Artikelilmiahs
Menampilkan 1.881-1.900 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1881 | 11503 | A1H011044 | PENGARUH PENGGUNAAN KEMASAN BERWARNA TERHADAP WARNA MANGGA ARUMANIS (Mangifera indica L.) SELAMA PENYIMPANAN | Buah mangga (Mangifera indica L.) merupakan komoditas holtikultura yang mudah sekali mengalami kerusakan setelah dipanen. Pemilihan umur panen, pengangkutan, serta pengemasan yang kurang tepat dan baik dapat mengakibatkan kerusakan dalam jumlah besar. Warna merupakan salah satu parameter mutu buah paling penting bagi konsumen, untuk itu warna mangga arumanis perlu dipertahankan, salah satunya dengan cara pengemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna kemasan terhadap beberapa parameter mutu buah mangga arumanis, terutama parameter warna selama penyimpanan, dan mengetahui jenis perlakuan kemasan yang tepat untuk mempertahankan warna buah mangga arumanis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan analisa menggunakan perhitungan kinetika reaksi. Mangga arumanis dikemas menggunakan berbagai perlakuan yaitu tanpa kemasan (P0T), kemasan merah satu lapis (P1T), kemasan merah dua lapis (P2T), kemasan hijau satu lapis (P3T), kemasan hijau dua lapis (P4T), kemasan biru satu lapis (P5T), dan kemasan biru dua lapis (P6T). Variabel mutu yang diamati yaitu warna (Lab), kadar air, kadar brix, kekerasan, serta kandungan vitamin C, yang diamati 2 hari sekali selama 10 hari. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik untuk nilai L yaitu perlakuan P6T, nilai a- yaitu perlakuan P1T, nilai b+ yaitu perlakuan P5T, kadar air yaitu perlakuan P1T, kadar brix yaitu perlakuan P6T, nilai kekerasan yaitu perlakuan P6T, dan kandungan vitamin C yaitu perlakuan P6T. | Mango (Mangifera indica L.) is a horticulture commodity that is easily damaged after the harvest. The bad choice of the harvested plant, its transportation, and its packaging could result damages in large numbers. Color is one of the most important fruit’s quality parameter for consumers, so the color of Arumanis Mango needs to be maintained, one of them is packaging. The research aims to understand the influence of the color of the packaging on the quality parameter of Arumanis Mango itself, especially the parameter of its color during storage, and to understand the exact packaging treatment type to sustain the color of Arumanis Mango. The research is using RAL and the statistics calculation. The Arumanis Mango is packed using a variety of treatments which are non packaging (P0T), a red layer packaging (P1T), two red layers packaging (P2T), a green layer packaging (P3T), two green layers packaging (P4T), a layer packaging (P5T), and two blue layers packaging (P6T). The observed quality variable are color (Lab), the water level, the brix level, the press value, as well as vitamin C content, that being observed for two days of 10 days observation. The results of the research showed that the best treatment for the value of L is P6T, the value of a- is P1T, the value of b+ is P5T, the water content is P1T, the brix level is P6T, the value of pressure is P6T, and vitamin C content is P6T. | |
| 1882 | 11505 | C1B011077 | Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar dalam LQ45 Bursa Efek Indonesia | Penelitian ini berjudul “ Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, dan Kebijkan Dividen terhadap Nilai Perusahaaan pada Perusahan Manufaktur yang terdaftar dalam LQ45 Bursa Efek Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel Likuiditas (Current Ratio), Profitabilitas (Net Profit Margin), Leverage (Debt Equity Ratio), Ukuran Perusahaan, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di LQ45 Bursa Efek Indonesia dari tahun 2010 sampai 2013 yaitu sejumlah 14 perusahaan. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 9 perusahaan. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif seperti analisis regresi breganda. Sebagai hasilnya adalah: 1) likuiditas (current ratio) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Artinya, perusahaan yang memiliki likuiditas yang tinggi menunjukkan perusahaan mampu dalam memenuhi segala kewajiban finansialnya, sehingga dapat menambah nilai perusahaan. 2) Profitabilitas (net profit margin) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Artinya, dengan profitabilitas yang tinggi dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahan yang tercermin pada harga sahamnya. 3) Leverage (debt equity ratio) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Artinya, jika perusahaan dapat mengelola dengan baik dana yang berasal dari hutang untuk mendanai aktivanya maka dapat berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. 4) Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Artinya, apabila aset perusahaaan yang besar tersebut tidak dapat dikelola dengan bijak oleh pihak manajemen, maka dapat menimbulkan risiko yang dapat menurunkan laba atau keuntungan yang didapat dan berakibat menurunnya nilai perusahaan. 5) Kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Artinya, jika perusahaan melakukan pembayaran dividen tinggi, maka harga saham juga tinggi yang berdampak pada tingginya nilai perusahaan | The research entitled “Analyze the Effect of Financial Performance, Firm Size, and Dividend Policy towards Firm Value in manufacture sector that listed in LQ45 Indonesian Stock Exchange”. The purpose of this research is to know and analyze the influence of Liquidity (Current Ratio), Profitability (Net Profit Margin), Leverage (Debt Equity Ratio), Firm Size, and Dividend Policy towards Firm Value. The population in this research are all manufacture company thah listed in LQ45 Indonesia Stock Exchange from 2010-2013 with the total 14 companies. The sample were taken by using purposive sampling method obtained 9 companies. For analyze the data, this research use quantitative method that is multiple regression analysis. As the result are: 1) liquidity (current ratio) have positive impact towards firm value. It means, the company which has a high liquidity capable of fulfilling all their obligations financial, so it can increase of firm value. 2) Profitability (net profit margin) have positive impact towards firm value. It means, with high profitability can provide of increasing the firm value that reflected of the stock price. 3) Leverage (debt equity ratio) have positive impact of firm value. It means if the company be able to manage well funds derived from debt to fund their active, so it can impact on increaring the firm value. 4) Firm Size have negative impact towards firm value. It means, if the company’s have the huge asset that can’t manage wisely by the management, it can be increasing the risk that can be decreasing of profit. 5) Dividend Policy have positive impact towards firm value. It means, if the companies do the high payment, so the stock price also increase that impact on the increasing firm value. | |
| 1883 | 11522 | F1I011039 | Upaya Diplomasi Indonesia dalam Forum G20 untuk Mewujudkan Framework for Strong, Sustainable and Balanced Growth 2008-2012 | Isi dari artikel ini adalah untuk memberikan informasi mengenai usaha diplomasi Indonesia dalam forum G20 untuk mewujudkan Framework for Strong, Sustainable and Balanced Growth. upaya diplomasi Indonesia dalam forum G20 adalah untuk mencapai kepentingan nasionalnya. kepentingan nasional indonesia diwujudkan melalui politik luar negeri indonesia melalui cara diplomasi multilateralnya. G20 adalah forum multilateral yang signifikan di dunia. oleh karena itu, Indonesia harus memaksimalkan diplomasinya dalam forum G20 | The aim of this article is to give an information about the effort of Indonesia’s diplomacy in G20 to make Framework for Strong Sustainable and Balanced Growth. Indonesia’s diplomacy in G20 is to reach the national interest. This national interest is make by the foreign policy. Diplomacy is the way to reach the national interest. Indonesia has take a lot of effort in G20 particullary to creat Framework for Strong, Sustainable and Balanced Growth. G20 is significant multilateral forum in the world. Therefore, Indonesia should maximise Indonesia’s dipomacy to reach the national interest. | |
