Artikelilmiahs

Menampilkan 1.981-2.000 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
198111640C1K011036The Effect Good Corporate Governance Mehcanism, Financial Leverage, Profitability to Firm Value (Empirical Study on Consumer Goods Companies Listed at IDX)

Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan di perusahaan barang-barang konsumen yang tercantum pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan penelitian ini untuk menganalisa faktor-faktor mempengaruhi nilai perusahaan (proxied oleh EVA). Penelitian ini dilaksanakan selama periode Januari 2009 hingga Desember 2013. Pengumpulan Data teknik yang digunakan di dokumentasi, tinjauan pustaka dan pencarian di internet. Penelitian ini menggunakan analisis model regresi ganda sebagai cara untuk menguji hipotesi. Populasi dari penelitian ini adalah sektor barangkonsumsi yang tercantum pada Bursa Efek Indonesia, dan pengambilan sampel dilakukan secara purposif adalah menggunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Studi ini digunakan nilai Perusahaan (EVA) sebagai variabel dependen, Dewan Direksi, Dewan Independen, Kepemilikan Institusi, Komite Audit, Leverage, dan Profitabilitas sebagai variabel independen. Hasil-hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dewan Independen, Kepemilikan Institusi tidak berpengaruhsignifikan pada nilai perusahaan, sementara Dewan Direksi, Komite Audit, Leverage, dan Profitabilitas berpengaruhsignifikan pada nilai perusahaan.This research investigates factors that impact firm value at consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The aim of the research is to analyze factors effecting firm value (proxied by EVA). This research is conducted during the period of january2009 until December 2013. Data collection techniques used are documentation, literature review and internet search.This research use multiple regression model analysis as a means of testing the hypotheses. Population of this study is consumer goods sector listed on the Indonesia Stock Exchange, and purposive sampling is use as sampling technique. This study used Firms value (EVA) as dependent variable, Board of director, Independent board, Institutional Ownership, Audit committee, Leverage, and Profitability as independent variables. The results of this research show that Independent board, Institutional Ownership have no significant effect on firm value, while the Board of director, Audit committee, Leverage, and Profitability have significant effect on firm value.
198211641F1G011040Analisis Struktur Frase Adjektival Pada Kolom Opini Surat Kabar Kompas Edisi Oktober-November 2014Penelitian ini berjudul “Analisis Struktur Frase Adjektival pada Kolom Opini Surat Kabar Kompas Edisi Oktober-November 2014”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan makna gramatikal frase adjektival yang terdapat dalam kolom opini tersebut, serta menganalisis peran sintaksis frase adjektival dalam kalimat. Penelitian ini terfokus pada kalimat-kalimat bahasa Indonesia yang mengandung frase adjektival. Sumber data dalam penelitian ini adalah kolom opini surat kabar Kompas edisi Oktober-November 2014. Menurut Ramlan (2005: 138), frase adalah unsur klausa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi klausa. Struktur sintaksis membicarakan tentang sebuah struktur, yang berupa adanya fungsi sintaksis, kategori sintaksis, dan peran sintaksis dalam sebuah satuan sintaksis berupa kata, frase, klausa, bahkan kalimat. Makna gramatikal adalah hubungan antara unsur-unsur bahasa dalam satuan-satuan yang lebih besar (Chaer, 2009: 138). Hasil penelitian ini yaitu pada kolom opini surat kabar Kompas edisi Oktober-November 2014 ditemukan empat variasi struktur frase adjektival yang terdiri atas frase adjektival berstruktur K + K, frase adjektival berstruktur K + F, frase adjektival berstruktur F + K, dan frase adjektival berstruktur F + F.This research entitled “Adjective Phrase AnalysisStructure in Newspaper Opinion Column of Kompas Edition Oktober-November 2014”. The aims of the research are to describe the grammatical structure and meaning of adjective phrases contained in the opinion column, and analysis syntactic role phrase of adjective in the sentence. This research focused on the Indonesian sentences containing the phrase adjective. Source of data in this research is the opinion column of the newspaper Kompas edition Oktober-November 2014. The phrase is an element clause consisting of two or more words that do not exceed the limit clause function (Ramlan, 2005 : 138). Syntactic structure describes of a structure, in the form of the function syntax, syntactic categories and syntactic role in a syntactic units such as words, phrases, clauses, sentences even. Grammatical meaning is the relationship between the elements of language in units greater (Chaer 2009:138). The results of this research in on an opinion column in Kompas newspaper editions from Oktober until November 2014 found four variations of the adjektival phrase structure consisting of the adjektive phrase structure of K + K, adjective phrase structure of K + F, adjective phrase structure of F + K, and adjective phrase structure of F + F.
198311646G1A010045Hubungan Skor APGAR Keluarga dengan Tingkat Kesembuhan Penderita Tuberkulosis HUBUNGAN SKOR APGAR KELUARGA DENGAN TINGKAT KESEMBUHAN PENDERITA TUBERKULOSIS

ABSTRAK

Latar Belakang: Indonesia berada di peringkat 5 sebagai negara dengan angka kejadian TB yang tinggi. Beberapa faktor dapat mempengaruhi proses penyembuhan TB yang salah satu faktor tersebut adalah dukungan keluarga. Skor APGAR keluarga adalah alat untuk menilai keluarga sehat atau tidak. Alat ini menjadi parameter yang tepat untuk dukungan keluarga.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan skor APGAR keluarga dengan tingkat kesembuhan penderita TB paru.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik obeservasional dengan pendekatan case control. Responden terdiri dari 33 penderita tuberkulosis yang dinyatakan sembuh, serta 33 penderita tuberkulosis yang dinyatakan tidak sembuh. Data didapatkan melalui wawancara dan obeservasi yang dilakukan oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan tingkat kemaknaan p<0,05.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara skor APGAR keluarga dengan tingkat kesembuhan penderita tuberkulosis p=0,04 (p<0,05)

Kesimpulan: Terdapat pengaruh skor APGAR keluarga dengan tingkat kesembuhan penderita tuberkulosis.
THE ASSOCIATION OF APGAR SCORE FAMILY WITH THE CURE RATES OF PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENT

ABSTRACT

Background: Indonesia was fifth rank as a country with high incidence of TB. Several factors can affect the healing procces of pulmonary tuberculosis, one of those factors is family support. Family APGAR score is a tool to assess the family is healthy or not. This tool into the right parameter for family support.

Objective: This objective research is to know association APGAR score family with the cure of the pulmonary tuberculosis patient.

Method: This research has used analytic observational design with case control approach. The respondens are consist of 33 pulmonary tuberculosis patients who otherwise recovered and 33 pulmonary tuberculosis patients who otherwise do not heal. The data collected from interview and obeservtion by researcher. Data analysis by using formula Chi Square with signifcance level p<0,05.

Result: The research result showed there is association APGAR score family with the cure rates of the pulmonary tuberculosis patient p=0,04 (p<0,05).

