Artikelilmiahs

Menampilkan 7.081-7.100 dari 48.886 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
70818216C1K007055FACTORS AFFECTING THE STOCK RETURN OF BUMN COMPANIES
LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE PERIOD 2009-2012
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi return saham perusahaan BUMN. Penelitian ini merupakan studi empiris pada perusahaan BUMN selama 2009-2012 di Bursa Efek Indonesia. Objek penelitian ini adalah debt to total asset, return on asset, ukuran perusahaan, market to book value, jenis industri, dan return saham. Populasi penelitian ini adalah perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2009-2012. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda . Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan dan market to book value mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan BUMN. Sedangkan variabel lain, debt to total asset, return on asset, dan jenis industri, tidak secara signifikan mempengaruhi return saham perusahaan BUMN.The aims of this research were to analyze factors affecting the stock return of BUMN companies. This research was empirical study on the BUMN companies during 2009-2012 in Indonesia Stock Exchange. The object of this research were debt to total asset, return on asset, firm size, market to book value, industrial type, and stock return. Population of this study was BUMN companies listed in Indonesia Stock Exchange during 2009-2012. The technique of data analysis used in this study was multiple regression analysis. Based on the result of data analysis, it could be concluded that firm size and market to book value had significant effect on stock return of BUMN companies. While other variables, debt to total asset, return on asset, and industrial type, did not significantly affect stock return of BUMN companies.
70827660C1B010075PENGARUH BEBAN KERJA DAN KONFLIK PERAN GANDA TERHADAP
KINERJA PERAWAT DENGAN KELELAHAN EMOSIONAL SEBAGAI
VARIABEL MEDIASI PADA RUANG RAWAT INAP DALAM DAN PERAWATAN ANAK RSUD ProF. Dr. MARGONO SOEKARJO
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Pengaruh beban kerja, konflik kerja - keluarga, konflik keluarga - pekerjaan terhadap kinerja perawat dengan aspek kelelahan emosional sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling.
Dalam penelitian ini, kriteria yang digunakan adalah : 1 ) Meneliti perawat yang bekerja di ruang rawat inap dalam dan perawatan anak RSUD Margono Soekarjo. 2 ) perawat yang telah menjadi perawat tetap di ruang rawat inap dalam dan perawatan anak RSUD Margono Soekarjo. 3 ) Perawat yang sudah menikah di dalam ruang rawat inap dalam dan perawatan anak RSUD Margono Soekarjo. sehingga ukuran sampel penelitian ini adalah 68 responden. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Partial Least Square ( PLS ) menunjukkan bahwa: 1 ) Beban kerja terbukti berpengaruh positif tetapi tidak signifikan mempengaruhi kelelahan emosional perawat di ruang rawat inap dalam dan perawatan anak RSUD Margono Soekarjo di Purwokerto. 2 ) konflik pekerjaan - keluarga secara positif mempengaruhi kelelahan emosional perawat di ruang rawat inap dalam dan perawatan anak RSUD Margono Soekarjo di Purwokerto. 3 ) Konflik keluarga - pekerjaan berpengaruh positif terhadap kelelahan emosional perawat di ruang rawat inap dalam dan perawatan anak RSUD Margono Soekarjo di Purwokerto. 4 ) Kelelahan emosional berpengaruh negatif terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap dalam

dan perawatan anak RSUD Margono Soekarjo di Purwokerto. 5 ) Beban kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap dalam dan perawatan anak RSUD Margono Soekarjo di Purwokerto. 6 ) Kelelahan emosional memediasi pengaruh secara parsial beban kerja terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap dalam dan perawatan anak RSUD Margono Soekarjo di Purwokerto. pengaruh terhadap kinerja perawat dengan dimediasi Kepuasan Kerja. Ternyata bahwa pengaruh langsung koefisien – 0,375 lebih besar dari pengaruh tidak langsung adalah – 0,112. hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa kelelahan emosional hanya memediasi secara parsial hubungan antara beban kerja dalam kinerja perawat .
The research is titled “Effect of workload, work - family conflict, family-work conflict on nurses performance with Aspects of emotional exhaustion as a Mediating Variable in in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto”. The aims of research are to find out and to analyze the effect of Effect of workload, work - family conflict, family-work conflict on nurses performance with aspects of emotional exhaustion as a mediating variable. The method of research is survey with sampling technique uses non probability sampling by purposive sampling. In this research, the criteria applied was: 1). Examining nurses working in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo. 2). nurse who has become a regular officer in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo. 3). Nurses who are already married in in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo. It is know that sample size of this research is 68 respondents. Based on the result of research analysis data using Partial Least Square (PL) indicated that : 1). The workload was proved had positive effect but not significantly influenced the emotional exhaustion of nurses in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. 2). Family - work conflict positively influence the emotional exhaustion of nurses in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. 3). Work - family conflict positive effect on emotional exhaustion of nurses in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. 4). Emotional exhaustion negatively affect the performance of nurses in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. 5). Workload negatively affect the performance of nurses in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. 6). Emotional exhaustion partially mediates the effect of workload to the performance of nurses in preserved room and child care at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Effect on employee performance with mediated Job Satisfaction. It turns out that the direct effect coefficient -0,375 is greater than the indirect effect is -0,112. So the results of the above analysis it can be concluded that emotional exhaustion is only partially mediates the relationship between workload in the nurses performance
70838217E1A010018TUNTUTAN GANTI RUGI MATERIIL DAN IMMATERIIL YANG DIKABULKAN (STUDI TERHADAP PUTUSAN NO. 327/PDT.G/2009/PN.JKT UTARA jo 479/PDT/2010/PT DKI)
Tuntutan ganti kerugian materiil adalah kerugian-kerugian yang dari awal dapat dinilai dengan uang, sedangkan tuntutan ganti kerugian immateriil adalah kerugian-kerugian yang dari awal itu tidak dapat dinilai dengan uang. Tuntutan ganti kerugian baik materiil maupun immateriil hanya dapat diminta oleh penggugat pada suatu tuntutan atas dasar perbuatan melawan hukum sebagaimana pasal 1365 KUHPdt. Suatu ganti kerugian berdasarkan perbuatan melawan hukum, untuk menuntut suatu ganti kerugian baik materiil maupun immateriil ada syaratnya, yaitu adanya perbuatan melawan hukum, adanya kesalahan, adanya kerugian, dan adanya hubungan kausal antara kesalahan dengan kerugian. Itu semua adalah syarat untuk mendapatkan ganti kerugian, namun law in book itu biasanya tidak berbanding lurus dengan law in action. Pengadilan dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian materiil maupun immateriil berpedoman kepada Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 864K/Sip/1973 Jo Yurisprudensi No.459K/Sip/1975 yang menyatakan bahwa suatu tuntutan ganti kerugian harus diperinci, dalam bentuk apa kerugian, dan besarnya juga harus jelas. Sehingga mengakibatkan walaupun unsur-unsur perbuatan melawan hukum sudah terbukti namun penggugat tidak merinci serta membuktikan kerugian yang diderita maka akan menjadi sia-sia, karena ganti kerugian tidak akan dikabulkan oleh hakim. Dasar hakim mempertimbangkan ganti kerugian materiil dan immateriil dalam praktek adalah terbuktinya kesalahan dari tergugat, kalau kesalahan tergugat tidak terbukti, maka tuntutan ganti kerugian tidak akan dipertimbangkan. Untuk menentukan besar kecilnya nilai kerugian materiil Hakim mendasarkan kepada Pasal 1246 KUHPdt (biaya, kerugian, bunga), sedangkan dalam menilai besar kecilnya kerugian immateriil mendasarkan kepada harkat martabat serta status sosial penggugat, melihat kemampuan tergugat dan melihat latar belakang perbuatan melawan hukum itu terjadi (kesalahan atau kelalaian).Material Compensatory demand loss which is from early appreciable with money, while compensatory demand of immateriil loss which is from early that inestimable with money. Compensatory demand of material goodness and also immateriil can only be asked by plaintiff at one particular demand on the basis of deed of against law as section 1365 KUHPDT. Deed of against law can claim an material good indemnation and also immateriil there is its condition, that is existence of deed of against law, mistake existence, loss existence, and existence of relation between mistake with loss. That is condition to get indemnation, but that law in book generally do not compare diametrical by law is in action. Justice in granting material compensatory demand and also immateriil be guided by Jurisprudence of Appellate Court No. 864K/Sip/1973 Jo of Jurisprudence of No.459K/Sip/1975 expressing that an compensatory demand have to be detailed, in the form of what the loss, and level of also be clear. So that result although elements of deed against law have been proven but the plaintiff do not itemize and also prove loss suffered hence will become without effect, because indemnation will not be granted by judge. Elementary of judge consider material indemnation and immateriil in practice is proven of mistake from sued, is except that proven by the mistake befendant hence the compensatory demand will not be considered. To determine big or small assess material loss of Judge base Section 1246 KUHPdt ( expense, loss, interest), while in assessing big or small loss of immateriil base standing of prestige and also the social of plaintiff, see ability befendant and see background of deed of against law that happened ( mistake or negligence).
