan Arg221; interaksi elektrostatik terhadap Asp181 dan Arg221; dan interaksi hidrofobik terhadap Tyr46, Arg47, Cys215, dan Ala217. Senyawa Auriculasin memiliki ikatan hidrogen terhadap Ser118; interaksi elektrostatik terhadap Asp48 dan Lys120; dan interaksi hidrofobik pada Phe182, Ala217, dan Ile219. Senyawa Osajin memiliki ikatan hidrogen terhadap Arg221; Pi-Donor Hydrogen Bond terhadap Tyr46; dan interaksi elektrostatik terhadap Tyr46, Cys215, dan Ala217. Senyawa 6,8-diprenylorobol secara in silico menunjukkan hasil yang paling baik, ditunjukkan dengan nilai energi yang rendah dan ikatan dengan residu asam amino paling banyak. Isoflavone derivative compounds are known to have antidiabetic activity by inhibiting PTP-1B, including 6,8-diprenylorobol compounds, Auriculasin, and Osajin which have biological activity to PTP-1B. This study aims to carry out an in silico approach to these three compounds with molecular docking methods so that it can become the basis for the development of a new compound. This research is experimental research conducted in two steps. First, validation methods include downloading the structure of PTP-1B (4Y14) from the Protein Data Bank, protein structure preparation, re-docking with native ligands using AutoDock Vina, and calculating the RMSD value. Second, 6,8-diprenylorobol, auriculasin, and osajin were docked to the protein by using AutoDock Vina. Then, the docking results were visualized using BIOVIA Discovery Studio 2020. The docking of three compounds to the protein showed bond energy values in the range of -6.5 to -7.8 kcal/mol. 6,8-diprenylorobol interacted to Cys215, Gly220, and Arg221 by hydrogen bonding; to Asp181 and Arg221 by electrostatic interaction; and to Tyr46, Arg47, Cys215, and Ala217 by hydrophobic interaction. Auriculasin has a hydrogen bond to Ser118; electrostatic interaction with Asp48 and Lys120; and hydrophobic interaction with Phe182, Ala217, and Ile219. The Osajin compound has a hydrogen bond with Arg221; Pi-Donor Hydrogen Bond with Tyr46; and electrostatic interactions with Tyr46, Cys215, and Ala217. 6,8-diprenylorobol compounds in silico showed the best results, indicated by the low energy value and binding with the most amino acid residues.
2593129290D1A015155ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA USAHA TERNAK ITIK PETELUR
DI KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA
Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 03 Oktober 2019 sampai dengan 30 November 2019 di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya faktor sosial ekonomi dan produktivitas tenaga kerja usaha ternak itik petelur di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga dan juga untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi yang meliputi lama beternak, tingkat pendidikan, umur peternak, jumlah ternak, dan jumlah anggota keluarga terhadap produktivitas tenaga kerja usaha ternak itik petelur di Kecamatan kaligondang Kabupaten Purbalingga. Penelitian dlakukan dengan metode survey. Penetapan lokasi penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan Kecamatan Kaligondang yang memiliki populasi ternak itik petelur di Kabupaten Purbalingga. Penetapan responden dilakukan dengan metode sensus yaitu seluruh peternak yang ada di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Variabel yang diteliti adalah produktivitas tenaga kerja, lama beternak, tingkat pendidikan, umur peternak, jumlah ternak, dan jumlah anggota keluarga. Data yang diperoleh dianalisis dengan model regresi linear berganda. Produktivitas tenaga kerja usaha ternak itik Petelur di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Rp. 391.803,09/HKSP atau Rp. 11.754.092,7 per/bulan. Produktivitas tenaga kerja usaha ternak itik petelur di Kecamatan kaligondang Kabupaten Purbalingga di pengaruhi oleh lama beternak, umur peternak, dan jumlah ternak. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan pengalaman beternak dengan mengikuti pelatihan dan peningkatan skala usaha agar produktivitas tenaga kerja meningkat.