Conclusion: There is the association APGAR score family with the cure rates of the pulmonary tuberculosis patient.
198411647F1F010080AN ANALYSIS OF ASSOCIATIVE MEANINGS IN THE JAKARTA POST’S OPINION COLUMN EDITION MARCH 14, 2014 Kurniawati, Renny. 2015. An Analysis of Associative Meanings in The Jakarta Post’s Opinion Column Edition March 14, 2014. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Supervisor I: Drs. Ashari, M.Pd. Supervisor II: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum.


Penelitian ini secara umum membahas tentang makna. Makna adalah ide atau konsep yang dapat disampaikan oleh pembicara kepada pendengar di dalam suatu bahasa atau yang lainnya.
Pokok bahasan dalam penelitian ini yaitu makna asosiatif yang terdapat di kolom Opini surat kabar The Jakarta Post edisi 14 Maret 2014. Makna asosiatif adalah makna yang kurang stabil dan bervariasi menurut pengalaman individu. Peneliti menganalisis makna asosiatif berdasarkan teori dari Geoffrey Leech yang mana makna asosiatif dibagi menjadi makna konotatif, makna stilistik, makna afektif, makna refleksi, dan makna kolokatif.
Data primer dalam penelitian ini adalah semua artikel yang terdapat di kolom Opini surat kabar The Jakarta Post. Sementara itu, data sekunder dikutip dari buku, internet, kamus, dan sumber lain.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Jadi, metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskriptif kualitatif. Sample penelitian ini adalah semua artikel yang terdapat di kolom Opini surat kabar The Jakarta Postedisi 14 Maret 2014. Jadi, teknik yang digunakan untuk mengambil sample adalah Teknik Total Sampling.
Peneliti menemukan semua tipe makna asosiatif di sumber data. Makna konotatif (11), makna stilistik (24), makna afektif (4), makna refleksi (7), dan makna kolokatif (87). Peneliti juga menemukan fungsi kelima tipe asosiatif meaning. Fungsi makna konotatif adalah untuk menyampaikan makna yang lebih mendalam daripada makna yang ada di kamus dan makna ini di ekspresikan oleh sudut pandang pribadi atau komunitas, fungsi makna stilistik adalah untuk menunjukan gaya bahasa, fungsi makna afektif adalah untuk mengekspresikan perasaan atau emosi penulis dalam merespon sesuatu, fungsi makna refleksi adalah untuk menyampaikan makna baru dari suatu kata yang timbul akibat pergeseran makna lain dalam ekspresi yang sama, dan fungsi makna kolokatif adalah untuk menyampaikan kata-kata yang umum digunakan dalam lingkungannya untuk disandingkan dengan kata yang lain.
Saran ditujukan untuk peneliti berikutnya yang akan meneliti bidang yang sama atau objek yang sama. Peneliti berharap peneliti berikutnya dapat lebih baik dalam menganalisis makna asosiatif pada objek yang berbeda dengan data dan pembahasan yang lebih lengkap.
Kurniawati, Renny. 2015. An Analysis of Associative Meanings in The Jakarta Post’s Opinion Column Edition March 14, 2014. Thesis. English Department. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. Supervisor I: Drs. Ashari, M.Pd. Supervisor II: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum.

The general idea of this research is about meaning. Meanings are ideas or concepts that can be transferred from the mind of the speaker to the mind of the hearer by embodying them in the form of one language or another.
The main concern of it is Associative Meaning in The Jakarta Post’s Opinion Column Edition March 14, 2014. Associative Meaning is a meaning that less stable, and vary according to individual experience. The researcher analyzed associative meaning based on Geoffrey Leech’s theory which associative meaning is divided into connotative meaning, stylistic meaning, affective meaning, reflected meaning, and collocative meaning.
The primary data are all articles in The Jakarta Post’s Opinion Column Edition March 14, 2014. Meanwhile, the secondary data are quotedfrom books, internet, dictionary, and other sources.
The kind of this research is descriptive qualitative research. Therefore, the method that is used to analyze the data is descriptive qualitative method. The samples of this research are all articles in The Jakarta Post’s Opinion Column Edition March 14, 2014. Therefore, the technique to take the sample is Total Sampling Technique.
The researcher found all types of associative meanings in the data source. Those were connotative meaning (11), stylistic meaning (24), affective meaning (4), reflected meaning (7), and collocative meaning (87). The researcher also found the functions of those types of associative meanings, they are: connotative meaning function is used to deliver the deeper meaning of something than in dictionary meaning and this meaning expressed by personal or community points of view, stylistic meaning function is used to indicate the stylistic style which exists in language, affective meaning function is used to express the writer’s feeling or emotion in responding something, reflected meaning function is used to deliver the new meaning of a word which comes because of removing another meaning in the same expression and collocative meaning function is used to convey the common used words going together in the environment as its usual habitual co-occurrence with certain types of word.
The suggestions are aimed for the next researcher who will conduct the study on the same field or the same object. The researcher hopes that the next researcher can be better in analyzing associative meanings in different object with more complete data and discussion.
198511643F1A010088“Kimcil di Purwokerto dan Kesehatan Reproduksinya”

