Artikelilmiahs

Menampilkan 7.021-7.040 dari 48.874 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
702111659G1F011051PEMBUATAN NANOSUSPENSI EKSTRAK PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk) BERBASIS POLIMER TRAGAKAN SECARA GELASI IONIKIndonesia merupakan negara kaya bahan alam yang berpotensi menjadi obat herbal, salah satunya purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) yang sudah turun menurun diketahui manfaatnya, yaitu untuk meningkatkan vitalitas pria. Seiring dengan berkembangnya teknologi, penghantaran obat nanopartikulat kian banyak diteliti karena memiliki banyak keuntungan. Tujuan penelitan ini adalah untuk membuat sediaan nanosuspensi dari ekstrak purwoceng dan mengetahui pengaruh variasi polimer tragakan pada karakteristik nanosuspensi.
Ekstrak purwoceng diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 90%. Nanosuspensi purwoceng dibuat dengan variasi konsentrasi tragakan, yaitu 0,025%, 0,0125%, 0,00625%, 0,005% dan 0,0025% serta kalsium klorida sebagai crosslinker. Pembuatan nanosuspensi dilakukan dengan metode gelasi ionik. Evaluasi terhadap sediaan nanosuspensi ekstrak purwoceng meliputi evaluasi organoleptis, evaluasi pH dan uji volume sedimentasi serta karakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan Transmission Electron Microscopy (TEM).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi tragakan yang paling baik adalah 0,005% memiliki ukuran partikel 183 nm berdasarkan PSA. Potensial zeta sebesar -8,96 mV. Pengamatan morfologi menggunakan TEM menunjukan nanopartikel berbentuk sferis. Hasil penelitian membuktikan bahwa tragakan dan ekstrak purwoceng dapat menghasilkan nanopartikel dengan bantuan zat pengikat silang CaCl2.
Indonesia known as rich country that have natural potential to be medicinal herbs, for example is purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.), was known for along time as have various benefits, which to increase mans vitality. Nowadays along as rise of nanoparticle technology has more benefits, so interesting to researched. The purpose of this research was for making nanosuspension from purwoceng extract and to know the influence of tragacanth polimer various against nanosuspension characteristic.
Nanosuspension of purwoceng made with tragacanth variation content, which was 0.025 % , 0,0125 % , 0,00625 % , 0,005 % and 0,0025 % also calcium chloride as crosslinker. Nanosuspension made with ionic gelation method. The evaluation toward available of nanosuspension extract included organoleptic evaluation, pH evaluation and sedimentation volume test also characteritation used Particle Size Analyzer (PSA) and Transmission Electron Microscopy (TEM).
The result showed that best of tragacanth content is 0,005%, with particle size 183 nm used PSA. The number of zeta potential is -8.96 mV. Morphological observation used TEM showing spherical nanoparticles. The results of this study showed that tragacanth and extract purwoceng can produce nanoparticles help by crosslinking agent which was CaCl2.
702210945C1A010078Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga Usahatani Bawang Daun di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten PurbalinggaPendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga Usahatani Bawang Daun di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten PurbalinggaIncome and Consumption of Scallion Farming Household in Serang Village Karangreja Subdistrict Purbalingga Regency
702311714G1F010022AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOLIK DAUN PETAI CINA (Leucaena leucocephala) TERHADAP Salmonella typhi DAN Staphylococcus aureus
Tumbuhan petai cina (Leucaena leucocephala) potensial untuk dikembangkan lebih lanjut pada penyakit infeksi. Efek farmakologis petai cina diantaranya adalah menyembuhkan luka luar, abses paru, meluruhkan urine (diuretik), melancarkan peredaran darah, dan anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri dan menguji aktivitas antibakteri ekstrak metanolik daun petai cina terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Pembuatan ekstrak metanolik daun petai cina dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri pada S. typhi dan S. aureus dilakukan dengan metode difusi agar, yang dibagi dalam 7 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak metanol daun petai cina dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, setiap perlakuan terdiri atas 3 ulangan. Hasil identifikasi dianalisis secara deskriptif. Data ekstrak metanolik daun petai cina berupa zona hambat dianalisis secara statistik dengan one way ANOVA.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senyawa yang terkandung pada ekstrak metanolik daun petai cina adalah alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. typhi dan S. aureus. Nilai IC50 ekstrak metanolik daun petai cina terhadap bakteri S.typhi sebesar 57% dan S.aureus sebesar 43%.
Leucaena leucocephala plant is a potential to be developed as infectious diseases. Pharmacological effects of Leucaena leucocephala are heal wounds, lung abscess, shed urine (diuretic), launched the blood and anti-inflammatory. The aims of this study are to find out the class of compounds which are contained in the methanolic extract of leaves of L. leucocephala as well as to test the antibacterial activity of methanolic extract of L. leucocephala leaves toward Salmonella typhi and Staphylococcus aureus.
This research type is an experimental laboratory. To make the methanolic extract of L. leucocephala leaves in this study uses maceration method. Antibacterial activity testing of S. typhi and S. aureus was conducted by the agar diffusion method, which is divided into 7 (seven) groups are negative control, positive control, methanolic extract of L. leucocephala leaves with concentration of 5%, 10%, 15%, 20% and 25%, where each of the treatment is consisted of 3 (three) replications. The result of identification is analyzed descriptively. Furthermore, test of result data of inhibition zone from methanolic extract of L. leucocephala leaves activity is analyzed statistically by using one-way ANOVA.
Based on the results of qualitative and quantitative testing, it can be concluded that the compound in methanolic extract of L. leucocephala leaves are alkaloids, flavonoids, tannins and saponins which have the antibacterial activity toward S. typhi and S. aureus. IC50 values methanolic extract of L. leucocephala activity toward S.typhi by 57% and 43% of S. aureus.