| 1884 | 11700 | F1G009036 | PANDANGAN DUNIA PENGARANG DALAM NOVEL PUNAKAWAN MENGGUGAT KARYA ARDIAN KRESNA | ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Punakawan Menggugat Karya Ardian Kresna”. Rumusan masalah yang terdapat dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimanakah penggambaran struktur novel dalam novel Punakawan Menggugat karya Ardian Kresna? (2) Bagaimanakah pandangan dunia pengarang yang tergambar dalam novel Punakawan Menggugat karya Ardian Kresna? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur novel serta mengetahui pandangan dunia pengarang dalam novel Punakawan Menggugat karya Ardian Kresna. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif analisis dengan fokus penelitian yang ditekankan pada pandangan dunia pengarang dalam novel Punakawan Menggugat. Teknik dalam penelitian ini ada dua tahap, yaitu teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menentukan objek penelitian dan membaca, mencatat data-data penting yang berkaitan dengan fokus penelitian, serta mengklasifikasikan data sesuai dengan kebutuhan penelitian. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori yang berkaitan dengan rumusan masalah dan menyimpulkan data yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil analisis, novel Punakawan Menggugat karya Ardian Kresna terdiri dari 224 sekuen utama, 155 sekuen pada sorot balik tahap pertama, 37 sekuen pada sorot balik tahap kedua, 3 sekuen pada sorot balik tahap ketiga, 58 sekuen deskriptif dan ada 57 fungsi utama yang membentuk kerangka cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pandangan dunia pengarang dalam novel Punakawan Menggugat berupa protes dari tokoh Punakawan terhadap pemerintahan yang tidak berjalan sesuai prosedur akibat kelalaian penguasa dalam menjalankan kewajibannya sebagai kepala negara. | SUMMARY This thesis entitled “Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Punakawan Menggugat Karya Ardian Kresna”. There are two research questions in this thesis, they are: (1) How the structure of the novel depicted in Ardian Kresna’s Punakawan Menggugat? (2) How the author’s world view depicted in Ardian Kresna’s Punakawan Menggugat? The purpose of this research is to describe the structure of the novel and the author’s world view in Ardian Kresna’s Punakawan Menggugat. In this research, the descriptive analysis method is used to analyze the data which focused in the author’s world view in the novel Punakawan Menggugat. There are two techniques which are applied in this research, they are data collection technique and data analysis technique. The data collection technique is applied by deciding the research object, reading, taking records of the important data which related with research focus, and classifying the data according to the needs of the research. The obtained data is analyzed using the theory relating to the research question and then the researcher can compile the conclusion The research discovers that Ardian Kresna’s Punakawan Menggugat consisted of 224 main sequences, 155 sequences of the second stage flashback, 37 sequences of the second stage flashback, 3 sequences of the third stage flashback, 58 descriptive sequences, and 57 main functions which form the frame story. The result of the research shows that the depiction of the author’s world view is formed in the protest of the Punakawan character towards the government, which doesn’t work according to the procedure as a result of the negligence of the authorities in carrying out his duty as head of state. | |
| 1885 | 11507 | A1L010249 | KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH KENTANG (Solanum tuberosum L.) DENGAN PERBEDAAN PEMBERIAN NUTRISI DAN PENYANGGA PADA SISTEM AEROPONIK DI GREENHOUSE DATARAN TINGGI GROGOL, BANJARNEGARA | Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui nutrisi yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang pada teknik aeroponik dan peyangga yang paling sesuai untuk pertumbuhan tanaman, sehingga dapat memberikan hasil benih kentang terbaik pada teknik aeroponik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Univesitas Jenderal Soedirman dan Greenhouse di Desa Grogol, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini terdiri atas 2 faktor; yaitu nutrisi sebanyak 3 aras: nutrisi versi 1 (V1), nutrisi versi 2 (V2), dan A&B mix (K), dan peyangga sebanyak 2 aras: peyangga gabus (Gb) dan rockwoll (Rc), jenis perlakuan adalah 3 x 2 atau sebanyak 6 kombinasi perlakuan yang terbagi kedalam 5 kotak percobaan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis menggunakan sidik ragam dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pemberian nutrisi V1 relatif lebih baik dan peyangga rockwoll yang dianjurkan pada teknik aeroponik. Pada variabel tinggi tanaman V1 Gb menunjukkan rerata tertinggi yaitu 46,67 cm dan terendah pada Kontrol Rc yaitu 34,67 cm. Pada variabel jumlah daun nilai rerata tertinggi pada V1 Rc yaitu 52,33 helai daun/tanaman dan terendah pada K Gb yaitu 34,67 helai daun/tanaman. Pada variabel hasil, jumlah umbi rerata terbanyak pada K Rc 60,33 umbi/tanaman, terendah pada V2 Rc 43,67 umbi/tanaman. V1 Gb pada variabel bobot umbi memiliki rerata tertinggi yaitu 4,00 g/umbi dan terendah pada K Gb yaitu 2,12 g/umbi. Pada variabel diameter umbi V1 Gb memiliki nilai rerata tertinggi 13,02 cm/umbi dan terendah pada V2 Rc yaitu 7,42 cm. | The purpose of this research was: determine the nutrients that most influence on the growth and yield of seed potatoes in aeroponic techniques and the most appropriate buffer for plant growth, so it can provide the best results in the seed potato aeroponic techniques. Research conducted at the Laboratory of Agronomy and Soil Science, Faculty of Agriculture, University of General Sudirman and Screen House in Grogol village, District Pejawaran, Banjarnegara. This study consisted of two factors; namely nutrition as much as 3 levels: nutrients version 1 (V1), nutrients version 2 (V2), and A & B mix (K), and buffer as much as 2 levels: buffer cork (Gb) and rockwoll (Rc), the type of treatment is 3 x 2 or as many as six treatment combinations that are divided into 5 experimental box, using a completely randomized design (CRD). Data were analyzed using analysis of variance followed by orthogonal contrast test. The results showed that administration of nutrition relatively better V1 and buffer rockwoll recommended in aeroponic techniques. At high variable V1 plant Gb show the highest average and the lowest 46.67 cm Control Rc is 34.67 cm. At a variable number of leaves on the highest average value V1 Rc is 52.33 leaves / plant and the lowest at 34.67 K Gb ie leaf / plant. On the outcome variable, the highest average number of tubers on K Rc 60.33 bulbs / plants, V2 Rc lowest at 43.67 bulbs / plants. V1 Gb variable has the highest average tuber weight is 4.00 g / bulb and lowest at 2.12 g K Gb / tuber. At the root diameter variable V1 Gb having the highest mean value of 13.02 cm / bulbs and V2 Rc lowest at 7.42 cm. | |
