Artikelilmiahs

Menampilkan 26.001-26.020 dari 50.250 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2600129354J1D016038Analisis Kohesi dalam Novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata dan Implementasinya bagi Pembelajaran Teks Novel pada Jenjang SMA/SMK/MAPeserta didik di SMK Negeri 2 Purwokerto mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan teks novel. Masalah tersebut dapat diselesaikan salah satu caranya dengan teori kohesi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kohesi leksikal dan gramatikal pada novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata serta implementasinya dalam pembelajaran. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa penggalan kalimat dari novel yang berisi wacana dan diduga mengandung jenis-jenis kohesi leksikal dan gramatikal. Sumber data penelitian ini yakni novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan berupa teknik baca markah. Berdasarkan analisis, ditemukan 30 data yang mengandung lima jenis kohesi gramatikal, yakni referensi, konjungsi, substitusi, dan pelesapan. Selanjutnya, 21 data yang mengandung kohesi leksikal, yakni sinonim, antonim, hiponim, meronim, dan kolokasi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk penelitian mengenai jenis-jenis kohesi. Selain itu, dapat pula diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 3.9., menganalisis isi dan kebahasaan novel di jenjang SMA/ SMK/ MA. Students at SMK Negeri 2 Purwokerto have difficulty in understanding the contents of novel text readings. The problem can be solved by the cohesion theory. This study aims to describe the types of lexical and grammatical cohesion in the novel Circus Pohon by Andrea Hirata and their implementation in learning. The form of this research is descriptive qualitative. The data in this study are fragments of sentences from novels that contain discourse and are thought to contain types of lexical and grammatical cohesion. The data source of this research is the novel Sirkus Pohon by Andrea Hirata. the Provision of data in this study uses the reference method with the advanced technology in the form of note-taking techniques. The data in this study were analyzed using the method of distribution with the basic technique for direct elements (BUL) and advanced techniques in the form of reading marking techniques. Based on the analysis, 30 data were found that contained five types of grammatical cohesion, namely reference, conjunction, substitution, and impregnation. Furthermore, 21 data contained lexical cohesion, namely synonyms, antonyms, hyponyms, meronyms, and collocations. Of the two types of cohesion, in the novel more grammatical cohesion is found than lexical. The results of this study can be used as a reference for research on the types of cohesion. In addition, it can also be implemented in learning Indonesian. More specifically, it is used as a learning medium by teachers in schools to facilitate students in achieving Basic Competence 3.9., analyzing the content and linguistics of novels at the SMA/ SMK/ MA level.
2600229355E1A016128“DISPARITAS PUTUSAN PENGADILAN TENTANG KELALAIAN MENGAKIBATKAN KECELAKAAN LALU LINTAS (Studi Putusan Pengadilan Nomor 372/Pid.B/2012/Pn.Gs dan Putusan Pengadilan Nomor 86/Pid.B/2013/Pn.Gs).”Disparitas Pidana adalah penerapan pidana yang tidak sama terhadap tindak pidana yang sama atau terhadap tindak pidana yang sifat bahayanya dapat diperbandingkan tanpa dasar pembenaran yang jelas. Hakim dalam putusan perkara Nomor 372/Pid.B/2012/Pn.Gs menjatuhkan pidana bersyarat/percobaan bagi Terdakwa (dewasa), sedangkan Hakim dalam putusan perkara Nomor 86/Pid.B/2013/Pn.Gs menjatuhkan putusan pidana penjara dengan tetap ditahan bagi Terdakwa Anak, dan kedua perkara tersebut mengenai kelalaian dalam kecelakaan yang mengakibatkan kematian . Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan serta faktor penyebab disparitas putusan dalam Putusan Nomor 372/Pid.B/2012/Pn.Gs dan Putusan Nomor 86/Pid.B/2013/Pn.Gs.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yang bersifat kualitatif dengan pendekatan perbandingan. Spesifikasi dalam penelitian ini bersifat preskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Data yang telah terkumpul disajikan secara deksriptif serta dianalisis menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas terhadap kasus kelalaian dalam berlalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipengaruhi beberapa faktor antara lain faktor aturan hukum itu sendiri serta faktor kepribadian hakim itu sendiri. Hakim dalam perkara Putusan Nomor 86/Pid.B/2013/Pn.Gs telah mengesampingkan tujuan pemidanaan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak dan tidak memperhatikan aspek filosofis dan sosiologis dalam menjatuhkan putusan pidana.

Kata Kunci : Disparitas, Kelalaian, Kecelakaan Lalu Lintas
Criminal disparity is the application of different crimes against the same crime or against a crime whose dangerous nature can be compared without a clear justification. The judge in the case decision Number 372 / Pid.B / 2012 / Pn.Gs imposed a conditional / probationary sentence for the accused (adult), while the judge in the case decision Number 86 / Pid.B / 2013 / Pn.Gs gave a permanent imprisonment verdict detained for the Child Defendant, and both cases were about negligence in an accident that resulted in death. The problems examined in this research are the judges' considerations in making decisions and the factors causing disparity in decisions in Decision Number 372 / Pid.B / 2012 / Pn.Gs and Decision Number 86 / Pid.B / 2013 / Pn.Gs.
The research method used is normative juridical qualitative with a comparative approach. The specifications in this study are prescriptive. The type of data used is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The data collection method used in this research is normative legal research method or literature law research. Data processing methods used are data reduction methods, data display, and data categorization. The data that has been collected is presented descriptively and analyzed using qualitative analysis.
The results showed that the disparity in cases of negligence in traffic that resulted in the death of other people was influenced by several factors, including the legal rule itself and the judge's own personality factor. Judges in the case of Decision Number 86 / Pid.B / 2013 / Pn.Gs have put aside the purpose of punishment which is oriented towards the best interests of the child and does not pay attention to philosophical and sociological aspects in imposing criminal decisions.

Keywords: Disparity, Negligence, Traffic Accidents
2600329357I1D016025LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN ASUPAN INDEKS GIKEMIK DAN BEBAN GLIKEMIK TERHADAP PENYAKIT DIABETES MELLITUS TIPE 2




Latar Belakang: Penyakit Diabetes mellitus membutuhkan tatalaksana yang tepat dan menyeluruh dalam mengontrol kadar glukosa darah. Penatalaksanaan tersebut berupa terapi gizi medis yang meliputi konsumsi makanan rendah indeks glikemik dan beban glikemik karena diet rendah indeks glikemik dan beban glikemik dianggap dapat mengontrol kadar glukosa darah dalam tubuh.
Metode: Pencarian data jurnal menggunakan database Pubmed, Science Direct dan Portal Garuda dengan desain penelitian crossectional, cohort dan randomized control trial. Pencarian jurnal disesuaikan dengan kriteria inklusi da ekslusi kemudian dilakukan peninjauan ulang.
Hasil: Terdapat 12 jurnal yang digunakan sebagai data penelitian. Terdapat 6 jurnal dengan desain randomized control trial, 5 jurnal dengan desain crossectional dan 1 jurnal dengan desain cohort. Bahwa diet rendah indeks glikemik dan beban glikemik memberikan penurunan terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP), HbA1c dan penurunan berat badan.
Kesimpulan: Pengaturan pola makan dengaa indeks glikemik dan beban glikemik terbukti memiliki hubungan positif dan dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c bahkan penurunan berat badan secara bersamaan
Background: People with Diabetes melitus disease needs correct and comprehensive management method to control blood glucose level. The management method is low glycemic index and low glycemic food consumption, because it is considered that low glycemic diet can control blood glucose level in our body.