Remaja di Indonesia khususnya di Purwokerto saat ini telah mengalami penurunan moral, remaja yang dahulu terjaga secara kuat oleh sistem keluarga, adat budaya, serta nilai-nilai tradisional yang ada sekarang sedikit demi sedikit nilai-nilai tersebut telah diabaikannya. Terlebih karena adanya globalisasi yang didalamnya mengubah gaya hidup mereka menjadi hedonis karena pengaruh media maupun teman sebayanya. Hal ini mengakibatkan para remaja khususnya pelajar di Purwokerto mengambil jalan untuk menjadi “Kimcil” karena mereka berfikir cara tersebut akan memudahkan mereka mendapatkan uang dengan mudah. Perilaku seksual yang dilakukan para “Kimcil” merupakan perilaku seksual yang beresiko, mereka melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan (pelanggan), apabila mereka tidak menjaga kesehatan reproduksinya tentu mereka akan rentan terkena Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan “Kimcil” di Purwokerto dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Metode penelitian menggunakan metode Kualitatif Eksploratif. Sasaran penelitian ini yaitu “Kimcil” di Purwoketo, sedangkan teknik penentuan sasaran dalam penelitian ini adalah Snowball Sampling. Hasil penelitian “Kimcil” di Purwokerto dan kesehatan reproduksinya diketahui bahwa pengetahuan para “Kimcil” di Purwokerto tentang kesehatan reproduksi tergolong rendah. Mereka kurang paham tentang konsekuennsi yang akan diterima ketika menjadi “Kimcil”. Upaya yang mereka lakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi sifatnya lebih pada aspek kebersihan alat reproduksi luar saja. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan seksual para “Kimcil” di Purwokerto, yang telah membentuk perilaku para “Kimcil” untuk tidak secara rutin atau bahkan jarang sekali memeriksa kesehatan reproduksinya ke dokter. Akibatnya terdapat kemungkinan beberapa dari “Kimcil” di Purwokerto sebenarnya mempunyai penyakit, tetapi mereka tidak mengetahuinya.Teens in Indonesia, particularly in Purwokerto today has experienced a decline in morale, teens who formerly maintained largely by the family system, cultural, and traditional values present piecemeal these values have a waiver. Moreover, because of globalization that includes changing their lives for the hedonist gaaya due to the influence of media and peers. This resulted in the youth, especially students in Purwokerto take the road to becoming "Kimcil" because they think this will ease them earn money easily. Sexual behavior conducted by "Kimcil" is a risky sexual behavior, they had sexual intercourse with multiple partners (customers), if they do not maintain their reproductive health would be susceptible to sexually transmitted diseases (PMS) such as HIV / AIDS.The purpose of this study was to determine the effort made "Kimcil" in Purwokerto in maintaining reproductive health. The method in this research using qualitative methods Explorative, the target of this research is "Kimcil" in Purwoketo. While targeting techniques in this study is the Snowball Sampling. The result of research is "Kimcil" in Purwokerto and reproductive health it is known that the knowledge of the "Kimcil" in Purwokerto on reproductive health is low. They are less understand about consequence to be received when it becomes "Kimcil". Their efforts to maintain reproductive health is more on hygiene reproductive organs outside only. This is caused by lack of sexual knowledge of the "Kimcil" in Purwokerto, which has formed the behavior of the "Kimcil" for not routinely or even rarely check their reproductive health to a doctor. As a result there is a possibility that some of the "Kimcil" in Purwokerto actually have the disease, but they do not know it.
198611565E1A010211PROSES PENYELESAIAN KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI BERDASARKAN SURAT EDARAN KEJAKSAAN AGUNG NOMOR B-1113/F/Fd.1/05/2010 OLEH KEJAKSAAN (Studi di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Purwokerto) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian tindak pidana korupsi berdasarkan Surat Edaran Kejaksaan Agung Nomor b-1113/F/Fd.1/05/2010 oleh kejaksaan dan hal-hal yang menjadi hambatan dalam kebijakan proses penyelesaian korupsi berdasarkan Surat Edaran Kejaksaan Agung B-1113/F/Fd.1/05/2010 serta cara yang di tempuh untuk mengatasi hambatan yang timbul dari proses penyelesaian ini.
Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Purwokerto. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara untuk mendapatkan data primer dan studi pustaka terhadap data sekunder. Data-data yang diperoleh disajikan dalam bentuk matriks dan teks naratif yang disusun secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan yaitu kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan beberapa hal. Pertama, proses penyelesaian tindak pidana korupsi berdasarkan surat edaran kejaksaan agung B-1113/F/Fd.1/05/2010 yaitu sama seperti penanganan proses penyelesaian pada umumnya ( sesuai standar operasional prosedur/ SOP ) tetapi dihentikan pada proses penyidikan atau penuntutan. Kedua, mengenai hambatan menggunakan proses penyelesaian ini yaitu faktor hukumnya bertentangan dengan Pasal 4 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan limitasi kewenangan penghentian perkara pada Pasal 109 ayat (2) KUHAP, mengenai faktor penegak hukumnya yaitu persepsi atau pandangan dari jaksa yang menangani perkara tindak pidana korupsi, mengenai faktor sarana dan prasarana yaitu tingginya biaya perkasus dan mengenai faktor kebudayaan adanya anggapan masyarakat pelaku yang telah sadar mengembalikan kerugian Negara bila tetap diproses ke peradilan bukan merupakan budaya Indonesia yang tidak menyukai adanya konflik. Untuk mengatasi hambatan yang timbul yaitu penegakan hukum tidak hanya melihat dari kepastian saja tetapi juga melihat dari sisi keadilan dan kemanfaatan, menggunakan kewenangan diskresi kejaksaan, mempedomani setiap surat edaran yang dikeluarkan, meminimalisir kegiatan-kegiatan yang kurang diperlukan dan melakukan seefektif mungkin dan Menumbuhkan rasa kesadaran hukum pada masyarakat mengenai penegakan hukum.
This study aims to determine the completion of the process of corruption by the Attorney General's Circular Letter No. B-1113 / F / Fd.1 / 05/2010 by the prosecutor and the things that become obstacles in the process of resolving corruption policy by the Attorney General's Circular Letter B- 1113 / F / Fd.1 / 05/2010 as well as in the travel way to overcome obstacles arising from this settlement process.
Methods of approach in this study is juridical sociological research with descriptive specifications. Location of research conducted in the jurisdiction of the State Attorney Purwokerto. Data collection methods used were interviews to obtain primary data and literature on secondary data. The data obtained in presented in the form of a matrix and narrative text systematically arranged. Data analysis method used is qualitative.
The results showed some things. First, the process of settlement of corruption by the attorney general's circular-1113 B / F / Fd.1 / 05/2010 are the same as the handling of the settlement process in general (according to the standard operating procedures / SOP) but was stopped in the investigation or prosecution. Secondly, regarding the use of the process of resolving these barriers are legal factors is contrary to Article 4 of Law No. 31 of 1999 on Corruption Eradication and limitations of authority termination case in Article 109 paragraph (2) Criminal Procedure Code, the law enforcement factor is the perception or opinion prosecutors who handle corruption cases, the infrastructure factor is the high cost of per case and the cultural factors prevailing perception of those who have consciously return loss when the State will still be processed to justice is not an Indonesian culture that does not like conflict. To overcome the obstacles that arise that law enforcement is not only the view of the certainty, but also viewed from the side of justice and expediency, using the authority of the prosecutor's discretion, be guided by any circulars issued, minimize the activities that are less needed and perform as effectively as possible and Fostering a sense of awareness the legal community about law enforcement.
198711650G1A011034HUBUNGAN OBESITAS DALAM KEHAMILAN DENGAN LAMA PERSALINAN DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PERIODE 2013-2014
Latar Belakang: Prevalensi obesitas dalam kehamilan mengalami peningkatan selama dua dekade terakhir. Obesitas dalam kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi obstetri bagi ibu dan janin. Persalinan lama merupakan salah satu komplikasi intrapartum yang sering terjadi pada wanita hamil dengan obesitas.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan obesitas dalam kehamilan dengan lama persalinan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode 2013-2014.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analisis observasional dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien bersalin normal di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode 2013-2014. Sampel penelitian ini sebanyak 56 sampel.
Hasil: Didapatkan rerata waktu persalinan pada wanita hamil dengan obesitas lebih lama dibandingkan wanita hamil yang tidak obes. Hasil analisis dengan Uji T tidak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna yaitu p <0,001 (p<0,05) untuk lama kala 1 fase aktif dan p=0,013 (p<0,05) untuk lama kala II persalinan.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara obesitas dalam kehamilan dengan lama persalinan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode 2013-2014.

Kata kunci: obesitas dalam kehamilan, lama persalinan, kala I fase aktif persalinan, kala II persalinan

Background: The prevalence of obesity in pregnancy has increased in the past two decades. Obesity in pregnancy may increase the risk of obstetric complications for mother and fetus. Prolonged labor is one of intrapartum complications that often occur in pregnant woman with obesity.
Purpose: The aim of this study was to analyze the relationship between obesity in pregnancy and the duration of labor at Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital Purwokerto Period 2013-2014.
Method: This study was an analytical observational study with cross-sectional approach, secondary data was obtained from patients medical records underwent normal labor at Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital Purwokerto Period 2013-2014. This research was participated by 56 samples.
Result: This study revealed the duration of labor in pregnant women with obesity is longer than non obesity. The analysis result shows that there is a significant (p<0.05) difference in duration of active phase (p<0.001) and second stage (p=0.013) of labor.
Conclusion: There is a correlation between obesity in pregnancy and the duration of labor at Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital Purwokerto Period 2013-2014.

