Artikelilmiahs

Menampilkan 13.061-13.080 dari 49.629 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1306116399B1J010229PENGARUH NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) YANG DITANAM PADA TANAH DARI TEGAKAN PINUS (Pinus mercusii)
Dalam rangka pencapaian produktivitas rumput gajah sebagai pakan ternak diperlukan suatu teknik budidaya yang tepat. Budidaya rumput gajah sebagai pakan ternak dapat memanfaatkan lahan di bawah tegakan pinus. Tanah di bawah tegakan pinus yang banyak mengandung serasah diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman rumput gajah. Atas dasar hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap pertumbuhan rumput gajah serta menentukan naungan yang optimal untuk pertumbuhan rumput gajah yang ditanam pada tanah dari tegakan pinus.
Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel bebas yang digunakan adalah naungan berupa paranet dengan intensitas cahaya 55%, 65%, 75%, dan tanpa naungan. Sedangkan variabel tergantungnya berupa pertumbuhan rumput gajah. Parameter yang diamati dari variabel pertumbuhan rumput gajah terdiri atas tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun, biomassa terdiri atas berat basah dan berat kering, nisbah tajuk dan akar, serta kandungan klorofil a dan b. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam atau uji F pada tingkat kesalahan 5% atau 1%. Hasil yang berpengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT).
Hasil perhitungan analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan naungan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan rumput gajah. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan pertumbuhan rumput gajah terhadap pemberian naungan dan meningkat pada semua umur. Pemberian naungan 65% yang optimal untuk pertumbuhan rumput gajah.
In order to achieve the productivity of napier grass as fodder, it is required a proper cultivation technique. The cultivation of napier grass as fodder may use the soil under pine stands. Soil under pine stands containing a lot of litters is expected to support the growth of napier grass. Based on the explanation above, the objective of this research was to determine the effect of shade on the growth of napier grass and determine the optimal shade for the growth of napier grass planted in the soil of pine stands.
This research used experimental method with complete randomized design (CRD). The independent variables in this research were the shade in the form of paranet with light intensity of 55%, 65%, 75%, and without shade, while the dependent variable was the growth of napier grass. The observed parameter of napier grass growth variable consisted of plant height, number of tillers, leaf area, biomass consisting of wet weight and dry weight, the ratio of canopy and roots, and chlorophyll a and b. Data were analyzed using analysis of variance or F test at an error rate of 5% or 1%. The result was a significant or very significant effect and it was followed by Least Significant Difference (LSD) test.
The result of variance analysis indicated that the treatment of shade had a significant effect (P<0.05) on the growth of napier grass. This was demonstrated by the increased growth of napier grass on the provision of shade and increased at all ages. The provision of optimal shade was 65% for the growth of napier grass.
1306216398A1L012096ANALISIS FILOGENETIK JERUK
INDONESIA BERDASARKAN SEKUEN GEN MDH
Tanaman jeruk memiliki sistem taksonomi dan hubungan kekerabatan yang sangat rumit dan kontroversial. Permasalahan keragaman genetik antargenotip dan kultivar Citrus masih belum terpecahkan secara utuh. Indonesia kaya akan sumber plasma nutfah jeruk. Namun, di beberapa daerah banyak dijumpai jenis-jenis jeruk yang tidak diketahui asal-usulnya dan dikenal sebagai kultivar lokal dengan nama sesuai dengan daerah asalnya, atau kultivar yang sama dengan nama yang berbeda. Malate dehydrogenase (MDH) merupakan gen yang menyandikan enzim malat dehidrogenase, enzim ini berperan penting pada metabolisme seluler. MDH berbasis single nucleotide polymorphism (SNP) secara umum mempunyai mutasi yang sangat rendah, hal tersebut membuatnya sangat berguna untuk analisis filogenetik jeruk. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji filogenetik jeruk Indonesia berdasarkan sekuen gen MDH, dan 2) mengkaji efektifitas sekuen gen MDH untuk analisis filogenetik jeruk Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian dan Laboratorium Genetika Molekuler Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman selama enam bulan dari bulan Oktober 2015 sampai dengan Maret 2016. Sequencing dilakukan di 1st Base Asia Sequencing Int., Singapore. Penelitian ini menggunakan sekuen gen MDH dengan jumlah sampel 20. Hasil analisis filogenetik menggunakan MEGA 6.0 membagi genotip yang diuji menjadi tiga klaster utama yang diyakini sebagai jeruk asli yaitu klaster mandarin, citron dan pummelo. Klaster mandarin terdiri dari jeruk sunkist Amerika, keprok Garut, siam Purworejo, siam simadu, siam Banjar dan siam Kintamani. Klaster citron terdiri dari jeruk nipis 1, nipis 2, limau 1 dan limau 2. Klaster pummelo terdiri dari jeruk besar Nambangan, besar Bali, besar Magetan, besar pummelo, jeruk intan, jari Budha dan jeruk lemon. Jeruk purut 1 dan purut 2 masuk ke dalam klaster micrantha yang dimungkinkan sebagai spesies lain yang berkontribusi sebagai spesies asli.


Taxonomic System and phylogenetic relationship of Citrus is very complicated and controversial. Indonesia possesed a high diversity of Citrus based on total taxonomi unit. Genetic diversity problems between genotype and cultivars of Citrus are still unsolved in their entirety. However, in some areas many common types of Citrus origin were unknown and were known as a local cultivar by name according to the region of origin, or the same cultivar with different names. Malate dehydrogenase (MDH) is a gene which encodes malate dehydrogenase enzyme, this enzyme plays an important role in cellular metabolism. MDH-based single nucleotide polymorphism (SNP) in general has a very low mutation and makes it very useful for Citrus phylogenetic analysis. This study was aimed 1) to assess the phylogenetic relationship of Indonesian Citrus based on MDH gene sequences, and 2) to asses the effectiveness of MDH gene sequences for Indonesian Citrus phylogenetic analysis. This research was conducted at the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture and Laboratory of Molecular Genetics, Faculty of Biology in Jenderal Soedirman University for six months started from October 2015 to March 2016. Sequencing process was conducted at the 1st Base Asia Sequencing Int., Singapore. This study used gene sequences MDH with 20 samples of Citrus. The results of phylogenetic analysis based on MEGA 6.0 divided the genotypes tested into three main clusters which were believed to be the original Citrus, there were mandarin, citron and pummelo clusters. Mandarin cluster was consisted of American sunkist, keprok Garut, siam Purworejo, siam simadu, siam Banjar and siam Kintamani. Citron cluster was consisted of nipis 1, nipis 2, limau 1 and limau 2. Pummelo cluster was consisted of pummelo Nambangan Citrus, pummelo Bali, pummelo Magetan, pummelo, intan, Buddha fingers and lemon. Purut 1 and 2 were clustered into micrantha cluster which possible as other species that contributed as true Citrus species.

