Artikelilmiahs
Menampilkan 7.061-7.080 dari 48.886 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7061 | 8205 | E1A008084 | Peran Dewan Perwakilan Rakyat Dalam Impeachment Presiden Menurut Undang-Undang Dasar 1945 Pasca Amandemen. | Peran DPR dalam proses impeachment terhadap Presiden masih terdapat kelemahan-kelemahan semasa sebelum amandemen UUD 1945. Hal ini dapat terjadi karena DPR belum memiliki kewenangan dalam bidang pengawasan. Namun setelah adanya amandemen UUD 1945 kekuasaan DPR mulai diperluas seiring dengan pergeseran sentral kekuasaan dari eksekutif ke legislatif. Namun jika diperhatikan peran DPR sendiri dalam bidang Impeachment belum terbukti sejauh mana meskipun dalam beberapa hal sudah diatur dalam undang-undang maupun Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dewan Perwakilan Rakyat dalam proses impeachment setelah adanya amandemen Undang-Undang Dasar 1945. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan dengan cara identifikasi kemudian inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan yang terkait dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa peran dari DPR dalam hal impeachment terhadap Presiden setelah adanya amandemen UUD 1945 adalah berawal dari kewenangan DPR dalam bidang pengawasan sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 20A Undang-Undang Dasar 1945 juncto Pasal 69 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 yang menyebutkan fungsi DPR meliputi fungsi legislasi (legislation), fungsi anggaran (budgeting), dan fungsi pengawasan (controlling). Dimana setelah adanya amandemen UUD kekuasaan DPR yaitu selain kekuasaan untuk membentuk undang-undang juga DPR memiliki fungsi ‘controlling’ atau pengawasan. Selanjutnya fungsi pengawasan DPR dalam mekanisme impeachment Presiden ini diawali dari hak-hak yang melekat di setiap anggota DPR. Dalam Pasal 20A ayat (2) UUD 1945 juncto Pasal 77 ayat (1) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) memberikan ketentuan bahwa DPR mempunyai hak interpelasi (bertanya), hak angket (melakukan penyidikan) dan hak menyatakan pendapat. Hak-hak tersebut di atas yang menjadi penghubung peran DPR dalam proses impeachment terhadap Presiden. | There are some weaknesses of the role of parliament (DPR) in impeachment process to President before amendments UUD 1945. It can be happen because in that time DPR does not have an authority in monitoring. After amendments UUD 1945, the authority of DPR begins expanded in central shift of authority from executive to legislative. However, in reality the role of DPR in impeachment has not existed although it has been arranged in law and UUD 1945. So that, the purpose of this research is analyzing the role of DPR in impeachment process after UUD 1945 amendments. The method that uses in this research is statute approach, specifically in analytic-descriptive research. The matter of law sources consist of the matter of primary law and the matter of secondary law. The sources are collected through identifying. Then, inventory to the role of law and literature that relate to the research and has analyzed using normative-qualitative. Base on the result of this research and discussion, so it can be concluded that the role of DPR in impeachment to President after UUD 1945 amendments, it begins from the authority of DPR in monitoring, as in an article 20A UUD 1945 in conjunction with an article 69 of law, number 27 of year 2009, which mention about the function of DPR includes legislation, budgeting, and controlling. After UUD 1945 amendments, the authority of DPR is not only the authority of law’s arrangement but also DPR has controlling function. Furthermore, the controlling function of DPR in impeachment mechanism to President, it starts from member’s right of DPR. In an article 20A paragraph (2) UUD 1945 in conjunction with an article 77 paragraph (1) of law, Number 27 of year 2009 about MD3 (MPR, DPR, DPD, and DPRD) give the provision that DPR has interpellation right (asking), polling right (doing investigation) and the right to express opinions. These rights can connect the role of DPR in impeachment to President. | |
| 7062 | 8206 | E1A009209 | Sentralisasi Pers di Era Kebebasan Pers | Dengan dilegitimasikannya UU No.40 Tahun 1999 Tentang Pers menandakan telah diproklamirkan era kebebasan pers di Indonesia, jaminan yang lebih baik terhadap kebebasan pers ini bukan hanya telah memberikan angin segar bagi nafas kehidupan pers belakangan ini namun juga telah memberikan kekhawatiran mengenai adanya penyalahtafsiran makna kebebasan pers yang demokratis. Era Kebebasan Pers dimanfaatkan oleh segelintir kepentingan untuk menguasai pasar industri pers dengan cara menggabungkan atau mengakuisisi beberapa perusahaan pers baik di tingkat lokal maupun nasional yang meliputi kanal penyiaran, cetak, maupun online kedalam satu manajemen tunggal dibawah naungan perusahaan induk (Media Group) yang berlokasi di ibukota DKI Jakarta. Fenomena sentralisasi pers ini tentu dapat mencoreng reputasi pers sebagai pilar ke-4 demokrasi karena bertolak belakang dengan amanat demokratisasi pers yaitu diversifikasi kepemilikan pers dan konten. Pemusatan kepemilikan perusahaan pers dan kepemilikan silang secara tegas dilarang didalam UU No.32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran. Untuk itu, perlu ada implementasi yang tepat dan arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menyikapi fenomena sentralisasi pers ini. | With the enactment Act 40 of 1999 on the Press signify that proclaimed the era of press freedom in Indonesia, a better guarantee of the freedom of the press not only has provided a breath of fresh air for the life of the press these days, but also has concerns about the presence of miscomprehension meaning of freedom of the press democratic. Press Freedom Era exploited by a handful of interests to dominate the market by combining industry news or press acquired several companies both locally and nationally which includes channel broadcasting, print, and online into a single management under the auspices of the parent company (Media Group) located in the capital city of Jakarta. This press centralization phenomenon can certainly tarnished the reputation of the press as the 4th pillar of democracy as contrary to the mandate of the democratization of the press which is diversifying ownership of the press and the content. Concentration of ownership and cross-ownership company press are expressly prohibited in the Act No. 32 of 2002 on Broadcasting. For that, there needs to be proper implementation and clear policy direction of the government in addressing the press centralization phenomenon. | |
| 7063 | 7637 | F1A010015 | “Fenomena Kehadiran Baby Spa di Purwokerto” (Studi Analisis Tentang Persepsi Orang Tua Mengenai Kehadiran dan Pemanfaatan Jasa Pelayanan Baby Spa di Purwokerto) | Abstrak Kehadiran baby spa telah menyebar tidak hanya di kota-kota besar saja, tetapi juga di Purwokerto. Kehadiran baby spa sendiri perlahan menggeser jasa pelayanan tradisional. Meskipun tergolong baru, jumlah pengunjung di baby spa di Purwokerto tergolong tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai alasan dan persepsi orang tau tentang baby spa, serta bentuk-bentuk jasa pelayanan pada baby spa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian fenomena kehadiran baby spa di Purwokerto menunjukkan tiga hal. Pertama adalah sebagian besar masyarakat telah mengetahui adanya baby spa di Purwokerto. Kedua, sebagian besar orang tua yang membawa anaknya ke tempat pelayanan baby spa dengan beberapa alasan, yakni kesehatan, gaya hidup, pergaulan, dan pengobatan tradisional yang tidak menjamin. Terakhir yaitu semua tempat pelayanan baby spa di Purwokerto menerapkan standar yang sama, namun dalam proses pelayanan baby spa menggunakan prinsip yang sama, namun secara kualitas dan kuantitas fasilitas ketiga tempat pelayanan baby spa memiliki perbedaan. Kata Kunci: Jasa pelayanan baby spa, orang tua, kesehatan anak | Abstract Baby spa health services has spread not only in the big cities, but in Purwokerto as well. The existing of baby spa itself has replaced tradisional health services slowly. Although still included new, the visitors of baby spa health service classified high and grow in number. The purpose of this research are to determine and obtain an overview of the reason and parent’s perceptions about baby spa health services and also the concept of baby spa health services. The research method used in this research is descriptive qualitative. The informan deciding technique that used in this research was purposive sampling. Research results about the existing of baby spa health services in Purwokerto phenomena shows three things. The first was almost Purwokerto’s peoples has already known the existing of baby spa in Purwokerto. The second was almost parents bring their child to the baby spa with some reasons, that are for healthy, life style, social intercourse, and a better guarantee than traditional health treatment. The last was all of the baby spa health services in Purwokerto applied the same standard, but the differences from all of those baby spa health services were qualities and quantities of the facility and treatments. Keywords: Baby spa health services, Parents, Children’s health | |
