Artikel Ilmiah : D1E012194 a.n. ALDY RESTU PERDANA

Kembali Update Delete

NIMD1E012194
NamamhsALDY RESTU PERDANA
Judul ArtikelINVENTARISASI KARAKTERISTIK KUALITATIF TANDUK, GUMBA DAN BENTUK PUNGGUNG SAPI PASUNDAN DI KABUPATEN CIAMIS
Abstrak (Bhs. Indonesia) Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi karakteristik kualitatif sapi Pasundan dan mengetahui perbedaan karakteristik tanduk, gumba dan bentuk punggung sapi Pasundan di Kabupaten Ciamis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei (penelitian lapangan). Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling (ditentukan) di tiga kecamatan Kabupaten Ciamis yang menjadi sentra pengembangan sapi Pasundan. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan bahwa proporsi keberadaan tanduk pada sapi Pasundan di Kabupaten Ciamis adalah sapi yang bertanduk 52,8% dan tidak bertanduk 47,2%. Proporsi bentuk tanduk anoa 30,30%, bajeg 30,30%, conglok 19,70% dan manggul gangsa 19,70%. Proporsi sapi memiliki gumba 53,6%, dan tidak memiliki gumba 46,4%. Proporsi bentuk punggung sapi Bali 44%, sapi Madura 35,2% dan sapi Ongole 20,8%. Hasil analisis menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat nyata (P < 0,01) dari karakteristik kualitatif keberadaan tanduk, keberadaan gumba dan bentuk punggung sapi Pasundan jantan dan betina, sedangkan untuk jenis tanduk tidak ada perbedaan (P > 0,05). Kesimpulan penelitian adalah sapi Pasundan jantan lebih banyak yang bertanduk dan bergumba dibandingkan dengan yang tidak sedangkan pada betina lebih banyak yang tidak memiliki gumba dan tanduk, jenis tanduk yang paling banyak ditemukan adalah jenis tanduk anoa pada jantan dan betina dan bentuk punggung yang paling banyak ditemukan adalah bentuk punggung menyerupai sapi Madura pada jantan sedangkan pada betina dengan bentuk sapi Bali.
Abtrak (Bhs. Inggris)This purposes of research were to inventory qualitative characteristic of Pasundan cattle and to investigate the difference of the form of horns, the form of the back and the existence of horn and hump of Pasundan cattle in Ciamis regency. A survey was conducted in the Ciamis regency, in which three sub district were purposively chosen. The three sub district were the center of Pasundan cattle development. The results of descriptive analysis showed that 52,8% have horns and 47.2% do not have horns. The proportion of the shape of horn of anoa, bajeg, conglok and manggul gangsa types were 30,30%, 30,30%, 19,70% and 19,70% respectively. The proportion of cattle having hump was 53.6% and Pasundan cattle do not have hump was 46,4%. The proportion of the form of the back of Bali, Madura and Ongole types were 44%, 35,2%, and 20.8% respectively. The results showed that there was significant differences ( P < 0.01 ) in the existence of horns, the existence of hump and the form of the in back male and female Pasundan cattle. While there was no significant difference of horn kind between sexes of Pasundan cattle ( P > 0.05 ). In conclusion, more horn and hump are found in male Pasundan cattle than female Pasundan cattle. The type of anoa horn is more frequently found in male and female Pasundan cattle. The form of the ridges Madura type is commonly found in male Pasundan cattle while the form of Bali type is commonly found in female Pasundan cattle.
Kata kunciPasundan cattle, horns, hump, the form of the back
Pembimbing 1Ir. Pambudi Yuwono, M.Sc
Pembimbing 2Setya Agus Santosa, S.Pt., MP
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2016-10-31 20:01:27.808314
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.