| 1886 | 11540 | F1F010014 | An Analysis of Ideology of Translator In Translating Cultural Terms In ‘’The Land of Five Towers’’ Novel. | ABSTRAK Apriliyaningsih, Wahyu Dewi. 2015. An Analysis of Ideology of Translator in Translating Cultural Terms In ‘’The Land of Five Towers’’ Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Dibimbing oleh R. Pujo Handoyo, S.S, M.Hum, Dyah Raina P., S.S, M.Hum and Kristianto Setiawan, S.S, M.A Tahun Akademik 2014/2015. Kata kunci: Prosedur Penerjemahan, Ideologi Penerjemahan, Istilah-istilah budaya. Setiap penerjemah harus memilih ideologi dalam penerjemahan antara ideologi foreignisasi dan ideologi domestikasi dalam melakukan suatu penerjemahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ideologi penerjemahan yang dianut oleh penerjemah dalam menerjemahkan kata-kata budaya dalam novel ‘Negeri Lima Menara’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena data penelitian ini berbentuk kata-kata tertulis. Dalam penelitian ini penulis menggunakan reduksi data untuk meng-eliminasi data dengan karakteristik yang sama. Ada 100 data yang digunakan sebagai bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada enam sub prosedur yang diterapkan oleh penerjemah, yaitu borrowing (42 data atau 42,00%), calque (3 data atau 3,00%), literal Translation (12 data atau 12,00%), transposition (11 data atau 11,00%), equivalence (2 data atau 2,00%), adaptation (30 data atau 30%). Dari 100 data, prosedur penerjemahan yang digunakan ialah literal procedure (57 data atau 57,00%) dan oblique translation (43 data atau 43%). Hasil ini membuktikan ideologi yang dianut oleh penerjemah dalam menerjemahkan kata-kata budaya dalam novel ‘Negeri Lima Menara’ ialah ideology foreignisasi. Sebagai rekomendasi, dalam menerjemahkan istilah-istilah budaya, ada beberapa istilah yang sebaiknya menggunakan deskripsi atau catatan kaki untuk menghindari kesalahan persepsi dari pembaca sasaran. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti lain untuk pengembangan penelitian di bidang penerjemahan. | ABSTRACT Apriliyaningsih, Wahyu Dewi. 2014. An Analysis of Ideology of Translator In Translating Cultural Terms In ‘’The Land of Five Towers’’ Novel. English Language and Literature Department. Humanities Faculty. Jenderal Soedirman University. Supervised by R. Pujo Handoyo, S.S, M.Hum, Dyah Raina P., S.S, M.Hum and Kristianto Setiawan, S.S, M.A Academic Year 2014/2015. Key words: Translation Procedures, Ideology in Translation, Cultural Terms. Every translator should choose the ideology of translation whether it is domestication or foreignization in doing translation. This research was conducted to find out the ideology used in translating cultural terms in ‘The Land of Five Towers novel’ by analized the procedures that were used. This research used qualitative method since the data were in the form of written words and used data reduction to eliminate homogenic data. The data were procedures of translation that were used in translating the cultural terms. There were 100 data that were found in this research. The result shows that there are six procedures applied in translating cultural terms in the land of five towers novel. They are borrowing (42 data or 42,00%), calque (3 data or 3,00%), literal Translation (12 data or 12,00%), transposition (11 data or 11,00%), equivalence (2 data or 2,00%), adaptation (30 data or 30,00%). The procedure of translation out of 100 data, it was found that literal procedure (57 data or 57,00%) and oblique translation (43 data or 43,00%) . It means that the translator used ideology of foregnization in translating cultural terms in the ‘Land of Five Towers Novel’. As a recomendation, in translating cultural terms sometimes it is better to use explanation or footnotes to avoid misinterpretation. Hopefully, the other researchers are able to do further researches based on the result of this research. | |
| 1887 | 11581 | C1A011022 | ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA (STUDI KASUS 33 PROVINSI DI INDONESIA PERIODE 2008-2012) | Penelitian ini berjudul “Analisis Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan di Indonesia (Studi Kasus 33 Provinsi di Indonesia Tahun 2008-2012)”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh luas panen padi, harga beras, PDRB per kapita, tenaga kerja sektor pertanian, dan Angka Melek Huruf Perempuan terhadap kondisi ketahanan pangan di Indonesia dengan memfokuskan pada rasio ketersediaan padi di masing-masing provinsi di Indonesia dan memproyeksikan rasio ketersediaan padi tahun 2015-2017. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, persamaan regresi linier berganda dengan analisis data panel dan analisis Trend. Dari hasil regresi diketahui bahwa luas panen padi dan harga beras berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio ketersediaan padi, PDRB per kapita berpengaruhi negatif dan signifikan terhadap rasio ketersediaan padi. Sedangkan tenaga kerja sektor pertanian dan angka melek huruf perempuan berhubungan positif namun tidak signifikan terhadap rasio ketersediaan padi. Kemudian hasil analisis Trend menunjukkan Trend rasio ketersediaan padi yang positif. Implikasi untuk penelitian ini adalah pemerintah melalui dewan ketahanan pangan dinas pertanian masing-masing daerah perlu menjaga luas areal sawah yang digunakan untuk menanam padi, misalnya dengan membuat peta lokasi pengembangan sektor pertanian berdasarkan pada tingkat produktifitas daerah penghasil produk pertanian sehingga pemerintah mempunyai pembatasan terhadap adanya alih lahan pertanian untuk pemukiman dan industri, selain itu perlunya penerapan intensifikasi faktor-faktor produksi. Kemudian, diberlakukannya diversifikasi pangan misalnya dengan kegiatan one day no rice dan sosialisasi untuk mengganti beras dengan bahan makanan lain yang kandungan nutrisinya tidak berbeda jauh dengan beras. | This research entitled "Analysis of Variables Affecting Food Security in Indonesia (Case Study 33 provinces in Indonesia period 2008-2012)". The purposes of the research are to analyze the effect of paddy harvested area, the price of rice, GDP per capita, labor of agriculture, and women’s literacy rate toward the food security conditions in Indonesia with a focus on paddy availability ratio in each province in Indonesia and to prediction paddy availability ratio period 2015-2017. The methods analysis that used in this research is descriptive quantitative analysis, multiple linear regression equation with panel data analysis and trend analysis. The result of this research shows that the paddy harvest area and the price of rice positive and significant impact on the paddy availability ratio, GDP per capita is negative and significant impact on paddy availability ratio. While agricultural laborers and women’s literacy rate is related positive but insignificant to paddy availability ratio. Then, Trend analysis results indicate the paddy availability ratio shows positive trend. The implications for this research is the government through food security councils of agriculture department of each region needs to maintain of paddy field, for example by creating a map for development of agricultural sector based on productivity levels producing areas of agricultural products so government has restrictions for conversion of agriculture land to housing and industrial. And then, doing food diversification for example implementation one day no rice activity and sosialitation for replacing rice with other food that ingredients nutritional content does not differ much with the rice. | |
| 1888 | 11430 | A1L008179 | PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rappa L.) ORGANIK DAN NON ORGANIK SERTA KEBERADAAN HAMA DAN PENYAKIT DI DATARAN TEGAKAN HUTAN KEDUNG MALANG, SERANG, PURBALINGGA | Salah satu jenis sayuran yang mudah dibudidayakan adalah tanaman pakcoy. Sayuran berdaun hijau ini termasuk tanaman yang tahan terhadap hujan dan dapat dipanen sepanjang tahun tidak tergantung dengan musim. Waktu panennya juga cukup pendek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar dan berat basah tanaman pakcoy pada teknik budidaya secara organik dan non organik, membandingkan intensitas serangan hama tanaman pakcoy pada teknik budidaya organik dan non organik, membandingkan jenis musuh alami hama tanaman pakcoy (predator) pada teknik budidaya secara organik dan non organik, membandingkan hasil panen pakcoy pada teknik budidaya secara organik dan non organik. Penelitian dilaksanakan di dataran tegakan hutan Kedung Malang Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Waktu pelaksanaan 2 bulan dari bulan Mei sampai Juli 2013. Analisis yang digunakan adalah uji T 5%. Hasil penelitian menunjukkan jenis-jenis hama yang ditemukan di lahan penelitian adalah ulat kilan (Hypodidea infixaria), ulat bulu (Famili : Lymantridae), ulat tritip/ulat daun kubis (Plutella xylostella L), ulat krop (Crocidolomia binotalis), ulat grayak (Spodoptera litura F.), ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn), kumbang daun (Phyllotreta vittata F.), jangkrik (Gryllus asimilis) dan belalang (Locusta migratoria malinensis). Intensitas serangan hama pada umur 7 hst yaitu 28,00 (organik) dan 21,75% (non organik), 14 hst yaitu 37,38% (organik) dan 35,44% (non organik), 21 hst yaitu 47,00% (organik) dan 52,06% (non organik). Jenis predator yang ditemukan pada tanaman pakcoy organik dan non organik sama yaitu Cecopet (Euborellia annulata) dan Laba-laba (Pardosa pseudoannulata). Jenis-jenis penyakit yang ditemukan pada lahan penelitian adalah busuk daun (Phytophthora infestans) dan akar gada (Plasmodiophora brassicae). Rerata jumlah daun pada umur 7 hst yaitu 4,81 helai (organik) dan 4,546 helai (non organik), 14 hst yaitu 6,41 helai (organik) dan 7,66 helai (non organik), 21 hst yaitu 8,68 helai (organik) dan 9,92 helai (non organik). Rerata tinggi tanaman pada umur 7 hst sebesar 10,828 cm (organik) dan 10,192 (non organik), 14 hst sebesar 16,93 cm (organik) dan 15,96 cm (non organik), 21 hst sebesar 23,52 cm (organik) dan 23,37 cm (non organik). Panjang akar tanaman pakcoy yaitu 9,1 cm (organik) dan 9,07 cm (non organik). Berat basah tanaman pakcoy organik yaitu 115,2 g dan tanaman pakcoy non organik yaitu 113,66 g. | One of a kind of vegetable that is easily cultivated is a plant Brassica rappa L. This green leafy vegetables including the plants resistant to rain and can be harvested throughout the year did not depend on with the season. This study aimed to compare the number of leaves, plant height, root length, and fresh weight of plants pakcoy mustard organic and non-organic, comparing the intensity of pest plants pakcoy mustard organic and non-organic, comparing types of natural enemies (predators) of crop pests pakcoy organicall and non-organic, and compare the yields pakcoy mustard organic and non-organic.The research done on forest Kedung Malang village to sub-district Karangreja Purbalingga district. The experiment was held about 2 months from May to July 2013. The analysis used was T test 5%. The results showed the types of pest that was found in land research of them was a span caterpillars (Hypodidae infixaria), caterpillars (Famili : Lymantridae), tritip caterpillar/caterpillar the leaves of cabbages (Plutella xylostella L), growing point caterpillar (Cocidolomia binotalis Cell), armyworm (Spodoptera litura F), caterpillar of land (Agrotis ipsilon Hufn), beetle leaves (Phyllotreta vittata F), cicadas (Gryllus asimilis) and locusts (Locusta migratoria manilensis). The intensity of pest attack at the age of 7 dap of 28,00 (organic) and 21,75 (non-organic), 14 dap of 37,38 (organic) and 35,44 (non-organic), 21 dap of 47,00 (organic) and 52,06 (non organic). Kind of predators is found in land research organic and non-organic of them are cecopet (Euborellia annulata) and wolf spiders (Pardosa pseudoannulata). The mean number of leaves at the age of 7 dap of 4,81 strands (organic) and 4,546 strands (non-organic), 14 dap of 6,41 strands (organic) and 7,66 strands (non-organic), 21 dap of 8,68 strands (organic) and 9,92 strands (non-organic). Average plant height at 7 dap of 10,828 cm (organic) and 10,192 cm (non-organic), 14 dap of 16,93 cm (organic) and 15,96 cm (non-organic), and 21 dap of 23,52 cm (organic) and 23,37 cm (non-organic). B. Rappa L Plant root length 9,1 cm (organic) and 9.07 cm (non-organic). B. Rappa L plant wet weight of 115.2 g of organic and non-organic crops pakcoy of 113.66 g | |
| 1889 | 11506 | C1L010025 | THE EFFECTS OF EMOTIONAL QUOTIENT AND SPIRITUAL QUOTIENT ON PROFIT PERCEPTION (Survey on SMEs in Banyumas Regency) | The aim of this study is to determine the effect of emotional quotient and spiritual quotient on the profit perception. The research is conducted at the area of SMEs in Banyumas Regency. Target population of this research is SMEs business people who produce superior products in Banyumas Regency. The method of research was survey, with sampling techniques used were purposive sampling and Slovin formula. Based on the calculation using Slovin formula, it was obtained as the sample of 90 respondents. Furthermore, the technique of data analysis used in this study was multiple regression analysis. The result of this study shows that emotional quotient and spiritual quotient have a positive and significant influence on profit perception of SMEs business people in Banyumas Regency. This result also proves that spiritual quotient is the most dominant variable that influence profit perception of SMEs business people in Banyumas Regency. | The aim of this study is to determine the effect of emotional quotient and spiritual quotient on the profit perception. The research is conducted at the area of SMEs in Banyumas Regency. Target population of this research is SMEs business people who produce superior products in Banyumas Regency. The method of research was survey, with sampling techniques used were purposive sampling and Slovin formula. Based on the calculation using Slovin formula, it was obtained as the sample of 90 respondents. Furthermore, the technique of data analysis used in this study was multiple regression analysis. The result of this study shows that emotional quotient and spiritual quotient have a positive and significant influence on profit perception of SMEs business people in Banyumas Regency. This result also proves that spiritual quotient is the most dominant variable that influence profit perception of SMEs business people in Banyumas Regency. | |
| 1890 | 11508 | C1C011053 | ANALISIS PENGARUH PEMBERLAKUAN ACFTA (ASEAN-CHINA FREE TRADE AGREEMENT) TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA PADA INDUSTRI UMKM BATIK DI WILAYAH BANYUMAS | ACFTA (Asean China Free Trade Agreement) merupakan salah satu bentuk perjanjian perdagangan bebas internasional yang dilakukan oleh China dengan Negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan ACFTA berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha dari UMKM batik di banyumas. Ulasan dari beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang masih berbeda-beda dimana ada yang menyatakan bahwa ACFTA berpengaruh negatif dan ada pula yang menyatakan bahwa ACFTA tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM. Penelitian ini mencoba menganalisis pengaruh ACFTA terhadap keberlangsungan usaha dengan menggunakan SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) sebagai indikator dari keberlangsungan usaha. Populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku usaha UMKM batik di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 57 dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel. Teknik pengujian data dalam penelitian ini menggunakan program PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ACFTA tidak berpengaruh signifikan terhadap keberlangsungan usaha dari UMKM batik yang ada di Banyumas. | ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement) is one form of international free trade agreements undertaken by China with ASEAN countries, including Indonesia. This research aims to determine whether the implementation of ACFTA affect the business continuity of Batik SMEs in Banyumas. Reviews of some previous researchs showed various results which one states that ACFTA gave a negative effect while another one states that the ACFTA gave no effect on the sustainability of SME. This research tries to analyze the effect of ACFTA on business continuity by using the SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) as an indicator of business continuity. The population in this research is the batik SME businesses in Banyumas, amounting to 57 and entirely used as a sample. PLS program is used in this research as the data technique analysis. The results of this research indicate that the ACFTA gives no significant effect on the business continuity of SMEs batik in Banyumas. | |