| 7064 | 13048 | E1A011229 | PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA OLEH PENGADILAN TINGGI AGAMA DALAM PERKARA GUGATAN KONVENSI DAN REKONVENSI YANG MELEBIHI DARI YANG DITUNTUT DALAM SENGKETA HARTA BERSAMA (Suatu Studi Terhadap Putusan Nomor 94/Pdt.G/2012/PTA.Mks jo Nomor 35 Pdt.G/2012/PA.Pol) | Putusan Pengadilan Agama pada Pengadilan Agama Polewali Mandar atas perkara Nomor 35/Pdt.G/2012/PA.Pol tertanggal 24 Januari 2012 tentang Gugatan Pembagian Harta Bersama antara seorang Isteri sebagai penggugat dan seorang Suami sebagai tergugat. Tergugat dalam persidangan menyampaikan jawaban lisan yang pada pokoknya membenarkan harta bersama milik penggugat dan tergugat, akan tetapi, harta itu juga diperoleh ketika tergugat masih terikat perkawinan dengan isteri pertama tergugat, sedangkan penggugat adalah isteri kedua tergugat. Tergugat juga mengajukan gugatan rekonvensi secara lisan yang isinya ada harta bersama lain yang diperoleh selama penggugat dan tergugat dalam ikatan perkawinan. Berdasarkan alasan tersebut, penggugat rekonvensi memohon kepada majelis hakim untuk menyatakan setengah bagian dari harta bersama menjadi bagian penggugat rekonvensi dan setengah bagian lainnya menjadi bagian tergugat rekonvensi. Hakim Pengadilan Agama Polewali Mandar menjatuhkan putusan atas gugatan konvensi dan rekonvensi yang amarnya melebihi apa yang diminta oleh penggugat dan tergugat, yang melibatkan pihak ketiga, yaitu Isteri Pertama Tergugat. Dengan adanya putusan Pengadian Agama tersebut, maka pihak isteri mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama Makassar. Dan Pengadilan tingkat banding setelah memeriksa perkara tersebut tidak sependapat dengan hakim tingkat pertama yang melibatkan pihak ketiga. Sehingga Putusan Pengadilan Tingkat Pertama dibatalkan dan selanjutnya Pengadilan Tingkat Banding akan mengadili sendiri. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul penelitian “PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA OLEH PENGADILAN TINGGI AGAMA DALAM PERKARA GUGATAN KONVENSI DAN REKONVENSI YANG MELEBIHI DARI YANG DITUNTUT DALAM SENGKETA HARTA BERSAMA (Suatu Studi Terhadap Putusan Nomor 94/Pdt.G/2012/PTA.Mks jo Nomor 35/Pdt.G/2012/PA.Pol )”. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan Hakim Pengadilan Tinggi Agama dalam membatalkan putusan Pengadilan Agama dan akibat hukum yang ditimbulkan dalam pembatalan putusan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan dalam pertimbangan hukumnya Pengadilan Tinggi Agama Makassar Nomor 94/Pdt.G/2012/PTA.Mks yang membatalkan putusan Pengadilan Agama Polewali Mandar Nomor 35/Pdt.G/2012/PA.Pol. didasarkan pada pertimbangan bahwa hakim Pengadilan Agama telah melanggar Pasal 189 ayat (3) RBg yang menyatakan bahwa (hakim) dilarang memberi keputusan tentang hal-hal yang tidak dimohon atau memberikan lebih dari yang dimohon, yaitu memberikan 1/3 bagian dari obyek sengketa kepada isteri pertama tergugat. Akibat hukum dari pembatalan putusan dengan tindakan mengadili sendiri yang menyatakan gugatan konvensi dan rekonvensi tidak dapat diterima adalah harta bersama sebagai obyek sengketa belum terbagi, penggugat konvensi dapat mengajukan gugatan lagi yang telah diperbaiki dengan melibatkan kedudukan isteri pertama yang belum diikutsertakan dalam gugatan sehingga surat gugatan tersebut tidak mengandung cacat formil, atau penggugat konvensi dan rekonvensi dapat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. | Religious Court Decision in Polewali Mandar Religious Court on the case No.35/Pdt.G/2012/PA.Pol dated 24 January 2012 concerning the Joint Claims Division of Assets between a wife as a plaintiff and a husband as a defendant. The Defendant in the court delivered the answer verbally which essentially confirmed the property along the plaintiff and defendant, however, the possessions were also obtained when the defendant was still married to first wife of the defendant, while the plaintiff was the second wife of the defendant. The defendant also filed the re-convention verbally that the content was about there were other joint properties acquired during a plaintiff and a defendant in the bond of marriage. Based on these reasons, re-convention plaintiff appealed to the judges to declare half of the joint property being part of re-convention plaintiff and the other half to be part of re-convention defendant. The judges of Polewali Mandar Religious Court pronounce sentence on a lawsuit convention and re-convention which the verdict is beyond what is requested by the plaintiff and the defendant, involving a third party, namely the First Wife of Defendant. By the Court's decision, thus the wife appeals to the High Court of Makassar. And after examining the case, Appeal Court disagrees with the trial judge that involves a third party. Therefore, the First Level Court Decision has cenceled and subsequently the Appeal Court will hear by its own. Based on these descriotion, the writer is interested in doing research entitled "DECISION CANCELLATION IN THE RELIGION COURT BY A HIGH COURT OF RELIGION IN THE CASE CLAIMS THE CONVENTION AND RECONVENTION IN EXCESS OF THE LIABLE IN JOINT PROPERTY DISPUTE (A Study of Decision No.94/Pdt.G/2012/PTA.Mks jo No. 35/Pdt.G/2012/PA.Pol) ". This study uses normative juridical method with legislation and analytical approach. This study aims to determine the consideration of the Judges of Religion High Court in the cancellation decision and the legal consequences as a result of cancellation decision. Based on the result the conclusion is about in its legal consideration Makassar Religious High Court No.94/Pdt.G/2012/PTA.Mks canceling Polewali Mandar Religious Court decision No.35/PdtG/2012/PA.Pol. Based on the consideration declares that the Judges of Religious Court has violated a decision about unrequested things or give more than requested, which gives 1/3 part of the disputed to the first wife of the defendant. The legal consequences of the cancellation decision with prosecuting himself which states the unacceptable convention lawsuit and re-convention are the joint property as the object of the undevided dispute, convention plaintiff may file a lawsuit again which has been improved by involving the position of first wife who has not been included in the lawsuit, therefore the lawsuit did not contain formal defect, or convention and re-convention plaintiff can apply cassation to the Supreme Court. | |
| 7065 | 8322 | B1J009155 | IDENTIFIKASI BAKTERI PENGOKSIDASI BESI DAN SULFUR BERDASARKAN GEN 16S rRNA DARI LAHAN TAMBANG TIMAH DI BELITUNG | Penambangan timah secara besar-besaran berdampak negatif pada lingkungan hidup, karena menimbulkan cemaran logam berat pada tanah. Lahan yang tercemar logam berat akan mengganggu keseimbangan dan keragaman mikroba yang ada di dalamnya. Salah satu mikroba yang mampu bertahan pada kondisi tersebut adalah bakteri pengoksidasi logam berat. Isolasi dan identifikasi berdasarkan gen 16s rRNA dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik dan hubungan kekerabatan bakteri pengoksidasi besi dan sulfur pada lahan tambang timah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik bakteri yang diisolasi dari lahan tambang timah dan mengetahui kekerabatan bakteri pengoksidasi besi dan sulfur pada lahan penambangan timah di Belitung berdasarkan gen 16S rRNA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, meliputi tahapan isolasi, karakterisasi morfologi koloni dan sel serta identifikasi berdasarkan urutan basa 16s rRNA. Karakterisasi morfologi meliputi pengamatan morfologi koloni dan pewarnaan Gram, serta karakterisasi molekuler mencakup amplifikasi gen 16S rRNA (Polymerase Chain Reaction/ PCR), elektroforesis amplikon pada gel agarosa, dan sekuensing. Bakteri diidentifikasi dengan cara membandingkan sekuens gen 16S rRNA sampel dengan sekuens gen 16S rRNA acuan pada GenBank. Hasil identifikasi diperoleh tiga isolat bakteri yaitu L2K5, L2K3 dan L1K1 yang berturut-turut memiliki kekerabatan dengan Bacillus anthracis strain Ames dan Bacillus cereus ATCC strain 14579, Staphylococcus sciuri subsp. Sciuri strain DSM 20345 dan Micrococcus luteus NCTC 2665 berdasarkan gen 16S rRNA. | Heavy metals contamination disturb balance and diversity of microorganism in soil. Microorganisms which can able to survive in those conditions are bacteria capable of oxidizing heavy metals. Identification based on 16S rRNA was used to determine characteristics and phylogenetic relationship of bacteria which can oxidize iron and sulphur in tin mining areas. The aim of this research was able to determine the bacterias characteristics isolated from tin mining areas and determine the phylogenetic relation of iron-sulphur oxidizing bacteria on tin mining soil in Belitung based on 16S rRNA sequences. This research was done using descriptive method, including isolation, morphological characterization, and identification based on 16S rRNA sequences. Morphology characterization includes colony and cell morphology through Gram staining. Molecular characterization includes amplification of 16S rRNA gene (Polymerase Chain Reaction/ PCR), electrophoresis amplicon and sequencing. Bacteria identification was done by comparing the 16S rRNA gene sequence in GenBank. The result showed three bacterias were identified by 16S rRNA have a similarity with Bacillus anthracis strain Ames, Bacillus cereus ATCC 14579, Staphylococcus sciuri subsp. Sciuri strains DSM 20345 and Micrococcus luteus NCTC 2665. | |
