Artikelilmiahs
Menampilkan 13.041-13.060 dari 49.629 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 13041 | 16400 | B1J012203 | KELIMPAHAN TUNGAU PARASIT PADA CICAK POHON DI DAERAH EKS-KOTATIP PURWOKERTO BANYUMAS, JAWA TENGAH | Daerah jelajah cicak (home range) yang luas menyebabkan kemungkinan cicak terinfestasi oleh parasit, salah satunya yaitu tungau. Tungau yang menginfestasi cicak masuk dalam Famili Pterygosomatidae yang dikenal sebagai parasit penghisap darah. Tungau ini ditemukan di berbagai bagian tubuh inang, dari bagian kepala sampai ekor, pada lipatan kulit, bagian bawah cakar dan sebagainya. Hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai jenis tungau parasit pada cicak pohon di Indonesia, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai topik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis tungau parasit yang terdapat pada cicak pohon serta mengetahui kelimpahan tungau parasit yang terdapat pada cicak pohon. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang jenis dan kelimpahan tungau parasit pada cicak pohon di daerah Purwokerto Banyumas serta sebagai dasar acuan atau referensi penelitian selanjutnya. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan purposive random sampling dengan jumlah sampel 100 ekor cicak. Data penelitian ini meliputi jenis tungau parasit, jumlah total tungau per sampel, dan jumlah total tungau seluruh sampel. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis variasi model random pada tingkat kesalahan 20%. Apabila ada perbedaan nyata atau sangat nyata, dilanjutkan dengan uji Lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tungau parasit yang ditemukan meliputi Geckobia sp.1, Geckobia sp.2, Geckobia sp.3, Geckobia sp.4, dan Geckobia sp.5. Kelimpahan tungau parasit pada cicak pohon untuk setiap kecamatan adalah relatif sama. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang sama pada setiap lokasi tidak berbeda nyata terhadap kelimpahan tungau parasit. | Tree geckos have wide home range that enabled them to be infested by parasites, such as mite. Infesting tree lizard-mites infested tree geckos belong to family Pterygosomatidae, known as blood-sucking parasites. These mites are found in various parts of the host body, from head to tail, in skin folds, underneath the claw and others. Yet, there haven’t been any information about parasitic mites on the tree geckos in Indonesia, so research on this topic needs to be conducted. The purpose of this study was to determine the parasitic mites the tree geckos and measure its abundance. This study was expected to provide information about the species and abundance of parasitic mites on the tree geckos in Purwokerto/Banyumas area and serve as reference for further research. This study used survey method with purposive random sampling technique of 100 tree geckos samples. The data were analyzed with random variance model analysis at 20% significance level, followed by Least Significant Difference (LSD) test at the same significance level. The results showed that the parasitic mites found in this study were Geckobia sp.1, Geckobia sp.2, Geckobia sp.3,Geckobia sp.4, and Geckobia sp.5. The abundance of parasitic mites on the trees geckos in each district wa equal. The result of variance analysis showed that similar enviromental factor among the district had no significance to the abudance of parasitic mites. | |
| 13042 | 16373 | H1F012015 | GEOKIMIA HIDROKARBON DAN PEMODELAN SEJARAH KEMATANGAN BATUAN INDUK PADA CEKUNGAN MISOOL, PROVINSI PAPUA BARAT | Cekungan sedimen memiliki peranan penting bagi akumulasi minyak dan gas bumi karena cekungan sedimen merupakan bagian rendah dari kerak bumi yang terbentuk akibat proses tektonik dan berperan sebagai tempat akumulasinya lapisan sedimen yang relatif tebal dari sekitarnya. Daerah penelitian terletak di Cekungan Misool, Provinsi Papua Barat. Penelitian dilakukan terhadap 3 sumur yaitu Sumur CESA, Sumur GESA, dan Sumur SESA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis geokimia hidrokarbon pada batuan induk yang meliputi analisis TOC (Total Organic Carbon), tipe kerogen, vitrinie reflectance, dan potential yields. Selain itu untuk mengetahui waktu kematangan dari batuan induk maka dilakukan pemodelan sejarah kematangan batuan induk dengan membuat sejarah pemendaman. Sejarah pemendaman dibuat dengan 2 cara yaitu secara manual dan menggunakan software Petromod. Berdasarkan hasil analisis, sekuen 1 dan sekuen 2 pada Sumur CESA berpotensi sebagai batuan induk dengan nilai TOC antara sedang-sangat bagus termasuk tipe II, tingkat kematangan early oil, dan potential yields berkisar antara sedikit-bagus. Batuan induk pada Sumur GESA memiliki kandungan TOC antara sedang-bagus termasuk tipe III, tingkat kematangan early oil-dry gas, dan potential yields antara buruk-bagus. Batuan induk Sumur SESA memiliki kandungan TOC antara sedang termasuk tipe II, tingkat kematangan peak oil-late oil, potential yields buruk. Waktu kematangan batuan induk pada Sumur CESA yaitu diperkirakan sekitar 10 Ma secara manual dan 10,84 Ma dengan software. Sumur GESA 16 Ma secara manual dan 16,74 Ma dengan software, sedangkan Sumur SESA 103 Ma secara manual dan 107,14 Ma dengan software. Terdapat perbedaan dari kedua hasil waktu kematangan dimana manual lebih lambat dibandingkan software karena tidak ada perhitungan faktor litologi, heat flow, dan tipe kerogen. | Sedimentary basin has an important role for the accumulation of oil and gas because of sedimentary basin is lower part of the earth’s crust that is formed due to tectonic processes and serves as the accumulation of relatively thick sediment layer of the surroundings. The research area is located in Misool Basin, West Papua Province. Research carried out on 3 wells, there are CESA well, GESA well, and SESA well. The methods that is used in this research is hydrocarbon geochemistry analysis of source rock: TOC (Total Organic Carbon) analysis, Kerogen type, Vitrinite Reflectance, and Potential Yields. In addition to knowing the time of maturity of the source rock, it used maturity history modelling by making burial history. The burial history is made by two ways: manually, and using Petromod software. Based on the result of analysis, sequence 1 and 2 at CESA well have potential as source rock with TOC values between fair-very good included type II and type III, early maturity level of oil, and potential yields ranged from poor-good. The source rock of GESA well have TOC contents between fair-good included type II and type III, maturity level is early oil-gas window, and potential yields is poor-good. And the source rock for SESA well have TOC contents fair, included type II and type III, maturity level is peak oil-late oilm and potential yields is poor. Source rock maturity time on CESA well is estimated at around 10 Ma manually and 10,84 Ma with using software. GESA well’s source rock is 16 Ma manually and 16,74 Ma with using software while SESA well’s source rock is 103 Ma with manually and 107,14 Ma with using software. There are the differences of maturity time from both methods, from manually the result is slower than using software, because there is no calculation for litology factor, heat flow, and kerogen type. | |