708410241B1J010151KARAKTER MORFOLOGI IKAN PALUNG (Hampala macrolepidota Kuhl & Van Hasselt, 1823) DI DUA HABITAT BERBEDA BERDASARKAN TRUSS MORPHOMETRICSIkan palung (Hampala macrolepidota) merupakan salah satu jenis ikan air tawar dari familia Cyprinidae. Wilayah distribusi ikan palung di Indonesia terdapat di daerah Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Karakteristik aliran arus air di Waduk Panglima Besar Soedirman dan Sungai Serayu Banjarnegara yang berbeda diduga akan mempengaruhi perkembangan tubuh ikan dan mengakibatkan perbedaan bentuk tubuh ikan. Perbedaan bentuk tubuh tersebut dapat diduga dengan teknik truss morphometrics.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive clustered random sampling. Data hasil pengukuran truss dianalisis menggunakan uji t. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter morfologi ikan palung di dua habitat tersebut. Jarak truss yang menjadi pembeda adalah jarak ujung terdepan moncong dengan tulang rahang bawah, jarak ujung terdepan moncong dengan pangkal tutup insang bawah, jarak tulang rahang bawah dengan tulang rahang atas, jarak tulang rahang atas dengan pangkal tutup insang bawah, jarak ujung terdepan moncong dengan tulang rahang atas, jarak tulang rahang atas dengan pangkal belakang kepala, jarak pangkal belakang kepala dengan arah ventral pangkal depan sirip dada, jarak pangkal belakang kepala dengan pangkal depan sirip punggung, jarak arah ventral pangkal depan sirip dada dengan pangkal depan sirip punggung, jarak pangkal depan sirip punggung dengan pangkal depan sirip perut, jarak pangkal depan sirip punggung dengan pangkal belakang sirip perut, jarak pangkal belakang sirip perut dengan pangkal depan sirip anal, jarak pangkal belakang sirip punggung dengan pangkal belakang sirip anal, jarak pangkal belakang sirip anal dengan pelipatan ekor bagian bawah, dan jarak pangkal belakang sirip anal dengan pelipatan ekor bagian atas.

Hampala barb (Hampala macrolepidota) is a fresh water fish from Cyprinidae. The distribution of hampala barb in Indonesia includes Java, Sumatra, and Kalimantan. This species live in freshwater habitats, such as river, steam, reservoir, and dam. Generally, a different characteristic of habitats affect morphological characteristic of fish species living in it. Therefore, it is suggested that different characteristic of water flow in Panglima Besar Soedirman Reservoir and Serayu River Banjarnegara (or assumed) affect fish growth which live in those habitats thus lead to different morphology. Morphological differences can be measured with truss morphometrics measurements. This study used survey method with purposive clustered random sampling. The data of truss measurement was analyzed with t-test. The t-test analysis showed that there are morphological differences between Hampala barbs from those two habitats. The difference truss distance are observed between the foremost snout and lower jawbone, the foremost snout and gill cover, lower mandible and upper maxilla, upper maxilla and gill cover, foremost snout and upper maxilla, upper maxilla and end back base of head, end back base of head and ventral base of front pectoral fin, end back base of head and front base of dorsal fin, ventral base of front pectoral fin and front base of dorsal fin, front base of dorsal fin and front base of pelvic fin, front base of dorsal fin and end base of pelvic fin, end base of dorsal fin and front base of anal fin, end base of dorsal fin and end back base of anal fin, end base of anal fin and lower caudal peduncle, end base of anal fin and upper caudal peduncle.
708510242G1B010029HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA SISWA SD/MI DESA KRAMAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS II KEMBARAN TAHUN 2014Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Menurut hasil Riskesdas (2013), insiden dan period prevalence diare untuk seluruh kelompok umur di Indonesia adalah 3,5% dan 7,0%. Prevalensi diare pada kelompok usia anak sekolah di Indonesia adalah 6,2%. Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak sekolah seperti diare umumnya berkaitan dengan PHBS. Diare lebih sering terjadi pada masyarakat yang kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada siswa SD/MI Desa Kramat wilayah kerja Puskesmas II Kembaran tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan instrumen kuesioner dan observasi. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 174 siswa yang berasal dari SDN Kramat dan MI Kramat. Sampel penelitian berjumlah 60 responden, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku mengonsumsi jajanan (p=0,038) dan perilaku membuang sampah (p=0,012) dengan kejadian diare. Tidak ada hubungan antara perilaku mencuci tangan (p=0,959) dan perilaku menggunakan jamban sehat (p=0,675) dengan kejadian diare. Memberikan informasi kepada siswa/siswi mengenai pentingnya perilaku mengkomsumsi jajanan sehat dan perilaku membuang sampah dengan baik untuk mencegah kejadian diare.Diarrhea remains a public health problem in developing countries such as Indonesia, because morbidity and mortility was high. Based on Riskesdas (2013), the incidence and period prevalence of diarrhea for all age groups in Indonesia was 3.5% and 7.0%. The prevalence of diarrhea on school children in Indonesia was 6.2%. The emergence of several diseases that often affected school children such as diarrhea associated with clean and healthy living behavior. The purpose of this study was to determine correlation of clean and healthy living behavior with incidence of diarrhea in Kramat Village elementary school students in Kembaran II Primary Health Center area. Design of this research was quantitative with cross sectional approach. The data collected by interviews and observations with a questionnaire. Total population in this study were 174 students from SD N Kramat and MI Kramat. Sample of this research was 60 respondents, taken by simple random sampling technique. Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis with chi square test. Result of this research showed that there was a correlation between the behavior of eating snacks (p=0.038) and littering behavior (p=0.012) with the insidence of diarrhea. There was not correlation between hand washing behavior (p=0.959) and used healthy latrines behaviors (p=0.675) with the insidence of diarrhea. Give information to students about behavior of eating snacks and littering behavior are very important, in order to prevent diarrhea incidence.