| 1891 | 11509 | A1H010084 | PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA DAN ATLANTIK PADA SISTEM AEROPONIK DI DATARAN RENDAH | Ketersediaan benih kentang Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan, sehingga produksi kentang di Indonesia masih rendah. Produksi benih kentang secara aeroponik di dataran rendah mulai dikembangkan. Aeroponik merupakan pengembangan dari teknologi hidroponik .Aero berarti udara, phonic berarti budidaya. Aeroponik berarti menggunakan udara sebagai media tanam, dimana pada sistem ini larutan hara diberikan ke akar tanaman dengan cara pengbutan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pertumbuhan dan hasil benih kentang varietas atlantik dan granola pada sistem aeroponik di dataran rendah, serta mendapatkan pengaruh suhu terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang varietas atlantik dan granola pada sistem aeroponik di dataran rendah. Penelitian terdiri dari dua faktor yang dicoba, yaitu suhu dan varietas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan analisis data dilakukan dengan Uji T taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tinggi tanaman (38,4 cm), jumlah daun (34 helai), dan jumlah umbi (213 umbi) tertinggi diperoleh dari varietas Granola. Bobot umbi pertanaman (25,87 gram) tertinggi diperoleh dari varietas Atlantik. | Availability of potatoes seedin Indonesial was not yet sufficient, so that a potato production in Indonesia is still low. Potato production in aeroponic at lowland is start to be developed. Aeroponic is an addopted from hydroponic technology. Aero is air, phonic is cultivation. Aerophonic is a cultivation system, in which nutrition is given to the root by fogging. Purpose on this research was to get growth and tubers result of potatoes Atlantic an Granola variety at aeroponic system in lowland. This research have two factor that will be try out yet it is temperature and variety. The method that use in this research was Randomized Block Design and data analysis will be test using T test standart 5%. Resuly from this research showed plant height (38.4 cm), number of leafs (34 sheet), and highest number of tuber (213 tuber) was from Granola variety. Highest weight of tuber (25.87 gram) was from Atlantic variety. | |
| 1892 | 11512 | C1B011027 | ANALISIS PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN EIGO DONUTS AND BAKERY PURWOKERTO | Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Harga, Kualitas Produk, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Eigo Donuts and Bakery Purwokerto”. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Eigo Donuts and Bakery. Sampel penelitian ini adalah 100 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh harga, kualitas produk, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Harga berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Artinya semakin sesuai harga yang ditetapkan perusahaan dengan kualitas produk, kualitas pelayanan maka akan meningkatkan kepuasan pelanggan. (2) Kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Artinya kualitas produk yang semakin baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan. (3) Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Artinya kualitas pelayanan yang semakin baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah (1) Eigo Donuts and Bakery perlumenetapkan harga yang sesuai dengan konsumen daerah setempat, dengan menetapkan harga yang masih dalam jangkauan pendapatan dan daya beli konsumen. (2) Eigo Donuts and Bakery perlu mempunyai ide-ide kreatif dalam tambahan inovasi produk yang belum ada sebelumnya. (3) Pihak Eigo Donuts and Bakery akan lebih baik jika meningkatkan dan menjaga kualitas pelayanannya. | This study, entitled “Analysis Effect of Price, Product Quality, dan Service Quality for Consumer Satisfaction Eigo Donuts and Bakery Purwokerto”. The population of this study are all customer of Eigo Donuts and Bakery Purwokerto. By using purposive sampling, this research used 100 respondents.The purpose of this study was to analyze the influence of price, product quality, and service quality to customer satisfaction. The study was analyze using multiple linear regression analysis. The result of hypothesis testing are: (1) Pricehas influence to customer satisfaction. That is, if the price are fit with product quality and service quality, that’s will increase customer satisfaction. (2) Product quality has influence to customer satisfaction. That is, if the product quality is more better that’s will increase customer satisfaction. (3) Service quality has influence to customer satisfaction. That is, if the product quality is more better that’s will increase customer satisfaction. The implication of this conclusion is (1) Eigo Donuts and Bakery has to make the price fit with the cunsomer income and consumer purchasing power. (2) Eigo Donuts and Bakery has to be more creative for added product inovation. (3) Eigo Donuts and Bakery’s management are better if keep and increase their service quality for all customer. | |
| 1893 | 11514 | D1E011028 | PENAMBAHAN TEPUNG DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SAPI BALI | Tujuan penelitian untuk mengetahui level optimum penambahan tepung Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan bahan organik (KBO) sapi Bali. Sebanyak 18 ekor sapi Bali jantan umur + dua tahun dengan bobot 150 – 163 kg yang ditempatkan pada kandang individu. Sapi tersebut diacak secara sempurna untuk menerima tiga perlakuan penambahan tepung daun Waru (Hibiscus tiliaceus) pada konsentrasi masing-masing 0%, 0,24%, 0,48% dari bahan kering (BK) konsentrat berturut-turut untuk P0, P1, dan P2. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini. Konsumsi BK untuk tiap sapi 3,5% dari bobot hidup dengan imbangan BK jerami padi amoniasi (JPA) dan konsentrat 30% : 70%. Amoniasi jerami padi menggunakan urea yang disuplementasi onggok dengan dosis masing-masing 4% dan 2,5% dari bobot jerami padi. Pemberian konsentrat dan JPA masing-masing dilakukan dua kali sehari. JPA diberikan dua jam setelah pemberian konsentrat. Peubah yang diukur adalah KBK dan KBO. Penambahan tepung daun Waru (Hibiscus tiliaceus) dalam ransum, tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap KBK dan bahan KBO. Tepung daun Waru (Hibiscus tiliaceus) tidak meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada rasio bahan kering JPA dan konsentrat 30% : 70%. | The aim of study was to determine the optimum level of adding Waru leaf flour (Hibiscus tiliaceus) in diets of Bali cattle on dry matter (DM) and organics matter (OM) digestibility. Eightteen Bali bulls of two years old with body weight 150 – 163 kg were placed on individual cage. They were randomised perfectly to receive the level of treatment, that a completely randomized design (CRD) used in this research. The treatment were Waru Leaf Flour (Hibiscus tiliaceus) supplementation at the concentration 0%, 0.24%, 0.48% of DM basis concentrates in P0, P1, and P2. The consumption of DM for each bull was 3.5% of body weight for maintenance with a DM balance ratio 30% : 70% for ammoniated rice straw and concentrate. The ammoniated rice straw used urea and cassava waste, with concentration of 4% and 2.5%. The diets were fed two times a day. The ammoniated rice straw was fed two hours after fedding of concentrates. The variables measured were DM and OM digestibility. Waru leaf flour (Hibiscus tiliaceus) supplementation in the diets of Bali cattle did not affect (P>0,05) on DM and OM digestibility. Adding of Waru leaf flour (Hibiscus tiliaceus) did not increase DM and OM digestibility at DM ratio of ammoniated rice straw and concentrate of 30% : 70%. | |