| 13043 | 16374 | A1L112050 | PENGARUH APLIKASI KONSENTRASI PELAPIS LILIN DAN JENIS PENGEMAS TERHADAP KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi lilin dan jenis pengemas yang paling tepat terhadap kualitas buah pepaya maupun daya simpan buah pepaya. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan Juli sampai dengan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama merupakan konsentrasi pelapis lilin yang terdiri 3 taraf yaitu konsentrasi 0%, 5%, dan 10%. Faktor kedua merupakan jenis pengemas yang terdiri 4 taraf yaitu tanpa pengemas, pengemas plastik HDPE, pengemas plastik PP, dan pengemas koran. Variabel pengamatan meliputi susut bobot, total padatan terlarut, tekstur, kadar vitamin C, dan uji organoleptik (kesegaran, warna, aroma, kekerasan, dan rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pelapis lilin 5% dapat meningkatkan nilai total padatan terlarut buah pepaya dalam penyimpanan selama 10 hari. Konsentrasi pelapis lilin 5% dan jenis pengemas PP dapat mempertahankan susut bobot, tekstur, kadar vitamin C, dan uji organoleptik pada buah pepaya california selama 10 hari penyimpanan. | This research aimed to know the most appropriate waxing concentration and packaging type toward the quality and shelf life of papaya fruit. Research has been conducted at the Agricultural Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, started from July to August 2016. This research used completely randomized block design with 2 factors and 3 replications. The first factor was the waxing concentration that consisted of three levels in explanation concentrations of 0%, 5%, and 10%. The second factor was the packaging type that consisted of four levels in explanation without packaging, HDPE plastic packaging, PP plastic packaging, and paper packaging. Observations variable include weight loss, total dissolved solids, texture, vitamin C, and organoleptic (freshness, color, odor, hardness, and flavor). The results showed that 5% waxing concentration could improve the value of total dissolved solids papaya fruit in storage for 10 days. The concentration of 5% waxing and the PP packaging type could maintain weight loss, texture, vitamin C, and organoleptic tests on californian papaya during the 10 days of storage. | |
| 13044 | 16375 | A1L012170 | UJI KEMEMPANAN ISOLAT HASIL EKSPLORASI JAMUR ENTOMOPATOGEN DAN POTENSINYA DALAM MENGENDALIKAN HAMA WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal) PADA TANAMAN PADI | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendapatkan isolat jamur entomopatogen serangga yang berasosiasi dengan hama WBC (N. lugens Stal.) 2) menguji kemempanannya terhadap mortalitas N. lugens Stal. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Pelindungan Tanaman dan screen house Agroekologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2015-Agustus 2016. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu penelitian pendahuluan rancangan yang digunakan purposive random sampling, dan uji kemempanan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi pemberian air steril/kontrol, aplikasi jamur entomopatogen 104 spora/ml, aplikasi jamur entomopatogen 105 spora/ml, aplikasi jamur entomopatogen 106 spora/ml, aplikasi jamur entomopatogen 107spora/ml. Variabel yang diamati meliputi mortalitas WBC, waktu kematian, kepadatan spora akhir, intensitas serangan WBC. Hasil penelitian menunjukan bahwa jamur entomopatogen yang didapatkan adalah Fusarium sp. Mortalitas WBC akibat aplikasi jamur entomopatogen Fusarium sp. sebesar 47,6 % pada kepadatan spora 106, kepadatan spora akhir tertinggi pada perlakuan jamur entomopatogen 107 yaitu 2,9x107. Jamur entomopatogen Fusarium sp. mampu menekan intensitas serangan WBC sebesar 12,96 %. | The research aims to 1) get entomopathogenic fungal isolates associated with brown planthopper (N. lugens Stal.) 2) asses the efficacy test of mortality N. lugens Stal. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and screen house Agroecology, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. The research was conducted from December 2015 to August 2016. The study consisted two stages was the preliminary study design used purposive random sampling and efficacy used randomized block design non factorial with 5 treatments and 5 replication. The treatments of this research were providing sterile water/control, application of entomopathogenic fungi 104 spores/ml, application of entomopathogenic fungi 105 spores/ml, application of entomopathogenic fungi 106 spores/ml and application of entomopathogenic fungi’s 107 spores/ml. The Variables observed were mortality of BPH, time of death, the final spore density and the intensity attack of BPH. The results showed that the entomopathogenic fungi obtained was Fusarium sp. BPH mortality due to the application of entomopathogenic fungi of Fusarium sp. was 47.6% at 106 spore density, The highest final spore density at 107 entomopathogenic fungi treatment was 2.9x107. The entomopathogenic fungi of Fusarium sp. was able to suppress the intensity of hopper attack by 12.96%. | |
| 13045 | 16378 | A1L012203 | Aplikasi Pupuk Hayati Cair Penambat Nitrogen dan TrichoKompos terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Varietas Ciherang | Beras merupakan bahan pokok yang harus dipenuhi terutama bagi masyarakat Indonesia namun dari tahun ke tahun semakin menurun produktivitasnya. Hal ini disebabkan karena penurunan kesuburan tanah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan pupuk hayati cair penambat nitrogen dan trichokompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tunggal dan kombinasi pupuk hayati cair penambat nitrogen dan trichokompos serta mendapatkan dosis kombinasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas Ciherang. Penelitian ini telah dilaksanakan di Screen House Agronomi Fak. Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Berlangsung selama 4 bulan, dimulai September 2015 sampai Januari 2016. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, yaitu pupuk hayati cair penambat nitrogen (D) terdiri dari D0 (0 ml/ha), D1 (800 ml/ha), D2 (1600 ml/ha), D3 (2400 ml/ha) dan Tricho-kompos (T) terdiri dari T0 (0 t/ha), T1 (2 t/ha), T2 (4 t/ha) dan T3 (6 t/ha) dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun, bobot kering akar, bobot kering brangkasan, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, bobot gabah per rumpun, bobot 1000 biji dan indeks panen. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati cair penambat nitrogen berpengaruh variabel tinggi tanaman, persentase gabah isi dan bobot kering akar. Aplikasi trichokompos berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu pada pemberian pupuk hayati cair pada dosis 1.600 ml/ha dan trichokompos pada dosis 0 ton/ha yang diperoleh variabel jumlah gabah per malai dan bobot gabah per rumpun. Masing-masing variabel yaitu memiliki nilai sebesar 148 biji dan 60,40 gram. | Rice is the staple food that should be fullfiled especially by Indonesian people, but the productivity descrease year by year. The main problem was soil fertility decrease. To solved this problem was used biological fertilizer liquid N- fixing and trichocompost. This study aimed to know the single and combination effect of using biological fertilizer liquid N- fixing and trichocompost and get the best combination to increase the growth and yield of Ciherang rice. The research was conducted from September 2015 to January 2016 on Screen House Agronomy of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was randomized block design (RBD) factorial which first factor was biological fertilizer liquid N- fixing consisting D0 (0 ml/ha), D1 (800 ml/ha), D2 (1.600 ml/ha), D3 (2.400 ml/ha) and second factor was trichocompost consisting of T0 (0 t/ha), T1 (2 t/ha), T2 (4 t/ha), T3 (6 t/ha) with three replicates. The characters observed in this research were: plant height, number of tiller, leaf area, dry weight of root, dry weight of plant, number of grains per panicle, filled grain percentage, weight grain per plant, 1000 grain weight, and harvest index. The data were analyzed using F test followed Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at level of 5% error. The result showed that application of biological fertilizer liquid N-fixing gave effect to plant height, percentage of filled grain and root dry weight. Application trichocompost gave effect to plant height.The best combination treatment was 1.600 ml/ha of biological fertilizer and 0 t/ha of trichocompost gave effect to number of grains per panicle, and percentage of filled grain. Each of variabel was 148 grains and 60,40 gram. | |