| 7066 | 8207 | G1F010004 | ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FUNGI ENDOFIT DARI UMBI LAPIS BAWANG MERAH (Allium cepa) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP Candida albicans | Bawang merah (Allium cepa) memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans. Senyawa bioaktif bawang merah dapat diperoleh lebih efisien dengan menggunakan fungi endofit yang diperoleh dari bagian dalam umbi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat fungi endofit dari umbi lapis bawang merah dan mengetahui kemampuan metabolit fungi endofit sebagai antifungi terhadap C. albicans. Penelitian dilakukan dengan cara mengisolasi fungi endofit dari umbi lapis bawang merah kemudian memurnikannya dalam medium Potato Dextrose Agar (PDA). Isolat yang diperoleh diidentifikasi secara makroskopik dan mikroskopik. Metabolit isolat fungi endofit diproduksi dalam medium Potato Dextrose Broth (PDB), kemudian diuji aktivitasnya terhadap C. albicans dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian diperoleh dua isolat fungi endofit dari umbi lapis bawang merah yaitu isolat 1 (Aspergillus sp.) dan isolat 2 (“tidak teridentifikasi”). Hasil uji aktivitas antifungi kedua metabolit isolat fungi endofit terhadap C. albicans menunjukkan bahwa metabolit isolat 2 (“tidak teridentifikasi”) memiliki aktivitas antifungi terhadap C. albicans dengan rata-rata diameter zona hambat 7,389 mm, sedangkan pada isolat 1 (Aspergillus sp.) tidak memiliki aktivitas antifungi terhadap C. albicans. | Onion (Allium cepa) has antifungal activity against Candida albicans. Bioactive compounds of onion can be achieved more efficient with endophytic fungi that is taken from the inner part of bulb. The objective of this study is to achieve isolate of endophytic fungi from onion and screen the antifungal activity of endophytic fungi isolates metabolites against C. albicans. This research was done by isolation of the endophytic fungi A.cepa followed by subsequent pure culturing in Potato Dextrose Agar (PDA) medium. Isolates which is achieved then being identified by macroscopic and microscopic. Metabolites of endophytic fungi isolates is produced in Potato Dextrose Broth (PDB) medium, after that antifungal activity against C. albicans is screened using 2 disc diffusion method. In the result of this research, it is found that are two isolates of endophytic fungi from onion: isolate 1 (Aspergillus sp.) and isolate 2 (“unidentified”). The result of antifungal activity show that metabolite isolate 2 (“Unidentified”) has antifungal activity against C. albicans with average inhibition zone 7,389 mm whereas isolates 1 (Aspergillus sp.) doesn’t have antifungal activity against C. albicans. | |
| 7067 | 10238 | G1B010063 | ANALISIS FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS) DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS | Penerapan SIMPUS di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas baru dikembangkan pada tahun 2013. SIMPUS telah diterapkan di 32 puskesmas dari 39 puskesmas yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan SIMPUS di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif evaluatif. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 32 Puskesmas yang sudah menerapkan SIMPUS dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Berdasarkan hasil analisis univariat, faktor penghambat penerapan SIMPUS adalah perencanaan (56,2% tidak tersedia) dan pelatihan (56,2% tidak memadai). Sedangkan faktor pendukungnya persepsi manfaat dan kemudahan pengguna (62,5% baik), sikap pengguna (78,1% baik), Struktur Organisasi dan Tata Kerja (78,1% tersedia), Standar Operasional Prosedur (90,6% tersedia), Kepemimpinan (62,5% baik), Sarana dan Prasarana (84,4% memadai), Dana (56,2% memadai), Kebijakan Pemerintah (53,1% tersedia), Jaringan dan Komunikasi Data (59,4% baik), serta Keamanan Data (90,6% baik). Saran untuk pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas supaya membuat perencanaan untuk kemajuan SIMPUS dan mengadakan pelatihan TIK secara rutin. | The application of SIMPUS in community health center in Banyumas District Health Office was developed in 2013. SIMPUS has been applied in 32 from 39 existing community health center. The purpose of this research was to determine the factors supporting and inhibiting the application of SIMPUS in the Work Area Health Center Health Department Banyumas. The type of research used was descriptive evaluative research. The number of samples in this research was 32 community health center that have applied SIMPUS with using total sampling technique. The data analysis used univariate analysis. Based on the result of univariate analysis, the inhibiting factor of SIMPUS application was planning (56,2% not available) and training (inadequate). While the supporting factor was perceptions of the benefits and convenience of user (62,5% good), user’s behavior (78,1% good), Organizational Structure and Working Procedures (78,1% available), Standard Operating Procedures (90,6% available), Leadership (62,5% good), Facilities and Infrastructure (84,4% adequate), Fund (56,2% adequate), Government Policy (53,2% available), Data Network and Communication (59,4% good), and Data Security (90,6% good). The suggestion for Health Department of Banyumas District is to make planning for the progress of SIMPUS and to conduct ICT training. | |
| 7068 | 10239 | B1J010076 | Karakteristik Morfologi Polen dari Anggota Subfamilia Mimosoideae | Subfamilia Mimosoideae memiliki sekitar 1.500 spesies yang terbagi dalam 40 marga yang tersebar diseluruh bagian bumi beriklim tropis, beberapa diantaranya yaitu Leucaena glauca, Mimosa pudica, Mimosa pigra, Acacia auriculiformis, Parkia speciosa, Pithecellobium lobatum, Calliandra calothyrsus yang secara umum memiliki sifat-sifat karakteristik yang berbeda terutama pada karakteristik morfologi luarnya. Karakteristik polen dapat digunakan sebagai bukti taksonomi terutama untuk mengoreksi kembali hubungan kekerabatan antara satu tumbuhan dengan tumbuhan lainnya dalam kelompok takson. Karakteristik polen juga dapat digunakan untuk identifikasi tumbuhan karena, pada polen terdapat exine yang mempunyai struktur dan ornamentasi yang khas dan terawetkan. Selain itu juga exine mengandung sporopolenin yang resisten terhadap bahan organik maupun asetolisis. Disamping itu adanya karakter morfologi polen yang meliputi unit polen, simetri polen, polaritas polen, bentuk polen, tipe apertura dan ornamentasi exine. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi polen dari anggota Subfamilia Mimosoideae dan mengetahui persamaan dari masing-masing karakter polen dari beberapa anggota Subfamilia Mimosoideae. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan pengambilan sampel secara acak (random sampling). Pembuatan preparat dengan mengunakan metode asetolisis. Parameter yang diamati meliputi unit polen, bentuk polen berdasarkan indeks P/E, ukuran polen, tipe apertura, ornamentasi exine. Analisis morfologi polen dilakukan secara deskriptif, yaitu membuat deskripsi morfologi polen setiap spesies berdasarkan parameter yang digunakan, sehingga terlihat variasi dan perbedaan morfologi polennya. Hasil pengamatan karakter morfologi polen ketujuh spesies anggota Subfamilia Mimosoideae memiliki unit polen monad, tetrad, poliad; bentuk polen prolate speroidal, oblate speroidal, prolate speroidal-prolate, prolate speroidal-subprolate; ukuran polen bervariasi dari kecil (minute), sedang (mediae), besar (magnae) sampai raksasa (giganteae); apertura polen berupa tricolpat, tricolporat, poliporat dan in-apertura; dan ornamentasi exinenya yaitu psilat, scabrate dan retikulat. Karakteristik morfologi polen 7 (tujuh) spesies anggota Subfamilia Mimosoideae tidak menunjukkan adanya persamaan yang jelas antar takson, baik di tingkat genus maupun antar spesies dalam genus. | Subfamily of Mimosoideae consist of 1.500 species are divided into 40 genus, spread over the world which are tropical climate, among of them Leucaena glauca, parkia speciosa, Mimosa pudica, Mimosa pigra, Acacia auriculiformis, Pithecellobium lobatum, Calliandra calothyrsus. They generally have different characteristics of traits, especially on the outer morphology characteristics. Characteristics of pollen can be used as evidence taxonomy primarily to correct relationship between the plant with another plant in the taxon group. Characteristics of pollen can also be used to the plant identify because the exine which have structure and ornamentation a distinctive and preserved, containing sporopolenin that resistant against organic materials and acetolysis, beside of that the pollen morphological characters which include units of pollen, pollen symmetry, polarity pollen, pollen shape, aperture type and exine ornamentation. The objectives of this research were to find out pollen morphological characteristic of pollen from subfamily of Mimosoideae and to find out similarity of each pollen character between member of Mimosoideae subfamily. The research used a survey method with pollen random sampling. Slide preparation was made by acetolysis method. There are pollen unit, pollen shape depends on P/E index, size of pollen, apertura type, and exine ornamentation as observed parameters. Analysis morphological pollen was did by descriptive that making description of each pollen between species on the strength of parameters, and we found variation and differentiation as result. Observation result of the pollen morphological characteristic from seven species members of Mimosoideae subfamily have pollen unit monad, tetrad and poliad; the pollen shape were prolate speroidal, oblate speroidal, prolate speroidal-prolate, prolate speroidal-subprolate; pollen has variation size from smaller (minute), medium (mediae), large (magnae) until very large sizes (giganteae); kind apertura of pollen is tricolpat, tricolporat, poliporat and in-apertur and exine ornamentation consist of psilat, scabrate and retikulat. The characteristic of pollen morphology from seven species that classified to members of Subfamily Mimosoideae were not showed certain different pattern between taxon yet, not only at genus lebel but also between species within genus. | |
| 7069 | 7647 | P2FB10013 | PENGARUH DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN SISWA DI SMA N 1 PURWOKERTO | Di era Globalisasi sekarang ini pendidikan yang berkualitas mutlak menjadi sebuah tuntutan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan mampu bersaing dengan negara lain, terutama negara maju. Dalam lingkungan pendidikan yang kompetitif saat ini di mana siswa memiliki banyak pilihan, faktor-faktor yang memungkinkan lembaga pendidikan untuk menarik dan mempertahankan siswa harus mendapat perhatian secara serius. Sebagai lembaga pendidikan yang ingin memiliki daya saing di masa depan, SMA N 1 Purwokerto yang merupakan sekolah unggulan sejak berdirinya pada tanggal 1 Agustus 1958 harus mulai mencari cara yang efektif dan kreatif untuk menarik, mempertahankan dan membina hubungan yang kuat dengan siswa, terlebih pernah menyandang label Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Tujuan penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap kepuasan siswa di SMA N 1 Purwokerto dan (ii) untuk mengetahui dan menganalisis dimensi kualitas pelayanan dominan berpengaruh terhadap kepuasan siswa di SMA N 1 Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Purwokerto, dengan sampel sebanyak 145 orang diambil secara simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah secara deskriptif untuk menjelaskan data penelitian dan deskripsi penelitian, sedangkan untuk menganalisis data kuantitatif menggunakan alat analisis Korelasi dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima yaitu bahwa bukti fisik (X1) berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan (Y) dengan nilai konstanta 0,544; kehandalan (X2) berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan (Y) dengan nilai konstanta 0,390; daya tanggap (X3) berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan (Y) dengan nilai konstanta 0,390; jaminan (X4) berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan (Y) dengan nilai konstanta 0,608; empati (X5) berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan (Y) dengan nilai konstanta 0,487; dan bukti fisik, kehandalan daya tanggap, jaminan dan empati (X1, X2, X3, X4, X5) secara bersama-sama berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan siswa (Y) di SMA N 1 Purwokerto dengan nilai konstanta 0,709. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa dimensi kualitas pelayanan berdasarkan jaminan (X4) yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan siswa (Y) di SMA N 1 Purwokerto dengan nilai konstanta 0,314. | The researched aimed (i) to know and analyzed the affected dimension of service quality consist of tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy toward satisfaction by consumer on SMA N 1 Purwokerto and (ii) to know and analyzed the dimension of service quality toward satisfaction by consumer on SMA N 1 Purwokerto. These research applied on SMA N 1 Purwokerto with sample as amount 145 respondents take in simple random sampling. Data analyzed which used in descriptively to explained of research data and research description, while to analyzed of quantitative data used of Correlation and Multiple Regression Analysis. The result of research to found that in simultaneous the result of research to be proof the hypothesis H0 to push and H1 accepted namely the tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy in simultaneous affected positive significant toward satisfaction by students on SMA N 1 Purwokerto. In partial, tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy have applied with good in achieved of satisfaction by students on SMA N 1 Purwokerto. Based on the result of research to found that the dimension of service quality based on assurance which dominant affected toward satisfaction by students on SMA N 1 Purwokerto. | |
| 7070 | 8208 | E1A109098 | “PERHITUNGAN BESARNYA GANTI RUGI AKIBAT WANPRESTASI “ (Tinjauan Yuridis Tuntutan Ganti Rugi Terhadap Prestasi Yang Tidak Sebagaimana Diperjanjikan Pada Perjanjian Pemborongan Antara PT. Mazuvo Indo dan Ir. Ariawan Ardianto). | ABSTRAKSI Pada dasarnya setiap orang, badan atau instansi bebas untuk membangun bangunan gedung sesuai dengan kebutuhan, ketersediaan dana, bentuk konstruksi dan bahan yang digunakan. Pengaturan dan pengawasan bangunan gedung oleh Pemerintah diatur dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, dan peraturan pelaksanaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, yang ditetapkan dan mulai berlaku tanggal 10 September 2005. Dalam penyelenggaraan pembangunan gedung dapat dilakukan melalui penyedia jasa konstruksi dalam bentuk “Perjanjian Pemborongan.” Adakalanya dalam pengerjaan pembangunan gedung terjadi keterlambatan, sehingga bangunan tidak selesai tepat pada waktunya. Dalam hal demikian pemborong (Annemer) berarti melakukan wanprestasi atau tidak melakukan sebagaimana yang harus dilakukan menurut perjanjian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memahami cara menentukan jenis ganti rugi dan cara memperhitungkan besarnya ganti rugi dalam perjanjian pemborongan menurut KUH Perdata dan Doktrin dan mengetahui apakah penentuan jenis ganti rugi dan cara memperhitungkan besarnya ganti rugi pada Perjanjian pemborongan antara PT. Mazuvo Indo dan Ir. Ariawan Ardianto oleh Hakim sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam KUH Perdata dan Doktrin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugatan ganti rugi yang diajukan oleh PT. Mazuvo Indo hanya dikabulkan sebagian oleh hakim, hal ini karena dalam perkara wanprestasi tidak mengenal kerugian Immateriil dan hakim secara sistematis tidak merinci kerugian dan ganti rugi ke dalam masing-masing unsur yang meliputi biaya, rugi dan bunga. | ABSTRACT Basically every person, agency or institution is free to construct the building in accordance with the needs, availability of funds, the form of construction and materials used. Regulation and supervision by government buildings regulated in Law No. 28 of 2002 on Building and implementing regulations in that Regulation. Regulation 36 of 2005 on the Implementation of Law No.. 28 of 2002 on Building, which is defined and entered into force on 10 September 2005. Buildings in the implementation of development can be done through the construction service providers in the form of "Works Agreement." Sometimes in the execution of construction delays, so the building is not completed on time. In such case the contractor (Annemer) means default or do not perform as they should be done according to the agreement. This research was conducted with the aim of understanding how to determine the type of compensation and how to take into account the amount of compensation in the chartering agreement according to the Civil Code and the Doctrine and determine whether the determination of compensation and how to take into account the amount of compensation in the chartering agreement between PT. Indo Mazuvo and Ir. Ariawan Ardianto by Judge in accordance with the provisions stipulated in the Civil Code and Doctrine. The results showed that the claim for compensation filed by PT. Indo Mazuvo only partially granted by the judge, this is because in the case of default does not recognize immaterial losses and systematically judge did not specify damages and compensation in each of the elements which include costs, damages and interest. | |