1306316401D1E011164PERFORMAN REPRODUKSI SAPI JAWA BREBES
DI KECAMATAN BANJARHARJO KABUPATEN BREBES
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Mei sampai dengan 14 Juni 2016 di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performan rerpduksi dan perbedaan performan reproduksi sapi Jawa Brebes (Jabres) berdasarkan Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Non Return Rate (NRR), Calving Interval (CI) dan Lama Bunting. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei (survey method) terhadap peternak sapi Jabres di Kecamatan Banjarharjo. Sampel wilayah dipilih secara purposive sampling berdasarkan populasi sapi Jabres terbanyak di Kecamatan Banjarharjo, terpilih Desa Cimunding, Desa Banjarharjo, Desa Malahayu, Desa Blandongan, Desa Bandungsari, Desa Cikuya, dan Desa Cipajang. Responden harus memiliki induk sapi Jabres, kemudian dikelompokan antara yang menggunakan perkawinan alami dengan inseminasi buatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rataan ± sd S/C, CR, NRR(30 hari), CI, dan Lama Bunting pada perkawinan alam secara berturut-turut adalah 1,46 ± 0,27 (n=18), 62,48 ± 18,17%, 48,99 ± 22,31% (n=18), 13,19 bulan ± 0,70 (n=73), 9,068 bulan ± 0,24 (n=73), sedangkan Rataan ± sd S/C, CR, NRR(30 hari), CI, dan Lama Bunting pada inseminasi buatan secara berturut-turut adalah 1,52 ± 0,34 (n=18), 54,13 ± 23,62% (n=18), 62,52 ± 20,25% (n=18), 13,41 bulan ± 0,88 (n=60), 9,183 bulan ± 0,31 (n=60). Uji t (t-test) menunjukkan bahwa hasil antara perkawinan alami dengan inseminasi buatan tidak berbeda nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa performan reproduksi sapi Jabres di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes antara perkawinan alami dengan inseminasi buatan tidak berbeda dan sudah cukup baik.This research was conducted on May 9 until June 14, 2016 in Banjarharjo District, Brebes. This research was aimed at determining the reproduction performance and differentiating the reproduction performance of Jabres cows based on Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Non Return Rate (NRR), Calving Interval (CI) and pregnancy period. The research was conducted through survey method towards Jabres cow in Banjarharjo District. Sampling areas were selected through purposive sampling according to the highest number of Jabres cows population in Banjarharjo, which were located in villages of Cimunding, Banjarharjo, Malahayu, Blandongan, Bandungsari, Cikuya and Cipajang. Respondents have to own Jabres cows which were then classified into the natural breeding group and artificial insemination. The obtained data were then analyzed using descriptive analysis and the t-test. The result showed that the average ± sd% S/C, CR, NRR (30 days), CI and pregnancy period in natural breeding are consecutively 1.46 ± 0.27 (n=18), 62.48 ± 18.17%, 48.99 ± 22.31% (n=18), 13.19 ± 0.70 months (n=73), 9.068 ± 0.24 months (n=73) meanwhile the average ± sd S/C. CR, NRR (30 days), CI and pregnancy period in arcificial insemination are consecutively 1.52 ± 0.34 (n=18), 54.13 ± 23.62% (n=18), 62.52 ± 20.25% (n=18), 13.41 ± 0.88 months (n=60), 9.183 ± 0.31 months (n=60). The t-test shows that the reproduction results through natural breeding and artificial insemination is not significant (P>0.05). It can be concluded that the reproduction performance of Jabres cows in Banjarharjo District, Brebes, through natural breeding and artificial insemination is not significant and is already well-implemented.
1306416402F1F011023Comparative Study of Genre Characteristics Between Description and Report Text in Discovery NewsABSTRAK

Nida, Faridatun. 2016.Comparative Study of Genre Characteristics between Descriptive and Report Text in Discovery News. Skripsi. Pembimbing 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd., Pembimbing 2: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A., Penguji: Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Kemetrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi S1 Sastra Inggris, Purwokerto.
Kata Kunci: Genre, Teks Deskriptif, Teks Report, Artikel

Penelitian yang berjudul Comparative Study of Genre Characteristics between Description and Report Text in Discovery News ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan antara teks deskriptif and teks report dengan mengidentifikasi karakteristik dari masing masing jenis teks tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan yaitu artikel bergenre deskriptif and report yang diambil dari website Discovery News. Data dianalisis menggunakan teori genre dari Hammond.
Penelitian ini menunjukan 26 teks deskriptif dan 56 teks report yang terbit pada bulan Desember 2015. Perbedaan yang muncul diantara keduanya dapat dilihat dari segi tujuan, struktur dan pola grammatikalnya. Objek dalam teks deskriptif lebih spesifik daripada teks report, tetapi teks report memiliki penjelasan yang lebih detail daripada teks deskriptif. Teks deskriptif berfokus pada penggambaran mengenai karakteristik secara khusus yang dimiliki oleh objek tersebut yang membuatnya berbeda dari objek lainnya, sedangkan teks report menjelaskan suatu fenomena secara detail mengenai fungsinya, kebiasaannya, atau sebab akibat dari suatu fenomena. Dari segi pola grammatikalnya, penggunaan simple present tense memiliki fungsi yang khusus. Hal tersebut menunjukan bahwa informasi yang disajikan dalam teks report berlaku lebih lama daripada teks deskriptif. Teks deskriptif juga cenderung menggunakan deskriptif adjektif, sedangkan teks report cenderung menggunakan istilah teknis.
ABSTRACT


Nida, Faridatun. 2016.Comparative Study of Genre Characteristics between Description and Report Texts in Discovery News. Thesis Supervisors 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd., Supervisor 2: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A., External Examiner: Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Study Program, Purwokerto.

Keywords: Genre, Description Text, Report Text, Article

The research entitled Comparative Study of Genre Characteristics between Descriptive and Report Text in Discovery News is aimed at describing the differences between description and report texts by identifying genre characteristics of each text.
This study used qualitative method. The main data were description and report text articles which were taken from Discovery News website published in December 2015. The data were analyzed by using genre theory from Hammond.
The result reveals that there are 26 description texts and 56 report texts published by Discovery News in December 2015. The differences between description and report texts are seen in social function, schematic structure and grammatical pattern of the text. The object of description text is more specific than report text, but from the explanation, the report text is more detail than description text.Description text also focuses more on specific characteristics of the object that makes it different from other, on the other hand, report text focuses on the behavior, function and the cause and effect of the phenomena. From the grammatical pattern of the text, the use of simple present tense has particular function. It shows that the information in report text can be used for longer time than description text. Description text also tends to use descriptive adjective to support the description, while report text uses technical vocabulary and long nominal group to compact the information.
1306516403H1D012017PERBANDINGAN PENGGUNAAN SHEAR WALL DAN TANPA SHEAR WALL PADA BANGUNAN GEDUNG TERHADAP BIAYA KONSTRUKSI
(Studi Kasus Proyek Pembangunan Rumah Susun Mahasiswa Tipe-24 Akademi Kebidanan Kabupaten Purworejo)
Shear wall (dinding geser) merupakan struktur yang dirancang untuk menahan geser akibat gempa bumi. Dengan adanya shear wall yang kaku pada bangunan gedung, sebagian besar gaya gempa akan terserap oleh shear wall tersebut. Namun untuk konstruksi bangunan gedung bertingkat rendah pemakaian shear wall perlu ditinjau ulang mengingat biaya yang dikeluarkan besar. Penelitian bertujuan membandingkan biaya yang dibutuhkan untuk membuat sebuah gedung dengan memodelkan penggunaan shear wall dan tanpa shear wall. Objek penelitian adalah gedung rumah susun mahasiswa tipe-24 Akademi Kebidanan Kabupaten Purworejo yang dibangun tahun 2015. Pemodelan struktur gedung dilakukan menggunakan software SAP 2000 versi 14.0 dengan pemodelan dalam bentuk 3-D (space frame) tanpa mengubah konfigurasi desain eksisting. Struktur redesain merupakan model struktur eksisting yang diubah dimensi balok dan kolomnya serta menghilangkan elemen shear wall dari desain eksisting. Analisis redesain dilakukan untuk mendapatkan desain baru berupa dimensi dan kebutuhan tulangan elemen balok dan kolom yang lebih optimum kapasitasnya. Output analisis redesain digunakan untuk menghitung kebutuhan biaya bangunan struktur redesain. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio kapasitas struktur redesain rata-rata mengalami peningkatan. Untuk elemen balok rata-rata rasio kapasitasnya naik dari 0.52 menjadi 0.80 (54%), dan untuk elemen kolom rata-rata rasio kapasitasnya naik dari 0.26 menjadi 0.62 (138%). Seluruh rasio kapasitas elemen balok dan kolom yang ada masih memenuhi syarat aman dengan nilai rasio di bawah angka 1. Biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan elemen kolom naik Rp. 24,338,000.00 (4.10%). untuk elemen balok mendapatkan efisiensi sebesar Rp. 86,488,000.00 (9.12%). Efisiensi total terhadap pekerjaan pada komponen pekerjaan struktur atas sebesar Rp. 453,784,000.00 (14.99%).

