Home
Login.
Artikelilmiahs
11612
Update
ZAKARIA ABDUL GHANI
NIM
Judul Artikel
POLITIK KEBUDAYAAN KERATON DALAM KAJIAN PASCAKOLONIAL: PELESTARIAN EKSISTENSI ABDI DALEM DI KASULTANAN NAGARI NGAYOGYAKARTA HADININGRAT PASCA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan upaya pelestarian eksistensi abdi dalem di Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat pasca-kemerdekaan Republik Indonesia; 2) mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor kontekstual apa sajakah yang mendukung dan menghambat upaya pelestarian eksistensi abdi dalem; 3) mengetahui dan menjelaskan siapa sajakah aktor-aktor yang terlibat dalam upaya pelestarian eksistensi abdi dalem; 4) memahami dan mendeskripsikan refleksi politik kebudayaan Keraton dalam kajian pascakolonial melalui pelestarian eksistensi abdi dalem di Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat pasca-kemerdekaan Republik Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi kasus dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigm non-positivisme, khususnya konstruktivisme. hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa upaya pelestarian eksistensi abdi dalem di Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat merefleksikan politik kebudayaan keraton dalam kajian pascakolonial. Upaya pelestarian eksistensi abdi dalem dilakukan melalui: 1) rekrutmen; 2) Peran, Tugas, dan Fungsi Abdi Dalem; 3) hak; 4) pawiyatan; 5) penghargaan dan sanksi. Dalam pelaksanaannya, faktor kontekstual yang mendukung upaya pelestarian eksistensi abdi dalem terjadi karena: 1) Bentuk Pemerintahan dan Hubungan Keraton dengan Pemerintah DIY; 2) Rekrutmen Abdi Dalem; 3) Peran dan Posisi Abdi Dalem; 4) Budaya Masyarakat Yogyakarta; 5) Keturunan; 6) Sikap Bangsawan Terhadap Abdi Dalem. Sedangkan faktor kontekstual yang menghambat berkaitan dengan: 1) Bentuk Pemerintahan; 2) Pola Rekrutmen Abdi Dalem; 3) Keuangan Keraton; 4) Budaya Modern. Sementara itu, aktor yang terlibat dalam upaya pelestarian eksistensi abdi dalem terbagi menjadi aktor internal sebagai penentu arah pelestarian eksistensi abdi dalem dan aktor eksternal pendukung upaya pelestarian eksistensi abdi dalem. Aktor internal terdiri dari Sultan, bangsawan dan pengageng keraton serta abdi dalem. Sedangkan aktor eksternal meliputi pemerintah, organisasi masyarakat dan partai politik.Hasil artikel penelitian ini mengungkapkan kenyataan bahwa upaya pelestarian eksistensi abdi dalem merefleksikan politik kebudayaan keraton dalam kajian pascakolonial.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research-based paper aims at: 1) understanding and describing the effort of preservation of existence of abdi dalem in Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat post-independence of Republik Indonesia. 2) recognizing and explaining the contextual factors supporting as well as hindering the efforts; 3) recognizing and explaining the actors involved in the efforts; 4) understanding and describing reflection of political culture in postcolonial study into the efforts.By using a qualitative method and case study approach in the framework of the post-structuralism perspective and the non-positivism paradigm, constructivism specifically. the result of the research reveals that the efforts of preservation of existence of abdi dalem in Kasultanan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat is based on Sultanate goverment alteration. The efforts of preservation of existence of abdi dalem is done by: 1) recruitment; 2) role, duty, and function of abdi dalem; 3) rights; 4) pawiyatan; 5) honor and sanction. In practice, the contextual factors that support the efforts case for: 1) the form of Sultanate government and relationship with the palace government with government DIY; 2) pattern recruitment of abdi dalem in the integration of the Sultanate with th republic of indonesia; 3) role and abdi dalem position; 4) yogykarta culture; 5) heredity; 6) the attitude of the nobility toward abdi dalem. While the contextual factors hindering related with:1) the form of Sultanate; 2) the abdi dalem pattern recruitment; 3) karaton financial; 4) modernization. Meanwhile, the actors involved in the efforts is devided into internal actors as policy holders the efforts and external actors as supported the efforts. Internal actors consists of Sultan, noblemen, pengageng karaton and abdi dalem. while, the external actors consist community organization and political party. Meanwhile, theactors involvedinthe effort to preservethe existence ofabdi dalem divided into internal actors as a determinant of the direction of preserving the existence of abdi dalem and external actors supportin gefforts to preservethe existence ofabdi dalem. Internal actors consists of Sultan, nobles and abdi dalem, Pengageng palace as well. While external actors include governments, community organizations and political parties. The result ofthis research article reveals the fact that preservation efforts of existence of abdi dalem reflects the palace into the cultural politics in post-colonial studies.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save