70868218E1A010214KEWENANGAN ABSOLUT LEMBAGA PERADILAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 93/PUU-X/2012
Keberadaan sistem Perbankan Ganda yang di amanatkan kepada Bank Indonesia, melahirkan 2 sistem perbankan yaitu Perbankan Konvensional dan Perbankan Syariah. Perbankan Syariah sebagai Bank berdasarkan syariat Islam dengan sistem di Indonesia diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sebagai payung hukumnya. Namun hal tersebut menimbulkan adanya dualisme kewenangan mengadili antara Peradilan Agama dengan Peradilan Umum dalam hal penyelesaian sengketa Perbankan Syariah.
Dualisme kewenangan mengadili disebabkan karena, Pasal 55 tentang Penyelesain Sengeketa Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, dalam penjelasan Pasal 55 ayat (2) huruf (d) menyebutkan bahwa Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum sebagai salah satu alternatif penyelesaian perkara Perbankan Syariah sedangkan secara konkret Pasal 55 ayat (1) menunjuk Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama, yang mempunyai wewenang untuk menyelesaikan sengketa Perbankan Syariah. Kewenangan Peradilan Agama dalam menyelesaikan sengketa Perbankan Syariah diperkuat dalam Pasal 49 huruf (i) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama. Sehingga munculah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012 yang menyatakan bahwa Penjelasan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.
The existence of Dual Banking System that ordered by Bank of Indonesia makes 2 (two) Banking system are Conventional Banking and Sharia Banking. Sharia Banking is a Bank based on Islamic Syria with a system in Indonesia strengthened by Act Number 21 of 2008 year about Sharia Banking as a umbrella Act. But that thing makes the dualism of authority to justice between Religion Court an General Court within lawsuit settlement Sharia Banking.
Dualism of authority to justice because of, section 55 about Lawsuit settlement in Act Number 21 of 2008 year on the Sharia Banking, in explanation of Section 55 subsection (2) alphabet (d) to explain that adjudgment in General Court area as a kind of lawsuit settlement of Sharia Banking’ alternative whereas for concrete Section 55 subsection (1) appoint adjudgment in Religion Court area, that have authority to settle lawsuit Sharia Banking. Authority Religion Court to settle lawsuit Sharia Banking strengthened in Section 49 alphabet (i) Act Number 3 of 2006 year about Religion Court. So came the Constitutional Court Decision Number 93/PUU-X/2012 stating that explanation Section 55 subsection (2) of Act Number 21 of 2008 year about Sharia Banking contrary to the Indonesia Constitution 1945 and has no binding legal force.
70878186B1J009003Kelimpahan Fitoplankton Di Perairan Waduk Panglima Besar Soedirman Yang Berpotensi Sebagai Pakan Alami Ikan Grass Carp (Ctenopharyngodon idella)Fitoplankton adalah tumbuh-tumbuhan air yang mempunyai ukuran sangat kecil dan hidup melayang dalam air. Fitoplankton di manfaatkan oleh ikan sebagai pakan alami. Pakan alami merupakan pakan terbaik bagi pertumbuhan ikan, baik itu bagi larva ikan maupun ikan dewasa. Ikan Grass Carp (Ctenopharyngodon idella) atau ikan koan merupakan ikan yang hidup di air tawar. Ikan jenis ini memakan rumput-rumputan dan tumbuhan air termasuk fitoplankton di alam sebagai pakan alaminya. Jenis ikan ini juga berada di Waduk Panglima Besar Soedirman, yang terletak sekitar 8 km sebelah barat kota Banjarnegara, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di perairan Waduk Panglima Besar Soedirman, mengetahui jenis fitoplankton apakah yang digemari ikan Grass Carp di perairan Waduk Panglima Besar Soedirman, serta mengetahui jenis pakan utama ikan Grass Carp yang tertangkap di perairan Waduk Panglima Besar Soedirman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Hasil yang diperoleh dari penelitian di perairan Waduk Panglima Besar Soedirman, tingkat kesamaan struktur komunitas fitoplankton antar stasiun berkisar antara 55,34%-70,31%. Terdapat tujuh spesies fitoplankton yang menjadi pakan alami dan digemari oleh ikan Grass Carp yaitu dua spesies dari divisi Cyanophyta Lyngbya spirulinoide dan Oscillatoria farmosa, tiga spesies berasal dari divisi Chlorophyta Microspora amoena, Oedogonium sp, dan Zynema insigne, dan dua spesies dari divisi Chrysophyta Amphipleura sp. dan Caloneis bacillum. Ikan Grass Carp dapat digolongkan kedalam golongan ikan herbivor, dengan Potongan daun sebagai pakan utama sedangkan pakan pelengkapnya adalah Oedogonium sp. dan Navicula platistoma.Phytoplankton is a microscopic water plant which floating in water. Phytolankton used as a natural food for fish. Natural food is the best food for fish, as it for larvae and adult fish. Grass Carp fish (Ctenopharyngodon idella) or koan fish is a fish that lives in freshwater. This type of fish ate the grasses and aquatic plants, including phytoplankton as its natural feed and also found in Panglima Besar Sudirman Reservoir, which is located approximately 8 miles west of Banjarnegara, Central Java. This research aims to determine the structure of phytoplankton communities in Panglima Besar Soedirman reservoir, to know about favored phytoplankton of Grass Carp fish, and to know the type of main feed of Grass Carp fish. The method used was a survey method. The results showed that the degree of similarity between the phytoplankton community structure of each station ranged about 55.34% -70.31% in Panglima Besar Soedirman Reservoir. There are seven types of phytoplankton species that became a favored natural food by Grass Carp fish Grass Carp fish, include two species of Cyanophyta divisions namely Lyngbya spirulinoide and Oscillatoria farmosa, three species are derived from the division Chlorophyta Microspora amoena, Oedogonium sp., and Zynema insigne, and two species of Chrysophyceae divisions namely Amphipleura sp., and Caloneis bacillum. Grass Carp is a herbivore fish, which the leaves pieces is the main feed of Grass Carp fish and there are 2 types of plankton species, Oedogonium sp. and Navicula platistoma as its supplementary feed.
70888219G1F010006Aktivitas Antiartritis Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Pada Tikus Yang Diinduksi Complete Freund’s Adjuvant Berdasarkan Skor Artritis Dan Histopatologi Sendi LututJambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu tanaman herbal yang telah terbukti sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiartritis dari ekstrak daun P. guajava berdasarkan skor artritis dan histopatologi sendi pada tikus SD jantan yang diinduksi complete freund’s adjuvant (CFA).
Penelitian dilakukan pada hewan uji yang diinduksi CFA dengan ekstrak etanol daun P. guajava sebagai senyawa uji dan deksametason sebagai kontrol positif. Tikus SD jantan dibagi menjadi 5 kelompok, dan masing-masing kelompok terdiri dari 8 ekor tikus. Kelompok I merupakan kontrol artritis yang diinduksi CFA. Kelompok II merupakan kelompok deksametason yang diberi perlakuan deksametason dengan dosis 3 mg/kg Bb intraperitonial pada hari ke-14, 16, 18, 20, 22, 24, 26 dan 28. Kelompok III-V merupakan kelompok perlakuan ekstrak etanol daun P. guajava dengan dosis masing-masing sebesar 250 mg/kg BB, 500 mg/kg BB dan 750 mg/kg BB yang diberikan secara peroral pada hari ke 14-28. Setiap kelompok diinduksi dengan CFA secara intradermal dengan dosis 10 mg/ml sebanyak 0,2 ml pada hari ke 1 dan 0,1 ml pada hari ke 5. Pengamatan skor artritis dilakukan pada hari ke-0, 1, 4, 8, 12, 16, 20, 24, dan 28, sedangkan pengambilan jaringan untuk pengamatan histopatologi sendi lutut dilakukan pada hari ke-29.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun P. guajava memiliki aktivitas antiartritis pada tikus yang diinduksi complete freud’s adjuvant (CFA) berdasarkan pengamatan skor artritis dan pengamatan histopatologi sendi lutut. Dosis ekstrak etanol daun jambu biji yang paling optimal sebagai antiartritis adalah dosis 250mg/kgBB karena mampu menurunkan skor artritis yang paling besar dengan gambaran histopatologi yang paling baik yaitu menunjukkan perbaikan membran sinovial dan perbaikan kartilago.
