Artikelilmiahs

Menampilkan 25.901-25.920 dari 50.255 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2590129260C1A015082Dampak Revitalisasi Pasar Burung Terhadap Tingkat Pendapatan Pedagang (Studi Kasus Pada Pasar Burung Peksi Bacingah Purwokerto)ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian yang meneliti adanya suatu dampak dari revitalisasi terhadap tingkat pendapatan pedagang di Pasar Peksi Bacingah Purwokerto. Penelitian ini berjudul “Dampak Revitalisasi Pasar Burung Terhadap Tingkat Pendapatan Pedagang (Studi Kasus Pada Pasar Burung Peksi Bacingah Purwokerto)”. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan pedagang burung sebelum dan sesudah revitalisasi, mengetahui pengaruh variabel modal, jam kerja dan lama usaha terhadap pendapatan pedagang dan mengetahui tingkat kesejahteraan pedagang dengan standar nilai upah minimum kabupaten/kota (UMK). Alat analisis menggunakan teknik analisis linear berganda dengan Uji statistik (Uji z,Uji F, Uji t), Uji asumsi klasik (Normalitas, Multikolinearitas, Heterokedastisitas, Autokorelasi) dan Uji beda dua rata-rata,analisis regresi linier berganda dan uji statistik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa revitalisasi berdampak pada penurunan pendapatan pedagang, dibuktikan dengan hasil uji z sampel berpasangan diperoleh hasil z-hitung= 1,9297 > z-tabel= 0,5199 dengan probabilitas 0,000 < 0,05. Rata-rata pendapatan pedagang sebelum revitalisasi sebesar Rp 1.586.250,00 lebih besar dari nilai upah minimum pada tahun tersebut yaitu Rp. 1.350.000,00 (Sejahtera) , sedangkan sesudah revitalisasi pendapatan hanya sebesar Rp 1.292.437,50 atau kurang dari nilai upah minimum pada tahun sekarang yaitu Rp 1.900.000,00 (Belum Sejahtera). Hasil penelitian dengan regresi linier berganda ditemukan adanya pengaruh modal, jam kerja dan lama usaha yang signifikan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Peksi Bacingah Purwokerto, dengan nilai F-hitung (11,094) > F-tabel (2,84), dan nilai t-hitung variabel modal (3,944), nilai t-hitung variabel jam kerja (5,332) maupun nilai t-hitung variabel lama usaha (2,653) masing-masing lebih besar dari nilai t-tabel (2,028). Hasil uji F dan uji t tersebut membuktikan bahwa modal, jam kerja dan lama usaha, baik secara bersama-sama (simultan) maupun secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang burung di Pasar Peksi Bacingah Purwokerto.
ABSTRACT
This research that examines the impact of revitalization on the level of income of traders in the Pacing Bacingah Purwokerto Market. This study is entitled "The Impact of Bird Market Revitalization on Trader Income Levels (Case Study on the Purwokerto Peksi Bacingah Bird Market)". The purpose of this study is to determine whether there are differences in income of bird traders before and after revitalization, determine the effect of variable capital, hours of work and business length on merchant income and determine the level of merchant welfare with the standard minimum wage / district (MSE). The analytical tool uses multiple linear analysis techniques with statistical tests (z test, F test, t test), classic assumption test (normality, multicollinearity, heterocedasticity, autocorrelation) and two average difference test, multiple linear regression analysis and statistical tests.
The results showed that revitalization had an impact on decreasing trader income, as evidenced by the results of the paired z test results obtained z-count = 1.9297> z-table = 0.5199 with a probability of 0.000 <0.05. The average trader income before revitalization of Rp 1,586,250.00 is greater than the value of the minimum wage for the year of Rp. 1,350,000.00 (Prosperous), while after revitalization of income is only Rp. 1,292,437.50 or less than the current minimum wage of Rp. 1,900,000.00 (Not Prosperous). The results of research with multiple linear regression found a significant influence of capital, working hours and business length on the income of traders in the Peksi Bacingah Purwokerto Market, with an F-count value (11.094)> F-table (2.84), and a t-count value capital variable (3,944), t-count value of working hours variable (5,332) and t-count value of business length variable (2,653) are each greater than t-table value (2,028). The results of the F test and t test prove that capital, working hours and length of business, both (simultaneously) and partially have a significant effect to income of bird traders in Purwokerto Peksi Bacingah Market.
2590229256D1A016044PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK SAFFLOWER (Carthamus Tinctorius L) DAN INOSITOL TERHADAP BOBOT TELUR DAN KETEBALAN KERABANG TELUR AYAM SENTUL
Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh dan menentukan persentase terbaik suplementasi minyak safflower dan inositol terhadap bobot telur dan ketebalan kerabang ayam sentul. Materi yang digunakan adalah ayam sentul berumur 17 minggu dan 243 butir telur. Metode yang digunakan yaitu eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan R0 : Kontrol, R1 : Minyak safflower 0,5%, R2 : Minyak safflower 1,0 %, R3 : Inositol 0,5 %, R4 : Inositol 0,1 %, R5 : Minyak Safflower 0,5% dan Inositol 0,5%, R6 : Minyak Safflower 0,5% dan Inositol 1,0%, R7 : Minyak Safflower 1,0% dan Inositol 0,5%, R8 : Minyak Safflower 1,0% dan Inositol 1,0%. Hasil penelitian menunjukan bahwa suplementasi minyak safflower dan inositol berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot telur dan ketebalan kerabang telur. Rataan bobot telur yang diperoleh yaitu 36,00 ± 2,75 g; 37,20 ± 0,23 g; 39,18 ± 3,36 g; 38,52 ± 4,20 g; 37,68 ± 0,09 g; 36,67 ± 1,04 g; 35,54 ± 2,14 g; 37,66 ± 1,01 g; 37,33 ± 1,85 g dan rataan ketebalan kerabang yaitu 0,41 ± 0,009 mm; 0,40 ± 0,022 mm; 0,43 ± 0,013 mm; 0,43 ± 0,026 mm; 0,41 ± 0,004 mm; 0,42 ± 0,021 mm; 0,40 ± 0,031 mm; 0,38 ± 0,015 mm ; 0,41 ± 0,029 mm. Kesimpulan peneliti suplementasi minyak safflower dan inositol menghasilkan bobot telur dan tebal kerabang relatif sama.
The purpose of this study was to examine and to find the best percentage of safflower oil and inositol supplementation on egg weight and shell thickness of sentul chicken. The material used in this study was 17 weeks and 243 eggs. The method used is experimental with a completely randomized design (CRD) with the treatments included R0: Control, R1: 0.5% safflower oil, R2: 1.0% safflower oil, R3: 0.5% Inositol, R4 : Inositol 0.1%, R5: Safflower Oil 0.5% and Inositol 0.5%, R6: Safflower Oil 0.5% and Inositol 1.0%, R7: Safflower Oil 1 , 0% and Inositol 0.5%, R8: Safflower Oil 1.0% and Inositol 1.0%. The data that have been obtained are analyzed using analysis of variance followed by honesty significant different further tests. The results showed that supplementation of safflower oil and inositol had no significant effect (P> 0.05) on egg weight and eggshell thickness. The average egg weight was 36.00 ± 2.75 g; 37.20 ± 0.23 g; 39.18 ± 3.36 g;38.52 ± 4.20 g;37.68 ± 0.09 g;36.67 ± 1.04 g; 35.54 ± 2.14 g; 37.66 ± 1.01 g; 37.33 ± 1.85 g and the average thickness of shell is 0.41 ± 0.009 mm; 0.40 ± 0.022 mm; 0.43 ± 0.013 mm; 0.43 ± 0.026 mm;0.41 ± 0.004 mm; 0.42 ± 0.021 mm; 0.40 ± 0.031 mm; 0.38 ± 0.015 mm; 0.41 ± 0.029 mm. It can be concluded upplementation of safflower oil and inositol produce relatively equal egg weights and shell thickness.
2590329252C1I016036The Influences of Revenue From Hotel, Restaurant, Entertainment Taxes, ad Regional Retribution Toward Regional Original RevenuePenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah penerimaan dari pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, dan retribusi daerah memiliki pengaruh pada peningkatan pendapatan asli daerah. Penelitian ini menggunakan objek dari realisasi pendapatan pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, retribusi daerah, dan pendapatan asli daerah tahun 2014-2018 di Kabupaten/Kota Jawa Tengah yang tercantum dalam laporan realisasi keuangan di setiap daerah. Metode purposive sampling dalam penelitian ini untuk menentukan sampel dengan memiliki beberapa kriteria yang dibutuhkan dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 data. Data yang digunakan ini berasal dari 6 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan rentang waktu penelitian selama 5 tahun. Metode penelitian kuantitatif dan analisis regresi linier berganda dengan dibantu SPSS digunakan untuk mengolah data yang diperoleh sehingga mengetahui hasil uji dalam penelitian ini. Hasil uji dalam penelitian ini menunjukkan variabel pajak hotel, pajak restoran, dan retribusi daerah secara positif memiliki pengaruh pada pendapatan asli daerah, sedangkan variabel pajak hiburan secara negatif memiliki pengaruh pada pendapatan asli daerah.This research aims to examine whether the factors that influence rise up on regional original revenue. The objects in this research consist of the realization of hotel tax revenue, restaurant tax, entertainment tax, regional retribution, and regional original revenue of 2014-2018 in Central Java Regency/City listed in the financial realization report in each region. The purposive sampling used in this research to select sample with several criterion and the samples number used in this research was 30 data. The data used are from 6 regencies/cities in Central Java with 5 years periods in a row. Quantitative research methods and multiple linear regression analysis assisted by SPSS are used to process the data obtained, that can be find out the test results in this research. The research prove that hotel tax, restaurant tax, and regional retribution variables positively influence the regional original revenue, while the entertainment tax variable negatively influences the regional original revenue.
2590429259I1B016025EFEKTIVITAS PEMBERIAN SEDUHAN SINGLE CLOVE
BLACK GARLIC TERHADAP KADAR SERUM GLUTAMIC
PIRUVIC TRANSMINASE (SGPT) TIKUS PUTIH YANG
DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN
Latar Belakang : Hati merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh, oleh karena itu kerusakan hati dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan. Salah satu penanda adanya kerusakan hati adalah peningkatan kadar Serum Glutamic Piruvic Transminase (SGPT). Bahan alami yang diketahui dapat memberikan efek hepatiprotektif terhadap perbaikan kerusakan hati adalah single clove black garlic. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dosis pemberian seduhan single clove black garlic terhadap kadar SGPT pada tikus putih yang diinduksi streptozotocin.