| 7071 | 8209 | C1C010079 | PENGARUH PENDIDIKAN PEMILIK, PENGETAHUAN AKUNTANSI PEMILIK, BUDAYA PERUSAHAAN, DAN UMUR USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) DENGAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi empiris terhadap UKM yang menghasilkan Produk Unggulan di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan pemilik, pengetahuan akuntansi pemilik, budaya perusahaan, dan umur usaha secara parsial terhadap penggunaan informasi akuntansi, dan pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap penggunaan informasi akuntansi apabila dimoderasi oleh variabel ketidakpastian lingkungan, serta untuk mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Populasi dalam penelitian ini adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menghasilkan produk unggulan di Kabupaten Banyumas. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 59 pemilik usaha. Pengujian hipotesis menggunakan analisis liniear regresi berganda, Moderated Regression Analysist (MRA), dan uji elastisitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pendidikan pemilik dan pengetahuan akuntansi pemilik berpengaruh secara signifikan terhadappenggunaaninformasiakuntansi, sedangkan budaya perusahaan dan umur usaha tidak berpengaruh, (2) Ketidakpastian lingkungan terbukti memoderasi pengaruh pendidikanpemilikusaha, pengetahuanakuntansipemilikusaha, budayaperusahaan, danumurusaha secara simultan terhadap penggunaaninformasiakuntansi, (3) Pengetahuan akuntansi pemilik terbukti memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap penggunaan informasi akuntansi. | The purpose of this study istodetermine the effect ofownerseducation, owners accountingknowledge, corporate culture, andbusiness life partially onthe use ofaccounting information, andthe influence ofthese variableson the use ofaccounting informationif itis moderatedbyenvironmentaluncertaintyvariables, and alsodetermine which variables arethe mostinfluentialdominanton the use ofaccounting information. The populationin this studyis theSmall and Medium Enterprises(SMEs) that producesuperior productsin Banyumas district. Determination of the sample using purposive sampling method. The number of respondentsin this studyis59business owners. Hypothesis testingusinglinearregressionanalysis, ModeratedRegressionAnalysist(MRA), and theelasticitytest. Based onthe results ofthe study showedthat: (1) Owners educationandtheir accountingknowledge is significantly affectsthe use ofaccounting information, while thecorporatecultureandbusinesslife hasno effect, (2) The uncertainty ofthe environment proved tomoderate theinfluence ofowners education, owners accountingknowledge, corporate culture, andbusiness life simultaneouslyattempttouseaccounting information, (3) Ownersaccountingknowledgehaveproventhe mostdominantinfluenceon the use ofaccounting information. | |
| 7072 | 8211 | F1F007109 | A STUDY OF VAMPIRE CHARACTERISTICS IN BREAKING DAWN BY STEPHENIE MEYER | Penelitian yang berjudul “The Study of Vampire Characteristics in Breaking Dawn by Stephenie Meyer” merupakan sebuah analisis tentang karakteristik-karakteristik vampir dalam novel karangan Stephenie Meyer dan mitos Romania.Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menjelaskan perbedaan karakteristik-karakteristik antara vampir versi Meyer dan vampir versi mitos. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data yang utamanya diambil dari novel Stephenie Meyer yang berjudul Breaking Dawn. Penelitian ini dianalisa menggunakan teori mimetik dari M. H. Abrams dan mitos vampir Romania dari Dr. Bob Currans. Setelah melakukan penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa vampir versi Meyer mempunyai beberapa karakteristik seperti: kulit besi, gigi yang tajam dan kuat, mata yang berwarna, beberapa kemampuan dan batasan, kekuatan yang besar, indra yang tajam, kemampuan khusus, mengonsumsi darah dan anak abadi. Disamping itu, vampir versi Meyer mempunyai beberapa perbedaan dengan vampir Romania. Perbedaan-perbedaannya seperti: transformasi, penampilan fisik, kempampuan, kelemahan dan kebutuhan gizi. | The research entitled “The Study of Characteristics of Vampire in Breaking Dawn by Stephenie Meyer” is a brief analysis about the characteristics of vampire in Stephenie Meyer’s Novel and Romanian myth. It is aimed to find out and explain the differences between the characteristics of Meyer’s vampire and Myth’s vampire. This research uses qualitative method to analyze the data which is mainly taken from Stephenie Meyer’s novel entitled Breaking Dawn. It is analyzed using mimetic theory by M. H. Abrams and Romanian Vampire myth by Dr. Bob Curran. After conducting the research, the researcher concludes that Meyer’s vampires have some characteristics. They are: the granite skin, sharp and strong teeth, colourfully eyes, some abilities and limitation, great strength, sharp senses, special abilities, consume blood and immortal child. Besides, Meyer’s vampires have some differences from Romanian vampire. They are: the transformation, physical appearances, abilities, weakness and the nutrition. | |
| 7073 | 8212 | C1C010088 | Pengaruh Pengetahuan Pemilik, Skala Usaha, Umur Usaha Terhadap Keberhasilan Kinerja Usaha Dengan Penggunan Informasi Akuntansi Sebagai Variabel Moderasi | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan pemilik, skala usaha, umur usaha secara parsial terhadap keberhasilan kinerja usaha dan juga untuk mengetahui pengaruh pengetahuan pemilik, skala usaha, umur usaha secara parsial terhadap keberhasilan kinerja usaha dengan penggunaan informasi akuntansi sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik UKM makanan khas Banyumas. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling method. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 64 pemilik usaha. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi liniear berganda dan analisis Moderated Regression Analysist. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukan bahwa : (1) Pengetahuan Pemilik berpengaruh positif signifikan terhadap keberhasilan kinerja usaha, (2) Skala Usaha berpengaruh positif signifikan terhadap keberhasilan kinerja usaha, (3) Umur Usaha berpengaruh positif signifikan terhadap keberhasilan kinerja usaha, (4) Penggunaan informasi akuntansi memoderasi secara positif hubungan pengetahuan pemilik terhadap keberhasilan kinerja usaha (5) Penggunaan informasi akuntansi memoderasi secara positif hubungan skala usaha terhadap keberhasilan kinerja usaha (6) Penggunaan informasi akuntansi memoderasi secara positif hubungan umur usaha terhadap keberhasilan kinerja usaha. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu (1) variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini hanya memperhatikan faktor internal perusahaan seperti pengetahuan pemilik, skala usaha dan umur usaha, (2) faktor situasional yang digunakan sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini hanya satu faktor situasional yaitu penggunaan informasi akuntansi. | ABSTRACT Purpose –This study aimed to determine the influence of owner’s knowledge, business scale, business life partially toward the success of business performance and also to determine the influence of owner’s knowledge, business scale, business life partially toward the success of business performance with using of accounting information as moderating variable. Metodology – The population of this study is SMEs (Small Medium Enterprises) owners of Banyumas specialty food. Sample determining is using purposive sampling method. The respondents consist of 64 business owners. Hypotheses testing of this study use multiple linear regression and Moderated Regression Analysist. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik UKM makanan khas Banyumas. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling method. Findings – Based on the research result and data analysis using multiple linear regression and Moderated Regression Analysist (MRA) show that : (1) Owner’s knowledge has positive significant influence to the success of business performance, (2) Business scale has positive significant influence to the success of business performance, (3) Business life has positive significant influence to the success of business performance, (4) Using of accounting information moderated positively toward the relationship of owner knowledge to the success of business performance, (5) Using of accounting information moderated positively toward the relationship of business scale to the success of business performance, (6) Using of accounting information moderated positively toward the relationship of business life to the success of business performance. Limitation – The limitation of this study are (1) Independent variables only focus on internal business factors such as owner’s knowledge, business scale, and business life, (2) Situational factor which is used as moderating variable in this study only one situational factor that is using of accounting information. | |
