Artikel Ilmiah : H1F012010 a.n. ERZANDY EKA PUTRA

Kembali Update Delete

NIMH1F012010
NamamhsERZANDY EKA PUTRA
Judul ArtikelStudi Geologi Karakteristik Dan Korelasi Endapan Paleotsunami Daerah Wonoharjo Dan Sekitarnya, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia berada pada zona aktivitas seismik yang signifikan akibat tataan lempeng tektonik dan pergerakannya sehingga menyebabkan banyak gempa bumi dan beberapa diantaranya berpotensi tsunami, tsunami merupakan suatu kejadian alam yang dapat diprediksi kejadian dan perulangannya, sayangnya Indonesia tidak memiliki rentang catatan waktu sejarah yang panjang untuk mendeteksi perulangan kejadian gempa berpotensi tsunami sehingga dibutuhkan penelitian untuk mencari dan mengidentifikasi tsunami dimasa lalu (paleotsunami) agar dapat memperpanjang catatan sejarah. Daerah Wonoharjo dan sekitarnya merupakan suatu kawasan yang berdekatan dengan zona subduksi, adanya bentukan bentang alam beach ridge dan swale, serta kejadian tsunami 2006 Pangandaran pada daerah tersebut mengindikasikan daerah Wonoharjo dan sekitarnya adalah tempat yang ideal untuk mencari endapan paleotsunami dan mempelajari karakteristik endapan tsunami. Untuk mengidentifikasi karakteristik endapan tsunami dilakukan beberapa metoda, antara lain: analisis granulometri, analisis Lost on ignition (LOI), analisis mikrofauna, dan analisis mineral. Dari sampel core SW.2-BT.3 disimpulkan kandidat paleotsunami berada di lapisan dengan besar butir pasir halus hingga lanau dan berada pada kedalaman 118cm - 122cm dengan karakteristik kandidat paleotsunami berupa bentukan kurva unimodal hingga polymodal, sortasi terpilah sedang hingga terpilah sangat buruk, didominasi oleh ukuran butir halus, memiliki kandungan organik rata-rata 25,50% dan kandungan karbonat 7,04%, tidak ditemukan adanya mikrofosil foraminifera pada kandidat dimungkinkan karena kandungan organik pada lapisan ini cukup tinggi sehingga sifat asam yang dihasilkan material organik tersebut mampu merusak dan menghilangkan kandungan foraminifera, kandidat paleotsunami memiliki komposisi mineral kuarsa (dominan), piroksen, amphibol, feldspar , magnetit , litik, dan glaukonit. Berdasarkan hasil korelasi, kandidat tsunami akan ditemukan pada kedalam 115 cm hingga 150 cm dan tersebar pada beberapa satuan lapisan yang memiliki hubungan stratigrafi menjari, ketebalan ditiap sampel core beraneka ragam mulai dari ketebalan ± 15 cm hingga 4 cm. Persebaran kandidat tsunami dapat ditemukan pada bagian barat swale namun cukup sukar ditemukan pada bagian timur
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia is located in the zone of seismic activity significantly as to result from system of plate tectonics and the movement to result in a lot of earthquakes and some potential tsunami, the tsunami is a natural event that can predict the incidence and recurrence, unfortunately Indonesia does not have the range of a time long history to detect recurrence potential tsunami of the resulting earthquake event so it takes research to find and identify the tsunami of the past (Paleotsunami) in order to extend the historical record. Wonoharjo and the surrounding area is an area that is adjacent to subduction zones, exist the formation landscape beach ridge and swale, as well as the 2006 tsunami in Pangandaran on the area indicates Wonoharjo and surrounding area is the ideal place to find the paleotsunami deposits and study the characteristics of tsunami deposits. To identify the characteristics of tsunami deposits made several methods, among others: granulometri analysis, analysis of Lost on ignition (LOI), mikrofauna analysis and mineral analysis. From core samples SW.2-BT.3 concluded paleotsunami candidates are in layers with a grain size is fine sand to silt and located at a depth of 118cm - 122cm with the characteristics of the candidate Paleotsunami be unimodal curve notching up polymodal, sorting disaggregated from moderate until very poorly, dominated by fine grain size, has average organic content of 25.50% and carbonate content of 7.04%, not detectable microfossils foraminifera on candidates to result from the organic content in this layer is high enough so that the acidic nature of the resulting organic material is able to destroy and eliminate content of foraminifera, the candidates of paleotsunami have quartz mineral composition (dominant), pyroxene, amphibol, feldspar, magnetite, lytic, and glauconite. The candidate of tsunami will be found at a depth 115 cm to 150 cm and spread out on several units of stratigraphic layers that have ties fingering, the thickness of the core in each sample diverse ranging from a thickness of ± 15 cm to 4 cm. Distribution of tsunami candidates can be found in the western part of the swale however quite hard to find on the east.
Kata kunciPaleotsunami, Granulometri, LOI, Mikrofauna, Swale, tsunamiite 2006 Pangandaran, Endapan pantai.
Pembimbing 1Dr. Rachmad Setijadi, S.Si., M.Si
Pembimbing 2Eko Yulianto, Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman31
Tgl. Entri2016-10-31 18:45:42.437739
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.