Keyword: obesity in pregnancy, duration of labor, active phase of labor, second stage of labor
198811651F1C009081ETNOGRAFI KOMUNIKASI KESENIAN LENGGER GERDUREN KECAMATAN PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS ABSTRAKSI
ETNOGRAFI KOMUNIKASI KESENIAN LENGGER GERDUREN KECAMATAN PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS
Oleh:
Ardhanis Vita Magdalena
(Email: avitamagdalena@yahoo.co.id)
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Jenderal Soedirman

Penelitian ini berjudul “Etnografi Komunikasi Kesenian Lengger Gerduren Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas”. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menjelaskan mengenai komponen dan peristiwa komunikasi yang ada dalam grup kesenian lengger dalam melestarikan tradisi ritual lengger. Budaya adalah sebuah warisan sosial, mengandung arti bahwa budaya adalah pemberian suatu hasil akumulasi berbagai macam interaksi tatanan sosial di masa lalu kepada generasi setelahnya kemudian berulang seperti sebuah siklus. Kesenian tradisional merupakan salah satu pranata sosial religius yang diperlukan masyarakat sebagai usaha untuk memenuhi komunikasi dengan kekuatan magis atau roh leluhur.
Kesenian lengger calung atau yang biasa disebut kesenian lengger merupakan kesenian yang berkembang di desa-desa atau daerah pertanian. Di Gerduren, Banyumas masih mempertahankan tradisi ritual lengger sebagai jalan untuk berkomunikasi dengan leluhur tidak seperti lengger lainnya yang sekarang sudah mengalami pergeseran. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan etnografi komunikasi untuk melihat komponen komunikasi yang kompleks yang di dalamnya terdapat peristiwa-peristiwa komunikasi yang melibatkan tindak-tindak komunikasi khusus dan berulang pada seniman lengger guna melestarikan tradisi.
Hasil penelitian menunjukkan perkembangan kesenian lengger di Desa Gerduren berawal dari tahun 1820. Dalam kesenian lengger di desa ini terdapat dua kegiatan yang memiliki komponen komunikasi yaitu prosesi dan ritual. Prosesi merupakan kegiatan kelompok kesenian lengger saat pementasan sementara ritual merupakan kegiatan kelompok kesenian lengger di luar pementasan. Komponen mencakup genre atau tipe peristiwa komunikasi, topik peristiwa komunikasi, tujuan dan fungsi peristiwa, setting,partisipan, bentuk pesan, isi pesan, urutan tindakan, kaidah interaksi.
ABSTRACT
ETHNOGRAPHY COMMUNICATION OF LENGGER GERDUREN
IN PURWOJATI SUB DISTRICT BANYUMAS
By:
Ardhanis Vita Magdalena
(Email: avitamagdalena@yahoo.co.id)
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Jenderal Soedirman


This research entitled Ethnography Communication of Lengger Gerduren in Purwojati Sub District, Banyumas. This research is aimed at explaining the components and communication events which are existed in the group of lengger in term of preserving lengger’s ritual tradition. Culture as social inheritance means the gift of accumulation of many social interactions in the past for the next generation, which is repeatedly happened as a cycle. Traditional art is one of religious social norms that needed by the society as an effort to fulfil the magical communication or communication with the spirits.
Lengger calung or usually called as lengger is traditional art which is developed in villages or farming area in Banyumas. In Gerduren, Lengger’s ritual tradition as a means of ritual communication with the ancestor is obviously preserved well. Therefore, this research used Ethnography Communication to observe the complex components in communication events which involved particular and repetitive communication actions to preserve the tradition in the group of lengger in Gerduren.
The results show that the progress of Lengger in Gerduren was started in 1820. Basically, there are two components of communication in Lengger Gerduren namely procession and ritual. Procession is group activities which happened on the stage when they have the show, while the ritual is the activities out of the show. The components include the genre or typical event of communication, the topic of communication event, the goal and function of the event, setting, participants, the form of message, the content, sequel of action, and the rule of interaction.
198911652C1C010027ANALISIS PENGARUH ISLAMIC GOVERNANCE SCORE, BOARD SIZE, CROSS DIRECTORSHIP, MANAGERIAL OWNERSHIP,
DAN OWNERSHIP DIFFUSION

