Artikelilmiahs

Menampilkan 1.941-1.960 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
194111594C1A009070Analisis Ekonomi Usahatani Anggrek (Studi Kasus Petani Anggrek Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas)Penelitian ini berjudul “Analisis Ekonomi Usahatani Anggrek (Studi Kasus Petani Anggrek Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan, keuntungan,dan biaya produksi yang dikeluarkan, tingkat kelayakan usahatani, serta untuk mengetahui Break Even Point (BEP) dalam usahatani anggrek pada kelompok tani “Sekar Gumilang” di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan cara sensus yaitu dimana seluruh petani yang bergabung dalam kelompok tani diteliti satu per satu. Data yang diperoleh sebagai hasil pengolahan sensus disebut data yang sebenarnya atau true value. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisa kualitatif dilakukan untuk mengetahui gambaran ushatani anggrek di daerah penelitian. Analisa kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisa faktor produksi, analisa pendapatan, analisa keuntungan, analisa R/C ratio, dan analisa BEP. Pengolahan data computer menggunakan Microsoft Excel.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa total pendapatan dari usahatani ini lebih besar dari pada biaya produksi yang digunakan, sehingga pelaksanaan usahatani ini sudah menguntungkan. Usahatani anggrek menguntungkan atau layak karena nilai R/C lebih besari dari 1, yakni sebesar 1,80. analisa BEP menunjukkan bahwa usahatani ini sudah melebihi titik impas.
Implikasi dari penelitian ini adalah secara keseluruhan usahatani anggrek ini sudah memberikan keuntungan kepada petani, namun keuntungan sangat tergantung dari luas greenhouse dan jumlah tanaman yang dimiliki petani serta penggunaan faktor produksi yang mempengaruhi besar atau kecilnya keuntungan. Usahatani anggrek ini juga sudah layak untuk dikembangkan, dengan beberapa cara perbaikan seperti penyediaan laboratorium oleh dinas pertanian untuk menghemat biaya pembelian bibit botolan sehingga dapat menghemat biaya produksi dan memperbesar keuntungan petani serta menambah keterampilan petani dalam bidang kultur jaringan.

Kata Kunci: Usahatani anggrek, Kelayakan usaha, pendapatan
This research entitled "Economic Analysis of Orchid Farm in Ketenger Village, Districts Baturraden, Banyumas Regency. The purpose of this study is to determine the revenue, profit, and production cost, the feasibility of farming, also to determine the Break Even Point (BEP), in the orchid farm in farmer group "Sekar Gumilang" in the village of Ketenger, Baturraden subdistrict, Banyumas.
The sampling method used was Census Method that all the farmers who joined the farmers' groups studied one by one. Data obtained as a result of the processing of census called the actual data or true value data. Data processing and analysis was done qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis was conducted to determine description of orchid farming in the study area. Quantitative analysis done using analysis of production factor, revenue analysis, analysis of profit, analysis of R/C ratio, and BEP analysis. Computer data processing using Microsoft Excel.
Based on the calculations, total income from farming is bigger than the cost of production used, so that the farming activity is profitable. Orchid farm is profitable or feasible because the value of R/C is bigger than 1, which is equal to 1,80. BEP analysis showed that this farm has exceeded the break-even point.
The implication of this study is orchid farm is already providing benefits to farmers, but the benefits are highly dependent on extensive greenhouse and the number of plants owned by farmers also the use of production factors that affect large or small profits. This orchid farm also has feasible to be developed, with some improvements such as the provision of laboratory to save on the cost of purchasing bottled seedlings to save production costs and increase the profits of farmers and increase farmers' skills at plant tissue isolation methods.

Key words: Orchid farming, feasibility, Profit
194211595C1A010040ANALISIS KONTRIBUSI PENDAPATAN PEKERJA INDUSTRI ALAT MUSIK PERKUSI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DAN KHL DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBESPenelitian ini berjudul “Analisi Kontribusi Pendapatan Pekerja Industri Alat Musik Perkusi Terhadap Pendapatan Rumah Tangga dan KHL Di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan pekerja di industri alat musik perkusi terhadap pendapatan Keluarga dalam memenuhi kebutuhan dan perbandingan standar KHL. Penelitian bersifat analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara survey. Adapun metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui kontribusi pendapatan pekerja terhadap pendapatan rumah tangga. Responden dalam penelitian ini adalah pekerja industry alat musik perkusi di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh : (1) Kontribusi pendapatan pekerja Industri Alat Musik Perkusi terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 86,95 persen, (2) Pendapatan rumah tangga sudah memenuhi konsumsi rumah tangga dilihat dari APC<1 yaitu 0,87, (3) Pendapatan yang diperoleh pekerja industri alat musik perkusi belum memenuhi KHL Kabupaten Brebes.
Implikasi dari hasil penelitian adalah: untuk meningkatkan pendapatan pekerja perlu ada bantuan dan dorongan motivasi dari pengusaha maupun dari pekerja itu sendiri. Meningkatnya pendapatan memberi dampak baik kepada standar KHL pekerja.
This research entitles "Analysis Contributions Revenue Percussion Instrument Industry Workers Against Household Income and KHL In District Bumiayu Brebes City". research entitles aims to determine the contribution revenue in the industry worker percussion instruments to meet the needs of family income and standard of comparison KHL. The study was descriptive analysis performed by means of a survey. The research methods used to determine the contribution of labor income to the household income. Respondents in this study is a percussion instrument industry workers in the District Bumiayu Brebes City.
Based on the research results, obtained: (1) Revenue Percussion Instrument Industry workers on household income amounted to 86.95 percent, (2) Household income meets the household see consumption of APC <1 is 0.87, (3) Income workers obtained a percussion instrument industry has not met KHL Brebes City..
The implications of the study are: to increase the income of workers need no help and encouragement of employers and of workers themselves. Increased revenue impact to both in KHL standard workers.
194311596C1A009044KONDISI SOSIAL EKONOMI PEMETIK TEH DI PTPN IX KECAMATAN MOGA KABUPATEN PEMALANGPenelitian ini berjudul“Kondisi Sosial Ekonomi Pemetik Teh di PTPN IX Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi social ekonomi seperti usia, jam kerja, pengalaman dan, pendidikan terhadap pendapatan pemetik teh di PTPN IX Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang, serta untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan pemetik teh terhadap pendapatan rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat adanya hubungan antara luas lahan dengan pendapatan pemetik teh, sedangkan untuk variabel usia, pengalaman bekerja, dan jam kerja tidak terdapat adanya pengaruh terhadap pendapatan pemetik teh di PTPN IX Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang dan kontribusi pendapatan pemetik the terhadap pendapatan keluarga masih tergolong kecil.
The title of this research is “Social Ekonomy Condition tea Farmer in PTPN IX SubdistricMoga Regency Pemalang”. The purpose of the research to analyze infonce social economic condition farmer such as,age,work hours experience and the level of education to tea farmer income in PTPN IX Moga Subdistric Pemalang Regency and to analize the level of income contribution of the farmer affect to hous hold income Based on the result there is significant influence between harvested are with farmer incomes. Mean hile for age, experience, and total work hours insignificant with farmer incomes in PTPN IX MogaSubdistricPemalang Regency and income contribution of tea farmer affect family income is still relatively small.
194411622G1A011085Pengaruh Sarapan Terhadap Skor Konsentrasi Mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran UNSOEDLatar Belakang : Sarapan merupakan konsumsi makanan pertama untuk memenuhi energi yang dibutuhkan otak untuk menjalankan fungsinya, khususnya berkonsentrasi. Sekitar 60% mahasiswa kedokteran memiliki tingkat konsentrasi rendah. Konsentrasi yang rendah dapat disebabkan karena melewatkan sarapan. Penelitian tentang pengaruh sarapan terhadap konsentrasi pada tingkat mahasiswa masih belum banyak ditemukan.
Tujuan : Mengkaji pengaruh sarapan terhadap skor konsentrasi pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran UNSOED.
Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pre dan post perlakuan tanpa kontrol. Sampel penelitian sebanyak 34 mahasiswa dari angkatan 2011 dan 2013, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Perlakuan berupa sarapan dengan kalori sebebsar 600 kkal (38,2% karbohidrat, 31,31% protein, 13.8% lipid, 16,7% mineral), setelah tes konsentrasi pre. Jeda waktu antara tes konsentrasi pre dan post adalah 2 jam. Tingkat depresi sebagai salah satu kriteria inklusi dan eksklusi diukur menggunakan stress assessment Scott. Skor konsentrasi diukur menggunakan tes Army Alpha. Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil : Terdapat peningkatan skor konsentrasi sebesar 10 poin. Rerata skor konsentrasi pre perlakuan 65,9 atau dikategorikan tingkat sedang. Rerata skor konsentrasi post perlakuan 75,4 dikategorikan tingkat cukup baik. Analisis bivariat menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik dengan nilai p<0,0001 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh sarapan terhadap skor konsentrasi.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh sarapan terhadap skor konsentrasi pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran UNSOED. Rerata skor konsentrasi dasar mahasiswa ialah 65,9 yang dikategorikan dalam tingkat sedang.
Background : Breakfast is the first meal to provide energy for brain function in learning, especially concentration. Approximately 60% of medical students have a low concentration level. This can be caused by skipping breakfast. Research about the effect of breakfast to concentration at college students is still hard to found.
Objectives : This study aimed to assess the effect of breakfast to concentration’s score on medical students in Jenderal Soedirman University.
Methods : The research method was quasi experimental pre and post test without control group design. The subjects consist of 34 medical students class of 2011 and 2013, which fulfilled research’s criteria. Breakfast was given as the treatment with 600 kkal (38,2% carbohydrate, 31,31% protein, 13.8% lipid, 16,7% mineral), after the first concentration’s test. The time between pre and post treatment was 2 hours. This research used Scott’s stress assessment for levels of depression as one of research’s criteria. The other instrument was Army Alpha test for concentration’s score. Univariate analysis used frequency distribution tables, while bivariate analysis used the Wilcoxon test.
Results : Concentration’s score increased as much as 10 points. The mean score for concentration pre breakfast was 65,9 which categorized as moderate, while the mean score for concentration post breakfast was 75.4 which categorized as good enough. Bivariate analysis showed p score <0.0001 (p <0.05). It means that there’s an effect of breakfast to the concentration’s score which statistically significant.
Conclusions : There was effect of breakfast to concentration’s score on medical students in Jenderal Soedirman University The mean of basic concentration’s score was 65,9, which categorized as moderate.
194511598C1A008042PENGARUH USIA, LAMA KERJA, JAM KERJA, DAN PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN PEKERJA INDUSTRI KNALPOT
(Studi Kasus Pekerja Knalpot di Kelurahan Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga)
Penelitian ini menganalisis pengaruh dari Usia, Lama Kerja, Jam Kerja, Dan Pendidikan Terhadap Pendapatan Pekerja Industri Knalpot (Studi Kasus Pekerja Knalpot Di Kelurahan Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga). Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode Slovin, sehingga didapatkan sebanyak 57 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan logaritma natural dan diikuti dengan metode asumsi klasik dan uji statistik. Hasilnya menunjukkan bahwa usia, lama kerja, jam kerja, dan pendidikan secara bersama-sama memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan pekerja knalpot di Kelurahan Kembaran Kulon. Secara parsial hanya variabel lama kerja dan jam kerja yang terbukti memiliki pengaruh positif secara signifikan. Hal tersebut menunjukkan kedua variabel tersebut berperan penting dalam menentukan hasil pendapatan pekerja knalpot. Sedangkan variabel usia dan pendidikan berpengaruh positif namun tidak signifikan. Meski tidak signifikan kedua variabel tersebut tetap memiliki peran dalam memperoleh pendapatan bagi pekerja knalpot sehingga perlu diperhatikan.This research analyze the effect of age, working time spent, working hours, and education towards the income of exhaust industry employees (case study of exhaust industry employees in west kembaran village, district of purbalingga, regency of purbalingga). The type of this research is survey research while the method of sample obtaintment is Slovin method, hence 57 respondents are obtained. The method of analysis employed is multiple linear regression and continued test model regression using classic assumption and statistics test. The result showed that age, working time spent, working hours, and education simultaneously have positive effect towards the income of exhaust industry employees in West Kembaran village. Partially, only working time spent and working hours variables are proven to have significant positive effect. It shows that both variables have important role in determining the result of the income of exhaust industry employees. Meanwhile, the age and education variable have positive influence, however it is insignificant. Even though they are not significant, both variables still have roles to the income gained by exhaust industry employees so that they need to be considered.
194611599C1A011013Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia Pada Tahun 1990-2013Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel defisit anggaran, penerimaan pajak, subsidi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap utang luar negeri pemerintah Indonesia pada tahun 1990-2013 dan variabel manakah yang memiliki pengaruh terbesar terhadap utang luar negeri pemerintah Indonesia pada tahun 1990-2013. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis regresi berganda dengan Metode Ordinary Least Square (OLS). Data yang digunakan berasal data sekunder, data sekunder diperoleh dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Badan Pusat Statistik. Hasil dari penelitian ini adalah defisit angaran, penerimaan pajak, subsidi, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika, dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh kuat terhadap utang luar negeri pemerintah Indonesia pada tahun 1990-2013. Sementara pengaruh yang dimilki untuk masing-masing variabel independen terhadap utang luar negeri pemerintah Indonesia adalah defisit anggaran berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap utang luar negeri pemerintah Indonesia. Penerimaan pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap utang luar negeri pemerintah Indonesia, Subsidi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap utang luar negeri pemerintah Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berpengaruh positif dan signifikan terhadap utang luar negeri pemerintah Indonesia, dan pertumbuhanekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap utang luar negeri pemerintah Indonesia.

The purpose of this study was to determine the influence of variable budget deficit, tax revenues, subsidies, the rupiah exchange rate US dollar, and the economic growth affect the national government foreign debt in 1990-2013 and which variables that have the greatest influence on government foreign debt in the year 1990-2013. Research data analysis techniques used multiple regression analysis with Ordinary Least Square method (OLS). Data taken from secondary data obtained from Bank Indonesia, Ministry of Finance, and the Central Bureau of Statistics. The results of this study is the budget deficit, tax revenues, subsidies, the rupiah exchange rate the US dollar, and economic growth has a strong influence on the national government foreign debt in 1990-2013. While the influence that for each independent variable on the national government foreign debt is a budget deficit and no significant negative effect on the national government foreign debt. Tax revenue is positive and significant effect on the national government foreign debt, subsidies and significant negative effect on the national government foreign debt. Subsidies significant negative effect on the national government foreign debt. The rupiah exchange rate to US dollar and a significant positive effect on the national government foreign debt, and economic growth significant negative effect on the national government foreign debt.
194711600C1A011067Efisiensi Ekonomis Budi Daya
Pembesaran Ikan Gurami dan Ikan Lele
di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan keuntungan dan efisiensi ekonomis yang diperoleh pada budi daya pembesaran ikan gurami dengan budi daya pembesaran ikan lele di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisis deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan (TR – TC) dan analisis R/C Ratio.
Berdasarkan hasil penelitian rata-rata keuntungan yang diperoleh pembudidaya pembesaran ikan gurami adalah sebesar Rp10.027.401,07 sedangkan rata-rata keuntungan pembudidaya pembesaran ikan lele sebesar Rp1.276828,47 per periode panen. Nilai efisiensi ekonomis (R/C) yang diperoleh budi daya pembesaran ikan gurami dan pembesaran ikan lele sudah efisien. Nilai R/C pada budi daya pembesaran ikan gurami sebesar 1,51 per, sedangkan nilai R/C untuk budi daya pembesaran ikan lele sebesar 1,40 per periode panen.
The purpose of this research was to determine the comparative advantages and efficiency of economics obtained in the carp enlargement farming with catfish enlargement farming in district of Kembaran Banyumas. This study uses a case study with descriptive analysis. Sampling by census method. The data used are primary data and secondary data. Data analysis technique used is the analysis of the advantages (TR - TC) and analysis of R/C Ratio.