Guava is one of Indonesian herbal plants which have been proven as an antioxidant and anti-inflammatory. The aims of this study is to determine the activity of the ethanol extract of leaves antiartritis guava in rats induced by Complete Freund's Adjuvant (CFA).
This study used rats were divided into 5 groups (n = 8) and given a standard drink ad libitum. Group I is arthritis control, which induced CFA. Group II is dexamethasone group, which given dexamethasone 3mg/kgBB intaperitonial on days 14 th, 16 th, 18 th, 20 th, 22 th, 24 th, 26 th and 28 th. Group III, IV, and V which induced CFA 0.1 ml, given the ethanol extract of leaves of guava each with dose 250mg/kgBB po, 500mg/kgBB po, and 750mg/kgBB. Each group was induced with CFA 10 mg/ml intradermally as much as 0.2 ml on day 1 and 0.1 ml on day 5. Ethanol extract of guava was given on days 14th until 28th after CFA induction. The activities of Antiarthritis conducted through observation arthritis score performed on days 0, 1st, 4rd, 8th, 12th, 16th, 20th, 24th and 28th, while the removal of tissue for histolopathological observations knee joint performed on 29th day.
Result of the study show the extract of leaves of P. guajava has antiarthritis activity in rats induced complete freud's adjuvant (CFA) based on the observation scoring arthritis and knee joint histopathology observations. Doses ethanol extract of guava leaves as the most optimal dose 250mg/kgBB antiarthritis because it can reduce the greatest arthritis score with the best histopathological picture is showing improvement synovial membrane and cartilago repair.
70898220C1B009050PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, UKURAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP HARGATujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kebijakan dividen, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan kepemilikan institusional terhadap harga saham perusahaan LQ45. Sampel penelitian ini adalah 15 perusahaan yang terdaftar di LQ45 selama tahun 2009 sampai 2011, perusahaan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk membuktikan hipotesis, penelitian ini menggunakan model Regresi Linier Berganda . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kebijakan Dividen dan Ukuran Perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Harga Saham, sedangkan Pertumbuhan Perusahaan dan Kepemilikan Institusional memiliki pengaruh signifikan terhadap Harga Saham.The purpose of this research is to analyze the influence of dividend policy, firm size, firm growth and institutional ownership to stock price of LQ45 Companies. The samples of this research were 15 Companies listed in LQ45 during 2009 until 2011, they were selected using purposive sampling technique. To prove the hypothesis, this research was applied Multiple Linier Regression Model. The result of this research showed that Dividend Policy and Firm Size had no significant influence on Stock Price, while Firm Growth and Institutional Ownership had significant influence on Stock Price.
709010245B1J010055Daya Serap Karbondioksida Hutan Rakyat Berbasis Kopi di Desa Binangun Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara Hutan rakyat sangat potensial untuk dikembangkan sebagai penyerap karbondioksida (carbon sequration) dan penyimpan karbon (carbon stock). Tipe hutan rakyat yang sudah banyak dikembangkan adalah hutan rakyat berbasis pohon kopi (Coffea robusta). Salah satu faktor yang mempengaruhi daya serap CO2 hutan adalah umur tegakan. Namun demikian, pada umur berapakah tegakan kopi yang paling efektif dalam menyerap CO2 belum diketahui dengan baik. Oleh karena itu tujuan penelitian ini diarahkan untuk mengetahui umur tegakan kopi yang paling efektif dalam menyerap CO2. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas umur tegakan kopi sebagai variabel bebas dan daya serap daun kopi terhadap CO2 sebagai variabel bergantung. Umur tegakan kopi dikelompokkan ke dalam lima kelompok umur. Variabel daya serap CO2 daun kopi terdiri atas parameter massa karbohidrat daun, kandungan CO2 daun, luas permukaan daun, jumlah daun perpohon, dan kerapatan tanaman. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan regresi korelasi dan Analisis Varian (ANOVA) dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur tegakan kopi berpengaruh nyata terhadap daya serap CO2. Umur tegakan kopi yang paling optimal dalam menyerap CO2 adalah pada umur 10-15 tahun yakni sebesar 4,866 ton.ha-1.tahun-1 dan mengalami penurunan kembali setelah umur >14,68 tahun.The private forest was so potential for developed as carbon sequestration and carbon stock. The type of private forest has been many developed is the private forest coffee based. CO2 absorption capacity of forests is influenced by stand age. In general, young tree was more efective on the absortion of carbon dioxide than old tree. However, at what age coffee stands most effective in absorbing CO2 are not well understood. Therefore, the aim of this study was to determine the age of coffee stand most effective in absorbing CO2.This research was used survey methods. Plant leaf samples were taken by cluster random sampling. The variables were used in this study consists of a coffee stand age as the independent variable and the coffee leaf absorption of CO2 as the dependent variable. Coffee stand age was grouped into five age groups. The parameter of variable CO2 absorption consists of carbohydrates leaf mass, the CO2 content of leaves, leaf surface area, number of leaves per tree, and plant density. The data were analyzed by correlation, regression, analysis of variance, and Duncan's test.The results showed that the coffee stand age affect to the absorption of CO2 significantly. The optimal coffee stands age in absorbing of CO2 were 10-15 years, which amounted to 4,866 ton.ha-1 year-1 and absortion CO2 decrased on >14,68 years.
70918221H1L009054PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SIMPAN PINJAM BERBASIS WEB PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPDIT SAE PURWOKERTOSistem yang berjalan pada Koperasi Simpan Pinjam KOPDIT SAE (Koperasi Kredit Sinau Andandani Ekonomi) masih manual dan belum efektif karena banyak dijumpai adanya masalah yaitu sulitnya pencarian data anggota, data simpanan, data pinjaman, serta data angsuran. Kelemahan lain pada sistem yang berjalan sekarang yaitu adanya keterlambatan dalam pembuatan laporan simpan pinjam.
Dari permasalahan yang timbul maka untuk memaksimalkan kinerja koperasi simpan pinjam Kopdit SAE membutuhkan sistem informasi yang terkomputerisasi agar lebih baik dalam pengelolaan data. Sistem informasi yang dibangun dikembangkan dengan sistem berbasis web karena agar lebih memudahkan dalam pengaksesan data pada kantor pusat dengan cabang lainnya. Dalam hal ini sistem informasi simpan pinjam berbasis web juga dapat memberikan kemudahan pada petugas koperasi untuk meminimalkan kesalahan pada pengelolaan dan pengaksesan data simpan pinjam, serta bagi anggota koperasi tidak perlu datang langsung ke koperasi untuk melakukan pengecekan jumlah saldo simpanan, pinjaman, dan angsuran.
Kata Kunci : Sistem Informasi, Simpan Pinjam, Koperasi, Berbasis Web.
The system used in KOPDIT SAE (Koperasi Kredit Sinau Andandani Ekonomi) is still running based on manual and not effective as many problems arise, such as the difficulty in searching the member’s data, saving data, loan data as well as installment data. Another weakness of the current system is the delay in making the report of savings and loans.