Methods : The journal data search uses the Pubmed, Science Direct and Portal Garuda database for cross-sectional, cohort, randomized control trial research design. Journal searching process is adjusted to inclusion and exclusion criteria, then re-reviewing process will be conducted later.
Result: The researcher obtained 12 journals which are being used as research data. Among these 12 journals, there are 6 journals with randomized control trial design, 5 journals with cross sectional design, and 1 journal with cohort design. Low glycemic diet can affect our fasting glucose and HbA1c level, and also drop our body weight.
Conclusion: Low-level glycemic diet is positive associaton drop blood glucose and HbA1c level, even helping with weight loss.
2600429358B1J014049DAYA ANTIMIKROBA EKSTRAK MISELIUM DAN FILTRAT KULTUR Auricularia auricula YANG DITUMBUHKAN PADA TIGA MEDIUM BERBASIS UBI JALARSenyawa antimikroba sangat bermanfaat untuk menanggulangi berbagai penyakit akibat mikroorganisme. Senyawa antimikroba dapat diperoleh dari jamur, salah satunya Auricularia auricula. Kultivasi jamur membutuhkan medium pertumbuhan dengan karbohidrat sebagai sumber nutrisi utama dan dapat diperoleh dari ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak miselium dan filtrat kultur A. auricula yang ditumbuhkan pada tiga medium berbasis ubi jalar terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida sp. serta mengetahui medium berbasis ubi jalar putih, oranye, dan ungu yang paling optimum untuk pertumbuhan miselium A. auricula. Penelitian tentang aktivitas antimikroba dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial), dengan 2 faktor, 8 perlakuan, dan 3 kali ulangan. Penelitian tentang jenis medium yang paling optimum dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT. Data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil analisis pengujian aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa tiap perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap hasil (Sig./Asymp. Sig.<0,05). Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa M2E2 memiliki aktivitas antimikroba yang paling optimum terhadap E. coli, S. aureus, dan Candida sp. dengan nilai diameter zona hambat masing-masing 13,67 mm, 13,67 mm dan 9,67 mm. Hasil analisis dari rata-rata bobot kering miselium A. auricula pada empat medium pertumbuhan (M0, M1, M2, dan M3) menunjukkan hasil yang berbeda nyata (Sig.<0,05). Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa M2 merupakan medium yang paling optimum untuk pertumbuhan miselium A. auricula dengan nilai berat kering miselium 0,95 g. Antimicrobial compounds are very useful for overcoming various diseases caused by microorganisms. Antimicrobial compounds can be obtained from fungi, one of which is Auricularia auricula. Cultivation of mushrooms requires a growth medium with carbohydrates as the main source of nutrition and can be obtained from sweet potatoes. This study aims to determine the antimicrobial activity of A. auricula extracts and culture filtrate of A. auricula extracts that grown on three sweet potato-based mediums against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida sp., and to determine the optimum white, orange, and purple sweet potato-based medium for A. auricula mycelium growth. Research on antimicrobial activity was carried out experimentally using a Factorial Completely Randomized Design (Factorial CRD), with 2 factors, 8 treatments, and 3 replications. Research on the type of the most optimum medium was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 3 replications. The data obtained were analyzed using ANOVA and followed by DMRT. Data that were not normally distributed were analyzed using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney. The analysis results of the antimicrobial activity test showed that each treatment had a significant effect on the results (Sig. / Asymp. Sig. <0.05). Further test results showed that M2E2 had the most optimum antimicrobial activity against E. coli, S. aureus, and Candida sp. with the inhibition zone diameter values of 13.67 mm, 13.67 mm and 9.67 mm, respectively. The analysis results of the average dry weight of A. auricula mycelium in four growth mediums (M0, M1, M2, and M3) showed significantly different results (Sig. <0.05). The DMRT test results showed that M2 was the most optimum medium for A. auricula mycelium growth with a mycelium dry weight value of 0.95 g.
2600529359L1C016071PENDUGAAN KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN BAGIAN TIMUR MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL 2APenelitian ini berjudul Pendugaan Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) Dan Klorofil-a di Perairan Segara Anakan Bagian Timur Menggunakan Citra Satelit Sentinel 2A. TSS dan klorofil-a merupakan beberapa parameter penentu kualitas perairan. TSS adalah semua partikel tersuspensi dalam air. TSS mengandung material baik organik maupun anorganik. Klorofil-a adalah kandungan utama fotosintesis pada tumbuhan, konsentrasi klorofil-a di suatu perairan dapat mengindikasi adanya fitoplankton di perairan. Penginderaan jauh adalah sebuah metode solusi yang memberikan informasi mengenai permukaan bumi dengan cakupan spasial dan temporal. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui distribusi TSS dan klorofi-a, mengetahui hubungan nilai konsentrasi TSS dan klorofil-a di perairan Segara Anakan bagian Timur. Metode yang digunakan merupakan metode survei yang berdasarkan dari data primer TSS dan klorofil-a in-situ dan data sekunder dari citra satelit Sentinel 2A. Hasil penelitian menunjukan distribusi TSS di perairan cukup tinggi berkisar antara 100 – 500 mg/L dan klorofil-a bekisar antara 0 – 0.39 mg/m3. Hubungan nilai konsentrasi TSS dan klorofil-a memiliki nilai R2 yang rendah yaitu 0.032.This research is titled The Total Concentration Suspended Solid (TSS) and chlorophyll-a in eastern waters of Segara Anakan using Sentinel 2A satellite imagery. TSS and chlorophyll-a are some of the defining parameters of water quality. TSS are all suspended particles in waters. TSS contains suspended material that an organic or anorganic. Chlorophyll-a is the main content of photosynthesis in plants, the concentration of chlorophyll-a in waters is able to indicate the presence of phytoplankton in waters. Remote sensing is a method of solution that provides information of the surface of the earth with spatial and temporal coverage. The purpose of this study is to know the distribution of TSS and chlorophyll-a, to know the relationship value of TSS concentration and chlorophyll-a in eastern waters of Segara Anakan. The methods used are survey methods based on TSS primary data and chlorophyll-a in-situ and secondary data of Sentinel 2A satellite imagery. The results showed the distribution of TSS in the waters is quite high ranging between 100 – 500 mg/L and chlorophyll-a ranging between 0 – 0.39 mg/m3. The relationship value of TSS and chlorophyll-a concentration is a low with R2 value of 0.032.