| 7074 | 8213 | C1K007008 | THE ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE CAPITAL STRUCTURE OF TELECOMMUNICATION COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh likuiditas ( CR ) , struktur aktiva ( STA ) , pertumbuhan, price earning ratio ( PER ) , profitabilitas ( ROA ) terhadap struktur modal dengan DER sebagai proxy. Penelitian menggunakan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel . Data yang diperoleh atas dasar laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2006 sampai dengan 31 Desember 2012 dari perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia . Penelitian ini diperoleh 6 sampel dari perusahaan telekomunikasi . Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda . Berdasarkan tes, F statistik menunjukkan bahwa model tersebut adalah fit karena memiliki nilai signifikansi kurang dari 5 % dari nilai Alpha . Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal ( DER ) dan variabel independen lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal ( DER ) . Struktur aset ( STA ) memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap struktur modal ( DER ) , Pertumbuhan berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal ( DER ) , Profitabilitas ( ROA ) memiliki pengaruh signifikan dan negatif terhadap struktur modal ( DER ) , tetapi likuiditas ( CR ratio ) dan price earning ( PER ) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap struktur modal ( DER ) . | The aims of this research were to analyze the influence of liquidity (CR), structure of asset (STA), growth, price earnings ratio (PER), profitability (ROA) on capital structure with the proxy DER. Research used purposive sampling method for taking samples. Data obtained on the basis of the financial statement by December 31, 2006 up to December 31, 2012 of telecomunication companies listed in Indonesian Stock Exchange. This research obtained 6 samples of telecommunication companies. Analysis technique used was multiple regression analysis. Based on the test, F statistic indicates that the model is fit because has a significance value less than 5% of Alpha value. The Result of analysis showed that the three independent variables have significant influence on capital structure (DER) and other independence variables have no significant influence on capital structure (DER). Structure of asset (STA) has significant and positive influence on capital structure (DER), Growth has significant negative influence on capital structure (DER), Profitability (ROA) has significant and negative influence on capital structure (DER), but liquidity (CR) and price earnings ratio (PER) have positive influence but not significant on capital structure (DER). | |
| 7075 | 10240 | G1F007014 | EFEK PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH EKSTRAK ETANOL 96% BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava) PADA TIKUS YANG DIBEBANI GLUKOSA | Buah jambu biji merah (Psidium guajava) dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Buah jambu biji merah mengandung flavonoid yaitu quersetin yang diduga memiliki efek hipoglikemik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan adanya kandungan flavonoid dan terpenoid, menentukan efektivitas pemberian dan hubungan antara peningkatan konsentrasi ekstrak etanol 96% buah jambu biji merah dengan efek hipoglikemik pada tikus putih yang dibebani glukosa. Penelitian ini menggunakan metode pembebanan glukosa dosis 4,5 g/kgBB. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih jantan galur Wistar umur 2-3 bulan dengan berat 150-200 gram sebanyak 25 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing terdiri dari 5 ekor. Kelompok I adalah kelompok akarbosa 4,5 mg/kgBB, kelompok II adalah kelompok kontrol hiperglikemia yang diberi NaCMC 1%, Kelompok III, IV dan V diberikan ekstrak 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB. Tikus diberi perlakuan sesuai kelompok, 30 menit kemudian diinduksi glukosa sebesar 4,5 g/kgBB secara per oral, lalu cuplikan darah diambil dari vena lateralis ekor tikus pada menit ke 0, 30, 60, 90, dan 120 yang dihitung setelah pemberian glukosa. Kadar gula darah diukur dengan metode elektrokimia. Ekstrak etanol 96% buah jambu biji merah berefek menurunkan kadar gula darah dengan efek hipoglikemik terbesar pada kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 400 mg/kgBB. Efek hipoglikemik terbesar terdapat pada kelompok perlakuan ekstrak etanol 96% buah jambu biji merah pada dosis 400 mg/kgBB yang memiliki nilai %PKGD sebesar 28,94% dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan acarbose 4,5 mg/kgBB (p>0,05). | Red guava (Psidium guajava) can be used to lower blood glucose levels. Red guava contains flavonoids quercetin expected to have hypoglycemic effects. The purpose of this study was to determine the presence of flavonoids and terpenoids, determine the effectiveness of the provision and the relationship between the increase in the concentration of 96% ethanol extract of red guava with hypoglycemic effect on glucose loaded rats. This study uses glucose loading dose of 4.5 g/kgBW. Test animals used were male Wistar rats aged 2-3 months, weighing 150-200 grams of 25 rats were divided into 5 groups each consisting of 5 animals. Group I is the control group were given acarbose 4.5 mg/kgBW, group II is the hyperglycemia control group were given NaCMC 1%, Group III, IV and V are given extracts of 200 mg/kgBW, 400 mg/kgBW and 800 mg/kgBW. Rats treated with the appropriate group, 30 minutes later induced glucose at 4.5 g/kgBW orally, and blood footage taken from the lateral tail vein of mice at minute 0, 30, 60, 90, and 120 were calculated after administration of glucose. Blood sugar levels were measured with a glucometer method. 96% ethanol extract of red guava fruit effect of lowering blood sugar levels with the greatest hypoglycemic effect in the group treated with the extract dose of 400 mg/kgBW. Hypoglycemic effects are greatest in the group treated 96% ethanol extract of red guava at a dose of 400 mg / kg which has a value of 28.94% and no significant difference with acarbose 4.5 mg / kg (p> 0.05). | |
| 7076 | 11239 | A1M010034 | Pengaruh Jenis Rempah, Jenis Gula dan Bentuk Minuman terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensori Minuman Tradisional Jahe | Minuman tradisional jahe merupakan produk minuman fungsional yang dibuat dengan bahan dasar jahe, gula dan tambahan rempah. Gula yang ditambahkan dapat berupa gula nira kelapa dan gula tebu dan rempah yang ditambahkan dapat berupa kapulaga, cengkeh dan sereh serta minuman tradisional jahe dapat dibuat dalam bentuk serbuk dan cair. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis rempah, jenis gula dan bentuk minuman terhadap sifat fisikokimia dan sensori minuman tradisional jahe serta menentukan kombinasi perlakuan minuman tradisional jahe terbaik. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Faktor yang dicoba meliputi tiga faktor yaitu jenis rempah (A) terdiri dari jahe (A1); jahe-kapulaga (A2); jahe-kapulaga-cengkeh-sereh (A3); jenis gula (B) terdiri dari gula nira (B1); gula tebu (B2); bentuk minuman (C) terdiri dari serbuk (C1); cair (C2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A1B2C2 (jahe, gula tebu dan bentuk cair) merupakan kombinasi perlakuan terbaik minuman tradisional jahe dengan karakteristik pH sebesar 7,53, rendemen sebesar 66,55%, intensitas pencoklatan sebesar 0,4737, warna kuning kecoklatan (2,24), kenampakan sedikit bening (2,74), aroma kurang kuat (2,19), rasa pedas kurang kuat (3,13), rasa pahit kurang pahit (3,85), rasa enak sedikit enak (2,86) dan kesukaan sedikit suka (3,15) serta terdeteksi adanya senyawa flavonoid. | Traditional ginger drink is one of the functional beverage products made with the basic ingredients of ginger, sugar and extra spices. Sugar can be added coconut sap sugar and cane sugar and spices added can be cardamom, cloves and ginger lemongrass and traditional ginger drink can be made in the form of powder and liquid. This study was conducted to determine the effect of spices, sugar types and forms of drinks on the physicochemical and sensory properties of a traditional ginger drink and determine the treatment combination of traditional ginger drink best. This research includes an experimental method with a randomized block design (RBD), in order to obtain 12 combinations of treatments, repeated 3 times and obtained 36 experimental units. Factors examined in this study included 3 factors: namely 1) the spices type (A) consists of 3 levels are ginger (A1), ginger-cardamom (A2) and ginger-cardamom-clove-lemongrass (A3). 