his research conducted on October 3rd 2019 until November 30th 2019 in Kaligondang Subdistrict Purbalingga Regency. The purpose of this research is to discover the magnitude of social economy and worker productivity of laying duck cattle business in Kaligondang Subdistrict Purbalingga Regency and to discover the effect of social economy factor including long of farming, levels of education, age of farmer, the number of farming, and the number of family members toward worker productivity of laying duck cattle business in Kaligondang Subdistrict Purbalingga Regency. This research conducted through survey method. The location determines through purposive sampling method with ternak itik petelur population in Purbalingga Regency. The respondent determines through sensus method that includes all farmer in Kaligondang Subdistrict Purbalingga Regency. The variable that researched are dependent variable includes worker productivity and independent variable include social economy factor (long of farming, levels of education, age of farmer, the number of farming, and the number of family members). The data have been analyzed through multiple linear regression. Productivity of laying duck business in Kaligondang District, Purbalingga Regency Rp. 391,803.09 / HKSP or Rp. 11,754,092.7 / month. The productivity of the laying duck business in Kaligondang Subdistrict, Purbalingga Regency is influenced by the length of the breeders, the age of the breeders, and the number of livestock. Therefore it is necessary to increase the experience of raising livestock by attending training and increasing business scale so that worker productivity increases.
.
2593229377L1C016057PENGARUH KARAKTERISTIK BATIMETRI TERHADAP PERGERAKAN MASSA AIR ARUS LINTAS INDONESIA (ARLINDO) DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Karakteristik batimetri pada Selat makassar seperti saluran air raksasa dengan luas penampang secara meridional bervariasi. Perbedaan karakteristik batimetri diduga dapat mempengaruhi kecepatan serta arah pergerakan massa air ARLINDO perairan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik batimetri dan pergerakan massa air di Selat Makassar serta mengetahui hubungan antara keduanya.
Metode penelitian ini adalah metode observasi, yaitu pengolahan data dari HYCOM dan GEBCO. Data HYCOM dan GEBCO yang telah terunduh, diplot-area sesuai lokasi penelitian, lalu diolah dan divisualisasikan menjadi profil batimetri, pergerakan massa air, dan sebaran densitas. Analaisis data secara deskriptif untuk menggambarkan karaktristik batimetri dan kondisi pergerakan massa air serta hubungan antara keduanya pada wilayah penelitian
Hasil penelitian adalah profil vertikal dan horizontal dari batimetri yang kompleks, bagian utara lebih dalam, Kanal Labani dengan luas penampang lebih sempit, bagian selatan dangkal dengan luas penampang paling besar. Pergerakan massa air secara umum stabil di lapisan dalam, pada lapisan tercampur pergerakan massa air mempunyai variabilitas tinggi tergantung luas penampang dan nilai densitas paling kecil. Perbedaan luas penampang berpengaruh terhadap pergerakan massa air, dimana massa air pada lapisan dalam di Kanal Labani mengalir lebih cepat dibandingkan perairan dalam di wilayah lainnya. Pergerakan massa air sangat dipengaruhi profil batimetri.
The bathymetry characteristic of the Makassar Strait can be described is like a giant waterways which has different cross-sectional area varies meridionaly. Bathymetric characteristics differences were presumed to affect the magnitude and direction of ARLINDO's watermasses movement. The research purpose was to determine the bathymetric characteristic and watermasses movement in the Makassar Strait and relationship between them.
This research used an observation method, the HYCOM and GEBCO data were processed. Downloaded data were processed to be fitted by area-plot according to the research site, visualized to the profiles of bathymetry, watermasses movement, and density distribution. Descriptive data analysis was used to describe the bathymetry characteristics, watermasses movement, and the relationship between them.
The results of the research were vertical and horizontal profiles of complex bathymetry, the northern part was deeper, the Labani Canal has a narrower, the southern part was shallow and the largest cross-sectional area. The watermasses movement was generally stable in the deep layer, in the mixed layer the watermasses movement had high variability depending on the cross-sectional area and the smallest value of density. The cross-sectional area difference affected the watermasses movement, where the deep layers of the Labani Canal flowed faster than other areas. The watermasses movement was strongly influenced by the bathymetric profile.
2593329291C1B016027PENGARUH PERSEPSI HARGA, IKLAN, KEPERCAYAAN, DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA E-COMMERCE SHOPEEPenelitian ini merupakan studi empiris dengan judul “Pengaruh Persepsi Harga, Iklan, Kepercayaan, dan Persepsi Risiko terhadap Keputusan Pembelian pada E-Commerce Shopee”.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi harga, iklan, kepercayaan, dan persepsi risiko terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah responden yang berumur 17 – 24 tahun, pernah menggunakan e-commerce Shopee dan melakukan transaksi dalam 6 bulan terakhir. Sampel penelitian ini sebanyak 110 responden diambil menggunakan metode purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel persepsi harga, iklan, dan kepercayaan, signifikan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel persepsi risiko tidak signifikan dan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
This research is an empirical study with the title "The Effect of Perceived Price, Advertising, Trust, and Perceived Risk on Consumer Purchase Decision Study in Shopee E-Commerce".