From the problems mentioned above, a computerized information system is required to maximize the performance of Kopdit SAE saving and loan cooperative in order to have a better data management. The Information system is built and developed in a web-based system to abridge the officers in accessing the data at the central office and its branches. In this case, the web -based savings and loan information system can also provide abridgement to the officers of the cooperative in minimizing errors on saving and loan data access and management. The computerized information system is also beneficial for the members of the cooperative that they do not have to come directly to the cooperative office to check the balance amount of their deposits, loans, and installment.
Key words: Information System, Saving and Loan, Cooperative, Web-Based.
709210246B1J010007KEPADATAN POPULASI TUNGAU PREDATOR Phytoseius sp. PADA BERBAGAI KLON TANAMAN TEH SETELAH AUGMENTASI INUNDATIF DI PTPN IX SEMUGIH PEMALANGJenis hama utama yang menyerang tanaman teh antara lain dari golongan jenis tungau hama jingga (Brevipalpus phoenicis) dan tungau predator Phytoseius sp. memiliki kemampuan yang baik dalam pengendalian hayati tungau hama jingga (Brevipalpus phoenicis). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 3 kelompok klon (Asam, Gambung, dan TRI 2024) sebagai ulangan dengan pengambilan sampel secara sistematis. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode diagonal. Sampel berupa daun teh diambil 5 helai daun disetiap titik pengambilan sampel yang berasal dari 5 helai daun terbawah dari masing-masing tiap jenis klon. Seluruh daun teh diamati di bawah mikroskop stereo dan dihitung jumlah telur, larva, nimfa, dan dewasa dari tiap jenis tungau hama (Brevipalpus phoenicis) dan tungau predator Phytoseius sp. untuk menentukan rasio antara banyaknya individu larva Phytoseius sp. dengan banyaknya total individu seluruh stadium Phytoseius sp. Hasil data kepadatan populasi ini digunakan sebagai pembanding untuk dilakukan augmentasi inundatif. Strategi augmentasi adalah melepaskan musuh alami yang telah di produksi massal dalam jumlah yang besar dengan tujuan untuk meningkatkan populasi musuh alami di habitat pelepasan atau membanjiri (inundasi) populasi hama dengan musuh alami dan penambahan secara massal populasi tungau predator. Hasil data pendukung seperti sudut duduk daun, luas daun, panjang trikhoma, kerapatan trikhoma, suhu, dan kelembaban kemudian dianalisis dengan analisis ragam (uji F), dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada tingkat kesalahan 10% dan 20%. Hasil penelitian kepadatan populasi tungau predator Phytoseius sp. pada berbagai klon tanaman teh setelah augmentasi inundatif di PTPN IX Semugih Pemalang menunjukkan bahwa kepadatan populasi tungau predator Phytoseius sp. yang tinggi adalah jenis klon asam (P<20%). Faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi tungau predator Phytoseius sp. adalah sudut duduk daun, luas daun, panjang trikhoma, dan kerapatan trikhoma.

The main type of pest that attack the crops of tea is orange mite (Brevipalpus phoenicis) moreover predatory mites Phytoseius sp. have a good ability in biological control of pest orange mites (Brevipalpus phoenicis). This study uses experimental methods with a randomized block design (RAK) design with 3 groups of clones (Asam, Gambung, and TRI 2024) as replicates of systematic sampling. We use the diagonal method for determinating sampling point. Samples are tea leaves that 5 leaves at each sampling point from the 5 leaves from the bottom of each type of clone. The whole tea leaves were observed under a stereo microscope and counted the number of eggs, larvae, nymphs, and adults of each type of pest mites (Brevipalpus phoenicis) and predatory mites Phytoseius sp. to determine the ratio between the number of individual larvae Phytoseius sp. and total number of individuals of all stages Phytoseius sp. Population density data is used as a comparison to inundatif augmentation. Augmentation strategy is releasing natural enemies that have been in mass production in large numbers in order to increase natural enemy populations in habitats release or flooding (inundation) of pest populations by natural enemies and the addition of a mass population of predatory mites. Supporting data such as sitting corner leaves, leaf wide, length of trichoma, trichoma density, temperature, and humidity and then analyzed by analysis of variance (F test), followed by Duncan's multiple range test at an error rate of 10% and 20%. The results showed that the population density of predatory mites Phytoseius sp. the high population density by the type of clone Asam (P<20%). Factors affecting that the predatory mite Phytoseius sp. population density is the sitting corner leaves, leaf area, length of trichoma, and trichoma density
709310247B1J010179SELEKSI BAKTERI DAN ISOLASI GEN PENYANDI ENZIM ENDOXILANASE DARI AKTINOMISETES LAUTPerkembangan dan kemajuan bidang pertanian di Indonesia telah menimbulkan peningkatan limbah pertanian yang berdampak pada pencemaran lingkungan. Masalah pencemaran tersebut dapat ditanggulangi dengan biokonversi limbah menggunakan mikroorganisme penghasil enzim ekstraseluler. Lignoselulosa dalam limbah pertanian dapat dijadikan sebagai sumber bahan baku penghasil gula xilosa dengan bantuan enzim xilanase. Enzim xilanase berperan dalam menghidrolisis xilan menjadi xilosa dan xilo-oligosakarida. Xilanase dapat dihasilkan dari berbagai macam organisme seperti aktinomisetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui isolat aktinomisetes laut yang potensial menghasilkan enzim xilanase dan memberikan informasi mengenai karakteristik gen penyandi enzim endoxilanase pada isolat terpilih. Sebanyak 15 isolat aktinomisetes yang diisolasi dari laut di Cilacap (stok penelitian terdahulu) dilihat kemampuannya dalam menghasilkan enzim xilanase dengan plate assay. Sebanyak empat isolat memiliki indeks xilanolitik yaitu isolat RL6 193, RL6 212, LA1 7C dan LA1 7A dengan nilai berturut-turut sebesar 1.41, 1.33, 1.24 dan 1.21. Hasil uji aktivitas xilanase menunjukkan isolat LA1 7C memiliki aktivitas tertinggi dari isolat lainnya sebesar 33.62 IU/ml. Gen penyandi endoxilanase famili 11 dari isolat LA1 7C berhasil diisolasi dengan teknik PCR menggunakan primer FComp2 dan RComp2 yang menghasilkan pita sepanjang 300 bp. Analisis terhadap hasil sekuen produk PCR menggunakan metode multiple sequence alignment menunjukkan bahwa sekuen memiliki kemiripan dengan sekuen gen penyandi endoxilanase dari Streptomyces sp. xln gene for xylanase sebesar 76.71%.The development and progress of agriculture in Indonesia have led to an increase in agricultural waste which has an impact on environmental pollution. Pollution problem can be overcome by bioconversion of agricultural waste using microorganisms which produce extracellular enzymes. Lignocelluloses from agricultural waste can be used as sources of raw material to produce xylose sugar which catalyzed by xylanase enzyme. Xylanase hydrolyzes xylan into xylose and xilo-oligosaccharides. Various organisms such as actinomycetes have an ability to produce xylanase. The purpose of this study was to determine the potential of marine actinomycetes isolates that produced xylanase and provide information about the characteristics of the endoxilanase encoding gene. A total of 15 actinomycetes isolate stocks from previous research were isolated from Cilacap marine and their abilities to produce xylanase were tested using plate assay method. Four isolates which had xylanolitic index were RL6 193, RL6 212, LA1 7C and LA1 7A with the consecutive values of 1.41, 1.33, 1.24 and 1.21. The result showed that the highest xylanase activity was produced by LAI 7C (33.62 IU/ml). Endoxilanase family 11 gene was isolated using specific primers (RComp2 and FComp2) by PCR technique and a 300-bp band was obtained. The analysis using multiple sequence alignment program showed 76.71% similarity between LA1 7C DNA sequence and gene encoding endoxylanase from Streptomyces sp. xln gene for xylanase.