Based on the results of the reseach the average advantages of farmers carp enlargement is Rp10.027.401,07 while the average advantages farmers catfish enlargement is Rp1.276828,47 per harvest period. The value of efficiency of economics (R/C) obtained by carp enlargement farming and catfish enlargement is efficient. The value of R/C for the carp enlargement farming of 1.51, while the value of R/C for the catfish enlargement farming of 1.40 per harvest period.
194811757F1C010003Spiritualitas dalam Film Dragon Ball
(Analisis Semiotik tentang Representasi Spiritualitas dalam Film Serial Kartun Dragon Ball)
Penelitian ini mengambil judul “Spiritualitas dalam Film Dragon Ball
(Analisis Semiotik tentang Spiritualitas dalam Film Serial Kartun Dragon Ball)”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui representasi spiritualitas yang terdapat dalam film Dragon Ball.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik, khususnya analisis Roland Barthes. Sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi isi film dan juga studi literatur yang berkaitan dengan spiritualitas.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah film serial kartun Dragon Ball merupakan film yang menyisipkan pesan-pesan spiritualitas dalam dialog dan visualisasinya. Makna terhadap representasi spiritualitas dalam film Dragon Ball dilakukan dengan dua cara yaitu makna secara denotasi dan makna secara konotasi. Makna secara denotasi dapat terlihat dalam adegan dan dialog-dialog yang dilakukan oleh karakter yang ada dalam film. Sedangkan makna secara konotasi, pesan spiritualitas mengacu pada teori dari Burkhardt sebagai cara menjalani kehidupan (The way of life).
Spiritualitas yang ditunjukkan dalam adegan dan dialog di film serial kartun ini bukan hanya bentuk penyembahan kepada sosok yang lebih besar dari manusia, juga berkaitan dengan empat aspek yang dikemukakan oleh Burkhardt dalam teorinya mengenai spiritualitas. Peneliti menemukan bahwa beberapa karakter menunjukkan kegiatan dan pemikiran yang merupakan representasi dari spiritualitas. Bentuknya seperti penyembahan kepada sosok yang lebih besar dari manusia yaitu permohonan kepada Dewa Naga untuk menghidupkan orang yang mati. Penilaian catatan kebaikan selama di dunia oleh penjaga akhirat sebagai cara menemukan arti dan tujuan hidup. Kepercayaan kepada takdir dan juga keyakinan untuk menyadari kekuatan yang dimiliki untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
ABSTRACT
The title of this research is “Spirituality in Dragon Ball Movie (Semiotic Analysis about Representation of Spirituality in Dragon Ball Cartoon Series Movie)”. This research was conducted to determine the meaning of dreams contained in Inception movie.
The method that used in this research is semiotic analysis method, especially analysis of Roland Barthes. Meanwhile, the method that used for gathering a data is observation through the content of the film and literature that be related to spirituality.
The result from this research is Dragon Ball cartoon series movie is a film that insert messages of spirituality in dialogue and visualization. Researchers found that some of the characters show the activities and thoughts that is a representation of spirituality. Shaped like worship to figure greater than humans, namely an application to the Dragon Gods to revive the dead. Assessment records for goodness in the world by the keeper hereafter as a way of finding meaning and purpose in life. Belief in destiny and also the confidence to realize the strength to live a better life.
194911630F1D008049Partisipasi Politik Pemilih Difabel dalam Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013
di Kabupaten Ciamis
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman dan gambaran partisipasi politik pemilih difabel dalam Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2013 di Kabupaten Ciamis; serta mendapatkan penjelasan dan alasan difabel berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2013 di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus dan penggunaan purposive sampling sebagai teknik pemilihan informan.
Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat partisipasi politik pemilih difabel sangat tinggi khususnya organisasi Pertuni dan Gerkatin yang mencapai 100% karena mereka merasa dihargai oleh KPU Kabupaten Ciamis. Pertuni sendiri dilibatkan sebagai mitra KPU Kabupaten Ciamis sebagai relawan demokrasi yang bertugas melakukan sosialisasi kepada anggota organisasinya. Relawan demokrasi sendiri murni merupakan sebuah inisiatif bentukan dari KPU Kabupaten Ciamis. Meskipun relawan demokrasi ini masih berada pada tahap uji coba dalam Pemilukada tersebut, namun berhasil meningkatkan tingkat partisipasi politik difabel. KPU Kabupaten Ciamis juga sudah beberapa kali melakukan mobilisasi untuk calon pemilih difabel khususnya yang menjadi anggota Pertuni maupun Gerkatin untuk melakukan sosialisasi dan tanpa menyuruh maupun memaksa untuk memilih pasangan calon tertentu. Untuk afiliasi politiknya sendiri, kelompok Pertuni dan Gerkatin terbagi menjadi dua kubu, yaitu kubu pasangan calon Dede Yusuf Macan Effendi, ST. Dan Dr.Ir. H. Lex Laksamana Zainal Lan, Dipl.HE, dan kubu pasangan H. Ahmad Heryawan dan H. Deddy Mizwar.
This research aims to get an understanding and overview about the political participation of voters with disabilities in Governors and the Vice-Governor local elections of West Java in 2013 in Ciamis District; and also get an explanation and reason of the voters with disabilities to participate in Governors and the Vice-Governor local elections of West Java in 2013 in Ciamis District. This research used a qualitative method of research through a case study approach and the use of purposive sampling as an informant selection techniques.
The results of this study showed Political participation rate of voters with disabilities is very high, especially the organization of Pertuni and Gerkatin that reaches 100%, because they feel appreciated by the General Election Commission (KPU) of Ciamis. Pertuni itself was involved to be the partners of the General Election Commission of Ciamis as the democratic volunteers which is tasked to do a socialization for members of the organization. The democratic volunteers itself is purely an initiation formation from General Election Commission of Ciamis District. Although this democratic volunteers still at the the testing stage for the General Election, but they are succeded to raise the level of political participation of the disabilities voters. A number of socialization and Healthy Race Walking which was conducted by the General Election Commission of Ciamis District for the disabled are also useful to increase the level of their political participation. The General Election Commission of Ciamis District also had several times in mobilizing the voters with disabilities, especially the members of Pertuni nor Gerkatin to do the socialization without telling or forced to choose a particular candidate pair For their own political affiliation, both of Pertuni and Gerkatin are divided into two camps, that is the camp from the pair candidate of Dede Yusuf Macan Effendi, ST with Dr.Ir. H. Lex Laksamana Zainal Lan, Dipl.HE, and the camp the pair candidate of H. Ahmad Heryawan with H. Deddy Mizwar.
195011603F1D008016GERAKAN NASIONALISME KULIT HITAM DALAM LIRIK
LAGU “GET UP, STAND UP” KARYA BOB MARLEY:
Representasi Perlawanan Kaum Rastafari Terhadap
Praktik Kolonialisme Di Jamaika
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami gerakan nasionalisme kulit hitam dalam lirik lagu “Get Up, Stand Up” karya Bob Marley serta menjelaskan gerakan nasionalisme kulit hitam dalam lirik lagu tersebut merupakan representasi perlawanan kaum Rastafari terhadap praktik kolonialisme di Jamaika. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan semiotika dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigma dekonstruksi, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa lirik lagu “Get Up, Stand Up” Karya Bob Marley sangat berpengaruh bagi kaum kulit hitam dalam melawan segala bentuk penindasan termasuk praktik kolonialisme di Jamaika. Lirik “Get Up, Stand Up” Karya Bob Marley banyak mengandung beberapa unsur penting, antara lain: perjuangan dan perlawanan kaum Rastafari terhadap kolonialisme, Afrosentrisme, dan harapan kembalinya Afrika. Unsur-unsur yang terdapat dalam lirik lagu “Get Up, Stand Up” Karya Bob Marleyberhasil menumbuhkan kembali gerakan nasionalisme kulit hitam di Jamaika. Kemudian, gerakan nasionalisme kulit hitam dalam lirik lagu “Get Up, Stand Up” Karya Bob Marley juga merepresentasikan perlawanan kaum Rastafari terhadap praktik kolonialisme di Jamaika.This research-based paper aims at understanding the movement of black nationalism in the lyrics of the song "Get Up, Stand Up" by Bob Marley as well as explain the movement of black nationalism in the lyrics of the song is a representation of the Rastafari resistance against colonialism practice in Jamaica. By using a qualitative method and semiotics approach in the framework of the poststructuralist perspective and the deconstruction paradigm, the result of the research reveals that the lyrics of the song "Get Up, Stand Up" by Bob Marley very influential for blacks in the fight against all forms of oppression, including the practice of colonialism in Jamaica. Lyrics "Get Up, Stand Up" by Bob Marley contains many key elements, among others: the struggle and resistance of the Rastafari against colonialism, Afrosentrisme, and hopes the return of Africa. The elements contained in the lyrics of the song "Get Up, Stand Up" by Bob Marley successfully regrow black nationalism movement in Jamaica. Then, the movement of black nationalism in the lyrics of the song "Get Up, Stand Up" by Bob Marley also represents the resistance of the Rastafari against the practice of colonialism in Jamaica.