| 13046 | 16381 | A1L012066 | MULTIPLIKASI TUNAS PISANG RAJA BULU (Musa paradisiaca L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI BAP DAN NAA MELALUI TEKNIK KULTUR JARINGAN | Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengkaji respon pertumbuhan tunas tanaman pisang Raja Bulu secara kultur jaringan terhadap pemberian zat pengatur tumbuh BAP dan NAA, 2) Mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP dan NAA yang optimum untuk multiplikasi tunas tanaman pisang Raja Bulu, 3) Mendapatkan kombinasi yang terbaik dari zat pengatur tumbuh BAP dan NAA untuk multiplikasi tanaman pisang Raja Bulu. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan Kebun Benih Hortikultura (KBH) Salaman Magelang mulai dari bulan Mei 2016 sampai Juni 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Faktor pertama adalah BAP dengan 4 taraf konsentrasi yaitu 0 ppm; 2,5 ppm; 5 ppm; dan 7,5 ppm. Faktor kedua adalah NAA dengan 4 taraf konsentrasi yaitu 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; dan 3 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP 5 ppm mampu memberikan respon saat tumbuh tunas tercepat, NAA 1 ppm dan 2 ppm menunjukkan saat tumbuh akar tercepat, NAA 1 ppm menunjukkan tunas terpanjang dan NAA 1 – 3 ppm menunjukkan jumlah akar terbanyak. Kombinasi perlakuan BAP 0 ppm dan NAA 1 ppm menunjukkan saat tumbuh akar tercepat dan kombinasi perlakuan BAP 5 ppm dan NAA 0 ppm memberikan hasil terbaik pada variabel jumlah tunas. | The purpose of this research are 1) examines the growth response banana c.v Raja Bulu shoots with growth promoting such as BAP and NAA based on tissue culture. 2) Get an optimum concentration of plant growth promoting BAP and NAA for multiplication shoots of banana c.v Raja Bulu. 3) Get the best combination of plant growth promoting BAP and NAA for multiplication of banana c.v Raja Bulu. This research was conducted at laboratory of tissue culture in Horticultural Seed Field Salaman Magelang from May 2016 until June 2016. This research used a completely randomized with factorial design. The first factor was BAP with 4 level concentration, it was 0 ppm; 2,5 ppm; 5 ppm; and 7,5 ppm. The second factor was NAA with 4 level concentration, it was 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; and 3 ppm. The result showed that 5 ppm BAP provide the fastest response of growing shoots, 1 ppm and 2 ppm NAA showed the fastest of growing roost, 1 ppm NAA showed the longest shoots and 1 until 3 ppm NAA the highest number of roots. Combination treatment of 0 ppm BAP and 1 ppm NAA showed the fastest response of growing root and combination treatment of 5 ppm BAP and 0 ppm NAA gave the best result on variable number of shoots. | |
| 13047 | 16386 | H1L012004 | Rancang Bangun Sistem Informasi Sistem Informasi Pengelolaan Data Tenaga Kesehatan Berbasis Web Studi Kasus Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga | Pengelolaan memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup organisasi maupun instansi yaitu mempermudah organisasi dalam proses mengubah data menjadi informasi. Secara umum setiap instansi melakukan pengelolaan data, salah satunya pengelolaan data tenaga kesehatan milik Dinas Kesehatan. Puskesmas menyetorkan data tenaga kesehatan ke Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan menyatukan data dari puskesmas menggunakan Microsoft Excel dan mencetaknya sebagai laporan. File dan laporan ini belum menyimpan data tenaga kesehatan yang lengkap dan terperinci. Selain itu, data tenaga kesehatan disimpan dalam satu file yang sama sehingga cukup susah untuk melakukan pencarian. Oleh karena itu dibutuhkan Sistem Informasi Pengelolaan Data Tenaga Kesehatan (SIPDTK) yang mengkomputerisasi kegiatan pengelolaan data tenaga kesehatan sehingga mempermudah kegiatan pencarian dan dapat menyimpan data secara rinci. Sistemm Informasi ini dirancang menggunakan metode Waterfall dan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman serta MySQL sebagai basis data. | Management has an important role in the survival of organizations and institutions that facilitate the organizations process of converting data into information. In general, every institutions manages data, an example of data management of health worker that belonging to departement of health. Puskesmas submit health worker data to the department of health. Department of health collating data from Puskesmas . It unites data of health workers by using Microsoft Excel and print out as a report. This file and report has not saved completely. Other than that, data of health workers are saved in the same file and it will be difficult to search. Therefore, it needs Data Management Information System Health Workers that will computerized data of health workers. The information system makes heath workers data easier to be searched and will save data in detail. This information system has been developed using Waterfall method, PHP as a the programming language and MySQL as a the database. | |
| 13048 | 16383 | D1E012171 | HUBUNGAN UMUR DENGAN BOBOT POTONG DAN BOBOT KARKAS SAPI PERANAKAN SIMMENTAL JANTAN DI TEMPAT PEMOTONGAN HEWAN KABUPATEN PANGANDARAN | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui umur, bobot potong dan bobot karkas pada sapi peranakan Simmental jantan dan hubungan antara umur dengan bobot potong sapi serta antara umur dengan bobot karkas sapi. Materi penelitian adalah 66 ekor sapi peranakan Simmental jantan. Variabel yang diamati adalah umur dengan melihat gigi seri, penentuan bobot potong dengan cara penimbangan dengan timbangan digital merk Panasonic Kenko kapasitas 2000 kg, sedangkan bobot karkas yang terdiri dari 4 bagian ditimbang menggunakan timbangan gantung kapasitas maksimal 110 kg. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling. Analisis data menggunakan koefisien determinasi, koefisien korelasi, regresi sederhana dan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan karakteristik kuantitatif sapi Simmental jantan untuk umur 2,9 ± 0,72 th, bobot potong 401 ± 96,28 kg, bobot karkas 419 ± 49,36 kg. Analisis variansi menunjukkan bahwa umur mempunyai hubungan yang sangat nyata (P<0,01) dengan bobot potong dan bobot karkas. Hasil analisis koefisien korelasi umur dengan bobot potong adalah 0,772 dan hasil bobot karkas adalah 0,771. Sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar r2 = 0,597 pada umur dengan bobot potong dan r2= 0,595 pada umur dengan bobot karkas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa umur mempunyai korelasi positif dengan bobot potong dan bobot karkas sapi peranakan Simmental jantan. | The purpose of this reasearch was to determine the age, slaugther weight and carcass weight of crossbreed Simmental bulls, and the correlation between their age and their slaughter weight, and the correlation between their age and their carcass weight. The reasearch material was 66 crossbreed Simmental bulls. The variables were the age, which was determined by assessing the incisor teeth, slaughter weight, which was determined by means of digital scales Panasonic Kenko with the capacity of 2000 kg, and the carcass weight, which consisted of 4 parts and was weighed using a brass hanging scale with maximum capacity of 110 kg. The method of this reasearch was purposive sampling approach to obtain the data. The analysis of this research used the simple regression, the correlation coefficient, the determination coefficient, and an analysis of variance. The results showed that the quantitative characteristics of Simmental bulls were 2,9 ± 0,72 th for age, 401±96,28 kg for slaugther weight, 419 ± 49,36 kg for carcass weight. The partial regression test analysis showed that the age had significant correlations (P<0,01) to the slaughter weight and carcass weight. The result of the analysis of the correlation coefficient between age and slaughter weight was 0,772, while that between age and carcass weight was 0,771. The value of the coefficient of determination of age to slaugter weight was r2= 0,597, while that of age to carcass weight was r2= 0,595. Based on the results of this research, it can be concluded that the age has a positive correlation to the slaughter weight and the carcass weight of crossbreed Simmental bull. | |
| 13049 | 16384 | H1L012077 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (SIA) BERBASIS WEB (STUDI KASUS SDIT DARUL FATAA BOJONGGEDE) | Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang melakukan kegiatan akademik, akan tetapi masih banyak sekolah yang memproses kegiatan akademiknya secara manual atau belum terkomputerisasi. Sistem Informasi Akademik (SIA) merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi dalam lembaga pendidikan. Sistem Informasi Akademik (SIA) ini dapat memproses semua data-data akademik yang ada disekolah. Sistem Informasi Akademik (SIA) ini di bangun berbasis website menggunakan bahasa pemrograman PHP, javascript, dan CSS. Pada Sistem Informasi Akademik (SIA) ini juga dapat melakukan monitoring keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar dan melaporkan ke orang tua siswa, melalui media pesan singkat atau SMS (Short Message Service). Sistem Informasi Akademik (SIA) ini menggunakan Gammu sebagai aplikasi tambahan untuk memproses pengiriman SMS. Dengan adanya Sistem Informasi Akademik (SIA) ini kegiatan akademik pada sekolah akan berjalan lebih efektif dan efisien. | The school is one of the institutions which perform academic activities, but there are still many schools academic activities that process manually or have not been computerized. Academic information system (SIA) is one of the utilization of information technology in educational institutions. Academic information system (SIA) is able to process all academic data that exists in all schools. Academic information system (SIA) is built based website using programming languages PHP, javascript, and CSS. On the academic information system (SIA) can also perform monitoring activities to follow students in active learning and reporting to parents of students, through the medium of text messaging or SMS (Short Message Service). Academic information system (SIA) uses Gammu as an extra application for processing the SMS sending. With the Academic information system (SIA) is the academic activities at school will run more effectively and efficiently. | |
| 13050 | 16396 | G1G012004 | PENGARUH TINGKAT STRES PSIKOSOSIAL TERHADAP VOLUME, VISKOSITAS, DAN KADAR KALSIUM SALIVA PADA NARAPIDANA LAKI-LAKI DI LAPAS KELAS IIA PURWOKERTO | Stres psikososial adalah stres yang disebabkan karena tekanan dari lingkungan sosial yang dapat terjadi pada narapidana. Stres dapat menyebabkan kesehatan gigi dan mulut seseorang menurun. Hal ini disebabkan karena gangguan pada saraf otonom glandula saliva yang akan menyebabkan produksi saliva berkurang, viskositas meningkat dan berkurangnya konsentrasi komponen saliva salah satunya kadar kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat stres psikososial terhadap volume, viskositas dan kadar kalsium saliva pada narapidana laki-laki di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 30 orang narapidana. Data tingkat stres psikososial dievaluasi menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale, volume saliva diperoleh dari pengukuran dengan gelas ukur, viskositas diperoleh dari pengujian dengan viskometer Brookfield DV-E dan kadar kalsium saliva diperoleh dari pengujian dengan Spektofotometer. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Multiple Regression liner dengan nilai p<0,05 (p=0,000). Simpulan penelitian ini terdapat pengaruh tingkat stres psikososial terhadap volume, viskositas dan kadar kalsium saliva pada narapidana laki-laki di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Narapidana disarankan mendapatkan pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut. | Psychosocial stress is a stress which is caused by social environment pressure that can affect the prisoners. Stress can cause decrease of oral health. This is caused by autonom nerves obstruction of saliva gland that will reduce saliva production,increase the viscosity of saliva, and reduce the concentration of calcium level, one ofsaliva component. The goal of this research is knowing the effect of psychosocial stress level on volume, viscosity, and calcium level on man prisoners in class IIA Purwokerto prison. This research using cross sectional method. The sampling technique used is purposive sampling to obtain a total sample of 30 prisoners. Psychosocial stress level data is evaluated with Perceived Stress Scale questionnaire,saliva volume is measured with measuring cup, viscosity is obtained by viscometer Brookfield DV-E testing and calcium levelof saliva is obtained with spectofotometry. Data is obtainedstatisticallyusingMultiple Regression linerwith p<0,05 (p=0,000). The conclusion of this research isthe effect of psychosocial stress level is found on volume, viscosity, and calcium level of saliva on man prisoners in class IIA Purwokerto prison. Prisoners are suggested to get dental examination so that it can increase their oral health. | |
| 13051 | 16385 | H1L012008 | Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Data Imunisasi Berbasis Web (Studi Kasus Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga) | Pelaksanaan imunisasi adalah salah satu indikator dalam bidang kesehatan yang merupakan program dari bagian pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga. Hasil dari pelaksanaan imunisasi dikelola oleh masing-masing petugas imunisasi puskesmas setiap bulan, selanjutnya diserahkan pada bagian pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga dalam bentuk file Microsoft Excel. Setelah semua data imunisasi terkumpul, bagian pengendalian penyakit harus merekap ulang data imunisasi dari seluruh puskesmas. Proses perekapan ini membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, dibutuhkan Sistem Informasi Pengelolaan Data Imunisasi untuk membantu proses pengelolaan data imunisasi. Sistem informasi ini dirancang dengan menggunakan Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram dan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman serta MySQL sebagai basis data. | Immunization practice is one of the indicators in the health division which is a program of disesase control division of Regional Public Health Office of Purbalingga. The result of immunization practice is processed by each of clinic’s immunization officials every month, which is in turn to be submitted to disease control division of Regional Public Health Office of Purbalingga in Microsoft Excel files. After all of immunization data are collected, disease control division must recap all the immunization data from all clinics. This recapitulation process requires a long time. Therefore, Information System of Immunization Data Processing is required to assist processing of immunization data. This information sistem is designed using DFD (Data Flow Diagram), ERD (Entity Relationship Diagram) and using PHP as programmming language also MySQL as database. | |