Shear wall (dinding geser) is a structure designed to withstand shear due to the earthquake. With the rigid shear wall on the building, most of seismic force will be absorbed by the shear walls. However, for the construction of low-rise buildings use shear wall should be reviewed considering of the huge costs incurred. This study aimed to compare the costs required to make a building if they use of shear wall modeling and without shear wall. Objek of the research is building of student flats Midwifery Academy type-24 Purworejo built in 2015. The modeling of the structure is done using SAP software 2000 version 14.0 with modeling in 3-D shape (space frame) without changing the configuration of the existing design. The model of redesign structure is the existing structures are altered the dimensions of the beams and columns as well as eliminating the shear wall elemen from the existing design. Redesign analysis is done to get a new design such as dimensions and reinforcement needs by the beam and column elements are more optimum capacity. Output of the redesigning analysis used to calculate the cost of redesigning the structure of the building. The analysis showed that the capacity ratio of redesigning the structure of the average increase. For beam elements the average capacity ratio rise from 0.52 into 0.80 (54%), and for the column element capacity ratio increased from 0.26 into 0.62 (138%). However, the entire capacity ratio beam and column elements are still eligible safe to value ratio below 1. The cost needed for the work of column elements rose Rp. 24,338,000.00 (4.10%), for beam elements get efficiency Rp. 86,488,000.00 (9.12%). The total efficiency of the upper structure component is Rp. 453,784,000.00 (14.99%).

1306616404D1E012142Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik Kulit Polong Kacang Hijau (Phaseolus Radiates L.) Dengan Pengolahan yang Berbeda Secara In VitroPenelitian bertujuan untuk mengkaji Kecernaan Bahan Kering (KBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KBO) kulit polong kacang hijau dengan perlakuan penggunaan urea, perlakuan penggunaan EM4 dan kontrol. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan adalah R0 = pakan basal + kulit polong kacang hijau kontrol; R1 = pakan basal + kulit polong kacang hijau diamoniasi menggunakan urea 4%; R2 = pakan basal + kulit polong kacang hijau fermentasi menggunakan EM4 1%; dan enam kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan rataan KBK adalah R0 = 42,77%, R1 = 54,76%, R2 = 45,91%. Rataan KBO adalah R0 = 48,54%, R1 = 58,51, R2 = 50,39%. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik Kulit polong kacang hijau. Kulit polong kacang hijau yang diamoniasi dengan urea 4%, memiliki KBK yang lebih tinggi sebesar 28% dibandingkan dengan kontrol, sedangkan perlakuan EM4 meningkatkan KBK sebesar 7,3%. Kulit polong kacang hijau yang diamoniasi dengan urea 4% memiliki KBO yang lebih tinggi sebesar 20,5% dibandingkan dengan kontrol, sedangkan perlakuan EM4 meningkatkan KBO sebesar 3,8%.The study aimed to assess the Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD) the peels of green bean with the use of urea treatment, treatment using EM4 and control. The study design used was Completely Randomized Design (CRD). The treatments were R0 = basal feed + the peels; R1 = basal feed + the peels of green been, ammoniated using urea 4%; R2 = basal feed + the peels of green bean, fermented using EM4 1%; there were six replications in this study. The results showed, the averages of DMD were R0 = 42.77%, R1 = 54.76%, R2 = 45.91%. The mean OMD were R0 = 48.54%, R1 = 58.51%, R2 = 50.39%. The results of analysis of variance showed that the treatments highly significantly affected (P <0.01) DMD and OMD. The conclusion is the peels of green been ammoniated with 4% urea, highly affect DMD by 28% compared to control, whereas treatment EM4 increases DMD as much as 7.3%. The peels of green been ammoniated with 4% urea had higher OMD by 20.5% compared to control, whereas treatment EM4 increase OMD as much as 3.8%.
1306716405H1G012044HASIL TANGKAPAN LESTARI UDANG DOGOL (Metapenaeus monoceros) DENGAN JARING KLITIK (SHRIMP ENTANGLING SET GILL NET) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAPUdang Dogol (Metapenaeus monoceros) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang melimpah di perairan Cilacap dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil tangkapan Udang Dogol dengan menggunakan indikator Catch Per unit of Effort (CPUE) dan Maximum Sustainable Yield (MSY). Data hasil tangkapan dan upaya dari tahun 2011-2015 diperoleh dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap. Data spesifikasi alat tangkap Udang Dogol diperoleh dari hasil wawancara kepada 32 nelayan. Data hasil tangkapan dan upaya dianalisis menggunakan Metode Surplus Produksi (Schaefer). Hasil penelitian menunjukkan CPUE Udang Dogol sebesar 11,95 ton/tahun dan MSY sebesar 227, 33 ton/tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Udang Dogol yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap termasuk dalam kondisi yang belum melebihi batas penangkapan. Speckled shrimp / pink shrimp / brown shrimp (Metapenaeus monoceros) is one of the abundant fishery resources in the Cilacap waters which has economically high value. The purpose of this study was to analyze the catch shrimp Dogol using Catch per unit of Effort (CPUE) and the Maximum Sustainable Yield (MSY) as indicators. The data of yield and fishing effort data from 2011-2015 were obtained from Ocean Fishery Port (PPS) of Cilacap. Fishing equipment specification data were from interviews of 32 fishermen. The catch and effort data were analyzed using the method of Production Surplus (Schaefer). The results showed that CPUE fishing unit was 11.95 tons/year and MSY of 227.33 tons/year. Based on there results, it could be concluded that the use of shrimp Dogol around Ocean Fishery Port (PPS) Cilacap was classified as underfishing.
1306816406H1D012067PENGARUH KENAIKAN BEBAN GEMPA TERHADAP KINERJA MODEL STRUKTUR GEDUNG TIDAK BERATURAN 10 LANTAI DI KOTA SEMARANGGempa merupakan sesuatu yang sulit untuk diprediksi kapan dan dimana terjadinya apalagi Indonesia merupakan negara yang dilalui cincin api pasifik dimana di daerah tersebut sering terjadi gempa. Dengan ditetapkannya peraturan SNI 03-1726-2012 yang membatalkan dan menggantikan peraturan SNI 03-1726-2002, maka untuk perencanaan gedung tahan gempa berikutnya harus menggunakan peraturan terbaru. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa kenaikan spektra desain terbesar akibat perubahan peraturan terjadi di Kota Semarang baik untuk kondisi tanah keras, sedang ataupun lunak. Kenaikan spektra desain berbanding lurus terhadap beban gempa yang diterima oleh bangunan sehingga untuk Kota Semarang besarnya beban gempa akan mengalami kenaikan pula terutama untuk struktur gedung 2 lantai ke atas. Kenaikan beban gempa tersebut berpengaruh terhadap perilaku struktur. Gedung tidak beraturan memiliki kerentanan terhadap gempa yang besar sehingga kinerja struktur yang dihasilkan berbeda jika dibandingkan terhadap gedung yang beraturan dengan analisis beban gempa yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kenaikan beban gempa terhadap kinerja model struktur gedung tidak beraturan 10 lantai di Kota Semarang pada klasifikasi situs tanah sedang. Analisis pengaruh kenaikan beban gempa dilakukan dengan 3 metode yaitu metode statik ekivalen, dinamik respon dan pushover. Secara umum kenaikan beban gempa menyebabkan kenaikan gaya geser dasar, simpangan struktur dan rasio simpangan untuk setiap analisis. Taraf kinerja struktur gedung akibat kenaikan beban gempa tetap berada pada level Immediate Occupancy yang artinya tidak terdapat kerusakan struktural. Walaupun demikian rasio simpangan struktur mengalami kenaikan sebesar 81,25% untuk arah X dan 82,64% untuk arah Y.Earthquake is an incident that difficult to predicted when and where it will take place moreover Indonesia is the country which is located in the ring of fire where in that area a large numbers of earthquake occur. With the establishment of SNI 03-1726-2012 code which revoke and replace SNI 03-1726-2002 code, then the next design of seismic load resisting building have to use the latest code. Earlier research mentioned that the largest increment of design spectra as a result of code changes occur in Semarang City under the condition of stiff soil, medium soil and soft soil site classification. The increment of design spectra directly proportional to seismic load that received by the building, so that for Semarang City the magnitude of seismic load will also increase especially for the 2 story and higher building structure. The increment of seismic load will effect the structure behavior. Irregular building has higher vulnerability to the seismic load so that the result of performance structure will be different if it is compared to the regular building using the same analysis of seismic load. The purpose of this research is to study the effect of seismic load increment to the performance of 10 Story irregular building structure model in Semarang City on the medium soil site classification. The effect of seismic load increment analysis done by using 3 method which is static equivalent method, dynamic response method and pushover method. Generally the increment of seismic load causing the increment to the base shear force, structure drift and ratio drift for each analysis. The building structure performance level as a result of seismic load increment remain on Immediate Occupancy level meaning that there is no structural damage on the building. Nevertheless the drift ratio of structure increased to 81,25% for X direction and 82,64% for Y direction.