709410248G1B010062STUDI KELAYAKAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS) DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: SIMPUS merupakan pilihan bagi daerah dalam mengembangkan sistem informasi yang lebih cepat dan akurat, dengan tujuan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat agar dapat memperoleh pelayanan yang cepat, keakuratan tindakan yang diterima, mudahnya mendapat informasi dan kemudahan proses administrasi. Tujuan: mengetahui kelayakan implementasi SIMPUS di puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Metode penelitian: jenis penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pembagian angket di 32 pusksemas. Uji validitas menggunakan validitas konstruk dan uji realibilitas menggunakan uji Cronbach Alpha. Hasil penelitian: sebagian besar puskesmas sejumlah 14 puskesmas (43,75%) memiliki kecepatan akses internet 61-80%. Seluruh puskesmas belum memiliki analisis cost-benefit terkait pengembangan teknologi informasi. Sebagian besar puskesmas (53,12%) tidak memiliki SOP terkait penerapan SIMPUS. Sebanyak 30 puskesmas (93,75%) belum memiliki unit khusus yang menangani SIMPUS. Sebagian besar puskesmas (78,12%) belum memiliki mekanisme penjadwalan terkait pengembangan teknologi informasi. Simpulan: puskesmas yang telah layak secara teknis 28 puskesmas, layak secara ekonomi 32 puskesmas, layak secara hukum 18 puskesmas, layak secara operasional 23 puskesmas dan layak secara jadwal 22 puskesmas. Saran: puskesmas perlu membuat portal mengenai informasi kesehatan, memiliki dokumen perencanaan pengembangan SIMPUS, menyusun SOP penggunaan SIMPUS dan membentuk unit khusus yang menangani SIMPUS.Background: Management Information System Of Community Health Center (SIMPUS) is a choice for regional in developing information system which is faster and more accurate. The purpose of information system development is providing excellent services to the public so public can get faster service, helping people to get information easily, and ease the administrative process. Objective: The purpose of this research is to know feasibility of SIMPUS implementation at public health center in the work area of Banyumas District Board of Health. Methods: the type of this research is quantitative descriptive. Total sampling is used to obtain sample. Data collection is done by giving questionnaire in 32 community health centers. The data validity is tested by construct validity and the reliability test uses Cronbach Alpha test. Results: most community health center (43,75%) has internet access speed in interval 61-80%. All community health center has no benefit-cost analysis which is associated with the development of information technology. Most community health center (53,12%) does not have SOP related to SIMPUS application. A special unit which manages SIMPUS in 30 community health centers (93,75%) has not yet existed. The majority of community health center (78,12%) does not yet have scheduling mechanism related to the development of information technology. Conclusion: community health centers have been technically feasible are 28 public health centers, 32 public health centers are economically feasible, 18 community health centers are legally feasible, 23 community health centers are operationally feasible and 22 community health centers are feasible based on schedule. Suggestions: community health centers should make portal which provides health information, have scheduling mechanism related to the development of SIMPUS, make SOP related to SIMPUS, and create a special unit which manages SIMPUS.
709510249G1D010003ANALISIS FAKTOR FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DAN PERAWATAN DIRI PADA MASYARAKAT DESA REMPOAH BATURRADENLatar belakang :Hipertensi merupakan suatu penyakit yang kronis dimana tekanan darah meningkat diatas tekanan darah normal. Dikatakan hipertensi jika tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. Faktor risiko terhadap kenaikan tekanan darah pada seseorang antara lain: umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, konsumsi asin, lemak, manis, minum alkohol, merokok,IMT, olah raga dan stres. Perawatan diri diperlukan untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam mengelola penyakitnya.
Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang memengaruhi kejadian hipertensi dan tingkat perawatan diri pada masyarakat Desa Rempoah, Baturraden.
Metode :Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner, dan analisa data yang digunakan adalah uji pearson.
Hasil :Mayoritas responden di kategorikan berumur 31-40 tahun (2,2%), 41-50 tahun (15,2%), 51-60 tahun (37,0%), 61-85 tahun (45,7%), jumlah responden perempuan lebih banyak (95,7%), mayoritas responden riwayat keluarga dengan hipertensi (23,9%), mayoritas merokok (2,2%), mayoritas konsumsi makan lemak bersantan (8,7%), daging (58,7%), jeroan (15,2%), telor (17,4%), mayoritas konsumsi makan asin (65,2%), mayoritas konsumsi makan manis roti (43,5%), sirup (8,7%), kecap (23,9%), susu kental (19,6%), kopi (4,3%), kategori IMT kurus (17,4%), obesitas ringan (58,7%), obesitas berat (23,9%), olah raga jalan sehat (52,2%), jalan sehat+senam lansia (47,8%) dan stres (73,9%). Hasil analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah jenis kelamin (p = 0,051), riwayat keluarga (p = 0,000) dan stres (p = 0,000).
Simpulan :Adanya hubungan antara jenis kelamin, riwayat keluarga dan stres dengan stadium hipertensi. Sedangkan umur, konsumsi makan asin, konsumsi makan lemak, konsumsi makan manis, merokok, IMT dan olah raga tidak ada hubungan.



Background: Hypertension is a chronic disease in which the blood pressure rises above normal blood pressure. It is said to hypertension if the systolic blood pressure is from 140 mmHg or more, and diastolic blood pressure is from 90 mmHg or more. Risk factors for the rising of blood pressure in a person such as: age, gender, family history, consumption of salty, fatty, sweet, drinking alcohol, smoking, BMI, exercise and stress. Self-care is needed to improve patient autonomy in managing the disease.
Objective: This study aimed to identify risk factors that affect the incidence of hypertension and the level of self-care of the villager of Rempoah, Baturraden.
Methods: This study used an observational design with cross sectional approach. Sampling using purposive sampling technique with a total sample of 46 respondents. The research instrument used was a questionnaire, and data analysis used is Pearson test.
Results: The majority of respondents aged 31-40 years categorized (2.2%), 41-50 years (15.2%), 51-60 years (37.0%), 61-85 years (45.7%), the number of respondents more women (95.7%), the majority of respondents with a family history of hypertension (23.9%), the majority of smoker (2.2%), the majority of bersantan fat meal consumption (8.7%), meat (58.7%), offal (15.2%), eggs (17.4%), the majority of salty food consumption (65.2%), the majority of food consumption of sweet bread (43.5%), syrup (8.7% ), soy (23.9%), condensed milk (19.6%), coffee (4.3%), underweight BMI category (17.4%), mild obesity (58.7%), severe obesity (23,9%), sports a healthy way (52.2%), road and gymnastics healthy elderly (47.8%) and stress (73.9%). The results of the analysis of factors associated with hypertension are gender (p = 0.051), family history (p = 0.000) and stress (p = 0.000).
Conclusion: There is a relationship between gender, family history and stress with hypertension stage. While age, consumption eat salty, fatty food consumption, the consumption of sweet eating, smoking, BMI and exercise have no relationship.