195111604F1D008014POLITIK IDENTITAS DAN RELASI KUASA DALAM KAJIAN PASCAKOLONIAL: Resistensi Kaum Pribumi Terhadap Kolonialisme Belanda dalam "Tetralogi Pulau Buru"Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan resistensi kaum pribumi terhadap kolonialisme Belanda dalam “Tetralogi Pulau Buru.” Selain itu juga untuk memahami dan menjelaskan bahwa resistensi kaum pribumi terhadap kolonialisme Belanda dalam “Tetralogi Pulau Buru” merupakan refleksi dari politik identitas dan relasi kuasa dalam kajian pascakolonial. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan yang digunakan adalah Hermeneutika dalam bingkai perspektif pascastruktural dan paradigma yang digunakan adalah nonpositivisme khususnya kostruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa resistensi Kaum Pribumi terhadap Kolonialisme Belanda tercermin pada tokoh-tokoh Pribumi yang melakukan berbagai aktivitas perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Perlawanan yang dilakukan dapat dikategorikan ke dalam tiga bentuk, yaitu : perlawanan secara fisik, non fisik, serta fisik non fisik sekaligus. Ketiga bentuk perlawanan tersebut merupakan cerminan politik identitas yang dilakukan oleh Kaum Pribumi terhadap kolonialisme Belanda dalam “Tetralogi Pulau Buru”. Politik identitas ini dilakukan Kaum Pribumi melalui politik perbedaan dan politik pengakuan. Politik perbedaan dilakukan dengan berbagai macam aktivitas perlawanan mulai dari menegaskan identitas, menjalankan kebudayaan, serta membelejeti Kolonialisme Belanda. Politik pengakuan dilakukan melalui berbagai macam aktivitas perlawanan mulai dari menulis, mendirikan organisasi, mendirikan surat kabar, hingga melakukan pemerasan terhadap birokrasi kolonial. Politik identitas yang dilakukan tidak terlepas dari relasi kuasa yang timpang dalam masyarakat kolonial. Relasi yang timpang kemudian membuat Kaum Pribumi sebagai golongan yang dikonstruksikan sebagai golongan yang inferior di berbagai lini kehidupan oleh Kolonialisme Belanda. Artinya relasi kuasa yang timpang mendorong Kaum Pribumi melakukan resitensi terhadap Kolonialisme Belanda. Berdasarkan uraian tersebut dapat ditegaskan bahwa resistensi kaum pribumi terhadap Kolonialisme Belanda dalam “Tetralogi Pulau Buru” merefleksikan politik identitas dan relasi kuasa dalam kajian pascakolonialThe results of this article research aimed at understanding and describing the resistance of the natives against the Dutch colonialism in the "Tetralogi pulau buru". It is also to understand and explain that the resistance of the natives against the Dutch colonialism in the "Tetralogi Pulau Buru" is a reflection of the politics of identity and power relations in postcolonial studies. By using qualitative methods and approaches used in the frame is Hermeneutics pascastruktural perspective and paradigm used is nonpositivisme particularly constructivism, the results of the study revealed that the resistance of the Indigenous People against Dutch colonialism reflected in the figures Natives who perform various activities of resistance against Dutch colonialism. Resistance that is done can be categorized into three forms: physical resistance, non-physical, physical and non-physical as well. The third form of resistance is a reflection of identity politics carried out by The Natives against Dutch colonialism in the "Tetralogi Pulau Buru". The identity politics was done by tribe Native through political differences and political recognition. Political differences do with a variety of activities ranging from the asserted identity resistance, run culture, and stripe the Dutch Colonialism. Political recognition is done through various resistance activities ranging from writing, founded the organization, set up a newspaper, to commit extortion against the colonial bureaucracy. Identity politics do not in spite of unequal power relations in colonial society. Unequal relations makes The Natives as a group which is constructed as a group are inferior in various lines of life by the Dutch Colonialism. That is the unequal power relations push Native tribe to perform resistance to Dutch colonialism. Based on these descriptions, it can be affirmed that the resistance of the natives against the Dutch Colonialism "Tetralogi pulau buru" reflects the politics of identity and power relations in the post-colonial studies.
195211606E1A010128KONSTITUSIONALITAS KEWENANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DALAM PEMBLOKIRAN DANA APBN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA ABSTRAK
Pemerintahan yang berdasarkan atas konstitusi mengendaki adanya suatu hirarki peraturan perundang-undangan. Adanya suatu hirarki Peraturan Perundang-undangan dalam konstitusi agar setiap perundang-undangan yang ada tidak saling berbenturan dan norma dasar tujuan negara yang tertuang dalam konstitusi tetap terjaga dalam setiap perundangan-undangan. Isi dalam konstitusi salah satunya mengatur terkait dengan kekuasan lembaga negara, tidak terlepas dalam hal ini kekuasan eksekutif (excutive). Kekuasan Presiden di Indonesia dengan menganut sistem presidensial menempatkan Presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, Salah satu kekuasan Presiden sebagai kepala pemerintahan memegang penuh dalam pengelolan keuangan negara. Presiden dalam menjalankan tugasnya dalam ketatanegaran Republik Indonesia dibantu para menteri yang ditegaskan dalam Pasal 17 UUD 1945. Presiden dalam menjalankan tugas pengelolan keuangan negara ini dibantu menteri keuangan sebagai bendahara negara. Kewenangan Menteri Keuangan sebagai bendahara negara salah satunya adalah pengesahan dokumen anggaran pembiyayaan belanja negara (APBN). Kewenangan pengesahan dokumen anggaran ini oleh menteri keuangan ditafsirkan bila suatu dokumen anggaran tidak disahkan maka akan di blokir.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konstitusionalitas kewenangan menteri keuangan dalam pemblokiran dana APBN dan pelaksanaan pemblokiran dana APBN yang dilakukan oleh menteri keuangan. Cara yang digunakan untuk membahasnya maka digunakan metode penelitian dengan tipe yuridis normatif, dengan metode pendekatan undang-undang, pendekatan analisis. Sumber bahan bahan hukum yang digunakan adalah sumber bahan hukum sekunder berupa: bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang terdiri dari semua peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kewenangan kementerian keuangan serta bahan hukum yang mendukung. Keseluruhan bahan hukum tersebut disajikan dengan teks naratif yang disusun secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang utuh.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa konstitusionalitas menteri keuangan sebagai bendahara dalam melakukan pemblokiran dokumen dana APBN mengacu pada kedudukannya menerima kewenangan ini secara delegasi dari Presiden dan mendasarkan pada penafsiran perundang-undangan oleh pemerintahan selaku pelaksana undang-undang dengan menggunakan asas freiesermessen, Asas freiesermessen dalam pemerintahan adalah asas yang digunakan untuk menafsirkan perundang-undangan yang belum jelas terkait pelaksananya. Menteri keuangan dalam hal ini menafsirkan kewenangannya dalam Pasal 8C Undang-Undang 17 tahun 2003 tentang Keungan Negara. Pelaksanaan kewenangan Menteri Keuangan dalam melakukan pemblokiran dokumen dana APBN dilakukan untuk menciptakan Good Goverment yaitu suatu pemerintahan yang tertib administrasi, pelaksanan pemblokiran ini atas belum disetujuinya suatu anggaran yang belum disepakati oleh Lembaga Legislatif sebagai bentuk kedaulatan rakyat.