1306916407H1K012010UJI POTENSI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI LAUT PENDEGRADASI HIDROKARBON MINYAK BUMI DARI PERAIRAN SELAT KARIMATAPerairan Selat Karimata merupakan salah satu jalur perdagangan laut dan alur laut kepulauan Indonesia, posisi ini berpotensi terjadinya pencemaran dari aktivitas kapal-kapal besar diantaranya kebocoran atau proses ballast yang dapat menyebabkan tumpahan minyak secara langsung ke lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi dan mengidentifikasi isolat bakteri yang berpotensi mendegradasi hidrokarbon minyak bumi dari perairan Selat Karimata. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji potensi, uji oil spreading, analisis gravimetri dan identifikasi 16S rDNA. Total 24 isolat bakteri yang diujikan, terdapat 6 isolat bakteri yang berpotensi mendegradasi hidrokarbon minyak bumi. Hasil menunjukkan nilai terbesar pendegradasi pada isolat 19SK (52,87%), diikuti 16SK (45,98%), 7SK (43,68%), 24SK (39,08%), 14SK (37,93%) dan 12SK (28,74%). Identifikasi molekuler berbasis 16SrDNA dan analisis sekuen DNA dengan program penelusuran database Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) diketahui 7SK memiliki kemiripan dengan spesies Bacillus flexus (97%), isolat 12SK dan 14SK dengan spesies Idiomarina xiamenensis (99% dan 96%), 16SK dengan spesies Staphylococcus saprophyticus (97%), 19SK dengan spesies Bacillus amyloliquefaciens (87%), 24SK dengan spesies Halomonas huangheensis (96%). Bakteri tersebut dapat mendegredasi hidrokarbon minyak bumi.Karimata Strait is one important channel for trade and transportation in Indonesia, this strategic position will potentially polluted from big ship activities such as oil spill and ballast which could directly impact to ocean environment. This research aims to screen petroleum and identify potential bacterial isolates from the Karimata Strait to degrade petroleum hydrocarbon. The analysis performed in this research include potential test, oil spreading test, hydrocarbon content using gravimetric method and 16S rDNA identification. A total of twenty four isolates were tested, there were six isolates capable to degrade petroleum hydrocarbon. The result showed the higher removal with isolate bacteria performance was for strain 19SK (52,87%), followed by isolates 16SK (45,98%), 7SK (43,68%), 24SK (39,08%), 14SK (37,93%) and 12SK (28,74%). Molecular identification based 16S rDNA and analysis of DNA sequences in a database search Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) allowed to identify 7SK as Bacillus flexus (97%), 12SK and 14SK as Idiomarina xiamenensis (99% and 96%), 16SK as Staphylococcus saprophyticus, 19SK as Bacillus amyloliquefaciens (87%), 24SK as Halomonas huangheensis (96%). The bacteria could degrade petroleum hydrocarbon.
1307016408D1E012085PRODUKSI TELUR AYAM ARAB DENGAN SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH DAN TEPUNG KUNYIT DALAM PAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi telur dan clutch ayam arab yang pakannya di suplementasi dengan tepung bawang putih dan kunyit. Materi penelitian menggunakan ayam arab betina umur 12 bulan sebanyak 84 ekor. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 5 Desember 2015 sampai tanggal 9 Januari 2016 di Kelompok wanita Tani Ternak (KWTT) Desa Karanggude, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah suplementasi tepung bawang putih dan tepung kunyit terdiri atas R0 (kontrol), R1 (kontrol ditambahkan tepung bawang putih) dan R2 (kontrol ditambahkan tepung kunyit). Setiap unit perlakuan diulang 7 kali dan setiap unit percobaan di isi 4 ekor ayam arab sehingga melibatkan 84 ekor ayam arab. Peubah yang diamati adalah bobot telur, jumlah telur dan clutch. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot telur, yaitu R0 = 48,884±1,762 g, R1 = 49,889±1,772 g, R2 = 47,832±1,999 g. Rataan jumlah telur, yaitu R0 = 12,63±3,38 butir, R1 = 14,63±2,36 butir, R2 = 14,27±2,52 butir dan rataan clutch, yaitu R0 = 0,95±0,48, R1 = 1,07±0,27, R2 = 1,11±0,30. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa ayam arab yang pakannya disuplementasi tepung bawang putih dan kunyit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, jumlah telur dan clutch. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Suplementasi bawang putih atau kunyit sebesar 3% belum dapat meningkatkan produksi telur pada ayam arab.
The purpose of this research was to study the eggs production and clutch of arab chicken which diet supplementated with garlic powder and turmeric powder. The material used hen arab chickens of 12 months age as many as 84 birds. The research conducted taken on 5th Desember 2015 until 9th Januari 2016 at Kelompok wanita Tani Ternak (KWTT), Desa Karanggude, Kabupaten Banyumas, Central of Java. This research was conducted by experimental methods with completely randomized design (CRD). The treatment R0 (control), R1 (controls added garlic powder) and R2 (controls added turmeric powder). In teratment unit replicated seven time and in init experiment each unit four arab chicken. Variables were measured were egg weight, egg total and clutch. Data were analyzed using analysis of variance. The result showed were average egg weight, R0 = 48,884±1,762 g, R1 = 49,889±1,772 g, R2 = 47,832±1,999 g. Average egg total R0 = 12,63±3,38 item, R1 = 14,63±2,36 item, R2 = 14,27±2,52 item and clutch average were R0 = 0,95±0,48, R1 = 1,07±0,27, R2 = 1,11±0,30. The variance analysiz results showed that supplementation garlic and turmeric powder had effect were not significant (P>0,05) on egg weight, egg total and clutch arab chicken in feed. Theconclusion of this research was supplementation garlic powder or tumeric powder as many as 3% can not increse production of egg on arab chicken.