70968222D1F011023EVALUASI MUTU GENETIK SAPI PERAH FH DI BBPTU-HPT BATURRADEN MENGGUNAKAN CATATAN PRODUKSI SUSU HARIAN DAN DUA MINGGUANPenelitian dilaksanakan di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden. Materi penelitian berupa 278 catatan produksi susu laktasi pertama periode tahun 2006 – 2013. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui peringkat genetik ternak berdasarkan Nilai Pemuliaan. (2) Mengetahui perubahan peringkat individu sapi perah dari hasil evaluasi genetik berdasarkan catatan produksi susu harian dengan catatan dua mingguan menggunakan TIM. (3) Mengetahui deviasi penggunaan catatan dua mingguan dalam penaksiran total produksi susu sapi perah terhadap catatan produksi susu harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu taksiran TIM cenderung mendekati produksi susu harian. Produksi susu terkoreksi sapi perah (laktasi 1) yaitu rata-rata 4984,56±1186,83 kg dan taksiran TIM dua mingguan 5483,62±1246,29 kg. umur beranak pertama rata-rata 787,21±97,72 hari, dan jumlah hari pemerahan rata-rata 298,14±72,08. Rata-rata produksi menggunakan TIM 10,1% relatif lebih tinggi dibandingkan dengan produksi susu harian. Nilai korelasi rank Spearman dalam penelitian sebesar 0,962 (P<0,01). Kesimpulan penelitian adalah (1) Peringkat NP yang tertinggi adalah individu dengan ID 3599 dan yang terendah dengan ID 3563. (2) Penaksiran produksi susu menggunakan metode TIM dua mingguan menghasilkan peringkat NP individu sapi yang sama dengan produksi susu harian. (3) Produksi susu taksiran TIM dua mingguan menghasilkan penyimpangan yang positif dengan kisaran nol sampai 37,5%. Taksiran produksi susu TIM dua mingguan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan produksi susu harian.The research was carried out at The Breeding Centre and Forage (Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) of Baturraden. The research materials were 278 daily records of first lactation milk production recorded between from 2006 to 2013. The purposes of the study were: (1) to determine the genetic level based on the individual breeding values, (2) to assess the consistency between the individual genetic rank evaluated based on daily milk production and bi-weekly records of Test Interval Method (TIM), (3) to evaluate the deviation between the estimated milk production of bi-weekly TIM and the actual production of daily records. The results showed that the estimated milk production of bi-weekly TIM was similar to the actual daily milk production. Mean of the corrected milk production of daily records (first lactation) was 4984.56 ± 1186.83 kg and the average of the estimated bi-weekly TIM production was 5483.62 ± 1246.29 kg. The mean of age at first parturition was 787.21 ± 97.72 days, and the mean number of days in milked was 298.14 ± 72.08 day. Mean of milk production of bi-weekly TIM was 10.1% higher than the actual daily milk production. The coefficient of Spearman rank correlation was 0.962 (P < 0.01). The conclusions of the study were: (1) The highest and the lowest rank of the individuals based on its estimated breeding value were animals with ID 3599 and ID 3563, respectively, (2) The genetic evaluation based upon bi-weekly TIM produced the same individuals ranking as that of evaluated based on daily milk production, and (3) Bi-weekly TIM produced positive deviations of up to 37.5 % which means that the estimated milk production of bi-weekly TIM was higher than the daily milk production.
709710065H1C010025APLIKASI MOBILE MONITORING UNTUK PENDERITA PENYAKIT HIPERTENSI PADA SMARTPHONE BERBASIS SISTEM OPERASI ANDROIDSeiring berkembangnya teknologi saat ini menuntut kita untuk menciptakan inovasi baru di berbagai bidang, tidak terkecuali bidang medis seperti dalam hal menciptakan aplikasi mobile guna kepentingan monitoring. Hasil pengukuran tekanan darah pada seseorang setiap periodenya tidak selalu pada rentang nominal yang sama. Penyebabnya tidak dapat diprediksi secara pasti mengingat kondisi tekanan darah seseorang bergantung pada banyak faktor. Sehingga diperlukan suatu aplikasi yang dapat melakukan pencatatan guna monitoring sekaligus prediksi dini dengan mengacu pada parameter tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik dan hasil digunakan sebagai acuan tindak lanjut medis yang dapat dilakukan. Selain itu pengguna smartphone android yang merupakan ponsel cerdas yang pengembangannya hanya terbatas pada imajinasi juga semakin banyak digunakan semua kalangan. Sehingga akan lebih efektif dan tepat sasaran jika aplikasi mobile monitoring hipertensi tersebut diimplementasikan pada ponsel cerdas sekelas android.Along with the expansion of the current technology requires us to create new innovations in various fields, such as the medical field is no exception in terms of creating mobile applications for monitoring purposes. The results of blood pressure measurements in a person per period is not always at the same nominal range. The cause could not be predicted with certainty given the circumstances a person's blood pressure is dependent on many factors. So it needed an application that can perform logging to monitoring and early predictions with reference to the parameters of systolic blood pressure and diastolic blood pressure and the results are used as a reference for medical follow-up can be done. In addition the user android smartphone is the Smartphone development is only limited to the imagination as well as the more widely used of all walks of life. So it will be more effective and right on target if the hypertension monitoring mobile applications implemented on smart phones android classmates.
709810946C1C011085PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP BUDGETARY SLACK DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN, KOMITMEN ORGANISASI, KAPASITAS INDIVIDU, DAN LOCUS OF CONTROL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris Pada Kantor Pemerintahan Kabupaten Banyumas)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap budgetary slack, dan untuk menguji pengaruh dari gaya kepemimpinan, komitmen organisasi, kapasitas individu, dan locus of control terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan budgetary slack. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah partisipasi anggaran, variabel independennya adalah budgetary slack, dan variabel pemoderasinya adalah gaya kepemimpinan, komitmen organisasi, kapasitas individu, dan locus of control. Penelitian ini merupakan studi empiris pada Pemerintahan Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan langsung kepada responden. Untuk menyelesaikan masalah penelitian, hipotesis-hipotesis pada penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil penelitian menunjukan bahwa baik partisipasi anggaran dan interaksi antara partisipasi anggaran dengan semua variabel pemoderasi, terkecuali kapasitas individu, memiliki pengaruh yang negatif terhadap budgetary slack.
The purposes of this research are to investigate the impact of budgetary participation on budgetary slack, and to investigate the role of leadership style, organization commitment, individual capacity, and locus of control in relation of budgetary participation on budgetary slack. Dependent variable in this research is budgetary slack, the independent variable is budgetary participation, and the moderating variables are leadership style, organization commitment, individual capacity, and locus of control. This research is an empirical study of Government in Banyumas. The data in this research consist of primary data that taken from questionnaires distributed directly to respondents. To solve the research problem, hypotheses are tested using simple linear regression and moderated regression analysis (MRA).
The result of this research shows that both budgetary participation and interactions of budgetary participation with all the moderating variables except Individual Capacity has a negative effect on budgetary slack.
709910935B1J010029PERTUMBUHAN, KELULUSAN HIDUP, DAN EFISIENSI PAKAN BENIH LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) YANG DIBERI PELET DAN KECAMBAHLobster air tawar (Cherax quadricarinatus) mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai organisme budidaya. Pembudidaya lobster air tawar biasanya menggunakan pakan udang untuk lobster air tawar. Lobster air tawar adalah hewan omnivora yang cenderung menyukai pakan dari tumbuh-tumbuhan. Pemberian kecambah diharapkan dapat melengkapi nutrisi yang terkandung dalam pelet udang.
Penelitian dilakukan di stasiun percobaan Program Studi D3 Biologi PSDPK dan Laboratorium Biologi Akuatik, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dan dilaksanakan pada bulan Juni – Desember 2014. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dan rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 5 perlakuan meliputi: perlakuan A (pelet), perlakuan B (kecamah kacang hijau), perlakuan C (kecambah kacang kedelai), perlakuan D (pelet +kecambah kacang hijau), perlakuan E (pellet +kecambah kacang kedelai). Masing – masing perlakuan diulang 4 kali. Analisis data dilakukan dengan sidik ragam anova. Jika uji F berbeda nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan ke uji Beda Nyata Terkecil (BNT).