70248183C1B010093PENGARUH PEMBELAJARAN ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA (KPPN) PURWOKERTOPenelitian ini berjudul “Pengaruh Pembelajaran Organisasi dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi pada KPPN Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari pembelajaran organisasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah survei dan teknik sampling yang digunakan yaitu non-probability sampling dengan sampling jenuh. Populasi pada penelitin ini adalah seluruh pegawai KPPN Purwokerto dengan sampel sebanyak 42 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan Partial Least Square (PLS) yang menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran organisasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. (2) Motivasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. (3) Kepuasan kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. (4) Pembelajaran organisasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. (5) Motivasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. (6) Pembelajaran Organisasi mempunyai pengaruh secara langsung terhadap kinerja pegawai, tetapi juga mempunyai pengaruh tidak langsung pada kinerja pegawai dengan dimediasi kepuasan kerja. Ternyata bahwa pengaruh langsungnya sebesar 0.349 lebih besar dari pengaruh tidak langsungnya yaitu 0.102. Jadi hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja hanya memediasi secara parsial hubungan antara pembelajaran organisasi terhadap kinerja pegawai. (7) Motivasi mempunyai pengaruh secara langsung terhadap kinerja pegawai, tetapi juga mempunyai pengaruh tidak langsung pada kinerja pegawai dengan dimediasi kepuasan kerja. Ternyata bahwa pengaruh langsungnya sebesar 0.269 lebih besar dari pengaruh tidak langsungnya yaitu 0.108. Jadi hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja hanya memediasi secara parsial hubungan antara motivasi terhadap kinerja pegawai.The research is titled "Effects of Organizational Learning and Motivation on Employee Performancewith Aspects of Job Satisfaction as a Mediating Variable in KPPN Purwokerto". The aims of research are to find out and to analyze the effect oforganizational learning and motivation on employee performance and job satisfaction as a mediating variable. The method used was a survey with a sampling technique using non-probability sampling with sampling saturation. The population of this research is all the employement KPPNPurwokerto,it is known that sample size of this research is 42 respondents. Based on the analysis of research data by using Partial Least Square (PLS) showed that: (1) Organizational learning positive and significant effect on employee job satisfaction KPPN Purwokerto. (2) Motivation positive and significant effect on job satisfaction employee KPPN Purwokerto. (3) Job satisfaction positive and significant effect on employee performance KPPN Purwokerto. (4) Organizational learning positive and significant effect on employee performance KPPN Purwokerto. (5) Motivation positive and significant effect on employee performance KPPN Purwokerto. (6) Organizational learning directly affects the performance of employees, but also an indirect effect on the performance of employees with mediated job satisfaction. It turns out that the direct effect coefficient 0.349 is greater than the indirect effect is 0.102. So the results of the above analysis it can be concluded that job satisfaction is only partially mediate the relationship between organizational learning in employee performance. (7) Motivation directly affect the performance of employees, but also an indirect effect on the performance of employees withmediated job satisfaction. It turns out that the direct effect coefficient 0.269 is greater than the indirect effect is 0.108. So the results of the above analysis it can be concluded that job satisfaction is only partially mediate the relationship between motivation in employee performance.
70257549E1A110011KETIDAKMAMPUAN EKONOMI SEBAGAI ALASAN CERAI TALAK (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor : 1857/Pdt.G/2011/PA.Pwt.)KETIDAKMAMPUAN EKONOMI SEBAGAI ALASAN CERAI TALAK
(Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor : 1857/Pdt.G/2011/PA.Pwt.)
Salah satu alasan perceraian yang relatif digunakan hakim dalam mengabulkan permohonan perceraian adalah alasan perceraian dalam Pasal 39 ayat (2) huruf (f) Penjelasan Umum Undang-Undang Perkawinan dan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, begitu pula dalam Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor : 1857/Pdt.G/2011/PA.Pwt. hakim dalam mengabulkan cerai talak pemohon dengan menggunakan alasan huruf (f), padahal dalam posita disebutkan bahwa pemohon mentalak termohon adalah karena alasan ketidakmampuan ekonomi. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan ketidakmampuan ekonomi sebagai alasan cerai talak dalam putusan Putusan Nomor : 1857/Pdt.G/2011/PA.Pwt. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, hakim mengabulkan cerai talak yang diajukan oleh pemohon kepada termohon dengan alasan ketidakmampuan ekonomi didasarkan pada ketentuan yang diatur dalam Pasal 39 ayat (2) huruf (f) Penjelasan Umum Undang-Undang Perkawinan dan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1957 Jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam dan telah mengesampingkan ketentuan yang diatur pada Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan Jo Pasal 80 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam yang akibatnya putusan yang dihasilkan tidak adil, karena ditinjau dari alasan permohonan perceraiannya maka seharusnya alasan tersebut diajukan oleh termohon (isteri) dan bentuk perceraiannya adalah cerai gugat.

Kata kunci : Ketidakmampuan ekonomi, Alasan Perceraian dan Cerai Talak.


THE INABILITY OF THE ECONOMY AS A REASON FOR DIVORCE
(Judicial Review Of The Decision Number : 1857/Pdt.G/2011/PA.Pwt.)
One of the reasons of divorce that relative used by the judge in the granted divorcepetition is the reason of Clause 39 paragraph (2) point (f) A General Description Of Marriage Law and Clause 19 point (f) Government Regulation Nomor 9 Of 1975 In Conjunction with Clause 116 point (f) Compilation Of Islamic Law, likewise in the Religious Court Decisions Purwokerto Nomor : 1857/Pdt.G/2011/PA.Pwt. The judge in the granted divorce petitioner (husband) by using the excuse point (f), where in posita mentionedthat the petitioner divorce respondent is due to the lack of economic reasons.This study aimed to know the legal reasoning of judges in determining child custody in Supreme Court Decision Number. 282 K/AG/2009. To achieve this goal then peneletian performed using normative juridical approach.
The result of this study stated that, the judge in the granted of divorce to the defendant by reason of the inability of the economy is based on the provisions set forth in Clause 39 paragraph (2) point (f) A General Description Of Marriage Law and Clause 19 point (f) Government Regulation Nomor 9 Of 1975 In Conjunction with Clause 116 point (f) Compilation Of Islamic Law and have ruled out the provisions in Clause 34 paragraph (1) Of The Law Of Marriage In conjuction with Clause 80 paragraph (2) Of The Compilation Of Islamic Law which consequently resulting verdict unfair , because in terms of the reasons of the divorce petition should have been the reason for the proposed by the respondent (wife) and the form of divorce is contested divorce.

Keywords : The lack of economic, Divorce dan Reason for divorce.
70268184C1B010027ANALISIS PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, NET PROFIT MARGIN, RETURN ON EQUITY, GROSS PROFIT MARGIN, DAN TOTAL ASSETS TURNOVER TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2008-2012Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, Return on Equity, Gross Profit Margin, dan Total Assets Turnover Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food And Beverages yang Terdaftar di BEI Tahun 2008-2012.
Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah perusahaan-perusahaan yang ada didalam Bursa Efek Indonesia selama periode 2008 sampai dengan 2012. Perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel sebanyak 13 perusahaan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan software SPSS statistic 17.0 menunjukan bahwa : (1) Debt to Equity Ratio berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan laba, (2) Net Profit Margin berpengaruh positif terhadap signifikan pertumbuhan laba, (3) Return on Equity berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan laba, (4) Gross Profit Margin berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba, (5) Total Assets Turnover berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan laba, (6) Debt to equity ratio, net profit margin, return on equity, gross profit margin, dan total assets turnover secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba.
The purpose of this research was to analyze the effect of debt to equity ratio, net profit margin, return on equity, gross profit margin and total assets turnover to growth of profit at food and beverages industries listed on Indonesia Stock Exchange during 2008-2012. It used purposive sampling, this research uses 13 companies as sample. This study used multiple linier regression analysis as the method. The result of this research indicated that debt to equity ratio, net profit margin, and total assets turnover gives positive significant effect on growth of profit, return on equity gives negative significant effect on growth of profit, but gross profit margin didn’t have significant influence on growth of profit.