| 1894 | 11516 | G1B010082 | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien sangat rawan terhadap stres kerja. Terdapat faktor penyebab stes kerja pada perawat IGD yaitu faktor kepuasan kerja, pendapatan, masa kerja, hubungan interpersonal, kurangnya pelatihan, dan kebosanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stress kerja pada perawat di Instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyak 45 perawat dan berstatus sebagai perawat tetap pada RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Variabel penelitian yang diamati adalah kepuasan kerja, pendapatan, masa kerja, hubungan interpersonal, pelatihan, kebosanan, dan stress kerja. Analisis data yang digunakan Chi-square. Hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan stress kerja pada perawat di Instalasi gawat darurat (IGD) adalah kepuasan kerja, masa kerja, pelatihan, kebosanan (P<0.05) dan faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan stress kerja pada perawat di Instalasi gawat darurat (IGD) adalah pendapatan dan hubungan interpersonal (P>0.05). Tingkat stres kerja yang sedang pada diri perawat dapat diminimalisasi dengan cara menyediakan lingkungan kerja yang baru, pelatihan dan pengembangan karier, dan program konseling | When treating patients, nurses are susceptible to work stress. There are factors causing work stress in nurses, namely job satisfaction, income, working period, interpersonal relationships, lack of training and boredom. The purpose of this research to finding out the factors relate to the Working stress nurse in Emergency Room of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. Research types is quantitative observational survey with cross sectional approach. Technique sampling is total sampling. Number sample of 45 nurses remain at the Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. The research observed variables were job satisfaction, income, working periods, interpersonal relationships, training, boredom, work stress. Data analysis is used Chi-square. Base on the research has conclussion There are factors causing work stress in nurses, namely wrking satisfaction, working period, training and boredom (P<0.05) and there are not factors of working stress nurses in Emergency Room are income and interpersonal relationships (P>0.05). On the way to a nurse can reduce level of work stress with applies new environment work, career development and council program. | |
| 1895 | 11517 | A1L011172 | IDENTIFIKASI KEGENJAHAN GALUR-GALUR F7 PADI GOGO HASIL PERSILANGAN SILUGONGGO × G-39 BERDASARKAN MARKA DNA MIKROSATELIT | Identifikasi kegenjahan padi gogo galur F7 hasil persilangan antara varietas Silugonggo dengan G-39 secara molekuler dapat mendukung memudahkan seleksi dalam perakitan varietas unggul baru. Silugonggo merupakan varietas padi yang disukai petani karena berumur genjah dan adaptif. Umur panen varietas Silugonggo berdasarkan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (2009) yaitu 85-90 hari setelah tanam (hst). G-39 adalah galur harapan padi gogo yang memiliki daya hasil tinggi, aromatik dan tekstur nasi pulen. Marka DNA mikrosatelit (simple sequence repeat/SSR) merupakan salah satu marka molekuler yang efektif dalam membedakan genotip. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui karakter molekuler sifat genjah pada galur-galur F7 padi gogo berdasarkan marka DNA mikrosatelit, 2) mengetahui primer terkait sifat genjah galur-galur F7 padi gogo berdasarkan marka DNA mikrosatelit, dan 3) mengetahui tingkat kekerabatan antar varietas dan galur padi yang dicoba. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2014 sampai Februari 2015 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 14 genotip padi dengan duabelas primer mikrosatelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pita DNA delapan galur F7 terkonfirmasi seragam pada ukuran yang sama dihasilkan oleh enam primer (RM223, RM 225, RM132, RM156, RM241, RM519). Delapan primer mikrosatelit yang polimorfik tidak dapat membedakan secara tegas antara genotip umur genjah dan umur dalam. Analisis filogenetik antar genotip yang diuji menunjukkan galur-galur F7 berkerabat dekat yang terbagi dalam 3 klaster. Selain itu galur tersebut terkonfirmasi berkerabat dekat dengan tetua Silugonggo dan G-39. | Early-ripening identification of F7 upland rice lines from a cross of “Silugonggo” x G-39 using molecular markers is necessary in selection process of breeding program. “Silugonggo” is popular among farmers because it has early-ripening character, and environmentally adaptive. Early-ripening character of “Silugonggo” based on Indonesian Center for Rice Research (2009) is 85-90 day after planting. Meanwhile G-39 is a prospect upland rice line which has high productivity, aromatic, and tasty character. Microsatellite DNA markers (Simple Sequaence Repeat/SSR) is a molecular markers that is reported to be effective to distinguish amongst genotypes. Aims of this research were: 1) to study the molecular characters of F7 upland rice lines with early-ripening character based on microsatellite DNA, 2)to identify primer corresponding to which early-ripening character F7 upland rice lines of based on microsatellite DNA,and 3)to determine phylogenetic relationship between varieties and line used in this research. This research was conducted from September 2014 to February 2015 taken place at Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. 14 rice genotypes were used in this research with along 12 microsatelite primers. Result showed that generated DNA band patterns of eight F7 lines werw similar using six primer (RM223, RM225, RM132. RM156, RM241, RM519). Eight polymorphic microsatellite primers can not distinguish between genotypes with has early-ripening character or delayed-ripening character. Phylogenic analysis showed that F7 lines has a close relationship and were divided into three clusters. Moreover those-lines were closely related to their parents which were “Silugonggo × G-39 . | |
| 1896 | 11519 | A1C007069 | ANALISIS PERSEPSI DAN FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK GETUK GORENG ASLI HAJI TOHIRIN 151 SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS | Produk makanan yang berasal dari bahan baku ubi kayu di Kabupaten Banyumas, khususnya di Sokaraja adalah getuk goreng. Atribut produk merupakan salah satu hal yang dijadikan pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Atribut produk mempunyai hubungan yang positif terhadap keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis persepsi konsumen terhadap produk Getuk Goreng Asli 151 Haji Tohirin Sokaraja; (2) Menganalisis atribut diantara harga, daya tahan, rasa, dan kemasan yang menjadi pertimbangan utama bagi konsumen dalam membeli produk Getuk Goreng Asli 151 Haji Tohirin Sokaraja. Sasaran penelitian ini adalah konsumen yang membeli produk Getuk Goreng Asli 151 Haji Tohirin Sokaraja Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis persepsi konsumen pertama dilakukan dengan analisis Multiatribute Attitude Model (MAM). Analisis atribut produk menggunakan uji Cohran Q test. Hasil penelitan menunjukkan bahwa: (1) Konsumen memiliki persepsi yang baik terhadap produk Getuk Goreng Asli 151 Haji Tohirin Sokaraja. (2) Atribut harga, daya tahan, rasa, dan kemasan menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam membeli produk Getuk Goreng Asli 151 Haji Tohirin Sokaraja. | Food products derived from raw material cassava in Banyumas, especially in Sokaraja is getuk goreng. Attributes of products is one of the things taken into consideration consumers in making purchasing decisions. Product attributes have a positive relationship to the consumer in making a purchase decision. This study aims to: (1) to analyze consumers' perceptions of products getuk goreng Original Haji Tohirin Sokaraja 151; (2) Analyze the attributes between price, durability, taste, and packaging are a major consideration for consumers to buy products getuk goreng Original Haji Tohirin 151 Sokaraja. The target of this research is that consumers who buy products getuk goreng Original Haji Tohirin Sokaraja 151 Banyumas. The sampling method used was accidental sampling. The first consumer perception analysis performed by analysis Multiatribute Attitude Model (MAM). Analysis of product attributes using the test Cohran Q test. The results showed that: (1) Consumers have a good perception of the product getuk goreng Original Haji Tohirin 151 Sokaraja. (2) Attributes price, durability, taste, and packaging in to consideration for consumers in purchasing products Getuk Goreng Asli Haji Tohirin 151 Sokaraja | |