ABSTRACT
A Government which based on constitution require there is hierarchy for regulation. Hierarchy on regulation in constitution make to every regulation will be not have a crash and the based norm purpose of the state which belongs on constitutional will be keep on every single regulation. One of the conten the constitution is to regulated about authority of state istitution, include executive authority. President’s authority in indonesia used presidential system which president as head of government and head of state, one of President’s authority is full hold on manage state’s finance. President on do his duty in constitutional Republic of Indonesia help by minister which regulated on article 17 UUD 1945. President helped by finance minister as treasurer of state on his duty to manage finance this state. One of the authority of finance minister as treasurer of state is legalization the Indonesian Budget (APBN). This authority interpreted if there is document budget which not legalize, it will be freeze.
The goal of this research is to know the constitutional of the finance minister authority to freeze Indonesian Budget and implementation of freeze Indonesian Budget by Finance Minister. The method of this research is juridical normative, by regulation approach and analyze approach. Source of the matter is secondary matter: primary matter, secondary matter and tertiary matter which consist of all regulation which related with the authority finance ministry and support matter. All of matter served by narrative text which systematically.
The result of this research showed, constitutional of finance minister as treasurer to freeze Indonesian budget document based on the acceptances the authority delegated by president and according to regulation interpreted by government as implementer by freiesermessen principle. In the term of government , freiesermessen principle is principle which used to interpreted regulation which unclear implementation. Finance minister interpreted article 8C regulation number 17 year 2003 about state finance. Implemented the authority finance minister by freeze Indonesian Budget document is to create good government which correct administration, freeze implemented caused by agreed yet for budget by legislative institutions as representative of society.
195311608F1D010046ANALISIS TENTANG NETRALITAS BIROKRASI DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH LANGSUNG DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013Pemilihan umum saat ini telah menjadi sarana demokrasi yang telah digunakan diberbagai negara termasuk Negara Republik Indonesia. Sistem pemilihan kepala daerah di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan semenjak bergulirnya era reformasi di tahun 1998. Pilkada Banyumas dilaksanakan pada tanggal 17 Febuari 2013 dan terdapat enam pasang calon kepala daerah. Pilkada Kabupaten Banyumas tahun 2013 juga melibatkan dua pasangan incumbent yang masing-masing mencalonkan diri kembali dengan pasangan yang berbeda pula. Hal ini memiliki potensi menghadirkan politik praktis aparat birokrasi yang mana taruhannya adalah netralitas birokrasi
Penelitian ini berjudul “Analisis Tentang Netralitas Birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Langsung Kabupaten Banyumas Tahun 2013”. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis netralitas birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Kabupaten Banyumas tahun 2013 dan untuk mengetahui serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi netralitas birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Kabupaten Banyumas tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Netralitas Birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Langsung Kabupaten Banyumas Tahun 2013 itu rawan dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan incumbent sehingga dalam prakteknya birokrasi menjadi tidak netral dan cenderung mendukung incumbent. Hal ini dikarenakan masing-masing incumbent, baik itu Bupati maupun Wakil Bupati mencalonkan kembali untuk menjadi Bupati dengan pasangan calon wakil bupati yang berbeda pula. Hal ini membuat birokrasi menjadi tidak netral dan mendukung salah satu calon incumbent. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi birokrasi dan mendorong birokrasi tidak netral. Faktor-faktor pendorong utama yang menyebabkan birokrasi tidak netral antara lain : Faktor Hubungan Emosional, Faktor Jabatan, dan Faktor lain seperti Rasa Khawatir.
Pada prakteknya birokrasi itu tidak netral dan cenderung mendukung incumbent. Meskipun dalam hal ini keberpihakan birokrasi kepada incumbent tidak dilakukan secara terbuka, namun cenderung dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengawasan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Selain itu, guna menghindari pengawasan dari Panwaslu, birokrasi menggunakan pola-pola tertentu untuk menyamarkan dukungannya kepada incumbent, antara lain : memberi bantuan lewat program-program kerja; menggerakkan apparatur birokrasi; menggunakan media pemberitaan acara humas Pemkab; dan penyalahgunaan wewenang dalam proses peresmian proyek.
General elections has now become a means of democracy that has been used in many countries, including the Republic of Indonesia. System of local elections in Indonesia has made significant progress since the reform era in 1998. Banyumas elections held on 17 February 2013, and there are six pairs of candidates for the head area. Banyumas Regency Election of 2013 also included two couples incumbent that each run again with different partner. This has the potential to bring practical politics bureaucratic apparatus in which the stakes are bureaucratic neutrality.
This study, entitled "Analysis of the Bureaucratic Neutrality in local elections and Deputy Head of Direct Banyumas Year 2013". The purpose of this research is to understand and analyze the neutrality of bureaucracy in local elections Direct in Banyumas in 2013 and to determine and explain the factors that affect the neutrality of the bureaucracy in local elections direct in Banyumas 2013. This study used a qualitative research method. The approach used in this research is a case study approach.
The results showed that the neutrality of bureaucracy in the Election of Regional Head and Deputy Head of Direct Banyumas In 2013 it was prone to be influenced by the interests of the incumbent so that in practice the bureaucracy becomes neutral and tend to favor the incumbent. This is because each of the incumbent, both the Regent and Vice Regent Regent running back to be with a partner vice regent different. This makes the bureaucracy becomes neutral and supports one of the incumbent. Many factors influence the bureaucracy and encourage bureaucracy is not neutral. The main driving factors that cause no neutral bureaucracy, among others: Emotional Connection factor, Factor Position, and other factors such as the Sense of Worry.
In practice it is not a neutral bureaucracy and tends to favor the incumbent. Although in this case the incumbent bureaucracy alignments do not openly, but it tends to be done in secret. This is done to avoid the scrutiny of the Election Supervisory Committee (Panwaslu). In addition, in order to avoid the supervision of the Election Supervisory Committee, the bureaucracy using certain patterns to disguise their support to the incumbent, among others: provide assistance through work programs; apparatur moving bureaucracy; using the news media PR event regency; and abuse of authority in the process of project launch.
195411613F1C008044STRATEGI PUBLIC RELATIONS RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO DALAM UPAYA MEWUJUDKAN RUMAH SAKIT SWASTA TERKEMUKA DI TAHUN 2020 (Studi Deskriptif Kualitatif pada Rumah Sakit Islam Purwokerto)Penelitian ini berjudul “Strategi Public Relations Rumah Sakit Islam Purwokerto Dalam Upaya Mewujudkan Rumah Sakit Swasta Terkemuka Di Tahun 2020 (Studi Deskriptif Kualitatif pada Rumah Sakit Islam Purwokerto)”. Tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi PR Rumah Sakit Islam Purwokerto dalam upaya untuk mewujudkan Rumah Sakit Islam Purwokerto sebagai Rumah Sakit Swasta Terkemuka di Tahun 2020.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode analisis kualitatif pada penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Teknik Pemilihan Informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan dengan cara mengambil subyek informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui masalahnya secara dalam berdasarkan pengalaman yang mereka punya. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis interaktif yaitu dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi, yang merupakan proses siklus dan interaktif. Validitas data dengan menggunakan trianggulasi data atau sumber serta trianggulasi metodologis.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa bahwa strategi yang dilakukan oleh pihak Humas Rumah Sakit Islam Purwokerto adalah dengan melakukan publikasi dan promosi kepada masyarakat mengenai program – program apa saja yang sedang dilakukan oleh Rumah Sakit Islam Purwokerto. Namun demikian, program – program yang sedang dijalakan oleh Humas agak tersendat dikarenakan oleh belum cukupnya SDM yang dibutuhkan oleh pihak Humas itu sendiri sehingga banyak kendala yang dialami dikarenakan oleh hal tersebut.
This study entitled "Strategic Public Relations Islamic Hospital Purwokerto In Creating Efforts Leading Private Hospital 2020 (Qualitative Descriptive Study on Islamic Hospital Purwokerto)". Objectives to be gained from this research is to determine how the public relations strategy Islamic Hospital Purwokerto in an effort to realize the Islamic Hospital Purwokerto as Leading Private Hospital in 2020.