2600629360A1D016018KAJIAN STATUS UNSUR HARA NITROGEN DAN SERAPANNYA PADA BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.)) DI KECAMATAN KEBASEN, KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) mengetahui status unsur hara N di dalam tanah dan serapan N oleh tanaman kedelai, 2) menentukan hubungan antar N total tanah dengan serapan N oleh tanaman dan hasil tanaman kedelai, dan 3) memberikan rekomendasi takaran pupuk N yang optimal untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 - Februari 2020 di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan skala 1:50.000. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menggabungkan (overlay) peta penggunaan lahan, jenis tanah dan peta kelas kelerengan. Penentuan titik sampel memperhatikan penyebarannya secara proposional, mengikuti metode grid yang dimodifikasi. Variabel yang diamati meliputi pH H₂O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), potensial redoks, N-total tanah, dan serapan N oleh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara nitrogen di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas termasuk sedang-sangat rendah (0,0724-0,2540). N-total tanah dan serapan N oleh tanaman memiliki nilai koefisien korelasi terbaik dengan hasil tanaman kedelai. Rekomendasi pupuk pada lokasi penelitian berbeda-beda sesuai status hara N di dalam tanah. Desa Tumiyang 1 dan 2 memiliki rekomendasi pemupupukan sebesar 391,04 dan 129,46 urea kg/ha. Desa Gambarsari 1, 2 dan 3 yaitu 197,28; 348,52 dan 303,26 urea kg/ha. Desa Kebasen 1, 2 dan 3 yaitu 389,09; 90,65 dan 99,13 urea kg/ha. Desa Kalisalak 1 dan 2 yaitu 346,96 dan 3,91 urea kg/ha.The aims of the study are: 1) to determine the status of N nutrients in the soil and N uptake by soybean plants, 2) to determine the relationship between total N soil with N uptake by plants and soybean crop yields, and 3) to provide a recommendation of optimum N fertilizer for increasing soybean crop yields. The study was conducted in October 2019 - February 2020 in Kebasen District, Banyumas Regency and the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study was conducted by survey method with a scale of 1: 50,000. Determination of sample points is based on the Homogeneous Land Unit Map (SLH), which is made by overlaying land use maps, soil types and slope class maps. Determination of sample points takes into account their distribution proportionally, following the modified grid method. The observed variables included pH H2O, KCl pH, DHL, redox potential, total N-soil, and N uptake by plants. The results showed that the status of nitrogen nutrients in Kebasen Subdistrict, Banyumas Regency was moderate to very low (0.0724-0.2540). Total N-soil and N uptake by plants have the best correlation coefficient value with soybean yield. The recommendations of N fertilizer in the study are according to the status of N nutrient in the soil. Tumiyang 1 and 2 villages are 391.04 and 129.46 urea kg/ha. Gambarsari 1, 2 and 3 villages are 197.28; 348.52 and 303.26 urea kg/ha. Kebasen 1, 2 and 3 villages are 389.09; 90.65 and 99.13 urea kg/ha. Kalisalak 1 and 2 villages are 346.96 and 3.91 urea kg/ha.
2600729284I1C016021PEMODELAN HKSA SENYAWA TURUNAN STILBENOID SEBAGAI AGEN SITOTOKSIK TERHADAP SEL MCF 7 DENGAN METODE SEMIEMPIRIS PM3Combretastatin merupakan dihidrostilbenoid yang diisolasi dari kulit Combretum caffrum telah digunakan sebagai pengobatan kanker tiroid anaplastik. Penelitian ini bertujuan memperoleh hubungan kuantitatif struktur aktivitas senyawa turunan stilbenoid dan memodifikasi senyawa turunan stilbenoid berdasarkan persamaan HKSA terbaik. Aktivitas sitotoksik (Log IC50) sebagai variabel terikat dan variabel bebas berupa muatan atom, momen dipol, energi HOMO, energi LUMO, polarisabilitas, Log P, dan Mr. Penelitian ini menggunakan metode semiempiris PM3 dengan perangkat lunak ORCA 4.0.1.2. Analisis statistik multilinear dilakukan dengan metode backward. Persamaan HKSA terbaik yang didapatkan adalah LogIC50=- 43,4723 + 42,7621 qC11 – 21,8528 qC12 + 0,0089 dipol – 9,2846 HOMO + 5,9843 LUMO – 1,2434 Log P – 0,3036 Mr + 2,4332 polarisabilitas. Berdasarakan persamaan HKSA tersebut, didapatkan 5 senyawa hasil modifikasi yaitu senyawa nomer 1-5 yang memiliki aktivitas lebih baik dibandingkan dengan senyawa yang digunakan pada data set, dengan masing-masing mempunyai IC50 sebesar 4,011 µM, 2,16x10-6 µM, 1,40x10-5 µM, 2,03x10-3 µM, and 1,45x10-2 µM, 3,7430 µM.Combretastatin, a dihydrostilbenoid isolated from the bark of Combretum caffrum, has been used as a treatment for anaplastic thyroid cancer. This study aims to correlate the structure of stilbenoid derivatives to their activities to cytotoxicity and modify stilbenoid derivatives based on the best equation of QSAR. Cytotoxic activity (Log IC50) was used as a dependent variable and the independent variable in the form atomic charge, dipole moment, HOMO energy, LUMO energy, polarizability, Log P and Mr. Semiempirical PM3 of ORCA 4.0.1.2 is used in this research. Multilinear statistical analysis is performed by the backward method. The best equation obtained of QSAR was LogIC50 = - 43,4723 + 42,7621 qC11 – 21,8528 qC12 + 0,0089 dipole – 9,2846 HOMO + 5,9843 LUMO – 1,2434 Log P – 0,3036 Mr + 2,4332 polarisability. Based on the QSAR equation, there are five candidate of the modified compound that are number 1 to 5 have better activity than the compounds used in the data set, with each IC50 of 4,011 µM, 2,16x10-6 µM, 1,40x10-5 µM, 2,03x10-3 µM, and 1,45x10-2 µM, 3,7430 µM respectively.
2600829361J0B017043Penerjemahan Label Informasi Benda Bersejarah dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin dengan Metode Komunikatif di Monumen Yogya KembaliLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Label Informasi Benda Bersejarah dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin dengan Metode Komunikatif di Monumen Yogya Kembali” yang dilaksanakan dari tanggal 28 Januari sampai dengan 17 Maret 2020. Tujuan praktik kerja ini adalah menerjemahkan label informasi benda bersejarah. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode jelajah internet, dan metode wawancara. Dalam tahap penerjemahan label informasi tersebut, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif sebagai metode utama dan metode penerjemahan harfiah sebagai metode pendukung. Penulis mengelompokkan data menjadi kosakata umum, kosakata khusus dan istilah khusus. Ada empat tahap dalam kegiatan praktik kerja tersebut, yang pertama yaitu persiapan, yang kedua yaitu pelaksanaan, ketiga adalah evaluasi dan hasil, keempat adalah kendala dan solusi. Hasil praktik kerja adalah label informasi benda bersejarah sudah diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin dan diterima dengan baik.