This study aims to analyze the variables perceived price, advertising, trust, and perceived risk on consumer purchase decisions. The population in this study were respondents who were participated 17-24 years old, had used Shopee E-Commerce and last time period of transactions 6 monts ago. The sample of this study was 110 respondents who were taken using the purposive sampling method.
Based on the results of research using multiple linear regression analysis shows that the variables of perceived price, advertising, and trust, have significant and positive effect on consumer purchasing decision, while perceived risk variable has not significant and has no effect to consumer purchasing decision.
2593429292C1I015022PENGARUH EPS, PBV, ROE, DER TERHADAP RETURN SAHAM DI JII70 Jakarta Islamic Index (JII70) sebagai salah satu bagian dari Indeks Saham Syariah di Indonesia. Ada 70 saham yang paling likuid dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar. BEI melakukan peninjauan JII setiap 6 bulan yang dimulai pada Mei 2018, yang disesuaikan dengan periode penerbitan DES oleh Bapepam & LK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Laba Per Saham, Nilai Buku Harga, Return on Equity, dan Rasio Ekuitas Utang terhadap Return Saham Indeks Islam Jakarta 70 (JII70) untuk periode 2015-2018. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Dalam empat rasio yang dapat memprediksi investasi jangka panjang, dapat memengaruhi investor untuk melihat pandangan tersebut untuk mengambil keputusan. Sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan, yaitu data sekunder dan teknik purposive sampling yang digunakan, pengumpulan data didasarkan pada teknik dokumentasi laporan keuangan yang diterbitkan oleh JII70 melalui situs web Bursa Efek Indonesia untuk periode 2015-2018, terdapat 49 daftar saham yang dikategorikan dari 70 populasi. Juga, surat kabar atau buku referensi, jurnal yang berkaitan dengan penelitian.Jakarta Islamic Index (JII70) as one part of the Syariah Stock Index in Indonesia. There are 70 stocks that are the most liquid and have large market capitalization. The IDX conducts a JII review every 6 months that started on May 2018, which is adjusted to the DES issuance period by Bapepam & LK. This research is intended to analyze the effect of Earnings Per Share, Price Book Value, Return on Equity, and Debt Equity Ratio on Stock Return Jakarta Islamic Index 70 (JII70) for the 2015-2018 period. Data Analysis using multiple linier regression analysis method. In four ratios that can be predict long-term investment, it can affect investor to seen those view to make decision. In accordance with the type of data needed, namely secondary data and purposive sampling technique used, the data collection is based on documentation techniques on financial reports published by JII70 through the Indonesia Stock Exchange website for the period 2015-2018, there are 49 stock list that categorized from 70 population. Also, newspapers or reference books, journals related to research.
2593529293E1A016171KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI TESTIMONIUM DE AUDITU PERKARA WAKAF DALAM PUTUSAN NOMOR 27/PDT.G/2013/PA.GMHukum Acara Perdata dalam pembuktian mengakui beberapa alat bukti untuk membuktikan dalil-dalil yang diajukan oleh para pihak. Salah satu diantaranya adalah alat bukti saksi. Alat bukti saksi memiliki syarat untuk menjadi alat bukti yang sah yaitu syarat formil dan syarat materiil. Penelitian ini bersumber dari adanya Putusan Nomor 27/Pdt.G/2013/PA.GM mengenai sengketa tanah wakaf yang mana saksi yang diajukan oleh Para Penggugat merupakan saksi testimonium de auditu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan pembuktian saksi testimonium de auditu dalam pembuktian perkara wakaf serta mengetahui akibat hukum dikabulkannya gugatan yang diajukan oleh Para Penggugat. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dan menggunakan metode pendekatan undang-undang, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum dalam penelitian hukum ini yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa peraturan perundang-undangan serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saksi testimonium de auditu dalam HIR tidak memiliki kekuatan pembuktian dan haruslah dikesampingkan, namun dalam dalam kasus tertentu dapat digunakan sebagai alat bukti sesuai dengan yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 308K/Sip/1959 tanggal 11 November 1959 dan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 239K/Sip/1973 tanggal 25 November 1975. Putusan Nomor 27/Pdt.G/2013/PA.GM memutuskan untuk menerima saksi testimonium de auditu sebagai alat bukti namun dalam penilaian pembuktian saksi de auditu tidak terdapat kesepakatan secara bulat. Akibat hukum dari dikabulkannya gugatan yang diajukan oleh Para Penggugat maka Para Tergugat wajib melaksanakan isi putusan dan Para Penggugat berhak mengajukan eksekusi.The Civil Procedure Code in the evidence acknowledges several pieces of evidence to prove the arguments submitted by the parties. One of them is witness evidence. Witnesses' evidence has requirements to be valid evidence, namely formal and material requirements. This research is sourced from Decision Number 27 / Pdt.G / 2013 / PA.GM regarding waqf land disputes in which the witnesses submitted by the Plaintiffs are witnesses of testimonium de auditu. The purpose of this study is to determine the strength of the evidence of witness testimonium de auditu in the proof of waqf case and to find out the legal consequences of the claim being filed by the Plaintiffs. This research is normative legal research and uses the method of law approach, case approach, and conceptual approach. Sources of legal materials in this legal research are primary legal materials and secondary legal materials in the form of legislation and relevant literature. The results showed that the witness testimonium de auditu in HIR did not have the power of proof and had to be set aside, however in certain cases it could be used as evidence under the jurisprudence of the Supreme Court Decision Number: 308K / Sip / 1959 dated 11 November 1959 and the Supreme Court Decision Number: 239K / Sip / 1973 dated 25 November 1975. Decision Number 27 / Pdt.G / 2013 / PA.GM decided to accept the witness testimonium de auditu as evidence, but in the assessment of the evidence of the witness de auditu, there was no unanimous agreement. The legal consequence of the granting of the lawsuit filed by the Plaintiffs is that the Defendants are obliged to carry out the contents of the decision and the Plaintiffs have the right to file for execution.
2593629289I1C016011Skrining Fitokimia dan Purifikasi Senyawa dari Fraksi n-Heksana Daun Slatri (Calophyllum soulattri Burm F.)Slatri (C. soulattri Burm F.) diketahui dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh
masyarakat Indonesia. Salah satu bagian tanaman yang digunakan adalah bagian
daunnya. Potensi tersebut disebabkan karena adanya metabolit sekunder yang
terkandung pada tanaman slatri (C. soulattri Burm F.). Skrining fitokimia
merupakan salah satu cara untuk mendapatkan potensi suatu senyawa untuk
penggunaan tertentu diantaranya sebagai obat-obat. Skrining fitokimia daun slatri
masih sangat terbatas dan belum dilakukannya penelitian terhadap fraksi n-heksana
daun slatri (C. soulattri Burm F.) yang berasal dari daerah Jawa. Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan tiga tahap. Pertama,
skrining fitokimia fraksi n-heksana daun slatri meliputi proses ekstraksi dan
fraksinasi. Kedua, purifikasi senyawa dengan melakukan pemisahan menggunakan
kromatografi kolom. Ketiga, senyawa hasil purifikasi diidentifikasi dengan uji
tabung Liebermann-Burchard yang dibandingkan dengan salah satu senyawa
steroid yang berasal dari obat dipasaran sebagai standar. Hasil skrining fitokimia
menunjukkan bahwa fraksi n-heksana daun slatri (C.soulattri Burm F.) mengandung
senyawa metabolit sekunder golongan senyawa flavonoid, steroid dan fenol. Tetapi
tidak mengandung golongan senyawa terpenoid dan saponin. Kemudian
berdasarkan data hasil uji Liebermann-Burchard, terjadi perubahan warna yang
sama yaitu berwarna coklat kemerahan pada larutan sampel senyawa dan larutan
krim Hidrokortison. Senyawa yang telah dipurifikasi pada penelitian ini diduga
merupakan senyawa golongan steroid.
Slatri (C. soulattri Burm F.) is known to be used as traditional medicine by the people
of Indonesia. One part of the plant used is the leaves. The potential was caused by
the presence of secondary metabolites contained in slatri (C. soulattri Burm F.).