70278171C1L010015THE ANALYSIS OF INFLUENCE OF ROLE OF ACCOUNT REPRESENTATIVE, TAX BILLING, AND INSPECTION ON TAX REVENUE IN KPP PRATAMA BENGKULUPenelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Peranan Account Representative, Penagihan Pajak Dan Pemeriksaan Terhadap Penerimaan Pajak di KPP Pratama Bengkulu”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peranan Account Representative, penagihan pajak dan pemeriksaan secara parsial terhadap penerimaan pajak pada KPP Pratama Bengkulu, serta untuk mengetahui variabel manakah yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap penerimaan.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa laporan realisasi penerimaan pajak, data jumlah wajib pajak, realisasi Account Representative, penagihan pajak, dan pemeriksaan periode tahun 2009-2013. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t, dan uji elastisitas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan Account Representative dan penagihan pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak. Sedangkan pemeriksaan tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak. Variabel peranan Account Representative memiliki pengaruh paling dominan terhadap penerimaan pajak dibandingkan dengan variabel lain yang diteliti. Adjusted R Square sebesar 0,696 yang menunjukkan bahwa 69,6% penerimaan pajak dipengaruhi oleh peranan Account Representative, penagihan pajak dan pemeriksaan dan sisanya 30,4% penerimaan pajak dipengaruhi variabel lain diluar penelitian.
Implikasi dari penelitian ini diantaranya untuk mengoptimalkan penerimaan pajak hendaknya KPP Pratama Bengkulu menambah jumlah pejabat fungsional pemeriksa yang saat ini jumlahnya masih kurang, melaksanakan penegakan hukum dengan memberikan sanksi bagi Wajib Pajak yang lalai dan meningkatkan penyuluhan perpajakan melalui media elektronik dan media lainnya.
This research was entitled “The Analysis of Influence of Role of Account Representative, Tax Billing and Inspection on Tax Revenue in KPP Pratama Bengkulu”. The objective of this research is to examine the influence of the role of Account Representative, tax billing, and inspection partially on tax revenue in KPP Pratama Bengkulu, and to determine which variables that have the most dominant influence on tax revenue.
The data used in this study were secondary data, in the form of tax revenue realization report, the number of taxpayers, realization and target from Account Representative, tax billing, inspection in the period of 2009-2013. Data were analyzed by using Multiple Regression, t test and Elasticity Test.
The results of this study indicate that the role of Account Representative and tax billing partially have significant influence on tax revenues. Inspection has no partially significant influence on tax revenues. Variable role of Account Representative has the most dominant influence on tax revenue compared to the other variables studied. Adjusted R Square of 0.696 this show the independent variable’s ability to explain the variation of dependent variable is 69,6%. While the remaining 30,4% is explained by the other variables outside the research.
The implications of this research are to optimize tax revenue, KPP should increase the number of tax inspection functional officer which is less in number, KPP should more consistent in enforcing the law by giving sanctions for negligent taxpayers in fulfilling their tax obligations and increase the tax information directly or through internet, electronic media and other media.
70288185D1E010023PENGGUNAAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya) DALAM RANSUM TERHADAP SUSUT MASAK DAN DAYA IKAT AIR DAGING AYAM KAMPUNG SUPERPenelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung daun papaya dalam ransum terhadap susut masak dan daya ikat air daging ayam kampung super. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ekor ayam kampung super, perlakuan terdiri dari R0 = Ransum basal tanpa penambahan tepung daun pepaya 0% R1 = Ransum basal + 2% tepung daun pepaya R2 = Ransum basal + 4% tepung daun pepaya R3 = Ransum basal + 6% tepung daun pepaya. Data diuji dengan analisis variansi. Peubah yang di amati adalah susut masak dan daya ikat air daging bagian dada dan paha ayam kampung super. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun pepaya (carica papaya) dalam ransum perpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap susut masak dan daya ikat air daging ayam kampung super. Rataan susut masak dada dan paha masing-masing 29,26% dan 34,64% sementara rataan DIA dada dan paha masing-masing 20,48% dan 17,98%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung daun pepaya (carica papaya) pada level 0%, 2%, 4% dan 6% dalam ransum memiliki nilai kualitas daging yang sama ditinjau dari susut masak dan daya ikat air daging ayam kampung super.The research aimed to evaluate the use of the papaya leaf meal in the ration on cooking loss and water holding capacity of super native chicken meat as well as the optimum level of the papaya leaf meal in the ration on the water holding capacity and cooking loss of super native chicken meat. Were sampled study used in vivo experimental the methods with CRD experimental design (Completely Randomized Rancagan). four treatments and five replications , each treatment consisted of three super chickens , the treatment consists of R0 = basal diet without the addition of papaya leaf meal 0 % R1 = basal diet + 2 % papaya laef meal R2 = basal diet + 4 % papaya leaf meal R3 = basal diet + 6 % papaya leaf meal . The data were tested by analysis of variance. The observed variables are cooking loss and water holding capacity chest and thigh super native chicken meat. The results showed that the use of leaf powder of papaya ( Carica papaya ) in the ration non significant ( P > 0.05) on cooking loss and water holding capacity super chicken meat . Mean cooking loss chest and thigh respectively 29.26 % and 34.64 % while the average water holding capacity chest and thigh respectively 20.48 % and 17.98 % while . The conclusion of this study is the use of papaya leaf meal (carica papaya) at the levels of 0%, 2%, 4% and 6% in the ration have the same quality of meat as viewed from water holding capacity and cooking loss.
702910230H1D009058STUDI PEMANFAATAN RUAS SALURAN IRIGASI PRIMER YANG MEMILIKI MULTI BANGUNAN TERJUN BERTINGGI JATUH RENDAH SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDROSalah satu pembangkit listrik tenaga air di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan adalah PLTMH pada saluran irigasi primer. Permasalahan pembangunan PLTMH pada saluran irigasi primer di Indonesia adalah tinggi jatuh yang rendah. Hal ini karena pengurangan energi air pada saluran irigasi di disain secara bertahap. Secara teknis, solusi dari permasalahan ini adalah prinsip penggunaan air. PLTMH dapat dibangun pada ruas saluran irigasi yang memiliki multi bangunan terjun, dengan syarat tidak mengganggu penggunaan air pada saluran irigasi. Pengambilan air hanya dapat dilakukan setelah bangunan bagi pada ruas saluran dan harus dikembalikan sebelum bangunan bagi berikutnya.
Penelitian ini dilakukan di Saluran Irigasi Banjarcahyana. Data-data yang terkumpul digunakan untuk menghitung debit dan merencanakan komponen-komponen PLTMH. Pemilihan ruas saluran irigasi untuk pembangunan PLTMH dilakukan menggunakan analisis Multi Objective Decision Making (MODM) dengan metode Collective Utility (CU). Hasilnya ruas dengan nilai potensial terbesar adalah ruas 17. Pada ruas ini, potensi daya bersih sebesar 287 KW dengan debit maksimal 5,371 m3/s. Komponen-komponen PLTMH yang akan direncanakan adalah intake, saluran pembawa, bak penenang, pipa pesat, dan turbin.