| 13052 | 16387 | C1G014024 | ANALISIS PENEGAKAN KODE ETIK PROFESI AUDITOR INTERN PEMERINTAH PADA INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif terhadap penerapan kode etik profesi auditor intern di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Penegakan Kode Etik Profesi Auditor Intern Pemerintah pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana APIP menerapkan kode etik profesi dalam menjalankan tugasnya, mengetahui kendala yang dihadapi oleh APIP dalam penerapan kode etik profesi serta mengetahui apa saja upaya yang dilakukan auditor intern untuk menegakan kode etik profesi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara terhadap 11 (sebelas) responden yang terdiri dari auditor dan pejabat struktural di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman dan penerapan prinsip etika dan aturan perilaku oleh auditor intern sudah baik. Namun demikian dalam penerapan prinsip etika dan aturan perilaku masih terdapat ketidakpatuhan terhadap kode etik yang dilakukan oleh auditor intern. Kendala yang dihadapi oleh auditor intern sehingga menyebabkan adanya pelanggaran terhadap kode etik antara lain kurangnya sosialisasi tentang kode etik, lingkungan kerja yang buruk, teladan dari pimpinan yang masih kurang, masih adanya tekanan dari internal seperti atasan, punishment yang kurang memberi efek jera, dan pengabaian terhadap pelanggaran. Berbagai upaya telah dilakukan auditor intern dalam penegakan kode etik antara lain dengan menguatkan tim audit dengan diskusi dan saling mengingatkan, meningkatkan religiusitas, mencontoh dari pimpinan, pembelajaran yang terus menerus serta bergaul di lingkungan yang baik. Terdapat harapan dari auditor intern agar penegakan kode etik di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan semakin kuat. Usaha yang perlu dilakukan antara lain sosialisasi tentang kode etik perlu dilakukan secara berkala, menciptakan lingkungan yang mendukung penegakan kode etik, menciptakan pimpinan sebagai teladan, pemantauan atas pelaksanaan kode etik, reward dan punishment yang lebih mengena, serta peran AAIPI sebagai organisasi profesi lebih aktif. Implikasi dari penelitian ini adalah Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan melakukan sosialisasi mengenai kode etik secara berkala kepada seluruh auditor, mengembangkan kultur etis kepada para pegawai, pimpinan di Inspektorat Jenderal untuk fokus dalam pemberian contoh perilaku yang baik kepada bawahan, Bagian SDM menyesuaikan pola mutasi dengan pola pengembangan pegawai, melakukan perbaikan budaya organisasi secara terus menerus, mengembangkan kecerdasan spiritual auditor, dan AAIPI untuk lebih mengambil peran dalam sosialisasi kode etik. | This study are to determine how to apply APIP code of professional conduct in carrying out its duties, knowing the constraints faced by APIP and the application of professional ethics as well as knowing what the efforts of internal auditors to enforce the code of professional conduct Data was collected through interviews with 11 (eleven) respondents consisting of auditors and officials in the Inspectorate General of the Ministry of Finance, the observation and study of literature. These results indicate that the understanding and application of ethical principles and rules of behavior by internal auditors has been good. However, in the application of ethical principles and rules of behavior there is still a lack of compliance with the code of conduct carried out by the internal auditor. There are expectations of internal auditors so that enforcement of codes of conduct within the Inspectorate General of the Ministry of Finance is getting stronger. Businesses that need to be carried out include the dissemination of the code of conduct needs to be done regularly, creating an good environment that supports the enforcement of the code of conduct, creating a leader as an example, monitoring of the implementation of the code of ethics, reward and punishment more striking, as well as the role AAIPI as professional associations are more active. | |
| 13053 | 16388 | C1K012052 | FACTORS INFLUENCING ON BRAND SWITCHING OF NON-HALAL TO THE HALAL COSMETIC PRODUCTS IN PURWOKERTO | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari promosi, informasi negative dari satu orang ke orang lain, ketidakpuasan konsumen, dan kebutuhan mencari variasi lain terhadap perpindahan merek. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto. Dengan menggunakan metode survey, 120 kuisioner disebarkan kepada seluruh mahasiswa yang mengubah kosmetik mereka dari kosmetik non-halal ke kosmetik halal. Penelitian ini menggunakan regresi berganda untuk metode penelitiannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa promosi, informasi negative dari satu orang ke orang lain, ketidakpuasan konsumen, dan kebutuhan mencari variasi lain memiliki pengaruh positif terhadap perpindahan merek. | The purpose of this research is to analyze the influence of promotion, negative word of mouth, customer dissatisfaction, and need of variety seeking on brand switching. The research was conducted in Jenderal Soedirman University, Purwokerto. By using survey method, 120 questionnaires were distributed among all students that change their cosmetics from non-halal to the halal cosmetic product. This study used multiple regression analysis as the method of research. The results of this research show that promotion, negative word of mouth, customer dissatisfaction, and need variety seeking have positive influence on brand switching. | |
| 13054 | 16389 | H1G012019 | BIOEKOLOGI IKAN BANDENG (Chanos chanos, Forsk.) YANG DITANGKAP DI WADUK SEMPOR, KEBUMEN | Ikan Bandeng (Chanos chanos) kini banyak ditebar di air tawar, salah satunya ditebar di Waduk Sempor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan hidup ikan bandeng di Waduk Sempor, jenis makanan, hubungan panjang dan bobot, pola pertumbuhan, faktor kondisi dan reproduksi ikan bandeng di Waduk Sempor. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan pengambilan sampel ikan bandeng diambil secara acak dari 6 lokasi di Waduk Sempor sebanyak 3 kali (November 2015, Januari 2016 dan Maret 2016). Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi lingkungan hidup ikan bandeng mendukung untuk pertumbuhan ikan bandeng. Pola pertumbuhan ikan bandeng bulan November 2015 dan Januari 2016 (allometrik negative) dan Maret 2016 (allometrik positive). Faktor kondisi ikan bandeng terendah yaitu bulan November. Jenis makanan alami ikan bandeng adalah fitopiankton. Nilai rata-rata IHS bulan November sampai Maret menurun dari 0.757% - 0.564%. IVS berkisar antara 7.914% - 8.571%. Rasio kelamin ikan bandeng belum terlihat, karena diduga ikan bandeng belum matang gonad dan salinitas air waduk kurang mendukung untuk perkembangan organ reproduksi ikan bandeng. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kualitas air dan makanan sangat mendukung untuk pertumbuhan namun kurang mendukung untuk reproduksi ikan bandeng. | The milkfish (Chanos Chanos) is now widely cultivated at freshwater, including the reservoir Sempor. This study aims to determine the habitat conditions of milkfish in Waduk Sempor, food preferences, length-weight relationship, the growth pattern, condition factor and reproduction of Chanos Chanos in the reservoir Sempor. The survey method was used in the research and fishes were sampled three times randomly (November 2015, January 2016 and March 2016) from six sampling location. Data were analyzed descriptively. The results showed that the habitat conditions conducive to the growth of milkfish. The growth pattern of milkfish in November 2015 and January 2016 (allometric negative) and March 2016 (positive allometric). Condition factors of milkfish decreased in November. The dominant type of natural feed is phytoplankton The average value of HSI November to March declined from 0,757%-0,564%. VSI range between 7,914% – 8,571%. The sex ratio of fish has not been visible, for allegedly immature fish gonads and reservoir water salinity less support for the development of the reproductive organs of fish. The conclusion of this research is water quality parameters and feed is very support for the growth of fish but no support for reproduction. | |
| 13055 | 15468 | H1D011007 | PENGARUH PENAMBAHAN CALCIUM STEARATE TERHADAP KUAT TEKAN DAN INFILTRASI ION KLORIDA PADA BETON MUTU 20 MPa | Penggunaan struktur beton bertulang pada daerah agresif atau yang selalu terkena air laut sangat beresiko terhadap terjadinya korosi pada tulangan akibat adanya infiltrasi dari unsur garam pada air laut, diantaranya unsur klorida dan sulfat. Unsur tersebut meresap dan masuk kedalam beton melalui pori-pori kapiler yang terdapat pada beton, akibatnya beton mengalami perubahan sifat kimia dari yang semula bersifat basa menjadi bersifat asam. Akibat dari perubahan tersebut maka lapisan pasif yang terdapat pada permukaan baja tulangan mengalami kerusakan sehingga terjadi reaksi kimia antara besi dengan ion OH¯ atau ion Cl¯ hingga terjadinya korosi dan merusak karakteristik beton. Salah satu bentuk kerusakan yang dialami beton yang terpapar lingkungan korosif adalah penurunan mutu atau kuat tekan beton yang merupakan kelebihan dari material bton. Lingkungan korosif dapat mempengaruhi mutu atau sifat kuat tekan beton maka harus ada pencegahan atau inovasi pada beton yang dirancang untuk konstruksi di lingkungan korosif, karena jika dibiarkan akan berpengaruh terhadap waktu layan atau durabilitas beton tersebut. Untuk mengurangi resiko kerusakan tersebut, maka beton dibuat sekedap mungkin terhadap air. Untuk itu dilakukan penambahan calcium stearate ke dalam beton untuk mengurangi infiltrasi ion klorida. Calcium stearate digunakan pada penelitian dengan variasi penambahan ke dalam beton sebanyak 0 kg, 1 kg, 5 kg, dan 10 kg per m3 beton. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan calcium stearate terhadap kuat tekan dan infiltrasi ion klorida. Metode pengujian kuat tekan mengacu pada SNI 03-1974-1990 sedangkan pengujian korosi dilakukan menggunakan uji titrasi serbuk. Sampel benda uji kuat tekan berupa silinder beton berukuran diameter 10 cm dengan tinggi 20 cm. Sedangkan sampel benda uji infiltrasi berupa kubus beton berukuran 15x15x15 (cm). Hasil pengujian kuat tekan diperoleh untuk benda uji beton yang ditambahkan calcium stearate 1 kg per m3 mengalami kenaikan sebessar 17,24% dari benda uji beton yang tidak ditambahkan calcium stearate, sedangkan benda uji beton dengan kandungan calcium stearate 5 kg dan 10 kg per meter kubik mengalami penurunan nilai kuat tekan berturut-turut yaitu sebesar 5,26% dan 17,42% dari benda uji beton yang tidak ditambahkan calcium stearate. Sedangkan pada pengujian infiltrasi ion klorida diperoleh benda uji yang ditambahkan calcium stearate 10 kg mengandung kandungan klorida paling rendah yaitu 0,01029% untuk jarak pengeboran 1 cm, 0,0086% untuk jarak pengeboran 2 cm, 0,00302% untuk jarak pengeboran 4 cm, 0% untuk jarak pengeboran 6 cm dan 8 cm. . | The use of reinforced concrete structure in the aggressive area or always exposed by sea water very risky against the corrosion of there in forcement due to infiltration of salt from seawater, including chloride and sulfate. These element senter and seep into the concrete through the poresof the capillariesin the concrete, so that concrete change of chemical propertiesfrom alkalinetoacid. As a result of these changes, the passive layer on the surface of the steel reinforcement was damaged and causing a chemical reaction betwen steelions OH¯ or Cl¯to corrosion and damage the concrete characteristics. One form of damage suffered by the concrete is exposed to a corrosive environment or deterioration of the concrete compressive strength which is the excess of the concrete material. Corrosive environments may affect the quality or the compressive strength of the concrete should be no prevention or innovation in the concrete that are designed for construction in corrosive environments, because if left unchecked will affect the service life or durability of the concrete .. To reduce the risk of such damage, the concrete made sekedap possible to water. Therefore, the addition of calcium stearate into the concrete to reduce the infiltration of chloride ions. Calcium stearate is used in research with a variety of additions into the concrete as much as 0 kg, 1 kg, 5 kg and 10 kg per m3 of concrete. The purpose of this research is to determine the effect of calcium stearate of compressive strength and infiltration of chloride ions. Compressive strength testing method refers to the SNI 03-1974-1990 while corrosion testing was performed using titration test powder. Samples of the test specimen in the form of a cylinder compressive strength of concrete measuring 10 cm in diameter with a height of 20 cm. While the sample specimen infiltration in the form of concrete cube measuring 15x15x15 (cm). The test results obtained for the compressive strength of concrete test specimens were added calcium stearate 1 kg per m3 increased sebessar 17.24% of the concrete specimen that does not add calcium stearate, while the concrete specimen containing calcium stearate 5 kg and 10 kg per cubic meter decrease the compressive strength, respectively, are 5.26% and 17.42% of the concrete specimen is not added calcium stearate. While the infiltration of chloride ions obtained testing specimens are added 10 kg calcium stearate containing most low chloride content is 0.01029% for a distance of 1 cm drilling, drilling spacing 0.0086% to 2 cm, 0.00302% for a distance of 4 cm drilling , 0% for a drilling distance of 6 cm and 8 cm. | |