Phytochemical screening is one way to find out the potential of a compound for
certain uses such as medications. Phytochemical screening of slatri leaves is still
very limited and research on the n-hexane fraction of slatri leaves (C. soulattri Burm
F.) from Java has not been carried out. This study was an experimental research that
conducted in three steps. First, phytochemical screening n-hexane fraction of slatri
leaves which included the extraction and fractination. Second, the purification of
compounds by separation with column chromatography. Third, the purified
compound was identified by the Liebermann-Burchard test tube compared with one
of the steroid compounds derived from the market drug as a standard. Phytochemical
screening results showed that the n-hexane fraction of slatri leaves (C. soulattri
Burm F.) contained secondary metabolites of flavonoid, steroid and phenol
compounds. But it does not contain terpenoid compounds and saponins. Then based
on the Liebermann-Burchard test data, the same color changes occur in the color
brown in the sample solution of compounds and the solution of Hydrocortisone
cream. The purified compound in this study is thought to be a steroid compound.
2593729296A1F016064PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KEJU OLES ANALOG BERBASIS JAGUNG (Zea mays L. Saccharata) PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANKeju oles analog berbasis jagung merupakan keju oles yang berasal dari bahan nabati yaitu susu jagung manis. Keju oles analog berbasis jagung belum dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu perlu adanya pengujian mengenai penerimaan konsumen terhadap keju oles analog berbasis jagung. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan untuk: 1) mengetahui preferensi konsumen terhadap sensori keju oles analog berbasis jagung (Zea mays L. Saccharata); 2) membandingkan preferensi konsumen keju oles analog berbasis jagung dengan keju oles yang sudah beredar di pasaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis chi square yang selanjutnya dijabarkan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) preferensi konsumen terhadap keju oles analog berbasis jagung adalah keju oles yang berwarna putih kekuningan, aroma keju oles analog yang kuat, flavor yang agak enak dan agak disukai; 2) terdapat perbedaan preferensi konsumen terhadap keju oles analog berbasis jagung dengan keju oles yang sudah beredar di pasaran pada atribut warna, flavor, dan kesukaan. Namun, tidak terdapat perbedaan preferensi konsumen pada atribut aroma. Hal ini menunjukan keju oles analog berbasis jagung diterima oleh konsumen sebagaimana keju oles yang sudah beredar di pasaran pada atribut aroma.Corn-based analog spread cheese is a spread cheese made from vegetable milk that is sweet corn milk. The corn-based analog spread cheese is not yet known to society in general. Therefore, it is necessary to test the consumer acceptance of corn-based analog spread cheese. This research used a survey method that aimed to: 1) know the consumer preference for the corn-based (Zea mays L. Saccharata) analog spread cheese sensory; 2) compare consumer preference corn-based analog spread cheese with spread cheese that has been supply on the market. Data obtained were analyzed using the chi square analysis which was subsequently explained in a quantitative descriptive. The results showed that: 1) consumer preference of corn-based analog spread cheese were the yellowish white spread cheese, the smell of a strong analog spread cheese, a rather tasty flavor and a slight preferred; 2) there were differences in consumer preference to corn-based analog spread cheese with spread cheese that have been supply on the market in color, flavor, and likeness attributes. However, there was no difference in consumer preference in aroma attribute. This showed that the corn-based analog spread cheese is acceptable to consumers as the cheese spreads that have been supply on the market in the aroma attribute.
2593829297F1C016005Komunikasi Antarpribadi Pasutri Status Sosial-Ekonomi Menengah dalam Menjaga Keharmonisan (Studi pada Karyawan Fisip Unsoed)Permasalahan kehidupan rumah tangga kian meningkat dari tahun ke tahun. Perceraian menjadi sebuah trend dalam kehidupan rumah tangga di Indonesia. Status sosial-ekonomi menjadi aspek yang cukup dominan diperhitungkan dalam kehidupan rumah tangga. Keharmonisan hubungan interpersonal pasutri menjadi sebuah poin yang perlu untuk diusahakan bukan sekedar cita-cita pada masa awal pernikahan. Masalah kesenjangan status sosial ekonomi menjadi pemicu pasutri untuk memiliki tingkatan lifestyle tertentu sehingga kadangkala hal tersebut tidak sesuai dengan kadar kemampuan pasutri dalam mencari nafkah untuk keluarga. Pasutri kemudian seringkali menuntut satu sama lainnya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak diluar kadar kemampuan salah satu pihak, Kadangkala salah satu pasangan menginginkan kehidupan yang lebih baik namun ternyata tidak didukung oleh pasangannya sehingga hal tersebut memicu timbulnya konflik yang berkepanjangan yang kemudiana berujung pada perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana komunikasi interpersonal pasutri status sosial-ekonomi menengah dalam mempertahankan keharmonisan.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan paradigma penelitian fenomenologi. Pemilihan subjek menggunakan purposive dan snowball sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pasutri dengan status sosial-ekonomi menengah dengan tingkatan menengah terendah cenderung seringkali mengalami konflik sedangkan sebaliknya pada pasutri dengan status sosial ekonomi menengah atas cenderung memiliki konflik yang kualitas konfliknya rendah. Hal tersebut berkesinambungan dengan kenyataan bahwa sebenarnya status sosial ekonomi selalu diperhitungkan oleh pasangan suami dan istri namun upaya untuk menjaga keharmonisan menjadi salah satu agenda penting di dalam proses hubungan interpersonal pasutri. Menerapkan komunikasi antarpribadi yang efektif menimbulkan keharmonisan yang berkesinambungan, sehingga konflik cenderung memberikan dampak positif bukan sebaliknya.