Metodologi : Pada penelitian ini dilakukan eksperimen murni dengan pretest-posttest with control group design dengan jumlah total sampel sebanyak 30 ekor tikus putih. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok terdiri dari kelompok kontrol sehat, kelompok kontrol negatif, kelompok perlakuan dosis 6,5 g/KgBB, kelompok perlakuan dosis 13 g/KgBB, kelompok perlakuan dengan dosis 26 g/KgBB, dan kelompok yang diberi glibenklamid dengan dosis 0,09 mg/kgBB tikus. Pemberian perlakuan dilakukan selama 14 hari. Kadar SGPT diperiksa sebelum dan setelah pemberian perlakuan.

Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya penurunan kadar SGPT setelah pemberian seduhan Single Clove Black Garlic selama 14 hari. Hasil rerata penurunan ketiga dosis berturut-turut yaitu sebesar 20,95 ± 1,01 U/l, 17,11 ± 9,67 U/l, dan 22,35 ± 6,47 U/l.

Kesimpulan : Pemberian seduhan Single Clove Black Garlic yang paling efektif untuk menurunkan kadar SGPT yaitu dengan dosis 6,5 g/KgBB.

Kata Kunci : Kerusakan Hati, Induksi Streptozotocin, SGPT, Single Clove Black Garlic


Background : The liver is one of most important organs in the body, so damage to the liver can cause health problem. One indication of liver damgae is the increase in level of Serum Glutamic Piruvic Transminase (SGPT). Natural substance known to provide a hepatoprotective effect on repairing liver damage is the single clove black garlic. The aim of this research is to find out the effects of the single clove black garlic brewed on SGPT level in white rats induced by streptozotocin.

Method : This reaserch was conducted by true experiment with pretest-posttest with control group design with control group design. Total sample of white rat are 30 sample. The sample is devided into 6 groups of healthy control groups, negative control groups, dose 6,5 g/KgBW treatment groups, dose 13 g/KgBW treatment groups, dose 26 g/KgBW treatment groups, and groups given glibenklamide with a dose of 0,09 mg/kgBW dose of rats. The treatment was give for 14 days. SGPT level was checked before and after treatment.

Result : The result of this reaserch showed that level of SGPT decrease after giving Single Clove Black Garlic brewed for 14 day. The averages of decreasing SGPT level are 20,95 ± 1,01 U/l, 17,11 ± 9,67 U/l, dan 22,35 ± 6,47 U/l respectively.

Conslusion : From this reaserch showed that the most effective amount of single clove black garlic to reduce SGPT levels is 6,5 g/KgBW dose.

Keyword : Liver Damage ,Streptozotocin induction, SGPT, Single Clove Black Garlic¬
2590529245I1B016003PENGARUH PEMBERIAN BAWANG TUNGGAL HITAM (Single Clove Black Garlic) TERHADAP PENURUNAN KADAR HbA1c PADA TIKUS PUTIH DENGAN HIPERGLIKEMIAPENGARUH PEMBERIAN BAWANG TUNGGAL HITAM (Single Clove Black Garlic) TERHADAP PENURUNAN KADAR HbA1c PADA TIKUS PUTIH DENGAN HIPERGLIKEMIA
Layla Nurbani1 , Saryono2 , Arif Imam Hidayat3

Latar Belakang: HbA1c merupakan hasil glikasi hemoglobin dengan glukosa di dalam tubuh yang memiliki nilai normal 4%-5,6% dan saat terjadi peningkatan kadar di atas 6,5% maka dapat mengindikasikan penyakit Diabetes Mellitus dan sejalan dengan peningkatan risiko komplikasi lain sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bawang tunggal hitam terhadap penurunan kadar HbA1c pada penyakit diabetes.
Metodologi: Penelitian true experimental dengan teknik simple random sampling yang menggunakan sampel tikus putih jantan (Rattus Norvegicus) sebanyak 30 ekor dan dibagi ke dalam 6 kelompok yaitu kelompok sehat, kelompok kontrol negatif, kelompok C pemberian bawang tunggal hitam dosis 1,3 g/200grBB, kelompok D pemberian bawang tunggal hitam dosis 2,6 gr/200grBB, kelompok E pemberian bawang tunggal hitam dosis 5,2 gr/200grBB, dan kelompok F (kontrol positif) pemberian glibenklamid dosis 0,09 mg/kgBB. Hasil pemeriksaan kadar HbA1c diolah dengan Uji Krushkral-Wallis dan Post Hoc Mann-Whitney.
Hasil Penelitian: Hasil rerata pretest setelah induksi STZ menunjukkan kadar HbA1c pada kelompok C (7,80±1,20), D (7,20±0,88), dan E (6,78±1,90) % mengalami peningkatan dari kadar normal (≥6,5%) sedangkan rerata posttest setelah pemberian bawang tunggal hitam menunjukkan kadar HbA1c dengan angka yang lebih tinggi dari pretest pada kelompok C (12,76±2,40), D (10,50±2,34), dan E (10,20±1,88) %.
Kesimpulan: Dosis bawang tunggal hitam dalam penelitian belum mampu menurunkan kadar HbA1c pada tikus putih hiperglikemia.
Kata Kunci: HbA1c, Diabaet Mellitus, Bawang Tunggal Hitam, Hiperglikemia.