Kata Kunci: Label Informasi, Penerjemahan, Metode Komunikatif, Metode Harfiah
这份实习报告的题目是“Penerjemahan label informasi benda bersejarah dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin dengan metode komunikatif di Monumen Yogya Kembali”。于2020年1月28日至3月17日实施。实习的目的是翻译历史信息标签。作者使用三个收集方法是观察方法,浏览互联网方法,和访谈方法。在信息标签的翻译阶段作者用两种翻译方法就是交际翻译方法作为主要的方法和直译翻译方法作为补充的方法。作者将资料分为一般普通词汇、特殊词汇和特殊术语。实习活动中有四个阶段就是准备阶段, 实施阶段, 评价与结果, 障碍物与方案。实习的结果是历史信息标签已从印尼语翻译成汉语,受到好评。
关词汇:信息标签,翻译,交际翻译方法,直译翻译方法
2600929362E1A016001PERBANDINGAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA TERORISME DI INDONESIA DAN INDIA (Studi di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia dan India Centre for Victimology and Psychological Studies)Terorisme merupakan kejahatan yang menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan setiap negara yang menimbulkan bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia, serta merugikan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut tidak terlepas dari penderitaan korban tindak pidana terorisme yang membutuhkan perlindungan hukum dari negara. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan bentuk-bentuk perlindungan hukum dalam tatanan normatif dan empiris yang diberikan kepada korban tindak pidana terorisme di Indonesia dan India. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian dilakukan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Jakarta dan India Centre for Victimology and Psychological Studies, New Delhi. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Data yang diperoleh diolah dengan reduksi data, display data, katagorisasi data. Penyajian data dalam bentuk uraian teks naratif, dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum korban tindak pidana terorisme di kedua negara mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, adapun perlindungan hukum yang memerlukan perhatian lebih lanjut mengenai bantuan medis, hal lain yaitu pengajuan hak-hak korban tindak pidana terorisme masa lalu terbatas tanggal 22 Juni 2021 sedangkan di India tidak karena akan merugikan korban. Adapun terdapat faktor-faktor penghambat perlindungan hukum korban tindak pidana terorisme di Indonesia dan India dilihat dari (1) substansi hukum yaitu Peraturan Pemerintah dari UU No. 5 Tahun 2018 belum ada sedangkan di India tidak ada regulasi khusus mengenai rehabilitasi psikologis dan psikososial, (2) struktur hukum kurangnya jumlah sumber daya manusia (SDM) di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sedangkan di India kurangnya jumlah SDM National Investigation Agency (NIA), dan (3) kultur hukum yaitu adanya perbedaan perspektif antara lembaga terkait sedangkan di India kurangnya tingkat pengetahuan hukum masyarakat terkait hak-haknya.Terrorism is a crime that poses a serious threat to the sovereignty of every country that poses danger to security, world peace, and harms people's welfare. This was inseparable from the suffering of victims of criminal acts of terrorism which require legal protection from the state. The purpose of this study is to compare forms of legal protection in a normative and empirical order provided to victims of criminal acts of terrorism in Indonesia and India. This research used qualitative research methods with juridical empirical approach and descriptive analytical research specifications. The research was conducted at Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Jakarta and the Indian Center for Victimology and Psychological Studies, New Delhi. The data used include primary data and secondary data. Data collection methods through interviews and literature study. The data obtained were processed by data reduction, data display, data categorization. Presentation of data in the form of narrative text descriptions, using qualitative analysis methods. The results of the study show that the legal protection of victims of criminal acts of terrorism in both countries has its own advantages and disadvantages, as for legal protection that requires further attention regarding medical assistance, another matter is that the filing of the rights of victims of past terrorism crimes is limited to 22 June 2021 while in India it was not because it will harm the victims. There are factors that hinder the legal protection of victims of criminal acts of terrorism in Indonesia and India, seen from (1) the substance of the law, namely the Government Regulation from Law no. 5/2018 does not yet exist, while in India there are no specific regulations regarding psychological and psychosocial rehabilitation, (2) the legal structure is lacking in the number of human resources (HR) in the National Counterterrorism Agency (BNPT) while in India there is a lack of human resources from the National Investigation Agency (NIA), and (3) legal culture, namely the existence of different perspectives between related institutions, while in India there is a lack of legal knowledge of the community regarding their rights.
2601029363B1B016005Genetic Differences Between Eleutheranthera ruderalis (Sw.) Sch. – Bip. and Synedrella nodiflora (L.) Gaertn Based on trnT(UGU) – trnL(UAA)Ogiera (Eleutheranthera ruderalis) dan nodeweed (Synedrella nodiflora) adalah gulma dari famili Asteraceae yang biasa ditemukan di banyak daerah tropis. Keduanya memiliki morfologi yang identik, meskipun beberapa perbedaan dapat diamati. Data karakteristik morfologi tidak cukup untuk menunjukkan perbedaan di antara mereka, sehingga diperlukan data molekuler berdasarkan marka tertentu. Dalam penelitian ini penyela intergenik (IGS) trnT (UGU) - trnL (UAA) dari cpDNA digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan urutan sekuens antara E. ruderalis dan S. nodiflora. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Genetika Molekuler, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman dari Januari 2020 hingga Februari 2020 menggunakan teknik PCR dengan sepasang primer universal, yaitu B48557 sebagai primer forward dan A49291 sebagai primer reverse. Kemudian, produk PCR dikirim ke Firstbase Malaysia untuk disekuensing dan setelah itu disejajarkan menggunakan ClustalW yang diimplementasikan dalam Bioedit versi 7.0.4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk PCR E. ruderalis sekitar 560-580 bp dan S. nodiflora sekitar 600-650 bp. Pengecekan sekuens dengan NCBI memperlihatkan jika semua produk PCR adalah penyela intergeneik IGS trnT (UGU) - trnL (UAA). Penjajaran sekuens kedua sampel menunjukkan bahwa terdapat beberapa perbedaan dalam urutan IGS trnT (UGU) - trnL (UAA) akibat adanya beberapa indel dan substitusi yang teramati. Di sisi lain, hampir tidak ada perbedaan sekuens IGS trnT (UGU) - trnL (UAA) di dalam S. nodiflora maupun E. ruderalis. Variasi genetik antara kedua spesies mendukung data fenotipik yang ada, meskipun tidak ada korelasi langsung antara perbedan genetik dengan perbedaan fenotipik.

Ogiera (Eleutheranthera ruderalis) and nodeweed (Synedrella nodiflora) are weed species that belong to Asteraceae family commonly found in many tropical regions. Both have identical morphology, although some dissimilarities are actually observed. The data on morphological characteristics are not sufficient to show the differences between them. So, molecular data based on particular marker are required. In this study an intergenic spacer (IGS) of trnT(UGU) - trnL(UAA) from cpDNA was used. This study aims to identify the IGS trnT(UGU) - trnL(UAA) sequences in both E. ruderalis and S. nodiflora and to analyze the differences between both. The study was conducted at Plant Physiology and Genetic & Molecular Laboratories, the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University from January 2020 to February 2020 using PCR technique with a pair of universal primers, i.e. B48557 as forward primer and A49291 as reverse primer. Then, the PCR products was sent to Firstbase Malaysia for sequencing, after which the sequences were aligned using ClustalW which was implemented in the Bioedit version 7.0.4.1. The results showed that PCR products of approximately 560-580 bp and 600-650 bp were obtained from E. ruderalis and S. nodiflora samples respectively. Blasting to NCBI database revealed that all the PCR products were undoubtedly IGS trnT(UGU) - trnL(UAA). Sequence alignment showed that some differences in IGS trnT(UGU) - trnL(UAA) sequences between S. nodiflora and E. ruderalis with respect of some indels and base substitutions were observed. On the other hands, nearly no IGS trnT(UGU) - trnL(UAA) sequence difference within either S. nodiflora or E. ruderalis was found. The genetic variation between both species supports the existing phenotypical data despite no direct correlation between this genetic and visible phenotypic differences.



2601129371I1D016006HUBUNGAN ANTARA KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DENGAN KEJADIAN ANEMIA, PENYAKIT INFEKSI, DAN DAYA KONSENTRASI PADA REMAJA PUTRI (Studi di SMK Swagaya 1 Purwokerto)Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa terjadinya peningkatan kebutuhan gizi yang apabila tidak terpenuhi dapat memunculkan berbagai masalah gizi. Salah satu masalah gizi pada remaja putri yaitu Kurang Energi Kronis (KEK) yang ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Permasalahan KEK dapat berdampak pada kejadian anemia, penyakit infeksi, serta daya konsentrasi remaja putri.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara KEK dengan kejadian anemia, penyakit infeksi, dan daya konsentrasi pada remaja putri.