TERHADAP ISLAMIC SOCIAL REPORTING PADA BANK SYARIAH DI ARAB SAUDI, INDONESIA, DAN MALAYSIA
Pelaporan tanggung jawab sosial bank syariah saat ini menjadi sangat penting karena sebagai bentuk transparansi kepada para stakeholder. Tujuan transparansi perusahaan merupakan salah satu prinsip dari Good Corporate Governance dalam mengelola perusahaan untuk menjadi lebih baik. Pada praktik pelaporan tanggung jawab sosial, bank syariah dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor-faktor pembentuk Good Corporate Governance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Good Corporate Governance yang diproksikan oleh board size, cross directorship, managerial ownership, ownership diffusion, dan Islamic Governance Score terhadap Islamic Social Reporting pada bank syariah. Penelitian ini mengambil sampel bank syariah di Arab Saudi, Indonesia, dan Malaysia yang menerbitkan laporan tahunan dari tahun 2008-2013. Metode analisis penelitian ini menggunakan content analysis dan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema tertinggi yang diungkapkan dalam Islamic Social Reporting adalah Good Corporate Governance, sedangkan tema dengan pengungkapan terendah adalah tema lingkungan. Kemudian variabel board size, cross directorship, managerial ownership, ownership diffusion, dan Islamic Governance Score secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Islamic Social Reporting. Secara parsial, hanya cross directorship dan Islamic Governance Score yang berpengaruh secara signifikan terhadap Islamic Social Reporting. Sementara itu, board size, managerial ownership, dan ownership diffusion secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Islamic Social Reporting bank syariah di Arab Saudi, Indonesia, dan Malaysia pada tahun 2008-
2013.
Implikasi dari penelitian ini adalah bank syariah perlu mempertahankan Good Corporate Governance agar dapat mempertahankan pengawasan kegiatan bank yang sesuai syariah. Bank syariah dalam pelaporan tanggung jawab sosialnya perlu meningkatkan pengungkapan pada aspek lingkungan dan perlu mengungkapkannya dengan lebih komprehensif. Bank syariah dapat meningkatkan cross directorship dan Islamic Governance Score untuk meningkatkan transparansi pelaporan tanggung jawab sosialnya. Kemudian perlu adanya format penyusunan pelaporan yang sesuai standar internasional agar stakeholder bisa mendapatkan informasi dengan mudah.
Corporate social responsibility disclosure of islamic banks must be so urgent because it seems like transparated evidence to stakeholder. The aim of corporate transparation is a principle of Good Corporate Governance in managing corporation to be better. In practicing corporate social responsibility disclosure, islamic banks depend to some factors, one of them is factors created Good Corporate Governance. This research studies those to know the effect of applying Good Corporate Governance which is proxied by board size, cross directorship, managerial ownership, ownership diffusion, and Islamic Governance Score to Islamic Social Reporting in islamic banks. This research took sample of islamic banks, they are in Saudi Arabia, Indonesia, and Malaysia which released their annual report for the end of 2008-2013. The analysis method of this research is content analysis and multiple regression.
The result shows theme which got the highest point in Islamic Social Reporting is Good Corporate Governance, then the lowest one is nature theme. Another result is board size, cross directorship, managerial ownership, ownership diffusion, and Islamic Governance Score simultantly have the effect to Islamic Social Reporting significantly. Partially, only cross directorship and Islamic Governance Score which significantly have the effect to Islamic Social Reporting. The other side, board size, managerial ownership, and ownership diffusion partially don’t have the effect to Islamic Social Reporting significantly at islamic banks in Saudi Arabia, Indonesia, and Malaysia for the end of 2008-2013.
The implication of this research is islamic banks have to keep applying Good Corporate Governance to save good monitoring of bank activities which is in the islamic path. Islamic banks in its corporate social responsibility disclosure have to increase its transparation of reporting in nature aspect and have to report the disclosure more comprehensively. Islamic banks can be increasing cross directorship and Islamic Governance Score to gain transparation in its corporate social responsibility disclosure. Moreover, it’s needed to make international standar available for Islamic Social Reporting index, so that stakeholders can get the information easily.
199011653D1E011017JUMLAH PELUMURAN JAHE (Zingiber officinale Rosc) TERHADAP pH, KEEMPUKAN, DAN DAYA IKAT AIR DAGING PAHA AYAM PETELUR AFKIRPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pelumuran jahe yang berbeda terhadap pH, keempukan dan daya ikat air daging paha ayam petelur afkir. Materi penelitian yang digunakan adalah daging paha ayam petelur afkir, aquadest, larutan buffer dan jahe dengan jumlah yang berbeda 0%, 4%, 8%, 12%. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pH daging paha ayam petelur afkir berkisar 6,09 – 6,36; keempukan berkisar 0,0481 - 0,0663 mm/g/dt dan daya ikat air berkisar 31,80 – 45,59%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa jumlah pelumuran jahe yang berbeda pada daging paha ayam petelur afkir berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pH, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keempukan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya ikat air. Hasil uji Orthogonal Polynomial menunjukkan bahwa pada keempukan daging paha ayam petelur afkir meningkat secara linear dengan persamaan garis Y=0,0494+0,0015X (r = 0,90), sedangkan daya ikat air daging paha ayam petelur afkir menurun secara linear dengan persamaan garis Y=0,4579-0,0114X (r= 0,63). Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah pelumuran jahe sampai dengan 12% selama satu jam maka menghasilkan nilai pH yang sama, meningkatkan keempukan dan menurunkan daya ikat air daging paha ayam petelur afkir.This research was aimed to determine the effect of the amount of various smeared ginger on pH, tenderness and water-holding capacity thigh meat of culled laying hens. The materials used were thigh meat of culled laying hens, distilled water, buffer solution and ginger pasta with various quantity, which were 0%, 4%, 8%, 12%. This research was conducted with experimental method using completely randomized design with 4 treatments and 5 replicates. The research showed that the range of average values of pH on the thigh meat laying hens culled was 6.09 to 6.36; the tenderness was 0.0481 to 0.0663 mm/g/dt and the water-holding capacity was 31.80 to 45.59%. Analysis of variance results showed that the effect of different amounts of ginger pasta on thigh meat of culled laying hens was not significant (P> 0.05) on pH, then an effect on the tenderness was highly significant (P <0.01), and significant (P <0.05) on the water-holding capacity. The results of the orthogonal polynomial test suggested that tenderness on thigh meat of culled laying hens increased in line with a linear equation of Y=0.0494+0.0015X (r = 0.90), while the water-holding capacity of thigh meat of culled laying hens decreased in line with a linear equation of Y=0.4579-0.0114X (r= 0.63). The conclusions of this research are the increasing amount of ginger pasta up to 12% for one hour resulting the similar meat’s pH, increases the tenderness and decreases the water-holding capacity of thigh meat of culled laying hens.
199111655G1F011058Formulasi Tablet Kombinasi Ekstrak Etanol Temulawak, Kunyit dan Jahe Merah
sebagai Ko-Kemoterapi Kanker dengan Pengikat Maltodekstrin
Indonesia memiliki kekayaan alam dengan keanekaragaman hayati yang dapat
ditingkatkan nilai ekonominya, diantaranya adalah temulawak (Curcuma xanthorriza
Roxb.), kunyit (Curcuma longa L.) dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum
theilade) yang umumnya dimanfaatkan sebagai jamu maupun bahan baku obat.
Penelitian sebelumnya berhasil membuktikan bahwa ketiga bahan alam ini masing masing memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat ko -kemoterapi. Bentuk
sediaan dari kombinasi ketiga estrak yang selanjutnya disebut tekuja belum pernah ada,
sehingga perlu diformulasikan sediaan yang akseptabel. Penelitian ini bertujuan untuk
membuat sediaan tablet tekuja dari kombinasi ekstrak etanolik temulawak, kunyit, dan
jahe merah dengan variasi kadar pengikat maltodekstrin.
Tablet tekuja dibuat menggunakan pengikat maltodekstrin dalam tiga (3)
formula, yaitu formula I (2% maltodekstrin), II (maltodekstrin 3%), dan III
(maltodekstrin 5%). Granul tekuja dievaluasi sifat alir, sudut diam, indeks
kompresibilitas, dan kadar air. Tablet tekuja yang diperoleh diuji karakteristik
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan dan kerapuhan. Hasil yang
diperoleh dari uji tersebut dianalisis dengan menggunakan One Way Anova dilanjutkan
dengan LSD pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan formula I berbeda signifikan terhadap formula II
dan III. Formula I dengan kadar maltodekstrin 2% adalah formula terbaik karena
memiliki laju alir 5,176 g/detik, indeks kompresibilitas 12,5%, sudut diam 26,175,
kekerasan 4 kg, dan kerapuhan 0,4%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
variasi kadar maltodekstrin mempengaruhi sifat fisik granul dan tablet yang dihasilkan.
Semakin besar kadar maltodekstrin, sudut diam dan indeks kompresibilitas semakin
besar, granul lebih lama mengalir, kekerasan tablet menurun dan lebih rapuh.
Indonesia has gorgeous natural biodiversity which can be enhanced the
economic value, such as curcuma (Curcuma xanthorriza Roxb.), turmeric (Curcuma
longa L.) and red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum theilade) that is widely used
as medicinal herbs and raw materials of medicine. Previous studies proved that each of
these three natural ingredients has the potential to be developed as a co -chemotherapy
drugs. Combination of the three dosage forms of this extract which is addressed tekuja,
has never existed, so it needs to be formulated into preparations are acceptable. This
study aims to create a tekuja tablet dosage of a combination of ethanol extract of
curcuma, turmeric, and red ginger with maltodextrin binder.
Tekuja tablets made using maltodextrin binder within three (3) formula, i.e. the
formula I (2% maltodextrin), II (3% maltodextrin), and III (5% maltodextrin). Tekuja