1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2&3 Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG TUNGGAL HITAM (Single Clove Black Garlic) TERHADAP PENURUNAN KADAR HbA1c PADA TIKUS PUTIH DENGAN HIPERGLIKEMIA
Layla Nurbani1 , Saryono2 , Arif Imam Hidayat3

Background: HbA1c is the result of glycation of hemoglobin with glucose in the body which has a normal value of 4% -5.6% and when there is an increase in levels above 6.5% it can indicate Diabetes Mellitus and is in line with the increased risk of other complications, so the purpose of this study is to determine the effect of single clove black garlic on reducing HbA1c levels in diabetes.
Methods: True experimental research with simple random sampling technique using 30 samples of male white rat (Rattus Norvegicus) and divided into 6 groups: healthy group, negative control group, group C giving single clove black garlic dose 1.3 g / 200grBB, group D giving single clove black garlic dose 2,6 gr / 200grBB, group E giving single clove black garlic dose 5.2 gr / 200grBB, and group F (positive control) giving glibenclamide dose 0.09 mg / kgBW. The results of the HbA1c level were processed by the Krushkral-Wallis and Post Hoc Mann-Whitney Tests.
Results: The mean pretest results after STZ induction showed HbA1c levels in group C (7.80 ± 1.20), D (7.20 ± 0.88), and E (6.78 ± 1.90)% had an increase from normal levels (≥6.5%) while the posttest mean after single clove black garlic giving showed higher levels of HbA1c which were higher than pretest in group C (12.76 ± 2.40), D (10.50 ± 2.34), and E (10.20 ± 1.88)%.
Conclusions: The dose of single clove black garlic in this study has not been able to reduce HbA1c levels in white rats with hyperglycemic.
Keywords: HbA1c, Diabetes Mellitus, Single Clove Black Garlic, Hyperglicemia.

1 Student of Nursing Departement, Faculty of Health Science, Universitas Jenderal Soedirman
2&3 Lecturer of Nursing Departement, Faculty of Health Science, Universitas Jenderal Soedirman
2590629310E1A016061PENANGANAN KERUSUHAN UNJUK RASA PADA TANGGAL 22 MEI 2019 DI JAKARTA OLEH APARAT KEPOLISIAN POLDA METRO JAYA ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong terjadinya kerusuhan pada unjuk rasa tanggal 22 Mei 2019 di Jakarta serta penanganan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Polda Metro Jaya terhadap kerusuhan unjuk rasa pada tanggal 22 Mei 2019 di Jakarta tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Adapun penelitian ini dilakukan di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara sementara itu data sekunder diperoleh melaluistudi pustaka. Data yang diperoleh diolah dengan dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Peyajian data dalam bentuk uraian teks naratif, dengan metode analisis kualitatif.
Berdasarkan analisis dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya kerusuhan unjuk rasa pada 22 Mei 2019 di Jakarta antara lain datang dari pemegang peranan (pengunjuk rasa) dan lembaga pelaksana hukum (aparat penegak hukum). Adapun penanganan yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian Polda Matro Jaya terhadap kerusuhan unjuk rasa pada tanggal 22 Mei 2019 di Jakarta meliputi upaya preemtif, upaya preventif, serta upaya represif

Kata Kunci : Penanganan, Kerusuhan, Unjuk Rasa, Aparat Kepolisian
ABSTRACT
The results announcement of the presidential general election in 2019 in fact caused dissatisfaction for some people. This was also the background for some people to carry out a demonstration in front of the Election Supervisory Agency building on May 22, 2019. The demonstration was motivated by dissatisfaction from supporters of one of the presidential candidate pairs which initially ran orderly but led to riots. Therefore, the police apparatus needs to carry out proper handling in controlling the mass of demonstrations. This study aims to determine the factors that led to riots at the demonstration on May 22, 2019 in Jakarta and the handling carried out by the Metro Jaya Police Department against the riots on May 22, 2019 in Jakarta.
This study used qualitative research methods with an empirical juridical approach and descriptives analytical research specifications. The study was conducted at the Office of the Directorate of General Criminal Police Investigation at the Regional of Greater Jakarta Metropolitan. The data used include primary data and secondary data. The data collection methods were through interviews and literature review. The data obtained were processed by data reduction, data display, and data categorization. The presentation of the data was in the form of narrative text descriptions, using qualitative analysis methods. The results showed that the factors causing the rioting of the demonstrations on May 22, 2019 in Jakarta, among others, came from the role holders (protesters) and law enforcement agencies (law enforcement officials). As for the handling carried out by the Polda Metro Jaya Police against therioting of the demonstrations on May 22, 2019 in Jakarta included preemptive efforts, preventive efforts, and repressive efforts.

Keywords: Handling, Demonstration, Police.
2590729254E1A016228TINJAUAN YURIDIS WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN SEWA BELI ( Suatu kajian sengketa perjanjian sewa beli dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 931 K/Pdt/2019)Perjanjian sewa beli adalah perjanjian tidak bernama yang merupakan gabungan antara perjanjian sewa menyewa dan perjanjian jual beli, di mana si pembeli sewa tidak langsung menjadi pemilik, namun hanya mempunyai hak pakai terhadap objek sewa beli. Hak kepemilikannya baru beralih ketika melunasi angsuran terakhir. Dalam perjanjian sewa beli apabila penjual sewa telah menerima uang pelunasan atas objek sewa beli dari pembeli sewa, maka ia berkewajiban untuk menyerahkan objek sewa beli kepada pembeli sewa. Jika objek sewa beli merupakan benda tidak bergerak maka diharuskan adanya penyerahan secara yuridis melalui akta otentik, tidak cukup hanya dengan penyerahan nyata. Apabila pihak penjual sewa tidak mau melakukan penyerahan yuridis meskipun pembeli sewa telah melakukan kewajibannya maka penjual sewa dapat digugat dengan gugatan wanprestasi. Kasus berkaitan dengan latar belakang di atas salah satunya terdapat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 931 K /Pdt/ 2019.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan gugatan wanprestasi, dan menganalisis tuntutan ganti kerugian wanprestasi yang dituntut oleh Penggugat. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan bahwa perbuatan Tergugat sebagai penjual sewa adalah wanprestasi yaitu tidak memenuhi prestasi secara sempurna dengan tidak mau menandatangani akta jual beli sebagai rangkaian perbuatan secara yuridis atau proses balik nama atas nama Penggugat meskipun Penggugat menempati objek sewa beli tersebut, sehingga dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara wanprestasi sudah benar, sedangkan tuntutan ganti kerugian yang dituntut Penggugat sebagai akibat wanprestasi adalah kabur/tidak jelas karena tidak memenuhi unsur-unsur ganti kerugian sebagaimana ketentuan Pasal 1243 jo 1246 K.U. H. Perdata. Tuntutan ganti kerugian pihak Penggugat lebih mengarah ke uang paksa.

The lease-purchase agreement is an innominat contract, a combination between the lease agreement and sale-purchase agreement, lease seller does not directly become the owner, but only has the right to use title. The right of ownership is shifted when paying off the last installments. In the lease-purchase agreement, if the lease seller has received the settlement funds of a lease-purchase object from the lease buyer, they are obliged to give the lease-purchase object to the lease buyer. If the lease-purchase object is immovable assets, it is required a juridical handover through the authentic deed. It is not enough just by real handover. If the lease seller parties do not want to do the juridical handover though the lease buyer has done their obligation, the lease seller can be sued with default suit. One of the cases related to the background above is contained in Supreme Court Decree Number 931 K /Pdt/ 2019.
This study aims to discover the Judge's legal considerations in deciding the default and analyzing the default compensation suit sued by the plaintiff. This study uses the normative juridical method with an analytical descriptive of research specifications.
Based on the analysis can be concluded that the defendant's action as the lease seller is a default, which does not fulfill the performance perfectly by do not want to sign on the Notarial Sale, & Purchase Agreement as a series of juridical actions or the title transfer of the Plaintif’sf even though the Plaintiff’s occupies the lease-purchase object, thus, the Judge's basis of considerations in deciding the default case is correct, The compensation demanded by the Plaintiff's as a result of default is vague / unclear because it does not fulfill the elements of compensation in the provisions of Article 1243 jo 1246 of the civil code. The Plaintiff's claim for compensation is more towards dwangsom.