Hasil perencanaan komponen-komponen PLTMH adalah tinggi muka air disaluran sebesar 0,57 meter, lebar intake 2,9 meter, tinggi intake 1 meter, lebar saluran pembawa sebesar 1,14 meter dengan kemiringan sebesar 0,23, volume bak penenang 53,71 m3, panjang bak penenang 4,5 meter, panjang pipa pesat 541,04 meter, diameter pipa pesat 2,25 meter dengan tebal minimal 2,2 mm, dan tinggi jatuh bersih 6,393 meter. Dengan spesifikasi tersebut, turbin yang paling ideal adalah turbin Kaplan dengan ukuran runner minimal 0,9 meter.
One of power plants in Indonesia can be utilized is micro hydroelectric power plant in primary irrigation channel. The problem of Indonesia’s micro hydroelectric power plant construction in primary channel irrigation is the low of the head. It occurs since the decreasing of hydro energy is step by step designed. The solution for the problem is referred to principle of water using. MHP can be constructed on a segments of irrigation channels with multi-drop structures without interference the use of the water in irrigation tunnel. The water only can be tapped after the tap building and must be returned before the next building.
This research is located at Banjarcahyana Irrigation Channels. The secondary data will be used to analysis of discharge and plan the components of MHP. Analysis of Multi Objective Decision Making (MODM) with Collective Utility (CU) method is required to decide the most potential segment. The segments with the greatest potential value is segments 17th. In this section, the electricity potential energy is 287 KW with the maximum discharge 5.371 m3/s. The components of MHP which will be planned are intake, headrace, forebay, penstock, and turbine.
Results of the MPH components planning are water level in channels of 0.57 meters, width intake of 2,9 meter, high intake of 1 meter,width head race of 1.14 meter with sloope of 0.23, volume forebay of 53.71 m3 with length of 4.5m, length penstock of 541.04 meters with diameter of 2.2 meters and minimum thickness 2,2 mm, net head 6,393 meters. The most ideal turbine is Kaplan type with minimum of runner is 0.9 meters.
703010221B1J010008POTENSI EKSTRAK METANOL DAN N-HEKSAN MISELIUM Ganoderma sp. ISOLAT BANYUMAS 4 SEBAGAI PENGHASIL ANTIOKSIDAN Ganoderma sp. adalah jamur yang memiliki potensi sebagai jamur obat. Jamur dalam golongan ini dapat dijadikan bahan baku obat herbal karena diketahui mengandung senyawa bioaktif yang memiliki beberapa khasiat, salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian tentang potensi Ganoderma sp. isolat lokal belum banyak dilakukan, padahal jamur isolat lokal mempunyai potensi yang baik dan tidak kalah dengan Ganoderma sp. lainnya. Ganoderma sp. isolat Banyumas 4 adalah jamur Ganoderma sp. isolat lokal yang diisolasi dari wilayah Banyumas Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh ekstrak miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 4 sebagai penghasil antioksidan dan mengetahui jenis pelarut yang tepat untuk mendapatkan kadar antioksidan maksimal Ganoderma sp. isolat Banyumas 4. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif hasil uji DPPH (1,1 Diphenyl-2-picrylhidrazyl) dan total fenol dianalisis menggunakan independent sample T-test, sedangkan data kualitatif hasil uji flavonoid dan terpenoid dideskripsikan guna mengetahui perubahan warna sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 4 berpotensi sebagai antioksidan walaupun masih digolongkan lemah. Ekstrak dari metanol (polar) mempunyai persentase penangkalan lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak n-heksan (nonpolar) dan memiliki nilai IC50 yaitu 1.252,24 µg/ml serta total fenol 21,19 mg/g.Ganoderma sp. is a mushroom that have potential as medicinal mushroom. It can be used as raw material for herbal medicine, because it contains bioactive compounds that has multiple properties, such as antioxidant. The research of indigenous isolate Ganoderma sp. hasn’t been widely reported. Ganoderma sp. isolates of Banyumas 4 is Ganoderma sp. local isolates that isolated from Banyumas, Central Java.This research aimed to determine the potential of the mycelium extract of Ganoderma sp. isolates Banyumas 4 as a producer of antioxidant and to determine the extract type of solvent to get the maximum antioxidant levels of Ganoderma sp. isolates Banyumas 4. The method of the research is descriptive quantitative experimental methods. Quantitative data on the test result of DPPH (1,1Diphenyl-2-picrylhidrazyl) and the total of phenol were analyzed using independent T-test sample, meanwhile the qualitative data of the flavonoid and terpenoid test result was described to determine the color change before and after given a treatment. The results showed that the mycelium of Ganoderma sp. Banyumas 4 isolates have potential as an antioxidant, although still classed weak. The extract from methanol (polar) has a higher percentage of deterrence than the n-hexane extract (nonpolar) and the IC50 value is 1252.24 ug/ml and the total phenols 21.19 mg/g.
703110227B1J010097POTENSI EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT
MISELIUM Ganoderma sp. ISOLAT BANYUMAS 1
SEBAGAI PENGHASIL ANTIOKSIDAN
Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 adalah jamur Ganoderma sp. isolat lokal yang diisolasi dari wilayah Banyumas Jawa Tengah. Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 ini diduga memiliki kandungan senyawa bioaktif yang baik dibanding Ganoderma sp. Isolat Cina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 sebagai penghasil antioksidan dan mengetahui jenis pelarut yang tepat untuk mendapatkan kadar antioksidan maksimal dari ekstrak miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil yang didapat untuk untuk rendemen ekstrak, ekstrak etanol memilki angka rendemen ekstrak lebih besar dibandingkan ekstrak etil asetat yaitu 16,69% untuk ekstrak etanol dan 3,87% untuk ekstrak etil asetat. Analisis total fenol ekstrak etil asetat memiliki nilai total fenol lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol yaitu 57,67 mg /g untuk ekstrak etil asetat dan 29,23 mg/g untuk ekstrak etanol. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan uji 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) ekstrak etil asetat memiliki serapan DPPH lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol, rata-rata persentase penghambatan kedua ekstrak mencapai 65% pada konsentrasi 1000ppm untuk ekstrak etil asetat dan 2000ppm untuk ekstrak etanol. Nilai IC50 rata-rata yang didapat dari kedua ekstrak yaitu 580,81 ppm untuk ekstrak eti asetat dan 1285,67 untuk ekstrak etanol. Hasil tersebut menunjukan bahwa ekstrak miselium Ganoderma sp. isolat B1 memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami dan ekstrak etil asetat (non polar) memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan ekstrak etanol (polar).Ganoderma sp. Banyumas 1 isolates is Ganoderma sp. Local isolates were isolated from Banyumas, Central Java. Ganoderma sp. Banyumas 1 isolates is suspected have a good content of bioactive compounds than Ganoderma sp. Chinese isolates. This study aims to determine the potential of Ganoderma sp. Banyumas 1 isolates are producing as an antioxidant and to know the appropriate type of solvent to get the maximum antioxidant content of mycelium extract of Ganoderma sp. Banyumas 1 isolates. The research method used is descriptive method. Results obtained for to yield extract, ethanol extract has an yield extract greater numbers of the ethyl acetate extract. there is 15.57% for etyl asetat exstract and 3,87 for etanol exstract. Analysis of total phenols showed the ethyl acetate extract has a total value of phenol is higher than the ethanol extract. There is 57.67 mg / g for etyl actate exstract and 29,23 for etanol exstract. The test results of antioxidant activity using 1,1-diphenyl-test 2-picrylhydrazyl (DPPH) ethyl acetate extract had higher DPPH absorbance from the ethanol extract. Average percentage inhibition both exstract up to 65% at a concentration of 1000ppm for etyl acetate exstract and 2000 ppm for etanol exstract. Average of IC50 values obtained from both extracts is 580,81 ppm for ethyl acetate extract and 1285,67 for ethanol extract. These results showed that the mycelium extract of Ganoderma sp. B1 isolates have potential as a source of natural antioxidants and ethyl acetate extracts (non-polar) has a better antioxidant activity from the ethanol extract (polar).