This study used a qualitative method with descriptive approach. Methods of qualitative analysis in this study using an interactive analysis. Selection Techniques informants in this study were selected using purposive sampling or sample aims by taking subjects informants considered knows and can be trusted to be a steady source of the data and know the problem is in based on the experience that they have. Data collection techniques using in-depth interviews, documentation and observation. The analytical method used is interactive analysis method that is the data reduction, data presentation, drawing conclusions or verification, which is an interactive process and cycle. The validity of the data by using a triangulation of data or resources as well as methodological triangulation.
The results of this study concluded that that the strategy undertaken by the Public Relations Islamic Hospital Purwokerto is to do publicity and promotion of the public about the program - what programs are being carried out by the Islamic Hospital Purwokerto. However, the program - a program that is being run inside the PR bit choked up because of the lack of sufficient human resources required by the PR itself so many constraints experienced because of it.
195511612F1D008018POLITIK KEBUDAYAAN KERATON DALAM KAJIAN PASCAKOLONIAL: PELESTARIAN EKSISTENSI ABDI DALEM
DI KASULTANAN NAGARI NGAYOGYAKARTA HADININGRAT
PASCA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan upaya pelestarian eksistensi abdi dalem di Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat pasca-kemerdekaan Republik Indonesia; 2) mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor kontekstual apa sajakah yang mendukung dan menghambat upaya pelestarian eksistensi abdi dalem; 3) mengetahui dan menjelaskan siapa sajakah aktor-aktor yang terlibat dalam upaya pelestarian eksistensi abdi dalem; 4) memahami dan mendeskripsikan refleksi politik kebudayaan Keraton dalam kajian pascakolonial melalui pelestarian eksistensi abdi dalem di Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat pasca-kemerdekaan Republik Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi kasus dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigm non-positivisme, khususnya konstruktivisme. hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa upaya pelestarian eksistensi abdi dalem di Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat merefleksikan politik kebudayaan keraton dalam kajian pascakolonial. Upaya pelestarian eksistensi abdi dalem dilakukan melalui: 1) rekrutmen; 2) Peran, Tugas, dan Fungsi Abdi Dalem; 3) hak; 4) pawiyatan; 5) penghargaan dan sanksi. Dalam pelaksanaannya, faktor kontekstual yang mendukung upaya pelestarian eksistensi abdi dalem terjadi karena: 1) Bentuk Pemerintahan dan Hubungan Keraton dengan Pemerintah DIY; 2) Rekrutmen Abdi Dalem; 3) Peran dan Posisi Abdi Dalem; 4) Budaya Masyarakat Yogyakarta; 5) Keturunan; 6) Sikap Bangsawan Terhadap Abdi Dalem. Sedangkan faktor kontekstual yang menghambat berkaitan dengan: 1) Bentuk Pemerintahan; 2) Pola Rekrutmen Abdi Dalem; 3) Keuangan Keraton; 4) Budaya Modern. Sementara itu, aktor yang terlibat dalam upaya pelestarian eksistensi abdi dalem terbagi menjadi aktor internal sebagai penentu arah pelestarian eksistensi abdi dalem dan aktor eksternal pendukung upaya pelestarian eksistensi abdi dalem. Aktor internal terdiri dari Sultan, bangsawan dan pengageng keraton serta abdi dalem. Sedangkan aktor eksternal meliputi pemerintah, organisasi masyarakat dan partai politik.Hasil artikel penelitian ini mengungkapkan kenyataan bahwa upaya pelestarian eksistensi abdi dalem merefleksikan politik kebudayaan keraton dalam kajian pascakolonial. This research-based paper aims at: 1) understanding and describing the effort of preservation of existence of abdi dalem in Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat post-independence of Republik Indonesia. 2) recognizing and explaining the contextual factors supporting as well as hindering the efforts; 3) recognizing and explaining the actors involved in the efforts; 4) understanding and describing reflection of political culture in postcolonial study into the efforts.By using a qualitative method and case study approach in the framework of the post-structuralism perspective and the non-positivism paradigm, constructivism specifically. the result of the research reveals that the efforts of preservation of existence of abdi dalem in Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat is based on Sultanate goverment alteration. The efforts of preservation of existence of abdi dalem is done by: 1) recruitment; 2) role, duty, and function of abdi dalem; 3) rights; 4) pawiyatan; 5) honor and sanction. In practice, the contextual factors that support the efforts case for: 1) the form of Sultanate government and relationship with the palace government with government DIY; 2) pattern recruitment of abdi dalem in the integration of the Sultanate with th republic of indonesia; 3) role and abdi dalem position; 4) yogykarta culture; 5) heredity; 6) the attitude of the nobility toward abdi dalem. While the contextual factors hindering related with:1) the form of Sultanate; 2) the abdi dalem pattern recruitment; 3) karaton financial; 4) modernization. Meanwhile, the actors involved in the efforts is devided into internal actors as policy holders the efforts and external actors as supported the efforts. Internal actors consists of Sultan, noblemen, pengageng karaton and abdi dalem. while, the external actors consist community organization and political party. Meanwhile, theactors involvedinthe effort to preservethe existence ofabdi dalem divided into internal actors as a determinant of the direction of preserving the existence of abdi dalem and external actors supportin gefforts to preservethe existence ofabdi dalem. Internal actors consists of Sultan, nobles and abdi dalem, Pengageng palace as well. While external actors include governments, community organizations and political parties. The result ofthis research article reveals the fact that preservation efforts of existence of abdi dalem reflects the palace into the cultural politics in post-colonial studies.
195611614E1A010044PENGELOLAAN BENDA SITAAN HASIL TINDAK PIDANA KORUPSI DI KEJAKSAAN NEGERI PURWOKERTOProses pengelolaan benda sitaan hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan Kejaksaan Negeri merupakan suatu bagian dari tahap awal pemeriksaan perkara. Benda sitaan hasil tindak pidana korupsi pantas disebut sebagai aset berharga karena selain akan diajukan sebagai alat bukti di dalam persidangan, ia juga dapat dilelang eksekusi apabila nanti terdakwa terbukti bersalah.Akan tetapi di beberapa daerah,benda sitaan hasil tindak pidana korupsi ini justru seringkali rusak atau hilang ketika berada pada tahap awal pemeriksaan di Kejaksaan Negeri. Situasi yang kurang menguntungkan iniberpotensi menghambat jalannya penegakan hukum terhadap tindak pidana yang telah memperoleh predikatkejahatan luar biasa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan benda sitaan hasil tindak pidana korupsi dan hambatan yang di alami dalam melakukan kegiatan pengelolaan di Kejaksaan Negeri secara umum, khususnya Kejaksaan Negeri Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis dengan spesifikasi deskriptif analitis, yakni dengan menguraikan secara analitis terhadap permasalahan yang dihadapi, dengan setiap hal yang dinyatakan oleh informan baik secara tertulis maupun secara lisan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan benda sitaan hasil tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Purwokerto berupa penitipan selama 1 (satu) minggu guna kepentingan pemeriksaan. Benda sitaan yang tengah dalam proses pemeriksaan, akan dirawat dan dipelihara sesuai sifat dan ukuran benda sitaan. Benda sitaan dengan sifat berbahaya dan mudah terbakar akan disimpan dalam suatu tempat yang tertutup dan yang bersifat mekanik akan dibersihkan fisiknya serta diperbaikimesinnya. Semuanya ditujukan agar tidak terjadi penyusutan secara kualitas maupun kuantitas dan agar nilai benda sitaan tidak jatuh saat memasuki tahap lelang eksekusi. Namun, hambatan yang dialami oleh Kejaksaan Negeri Purwokerto dalam melakukan kegiatan pengelolaan ini justruada pada faktor jatuhnya nilai benda sitaan karena mekanisme lelang yang harus menunggu proses peradilan selesai.
The confiscated goods management process from corruption action which is done by Kejaksaan Negeri is the first step of the lawsuit case. It is deserved as the valuable things because besides it can be used as the evidence in the court, it also can be used for auction when the defendant is proven wrong. However in some districts, these corruption evidences often damaged or vanished in the beginning of investigation in Kejaksaan Negeri. This unprofitable situation potentially blocks the process of law enforcement to the extraordinary crime.