2590829261E1A016111KEKUATAN ALAT BUKTI SURAT DALAM TINDAK PIDANA PENGEDARAN UANG PALSU
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Tegal Nomor 38/Pid.Sus/2019/PN.Tgl)
Pembuktian merupakan proses dalam hukum acara pidana yang memiliki peranan sangat penting. Termasuk dalam membuktikan suatu tindak pidana pengedaran uang palsu yang marak dilakukan. Maraknya peredaran uang palsu sangatlah meresahkan masyarakat serta mengganggu perekonomian. Oleh karena itu penegakan hukum terhadap pelaku pengedaran uang palsu perlu dilakukan. Penelitian ini didasarkan pada Putusan Pengadilan Negeri Tegal Nomor 38/Pid.Sus/2019/PN Tgl yang memeriksa dan mengadili perkara tindak pidana pengedaran uang palsu. Pelaku mendapatkan uang palsu dari orang kemudian diedarkan kepada orang lainnya untuk memperoleh keuntungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa bagaimana kekuatan alat bukti Surat Hasil Analisis Dugaan Uang Palsu dari Putusan Pengadilan Negeri Tegal Nomor 38/Pid.Sus/2019/PN Tgl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bukti tersebut dikategorikan sebagai surat sesuai Pasal 187 huruf c KUHAP, memenuhi segi formil dan materil serta bersesuaian dengan alat bukti lain. Oleh karena itu surat memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat. Hakim dalam menjatuhkan putusan mendasarkan pada Pasal 36 ayat (3) jo Pasal 26 ayat (3) UU Mata Uang dengan mempertimbangkan alat-alat bukti, barang bukti berupa uang rupiah palsu, fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, Pasal 84 Ayat (2) KUHAP, Pasal 183 KUHAP, Pasal 185 ayat (6) KUHAP, tidak adanya alasan pembenar dan pemaaf, Pasal 40 ayat (1) UU Mata Uang, Pasal 22 ayat 4 KUHAP dan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP. The evidence is a process in criminal procedural law which has a very important role. Included in proving a criminal act of circulating counterfeit money is rife. The rise of the counterfeit money circulation is very disturbing people and disrupt the economy. Therefore, law enforcement against the suspects of the counterfeit money circulations need to be done.This research based on the decide of Tegal District Court No. 38/Pid.Sus/ 2019/PN Tgl who examined and tried the criminal case of the counterfeit money circulation. The suspects get the counterfeit money from people and then circulated to others for profit. The method used is a normative juridical approach by examining the library materials (secondary data). This research intends to analyze how the strength of the evidences from the Analysis of Alleged Counterfeit Money from on the decide of Tegal District No38/Pid.Sus/2019/Tgl. The results of this research showed that the evidence was the letter which categorized in Article 187 letter c of the Criminal Procedure Code, fulfill the formal and material aspects, and in accordance with the other evidence. Therefore, evidience of letter had the strength of evidence that was perfect and binding. Judges in ruling based on Article 36 paragraph (3) jo Article 26 paragraph (3) of the Currency Law, by considering evidence, evidence in the form of counterfeit rupiah, facts revealed in the trial, Article 84 Paragraph (2) Criminal Procedure Code, Article 183 Criminal Procedure Code, Article 185 paragraph (6) Criminal Procedure Code, the absence of reasons for forgiveness and justificatio, Article 40 paragraph (1) Currency Law, Article 22 paragraph 4 of the Criminal Procedure Code and Article 197 paragraph (1) letter f of the Criminal Procedure Code.
2590929262C1H015008Examining the influence of work family conflict towards work stress, employee performance and turnover intention of working woman. Penelitian ini berjudul, "Meneliti Pengaruh Konflik Kerja-Keluarga terhadap Stres Kerja, Kinerja Karyawan dan Niat Perpindahan pada Pekerja Wanita". Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konflik kerja-keluarga pada stres kerja, kinerja karyawan, dan juga niat perpindahan kerja pada wanita serta pengaruh dari stres kerja pada kinerja kerja dan niat dalam perpindahan kerja pada pekerja wanita. Penelitian ini dilakukan di Jakarta tepatnya di beberapa industri perbankan yang ada di sana. Teknik analisis data yang digunakan adalah structural equation modeling (SEM).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik kerja-keluarga memiliki pengaruh positif terhadap stres kerja dan juga kinerja karyawan tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap perpindahan niat. Sementara, stres kerja memiliki pengaruh positif terhadap niat perpindahan kerja tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Beberapa hasil ini menunjukkan pengaruh positif tetapi beberapa ada yang tidak signifikan.
Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan dan meminimalisir niat perpindahan kerja pada pekerja wanita, pengelolaan bank industri di Jakarta perlu memprioritaskan konflik kerja-keluarga dan stres kerja. Cara-cara dapat dilakukan dengan memberikan cukup waktu bagi karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, mengurangi beban kerja karyawan dan memberikan cukup waktu bagi karyawan untuk berkumpul dengan keluarga mereka, serta memberikan peran dalam organisasi untuk semua karyawan cukup mengikuti dengan kemampuan dan keahlian mereka.
Kata Kunci: Konflik Kerja-Keluarga, Stres Kerja, Kinerja Karyawan, Niat Perpindahan, Pekerja Wanita.
This thesis is titled, "Examining The Influence of Work-Family Conflict towards Work Stress, Employee Performance and Turnover Intention of Working Women". This research aims to determine the influence of work-family conflict on occupational stress, work performance, and also turnover intention on working women and the impact of work stress itself on work performance and also turnover intention on working women. This research is conducted in Jakarta precisely in some banking industry that is there. The data analysis technique used is Structural Equation Modeling (SEM).
The results of this study showed that work-family conflict has a positive influence towards work stress and also employee performance but no significant influence towards turnover intention while work stress has a positive influence towards turnover intention but no significant influence towards employees ' performance. Some of these results show positive influences but some are not significant.
The implications of this study are to increase employees ' performance and minimize turnover intention of working women, management of Bank Industry in Jakarta needs to make a priority on work-family conflict and work stress. The ways can be done by giving enough time for employees to complete their work, reduce the employees ' workload and give enough time for employees to gather with their family, as well as give a role in the organization for all employees fairly following with their abilities and expertise.
Keywords: Work-Family Conflict, Work Stress, Employees ' Performance, Turnover Intention.
2591029263J0B017024PENERJEMAHAN INFORMASI OBYEK WISATA DARI BAHASA INDONESIA KE BAHASA MANDARIN DENGAN METODE KOMUNIKATIF DI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BANJARNEGARALaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Informasi Obyek Wisata dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin dengan Metode Komunikatif di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, pada tanggal 20 Januari hingga 13 Maret 2020. Tujuan praktik kerja adalah menerjemahkan informasi obyek wisata dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin dengan metode komunikatif di kabupaten Banjarnegara. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, metode observasi, metode studi pustaka, dan metode jelajah internet. Pada tahap penerjemahan informasi obyek wisata, penulis menggunakan tiga metode penerjemahan yaitu metode penerjemahan komunikatif, metode harfiah, dan metode etnografi. Metode komunikatif digunakan sebagai metode utama. Penulis juga mengelompokkan kosakata menjadi tiga kelompok yaitu kosakata umum, kosakata khusus, dan istilah budaya bertujuan untuk mempermudah dalam menerjemahkan informasi obyek wisata. Hasil dari praktik kerja ini berupa video informasi obyek wisata di kabupaten Banjarnegara berbahasa Mandarin. Kesimpulan dari laporan praktik kerja ini adalah penulis telah selesai melakukan penerjemahan informasi obyek wisata dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin dengan metode komunikatif dan metode harfiah. Penulis menggunakan tiga metode tersebut agar isi dalam informasi obyek wisata dapat lebih mudah memahami.
Kata Kunci : Informasi Obyek Wisata, Metode Komunikatif, Metode Harfiah, Metode Etnografi, Video.
这份实习报告的题目是 “Penerjemahan Informasi Obyek Wisata dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin dengan Metode Komunikatif di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara”。实习地点是在Banjarnegara县旅游和文化部。时间为2020年01月20日至2020年03月13日。实习的目的是作者把Banjarnegara县的旅游景点信息从印尼文翻译成中文使用交际翻译方法。作者用的收集方法是观察方法,图书研究方法,和浏览互联网方法。作者用三种翻译方法,它们是交际翻译方法,直译翻译方法和文化翻译方法。作者用交际翻译方法为主要的方法。作者把词汇分三类,就是普通词汇,特殊词汇,和文化词汇。实习的结果是在Banjarnegara县的旅游景点信息以视频形式翻译成中文。实习的结论是作者已经翻译旅游景点信息从印尼文成中文。作者用三种翻译方法,它们是交际翻译方法,直译翻译方法和文化。作者用那个翻译方法为更容易了解旅游景点信息的内容。
关词汇 :旅游景点信息,交际翻译方法,直译翻译方法,文化翻译方法,视频。

