Artikel Ilmiah : A1L012055 a.n. AHMAD SYARIF HIDAYATULLAH
| NIM | A1L012055 |
|---|---|
| Namamhs | AHMAD SYARIF HIDAYATULLAH |
| Judul Artikel | Eksplorasi, Identifikasi Bakteri Entomopatogen dan Potensinya untuk Mengendalikan Hama Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) Pada Tanaman Padi |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendapatkan isolat BE yang berpotensi mengendalikan hama WBC; 2) Mengidentifikasi isolat BE yang diperoleh; 3) Menguji patogenisitas BE yang diperoleh untuk mengendalikan hama WBC. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling untuk memperoleh lokasi sebaran WBC. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Banyumas sejak Bulan November 2015 hingga Bulan Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Pola Tersarang pada tahap eksplorasi. Faktor ke-1 adalah Kecamatan yang terdiri atas Kecamatan Kebasen, Cilongok, Kembaran, Jatilawang Sumpiuh dan faktor ke-2 adalah desa yang tersarang dalam Kecamatan. Masing-masing kecamatan terdiri atas 5 desa dengan variabel yang diamati yaitu intensitas serangan WBC, populasi WBC dan tingkat infeksi bakteri entomopatogen. Pada uji patogenisitas rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial, faktor ke-1 yaitu isolat BE yang terdiri atas Is1, Is2, Is3. Is4 dan Is5 dan faktor ke-2 yaitu konsentrasi yang terdiri atas 106 cfu/ml, 108, cfu/ml 1010 cfu/ml dengan variabel yang diamati yaitu mortalitas WBC. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila beda nyata, maka di uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan kisaran intensitas serangan WBC pada semua kecamatan yaitu 8,34 %-18,38% yang termasuk dalam kategori rendah. Populasi nimfa WBC tertinggi di Kecamatan Jatilawang sebanyak 34,8 individu/rumpun dan terendah di Kecamatan Kembaran sebanyak 1,08 individu/rumpun. Populasi imago WBC tertinggi di Kecamatan Sumpiuh sebanyak 1,82 individu/rumpun dan terendah di Kecamatan Kebasen sebanyak 0,67 individu/rumpun, tingkat infeksi bakteri entomopatogen sedang hingga rendah. Diperoleh 5 isolat yang dominan, Is1 asal Desa Panusupan Kecamatan Cilongok, Is2 asal Desa Panusupan Kecamatan Cilongok, Is3 asal Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen, Is4 asal Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen dan Is5 asal Desa Bantar Kecamatan Jatilawang. Morfologi koloni BE menunjukkan bentuk koloni yang tidak teratur, warna koloni krem, putih dan putih keruh. Pada uji gram, 3 isolat bertipe gram negatif dan 2 isolat yang bertipe gram positif. Morfologi sel BE berbentuk sel tipe batang dan bulat. Pada uji biokimia, semua isolat bereaksi negatif terhadap H2O2, 3 isolat bereaksi positif terhadap uji KOH dan 2 isolat bereaksi negatif terhadap uji KOH. Pada uji patogenisitas Is4 mempunyai tingkat virulensi sedang (persentase mortalitas 30-50%); Is1, Is2, Is3 dan Is5 tingkat virulensinya rendah (persentase mortalitas<30%). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research was aimed to: 1) get potensial EB isolates to control BPH, 2) identify EB isolates were found, 3) testing the EB pathogenicity was found to control BPH. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection And screen house Agroecology Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from November 2015 to July 2016. Research was used a Pattern Design Nested at the exploration stage. First factor is the subdistrict which contain Kebasen Subdistrict, Cilongok Subdistrict, Kembaran Subdistrict, Jatilawang Subdistrict, Sumpiuh Subdistrict and second factor is the village that nested on the subdistrict. Each sub districts consist of 5 villages with the observed variables are the intensity of BPH’s attact, BPH population and EB infection rates. On pathogenicity test, design using Factorial randomized block design, the first factors is EB that consist of Is1, Is2, Is3, Is4, Is5 and second factors is concentration that consist of 106, 108, 1010 cfu/ml with the observed variable is BPH mortality. The result show that the range of intensity of BPH’s attact is 8,34% - 18,38% on every subdistricts which include low categories. The highest nymph population is in Jatilawang Subdistrict with 34,8 individual/clump and the lowest is in Kembaran Subdistric with 1,08 individual.clump. EB infection rates is medium to low. The research found 5 isolates were dominant, Is1 from Panusupan Village, Cilongok Subdistrict; Is2 from Panusupan Village, Cilongok Subdistrict, Is3 from Kalisalak Village, Kebasen Subdustrict, Is4 from Kalisalak Village, Kebasen Subdistrict and Is5 from Bantar Village, Jatilawang Subdistrict. On all isolates, colony morphology showed irregular shapes; the color beige, white and cloudy white. On gram test, 3 isolates are gram negative type and 2 isolates gram positive type. On cell morphology EB are spherical and rod type. On biochemical test all isolates show reacted negatively to H2O2. On KOH test show that 3 isolates reacted positively and 2 isolates reacted negatively. On pathogenicity test, I4 has a medium level of virulence(mortality percentage 30-50%); Is1, Is2, Is3 and Is5 has a low level of virulence (mortality percentage <30%). |
| Kata kunci | Hama wereng batang cokelat, bakteri entomopatogen |
| Pembimbing 1 | Ir. Endang Warih Minarni, M.P. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Nur Prihatiningsih, M.S. |
| Pembimbing 3 | Ir. Abdul Manan, M.P. |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2016-10-30 20:27:52.935958 |