703210231G1B009081Prevalensi Kecacingan yang Ditularkan Melalui Tanah Pada Murid Sekolah Dasar Kelas 1 Diwilayah Kerja Puskesmas II Kemranjen Kabupaten BanyumasPenyakit kecacingan dapat menginfeksi semua golongan umur, tetapi prevalensi tertinggi terdapat pada kelompok umur sekolah dasar. Penyakit kecacingan masih dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian besar masyarakat, padahal jika dilihat dampak jangka panjangnya, kecacingan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi penderita. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan prevalensi kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada murid Sekolah Dasar kelas 1 di wilayah kerja Puskesmas II Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan jumlah sampel 74 responden. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Infeksi cacing dibuktikan dengan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 anak (16,2%) infeksi positif, dengan rincian A. lumbricoides (13.5%), T. trichiura (2.7%). Prevalensi berdasarkan variabel orang, pendidikan orang tua SD (91,7%), pekerjaan orang tua, tidak bekerja (41,7%), pendapatan < Rp 877.500., (100,0%). Usia anak 6 tahun (58,4%), jenis kelamin perempuan (95,0%), status gizi kurang (100,0%), personal hygiene buruk (83,4%), makan obat > 6 bulan (100,0%). Prevalensi berdasarkan variabel lingkungan, tidak ada jamban (100,0%), membuang tinja dikebun (66,7%), suber air sumur (66,7%), observasi air tidak memenuhi syarat (100,0%), lantai tidak memenuhi syarat (91,7%), jamban tidak memenuhi syarat (100,0%). Saran dalam penelitian ini agar Dinas Kesehatan wilayah setempat senantiasa memberikan pengetahuan pentingnya personal higiene, penyediaan sarana air bersih dan jamban, yang sesuai dengan syarat kesehatan untuk mencegah terjadinya infeksi kecacingan.Helminthiasis can infect all the age, but the highest prevalence found in the elementary school age. Helminthiasis is still considered trivial by most of the community, but if the long-term impact seen, helminthiasis cause harm to the patient. The purpose of this study was to describe the prevalence of soil transmitted helminthes in students primary school class 1 in the working area Puskesmas II Kemranjen Kabupaten Banyumas. This research uses the method descriptive, with the total sampel 74 respondents. The data obtained through the interview and observation. Worm infections attested by laboratory test. The research results indicate that 12 childrens (16,2%) positive infection, with details A. lumbricoides (13.5%), T. trichiura (2.7%). The prevalence based on host variable, parent education primary school 91,7%, job of parent 41,7%, income < Rp 877.500., (100,0%), age of child 6 years (58,4%), gender female (95,0%), nutritional status is less (100,0%), bad personal hygiene (83,4%), packed drugs > 6 months (100,0%). The prevalence based on environment variable, there was no toilets (100,0%), defecation in the garden (66,7%), source of water from the well (66,7%), observation water does not qualify (100,0%), floor does not qualify (91,7%), toilets does not qualify (100,0%). Suggestions in this researching order to local area health office always provide the knowledge importance personal hygiene, provision of water supply and latrines, in accordance with the terms of health to prevent the occurrence of helminth infection.
70338187C1A010073ANALISIS FINANSIAL USAHATANI DURIAN DI DESA KARANGSALAM KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “ANALISIS FINANSIAL USAHATANI DURIAN DI DESA KARANGSALAM KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan keuntungan yang diperoleh, tingkat efisiensi usaha, titik impas atau break even point dan tingkat kesejahteraan petani.
Penelitian ini dilakukan di Desa Karangsalam Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini adalah survei dengan menggunakan sampel random sampling dengan pertimbangan bahwa petani relatif homogen. Sampel penelitian ini terdiri dari 51 petani durian. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara berdasarkan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat keuntungan per tahun rata-rata adalah Rp14.829.771, 2) efisiensi usahatani durian berkisar antara 1,54 sampai 27,42, 3) BEP tercapai pada Rp9.914.564 atau 400 Kg dan, 4) 18 dari 54 responden mencapai tingkat kesejahteraan minimum Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini adalah usahatani durian di Kecamatan Kemranjen masih layak untuk dikembangkan.
This research is titled “FINANCIAL ANALYSIS OF DURIAN FARMING IN KARANGSALAM VILLAGE BANYUMAS REGENCY”. The objectives of this research are to find out the income and profit level, efficiency level, break even and welfare level of the durian farmers.
This research was carried out in Karangsalam Village Banyumas Regency. The method of this research is survey using sample random sampling with consideration that the population is relatively homogenous. Sample of this research consist of 51 durian farmers. Data were collected using interview based on questionaire.
The results show that 1) the average annual profit level is IDR14,829,771.00, 2) the durian farming efficiency ranges from 1.54 to 27.42, 3) BEP is reached at IDR9.914.564.00.00 or 400 kg and, 4) 18 out of 54 respondent reach the minimum welfare level of Banyumas regency. The implication of this research is that durian farming in Kemranjem Village is feasible to be developed.
70348193C1A010047STUDI KELAYAKAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KAIN TENUN DI DESA TAJUG KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini berjudul “STUDI KELAYAKAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KAIN TENUN DI DESA TAJUG KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha kain tenun di Desa Tajug berdasarkan aspek finansial serta menganalisis sensitivitas dari kelayakan usaha tersebut berkenaan nilai NPV yang dihasilkan.
Dalam penelitian ini digunakan alat analisis Net Present Value, Internal Rate of Return, Revenue and Cost Ratio, Payback Period dan Analisis Sensitivitas.