2591129264F1A016015KEMISKINAN DAN UPAYA PENCARIAN PENGOBATAN PADA MASYARAKAT DI DESA TRIBUANA, KEC. PUNGGELAN, KAB. BANJARNEGARAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencarian pengobatan yang dilakukan oleh ibu keluarga miskin di Desa Tribuana, Kec. Punggelan, Keb. Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dengan metode kuantitatif deskriptif, dengan jenis survei dan pengambilan sampel dengan random sampling. Hasil penelitian menunjukan konsep sehat (50,0%) memiliki konsep sehat selama dirinya masih bisa beraktivitas, (43,6%) memahami sakit sebagai suatu keadaan ketika dirinya sudah tidak bisa beraktivitas. Sedangkan akses terhadap fasilitas kesehatan, (47,4%) menjawab 0-1 km jarak yang dibutuhkan untuk menuju fasilitas kesehatan, (47,4%) membutuhkan waktu hingga 2-3 menit, dan (89,7%) menjawab alat transportasi menggunakan motor. Kualitas pelayanan kesehatan, dinilai menggunakan 5 dimensi, dan menunjukan angka lebih dari 50% menjawab setuju dengan pernyataan positif yang disediakan. Perilaku pencarian pengobatan untuk kategori sakit ringan (26,9%), sakit sedang (25,5%) menjawab mengkonsumsi obat yang dijual bebas di warung, sakit berat (43,6%) pergi ke rumah sakit. Perilaku pencarian pengobatan untuk anak (20,5%) memilih pergi ke puskesmas. Ketika suami sakit (19,2%) mengkonsumsi obat yang dijual bebas di warung. Uji hubungan antara pendidikan dengan perilaku pencarian pengobatan pada sakit ringan p value= 0,751, sakit sedang p value= 0,891, dan sakit berat p value= 0,052. Berikutnya uji hubungan Pendapatan dengan perilaku pencarian pengobatan sakit ringan p value= 0,004, sakit sedang p value= 0,892, dan sakit berat p value= 0,943. Uji hubungan Jarak akses fasilitas kesehatan dengan perilaku pencarian pengobatan sakit ringan p value= 0,784, sakit sedang p value= 0,153 dan sakit berat p value= 0,130.This study aims to determine the health-seeking behavior of mothers of poor families in Tribuana Village, Kec. Punggelan, Keb. Banjarnegara. This research was conducted using descriptive quantitative methods, with the type of survey and sampling with random sampling. The results showed that the concept of being healthy (50,0%) had a healthy concept as long as they were still able to do activities, (43,6%) understood pain as a condition when they were unable to move. Whereas access to health facilities, (47,4%) answered 0-1 km of the distance needed to get to health facilities, (47,4%) took up to 2-3 minutes, and (89,7%) answered that the means of transportation was using motorcycle. The quality of health services is assessed using 5 dimensions, and shows that more than 50% answered agree with the positive statements provided. Treatment-seeking behavior for the category of mild illness (26,9%), moderate illness (25,5%) answered that they consume drugs that are sold freely in a shop, seriously ill (43,6%) go to the hospital. Treatment seeking behavior for children (20,5%) chose to go to the puskesmas. When the husband is sick (19,2%) consume drugs that are sold freely in the stall. The correlation test between education and treatment seeking behavior in mild illness p value = 0.751, moderate illness p value = 0.891, and severe illness p value = 0.052. Next, the correlation between income and treatment seeking behavior for mild illness was p value = 0.004, moderate illness p value = 0.892, and severe illness p value = 0.943. Test the relationship between the distance of access to health facilities and treatment seeking behavior for mild illness p value = 0.784, moderate illness p value = 0.153 and severe illness p value = 0.130.
2591229267I1B016018HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA TERHADAP KESIAPAN PUBERTAS PADA REMAJA AWALLatar Belakang: Masa remaja merupakan peralihan dari anak-anak menuju kedewasaan. Pada periode ini, remaja akan mengalami pubertas. Pengetahuan dan komunikasi dengan orang tua dapat mempengaruhi kesiapan remaja awal dalam menghadapi pubertas. Pengetahuan menentukan sikap, perilaku, dan tindakan. Orang tua merupakan orang terdekat dengan anak. Melalui komunikasi yang baik, orang tua dapat membimbing serta memberikan informasi dan dukungan kepada remaja awal.
Metodologi: penelitian ini menggunakan analisis kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling, dengan total sampel 67 remaja awal. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil Penelitian: Hasil analisis univariat diperoleh pengetahuan responden mayoritas berada dalam kategori baik yakni lebih dari setengan (85,1%). Sebagian besar komunikasi dengan orang tua berada dalam kategori cukup efektif (71,6%). Responden yang siap dalam menghadapi pubertas sebesar 55,2%. Hasil uji chi-square didapatkan nilai p=0,018 variabel pengetahuan dan kesiapan menghadapi pubertas. Variabel komunikasi dengan orang tua dan kesiapan menghadapi pubertas didapatkan nilai p=0,052.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan menghadapi pubertas. Namun tidak terdapat hubungan antara komunikasi dengan orang tua dengan kesiapan menghadapi pubertas.
Background: Adolescence is a transition from children to maturity. In this period, adolescents will experience puberty. Knowledge and communication with parents can influence the readiness of early adolescents in dealing with puberty. Knowledge determines attitudes, behaviour, and actions. Parents are the closest people to children. Through good communication, parents can guide and provide information and support to early teens.
Methodology: This research used correlation analysis with cross sectional approach. Sampling used a total sampling technique, with a total sample of 67 early adolescents. Data was analyzed using Chi-square test.
Research Results: Analysis results with univariate obtained knowledge of respondents, majorority in the good category that more than half (85.1%). Most of the communication with parents was in the quite effective category (71.6%). Respondents who were ready to face puberty were 55.2%. Chi-square test results obtained p value=0,018 for relationship of knowledge to readiness to face puberty with p-value=0.018. Variable of communication with parents to the readiness with p-value=0.052.
Conclusion: There was a relationship between knowledge and readiness to face puberty. But there was no relationship between communications with parents with readiness to face puberty