granules properties evaluated for, flowing time, compressibility index, and water
content. Tekuja tablets were tested for weight uniformity, uniformity of size, hardness
and friability. Results obtained from these tests were analyzed using One Way ANOVA
followed by LSD test at 95% confidence level.
The result showed significantly formula I to the formula II and III. Formula I
with 2% maltodextrin had flowing time 5,176 g/sec, compressibility 12,5%, angle of
repose 26,175, hardness 4 kg, and friability 0,4%. It could be concluded that variations
in the levels of maltodextrin affect the physical characteristics of granules and tablets.
The greater amount of maltodextrin give greater angle of repose and compressibility,
greater flowing time, less hardness of tablet and become more fragile.
199211698F1G011003VARIASI BAHASA JAWA PARA SANTRI DAN USTAD DI PONDOK PESANTREN AINUL HUDA KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAPPenelitian terhadap fenomena variasi bahasa Jawa di pesantren penting untuk
dilakukan guna mengetahui bagaimana penggunaan bahasa Jawa para santri dan ustad
yang disesuaikan dengan tingkat keformalannya. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui variasi bahasa Jawa para santri dan ustad di pondok pesantren “Ainul
Huda” serta untuk mengetahui fungsi bahasanya dan faktor yang melatarbelakangi
variasi bahasanya.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan
dua metode pengumpulan data, yaitu metode simak dengan teknik dasar sadap dan
teknik lanjutan teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Metode cakap
dengan teknik dasar pancing dan teknik lanjutan cakap bertemu muka. Untuk analisis
data digunakan metode padan dan teknik lanjutan hubung banding menyamakan.
Berdasarkan analisis data terdapat empat ragam bahasa dilihat dari tingkat
keformalan di Pondok Pesantren “Ainul Huda”, yaitu ragam resmi, ragam usaha,
ragam santai, dan ragam akrab. Terdapat empat fungsi bahasa yang dilihat dari segi
penutur, pendengar, kontak, dan kode yaitu fungsi emotif, fungsi direktif, fungsi
fatik, dan fungsi informatif. Adapun faktor yang melatarbelakangi munculnya variasi
bahasa yang dilihat dari peran hubungan yaitu kekerabatans, perilaku nonverbal, dan
pemilihan strategi bentuk bahasa.
This research is conducted to find the Javanese language variations produced
by the santri and ustad in Pondok Pesantren „Ainul Huda.‟ Besides, it is to find the
language functions and the factors that cause the variations.
It is a qualitative descriptive research using two methods to collect the data:
an observation through tapping talk and a comprehensive technique by involving in a
conversation, by recording, and by note-taking. The methods are used to start a faceto-face conversation and then the data is analyzed by a identity method and an
equalized correlated comprehensive technique.
The findings show four language variations based on the formality level; they
are formal, business, informal, and intimate variations. Furthermore, based on the
speakers, hearers, interactions, and codes, there are four language functions namely
emotive, directive, phatic, and informative. The factors causing the variations are
influenced by the relationships such as kinship, non-verbal behaviour, and the
language form selection.
199311620F1A010019Analisis Isi Tentang Kriminalitas yang Dilakukan Remaja pada Surat Kabar Suara Merdeka Edisi Januari 2013 – Juni 2014Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, di mana secara fisik remaja telah menyamai orang dewasa, tetapi secara psikologi mereka belum matang. Tindak kriminalitas merupakan suatu tindakan yang melawan hukum dengan pelaku tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi remaja turut serta melakukannya. Pemberitaan tindak kriminalitas dalam sebuah media massa merupakan sesuatu yang menarik bagi para pembaca terutama pada surat kabar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak kriminalitas yang sering dilakukan oleh remaja, profil pelaku remaja yang melakukan tindak kriminalitas, serta motif mereka dalam melakukan tindak kriminalitas. Kasus kriminalitas ini dilihat dari segi pemberitaan di Suara merdeka. Metode yang digunakan adalah kuantitatif analisis isi berita surat kabar Suara Merdeka dengan jumlah sampel sebanyak 52 berita menggunakan total sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi.
Profil pelaku tindak kriminalitas remaja cenderung dilakukan laki-laki, dengan rentang usia 19-21 tahun (remaja akhir), dan berprofesi sebagai pelajar, serta kecenderungan dilakukan dengan cara berkelompok dan tidak didasarkan pada inisiatif pribadi. Tindak kriminalitas yang sering terjadi yaitu kasus pencurian sebesar 38,5% dan penyalahgunaan narkoba sebesar 19,2%. Ini merupakan konsekuensi dari kondisi lingkungan serta kekacauan dalam diri individu. Motif yang sering digunakan adalah rasa penasaran sebesar 26,9% dan desakan pihak lain sebesar 23.1%. Hal ini berkaitan dengan teori netralisasi dari Matza dan Sykes motif rasa penasaran dan desakan pihak lain yaitu denial of responsibility and the denial of injury. Pemberitaan kasus kriminalitas remaja dalam Suara Merdeka menggunakan sudut pandang netral, dengan penempata pada sesi suara Banyumas dan fokus Jateng di halaman 21 sampai 32. Lokasi yang sering terjadi tindak kriminalitas di Kota Semarang dengan jumlah 14 kasus (26,9%). Ini dikarenakan kemajuan dari segi teknologi, pergaulan gaya hidup serta kemiskinan dan kepadatan penduduk yang tinggi.
Penelitian ini memberikan infomasi dan gambaran umum terkait masalah sosial kepada instansi kepolisian dan Bappernas untuk lebih memperhatikan masalah remaja dengan cara melakukan koordinasi, pembinaan dan pendidikan terhadap remaja.
Adolescence is a period of transition from children to adulthood, where physically teenager has equaled adults, but they are psychologically immature.. Criminal action is an action that is against the law to the perpetrator is not only done by adults, but teenagers participate do so. The annunciation of crime in a mass media is something that is interesting for the readers, especially in the newspaper.
This research aims to know criminal actions which often did by teenagers, profile of the teenager perpetrators who did criminal actions, and also their motives in the conduct of criminal actions. Criminality case viewed by the news perspective in Suara Merdeka. The method used is quantitative content analysis Suara Merdeka newspaper with total sample as many as 52 news used total sampling. Data analysis technique that is used is frequency distribution.
Profile of perpetrators teenagers crime, criminal action tend to do by male, with age range 19-21 years (final teenager), and work as students, as well as a tendency done by group and not based on personal initiative. Criminal actions was often happens are in the case of theft amounting to 38.5%, drug abuse as much as 19.2%. This is a consequence of environmental conditions and chaos within individuals. The motive is frequently used in the criminal actions are curiosity to 26.9 % and urged other parties to 23.1 %. It relates with the theory in the neutralization of Matzaand Sykes motives curiosity and demands of the other hand included in denial of responsibility and the denial of injury. The annunciation of cases of criminality teens in Suara Merdeka used neutral point of view with placed on section Suara Banyumas and Fokus Jateng, on pages 21-32. The location that frequently occur criminal actions in Semarang with the number of 14 cases (26.9 %). It was because has improving in terms of technology and promiscuity lifestyle as well as poverty and high overcrowding.
This research provide a general overview of relevant information and social problems to the Police and Bappernas agencies to pay more attention to the problem adolescents under the coordination, guidance and education to adolescents.
199411657G1A011060Hubungan Renang dengan Konsentrasi pada AnakLatar Belakang. Konsentrasi adalah kemampuan seseorang untuk mempertahankan atensi dalam periode yang lebih lama. Konsentrasi merupakan salah satu faktor yang penting dalam mengikuti pembelajaran, terutama bagi anak usia sekolah. Renang sebagai salah satu bentuk latihan fisik diduga dapat meningkatkan konsentrasi.
Tujuan. Mengetahui hubungan antara latihan fisik renang dengan konsentrasi pada anak.
Metode. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pretest-posttest without control group design. Subyek berjumlah 8 responden dengan usia 6-12 tahun (rerata usia 8,50 + 1,41) yang diperoleh dengan metode total sampling. Renang dilakukan dengan frekuensi 2 kali per minggu dalam intensitas sedang dengan durasi 60 menit selama 8 minggu di klub renang Bina Taruna, Purwokerto. Subyek diukur skor konsentrasinya menggunakan army-alpha test sebelum dan setelah intervensi selesai. Analisis bivariat dilakukan dengan Uji Wilcoxon karena data yang didapatkan tidak terdistribusi normal dengan tingkat kemaknaan p<0.05.
Hasil. Terdapat hubungan yang bermakna antara renang dengan konsentrasi pada anak (p=0.042). Rerata skor konsentrasi mengalami peningkatan setelah intervensi renang selama 8 minggu (76.25+ 13.30 menjadi 83.13 + 9.98).
Kesimpulan. Terdapat hubungan antara renang dengan konsentrasi pada anak.
Background. Concentration is the ability to sustain attention over period of time. Concentration is one of the important factor for studying, especially for school children. Swimming as an exercise expected to be improving concentration.
Objective. The aim of this study was to know the relation between swimming and concentration in childrens.
Method. This study was experimental study with pre-posttest without control group design. Subjects were 8 children within 6-12 years old (age 8,50 + 1,41) by total sampling method. Swimming had been done 2 times a week in mild intensity with 60 minutes duration for 8 weeks at Bina Taruna swimming club, Purwokerto. Concentration score before and after the intervention was measured with army-alpha test by pshycologist. Wilcoxon test was performed to determine the relation between swimming and concentration.
Results. There was significant relation between swimming and concentration (p= 0.042). The mean concentration score had increased after the 8-weeks swimming intervention (76.25+ 13.30 to 83.13 + 9.98).
Conclusion. There was relation between swimming and concentration in children.
199511692G1D011045HUBUNGAN PEGALAMAN BEBAN KERJA SELAMA
EARLY CLINICAL EXPOSURE (ECE) TERHADAP
MOTIVASI MENGIKUTI PROFESI NERS PADA
MAHASISWA KEPERAWATAN UNSOED