1307116410H1D012015STUDI ANALISIS STRUKTUR BAMBU PADA PORTAL BANGUNAN 3D
(Studi Kasus: RM Gubug Makan Mang Engking, Purwokerto)
Bambu merupakan salah satu material konstruksi yang telah lazim digunakan pada bangunan-bangunan tradisional di beberapa wilayah indonesia, baik digunakan sebagai elemen kolom, balok, kuda-kuda atau elemen struktural lainnya. Saat ini penerapan bambu sebagai material konstruksi mengalami perluasan menuju segmen bangunan dengan nilai arsitektur menarik yang banyak digunakan sebagai rumah makan, cafe, sanggar budaya, serta tempat rekreasi. Namun optimalisasi dari penerapan tersebut masih sulit diukur mengingat tidak adanya standar acuan baku serta petunjuk perancangan yang mendetail. Penelitian ini melakukan studi analisis struktur bambu dengan mengambil studi kasus pada RM Gubug Makan Mang Engking, Purwokerto. Analisis menggunakan acuan SK SNI 03-2000 (beta version), SNI 7973-2013 dan nomogram pada SNI 03-1729-2002. Perhitungan gaya-gaya dalam dan kontrol numeris rasio dilakukan menggunakan software SAP2000 v.14. Dari hasil analisis manual diperoleh rasio kekuatan maksimum elemen kolom sebesar 0,217, elemen balok 0,7196 elemen kuda-kuda batang tarik 0,0224, batang tekan 0,0171 dan defleksi senilai 6,248 mm. Hasil analisis juga memberikan rekomendasi dengan optimalisasi rata-rata di tiap portal melintang 1 sampai 4 berturut turut sebesar 73,85%, 63,31%, 61,21%, dan 71,36%. Sedangkan pada balok memanjang P-05 dan P-06 didapat rata-rata optimalisasi sebesar 53,19% dan 49,22%.Bamboo is one of the construction materials which has commonly used on indonesian traditional buildings in some territories, whether it used as a column, beam, roof truss or any other structural elements. Nowadays, the application of bamboo has blow to another construction side which more concern about the architecture value such as a restaurant, cafe, cultural center, and recreation place. But the optimum value of that application still difficult to be measured because of the lack in standard reference and designing guidance mark. This research did an analysis of bamboo structure by taking RM Gubug Makan Mang Engking, Purwokerto as the study case. The analysis used SK SNI 03-2000 (beta version), SNI 7973-2013 and SNI 03-1729-2002 nomogram. The internal force and numeric ratio control assisted by SAP2000 v.14 software. From the manual analysis result, the maximum strength ratio on column is 0,217, beam 0,7198, roof truss tension element 0,0224, compression element 0,0171 and deflection value 6,248 mm. The average number of optimization percentage for each frame from the 1 to the 4 frame is 73,85%, 63,31%, 61,21%, and 71,36%, while the average percentage on P-05 and P-06 get 53,19% and 49,22% of optimization.
1307216413H1F012060STUDI GEOLOGI DAN DINAMIKA PANTAI DI WILAYAH CIREBON, PROVINSI JAWA BARATSecara administratif daerah penelitian terletak di Cirebon Provinsi Jawa Barat, tepatnya pada letak geografis 108040’-108048’ BT dan 6030’-70 LS. Wilayah keseluruhan dari Kabupaten Cirebon mencapai 990.36 km2 dan panjang pantai pada daerah penelitian mencapai 71.29 km2.
Pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan garis pantai sepanjang perairan Cirebon, sedangkan tujuannya untuk mengetahui karakteristik pantai serta proses geologi yang terjadi pada dinamika pantai di wilayah Cirebon.
Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengukuran garis pantai serta melihat perubahan garis pantai di dengan digitasi garis pantai Cirebon dengan menggunakan citra landsat tahun 1978, 2005, dan 2016 dan pengukuran laju sedimentasi dengan menggunakan dating 210Pb. Litologi penyusun daerah penelitian didapat menggunakan data bor pada sekitar pantai Cirebon.
Hasil pengamatan data bor pantai tersusun atas endapan lempung sisipan tuff pasiran pada bagian top dan Perselingan endapan lempung tufaan - pasir tufaan pada bagian bottom. Perubahan garis pantai hasil overlay pada tahun 1978 sebesar 73,48 km, 2005 sebesar 79,98 km, dan 2016 sebesar 70,72 km menunjukan garis pantai bertambah dari garis pantai awalnya sebanyak 6,5 km di tahun 2005 dan berkurang di tahun 2016 sebesar 9,26 km. Volume tanah timbul sebesar 104,08 km3 dan volume kehilangan tanah sebanyak 122,31 km3, menunjukan perairan Cirebon lebih banyak mengalami kehilangan volume tanah yang mendukung mundurnya garis pantai secara vertikal. Analisa dating metode 210Pb, sedimen berumur 0,735 - 11,482 tahun yang disetarakan dengan umur geologi kuarter kala holosen. Hasil konversi umur sedimen menghasilkan rata- rata laju sedimentasi vertikal sebesar 2,895 cm/tahun. Hasil penelitian menunjukan pantai mengalami proses abrasi akibat permukaan terdiri endapan lempung yang mudah tererosi oleh gelombang dan arus, sedangkan penambahan garis pantai disebabkan oleh adanya sedimentasi yang berasal dari muara sungai.
Administratively, the study area is located in Cirebon, West Java province, on geographical location 108040'-108048 'BT and 6030'-70 LS. The overall area of Cirebon reached 990.36 km2 and the length of the beach in the research area reaches 71.29 km2.
In this study intended to determine the change of shoreline along the waters of Cirebon, while the goal to determine the characteristics of the beach as well as the geological processes that occur in the dynamics of the beach in the Cirebon.
The research method is the measurement of the coastline and see the coastline changes in 1978, 2005 and 2016 with the digitization of coastline Cirebon using Landsat imagery and sedimentation rate measurements using 210Pb dating. Lithology constituent research areas obtained using drill data on the coast of Cirebon.
The observation of the drill data coastal inserts are composed of clay deposits on the top sandy tuff and tuffaceous clay deposits Perselingan - tuffaceous sand at the bottom. Changes coastline overlay results in 1978, 2005 and 2016 shows the coastline of coastline initially reduced as much as 7.13 km. Volume amounted to 104.08 km3 raised land and the volume lost ground as much as 122.31 km3, Cirebon waters showed more experience a loss of volume of soil that supports the withdrawal of the coastline. Analysis 210Pb dating method, old sediments from 0.735 to 11.482 years is equated with the Miocene to Pleistocene geological age. The conversion result produces an average age sedimentary sedimentation rate of 2.895 cm / year. The results showed the beach to experience the process of abrasion due to surface consists clay easily eroded by waves and currents, while the addition of a coastline caused by sedimentation.
1307324057C1J014025ANALYSIS FACTORS AFFECTING INDONESIA’S IMPORTED PETROLEUM, YEAR 2000-2015Penelitian ini mengambil judul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Minyak Bumi Indonesia, Tahun 2000-2015.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga minyak dunia, jumlah kendaraan, konsumsi tenaga listrik, dan produksi minyak dunia terhadap impor minyak bumi Indonesia tahun 2000-2015.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan memakai time series 16 tahun. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa: (1) harga minyak dunia berpengaruh negatif dan tidak signifkan terhadap impor minyak bumi Indonesia tahun 2000-2015, (2) jumlah kendaraan berpengaruh positif dan signifkan terhadap impor minyak bumi Indonesia tahun 2000-2015, (3) konsumsi tenaga listrik berpengaruh posiitf dan signifkan terhadap impor minyak bumi Indonesia tahun 2000-2015, (4) produksi minyak dunia berpengaruh positif dan tidak signifkan terhadap impor minyak bumi Indonesia tahun 2000-2015
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya mengurangi impor minyak bumi Indonesia, agar kedepannya Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan dan mengurangi jumlah kendaraan di Indonesia dengan cara membenahi sistem transportasi massa atau publik. Upaya selanjutnya adalah Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan dan mengurangi konsumsi tenaga listrik melalui kebijakan mengurangi pemakaian listrik dengan cara menaikkan suhu pendingin udara hingga 28 persen di perusahaan-perusahaan besar. Pemerintah Indonesia harus mencari dan mengembangkan energi-energi alternatif seperti pembangkit listrik tenaga angin, solar, uap, nuklir, dan sebagainya. Nantinya diharapkan energi-energi tersebut dapat mengurangi pemakaian bahan bakar yang selama ini diperoleh dari minyak bumi.