| 1897 | 11520 | A1L011163 | Biologi Hama Kutu Putih Kapas Phenacoccus solenopsis Tinsley (Hemiptera: Pseudococcidae) pada Tanaman Terung (Solanum melongena L.) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeterminasi spesies kutu putih yang menyerang tanaman terung 2) mendeskripsikan morfologi kutu putih dan perkembangannya 3) mendeterminasi nilai R0 (laju reproduksi bersih), T (masa generasi rata-rata), dan rm (laju peningkatan populasi intrinsik) kutu putih 4) mendeskripsikan perilaku makan dan gejala akibat infestasi kutu putih pada tanaman terung. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai Januari 2015 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hasil data dianalisis secara deskriptif, kuantitatif, dan kualitatif (Analisys Descriptive) untuk memperoleh rata-rata ( ) dan simpangan baku (S). Untuk menentukan parameter demografi populasi kutu putih berdasarkan tabel hidup, data dianalisis menggunakan metode Birch. Variabel yang diamati adalah ukuran tubuh, masa inkubasi telur, jumlah telur yang dihasilkan, masa perkembangan berbagai stadia kutu putih, dan seks rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kutu putih yang menyerang tanaman terung adalah Phenacoccus solenopsis. Jenis kutu putih tersebut dapat hidup dan berkembang pada tanaman terung. Imago P. solenopsis bertubuh oval dan berwarna putih dengan dua pasang bintik hitam di bagian dorsal. Kutu putih menyelesaikan siklus hidupnya 32-51 hari (rata-rata 41,65 ± 4,13 hari). Berdasarkan tabel hidup kutu putih, diperoleh nilai R0 sebesar 6,86 individu/induk/generasi; T yaitu 41,5 hari; dan rm sebesar 0,05 individu/induk/hari. Kutu putih memakan tanaman dengan cara menusukkan stiletnya ke dalam jaringan tanaman (floem) dan mengekstrasi cairan dari sel-sel bagian tanaman, menyebabkan tanaman stress sehingga daun menjadi klorosis, mengeriting, mengkerut; buah atau bunga menjadi berbentuk abnormal; dan dapat mengurangi hasil panen. | This research aimed to 1) determine the species of mealybug which infesting eggplant 2) describe the insect morphology and development 3) determine the value of R0 (net reproductive rate), T (average generation time), and rm (intrinsic growth rate) of mealybug 4) describe insect feeding behavior and symptoms of mealybug infestation on eggplant. The research was conducted from November 2014 until January 2015 at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. Data were analyzed by descriptive, quantitative, and qualitative (Analisys Descriptive) to gain the average ( ) and standard deviations (S). To determine the value based on the life table, data were analyzed using the Birch method. The measured variables were body size, the incubation period of eggs, the number of eggs produced, development in various stages of mealybug, and sex ratio. The results showed that species of mealybug that attack on eggplant was Phenacoccus solenopsis. This mealybug could live and thrive on eggplant. Female adults of P. solenopsis were oblong in shape and white in colour having two pairs of blackspots on dorsal side of body region. Mealybugs completed their life cycle for 32-51 days (average of 41,65 ± 4,13 days). Based on life table, the value of R0 was 6,86 individuals/adult/generation; T was 41,5 days; and rm was 0,05 individuals/adult/day. Mealybugs eat the plants by inserting stylets into plant tissues (phloem) and extracting liquid from the cells of the plant parts, caused plant stress so the leaves become chlorotic, curl, wrinkle; fruits or flowers into an abnormal shape; and could reduce crop yields. | |
| 1898 | 11634 | F1A009010 | BERTAHAN DI TENGAH GELOMBANG (Studi tentang Kehidupan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga yang Tetap Mempertahankan Keutuhan Keluarga) | Kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh kaum perempuan memiliki kaitan erat dengan kekerasan yang dialami oleh kaum laki-laki. Banyak pasangan yang melakukan perceraian demi mencari solusi untuk menghindari dan menyelesaikan permasalahan kasus KDRT yang dialami. Namun masih banyak pasangan suami istri yang tetap mempertahankan keutuhan keluarga meskipun pasangan suami istri tersebut pernah atau berulang kali mengalami KDRT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan pasangan suami istri yang pernah mengalami KDRT dan tetap mempertahankan keutuhan keluarga dan mengetahui upaya pasangan suami istri yang pernah mengalami KDRT dan tetap mempertahankan keutuhan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alasan pasangan suami istri yang pernah mengalami KDRT dan tetap mempertahankan keutuhan keluarga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menjadi pertimbangan, baik yang berasal dari internal maupun eksternal pasangan suami istri. Alasan pasangan suami istri yang berasal dari internal adalah komitmen perkawinan, yaitu dari bentuk rasa cita dan rasa saling menyayangi. Sedangkan alasan pasangan suami istri yang berasal dari eksternal atau dari luar pasangan berdasarkan pertimbangan pada anak, sosial, keluarga besar, agama, dan ekonomi. Upaya yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang pernah mengalami KDRT dalam mempertahankan keutuhan keluarga dapat dilakukan melalui pihak yang terlibat baik diri pasangan suami istri maupun pihak luar seperti keluarga atau kerabat atau bahkan pendamping sebuah lembaga; waktu penyelesaian; bentuk upaya yang dilakukan seperti pemberian pengertian, saling memaafkan, saling terbuka melalui mendiskusikan atau mengkomunikasikan berbagai hal termasuk prioritas keluarga kepada pasangan; dan alternatif yang digunakan oleh kedua pasangan suami istri dalam penelitian ini adalah meminta bantuan dengan bercerita kepada kerabat atau keluarga ketika membutuhkan bantuan orang lain di luar pasangan dalam menyelesaikan permasalahan KDRT yang dialami. | Domestic violence experienced by women with close links to violence experienced by men. Many couples do divorce for the sake of finding a solution to avoid and resolve problems experienced domestic violence cases. But there are still many couples who maintain the family unit despite the couple once or repeatedly experienced domestic violence. This study aims to determine why couples who have experienced domestic violence and still maintain the integrity of the family and know the effort of couples who have experienced domestic violence and still maintain the integrity of the family. Results from this study indicate that the reason for couples who have experienced domestic violence and still maintain the integrity of the family is affected by several factors into consideration, both from internal and external married couples. Reason couples who come from internal is the commitment of marriage, that is, from a form of joy and mutual love. While the reasons couples who come from external sources or from outside the couple based on a consideration of the child, social, extended family, religion, and economics. Efforts made by married couples who had experienced domestic violence in maintaining the family unit can be made via the parties involved either themselves spouses or external parties such as family or relatives or even a companion; turnaround time; shape of the efforts made as giving understanding, forgiving each other, be open through discuss or communicate a variety of things including a family priority to a spouse; and alternative used by both spouses in this study were asked for help by telling their relatives or family when in need of help from others outside partner in solving the problems experienced domestic violence. | |