2591329269D1A016071Pengaruh Suplementasi Tepung Rumput Laut (Gracilaria Sp) Dan Kromium Organik Terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah Dan Ph Rumen Domba LokalPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar glukosa darah dan ph rumen domba yang disuplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp) dan kromium organik. Penelitian dilakukan selama tiga bulan yaitu mulai tanggal 9 maret 2020 sampai dengan 9 juni 2020 di Gunung Tugel Farm dan Labolatorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan berupa 21 ekor domba ekor gemuk jantan dengan 3 ekor sebagai replacement stock dan rataan bobot awal 17 ± 1,8 kg, pakan basal yang diberikan sebanyak 4% (dalam bahan kering) dari bobot badan. Metode penelitian ini berupa in vivo dengan rancangan acak lengkap (RAL). Ada tiga perlakuan dan enam ulangan yang diuji cobakan yaitu R0 sebagai pakan basal (43,5% rumput lapang + 55% konsentrat + 1,5% tepung Indiofera), R1 (pakan basal + 3,6 % rumput laut), R2 (R1 + 0,3 ppm Kromium Organik). Variabel yang diukur yaitu kadar glukosa darah dan pH cairan rumen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Rataan kadar glukosa darah yaitu R0 = 44,89 ± 1,80 mg/dL, R1 = 43,35 ± 1,24 mg/dL dan R2 = 44,48 ± 0,82 mg/dL dan rataan pH cairan rumen yaitu R0 = 6,36 ± 0,12; R1 = 6,45 ± 0,15 dan R2 = 6,27 ± 0,06. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap kadar glukosa darah, namun berpengaruh pada pH cairan rumen. Hasil uji lanjut menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang kontras antara pakan kontrol R0 dengan perlakuan R1 dan R2 (P>0,05), namun antar perlakuan R1 dan R2 menunjukan bahwa perbedaan yang kontras antar perlakuan (P<0,05). Kesimpulannya suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) dan mineral kromium organik mampu menghasilkan kadar glukosa yang normal dan nilai pH cairan rumen yang ideal.This study aimed to determine the alteration of plasma glucose levels and pH rumen fluid of fat tailed sheep suplemented seaweed meal and organic chromium. This study conducted for 3 months started from 9th of march 2020 until 9th of June 2020 in gunung tugel farm , green house , and animal feed and raw material laboratory of animal science faculty, Jenderal Soedirman University. The materials were 21 male sheep with the means of live weight of 17 ±1,8 kg, given basal feed 4% of live weight (on dry matter basis). The research method was an experimental in vivo using completely randomized design. There were 3 treatments, namely R1 (43,5% field grass + 55% concentrate + 1,5% Indigofera meal), R1 (43,5% field grass + 55% concentrate + 1,5% Indigofera meal + 3,6 % seaweed), R2 (43,5% field grass + 55% concentrate + 1,5% Indigofera meal, 3,6 % seaweed + 0,3 ppm organic chromium). Each treatment had 6 replicates. The variable measured were plasma glucose levels and pH of rumen fluid. The data were analyzed using analisys variance. The means of plasma glucose levels were R0 (44,89 ± 1,80 mg/dL), R1 (43,35 ± 1,24 mg/dL) and R2 (44,48 ± 0,82 mg/dL). The means of rumen pH were R0 (6,36 ± 0,12), R1 (6,45 ± 0,15) and R2 (6,27 ± 0,06). The result of analysis variance showed that the treatments had no significantly effect (P>0.05) on plasma glucose levels, however it had a significant effect (P>0.05) on pH of ruminal fluid. The significant data were analyzed using orthogonal contrast. The result of orthogonal contrast showed that comparassion among R0 (control), R1 dan R2 was not significant (P>0.05), however between R1 and R2 was significant. It could concluded that seaweed meal and organic chromium suplementation could mainatanance plasma glucose level normally and an ideal pH of ruminal fluid.
2591429272I1B016010HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEHARMONISAN KELUARGA USIA REMAJA DI DESA MEKARSARILatar Belakang: Banyak keluarga usia remaja yang menggunakan media sosial dengan intensitas penggunaan yang bervariasi. Penggunaan media sosial dapat mempengaruhi hubungan interpersonal yang berdampak pada kurangnya interaksi antar keluarga yang dihabiskan untuk update dan posting sehingga menyebabkan waktu berinteraksi dengan keluarga berkurang dan dapat memicu perselingkuhan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan keharmonisan keluarga usia remaja di Desa Mekarsari.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 54 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penggunaan media sosial dan keharmonisan keluarga. Data dianalisis menggunakan uji Somers’d.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan seimbang (50%), rata-rata usia responden 18 tahun, dan tingkat pendidikan mayoritas tidak lulus sekolah dasar (63%). Setengah dari responden bekerja sebagai buruh (50,0%) dengan pendapatan keluarga kurang dari UMK (68,5%). Semua responden menggunakan facebook (100%) media sosial lain yang digunakan whatsapp, Instagram, dan line. Mayoritas usia pernikahan 6-12 bulan (74,1%). Hasil uji korelasi Somers’d didapatkan bahwa p value (0,001) < 0,05 dengan nilai r -0,624 yang berarti ada hubungan penggunaan media sosial dengan keharmonisan keluarga.
Kesimpulan: Semakin sering penggunaan media sosial pada keluarga usia remaja maka semakin rendah keharmonisan keluarga.
Background: There are lot of young family that using social media with variety intensitas. The use of social media can affect interpersonal relation between family due to lack of interaction, wasting of time to update and posting in their social media, and infidelity that caused divorce.
Research aim: This research aimed to know the correlation between the usage of social media and young family’s harmony in Mekarsari village.
Research method: This research used cross-sectional design. The technique used total sampling with the total sample of 54 subjects. The research instrument used questionnaire on the usage of social media and family harmony. The data analyzed by used Somers’d testing.
Research result: Result of this research showed equal amount of male and female respondents (50%), the average of respondents are 18 years old and Majority of respondent educational degree was primary school grade (63%). Majority of respondent work as laborers (50,0%) with family income lower than UMK (68,5%). The whole respondents used facebook (100%) other social media used were Whatsapp, Instagram, and line. Most age of marriage was 6-12 month (74,1%). The result on Somers’d correlation testing stated that p value (0,001) < 0,05 with r –0,624 then Ha accepted, which means there was correlation between the usage of social media and family harmony.
Conclusion: As the usage of social media became more often on young family then there will be lower family harmony.
2591529268I1B016053PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK TENTANG PEMILIHAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAHABSTRAK
PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK TENTANG PEMILIHAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH
Tri Nadia Siscahyani1, Dian Susmarini2, Nina Setiawati3
Latar Belakang: Anak membutuhkan konsumsi pangan yang cukup dan bergizi seimbang. Pemilihan makanan jajanan yang aman, bermutu dan bergizi sangat penting. Meningkatkan pengetahuan mengenai makanan jajanan perlu dilakukan agar anak mengetahui dan bersikap benar dalam perilaku memilih makanan yang aman, bermutu, dan bergizi. Alat permainan edukatif ular tangga dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pemilihan pangan jajanan anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alat permainan edukatif terhadap pengetahuan dan sikap siswa SD tentang pemilihan pangan jajanan anak sekolah.