Metode: Metode penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel yaitu purposive sampling. Penelitian dilakukan pada remaja putri di SMK Swagaya 1 Purwokerto secara online pada kuesioner kejadian anemia dan penyakit infeksi menggunakan google form serta pengukuran daya konsentrasi menggunakan grid concentration test yang dibuat di website. Analisis bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil: Sebanyak 56% responden mengalami KEK, 54% responden mengalami anemia, 37% mengalami penyakit infeksi pada satu bulan terakhir, serta 79% memiliki daya konsentrasi kurang. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara KEK dengan daya konsentrasi (p=0,036, OR = 0,321), tidak ada hubungan antara KEK dengan kejadian anemia (p=0,759), dan penyakit infeksi (p=0,121).
Kesimpulan: Ada hubungan antara KEK dengan daya konsentrasi, dan tidak ada hubungan antara KEK dengan kejadian anemia dan penyakit infeksi.
Background: Adolescence is a period of increased nutritional needs which if not met can lead to various nutritional problems. One of the nutritional problems in female adolescents is Chronic Energy Deficiency (CED) which is marked by the size of the Upper Arm Circumference (MUAC) <23.5 cm. CED problems will have an impact on the incidence of anemia, infectious diseases, and the concentration ability of female adolescents.
Purpose: Knowing the relationship between CED with the incidence of anemia, infectious disease, and concentration power in female adolescents.
Method: The research method was observational analytic with cross sectional approach. The sampling technique is purposive sampling. The study was conducted on female adolescents at SMK Swagaya 1 Purwokerto through online on the questionnaires for anemia and infectious diseases using google form and for measuring the concentration ability used the grid concentration test which was made on website. Bivariate analysis using chi square test.
Results: As many as 56% of respondents experienced KEK, 54% of respondents had anemia, 37% had infectious disease in the past a month, and 79% had less concentration ability. The results of bivariate analysis showed that there was relationship between CED with the concentration ability (p = 0.036, OR = 0.321), there was no relationship between CED with the incidence of anemia (p = 0.759), and infectious disease (p = 0.121).
Conclusion: There is relationship between CED with the concentration ability, and there is no relationship between CED with the incidence of anemia and infectious diseases.
2601229365I1D016027LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN ANTARA ASUPAN DIET DIETARY APPROACH TO STOP HYPERTENTION (DASH) DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIALatar belakang : Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) telah direkomendasikan sebagai pengelolaan hipertensi secara non-farmakologi. Namun, efeknya terhadap usia spesifik seperti lansia belum diketahui secara jelas. Studi literatur dilakukan untuk menentukan hubungan antara diet DASH dengan hipertensi pada lansia.
Metodologi: Pencarian dilakukan melalui Pubmed, Google Scholar, Portal garuda, and EMBASE dan studi observasional serta eksperimental yang menguji hubungan dari diet DASH dengan hipertensi atau tekanan darah pada lansia dan geriatri terpilih. Kriteria inklusi adalah studi yang berkaitan dengan diet DASH dan hipertensi, responden lansia dengan usia lebih dari 45 tahun, jurnal yang dapat diakses secara penuh dan merupakan jurnal publikasi sepuluh tahun terakhir. Jurnal yang bukan merupakan penelitian orisinin dikeluarkan dari studi. Total lima buah artikel dengan 2.401 responden dimasukan kedalam studi.
Hasil penelitian: Diet DASH dengan modifikasi pembatasan natrium memberikan efek yang lebih besar dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko terjadinya hipertensi pada lansia. Studi selama tiga bulan menunjukan adanya perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah masa intervensi, sedangkan studi yang hanya 14 hari tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan.
Kesimpulan: Diet DASH dapat dijadikan sebagai terapi non-farmakologi melalui asupan makan dalam penanggulanganan hipertensi. Diet DASH dengan pengurangan garam menurunkan lebih banyak tekanan darah. Perubahan pola hidup sehat serta motivasi diri membantu efek diet DASH lebih optimal.
Background: Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) is recommended for the non-pharmacological management of hypertension. However, its effects on a spesific age such as elderly or geriatric are remains unclear. A literature review was conducted to determine the relation between the DASH diet and hypertension in the elderly.
Methods: Pubmed, Google Schoolar, Portal garuda, and EMBASE were searched and observational and experimental studies that examine DASH diet in relation to hypertension or blood pressure in elderly or geriatric were selected. Inclusion criteria were the DASH diet and hypertension related studies, elderly participants older than 45 years old, full-access journals and published at least from the last ten years. A non-original research were excluded from review. A total five articles for 2.401 participants were included in the literature review.
Results: The DASH diet decreased blood pressure and reduced risks of hypertension on the elderly with greater beneficial effects in modification diet with a limitation of sodium. The duration of intervention play a great role of the DASH diet effects. Three months studies were found the difference blood pressure before and after intervension, meanwhile 14 days study shows no significant difference exists.
Conclusion: The DASH diet as a non pharmacological therapy through food intake in hypertension treatment. The DASH diet with lower sodium intake reduce greater blood pressure. Healthy lifestyle changes and self motivation help effects of DASH diet more optimal.
2601329223I1D016031ANALISIS ASUPAN MAKAN MAHASISWA PRODI GIZI SELAMA PANDEMI COVID-19
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia sejak awal tahun 2020 memberikan dampak luas terhadap seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk pola makan individu. Kebijakan karantina yang ditetapkan sebagai respon terkait pandemi mempengaruhi kondisi psikologis individu yang berdampak pada perubahan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan makan mahasiswa prodi gizi selama masa pandemi COVID-19.
Metodologi: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel merupakan mahasiswa gizi berjumlah 56 orang diambil secara total sampling. Total asupan makanan responden diambil dengan metode Food Record 7x24 jam. Analisis data menggunakan uji univariat.
Hasil Penelitian: Sebanyak 52 mahasiswa (92,9%) berjenis kelamin perempuan, sebanyak 24 mahasiswa (42,9%) tidak tinggal bersama orang tua. Berdasarkan status gizi, sebanyak 36 mahasiswa (64,3%) tergolong normal. Sebanyak lebih dari 50% mahasiswa memiliki tingkat kecukupan energi, protein, lemak dan karbohidrat yang rendah. Begitu pula dengan zat gizi mikro, lebih dari setengah mahasiswa memiliki tingkat kecukupan zat gizi; besi, seng dan vitamin C di bawah standar minimum. Proporsi zat gizi dengan kontribusi tertinggi berasal dari karbohidrat yakni sebesar 59% diikuti lemak 29% dan protein 12%. Kontribusi asupan snack mahasiswa terhadap asupan total yaitu 19.34% energi dari snack, protein dari snack sebanyak 14,20%, lemak dari snack sebesar 21,91% dan karbohidrat sebesar 19,8%.
Kesimpulan: Asupan makanan responden selama masa pandemi COVID-19 baik zat gizi makro maupun mikro masih belum mencukupi kebutuhan sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Background: The COVID-19 pandemic since early 2020 has a broad impact on aspects of human life, including individual dietary patterns. The various policy, established as a response to a pandemic, affects the individual’s psychological condition that it has an impact on dietary changes. This study aims to determine the dietary intake of students in the nutritional department during COVID-19 pandemic.
Methods: This study used quantitative research with descriptive methods. The samples are 56 students of the nutritional department, taken by the total sampling method. The dietary intake of respondents was taken by food record method for 7x24 hours. The data analyzed by a univariate test.