This research title is Analysis Factors Affecting Indonesia’s Imported Petroleum, Year 2000-2015. This research aims to analyze the effect of word oil price, the number of vehicles, electric power consumption, and world oil production toward Indonesia’s imported petroleum, year 2000-2015.
The type of data used in this research is secondary data in the form of time series for 16 years. The analytical tool used is multiple linear regression model.
The results show that the number of vehicles and electric power consumption have a significant effect toward Indonesia’s imported petroleum. Whereas world oil price and world oil production have no significant effect toward Indonesia’s imported petroleum. World oil price, the number of vehicles, electric power consumption and world oil production simultaneously affect toward Indonesia’s imported petroleum.
The implication of research is that the government needs to pay more attention to factors that influence Indonesia’s imported petroleum related to imposing a policy on limiting private vehicles by applying motor vehicle tax (PKB) progressive for second car ownership and so on. And pay more attention to develop alternative energies such as wind power, solar, steam, and nuclear.
1307416411E1A012355IMPLIKASI YURIDIS BERLAKUNYA PASAL 9 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS BAGI MEDIA ONLINE BERBASIS KOMUNITAS JURNALISME WARGA DI INDONESIA (Studi Kasus Official Account CalonSH di Media Sosial LINE@)Kecepatan untuk mendapat informasi secara cepat sebanding juga dengan kecepatan dalam penyampaian informasi, hal ini disebkan oleh semakin mudah dan berkembangnya teknologi internet. Dalam kaitannya dengan penyampain sebuah informasi, jika dulu yang umum diketahui bahwa yang menyampaikan sebuah informasi atau berita atau berita adalah wartawan. Namun hal tersebut sekarang telah bergeser. Warga yang dulunya sebagai konsumen dari informasi dan berita, dengan kemudahan seseorang mengakses internet melalui telfon pintar mereka. Sekarang ikut berperan dalam penyampaian informasi, inilah yang disebut sebagai “jurnalisme warga”.
Dalam perkembangan dunia jurnalisme warga. Didalamnya terdapat sebuah kelemahan yaitu dari sisi independensi dan kualitas dari informasi atau berita yang disampaikan, apakah telah sesuai dengan standar kode etik jurnalistik atau belum.
Ada sebuah solusi yang ditawarkan, terkait persoalan jurnalisme warga, yaitu dengan mengusung konsep “jejaring komunitas jurnalisme warga”. Konsep ini kemudian diterapkan pada official account CalonSH.
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah official account CalonSH. Dapat dikategorikan sebagai pers dan dapat diakomodir oleh Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Secara materiil sesuai dengan Pasal 1 Angka 1 Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, official account CalonSH telah memenuhi rumusan pasal tersebut. Sehingga Official account CalonSH dapat dikategorikan sebagai pers .
Keberadaan Official account CalonSH dapat diakomodir oleh Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, selama hasil karya yang dihasilkan merupakan produk jurnalistik dan sesuai dengan kode etik jurnalistik.
Speed ​​to get information quickly comparable also with the speed of delivery of information, it is due to the easier and the development of internet technology. In relation to penyampain an update, if the first is common knowledge that the information or submit a news or news are journalists. However, it has now shifted. Residents who were once as consumers of information and news, with the ease of someone accessing the internet via their smart telephone. Now participate in the delivery of information, this is referred to as "citizen journalism".
In the development of citizen journalism world. It poses a disadvantage that in terms of independence and quality of information or news delivered, whether in accordance with the standards of journalistic ethics or not.
There is a solution offered, the issue of citizen journalism, which brought the concept of "citizen journalism community network". This concept was then applied to the official account CalonSH.
However, the question is whether the official account CalonSH. Can be categorized as the press and can be accommodated by the Act - Law No. 40 of 1999 on the Press.
Materially in accordance with Article 1 paragraph 1 of Law - Law No. 40 of 1999 on the Press, the official account CalonSH has fulfilled the formulation of the article. Official accounts so CalonSH can be categorized as the press.
Official Presence CalonSH account can be accommodated by Law - Law No. 40 of 1999 on the Press, during the work produced is a product of journalism and in accordance with the code of conduct.
1307516412D1E012005PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona muricata L) DALAM RANSUM
TERHADAP PROFIL HETEROFIL DAN LIMFOSIT ITIK TEGAL JANTAN
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Sirsak (Annona Muricata L) Dalam Ransum
Terhadap Profil Heterofil dan Limfosit Itik Tegal Jantan. Dilaksanakan pada tanggal 22
Desember 2015 sampai dengan 29 Januari 2016 di Perumahan Ketapang Indah Blok C4, Nomor 25A, Rt/Rw: 05/10, Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas untuk pemeliharaan dan pengambilan darah dan Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada untuk uji darah di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian tepung daun sirsak terhadap profil heterofil dan limfosit serta rasio keduanya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan dan lima ulangan. Itik yang digunakan sebanyak 60 itik jantan yang berumur ±50 hari. Perlakuan penelitian tersebut adalah penambahan tepung daun sirsak dengan level 0% (S0) untuk kontrol, level pemberian 5 % (S1), level pemberian 10% (S2) dan level pemberian 15% (S3). Ransum yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari campuran jagung kuning giling 38,2%, dedak padi 30,0%, PMM 17,0%, SBM 7,0%, minyak 6,1%, lisin 0,1%, metionin 0,3%, topmix 0,2%, NaCl 0,1% dan CaCo3 1%. Daun sirsak mengandung Air 8,43 %, Abu 7,02%, lemak 4.23%, SK 15,50%, PK 16,52% dan BETN 56 % serta mengandung antibakteri dan antioksidan yang diduga kuat bisa mempengaruhi profil darah. Hasil penelitian menunjukan jumlah rataan heterofil U0 3267, U1 4380,6, U2 3894,6, U3 3312. Jumlah limfosit U0 3710,8, U1 3831,4, U2 3912, U3 3721,8. Rasio H/L U0 0,88, U1 1,14, U2 0,99, U3 0,89. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pemberian tepung daun sirsak dengan perlakuan 5%, 10% dan 15% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah heterofil, limfosit dan rasio H/L. Tepung daun sirsak mengandung senyawa aktif saponin dan tanin. Saponin merangsang pembentukan antibodi sehingga kerja heterofil dan limfosit berkurang, sedangkan tanin mengikat protein yang merupakan bahan pembentuk antibodi.
The Effect of Soursop ( Annona muricata L.) Leaf Meal Suplementation on Male Tegal Duck in The Feed on Profile heterophile and lymphocite of Male Tegal Duck. This research was carried out from December 22th 2015 until January 29th 2016 at Ketapang Indah residence, Block C4, Number 25A, Rt/Rw: 05/10, West Sokaraja, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency for farming and removal blood. Laboratory of Animal Clinic Pathology, Veterinary Faculty, Gajah Mada University for laboratory test. This research aimed to knowing as far as effect of soursop leaf meal suplementation to profile heterophile, lymphocite and ratio of heterophile and lymphocite. This experimental design used was Completely Randomize Design (CRD) with four treatments and five replications. This research used 60 male Tegal of ± 50 days age. The treatment of research was 0% soursoup leaves meal suplemetation level for control (S0), 5 % suplementation level (S1), 10% l suplementation evel (S2) and 15% suplementation level (S3). The Feed consisted of a mixture of 38,2% ground yellow corn, 30,0% rice bran, 17,0% PMM, 7,0% SBM, oil 6,1%, 0,1% lisin, 0,3% metionin, 0,2% topmix, 0,1% NaCl dan 3 1% CaCo. Soursop leaf meal contains water 8,43 %, ashes 7,02%, lipid 4.23%, fiber 15,50% and protein 16,52% along with contains anti-bacteria and anti-oxide which claimed influence duck blood. The results showed that average total of heterophile were U0 3267, U1 4380,6, U2 3894,6, U3 3312. Lymphocite were U0 3710,8, U1 3831,4, U2 3912, U3 3721,8 and ratio of heterophile and lymphocite were L U0 0,88, U1 1,14, U2 0,99, U3 0,89. Analysis variant results showed that soursop leaf meal suplementation in feed not significant effect to profile heterophile, lymphocite and ratio of heterophile and lymphocite. Soursop leaf meal contains saponin and tannin. Saponin was stimulated build of body immun so that Heteropplyle and limphocyte fungtion decreased, meanwhile tannin was bonding protein that antibody substance.