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian jenis pakan berupa pelet dan kecambah tidak berpengaruh terhadap kelulusan hidup, namun berpengaruh pada laju pertumbuhan dan efisiensi pakan benih lobster air tawar. Tingkat kelulusan hidup tertinggi dicapai pada perlakuan E pemberian pakan berupa pelet +kecambah kacang kedelai yakni sebesar 65%. Laju pertumbuhan spesifik dan efisiensi pakan tertinggi dicapai pada perlakuan A pemberian pakan berupa pelet yakni sebesar 4.99% dan 1.25%. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian temperatur 26-26.9oC; pH 7-8; O2 terlarut 5.71 – 6.93 mg/l.
Freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) has the potential to be developed as an organism cultivation. Freshwater crayfish farmers usually use shrimp feed for freshwater crayfish. Freshwater crayfish are omnivorous animals that tend to like the food of plants. Giving sprouts expected to supplement the nutrients contained in shrimp pellets. The research was conducted at the experimental station Studies Program of D3 PSDPK Biology and Aquatic Biology Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University and implemented in June to December 2014. The method used the experimental method and study design used completely randomized design (CRD) using 5 treatment include: treatment A (pellets), treatment B (green bean sprouts), treatment C (soya bean sprouts), treatment D (pellet +bean sprouts), treatment E (pellet + soy bean sprouts). Each treatment was repeated 4 times. Data analysis was performed by analysis of variance ANOVA. If the F-test was significantly different or very real then proceed to test Least Significant Difference (LSD). The results showed that administration of the type of feed in the form of pellets and sprouts had no effect on the survival, but the effect on the growth rate and feed efficiency seed freshwater crayfish. Achieved the highest graduation rate in the treatment of life E feeding pellet + soya bean sprouts which amounted to 65%. The highest specific growth rate and feed efficiency achieved in the treatment of a feed pellet at 4.99% and 1.25%.In time of research was showed that the results of water quality measurements 26-26.9oC temperature; pH 7-8; Dissolved O2 5.71 - 6.93 mg / l.
71008223F1A007016HUBUNGAN INTERAKTIF ORANG TUA TUNA RUNGU DENGAN ANAK NORMAL
(Studi Tentang Interaksi Sosial Antara Orang Tua Tuna Rungu Dengan Anak Berpendengaran Dan Berbicara Normal Di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap)
Keluarga merupakan sebuah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari ayah (seorang laki-laki), ibu (seorang perempuan), serta anak (laki-laki maupun perempuan). Masing-masing anggota keluarga memiliki tugas dan peran yang berbeda-beda. Komunikasi maupun interaksi antara satu anggota dengan anggota yang lain tentu ada dalam keluarga. Interaksi juga membutuhkan hubungan timbal balik antara individu satu dengan individu lainnya. Interaksi tidak akan berjalan lancar jika salah satu pihak kurang optimal dalam melakukan interaksi maupun komunikasi, seperti yang dialami oleh keluarga dengan keadaan orang tua penyandang tuna rungu yang mempunyai anak berpendengaran normal, seperti yang terjadi di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah pasangan orang tua atau salah satu dari orang tua (ayah atau ibu) penyandang tuna rungu yang memiliki anak berpendengaran dan berbicara normal dengan usia dibawah 5 tahun, dan orang tua normal yang mempunyai anak penyandang tuna rungu. Keluarga serta tetangga dekat masuk dalam informan pendukung. Adapun teknik menentukan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan model Analisis Interaktif sebagai metode analisis data. Karakteristik keluarga tuna rungu masuk dalam tipe extended family atau keluarga luas. Karakteristik umur dari keluarga tuna rungu bersifat tidak pasti. Pendidikan formal yang ditempuh oleh keluarga tuna rungu adalah SDLB. Sebagian besar keluarga tuna rungu bekerja di bidang informal / wiraswasta. Keluarga tuna rungu menggunakan komunikasi nonverbal / bahasa isyarat untuk dapat berinteraksi antara orang tua dengan anak maupun dengan orang lain yaitu dengan menggunakan gerakan tangan, gerakan bibir, dan ekspresi wajah. Keluarga tuna rungu mengalami kendala dalam proses interaksi sosial dengan anak yaitu sulitnya mengembangkan kemampuan bicara anak, sering terjadi miss communication antara orang tua dengan anak, sulitnya mengajarkan anak untuk dapat bergaul dengan lingkungan sekitar. Upaya yang dilakukan keluarga tuna rungu untuk menghadapi kendala dalam proses interaksi sosial dengan anak adalah orang tua tuna rungu meminta bantuan orang lain untuk mengembangkan kemampuan bicara anak, orang tua tuna rungu harus lebih memiliki waktu dan lebih sering melakukan interaksi dengan anak, orang tua harus lebih berani membawa anak untuk dapat lebih mengenal lingkungan masyarakat. Keberadaan orang tua penyandang tuna rungu dalam sebuah keluarga ternyata membentuk perilaku anak menjadi lebih pendiam dan pemalu. Kekurangan yang dimiliki orang penyandang tuna rungu dalam sebuah keluarga menjadikan keluarga tuna rungu tidak mendapatkan akses yang luas di dalam masyarakat, oleh karena itu peran orang lain sangat dibutuhkan dalam sebuah keluarga tuna rungu. Peran tersebut adalah peran dari keluarga dan tetangga dekat keluarga tuna rungu. Tetangga dekat berperan penting dalam perkembangan anak yaitu mengembangkan kemampuan bicara anak, memberikan informasi yang lebih banyak bagi anak, mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma kepada anak.The family is the smallest unit of a society consisting of a father (a man), mother (a woman), and children (male and female). Each family member has a task and a different role. Communication and interaction between the members of the other members in the family of course there. The interaction also requires reciprocal relationship between one individual with another individual. Interaction will not run smoothly if one party in a less than optimal interaction and communication, as experienced by the family with the state of deaf parents who have children normal hearing, as was the case in the Kroya District, Cilacap regency. The method used in this research is descriptive qualitative method. The main target of this research is the parent spouse or one of the parents (father or mother) who has a deaf child hearing and speak normally under age 5 years, and normal parents who have deaf children. Family and their close neighbors included in the informant supporters. The technique of determining informant is purposive sampling with total of informants as many as 8 people. Methods of data collection in this study is deep interview, observation, and documentation. This study uses a model of the Interactive Analysis as a method of data analysis. Deaf family characteristics included in the type extended family. Deaf Families using nonverbal communication/sign language to interact between parents and children as well as with others is by using hand gestures, lip movements and face expressions. Deaf families experiencing problems in the process of social interaction with children is the difficulty of developing the child's ability to speak, often occurs miss communication between parents and children, the difficulty of teaching children to get along with the surrounding environment. Efforts are being made for the deaf families facing obstacles in the process of social interaction with the child is deaf parents asking for help from others to develop children's speech, deaf parents should have more time and more frequent interaction with the child, parents should be more willing to bring the child to get to know the community. The existence of deaf parents in a family would shape the child's behavior becomes more reserved and sheepish. Weaknesses of the deaf in a deaf family makes the family do not get access to a wide within the community, therefore, the role someone else is needed in a deaf family. That role is the role of family and close neighbors deaf family. Close neighbors play an important role in child development that children develop the ability to speak, provide more information for children, teach values and norms to children.