The problems of household life are increasing from year to year. Divorce has become a trend in household life in Indonesia. Socio-economic status is a fairly dominant aspect taken into account in household life. The harmony of the interpersonal relationship of the couple becomes a point that needs to be worked on not just the ideals in the early days of marriage. The problem of gaps in socio-economic status is a trigger for couples to have a certain level of lifestyle so that sometimes it does not correspond to the level of ability of the couple in earning a living for the family. The couple then often demands from each other to make more money beyond the ability of one of the parties, Sometimes one partner wants a better life but is not supported by his partner so it triggers a protracted conflict that later leads to divorce. This study aims to find out how interpersonal communication pasutri middle-socioeconomic status in maintaining harmony.

The approach used in this research is qualitative with the phenomenological research paradigm. Subject selection using purposive and snowball sampling. The data collection methods used were in-depth interviews, observations, and documentation. The results obtained show that couples with middle socio-economic status with the lowest middle level tend to have conflicts while on the other hand, couples with upper middle socioeconomic status tend to have conflicts with low conflict quality. This is consistent with the fact that in fact the socio-economic status is always taken into account by husband and wife but efforts to maintain harmony become one of the important agendas in the process of interpersonal relationships pasutri. Implementing effective personal communication creates lasting harmony, so that conflict tends to have a positive impact not the other way around.

2593929295E1A016205PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN KOSMETIK ILEGAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR 34/Pid.Sus/2019/PN.PbgABSTRAK
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN KOSMETIK ILEGAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR 34/Pid.Sus/2019/PN.Pbg

Oleh:
TITANIA ELMAVIANA
Kosmetik adalah obat (bahan) untuk mempercantik wajah, kulit, rambut, dan sebagainya seperti bedak dan pemerah bibir. Kosmetik Ilegal adalah kosmetik yang mengandung bahan-bahan kimia, zat warna yang dilarang dan biasanya tidak memiliki nomor izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan yang menunujukan bahwa kosmetik tersebut tidak aman untuk digunakan karena tidak melalui tahap uji laboratorium. Akibat dari kurangnya penerapan dan pengawasan terhadap standar mutu dan kualitas dari produk kosmetik, posisi konsumen tidak terlindungi. Sehingga terjadi kasus dimana produk kosmetik yang dibeli masyarakat dengan tujuan untuk tampil cantik malah merugikan kesehatan konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi konsumen kosmetik ilegal berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Penelitian dalam skripsi ini dilakukan dengan metode yuridis-normatif. spesifikasi penelitian adalah deskriptif-analitis, lokasi penelitian di UPT, PII, internet, sumber data adalah bahan hukum primer, sekunder, tersier, metode pengumpulan data adalah studi kepustkaan, metode pengolahan data disusun secara sistematis, metode penyajian data adalah deskriptif analitis, dan metode analisis data adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor: 34/Pid.Sus/2019/PN Pbg, bahwa konsumen belum mendapat perlindungan hukum sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, karena hakim dalam putusannya hanya menggunakan Pasal 196 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Jo. Pasal 55 ayat 91 ke-1 KUHP, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Aca ra Pidana untuk menjerat pelaku usaha, sehingga Hakim dalam menjatuhkan putusan dinilai kurang cermat dalam menerapkan hukumnya.