Metodologi:. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment one group pre and post test design. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen diadopsi dari Purtiantini (2010). Uji yang digunakan adalah Wilcoxon dan Mc Nemar.

Hasil Penelitian:.Rerata usia responden adalah 10,30 tahun. Mayoritas pendidikan ayah dan ibu responden adalah SD/sederajat serta mayoritas pekerjaan ayah responden adalah wiraswasta dan pekerjaan ibu responden adalah Ibu Rumah Tangga (IRT). Pendapatan ayah responden adalah UMK/diatas UMK Purbalingga dan pendapatan ibu responden adalah tidak berpenghasilan. Terdapat perbedaan antara pretest dan posttest tingkat pengetahuan (p=0,001) dan sikap (p=0,000).

Kesimpulan: Terdapat pengaruh alat permainan edukatif ular tangga terhadap pengetahuan dan sikap siswa SD tentang pemilihan pangan jajanan anak sekolah.

Kata Kunci: makanan jajanan, anak, dan ular tangga.
1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2&3 Dosen di Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT
THE EFFECT OF SNAKE AND LADDER AS AN EDUCATIONAL GAME ON SCHOOL AGE CHILDREN’S KNOWLEDGE AND ATTITUDE ABOUT THE SELECTION OF HEALTHY SNACKS FOR SCHOOL CHILDREN
Tri Nadia Siscahyani1, Dian Susmarini2, Nina Setiawati3
Background: Children need to adequate food consumption and balanced nutrition. The selection of healthy, quality, and nutritious snacks are very important. Increasing the knowledge about snack food needs to be done so that children know and behave properly in choosing healthy, quality, and nutritious food. This research aims to study the effect of snake and ladder game to school age children’s knowledge and attitude about the selection of healthy snacks for school children.
Methodology: This research used quasi experiment one group pretest and posttest design. 40 respondents was recruited with simple random sampling technique. The instrument used from Purtiantini (2010). This research used Wilcoxon and Mc Nemar test.
Result: The average age of intervention group was 10,30 years old. Most respondent’s parent had junior high school education, and most respondent’s profession is entrepreneur. The income are high Purbalingga regencies minimum wage. There was difference among pretest and posttest knowledge level (p=0,001) and attitude (p=0,000) on intervention group.
Conclusion: there was effect of snake and ladder game on school age children’s knowledge and attitude about food selection for school children snacks.
Keyword: snacks, child, and snake and ladder game.
1 Student of Nursing Departement, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University.
2&3 Lecturer of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University. 
2591629274D1A016010PENGGUNAAN ACIDIFIER SEBAGAI FEED ADITIF DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG
PROBIOTIK TERHADAP KADAR LEMAK DAN KOLESTEROL HATI AYAM BROILER
Penelitian yang berjudul “Penggunaan Acidifier Sebagai Feed Aditif Dalam Pakan Yang Mengandung
Probiotik Terhadap Kadar Lemak dan Kolesterol Hati Ayam Broiler” telah dilaksanakan mulai
tanggal 27 September 2019 sampai dengan 31 Oktober 2019 di Experimental Farm dan
Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal
Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penggunaan
acidifier dalam pakan yang mengandung probiotik dapat menurunkan kadar lemak dan kolesterol
hati ayam broiler.Materi penelitian terdiri dari 200 ekor DOC ayam broiler yang dipelihara selama
35 hari, probiotik BAL yang diisolasi dari saluran pencernaan ayam kampung dan itik, asam sitrat,
asam laktat asam format, Ransum disusun secara iso kalori dan iso protein. Ransum pakan starter
protein 21,03 % dan ransum pakan finisher protein 18,98 %. Penelitian dilakukan dengan cara
eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4
perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan R0: Ransum basal + probiotik, R1: Ransum basal + asam
sitrat 1%, R2: Ransum basal + asam laktat 1% dan R3: Ransum basal + asam format 1%. Hasil
penelitian kadar lemak R0 (7,94 ± 2,89 %); R1 (7,17 ± 0,66 %); R3 (7,67 ± 1,49 %); R4 (7,36 ± 0,87
%). Kadar kolesterol R0 (215,39 ± 100,24 Mg/g); R1 (132,61 ± 62,12 Mg/g); R2 (129,34 ± 81,74
Mg/g); R3 (199,50 ± 97,24 Mg/g). Hasil analisis statistik didapatkan penggunaan acidifier sebagai
feed additive dalam pakan yang mengandung probiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap
kadar lemak dan kolesterol hati ayam broiler. Kesimpulan bahwa penggunaan acidifier sebagai feed
additive dalam pakan yang mengandung probiotik menghasilkan kadar lemak dan kolesterol hati
ayam broiler yang relatif sama
The study with entitled "The use of Acidifiers as an additive feed in feed that containing
Probiotics to Level of Fat and Cholesterol Liver in Broiler Chickens" was conducted from 27
September 2019 to 31 October 2019 at Experimental Farm and the Laboratory of Animal Nutrition
and Forage Science, Faculty of Animal Husbandry, University. General Soedirman, Purwokerto,
Central Java. The research objective is to determine the use of acidifier in feed that containing
probiotics to reduce levels of fat and cholesterol in the liver of broiler chickens. The research
material consisted of 200 broiler chickens who kept for 35 days, BAL probiotics that isolated from
the digestive tract of native chickens and ducks, citric acid, formic acid lactic acid, rations arranged
in iso-calories and iso-protein. Protein starter feed ration 21.03% and protein finisher feed ration
18.98%. The research was conducted by means of an experiment. The research design used was a
completely randomized design (CRD), with 4 treatments and 5 replications. Treatment R0: basal
ration + probiotics, R1: basal ration + 1% citric acid, R2: basal ration + lactic acid 1% and R3: basal
ration + 1% formic acid. The results of the study of fat content are R0 (7.94 ± 2.89%); R1 (7.17 ±
0.66%); R2 (7.67 ± 1.49%); R3 (7.36 ± 0.87%). Cholesterol levels are R0 (215.39 ± 100.24 Mg / g); R1
(132.61 ± 62.12 Mg / g); R2 (129.34 ± 81.74 Mg / g); R3 (199.50 ± 97.24 Mg / g). The results of
statistical analysis showed that the use of acidifier as a feed additive in feed containing probiotics
had no significant effect (P> 0.05) on the levels of fat and cholesterol in the liver of broiler chickens.
The conclusion is that the use of acidifier as a feed additive in feed containing probiotics results in
relatively the same levels of fat and cholesterol in broiler chicken liver.
2591729275I1B016008HUBUNGAN SIKAP TERHADAP E-LEARNING
DENGAN KEPUASAN BELAJAR MENGGUNAKAN ELDIRU PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar belakang: Pembelajaran e-learning merupakan metode pembelajaran yang sesuai pada era modern ini. Sikap peserta didik terhadap e-learning dapat diartikan sebagai perilaku, ekspresi perasaan dan penilaian atas pengalaman peserta didik menggunakan e-learning. Penelitian mengenai kepuasan belajar dalam menggunakan e-learning masih sedikit dan belum ada yang mengkaitkannya dengan sikap peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap e-learning dengan kepuasan belajar menggunakan Eldiru pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.

Metode: Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Responden yang terlibat pada penelitian ini yaitu 197 orang mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu uji Somers’d.

Hasil penelitian: Mayoritas sikap responden terhadap e-learning memiliki sikap positif dan sebagian besar responden puas dengan pengalaman belajar mereka dalam menggunakan Eldiru. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap e-learning dengan kepuasan belajar menggunakan Eldiru dimana nilai p sebesar 0,000.

Kesimpulan: Sikap terhadap e-learning memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan belajar mahasiswa dalam menggunakan Eldiru
Background: E-learning is a suitable learning method in this modern era. The attitude of students towards e-learning can be interpreted as behavior, expression of feelings and an assessment of the students experience using e-learning. There just a few research about learning satisfaction in using e-learning and no one has linked it with student attitude. The purpose of this study was to determine the relationship between attitudes towards e-learning with learning satisfaction using Eldiru in Professional Nursing Program of Jenderal Soedirman University.

Method: The design that used in this research is a correlational design with cross-sectional approach. Respondents involved in this research are 197 students of the Professional Nursing Program Jenderal Soedirman University who were selected using total sampling technique. The data were analyzed with Somers'd test.

Results: The majority of respondents' attitudes towards e-learning had a positive attitude and most respondents were satisfied with their learning experiences in using Eldiru. Statistical test results indicate that there is a significant correlation between attitudes towards e-learning with learning satisfaction using Eldiru with a p-value of 0,000.

Conclusion: Attitudes towards e-learning have a significant correlation with student learning satisfaction in using Eldiru.
2591829276I1A016019Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten BanyumasLatar Belakang : Anemia merupakan salah satu penyebab kematian ibu akibat kurangnya mengkonsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Ketidakpatuhan tersebut terjadi karena kurangnya dukungan keluarga. Salah satu wilayah di Kabupaten Banyumas dengan kasus ibu hamil anemia terbanyak pada bulan Desember tahun 2018 yaitu wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Sebanyak 1329 dari 1472 atau 90,3% ibu hamil yang diperiksa kadar Hbnya mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam mengkonsumsi tablet Fe di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.

Metodologi : Desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah ibu hamil trimester III sebanyak 92 ibu hamil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu ibu hamil dengan usia kandungan ≥ 28 minggu (trimester III) serta ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe. Variabel independen yaitu dukungan emosional, penghargaan, informasi, dan instrumental, serta variabel dependen yaitu kepatuhan ibu hamil trimester III dalam mengkonsumsi tablet Fe. Pengumpulan data menggunakan kuesioner serta dianalisis dengan uji statistik Chi Square dan Regresi Logistik.