2) the sugar types (B) consists of two levels are coconut sap sugar (B1) and sugar cane (B2). 3) form of drink (C) consists of two levels are powder (C1) and liquid (C2). The results of research showed that the combination treatment A1B2C2 (ginger, sugar cane and liquid form) is the best treatment combination of traditional ginger drink with characteristic pH of 7.53, yield of 66.55%, browning intensity of 0.4737, brownish-yellow color (2.24), slightly translucent appearance (2.74), less powerful aroma (2.19), less strong spicy flavor (3.13), less bitter taste bitter (3.85), delicious taste a little bad (2.86) and A little like (3.15) and detected the presence of flavonoids. | |
| 7077 | 11344 | C1A011089 | ANALISIS JALUR PEMBIAYAAN BANK SYARIAH DALAM MEKANISME TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER DI INDONESIA TAHUN 2004-2014 | Penelitian ini berjudul “Analisis Jalur Pembiayaan Bank Syariah dalam Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter di Indonesia tahun 2004-2014.” Perkembangan industri perbankan, khususnya perbankan syariah saat ini semakin baik. Sejalan dengan berkembangnya industri perbankan syariah, peran serta bank syariah dalam mentransmisikan kebijakan moneter juga semakin penting. Adanya penerapan kebijakan moneter kontraktif belum lama ini mengakibatkan terjadinya perlambatan pembiayaan perbankan pada tahun 2012 hingga bulan Juni 2014. Mekanisme transmisi kebijakan moneter mengindikasikan adanya hubungan antara kebijakan moneter yang berlaku dengan sektor pada pasar uang, perbankan syariah hingga memengaruhi tingkat inflasi. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui respon dari variabel imbal bagi hasil PUAS dan pembiayaan terhadap adanya goncangan dari bonus SBIS, serta respon variabel pembiayaan terhadap adanya goncangan dari variabel imbal bagi hasil PUAS. 2) Mengetahui respon dari variabel inflasi terhadap adanya goncangan dari variabel bonus SBIS, imbal bagi hasil PUAS dan pembiayaan. 3) Mengetahui besarnya porsi kontribusi variabel bonus SBIS, imbal bagi hasil PUAS, pembiayaan dan inflasi dalam menjelaskan inflasi sebagai tujuan akhir kebijakan moneter. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder time series di Indonesia selama kuartal I tahun 2004 hingga kuartal II tahun 2014. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis model VAR (Vector Auto-Regression), dengan menggunakan uji Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition. Uji IRF digunakan untuk melihat besaran respon yang terjadi dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter, sedangkan variance decomposition digunakan untuk melihat besaran kontribusi tiap variabel bank syariah dalam menjelaskan inflasi di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan (1) Hasil Uji IRF menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang ketat akan direspon positif oleh variabel PUAS, kemudian direspon negatif oleh variabel pembiayaan (FIN). Sedangkan kenaikan tingkat imbal bagi hasil PUAS akan direspon negatif oleh variabel pembiayaan (FIN). (2) Hasil Uji IRF yang lain menunjukkan bahwa adanya goncangan dari variabel bonus SBIS, imbal bagi hasil PUAS, dan pembiayaan (FIN) akan direspon negatif oleh variabel inflasi (INF). Dengan kata lain variabel perbankan syariah dapat menurunkan inflasi. (3) Hasil variance Decompotion menunjukkan bahwa inflasi di Indonesia lebih banyak dijelaskan oleh variabel inflasi itu sendiri yaitu sebesar 68,56 persen. Sedangkan variabel bonus SBIS, imbal bagi hasil PUAS, dan pembiayaan (FIN) hanya menjelaskan sebesar 0 hingga 11,5 persen. Dengan kata lain variabel perbankan syariah tidak memiliki kontribusi yang besar dalam menjelaskan atau menyebabkan inflasi di Indonesia. Melihat bahwa goncangan dari variabel syariah direspon negatif oleh variabel inflasi namun memiliki proporsi kecil dalam menjelaskan inflasi, diharapkan BI sebagai bank sentral berupaya dalam pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan peningkatan pangsa pasar perbankan syariah, dukungan dengan berbagai regulasi dan sosialisasi pada masyarakat terkait pengenalan bank syariah. Bank syariah sendiri juga ikut ambil andil dengan menciptakan berbagai inovasi produk dan jasa serta melakukan sosisalisasi terkait pengenalan produk dan jasa pada bank syariah. | This research, entitled “The Financing Channel of Islamic Bank Analysis in Monetary Policy Transmission Mechanism in Indonesia in 2004-2014. Development of the banking indusry, especially Islamic Banking now has a good progress. In line with the development of Islamic Banking industry, Islamic Banking has an important role in transmitted monetary policy. Implementation of tight monetary policy has recently led to a slowdown in bank financing in 2012 until June 2014. The mechanism of monetary policy transmission indicates the relationship between monetary policy with sector in the money market, Islamic banking to affect the rate of inflation. The purpose of the research is 1) to know response from returns to results PUAS and financing because of shock of the bonus SBIS, and response from financing because of shock of the returns to results PUAS. 2) To know response from inflation variables because of shock of the bonus SBIS, returns to results PUAS and financing. 3) To know a large portion of the contribution of the bonus SBIS, returns to results PUAS, financing and inflation variables in explaining inflation as the ultimate goal of monetary policy. This research is descriptive quantitative secondary data time series in Indonesia during the first quarter of 2004 until the second quarter of 2014. The analysis tool used in this research is the VAR (Vector Auto-Regression) analysis, using Impulse Response Function (IRF) test and Variance Decomposition. IRF test is used to look at the amount of responses in the transmission mechanism of monetary policy, while the variance decomposition is used to look at the contribution of each variables in explaining inflation in Indonesia. Based on the research results indicate (1) IRF Test Results showed that tight monetary policy will be responded positively by variable of PUAS, then responded negatively by financing variables (FIN ). While the increase in the rate return to the result of PUAS will be responded negatively by financing variables (FIN). (2) Other IRF Test Results showed that the shock of bonus SBIS, returns to the results of PUAS, and financing (FIN) will be responded negatively by the inflation (INF) variable. In other words, Islamic Bank variables can decrease inflation. (3) Results Variance Decomposition showed that inflation in Indonesia, more explained by the variable inflation itself in the amount of 68.56 percent. While the bonus SBIS, returns to the results PUAS, and financing (FIN) only describes amount of 0 to 11, 5 percent. In other words, Islamic Banking variables do not have a big contribute to explaining or cause inflation in Indonesia. Seeing that the shock of sharia variable responded negatively by inflation variable but has a smaller proportion in explaining inflation, expected BI as the central bank sought in the development of Islamic banking in Indonesia. This is done by to increase the market share of Islamic banking, or with a variety of regulatory support and socialization in the community related to the introduction of Islamic banks. Islamic banks also took contribute to creating a range of innovative products and services and conduct socialization related to the introduction of products and services on Islamic banks. | |