Dari hasil analisis finansial, usaha kain tenun layak untuk dilanjutkan dengan pengujian yang dilakukan NPV bernilai positif, sementara untuk IRR berada di atas tingkat diskonto. Nilai R/C Ratio yang diperoleh lebih dari satu menunjukkan bahwa usaha kain tenun mendapatkan keuntungan. Sedangkan pengujian Payback Period menunjukkan waktu pengembalian yang tidak lebih dari tiga tahun.Usaha kain tenun tidak sensitif terhadap kenaikkan harga bahan baku sebesar 25 persen dan 50 persen. Sedangkan kenaikan harga bahan baku sebesar 5 persen hingga 15 persen tidak sensitif bagi responden. Hasil yang berbeda ditemukan untuk penurunan harga jual. Semua responden cukup sensitif terhadap penurunan harga sebesar 5 persen hingga 50 persen.
Implikasi dari penelitian ini adalah diperlukan peningkatkan pendapatan, misalnya dengan melakukan diversifikasi produk atau memperluas daerah pemasaran karena nilaiNPV kecil, begitu pula dengan penurunan harga jual. Dalam hal kenaikan harga bahan baku, diperlukan penyesuaian dalam harga jual.
The study is tittled "FEASIBILITY STUDY OF WEAVING HOME INDUSTRY IN TAJUG VILLAGE, KARANGMONCOL, PURBALINGGA". The purpose of this study was to analyze the feasibility of weaving home industry in Tajug village based on financial aspect and to analyze the sensitivity of the financial estimate.
The analysis tools include net present value, internal rate of return, revenue and cost ratio, payback period and sensitivity analysis.
From the results of the financial analysis, weaving home industry is feasible due to positive NPV, and the fact that IRR is above the discount rate. The value of R/C ratio is more than one indicating that the business is profitable. Payback period is not more than three years. Based on the sensitivity analysis, weaving home industry is not sensitive to the increase in raw material prices by 5 percent to 15 percent. An increase in raw materials’ price by 25 percent and 50 percent is sensitive for most respondents.Different results are found for the decrease in selling price. Most respondents are sensitive for price decrease by 5 percent, 10 percent, 15 percent, 25 percent anf 50 percent.
The implication of this study is the need to increase income, for example by diversifying the product or extending marketing area due to small value of NPV and in the event of the decrease in selling price. In case that raw material price increases, selling price should be adjusted.
70358188C1C010028STUDI FENOMENOLOGI PERAN LAPORAN KEUANGAN DALAM MEMFASILITASI KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)Penelitian ini berjudul “Studi Fenomenologi Peran Laporan Keuangan dalam Memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana peran laporan keuangan bagi usaha mikro dan peran laporan keuangan usaha mikro bagi bank pelaksana KUR. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pandangan fenomenologi, dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada banyak cara yang digunakan oleh pemilik usaha mikro dalam mencari pendanaan untuk usahanya. KUR dapat menjadi solusi bagi pemilik usaha mikro yang masih mengalami kesulitan dalam mencari pendanaan untuk usahanya. Penelitian ini juga mengungkap bahwa masih banyak pemilik usaha mikro yang belum membuat laporan keuangan. Namun, para informan memahami peran dari laporan keuangan usahanya, yaitu dapat memudahkan bagi pemilik untuk mengetahui pendapatan yang mereka dapatkan. Bagi bank pelaksana KUR, laporan keuangan usaha mikro memiliki peran yang cukup penting bagi analis dan mantri KUR, yaitu dapat menilai kelayakan usaha calon debitur KUR dan mengetahui kemampuan membayar/Repayment Capability (RPC) dari calon debitur KUR.
This research was entitled “The Study Phenomenology Role of Financial Statement in Facilitating Kredit Usaha Rakyat (KUR).” The purpose of this research is to know and understand how role financial report for micro business and role financial statement’s micro business for Bank Pelaksana KUR. The research method used is a qualitative research method using a phenomenological view, with doing indepth interview to informant and literature review.
The results showed that there are many way micro business owners do to find a financing for their business. KUR can as a solution for micro business owners who get difficulties to find a financing for their business. This research find that micro business owners have not made the financial statements. However, the informants understand the role of the financial statements of its business, which make it easier for owners to know how much income that they get. For Bank Pelaksana KUR, financial statements of micro business have an important role for analysts and mantri KUR, which can assess the feasibility of a prospective borrower KUR and determine repayment ability / Repayment Capability (RPC) from prospective borrowers KUR.
70368189G1A010032Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang HIV/AIDS dengan Sikap dan Perilaku Seks Pranikah pada Siswa-Siswi SMAHuman Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan masalah kesehatan yang serius sejak abad ke-20. Penularan kasus HIV/AIDS salah satunya bisa melalui hubungan seks pranikah. Remaja modern cenderung melakukan perilaku berisiko seperti hubungan seksual pranikah dengan berganti-ganti pasangan, serta penyalahgunaan narkoba yang menjadikan remaja rentan tertular HIV/AIDS. Hasil survey BKKBN (2008) mencatat sebanyak 63% remaja mengaku sudah melakukan hubungan Seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap dan perilaku tentang seks pranikah pada siswa-siswi SMA di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan bentuk studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan probability simple random sampling. Analisis statistik dilakukan dengan uji chi square dan alternatifnya kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian didapatkan nilai p untuk hubungan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap tentang seks pranikah pada responden laki-laki 0,029, pada perempuan 0,003; untuk hubungan Pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan Perilaku Seks Pranikah pada responden laki-laki 0,624, pada perempuan 0,214; untuk hubungan Sikap tentang Seks Pranikah dengan perilaku seks pranikah pada responden laki-laki 0,278, dan pada perempuan 0,015. Dapat disimpulkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan Sikap tentang seks pranikah, Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan perilaku seks pranikah, Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap tentang Seks Pranikah dengan perilaku seks pranikah pada siswa laki-laki, serta Terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap tentang Seks Pranikah dengan perilaku seks pranikah pada siswi perempuan SMA di Kabupaten TasikmalayaHuman Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) is a serious health problem since the 20th century. The transmission of HIV/AIDS cases can be through premarital sex. Modern teenagers tend to do risky behaviour such as premarital sexual relations by switching pairs, and drug abuse that makes teenagers become vulnerable to be infected by HIV/AIDS. The survey results of BKKBN (2008) note that about 63% of teenagers claimed to have premarital sex. The purpose of this research is to know the relationship of knowledge level about HIV/AIDS with attitude and behaviours to the premarital sex in high school students in Tasikmalaya Regency. This research uses an analytic observational study form with cross sectional approach. Sampling technique uses probability random sampling. Statistical analysis is done by test chi square and the alternative is kolmogorov-smirnov. The result is obtained p value for the relationship of knowledge level about HIV/AIDS with attitude to the premarital sex to male respondents 0,029, to female 0.003; for the relationship of knowledge about HIV/AIDS with Premarital Sex Behaviours to male respondents 0,624, to female 0,214; for relationship attitudes to the premarital sex with premarital sex behaviour to male respondents 0,278, to female 0,015. It can be concluded that there is significant relationship between the level of knowledge about HIV/AIDS with attitudes to premarital sex, there is no significant relationship between the level of knowledge about HIV/AIDS with premarital sex behaviour, there is no significant relationship between attitudes to Premarital Sex with premarital sex behaviour in male students, and there is a significant relationship between attitudes to Premarital Sex and premarital sex behaviour in female of high school students in Tasikmalaya Regency.