Latar Belakang : Program profesi ners adalah bagian dari pendidikan keperawatan yang akan ditempuh mahasiswa sebelum bekerja sebagai perawat. Early Clinical Exposure (ECE) merupakan pemaparan praktik klinik sejak dini bagi mahasiswa sebelum melanjutkan ke profesi ners. Keluhan yang timbul dari mahasiswa ketika menjalankan ECE meliputi pengalaman beban kerja seperti beban laporan tugas dan shift.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengalaman beban kerja selama ECE terhadap motivasi mahasiswa mengikuti profesi ners pada mahasiswa keperawatan Unsoed.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional design. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Besarnya sampel adalah 119 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki beban kerja yang tinggi selama ECE (47,3%) dengan skor rata-rata motivasi adalah 48,48±4,733. Hasil uji korelasi menunjukkan p=0,264, yang berarti ada hubungan yang lemah tetapi tidak bermakna antara pengalaman beban kerja selama ECE terhadap motivasi mahasiswa mengikuti profesi ners dengan nilai r= -0,107.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang lemah tetapi tidak bermakna antara pengalaman beban kerja selama ECE terhadap motivasi untuk melanjutkan profesi ners pada mahasiswa keperawatan Unsoed.



Kata Kunci: pengalaman, beban kerja, ECE, motivasi, pendidikan profesi ners.



ABSTRACT
Background :Nurses profession program is a part of nursing education that will be taken by students before working as a nurse. Early Clinical Exposure (ECE) is an early exposure to clinical practice for students before proceeding to the nurses profession. There are complaints by students which arise when they are joining ECE. The complaints are including experience workloads such as the burden of reporting assignments and shift
Objective: This study aims to identify the relationship between workload experiences during the ECE towards the motivation of joining professional nurses in nursing Unsoed department.
Methods: This kind of the study is a descriptive analytic with cross sectional design. To take the sample, this research uses total sampling method. The sample size is 119 respondents who fulfil the inclusion and exclusion criteria. The data analysis uses Spearman Rank test.
Results: The results showed that most students have a high workload during the ECE (47.3%) with the average score was 48.48 ± 4.733 motivation. The majority of students motivation are in the medium level. The correlation test results showed that p = 0.264, which means there is no significant relationship between the experiences of the workload during ECE and motivation students to join the profession of nurses with a value of r = -0.107.
Conclusion: There is no significant correlation between the experiences of the workload during ECE and the motivation to continue the nurses profession in Unsoed nursing students.


Keywords: experience, workload, ECE, motivation, professional education nurses.