| 13056 | 16390 | D1E012224 | PENGARUH WAKTU POST THAWING SEMEN BEKU SAPI SIMMENTAL TERHADAP VIABILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu post thawing semen beku sapi Simmental terhadap viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Semen beku sapi Simmental dithawing pada suhu 37°C selama 30 detik. Perlakuan terdiri atas P0: Waktu Post Thawing Jam ke 0, P1: Waktu Post Thawing Jam ke 1, P2: Waktu Post Thawing Jam ke 2, P3: Waktu Post Thawing Jam ke 3. Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Peubah yang diukur adalah viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial dan uji beda nyata jujur. Rataan ± sd viabilitas untuk P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 54,92 ± 3,69 %, 48,92 ± 2,50 %, 40,83 ± 3,16 % dan 32,17 ± 2,06 %. Uji lanjut orthogonal polynomial menunjukkan pengaruh linier. Uji BNJ menunjukkan bahwa semua perbandingan antar perlakuan berbeda nyata (P<0,05). Rataan ± sd abnormalitas untuk P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 13,33 ± 0,60 %, 15,08 ± 1,24 %, 15,67 ± 0,87 % dan 17,08 ± 1,71 %. Uji Lanjut orthogonal polynomial menunjukkan pengaruh linier. Uji BNJ menunjukkan bahwa P0vsP2, P0vsP3 dan P1vsP3 berbeda nyata (P<0,05) sedangkan P0vsP1, P1vsP2 dan P2vsP3 berbeda tidak nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa semakin lama waktu post thawing maka semakin jelek kualitas semen. Waktu post thawing semen beku sapi Simmental lebih dari 1 jam tidak layak digunakan untuk inseminasi buatan. | The purpose of this study was to examine the effect of post thawing time of Simmental frozen semen on viability and abnormality of spermatozoa. The study was carried out experimentaly using the Completely Randomized Design. Simmental frozen semen was thawed at temperature of 37°C for 30 seconds. The treatments consisted of P0: Post thawing time for 0 hour, P1: Post thawing time for 1 hour, P2: Post thawing time for 2 hours, P3: Post thawing time for 3 hours. Each treatment was repeated six times. The parameters measured were viability and abnormality of spermatozoa. Data were analyzed using analysis of variance followed by polynomial orthogonal test and honestly significant difference test. Means ± sd of viability for P0, P1, P2 and P3 were 54.92 ± 3.69 %, 48.92 ± 2.50 %, 40.83 ± 3.16 % and 32.17 ± 2.06 %, respectively. Further test of orthogonal polynomial showed that the effect was linear. HSD test showed that all comparisons between treatments were significant differences (P<0.05). Means ± sd of abnormality for P0, P1, P2 and P3 were 13.33 ± 0.60 %, 15.08 ± 1.24 %, 15.67 ± 0.87 % and 17.08 ± 1.71 %, respectively. Further test of orthogonal polynomial showed that the effect was linear. HSD test showed that P0vsP2, P0vsP3 and P1vsP3 were significant differences (P<0.05), while P0vsP1, P1vsP2 and P2vsP3 were not significant differences (P>0.05). In conclusion, as the post thawing time progresses, the quality of semen was decreases. Post thawing time of Simmental frozen semen over 1 hour is not feasible for artificial insemination. | |
| 13057 | 16391 | D1E012339 | IMBANGAN PAKAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN DALAM SILASE PAKAN KOMPLIT TERHADAP UKURAN LINIEAR DOMBA JANTAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbangan pakan konsentrat dan hijauan dalam silase pakan komplit terhadap ukuran panjang badan, tinggi badan, dan lingkar dada domba lokal jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 20 ekor domba lokal jantan dengan bobot berkisar antara 12-22 kg dan bahan penyusun silase pakan komplit adalah rumput gajah, konsentrat, mineral, garam dan tetes tebu. Metode penelitian adalah eksperimental dengan menggunakan analisis rancangan acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap ukuran panjang badan (P<0.05), dan ukuran lingkar dada (P<0.05) sedangkan ukuran tinggi badan tidak berpengaruh nyata (P>0.05) Berdasarkan uji beda nyata jujur (BNJ) ukuran panjang badan dan lingkar dada (P1-P5 270 ± 9,6767 cm dan untuk lingkar dada (P1-P5 323,5 ± 17,46 cm. Sedangkan untuk Tinggi badan tidak berpengaruh nyata (> 0,05) dengan hasil rata-rata dan standar deviasi 292 ± 23,0. Kesimpulan dari penelitian pemberian silase pakan komplit kepada domba lokal jantan dapat menambah ukuran liniear panjang badan dan lingkar dada, tetapi tidak menambah ukuran liniear tunggi badan. | This research aimed to know the influence of the balance of concentrates and forage of the complete feed silage toward the size of the length, height, and chest circumference of local ram. The materials used in this research were 20 local rams with the weight ranging between 12 to 22 kg and the feed was composed of forage silage of elephants,grass concentrates, minerals, salts and molasses. The research method was experimental by using randomized analysis group design. The results showed that treatment garca the significant effect toward the size of the length (P < 0.05) and the size of the chest circumference( P < 0.05), while the size of the height had no significant (P > 0.05) Based on Honesty Significance Difference (HSD), the sizes of chest circumference and body length was P1-P5 270 ± 9.6767 cm and circumference of the chest was P1-P5 323.5 ± 17.46 cm. As for the height, it had no significant (> 0.05) and the results of the average and standard deviation was around 292 ± 23.0 292. The conclusions of this research is complete feed silage can increase the size of the length and circumference of linear chest, but do not the add of the sizes linear height of body, of local rams | |
| 13058 | 16392 | B1J012158 | Potensi Biomasa dan Cadangan Karbon pada Tegakan Pinus (Pinus merkusii) di RPH Baturraden KPH Banyumas Timur Jawa Tengah | Pemanasan global merupakan suatu peristiwa meningkatnya suhu rata-rata atmosfer bumi sebagai akibat dari meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK). Oleh karena itu, untuk menanggulangi pemanasan global adalah dengan menurunkan konsentrasi GRK melalui vegetasi hutan. Salah satu tipe hutan yang potensial menurunkan GRK terutama karbondioksida (CO2) adalah hutan pinus. Tegakan pinus mampu menyerap CO2 dan menyimpannya dalam bentuk biomasa. Biomasa tegakan sangat berhubungan dengan umur tegakan. Umur tegakan pinus berbanding lurus dengan biomasa tegakan, sedangkan biomasa tegakan berbanding lurus dengan cadangan karbon. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh umur tegakan terhadap biomasa dan cadangan karbon tegakan pinus, mengetahui umur tegakan pinus yang menyimpan biomasa dan cadangan karbon paling besar dan untuk mengatahui hubungan antara umur dengan biomasa dan cadangan karbon tegakan pinus. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Tegakan pinus yang digunakan dalam penelitian adalah tegakan pinus umur 9, 33, 36, dan 39 tahun. Variabel bebas yang diamati adalah umur tegakan pinus, sedangkan variabel bergantung adalah biomasa dan cadangan karbon tegakan pinus. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis varian dengan uji lanjut BNT dan analisi regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata potensi biomasa dan cadangan karbon tegakan pinus tertinggi adalah pada umur 39 tahun yaitu sebesar 45,93 ton.ha¬-1 dan 21,13 ton.ha¬-1, dan yang terkecil adalah pada umur 9 tahun yaitu sebesar 4,25 ton.ha¬-1 dan 1,96 ton.ha¬-1, umur tegakan pinus memiliki pengaruh terhadap besarnya jumlah biomasa maupun cadangan karbon, umur tegakan pinus yang memiliki biomasa dan cadangan karbon tertinggi adalah umur 39 tahun, dan hubungan antara umur dengan biomasa maupun cadangan karbon tegakan pinus membentuk pola hubungan kuadratik. | Global warming is a phenomenon increased the average temperature of the Earth's atmosphere as a result of increasing concentrations of greenhouse gases (CGG). Therefore, to cope global warming is by reducing the concentration of greenhouse gases through forest vegetation. One type of potential forest to reduce greenhouse gases, especially carbon dioxide (CO2) is a pine forest. Pine stands are capable to keep CO2 and store it in the form of biomass. Biomass stands very correlated with stand age. Age stands of pine will be directly proportional to the stand biomass, while the biomass of stands will be directly proportional to the carbon stocks. The purpose of the study to find out the effect of age on biomass and carbon stocks pine stands, to find out the age of pine stands that hold the largest of biomass and carbon stocks, to find out the relationship between age and standing biomass and carbon stocks of pine. The method used is a survey with sampling technique using cluster random sampling. Pine forest used in the research are pine stands age 9, 33, 36, and 39 years. The independent variable in this research is age of pine stands, whereas biomass and carbon stock are used the dependent variables. Data were analyzed using ANOVA with advanced test LSD and regression analysis. The results showed that the average potential of biomass and carbon stock of pine stands are highest is at the age of 39 years, namely of 45,93 tons.ha¬-1 and 21,13 tons.ha¬-1, and the smallest was at the age of 9 years are 4,25 tons.ha¬-1 and 1,96 tons.ha¬-1, age pine stands are effect on biomass and carbon stock, age pine stands that has the highest biomass and carbon stock are 39 years of age, and the relationship formed between the age of pine stands with biomass or carbon stock are quadratic. | |