This research’s aim is to find out the confiscated goods management process from corruption action and the obstacles which is faced in doing the investigation activity in Kejaksaan Negeri generally, particularly in Kejaksaan Negeri Purwokerto. It uses sociological juridiction with analitical descriptive specification, that is by describing analitically to the problem faced, related to everything explained by the informant both spoken as well as written.
This research result shows that the management of the corruption’s confiscated goods in Kejaksaan Negeri Purwokerto is the store place during one week for investigation. The confiscated goods which is in the middle of investigation will be taken care and treated according to the characteristic and the size of it. The dangerous and flammable one will be save in covered place and the mechanical one will be cleaned and fixed. Everything is clear so that there will be no decreasing qualities or quantities and also it has purpose not to make these confiscated goods’s value drop in auction. But, the odd faced by Kejaksaan Negeri Purwokerto in doing this activity was in the dropping value of the confiscated goods because they must wait until the case closed in the court as the auction mechanism.
195711615F1A010100Fenomena Meningkatnya Angka Pencurian Menjelang Bulan Ramadhan ( Studi Mengenai Pelaku Pencurian Menjelang Bulan Ramadhan di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto )Penelitian ini berjudul “Fenomena Meningkatnya Angka Pencurian Menjelang Bulan Ramadhan” (Studi Mengenai Pelaku Pencurian Menjelang Bulan Ramadhan di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto Klas II A). Ruang lingkup dari penelitian ini adalah Sosiologi Perilaku Menyimpang. Peningkatan tindak pencurian menjelang bulan ramadhan merupakan suatu hal yang bertolak belakang dengan makna yang terkandung pada bulan suci ramadhan yang penuh dengan rahmat Allah SWT. Peningkatan kejahatan tersebut dapat dilihat dari data yang tercatat di POLRES wilayah Banyumas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sasaran utama adalah pelaku tindak pencurian menjalang bulan ramadhan yang melakukan pencurian pada bulan Juni hingga Juli tahun 2011 hingga 2013 dan telah ditetapkan sebagai Narapidana, sasaran pendukung Aparat Kepolisian serta Petugas LAPAS. Berdasarkan hasil penelitian motivasi tindak pencurian menjelang bulan ramadhan adalah Faktor Internal yaitu kondisi ekonomi, pendidikan rendah, pengaruh lingkungan, bertambahnya kebutuhan. Faktor Eksternal yaitu kenaikan harga dan lemahnya keamanan. Modus yang dilakukan pencurian menjelang bulan ramadhan tidak berbeda jauh dengan pencurian yang lain, hanya saja intensitas lebih meningkat. Modus yang digunakan oleh pencuri yaitu pencurian dilakukan bersama komplotan, pencurian dilakukan oleh perorangan, pencurian terjadi dengan perencanaan dan pencurian dilakukan tanpa adanya perencanaan. Penggunaan barang curian oleh pelaku pencurian menjelang bulan ramadhan berbeda-beda, sesuai dengan motivasi dan keinginan mereka. Penggunaan barang curian tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga dan keperluan pribadi.
Implikasi dari adanya tindak pencurian menjelang bulan ramadhan adalah perhatian pemerintah dalam memperbanyak lapangan pekerjaan untuk memperbaiki kondisi ekonomi, masyarakat harus lebih pintar dalam bergaul dan membatasi diri, pentingnya peran Ulama mengenai makna penting bulan suci Ramadan agar sebagian masyarakat tidah berlebihan dalam menyambutnya, pertimbangan pemerintah mengenai kenaikan harga bahan pokok, kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan Patroli yang dilakukan oleh Kepolisian. Masuknya Narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan akan membuat pelaku merasa jera. Kegiatan pelatihan kerja dan siraman rohani dilakukan agar Narapidana dapat menjadi individu yang lebih baik. Adanya semangat kerja dan iman kuat yang harus dimiliki oleh individu dapat menghindarkan perbuatan menyimpang.
This thesis entitled The Phenomenon Of Thefts Before The Month Of Ramadhan
(Study On The Prepetrators Of The Month Of Ramadhan In Prisons). Scope of this research is deviant behavior sociology. Increase in the theft before Ramadhan is something that contradict with the meaning of holy month Ramadhan which full of the grace of Allah SWT. Increase of that crime can be seen fom data which recorded in Banyumas Police Department.
The method that used in this research is descriptive qualitative. The method of collecting sample use purposive sampling with the main object is suspect of burglary prior to the Ramadhan who theft on June till July 2011-2013 and appointed as prisoner, and supporter objects are police officer and the warder. Based on the result of the research, motivation acts of theft prior to the Ramadhan are intern factors which are economy condition, low education, environment influence, increase of needs. Extern factors which are increase of price, and security weak. The mode of theft prior to Ramadhan is not so far different with other theft action, but the intensity is increased. The mode that used by theft which are did by group, self theft, theft with plan, and theft without plan. The use of stolen goods prior to Ramadhan is different, accordance with their motivation and wishes. The use of it can be use for family needs, and personal.

Implication from burglary action prior to Ramadhan are government care to increase the number of job field to repair economy condition, society must smarter in associates and limit themselves, important role of Ulama about the mean of holy month Ramadhan so that some society not overboard in greet him, government consideration about increase of price of staples, society realize toward security and patrol who do by police officer. The entry of convicts to prison will give deterrent effect. Job training activity and spiritual jets done so that convicts mental can be better. The presence of working spirit, and strong faith must be owned by person can avoid him from deviant action.
195811621G1A011068PERBEDAAN KADAR MALONDIALDEHID PLASMA DARAH
ANTARA PENDERITA KATARAK SENILIS IMATUR DAN MATUR
PADA PASIEN KLINIK MATA RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO
Katarak senilis merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama kebutaan dan salah satu faktor yang berperan pada patogenesis katarak adalah stres oksidatif. Stres oksidatif melalui proses peroksidasi lipid terjadi pada tahap awal patogenesis katarak senilis. Produk akhir peroksidasi lipid adalah malondialdehid (MDA) yang digunakan sebagai biomarker adanya stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar malondialdehid plasma darah antara penderita katarak senilis imatur dan matur pada pasien Klinik Mata Rumah Sakit Margono Soekarjo. Penelitian dilakukan di Klinik Mata Rumah Sakit Margono Soekarjo, Purwokerto pada bulan April – Mei 2015. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 20 responden, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok katarak senilis imatur dan matur dengan masing – masing jumlah sampel 10 responden. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji t tidak berpasangan dengan tingkat kemaknaan p=0,05. Rerata kadar MDA plasma darah katarak senilis imatur sebesar 0,401±0,13 µmol/L dan katarak senilis matur 0,468±0,12 µmol/L. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna kadar malondialdehid plasma darah antara katarak senilis imatur dan matur (p>0,05) dengan nilai p = 0,251. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar malondialdehid plasma darah antara penderita katarak senilis imatur dan matur pada pasien Klinik Mata Rumah Sakit Margono Soekarjo.Senile cataract is the leading cause of blindness and one of the factor in pathogenesis of senile cataract is oxidative stress. Oxidative stress through lipid peroxidation can occur in the first phase of pathogenesis of senile cataract. Malondialdehyde is the secondary product of lipid peroxidation that used as a biomarker of oxidative stress. The aim of this study was to determine the difference of plasma malondialdehyde level between immature and mature senile cataract pastient in Ophtalmology Department of Margono Soekarjo Hospital. This study conducted in Ophtalmology Department of Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto, starting in April until May 2015. This was a case control study with 20 subjects, 10 subjects in each group of immature and mature senile cataract. Bivariable analysis was done by using Independent t Test with significance rate p=0,05. The mean level of plasma malondialdehyde were 0,401±0,13 µmol/L in immature senile cataract and 0,468±0,12 µmol/L in mature senile cataract. Bivariable analysis showed that the difference of plama malondialdehyde between immature senile cataract and mature senile cataract (p>0,05) with p = 0,251 is statistically insignificant. The conclusion was there is no difference of plasma malondialdehyde of immature senile cataract and mature senile cataract patient in Ophtalmology Department of Margono Soekarjo Hospital.