Hasil Penelitian : Ada hubungan antara dukungan emosional (p value = 0,008), dukungan informasi (p value = 0,004), dan dukungan instrumental (p value = 0,006) dengan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam mengkonsumsi tablet Fe. Tidak ada hubungan antara dukungan penghargaan (p value = 0,137) dengan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam mengkonsumsi tablet Fe. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil trimester III dalam mengkonsumsi tablet Fe yaitu dukungan informasi (OR = 3,589)

Kesimpulan : Terdapat hubungan antara dukungan emosional, dukungan informasi dan dukungan instrumental. Variabel yang paling berpengaruh dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe adalah dukungan informasi (OR = 3,589).
Background : Anaemia is one of reasons that caused a death to pregnant woman. It occurs due to lack of consuming Fe tablet. Furthermore, the disobedience happened was caused by the lack of family support. On December 2018, public health center at South Purwokerto was one of the area in Banyumas that had many anaemia in pregnant woman cases. There were 1329 from 1472 or 90,3% pregnant women experienced anaemia. This research aims to determine the relation of family support with compliance of III trimester pregnant women in consuming Fe tablet in the work of area of public health center at South Purwokerto in Banyumas district.

Methodology : The design of this research is descriptive quantitative with cross sectional approach. The sample were 92 III trimester pregnant women with purposive sampling technique. The first group was pregnant women with ≥ 28 weeks of pregnancy (III Trimester), and the another group was pregnant women who consumed Fe tablet. Independent variable are emotional, appreciation, information, and instrumental support. Dependent variable are the compliance of III trimester pregnant woman in consuming Fe tablet. The data collection is using questionnaire and analysis with Chi Square statistic test and Logistic Regression.

Research result : This research found there is a relation of emotional support (p value = 0,008), information support (p value = 0,004), and instrumental support (p value= 0,006) with the III trimester pregnant woman’s compliance in consuming Fe tablet. The relation of appreciation support (p value = 0,137) with the III trimester pregnant woman’s compliance in consuming Fe tablet is cannot be found. In addition, the most influental variable towards the III trimester pregnant woman’s compliance in consuming Fe tablet is information support (OR = 3,589).

Conclusion : The relation of emotional support, information support and intrumental support are found. The most influental variable towards the III trimester pregnant women’s compliance in consuming Fe tablet is information support (OR = 3,589).
2591929277D1A016251PENGGUNAAN ACIDIFIER SEBAGAI FEED ADDITIVE DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG PROBIOTIK TERHADAP ERITROSIT DAN HEMOGLOBIN AYAM BROILERPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan acidifier (asam sitrat, asam laktat, dan asam format) sebagai feed additive pada pakan yang mengandung probiotik terhadap kadar eritrosit dan hemoglobin ayam broiler. Materi dan peralatan yang digunakan adalah 200 DOC ayam broiler, probiotik BAL, acidifier, pakan basal, EDTA (Ethylene Diamine Tetraacetic Acid), alkohol, kandang ayam sebanyak 20 unit, termometer, hygrometer, timbangan, spray, spuit, baki plastik, sapu dan alat tulis. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental secara in-vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dilakukan meliputi R0 = Ransum Basal (BS) ; R1 = BS + Probiotik dengan acidifier asam sitrat 1% ; R2 = BS + Probiotik dengan acidifier asam laktat 1% ; R3 = BS + Probiotik dengan acidifier asam format 1%. Penelitian dilakukan selama 35 hari dan pengambilan sampel darah dilakukan di hari ke-30, sampel dianalisis di Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan acidifier dalam pakan yang mengandung probiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar eritrosit dan hemoglobin. Rataan kadar eritrosit berkisar antara 2,31 ± 0,227 (jt/µl) sampai 2,95 ± 0,434 (jt/µl), sedangkan rataan kadar hemoglobin berkisar antara 7,72 ± 0,48 g/dl sampai 7,88 ± 0,38 g/dl. Disimpulkan bahwa pemberian acidifier sebagai feed additive dalam pakan yang mengandung probiotik dapat menjaga kadar eritrosit dan hemoglobin tetap dalam kondisi normal.The aim of this study was to determine the effect of using acidifiers (citric acid, lactic acid, and formic acid) as feed additives in feed containing probiotics on erythrocyte and hemoglobin levels of broiler chickens. The materials and equipment used were 200 DOC broiler chickens, LAB probiotics, acidifier, basal feed, EDTA (Ethylene Diamine Tetra acetic Acid), alcohol, 20 units of chicken coop, thermometer, hygrometer, scale, spray, syringe, plastic tray, broom and stationery. The research was conducted with mIn-vivo experimental method with Completely Randomized Design (CRD) using 4 treatments and 5 replications. The treatments carried out included R0 = basal ration (BS); R1 = BS + Probiotic with citric acid acidifier 1%; R2 = BS + Probiotic with lactic acid acidifier 1%; R3 = BS + Probiotic with 1% formic acid acidifier. The study was conducted for 35 days and blood sampling was carried out on the 30th day, the samples were analyzed at the Clinical Pathology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Gadjah Mada University. The results showed that the use of an acidifier in feed containing probiotics had no significant effect (P> 0.05) on erythrocyte and hemoglobin levels. The mean erythrocyte levels ranged from 2.31 ± 0.227 (jt / µl) to 2.95 ± 0.434 (m / µl), while the mean hemoglobin levels ranged from 7.72 ± 0.48 g / dl to 7, 88 ± 0.38 g / dl. It was concluded that giving the acidifier as feed additives in feed containing probiotics could keep erythrocyte and hemoglobin levels in normal conditions.
2592029273F1C016044PENGARUH E – KONSELING AKUN LINE @CURHATALPAS TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN MENTAL PENGGUNANYAPerkembangan teknologi komunikasi mendorong manusia untuk bertindak layaknya masyarakat digital. Berkat internet, manusia dapat aktif setiap waktu menggunakan media sosial untuk memuaskan kebutuhan dan harapannya. Salah satunya dengan mengakses layanan kesehatan seperti e – konseling @CurhatAlpas untuk membantu manusia dalam mencapai derajat kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adakah pengaruh penggunaan e – konseling akun LINE @CurhatAlpas terhadap kepuasan pelayanan kesehatan mental pengguna. Penelitian ini menggunakan Teori Uses and Gratifications yang menjelaskan bagaimana seseorang secara aktif mencari dan menggunakan media beserta konten tertentu untuk suatu tujuan yang dapat memenuhi kepuasannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna e – konseling akun @CurhatAlpas. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan quota sampling melalui rumus Slovin. Kemudian menyebarkan kuesioner online kepada jumlah sampel penelitian sebanyak 56 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dan positif dari penggunaan media e – konseling akun @CurhatAlpas terhadap kepuasan pelayanan kesehatan mental pengguna. Nilai koefisien regresi dalam penelitian ini adalah Y = 46,742 + 1,679X dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini adalah 0,486, artinya penggunaan media e – konseling akun @CurhatAlpas memiliki pengaruh sebesar 48,6% terhadap kepuasan pelayanan kesehatan mental pengguna. Selebihnya, kepuasan pengguna dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti konselor, jadwal konselor, penggunaan fitur, atau konseling face to face.The developments of communication technology help people in doing their activity as well as the digital natives do, especially for communicating. Meanwhile, there are many ways to
communicate by applying the information technology. One of those ways is by using internet. Because of the internet itself, people can definitely use social media to fulfill their needs and expectations especially to access e – counseling @CurhatAlpas on LINE to help them receive mental health’s degree. This research used Theory of Uses and Gratifications which explains how a user seeks and uses media along with certain content for satisfying purpose. This is quantitative research and population in this research are the clients of @CurhatAlpas on LINE. The samples were chosen by using quota sampling based on Slovin Formula. Then spread the questionnaire online to the number of research samples as many as 56 respondents. Since the research had been finished already, there were a strength significant and positive effect from using e – counseling LINE account @CurhatAlpas to satisfy user of mental health services. The regression coefficient value in this research was Y = 46.742 + 1.679X with significant level 0,000. Determination coefficient value (R2) in this research was 0,486 that means the impact of e – counseling LINE account @CurhatAlpas had an influence on the satisfaction of user’s mental health services, whereas the other data were affected by other factors such as counselors, counselor schedules, feature use, or face to face counseling.