| 7078 | 11463 | E1A008080 | Penerapan Keputusan Menteri Dalam Negeri Dan Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2001 Tentang Pedoman Bagi Pegawai Negeri Sipil Yang Dipilih Menjadi Kepala Desa di Kabupaten Banyumas | Menjadi seorang Guru di suatu Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak banyak memberikan jaminan kehidupan layak bagi mereka terbukti di Kecamatan Ajibarang Desa Pandansari banyak para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkeinginan beralih profesi menjadi Kepala Desa (Kades). Padahal hal tersebut sangat bertentangan dengan adanya Surat Edaran dari Menpan No.SE/15/MPAN/2004 tentang larangan pengalihan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari jabatan guru kejabatan non guru, dimana Guru dan PNS tidak diperbolehkan jadi calon Kades dan jabatan lainnya dilingkungan desa itu adalah merupakan kebijakan Nasional, dikarenakan dari segi kompetensinya dinilai tidak layak untuk menduduki jabatan struktural dan dilihat dari sisi kebutuhan guru yang cukup besar selalu berkurang dan beralih menjadi kepala desa dan perangkat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, Spesifikasi penelitian adalah bersifat deskriptif-analitis yang menggambarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum, Analisis Bahan Hukum yang telah diperoleh akan diolah dan dianalisis menggunakan mertode analisis kualitatif yang disusun secara deskriptif, yakni menggambarkan dan menerangkan secara logis Bahan Hukum atau fakta yang diperoleh dalam penelitian untuk menjawab permasalahan. Kualifikasi PNS dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2001 tidak menjelaskan secara detail karena Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen dengan tegas menghimbau agar guru bersikap profesional hal tersebut juga diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor SE/15/M.PAN/4/2004 sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum karena ada dua keputusan yang berbeda | Being a teacher at a junior high school (SMP) is not much to guarantee a decent life for those proven in the district Ajibarang many teachers Pandansari Village Junior High School (SMP) or Civil Servants (PNS) who wish to switch professions become village chief (Kadesh ). In fact it is so contrary to the Circular Letter of the minister No.SE/15/MPAN/2004 on the prohibition of the transfer of Civil Servants (PNS) of the professorship kejabatan non teachers, where teachers and civil servants are not allowed to be candidates for other positions within the village head and village it is a national policy, because in terms of competence are considered not feasible for structural positions and in terms of the needs of teachers sizable always reduced and turned into the village head and the device. The method used in this research is normative juridical approach, specification research is descriptive-analytic describe the legislation in force associated with legal theories, Analysis of Legal Materials that have been obtained will be processed and analyzed using qualitative analysis compiled mertode descriptively, which describe and explain logically Legal Materials or facts obtained in research to address the problems. The qualification of civil servants in the Ministry of Home Affairs and Regional Autonomy No. 8 of 2001 does not explain in detail because of the Law of the Republic of Indonesia Number 14 Year 2005 on Teachers and Lecturers strongly urge teachers to be professional it is also reinforced by the Minister of Administrative Circular No. SE / 15 / M.PAN / 4/2004, giving rise to legal uncertainty because there are two different decisions | |
| 7079 | 8215 | C1K007039 | THE INFLUENCE OF SIZE, RISK, PROFITABILITY, CASH FLOW, AND CAPITAL ADEQUACY RATIO ON BANKING LIQUIDITY (COMPANY LISTED IN IDX 2009-2012) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ukuran, kredit bermasalah, return on asset, arus kas dari pendanaan, dan rasio kecukupan modal pada loan to deposit ratio. Penelitian ini merupakan studi empiris pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2009 hingga 2012. Populasi penelitian ini adalah semua bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2009 hingga 2012. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, pemilihan sampel non - random dimana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ukuran, dan rasio kecukupan modal berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan pada loan to deposit ratio, non performing loan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap loan to deposit ratio, return on asset berpengaruh positif pengaruh tetapi tidak signifikan terhadap loan to deposit ratio, dan arus kas dari pendanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio kredit terhadap loan to deposit ratio bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. | The aims of this research were to analyze the influence of size, non performing loans, return on assets, cash flow from financing, and capital adequacy ratio on loan to deposit ratio. This research was empirical study on banks listed in Indonesian Stock Exchange since 2009 until 2012. The population of this study was all banks listed in Indonesian Stock Exchange since 2009 until 2012. Samples were selected by using purposive sampling method, non-random sample selection whereby sample were chosen based on certain considerations. Furthermore, the techniques of data analysis used in this study was multiple regression analysis. Based on the result of data analysis, it could be concluded that size, and capital adequacy ratio has negative influence but not significant on loan to deposit ratio, non performing loan has negative influence and significant on loan to deposit ratio, return on asset has positive influence but not significant on loan to deposit ratio, and cash flow from financing has positive influence and significant on loan to deposit ratio of banks listed in Indonesian Stock Exchange. | |
| 7080 | 10244 | G1B010090 | ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LURAGUNG KABUPATEN KUNINGAN | Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat menyelamatkan 30.000 bayi Indonesia yang meninggal pada 1 jam kelahiran. IMD juga merupakan langkah awal menuju kesuksesan menyusui selajutnya. Cakupan ASI Eksklusif Kecamatan Luragung tahun 2013 sebesar 46,7%, angka tersebut masih di bawah target cakupan ASI Eksklusif Indonesia tahun 2013 yaitu 75%. Kecamatan Luragung salah satu dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kuningan yang mempunyai angka menyusui rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku IMD di Wilayah Kerja Puskesmas Luragung. Jenis penelitian ini adalah observasionaldengan desain cross-sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu yang melahirkan pada bulan Mei 2014 di Wilayah Kerja Puskesmas Luragung. Jumlah sampel sebanyak 71 ibu yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dengan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan metode enter. Hasil penelitian secara bivariat dan multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,004) dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,000) dengan perilaku IMD karena nilai p masing-masing variabel tersebut ≤ 0,05, dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku IMD. Sedangkan untuk kondisi bayi lahir, proses persalinan dan komplikasi persalinan mempunyai nilai p > 0,05, artinya tidak ada hubungan antara variabel tersebut dengan perilaku IMD. Simpulan yang dapat diambil yaitu ada hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku IMD di Wilayah Kerja Puskesmas Luragung. Saran untuk tenaga kesehatan terus memberikan informasi, menyarankan, mendukung ibu untuk melakukan IMD. | Early Initiation of Breastfeeding(Inisiasi Menyusu Dini, IMD) can save 30,000 Indonesian babies who died at first hour of birth. IMD is also the first step towards the success of breastfeeding. Luragung subdistrict is one of nine subdistricts in Kuningan District which in 2013has low breastfeeding rates, 46,7%.This is below the National rates targeted, 75%. The purpose of this study is to determine the factors related to the behavior of IMD in the Area of Luragung Community Health Center. This research used observational with cross-sectional study design. The population of this research was all of the mothers who gave birth in Luragung Community Health Centeron May 2014. Sample was 71 mothers who were selected through total sampling technique. Data was collected using a structured interview using questionnaire. The analysis used univariate, bivariate used chi square test and multivariate used logistic regression with the enter method. The results of the bivariate and multivariate research showed that there was a relationship between knowledge (p = 0.002), family support (p = 0.004) and health worker support (p = 0.000) with behavior of IMD as the p-value of each variable is ≤ 0.05, health workers support was the most dominant factor associated with behavior of IMD. Condition of the baby born, the process of labor and postpartum complications has p value > 0.05, it means that there is no relationship between those variables with the behavior of IMD. It is conclude that there was is relationship between knowledge, family support and health workers support with IMD behavior in the Area of Luragung Community Health Center. Based on the result, it is suggested to the health workers to inform IMD, recommend, and support the mother to do the IMD. |