1307616414B1J012041KARAKTERISASI GENETIK BEBERAPA KULTIVAR KACANG TANAH (Arachis hypogaea) BERDASARKAN MARKA MIKROSATELITKacang tanah (A. hypogaea) adalah salah satu tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI) Malang telah melepas puluhan kultivar unggul kacang tanah, diantaranya adalah kultivar Bison, Jerapah, Kancil, Talam, dan Tuban. Informasi karakteristik genetik suatu kultivar sangat penting dan dapat diketahui dengan penanda molekuler, contohnya mikrosatelit atau Simple Sequence Repeat (SSR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan primer yang digunakan untuk mengamplifikasi daerah sekuens berulang pada genom dan mengetahui karakteristik genetik beberapa kultivar kacang tanah berdasarkan marka mikrosatelit. Informasi ini diharapkan mampu melengkapi database informasi genetik berbagai kultivar kacang tanah dan dapat bermanfaat untuk mendukung pengembangan kacang tanah.
Penelitian ini menggunakan lima kultivar kacang tanah yaitu Bison, Jerapah, Kancil, Talam, dan Tuban. Sampel diambil dengan metode purposive random sampling. Sampel DNA genom diisolasi menggunakan metode Cetyle Trimethyl Ammonium Bromide (CTAB) yang telah disesuaikan. Selanjutnya DNA hasil isolasi diamplifikasi menggunakan teknik mikrosatelit. Hasil PCR dielektroforesis dan divisualisasi menggunakan UV transilluminator. Pita-pita DNA hasil elektroforesis selanjutnya dianalisis secara deskriptif.
Kesimpulan penelitian ini adalah 1. kesepuluh primer mikrosatelit yang digunakan dapat mengamplifikasi daerah sekuens berulang pada kacang tanah dimana primer IPAHM 23, IPAHM 82, IPAHM 105, IPAHM 108 dan IPAHM 123 mampu mengidentifikasi lokus polimorfik dan 2. kelima kultivar kacang tanah bersifat heterozigot untuk lokus-lokus yang diamplifikasi menggunakan primer IPAHM 23, IPAHM 82, IPAHM 105, IPAHM 108 dan IPAHM 123 serta terdapat keanekaragaman genetik antara kultivar kacang tanah yang diteliti yang dideteksi menggunakan primer IPAHM 23 dan IPAHM 105.
Groundnut (A. hypogaea) is one of the cultivated plants with high economic value. Indonesian Legumes and Tuber Crops Research Institute (BALITKABI) Malang has released dozens of groundnut cultivar such as Bison, Jerapah, Kancil, Talam, and Tuban. Information on genetic characteristics of a cultivar is important and it can be revealed by molecular marker techniques such as microsatellite or Simple Sequence Repeat (SSR), RAPD, etc. The purposes of this study were to determine the ability of primers used in the research to amplify regions of repeat sequences in the genome and to determine the genetic characteristics of several groundnut cultivars based on microsatellite markers. The information is expected to complement the database on groundnut genetic information to support groundnut breeding. The research used five groundnut cultivars, namely Bison, Jerapah, Kancil, Talam, and Tuban. The sampling method used was purposive random sampling. Genomic DNA samples were isolated using Cetyle Trimethyl Ammonium Bromide (CTAB) methods with several adjustments. Then the DNAs were PCR amplified using the microsatelite technique. PCR products were then electrophoresed and the results were visualized using UV Transilluminator. Resulted DNA bands were descriptively analysed. The conclusions from this study are 1. the ten microsatellite primers used in this research could be used to amplify repetitive sequence regions in groundnuts with IPAHM 23, IPAHM 82, IPAHM 105, IPAHM 108 and IPAHM 123 primers showing polymorphic loci, and 2. the five cultivars are heterozygous for loci amplified using IPAHM 23, IPAHM 82, IPAHM 105, IPAHM 108 and IPAHM 123 primers. In addition, there are genetic variations among the cultivars studied as detected using IPAHM 23 and IPAHM 105 primers.
1307716415H1A012002PENURUNAN KADAR MERKURI DALAM LIMBAH PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI KECAMATAN GUMELAR MENGGUNAKAN METODE ELEKTROLISISPenurunan kadar limbah penambangan emas yang mengandung merkuri dapat dilakukan dengan menggunakan metode elektrolisis dengan variasi voltase, jarak elektroda, pH, dan waktu elektrolisis. Elektrolisis adalah suatu proses reaksi kimia yang terjadi pada elektroda yang tercelup dalam elektrolit ketika dialiri arus listrik dari suatu sumber potensial luar. Penelitian dilakukan dengan mengelektrolisis limbah penambangan emas yang mengandung merkuri menggunakan elektroda karbon dari batu baterai bekas dengan elektrolit H2SO4. Analisis konsentrasi merkuri menggunakan pereaksi ditizon dan zat penopeng EDTA dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang gelombang maksimum senyawa kompleks merkuri ditizonat adalah 491 nm. Kondisi optimum penurunan kadar merkuri pada voltase 12 V, jarak elektroda 1,5 cm, pH 2 dan waktu elektrolisis 80 menit, penurunan kadar merkuri pada limbah penambangan emas sebesar 77,37%. Decreased levels of gold mining waste containing mercury can be done using electrolysis to voltage variations, distance the electrode, pH, and the electrolysis time. Electrolysis is a process of chemical reactions that occur at the electrodes are immersed in an electrolyte when electric current flows from a potential source outside. The experiment have been performed by electrolysis of gold mining waste containing mercury using carbon electrodes from the batteries former with electrolyte H2SO4. Analysis of mercury concentration using reagen dithizone and agent EDTA with spectrophotometric method. The results showed that the maximum wavelength of the mercury dithizonate complex was 491 nm. The optimum condition decreased levels of mercury in the 12V voltage, electrode distance 1.5 cm, pH 2, and electrolysis time of 80 minutes, decreased levels of mercury in gold mining waste amounted 77.37%.