| 13059 | 16393 | H1K010040 | Analisis Pasang Surut Terhadap Zonasi Mangrove di Segara Anakan Bagian Barat, Cilacap | Ekosistem mangrove merupakan ekosistem perubahan antara darat dan laut yang memiliki karakteristik yang unik dan spesifik. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pasang surut di wilayah pesisir, pantai, dan pulau-pulau kecil. Komposisi dan distribusi jenis mangrove di area genangan yang berbeda dipengaruhi oleh periode pasang surut dan frekuensi penggenangan air pasang. Perbedaan lama penggenangan dan tingkat kedalaman air merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove. Penelitian ini bertujuan menduga waktu penggenangan air; mengetahui keadaan zonasi mangrove; dan mengetahui gambaran pasang surut dan dominansi mangrove di Segara Anakan bagian barat, Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2015 dan selesai pada September 2015. Penelitian ini menggunakan metode stratified sampling dengan sembilan stasiun. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan metode admiralty untuk analisis kepadatan bakau dengan ketinggian air. Kedalaman air dan waktu genangan didapatkan dari hasil pengukuran lapangan dan dibandingkan dengan NaoTide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Segara Anakan bagian barat dengan kategori sering tergenang, dan didominasi oleh mangrove Sonneratia caseolaris, Avicennia marina, Agiceras corniculatum, Rhizopora apiculate dan Rhizopora mucronata | Mangrove ecosystem is an interference ecosystem between land and sea which has unique and spesific characteristic. Mangrove ecosystem is a tidal ecosystem in coastal areas, beach, and small islands. The composition and distribution of mangrove species in inundation differences area are influenced by tide periods and frequency of sea tide inundation. The differences of inundation period and water depth give impact for mangrove growth. This research aimed to know the inundation time, to know the mangrove zonationing, and analysed the relationship between tide and mangrove zonationing in western part of Segara Anakan, Cilacap, Central Java. This study is conducted in August 2015 - September 2015. This research used stratified sampling with nine stations. The procedure method used survey and admiralty method to analyse mangrove density with water level. The water level and time of inundation is used by field data and compared to NaoTide. The results showed that western part of Segara Anakan had the categorized frequently inundation and was dominated by mangrove Sonneratia caseolaris, Avicennia marina, Agiceras corniculatum, Rhizopora apiculate dan Rhizopora mucronata. | |
| 13060 | 16397 | B1J012159 | HUBUNGAN ANTARA NITROGEN/FOSFOR DAN SILIKA DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS Chrysophyta DI WADUK PENJALIN | Nitrogen (N) berperan dalam pembentukan protein di dalam organisme, sedangkan Fosfor (P) diperlukan sebagai transfer energi dari luar ke dalam sel organisme. Rasio total nitrogen (TN) terhadap total fosfor (TP) disebut dengan redfield ratio, akan berpengaruh terhadap struktur komunitas terlebih pada kelimpahan fitoplankton. Chrysophyta merupakan salah satu fitoplankton yang ditemukan pada perairan air tawar serta membutuhkan nutrien silika dalam pembentukan dinding selnya. Selama ini belum dilakukan penelitian ini serta penggunaan lahan pertanian, cuci kakus dan peternakan ayam di sekitar Waduk Penjalin ikut memberi pengaruh terhadap ketersediaan nitrogen, fosfor serta silika di perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air Waduk Penjalin berdasarkan Baku Mutu pada PP No. 82 tahun 2001 serta pengukuran konsentrasi total nitrogen, total fosfor dan silika; struktur komintas Chrysophyta meliputi komposisi, kelimpahan, keanekaragaman dan dominansi; hubungan antara TN; TP; Silka; TN/TP; TN/TP dan silika dengan kelimpahan Chrysophyta di Waduk Penjalin. Parameter utama yang diamati yaitu jumlah individu dan jenis Chrysophyta serta konsentrasi total nitrogen, total fosfor dan silika sedangkan parameter pendukung yang digunakan adalah pengukuran fisika-kimia perairan. Metode analisis yang digunakan berdasarkan tujuan penelitian yaitu metode deskriptif, Indeks dominansi Simpson, Indeks keanekaragaman Shannon-Wienner dan analisis korelasi-regresi. Hasil pengukuran kualitas air masih dalam kondisi baik, konsentrasi TN berkisar antara 4,08 - 5,06 mg.l-1, TP antara 0,018 - 0,39 mg.l-1 dan silika antara 23,15 - 35,11 mg.l-1. Komposisi Chrysophyta tertinggi yaitu dari kelas Bacillariophyceae dengan 10 family. Kelimpahan total Chrysophyta berkisar antara 998-6.200 ind.l-1. Struktur komunitas Chrysophyta di Waduk Penjalin memiliki keanekaragaman sedang dan tidak ada spesies yang mendominasi. Hubungan TN; TP; Silka; TN/TP; TN/TP dan silika tidak memberi pengaruh terhadap kelimpahan Chrysophyta. | Nitrogen (N) are essentials for protein synthesis within organism while Phosphor (P) are necessary for transporting energy from extracellular into cell. Ratio of total nitrogen (TN) towards total phosphor (TP) is called redfield ratio, which affects community structure of phytoplankton especially its abundance. Chrysophyta is one of phytoplankton found in fresh water that use silica to synthesize their cell wall. This study has never been done in the past. Agricultural activities, chicken farming, washing and sanitation around contribute to the availability of nitrogen, phosphor and silica to in Penjalin Reservoir. This study aimed to test water quality of Penjalin Reservoir on the basis of PP No. 82 Tahun 2001 and to measure concentration of total nitrogen, total phosphor and silica; community structure of Chrysophyta that includes composition, abundance, diversity and dominance; effect of TN, TP, TN/TP and silica on the abundance of Chrysophyta in Penjalin Reservoir. Main parameters observed were the number of individuals and species of Chrysophyta, concentration of TN, TP and silica while additional parameter were physical-chemical quality of water. The data were analysed with descriptive method, Simpson’s domination index, Shanon-Wienner’s diversity index and correlation-regression analysis. The result proved that the water was in good condition. TN concentration were 4,08 – 5,06 mg.l-1, TP were 0.018–0,39 mg.l-1 and the silica were 23,15–35,11 mg.l-1. The Chrysophyta was mostly composed by Bacillariophyceae with 10 family. Total abundance of Chrysophyta ranged between 998–6200 ind.l-1. Community structure of Chrysophyta in Penjalin reservoir had moderate diversity with no dominating species. Concentration of TN, TP, silica, TN/TP and silica didn’t affect the abundance of Chrysophyta. |