Results: A total of 52 students (92.9%) were female and 24 students (42.9%) were not living with their parents. In terms of nutritional status, as many as 64.3% of students categorized as normal. More than 50% of students had a low intake of energy, protein, fat, and carbohydrate. The same goes for micronutrients, more than half of the students have a low level of iron, zinc, and vitamin C nutrients in their meal. The highest nutrients contribution comes from carbohydrates, which is 59% followed by fat 29% and protein 12%. Contribution of students' snack intake to total intake is 19.34% for energy, 14.20% for protein, 21.91% for fat and 19.8% for carbohydrate.
Conclusion: The student's dietary intake during the COVID-19 period, both macro and micronutrients, was not sufficient according to the RDA (Recommended Dietary Allowance).
2601429366E1A015071Izin Poligami Karena Istri Tidak Dapat Memenuhi Kewajiban (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara Nomor 947/Pdt.G/2019/PA.Ba)Izin Poligami karena Istri Tidak Dapat Memenuhi Kewajiban (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara No. 947/Pdt.G/2019/PA.Ba)
Disusun Oleh:
ZIANA RIFDA FARNIDA
E1A015071

ABSTRAK
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, guna memenuhi kebutuan yang bersifat jasmani maupun rohani seluruh agama memerintahkan umatnya untuk hidup berpasang-pasangan dalam suatu ikatan dengan memenuhi syarat-syarat tertentu, hal ini disebut dengan perkawinan. Tujuan dari perkawinan adalah membentuk suatu keluarga yang bahagia, namun demikian banyak keluarga yang tidak dapat mencapai tujuan perkawinan sehingga mencari solusi dengan melakukan poligami. Pengaturan mengenai poligami terdapat dalam Pasal 3 Ayat (2) Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Ketentuan ini membuka kemungkinan seorang suami dapat melakukan poligami dengan izin pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan Permohonan Izin Poligami Karena Istri Tidak Dapat Memenuhi Kewajiban (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara Nomor 947/Pdt.G/2019/PA.Ba).
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber pada studi kepustakaan dan peraturan perundang-undangan beserta peraturan pelaksanaannya. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis.
Hasil penelitian mengenai Izin Poligami Karena Istri Tidak Dapat Memenuhi Kewajiban terhadap putusan Pengadilan Agama Banjarnegara Nomor : 947/Pdt.G/2019/PA.BA, pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan izin poligami karena istri pertama sudah tidak dapat melayani/ tidak mau melayani Pemohon melakukan hubungan layaknya suami istri bahwa Hakim mengabulkan keinginan Pemohon dengan dasar Pemohon telah memenuhi syarat kumulatif untuk menikah yang kedua kalinya (berpoligami) sebagaimana maksud Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang No 1 Tahun 1974 jo Pasal 41 huruf (c) PP Nomor 9 Tahun 1975. Menurut peneliti pertimbangan Hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami tidak dilengkapi dengan Pasal 4 huruf (a) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Pasal 55 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 41 huruf (a) PP Nomor 9 Tahun 1975.

Kata kunci: Perkawinan, Poligami
Permit for Polygamy because the Wife Cannot Fulfill the Obligations (Juridical Review of the Banjarnegara Religious Court Decision No. 947 / Pdt.G / 2019 / PA.Ba)
Arranged by:
ZIANA RIFDA FARNIDA
E1A015071

ABSTRACT
Humans are social beings who cannot live alone. In order to fulfill physical and spiritual needs, all religions order their followers to live in pairs in a bond by fulfilling certain conditions, this is called marriage. The purpose of marriage is to form a happy family, however, many families cannot achieve the goal of marriage, so they seek a solution by practicing polygamy. The regulation regarding polygamy is contained in Article 3 Paragraph (2) of Law No.1 of 1974 concerning Marriage. This provision opens the possibility for a husband to practice polygamy with court permission. This study aims to determine the legal considerations of judges in granting applications for polygamy permits because wives cannot fulfill their obligations (Juridical Review of the Banjarnegara Religious Court Decision Number 947 / Pdt.G / 2019 / PA.Ba).
The research method used is normative juridical with analytical research specifications. The data used in this research is secondary data sourced from library research and statutory regulations and their implementing regulations. The data that has been obtained are then processed and analyzed using qualitative methods and presented in the form of a systematic description.
The results of the research regarding the Polygamy Permit because the Wife Cannot Fulfill the Obligations of the Banjarnegara Religious Court Decision Number: 947 / Pdt.G / 2019 / PA.BA, the legal considerations of the judge in granting polygamy permits because the first wife was unable to serve / did not want to serve a husband and wife relationship that the Judge granted the Petitioner's wish on the basis that the Petitioner had met the cumulative requirements for a second marriage (polygamy) as intended in Article 5 paragraph (1) of Law No.1 of 1974 in conjunction with Article 41 letter (c) of Government Regulation Number 9 Year 1975. According to the researcher, the Judge's consideration in granting a polygamy permit application was not equipped with Article 4 letter (a) of Law Number 1 of 1974, Article 33 of Law Number 1 of 1974, Article 55 paragraph (2) Compilation of Islamic Law and Article 41 letter (a) Government Regulation Number 9 of 1975.

Key words: Marriage, Polygamy
2601529367J1C015039Ambisi Tokoh Uchiha Itachi Dalam Anime Naruto Shippuuden Karya Masashi KishimotoPenelitian ini membahas penokohan dan ambisi dari tokoh Uchiha Itachi dalam anime Naruto Shippuuden karya Mashashi Kishimoto. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penokohan dan ambisi dari tokoh Uchiha Itachi muncul untuk mempertahankan kedamaian desa Konoha sebagai pemicu konflik dan membantu penyelesaian konflik dalam alur cerita anime Naruto Shippuuden melalui teori penokohan dan ambisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, simak catat, kemudian konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah penokohan dari Nurgiyantoro dan ambisi oleh Widarso. Sumber data penelitian ini adalah dua belas episode anime Naruto Shippuuden yang memunculkan atau mendeskripsikan tokoh Uchiha Itachi meskipun tokoh tersebut bukanlah tokoh utama. Hasil dari penelitian ini ialah penggambaran tokoh Uchiha Itachi dan penggambaran ambisi tokoh Uchiha Itachi mempertahankan kedamaian desa Konoha yang dipengaruhi beberapa faktor dan ambisi buruk. This research discusses about characterization and ambition of Uchiha Itachi of Naruto Shippuuden’s Anime By Masashi Kishimoto. The purpose of this research is to describe the characterization and ambition of Uchiha Itachi. Uchiha Itachi appears to maintain Konoha’s Village peaceful as a trigger for conflict and help resolve of Naruto Shippuuden’s storyline. The research will use qualitative descriptive method, observe and record method and the characterization theory by Nurgiyantoro and ambition theory by Widarso. The data source of this research are twelve episodes of Naruto Shippuuden’s Anime By Masashi Kishimoto that appearing Uchiha Itachi character as a triggers the conflicst and helps resolve of Naruto Shippuuden’s storyline eventhought it was not the main character. The result of this research is to describe the Uchiha Itachi’s character and his ambition that effected by several factor and foul ambition.