1307816420H1D009072ANALISIS PERKUATAN METODE NEAR SURFACE MOUNTED PADA BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN BAMBU PETUNG DENGAN PROGRAM ATENAKadangkala struktur beton bertulang akan menerima beban di luar kemampuannya, dan biasanya pembebanan yang melebihi kapasitas yang telah direncanakan itulah yang menyebabkan kegagalan pada struktur bangunannya. Untuk itu diperlukan perkuatan sebagai tindakan pencegahan retak pada beton. Pengujian secara experimental untuk mengetahui perilaku lentur beton bertulang dapat memberikan hasil yang lebih akurat. Namun, itu membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dengan memanfaatkan perkembangan pada bidang teknologi yang cukup pesat ini memungkinkan melakukan analisis perilaku beton bertulang dengan menggunakan program komputer. Penelitian ini melakukan pemodelan balok beton bertulang dengan tulangan bambu sebagai perkuatan menggunakan program ATENA. Data-data yang dibutuhkan berdasarkan pada metode eksperimental seperti pada penelitian sebelumnya. Hasil dari analisis numerik ATENA ini akan dibandingkan dengan hasil eksperimental tersebut. Analisis dilakukan terhadap balok kontrol (BK) yakni balok tanpa perlakuan dan balok yang diberi perkuatan bambu atau balok perkuatan (BP). Hasil dari analisis numerik memperlihatkan bahwa pemberian perkuatan bambu meningkatkan kapasitas beban lentur seperti yang terjadi pada penelitian secara eksperimental. Rasio balok kontrol (BK) hasil numerik dengan hasil eksperimental yaitu 1,08 sedangkan balok perkuatan (BP) hasil numerik dengan eksperimental yaitu 1,31. Nilai daktilitas pada balok perkuatan (BP) menurun terhadap balok kontrol (BK) pada penelitian secara eksperimental namun sebaliknya pada nilai daktalitas BP terhadap BK secara numerik meningkat. Untuk nilai rasio daktalitas balok kontrol (BK) hasil numerik dengan hasil eksperimental yaitu 0,37 sedangkan balok perkuatan (BP) hasil numerik dengan eksperimental yaitu 0,76. Rasio kekakuan balok kontrol (BK) hasil numerik dengan hasil eksperimental yaitu 2,08 sedangkan balok perkuatan (BP) hasil numerik dengan eksperimental yaitu 1,02. Dari pola retak yang terjadi, seluruh model numerik mengalami keruntuhan lentur dengan retakan berawal dari tengah bentang menuju tumpuan tanpa adanya retakan memanjang sumbu balok.Sometimes, the structure of reinforced concrete find over load, and generally, loading exceeds the capacity that had been planned will cause the failure of structural buildings. Therefore, strengthening is needed as a prevention of cracks on the concrete. Experimental research to find out the flexural behavior of reinforced concrete can provide the exact result. However, it needs times and costs. By utilizing the high development of technology, it makes us possible to analyze the behavior of reinforced concrete by using computer program. This research deals with designing reinforced concrete beams with bamboo bar as the strengthening using ATENA program. The required data were based on the experimental method as in the previous research. The result of this ATENA numerical analysis would be compared with the result of the experimental research. The analysis was implemented on the control beam (BK) which was the beam without treatment and on the reinforced bamboo or strengthened beam (BP). The results of numerical analysis showed that strengthening of bamboo increased the capacity of flexural load as occurred in experimental research. The ratio of control beam (BK) between numerical and experimental results is 1.08, while the ratio of strengthened beam (BP) between numerical and experimental results is 1.31. The ductility of strengthened beam (BP) decreased toward the control beam (BK) in experimental but ductility of BP increased toward the BK in numerical research. For the ratio of ductility of control beam (BK) between numerical and experimental results is 0,37, while for the reinforced beam (BP) between numerical and experimental results is 0.76. For the ratio of stiffness of control beam (BK) between numerical and experimental results is 2,08, while for the strengthened beam (BP) between numerical and experimental results is 1,02. From the cracked patterns occurred, all the numerical designs faced flexural collapse with the cracks began from the middle to the pillar without any long cracks.
1307916416H1L012063SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS ANDROID
Dengan berkembangnya teknologi saat ini, sistem pakar dapat digunakan untuk mendiagnosa berbagai penyakit, salah satunya mendiagnosa penyakit ayam. Pada penelitian ini dibuat sebuah ”Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ayam dengan Metode Forward Chaining Berbasis Android” untuk membantu dalam mendiagnosa jenis penyakit ayam melalui gejala yang diderita. Perancangan sistem pakar ini menggunakan metode inferensi forward chaining yang memulai pencarian dari data menuju konklusi. Sistem pakar ini dibuat dengan bahasa pemrograman Java, PHP, dan MySQL sebagai tempat penyimpanan basis data. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ayam dengan Metode Forward Chaining berbasis Android ini menghasilkan 14 penyakit serta informasi dan solusi jika ayam tersebut terkena penyakit tertentu.With technology nowadays, expert system can be used for diagnose any diseases, as example is for diagnose fowl diseases. "Expert System Diagnosis Fowl Disease with Forward Chaining Method in Android-Based" is builded for helping people to diagnose the type of fowl disease through the sypmptoms cause. This expert system design is using forward chaining method that start a search from the data to the conclusion and this expert system created using Java programming language, PHP, and MySQL as the database storage. Expert System Diagnosis Fowl Disease with Forward Chaining Method in Android-Based is produce 14 fowl diseases with some information about it and solutions if fowl suffer from disease.
1308016417E1A011196TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Hakim Pada Pengadilan Negeri Purwokerto)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana penganiayaan, dan mengetahui penjatuhan jenis pidana pada tindak pidana penganiayaan dalam putusan hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto.
Berdasarkan pembahasan terhadap hasil penelitian maka dapat disimpulkan penerapan unsur-unsur tindak pidana penganiayaan di Pengadilan Negri Purwokerto, Majelis Hakim telah sesuai dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana yang dirumuskan pasal 351 KUHP yang unsurnya: barang siapa, dengan sengaja melakukan penganiayaan yang direncanakan, dan menyebabkan orang lain luka. Majelis Hakim memperoleh keyakinan bahwa para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan beralah melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Putusan hakim dalam melindungi hak-hak korban tindak pidana penganiayaan yang ada dalam putusan Nomor 109/Pid.B/2013/PN.Pwt Nomor: 121/Pid.B/2013/PN.Pwt,, Nomor 145/Pid.B/2014/PN.Pwt, dan putusan nomor 97/Pid.B/2015/PN.Pwt. yaitu berupa pidana penjara yang beragam antara 2 bulan sampai 15 bulan.
Penulis menilai bahwa putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam putusan Nomor 109/Pid.B/2013/PN.Pwt, Nomor:121/Pid.B/2013/PN.Pwt, Nomor 145/Pid.B/2014/PN.Pwt, dan putusan nomor 97/Pid.B/2015/PN.Pwt. yaitu berupa pidana penjara antara 2 bulan 15 bulan adalah sudah tepat. Hal ini dapat dilihat karena Majelis Hakim dalam menjatuhkan putusan sudah melaui pertimbangan secara sosiologis dan yuridis, kemudian Terdakwa juga telah mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya sehingga mempermudah hakim dalam menjatuhkan putusan.

Kata Kunci : tindak pidana, penganiayaan.
ABSTRACT

This research aimed to determine the application of the elements of criminal acts of persecution, and to determine the types of sentences in criminal acts of persecution in the verdict at district court Purwokerto.
Based on the discussion on the research result, it can be concluded that the application of the elements of criminal acts of persecution at District Court Purwokerto, the Judges have been appropriate in implementing the elements of criminal acts pursuant to Article 351 Criminal Code containing: whoever, with deliberate persecution planned, and cause others injured. The judges gain confidence that the defendant has been proven legally and convincingly guilty of committing a criminal offense as charged by the Public Prosecutor.
The verdict of judges in protecting the rights of victims of criminal acts of persecution existed in the verdict No: 109/Pid.B/2013/PN.Pwt, No: 121/Pid.B/2013/PN.Pwt, No: 145/Pid.B/2014/PN.Pwt, and verdict No: 97/Pid.B/2015/PN.Pwt. that was imprisonment varying between 2 months to 15 months.
The researcher considered that the verdict handed down by the judges at District Court Purwokerto in the verdict No: 109/Pid.B/2013/PN.Pwt, No: 121/Pid.B/2013/PN.Pwt, No: 145/Pid.B/2014/PN.Pwt, and the verdict No: 97/Pid.B/2015/PN.Pwt. that was imprisonment varying between 2 months to 15 months was appropriate. It can be seen because the defendant admitted and regretted his/her guilt, making it easier for the judges to make verdict.

Keywords: criminal act, persecution.