| 1899 | 11521 | A1C007071 | ANALISIS FINANSIAL KERUPUK SINGKONG SARI KENTANG BERKAH RIDLO DESA KRANGEAN KECAMATAN KERTANEGARA KABUPATEN PURBALINGGA | Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi negara terutama negara agraris seperti Indonesia. Singkong merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki banyak kelebihan. Tujuan pengolahan singkong itu sendiri adalah untuk meningkatkan keawetan singkong sehingga layak untuk dikonsumsi dan memanfaatkan singkong agar memperoleh nilai jual yang tinggi dipasaran. Dalam melakukan usaha, pengusaha selalu mengharapkan manfaat yaitu berupa keuntungan, untuk itu perlu menghitung untung-rugi dengan membuat analisis secara ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui biaya dan pendapatan home industry Berkah Ridlo. (2) Menganalisis kelayakan finansial usaha kerupuk singkong sari kentang Berkah Ridlo. Penelitian ini dilakukan di home industry Berkah Ridlo Desa Krangean Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dimulai pada bulan September 2014 sampai Desember 2014. Sasaran Penelitian ini adalah pemilik home industry Berkah Ridlo. Metode penelitian ini berupa studi kasus. Metode analisis yang digunakan (1) Analisis Biaya dan Pendapatan. (2) Analisis Revenue Cost Ratio (R/C Rasio). (3) Analisis Break Even Point (BEP). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat ditarik simpulan sebagai berikut: (1) Besarnya penerimaan yang diperoleh oleh usaha kerupuk singkong sari kentang Berkah Ridlo pada Bulan Oktober 2014 sebesar Rp82.726.000 dengan biaya total Rp61.521.672,20 dan pendapatan sebesar Rp21.204.327,80. (2) Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial usaha kerupuk singkong sari kentang Berkah Ridlo menunjukkan bahwa R/C Rasio sebesar 1,3446, maka usaha kerupuk singkong sari kentang Berkah Ridlo layak untuk terus dilanjutkan. Berdasarkan analisis Break Even Point (BEP) penerimaan minimal yang harus dicapai oleh pemilik usaha kerupuk singkong sari kentang Berkah Ridlo adalah sebesar 8.342,8 bungkus dan Rp12.703.506,08 sedangkan produk yang dihasilkan home industry Berkah Ridlo 23.636 bungkus dengan penerimaan Rp82.726.000, maka usaha kerupuk singkong sari kentang Berkah Ridlo sudah berada di atas titik impas atau dengan kata lain usaha tersebut sudah menguntungkan | The agricultural sector has a very large role in the country's economic growth mainly agrarian country like Indonesia. Cassava is one crop that has many advantages. The purpose of processing cassava itself is to improve the durability of cassava so suitable for consumption and utilize cassava in order to obtain a high selling price in the market. In doing business, entrepreneurs always expect benefits in the form of profits, it is necessary to calculate the cost-benefit analysis to make economically. The aim of this study were: (1) Determine the costs and revenues home industry Berkah Ridlo. (2) Analyze the financial feasibility of cassava crackers extract potato Berkah Ridlo. This research was conducted in the home industry Berkah Ridlo Krangean Village District of Kertanegara Purbalingga. The study was conducted starting in September 2014 through December 2014. The goal of this research is the owner of a home industry Berkah Ridlo. This research method in the form of case studies. The analytical method used (1) Analysis of Cost and Revenue. (2) Analysis of Revenue Cost Ratio (R / C ratio). (3) Analysis of Break Even Point (BEP). Based on the analysis and discussion of conclusions can be drawn as follows: (1) The amount of revenue received by the business cassava crackers extract potato Berkah Ridlo in October 2014 by Rp82.726.000 the total costs and revenues of Rp21.204.327,80 Rp61.521.672,20. (2) Based on the results of a financial analysis effort cassava crackers extract potato Berkah Ridlo indicates that the R/C ratio of 1.3446, then attempt cassava crackers extract potato Berkah Ridlo deserves to be continued. Based on the analysis of Break Even Point (BEP) minimum acceptance to be achieved by the business owner cassava crackers extract potato Berkah Ridlo is equal to 8342.8 wrap and Rp12.703.506,08 while the resulting product Berkah Ridlo home industry with revenues 23 636 packs Rp82.726.000, then attempt cassava crackers extract potato Berkah Ridlo is already above the breakeven point or in other words, the business has been profitable. | |
| 1900 | 11542 | C1A010036 | ANALISIS FINANSIAL DAN EFISIENSI USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA DI DESA KARANGKEMIRI DAN KARANGGUDE KULON KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Analisis Finansial dan Efisiensi Usahatani Pepaya California di Desa Karangkemiri dan Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari usahatani pepaya California, (2) mengetahui tingkat kelayakan finansial usahatani pepaya California, (3) mengetahui tingkat efisiensi usahatani pepaya California. Penelitian ini merupakan penelitian sensus dengan cara survei yang dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai Desember 2014. Metode analisis yang digunakan adalah: (1) analisis pendapatan, biaya dan keuntungan, (2) analisis kelayakan finansial menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point (BEP) dalam produksi dan rupiah dan Payback Period, (3) analisis R/C Ratio (Revenue Cost Ratio). Responden dalam penelitian ini adalah petani pepaya California di Desa Karangkemiri dan Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas yang telah menjalankan usahatani pepaya California lebih dari 2 tahun. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) usahatani pepaya California di Desa Karangkemiri dan Karanggude Kulon menguntungkan bagi petani. Rata-rata biaya total yang dikeluarkan dengan lahan garapan seluas 0,46 hektar sebesar Rp 58.625.463,00 sedangkan penerimaan total sebesar Rp 102.496.000,00 sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 43.870.537,00. (2) Hasil perhitungan analisis kelayakan finansial menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar 23.511.293, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar 1,71, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 39,37 persen dari nilai discount factor 19 persen. Break Even Point (BEP) tercapai pada produksi sebesar 14.172 kilogram sedangkan dalam rupiah sebesar Rp 28.343.050,00 dengan tingkat pengembalian investasi selama 2 tahun 3 bulan 27 hari. (3) Hasil perhitungan R/C Ratio sebesar 1,75 persen menunjukkan bahwa usahatani pepaya California di Desa Karangkemiri dan Karanggude Kulon sudah efisien dan menguntungkan. | The title of this research is"Financial AnalysisandEfficiencyofCalifornia Papaya Farming in KarangkemiriandKaranggudeKulon villages subdistrict KaranglewasofBanyumas regency". This research aims are: (1) to calculate the amount of costs incurredandincomeearnedfromCalifornia papaya farming, (2) to calculate the financial feasibility ofCalifornia papaya farming, (3) to calculatethe level of farming efficiency California papaya. This research is acensus with a survey that was conducted inNovember2014 untilDecember 2014. The analytical method used are: (1) calculation of revenues, costs and benefits, (2) financial feasibility analysis using criteria Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), break Even Point (BEP) in the production and rupiahs and Payback Period, (3) calculation of R/C Ratio (Revenue Cost Ratio). Respondentsinthis research werefarmers ofCalifornia papaya inthe KarangkemiriandKaranggudeKulon villages subdistrict ofKaranglewaswhohas run theCalifornia papaya farm morethan2years. Based onthe results obtained: (1) Californiapapayafarminthe villages ofKarangkemiriand Karanggude Kulon is profitablefor farmers. The averagetotal cost incurredby thearable landarea of0.46hectaresof Rp58,625,463.00whiletotalrevenuesof Rp102,496,000.00so thatthe incomeof Rp43,870,537.00. (2)The result ofthe calculationof financialfeasibilityanalysisshowedNet Present Value(NPV) of 23,511,293, NetBenefit Cost Ratio(Net B/C) of 1.71, the InternalRate of Return(IRR) of 39.37per centofthe value ofdiscount factor19percent. Break EvenPoint(BEP) is achievedinthe productionof14 172kilograms, while therupiahRp28,343,050.00withthe return oninvestmentfor 2years and 3months27days. (3) The result ofthe calculationof R/C Ratioof 1.75percentindicatesthat the California papaya farm inKarangkemiriandKaranggudeKulon villages is efficientandprofitable. |