2601629368F1A016064TOXIC MASCULINITY
(ANALISIS SEMIOTIK ROLAND BARTHES PADA IKLAN L-MEN VERSI ALBERN SULTAN)
Iklan pada masa ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi dan informasi tentang suatu produk, iklan bereperan lebih jauh sebagai pembentuk realitas. Realitas yang sering dikonstruksi melalui iklan adalah stereotip gender. Konstruksi gender dalam iklan televisi sebagai maskulinitas (kelaki-lakian) dan femininitas (keperempuanan). Seiring perkembangan masa, nilai maskulinitas kian marak diangkat menjadi ide sebuah iklan. Maskulinitas dirasa memiliki kelebihan untuk menaikkan penjualan suatu produk, salah satu produk yang selalu mengangkat isu maskulinitas adalah L-Men. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk toxic masculinity yang direpresentasikan dalam iklan L-Men 2GoGainMass 2018 versi Albern Sultan. Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif yang menggunakan teknik dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian. Metode pengmpulan data dilakukan dengan memahami jalan cerita iklan, menyusun kategorisasi dan menyusun draft laporan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk toxic masculinity yang direpresentasikan dalam iklan L-Men lebih mengarah kepada konsep maskulinitas baru. Maskulinitas baru adalah laki-laki metroseksual yang memiliki penghasilan tinggi dan gaya hidup mewah. L-Men berusaha menyeragamkan imaji maskulinitas bahwa selain memiliki tubuh atletis, laki-laki juga harus memiliki wajah tampan dan terawat, serta penghasilan tinggi untuk menunjang gaya hidup mewah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa mitos dominan toxic masculinity yang direpresentasikan oleh L-Men memiliki dua garis besar. Pertama, pria maskulin adalah laki-laki metroseksual bertubuh atletis dan berwajah tampan (mulus). Kedua, pria maskulin adalah laki-laki yang dominan atas kekayaan materi dan pekerjaan. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu, diharapkan dapat memberikan gambaran serta sumbangsih pengetahuan bagi kalangan akademisi, aktivis dan masyarkat.
Advertising at this time not only serves as a medium for promotion and information about a product, advertising has a further role as a reality maker. The reality that is often constructed through advertising is gender stereotyping. Gender constructions in television commercials as masculinity (masculinity) and femininity (femininity). As time goes by, the value of masculinity is increasingly being raised into the idea of an advertisement. Masculinity is felt to have the advantage to increase sales of a product, one product that always raises the issue of masculinity is L-Men. This study aims to describe how the toxic masculinity forms are represented in the L-Men 2GoGainMass 2018 advertisement version of Albern Sultan. This research is a qualitative research that uses techniques by determining specific characteristics that are in accordance with the research objectives. The method of collecting data is done by understanding the storyline of advertisements, preparing categorizations and compiling draft reports. The data analysis technique used in this study is Roland Barthes's semiotics. The results showed that the toxic masculinity form represented in L-Men advertisement was more directed to the new concept of masculinity. The new masculinity is a metrosexual man who has a high income and a luxurious lifestyle. L-Men tried to uniform the image of masculinity that in addition to having an athletic body, men also had to have a handsome and well-groomed face, as well as a high income to support a luxurious lifestyle. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that some of the dominant myths of toxic masculinity represented by L-Men have two outlines. First, masculine men are metrosexual men who are athletic and handsome (smooth). Second, masculine men are dominant men over material wealth and occupations. Recommendations from this research are expected to provide an overview and contribution of knowledge for academics, activists and society.

2601729369B1A016026PREFERENSI Heterotrigona itama TERHADAP KONSENTRASI GULA DAN JARAK DARI SUMBER PAKANHeterotrigona itama merupakan lebah tak bersengat yang termasuk dalam genera Heterotrigona famili Apidae dari suku Meliponini, berukuran kecil dan merupakan salah satu serangga polinator penting. Perilaku mencari makan Heterotrigona itama sebagian besar belum diketahui, dan oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang preferensi lebah H. itama terhadap konsentrasi gula dan jarak dari sumber pakan. Penelitian ini dilakukan di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) yang dilakukan dalam satu kali percobaan. Perlakuan yang diberikan meliputi konsentrasi gula yaitu 0% ,15%, 35% dan 50% dan jarak yaitu 1 m, 4 m dan 7 m. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Variabel bebas yaitu konsentrasi gula dan jarak dari sarang, sedangkan variabel bergantung adalah jumlah individu H. itama yang berkunjung. Parameter yang diukur adalah jumlah individu lebah yang berkunjung pada setiap konsentrasi dan jarak pada pagi, siang dan sore hari di Desa Serang Purbalingga. Analisis data menggunakan uji F (Anova) untuk mengetahui perbedaan Jumlah individu lebah yang berkunjung antar konsentrasi dan jarakserta dilanjutkan dengan uji BNT dan analisis korelasi dan regresi dengan bantuan software SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi yang paling disukai Heterotrigona itama adalah konsentrasi 50%, jarak yang sesuai yaitu 1 m dari koloni, waktu yang efektif yakni pada siang hari dan arah paling banyak dikunjungi ada pada arah barat hal ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dimana ketika suhu meningkat maka aktivitas lebah mencari makan pun meningkat. Heterotrigona itama is a stingless bee belonging to the Heterotrigona genera of the family Apidae from the Meliponini tribe, is small and is one of the important pollinator insects. Foraging behavior of Heterotrigona itama is largely unknown, and therefore, it is necessary to do research on the preferences of H. itama bees for sugar concentration and distance from food sources. This research was conducted in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, Central Java. The research method used was a completely randomized design experimental method (CRD) conducted in one experiment. The treatments given included sugar concentrations of 0%, 15%, 35% and 50% and distances of 1 m, 4 m and 7 m. The variables observed in this study were independent variables namely sugar concentration and distance from the hive, while the dependent variable was the number of H. itama individuals visited. The measured parameter was the number of individual bees visiting at each concentration and the distance in the morning, afternoon and evening in Serang Purbalingga Village. Data analysis used the F (Anova) test to determine differences in the number of individual bees visited between concentrations and distances and continued with the LSD test and correlation and regression analysis with the help of SPSS software. The result Shows that the most preferred sugar concentration by Heterotrigona was 50%, the appropriate distance was 1 m from the colony, the effective time of day and the most visited direction was in the west, this was influenced by environmental factors, when the temperature rises the activity of bees foraging increases.
2601829373I1C016009ISOLASI DAN KARAKTERISASI METABOLIT SEKUNDER FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Calophyllum soulattriC. soulattri merupakan salah satu spesies dari genus Calophyllum. Kandungan senyawa metabolit sekunder dari daun C. soulattri asal Banyumas hingga saat ini belum ada yang melaporkan. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa senyawa metabolit sekunder dari C. soulattri lebih banyak diperoleh dari fraksi etilasetat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam fraksi etilasetat daun C. soulattri asal Banyumas. Tahapan penelitian ini yaitu pembuatan simplisia, ekstraksi, fraksinasi, isolasi, dan identifikasi senyawa. Spektra 13C-NMR menunjukkan isolat memiliki 30 atom karbon. Spektra 1H-NMR isolat memiliki sistem AA’BB dan ABX yang merupakan ciri khas cincin C flavonoid. Berdasarkan hasil interpretasi dari spektra 1H-NMR, 13C-NMR, HSQC, HMBC dan literatur, isolat merupakan senyawa amentoflavon. Senyawa metabolit sekunder yang berhasil diisolasi fraksi etilasetat daun C. soulattri asal Banyumas merupakan golongan biflavonoid yaitu amentoflavon.C. soulattri is a species of the genus Calophyllum. Until now, the secondary metabolites of C. soulattri leaves from Banyumas has not been reported. Previous studies showed the secondary metabolites of C. soulattri were mostly obtained from the ethylacetate fraction. Therefore, this study aims to identify secondary metabolite compounds contained in the ethylacetate fraction of C. soulattri leaves from Banyumas. The steps of this research were made simplicia, extraction, fractionation, isolation, and identification of isolate. The 13C-NMR spectra showed an isolate have 30 carbon atoms. The 1H-NMR spectra of the isolate have AA'BB and ABX systems which are characteristic of the flavonoid C ring. Based on the interpretation of 1H-NMR, 13C-NMR, HSQC, HMBC spectra and literature, the isolate is an amentoflavone compound. The secondary metabolite compound that was isolated from the ethylacetate fraction of C. soulattri leaves from Banyumas is a biflavonoid, namely amentoflavone.