199611664C1K011015THE EFFECTIVENESS OF FINGERPRINT AS AN ATTENDANCE SYSTEM FOR STUDENT AND EMPLOYEE
(Case Study in Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University)
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan membuktikan efektivitas pelaksanaan sistem sidik jari sebagai daftar kehadiran di kelas Program Internasional dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman ( Unsoed ) . Bagaimana hal ini relevan dan signifikan untuk membantu siswa dan karyawan dalam gagasan alat absensi dan dalam pelaksanaan sistem tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif didasarkan pada masalah dan konteks yang diteliti . Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling yang mencakupi siswa , karyawan , dan server sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sidik jari sebagai sistem kehadiran efektif.The main objective of this research was to identify and prove the effectiveness of implementing fingerprint system as list of attendances in International program class and the employee of Economic and Business Faculty, Jenderal Soedirman University (Unsoed). How it becomes relevance and significant to help the student and employees in the idea of an attendance tool, and in the implementation of those systems. This research uses qualitative research is based on a problem and the context that is examined. Samples were selected by using purposive sampling method and there were students, employees, and server of the systems. The results of this research showed that fingerprints as an attendances systems was effective.
199711654C1K011009THE INFLUENCE OF CUSTOMER SATISFACTION, BRAND REPUTATION AND BRAND COMMUNICATION ON CUSTOMER LOYALTY THROUGH BRAND TRUST (CASE STUDY ON TOYOTA CUSTOMER IN PURWOKERTO)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari kepuasan pelanggan, reputasi merek serta komunikasi merek terhadap kepercayaan merek dan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan merek terhadap loyalitas pelanggan. Jenis penelitian ini adalah metode survei. Penelitian ini dilakukan di Purwokerto. Populasi dari penelitian ini adalah pelanggan Toyota di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 168 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Structural Equation Modeling (SEM) digunakan untuk menganalisis variable. Mengacu pada hasil analisis SEM, dapat disimpulkan bahwa kepuasan pelanggan, reputasi merek serta komunikasi merek memiliki pengaruh positif terhadap kepercayaan merek dan juga kepercayaan merek memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan kesimpulan, dapat diimplementasikan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat kepercayaan merek, manajemen Toyota di Purwokerto perlu memprioritaskan pada kepuasan pelanggan, reputasi merek dan komunikasi merek sebagai upaya untuk meningkatkan loyalitas merekThe purpose of research were to analyze the influence of customer satisfaction, brand reputation, as well as brand communication on brand trust and to analyze the influence of brand trust on customer loyalty. Type of this research was a survey method. This research was conducted in Purwokerto. Population of this research was customer of Toyota in Purwokerto. This research used 168 respondents. Sampling technique used was convenience sampling. Structural Equation Modeling (SEM) was used to analyze the variables. Refers to the result of SEM analysis, it can be concluded that customer satisfaction, brand reputation, as well as brand communication has a positive influence on brand trust and so brand trust has a positive influence on customer loyalty. Based on the conclusions, it can be implied that as an effort to increase the brand trust level, the management of Toyota in Purwokerto needs to make priority on customer satisfaction, reputation, and communication as an effort to increase the customer loyalty
199811669C1C009029PENGARUH AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI
TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN DANA ZAKAT
PADA ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT (OPZ)
DI KARESIDENAN BANYUMAS
Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar. Potensi zakat yang besar mendorong berkembangnya Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Namun berkembangnya OPZ tidak diikuti dengan penerimaan zakat. Penerimaan zakat yang masih rendah disebabkan oleh faktor ketidakpercayaan masyarakat kepada OPZ. Masyarakat menghendaki OPZ untuk lebih akuntabel dan transparan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akuntabilitas dan transparansi terhadap tingkat penerimaan dana zakat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh OPZ di Karesidenan Banyumas. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 16 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil analisis uji F menunjukkan bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini telah sesuai. Berdasar hasil uji t, akuntabilitas tidak berpengaruh terhadap tingkat penerimaan dana zakat sedangkan transparansi berpengaruh terhadap tingkat penerimaan dana zakat.Indonesia has a huge potential for charity . Zakat has a great potential to encourage the development of Zakat Institution ( OPZ ) . However, the development of OPZ has not followed by zakat . Zakat is still low due to the factor of public distrust of the OPZ . people want OPZ to be more accountable and transparent . The purpose of this study was to determine the effect of accountability and transparency of the zakat revenue . The population in this study are all OPZ in Banyumas. The number of respondents who were taken in this study were 16 respondents . The analysis used in this research is multiple linear regression . F test analysis results indicate that the model used in this study has been appropriate . Based on the results of the t test , only accountability that affect the zakat revenue.

199911665C1K011026RELATIONSHIP MARKETING: THE EFFECT OF RELATIONAL BONDS ON CUSTOMER LOYALTY THROUGH RELATIONSHIP QUALITY AND THE ROLE OF SWITCHING COSTS AS MODERATING (STUDY CASE OF BNI CUSTOMER)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh fianancial bonds, social bonds, structural bonds pada customer loyalty melalui relationship quality dan switching costs sebagai moderasi. Jenis penelitian ini adalah metode survei. Penelitian ini dilakukan di Purwokerto. Populasi dari penelitian ini adalah pelanggan BNI di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 173 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk menganalisis variabel. Mengacu pada hasil analisis SEM, dapat disimpulkan bahwa social bonds dan financial bonds tidak berpengaruh positif terhadap relationship quality, untuk structural bonds memiliki pengaruh positif yang signifikan pada relationship quality dan relationship quality memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap customer loyalty. Switching costs melemahkan secara signifikan pada hubungan antara relationship quality dan customer loyalty.The purpose of research was to analyze the effect of financial bonds, social bonds, structural bonds on customer loyalty through relationship quality and the role of switching costs as moderating. Type of this research was a survey method. This research was conducted in Purwokerto. Population of this research was customer of BNI in Purwokerto. This research used 173 respondents. Sampling technique used was convenience sampling. Structural Equation Modelling (SEM) was used to analyze the variables. Refers to the result of SEM analysis, it can be concluded that social bonds and financial bonds had no positive effect on relationship quality, for the structural bonds had a significant positive effect on relationship quality and relationship quality had a significant positive effect on customer loyalty. Switching costs weaken the relationship between relationship quality and customer loyalty.
200011670C1C010117FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESADARAN
WAJIB PAJAK HOTEL KATEGORI RUMAH KOS
(Survei pada Pemilik Usaha Rumah Kos di Kecamatan Purwokerto Utara)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah pengetahuan perpajakan pemahaman peraturan pajak, persepsi yang atas pajak, dan tarif pajak memengaruhi kesadaran wajib pajak pajak hotel kategori rumah kos di Kecamatan Purwokerto Utara. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purpossive sampling. Untuk mewakili populasi, peneliti mengambil 50 sampel menggunakan sampel minimal yang direkomendasikan oleh Roscoe (1982). Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data kuesioner, wawancara, dan studi pustaka. Untuk menguji hipotesis dan untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dan independen, peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hanya variabel pemahaman peraturan perpajakan yang memengaruhi kesadaran wajib pajak hotel kategori rumah kos di Kecamatan Purwokerto Utara. Oleh karena itu, diharapkan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Banyumas dapat meningkatkan kualitas sosialisasi pajak hotel kategori rumah kos. Sosialisasi pajak dapat meningkatkan tingkat pemahaman wajib pajak yang kemudian dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pajaknya.The purpose of this study was to determine whether knowledge of tax, understanding of tax regulation, good perception of tax, and tax fees affect the awareness of tax payers of the hotel tax boarding house category in North Purwokerto Sub-district. Sampling technique in this study was purpossive sampling. To represent the population, researcher took 50 samples using minimal sampling recomended by Roscoe (1982). Techniques used in collecting data were questionnaire, interview, and literature study. To test the hypothesis and to determine the relationship between the dependent and independent variables, researcher used multiple linear regression analysis and t-test. Test results showed that only understanding of tax regulations that affect the awareness of tax payers of the hotel tax boarding house category in North Purwokerto Sub-district. Based on the results of this research showed that Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Banyumas are expected to increase the quality of tax socialization about hotel tax boarding house category. Tax socialization could increase the unsderstanding level of taxpayers.