ABSTRACT
LEGAL PROTECTION FOR ILLEGAL COSMETIC CONSUMERS
BASED ON LAW NUMBER 8 OF 1999 CONCERNING CONSUMER PROTECTION IN DECISION NUMBER 34 / Pid.Sus / 2019 / PN.Pbg

TITANIA ELMAVIANA
E1A016205
Cosmetics are products that are inteded to beautify or care for face, skin, hair and so on. These products include lipstick, face powder, mascara and several others. Illegal cosmetics are products contained dangerous ingredients such as chemical compound and prohibited color additive. Its products usually do not have the official distribution permit number from Indonesian Food and Drug Authority (BPOM) which indicate that the cosmetics are harmful and have not been tested in the laboratory. Due to the lack of application and control over cosmetics quality standard, the position of the consumer is not protected. Furthermore, It created an uproar when these cosmetic products that were initially purchased to make them look better but turned out to be harmful for their health instead. This study aims to determine the form of legal protection for consumers of illegal cosmetics based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The study is conducted using the juridical-normative method and descriptive-analytical specifications. The research ,which is located in UPT, PII, internet , uses the data sources such as primary, secondary and tertiary legal materials. Moreover, literary studies are used as the method of collecting data. After the data processing methods are arranged systematically, The data presentation and analysis methods are performed using descriptive analytical and qualitative normative method.
Based on the results of research on the Purbalingga District Court Decision Number: 34 / Pid.Sus / 2019 / PN Pbg, consumers have not received legal protection as regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection because the verdict only uses Article 196 RI Law Number 36 Year 2009 concerning Health Jo. Article 55 paragraph 91 1 of the Criminal Code, and Law Number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law to ensnare business actors. In conclusion the Judge in making a decision is considered inaccurate in implementing the law.

2594029298A1D016224PENENTUAN KANDUNGAN POLIFENOL PADA VARIETAS KAKAO
(Theobroma cacao L.) TSH 858, BL 50, DAN SC 1
Penentuan kandungan polifenol pada kakao merupakan informasi dasar yang sangat penting untuk pengembangan varietas unggul kakao dengan kandungan polifenol tinggi serta pengembangan makanan fungsional berbahan baku kakao. Ketersediaan bahan tanam kakao unggul akan mampu meningkatkan daya saing kakao Indonesia. Varietas TSH 858, BL 50, dan SC 1 merupakan varietas potensial yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan polifenol, flavonoid, dan aktivitas antioksidan pada varietas kakao TSH 858, BL 50, dan SC 1. Penentuan kandungan polifenol dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu, sedangkan untuk penentuan kandungan flavonoid total dilakukan menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi AlCl3. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari sampel kakao yang digunakan. Hasil pengujian kandungan polifenol total menunjukkan bahwa kandungan polifenol tertinggi terdapat pada varietas TSH 858, yaitu sebesar 214 mg/g. Kandungan flavonoid total tertinggi terdapat pada varietas BL 50 sebesar 30 mg/g. Pengujian lanjutan aktivitas antioksidan dilakukan pada varietas TSH 858. Hasil pengujian aktivitas antioksidan varietas TSH 858 didapatkan nilai sebesar 1664,35 ppm, yang menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tergolong ke dalam antioksidan lemah.Determination of polyphenol content in cocoa is basic information for developing potential varieties of cocoa with high polyphenol content and development of functional food based on cocoa. The availability of superior varieties of cocoa will be able to increase the competitiveness of Indonesian cocoa. TSH 858, BL 50, and SC 1 are potential cacao varieties in Indonesia. This research focused to determine the content of polyphenols, flavonoids, and antioxidant activity in three cocoa varieties TSH 858, BL 50, and SC 1. In this study, we used the Folin-Ciocalteu method to determine total polyphenol content of three cocoa varieties. Determination of total flavonoid content, we used colorimetric method with AlCl3 reagent. Determination of antioxidant activity were conducted using DPPH method to determined the antioxidant activity of the cocoa samples used. TSH 858 varieties showed the highest total polyphenols is in 214 mg/g levels. While The highest total flavonoid of 30 mg/g was shown by the BL 50 variety. Further testing of antioxidant activity was carried out only on TSH 858, due to the highest total polyphenol content. Unfortunately in this research, the antioxidant activity of TSH 858 showed only 1664.35 ppm means TSH 858 was a weak antioxidant.