195911616E1A109024TINDAK PIDANA MELAKUKAN PERBUATAN CABUL
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 126/Pid.Sus/2010/PN.Pwt)
ABSTRAK

Bermacam-macam peristiwa tindak pidana di antaranya tindak pidana percabulan, yang sangat dikhawatirkan oleh para orangtua adalah tindak pidana percabulan terhadap anak di bawah umur. Perbuatan cabul merupakan suatu perbuatan yang melanggar kesusilaan dalam masyarakat. Melanggar kesusilaan (kesopanan), karena semuanya itu dalam lingkungan nafsu birahi kelamin.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana melakukan perbuatan cabul dalam putusan Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto perkara Nomor : 126/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, di samping itu juga untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana pada perkara Nomor : 126/Pid.Sus/2011/PN.Pwt
Metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Menggunakan data sekunder yang meliputi : peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dan Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Perkara No. : 126/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. Data diperoleh dengan metode studi kepustakaan (library research), disajikan dalam bentuk uraian, dan dianalisis secara normatif kualitatif, yang akhirnya ditarik suatu simpulan.
Berdasarkan pembahasan terhadap hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Penerapan unsur-unsur tindak pidana melakukan perbuatan cabul dalam putusan Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto perkara Nomor : 126/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. Dengan mendasarkan pada fakta hukum yang terungkap dipersidangan diketahui bahwa semua unsur-unsur dalam dakwaan Kedua telah terpenuhi, Majelis Hakim telah sesuai dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana melakukan perbuatan cabul sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 290 Ke- 2 KUHP, yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut : Barangsiapa; Melakukan perbuatan cabul; Dengan seseorang sedang diketahuinya, atau patut dapat disangkanya, bahwa umur orang itu belum cukup 15 (lima belas) tahun atau kalau umur itu tidak terang, bahwa orang itu belum pantas dikawini. Dengan demikian dapat disebutkan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbutan cabul sebagaimana telah didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana pada perkara Nomor : 126/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap terdakwa majelis Hakim telah mempertimbangkan dasar penjatuhan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP, yaitu berupa : keterangan saksi-saksi, barang bukti, dan keterangan terdakwa, dipersidangan telah dapat dibuktikan secara sah dan menyakinkan. Di samping itu Mejelis juga telah mempertimbangkan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP.
Kata Kunci : Tindak Pidana, Pencabulan
ABSTRACT

Diverse doing an injustice event among others indecent activities doing an injustice, very feel concerned about by parents indecent activities doing an injustice towards underage childs. Pornographic deed is a deed that break morality in society. break morality (good manners), because all that is in sex passion desire environment.
This watchfulness is done as a mean to detect applications doing an injustice elements does pornographic deed in judge of district court decision purwokerto number case: 126/Pid. Sus/2011/PN. Pwt, despitefully also to detect base law deliberation judge District Court Purwokerto in drop criminal in number case: 126/Pid. Sus/2011/PN. Pwt
Method approaches juridical normatif. Analysis descriptive watchfulness spesification. use secondary data that covers: law and regulation, literature books, and district court decision Purwokerto case No. : 126/Pid. Sus/2011/PN. Pwt. data is got with literature study method (library research), presented in the form of explanation, and analyzed according to normatif qualitative, final pulled a conclusion.
Based on discussion towards watchfulness result, so can be taken conclusion as follows: doing an injustice elements applications does pornographic deed in judge of district court decision Purwokerto number case: 126/Pid. Sus/2011/PN. Pwt. With base in law fact revealed conference known that any elements in accusation second fulfilled, judge assembly appropriate in has applied doing an injustice elements has done pornographic deed as has been formulated in paragraph 290 ke- 2 kuhp, contain elements as follows: Whomever; do pornographic deed; with somebody known, or fitting can expected, that that man age not yet enough 15 (five compassion)s year or if that age not bright, that that man not yet suitable married. Thereby can be mentioned that defendant proved validly and convince guilty do doing an injustice has done deed pornographic as charge by publik procecutor.
Base law deliberation judge district court purwokerto in drop criminal in number case: 126/Pid. Sus/2011/PN. Pwt, in drop criminal decision towards judge assembly defendant considering base penjatuhan criminal as arranged in paragraph 184 verses (1) kuhap, that is shaped; witnesses explanation, proof goods, and defendant explanation, conference provable validly and convince. Despitefully mejelis also considering towards matters that stress and unburden defendant, as that regulated in paragraph 197 verses (1) font f KUHAP.
Keywords: Crime, molestation
196011579F1I011001Implikasi Ketegangan Semenanjung Korea Tahun 2013 Terhadap Hubungan Kerjasama Industri Kaesõng Korea Selatan - Korea UtaraPenelitian yang berjudul ‘Implikasi Ketegangan Semenanjung Korea Tahun 2013 Terhadap Hubungan Kerjasama Industri Kaesong Korea Selatan-Korea Utara’ akan menganalisis terkait dengan peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea pada tahun 2013 yang memiliki implikasi secara langsung kepada salah satu wadah rekonsiliasi Antar-Korea yaitu Industri Kaesong. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis implikasi serta pengaruh dari ketegangan di Semenanjung Korea terhadap keberlangsungan hubungan kerjasama di Industri Kaesong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data in-depth interview dan dokumentasi serta teknik analisis data yang mengaplikasikan teori ke dalam permasalahan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea tahun 2013 disebabkan oleh terdapatnya berbagai macam hal yang pada akhirnya memicu konflik antara kedua negara tersebut yakni semakin memanas pada tahun 2013, dimana Korea Utara melakukan percobaan nuklir pada tahun 2006, Mei 2009 hingga puncaknya yaitu pada tahun 2013. Disisi lain, perubahan kebijakan di pihak Korea Selatan serta terdapatnya pelatihan militer antara Korea Selatan dan Amerika Serikat menjadi pemicu yang membuat ketegangan ini semakin meningkat hingga berimplikasi kepada salah satu wadah rekonsiliasi Antar-Korea yaitu Industri Kaesong, yang kemudian mengalami pemberhentian operasi karena terdapatnya pemutusan hubungan kerjasama secara sepihak oleh Korea Utara yang memberikan kerugian yang sangat besar bagi kedua negara Korea tersebut. Permasalahan inilah yang akan diteliti lebih lanjut terkait dengan berbagai upaya yang dilakukan Antar-Korea dalam mencapai proses rekonsiliasi, sehingga pemberhentian operasi di Industri Kaesong tidak berlangsung secara permanen. **Kata Kunci: Ketegangan Semenanjung Korea, Kerjasama Internasional, Perdagangan Internasional, Kebijakan Antar-Korea, Industri Kaesong.
This research, titled ‘The Implication of the Tension in the Korean Peninsula of 2013 towards the Cooperation in Kaesŏng Industrial Complex between South – North Korea” will analyze the increase in tension in the Korean Peninsula in the year 2013 which possesses direct implication towards one of the means of Inter-Korea reconciliation, the Kaesŏng Industrial Complex (KIC). The purpose of this research is to analyze the implication and impact from the tension in the Korean Peninsula towards the continuity of the cooperation in the KIC, and also to find the economic and political impact both Korean countries possessed in the KIC. This research was conducted with a descriptive qualitative method, and data collection using in-depth interview and documentation, and also data analysis which applied the theory for the problem of this research. As a result of this research, it can be summarized that the tension in the Korean Peninsula between the North and South Korea have actually happened ever since the days of Cold War, which then split Korea in half based on the ideological values implanted by the era’s super power countries, the Soviet Union (communism) and the United States (liberal). The tension continues until today, which in the end resulted in conflict. There are several things that triggered said conflict between the two countries, which got even more severe in 2013, when North Korea tried to show their position as one of the powerful country in the East Asia region, by testing nuclear weapons in the year 2006, then May 2009, and reached its peak in the year 2013. On the other hand, the change in policy by South Korea and the joint military training between South Korea and the USA became a trigger in increasing the tension, which then affected one of the means of Inter-Korea reconciliation, the KIC, which operation was unilaterally halted by North Korea, which was detrimental for both countries. This problem will be researched and analyzed further, in relation with the many efforts done by both countries in the reconciliation process, so that the halt in operation in the KIC is not permanent, but only lasted 5 months and was reopened, even though it is still under review from both sides.
**Keywords: Korean Peninsula Tension, International Cooperation, International Trading, Inter-Korea policies, Kaesŏng Industrial Complex