70378165F1B010020MANAJEMEN KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN INTERNATIONAL BATIK CENTER (IBC) DI KABUPATEN PEKALONGANInternational Batik Center (IBC) adalah sebuah kompleks yang dirancang untuk menampung kegiatan transaksi perdagangan, pemasaran batik, dan merupakan pasar batik modern yang mempunyai fasilitas mewah dan memadai. Pada kenyataannya hingga sekarang IBC belum diminati masyarakat luas, sehingga IBC masih sepi pengunjung terutama pada hari-hari biasa. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama diantara pihak yang terkait dalam upaya pengembangan IBC. Pemerintah Kabupaten Pekalongan, pihak swasta selaku pengelola IBC dan pedagang Paguyuban Badan Perwakilan Duta (BPD) menerapkan manajemen kolaboratif dalam upaya pengembangan IBC. Kerjasama yang telah dilakukan yaitu mengadakan kegiatan untuk promosi dan mengangkat nama IBC. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk melihat permasalahan yang dikaji secara mendalam. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa manajemen kolaboratif dalam pengembangan International Batik Center (IBC) di Kabupaten Pekalongan belum mencapai keberhasilan. Manajemen kolaboratif yang terjalin selama ini hanya sebatas mengadakan kegiatan bersama. Kegagalan manajemen kolaboratif dapat dilihat dari aspek-aspek manajemen kolaboratif yang meliputi aspek operasional, pola kerjasama dan sumber daya. Pertama, aspek operasional yaitu dalam pembagian tugas dan wewenang dalam manajemen kolaboratif yang telah dilaksanakan tidak memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Kedua, aspek pola kerjasama dalam manajemen kolaboratif yang bersifat temporer. Ketiga, aspek sumber daya yang ada belum digunakan secara maksimal, seperti fasilitas di IBC dan teknologi internet dalam hal promosi yang belum memberikan hasil yang optimal bagi pengembangan IBC.International Batik Center (IBC) is a complex that has been designed to accommodate the activity of trade transaction batik marketing, and a modern batik market that has luxury facilities and adequate. In reality until now, IBC has not being interested by large society, so IBC still quite of visitors especially in the ordinary day. Because of hat, it is needed the cooperation between the stakeholders that relates with the effort of IBC development. The government of the Regency of Pekalongan, private side as the operator of IBC and trader of Ambassador Representative Board Association (BPD) implement the collaborative management in the effort of IBC development. The cooperation that has been conducted it is by conducting the activity together to promote and increase the name of IBC. This research uses the method of descriptive qualitative to see the problem that has been examined deeply. The result of research in the field shows that the collaborative management in the development of International Batik Center (IBC) in the Regency of Pekalongan has not reached the success. Collaborative management that has been built along this time it is just to do the activity together. The failure of collaborative management can be seen from the aspects in the collaborative management that involves the operational aspect, cooperation pattern and resources. First, operational aspect that is in the dividing of duty and authority in the collaborative management that has been conducted it does not has the Standard Operational Procedure (SOP). Second, aspect of cooperation pattern in the collaborative management that has temporary characteristic. Third, aspect of resources that has not been used maximally like facility in IBC and internet technology in the promotion matter that has not given the optimal result for the development of IBC.
70388190G1A010058Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Karangnunggal Kabupaten TasikmalayaLatar Belakang : Dismenore primer adalah nyeri pada saat menstruasi yang dihubungkan dengan siklus ovulasi normal. Banyak faktor yang dapat menyebabkan dismenore salah satunya stres. Faktor psikologi seperti kecemasan, depresi, dan stres psikososial diyakini menjadi salah satu faktor risiko dismenore. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25%, dan 54,89% diantaranya merupakan dismenore primer. Studi pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Karangnunggal didapatkan 16 dari 20 siswi mengalami dismenore. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 1 Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Metode : Penelitian ini menggunakan bentuk studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan subjek pada penelitian ini menggunakan non probability sampling jenis consecutive. Jumlah sampel sebanyak 62 responden. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis dengan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian didapatkan p value 0,023 yang menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Karangnunggal. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 1 Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.Background : Primary dysmenorrhea is pain during menstruation which is related to normal ovulation cycle. Many factors can cause dysmenorrhea, one of them is stress. Psychological factors such as anxiety, depression, and psychosocial stress are believed to be one of the risk factors of Dysmenorrhea. In Indonesia, occurrence rate of dysmenorrhea about 64,25%, and 54,89% of whom are primary dysmenorrhea. A preliminary study conducted at SMA Negeri 1 Karangnunggal obtained 16 of the 20 students experiencing dysmenorrhea. Purpose : To know the relationship of stress levels with primary dysmenorrhea to the girl adolescent in SMA Negeri 1 Karangnunggal Tasikmalaya Regency. Method : This research uses an analytic observational study form with cross sectional approach. Subject collecting method on this research uses non-probability sampling, consecutive type. Sample total are 62 respondents. The research tool that is used is questionnaire and the data is analyzed by chi square test. Result : Research result is obtained p value 0,023 that is indicating there is relationship between level of stress with dysmenorrhea occurrence to the girl adolescent in SMA Negeri 1 Karangnunggal. Conclusion : There is relationship between level of stress with primary dysmenorrhea occurrence to the girl adolescent in SMA Negeri 1 Karangnunggal, Tasikmalaya Regency
703910232B1J010040KELULUSAN HIDUP, PERTUMBUHAN, LAJU METABOLISME BENIH IKAN GURAMI
(Osphronemus gouramy Lac.) YANG
DIBERI PAKAN ALAMI DAN
PAKAN BUATAN
Ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai gizitinggi dan harga yang relatif mahal dibandingkan komoditas ikan air tawar lainnya. Namun, keterbatasan pengadaan benih yang berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan serta tingginya tingkat mortalitas pada benih ikan gurami merupakan kendala utama dalam usaha pembudidayaannya. Solusi untuk mengatasi permasalahan pertumbuhan yang lambat dan tingginya mortalitas larva ikan gurami adalah dengan melakukan perbaikan dalam pemberian pakan berupa pakan alami dan pakan buatan, maupun campuran keduanya. Pakan yang diberikan dalam penelitian ini berupa denol, Tubifex Sp., dan kombinasi pakan denol + Chlorella vulgaris, Tubifex sp. + Chlorella vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh pemberian Tubifex sp., denol, serta kombinasi pakan denol + Chlorella vulgaris, Tubifex sp. + Chlorella vulgaris terhadap pertumbuhan dan kelulusan hidup benih ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.), (2) Jenis pakan terbaik yang memberikan pertumbuhan, kelulusan hidup, dan laju metabolisme optimal benih ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.).
Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu : P1 (denol), P2 (Tubifex sp.), P3 (denol + Chlorella vulgaris) dan P4 (Tubifex sp. + Chlorella vulgaris). Tiap perlakuan diulang empat kali. Benih ikan dipelihara selama 70 hari di akuarium dengan pemberian pakan 5-10% bobot populasi. Parameter yang diamati berupa pertumbuhan (berat mutlak dan panjang mutlak), laju metabolisme tubuh dan kelulusan hidup. Data yang diperoleh berupa data pertumbuhan (panjang dan berat), laju metabolisme serta kelulusan hidup benih gurami dan dianalisis dengan ANOVA menggunakan MINITAB versi 16.0 Windows software.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan alami dan pakan buatan berpengaruh terhadap pertumbuhan, kelulusan hidup, dan laju metabolisme benih ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Jenis pakan terbaik yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, kelulusan hidup, dan laju metabolisme adalah kombinasi pakan Tubifex sp. dan Chlorella vulgaris.
Gourami (Osphronemus gouramy Lac.) is fresh-water fish having high nutritions of and prices relatively expensive than commodities freshwater fish other. However, limitations procurement seed pertaining to the slow growth rate and high levels mortality on seeds gourami is the main obstacles attempt in cultivations. Solution to overcome the slow growth rate and high mortality larvae gourami is to make improvements in the provision of feed form of feed natural and feed artificial, or a mixture of the two. Feed given in this research in form of denol, Tubifex sp., and combinations feed denol + Chlorella vulgaris, Tubifex sp. + Chlorella vulgaris. Research aims to know: (1) the influence granting Tubifex sp., denol, and combination feed denol + Chlorella vulgaris, Tubifex sp. + Chlorella vulgaris to the growth rate and survival rate seed gourami (Osphronemus gouramy Lac.), (2) Type best feed that gives growth rate, survival rate, and rate of metabolism optimal seed gourami (Osphronemus gouramy Lac.). Methods used is experimental with delightful random complete (RAL) with four treatment i.e. P1 (denol), P2 (Tubifex sp.), P3 (denol + Chlorella vulgaris) and P4 (Tubifex sp. + Chlorella vulgaris). Every treatment repeated four times. Seed fish are kept for 70 day in aquarium by administering feed as much as 5 to 10 % weights populations. Parameters observed in form of growth rate (heavy absolute and long absolute), rate of metabolism of the body and survival rate. The data in form of data growth rate (long and heavy), rate of metabolism and survival rate seed gurami and analyzed with ANOVA using MINITAB version 16.0 Windows software.This research result indicates that the natural feed and feed artificial effect on growth rate, survival rate, and rate of metabolism seed gourami (Osphronemus gouramy Lac.). A kind of the best feed who is influential real to the growth rate, survival rate, and rate of metabolism is the combination feed Tubifex sp. and Chlorella vulgaris.
704011237E1A109049PERANAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM PEMUNGUTAN RETRIBUSI TERMINAL DI KABUPATEN WONOSOBOPERANAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM PEMUNGUTAN RETRIBUSI TERMINAL DI KABUPATEN WONOSOBO

Suatu daerah dibentuk berdasarkan pertimbangan kamampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, jumlah penduduk dan pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo selalu berupaya untuk meningkatakn pelaksanaan pengelolaan secara optimal dan diharapkan dapat memberikan kontribusi pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi.
Namun dalam pelaksanaan pemungutan retribusi tersebut belum terlaksana dengan baik hal tersebut tidak terlepas dari berbagai masalah yang merupakan penghambat dalam pelaksanaanya.
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : bagaimanakah peranan dinas perhubungan dalam retribusi terminal di kabupaten wonoso dan apa sajakah hambatan-hambatan yang dialami Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo dalam melakukan pemungutan retribusi terminal.
Metode pendekatan yang digunakan menggunakan yuridis normative, spesifikasi penelitian secara legal research dengan metode analisis data menggunakan metode normative kualitatif.
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan penulis menganalisis bahwa saat ini pemungutan retribusi terminal di Kabupaten Wonosobo belum optimal dari data realisasi yang ada dari tahun 2009-2013 tidak pernah mencapai target, namun para petugas Dinas Perhubungan telah berusaha untuk memperbaiki hal-hal yang menjadi penunjang utama optimalnya pemungutan retribusi terminal. Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo melakukan berbagai tindak untuk meningkatakan pendapatan dari sector ini untuk mendorong pendapatan daerah yang bersumber pada Pendapatan Asli Daerah tindakan yang dilakukan antara lain dengan meningkatkan koordinasi dengan semua petugas pemungut untuk mempercepat pencapaian target dan meningkatan berbagai potensi-potensi terminal yang ada.
Namun dalam pelaksanaanya pemungutan retribusi terminal terdapat berbagai hambatan. Hambatan tersebut terbagi menjadi dua yaitu hambatan internal dan hambatan external.
Saran dalam penelitian ini bahwa perlu dikeluarkannya Perda tentang jasa angkutan dan dari beberapa terminal yang ada di Kabupaten Wonosobo terdapat beberapa terminal yang sudah tidak memiliki potensi oleh sebab itu untuk menghemat pengeluaran daerah dan untuk lebih memaksimalkan terminal yang ada maka lebih baik terminal tersebut ditutup.
Kata kunci : Retribusi, Terminal, PAD
ROLE OF THE DEPARTMENT OF TRANSPORTATION OF LEVY COLLECTION TERMINAL IN DISTRICT WONOSOBO

An area formed by ability economic considerations, the potential of the region, socio-cultural, socio-political, population, and other considerations that allow implementation regional autonomy. Wonosobo District Department of Transportation has always sought to increase implementation of optimal management and are expected to contribute revenue in order to improve the area's economic development.
However, in the implementation of the fee collection has not done well it can not be separated from the problems that are obstacles in its implementation.
Formulation of the problem in this research is: how is the role of the transportation department in the district wonoso terminal charges and what are the constraints experienced in the Wonosobo District Department of Transportation conduct of fee collection terminal.
The method used using normative juridical, legal research specification research with data analysis method using qualitative normative method.
In line with research conducted authors analyzed that the current levy charged terminal in Wonosobo not optimal realization of existing data from the years 2009-2013 never reach the target, but the Transportation Department officials have been trying to fix things that become the main supporting optimal voting terminal charges. Wonosobo District Department of Transportation perform various acts to increase the revenue of this sector to encourage local revenue that originates in the region income actions carried out among others by improving coordination with all the attendant collector to accelerate the achievement of targets and improve various potentials existing terminals.
However, in the implementation of fee collection terminals there are various obstacles. The barriers are divided into two internal barriers and external obstacles.
Suggestions in this study that the necessary issuance and regulation of transportation services from multiple existing terminal in Wonosobo regency there are some terminals that had not had the potential therefore to save the area and to further maximize existing terminal better then the terminal is closed.
Keywords: Retribution, Terminal, PAD