2601929375A1F016067Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Gembili Termodifikasi Dengan Variasi Waktu Fermentasi Dan Jumlah Siklus Pemanasan dan Pendinginan.Gembili merupakan salah satu umbi yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembuatan tepung untuk mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi tepung terigu. Langkah tersebut belum banyak dilakukan karena adanya perbedaan karakteristik bahan pada saat diaplikasikan pada suatu produk. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi pada proses pengolahan agar mendapatkan bahan yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perlakuan lama fermentasi dan jumlah siklus pemanasan dan pendinginan terhadap karakteristik fisikokimia tepung gembili. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu lama fermentasi (0, 12, dan 24 jam) dan jumlah siklus pemanasan dan pendinginan (1, 2, dan 3 kali). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan lama fermentasi secara signifikan meningkatkan , amilosa, pati resistan, dan serat pangan, masing-masing sebesar 13,12%, 44,75%, dan 11,97%, sedangkan kadar gula total menurun sebesar 28,19 %; perlakuan jumlah siklus pemanasan dan pendinginan secara signifikan meningkatkan kadar amilosa, pati resistan, dan serat pangan, masing-masing sebesar 12,98%, 18,80%, dan 12,15%, sedangkan kadar gula total menurun sebesar 24,25%.

Gembili is a tuber that can be used as an alternative for making flour to reduce dependence on wheat flour consumption. This step has not been done much because of differences in the characteristics of materials when applied to a product. Therefore, it is necessary to modify the processing process in order to obtain the appropriate material with the desired characteristics. This study aims to examine the effect of fermentation time treatment and the number of heating and cooling cycles on the physicochemical characteristics of gembili flour. The experimental design used was a randomized block design (RBD) with 2 factors: fermentation time (0, 12, and 24 hours) and the number of heating and cooling cycles (1, 2, and 3 times). The results showed that the long treatment of fermentation significantly increased amylose, resistant starch, and dietary fiber, respectively 13.12%, 44.75%, and 11.97%, while the total sugar content decreased by 28.19%. ; treatment number of heating and cooling cycles significantly increased levels of amylose, resistant starch, and food fiber, respectively 12.98%, 18.80%, and 12.15%, while the total sugar content decreased by 24.25%.
2602029376H1C015050GEOLOGI DAN BIOSTRATIGRAFI FORMASI TOTOGAN JALUR KALI SOGAN DAERAH SEBORO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SADANG, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAHFormasi Totogan merupakan endapan olistostrome ; endapan sedimen yang terbentuk dari hasil longsoran bawah laut, komponen dari endapan ini berupa fragmen – fragmen batuan yang terdispersi pada masa dasar lempung, dan tidak memiliki perlapisan yang jelas. Penelitian biostratigrafi dari Formasi Totogan masih sangatlah jarang sehingga rentang umur dari formasi ini belum diketahui secara detil. Lokasi penelitian berada pada daerah Seboro dan sekitarnya,Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dengan lintasan khusus Kali Sogan. Metodologi penelitian yang peneliti gunakan berupa pemetaan geologi permukaan serta melakukan analisis petrografi dan biostratigrafi dengan objek kajian foraminifera planktonik, nannoplankton, dan foraminifera bentonik. Satuan geomorfologi daearah penelitian terbagi menjadi 4 yaitu : Satuan Lembah Antiklin Berlereng Miring, Satuan Perbukitan Antiklin - Sinklin Berlereng Curam, Satuan Perbukitan Struktural Berlereng Curam Menengah, dan Satuan Perbukitan Rendah Hogback Berlereng Curam Menengah. Urutan stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 4 satuan yaitu : Satuan Batulempung Berfragmen Non – Karbonatan, Satuan Batulempung Berfragmen, Satuan Batupasir, dan Satuan Breksi. Hasil analisis biostratigrafi pada matriks batulempung berfragmen, menunjukkan umur P17-N5 (Blow,1969) dan NP21-NN2 (Martini,1971) berdasarkan foraminifera planktonik dan nannoplankton indeks : Turborotalia cerroazulensis, Hantkenina alabamaensis, Pseudohastigerina micra, Globigerina ampliapertura, Globorotalia opima opima, Globigerina ciperoensis, Globorotalia pseudokugleri, Globigerinoides pseudokugleri, Discoaster saipanaensis, Discoaster barbadiensis, Coccolithus formosus, Reticulafenestra umbilica, Sphenolithus distentus, Sphenolithus ciperoensis, Discoaster drugii dan Sphenolithus belemnos, dan menunjukkan lingkungan pengendapan batial bawah (Tipsword,1966) berdasarkan foraminifera bentonik indeks : Gyroidina sp. Berdasarkan penelitian Formasi Totogan memiliki rentang umur Eosen Akhir – Miosen Awal dengan lingkungan pengendapan batial bawah.Totogan Formation is an olistostrome deposit; a sedimentary deposit that formed from the results of submarine landslides, the components of these deposits are rock fragments that are dispersed in clay matrix, and do not have a clear bedding. Biostratigraphic research of Totogan Formation is limited that the age range of this formation is unavailable in detail. The research location was at Seboro and surrounding areas, Sogan river path, Sadang District, Kebumen Regency, Central Java. The research methodology that the researcher used was surface geological mapping, petrographic analysis and biostratigraphic analysis with the object of planktonic foraminifera, nannoplankton, and bentonic foraminifera. The geomorphological unit of the study area is divided into 4 units, named: Gently Sloping Anticline Valley Unit, Steeply Sloping Anticline – Sincline Hill Unit, Medium Steeply Sloping Structural Hill Unit, and Medium Steeply Sloping Hogback Hill Unit. The stratigraphic sequence of the study area is divided into 4 units: Non-Carbonated Fragmented Clay Units, Fragmented Clay Units, Sandstone Units, and Breccia Units. The results of biostratigraphic analysis on the matrix of fragmented claystone, showing the age of P17-N5 (Blow, 1969) and NP21-NN2 (Martini, 1971) based on planktonic foraminifera and nannoplankton index: Turborotalia cerroazulensis, Hantkenina alabamaensis, Pseudohastigerina micra, Globigerina ampliapertura, Globorotalia opima opima, Globigerina ciperoensis, Globorotalia pseudokugleri, Globigerinoides pseudokugleri, Discoaster saipanaensis, Discoaster barbadiensis, Coccolithus formosus, Reticulafenestra umbilica, Sphenolithus distentus, Sphenolithus ciperoensis, Discoaster drugii dan Sphenolithus belemnos, , and shows the submarine lower bathyal depositional environment (Tipsword, 1966) based on the bentonic foraminifera index: Gyroidina sp. Based on research, the Totogan Formation has the age range of Late Eocene - Early Miocene with a submarine lower bathyal depositional environment.